Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Al-Qur’an Terjemahan

Seseorang tamu berjenggot dan celana cingkrang bertamu ke rumah kiai di salah satu pesantren tahfid Al-Qur’an. Ada apa gerangan? Ia mengkritik kiai karena hanya mengajarkan menghafal Al-Quran kepada para santrinya tanpa memahami artinya.

Tamu: Maaf kiai, menurut saya, pesantren Anda tidak mencetak orang pintar cuman bisanya membunyikan Al-Quran!

Kiai: Ya maaf saya bisanya cuman itu.

Tamu: Tapi Kiai.. Kapan umat Islam bisa bebas buta makna Al-Quran kalau pondok ini cuma ngajar apalan doang?

Al-Qur’an Terjemahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Qur’an Terjemahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Qur’an Terjemahan

Kiai: Ya itulah kita harus berbagi tugas! Saya dan santri saya bagian hapalan Qurannya! Dan…. (Kiai terdiam sejenak. Tamu itu juga masih diam.)

Kiai: Dan.. Anda bagian terjemahannya. ? ----(Yahya)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Tokoh, Kajian Islam, Internasional HMI Tegal Kab

Selasa, 06 Februari 2018

Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an

Magetan, HMI Tegal Kab. Kiai Sholikhin menjelaskan, kenduri tahlilan yang biasa dilakukan masyarakat pada hakikatnya adalah dzikir kepada Allah SWT. Dalam Al-Quran dzikir diperintahkkan melalui ayat “fadzkurullaha dzikron kasira”(perbanyaklah dzikir kepada Allah).

Ia menambahkan, dalam tahlilan juga ada bacaan tasbih yang diperintahkan Al-Quran pada ayat “fasabihu bukrota waashila”. Juga shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta bacaan lain yang diperintahkan dalam Al Qur’an.

Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an

Meski demikian, Kiai Sholikhin menganjurkan agar warga masyarakat, khususnya orang NU juga harus menyadari imbauan secara langsung tentang tahlilan di dalam Al Qur’an tidak ada. ”Tidak ada ayat yang mengimbau secara langsung untuk tahlilan misal yaayuhaladzina amanu hallilu tahlillan, tidak ada,” tegasnya pada pengajian di halaman kator PCNU Magetan, Ahad (8/6).

HMI Tegal Kab

Kemudian ia menukil perkataan kiai Mukhtar Syafa’at Blok Agung Banyuwangi yang mengumpamakan tahlilan dan Al Qur’an itu seperti wedang jahe dan air sumur.

HMI Tegal Kab

“Kulo nante mireng dawuhe almaghfurlah kiai Mukhtar Syafa’at nyontoheke sing cocok antarane Al Qur’an karo tahlilan iku koyok banyu sumur karo wedang jahe. Wedang jahe itu tahlilan, Al Qur’an itu air sumur.”

Kiai asal Surabaya tersebut menjelaskan maksud perkataannya, “jika kamu hendak mencari wedang jahe di sumur maka tak akan ketemu sampai kapan pun, tapi sadarilah bahwa wedang jahe ini airnya berasal dari air sumur.”

Hal ini, tambah dia, sama ketika mencari perintah tahlilan di dalam Al Qur’an, maka tidak akan ketemu, namun harus diketahui bahwa isi bacaan tahlilan itu berasal dari perintah Al Qur’an. (?Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Pesantren, Humor Islam HMI Tegal Kab

Minggu, 04 Februari 2018

206 Peserta Ikuti Diklatsar Banser dan Fatser

Banyumas, HMI Tegal Kab. Sebanyak 206 peserta mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser Fatayat Serba Guna (Fatser) di MI Maarif NU 1 Tipar dan aula Balai Desa Tipar, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jumat - Ahad (7-9/4).

Pembina PAC GP Ansor Rawalo, Habib Mahfud, mengatakan, pengkaderan Banser-Fatser di Desa Tipar sedikit berbeda dengan Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) lain. Penanaman ideologi aswaja an-Nahdliyah menghadirkan instruktur dari wilayah dan nasional.

206 Peserta Ikuti Diklatsar Banser dan Fatser (Sumber Gambar : Nu Online)
206 Peserta Ikuti Diklatsar Banser dan Fatser (Sumber Gambar : Nu Online)

206 Peserta Ikuti Diklatsar Banser dan Fatser

"Tujuan kegiatan ini secara prinsip, menanamkan paham aswaja an-Nahdliyah, patriotisme terhadap NKRI. Orang ber-NU itu adalah berislam Ahlusunnah wal Jamaah dan juga bernegara kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Ia menambahkan, kewajiban pengurus Ansor untuk melakukan pengkaderan, karena sesungguhnya Ansor ini adalah organisasi kader, sehingga yang masuk di Ansor harus di kader untuk menjadi kader muda NU.

HMI Tegal Kab

"Karena Ansor adalah organisasi pengkaderan, maka kegiatan diklatsar adalah suatu kewajiban. Ini juga untuk semakin meningkatkan kapasitas anggota dalam rangka mencegah gerakan-gerakan radikal. Ini harus dimiliki oleh setiap kader," ujar Habib Mahfud yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Rawalo.

Pada kesempatan itu, Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Banyumas, Khasis Munandar berpesan, kegiatan Diklatsar Banser ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta.

"Ikutilah kegiatan Diklatsar Banser dengan gembira, ikuti semua rangkaian dari awal hingga akhir. Kami selalu mengingatkan untuk niat ikhlas dalam berjuang di Ansor-Banser, Ansor-Banser tidak butuh kita, tapi kita yang butuh Ansor Banser " tandasnya. (Miftah Ahmad/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Internasional HMI Tegal Kab

Senin, 29 Januari 2018

Kaum Muda NU Diminta Jadi Garda Depan Kemajuan Bangsa

Bandung, HMI Tegal Kab

Peran mahasiswa Nahdlatul Ulama (NU) sebagai kaum muda intelektual yang menjadi estafet ulama akan selalu dibutuhkan oleh masyarakat sebagai generasi yang aktif, inovatif dan kreatif. Sehingga bisa membawa NU dan Indonesia yang akan datang harus lebih baik.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj saat mengisi pembukaan Musyawarah Nasional Ke-2 Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung, Jum’at (22/1).

Kaum Muda NU Diminta Jadi Garda Depan Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Muda NU Diminta Jadi Garda Depan Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Muda NU Diminta Jadi Garda Depan Kemajuan Bangsa

Kiai Said mengajak kaum muda NU untuk memahami berbagai permasalahan yang dihadapi oleh NU dan bangsa Indonesia di masa sekarang dan mendatang. “Harus ada perubahan supaya kalian bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tuturnya dihadapan ratusan mahasiswa NU yang hadir pada acara tersebut.

Sementara itu, Kepala Biro Pelayanan Dasar Setda Provinsi Jawa Barat H Dady Iskandar mengatakan, kehadiran dan peran NU di Jawa Barat sebagaimana dalam Indonesia merupakan komponen yang tidak bisa dipisahkan, apalagi mayoritas kaum muslim di Jawa Barat adalah kaum Nahdliyyin.?

“Baik buruk, jasad maupun ruhnya muslim Jawa Barat yang di dalamnya termasuk kaum Nahdliyyin akan sangat menentukan maju atau mundurnya muslim di Jawa Barat,” ungkapnya membacakan sambutan dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

HMI Tegal Kab

Pihaknya meminta kepada mahasiswa, masyarakat, ulama dan pemerintah untuk senantiasa bahu-membahu menghadapi tantangan Indonesia ke depan. “Sekaligus Keluarga Mahasiswa NU melakukan gerakan untuk menghadirkan tatanan masyarakat madani,” harapnya.

Senada dengan sebelumnya, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat H Eman Suryaman menilai Indonesia kini menghadapi berbagai tantangan global, khususnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang saat ini sudah bergulir.

HMI Tegal Kab

Sehingga Eman meminta kepada kaum muda NU untuk ikut berperan aktif menghadapi tantangan tersebut dengan menggunakan ilmu pengetahuan. “Kita jangan jadi penonton, tapi juga pelaku,” terang pria asal Cirebon itu.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Furqon memaparkan bahwa suatu saat nanti Indonesia akan mengalami bonus demografi yang puncaknya diperkiraan sekitar tahun 2035.

Menurutnya, Indonesia yang kini menempati urutan ke-7 negara dengan kemajuan ekonomi bisa menjadi nomor satu tatkala generasi muda menyiapkan sumber daya manusianya. “Apalagi kader muda NU, harus tampil di depan,” tegas Prof Furqon yang menyambut baik terselenggaranya Munas Ke-2 KMNU di UPI. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sholawat, Internasional, Kajian Islam HMI Tegal Kab

Minggu, 28 Januari 2018

Sarasehan Kebangsaan IPPNU Semarang

Semarang, HMI Tegal Kab. Puluhan pelajar NU mengikuti sarasehan kebangsaan yang diselenggarakan IPPNU kota Semarang di pesantren Al-Asror, Gunungpati, Semarang, Sabtu (27/9). Mereka mengkaji implementasi nasionalisme dalam konteks globalisasi.

Ketua IPPNU kota Semarang Iin mengatakan, sarsehan ini diadakan mengingat pentingnya penanaman sikap dan mental nasionalisme. Menurut Iin, perspektif nasionalisme meningkatkan semangat perjuangan kader NU di bidang agama dan hidup sosial berbangsa dan bernegara.

Sarasehan Kebangsaan IPPNU Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarasehan Kebangsaan IPPNU Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarasehan Kebangsaan IPPNU Semarang

“Jika kader NU tidak memiliki sikap nasionalisme, pasti sedikit demi sedikit peradaban Indonesia akan runtuh. Mari kita bersama-sama tanamkan sikap nasionalisme. Di tangan pemuda sebuah bangsa akan maju,” kata Iin yang kini tercatat sebagai mahasiswi Unisula Semarang.

HMI Tegal Kab

Kader NU memang dituntut memiliki wawasan lebih. “Dengan wawasan yang luas, kita akan bisa memahami kebhinekaan. Sebab  di Indonesia itu ada agama, budaya, dan bahasa yang berbeda-beda,” kata narasumber sarasehan Rizka.

HMI Tegal Kab

Tanpa pengetahuan yang luas, maka warga Indonesia sulit menerima indahnya kebhinekaan di Indonesia.

Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Walisongo ini juga mengimbau peserta sarsehan untuk teguh berjuang. “Jangan jadi kader yang lembek, tidak tahan banting dan tak percaya diri,’’ pungkas dosen berpenampilan menarik itu.  (M Sabiq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Hadits HMI Tegal Kab

Selasa, 23 Januari 2018

Bagaimana Seharusnya Seorang Muslim Menggunakan Media Sosial?

Jakarta, HMI Tegal Kab. Ketua Pokja Cyber MUI Thobib Al-Asyhar mengatakan, media sosial memiliki efek positif tapi juga ada dampak negatifnya, tergantung siapa dan digunakan untuk apa. Lalu bagaimana seharusnya seorang Muslim menggunakan media sosial? Thobib menyebutkan, seorang Muslim harus memperhatikan empat hal ketika bermedia sosial. 

“Pertama, membangun kesadaran siapa sesungguhnya kita. Kalau kita tahu siapa kita, maka kita tidak akan sembarangan membuat status dan komen,” kata Thobib di Jakarta, Kamis (14/12).

Kedua, memahami dosa yang tidak terbatas. Apabila informasi yang disebarkan di media sosial itu tidak benar dan hoaks, maka orang yang menyebarkannya tersebut akan menanggung dosa atas informasi yang tersebar luas tersebut. Bagi Alumni Pesantren Futihiyyah Demak itu, seorang Muslim harus lebih hati-hati dalam bermedia sosial dan menyebarkan informasi.  

Bagaimana Seharusnya Seorang Muslim Menggunakan Media Sosial? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Seharusnya Seorang Muslim Menggunakan Media Sosial? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Seharusnya Seorang Muslim Menggunakan Media Sosial?

“Jika ingin mengorfimasi berita, tanyakan ke orang yang bersangkutan langsung,” tegasnya.

Ketiga, memahami bahwa setiap pikiran dan kata adalah kekuatan. Orang yang memiliki pikiran yang positif, maka hidupnya akan tenang. Begitupun dalam bermedia sosial, seorang Muslim harus menulis status yang positif dan bermanfaat kepada orang lain. 

HMI Tegal Kab

“Jangan hanya curhat dan mengeluh di media sosial,” kata Dosen di Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia itu.  

Keempat, mematuhi adab komunikasi dan menyebarkan berita. Seorang Muslim harus menggunakan adab dan akhlak yang mulia dalam bermedia sosial. (Muchlishon Rochmat)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Fragmen HMI Tegal Kab

Kamis, 18 Januari 2018

Jelang Lebaran, Sejumlah Masjid di Solo Santuni Yatim-Piatu

Solo, HMI Tegal Kab. Menjelang berakhirnya Ramadhan, sejumlah masjid di Solo memberikan santunan kepada para anak yatim piatu. Seperti yang dilakukan oleh takmir Masjid Agung Surakarta, Rabu (23/7) lalu, mereka membagikan bantuan kepada puluhan anak.

Sekretaris Masjid Agung Surakarta Abdul Basyid menjelaskan, momentum menjelang lebaran ini sengaja dipilih, untuk membagi kebahagiaan kepada anak-anak tersebut. “Ya, ini sebagai hadiah untuk lebaran, sekaligus juga dapat dimanfaatkan untuk awal memasuki tahun ajaran baru sekolah,” terangnya.

Jelang Lebaran, Sejumlah Masjid di Solo Santuni Yatim-Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Lebaran, Sejumlah Masjid di Solo Santuni Yatim-Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Lebaran, Sejumlah Masjid di Solo Santuni Yatim-Piatu

Basyid menambahkan, untuk santunan kali ini pihaknya membatasi hanya kepada anak-anak yang berusia maksimal kelas 3 SMP. Ia berharap, dengan adanya bantuan ini menjadi sarana kesuksesan anak.

HMI Tegal Kab

“Semoga mereka menjadi anak yang pintar, dan ke depannya bahkan menjadi orang yang sukses,” ungkap mantan pengurus Gerakan Pemuda Ansor Solo itu.

Harapan tersebut rupanya tak jauh berbeda dengan yang diutarakan panitia Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan di Masjid Tegalsari Solo, di hari yang sama. Mereka berharap dengan adanya santunan secara rutin, dapat memberikan efek yang lebih besar, yakni diharapkan anak-anak tersebut kelak bahkan dapat menjadi orang yang sukses dan ikut menjadi penyantun. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Cerita HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Tingkatkan Kapasitas Penanganan Bencana, LPBI NU Gelar Pelatihan di Sulsel

Makassar, HMI Tegal Kab. Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU) menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas aparatur dalam manajemen menanganan darurat bencana. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh hari, (7-12/5) di Makassar.

Kegiatan ini diikuti oleh 56 peserta, terdiri atas BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kodim, dan Polres, dari Kabupaten Barru, Wajo, Timur Tengah Selatan (TTS), Tana Toraja, dan Toraja Utara. Kegiatan ini juga diikuti oleh BPBD dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Sementara dari komunitas, terlibat sebagai peserta perwakilan LPBI NU Kabupaten Barru dan Kabupaten Wajo, serta perwakilan CWS dari Kabupaten TTS, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama LPBI NU dengan BNPB dan CWS dengan dukungan dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.?

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Sigit Padmono Dewo,M.Si (Kasubdit Peran Organisasi Sosial Masyarakat BNPB), Theodora Eva Y. Aritonang (Han) dan Henrikus Adi Hernanto (Tim PUSDIKLAT BNPB), Agung Wicaksono (Kasi Organisasi Internasional- Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB), Yus Rizal (Direktorat Tanggap Darurat BNPB), Regina Rahadi, Supriyati, dan Theophilus Yanuarto (Tim Master Trainer Incident Command System (ICS), ? Leonardi Sambo (DFAT), dan Reny Sri Ayu (Kompas).

Tingkatkan Kapasitas Penanganan Bencana, LPBI NU Gelar Pelatihan di Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Kapasitas Penanganan Bencana, LPBI NU Gelar Pelatihan di Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Kapasitas Penanganan Bencana, LPBI NU Gelar Pelatihan di Sulsel

Dalam kesempatan ini, Konsulat Jendral Australia di Makassar, Sean Turner menyampaikan rasa bangga atas kerjasama yang telah terjalin antara Pemerintah Indonesia dan Australia, yang di dalamnya melibatkan pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Sementara itu, perwakilan DFAT, Henry Pirade mengatakan bahwa kerjasama dengan LPBI NU sebenarnya merupakan MoU yang kedua. DFAT telah menyetujui kerjasama dengan LPBI NU melalui program yang didalamnya terdapat kegiatan yang mendukung dan meningkatkan kapasitas dukungan ? pemerintah, masyarakat dalam ketangguhan menghadapi bencana. Pelatihan ini akan membahas sistem komando kesiapsiagaan. Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan dan dukungan semua pihak, khususnya aparatur yang terlibat dalam penanggulangan bencana.?

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Syamsibar menyampaikan bahwa hasil kajian indeks risiko di Indonesia sangat tinggi. Poin utama dalam penanggulangan bencana adalah sinergitas untuk membangun komunitas bukan hanya BNPB, tetapi kerjasama semua pihak. Syamsibar menyampaikan apresiasi dan berharap adanya peningkatan sinergitas dan kapasitas stakeholder terkait penanggulangan bencana. Lebih jauh, ia berharap keberhasilan yang dicapai kabupaten Barru, Wajo, Tana Toraja, Toraja Utara, dan TTS dapat dipraktekkan di kabupaten yang lain.?

HMI Tegal Kab

Kegiatan peningkatan kapasitas aparatur dalam manajemen penanganan darurat bencana dibuka oleh Kasubdit Peran Organisasi Sosial Masyarakat BNPB, Sigit Padmono Dewo. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa bencana membutuhkan penanganan yang komprehensif dari semua pihak. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk investasi saat pra bencana, yang diharapkan dapat diimplementasikan saat terjadi bencana. Dalam kegiatan ini diberikan materi sistem komando yang diharapkan dapat menjadi pedoman bagi kabupaten dalam membuat struktur komando tanggap darurat di wilayah masing-masing. Selain itu, di sini akan diberikan materi kaji cepat, membuat posko serta peran lembaga dan masyarakat. Selanjutnya, Sigit menyampaikan pesan kepada BPBD, bahwa koordinasi memang sulit dilakukan, tetapiBPBD harus bisa menggandeng semua pihak. Sigit mengharapkan BPBD bisa merangkul lebih banyak instansi dalam melakukan penanggulanan bencana.

Menurut ? Yayah Ruchyati, Program Manajer Slogan-Steady LPBI NU, pelatihan ini merupakan rangkaian dari program Penguatan Kapasitas Pemerintah dan Masyarakat Lokal dalam Kesiapsiagaan Bencana untuk Respon Bencana yang Cepat dan Efektif (SLOGAN-STEADY) kerjasama LPBI NU dan DFAT Australia. Program ini dilaksanakan sejak Mei 2016 di Barru dan Wajo (Sulawesi Selatan), Kudus dan Jepara (Jawa Tengah). ? Tujuan utama program ini adalah meningkatnya kemampuan kesiapsiagaan pemerintah lokal dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di daerahnya masing-masing, sehingga diharapkan nantinya risiko bencana masing-masing daerah dapat diminimalisir. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Kyai, Internasional HMI Tegal Kab

Sabtu, 13 Januari 2018

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

Jakarta, HMI Tegal Kab. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun selalu menunjukkan angka yang bagus dan melahirkan banyak kelas menengah baru, tetapi sebenarnya siapa yang menikmati pertumbuhan ekonomi tersebut.

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, pertumbuhan ekonomi saat ini hanya dinikmati oleh sekelompok kecil masyarakat Indonesia, sedangkan sebagian besar, tetap terpuruk dalam kemiskinan yang akut. 

“Jadi siapa sebenarnya yang menikmati pertumbuhan ekonomi ini, saya pulang ke kampung saya, orang-orang desa tetap saja miskin dari dulu,” katanya, dalam workshop Ekonomi Konstitusi yang digagas PBNU dalam rangka pra munas, di gedung PBNU, Rabu (14/5).

HMI Tegal Kab

Kekayaan alam, yang seharusnya bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, saat ini toh, hanya dikuasai oleh sekelompok orang berkuasa yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

HMI Tegal Kab

Akibat kesalahan kebijakan ini, kelompok masyarakat yang kaya semakin menjadi kaya sedangkan yang miskin tetap miskin atau makin miskin, padahal agama memerintahkan agar kekayaan tidak dinikmati oleh orang-orang tertentu saja.

“Kita menginginkan banyak warga NU yang menjadi bagian dari kelas menengah,” tandasnya.

Kwik Kien Gie, mantan menko ekonomi era presiden Gus Dur yang menjadi pembicara dalam pertemuan tersebut menjelaskan secara panjang lebar akar permasalahan ekonomi dari sisi filosofis, mulai dari munculnya ideologi kapitalisme pasar bebas yang dikembangkan oleh Adam Smith bahwa ekonomi akan berjalan dengan baik jika peran negara dalam bidang tersebut diminimalkan.

Sayangnya, apa yang disampaikan Adam Smith tersebut tidak sebagus apa yang dibayangkan, terjadi monopoli dan eksploitasi buruh sehingga muncul pemikiran antithesa yang ekstrim dari Karl Mark bahwa seharusnya seluruh kegiatan ekonomi dikuasai oleh negara. 

Pada akhirnya, negara-negara Eropa menyadari bahaya dari kapitalisme pasar bebas, dengan tetap menghargai inovasi dan kreatifitas masyarakat, tetapi di sisi lain, negara juga melindungi masyarakat dengan membuat kebijakan untuk kepentingan publik, seperti pengenaan pajak keuntungan yang tinggi bagi perusahaan sehingga bisa didistribusikan kepada kelompok yang tidak mampu seperti jaminan pansiun, jaminan kesehatan atau jaminan pengangguran. Konsep seperti ini mereka sebut sebagai sistem ekonomi kesejahteraan atau walfare state.

Para founding father Indonesia, menurut Kwik, telah menggariskan sistem ekonomi yang didasarkan atas kerjasama dan hasinya juga dinikmati bersama-sama. Tetapi sayangnya, korporasi asing, dengan segala cara, berusaha “merampok” kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia untuk kepentingan mereka sendiri.

“Sebagai organisasi besar, NU dalam hal ini bisa ikut berperan, suaranya bisa didengar,” tandasnya.

Selain berbicara soal konsep-konsep ekonomi, Kwik juga bercerita tentang dinamika pertarungan konsep ekonomi dalam pemerintah Gus Dur dan tekanan-tekanan yang dihadapi, termasuk bagaimana Gus Dur mensiasati IMF yang menuntut bea masuk nol persen untuk beras dan gula guna menjaga stabilitas sosial di Indonesia sampai akhirnya bisa dikenakan bea 600 rupiah per kg. (mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Santri, Nasional HMI Tegal Kab

Jumat, 12 Januari 2018

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria

Lampung, HMI Tegal Kab 

Panitia Nasional Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU)  2017 menggelar seminar Pra Munas-Konbes di Bandar Lampung, Sabtu (4/11).

Hadir pada acara ini, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin, sejumlah Pengurus PBNU, panitia Munas-Konbes NU 2017, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH RM. Sholeh Bajuri, dan lain-lain. 

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria

Sementara kegiatan Pra-Munas ini diikuti oleh PWNU dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Lampung, PWNU se-Sumatera, PWNU DKI Jakarta, PWNU Banten, dan PWNU Jawa Barat.

Diskusi yang dijadwalkan dari pagi sampai malam hari ini, dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama mengangkat tema Penguatan Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama. Sementara sesi kedua mendiskusikan Reforma Agraria untuk Pemerataan Kesejahteraan Warga.

Hadir sejumlah pembicara, Ketua PBNU H Muhammad Nuh, Aji Hermawan, Gojek /Buka Lapak, Wakil Ketua Umum PBNU H. Mochammad Maksum Machfoedz, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan A. Jalil, dan Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika. 

HMI Tegal Kab

Wakil Ketua Panitia Nasional Munas-Konbes NU 2017 H Robikin Emhas saat membuka acara, mengatakan, tema agraria diangkat karena Indonesia  tidak bisa lepas sebagai negara agraria. Menurutnya, jika reforma agraria, infrastruktur, obat-obatan dan lain-lain dikawal secara baik, kesenjangan akan menurun.

HMI Tegal Kab

"Insyaallah tingkat kesenjangan ekonomi di Indonesia akan berkurang secara signifikan," katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Bahtsul Masail, Pesantren HMI Tegal Kab

Kamis, 11 Januari 2018

Lembaga Pangan PBB Apresiasi NU dalam Peran Kemanusiaan

Jakarta, HMI Tegal Kab. Kepala Perwakilan dan Direktur World Food Programme (WPF) Anthea Webb memberikan apresiasinya untuk Nahdlatul Ulama (NU) dalam perannya di segala bidang termasuk kemanusiaan dan bencana.

Dia menyambangi Kantor PBNU Jakarta, Senin (21/11) untuk mengajak NU bersinergi dan kerja sama dalam penanganan ketahanan pangan, bencana, dan kemanusiaan.

Lembaga Pangan PBB Apresiasi NU dalam Peran Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Pangan PBB Apresiasi NU dalam Peran Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Pangan PBB Apresiasi NU dalam Peran Kemanusiaan

Ditemui langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan pengurus PBNU lain, Webb menyampaikan bahwa dalam mencegah dan menangani bencana kemanusiaan akibat kelaparan dan gizi buruk, pihaknya tidak bisa bekerja sendirian.

“NU jelas perannya dan nyata mempunyai warga di akar rumput sehingga program ketahanan pangan bisa berjalan maksimal,” ujar Webb.

HMI Tegal Kab

Dia menjelaskan, WPF merupaka lembaga pangan bentukan PBB yang telah berdiri sejak 1963 dan pertama kali bekerja untuk Indonesia tahun 1964 dalam bencana Gunung Agung di Bali telah melakukan gerakan pencegahan kelaparan di banyak negara seperti Suriah, Irak, yaman, Palestina, dan Nigeria.

Lembaga yang berbasis di Kota Roma, Italia itu juga bergerak dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak di seluruh dunia. Dia pun meminta kepada NU untuk bekerja sama dalam pencegahan bencana alam yang selama ini nyata-nyata berdampak pada munculnya bencana kemanusiaan.

HMI Tegal Kab

Hadir dalam pertemuan terbatas itu di antaranya, Ketua PBNU Marsudi Syuhud, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Wasekjen Imam Pituduh, Ketua PP LPBINU M. Ali Yusuf, Ketua PP LKNU Hisyam Said Budairy beserta Sekretarisnya Citra Fitri Agustina. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Internasional, Ulama HMI Tegal Kab

Selasa, 26 Desember 2017

Forum Lintas Iman Apresiasi NU Usung Islam Nusantara

Malang, HMI Tegal Kab. Seiring dengan selesainya Muktamar Ke-33 NU di Jombang yang mengusung tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”, forum pegiat perdamaian Kota Malang kembali menggelar forum kedamaian lintas iman yang dikemas dalamkegiatan kongkow dan halal bi halal bertajuk “Islam Nusantara, Oleh-oleh Muktamar NU”.

Forum Lintas Iman Apresiasi NU Usung Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Lintas Iman Apresiasi NU Usung Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Lintas Iman Apresiasi NU Usung Islam Nusantara

Kegiatan dilaksanakan di Aula Rektorat Lantai 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang sekaligus bertepatan dengan giliran presidium muslim. Diikuti oleh beberapa perwakilan presidium yang tergabung dalam Perempuan Antar-Umat Beragama (PAUB) Kota Malang, Gusdurian Malang, Jama’ah Waqiah Malang dan beberapa komunitas perempuan yang lain.

Dalam sambutannya, Sri Jatmiko sebagai ketua presidium PAUB Kota Malang menyebutkan, kegiatan sejenis ini penting untuk terus dilakukan mengingat kerukunan umat beragama selalu dibutuhkan di masyarakat. Maka dari itu, sejak didirikan pada tahun 2004, PAUB menetapkan motto “Sehati dalam Keberbedaan”. Sedangkan Hj Mufidah Ch dalam sambutannya sebagai presidium dari komunitas muslim mengenalkan perwakilan yang hadir pada forum tersebut, serta memberikan sambutan dan ucapan terima kasih mewakili civitas akademik UIN Maliki Malang.

HMI Tegal Kab

Forum kali ini juga menghadirkan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang KH M Isroqunnajah (Gus Is) sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Mohamad Mahpur dari Lakpesdam Kota Malang.

HMI Tegal Kab

Di hadapan para peserta tersebut, Gus Is mengatakan, terminologi Islam Nusantara bukanlah terminologi? baru atau madzhab baru. Ia sengaja dimunculkan kembali dalam situasi keberagaman masyarakat Indonesia.

“Islam Nusantara dihadirkan sebagai dalam wajah Nusantara yang memiliki makna berdiri di atas persaudaraan kemanusiaan, persaudaraan kebangsaan, dan persaudaraan keislaman,” ujarnya. Berbagai respon positif bermunculan dari peserta khususnya yang nonmuslim mengenai apa itu Islam Nusantara yang diusung oleh Nahdlatul Ulama.

Kegiatan ini dimulai pukul 13.30 Wib dan selesai pukul 16.40 WIB. Pertemuan rutin ini diselenggarakan dua bulanan dengan tema beragam. (Abdur Rahim Idung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional HMI Tegal Kab

Minggu, 24 Desember 2017

Lakpesdam Kembangkan Konsep Kaderisasi Berbasis Ranting

Jakarta, HMI Tegal Kab. Kaderisasi menjadi persoalan penting dalam sebuah organisasi massa. Jika kaderisasi mandek saat ini, pengaruhnya akan terasa sampai 30-40 tahun yang akan datang. Di lingkungan NU, Lembaga yang bertanggung jawab dalam proses pengkaderan adalah Lakpesdam NU.

Direktur Lakpesdam Abdul Waidl menuturkan, saat ini, konsep pengkaderan yang sedang dibuat adalah pengkaderan berbasis ranting. Konsep ini dibuat setelah melakukan penelitian pada sejumlah cabang, pengkaderan seperti apa yang mereka inginkan.

Lakpesdam Kembangkan Konsep Kaderisasi Berbasis Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Kembangkan Konsep Kaderisasi Berbasis Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Kembangkan Konsep Kaderisasi Berbasis Ranting

“Di beberapa cabang, mereka lebih senang kaderisasi di tingkat ranting karena punya massa langsung, ketemu dengan konstituen dan berhadapan langsung dengan permasalahan masyarakat,” katanya dalam diskusi Kamisan HMI Tegal Kab, 25 November.

HMI Tegal Kab

Terdapat tiga putaran dalam pola pengkaderan baru tersebut, pertama pengenalan tentang ke-NU-an, kedua, menjadikan pengurus ranting sebagai community organizer. “Ini semacam pelatihan advokasi, bagaimana mereka menjadi kader penggerak di setiap ranting,” katanya.

HMI Tegal Kab

Ketiga adalah pelatihan ketrampilan, yang terkait dengan persoalan peningkatan ekonomi, tetapi tidak menutup kemungkinan pemahaman di bidang politik, kebudayaan dan lainnya. Permasalahan nyata di masyarakat, problem ekonomi yang menjadi mengemuka di tingkat ummat. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional HMI Tegal Kab

PMII Kentingan Bahas Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa

Solo, HMI Tegal Kab - Semakin massifnya informasi yang menyebar lewat media massa maupun sosial, membuat kebutuhan pembelajaran akan pengelolaan opini dan gerakan massa menjadi penting.

Hal itu menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diselenggarakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan UNS di Pesantren Al-Barokah Gunting Sambi Wonosari Klaten, Jumat-Ahad (6-8/1).

PMII Kentingan Bahas Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kentingan Bahas Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kentingan Bahas Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa

“Pengelolaan opini dan gerakan massa ini penting, untuk menyikapi informasi di media massa yang semakin hari semakin tak terkontrol dan tak bertanggung jawab.,” terang Ketua PMII Komisariat Kentingan Tsaniananda, Ahad (8/1).

HMI Tegal Kab

Ditambahkan Ninda, kader PMII perlu untuk mengkritisi informasi yang datang dan berbagai kabar yang bertebaran. “Perlu pula untuk memassifkan gerakan media massa dan selalu menggiring opini masyarakat untuk menjadi masyarakat ysng cerdas dalam mengolah informasi,” ujarnya.

Kegiatan PKD yang mengambil tema “Revitalisasi Gerakan dan Pengukuhan Kader sebagai Bekal Pengabdian di Dalam Kampus” tersebut, tak hanya diikuti para anggota PMII dari Solo, tetapi juga daerah lainnya seperti Surabaya, Tegal, Bojonegoro, Bandung, dan bahkan dari Gowa.

HMI Tegal Kab

“Tema revitalisasi gerakan ini sengaja dipilih, karena kampus adalah ruang aktualisasi pengabdian mahasiswa,” papar Ninda.

Pihaknya berharap, setelah kegiatan PKD ini, para kader memiliki semangat perjuangan membela kaum mustadafin serta menjadi intelektual organik yang berkomitmen mengamalkan ilmunya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh, Pendidikan, Internasional HMI Tegal Kab

Sabtu, 16 Desember 2017

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi

Surabaya, HMI Tegal Kab. Wacana akan digunakannya model Ahlul Halli wal Aqdi atau pemilihan oleh dewan dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur Mei mendatang ternyata bukan isapan jempol. PWNU Jawa Timur telah mempersiapkan konsep dan implementasinya pada untuk memilih rais syuriyah dan ketua tanfidziyah.

"Prinsipnya, formula Ahlul Halli wal Aqdi adalah sebagai refleksi keprihatinan NU terhadap kian maraknya praktik riswah atau suap saat terjadi konferensi NU di berbagai tingkatan," kata H Abdul Wahid Asa kepada HMI Tegal Kab di Surabaya, Selasa (5/2).

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi

Efek dari pemujaan terhadap mekanisme demokrasi di tanah air yang mengharuskan dilakukan pemilihan secara umum kepada calon pemimpin ternyata tidak semua berakibat baik. "Untuk demokrasinya kita sepakat," Wahid Asa yang juga Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.

HMI Tegal Kab

Namun praktik yang terjadi, banyak sekali pesta demokrasi yang mengharuskan calon pemimpin untuk terlebih dahulu memberikan sejumlah uang agar bisa terpilih. "Ini yang kita prihatinkan," katanya.

Celakanya, praktik ini ternyata juga menggejala saat suksesi di NU. Dalam ajang konferensi, tidak sedikit yang harus mengeluarkan uang agar dapat dipilih oleh peserta. "Dilihat dari sudut pandang apapun, praktik ini kan dilarang?" sergahnya.

HMI Tegal Kab

Sebagai organisasi sosial keagamaan, maka NU terpanggil untuk melakukan bersih-bersih kepada dirinya sendiri. "Kita tidak bisa melakukan amar makruf nahi mungkar kalau ternyata diri kita kotor," lanjutnya.

Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi dapat dijadikan metode untuk bisa meminimalisir atau bahkan meniadakan sama sekali praktik riswah saat pemilihan di ajang konferensi NU. 

Apakah cara ini tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku di NU? Buru-buru Wahid mengingatkan bahwa dalam ART NU Bab XIV pasal 42 telah disebutkan (ayat b): Ketua dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam konferensi dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya dan mendapat persetujuan Rais Terpilih. 

"Ada dua mekanisme yang diizinkan yakni melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara," lanjutnya. Selama ini yang banyak dilakukan saat konferensi atau muktamar adalah pemungutan suara. "Padahal mekanisme musyawarah mufakat juga dibenarkan dalam aturan NU. Dengan demikian mekanisme Ahli Halli wal Aqdi tidak melanggar aturan," katanya meyakinkan. 

PWNU Jawa Timur telah mempersiapan aturan main untuk ide ini. "Semoga ini akan berjalan lancar dan nantinya akan menjadi pilihan alternatif bagi perbaikan NU di masa depan," harapnya.

Konferwil NU Jawa Timur sendiri akan berlangsung di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo pada 24-26 Mei 2013 mendatang.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab News, Internasional HMI Tegal Kab

Senin, 04 Desember 2017

Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu

Jakarta, HMI Tegal Kab - Mantan anggota jaringan teroris Ali Fauzi Manzi menegaskan bahwa aksi-aksi teror itu bukan pengalihan isu. Teroris di Indonesia benar-benar riil.

Demikian disampaikan Ali Fauzi pada pendidikan singkat Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media di Menteng yang diinisiasi Aliansi Indonesia Damai (Aida) dan Yayasan Penyintas Indonesia (YPI), Jakarta Pusat, Rabu (25/5) malam.

Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu

Ali mengatakan, berita yang berkualitas harus memenuhi syarat obyektivitas. Sayangnya, banyak pernyataan dimunculkan setelah terjadinya aksi terorisme yang mengatakan ketidakmungkinan serangan teror dilakukan oleh teroris.

HMI Tegal Kab

Misalnya ada seorang tokoh Indonesia setelah kejadian Bom Bali yang berpendapat bahwa seorang santri yang sederhana tidak mungkin dapat membuat bom seperti Bom Bali.

Tokoh tersebut mendasarkan alasannya bahwa ia sudah bertanya kepada teman-teman doktor fisika dan meyakini bom sebesar itu harus dibuat di laboratorium negara.

HMI Tegal Kab

Pria yang memiliki keterlibatan yang cukup dalam jaringan terorisme sejak 1994 dan bertobat tahun 2006 menyebutkan kisah pertobatannya terjadi bukan dengan serta merta. Ali mengatakan, “sungai kehidupan” yang membawanya kepada keadaan seperti saat ini. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional HMI Tegal Kab

Minggu, 03 Desember 2017

Sudahi Persekusi, Belajar dari Nabi Muhammad

Oleh Fathan Subchi

Beberapa waktu lalu Habib Ali al-Jufri sempat menyampaikan pandangannya terhadap kondisi umat manusia kini. Menurutnya umat kini seolah terkotak-kotak pada ideologi dan agama. Maka tidak heran jika banyak tindakan radikal, ekstrim termasuk persekusi sebagai dalih membela agama. Kemudian di laman facebooknya ia berbagi kisah tentang kemuliaan Rasulullah. Habib Ali al-Jufri mengisahkan bahwa suatu ketika sedang lewat jenazah seorang Yahudi dan Rasulullah mau berdiri memberi penghormatan.

Sudahi Persekusi, Belajar dari Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Sudahi Persekusi, Belajar dari Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Sudahi Persekusi, Belajar dari Nabi Muhammad

Kisah itu lengkap terekam dalam hadits shohih yang jika di terjemahkan kira-kira begini; “(Pernah terjadi) jenazah seorang Yahudi sedang lewat di hadapan Rasulullah Saw. Lalu beliau Saw. berdiri. (Salah seorang sahbat berkata): “Ya Rasullah, itu adalah jenazah seorang yahudi.” Jawab Rasulullah Saw.: “Bukankah ia (juga) seorang manusia?” (Shahih Muslim No.1596)

Sebagaimana dalam hadits shahih, beliau Saw. mengajarkan kepada kita adab yang tinggi ini. Kejadian itu merupakan salah satu bentuk perilaku yang diajarkan oleh Allah melalui firman-Nya dalam Q.S. Al-Isra’: 70. Dalam ayat itu dijelaskan bahwa Allah sangat memuliakan anak-anak Adam, bukan hanya satu golongan, etnis, ras atau agama tertentu.

?

Kisah lain bahwa Nabi Muhammad pernah menyesali dan merasa kecewa atas terbunuhnya seorang wanita yang ikut berperang antara kaum kafir dzalim dengan umat Muslim. Kala itu setelah perang Nabi Saw. berdiri di depan mayat wanita dan berkata “Tidak seharusnya wanita ini ikut berperang lalu terbunuh.”

HMI Tegal Kab

Dari kisah itu, Nabi mengajari kita bahwa sesungguhnya kesejahteraan dan keselamatan untuk umat manusia lebih penting, dan bukan peperangan. Sejatinya hidup ini tidak lain adalah untuk meraih kehidupan yang damai dan tentram. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang amat memanusiakan manusia.

HMI Tegal Kab

?

Nabi Muhammad adalah pribadi yang toleran, peredam perpecahan, beliau tidak pernah memaksakan kehendaknya. Bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi sifat itu sudah ada. Kita mungkin telah mafhum tentang kisah ketika renovasi Ka’bah telah selesai. Para kabilah Arab berkumpul dan membahas peletakan Hajar aswad ke tempat semula.

Hingga akhirnya setelah melalui persyaratan tertentu beliaulah yang berhak menjalankan tugas mulia itu. Namun, beliau bukanlah orang egois, Ia kemudian membentangkan sorbannya untuk dijadikan alas hajar aswad dan mengajak tokoh-tokoh lain untuk bersama mengangkat dan meletakkannya bersama.

Dikisahkan juga tentang Zaid bin Sa?nah yang datang menemui Nabi untuk menagih hutang, padahal belum jatuh tempo. Saat itu Nabi baru saja selesai melaksanakan shalat jenazah bersama sahabat-sahabat besar diantaranya ada Ab? Bakr ash-?hidd?q, Umar bin Kha?b, Utsm?n bin Aff?n (35 H) dan Al? bin Ab? ?h?lib. Zaid bin Sa?nah dengan wajah kasar langsung menghampiri dan mencengkeram pakaian Nabi seraya berkata: “Hei Muhammad! Lunasi hutangmu! Tak kusangka, keturunan Mu?halib adalah orang yang suka menunda membayar hutang!”

Melihat perkataan dan perbuatan Zaid bin Sa?nah yang kasar kepada Nabi, Umar pun naik pitam. Namun Nabi Muhammad mencegahnya dengan halus dan penuh kasih sayang, bahkan meminta Umar untuk melunasi hutang kepada Zaid bin Sa?nah. Tidak hanya itu, Nabi bahkan memerintahkan Umar untuk memberi tambahan.

Dalam kisah itu, jika kita bayangkan terjadi dimasa kini tindakan Zaid bin San’ah dan naik pitamnya Sayyidina Umar bin Khattab adalah hulu dari adanya persekusi. Namun semua itu dapat dicegah oleh kebijaksanaan serta lemah lembut Nabi Muhammad yang merelakan perbuatan kasar Zaid itu. Lalu bagaimana dampak sikap Nabi yang seolah lemah itu?

Kisah itu berlanjut dengan luluhnya hati Zaid bin Sa?nah yang kemudian masuk Islam. Tidak bisa dimungkiri bahwa seketika itu pula Zaid bin San’ah telah melihat seluruh tanda-tanda kenabian berupa sikap bijak seorang nabi yang baru saja ia buktikan ada pada diri Nabi Muhammad. Zaid bin Sa?nah bahkan saat itu juga menyedekahkan setengah dari harta yang ia miliki untuk kepentingan umat Islam. (‘Al?udd?n Al? bin Balab?n al-F?ris? dalam ?ha? Ibn ?ibb?n juz 1 halaman 521, Beirut: Mu’assasah al-Ris?lah, 2007, Mu?aqqiq: Syu?aib al-Arn?’?).

Tindakan persekusi, terorisme dan ekstrimisme yang akhir-akhir ini terjadi secepatnya harus kita sudahi. Terlebih karena itu memang telah terbukti sebagai suatu tindakan yang amat jauh dari sikap nabi. Dalih sebagai jihad dan membela agama atau ulama tidak selayaknya dipakai.

Hal itu sebab tidak dicontohkan sebagaimana ketika Rasulullah ditimpa musibah berupa hinaan, ujaran kebencian bahkan perlakuan yang mencelakakan. Sebagai pemimpin agung Islam dan dunia Nabi selalu menolak untuk dibela oleh para sahabat. Sebagai pengikutnya kita selayaknya sadar untuk berkiblat dan mengikuti sifat baiknya itu.

?

Dalam momentum bulan mulia ini selayaknya kita juga banyak membaca (kembali) kisah hidup, biografi dan teladan sikapnya. Nabi pernah berkata bahwa Ramadhan adalah bulan jihad melawan nafsu. Marilah perkataan Nabi itu kita maknai sebagai jihad kita untuk melawan segala bentuk tindakan yang membahayakan.

Radikalis, ekstrimis, teroris termasuk persekusi harus kita hindari demi melaksanakan perintah Ilahi. Sebuah perintah menebar cinta dan kebaikan kepada sesama, membangun negara serupa surga dengan perilaku yang mulia. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi dan para sahabatnya.

Penulis adalah Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB).

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Internasional HMI Tegal Kab

Senin, 27 November 2017

Tiga Rumah Sakit Beri Diskon Pemegang Kartanu

Jombang, HMI Tegal Kab. Tiga Rumah Sakit di Jombang siap memberikan diskon biaya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat pemegang Kartu Anggota NU (Kartanu). Ketiga RS itu adalah, Rumah Sakit NU, Rumah Sakit Medika Pesantren Darul Ulum serta Rumah Sakit Muslimat NU.

Tiga Rumah Sakit Beri Diskon Pemegang Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Rumah Sakit Beri Diskon Pemegang Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Rumah Sakit Beri Diskon Pemegang Kartanu

Hal ini disampaikan, Ketua PCNU saat sosialisasi Kartanu yang diikuti seluruh Badan Otonom NU, diantaranya GP Ansor, IPNU-IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU dan Pagar Nusa, ISNU serta Pergunu di kediaman Sholahul Am Notobuwono yang juga ketua PC GP Ansor di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Kamis (31/1).?

“Insyaallah Tiga Rumah Sakit (RSNU, RS Media Darul Ulum dan RS Muslimat,) sudah siap memberikan diskon bagi pemegang Kartanu,”bebernya mengatakan.

HMI Tegal Kab

Mengenai berapa prosentasi diskon yang bakal diterima, Ketua Tanfidziah PCNU Jombang dua periode ini menargetkan warga NU di kota santri ikut terdaftar dan memiliki kartu tanda anggota. Karena menurutnya program Kartanu adalah sebagai bentuk kedisiplinan anggota terhadap organisasi.

”Targetnya Rp 200 ribu lebih, dan ini sebagai wujud kedisiplinan organisasi, sebagai anggota sudah selayaknya bisa memiliki kartu anggota, apalagi Jombang kota santri,”imbuh kyai yang juga dosen Unipdu Peterongan Jombang ini menambahkan.?

HMI Tegal Kab

Sementara itu, Mahwal Huda, Koordinator pelaksanaan Kartanu meminta seluruh Banom ikut aktif mensosialisasikan program PWNU Jatim ini. Dengan keterlibatan Banom target pelaksanaan kartanu di Kabupaten Jombang akan berhasil. “ Kita juga berharap kalangan pesantren juga ikut berperan mensukseskan Kartanu ini,” tandasnya.

Mahwal menambahakan, ada beberpa manfaat dengan adanya Kartanu ini diantaranya adalah untuk konsolidasi organisasi karena semuanya terlibat hingga ranting. “Termasuk ? manfaatnya adalah pemegang juga mendapatkan adanya potongan biaya ketika berobat di RS NU, RS Medika Darul Ulum dan RS Muslimat,”tandasnya.

Ditambahkannya, PCNU Jombang telah melakukan sosialisasi awal yang langsung diikuti ratusan pengurus MWCNU dan ranting. Dan dalam sosisialisasi juga dilakukan pemotretan.

”Antusias pengurus sangat tinggi, terbukti sosialisasi pertama sebanyak 313 Kartanu langsung tercetak,”imbuh wakil sekretaris PCNU Jombang seraya mengatakan pemotretan hingga kartanu bisa jadi hanya membutuhkan waktu 10 menit.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kajian, Lomba, Internasional HMI Tegal Kab

Pencetak Banyak Hafidzah

Hari itu, langit dan bumi pesantren Babakan-Ciwaringin-Cirebon tiba-tiba ‘basah’. Bukan karena hujan lebat yang menimbulkan genangan banjir, melainkan karena para keluarga, santri, dan masyarakat meneteskan tangis air mata. Salah seorang ulama perempuan yang hafizhah itu wafat meninggalkan semuanya.

Sosok ulama perempuan hafizhah itu tak lain, Nyai Hj Izzah Syathori Fuad Amin, salah seorang pengasuh pesantren Bapenpori (Balai Pendidikan Pondok Putri) al-Istiqomah, putri dari al-Maghfurlah KH Abdullah Syathori (sesepuh pesantren Dar al-Tauhid, Arjawinangun), dan istri mendiang KH Fuad Amin (sesepuh pesantren Raudlatut Tholibin, Babakan-Ciwaringin). Beliau dipanggil oleh-Nya, 3 September 2013.

Nyai Izzah adalah sosok yang istiqomah dalam mencerdaskan umat, melalui pengajian rutin; pengajian kitab kuning maupun al-Qur’an. Tak mengenal kata lelah dan bosan dalam hal mengajar ngaji kepada para santri maupun masyarakat luas. Ini terbukti, salah satunya saat upacara pemakaman mendiang. Tak seperti biasanya, ribuan orang berjejalan dan sesak memenuhi areal maqbarah Raudlatut Tholibin.

Tak tahu ada berapa kali sesi shalat jenazah saat itu, baik yang berlangsung di pelataran masjid maupun saat sudah dimakamkan. Saya begitu yakin, ini karomah dan keistimewaan dari seorang hamba yang begitu mencintai dan mengabdikan sepenuh hidupnya demi dan untuk kelestarian al-Qur’an.

Pencetak Banyak Hafidzah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencetak Banyak Hafidzah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencetak Banyak Hafidzah

Pengajian yang istiqomah dilakukan Nyai Izzah pun sederhana. Untuk pengajian jami’iyah rutin mingguan, beliau hadir di hadapan para ibu-ibu menjelaskan berbagai macam ilmu. Pengajian seperti ini berlangsung di Babakan dan Arjawinangun. Jamaah pun menyimak dan berikutnya menampung banyak pertanyaan bernada keluh kesah seputar kehidupan agama, sosial, dan ekonomi rumah tangganya.

Nyai Maryam Abdullah, salah seorang menantu mendiang pernah bercerita: “Sering kali saya menyaksikan setiap malam Jum’at, beliau (al-Marhumah) hendak pergi mengajar pengajian ibu-ibu di Arjawinangun, walaupun dalam kondisi hujan, dan sekalipun harus naik becak tetap dilakoninya. Sebagai pemimpin jami’iyah di Babakan dan Arjawinangun beliau dikenal sebagai sosok yang sangat cerdas dan memiliki karakter mobilisator.”

HMI Tegal Kab

Sementara saat di pesantren, Nyai Izzah akan setia membimbing para santriwati. Mengaji al-Qur’an misalnya, para santriwati berbaris rapi, bergiliran menyetorkan bacaan al-Qur’annya. Saking banyaknya santriwati yang ingin belajar mengaji al-Qur’an kepada beliau, setiap sesi setoran bacaan, beliau sanggup menyimak tidak kurang dari enam orang sekaligus secara bersamaan, masing-masing tiga orang santriwati di baris sebelah kanan dan kiri.

Tak hanya para santriwati, semua para Nyai yang ada di pesantren Babakan-Ciwaringin belajar mengaji al-Qur’an kepadanya. Beliaulah memang ulama perempuan paling otoritatif dalam bidang al-Qur’an baik di wilayah pesantren Babakan-Ciwaringin, pada khususnya, Cirebon dan Jawa Barat pada umumnya.

Jika ditelusuri jejak intelektualnya, Nyai Izzah sendiri mesantren dan belajar mengaji langsung kepada al-Maghfurlah KH Mahfudh Mas’ud, pimpinan pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta. Ia pun mampu menghafal al-Qur’an (hafizhah) dalam waktu yang relatif singkat, hanya 9 bulan.

Demikianlah, maka pesantren Bapenpori al-Istiqomah, masyhur sebagai pesantren yang istiqomah mencetak para hafizhah, santriwati penghafal al-Qur’an. Putera-putrinya pun demikian, cerdas dan hafizh-hafizhah. Itu semua tak lain merupakan buah dari keberkahan, kecerdasan, dan keistiqomahan Nyai Izzah sebagai pengasuh dan pendidik di pesantren.

Yang sangat mengesankan, banyak di antara kaum ibu yang awalnya buta huruf al-Qur’an atau bahkan lidahnya susah untuk melafadzkan ayat-ayat al-Qur’an tetapi akhirnya fasih dan hafal surat-surat penting

HMI Tegal Kab

Saking istiqomahnya beliau dalam hal mengaji, saat hendak bepergian jauh pun beliau selalu mempertimbangkan agar tidak ketinggalan waktu mengaji. Setahu saya beliau juga orangnya ulet dan telaten dalam mengajar. Siapapun yang ingin mengaji kepada beliau mulai dari kalangan anak-anak sampai orang tua pasti dilayaninya dengan senang hati.

KH Thohari Shodiq, salah seorang pengasuh pesantren Raudlatut Tholibin, berkali-kali menegaskan bahwa Nyai Izzah adalah satu-satunya Nyai sepuh yang alim, terutama dalam hal kajian kitab kuning. Selain alim dalam kajian al-Qur’an.

Akhirnya, kita memanjatkan do’a, semoga Nyai Izzah berbahagia di bawah naungan surga-Nya. Demikian juga yang ditinggalkan, baik para santri, keluarga, dan masyarakat dapat tabah serta menimba keteladanan, keistiqomahan, dan keikhlasan dari seorang ulama perempuan yang hafizhah ini. Amin.

?

Mamang M. Haerudin

Ketua LP3M STID AL-Biruni Cirebon, khadim al-Ma’had pesantren Raudlatut Tholibin Babakan-Ciwaringin.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Cerita, Ahlussunnah HMI Tegal Kab

Kamis, 23 November 2017

Habib Syech: Pesan Mbah Idris, Nikmatilah Hidup Meskipun Susah

Boyolali, HMI Tegal Kab. Ribuan orang menghadiri peringatan Haul KH Muhammad Idris di Kacangan Andong Boyolali Jawa Tengah, Senin (27/4) malam. Tokoh yang akrab disapa Mbah Idris tersebut, merupakan salah satu ulama guru Thariqah Syadziliyyah.

Habib Syech: Pesan Mbah Idris, Nikmatilah Hidup Meskipun Susah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Pesan Mbah Idris, Nikmatilah Hidup Meskipun Susah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Pesan Mbah Idris, Nikmatilah Hidup Meskipun Susah

Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf menyampaikan pesannya kepada para jamaah, serta kesaksiannya atas pribadi Mbah Idris.

“Dulu saya sering sowan ke Mbah Idris. Alhamdulillah saya mendapat dua kitab susunan beliau,” ungkap Habib Syech.

HMI Tegal Kab

Dikisahkan Habib Syech pernah mendapat pesan, yang sampai saat ini masih ia ingat. “Thariqah Syadzili yang dianut Mbah Idris, itu thariqah yang suka memperlihatkan nikmat. Fa amma bini’mati rabbika fahaddist. Pernah Mbah Idris berpesan kepada saya: Bib, pokoe urip iku tuduhake ni’mat. Hidup itu perlihatkan nikmat, meskipun susah. Kabeh iku nek dinikmati dadine ni’mat (semua kalau dinikmati akan menajdi nikmat),” kata Habib Syech menirukan ucapan Mbah Idris.

HMI Tegal Kab

Sementara itu, dijelaskan pula oleh Pengasuh Pesantren Alqur’aniyy Surakarta, KH Abdul Karim Ahmad. Acara haul ini diadakan dan diperingati dalam rangka untuk memenuhi kewajiban seorang murid terhadap gurunya.

“Kalau engkau diberi kebaikan seseorang, maka balaslah kebaikan tersebut dengan lebih baik atau setimpal. Kita semua ibadah bisa sah, bisa baca alquran alif-ba-ta, sebab jasa para guru dan ulama. Termasuk salah satunya, Mbah Kiai Muhammad Idris. Maka, kewajiban kita untuk membalas jasa mereka, salah satunya dengan menggelar haul seperti ini,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen, Sholawat, Internasional HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock