Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Menengok Masa Depan Manuskrip Nusantara

Oleh Fathurrochman Karyadi



Seorang jurnalis sekaligus reporter sepak bola di sebuah kantor berita pernah meminjamkan penulis sebuah buku berjudul Indonesian Manuscripts in Great Britain. Penulis agak heran, apa hubungannya dunia jurnalistik olahraga dengan katalog naskah kuno. Ia bercerita, leluhurnya memiliki beberapa manuskrip di kampungnya, Solo, Jawa Tengah, dan ia sendiri kuliah di UI mengkaji naskah-naskah Jawa. Setelah lulus S1 ia lebih menekuni hobinya di bidang olahraga dan fotografi. Hingga akhirnya berkarier di dunia jurnalistik. 

Penulis yakin, tak hanya dia yang memiliki perjalanan seperti itu. Banyak di antara kita yang sebenarnya memiliki keterkaitan dengan cagar budaya bangsa Indonesia—dalam hal ini manuskrip kuno—namun tidak fokus pada “warisan” tersebut. Tentunya banyak hal yang melatarbelakangi. Dalam hal ini pula kita tidak pantas untuk men-judge siapa yang benardan siapa yang salah. Yang terpenting ialah melestarikannya untuk kejayaan bersama.

Menengok Masa Depan Manuskrip Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Masa Depan Manuskrip Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Masa Depan Manuskrip Nusantara

Baru-baru ini, di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI diluncurkan “Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia” (Dreamsea). Program ini akan memprioritaskan digitalisasi manuskrip yang terancam punah khususnya di daerah Asia Tenggara. Dalam pelaksanaannya, Dreamsea dinakhodai oleh dua filolog, Prof. Dr. Jan van der Putten, Centre for the Study of Manuscript Cultures (CSMC), University of Hamburg; dan Prof. Dr. Oman Fathurahman, Pusat Pengkajian Islam danMasyarakat (PPIM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 

Kita patut berbangga karena hal ini akan sangat membantu terutama dalam hal  alih media digital, atau digitalisasi; dan juga pengembangan open access database of Southeast Asian manuscripts. Dengan adanya digitalsasi, kita tak perlu lagi khawatir jika fisik naskah rusak atau bahkan hilang sebab teks sudah abadi dalam rekam teknologi. Sedangkan untuk database sangat dibutuhkan untuk para peneliti apalagi jika disajikan dalam sebuah portal yang terintegrasi dan diproyeksikan menghimpun keragaman manuskrip Asia Tenggara.

HMI Tegal Kab

Pada 28 Januari 2018, bersama Handoko F Zainsam dan Muhammad Daud Bengkulah, penulis juga meluncurkan WARNA Nusantara (Warisan Naskah Nusantara). Lembaga ini dibuka dengan acara kajian naskah Syaikh Abdul Shamad al-Falimbani (1737-1839) dan dihadiri oleh para peminat kajian naskah, pemikiran Islam, dan kenusantaraan. Ke depan, kami juga akan menerbitkan jurnal dan buku, mengadakan penelusuran manuskrip, serta mendirikan pendidikan dan museum. Tentunya, rencana  luhur ini butuh dukungan dari berbagai pihak. 

26.000 Manuskrip Kita

Melalui Memory of the World (MOW), UNESCO telah mendaftarkan beberapa manuskrip sebagai kekayaan tak benda milik dunia yang berasal dari Indonesia. Keempat manuskrip itu ialah N?garak?rt?gama, I La Galigo, Babad Diponegoro, dan Panji Tales. 

HMI Tegal Kab

Sri Sulasih pernah menyebutkan bahwa jumlah manuskrip kuno Indonesia di luar negeri mencapai angka 26.000. Itu belum ditambah dokumen bersejarah lain yang ada di Inggris, Malaysia, dan negara-negara lain. Perpusnas hanya memiliki 10.300 manuskrip kuno. Maka bisa dikatakan, dokumen penting yang berada di Leiden Belanda 2,5 kali lipat lebih banyak daripada di Indonesia.

Bahkan, Peter BR Carey, sejarawan asal Inggris yang juga Profesor Emeritus Oxford University, mengatakan bahwa banyak naskah kuno yang memuat sejarah Indonesia masih tersebar di berbagai negara. Jumlahnya bisa mencapai ribuan, dan tersimpan di berbagai museum di dunia. Di Inggris saja, diperkirakan terdapat 500-600 jenis naskah kuno yang tersebar di sejumlah kota, antara lain di London, Manchester, dan Oxford.

Kabar baiknya, meski manuskrip kita banyak di luar negeri, Perpusnas di bawah kendali Syarif Bando sudah mengambil langkah. Ia menuturkan, Leiden pernah memberikan duplikat naskah sebanyak 20.000 kopi ke Indonesia. Tapi setelah diseleksi, hanya butuh 4.000 kopi karena 16.000 sisanya sudah ada di Perpusnas. Kini, Perpusnas sudah punya kurang lebih 4.300-an naskah bentuk digital. Duplikat naskah manuskripnya 11.409 judul naskah, dan microfilm dalam berbagai tema sebanyak 4.329 naskah.  

Ia menjelaskan bahwa naskah itu jenisnya ada dua, yakni microfilm yang sudah di-scan, dimasukkan microfilm dan dibaca dengan microreader. Juga ada naskah kuno yang total 14.300 naskah. Sebanyak 10.300 naskah sudah dimiliki Perpusnas sejak awal, sedangkan 4.000 naskah dari Leiden. Dibandingkan yang ada di Leiden sebanyak 26.000, Perpusnas sudah punya separuhnya.Dalam wawancaranya di tirto.id, pria asal Sulawesi Selatan ini mengatakan, “Semua guru besar dan peneliti di Indonesia mengatakan, data di Perpusnas lengkap. Kita harus menghilangkan mitos kalau naskah kuno Indonesia di Belanda lebih lengkap sehingga kita harus belajar ke sana. Untuk menghindari biaya yang besar belajar di sana, cukup di Perpusnas saja dan tidak perlu ke Belanda. Jadi ke depan, berapa pun naskah kuno yang kami miliki, hal penting yang dibutuhkan masyarakat adalah subjek bahasanya”.





Tantangan ke Depan

Sampai hari ini, kita masih mendengar adanya oknum jual beli naskah kepada pihak asing. Juga raibnya beberapa naskah di sejumlah museum seperti di Solo. Serta minimnya “gereget” generasi muda untuk mengkaji dan mengembalikan khazanah intelektual bangsa, hal ini ditandai dengan jurusan pernaskahan yang sepi peminat.

Pemerintah sudah selayaknya menggelontorkan beasiswa kepada para mahasiswa yang konsen megkaji ilmu pernaskahan, filologi, kodikologi, dan ilmu-ilmu terkait lainnya. Selain itu, juga memberikan apresiasi tinggi kepada mereka yang merawat cagar budaya bangsa, baik perseorangan, maupun lembaga, dan komunitas, sebagaimana amanat UUD 1945, pasal 32 ayat 1.

Jika hal ini tak diperhatikan, maka dikhawatirkan negeri ini akan kehilangan jatidirinya sendiri. Jangan sampai manuskrip Nusantara yang menjadi bukti otentik sejarah, kekayaan alam, batas wilayah, falsafah hidup, hukum adat, dan buah pikir para leluhur justru dimiliki negeri lain atau mati suri karena tak pernah dikaji.

Penulis adalah mahasiswa magister filologi di SPs UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan bergiat di WARNA (Warisan Naskah) Nusantara, Jagakarsa. Email atunk.oman@gmail.com

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai HMI Tegal Kab

Kamis, 08 Februari 2018

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Pati, HMI Tegal Kab. Ada yang menarik menjelang Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang dihelat di Masjid Darussalam Grogolan-Dukuhseti-Pati, Jawa Tengah, Selasa (19/5) malam. Pasalnya, sejak usai jamaah dzuhur terdengar nama ribuan arwah dibacakan oleh panitia.

Menurut Ketua Panitia Isra’ Mi’raj M Anwar Syafi’i, pembacaan nama arwah dilakukan bergantian oleh sejumlah anggota panitia. “Nama-nama arwah tersebut sengaja kami bacakan pakai pengeras suara demi syiar. Paling tidak, ahli waris juga bahagia nama keluarganya yang telah wafat disebut dalam majlis tahlil ini,” ujarnya.

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Tiap nama yang ditahlilkan, lanjut Anwar, keluarga menitipkan uang sebesar 2000 rupiah kepada panitia. “Hingga sore ini, dana yang masuk sudah 8 juta lebih. Kalau 2000 perorang, berarti ada empat ribuan arwah yang ditahlilkan. Seperti tahun lalu, menjelang Maghrib masih ada saja warga mengirim nama leluhurnya,” ungkap Anwar.

HMI Tegal Kab

Anwar Syafii menambahkan, tahlil akbar ini telah dimulai sejak tiga tahun silam. “Ini tahun keempat. Tiap tahun selalu naik jumlahnya, baik arwah maupun keluarga yang mendaftarkannya,” ujar Anwar.

Selain tahlil akbar, lanjut Anwar, kegiatan tahunan tersebut juga memberikan santunan kepada para yatim piatu yang dikemas dalam pengajian umum. “Pengajian malam ini akan dihadiri KH Mahrus Ali dari Jepara,” katanya.

HMI Tegal Kab

Di tempat terpisah, Imam Masjid Darussalam KH Ali Makhtum Salam menyatakan, kegiatan Isra Mi’raj diinisiasi Majlis Ta’lim Al-Istiqomah yang beranggotakan jamaah masjid Darussalam.

“Majlis ta’lim ini merupakan organisasi pengajian kitab tiap malam Selasa yang dirintis oleh Bapak (KH Abdussalam-red). Lalu, diteruskan Kiai Suyuthi A Hannan, kakak sepupu saya. Setelah beliau sakit-sakitan, saya diminta melanjutkan,” ujar Kiai Makhtum.

Pengajian kitab kuning, lanjutnya, telah dimulai saat Almaghfurlah KH Abdussalam masih hidup. Mbah Salamun, sapaan akrab Kiai Abdussalam, biasa memimpin pengajian dengan berbagai macam kitab, antara lain Majmuah al-Syariah al-Kafiyah li al-Awam karya KH Sholeh Darat Semarang.

Sementara itu, Koordinator Majlis Ta’lim Al-Istiqomah Masjid Darussalam Ahmad Ahsin mengatakan, nanti malam ada 35 anak yatim piatu yang akan diberi santunan. “Dana santunan, diambil dari sumbangan para donatur. Bukan dari dana pemasukan tahlil akbar,” tandasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pendidikan, AlaNu, Kyai HMI Tegal Kab

Minggu, 04 Februari 2018

Madrasah di Jember Bakal Dapat Dana APBD

Jember, HMI Tegal Kab

Kabar gembira bagi lembaga pendidikan formal di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang berinduk kepada Kementerian Agama (Kemenag). Pasalnya, ke depan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat membuka pintu bagi dikucurkannya bantuan untuk sekolah-sekolah di bawah naungan Kemenag.

Madrasah di Jember Bakal Dapat Dana APBD (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah di Jember Bakal Dapat Dana APBD (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah di Jember Bakal Dapat Dana APBD

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Kemenag Jember Rosyadi Badar kepada HMI Tegal Kab di kantornya belum lama ini. Menurutnya, Pemkab Jember telah berkomunikasi dengan dirinya terkait rencana bantuan tersebut.

Rosyadi mengatakan, pihaknya diminta masukan seputar payung hukum yang memungkinkan dibolehkannya pengalokasian dana untuk lembaga pendidikan formal di lingkungan Kemenag seperti Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah. “Bupati butuh payung hukum untuk memberi bantuan agar kelak tidak terjadi persoalan hukum. Dan itu sudah saya usahakan,” ungkapnya.

HMI Tegal Kab

Selama ini, lanjut Rosyadi, lembaga pendidikan formal di bawah naungan Kemenag tak pernah mencicipi rasanya bantuan dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Jember. Sekian? kali diupayakan, namun tak pernah? berhasil. Alasannya, karena lembaga-lembaga di bawah Kemenag masih berstatus otonom. Bukan di bawah naungan Diknas Kabupaten Jember.

HMI Tegal Kab

“Kalau itu alasanya, saya kira kurang tepat. Betul, lembaganya masih otonom, tapi yang mengelola, yang sekolah, bahkan gedung sekolah itu sendiri berada di wilayah Jember, yang diwajibkan membayar pajak untuk PAD Jember. Lalu apa bedanya dengan sekolah di bawah Diknas,” ujarnya.

Kabar baik tersebut mendapat respon positif dari Wakil Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Jember Suroto Bawani. Menurutnya, rencana tersebut merupakan langkah maju dari Pemkab Jember. Ia mengakui bahwa lembaga formal di bawah Kemenag memang mendapat Biaya Operasional Sekolah (BOS), namun pencairannya tersendat-sendat. Begitu juga dengan honor sertifikasi guru di bawah Kemenag, bahkan pencairannya tertunda sampai berbulan-bulan.

“Kalau yang (lembaga pendidikan) negeri masih mendingan, mereka dapat gaji dari pemerintah. Tapi yang swasta, baik gurunya maupun lembaganya, sungguh memprihatinkan. Padahal, mereka juga berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa. Jadi tolong diperhatikan,” ungkapnya (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai HMI Tegal Kab

Kamis, 25 Januari 2018

Dubes Pakistan Tekankan Perlunya Kerjasama Internasional Atasi Terorisme

Jakarta, HMI Tegal Kab



Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia Mohammad Aqil Nadeem mengatakan perlu menggalang kerja sama internasional untuk melawan terorisme.

Dubes Pakistan Tekankan Perlunya Kerjasama Internasional Atasi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Pakistan Tekankan Perlunya Kerjasama Internasional Atasi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Pakistan Tekankan Perlunya Kerjasama Internasional Atasi Terorisme

"Dalam menghadapi terorisme, ekstrimis perlu adanya kerjasama internasional," katanya ketika resepsi perayaan hari jadinya yang ke-69 di Jakarta, Rabu malam.

Dia mengatakan negaranya telah memiliki strategi politik dan tentara serta badan yang bertanggung jawab untuk memerangi terorisme tersebut.

Dalam kesempatan itu dia juga menyampaikan belasungkawa untuk para korban serangan bom di Brussel, Belgia pada Selasa waktu setempat.

HMI Tegal Kab

"Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas serangan di Brussel, sebagai tanda solidaritas yang kuat antar negara," kata dia.

Pada Selasa, sekitar pukul 08.00, terjadi dua ledakan di aula keberangkatan internasional di bandar udara Zaventem, yang menyebabkan setidak-tidaknya 14 orang tewas, disusul ledakan di stasiun metro Malbeek satu jam kemudian, yang menewaskan 20 orang.

Keamanan di Brussel pada Rabu belum pulih, dengan kesiagaan masih pada tingkat 4 (tertinggi). 

HMI Tegal Kab

Menteri Dalam Negeri Belgia menyampaikan bahwa pemerintah Belgia berupaya mencari pelaku pemboman dan penyelidikan terus berlangsung.

Bandar udara Zaventem masih ditutup. Hanya pesawat asing tanpa penumpang boleh mendarat. Sementara itu, jalur kereta bawah tanah juga masih dikurangi, tetapi sekolah tetap dibuka. 

Pemerintah Belgia mengumumkan tiga hari berkabung nasional hingga Ahad. Hingga Rabu, pemerintah Belgia belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai daftar korban, khususnya terkait kewarganegaraan dan keadaannnya.

Terdapat lebih dari 200 korban luka tersebar di sekitar 20 rumah sakit di Brussels dan sekitarnya.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa di Brussel, Rabu, menyatakan tiga warga negara Indonesia (WNI) mengalami luka parah akibat ledakan di terminal keberangkatan internasional bandar udara Zaventem. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai HMI Tegal Kab

Minggu, 21 Januari 2018

Maksimalkan Keutamaan Pekan Kedua Muharram Dengan Berpuasa

Pringsewu, HMI Tegal Kab 



Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Provinsi Lampung KH Munawir mengingatkan bahwa pekan kedua Muharram merupakan penting untuk berpuasa. Kesunahan berpuasa didasarkan atas beberapa hadits Rasulullah SAW dan qaul ulama.

"Kesunahan puasa di bulan Muharram didasarkan pada berapa hadits yang di antaranya driwayatkan Abu Hurairah RA yang menyebutkan bahwa ibadah puasa yang afdhal setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram," jelasnya, Rabu (28/9) malam.

Maksimalkan Keutamaan Pekan Kedua Muharram Dengan Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Maksimalkan Keutamaan Pekan Kedua Muharram Dengan Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Maksimalkan Keutamaan Pekan Kedua Muharram Dengan Berpuasa

Selain itu, Imam Syafii menerangkan bahwa puasa di bulan Muharam disunahkan sebagaimana dijelaskan Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim. 

"Al-Qurthubi, seperti yang dikutip As-Suyuthi dalam Ad-Dibaj ala Shahih Muslim menjelaskan juga bahwa puasa Muharram lebih utama karena merupakan awal tahun dan merupakan amalan utama mengawali tahun baru dengan berpuasa," terangnya.

HMI Tegal Kab

Adapun waktu puasa bulan muharram menurut Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarah Jami At-Turmudzi dijelaskan bahwa puasa bulan Muharram diawali pada tanggal 8 Muharram. 

"Tanggal 8 Muharram merupakan hari diangkatnya amalan manusia," jelasnya.

Selanjutnya dilanjutkan dengan puasa di tanggal 9 dan 10 Muharram yang memiliki keutamaan yaitu dapat menghapus dosa yang telah dilakukan selama satu tahun kemarin.

HMI Tegal Kab

"Pada tanggal 11 Muharram kita juga disunnahkan puasa untuk mengiringi puasa Tasua dan Asyura dan tanggal 12 Muharram kita disunnahkan berpuasa yang pada hari tersebut merupakan hari diangkatnya amalan manusia," tuturnya.

Kemudian setelah itu yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15 Muharram, ummat Islam juga disunnahkan untuk berpuasa karena hari-hari tersebut merupakan Ayyamul Bidh.

Dalam kitab Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari dijelaskan bahwa sebab dinamai Ayyamul Bidh terkait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke muka bumi.

"Ketika Nabi Adam diturunkan ke bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam. Kemudian Allah memberikan wahyu untuk berpuasa selama tiga hari  yaitu tanggal 13, 14, 15. Ketika hari pertama puasa, sepertiga badannya menjadi putih. Hari kedua, sepertiganya menjadi putih dan hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih," terangnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Tingkatkan Kapasitas Penanganan Bencana, LPBI NU Gelar Pelatihan di Sulsel

Makassar, HMI Tegal Kab. Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU) menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas aparatur dalam manajemen menanganan darurat bencana. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh hari, (7-12/5) di Makassar.

Kegiatan ini diikuti oleh 56 peserta, terdiri atas BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kodim, dan Polres, dari Kabupaten Barru, Wajo, Timur Tengah Selatan (TTS), Tana Toraja, dan Toraja Utara. Kegiatan ini juga diikuti oleh BPBD dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Sementara dari komunitas, terlibat sebagai peserta perwakilan LPBI NU Kabupaten Barru dan Kabupaten Wajo, serta perwakilan CWS dari Kabupaten TTS, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama LPBI NU dengan BNPB dan CWS dengan dukungan dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.?

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Sigit Padmono Dewo,M.Si (Kasubdit Peran Organisasi Sosial Masyarakat BNPB), Theodora Eva Y. Aritonang (Han) dan Henrikus Adi Hernanto (Tim PUSDIKLAT BNPB), Agung Wicaksono (Kasi Organisasi Internasional- Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB), Yus Rizal (Direktorat Tanggap Darurat BNPB), Regina Rahadi, Supriyati, dan Theophilus Yanuarto (Tim Master Trainer Incident Command System (ICS), ? Leonardi Sambo (DFAT), dan Reny Sri Ayu (Kompas).

Tingkatkan Kapasitas Penanganan Bencana, LPBI NU Gelar Pelatihan di Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Kapasitas Penanganan Bencana, LPBI NU Gelar Pelatihan di Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Kapasitas Penanganan Bencana, LPBI NU Gelar Pelatihan di Sulsel

Dalam kesempatan ini, Konsulat Jendral Australia di Makassar, Sean Turner menyampaikan rasa bangga atas kerjasama yang telah terjalin antara Pemerintah Indonesia dan Australia, yang di dalamnya melibatkan pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Sementara itu, perwakilan DFAT, Henry Pirade mengatakan bahwa kerjasama dengan LPBI NU sebenarnya merupakan MoU yang kedua. DFAT telah menyetujui kerjasama dengan LPBI NU melalui program yang didalamnya terdapat kegiatan yang mendukung dan meningkatkan kapasitas dukungan ? pemerintah, masyarakat dalam ketangguhan menghadapi bencana. Pelatihan ini akan membahas sistem komando kesiapsiagaan. Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan dan dukungan semua pihak, khususnya aparatur yang terlibat dalam penanggulangan bencana.?

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Syamsibar menyampaikan bahwa hasil kajian indeks risiko di Indonesia sangat tinggi. Poin utama dalam penanggulangan bencana adalah sinergitas untuk membangun komunitas bukan hanya BNPB, tetapi kerjasama semua pihak. Syamsibar menyampaikan apresiasi dan berharap adanya peningkatan sinergitas dan kapasitas stakeholder terkait penanggulangan bencana. Lebih jauh, ia berharap keberhasilan yang dicapai kabupaten Barru, Wajo, Tana Toraja, Toraja Utara, dan TTS dapat dipraktekkan di kabupaten yang lain.?

HMI Tegal Kab

Kegiatan peningkatan kapasitas aparatur dalam manajemen penanganan darurat bencana dibuka oleh Kasubdit Peran Organisasi Sosial Masyarakat BNPB, Sigit Padmono Dewo. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa bencana membutuhkan penanganan yang komprehensif dari semua pihak. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk investasi saat pra bencana, yang diharapkan dapat diimplementasikan saat terjadi bencana. Dalam kegiatan ini diberikan materi sistem komando yang diharapkan dapat menjadi pedoman bagi kabupaten dalam membuat struktur komando tanggap darurat di wilayah masing-masing. Selain itu, di sini akan diberikan materi kaji cepat, membuat posko serta peran lembaga dan masyarakat. Selanjutnya, Sigit menyampaikan pesan kepada BPBD, bahwa koordinasi memang sulit dilakukan, tetapiBPBD harus bisa menggandeng semua pihak. Sigit mengharapkan BPBD bisa merangkul lebih banyak instansi dalam melakukan penanggulanan bencana.

Menurut ? Yayah Ruchyati, Program Manajer Slogan-Steady LPBI NU, pelatihan ini merupakan rangkaian dari program Penguatan Kapasitas Pemerintah dan Masyarakat Lokal dalam Kesiapsiagaan Bencana untuk Respon Bencana yang Cepat dan Efektif (SLOGAN-STEADY) kerjasama LPBI NU dan DFAT Australia. Program ini dilaksanakan sejak Mei 2016 di Barru dan Wajo (Sulawesi Selatan), Kudus dan Jepara (Jawa Tengah). ? Tujuan utama program ini adalah meningkatnya kemampuan kesiapsiagaan pemerintah lokal dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di daerahnya masing-masing, sehingga diharapkan nantinya risiko bencana masing-masing daerah dapat diminimalisir. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Kyai, Internasional HMI Tegal Kab

Minggu, 14 Januari 2018

Pembubaran Ormas Anti-NKRI dan Kebebasan Berserikat

Oleh Pandu Dewanata



Penolakan atas pawai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Tulungagung, Jawa Timur menjadi perhatian publik baru-baru ini. Sabtu, 1 April 2017, 200 personel Banser Tulungagung dan Trenggalek membubarkan pawai HTI yang hendak menuju ke Surabaya untuk mengikuti kirab. Bahkan ketegangan antara GP Ansor-Banser dan HTI tidak hanya terjadi kali ini saja, pada Tahun 2016 di Jember kejadian yang hampir serupa juga terjadi.?

Wacana untuk membubarkan HTI yang dimunculkan GP Ansor-Banser Jatim dua hari yang lalu menjadi mengemuka juga di media massa cetak dan elektronik. Abid Umar Faruq selaku Satkorwil Banser Jatim mengemukakan bahwa HTI merupakan organisasi makar yang tidak mengakui dan menolak Pancasila dan UUD 1945 (Detik, 2/4/2017). Tentu kekhawatiran GP Ansor-Banser cukup dapat dipertimbangkan karena menyangkut ideologi negara dan keutuhan bangsa. Namun di sisi lain wacana tersebut mendapat respon negatif dari berbagai kalangan.?

Pembubaran Ormas Anti-NKRI dan Kebebasan Berserikat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembubaran Ormas Anti-NKRI dan Kebebasan Berserikat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembubaran Ormas Anti-NKRI dan Kebebasan Berserikat

Tulisan ini memang tidak secara khusus membahas HTI dan pergerakannya, namun membahas ormas anti-NKRI secara umum. Karena terdapat keraguan soal pembubaran ormas anti-NKRI dimungkinkan secara hukum. Selain itu terdapat juga keraguan mengenai benturan antara jaminan kebebasan berserikat dalam UUD 1945 dan pembubaran ormas anti-NKRI. Untuk itu tulisan ini berusaha menjawab keraguan-keraguan tersebut berdasarkan aspek hukum.

Kebebasan Berserikat dalam UUD 1945 & UU Ormas

Kecenderungan berorganisasi dalam perkembangannya menjadi salah satu kebebasan dasar manusia yang diakui secara universal. Tanpa adanya kemerdekaan berserikat seseorang tidak dapat mengekspresikan pendapat menurut keyakinan dan hati nuraninya.?

HMI Tegal Kab

Dalam UUD 1945 terdapat dua pasal yang menjamin kebebasan berserikat. Pertama, Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. Kedua, Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Jika ditarik kesimpulannya, kedua pasal ini sama-sama menjamin kemerdekaan berserikat namun hanya Pasal 28 yang menetapkan kemerdekaan berserikat dengan undang-undang.

Sebagai bentuk dari jaminan kebebasan berserikat terdapat UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas yang mengatur mengenai pelaksanaan kebebasan berserikat oleh ormas. Tidak hanya hak dari ormas maupun hal-hal yang bersifat administratif, namun juga kewajiban, pembatasan, dan larangan. Sebagai contoh pada Pasal 2 UU Ormas menggariskan bahwa setiap ormas yang ada di Indonesia tidak boleh mempunyai asas bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.?

Secara umum kebebasan berserikat memiliki batasan yang diperlukan dalam masyarakat demokratis demi keamanan nasional dan keselamatan publik, mencegah kejahatan, melindungi kesehatan dan moral, serta melindungi hak dan kebebasan yang lain. Lebih tegas, Sam Issacharoff menyebutkan bahwa negara berwenang melarang atau membubarkan suatu organisasi yang mengancam demokrasi, tatanan konstitusional/dasar negara, serta masyarakat (Sam Issacharoff, 2006: 6).?

HMI Tegal Kab

Artinya negara demokratis tidak hanya menjamin hak kelompok tertentu, namun juga menjamin dan melindungi dasar negara di sisi lain. Namun pembubaran ormas harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mencederai kebebasan berserikat sendiri. Secara prosedural pembubaran ormas diputus terlebih dahulu oleh pengadilan untuk menjamin keadilan.

NU Harus Bersikap

Dalam Pasal 59 ayat (2) UU Ormas disebutkan larangan-larangan untuk ormas sebagai berikut :?

a. melakukan tindakan permusuhan terhadap suku, agama, ras, atau golongan;

b. melakukan penyalahgunaan, penistaan, atau penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia;

c. melakukan kegiatan separatis yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

d. melakukan tindakan kekerasan, mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, atau merusak fasilitas umum dan fasilitas sosial; atau

e. melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.





Bahkan ayat (4) menegaskan bahwa Ormas dilarang menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila. Apabila dilihat sekilas Pasal 59 ayat (2) huruf c dan Pasal 59 ayat (4) UU Ormas dapat menjadi dasar hukum untuk membubarkan ormas anti-NKRI.

NU dan Nahdliyin memiliki tugas luhur untuk menjaga keutuhan Indonesia. Dalam menghadapi ormas anti-NKRI, NU telah menunjukkan tindakan-tindakan nyata. Bukan tidak mungkin tindakan hukum bisa dilakukan NU di kemudian hari. Penulis berpendapat bahwa Nahdliyin harus berhati-hati dalam menafsirkan hukum, karena memahami pasal-pasal dalam suatu undang-undang tanpa membaca penjelasannya akan menimbulkan kesalahpahaman. Penjelasan Pasal 59 ayat (4) menyebutkan hanya Atheisme dan Komunisme/Marxisme yang dianggap bertentangan dengan Pancasila. Sedangkan Pasal 59 ayat (2) huruf c harus dimaknai bahwa ancaman kedaulatan NKRI harus didahului dengan adanya aksi-aksi separatis atau memisahkan diri dari NKRI. Pun demikian dari seluruh poin-poin yang tertera dalam Pasal 59 ayat (2) UU Ormas, dimana sebuah pelanggaran atas larangan harus disertai dengan perbuatan.?

Bagaimana NU harus bersikap? NU beserta warganya harus terlibat aktif dalam mengawasi pergerakan dari ormas yang disinyalir anti-NKRI. Mungkin saat ini belum terdapat ancaman nyata yang dirasakan oleh masyarakat, namun bukan berarti potensi ancaman tidak akan muncul di masa yang akan datang.?

Sebelum adanya putusan pembubaran ormas dari Pengadilan Negeri terdapat permohonan pembubaran ormas yang diajukan oleh kejaksaan. Pengajuan oleh kejaksaan hanya dapat terlaksana ketika terdapat permintaan tertulis dari menteri Hukum & HAM. Menurut penulis NU maupun Nahdliyin dapat ? menunjukkan bukti-bukti bahwa suatu ormas telah melakukan tindakan yang dilarang dalam UU Ormas kepada menteri Hukum & HAM. Disinilah NU sebagai masyarakat sipil harus terlibat apabila ancaman tersebut telah terjadi.

Namun semua pihak harus tetap menghormati proses hukum yang berjalan, karena kewenangan untuk membubarkan ormas anti-NKRI ada di tangan negara. Tentu penafsiran hukum dari menteri Hukum & HAM, jaksa, dan hakim yang dapat dibenarkan di mata hukum. Sehingga NU dan nahdliyin tidak perlu ikut gaduh dalam mengatasi kondisi demikian sebagai sikap kita meneladani teduhnya kyai-kyai NU. Wallahu a’lam bishshawab.

Penulis adalah mahasiswa Fakultas Hukum Unpad dan anggota KMNU Padjadjaran

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tegal, Kyai, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Sabtu, 06 Januari 2018

Pria yang Meninggal Dianiaya di Bekasi Itu Kreatif dan Humoris

Bekasi, HMI Tegal Kab?



Muhammad Al-Zahra (MA)—pria yang meninggal dunia karena penyiksaan yang dilakukan massa setelah diduga mencuri amplifier di Bekasi, merupakan orang yang kreatif.

“Orangnya kreatif. Kalau melihat apa-apa yang baik-baik dan dia sukai, dicontoh, dijalanin,” demikian jawaban Siti Zubaidah, istri MA, Sabtu (5/8) saat ditanya apakah almarhum merupakan lulusan sekolah atau perguruan tinggi di bidang mesin atau elektronika sehingga pandai memperbaiki alat elektronika seperti amplifier dan sound system.

Pria yang Meninggal Dianiaya di Bekasi Itu Kreatif dan Humoris (Sumber Gambar : Nu Online)
Pria yang Meninggal Dianiaya di Bekasi Itu Kreatif dan Humoris (Sumber Gambar : Nu Online)

Pria yang Meninggal Dianiaya di Bekasi Itu Kreatif dan Humoris

Namun, karena mendadak musibah itu menimpa suaminya, Zubaidah menyebut banyak alat elektronik yang rusak di dalam rumah kontrakannya yang belum bisa dibetulkan.

Mengenai sifat, Zubaidah menuturkan almarhum MA adalah orang yang humoris.

HMI Tegal Kab

“Dia suka berbaur dengan tetangga. Orangnya humoris, walau nggak kenal dekat, suka nanya, suka menyapa,” jelas Zubaidah di kediamannya di Kampung Jati, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Zubaidah, banyak tetangga yang kaget dengan peristiwa itu.?

“(Tetangga) pada kaget, nggak nyangka,” ucap perempuan yang memiliki seorang anak lelaki usia empat tahun dan mengandung enam bulan hasil pernikahannya dengan MA.

Penuturan Zubaidah diamini para tetangga. Amsir, Ketua RT setempat, menceritakan, “Almarhum suka mencandai saya. ‘Pak RT ini kok begini ya?’ Masa sih Zahra? Setelah saya tengok ternyata maksudnya bercanda. Ah bisa aja kamu.”

Pada saat HMI Tegal Kab mengunjungi kediaman almarhum, yakni hari keempat setelah kejadian, wajah para tetangga masih terlihat muram. Tak sedikit mata ibu-ibu yang merah dan sembab ikut bersedih atas musibah yang menimpa keluarga tersebut.

HMI Tegal Kab

“Setiap malam juga digelar tahlilan. Penuh yang datang,” tambah Amsir. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai HMI Tegal Kab

Senin, 01 Januari 2018

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU

Oleh Muslimin Abdilla



Pada periode kepengurusan 2012-2017, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang menyusun program kerja lima tahunan. Salah satu kegiatan dalam program tersebut adalah mendirikan lembaga keuangan (moneter), yang secara teknis dilaksanakan oleh Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), salah satu departemen dalam kepengurusan PCNU Jombang yang bergerak dalam kegiatan ekonomi.

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU

Program fasilitasi pendirian lembaga keuangan di lingkungan PCNU Jombang merupakan program yang sangat riskan, kalau tidak bisa dikatakan sebagai program yang cukup ambisius. Kenapa? Karena dalam sejarah fasilitasi pendirian lembaga keuangan oleh perangkat PCNU Jombang pernah mengalami kegagalan, dan defisit kepercayaan kepada lembaga keuangan yang didirikan dan dimiliki oleh warga NU secara organisasi cukup nyata. Hal ini dibuktikan dengan: jangankan warga NU, pengurus NU sendiri saja mayoritas tidak percaya kepada lembaga keuangan yang didirikan dan difasilitasi oleh NU.

Ketidakpercayaan itu bisa dilihat dari masih ragu-ragunya pengurus NU untuk menyimpan dananya di lembaga keuangan yang diinisiasi oleh NU. Takut dana yang disimpan atau diinvestasikan akan sirna, dan tidak jelas ke mana larinya, dan lembaga keuangannya bubar tanpa pertanggungjawaban. Ketidakpercayaan ini pantas menghinggap di kalangan pengurus sendiri, karena mereka mungkin pernah mengalami atau menyaksikan sendiri bagaimana lembaga keuangan NU dikelola di masa lalu.

HMI Tegal Kab

Dari defisit kepercayaan yang akut seperti inilah, program fasilitasi pendirian lembaga keuangan, yang selanjutnya berbentuk Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Jombang, mulai dijalankan. Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Cabang Jombang direkrut dari orang-orang yang selama ini bergelut dalam bidang keuangan lembaga sosial dan bankir lembaga keuangan. Ditopang oleh dua perpaduan keahlian ini, BMTNU Jombang mulai menyusun visi, misi, tujuan dan program melalui perencanaan strategis, serta dilengkapi dengan aturan teknis standard operational procedures (SOP).

HMI Tegal Kab

Berbekal perangkat-perangkat tersebut, BMTNU yang secara hukum berbentuk Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) mulai merekrut anggota dan dideklrasikan, selanjutnya melakukan rekruitmen staf: mulai dari direktur, bagian administrasi sampai bagian marketing dan collecting. Pada awal pendirian, direktur langsung dirangkap oleh sekretaris Pengurus LPNU Jombang, dengan pertimbangan dia memiliki pengalaman sebagai seorang bankir BPRS.

Yang perlu ditegaskan di sini adalah, dalam pendirian lembaga keuangan yang berbentuk koperasi ini, LPNU sebagai pelaksana program PCNU hanyalah memfasilitasi pendirian. Karena koperasi merupakan lembaga/organisasi tersendiri yang berbeda dengan NU dan tidak di bawah kendali NU, tetapi berada dalam kekuasaan anggota, meskipun dalam klausul di aturannya bisa ditambahkan tentang hubungan (relasi) koperasi ini dengan NU.

Dalam menjalankan BMTNU, pengurus dan manajemen tidak mengambil referensi atau adopsi sistem dari manapun. Memang sedari awal diniati bahwa pendirian BMTNU ini adalah sebagai upaya pembelajaran bersama. Semua perencanaan, pelaksanaan, monitoring-evaluasi dan pengambilan keputusan dianggap sebagai proses pembelajaran. Karena proses pembelajaran, maka semua orang yang terlibat harus berniat belajar dan bisa menarik pelajaran dalam mengelola lembaga keuangan yang sesuai dengan iklim di Nahdlatul Ulama.

Hal ini juga didasari oleh pengetahuan yang ada bahwa, sampai saat ini Nahdlatul Ulama secara organisasi belum memiliki sistem lembaga keuangan yang sudah dijalankan secara nasional. Beberapa Pengurus Cabang atau Pengurus Wilayah sedang berikhtiar untuk menemukan sistem lembaga keuangan yang pas bagi Nahdlatul Ulama. Yang terpenting, dalam memfasilitasi pendirian BMTNU ini benar-benar diputuskan secara organisasi dan karena itu difasilitasi NU dalam pendiriannya, tidak diputuskan dan didirikan oleh orang per-orang pengurus NU, dan selanjutnya secara mayoritas sahamnya dikuasai oleh orang per-orang tersebut.

Dalam perjalanannya, pengelolaan BMTNU Jombang yang menghimpun warga Nahdlatul Ulama dalam upaya membangun kondisi ekonomi yang lebih baik mampu mengambil pelajaran-pelajaran yang dikumpulkan dalam analisis: Selama ini BMTNU Jombang sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar anggota dalam menyediakan pemodalan. Sehingga akses kepada sumber permodalan bisa tercapai. Upaya ini mampu meningkatkan kebersamaan warga Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan kapasitas dalam bidang ekonomi, yang selanjutnya mengarah pada upaya membangun perbaikan dan keadilan dalam bidang ekonomi.

Namun yang paling penting dalam menjalankan BMTNU ini adalah sebagai salah satu ikhtiar dari berbagai ikhtiar dalam mencari sistem lembaga keuangan yang sesuai dengan iklim Nahdlatul Ulama. Karena iklim yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama bisa berbeda dengan iklim yang ada di organisasi lain.

* Sekretaris PCNU Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai, Bahtsul Masail, Hadits HMI Tegal Kab

Selasa, 26 Desember 2017

Berpuasa 18 jam di Roma

Oleh H Khumaini Rosadi

Inilah kota Roma, yang di dalam sejarah disebutkan kota peradaban yang banyak meninggalkan bukti-bukti sejarah. Bangunan-bangunan yang kokoh, menandakan kecerdasan manusia pada zaman itu. Ribuan tahun bahkan sebelum peradaban Islam, peradaban Romawi ini sudah berdiri. Diabadikan juga dalam Al-Quran Surat Ar-Rum, tentang bukti adanya kehebatan Romawi pada zaman dulu.

Berpuasa 18 jam di Roma (Sumber Gambar : Nu Online)
Berpuasa 18 jam di Roma (Sumber Gambar : Nu Online)

Berpuasa 18 jam di Roma

Di kota Roma ini juga berdiri negara istimewa tersendiri, yaitu Vatikan. Kota Roma ramai oleh penduduknya. Setiap hari tidak pernah berhenti lalu lalang mobil, bus, dan sepeda motor yang melewati jalanan di dalam kota.

Istimewa bagi saya, karena Ramadhan ini saya mendapatkan kesempatan berharga untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan di Kota Roma. Pesan-pesan Islam yang rahmatan lil alamin, tepat di pusat Kota Roma, tempat KBRI berada.

HMI Tegal Kab

Asra, protokoler KBRI Roma yang bertanggung atas seluruh keberadaan dan hukum WNI di Italia menjelaskan, kantor KBRI dibeli oleh pemerintah Indonesia pada zaman Soekarno tepatnya pada tahun 1952.

Gedung berlantai empat, lengkap dengan wisma di lantai dua, di mana saya tinggal selama sebulan lebih, dengan fasilitas? lumayan lengkap dan menyenangkan. Arsitek bergaya Roma yang memang dilestarikan, tidak boleh dipugar atau diubah bentuknya oleh pemerintah, kecuali hanya sekadar merenovasi bagian-bagian dalam yang retak.

HMI Tegal Kab

Islam di Roma termasuk minoritas. Tetapi toleransi tetap terjaga. Siapapun boleh tinggal di Roma selama tidak berbuat jahat atau kriminal. Dalam melaksanakan ibadah, umat Islam di sini sangat antusias. Terbukti dengan didatangkannya ustadz atau mubalig pada setiap Ramadhan.

Di Roma pula, sudah ada ustadz yang selalu membimbing keislaman dan mengarahkan para diplomat dan masyarakat setiap harinya. Namanya Ustadz Adnan.

Cuaca di Roma cenderung panas pada saat ini, bersuhu 27 derajat Celcius. Waktu shubuh dimulai pada pukul 03.30 dini hari dan maghrib pukul 20.39 waktu Roma. Itu membuat masyarakat Muslim berpuasa kurang lebih 18 jam setiap hari.

Untuk menambah pengetahuan keagamaan, dilakukan kajian bada zuhur. Kajian ibu-ibu Muslimat diadakan setiap Rabu dan Jumat. Tempatnya terkadang di rumah, terkadang di mushalla atau aula utama KBRI.

Pengajian anak-anak dilakukan setiap Jumat. Sementara setiap Sabtu diadakan buka puasa bersama, bergantian dari Roma, Milan, lalu Vatikan. Di sinilah ajang silaturahmi warga negara Indonesia dengan berbagai lapisan. Ada mahasiswa, karyawan, diplomat.

Untuk persatuan Muslim di Roma, terbentuk sebuah organisasi yang bernama Nadwah Ukhuwah Roma yang disingkat NUR. NUR diketuai oleh Yusran, dibantu oleh pengurus-pengurus yang hebat seperti Asraruddin Salam, Haris, Asep, Didit, dan Ustadz Adnan. Kebersamaan selalu terlihat meskipun tertutup oleh gerbang pintu kantor yang selalu terkunci kuat dari dalam.

Demikianlah keberadaan dan kebersamaan Muslim Indonesia di Roma. Semoga selalu kuat mempertahankan persaudaraan dan dapat membanggakan Indonesia di mata dunia umumnya dan di Eropa khususnya.

*) H Khumaini Rosadi, anggota Tim Inti Dakwah Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Roma, Italia.. Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai, Pertandingan HMI Tegal Kab

Minggu, 17 Desember 2017

NU akan Perluas Pendirian PT di Ibukota Provinsi dan Kota Besar

Jakarta, HMI Tegal Kab. Selama lima tahun terakhir, PBNU mendirikan 23 perguruan tinggi (PT) Nahdlatul Ulama yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Upaya tersebut akan terus diperluas dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan semakin banyaknya lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) setelah pemberlakukan wajib belajar 12 tahun.

NU akan Perluas Pendirian PT di Ibukota Provinsi dan Kota Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU akan Perluas Pendirian PT di Ibukota Provinsi dan Kota Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU akan Perluas Pendirian PT di Ibukota Provinsi dan Kota Besar

Wakil Sekjen PBNU H Hanif Saha Ghofur menjelaskan NU memiliki aset sangat besar yang bisa dikapitalisasikan untuk pendirian universitas. Dalam hal ini, pendirian perguruan tinggi baru akan diarahkan di ibukota propinsi dan kota besar di seluruh Indonesia.

“Ada beberapa tempat yang akan kita dirikan seperti di Sulawesi barat, Kalimantan utara, Bengkulu, Riau, dan kemungkinan Maluku karena di situ sudah ada. Maluku sudah ada proposal, yang kita perlu perbaiki kembali. Bengkulu sudah siap tahun ini, Kalimantan utara mungkin tahun depan. Kalimantan utara mungkin tahun depan,” katanya kepada HMI Tegal Kab baru-baru ini.

HMI Tegal Kab

Ia menjelaskan, Indonesia akan mengalami booming lulusan SLTA pada 2017 setelah peningkatan lulusan kewajiban pendidikan menengah universal atau wajib belajar 12 tahun mulai lulus pada 2017. Dengan demikian, Indonesia membutuhkan banyak perguruan tinggi untuk menyerap. 

“Itu kan tidak hanya bisa dipenuhi oleh perguruan tinggi yang didirikan oleh negara atau PTN, tentu dibutuhkan PTS. Ini mengantisipasi ledakan yang akan dimulai pada 2017. Makanya, perguruan tinggi NU sudah melakukan identifikasi beberapa pasar, berapa lulusan SMA yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, berapa responnya. Ini yang sekarang kita lakukan,” katanya. 

HMI Tegal Kab

“Kita akan melihat, tidak semua daerah akan mendirikan perguruan tinggi. Bahkan kami akan menolak jika tidak memiliki potensi. Kalau kekayaanya terserak, akan dikonsolidasikan antara dua atau tiga cabang NU,” imbuhnya.

Menurutnya, terdapat empat beberapa tantangan pendirian perguruan tinggi NU, pertama soal kepemilikan aset. Kedua, kesiapan infrastruktur pembelajaran, mulai dari lab, bengkel, perpustakaan. Ketiga, kesiapan SDMdan biaya operasional.

“PBNU memberi jaminan 3 milyar per program studi, kalau ada 10 prodi kan 3.5 milyar rupiah dan PBNU siap lah untuk itu. Tetapi masing-masing daerah harus punya dana operasional,” tandasnya.

Untuk itu, PBNU sudah melakukan sejumlah pelatihan bagi perguruan tinggi baru seperti pelatihan manajemen pemasaran, manajemen pencitraan, manajemen aset, dan lainnya agar pengelolaan perguruan tinggi tersebut bisa berjalan dengan baik.

Sejauh ini, perguruan tinggi NU bisa digolongkan dalam dua kelompok, pertama, dimiliki langsung oleh PBNU yang dikelola dibawah Badan Pengelola Perguruan Tinggi NU (PT PTNU). Sementara itu, secara keseluruhan, perguruan tinggi berbasis NU tergabung di Lembaga Perguruan Tinggi NU (LPTNU) yang jumlah totalnya mencapai 2014.

“Tentu kita kepingin bersinergi positif sehingga ada sinergi yang luar biasa, merajut antara perguruan tinggi dan pesantren,” tandasnya. 

Ia juga mendorong beberapa perguruan tinggi NU yang selama ini masih independen untuk masuk dalam pengelolaan BP PTNU. Beberapa yang sudah positif masuk diantaranya adalah Universitas Islam Jember dan Universitas NU Surakarta. Beberapa lainnya masih dalam proses.

Ke depan, bukan hanya penambahan kuantitas, tetapi juga akan dikembangkan kualitasnya, “kita harus mengembangkan potensi untuk mengangkat keunggulan. Ini yang perlu kita kembangkan. Artinya ngak bisa perguruan tinggi kita tidak bermutu. Nanti kita petakan, mana yang potensial, diangkat sebagai unggulan.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai, Pendidikan HMI Tegal Kab

Sabtu, 16 Desember 2017

Lakpesdam Bercita-cita Jadi Pusat Kajian untuk Kebijakan NU

Jakarta, HMI Tegal Kab. Direktur Lakpesdam NU Abdul Waidl menyatakan, lembaganya bermimpi dapat menjadi pusat kajian sehingga dapat menjadi rujukan pada kebijakan-kebijakan publik yang akan diambil oleh PBNU.



Lakpesdam Bercita-cita Jadi Pusat Kajian untuk Kebijakan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Bercita-cita Jadi Pusat Kajian untuk Kebijakan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Bercita-cita Jadi Pusat Kajian untuk Kebijakan NU

Sejumlah bidang yang akan menjadi garapannya merupakan bidang yang selama ini kurang disentuh oleh PBNU, bukan bidang-bidang keagamaan yang sudah mendapat pemahaman luas dikalangan NU.

“Misalnya bagaimana mengawal penguatan wacana dikalangan para kiai untuk kebijakan ekonomi nasional dan internasional. Bagaimana para kiai faham angka-angka pertumbuhan ekonomi dan pengaruhnya terhadap masyarakat meskipun tidak secara detail. Suka tak suka, kita harus tahu,” katanya, Kamis, 25 November.

HMI Tegal Kab

Lakpesdam juga bercita-cita menjadi basis data dan think thank PBNU. “Jadi misalnya Pak Said Aqil mau berkomentar tentang rokok, maka Lakpesdam atau Lembaga Kesehatan NU harus memiliki basis data dan alternatif analisis,” jelasnya.

HMI Tegal Kab

Lembaga-lembaga lain di lingkungan NU diharapkan juga akan membantu mensuplai data dan analisis yang akan menjadi sumber pernyataan resmi yang akan dikemukakan oleh PBNU. “Jangan sampai nantinya data yang digunakan tidak akurat sehingga analisis kebijakannya salah,” paparnya.

PP Lakpesdam juga akan berupaya meningkatkan kapasitas internal SDM-nya di seluruh daerah sehingga peran pengurus pusatnya tidak lagi mengurusi advokasi, tetapi ini menjadi bidang garapan PC Lakpesdam di daerah. PP Lakpesdam pusat lebih pada upaya menggarap konsep alternatif perubahan.

“Misalnya program pro poor budget, PP hanya sebagai tempat koordinasi, tetapi pelaku utamanya di daerah. Kita hanya menyediakan dua atau tiga orang untuk membantu koordinasi dan SDM di daerah harus belajar lebih keras tentang kebijakan publik,” tandasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai, Pertandingan, Kiai HMI Tegal Kab

Kamis, 23 November 2017

Habib Luthfy Bantu Polisi Atur Arus Lalu Lintas di Pantura

Pekalongan, HMI Tegal Kab. Sosok Rais Am Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) Habib Luthfy bin Yahya adalah figur yang tidak bisa diam. Di tengah kesibukan menerima ratusan tamu khususnya bulan puasa, ia masih menyempatkan keliling kota Pekalongan untuk melihat kondisi kota khususnya situasi arus mudik menjelang akhir Ramadhan.

Selain melihat, Habib Luthfy terjun langsung membantu polisi yang sedang bertugas untuk mengatur arus lalu lintas di depan Masjid Syuhada’ Pekalongan, Selasa (14/7) malam. Ia mengatur lalu lintas dengan pakaian yang jauh dari kesannya seorang pemuka agama.

Habib Luthfy Bantu Polisi Atur Arus Lalu Lintas di Pantura (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy Bantu Polisi Atur Arus Lalu Lintas di Pantura (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy Bantu Polisi Atur Arus Lalu Lintas di Pantura

"Polisi dan relawan yang sedang bertugas mengatur arus mudik merupakan langkah mulia untuk mengatur arus lalu lintas, sehingga mereka perlu kita support," Habib Luthfy.

HMI Tegal Kab

Wakil Katib Syuriyah PCNU Kota ? Pekalongan H Zimam Hanifun Nusuk (Gus Nif) menilai apa yang dilakukan Habib Luthfy merupakan bentuk kepeduliannya kepada masyarakat pemudik yang pulang kampung.

HMI Tegal Kab

"Apa yang telah dilakukan Habib Luthfy merupakan sikap perhatiannya kepada pemudik dan kepolisian dan relawan yang sedang menjalankan tugas mulia," ujarnya.

Menurut Gus Nif, ia sangat peduli terhadap keselamatan pemudik. Ia hadir secara pribadi menyapa polisi yang sedang bertugas, bahkan ia tak segan ikut turun ke jalan bantu arus lalin yang sedang padat. Tahun lalu ia sampai ikut mendorong bis yang mogok di depan monumen Pekalongan agar tidak terjadi kemacetan parah.

Gus Nif berharap, sikap keteladanan yang riil seperti dicontohkan Habib Luthfy dapat ditiru oleh masyarakat baik dalam kondisi sempit maupun lapang.

"Mengatur arus lalu lintas bersama polisi sesungguhnya perbuatan yang sangat mudah dan dapat dilakukan oleh siapapun, akan tetapi jarang bisa dilakukan oleh masyarakat," ujar Gus Nif.

Sementara GP Ansor dan Banser Kota Pekalongan membuka 4 titik Posko, di depan Masjid As Syuhada, depan Gedung Kanzus Sholawat, depan Gedung NU lama dan di Masjid Al-Fairuz. Mereka bekerja sama dengan Lembaga Tamir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU). (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai HMI Tegal Kab

Rabu, 22 November 2017

Pengurus NU Harus Sauyunan

Sukabumi, HMI Tegal Kab. Penggerak Nahdlatul Ulama harus memiliki soliditas yang kuat. Saling bekerjasama dan sauyunan di antara para pengurus. Dalam bahasa Sunda, sauyunan berarti merapatkan barisan, seniat dan semisi, sevisi, dalam bercita-cita.?



Pengurus NU Harus Sauyunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Harus Sauyunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Harus Sauyunan

Menurut Mustasyar NU Kabupaten Sukabumi, Ajengan KH Mahbub, sauyunan bisa dicontoh dari penggerak NU Sukabumi di tahun 1950-an, yaitu Ajengan Masthuro, pemimpin Al-Masthuriyah, Ajengan Djunaidi pengasuh pesantren Cigunung, KH Abdullah Sanusi, pemimpin pesantren Al-Falah dan H Siroj.?

“Ajengan Masthuro menonjol dalam intelektual, Ajengan Abdullah ahli mengarang kitab, Ajengan Cigunung terkenal dengan ketawadhuan dan wara’ serta ajengan Siroj terkenal dengan ilmu kanuragannya,” ujar putera Ajengan Abdullah Sanusi, ketika ditemu HMI Tegal Kab beberapa waktu lalu.?

Para ajengan itu, terus menjaga silaturahim dan selalu bertukar pikirang tentang pesantren, umat, dan NU. Jika tidak demikian, sambung pengasuh pesantren Al-Falah Sukamantri ini, NU akan susah bergerak.

HMI Tegal Kab

Menurut Wakil Ketua GP Ansor Kabupaten Sukabumi, Daden Sukendar, kiprah keempat penggerak NU itu mesti ditauladani penggerak NU sekarang.

Untuk tujuan itu, Keluarga Besar NU Sukabumi akan mengkaji karya-karya kiai NU di Sukabumi untuk kalangan anak muda NU. “Kegiatan tersebut merupakan upaya mempertemukan antara anak muda NU dengan orang tuanya,” ujar Daden, santri lulusan Al-Masthuriyah.

HMI Tegal Kab

Kegiatan tersebut diharapkan akan memupuk kebersamaan dan sauyunan anak muda NU Sukabumi yang aktif di PMII, IPNU, IPPNU, Fatayat dan GP Ansor. Sehingga soliditas yang kuat bisa terjalin. ?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai HMI Tegal Kab

Minggu, 19 November 2017

Ospek Damai 1.438 Mahasiswa Unisla

Lamongan, HMI Tegal Kab. Sebanyak 1.438 mahasiswa baru mengikuti rangkaian Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus Universitas Islam Lamongan. Mereka menggelar jalan santai yang melintasi dalam kota Lamongan, alun-alun, dan kembali ke kampus.

Ospek Damai 1.438 Mahasiswa Unisla (Sumber Gambar : Nu Online)
Ospek Damai 1.438 Mahasiswa Unisla (Sumber Gambar : Nu Online)

Ospek Damai 1.438 Mahasiswa Unisla

Bupati Lamongan Fadeli yang melepas jalan santai ini mengatakan, Kampus Unisla merupakan kebanggan tersendiri bagi warga Lamongan. Untuk itu kami membuka Beasiswa Pemkab bagi mahaiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, agar bisa melanjutkan studinya, dan kami siap membiayai sampai lulus.

Sementara Rektor kampus hijau Unisla Bambang Muljono mengingatkan, “Ini merupakan rangkaian seremonial yang harus diikuti mahasiswa baru, sebagai tahapan awal mahasiswa untuk mengamalkan Tridharma Perguruan Tinggi.”

HMI Tegal Kab

Mahasiswa baru Fakultas Peternakan Unisla Naufal Efendi menyatakan rasa senangnya, Ahad (21/9). “Saya senang sekali ikut Ospek ini. Selain mendapat tambahan ilmu dan pengalaman, saya juga dipercaya menjadi perwakilan mahasiswa untuk memimpin Ikrar Mahasiswa.” (Asyhari/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Aswaja, Khutbah, Kyai HMI Tegal Kab

Jumat, 17 November 2017

Ansor NU Diminta Tetap Khidmat pada Ulama

Brebes, HMI Tegal Kab. Gerakan Pemuda (GP) Ansor NU diminta untuk tetap khitmat pada titah ulama. Sebab kemuliaan Ansor akan tercermin ketika mematuhi segala titah ulama. Tidak ‘menjual’ diri kepada kekuasaan ataupun berpihak pada kepentingan-kepentingan sesaat.



Ansor NU Diminta Tetap Khidmat pada Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor NU Diminta Tetap Khidmat pada Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor NU Diminta Tetap Khidmat pada Ulama

“Nilai kejuangan Ansor akan terpuruk, manakala jauh dari ulama,” ujar Pengasuh Pondok Pesanteren Buntet Cirebon DR KH Mohammad Abbas bin Fuadz Hasyim saat menyampaikan tausiyah Halal bi Halal yang digelar Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor Brebes di Masjid Agung Brebes, Kamis Malam (16/9).

Dia menegaskan, Ansor harus ittiba (mengikuti, red) para ulama. Sebab kekuatan Ansor, terletak pada konsekwensinya menjadi pengikut ulama. Kalau pergerakan Ansor sudah dikotori oleh kepentingan-kepentingan sesaat dengan tidak mengindahkan titah para alim ulama maka Ansor akan hancur.

HMI Tegal Kab

Tidak bisa dipungkiri kata Abbas, godaan kerap datang bertubi-tubi. Maka, harus dilibas dengan kekuatan iman. “Jangan sampai pergerakan ansor terkontaminasi gemerlapnya warna kehidupan duniawi yang semu,” pesannya.

Sejarah telah membuktikan, lanjutnya, Ansor dan NU mampu mematahkan pasukan sekutu AS di Surabaya waktu perang kemerdekaan. Dengan pekik Jihad Merdeka atau Mati, pasukan sekutu mundur tanpa ampun. Meskipun Pasukan Sekutu saat itu telah mampu meluluhlantakan Italia, Jerman, Jepang dan lain-lainnya.

HMI Tegal Kab

Sedang di era sekarang, masih kata Abbas, lahan perjuangan dan pergerakan Ansor telah bergeser sesuai dengan perkembangan jaman. Nilai-nilai perjuangan Ansor sekarang adalah mengedepankan akhlakul karimah (akhlak mulia,red). Akhlakul karimah menjadi harga mati untuk terus dijunjung tinggi. Akhlakul karimah, harus didahulukan ketimbang syariah-syariah yang belum jelas dan masih diperdebatkan.

“Nabi Muhammad SAW sendiri, diutus ke muka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak,” tandasnya.

Dan ulama, tambahnya, adalah pewaris para Nabi. Maka kiblat pencapaian akhlak yang mulia terdapat pada para ulama.

Pembicara lain dalam Pengajian umum dan halal bi halal Pengasuh Ponpes al Hikmah 1 Benda Sirampog Brebes KH Labib Sodiq.

Halal Bi halal yang mengusung tema merajut persaudaraan, menyemai kebersamaan pemuda ini berlangsung hingga pukul 00.30. Turut hadir para Pengurus Cabang dan Anak Cabang GP Ansor se- Kabupaten Brebes, Kepala Bagian Kesra Setda Brebes H Mabruri SH MH, Para anggota Ansor dan Ikatan Keluarga Santri Alumni Al Hikmah Itthobsy (IKSAABI) dan masyarakat umum. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Meme Islam, Kyai HMI Tegal Kab

Selasa, 14 November 2017

Rekam, Upload Dakwah Aswaja lewat Youtube dan Media Sosial!

Jombang, HMI Tegal Kab. Tayangan televisi, fasilitas internet, media cetak dan elektronik yang demikian mudah diakses masyarakat menjadi ancaman disamping peluang bagi dakwah mutakhir. Perlu ada modifikasi dan kecanggihan dalam mengemas materi keagamaan sehingga tetap diminati masyarakat.

Rekam, Upload Dakwah Aswaja lewat Youtube dan Media Sosial! (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekam, Upload Dakwah Aswaja lewat Youtube dan Media Sosial! (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekam, Upload Dakwah Aswaja lewat Youtube dan Media Sosial!

Setidaknya inilah sejumlah pesan yang disampaikan Muhammad Dawud SSos pada kegiaan halaqah pondok pesantren merespon gerakan Islam transnasional yang diselenggarakan Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang Jawa Timur bekerjasama dengan Bakesbang (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Propinsi Jawa Timur), Sabtu (21/12).

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur ini ? menandaskan, dengan kecanggihan dan kemudahan akses sejumlah media yang ada, justru menjadi tantangan baru bagi para pegiat agama untuk menampilkan tayangan keagamaan yang digemari masyarakat.

HMI Tegal Kab

“Dakwah sekarang tidak lagi mencukupkan dengan orasi pada pengajian umum atau berdiri di atas mimbar,” terangnya. Bahkan sejumlah tayangan sinetron, iklan, hiburan, bahkan layanan masyarakat sekalipun bisa dijadikan media untuk menyampaikan kebaikan sebagaimana dianjurkan agama.

Pada kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari unsur mahasiswa, ormas pemuda, keagamaan serta sejumlah sekolah dan pesantren ini Muhammad Dawud juga mengajak untuk tidak bosan-bosan mengirimkan rekaman ceramah.?

HMI Tegal Kab

Pengajian maupun pidato para kiai dan ulama, kata dia, sejatinya tidak hanya dikonsumsi oleh jamaah di lingkungan sekitar. “Rekam dan upload kegiatan itu lewat? Youtube dan media sosial yang lain agar bisa dinikmati kalangan masyarakat di belahan dunia manapun,” ungkapnya.

Apalagi sejumlah piranti bagi kemudahan merekam kegiatan itu sudah bisa dengan mudah didapatkan. “Manfaatkan handphone anda untuk mereka ceramah dan pengajian itu dan sebarkan di internet,” lanjutnya.

Sebagai orang yang lama berkecimpung di radio, Muhammad Dawud sangat merasakan tingginya kebutuhan akan materi ceramah keagamaan itu bagi sejumlah media. “Kalau mereka kehabisan materi keagamaan pasti akan mencarinya di internet,” ungkapnya.?

Sehingga, tambah dia, jangan salahkan praktisi media kalau isi ceramah yang didapat ternyata menyebarkan kekerasan dan kebencian kepada kelompok lain karena yang tersedia di internet adalah ceramah seperti itu.

Dengan zaman yang sudah berubah, maka tidak ada pilihan lain bagi sejumlah pesantren dan lembaga pendidikan Islam untuk mempersiapkan sajian materi kegamaan dengan lebih baik. “Dengan kedalaman ilmu yang diperoleh selama di madrasah maupun pesantren, maka para siswa dan santri harusnya bisa memberikan sajian konten agama yang menghibur,” tandas Sekretaris Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur ini.

Dan pada kesempatan ini, Muhammad Dawud juga mengajak para kiai, guru dan generasi muda untuk mengisi kesempatan berkarier di dunia hiburan. “Setelah para santri dan siswa dibekali akidah yang kuat, biarkan mereka aktif dan berkarier di bisnis media, termasuk televisi dan media lainnya,” ungkapnya. “Kalau para pegiat media adalah santri, maka materi acara yang muncul akan sarat dengan pesan keagamaan dan moral,” katanya. (Syaifullah/Abdullah Alawi) ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri, Kyai HMI Tegal Kab

Senin, 13 November 2017

Hukum Memberikan Mut’ah Setelah Perceraian

Assalamu’alaikum wr. wb. Ustad saya mau bertanya, kalau ada orang yang bercerai pihak perempuan setelah perceraian mendapatkan uang mut’ah. Saya ingin menanyakan beberapa hal yang terkait dengan uang mut’ah dalam persepktif fikih, terutama fikih madzhab syafii yang banyak dipakai mayoritas muslim Indonesia. Apa yang dimaksud dengan uang mut’ah? Bagaimana hukumnya, dan dalam perceraian yang bagaimana perempuan bisa mendapatkan mut’ah, serta berapa besarannya?. Atas penjelasannya, kami ucapkan terimakasih. Wassalamu’alaikum wr. wb (Dewi Susanti/Pemalang)

 

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb.

Hukum Memberikan Mut’ah Setelah Perceraian (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Memberikan Mut’ah Setelah Perceraian (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Memberikan Mut’ah Setelah Perceraian

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Perpisahan (furqah) atau perceraian antara suami isteri bisa terjadi karena kematian salah satu dari dua pihak, atau terjadi semasa keduanya masih hidup. Dalam kasus kedua, yaitu terjadi perceraian pasangan suami-isteri bukan disebabkan oleh satunya meninggal dunia, memang dikenal istilah mut’ah.

Lantas apa yang disebut dengan mut’ah? Mut’ah secara bahasa berarti kesenangan. Menurut madzhab syafi’i, mut’ah adalah nama yang digunakan untuk menyebut harta-benda yang wajib diberikan laki-laki (mantan suami) kepada perempuan (mantan isteri) karena ia menceraikannya.

? ? ? ? -- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

HMI Tegal Kab

“Bab kelima tentang mut’ah. Mut’ah adalah nama untuk menyebut harta-benda yang wajib diberikan seorang (mantan) suami kepada (mantan) isterinya karena ia menceraikannya” (Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib Syarhu Raudl ath-Thalib, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz, 3, h. 319)  

Dengan mengau pada penjelasan ini maka pemberian mut’ah kepada mantan isteri menurut madzhab syafi’i adalah wajib. Namun tidak semua perceraian mengakibatkan keharusan adanya memberikan mut’ah. Dalam kasus cerai mati, menurut ijma’ para ulama tidak ada mut’ah sebagaimana dikemukakan oleh Muhyiddin Syarf an-Nawawi.

  ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Perpisahan itu ada dua macam, pertama perpisahan yang terjadi sebab kematian. Maka dalam kasus ini menurut ijma’ para ulama tidak mewajibkan memberikan mut’ah”. (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, Raudlah ath-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin, Bairut-al-Maktab al-Islami, 1405 H, juz, 7, h. 321)

HMI Tegal Kab

Hal penting yang harus diingat adalah bahwa perempuan yang dicerai berhak mendapatkan mut’ah apabila perceraian itu lahir dari inisatif pihak lelaki. Artinya, jika perceraian itu muncul inisiatif dari pihak perempuan, seperti dalam kasus faskh (cerai gugat) dimana pihak perempuan menggugat cerai suaminya dengan alasan suami tidak mampu menafkahinya atau menghilang. Atau disebabkan oleh pihak perempuan itu sendiri, seperti suami meminta cerai disebabkan oleh adanya aib pada isterinya, seperti isteri terkena penyakit kusta atau lepra. Maka dalam hal ini ia tidak berhak mendapatkan mut’ah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Setiap perceraian yang terjadi karena inisiatif dari pihak perempuan atau disebabkan oleh pihak perempuan maka tidak ada mut’ah, seperti pihak perempuan menggugat cerai suaminya karena si suami tidak mampu mencukupi nafkahnya atau menghilang, atau pihak lelaki mengajukan tuntutan cerai karena adanya aib pada isterinya” (Taqiyuddin Muhamman Abu Bakar al-Husaini, Kifayah al-Akhyar, Damaskus-Dar al-Khair, 1999 M, juz, 1, h. 373)

Lebih lanjut dijelaskan oleh Muhyiddin Syarf Nawawi dalam kitab Raudlah ath-Thalibin-nya bahwa jika seorang laki-laki menceraikan isterinya dan belum sempat disetubuhi (dukhul) maka harus dilihat terlebih dahulu. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa perempuan yang dicerai sebelum disetubuhi maka ia hanya berhak mendapatkan separo dari maharnya. Maka apabila separo maharnya sudah diberikan, maka ia tidak wajib memberikan mut’ah kepada mantan isterinya. Namun jika separo maharnya belum diberikan, maka ia wajib memberikan mut’ah menurut pendapat yang masyhur di kalangan madzhab syafi’i. Sedangkan jika sudah disetubuhi, maka menurut qaul jadid yang al-azhhar, ia (perempuan yang diceraikannya) berhak mendapatkan mut’ah.

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“(yang kedua) adalah perpisahan yang terjadi semasa hidup sebagaimana talak atau perceraian. Jika talak itu terjadi sebelum dukhul (disetubuhi) maka harus dilihat. Apabila pihak lelaki belum memberikan maharnya yang separo maka ia (perempuan yang dicerai) berhak mendapatkan mut’ah, namun jika maharnya yang separo sudah diberikan maka tidak ada mut’ah baginya sebagaimana pendapat yang masyhur di kalangan madzhab syafi’i. Sedangkan jika perceraian itu terjadi setelah dukhul maka ia berhak menerima mut’ah sebagaimana qaul jadid yang azhhar. (Raudlah ath-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin, juz, 1, h. 321)

Demikian penjelasan yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Saran kami, hindari sedapat mungkin perceraian. Sebab, perceraian itu akan membawa dampak yang kurang baik bagi diri kita, isteri, maupun anak, bahkan juga lingkungan sekitar kita. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

 

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq.

Wassalamu’alaikum wr. wb

 

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta, Kyai, Daerah HMI Tegal Kab

Menag Minta Usut Tuntas Masalah Terompet Berbahan Sampul Al-Qur’an

Jakarta, HMI Tegal Kab. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta  supaya aparat kepolisian Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mengusut tuntas masalah sampul Al-Qur’an yang dijadikan terompet tahun baru.

Menag Minta Usut Tuntas Masalah Terompet Berbahan Sampul Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Minta Usut Tuntas Masalah Terompet Berbahan Sampul Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Minta Usut Tuntas Masalah Terompet Berbahan Sampul Al-Qur’an

Bersama aparat kepolisian setempat, tim Kementerian Agama sedang mendalami permasalahan ini di lapangan. Tim tersebut dijadwalkan pekan ini (Kamis, 31/12) akan memberikan keterangan sebagai saksi ahli oleh aparat kepolisian yang mengusut kasus ini.

"Mudah-mudahan masalah ini bisa segera dituntaskan. Pihak-pihak yang bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Menag Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Selasa (29/12), dalam siaran pers.

HMI Tegal Kab

Menag menyesalkan peristiwa seperti ini bisa terjadi. Menurutnya, menjadikan sampul Al-Qur’an sebagai bahan terompet adalah perbuatan yang tidak patut. Sisa bahan dari proses pencetakan Al-Qur’an seharusnya dihancurkan agar tidak digunakan untuk hal-hal lainnya.

"Pasal 5 Peraturan Menteri Agama (PMA) No 01 Tahun 1957 tentang Pengawasan terhadap Penerbitan dan Pemasukan Al-Qur’an mengatur bahwa sisa dari bahan-bahan Al-Qur’an yang tidak dipergunakan lagi, hendaklah dimusnahkan untuk menjaga agar jangan disalahgunakan," terang Menag.

HMI Tegal Kab

Meski demikian, Menag berharap masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penuntasan masalah ini pada koridor hukum. "Saya harap masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan percayakan masalah ini kepada aparat hukum. Aparat Kementerian Agama di daerah sedang berkoordinasi secara intensif dengan aparat keamanan setempat agar masalah ini bisa segera diselesaikan sesuai aturan," tambahnya.

Sebagaimana ramai diberitakan, sejumlah terompet untuk perayaan tahun baru 2016 berbahan sampul Al-Qur’an yang siap jual ditemukan di beberapa mini market Alfamart di Kendal dan Pekalongan Jawa Tengah. Selain itu, ditemukan juga sebanyak 2,3 ton kertas bekas sampul Al-Qur’an yang digunakan sebagai bahan baku terompet.

Bahan baku dan alat kelengkapan produksi terompet berbahan sampul Al-Qur’an itu kini disita oleh penyidik Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Reskrimum Polda Jateng). (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai, Anti Hoax HMI Tegal Kab

Senin, 30 Oktober 2017

Ansor Banyumas Gelar Dialog Kebangsaan, Tolak Paham Khilafah

Banyumas, HMI Tegal Kab. Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Banyumas menggelar dialog kebangsaan bertemakan Menjaga Keutuhan Bangsa, NKRI serta Menolak Faham Khilafah dan Intoleran, di Gedung Kopri Banyumas, Rabu (21/6).

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua PCNU Banyumas KH Maulana Hasan, Akademisi dari Unsoed Purwokerto, Sisno Sudjana, serta Banom NU Kabupaten Banyumas.

Ansor Banyumas Gelar Dialog Kebangsaan, Tolak Paham Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Banyumas Gelar Dialog Kebangsaan, Tolak Paham Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Banyumas Gelar Dialog Kebangsaan, Tolak Paham Khilafah

Selain itu, hadir pula sekitar 150 anggota Ansor dan Banser, serta organisasi masyarakat, seperti Komando Pejuang Merah Putih (KPMP), Gereja Kristen Jawa (GKJ) Cabang Purwokerto, PMII Koin, Gusdurian, PMII Cabang Banyumas, dan Perwakilan dari Pagar Nusa.

Ketua panitia pelaksana Suhardiman dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini untuk mengoreksi kesalahan pemahaman terhadap NKRI. Untuk itu, materi tentang NKRI dikupas oleh dua narasumber dari PCNU dan akademisi.

HMI Tegal Kab

"Kami juga minta kesediaan masing-masing organisasi masyarakat untuk menandatangani kesepakatan bersama dalam Menjaga Keutuhan Bangsa, NKRI serta Menolak Faham Khilafah dan Intoleran," katanya.

KH Maulana Hasan menyatakan manusia merupakan makhluk sosial yang dimaknai sebagai ? keharmonisan. Jadi jauh sebelum ada perintah melaksanakan, agama, manusia punya harmoni. Menurut dia, manusia dalam posisi orang yang rugi, ketika orang tersebut tidak memiliki iman. Untuk itu, harmoni merupakan bagian dari manifestasi seorang tersebut mempunyai iman.

"Jadi jauh sebelum bicara agama, negara, jabatan, manusia harus menjaga perdamaian dan persaudaraan, karena kodrat manusia ada keharmonian," katanya.

HMI Tegal Kab

Ia juga mengatakan, apabila berbicara manusia sudah memiliki agama. Tentu agama ini adalah bukan kejahatan dan kekerasan. Agama itu lentur dan lembut, serta Islam Rahmatan lil Alamin, yang dapat menjadi penyejuk bukan hanya untuk umat manusianya saja, melainkan untuk seluruh alam semesta.

"Harusnya Islam ini menjadi penyejuk, kasih sayang bagi siapapun. Ini sudah dipraktikkan sebelum Indonesia lahir, sebelum ada hak asasi manusia, atau sekitar 1400 tahun lalu ketika Rasulullah SAW mendirikan negara Madinah," katanya.

Dikatakan, Rasulullah SAW tidak mendirikan negara berdasarkan agama, ras, suku dan golongan, tapi mendirikan negara Madinah yang mempunyai peradaban dan menghargai antarumat manusia, dan bisa memanusiakan manusia, serta negara yang memperlakukan seluruh manusia secara hukum memilik kesamaan.

Ia juga menceritakan tentang kiprah KH Hasyim Asyari (kakek Gusdur). Pada waktu itu, ulama-ulama di negara-negara berbasis agama Islam, Timur Tengah berlarut-larut dalam permasalahan tentang agama, KH Hasyim Asyari bertawasul, memohon petunjuk kepada Tuhan YME sehingga timbul nasionalisme yang tinggi. Nasionalis religius Islam Nusantara.

Cinta tanah air KH Hasyim Asyari, adalah bagian dari Iman kepada Allah, hasil dari telaah agama melalui mendekatkan diri kepada Allah. Jargon ini untuk membangkitkan semangat jiwa patriotik komponen bangsa, memperkokoh kepribadian bangsa Indonesia. (Miftah Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nahdlatul, Pesantren, Kyai HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock