Sabtu, 19 Mei 2012

Pendekar Pagar Nusa yang Pandai Bersyair itu Wafat

Banyuwangi, HMI Tegal Kab



KH Mas Syaifullah Ali Bagiyono dikenal sebagai salah seorang yang membidani lahirnya Pencak Silat NU Pagar Nusa. Tak hanya itu, ia juga berperan sebagai orang menyebarkannya hingga ke seluruh Indonesia. 

Bersama 19 tokoh lainnya, pengasuh Jamiyah Tauhid Al-Hikam, Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, ini diangkat sebagai Dewan Khos Pagar Nusa sejak Muktamar NU di Lirboyo tahun 1999. 

Pendekar Pagar Nusa yang Pandai Bersyair itu Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendekar Pagar Nusa yang Pandai Bersyair itu Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendekar Pagar Nusa yang Pandai Bersyair itu Wafat

Perannya di pencak silat NU tersebut, Abah Bagiyono—panggilan akrabnya—juga merupakan peramu jurus Asmaul Husna dan jurus bela diri untuk anak anak. Tak hanya dalam olah beladiri, ia juga berbakat menulis sejak remaja. Sebagian besar tulisannya adalah syair dan kajian tasawuf.

Sebagai pendekar dan penulis, ia mampu meramu jurus dengan menggambarkan sifatul huruf, merangkai gerakan-gerakan silat hingga menjadi kalimah dan mendasarinya dengan ayat, sehingga serangkaian jurus tersebut adalah tafsir dari sebuah ayat yang terejawantah menjadi jurus.

HMI Tegal Kab

Berikut di antara syairnya:  

aku punya waktu untuk Allah

yang tiada kuabaikan selamanya

dan aku punya waktu untuk bermain

HMI Tegal Kab

dan bersenda gurau

tanganku adalah penuh dengannya

"....Kemudian jadilah Ia...."

dengan menyebut Nama Tuhanku

sedangkan ia dihilangkan dari-Nya

sesungguhnya perkara Tuhan

di mana manusia berbeda-beda

ada yang mengajak kesesatan

ada pula yang menunjukkan kebenaran

Syair-syair Abah Bagiyono tercipta dalam dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Osing. Kebanyakan berkisah tentang ketauhidan, gambaran cinta kepada Allah SWT. 

Abah Bagiyono lebih memilih dakwah bi hikmah dengan seni budaya, mengajarkan ketauhidan dengan lagu, mengajak santri-santrinya berkolaborasi menciptakan, mengaransemen syair-syair tersebut sesuai dengan karakter dalam berbagai genre musik.

Syiarnya sangat kental dengan seni budaya. Cara yang ditempuh para wali adalah syiar yang sempurna, demikian kerap kali ia ucapkan kepada santri-santrinya.

Dakwah Abah Bagiyono, tidak sebatas melalui tulisan, syair, dan jurus silat. Jamiyah Tauhid Al-Hikam yang dipimpin Abah Bagiyono, bersama Komunitas Al-Antik, bahu membahu membangun masjid di tengah Alas Purwo yang sebelumnya terkenal wingit dan jarang dijamah manusia kebanyakan. 

Abah Bagiyono, yang juga dikenal sosok humoris itu lahir di Banyuwangi, 10 Oktober 1960. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Kartini Surabaya dan Magister Hukum Universitas Widyagama Malang. 

Pada saat meninggal pada Ahad 5 Februari 2017, HMI Tegal Kab datang ke rumah duka. Para santri berdatangan dari berbagai kota, ikut mengirim doa untuk Abah Bagiyono.

Selamat jalan Abah Bagiyono, pendekar Pagar Nusa yang pandai bersyair. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, News, Olahraga HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM. Pendekar Pagar Nusa yang Pandai Bersyair itu Wafat di HMI Tegal Kab ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock