Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Februari 2018

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu

Kudus, HMI Tegal Kab. Selama bulan Ramadhan, puluhan kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri-Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) menyemarakan mushola Kantor NU Jalan Pramuka, Kudus, Jawa Tengah. Tiap malam, mereka melakukan tarawih dan tadarus Al-Quran bersama anak yatim piatu dari panti asuhan Darul Hadhanah Kudus.

Menurut Sekretaris PC IPNU Kudus Wahyu Hidayat, kegiatan malam Ramadhan dimaksudkan untuk mengisi kegiatan dengan amalan baik. Tujuannya, untuk menghidupi mushola kantor NU sehingga terlihat semarak dari kegiatan Ramadhan dan masyarakat sekitar juga bisa sholat tarawih berjamaah.

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu

"Kegiatan ini juga sebagai ajang ukhuwah kader dan pelajar NU serta menjalin kebersamaan dengan anak-anak yatim piatu dan warga," ujarnya, Kamis (16/6).

Ia menjelaskan, tarawih dan tadarus al Qur-an di mushola telah menjadi agenda setiap malam puasa. Tahun ini pihaknya menjadual sembilan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU mengisi kegiatan tarawaih dan tadarus Al-Quran.

HMI Tegal Kab

"Setiap malam tarawih diimami pengasuh pesantren Darul Hadlanah. Alhamdulillah jamaahnya mencapai 4-5 baris, sedangkan tadarusnya tiap malam mengkhatamkan 2 juz," imbuh Wahyu.

Selain kegiatan di Musholla, PC IPNU-IPPNU Kudus selama Ramadhan ini juga mengadakan kunjungan turba (turun ke bawah) ke semua PAC. Agendanya, konsolidasi dan sosialisasi program IPNU-IPPNU seperti Porseni pelajar yang menjadi kegiatan penutup menjelang berakhirnya periode kepemimpinan 2016 ini. (Qomarul Adib/Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, Aswaja, RMI NU HMI Tegal Kab

Minggu, 21 Januari 2018

Mamah Dedeh: Istri, Mitra Suami dalam Mencari Nafkah

Depok, HMI Tegal Kab. Ketua Muslimat NU Kota Depok Hj Dedeh Rosyidah mengatakan, istri harus mandiri tidak boleh hanya menggantungkan nafkah pada suami. Istri adalah mitra suami dalam rumah tangga, dan harus bersinergi diantara keduanya.



Mamah Dedeh: Istri, Mitra Suami dalam Mencari Nafkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mamah Dedeh: Istri, Mitra Suami dalam Mencari Nafkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mamah Dedeh: Istri, Mitra Suami dalam Mencari Nafkah

Hj Dedeh Rosyidah yang dalam acara ceramah agama di salah satu strasiun televisi swasta dipanggil Mamah Dedeh berpesan, meskipun sang suami sudah menafkahi, istri harus mampu memberikan penghasilan untuk keluarga dan membantu suami.

Hal itu disampaikan Mamah dalam acara Halal Bihalal Muslimat NU Kota Depok yang dihadiri sekitar 1000 orang. Acara bertempat di gedung MUI kota Depok, Senin (2/11) lalu. Halal bi halal? ini dihadiri mayoritas dari kaum ibu baik dari Muslimat sendiri maupun dari undangan organisasi perempuan kota Depok, dengan? mengambil tema ”Dengan Halal bi Halal Kita Pererat Tali Ukhuwah Islamiyah”.

HMI Tegal Kab

”Siti Khodijah Istri Nabi Muhammad SAW merupakan sosok perempuan yang sangat istimewa, bukan hanya sebagai bisnisman, tapi, ia mampu memenuhi kebutuhan keluarga Rosulullah dan membantu perjuangan penyebaran Islam,” kata Mamah.

HMI Tegal Kab

Mamah Dedeh menyatakan, seorang istri harus bekerja sesuai dengan kemampuannya masing-masing dan harus memberdayakan potensi yang sudah ada sejak lahir. Keuntungan dari perempuan yang memiliki penghasilan dan mandiri diantaranya adalah kepercayaan diri bertambah dan lebih bahagia.

Halal bihalal itu, kata Mamah, merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun, hanya saja waktunya yang agak mundur. Program kegiatan Muslimat NU kota Depok, sampai saat ini diantaranya pengajian rutin, kegiatan sosial lainnya.

Beruntung sekali warga Depok adalah warga yang selalu tanggap terhadap keadaan, terbukti ketika terjadi musibah di Aceh, padang, Situ gintung, Sumatera Barat selalu aktif dalam memberikan bantuan.

Kontributor HMI Tegal Kab Aan Humaidi melaporkan, untuk mengembangkan potensi perempuan, Muslimat NU Depok memiliki program pelatihan-pelatihan kewirausahaan, koperasi dll. Ia berharap pemerintahan baru SBY, agar perempuan lebih diberdayakan lagi dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada perempuan dalam mengembangakan potensi yang sudah ada.

Namun, Ketua PCNU kota Depok KH Burhanuddin Marzuki dalam kesempatan itu mengingatkan, kemandirian perempuan tidak boleh keblabasan. Kemandirian harus ditempatkan pada tempatnya. Seorang istri harus menghormati suami, katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Nahdlatul, AlaSantri HMI Tegal Kab

Sabtu, 13 Januari 2018

Boyolali Alami Kekeringan, Ansor Terus Salurkan Air Bersih

Boyolali, HMI Tegal Kab. Setelah sebelumnya mengirimkan bantuan air ke beberapa wilayah di Kabupaten Boyolali yang mengalami krisis kekeringan air, Ahad (17/9) kemarin, giliran warga di Kecamatan Musuk yang disambangi para kader Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Boyolali, Jawa Tengah.

Boyolali Alami Kekeringan, Ansor Terus Salurkan Air Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)
Boyolali Alami Kekeringan, Ansor Terus Salurkan Air Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)

Boyolali Alami Kekeringan, Ansor Terus Salurkan Air Bersih

Dengan membawa 23 truk tangki berisi air bersih, para kader muda NU tersebut bahu membahu membagikan air ke warga yang tersebar di Desa Lampar, Dragan, Jemowo, Sumur, Lanjaran, Priyan, Sukorejo dan Ringinlarik.

Kasatkorcab Banser Boyolali Abdullah menerangkan kegiatan sosial berupa penyaluran bantuan air bersih ini merupakan tahap yang kedua. Sebelumnya mereka juga membagikan air ke daerah Juwangi, Wonosegoro dan Kemusu.

“Kita targetkan total 50 tangki bisa kita salurkan ke warga, insyaallah masih ada penyaluran tahap ketiga,” terang Abdullah.

Ditambahkan Abdullah, kegiatan kali ini diadakan bersamaan dengan Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Diklatsar di Desa Ringinlarik Musuk. “Dengan dilibatkan dengan kegiatan semacam ini, semoga semakin mengasah rasa solidaritas para kader,” ungkapnya.

HMI Tegal Kab

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Boyolali Khoirudin Ahmad menambahkan, dana bantuan air ini didapatkan dari sumbangan kader Ansor dan Banser se-Boyolali.

“Kita juga infokan ke daerah lain di Soloraya, terkait bantuan air bersih ini. Harapannya semakin banyak yang peduli akan warga yang benar-benar membutuhkan air,” kata dia.

Bantuan air bersih ini, lanjut Khoirudin, akan terus digerakkan ke wilayah Boyolali lainnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri, Aswaja, Cerita HMI Tegal Kab

Senin, 08 Januari 2018

Kandidat Peraih “KH A Wahab Chasbullah Award” Mengerucut

Jombang, HMI Tegal Kab. Nama peraih penghargaan KH Abdul Wahab Chasbullah Award, akan ditentukan pada pekan ini. Dewan juri yang terdiri atas unsur keluarga, PWNU Jatim, dan kalangan pers kini tengah menyeleksi sejumlah nama yang masuk dan akan mengumumkan keputusannya di akhir Agustus.

“Partisipasi masyarakat demikian tinggi saat kesempatan mengusulkan mendapat penghargaan KH A Wahab Chasbullah Award dibuka secara umum,” kata H Mujtahidur Ridho yang biasa disapa Gus Edo kepada HMI Tegal Kab, Ahad (17/8) malam.

Kandidat Peraih “KH A Wahab Chasbullah Award” Mengerucut (Sumber Gambar : Nu Online)
Kandidat Peraih “KH A Wahab Chasbullah Award” Mengerucut (Sumber Gambar : Nu Online)

Kandidat Peraih “KH A Wahab Chasbullah Award” Mengerucut

Sejumlah nama dengan latar belakang lokasi dan profesi diusulkan berbagai kalangan. “Ada yang dari Jawa Timur, Jawa Tengah hingga luar Jawa,” kata Gus Edo.

HMI Tegal Kab

Peraih KH A Wahab Chasbullah Award berhak menyandang predikat pelopor pendidikan, kewirausahaan, serta pegiat jam’iyah NU. Sejumlah nama peraih penghargaan akan diumumkan secara terbuka dan diundang pada puncak haul Kiai Wahab, 6 September di pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

HMI Tegal Kab

“Dan berikutnya, profil masing-masing peraih penghargaan akan dimunculkan di panggung kehormatan berikut kiprah mereka sehingga layak memperoleh penghargaan,” terangnya.

Kepada sejumlah kalangan yang telah berpartisipasi memasukkan nama untuk mendapatkan anugerah KH A Wahab Chasbullah Award, Gus Edo mengucapkan terima kasih. “Pastikan bila ternyata belum terpilih pada tahun ini, juga bisa diusulkan kembali di tahun berikutnya,” katanya.

Pihak keluarga juga tengah berpikir untuk menambah kategori penghargaan untuk tahun mendatang dari yang sudah ada di tahun ini. “Tentunya hal ini butuh pertimbangan dan masukan dari banyak kalangan,” ungkapnya.

Terlepas dari itu semua, keberadaan KH Abdul Wahab Chasbullah Award diharapkan akan memberikan apresiasi yang memadai bagi sejumlah kiprah para aktivis di berbagai daerah.?

“Tidak sedikit yang berkhidmat tanpa pamrih,” katanya. Sehingga, penghargaan yang diberikan sebenarnya hanya menegaskan bahwa kiprah para orang terpilih itu sangat nyata di masyarakat, pungkasnya. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Nahdlatul, Kiai HMI Tegal Kab

Kamis, 04 Januari 2018

Janganlah Engkau Menodai Agama!

Dalam kitab suci Al-Quran, istilah pelecehan agama memang tidak ada. Namun dalam konteks yang sama, ada istilah-istilah tertentu yang bisa dipahami sebagai padanan dari pelecehan. Adapun bahaya tindakan melecehkan itu bukan cuma mengancam mereka yang melecehkan, namun juga merugikan objek, pihak, atau orang yang dilecehkan.

Dalam buku ini, Imanuddin dan Zaenal mengidentifikasi adanya tiga kata atau istilah dalam Al-Quran yang bisa dipadankan dengan kata pelecehan. Tiga kata itu bukan cuma berkaitan dengan ajaran agama Islam secara langsung. Namun juga kisah-kisah dari berbagai zaman yang mengeksplorasi tindakan pelecehan berikut bahaya dan bencana yang mengiringinya.

Ketiga kata itu meliputi Huzuw, Laib, dan Sakhira (hlm.71). Kata Huzuw bisa dipadankan dengan kata mengolok-olok. Namun bisa juga diartikan sebagai gurauan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan dengan tujuan melecehkan.

Kata Laib bisa diartikan dengan kata bermain atau bermain-main. Namun dalam konteks pelecehan, kata ini bisa diartikan segala aktifitas yang dilakukan bukan pada tempatnya atau untuk tujuan yang tidak benar. Sementara Sakhira adalah mengejek ? (hlm.78-86). Yaitu, menjadikan suatu agama berikut ajaran dan pemeluknya sebagai bahan ejekan yang berorientasi merendahkan atau meremehkan.

Janganlah Engkau Menodai Agama! (Sumber Gambar : Nu Online)
Janganlah Engkau Menodai Agama! (Sumber Gambar : Nu Online)

Janganlah Engkau Menodai Agama!

Bentuk-bentuk pelecehan agama memang banyak ragamnya. Ada pelecehan yang dinyatakan secara verbal, ada pula yang non-verbal. Pelecehan yang berbentuk verbal, cenderung mudah diketahui oleh pihak yang menjadi korban pelecehan secara langsung. Namun tidak demikian pada pelecehan berbentuk non-verbal. Terkadang, malah pihak atau orang ketigalah yang justru mengetahui lebih dahulu adanya tindak pelecehan agama.

Buku ini bukan hanya menyajikan bahasan seputar pelecehan agama secara langsung. Namun juga membahas pelecehan agama yang bermula dari pelecehan terhadap ajaran, pemeluk, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan suatu agama. Karena buku ini berangkat dari wawasan Al-Quran, maka secara tidak langsung, buku ini menitik-tekankan bahasan pada larangan keras bagi umat Islam yang ingin melecehkan agama Islam maupun agama lain.

HMI Tegal Kab

Sebagai bangsa Indonesia yang di dalamnya terdapat berbagai pemeluk agama dan keyakinan, sudah semestinya bagi kita untuk tetap saling menghormati dan tenggang-rasa. Khususnya seputar keberagamaan dan keberagaman. Sebab dengan menahan diri dan minat dari melecehkan agama lain, kedamaian akan mudah terbentuk dan terjaga dengan sendirinya. Selanjutnya, kita bisa beribadah dengan tenang dan nyaman sesuai agama dan keyakinan masing-masing.?





Info Buku

Judul ? ? ? ? ? ? ? : Jangan Nodai Agama: Wawasan Al-Quran tentang Pelecehan Agama

HMI Tegal Kab

Penulis ? ? ? ? ? : Imanuddin bin Syamsuri, Lc. MA dan M. Zaenal Arifin, MA

Penerbit ? ? ? ? : Pustaka Pelajar, Yogyakarta

Cetakan ? ? ? ? : I (pertama), 2015

Tebal ? ? ? ? ? ? ? : xviii+190 halaman

ISBN ? ? ? ? ? ? ? : 978-602-229-457-3





Peresensi

Muhammad Ghannoe

Aktif di komunitas Nandha, Bantul.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ulama, Humor Islam, Aswaja HMI Tegal Kab

Kamis, 28 Desember 2017

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru

Lampung Tengah, HMI Tegal Kab - Pengurus harian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Lampung Tengah mendorong rekan-rekanita pengurus yang ada di pimpinan komisariat dan pimpinan ranting masing-masing terus meningkatkan jejaring serta kapasitas dan kualitas kader-kader pelajar NU.

Demikian ditegaskan Edi Hermawan di hadapan lima puluh lima peserta saat mengisi materi Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Gaya Baru III Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah, di kompleks Pesantren Al-Ikhlas, Ahad (25/9).

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru

"Kami berharap kepada rekan dan rekanita teruslah berkiprah dan menjadi pelopor dalam memajukan organisasi ini. Buatlah forum-forum diskusi kecil-kecilan, tidak harus mewah, untuk membahas kemajuan organisasi, dan selanjutnya diwujudkan dalam bentuk aksi seperti Hari Santri Nasional, Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1438 H, Harlah IPNU dan IPPNU dan lain-lain," imbuh alumni IAIM NU Metro Lampung itu.

HMI Tegal Kab

Pengasuh Pesantren Al-Ikhlas Gaya Baru III Kiai Abdu Suaib mengapresiasi aktivitas dan semangat pelajar NU dalam wadah IPNU-IPPNU ini. Sebagai kader yang paling muda di struktural NU, pelajar harus siap di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan apapun, dalam mengamalkan sekaligus mensyiarkan agama Islam dalam Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdlliyyah.

Ketua Ranting IPNU Gaya Baru III Yudianto menambahkan, tujuan dari jenjang pengkaderan Makesta ini adalah menciptakan kader IPNU-IPPNU ranting Gaya Baru III yang berpegang teguh terhadap ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah, mempunyai kesadaran sosial yang tinggi, memiliki pengetahuan yang mendalam dan keterampilan yang memadai dalam berorganisasi.

“Kader IPNU-IPPNU harus siap lahir batin,” kata Yudianto.

HMI Tegal Kab

Turut hadir dalam Makesta ini unsur MWCNU Seputih Surabaya, Ranting NU Gaya Baru III, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Nahdlatul, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Senin, 18 Desember 2017

Sakinah Mawaddah Warahmah dalam Berbangsa Menurut Rais Aam PBNU

Jakarta, HMI Tegal Kab. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa di tengah ancaman radikal terorisme serta perpecahan antar elemen bangsa perlu untuk membangun prinsip saling mencintai dan menyayangi (mawaddah warahmah) bukan hanya dalam rumah tangga saja, tetapi sebenarnya juga dalam sesama muslim.

Sakinah Mawaddah Warahmah dalam Berbangsa Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sakinah Mawaddah Warahmah dalam Berbangsa Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sakinah Mawaddah Warahmah dalam Berbangsa Menurut Rais Aam PBNU

“Sesama umat Islam itu di dalam ber-mawaddah dan ber-rahmah itu seperti tubuh yang satu, kalau salah satu tubuh sakit, semuatubuhnya sakit. Sakit satu sakit semua. Oleh karena itu, sesama bangsa sebaiknya begitu,” tuturnya saat pembukaan Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Teroris di Dunia Maya bersama Media OKP dan Ormas, Rabu (22/3) malam.

Kiai Ma’ruf, begitu ia disapa, mengutip semacam maqalah, “Matsalul indunisiyyina fi tawaddihim, watarakhumihim kal jasadil wahid. Sesama bangsa Indonesia, di dalam saling ber-mawaddah dan ber-rahmah, seperti tubuh yang satu.”

“Kita ini seperti satu tubuh, kalau salah satu anggota bangsa ini sakit maka seluruh bangsa itu harus menjadi sakit, bahkan juga seluruh globalseharusnya juga membangun mawaddah warahmah, kalau ada salah satu bangsa yang sakit, seluruh bangsa mestinya juga sakit,” sambung cicit Syekh Nawawi al-Bantani itu dalam acara yang diikuti oleh sekitar 200 pegiat media.

HMI Tegal Kab

Kiai Ma’ruf yang juga Ketua Umum MUI Pusat itu menegaskan apabila prinsip mawaddah warahmah tersebut dibangun baik dalam keluarga, masyarakat, sesama umat Islam, sesama bangsa, dan di dalam pergaulan global, maka akan terciptalah sakinah.

“Sakinah itu harmonis, tenang, tentram, baik keluarga, bangsa, pergaulan internasional,” tegas Kiai Ma’ruf.

Ia juga berharap kepada masyarakat untuk tidak saling membenci dan tidak saling memusuhi di tengah gejolak perbedaan madzhab, politik, bahkan agama.?

“Mari kita jaga negara ini, kita kuatkan persatuan, kita kuatkan NKRI, NKRI adalah harga mati bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nahdlatul Ulama, Tegal, Aswaja HMI Tegal Kab

Minggu, 17 Desember 2017

Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal

Probolinggo, HMI Tegal Kab - Sedikitnya 42 orang pengurus Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor se-Kecamatan Tongas dilantik secara massal (bersamaan) oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin di Pendopo Kecamatan Tongas, Sabtu (4/11) pagi.

Pelantikan yang dirangkai dengan Festival Majelis Dzikir Shalawat Rijalul Ansor ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah didampingi sejumlah pengurus, Ketua GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis, Forkopimka Tongas serta Forum Silaturahmi Ulama dan Umara Kecamatan Tongas yang dipimpin oleh Kiai Dikri Muis.

Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal

H Hasan Aminuddin mengatakan bahwa GP Ansor sebagai organisasi pemuda terbesar di Kabupaten Probolinggo hendaknya menguatkan institusi kelembagaan serta menjadi organisasi yang mandiri dan terus memberikan pengabdian kepada masyarakat.

“Kader GP Ansor di Kabupaten Probolinggo harus mampu meneruskan estafet perjuangan organisasi NU yang dapat menjawab tantangan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

HMI Tegal Kab

Menurut Hasan, masyarakat harus senantiasa bersyukur karena masih diberikan sehat wal afiat oleh Allah SWT. Selaku umat Nabi Muhammad SAW semasa masih ada kesempatan hidup di dunia ini perbanyaklah ibadah dan ungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT serta bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Bershalawatlah dengan hati yang ikhlas dan khusyuk agar mendapatkan syafaat Baginda Rasul Muhammad SAW. Dengan peradaban zaman yang modern ini dan tidak terpengaruh hal-hal negatif yang merusak masa depan generasi bangsa, haruslah memperbanyak bermunajat serta berdoa kepada Allah SWT,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Lomba, Berita HMI Tegal Kab

Minggu, 10 Desember 2017

Basmi Miras, PMII Temanggung Gelar Aksi Teaterikal

Temanggung, HMI Tegal Kab - Sebanyak 1.895 botol minuman beralkohol atau minuman keras (miras) dimusnahkan Polres Temanggung di alun-alun Temanggung, Sabtu (4/6) kemarin. Seusai pemusnahan miras, PMII Temanggung menggelar pementasan teaterikal di hadapan Bupati Temanggung, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua DPRD Temanggung, masyarakat umum dan pelajar.

Para mahasiswa itu selama 15 menit memperagakan adegan pesta miras, bahaya miras, serta adegan penggrebekan pesta miras oleh petugas Polres Temanggung.

Basmi Miras, PMII Temanggung Gelar Aksi Teaterikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Basmi Miras, PMII Temanggung Gelar Aksi Teaterikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Basmi Miras, PMII Temanggung Gelar Aksi Teaterikal

Dalam pemusnahan miras ini, pihak Polres mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompida) Temanggung, organisasi masyarakat (ormas), organisasi pemuda, mahasiswa, dan pelajar.

Kapolres Temanggung AKBP Wim Wahyu Hardjanto menuturkan, pemusnahan miras ini merupakan simbol, untuk memerangi semua penyakit masyarakat (pekat), baik miras, narkoba, kekerasan seksual, pemerkosaan, pencurian, pembunuhan, aksi radikalisme serta kejahatan lainya.

HMI Tegal Kab

"Pemusnahan miras ini secara simbolik. Tapi kita bersama semua komponen masyarakat berkomitmen untuk memberantas semua penyakit masyarakat," janji Wahyu di sela acara pemusnahan miras.

HMI Tegal Kab

Ketua PMII Temanggung Arief Safrodin mengatakan, lewat aksi treatikal ini kita ingin mengajak generasi muda dan masyarakat pada umumnya bersama-sama menjauhi miras. Menurutnya, miras merupakan akar timbulnya segala kejahatan seperti perkelahian, pencurian, pembunuhan, pemerkosaan atau aksi pencabulan.

"Sebagaimana data di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Temanggung sampai pertengahan 2016 ini setidaknya ada sekitar 20 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Dari 20 kasus tersebut, sebagian besar karena pelaku dipengaruhi miras," ucap Arief.

Sementara itu, Bupati Temanggung Bambang Sukarno berjanji, Temanggung harus bersih dari miras. Hiburan malam juga tidak kita perbolehkan. "Jika ada yang nekat, laporkan saja. Kita akan menutupnya," pungkasnya. (Ahsan Fauzi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Doa, Nasional HMI Tegal Kab

Sabtu, 09 Desember 2017

Rais Aam PBNU Buka Pengajian Rutin Tafsir Al-Ibriz

Rembang, HMI Tegal Kab. Pejabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ahmad Mustofa Bisri, Jumat (15/8) pagi, mengawali kembali pengajian rutin di aula pesantren Raudhotut Tholibin, Leteh, Rembang. Pengajian yang digelar setiap hari Selasa dan Jumat itu mulai ramai diikuti ribuan warga Nahdlatul Ulama sekabupaten Rembang.

Menurut Wakil Ketua PCNU Rembang H Bisri Adib Hattani, pengajian itu kembali dibuka dan digelar setelah libur puasa. Sementara pada bulan Ramadhan lalu, pengajian tafsir Al-Ibriz untu sementara digantikan dengan ngaji pasan (pengajian setiap bulan Ramadhan).

Rais Aam PBNU Buka Pengajian Rutin Tafsir Al-Ibriz (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Buka Pengajian Rutin Tafsir Al-Ibriz (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Buka Pengajian Rutin Tafsir Al-Ibriz

"Pengajian ini memang kembali digelar dan dibuka secara langsung KH Ahmad Mustofa Bisri semenjak libur bulan puasa 1435 H, di mana aula dialihfungsikan sebagai kegiatan bulan Ramadhan dengan kajian kitab Riyadhus Sholihin,” kata pria yang lazim disapa Gus Adib.

HMI Tegal Kab

Pengajian ini, kata Gus Adib, disiarkan langsung oleh Mataair Radio dengan frekuensi 105,1 MH.

Sementara Samiran menjelaskan, dirinya sering mengikuti pengajian itu sejak tahun 2000. Hingga sekarang, ia secara istiqomah mengikuti pengajian meski banyak kesibukannya di luar itu. Menurutnya pengajian yang membacakan kitab karya simbah KH Bisri Mustofa itu selalu ramai diikuti para jamaah meski telah lama dikaji sejak pada zamannya.

HMI Tegal Kab

"Kitab ini selalu ramai jamaah mas, sejak jaman penulisnya. Masyarakat tak pernah bosan mengikuti pengajian rutinan ini. Karena kita sudah menjadwalkannya setiap Selasa dan Jumat,” tandas Samiran, salah satu jamaah pengajian tafsir Al-Ibriz. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja HMI Tegal Kab

Selasa, 05 Desember 2017

Kiai Said: Puasa Ibadah Ikhlas untuk Allah



Kiai Said: Puasa Ibadah Ikhlas untuk Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Puasa Ibadah Ikhlas untuk Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Puasa Ibadah Ikhlas untuk Allah

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Jakarta,HMI Tegal Kab. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, semua agama samawi diwajibkan berpuasa sebagaimana Allah mewajibkannya kepada umat Nabi Muhammad SAW.? Umat Nabi Musa, Nabi Dawud, dan nabi-nabi lainnya diwajibkan Allah untuk berpuasa.

Tapi, lanjut dia, syariat berpuasanya berbeda-beda. Ia mencontohkan berpuasanya Nabi Dawud AS yang berpuasa sehari, kemudian besoknya tidak, di hari selanjutnya berpuasa lagi. Diselang-selang.

“Kemudian Allah menentukan umat Islam juga diwajibkan untuk berpuasa sebagaimana orang-orang sebelumnya selama sebulan,” katanya di gedung PBNU, Jakarta (10/6).

Menurut Kiai Kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini, puasa adalah ibadah hak milik Allah karena orang yang berpuasa bisa dipastikan ikhlas.

“Orang yang berpuasa itu lillahi ta’ala. Coba orang puasa tidak minum tidak makan, ingin pahala dari Allah kan? Bukan ingin dipuji. Bisa saja dia mau kamar sendirian, makan dan minum, orang tidak ada yang tahu,” lanjut kiai lulusan pesantren Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini.? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, RMI NU, Aswaja HMI Tegal Kab

Kamis, 23 November 2017

Ini Dasar Hukum Tradisi Walimatus Safar Haji

Pringsewu, HMI Tegal Kab - Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Lampung KH Munawir menjelaskan, upacara walimatus safar perihal kepergian jamaah haji bukan sekadar tradisi lokal. Upacara walimahan itu merupakan sunah yang dilaksanakan umat Islam sejak masa Rasulullah SAW.

"Mengadakan walimatul haji atau acara tasyakuran yang diadakan setelah seseorang pulang dari mengadakan perjalanan jauh adalah termasuk perbuatan yang disunahkan. Jadi walimatus safar itu bukan kegiatan yang tidak memiliki dasar sama sekali, sehingga tergolong kegiatan yang dilarang," tegas Kiai Munawwir, Sabtu (23/7).

Ini Dasar Hukum Tradisi Walimatus Safar Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Dasar Hukum Tradisi Walimatus Safar Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Dasar Hukum Tradisi Walimatus Safar Haji

Lebih lanjut, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung ini juga mengutip beberapa hadits yang menjadi dasar kesunahan walimatus safar yang salah satunya diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Sahabat Jabir RA.

"Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah SAW ketika pulang dari Madinah melakukan penyembelihan kambing atau sapi," kata Kiai Munawwir.

HMI Tegal Kab

Selain itu, terdapat hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Turmudi dan Abu Dawud yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW mengadakan walimah untuk Shafiyah dengan bubur sawik dan kurma.

"Dari kedua hadist ini sebagian ulama seperti Syekh Zakariya Al-Anshari dalam kitab Atsnal Mathalib berpendapat bahwa walimah tidak hanya disunahkan dalam acara akad nikah tetapi walimah juga disunahkan ketika seseorang pulang dari perjalanan jauh," terangnya.

HMI Tegal Kab

Menurutnya, walimatul haji tidak bisa dihukumi kegiatan yang dilarang dan tidak memiliki dasar. Bahkan sebagian ulama juga ada yang berpendapat bahwa, walimah yang diadakan sebelum berangkat atau sesudah pulang haji hukumnya sama, sunah. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja HMI Tegal Kab

Minggu, 19 November 2017

Ospek Damai 1.438 Mahasiswa Unisla

Lamongan, HMI Tegal Kab. Sebanyak 1.438 mahasiswa baru mengikuti rangkaian Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus Universitas Islam Lamongan. Mereka menggelar jalan santai yang melintasi dalam kota Lamongan, alun-alun, dan kembali ke kampus.

Ospek Damai 1.438 Mahasiswa Unisla (Sumber Gambar : Nu Online)
Ospek Damai 1.438 Mahasiswa Unisla (Sumber Gambar : Nu Online)

Ospek Damai 1.438 Mahasiswa Unisla

Bupati Lamongan Fadeli yang melepas jalan santai ini mengatakan, Kampus Unisla merupakan kebanggan tersendiri bagi warga Lamongan. Untuk itu kami membuka Beasiswa Pemkab bagi mahaiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, agar bisa melanjutkan studinya, dan kami siap membiayai sampai lulus.

Sementara Rektor kampus hijau Unisla Bambang Muljono mengingatkan, “Ini merupakan rangkaian seremonial yang harus diikuti mahasiswa baru, sebagai tahapan awal mahasiswa untuk mengamalkan Tridharma Perguruan Tinggi.”

HMI Tegal Kab

Mahasiswa baru Fakultas Peternakan Unisla Naufal Efendi menyatakan rasa senangnya, Ahad (21/9). “Saya senang sekali ikut Ospek ini. Selain mendapat tambahan ilmu dan pengalaman, saya juga dipercaya menjadi perwakilan mahasiswa untuk memimpin Ikrar Mahasiswa.” (Asyhari/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Aswaja, Khutbah, Kyai HMI Tegal Kab

Rabu, 15 November 2017

Belajar dari Keruntuhan Syarekat Islam, Demokrasi Hanya Cara!

Jakarta, HMI Tegal Kab. Persoalan yang sering ditanyakan terkait dengan pemilihan tidak langsung atau ahlul halli wal aqdi adalah apakah pemilihan ini menyalahi prinsip-prinsip demokrasi dan kedaulatan pengurus cabang dan wilayah NU?

Wakil sekjen PBNU Masduki Baidlawi menjelaskan, rais aam syuriyah merupakan “wilayah khusus” dimana warga atau pengurus tanfidziyah sudah samikna waathona (mendengar dan mematuhi), bukan lagi persoalan cabang terlibat atau tidak, karena syuriyah punya legitimasi kuat dalam syariah Islam.

Belajar dari Keruntuhan Syarekat Islam, Demokrasi Hanya Cara! (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Keruntuhan Syarekat Islam, Demokrasi Hanya Cara! (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Keruntuhan Syarekat Islam, Demokrasi Hanya Cara!

Pola pemilihan ahlul halli ini dicontohkan oleh khalifah kedua Umar bin Khattab. Sebelum meninggal, ia menunjuk beberapa orang untuk memilih penggantinya. Cerita ini kemudian dikodifikasi oleh Imam Mawardi dalam kitabnya Al Ahkamus Sulthoniyah yang kemudian dijadikan landasan oleh para ulama NU terkait kebijakan pemerintahan.

HMI Tegal Kab

Faktor kedua, kata Masduki, ketika supremasi ulama tergerogoti, maka persoalan kewenangan cabang dan wilayah dalam memilih dipinggirkan dulu. Ketika tantangan politik eksternal begitu kuat, ada alasan dilakukan melalui ahlul hallli wal aqdi.

“Demokrasi itu alat untuk mencapai tujuan. Bisa saja dalam situasi tertentu dilakukan asal secara ideologis tidak terganggu, tetapi ketika ruh dan jantung organisasi terganggu, yang akhirnya jantung organisasi dirampas orang. Ya ngak bisa begitu,” tegasnya.?

HMI Tegal Kab

Belajar dari Syarekat Islam

Ia menyatakan, organissi NU tidak bisa dibiarkan terlalu terbuka sehingga sembarang orang bisa menjadi pengurus tanpa pernah terlibat dalam proses didalamnya, sementara tantangan di luar semakin keras.?

Kelompok Islam transnasional merupakan tantangan baru yagn harus diwaspadai infiltrasinya dalam lingkungan NU. Di beberapa daerah, sudah terindikasi penyusupan tersebut dan akhirnya bisa dikeluarkan. Orang makin kabur antara NU dan Islam transnasional. Ada yang sudah permisif ‘ngak papa yang penting sama-sama Islamnya’ padahal orientasi politiknya berbeda.?

Ia menyatakan, NU harus belajar dari keruntuhan Syarekat Islam (SI) yang pada zaman kolonial, merupakan organisasi Islam paling besar dan berjaya. Tapi puluhan tahun kemudian habis karena terlalu terbuka, akhirnya ada kelompok SI hijau dan SI merah yang dimasuki anasir-anasir komunis.

“Ini tidak ada urusan demokratis dan tidak demokratis, ini urusannya eksistensi NU untuk masa depannya seperti apa, yang 12-13 tahun lagi sudah 100 tahun. Kalau dibiarkan, NU bisa seperti SI. Jadi orang yang mengurus NU merupakan orang yang betul-betul secara ideologi adalah orang NU, jelas, aswajanya seperti apa, pengkaderannya seperti apa,” tandasnya.

Muktamar Situbondo

Ia mencontohkan pola ahlul halli sudah pernah digunakan dalam muktamar ke-27 NU yang berlangsung di Sitobondo yang akhirnya memilih Gus Dur sebagai ketua umum PBNU.

Masa itu ditandai dengan munculnya kader-kader muda NU yang cemerlang seperti Fahmi Syaifuddin, Gus Dur, Masdar F Mas’udi, Slamet Effendy Yusuf, Ichwan Syam dan lainnya. Dikalangan para ulama, juga ada pikiran baru yang reformis seperti KH Ali Maksum, KH Mahrus Ali, KH As’ad Syamsul Arifin, KH Ahmad Siddiq dan lainnya.?

Kelompok tersebut sangat resah dan gundah dengan kondisi NU yang terlalu terbawa ke politik praktis. Lalu dicarilah cara bagaimana yang memimpin NU memiliki visi yang sama dan sejalan dengan ulama.?

“Kalau dilakukan pemilihan one man one vote, yang akan terpilih lagi Kiai Idham Chalid. Maka dicarilah model pemilihan agar Gus Dur terpilih ketua umum PBNU. Jadi konteksnya begitu. Untuk konteks sekarang, ya alasannya seperti yang saya sebutkan di atas.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nahdlatul, Aswaja, AlaSantri HMI Tegal Kab

Senin, 13 November 2017

Ansor Tangsel Evaluasi Program Kerja dan Kaderisasi

Tangerang Selatan, HMI Tegal Kab. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Tangerang Selatan, Ahad (20/12), mengadakan rapat kerja (Raker) bersama seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor setempat di Taman Jajan Bumi Serpong Damai (BSD) Kota Tangerang Selatan, Banten.

Pertemuan yang berlangsung dari pagi hingga sore ini antara lain membahas program kerja tahunan serta evaluasi kaderisasi dan kepengurusan ditingkat kecamatan atau PAC. Forum diikuti seluruh pengurus pimipinan cabang dan pimpinan anak cabang GP Ansor setempat.

Ansor Tangsel Evaluasi Program Kerja dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Tangsel Evaluasi Program Kerja dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Tangsel Evaluasi Program Kerja dan Kaderisasi

Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang Selatan Asrori mengatakan, pembahasan tersebut penting digelar sebagai langkah pembenahan roda organisasi dan proses pengaderan di berbagai tingkatan di Tangerang Selatan.

HMI Tegal Kab

“Kaderisasi di wilayah Kota berbeda dari wilayah desa, maka butuh ektra tenaga dan pemikiran dalam pengembangan kaderisasi di Kota Tangerang Selatan,” katanya.

Hasil dari Raker kali ini adalah pembentukan koordinator daerah binaan di masing-masing kecamatan se-Tangerang Selatan dan beberapa kegiatan dalam memunjang syiar NU Tangsel. PC GP Ansor Tangsel juga berencana akan mengedakan forum-forum diskusi, baik untuk pengembangan pemahaman Aswaja maupun tukar pikiran soal organisasi.

HMI Tegal Kab

Ketua Panitia raker Ari Hardi berharap hasil rapat kerja menjadi acuan dan fokus kerja GP Ansor ke depan, yang meliputi bidang kaderisasi dan internalisasi nilai-nilai Aswaja di wilayah Kota Tangerang Selatan. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen, Aswaja, AlaNu HMI Tegal Kab

Sabtu, 11 November 2017

Dunia Muslim Bantu Bencana Filipina

Kairo, HMI Tegal Kab. Dunia Muslim turut prihatin dengan bencana alam yang terjadi di Filipina dan menawarkan bantuan melalui sejumlah organisasi kemanusiaan.

Dunia Muslim Bantu Bencana Filipina (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Muslim Bantu Bencana Filipina (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Muslim Bantu Bencana Filipina

“Islamic Relief telah menyediakan bantuan secepatnya dengan nilai £50,000 dan mengumumkan permintaan penyediaan tempan penampungan, makanan dan kebutuhan pokok lainnya bagi rakyat Filipina yang sedang berjuang untuk membangun kembali kehidupan mereka,” demikian pengumuman yang disampaikan dalam website Islamic Relief.

Diperkirakan, topan yang melanda Filipina telah membunuh sekitar 10 ribu orang. Militer Filipina mengkonfirmasi 942 orang meninggal, tetapi kesulitan komunikasi dan transportasi menyebabkan jumlah korban total belum bisa diketahui.

HMI Tegal Kab

Pejabat PBB di Tacloban, yang menjadi tempat paling parah pada Jum’at lalu melaporkan terdapat sekitar satu kuburan massal dengan jumlah korban 300-500 orang.

“Banyak dari korban angin topan tersebut dari kalangan sangat miskin, rumah mereka lebih rentan rusak atau hancur sehingga mereka membutuhkan dukungan untuk membangun kembali kehidupan mereka,” demikian permintaan dari Islamic Relief.

HMI Tegal Kab

Muslim Amerika yang jaraknya ribuan mil dari lokasi kejadian juga memberi bantuan melalui lembaga the Zakat Foundation of America and Helping Hand USA.

Palang Merah Indonesia (PMI) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pun akan mengulurkan tangan

PMI menyiapkan relawan dan logistik yang akan dikirim ke lokasi bencana. ICRC akan menyiapkan pendanaan dan supervisi kegiatan di lapangan. Selain dengan ICRC, PMI juga akan mengajak Perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional untuk bersama-sama bekerja membantu korban Topan Haiyan, seperti dilaporkan oleh Antara.

Kesepakatan antara PMI dan ICRC ini dicapai setelah JK melakukan pembicaraan bilateral di sela-sela Sidang Umum Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yang dilaksanakan di Sydney Convention Center, Sydney Australia?

PMI akan menyiapkan 500 hingga 1.000 ton beras, 1.000 karton mi instan, 2 set rumah sakit lapangan, 2 mobil Haglun (amfibi), 2 helikopter Bolcow-105, 5 set peralatan watsan yang didatangkan dari Bandung, Jawa Barat, dan ribuan paket family kit, hygiene kit, serta baby kit.

PMI Pusat juga akan memberangkatkan relawan yang terdiri dari Dokter Lapangan yang direkrut dari Manado, Makassar dan RS PMI Bogor, ahli Watsan dari Bandung dan Yogyakarta. Mereka telah berpengalaman bekerja di Haiti, Myanmar, Thailand, Kamboja, serta Aceh, Yogyakarta, Kepulauan Mentawai dan Nias. Mereka akan diberangkatkan bersama-sama barang bantuan yang diangkut menggunakan kapal roro milik Kalla Lines.

ICRC juga telah menyiapkan dana sekitar US$ 15 juta untuk digunakan dalam operasi bantuan kemanusiaan bagi korban Topan Haiyan yang menerjang Filipina. ICRC mengharapkan PMI bisa segera memberangkatkan relawan dan logistik ke lokasi bencana, sehingga para korban yang selamat bisa mendapatkan bantuan. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Aswaja, Olahraga HMI Tegal Kab

Ansor Way Kanan: Kembalikan Donasi Waralaba ke Daerah

Way Kanan, HMI Tegal Kab

Kabupaten Way Kanan, Lampung, memiliki luas sekitar 392.163 hektar atau 3.921,63 kilometer persegi, didiami oleh 415.078 jiwa dari 274.230 kepala keluarga. Berdasarkan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) Badan Pusat Statistik (BPS) setempat 2013, jumlah penduduk miskin tercatat 32.791 kepala keluarga.

Ansor Way Kanan: Kembalikan Donasi Waralaba ke Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan: Kembalikan Donasi Waralaba ke Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan: Kembalikan Donasi Waralaba ke Daerah

"Pengembalian donasi waralaba ke daerah merupakan salah satu solusi untuk mengatasi persoalan tersebut," ujar Ketua Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (10/3).

Berdasarkan data BPS itu, jumlah penduduk miskin dimaksud adalah rumah tangga sasaran penerima manfaat dan kuantum penyaluran beras program Penyaluran Beras Rumah Tangga Miskin (Raskin) Tahun 2013.

HMI Tegal Kab

Tertinggi di Kecamatan Blambangan Umpu dengan jumlah rumah tangga miskin 4.998 KK atau sekitar 15,24 persen dan jumlah penduduk miskin terendah terdapat di kecamatan Bahuga dengan jumlah penduduk miskin sebesar 786 KK atau sekitar 2,4 persen.

HMI Tegal Kab

"Donasi dari sisa pembelian masyarakat di waralaba-waralaba yang ada menurut sejumlah pekerja tersalur ke pusat waralaba perdagangan retail tersebut. Lalu digunakan untuk apa, disalurkan ke mana, bagaimana penyalurannya, untuk siapa dan di mana?" ujar mantan Sekretaris Jenderal Denting Biola untuk Indonesia itu lagi.

Penggiat Gusdurian di Lampung ini berpendapat, akan lebih maslahat kalau jumlah donasi terhimpun oleh waralaba dari masyarakat Way Kanan disalurkan kembali ke daerah berada di selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumatera Selatan ini guna membantu 32.791 KK yang tercatat masih miskin.

"Perusahaan perdagangan retail tidak akan rugi karena setiap donasi masuk selalu tercatat jumlahnya, konsepnya dari masyarakat dan dikembalikan ke masyarakat. Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan mengharapkan pemerintah daerah mengambil kebijakan agar donasi waralaba bisa dikembalikan dan selanjutnya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat kurang mampu," ujar alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) itu pula.

Sejumlah masyarakat setempat menyatakan belum pernah mendengar perusahaan perdagangan retail di Way Kanan yang terdata lebih dari 10 itu menggelar kegiatan sosial seperti sunatan massal.

Hal senada juga ditegaskan Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Way Kanan Sutrisno Utomo.

"Belum pernah tahu atau mendengar ada kegiatan sosial seperti sunatan massal digelar oleh waralaba yang ada di daerah ini," ungkap Sutrisno. (Disisi Saidi Fatah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Ubudiyah, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Rabu, 08 November 2017

800 Siswa Namira Sumbang Sampah ke LPBINU Sumut

Medan, HMI Tegal Kab. Program Gerakan Amal Sumbang Sampah (GASS) yang digagas Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara (Sumut), terus mendapat dukungan dari masyarakat. Kali ini, 800-an siswa Sekolah Namira, Jalan Setiabudi Pasar I Tanjung Sari Medan, mendonasikan sampah anorganiknya untuk LPBI-PWNU Sumut.

Tidak tanggung-tanggung, para siswa Namira bukan hanya mengumpul sampah dari sekolah tapi juga dari rumah masing-masing. Lalu, saecara tertib para siswa mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMA dan SMK menyerahkan langsung sampah anorganiknya kepada pengurus LPBI-PWNU, Jumat (9/9) lalu.

800 Siswa Namira Sumbang Sampah ke LPBINU Sumut (Sumber Gambar : Nu Online)
800 Siswa Namira Sumbang Sampah ke LPBINU Sumut (Sumber Gambar : Nu Online)

800 Siswa Namira Sumbang Sampah ke LPBINU Sumut

Sebelum pengumpulan sampah, terlebih dahulu dilakukan penandatanganan naskah Memorandum of Understanding (MoU) atau kerjasama antara LPBI-PWNU Sumut dan Sekolah Namira. Naskah MoU ditandatangani Ketua LPBI-PWNU Sumut Mrwan Azhari Harahap, Ketua Yayasan Fajar Diinul Islam (YFDI) drg H Amir Salim MKes diawakili Sekretaris Muzanni Lubis SPdI, ? Kepala TK Namira Aryani Tarigan, Kepala SD Syafrizal, Kepala SMP Syafrina Khairatun Nizwah, dan Kepala SMK Nurhaida O Siregar.

Penandatangan naskah MoU disaksikan Bendahara LPBI-PWNU Sumut Tamrin Harahap, dan Wakil Ketua Ishak Juharsa Harahap, serta para guru Sekolah Namira. ? ?

HMI Tegal Kab

Dalam acara yang digelar di halaman Sekolah Namira, Jalan Setiabudi Pasar I Tanjung Sari Medan, Ketua LPBI-PWNU Sumut Marwan Azhari Harahap mengatakan, program Gerakan Amal Sumbang Sampah (GASS) bertujuan menggerakkan potensi umat untuk beramal dengan menyumbangkan sampah, atau barang bekas yang masih bernilai ekonomi. Selanjutnya sampah tersebut akan dikonversi menjadi aneka kebutuhan pokok atau uang untuk membantu para korban bencana dan kegiatan kemanusiaan lainnya.

Adapun jenis sampah yang dapat disumbangkan adalah sampah anorganik, yakni sampah yang tidak bisa terurai atau tidak membusuk, seperti sampah plastik, karton atau kertas, dan sampah logam.

"LPBI ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Karena dalam sampah anorganik ? terkandung nilai ekonomi. Hampir 50 jenis sampah bisa dimanfaatkan. Jadi ketimbang dibuang yang bisa mengakibatkan banjir, lebih baik disumbangkan untuk bantuan kemanusiaan lewat ? LPBI-PWNU Sumut," kata Marwan.

Marwan menyatakan siap menjemput ke rumah atau kantor yang ingin mendonasikan sampahnya untuk korban bencana dan kemanusiaan. "Saya siap dihubungi melalui telepon 082370704321," tutur penggiat pelesatrian lingkungan hidup.

Sekretaris YFDI Muzanni Lubis menyatakan, bersedakah kini tak mesti pakai uang, tapi bisa lewat sampah anorganik yang selama ini dibuang begitu saja. "Ayo terus sumbang sampah ke LPBI-PWNU, pahalanya sangat besar karena untuk korban bencana dan kemanusiaan," kata Muzanni yang juga Kepala SMA Namira.

HMI Tegal Kab

Kepala SMK Namira Nurhaida O Siregar berharap, sumbang sampah akan dilakukan secara berkesinambungan. Sebab, program ini akan mendatangkan kebajikan dengan cara sederhana. Karena itu, pihaknya akan membentuk komunitas sumbang sampah di sekolah tersebut.

"Selain beramal untuk korban bencana dan kemanusiaan, sumbang sampah ini akan mendukung program sekolah Adiwiyata, yakni sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan," kata Nurhaida. (Hamdani Nasution/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Tokoh, Ahlussunnah HMI Tegal Kab

Selasa, 07 November 2017

Biografi Singkat KH Ali Mustafa Ya’qub

Jakarta, HMI Tegal Kab

Umat Islam di Indonesia berduka atas wafatnya Rais Syariyah PBNU periode 2010-2015 dan mantan Imam Besar Masjid Istiqlal pada Kamis (28/4) pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Hermina Jakarta.

Semasa hidup, ulama ahli hadits ini telah banyak menelurkan karya monumental, baik dalam bahasa Arab, Inggris maupun Indonesia. Keahliannya dalam bidang ilmu hadits ini ia wujudkan dengan mendirikan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darussunnah di Pisangan Barat, Ciputat, Tangerang Selatan.?

Biografi Singkat KH Ali Mustafa Ya’qub (Sumber Gambar : Nu Online)
Biografi Singkat KH Ali Mustafa Ya’qub (Sumber Gambar : Nu Online)

Biografi Singkat KH Ali Mustafa Ya’qub

Hingga sekarang, pesantren tersebut telah banyak mencetak para ilmuwan di bidang Ilmu Hadits maupun Tafsir. Bahkan perjuangan KH Ali Mustafa Yaqub untuk mengembangkan ilmu Hadits tidak berhenti hanya di Indonesia, tetapi juga berbagai negara seperti Malaysia dengan mendirikan pondok pesantren serupa di sana.

Berikut riwayat hidup (biografi) singkat KH Ali Mustafa Yaqub yang berhasil dihimpun HMI Tegal Kab:

Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub, MA lahir di Kemiri, Batang, Jawa Tengah, pada tanggal 2 Maret 1952. Saat ini, domisili beliau di Jalan SD Inpres No. 11 RT. 002 RW. 09 Pisangan-Barat Ciputat 15419 Tangerang Selatan, Banten.

HMI Tegal Kab

Pendidikan KH Ali Mustafa Yaqub mulai dari SD sampai SMP, semua dijalani di Batang kota kelahirannya. Setelah tamat SMP minatnya untuk belajar agama mulai tumbuh, Ali Mustafa kecil bertandang ke sebuah pesantren di Seblak, Jombang untuk belajar agama sampai tahun 1969.

Kemudian beliau nyantri lagi di pesantren Tebuireng, Jombang sampai tingkat Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari sampai awal tahun 1976. Dan pada tahun itu juga ia masuk Fakultas Syariah Universitas Muhammad ibnu Saud sampai tahun 1985 kemudian mengambil Master di Universitas yang sama pada Jurusan Tafsir dan Ilmu Hadits.

Secara garis besar, pendidikan KH Ali Mustafa Yaqub adalah sebagai berikut:

Pondok Pesantren Seblak Jombang (1966–1969).Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1969–1971). Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari, Jombang (1972–1975). Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia (S1, 1976–1980). Fakultas Pascasarjana Universitas King Saud, Riyadh, Saudi Arabia, Spesialisasi Tafsir Hadits (S2, 1980–1985). Universitas Nizamia, Hyderabad, India, Spesialisasi Hukum Islam (S3, 2005–2008).

HMI Tegal Kab

Guna memperoleh gelar doktornya, Prof. Ali Mustafa Yaqub ahli hadits Indonesia yang juga anggota Komisi Fatwa MUI Pusat diuji para ulama Timur Tengah. “Masalah halal-haram merupakan sesuatu yang sangat penting bagi umat Islam di manapun berada, karena mengonsumsi produk yang haram disamping berbahaya bagi tubuh, juga menjadi sebab penolakan amal ibadah seorang Muslim oleh Sang Khaliq,” prinsipnya.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, AlaNu, Aswaja HMI Tegal Kab

Sabtu, 04 November 2017

Fatayat NU dan KPA Latih Siswa Jadi Pendidik Sebaya

Jepara, HMI Tegal Kab. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jepara menggandeng Fatayat NU 2 Jepara serta Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) untuk melatih 30 siswa menjadi pendidik sebaya. Peserta pelatihan ialah siswa SMK Az Zahra Mlonggo, MA Maftahul Falah Sinanggul, MA Al-Ma’arif, dan SMK Bhakti Praja. 

Fatayat NU dan KPA Latih Siswa Jadi Pendidik Sebaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU dan KPA Latih Siswa Jadi Pendidik Sebaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU dan KPA Latih Siswa Jadi Pendidik Sebaya

Kegiatan yang dilaksanakan di aula SMK Az-Zahra Mlonggo, Kamis (6/3), menurut Zuli Setyowati, merupakan tindak lanjut dari kegiatan pendidik sebaya yang digelar di PKBI Jepara pada Januari lalu.

Pada pelatihan yang rencananya digelar rutin setiap bulan, siswa akan dibekali dengan beberapa materi di antaranya kesehatan reproduksi (kespro), bahaya pergaulan bebas, dan narkotika.

HMI Tegal Kab

Mewakili Kepala SMK Az-Zahra Hasan Khaeroni, Wahyu Winanti menyambut baik kegiatan tersebut. “Karena memberikan bekal kepada siswa agar tidak terjerumus pada perbuatan negatif,” terang guru BK yang lazim disapa Wiwin.

Perbuatan negatif yang dimaksud ialah pergaulan bebas. Tindakan tercela ini, tegas Wiwin, akan merugikan diri sendiri dan keluarganya.

HMI Tegal Kab

Keprihatinan yang dilontarkan Wiwin didasarkan pada keterangan Nugroho Puji Triatmoko dari KPA. Sejak 1997-2013 terdapat 417 penderita yang terinfeksi HIV/ AIDS. Sebanyak 242 dari jumlah penderita adalah usia 26-40 tahun. Disusul usia 16-25 sebanyak 72, usia 41-60 sebanyak 71, 0-5 tahun 27 penderita, dan 6-15 tahun 5 penderita.

Agar remaja tidak terinveksi HIV/ AIDS, Susanti dari Fatayat NU 2 Jepara mengimbau peserta “Agar A, absen dari seks tidak berhubungan seks. B, berlaku saling setia. C, cegah dengan kondom. D, dilarang menggunakan jarum suntik bergantian, dan E, pemberian edukasi,” ungkap Susanti.

Sebagai penanggung jawab kegiatan Proyek Anak dan HIV/ AIDS Jepara Zuli mengharapkan siswa menjadi contoh baik untuk teman-temannya. Selain menjadi contoh, lanjutnya, mereka juga selayaknya menjadi penyambung lidah, penyampai informasi sehingga angka HIV/AIDS bisa ditekan. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU, Aswaja HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock