Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Generasi Muda NU Harus Meningkatkan Kapasitas Diri

Batam, NU? Online.

Wakil Ketua Umum PP GP Ansor, Dhohir Farizi, di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (25/11) menegaskan, generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) harus meningkatkan kapasitas diri, satu diantaranya di bidang informasi dan teknologi.

Menurut dia, kader muda NU harus mampu mendapatkan dan mengelola informasi dengan baik, jangan sampai informasi memporakporandakan hubungan seperti diakibatkan media sosial dengan baik.

Generasi Muda NU Harus Meningkatkan Kapasitas Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Muda NU Harus Meningkatkan Kapasitas Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Muda NU Harus Meningkatkan Kapasitas Diri

"Kita telah melewati berbagai fase, kalau tidak up grade pasti akan ketinggalan," ujar pria karib dipanggil Gus Dhohir itu pula.

Ia lalu mencontohkan pola komunikasi, tahun 1970 hingga 2000 yang mengalami perubahan-perubahan.

Menurut dia didampingi jajaran Assisten Informasi dan Komunikasi Satkornas Banser, hal tersebut bukan tren. Tapi kebutuhan eksistensi yang diperlukan seiring kebutuhan zaman.

HMI Tegal Kab

"Kita harus ada, kalau tidak maka akan ? tenggelam," kata dia lagi pada peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III, digelar di Asrama Haji Batam Centre, Engku Putri, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Pada kegiatan bertema Meningkatkan Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa, Gus Dhohir mengingatkan kader Ansor yang mengikuti Susbanpim untuk menjadi pimpinan yang berkarakter.

"Selain itu, jangan tinggalkan NU, alim ulama dan umat. Ansor adalah organisasi yang jelas, kedepan setiap pimpinan, anggota dari pusat hingga ranting bisa diketahui publik," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pesantren, IMNU, Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Sabtu, 24 Februari 2018

GP Ansor Karanganyar Gelar Ziarah dan Tanam Pohon

Karanganyar, HMI Tegal Kab. Menyongsong Ramadhan, GP Ansor Karanganyar mengadakan serangkaian kegiatan mulai dari silaturahmi akbar, pengajian,  ziarah, hingga penanaman pohon. Kegiatan yang berlangsung, Ahad (8/6), bertempat di pesantren Miftahul Ulum desa Pablengan Matesih, Karanganyar.

GP Ansor Karanganyar Gelar Ziarah dan Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Karanganyar Gelar Ziarah dan Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Karanganyar Gelar Ziarah dan Tanam Pohon

Kegiatan yang digelar keluarga besar GP Ansor Karanganyar ini, merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar menjelang bulan suci Ramadhan.

“Kegiatan rutin menjelang Ramadhan, kami harapkan ke depan bisa terus dilaksanakan secara istiqomah,” kata Ketua GP Ansor Karanganyar Jamaluddin saat memberikan sambutan.

HMI Tegal Kab

Silaturahmi dan pengajian ini yang diawali pembacaan maulid Simthud Duror, dilanjutkan dengan pengajian yang diisi Habib Hasan Al-Kaff dari Solo.

Sebelum penanaman pohon, para pengurus serta anggota Ansor berziarah ke makam Kiai Khusnan Rosyidi, pendiri pesantren Miftahul Ulum Matesih.  Kiai Khusnan tidak lain ialah tokoh dan penggerak NU di Karanganyar.

HMI Tegal Kab

Pesantren Miftahul Ulum sendiri merupakan salah satu pesantren tua di Karanganyar. Sampai saat ini, pesantren itu masih eksis dengan beberapa jenjang pendidikan yang dimiliki. GP Ansor Karanganyar tercatat sudah tiga kali menggelar acara yang sama di pesantren ini. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Jadwal Kajian, Pondok Pesantren, Ulama HMI Tegal Kab

Selasa, 13 Februari 2018

Ini Modal Pemimpin GP Ansor Masa Kini

Majalengka, HMI Tegal Kab - Menjadi pemimpin harus menguasai tiga bagian keramahan di antaranya ramah media, ramah bahasa, dan ramah kamera. Kalau tiga hal ini dikuasai, maka peserta pelatihan kepemimpinan lanjutan (PKL) sudah siap menjadi seorang pemimpin.

“Peserta PKL harus mengusai tiga hal keramahan, ramah dalam media, keramahan bahasa, dan keramahan dalam kamera. Jangan sampai peserta PKL keseringan berkamera selfi,” kata Ketua GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar pada PKL I GP Ansor se-Jawa Barat di Pesanrten Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka, Jumat-Ahad (12-14/8).

Ini Modal Pemimpin GP Ansor Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Modal Pemimpin GP Ansor Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Modal Pemimpin GP Ansor Masa Kini

Deni menambahkan bahwa jadi pemimpin harus menguasai bahasa asing agar menambah pergaulan. Pemimpin juga menunjukkan sikap sebagai seorang pemimpin.

HMI Tegal Kab

“Bisa ramah bahasa bermulai dengan menguasai bahasa asing,” kata Ketua Ansor Jabar ini.

Salah satu peserta PKL dari Majalengka, Wanding Nurdin Ahmad mengatakan, kegiatan ini tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, pelatihan kepemimpinan dasar dari tiap daerahnya masih-masing. “Saya cukup antusias mengikuti PKL ini,” katanya. (Tata Irawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Senin, 12 Februari 2018

PMII DKI Jakarta Luncurkan Kajian Kosmologi Strategis

Jakarta, HMI Tegal Kab. Pengurus Koordinator Cabang PMII DKI Jakarta membentuk forum kajian strategis menyangkut persoalan lokal Jakarta, nasional, maupun global. Forum dwi mingguan mewadahi kader PMII DKI untuk cepat merespon persoalan kekinian.

PMII DKI Jakarta Luncurkan Kajian Kosmologi Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII DKI Jakarta Luncurkan Kajian Kosmologi Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII DKI Jakarta Luncurkan Kajian Kosmologi Strategis

Ketua PMII DKI Jakarta Mulyadin Permana mengatakan, mahasiswa khususnya kader PMII harus memahami kosmos (alam semesta) yang di dalamnya terdapat relasi manusia dan alam.

"KKS adalah wadah bagi kader PMII untuk belajar dan menggali ilmu dari para tokoh NU dan tokoh-tokoh lainnya untuk menjadi landasan gerakan PMII DKI Jakarta ke depan" kata Mulyadin saat peluncuran forum KKS di Gedung PBNU, Jumat (5/12) siang.

HMI Tegal Kab

Mantan Sekjen PMII Usman Sadikin menekankan pentingnya pembangunan karakter manusia. Menurut Usman, orang kini lebih menyalahkan sistem politik. Mereka lalu beramai-ramai memperbaiki sistem. Padahal sebenarnya yang tidak baik adalah orang-orang yang ada dalam sistem itu.

HMI Tegal Kab

"Aturan dan sistem yang baik hanya dilahirkan oleh orang baik. Bukan sistem demokrasi, sistem kerajaan, dan seterusnya yang tidak baik, tetapi sistem itu menjadi tidak baik ketika orang lupa kepada Tuhan," kata Usman.

Sementara Amsar A Dulmanan dalam forum perdana ini mengingatkan misi manusia sebagai khalifah di muka bumi.

"Manusia di bumi bukan untuk penghambaan, tetapi sebagai kholifah yang mengatur kosmos (alam semesta) untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia," tandas Amsar. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab AlaSantri, Tokoh, Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Selasa, 23 Januari 2018

Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren

Demak, HMI Tegal Kab - Tak seperti malam biasanya, khusus menyambut peringatan hari kemerdekaan ke-72 RI kegiatan pondok? diliburkan. Sekitar 500-an santri berkumpul di halaman pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah, memakai sarung, baju lengan panjang, dan peci hitam pada Rabu (16/8)

Mereka membentuk barisan layakanya tentara. Menghadap kiblat. Beberapa lampu pondok sengaja dipadamkan. Hanya ada satu sumber cahaya, yaitu sebuah lampu yang digantung di pohon kelapa di muka barisan.

Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren

Di tengah-tengah halaman, sebuah bambu berdiri ditopang segitiga bambu yang menyerupai tripod dengan tali pengerek bendera menjulur. Di sebelah utara barisan berdiri sekelompok santri dengan seragam sarung, jas, dan peci hitam. Mereka adalah pasukan paskibraka pondok. Di samping mereka, berdiri secara terpisah komandan upacara, petugas pembaca undang-undang, dan pengiring inspektur.

Petugas pun memulai upacara. Sang komandan memasuki lapangan. Semua santri tampak tenang dan khidmat. Angin malam berembus sepoi-sepoi, menyapu daun, lalu menimbulkan bunyi sayup-sayup. Menambah khusyuk suasana.

HMI Tegal Kab

Segenap pengurus dan dewan asatidz pondok pun turut serta di dalamnya. Berbaris di sebelah selatan berhadapan dengan pasukan paskibraka pada jarak kurang lebih 20 meter. Salah satu pengurus, Kang Ahmad Sahal, bertindak sebagai inspektur upacara.

Begitu dipersilakan, Kang Sahal memasuki lapangan menaiki meja kecil yang sudah dipersiapkan. Sang komandan lalu mengintruksikan hormat pada inspektur dan seluruh peserta mengikutinya.

HMI Tegal Kab

Suasana menjadi semakin hening ketika petugas paskibraka bergerak. Saat bendera telah siap dan semua pasukan mengambil sikap hormat, semua santri bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka tampak bersemangat, suaranya melengking tinggi, seolah-olah ingin didengarkan oleh makhluk seantero jagad.

Pekik kemerdekaan menggema ketika inspektur upacara menyampaikan amanat. "Merdeka! Merdeka! Merdeka!" Semua santri memekik dengan tangan mengepal. Dalam amanatnya, Kang Sahal menekankan pentingnya mensyukuri kemerdekaan.

"Sebagai santri, cara mensyukuri kemerdekaan adalah dengan mengaji, mengaji, dan mengaji," ucapnya dengan lantang.

Kang Sahal juga mengingatkan bahwa NKRI adalah harga mati. Ia menuturkan bahwa sekarang banyak ormas yang tidak mencintai tanah airnya, tidak segaris dengan konstitusi.

"Kita harus mencintai tanah air, karena hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman)." tegasnya.

Upacara itu diakhiri dengan penyalaan petasan kembang api di beberapa sudut pesantren. Kembang api itu membubung tinggi ke langit, menciptakan cahaya yang indah dan bunyi-bunyi yang meriah.

Upacara kemerdekaan merupakan tradisi rutinan di pondok pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, sebagaimana di Pesantren-pesantren yang lain.

"Setiap malam tanggal 17 Agustus kami selalu melakukan upacara kemerdekaan. Bagi kami ini juga bagian dari mengamalkan hubbul wathan minal iman," ucap Kang Solihul Hadi, salah satu pengurus Futuhiyyah. (Muhammad Salafuddin/Ben Zabidy/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nasional, Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Senin, 22 Januari 2018

Mocoan

Mocoan adalah tradisi pembacaan karya sastra keagamaan lama di kawasan Banyuwangi, Jawa Timur. Mocoan Banyuwangi, demikian sering kali disebut, merupakan pembacaan lontar Yusuf yang berisi riwayat Nabi Yusuf dari sejak kecil hingga dewasa bertahta di Mesir.

Mocoan digelar sebagai bagian dari acara ruwatan, bersih desa, atau petik laut, serta juga pada acara-acara ritual peralihan (tujuh bulanan, kelahiran, khitanan, pernikahan). Pembacaannya berlangsung semalam suntuk hingga lontar Yusuf itu khatam. 

Belakangan ini mocoan juga sering menjadi seni pertunjukan yang digelar di luar konteks ritualnya sehingga kebanyakan bentuknya telah dipadatkan dan dipersingkat.

Mocoan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mocoan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mocoan

Mocoan Banyuwangi, seperti banyak tradisi tutur lainnya di Nusantara, merupakan produk dari proses akulturasi atau silang budaya dari Islam dan kepercayaan serta kebudayaan lokal, dalam hal ini kebudayaan masyarakat Osing. Persilangan budaya ini bisa ditelisik dari wujud karya sastra yang dibaca, isi, bentuk, tembang, cara melagukan, bahasa yang dipakai, dan fungsinya dalam masyarakat. 

HMI Tegal Kab

Yang disebut sebagai lontar Yusuf pada dasarnya adalah sebuah kitab beraksara Arab pegon dalam bahasa Jawa Madya. Kendati demikian, di dalamnya juga ditemukan banyak kosakata bahasa Osing. Kitab ini disalin dan turunkan dari generasi ke generasi. 

Sebutan “lontar” jelas mengingatkan pada lembaran daun lontar atau kulit ari pohon, media yang dulu digunakan untuk menerakan karya-karya sastra lama. Tradisi pembacaan lontar telah dikenal sejak zaman Hindu-Buddha. Rupanya meski media penulisannya telah berganti dari lontar menjadi kertas, sebutan “lontar” ini tetap lekat. 

HMI Tegal Kab

Lontar Yusuf, atau lebih tepatnya, kitab Yusuf yang tertua di wilayah Banyuwangi disimpan oleh sebuah keluarga dalam bungkusan kain dan tidak boleh dibuka karena dipercaya bisa menimbulkan kebutaan (ngaweng). Dengan demikian yang dibaca dan beredar di kalangan seniman mocoan sekarang ini adalah berupa salinannya.

Lontar Yusuf dituliskan dalam beberapa pupuh (bait), yang namanya mirip dengan tembang macapatan di Jawa. Ada yang terdiri empat pupuh, yaitu kasmaran, durma, pangkur, dan sinom, dan ada yang enam pupuh, yaitu kasmaran, durma, pangkur, kusumadiya, arum-arum, dan rancagan. Perbedaan jumlah pupuh ini terjadi karena proses penyalinan yang kadang-kadang berdasar pada hapalan dan perbedaan pertimbangan pengambilan kalimat yang diringkas. 

Kendati demikian, dalam mocoan Pacul Gowang terdapat tambahan beberapa pupuh, yaitu mijil, kesilir, andrian, delimoan, selobok, dan kedendha. Tetapi pupuh-pupuh tambahan ini dianggap bukan bagian dari lontar dan hanya berfungsi sebagai pupuh peralihan yang mengantarkan penyajian dari mocoan yang sifatnya religius menuju mocoan yang sifatnya sekuler (hiburan). 

Perbedaan jumlah salinan pupuh ini tidak mengakibatkan perbedaan dalam penyajian mocoan ketika mereka tampil bersama-sama. Kebanyakan mereka menghapal salinan beserta ding-dungnya, karena bagian ini selalu sama. Ding adalah konsep untuk menyebut kata-kata jawaban di akhir kalimat dalam setiap baris, sedangkan dung adalah konsep untuk menyebut kata jawaban di akhir pupuh.

Ding-dung memiliki kaitan dengan sahut-sahutan yang dilakukan seniman dalam menyajikan lontar. Satu pupuh bisa disajikan oleh seorang saja, tapi bisa juga bergantian. Seandainya disajikan oleh seorang saja, maka yang lain hanya akan ngedingi (menjawab). Ngedingi dilakukan dengan melihat kata akhir dalam kalimat, tetapi bisa juga setelah kata terakhir tersebut usai (endeg-endegan). 

Jika pembaca lain ingin mengganti baris selanjutnya, maka ia akan menyaup (menyahut) kata terakhir yang disajikan penyaji pertama. Biasanya saupan dilakukan dengan menunjukkan ketinggian nada yang berbeda dengan penyaji pertama. Jika sudah disaup, penyaji sebelumnya akan diam dan ganti menjadi tukang ngedingi atau bersiap menyaup bagian selanjutnya. Demikian seterusnya.

Meski tanpa berdasar pada susunan nada-nada instrumen, para etnomusikolog mengamati adanya kesan dua laras (tangga nada) yang dipakai, yaitu modus slendro dan pelog dalam vokal mocoan. Kesan slendro yang muncul beserta eluk-elukan dan gregel-nya dianggap memiliki kedekatan dengan slendro banyuwangen yang digunakan dalam gandrung Banyuwangi. Sedangkan kesan pelog yang lebih dekat ke pelog Jawa, bukan Bali, muncul dalam beberapa pupuh dan lebih banyak tampil sebagai varian penyajian. 

Meski disebut lontar Yusuf, sebenarnya isinya juga menghimpun riwayat nabi-nabi yang lain, seperti Sulaiman, Daud, Shaleh, dan Muhammad. Mocoan jelas merupakan suatu ikhtiar untuk mengambil barakah dari kemuliaan para nabi. Diyakini dengan pembacaan ini, harapan dan keinginan bisa terkabulkan. Meski arti bahasa lontar Yusuf ini tidak dimengerti, kesakralannya tetap diyakini. 

Oleh karena itu para pendengar mocoan kerap menitipkan benda-benda yang terkait dengan hajat mereka untuk diletakkan di bawah lontar yang akan dibaca agar terkabul harapan mereka, misalnya bedak dan sisir, ketika mereka ingin memiliki rupa yang menarik dan memesona sebagaimana Nabi Yusuf. (Sumber: Ensiklopedia NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab AlaSantri, Kajian Islam, Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Rabu, 10 Januari 2018

Ketum PBNU Sampaikan Kuliah Umum Tasawuf di STAINU Jakarta

Bogor, HMI Tegal Kab. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar kuliah umum Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Kuliah yang bertemoat di Kampus B STAINU Jakarta, Parung, Bogor, Jawa Barat itu mengangkat tema “Membangun Peradaban Bangsa dengan Tasawuf”.

Dalam kuliah umum pada (24/12), Kiai Said mengupas secara mendalam seluk-beluk ilmu taswuf serta korelasinya dengan pembangunan peradaban. “Sesungguhnya yang paling utama dan yang terpenting dari manusia adalah hatinya,” kata kiai yang akrab disapa Kang Said ini.

Ketum PBNU Sampaikan Kuliah Umum Tasawuf di STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Sampaikan Kuliah Umum Tasawuf di STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Sampaikan Kuliah Umum Tasawuf di STAINU Jakarta

Hati yang baik, kata Kang Said, secara langsung akan berimbas kepada akhlak yang baik. Maka untuk merawat hati kita membutuhkan piranti yang bernama tasawuf. “Mengamalkan nilai-nilai tasawuf itulah yag saya sebut kemudian sebagai revolusi spiritual,” tutur Kang Said.

HMI Tegal Kab

Ia juga mengatakan bahwa revolusi spiritual lebih penting untuk membenahi bangsa ini dibandingkan dengan revolusi mental. Namun ia menjelaskan bahwa spiritualitas yang baik dapat juga dibangun melalui mental yang sehat.

HMI Tegal Kab

Sebelumnya, Ketua STAINU Jakarta dr. Syahrizal Syarif, PhD mengatakan bahwa kuliah umum STAINU Jakarta sengaja mengabil tema tasawuf. Hal tersebut merupakan respon sivitas akademika STAINU Jakarta yang prihatin dengan semakin lunturnya nilai-nilai tasawuf dalam kehidupan seharai-hari.

“Kami berharap dengan terangkatnya tema ini, segenap sivitas akademika maupun pihak-pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam acara ini kembali menyadari akan vitalnya mengembalikan nilai-nilai tasawuf guna membangun peradaban yang lebih baik dan mapan,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Syahrizal menjelaskan bahwa pemilihan tema dan narasumber ini juga bertepatan dengan momentum pengukuhan guru besar Prof Dr kepada KH Said Aqil Siroj dalam bidang ilmu tasawuf di UIN Sunan Ampel Surabaya beberapa waktu lalu.

“Kiai Said Adalah pakar tasawuf, dan kami percaya pada beliau. Wujud kepercayaan kami adalah dengan meminta beliau untuk bersedia menjadi narasumber pada kuliah yang memang bertemakan keahlian beliau yaitu Ilmu Tasawuf” tuturnya.

Pada kesempatan itu hadir pelbagai pihak dan pengurus teras PBNU antara lain Bina Suhendra (Bendahara Umum), KH Maksum Machfudz (Ketua PBNU), H. Danial Tanjung (aktivis NU) dan beberapa pejabat daerah kabupaten Bogor dan pengurus PCNU Bogor. (Red: Abdullah Alawi)?

Ketum PBNU Sampaikan Kuliah Umum Tasawuf di STAINU Jakarta

?

Bogor, HMI Tegal Kab

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar kuliah umum Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Kuliah yang bertemoat di Kampus B STAINU Jakarta, Parung, Bogor, Jawa Barat itu mengangkat tema “Membangun Peradaban Bangsa dengan Tasawuf”.

Dalam kuliah umum pada (24/12), Kiai Said mengupas secara mendalam seluk-beluk ilmu taswuf serta korelasinya dengan pembangunan peradaban. “Sesungguhnya yang paling utama dan yang terpenting dari manusia adalah hatinya,” kata kiai yang akrab disapa Kang Said ini.

Hati yang baik, kata Kang Said, secara langsung akan berimbas kepada akhlak yang baik. Maka untuk merawat hati kita membutuhkan piranti yang bernama tasawuf. Mengamalkan nilai-nilai tasawuf itulah yag saya sebut kemudian sebagai revolusi spiritual,” tutur Kang Said.

Ia juga mengatakan bahwa revolusi spiritual lebih penting untuk membenahi bangsa ini dibandingkan dengan revolusi mental. Namun ia menjelaskan bahwa spiritualitas yang baik dapat juga dibangun melalui mental yang sehat.

Sebelum, Ketua STAINU Jakarta dr. Syahrizal Syarif, PhD mengatakan bahwa kuliah umum STAINU Jakarta sengaja mengabil tema tasawuf. Hal tersebut merupakan respon sivitas akademika STAINU Jakarta yang prihatin dengan semakin lunturnya nilai-nilai tasawuf dalam kehidupan seharai-hari.

? “Kami berharap dengan terangkatnya tema ini, segenap sivitas akademika maupun pihak-pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam acara ini kembali menyadari akan vitalnya mengembalikan nilai-nilai tasawuf guna membangun peradaban yang lebih baik dan mapan,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Syahrizal menjelaskan bahwa pemilihan tema dan narasumber ini juga bertepatan dengan momentum pengukuhan guru besar Prof Dr kepada KH Said Aqil Siroj dalam bidang ilmu tasawuf di UIN Sunan Ampel Surabaya beberapa waktu lalu.

“Kiai Said Adalah pakar tasawuf, dan kami percaya pada beliau. Wujud kepercayaan kami adalah dengan meminta beliau untuk bersedia menjadi narasumber pada kuliah yang memang bertemakan keahlian beliau yaitu Ilmu Tasawuf ” tuturnya.

Pada kesempatan itu hadir pelbagai pihak dan pengurus teras PBNU antara lain Bina Suhendra (Bendahara Umum), KH Maksum Machfudz (Ketua PBNU), H. Danial Tanjung (aktivis NU) dan beberapa pejabat daerah kabupaten Bogor dan pengurus PCNU Bogor.? ?

?



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ulama, Pondok Pesantren, Meme Islam HMI Tegal Kab

Minggu, 07 Januari 2018

Dukung Mendukung dalam Pilgub Dibolehkan hanya Atas Nama Pribadi

Kendal, HMI Tegal Kab. Dukung mendukung calon gubenur dan wakil gubenur menjelang Pilgub Jateng 2008 yang akan dilaksanakan 22 Juni mendatang tidak akan merusak Khittah NU sepanjang dilakukan secara perorangan atau pribadi, bukan secara organisatoris. Warga NU yang mendukung M Adnan tentu tidak bisa dipersoalkan. Justru kalau M Adnan tidak didukung warga NU itu menjadi pertanyaan.

Demikian disampaikan KH Zuhri Ikhsan saat acara konsolidasi Tim Kemenangan Muhammad Adnan (TKMA) tingkat kabupaten Kendal di rumah makan Salsabil Brangsong, Senin (19/5) lalu.

Dukung Mendukung  dalam Pilgub Dibolehkan hanya Atas Nama Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dukung Mendukung dalam Pilgub Dibolehkan hanya Atas Nama Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dukung Mendukung dalam Pilgub Dibolehkan hanya Atas Nama Pribadi

“Orang NU yang tidak mendukung calon dari NU itu orang bodoh,” tegas kyai asal  Kaliwungu itu seperti dilaporkan oleh kontributor NU online, Fahroji.

HMI Tegal Kab

Sementara itu ketua TKMA kabupaten Kendal MH Mustamsikin, M.PdI yang juga wakil ketua PCNU Kendal mengatakan bahwa secara organisasi NU tetap netral. Kalau toh dalam  forum tersebut banyak hadir para ketua MWCNU se-kab. Kendal itu kapasitasnya sebagai pribadi warga NU. “Yang mengundang  bukan NU tetapi TKMA, undangannya juga bukan kepada ketua MWCNU, tetapi kepada perorangannya,” terangnya.

HMI Tegal Kab

Dalam acara konsolidasi TKMA yang dihadiri oleh pengurus TKMA tingkat kecamatan se-Kab. Kendal itu Mustamsikin banyak menjelaskan kronologi seputar pencalonan Adnan sebagai cawagub Jateng mendampingi Bambang Sadono yang diusung oleh partai Golkar.

Menurutnya pencalonan Adnan sudah melalui beberapa tahapan pertemuan. Mulai pertemuan Tanfidziyah PCNU se Jateng dalam Mukerwil PWNU di PP Al Itqon Tlogosari Semarang tanggal 14-15 Juli 2006 sampai dengan pertemuan PWNU dan PCNU se-Jateng di 6 eks Karesidenan Juli –Agustus 2007

Dari pertemuan-pertemuan yang jumlahnya tidak kurang dari enam kali pertemuan itu sepakat merekomendasikan H Muhammad Adnan untuk maju sebagai calon wakil Gubenur mendampingi H Bambang Sadono.  Dikatakan pula bahwa  hasil itu merupakan proses panjang yang melibatkan PWNU dan PCNU se-Jateng.

Lebih lanjut Mustamsikin juga menjeleaskan bahwa majunya Adnan berdasarkan surat PWNU Jateng No. PW. II/0589/A/XII/2007 yang isinya memberikan ijin dan rekomendasi persetujuan kepada Drs H Muhammad Adnan, MA selaku ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama jawa Tengah untuk: Pertama, maju dan mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubenur Jawa Tengah 2008 sebagai calon wakil Gubenur. Kedua, memenuhi permintaan/menerima lamaran untuk menjadi wakil gubenur dari calon Gubenur H. Bambang Sadono melalui partai Golkar.

Dalam konsolidasi yang juga  dihadiri  Mbah Dim ( KH. Dimyati Rois )  ketua PCNU Kendal Drs HM Ali Hasan, Msi, anggota  DPR RI dari fraksi Golkar Drs H Mujib Rohmat itu farum memutuskan untuk segera melakukan konsolidari sampai ketingkat akar rumput. (fhj)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, Syariah HMI Tegal Kab

Selasa, 02 Januari 2018

Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now

Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now

Surabaya, HMI Tegal Kab. Generasi milenial adalah mereka yang lahir tahun 1980 hingga 2000, yang juga dikenal sebagai generasi Y. tentu saja di dalamnya ada elemen santri.

Demikian disampaikan Wakil Ketua LTN PWNU Jawa Timur Wasid Mansyur, Jumat (27/10) saat dihubungi via WhatsApp.

Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now

Dengan memaparkan hasil yang didapat salah satu lembaga riset, angka generasi milenial tersebut mencapai 81,27 juta jiwa dan disusul generasi berikutnya yakni 68,02 juta jiwa. "Ini artinya bahwa masa depan bangsa Indonesia ditentukan generasi muda yang mendominasi jumlah penduduk seluruhnya," kata Dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Sadar akan dominan dan menentukannya generasi ini bagi masa depan bangsa, diperlukan langkah serius agar mereka mampu membawa angin perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. "Membawa udara segar bagi bangsa Indonesia yang telah berumur tujuh puluh dua tahun," tegasnya.

HMI Tegal Kab

Dalam pandangan seorang doktor muda ini, Momentum Hari Santri Nasional hendaknya tidak semata perayaan seremonial tahunan. "Namun yang mendesak adalah mengingatkan generasi milenial ini makna Resolusi Jihad yang pernah digagas sejumlah ulama dan kiai, khususnya pendiri NU, Hadlratussyekh KH Hasyim Asyari," ungkapnya.

Karena dalam pandangannya, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap terbawa di sanubari santri yang notabene sebagai bagian tak terpisahkan dari generasi muda. Santri milenial juga harus cerdas menggunakan sejumlah sarana termasuk media sosial untuk menyebarkan konten berkualitas dan bernada damai. "Inilah Resolusi Jihad zaman now yang kita gelorakan," ungkapnya.

"Dalam suasana peringatan Hari Santri Nasional inilah, kami mengajak sejumlah kalangan untuk menyadari tantangan berat yang kini ada di depan mata," sergahnya. Karenanya, lewat forum diskusi Cangkir 9, beberapa pegiat media dan literasi dihadirkan untuk membincang persoalan ini.

Dalam acara nanti cangkir Sembilan akan Fauzi Priambodo pengusaha, RN Bayu Aji seorang akademisi dan sejarah muda, Chafid Wahyudi pegiat literasi, Syaifullah Ahmad Nawawi Redaktur Pelaksana Majalah Aula, M Zikky akademisi dan Santri Techno Community, Ahmad Karomi Pengasuh Santri Zaman Now, Dodik Nurcahyo, Najih Ramadhan, serta praktisi media TV, Said Hudaini.

HMI Tegal Kab

Wasid berharap dengan kehadiran para narasumber, menjadi nilai lebih dari diskusi yang akan berlangsung di Giant Maspion Square Surabaya, Sabtu (28/10) besok. "Mari bersama ikut merayakan momentum ini yakni dengan mulai dari diri sendiri yakni dengan berbagi konten berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan," harapnya. Semua pihak tidak perlu saling hujat karena ketenangan sebenarnya sangat dirindukan di masa-masa penuh hoax seperti saat ini, lanjutnya.

Diskusi yang terbuka untuk umum tersebut dimeriahkan penampilan stand up comedy khas santri, juga iringan musik Santri Urban Community. Yang tidak kalah menarik yakni lantunan dzikir sebelum kegiatan dimulai. "Silakan hadir dengan membawa serta keluarga dan sahabat, apalagi kegiatan diselenggarakan di akhir pekan," pungkasnya. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah, Meme Islam, Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Minggu, 24 Desember 2017

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

Jombang, HMI Tegal Kab. Pengurus Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur mengajak setiap divisi kepengurusan agar lebih kreatif dengan adanya basecamp ranting IPNU-IPPNU setempat, khususnya dibidang kerajinan tangan dan pengembangan bakat lainnya.

Sebelumnya, mereka telah merutinkan kegiatan kerajinan tangan membuat aksesoris setiap pekan kurang lebih selama dua bulan terahir sebelum adanya basecamp. Dalam perkembangannya hasil kerajinan inimampu menarik beberapa pedagang aksesorisuntuk menjadi pelanggan mereka, bahkan tidak kurang dari 10 orangsetiap pekan.?

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

“Kita sebelumnya memang sudah intensif mengadakan kerajinan tangan membuat aksesoris. Ya lumayan, hasilnya juga memuaskan dan banyak pedagang-pedagang yang sudah mulai memesannya,” kata Lila Aiziyah, Ketua PR IPPNU Mojoduwur, kepada HMI Tegal Kab saat dihubungi, Ahad (6/12).

HMI Tegal Kab

Ia berharap keberadaan basecamp itu menjadi motivasi tersendiri bagi semua anggota dan pengurus ranting lebih aktif dan sungguh-sungguh dalam menjalankan program-programnya. “Selama ini yang menjadi prioritas kita adalah basecamp. Basecamp kita sudah punya, tugas kita sekarang adalah memanfaatkannya sebaik mungkin, termasuk menjalankan program-program kita ke depan,” ungkapnya.

Kantor IPNU-IPPNU ini diresmikan pada Ahad pagi, (6/12/2015) bersama segenap pengurus ranting Kecamatan Mojowarno. Sebelum diresmikan mereka memanjatkan doa dan tahlil bersama kemudian dilanjutkan dengan acara tumpengan (makan bersama). “Semoga dengan adanya basecamp ini kita bisa rutin dan semangat menggagas ide-ide dalam berkarya,” harapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Sejarah, Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Kamis, 14 Desember 2017

Pameran Pendidikan Islam Bertujuan Promosikan Islam Damai

Tangerang Selatan, HMI Tegal Kab. Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menyelenggarakan acara Pameran Pendidikan Islam Internasional di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang Selatan, Banten, dari 21 hingga 24 November. 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin menyebutkan, Indonesia memiliki karakteristik tersendiri, berbeda dengan negara-negara lainnya, karena Islam di Indonesia berkembang di sebuah negara yang sangat majemuk baik budaya, etnik, tradisi, dan agama. 

Menurut dia, pendidikan Islam Indonesia banyak melahirkan ulama yang toleran. Mereka menghargai perbedaan dan perubahan. 

Pameran Pendidikan Islam Bertujuan Promosikan Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pameran Pendidikan Islam Bertujuan Promosikan Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pameran Pendidikan Islam Bertujuan Promosikan Islam Damai

“Tidak seperti di Arab Saudi misalnya, dimana Institusi pendidikan Islam melahirkan ulama yang konservatif,” kata Kamaruddin seperti dikutip thejakartapost, Selasa (21/11).

Kamaruddin menerangkan, sebagian besar umat Islam di Indonesia adalah moderat, cinta damai, dan memiliki semangat toleransi yang tinggi serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

HMI Tegal Kab

“Kita (Muslim Indonesia) menghargai nilai-nilai kesetaraan gender, satu dari isu yang menjadi perhatian masyarakat Barat,” jelasnya.

Pameran akan diikuti oleh dua ratus peserta yang terdiri dari institusi dan partner baik dari dalam maupun luar negeri. Pameran ini bertujuan untuk mempromosikan pendidikan Islam di Indonesia kepada masyarakat internasional bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi destinasi pendidikan Islam dan pusat peradaban Islam.

Kamaruddin menjelaskan, acara pameran ini juga diharapkan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat Indonesia dan internasional bahwa nilai-nilai Islam Indonesia sejalan dengan perubahan, modernitas, kemajuan, dan demokrasi. (Red: Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Selasa, 05 Desember 2017

Tebarkan Perdamaian Melalui Jejaring Sosial

Cirebon, HMI Tegal Kab. Betapa luar biasanya penyebaran informasi melalui internet, terlebih melalui pemanfaatan jejaring sosial-media. Maraknya penggunaan situs pertemanan sebagai tempat untuk mempermudah komunikasi, menjalin relasi, serta menangkap dan menyebarkan informasi menjadi hal penting untuk diperhatikan sekarang ini.

Tebarkan Perdamaian Melalui Jejaring Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Tebarkan Perdamaian Melalui Jejaring Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Tebarkan Perdamaian Melalui Jejaring Sosial

Jika tidak dapat memanfaatkan dengan baik sebuah media yang masih terbilang baru itu, maka sosial media juga tak jarang melahirkan dampak-dampak negatif dan merugikan penggunanya. Seperti permusuhan, adu domba, sarana penyebar kebencian, bahkan mendorong sebuah tindak kekerasan terjadi di dunia nyata.

Demikian disampaikan Safi Alielha, pemimpin redaksi HMI Tegal Kab saat berkesempatan untuk menyampaikan materi dalam workshop bertema “Sosial-Media Untuk Kemanusiaan” yang digelar oleh komunitas Gusdurian Cirebon, di Gotrasawala Center, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon. Sabtu (27/4).

HMI Tegal Kab

“Jejaring sosial-media di internet adalah semacam ? tempat ? berkumpul hampir setiap orang, dan yang dimaksud berkumpul adalah mempertemukan orang-orang, sebagaimana almarhum Gus Dur yang telah menjadi sosok yang paling banyak mengkonsolidasikan ruangan, maka kita teruskan perjuangan ? almarhum ? dengan menggunakan peluang internet sebagai media untuk menebarkan nilai-nilai kemanusiaan untuk perdamaian,” papar pria yang biasa disapa Savic tersebut.

HMI Tegal Kab

Savic juga menambahkan, kampanye untuk kemanusiaan mengandung pelbagai hal yang mesti dilakukan, yang paling mencolok dan membutuhkan sebuah kerja keras adalah saat meredam sebuah tindak kekerasan sebuah kelompok yang saat itu terjadi, selebihnya turut mengawal masyarakat dunia maya untuk secara terus menerus menebar pesan-pesan perdamaian.

“Pesan penting yang harus disebarkan demi redamnya sebuah konflik itu harus dikemas dengan baik, dibutuhkan sebuah penyampaian konten dan materi yang menarik, sehingga akan banyak orang yang terlibat untuk membaca dan menangkap pesan tersebut, dalam hal ini memang dibutuhkan sebuah akurasi, strategi, dan pembelajaran kasus yang mendalam, agar perjuangan itu tidak setengah-setengah,” tambah Savic.

Sebelumnya, Ahmad Rovahan, direktur program JINGGA Media juga menyampaikan tentang pentingnya pemanfaatan sosial-media untuk sebuah pembelaan dan perlindungan kaum lemah. Dalam kesempatan tersebut dia menceritakan beberapa pengalamannya dalam memulangkan dan mengusahakan perlindungan terhadap beberapa tenaga kerja Indonesia (TKI) yang memiliki masalah di luar negeri melalui jejaring sosial di internet.

“Sebagian isi dari nilai-nilai kemanusiaan adalah melakukan upaya pembelaan dan perlindungan terhadap pihak-pihak yang membutuhkan, masih banyak di luar sana saudara-saudara kita yang mengharap sebuah gerakan pembelaan dan perlindungan, dan yang paling mudah tapi sangat berdampak untuk kita lakukan sekarang ini adalah dengan memanfaatkan jejaring sosial di internet semacam ini,” jelas Rovahan.

Workshop tentang pemanfaatan ? sosial-media untuk menebar nilai-nilai kemanusiaan ini dihadiri oleh 40-an peserta yang didelegasikan oleh pelbagai komunitas di Cirebon, Indramayu, dan Kuningan. Turut hadir sebagai peserta dalam workshop tersebut antara lain perwakilan dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) kabupaten Indramayu, pimpinan cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten Cirebon.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Senin, 04 Desember 2017

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman

Jakarta, HMI Tegal Kab. Ketua Umum Pegurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengingatkan para pemudik dapat bersikap bijak saat berada ke kampung halaman. Kebudayaan di kota urban belum tentu sesuai dengan norma kehidupan di pedesaan.

“Akhlak harus tetap dijaga,” imbau Kang Said saat melepas sekurangnya 1.500 peserta ‘Mudik Bareng NU 1433 H’ dari DKI Jakarta dan sekitarnya, Ahad (12/8), di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman

Terdapat 29 bus mengantar pulang para pemudik ke berbagai daerah di sepanjang  Pulau Jawa, seperti Banyuwangi, Situbondo, Surabaya, Bojonegoro, Jombang, Mediun, Solo, Yogyakarta, Tegal, dan lain-lain.

HMI Tegal Kab

Masa yang cukup lama sebagai perantau, lanjutnya, tak lantas membolehkan seseorang menerapkan begitu saja gaya hidup yang ada di kota. Sebaliknya, masyarakat seyogianya cerdas mengambil hikmah dari perbandingan antara kehidupan kota dan kehidupan desa.

HMI Tegal Kab

Menurut Kiai asal Cirebon ini, mudik adalah ajang silaturahmi, menyambung ikatan persaudaraan bersama orang-orang di kampung halaman. “Mudik harus diniati silaturahim, menyambung persaudaraan, bukan pamer jaket, pamer kemeja, pamer HP, atau lainnya,” tegasnya.

Kang Said dalam kesempatan itu tampak sangat gembira dapat meringankan beban para pemudik. Program mudik gratis ini adalah kali kedua yang diselenggarakan PBNU melalui PP LTMNU bersama Bank Mandiri. Jika tahun lalu PBNU memberangkatkan 22 bus, maka kali ini 29 bus.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Rabu, 11 Oktober 2017

Hukum Berzakat untuk Masjid

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail HMI Tegal Kab yang kami hormati. Bahwa masjid di kampung kami sedang dalam tahap renovasi besar-besaran karena memang sudah sangat tua. Tentunya hal ini sangat membutuhkan biaya yang tidak kecil. Yang ingin kami tanyakan adalah bagaimana hukum berzakat untuk masjid. Atas jawabannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Tarno/Pemalang)

Jawaban

Hukum Berzakat untuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Berzakat untuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Berzakat untuk Masjid

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa zakat adalah salah satu rukun Islam. Muslim yang memang sudah memenuhi ketentuan diwajibkan menunaikan zakat.

HMI Tegal Kab

Lantas didistribusikan kepada siapa zakat tersebut? Dalam konteks pendistribusian zakat, Al-Qur`an dengan gamblang menyebutkan delapan golongan yang berhak mendapatkan zakat.

HMI Tegal Kab

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sesungguhnya zakat hanya untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (muallaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Mahamengetahui, Mahabijaksana,” (QS At-Taubah [9]: 60).

Dari ayat ini maka kita dapat memahami bahwa ada delapan golongan yang berhak menerima zakat. Dan dari ke delapan golongan tersebut tak satu pun menyebutkan tentang masjid. Dari sini kemudian kita bisa mengerti kenapa zakat tidak boleh didistribusikan untuk pembangunan masjid. Inilah yang menjadi pendapat empat imam madzhab, yaitu imam Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Imam empat madzhab telah sepakat bahwa tidak boleh mendistribusikan zakat untuk pembangunan masjid atau mengafani orang mati,” (Lihat Abdul Wahhab Asy-Sya’rani, Al-Mizanul Kubra, Indonesia, Darul Kutub Al-Islamiyyah, juz II, halaman 13).

Namun kendati demikian, pendapat tersebut bukan berarti serta merta sepi dari penyangkalan. Ada saja kalangan yang menyatakan bahwa diperbolehkan untuk memberikan zakat ke masjid. Argumentasi yang dibangun untuk menguatkan padangan ini adalah terletak pada pemahaman makna “fi sabilillah” (untuk jalan Allah) dalam ayat di atas.

Menurut pandangan ini, firman Allah “fi sabilillah” dilihat dari sisi zhahirul lafzh-nya tidak hanya membatasi (al-qashar) pada orang-orang yang berperang. Maka atas dasar inilah, diajukan nukilan Al-Qaffal dari pendapat sebagaian pakar hukum Islam yang menyatakan bahwa boleh mendistribusikan zakat kepada pelbagai sektor kebaikan, seperti mengafani orang mati, membangun benteng, dan memperbaiki masjid.

? ? ? ? ? ? : {? ? ?} ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : {? ? ?} ? ? ?.

Artinya, “Ketahuilah, bahwa zhahir lafazh dalam firman Allah SWT: “fi sabilillah” tidak mengandung kepastian hanya mencakup setiap orang yang berperang. Atas dasar pengertian ini, maka Al-Qaffal menukil pendapat—dalam tafsirnya—dari sebagian pakar hukum yang membolehkan mendistribusikan zakat ke semua sektor kebaikan seperti mengkafani orang mati, membangun benteng, dan memperbaiki masjid. Sebab, firman Allah swt: “fi sabilillah” adalah bersifat umum mencakup semuanya,” (Lihat Fakhruddin Ar-Razi, Mafatihul Ghaib, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1419 H/1998 M,? juz X, halaman 127).

Berangkat dari penjelasan di atas maka dalam status hukum zakat ke masjid ada dua pendapat. Pendapat pertama yang dipegang oleh empat imam madzhab menyatakan tidak boleh zakat untuk pembangunan masjid. Sedangkan pendapat kedua ada memperbolehkannya.

Namun sayangnya Al-Qaffal sebagai ulama yang menukil dari sebagian fuqaha` tidak menyebutkan dengan jelas siapa para fuqaha` yang memiliki pendapat tersebut. Kendati demikian, pendapat ini dapat dipertimbangkan dalam kondisi tertentu semisal di suatu kampung tidak ada orang yang mau menyumbang untuk pembangunan masjid padahal masjid tersebut sudah tidak layak dan harus diperbaiki.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan jelas. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tokoh, Pondok Pesantren, Olahraga HMI Tegal Kab

Selasa, 22 Agustus 2017

Sepuluh Tahun Warga Gelar Istighotsah di Kantor PBNU

Jakarta, HMI Tegal Kab. Bila kita berkunjung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 154, Jakarta, tiap Rabu pada minggu keempat saban bulan, ratusan warga akan terlihat sedang duduk bersila di Masjid An-Nahdlah begitu sembahyang jamaah isya’ usai.

Sepuluh Tahun Warga Gelar Istighotsah di Kantor PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepuluh Tahun Warga Gelar Istighotsah di Kantor PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepuluh Tahun Warga Gelar Istighotsah di Kantor PBNU

Mereka yang sibuk merapalkan doa-doa, shalawat, dan ayat-ayat al-Qur’an itu datang dari daerah Jakarta dan sekitarnya. Sebagian merupakan jamaah dari majelis taklim tertentu, ada yang dari pesantren, serta banyak pula warga umum yang memang senang mengikuti majelis dzikir dan pengajian.

Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) memang memfasiltiasi kegiatan bertajuk “Istighotsah dan Pengajian Bulanan” ini sebagai forum silaturahim, penguatan rohani, juga sarana menimba ilmu.

HMI Tegal Kab

Selepas istighotsah, jamaah akan menyimak sekaligus bisa berdiskusi dengan para mubaligh yang dihadirkan. Beberapa ulama luar negeri pernah duduk lesehan bersama Nahdliyin dalam forum ini, di antaranya Syaikh Muhammad Utsman asal Palestina dan Syekh Khalil ad-Dabbagh dari Lebanon.

Menurut salah satu pengurus Pengurus Pusat LDNU, Bukhori Muslim, kegiatan ini telah dilaksanakan sejak sepuluh tahun silam. “Sudah ada sejak era Gus Dur. Persisnya saat kepemimpinan Kiai Nuril Huda (mantan Ketua PP LDNU),” ungkapnya usai acara Istighotsah dan Pengajian Bulanan, Rabu (25/3) malam.

HMI Tegal Kab

Tiap istighotsah, lanjut Bukhori, masjid PBNU selalu penuh jamaah hingga meluber ke halaman. “Banyak kiai dan habaib datang turut menyemarakkan kegiatan bulanan itu,” ujarnya.

Selain segenap pengurus LDNU, hadir pula dalam acara Rabu tadi malam pengasuh Pondok Pesantren al-Mishbah Jakarta, KH Misbahul Munir. Dalam ceramahnya, Kiai Misbah menjelaskan tentang keutamaan berdoa dan dzikir bersama.

“Dalam kitab al-Tibyan, diceritakan ada sekelompok orang berdoa kemudian ada yang mengamini, itu sangat dianjurkan. Yustahabbu khudhuru majlisi khatmil Quran,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Kiai Misbah, Rasulullah SAW justru mengimbau orang-orang yang haid untuk turut serta dalam majlis itu, untuk mengharapkan berkah doa dari kaum muslimin. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Senin, 12 Juni 2017

LD PWNU Kalbar Resmi Dikukuhkan

Pontianak, HMI Tegal Kab

Pengurus Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) Kalimantan Barat resmi dilantik Rabu, (15/11) pagi bertempat di Hotel Dangau Pontianak. Acara ini dirangkai dengan Halaqah Kebangsaan serta peresmian secara simbolis kantor Sekretariat LD PWNU Kalimantan Barat yang terletak di Desa Arang Limbung Kabupaten Kubu Raya.

Halaqah Kebangsaan ini dimaksudkan  untuk menegaskan keutuhan NKRI adalah sesuatu yang substansi. NU hendaknya senantiasa berperan menjaga Islam wasatiyah di tengah-tengah hegemoni pergulatan ideologi serta menjaga netralitas.

LD PWNU Kalbar Resmi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
LD PWNU Kalbar Resmi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

LD PWNU Kalbar Resmi Dikukuhkan

Ketua LD PWNU Kalimantan Barat, Saifuddin Herlambang mengatakan LD PWNU Kalbar akan menyediakan lahan sebagai sarana dakwah NU Kallbar.

"Kita juga berencana membuat pesantren teknik LDNU serta mengaktifkan pengurus LD di tingkat cabang," tambahnya.

Selain itu, pelatihan dai cyber serta pelatihan kader dakwah yang akan melibatkan para dai Nahdliyin di Kalimantan Barat akan digelar dalam waktu dekat.

"Kami mohon dukungan kepada segenap komponen dalam rangka terselenggaranya rencana kegiatan ini," lanjut pria lulusan doktoral bidang Tafsir UIN Jakarta.

HMI Tegal Kab

Sekda Kubu Raya H. Odang Prasetyo menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada LD PWNU Kalbar yang telah memilih Kubu Raya sebagai salah satu lokasi pusat kegiatannya.

"LD PWNU dan Pemerintah Kubu Raya harus ada sinergi karena mayoritas penduduk di Kabupaten Kubu Raya adalah Nahdiyin," ungkap Odang.

Dikatakan Odang, LD PWNU adalah salah satu lembaga yang punya tugas dan tanggung jawab menjaga hubungan baik antara Islam dan kebangsaan.

"Hendaknya kegiatan halaqah kebangsaan menjadi sarana mewujudkan terciptanya kedamaian dan kerukunan antar sesama ," harapnya.

HMI Tegal Kab

Rais Syuriah PWNU Kalbar H. Syahrul Yadi mengatakan, akhir-akhir ini trend NU Kalimantan Barat mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan mulai bergeraknya pengurus lembaga termasuk LD PWNU.

"Melalui LD PWNU mewarisi semangat dakwah Nabi juga bisa berkiprah dan berkontribusi dalam mengembangkan NU di Kalimantan Barat. LD PWNU adalah ruh dakwah di NU," tegasnya. 

Menurut Kiai Syahrul Kalimantan Barat mempunyai modal besar yakni masyarakat Muslim di Kalimantan barat rata-rata berkultur NU.

"Ini tentu adalah modal dasar yang bisa digarap oleh LD PWNU. Selain itu modal spirit serta dukungan masyarakat Kalimantan Barat terhadap kehadiran NU sangat besar," tambah dia. 

LD PWNU juga memiliki pekerjaan besar khususnya dalam mengatasi fenomena terkikisnya amaliyah-amaliah NU di  masyarakat. LD PWNU harus terlibat aktif dalam menjaga kesepakatan permanen bersama pemerintah yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, serta NKRI.

Sementara itu, Ketua LD PBNU KH Maman Imanul Haq menyampaikan beberapa hal terkait prinsip dakwah. Mengutip QS an Nahl 125 Kiai Maman mengatakan berdakwah dilakukan dengan mengajak, bukan mengejek; merangkul, bukan nyinyir.

"Orientasi dakwah kita adalah kepada jalan Tuhan (sabilillah rabbika) yang penuh dengan hikmah," tandas Kiai Maman.

Ia menekankan LD PWNU Kalbar juga harus terlibat dalam dakwah yang menyasar generasi milenial.

"Karena generasi milenial adalah generasi muda yang rasional. Kita perlu mengubah mindset dakwah kita," pungkasnya. (Ahmad Fauzi Muliji/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Kamis, 23 Juni 2016

Gusdurian Pontianak Ajak Jurnalis Tangkal Radikalisme

Pontianak, HMI Tegal Kab - Jaringan Gusdurian mengadakan Workshop Jurnalis Gusdurian untuk kampanye kontraekstremisme, Jumat (8/9), di Hotel Kini Pontianak, Kalimantan Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh para jurnalis baik media cetak maupun online di Kalimantan Barat.

Hadir dalam lokakarya hasil kerja sama dengan International NGO Forun For Indonesia Development ini, Alissa Wahid selaku koordinator Jaringan Nasional Gusdurian serta Direktur HMI Tegal Kab Safi’ Alielha.

Gusdurian Pontianak Ajak Jurnalis Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Pontianak Ajak Jurnalis Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Pontianak Ajak Jurnalis Tangkal Radikalisme

Alissa dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi tren eksklusivisme beragama yang memiliki dampak pada problem kewarganegaraan. Fenomena ini kemudian termanifestasi dalam sentimen politik.

HMI Tegal Kab

“Kita juga hari ini diharapakan kepada dua tantangan besar yakni terorisme dan intoleransi berbasis agama. Dalam konteks Indonesia persoalan terorisme masih dapat ditangani. Namun, pada persoalan intoleransi beragama inilah yang menyebabkan perubahan sosial yang sangat kencang dan sangat menggangu demokrasi,” ujarnya.

Oleh karena itu peran jurnalis media sangat diperlukan dalam merespon situasi ini serta mencari solusi dalam upaya menyelesaikan persoalan tersebut.

HMI Tegal Kab

Kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan hasil riset dan survei mengenai persepsi pemuda tentang radikalisme dan ekstremisme yang berlangsung di enam kota serta pemetaan sosial media terkait narasi-narasi dan radikalisme. (Fauzi Muliji/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pondok Pesantren, AlaNu HMI Tegal Kab

Senin, 25 April 2016

Teladani Sang Mursyid, TQN DKI Peringati Hari Kemerdekaan RI

Jakarta, HMI Tegal Kab

Yayasan Serba Bakti (YSB) Pondok Pesantren Suryalaya Korwil DKI Jakarta atau TQN Jakarta Selasa (16/08) malam? ini menyelenggarakan peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia? ke-71. Kegiatan yang dihelat di TQN Center Masjid Al-Mubarak, Rawamangun, Jakarta Timur ini akan dimulai dengan shalat maghrib berjamaah hingga pukul 22:00 wib.

Ketua Korwil DKI Jakarta KH Wahfiudin Sakam menyampaikan, peringatan hari kemerdekaan RI diadakan sesuai imbauan Pengemban Amanah dan Sesepuh Pesantren Suryalaya, KH. Zaenal Abidin Anwar.

Teladani Sang Mursyid, TQN DKI Peringati Hari Kemerdekaan RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladani Sang Mursyid, TQN DKI Peringati Hari Kemerdekaan RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladani Sang Mursyid, TQN DKI Peringati Hari Kemerdekaan RI

"Kehadiran kita sebagai ‘abdullah (hamba Allah) sekaligus khalifatullah (wakil Allah) membuat kita, selain harus giat beribadah, juga bertanggung jawab atas bangsa dan negara kita," tutur Wahfiudin.

HMI Tegal Kab

Ia menambahkan bahwa mendiang mursyid Thariqah Qadiriyah wan Naqsabandiyah (TQN) Abah Sepuh dan Abah Anom sangat menaruh perhatian terhadap perjalanan bangsa Indonesia. "Sehingga sangat akrab kita kenang pesan beliau-beliau untuk taat kepada agama dan negara," ujarnya.

HMI Tegal Kab

Berdasarkan undangan yang HMI Tegal Kab terima, acara akan diawali dengan Shalat Lisyukrin Nikmat sebanyak dua rakaat selepas shalat maghrib. Selanjutnya selepas shalat isya akan digelar renungan dan diskusi dengan tema "Kita dan Kebangsaan Indonesia" bersama Zainul Milal Bizawi, penulis buku Laskar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad serta buku Masterpiece Islam Nusantara (Sanad dan Jejaring Ulama-Santri 1830-1945).

"Silahkan hadir, kegiatan ini terbuka untuk umum. Info detail bisa hubungi Ust. Handri di 0812-9679-534," tutur Wakil Ketua Komisi Pendidikan & Kaderisasi MUI Pusat ini. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Senin, 18 Agustus 2014

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok

Pasuruan, HMI Tegal Kab - Bentuk stan pameran pada acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) Gerakan Ayo Mondok 2016 yang diinisiasi PP Rabithah Maahid Islamiyah NU kali ini terlihat mirip dengan masjid Jinggo yang bergaya Tiongkok. Di atas bangunan stan terlihat tulisan berlafal “Allah”. Silatnas sendiri berlokasi di area Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jumat-Ahad (13-15/5).

Ketua panitia lokal KH Ahmad Taufik (Gus Taufik) mengatakan, "Itu temanya Masjid Jinggo, salah masjid Pandaan yang dibangun oleh Pemkab Pasuruan.”

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok

Pemkab Pasuruan beberapa tahun lalu membangun masjid dengan arsitektur bergaya China, karena untuk mengabadikan penyebaran Islam di tanah Jawa melalui berapa jinggo yang pernah datang ke Pasuruan. “karena pasukannya, orang-orang pernah ikut memperkuat Islam di Pasuruan," kata Gus Taufik di sela kegiatan pembukaan diskusi terbatas, Sabtu (14/5) siang.

HMI Tegal Kab

Jasa mereka kemudian diabadikan menjadi Masjid Jinggo. Untuk itu pihak panitia mengambil inspirasi pameran itu dari Masjid Jinggo.

Ia menjelaskan, pameran tersebut diikuti 70 stan yang terdiri atas 50 stan berbagai pegawai kecamatan dan dinas-dinas di Pemkab Pasuruan. Sementara 20 stan lainnya diisi oleh komunitas Nahdlatul Ulama.

"Masjid Jinggo ini merupakan ikon masyarakat Pandaan," terangnya.

HMI Tegal Kab

Terlihat mulai awal Silatnas dibuka suasana pameran waktu itu ramai didatangi pengunjung dari berbagai daerah yang ingin melihat-lihat atau membeli produk-produk unggulan kreativitas mereka. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Minggu, 11 November 2012

Pergunu: Orientasi Pendidikan Harus Bermuatan Nilai Luhur Kebangsaan

Jakarta, HMI Tegal Kab. Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) menggelar halaqoh Pendidikan, Senin (5/6) di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat dengan tema "Reorientasi Pendidikan Nasional untuk Pendidikan yang Berkualitas, Adi, dan Merata".

Pergunu: Orientasi Pendidikan Harus Bermuatan Nilai Luhur Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu: Orientasi Pendidikan Harus Bermuatan Nilai Luhur Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu: Orientasi Pendidikan Harus Bermuatan Nilai Luhur Kebangsaan

Narasumber yang dihadirkan adalah dewan pakar dan penasehat PP Pergunu. Salah satunya, Prof Ojat Darojat, Guru Besar dalam bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Universitas Terbuka.?

Dalam keterangan tertulis kepada HMI Tegal Kab, Selasa (6/6) menurut Ojat perlu integrasi nilai-nilai kebangsaan dalam kurikulum pendidikan Nasional, sehingga proses pewarisan nilai luhur bangsa pada generasi berikutnya dapat berjalan secara baik dan benar, serta berkelanjutan.

"Negara bangsa ini telah memiliki sejarah luhur, yang sukses menemukan karakter khasnya, maka nilai luhur tersebut harus terwariskan pada generasi berikutnya. Pengembangan kurikulum harus terus mempertimbangkan nilai kearifan lokal dan ciri khas kebangsaan lainnya,” terang Doktor Curriculum theory and implementation dari Simon Fraser University (SFU) Canada.

HMI Tegal Kab

Untuk itu menurutnya, dalam perspektif mikro, Guru harus menghadirkan pembelajaran yang mampu mengelaborasi kemampuan, minat, dan bakat peserta didik secara baik dan benar dengan muatan bahan ajar yang sesuai dengan karakter budaya bangsa. Salah satu karakter yang harus diperkuat adalah kepedulian (caring).?

"Mewariskan budaya luhur bangsa akan tercapai dengan menghadirkan pembelajaran yang mengandung muatan karakter peduli dan berbagi, atau kita sering kenal dengan gotong royong, dan lainnya. Maka, peserta didik harus terus digali kemampuan kreativitasnya, terus dilatih berbicara, bekerjasama, berinovasi sesuai minat dan bakatnya,” pungkas Ojat yang juga Kepala Lembaga Pengembangan Bahan Ajar, Ujian, dan Sistem Informasi Universitas Terbuka.

Pada kesempatan yang sama, KH Mujib Qulyubi, Dewan Penasehat PP Pergunu mengamanatkan agar Guru Binaan Pergunu menjadi bagian dari solusi kebangsaan. Terutama dalam membendung paham-paham radikalisme dan Islam transnasional yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.?

"Indonesia akhir-akhir ini telah diuji dengan paham Islam radikal, Islam takfiri yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan kita, maka saya berpesan kepada Guru NU agar berperan aktif gerakan tersebut, dengan menghadirkan pembelajaran berdasarkan Islam Ahlussunah wal Jamaah Annahdliyah ? yang rahmatan lil alamin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” terang Mujib Qulyubi yang juga Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia.

Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggi NU, Mohommad Afifi dalam paparan disampaikan menyebutkan bahwa lembaga dan Banom NU yang bergerak di dunia pendidikan harus bekerja sama dalam upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi warga nahdliyin, serta dalam menghadapi tantangan gerakan ekstremis Islam yang cenderung menafikan nilai kebangsaan.

HMI Tegal Kab

"Kita harus bersama, LPTNU, Maarif, RMI, Pergunu dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang berkualitas di lingkungan nahdliyin. Hari juga tantangan kelompok Islam Radikal di Indonesia semakin nyata, apalagi di dunia kampus, maka sinergi untuk melawan itu, sangat dibutuhkan,” ujar Afifi yang juga Kepala Prodi Hukum UNU Indonesia.

Hadir dalam halaqoh yang digelar secara serial setiap satu bulan di antaranya perwakilan Ikatan Guru Indonesia (IGI), Pengurus Pergunu Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jambi, serta beberapa tokoh pendidikan lainnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock