Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Radikalisme Agama di Indonesia

Oleh Mohammad Sahlan



Pasca lengsernya Presiden Soeharto yang ditandai dengan berawalnya era reformasi Indonesia, rakyat Indonesia menghirup angin segar atas kebebasan berpendapat. Kabar baik ini dilegitimasikan oleh DPR dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum sekaligus menunjukkan komitmen negara sebagai penganut sistem demokrasi (Pancasila). Selain sebagai kabar baik, UU tersebut juga menjadi sebuah kabar buruk—ibarat dua belah mata pisau yang tajam ke depan dan belakang—bagi bangsa Indonesia, yakni terancam masuk dan berkembangnya ideologi non-Pancasila dalam masyarakat. Perkembangan ideologi non-Pancasila dalam konteks ini dianggap mengancam negara apabila dipahami secara radikal oleh penganutnya dan bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara.

Radikalisme Agama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Radikalisme Agama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Radikalisme Agama di Indonesia

Ancaman fundamentalisme agama tidak hanya sekedar ancaman “penyakit nalar” seseorang dalam melihat sesuatu, akan tetapi lebih jauh dari itu. Di Jakarta pada tahun 1998 misalnya didirikan organisasi Laskar Pembela Islam (FPI) yang dipimpin oleh Muhammad Rizieq Shihab dan aktivitas utamanya adalah melakukan serangan secara fisik ke “tempat-tempat maksiat” menurut kacamata ideologi mereka. Tindakan main hakim sendiri ini dapat dinilai bahwa mereka telah melakukan kekerasan tanpa dasar hukum negara atas penegakan syariat Islam. Terjadi peristiwa mengenaskan juga, beberapa bom bunuh diri yang didalangi oleh kelompok JI (Jamaah Islamiyah)—yang merupakan organisasi fundamentalisme Islam—pada malam Natal tahun 2000 di Bali dan 2002 di hotel Marriot Jakarta memakan korban yang semuanya adalah non muslim. Kasus Bom bunuh diri ini juga terjadi lagi di tahun berikutnya: Bom Bali II 2005, Bom Tentena 2005, Bom Solo 2011 dan 2012, dan Bom Sarinah 2016 silam.

Di tahun 1982 bersamaan masih jayanya Orde Baru dibentuklah organisasi cabang Hizbut Tahrir Indonesia—yang merupakan organisasi pengusung sebuah negara dan masyarakat Islam global atau kekhalifahan universal, di tingkat internasional bernama Hizbut Tahrir Internasional—namun karena menolak demokrasi, organisasi ini baru dapat beroperasi lebih leluasa pasca jatuhnya rezim Soeharto. Di tahun berikutnya (1998) didirikan juga oleh aktivis gerakan tarbiyah yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin Mesir sebuah partai politik baru yang bernama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan bertujuan untuk memperjuangkan syariah Islam dengan jalur demokrasi. Kemudian di beberapa tahun terakhir (2004) partai ini bersifat lebih sedikit pragmatis agar memperoleh suara dalam pemilu, namun tidak meninggalkan unsur “syariat Islam”nya.?

HMI Tegal Kab

Data terkini terkait ideologi negara yang diinginkan mahasiswa pernah dihasilkan dari penelitian aktivis Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (GMPI) tahun 2006 yang dimuat dalam Koran Kompas 4 Maret 2008 halaman 2. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa 4,5% mahasiswa tetap sepakat bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa. Dilanjutkan 80% mahasiswa berikutnya lebih menyetujui syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara, dan 15,5 % sisanya memilih sosialisme sebagai acuan hidup. Responden penelitian diambil dari 11 kampus besar di Indonesia, UI, UGM, ITB, IPB, Unair, Unibraw, Unpad, Unhas, Unand, Unsri, dan Unsyiah.

Di tahun 2016 lalu, Saidi dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) juga merilis hasil survey terhadap mahasiswa di kampus umum. Beberapa temuanya, 25% siswa dan 21% guru menyatakan Pancasila tidak relevan, sementara 84,8% siswa dan 76,2% guru menyatakan setuju dengan penerapan syariat Islam. Sementara di tahun sebelumnya 4% penduduk Indonesia menyetujui negara ISIS, dan 5% diantaranya adalah mahasiswa. Beberapa organisasi yang disebut menyebarkan ideologi ini adalah KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), Salafi, dan HTI, di mana mereka juga disebut sebagai penguasa perpolitikan mahasiswa saat ini.

Selain dalam tingkat mahasiswa, terdapat penelitian juga yang menyebutkan bahwa radikalisasi agama telah menjangkit masyarakat sejak dari siswa. Penelitian ini dilakukan oleh Rokhmad (2012) dengan menghasilkan beberapa kesimpulan. Pertama, paham radikal telah merasuk ke siswa yang memiliki pengetahuan agama minim melalui guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang telah berideologi Islam radikal. Kedua, Kegiatan mabit dan daurah dalam organisasi ekstra Kerohanian Islam (rohis) di sekolah sangat rentan menjadi sasaran kegiatan ideologisasi Islam radikal khususnya di sekolah umum. Ketiga, dalam buku paket dan LKS bermunculan berbagai pernyataan yang mendorong siswa untuk membenci atau anti terhadap agama atau bangsa lain. Data-data di atas menunjukkan bagaimana penyebaran dan ancaman radikalisme di Indonesia saat ini.

Paham radikalisme agama di Indonesia sebenarnya sudah mulai nampak sebelum negara Indonesia terbentuk. Kebijakan politik etis Kolonial Belanda terhadap masyarakat Hindia Belanda (Nusantara) memberi kesempatan pada haji-haji pribumi untuk melakukan ibadah haji ke Makkah. Dengan intensitas yang awalnya minim, kemudian mendekati awal abad 20 menjadi semakin bertambah, banyak orang Nusantara yang juga belajar agama di Makkah. Pada saat itu kondisi politik di Arab juga sedang mengalami pergolakan, yakni banyak munculnya gerakan pembaharuan Islam yang ditokohi oleh Al Afghani, Rasyid Rida, dan Muhammad Abduh. Gerakan ini mengangkat kembali ide pemurnian Islam atau puritanisme—yang secara arti berdekatan dengan radikalisme Islam—namun konteksnya adalah untuk melawan penjajahan (Eropa) masa itu. Hasil dari pendidikan orang Nusantara tadi melahirkan tokoh seperti Ahmad Dahlan (Muhamadiyah), Hamka, Tahir Tamaluddin, Surkati (Persis) dan beberapa tokoh lainya, yang kemudian menjadi tokoh pembaharu Islam (modernisme Islam) yang berbeda dengan Islam tradisional.

HMI Tegal Kab

Demikian juga konteks sejarah muncul wacana radikalisme/fundamentalisme Islam yang kemudian dicap teroris—selain dari runtuhnya Orde Baru jika di Indonesia— oleh Barat adalah pasca peristiwa ditabraknya WTC pada 11 September 2001 oleh milisi Taliban. Peristiwa ini memberikan sebuah pukulan besar bagi Amerika, karena menewaskan banyak warganya. Atas dasar ini, mereka mencap Islam sebagai teroris. Pelabelan ini, bahkan tidak hanya ditujukan pada kaum fundamental Islam, tetapi semua umat Islam di dunia. Ketegangan ini juga mengakibatkan wacana dunia internasional tentang radikalisme agama (Islam) dan terorisme menjadi perhatian utama di abad 21. Hubungan antara Amerika dengan fundamentalis Taliban awalnya terjadi karena misi penguasaan minyak di Asia Tengah oleh Amerika. Meskipun akhirnya Taliban membelot dan malah menyerang WTC. Peristiwa ini dapat dilihat bahwa berkembangnya paham radikal berkaitan erat juga dengan geopolitik-ekonomi dunia. Sehingga tidak menutup kemungkinan ? juga dengan di Indonesia, bahwa gerakan radikalisme Islam juga memiliki keterkaitan yang sama dengan ekonomi-politik yang ada di Indonesia sendiri maupun di dunia. (bersambung)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah HMI Tegal Kab

Jumat, 23 Februari 2018

Pelajar NU Kumbo Bagikan Seribu Bungkus Daging untuk Dhuafa

Rembang,HMI Tegal Kab. Pimpinan Ranting (PR) Ikatatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Kumbo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah membagikan seribu bungkus daging hewan kurban untuk warga dhuafa.

Pelajar NU Kumbo Bagikan Seribu Bungkus Daging untuk Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kumbo Bagikan Seribu Bungkus Daging untuk Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kumbo Bagikan Seribu Bungkus Daging untuk Dhuafa

Daging kurban yang dibagikan pada Ahad dan Senin (5-6/10) tersebut merupakan kerja sama antara IPNU-IPPNU dan Yayasan Bina Dhuafa.

Pimpinan Ranting IPNU Desa Kumbo M Aan Ainun Najib mengatakan pembagian daging hewan pada duhafa merupakan bentuk solidaritas pelajar NU kepada masyarakat. Juga mengurangi kesenjangan bagi yang kaya dan dhuafa.

HMI Tegal Kab

"Kami berharap dengan adanya tebar kurban pedesaan yang kita laksanakan bersama Yayasan Bina Dhuafa ini, dapat terciptanya pemerataan pendistribusian hewan kurban", harapnya.

HMI Tegal Kab

Pembagian daging kurban ini dilakukan dibeberapa desa yang ada di Kecamatam Sedan dan Pamotan. Yakni Desa Kumbo, Lemah Putih, Ngroto, Dadapan, Sambong, Bogorejo, Gandrirojo Kecamatan Sedan dan Desa Palan Kecamatan Pamotan.

Ahmad Harnoto selaku ketua yayasan Bina Dhuafa mengatakan, kegiatan ini sudah berjalan sekitar lima tahun yang lalu. Kami berusaha untuk mengurangi penumpukan daging kurban yang ada di perkotaan.

"Kami berupaya untuk mendistribusikan daging kurban lebih luas lagi. Sehingga masyarakat dan anak-anak di pedesaam dapat merasakan kebahagiaan bersama kami," tutupnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kajian Islam, Ubudiyah, Khutbah HMI Tegal Kab

Senin, 19 Februari 2018

IPPNU Kota Kudus Baca Peluang Perempuan di Era Globalisasi

Kudus, HMI Tegal Kab. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Kudus bersama 70 pelajar putri mendiskusikan perubahan tata nilai kehidupan manusia yang disebabkan globalisasi.  Dengan kemampuan menyeleksi dan menyesuaikan dengan budaya bangsa, mereka mengajak masyarakat untuk memosisikan diri sesuai perannya masing-masing.

Diskusi berlangsung di SMP NU Putri Nawa Kartika Kudus, Jumat (21/8). Tampak hadir sebagai peserta diskusi aktivis pelajar NU di komisariat-komisariat IPPNU. Pihak penyelenggara menghadirkan narasumber antara lain Ketua PAC Muslimat NU Kudus Hj Hidayati, Ketua IPPNU Kudus 1993-1996 Khamidah.

IPPNU Kota Kudus Baca Peluang Perempuan di Era Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kota Kudus Baca Peluang Perempuan di Era Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kota Kudus Baca Peluang Perempuan di Era Globalisasi

"Peran pendidik yang awal dan utama adalah dari seorang ibu, tak hanya itu seorang wanita juga menjadi tiangnya negara, tulang punggung negara. Jika wanita di negara tersebut baik, kokohlah bangunan negara tersebut," kata Hj Hidayati.

HMI Tegal Kab

Sementara Khamidah menyoroti soal moral dan akhlak sebagai pendidikan yang  utama. "Pendidikan yang terpenting terletak pada pendidikan moral dan akhlaknya, kita harus menanamkan akhlakul karimah di manapun dan semampu kita," kata pembina IPPNU Kota Kudus.

Masalah prestasi kaum perempuan juga menjadi pembahasan dalam diskusi ini.

HMI Tegal Kab

"Sekarang tak ada batasan untuk wanita yang ingin menjadi pemimpin, memang seharusnya perempuan tak harus selalu menjadi makmum, kadangkala harus pula berada di samping dan di  depan," ujar Ketua IPPNU Kudus 2000-2002 Noor Hidayah menambahkan. (Ilma/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh, Khutbah, Santri HMI Tegal Kab

Sabtu, 13 Januari 2018

Presiden Soekarno Pun Dua Kali Sowan Ke TGH Shaleh Hambali

Mataram, HMI Tegal Kab. Penulis buku Pemikiran Islam Lokal: TGH M Shaleh Hambali Bengkel Adi Fadli mengatakan, Presiden Soekarno dua kali sowan ke Tuan Guru Haji (TGH) Shaleh Hambali Bengkel, yaitu tahun 1950 dan 1955. Selain itu, Wakil Presiden Mohammad Hatta juga datang ke Bengkel untuk silaturahim dengan Tuan Guru Shaleh Hambali.

Gak ada jadwal resmi Soekarno datang ke Bengkel. Yang mungkin ada jalur resminya Hatta,” kata Adi usai acara bedah buku di Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB), Rabu (22/11).

Presiden Soekarno Pun Dua Kali Sowan Ke TGH Shaleh Hambali (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Soekarno Pun Dua Kali Sowan Ke TGH Shaleh Hambali (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Soekarno Pun Dua Kali Sowan Ke TGH Shaleh Hambali

Sesuai dengan referensi yang ada, Adi menceritakan bahwa pada saat itu masyarakat Lombok bertaruh akan kehadiran Presiden Soekarno ke Bengkel. Namun, Tuan Guru Bengkel memastikan bahwa Soekarno akan mampir ke Bengkel.

“Dan itu sudah dipastikan. Mungkin beliau memiliki ilmu melewati kita. Itu hal-hal luar biasa,” jelasnya.

Menurut Doktor lulusan UIN Yogyakarta itu, kehadiran Presiden Soekarno ke Bengkel adalah sebagai wujud penghormatan presiden kepada Tuan Guru Bengkel. Mengingat untuk mendatangkan seorang presiden itu tidak mudah. 

“Itu sungguh sangat luar biasa,” ujarnya.

HMI Tegal Kab

Adi menambahkan, pada saat sampai di kediaman Tuan Guru Bengkel, Soekarno langsung berhenti, bersalaman, dan langsung berpidato di hadapan massa yang sudah menunggu kedatangannya.

“Tempat berdirinya Soekarno masih ada di Bengkel itu. Bangunannya sampai sekarang tidak boleh dirubah,” urainya.

Para alim ulama Nahdlatul Ulama (NU) dan jenderal juga banyak yang sowan ke Bengkel. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang menginap di sana. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab AlaNu, Khutbah HMI Tegal Kab

Jumat, 12 Januari 2018

Pendidikan Anti-Kolonialisme ala Kiai Soleh Darat

Oleh Nur Ahmad

Kenalkah Anda dengan Kiai Muhammad Soleh bin Umar as-Samarani (1820-1903 M)? Tahukah Anda apa sumbangan terbesar Maha-guru Ulama Jawa ini bagi warga bangsa Indonesia? Bagi penulis jawabannya adalah pemikirannya tentang anti-kolonialisme. Dilahirkan di keluarga pendukung Pangeran Diponegoro, dan selalu dalam lingkungan yang demikian, menjadi fondasi bagi Kiai Soleh Darat untuk mengembangkan pandangan anti-kolonialisme Belanda hampir di semua karyanya.Pendidikan Anti-Kolonialismeala Kiai Sholeh Darat

Pendidikan Anti-Kolonialisme ala Kiai Soleh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Anti-Kolonialisme ala Kiai Soleh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Anti-Kolonialisme ala Kiai Soleh Darat

Setelah kekalahan Pangeran Diponegoro pada Perang Jawa (1825-1830), para kiai pada masa itu menarik diri dari perang fisik dan kembali ke peperangan gagasan dan pemikiran (war of ideas). Sikap ini juga menjadikan fokus ulama kembali untuk meningkatkan pemahaman keislaman di antara masyarakat umum. Agenda perlawanan terhadap Hindia-Belanda yang terus-menerus berusaha memisahkan masyarakat dari agama mereka dilawan dengan menyadarkan masyarakat akan pentingnya ajaran agama bagi kehidupan mereka. Kiai Sholeh Darat adalah termasuk yang ikut menjadi pelaku utama dalam perang ide dan kebudayaan ini.

Cara pertama yang dilakukan Kiai Sholeh adalah dengan mempropagandakan kembali konsep pembeda antara penindas dan yang ditindas. Merujuk kepada sebuah hadits Nabi Muhammad, Kiai Sholeh mendeklarasikan keharaman bagi kaum Muslim meniru cara berpakaian orang Eropa (baca Belanda). Beliau berkata, “Beberapa‘ulama al-mu?aqqiq?n menyebutkan bahwa barangsiapa berpakaian selain dengan pakaian yang biasa dikenakan kaum Muslim seperti jas, topi, dan dasi, maka ia dinilai sebagai murtad.” Bahkan bukan hanya dalam berpakaian, kaum Muslim juga dilarang meniru segala tingkah laku yang khusus dilakukan di Budaya Barat (Salim, 1994:24-6). Sikap ini diikuti oleh muridnya, KHR. Asnawi Kudus yang suatu ketika dengan sangat marah menarik dasi yang dikenakan oleh seseorang di pertemuan nasional Ansor (Mas’ud, 2006:218).

Usaha lain dari Kiai Sholeh adalah dengan menjauhkan kaum Muslim dari menjalin hubungan sebagai bawahan dengan Kolonial-Belanda. Kiai Sholeh sebagaimana tertuang dalam karyanya Minh?j al-Atqiy?’ (Sholeh, 1325:67) menetapkan bahwa seorang santri yang menjadi pegawai pemerintah Belanda sama dengan menjadi “pembantu berlangsungnya pemerintahan yang zalim” (kh?dim al-?ulmah), dan hal itu merupakan suatu dosa besar. Dalam rangka mencegah santrinya menjadi pembantu di pemerintahan Hindia-Belanda, beliau menyatakan bahwa haram bagi ulamamengajarkan santri yang secara terang-terangan berniat dengan ilmu fiqih yang didapatkannya untuk menjadiseorang penghulu di pengadilan agama di pemerintahan Kolonial-Belanda. Beliau menilai tujuan duniawi ini bertentangan dengan tujuan yang diajarkanolehagama Islam dan semangat memerdekakan warga pribumi yang beliau rintis.

HMI Tegal Kab

Selain itu, Kiai Sholeh juga berusaha sekuat tenaga membentengi kaum wanita dari perilaku keji dan amoral yang ditunjukkan banyak dari orang Eropa di Jawa ketika itu. Misalnya, dalam sebuah makalah Ricklef (2009:113) yang mengutip G. Bruckner menjelaskan bahwa sebagian alasan dari munculnya sikap keras dari kaum Muslim di Semarang terhadap orang Eropa adalah sikap immoral mereka. Contoh lainnya, dalam suratnya, Raden Adjeng Kartini mendeskripsikan kebiasaan tak beretika yang terjadi di antara wanita pribumi dengan laki-laki Eropa, termasuk meminum arak. Dalam konteks ini, Suhandjati (2010:55-6) menyimpulkan bahwa untuk menghindari dampak budaya “baru”ini di masyarakat umum, Kiai Sholeh memerintahkan orang tua tidak mengajari putri mereka menulis dengan aksara Latin, yang sangat mungkin akan menjadi media berkomunikasi orang-orang Eropa dengan warga pribumi (Sholeh, tt:178).

Bahkan Kiai Sholeh juga dikabarkan ikut mengusahakan intervensi politik dari Kekhalifahan Turki Utsmani. Pada tahun 1883, Konsul Belanda di Jeddah mengabarkan bahwa seorang bernama Sholeh dari Semarang meminta Kekhalifahan Turki Utsmani untuk melawan Hindia-Belandadi Jawa (Bruinessen, 1998).

Kesimpulan yang dapat kita tarik di sini adalah pandangan anti-Belanda yang Kiai Sholeh kembangkan didasarkan murni pada kajiannya yang mendalam di bidang ilmu Fikih. Metode tersebut sangat terikat kuat dengan konteks masyarakat tempat pandangan itu lahir, sehingga kondisi sosial masyarakat menjadi konsideran utama, misalnya penggunaan aksara Latin di masyarakat ketika itu. Dengan bersandar pada fondasi yang demikian, dalam kondisi masyarakat yang berbeda, maka hasil kesimpulan hukum dapat berubah. Misalnya, KHR. Asnawi memberikan padangan baru di masa kemerdekaan dengan mengizinkan kaum Muslim memakai jas dan dasi karena mengikuti teladan dari Kiai Abdul Wahid Hasyim, Menteri Agama Republik Indonesia pertama (Mas’ud, 2006:218).

HMI Tegal Kab

Selain itu, pemikiran anti-kolonialisme dari Kiai Sholeh pada akhirnya berhasil menumbuhkan semangat nasionalisme kepada murid-muridnya. Hal ini dibuktikan dengan tampilnya salah satu muridnya, Hadratusysyaikh Hasyim Asy’ari, dalam menggelorakan cinta tanah air di hati sanubari para santri dan Muslimin pada umumnya. Dengan jejak pemikiran yang demikian, maka wajarlah sebagian pecintanya mengusahakan Kiai Sholeh untuk diakui sebagai pahlawan bangsa ini, Bukan?

?

Daftar Pustaka

Bruinessen, Martin Van. “Saleh Darat.” dalam Dictionnaire Biographique Des Savants et Grandes Figures Du Monde Musulman Périphérique, Du XIXe Siècle À Nos Jours ed. Marc Gaborieau et al., vol. 2 (Paris: CNRS-EHESS, 1998): 25–26.

Hakim, Taufiq. Kiai Sholeh Darat dan Dinamika Politik di Nusantara Abad XIX-XX M. Yogyakarta: Indes Publishing, 2016.

Mas’ud, Abdurrachman. Dari Haramain ke Nusantara?: Jejak Intelektual Arsitek Pesantren. Jakarta, Indonesia: Kencana, 2006.

———. “The Pesantren Architects and Their Socio-Religious Teachings (1850-1950).” PhD diss., University of California. ProQuest (UMI 9714238), 1997.

Ricklefs, Merle Calvin. "The Middle East Connection and Reform and Revival Movements among the Putihan in the 19th-century Java." dalam Southeast Asia and the Middle East: Islam, Movement and the Longue Duree. Diedit oleh Eric Tagliacozzo. Singapore: NUS Press, 2009: 111-134.

Salim, Abdullah. Majm?àt al-Syar?át al-K?fiyat li al-‘Aww?m Karya Syaikh Muhammad Shalih ibn Úmar al-Samarani: Suatu Kajian Terhadap Kitab Fiqih Berbahasa Jawa Akhir Abad 19. PhD diss., Institut Agama Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 1994.

Sholeh as-Samarani, Muhammad. Majm?‘at al-Shar?‘at al-K?fiyat li al-‘Aww?m. Semarang: Toha Putera, n.d.

———. Minh?j al-Atqiy?’ f? Shar? Ma‘rifat al-Adhkiy?’ Il? ?ar?q al-Awliy?’. Bombay: Ma?ba‘at al-Kar?m?, 1325.

Suhandjati, Sri. Mitos Perempuan Kurang Akal dan Agamanya: Studi Terhadap Kitab Majmu’at Karya Kiai Saleh Darat. Semarang: Puslit IAIN Walisongo, 2010.

Toer, Pramoedya Ananta. Panggil Aku Kartini Saja. Jakarta: Lentera Dipantara, 2003.

Penulis adalah santri Pondok Pesantren al-Itqon, Bugen, Semarang dan Alumni Miftahul Ulum, Ngemplak,

Demak.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen, Khutbah, News HMI Tegal Kab

Kamis, 11 Januari 2018

Lembaga Pangan PBB Apresiasi NU dalam Peran Kemanusiaan

Jakarta, HMI Tegal Kab. Kepala Perwakilan dan Direktur World Food Programme (WPF) Anthea Webb memberikan apresiasinya untuk Nahdlatul Ulama (NU) dalam perannya di segala bidang termasuk kemanusiaan dan bencana.

Dia menyambangi Kantor PBNU Jakarta, Senin (21/11) untuk mengajak NU bersinergi dan kerja sama dalam penanganan ketahanan pangan, bencana, dan kemanusiaan.

Lembaga Pangan PBB Apresiasi NU dalam Peran Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Pangan PBB Apresiasi NU dalam Peran Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Pangan PBB Apresiasi NU dalam Peran Kemanusiaan

Ditemui langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan pengurus PBNU lain, Webb menyampaikan bahwa dalam mencegah dan menangani bencana kemanusiaan akibat kelaparan dan gizi buruk, pihaknya tidak bisa bekerja sendirian.

“NU jelas perannya dan nyata mempunyai warga di akar rumput sehingga program ketahanan pangan bisa berjalan maksimal,” ujar Webb.

HMI Tegal Kab

Dia menjelaskan, WPF merupaka lembaga pangan bentukan PBB yang telah berdiri sejak 1963 dan pertama kali bekerja untuk Indonesia tahun 1964 dalam bencana Gunung Agung di Bali telah melakukan gerakan pencegahan kelaparan di banyak negara seperti Suriah, Irak, yaman, Palestina, dan Nigeria.

Lembaga yang berbasis di Kota Roma, Italia itu juga bergerak dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak di seluruh dunia. Dia pun meminta kepada NU untuk bekerja sama dalam pencegahan bencana alam yang selama ini nyata-nyata berdampak pada munculnya bencana kemanusiaan.

HMI Tegal Kab

Hadir dalam pertemuan terbatas itu di antaranya, Ketua PBNU Marsudi Syuhud, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Wasekjen Imam Pituduh, Ketua PP LPBINU M. Ali Yusuf, Ketua PP LKNU Hisyam Said Budairy beserta Sekretarisnya Citra Fitri Agustina. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Internasional, Ulama HMI Tegal Kab

Rabu, 03 Januari 2018

IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader

Surabaya, HMI Tegal Kab -

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau PC IPNU Kota Surabaya terus mengintensifkan kunjungan ke kepengurusan di bawahnya. Sabtu (23/12) ini, mereka menyapa Pimpinan Anak Cabang (PAC) di kawasan Simokerto.

Kegiatan yang bertajuk Kader Care bertujuan mendiskusikan secara langsung kondisi kader IPNU yang ada di wilayah tersebut. Acara dilangsungkan di Aula Masjid Cungkup dan merupakan kegiatan kelima setelah acara serupa yang menyapa kawasan kampus serta PAC Gunung Anyar.

IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader

Ketua IPNU Kota Surabaya, Achnaf al-Ashbahani mengemukakan aktifitas ini sebagai sarana melihat langsung kondisi terkini para kader yang ada di kecamatan. “Selanjutnya bisa didata secara langsung melalui database online yang telah dibuat,” katanya. 

Setelah ada kepastian terkait data anggota dan pengurus sekaligus potensi yang dimiliki, nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan yang mendukung data tersebut. “Ketika ada kegiatan entah itu di tingkat provinsi atau nasional, kita punya bukti kongkrit,” katanya di hadapan peserta.

Pendapat lain disampaikan Amirul Mukminin sebagai penanggungjawab bidang kaderisasi. "Saya dipasrahi bidang pengembangan organisasi untuk juga membahas tentang kondisi organisaai,” katanya. Diharapkan nantinya semua kader IPNU bisa beraktivitas di masjid sehingga secara perlahan bisa menggaet kader dari para remaja di sana, lanjutnya.

HMI Tegal Kab

Menurutnya, kondisi di kawasan ini sangat potensial untuk dimasuki kader dan nahdliyin. Hal tersebut sangat penting dalam upaya kian memperkokoh akidah Aswaja di kalangan aktifis dan keluarga besar masjid. 

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IPNU Kota Surabaya, Achnaf Al Ashbahani, Wakil Ketua II, Amirul Mukminin, bendahara yakni Abdul Mujib, serta wakil bendahara M Ichwanul Arifin. Selain itu hadir pula para kader PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Simokerto serta kader dari kepengurusan Ranting.

Kader care yang dimulai dengan pembacaan shalawat Nabi tersebut diakhiri diskusi dan perbincangan secara santai.  (Hisam Malik/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Khutbah HMI Tegal Kab

Rabu, 27 Desember 2017

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU

Kudus, HMI Tegal Kab. Sebagai perkumpulan yang mewadahi para pelajar Nahdlatul Ulama, IPNU dan IPPNU selayaknya sering menjalin komunikasi kepada para pengurus Badan Otonom NU lainnya yang lebih dewasa.?

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tanfidziyyah NU cabang Kudus, H Abdul Hadi pada pembukaan peringatan Hari Lahir IPNU ke-61 dan IPPNU ke-60 di aula Gedung NU Kudus Selasa, (24/2).

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU

Usai menghaturkan ucapan selamat hari kelahiran beserta doa harapan, Abdul Hadi kemudian memberikan beberapa pesan kepada ratusan pengurus IPNU-IPPNU se-kabupaten Kudus yang hadir pada acara tersebut.

HMI Tegal Kab

“Pengurus IPNU-IPPNU harus sering-sering silaturrahim dan konsultasi kepada NU, LP Ma’arif, juga kepada sesama pimpinan IPNU-IPPNU, jangan sampai putus,” ujar Abdul Hadi.?

Disampaikannya, bahwa ketika IPNU-IPPNU menghadapi masalah, apapun itu, sebaiknya disampaikan saja. Menurutnya, NU dan Banom sudah sepantasnya saling terbuka dan membantu.

HMI Tegal Kab

Di ulang tahun ini, diharapkan agar IPNU bersama IPPNU semakin mampu menjalankan tugas dengan disiplin dan tertata rapi. “Buatlah kegiatan yang sederhana saja, yang terjangkau, tapi terorganisir dengan baik,” paparnya.

Menurutnya, IPNU-IPPNU juga harus menjalankan organisasi dengan transparansi yang maksimal, sedari administrasi hingga persoalan dana. Organisasi dijalankan dengan ikhlas untuk kepentingan meningkatkan kualitas dan kuantitas NU.

Perayaan Harlah diresmikan dengan pemotongan tumpeng oleh KH M Ulil Albab, Rois Syuriah NU Kudus dan diserahkan kepada pengurus IPNU dan IPPNU Kudus, Joni Prabowo dan Septiyanti.?

Acara dilanjutkan dengan sarasehan bersama alumni dan nonton bareng video dokumentasi perjalanan IPNU-IPPNU Kudus dari masa ke masa. Terakhir, dibacakan doa manaqib. (Istahiyyah/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Pemurnian Aqidah HMI Tegal Kab

Jumat, 15 Desember 2017

Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila

Lombok Utara, HMI Tegal Kab. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Asad Said Ali menyebutkan, orang NU tidak mungkin menjadi pemberontak. Meskipun pernah ditekan rezim, NU justru menjadi satu-satunya ormas yang tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

As’ad menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara kunci pada saat pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Lanjut (PKL) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (20/5).

Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila

Menurut penulis buku “Negara Pancasila” ini, NU menjunjung tinggi kebersamaan dan lestarinya kebhinekaan di Tanah Air sebagaimana nilai yang terkandung dalam Pancasila. "Pada dasarnya kita diciptakan majemuk tidak melihat warna kulit dan tidak membeda-bedakan,” tuturnya.

Seperti diketahui dalam sejarah, forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama tahun 1983 sepakat menerima Pancasila sebagai asas tunggal lantaran dinilai selaras dengan nilai-nilai Islam yang dijunjung tinggi NU. Padahal, saat itu NU sedang digembosi perannya secara politk oleh pemerintahan Orde Baru.

HMI Tegal Kab

Pada kesempatan itu, Asad banyak mengulas gerakan radikalisme dan pentingnya penguatan Ahlusunah wal Jamaah sebagai pilar membangun negeri.

HMI Tegal Kab

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu yang membuka acara PKL tersebut, mengatakan, radikalisme menjadi peringatan bagi kerukunan di Indonesia. Ia menilai, peran pesantren sebagai solusi.

"Pesantren pada umumnya sangat moderat, ponpes sangat strategis dalam rangka menangkal radikalisme keagamaan. Kami sangat mendukung apa yang dilaksanakan GP Ansor. Kami mengimbau kepada para tuan guru dan ustadz untuk mengintensifkan pembinaan kepada ummat terutama para tokoh-tokoh agama," harapnya.

Kegiatan pelatihan ini akan berlangsung hingga 23 Mei 2015.? Dalam acara pembukaan, hadir pula Ketua PWNU NTB TGH Ahmad Taqiudin Mansyur, Kepala Kanwil BPN NTB H Budi Suryanto, Bupati Kabupaten Lombok Utara H Djohan Sjamsu, Ketua PCNU Kabupaten Lombok Utara H Sa’i, H Muallif dari Kemenag Kabupaten Lombok Utara, dan sejumlah tokoh lain dari polres, DPRD KLU. (Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah, Khutbah, Syariah HMI Tegal Kab

Minggu, 10 Desember 2017

GP Ansor Kota Ternate Adakan Diklatsar Angkatan Pertama

Ternate, HMI Tegal Kab?

Gerakan Pemuda Ansor Kota Ternate, Maluku Utara menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Ternate.?

GP Ansor Kota Ternate Adakan Diklatsar Angkatan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kota Ternate Adakan Diklatsar Angkatan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kota Ternate Adakan Diklatsar Angkatan Pertama

Di kota yang terletak dibawah kaki gunung Gamalama tersebut, sebanyak 60 Banser dilatih serta dididik untuk menjadi kader yang berkualitas. Mereka menerima materi di dalam ruangan maupun lapangan selama 4 hari, mulai (19/1) sampai (22/1).

Di antara materi ruangan pada Dikalatsar itu adalah ke-Aswaja-an, keindonesiaan, ke-NU-an, pendidikan pendahuluan bela negara, peraturan organisasi dan lain-lain. Sedangkan materi lapangan meliputi kerja sama, pembentukan karakter, PBB dan TUB.

Dikalatsar tersebut juga diwarnai dengan apel Kesetiaan terhadap ? Pancasila dan NKRI yang dihadiri PWNU, PCNU, TNI dan Polri serta elemen masyarakat yang lain. Kemudian dilanjutkan dengan aksi donor darah.

"Kami atas nama Pimpinan Wilayah GP Ansor Maluku Utara, mengapresiasi PC GP Ansor Kota Ternate yang mengadakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar,” ungkap Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Maluku Utara Salim.

HMI Tegal Kab

Menurut Salim, Banser yang sangat dibutuhkan di masyarakat untuk berbuat dan berkarya nyata membangun, mengembangkan dan menjaga visi misi organisasi serta NKRI.?

“Banser adalah pasukan inti GP Ansor yang memiliki fungsi stabilisator, dinamisator, katalisator serta kaderisasi, sehingga mutlak diperlukan untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.?

Salim menambahkan, sekarang banyak gerakan Islam yang radikal, sehingga diharapkan Banser ini mampu, membimbing, mencerdaskan, serta menjaga keberlangsungan Aswaja an-nahdhiyyah dan NKRI.

Sementara Ketua PC GP Ansor Kota Ternate Rahdi Anwar mengatakan, Diklatsar tersebut merupakan angkatan pertama dan akan terus diadakan agar GP ANsor semakin berkembang di kota Ternate khususnya, serta Provinsi Maluku Utara pada umumnya."?

HMI Tegal Kab

"Enam puluh kader angkatan pertama ini akan menjadi pionir kaderisasi. Selanjutnya akan merekrut anggota baru. Diharapkan 2 bulan yang akan datang Diklatsar angkatan kedua dilaksanakan," harapnya.?

Personalia Asrendiklat Satkornas Banser Sujani sebagai instruktur kegiatan tersebut mengatakan menyebutkan, peserta Diklatsar Ternate tersebut serius mengikuti tiap materi yang diberikan.

“Diskusi pun kami lakukan di dalam maupun lapangan untuk mencari kualitas kader. Apalagi banyak juga peserta yang masih berstatus mahasiswa sehingga pola dan daya pikirnya banyak gagasan dan ide untuk mengembangkan organisasi,” pungkasnya. (Herry Budi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Lomba, Hadits HMI Tegal Kab

Rabu, 06 Desember 2017

Bantu Yatim Berarti Bantu Orang Disayang Nabi

Jember, HMI Tegal Kab



Wakil Sekretaris PCNU Jember, Moch Eksan mengatakan, tak bisa dipungkiri, lingkaran hidup sebagian banyak anak yatim hanya berkutat dengan keprihatinan. Sudah kehilangan orang tua, mereka masih menderita hidupnya. Bahkan tak jarang mereka jadi anak terlantar, nestapa. 

Bantu Yatim Berarti Bantu Orang Disayang Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Yatim Berarti Bantu Orang Disayang Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Yatim Berarti Bantu Orang Disayang Nabi

Karena itu, menurut dia, uluran tangan masyarakat sangat diharapkan untuk membantu mengurangi beban hidup dan derita mereka. 

Menurut Eksan, menyantuni anak yatim, selain bernilai sosial, juga bernilai ibadah. Lebih- lebih Nabi Muhammad disebut sangat dekat dengan anak yatim. Kedekatan antara keduanya, oleh Nabi Muhammad sendiri diibaratkan jari telunjuk dan ibu jari. 

HMI Tegal Kab

"Itu artinya apa? Artinya membantu anak yatim, berarti membantu orang yang sangat disayang Nabi," katanya berceramah pada Pengajian dan Santunan Anak Yatim di Dusun Bukol, Desa Pandansari Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Ahad (1/10).

Oleh karena itu, para masyarakat dan para dermawan tidak perlu khawatir hartanya akan hilang begitu saja jika membantu anak yatim. 

"Harta yang disedekahkan, tidak ada ceritanya itu hilang, apalagi untuk anak yatim. Justru itulah harta yang kekal, harta yang sesungguhnya kita punya," jelasnya.

Penulis beberapa buku itu menambahkan, sesuai dengan UUD 45 pasal 34 (1) disebutkan bahwa anak terlantar dan fakir miskin dibiayai oleh negara. Kendati demikian, masyarakat secara moral juga punya tanggungjawab untuk berperan dalam mengentas mereka dari ketidak berdayaan. 

HMI Tegal Kab

"Pemerintah wajib dan bertanggung jawab atas kehidupan orang miskin dan terlantar, termasuk anak yatim. Walaupun begitu, kita masyarakat juga wajib bantu mereka," urainya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sejarah, Khutbah HMI Tegal Kab

Senin, 04 Desember 2017

Menaker Minta Aktivis Buruh Jangan Demo Terus di Jalan

Sleman, HMI Tegal Kab. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta aktivis buruh tidak lagi menyampaikan aspirasi dengan berdemo turun ke jalan melainkan melalui dialog dengan pendekatan seni dan budaya. 

"Saat ini ruang politik sudah berubah menjadi semakin terbuka. Masyarakat bisa dengan mudah berkomunikasi dengan pemimpinnya. Rekan-rekan buruh bahkan bisa dengan mudah berkirim pesan menyampaikan ide-ide mereka ke saya setiap hari. Jadi melakukan demo sudah tidak relevan lagi," kata Hanif pada peluncuran album kedua aktivis reformasi, John Tobing di Sleman, Yogyakarta, Jumat (10/11).

 

Menaker Minta Aktivis Buruh Jangan Demo Terus di Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Minta Aktivis Buruh Jangan Demo Terus di Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Minta Aktivis Buruh Jangan Demo Terus di Jalan

Menurut Hanif, kesenian dan kebudayaan bisa menjadi instrumen baru yang efektif untuk menyampaikan apa yang buruh perjuangkan selama ini. 

"Saya percaya ketika kita bisa terus berdialog terutama di ruang-ruang kebudayaan dan kesenian seperti ini maka pikiran kita bisa menjadi lebih cair dan nihil kepentingan sehingga dialognya menjadi lebih terbuka," ujar Hanif. 

HMI Tegal Kab

Menurut Hanif, melalui forum dialog dengan pendekatan kesenian dan kebudayaan maka orang akan lebih objektif dan jernih dalam melihat persoalan yang ada. 

"Ruang-ruang kebudayaan dan ruang-ruang dialog menjadi sangat penting sebagai sarana berkomunikasi di tengah perbedaan yang ada dalam rangka menemukan terobosan baru demi meningkatkan kualitas dari harmoni sosial," tutur Hanif. 

"Untuk itu saya sangat bersyukur ada acara semacam ini. Sekali lagi selamat kepada John Tobing atas peluncuran album barunya," ungkap Hanif. 

HMI Tegal Kab

John Tobing meluncurkan album kedua berjudul Bergeraklah Mahasiswa"di Sanggar Maos Tradisi asuhan Sosiolog Universitas Gajah Mada (UGM) Arie Sujito. Album ini secara khusus dipersembahkan untuk kalangan mahasiswa Indonesia. 

Melalui album ini John Tobing berharap mahasiswa terinspirasi dan tergerak untuk menjadi agen perubahan agar bangsa menjadi lebih baik. 

"Mahasiswa Indonesia harus tahu banyak rakyat miskin di negara kita. Untuk itu mereka harus menjadi motor perubahan melawan keterpurukan. Mereka harus bisa mencerdaskan bangsa," kata John Tobing. 

John Tobing merupakan pencipta lagu Darah Juang yang melegenda di kalangan aktivis mahasiswa. 

 

Lirik lagu tersebut bercerita tentang kisah pemuda desa miskin di negeri yang kaya. Hingga saat ini lagu tersebut seolah menjadi lagu wajib aktivis mahasiswa di Indonesia. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Ubudiyah, Khutbah HMI Tegal Kab

Sabtu, 25 November 2017

Gusdurian-LKiS Buka Kelas Pemikiran Gus Dur

Yogyakarta, HMI Tegal Kab. Komunitas pecinta Gus Dur (Gusdurian) Yogyakarta, bekerjasama dengan yayasan LKiS menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kelas Pemikiran Gus Dur”. Kelas yang terbatas hanya hanya 30 peserta tersebut diikuti oleh kaum muda dari berbagai daerah, latar belakang agama, dan organisasi.?

Kegiatan disambut antusias, terlihat dari banyaknya pendaftar yang tertolak karena telah terpenuhinya kuota. Para pendaftar juga berasal dari berbagai daerah di luar Yogyakarta.

Gusdurian-LKiS Buka Kelas Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian-LKiS Buka Kelas Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian-LKiS Buka Kelas Pemikiran Gus Dur

“Banyak peserta yang berasal dari luar Yogyakarta seperti ? Surabaya, Gersik, bahkan dari lur Jawa seperti Sulawesi. Tapi sebagian kami tolak karena akomodasi tidak memungkinkan,” tutur Shahibul Wafa yang akrab dipanggil Wafa, salah satu anggota tim penyelenggara kepada HMI Tegal Kab.?

HMI Tegal Kab

“Untuk pertama kalinya acara ini diselenggarakan dan langsung disambut baik oleh khalayak. Insyaallah kami akan melaksanakan kelas-kelas pemikiran selanjutnya,” lanjut Wafa yang merupakan delegasi dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Kota Yogyakarta untuk anggota tim penyelenggara acara ini itu. ? ?

Acara yang dilangsungkan selama 4 kali dalam bulan Juni ini dilaksanakan setiap Sabtu dan ditempatkan di ruang belajar yayasan LKiS, Jl. Pura no 203, Sorowajan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Sebagai instruktur, hadir Hairus Salim, Nur Kholik Ridwan, dan A. Gaffar Karim. ?

HMI Tegal Kab

Fauzi, ketua tim penyelenggara acara menuturkan, acara ini dimaksudkan untuk menggali dan mendalami berbagai hal terkait dengan sosok Gus Dur dan pemikirannya. Kaum muda mampu meniru dan mengikuti jejak langkahnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nur Hasanatul Hafshaniyah

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Halaqoh HMI Tegal Kab

Minggu, 19 November 2017

Ospek Damai 1.438 Mahasiswa Unisla

Lamongan, HMI Tegal Kab. Sebanyak 1.438 mahasiswa baru mengikuti rangkaian Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus Universitas Islam Lamongan. Mereka menggelar jalan santai yang melintasi dalam kota Lamongan, alun-alun, dan kembali ke kampus.

Ospek Damai 1.438 Mahasiswa Unisla (Sumber Gambar : Nu Online)
Ospek Damai 1.438 Mahasiswa Unisla (Sumber Gambar : Nu Online)

Ospek Damai 1.438 Mahasiswa Unisla

Bupati Lamongan Fadeli yang melepas jalan santai ini mengatakan, Kampus Unisla merupakan kebanggan tersendiri bagi warga Lamongan. Untuk itu kami membuka Beasiswa Pemkab bagi mahaiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, agar bisa melanjutkan studinya, dan kami siap membiayai sampai lulus.

Sementara Rektor kampus hijau Unisla Bambang Muljono mengingatkan, “Ini merupakan rangkaian seremonial yang harus diikuti mahasiswa baru, sebagai tahapan awal mahasiswa untuk mengamalkan Tridharma Perguruan Tinggi.”

HMI Tegal Kab

Mahasiswa baru Fakultas Peternakan Unisla Naufal Efendi menyatakan rasa senangnya, Ahad (21/9). “Saya senang sekali ikut Ospek ini. Selain mendapat tambahan ilmu dan pengalaman, saya juga dipercaya menjadi perwakilan mahasiswa untuk memimpin Ikrar Mahasiswa.” (Asyhari/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Aswaja, Khutbah, Kyai HMI Tegal Kab

Minggu, 12 November 2017

Destinasi Wisata Alami Jadi Andalan Banyuwangi

Banyuwangi, HMI Tegal Kab. Memiliki sejumlah tempat wisata yang menjadi jujugan para pelancong, tidak selamanya harus dengan mendirikan bangunan baru. Lewat sentuhan kreativitas dan memanfaatkan bangunan dengan konsep berbasis alam, ternyata juga bisa menjadi pilihan.

Destinasi Wisata Alami Jadi Andalan Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Destinasi Wisata Alami Jadi Andalan Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Destinasi Wisata Alami Jadi Andalan Banyuwangi

Setidaknya itulah yang dapat disaksikan di beberapa destinasi wisata di kawasan Banyuwangi. "Kami memanfaatkan bahan alami untuk membangun beberapa wahana wisata," kata Abdullah Azwar Anas, Sabtu (4/11).

Penjelasan tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi ini saat mengantarkan peserta Konferensi Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur di Pondok Indah, Desa Pereng, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur.

"Bangunan yang ada ini terbuat dari kayu, demikian pula ornamen lainnya," kata mantan Ketua Umum PP IPNU tersebut. Bupati Anas kemudian menunjukkan tumpukan batu yang dijadikan jalan menuju Pondok Indah.

Konsep wisata alami ternyata banyak mendapatkan apresiasi dari sejumlah wisatawan. "Baik dalam maupun luar negeri," ungkapnya.

HMI Tegal Kab

Dalam paparan pria yang juga sebagai Ketua PW ISNU Jatim tersebut mengajak masyarakat setempat untuk memanfaatkan keindahan alam untuk dikelola sebagai destinasi wisata. Tercatat, sejumlah rumah penduduk yang telah disulap menjadi penginapan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

"Imbasnya, taraf hidup masyarakat di sini mengalami peningkatan yang membanggakan," katanya.

Kota paling timur di pulau Jawa ini juga menggunakan pendekatan yang lebih substansial dalam mengurangi penyakit masyarakat seperti prostitusi.

"Kita tidak menggunakan peraturan daerah syariah, namun lebih mengedukasi masyarakat," ungkapnya. Bahwa mengurangi tersebarnya penyakit kelamin dapat dilakukan lewat penjelasan yang disampaikan sejumlah tenaga kesehatan, lanjutnya.

HMI Tegal Kab

Dia juga menceritakan sejumlah perdebatan yang mengemuka di masyarakat ketika akan diberlakukannya peraturan daerah berbasis syariah. "Baik yang pro maupun kontra," terangnya. Karena itu, yang lebih ditekankan di wilayahnya yakni dengan tidak terlalu larut dalam bungkus berupa aturan, melainkan strategilah yang lebih dikedepankan.

Di akhir paparannya, Bupati Anas berpesan kepada peserta konferensi untuk dapat meniru konsep pembangunan wisata alami di daerah masing-masing. "Pengalaman selama di sini bisa juga diterapkan di kawasan anda semua," pungkasnya. 

Konferensi PW ISNU Jatim berlangsung Sabtu hingga Ahad (4-5/11). Di sela kegiatan tersebut, Bupati Anas mengajak peserta yang berasal dari sejumlah kota dan kabupaten se-Jatim ini mengunjungi tempat wisata. Termasuk melepas anak penyu atau tukik di pantai Boom. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Makam HMI Tegal Kab

Senin, 06 November 2017

Tugas IPNU dan IPPNU Sama

Probolinggo, HMI Tegal Kab. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) diharapkan selalu menjadi teman dalam perjuangan. Tugas IPNU dan IPPNU sama.

“Baik IPNU maupun IPPNU memiliki tugas menjalankan beberapa program NU di tingkat pelajar dan santri putra maupun puteri,” ujar Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Muhlisun, Jum’at (31/5), terkait terbentuknya kepengurusan PC IPPNU setempat.

Tugas IPNU dan IPPNU Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tugas IPNU dan IPPNU Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tugas IPNU dan IPPNU Sama

PC IPPNU Kota Kraksaan sempat vakum. Ketua terpilih Nur Indah Muktamaroh bersama tim formatur Jum’at (31/5) kemarin menggelar rapat untuk menyusun kepengurusan PC IPPNU Kota Kraksaan periode 2013-2014 di auditorium PCNU Kota Kraksaan,.

HMI Tegal Kab

Rapat tim formatur ini dihadiri oleh Sekretaris PCNU Kota Kraksaan Fauzan dan Ketua PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)  Kota Kraksaan Muhlisun beserta segenap pengurus IPNU-IPPNU se Cabang Kraksaan.

Dalam daftar kepengurusan baru PC IPPNU Kota Kraksaan tersebut, Siti Musyarofah diangkat sebagai Wakil Ketua mendampingi Ketua terpilih Nur Indah Muktamaroh. Sementara Sekretaris dipercayakan kepada Uswatun Hasanah. Selain itu, tim formatur juga berhasil menyusun departemen-departemen secara lengkap.

HMI Tegal Kab

Dengan terbentuknya kepengurusan PC IPPNU Kota Kraksaan ini, Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Muhlisun berharap dua organisasi pelajar NU ini bisa saling bersinergi. “Kita sadari bersama bahwa dalam menjalankan programnya IPNU harus bersama dengan IPPNU,” katanya.

Pemilihan Ketua PC IPPNU Kota Kraksaan sendiri dikawal langsung oleh Pengurus Wilayah (PW) IPPNU Jawa Timur. Pengawalan ini dilakukan karena vakumnya kepengurusan tersebut dianggap sebagai permasalahan organisasi yang cukup serius. Melalui musyawarah mufakat, secara aklamasi Nur Indah Muktamaroh terpilih sebagai Ketua PC IPPNU Kota Kraksaan.

Sekretaris PCNU Kraksaaan Fauzan mengatakan vakumnya kepengurusan IPPNU disebabkan minimnya kader. “Sebab masyarakat mengatakan bahwa kepengurusan IPPNU harus berasal dari kalangan pelajar, padahal tidak demikian. Ada AD/ART yang telah mengatur tentang kepengurusan IPPNU ini,” ujarnya singkat.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Amalan, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Minggu, 29 Oktober 2017

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS

Way Kanan, HMI Tegal Kab - Menyikapi kejahatan kemanusiaan di Rohingnya, Rijalul Ansor Way Kanan, GP Ansor Bahuga, Gusdurian Lampung, Satkorwil Banser Lampung, dan Aji Tapak Sesontengan (ATS) Global Indonesia Tim Swarna Raya menggelar doa untuk Rohingya serta bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan non-medis.

Ketua Rijalul Ansor Way Kanan Hasyim Asyari di Blambangan Umpu, Kamis (7/9) menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk mengundang masyarakat mendoakan agar etnis Rohingya segera terbebas dari kekerasan dan diskriminasi dialami selama ini.

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS

Pelaksanaan kegiatan akan berlangsung di dua tempat, pertama pada Jumat 8 September di area Panti Asuhan Pesantren Roudlotul Mutaqqin dan pada Sabtu 9 September di Mushola Al Hikmah, Kampung Dewa Agung, Kecamatan Bahuga.

"Sembari menunggu penagananan penyembuhan penyakitnya seperti asam urat, lemah jantung, sakit gigi, urat kejepit, migrain, vertigo, maag dan berbagai penyakit medis lain oleh Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada Lampung sekaligus kamitua atau master ATS sahabat Gatot Arifianto, masyarakat akan kami pandu mendoakan saudara kita di Rohingya," ujar Hasyim didampingi Ketua GP Ansor Bahuga Muhammad Nur Hasyim.

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Menyikapi persoalan Rohingya dengan doa menurut Hasyim, lebih maslahat daripada menyebar gambar hoax tidak sesuai, sadis dan didramatisir yang berpotensi memecah belah masyarakat Indonesia.

"Kami sepakat, bahwa apa yang terjadi di Rohingya ialah tragedi kemanusiaan yang harus segera dihentikan karena bertentangan dengan nalar hingga nurani. Siapapun yang beragama dan mengimaninya dengan benar pasti menolak kebiadaban," katanya.

Selain berdoa bersama, masyarakat juga akan diajak berfoto dengan membawa pesan-pesan perdamaian, seperti wasiat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Agama jangan jauh dari kemanusiaan, lalu Dalai Lama XIV: Perdamaian bukan hanya sekadar tidak adanya kekerasan. Perdamaian adalah, perwujudan kasih sayang manusia, serta kutipan positif lain. (Erli Badra/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Hadits HMI Tegal Kab

Selasa, 24 Oktober 2017

Mengkhayal Saat Shalat?

Shalat diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Takbiratul ihram dianggap sebagai pintu masuk untuk mengingat Allah SWT.? Segala bentuk kegiatan yang diperbolehkan di luar shalat, seketika takbir semuanya mesti ditinggalkan, alias diharamkan.

Setelah berniat dan melakukan takbir, seharusnya pikiran dan hati kita fokus untuk beribadah dan tertuju pada Allah SWT. Namun masalahnya, mengendalikan pikiran bukanlah perkara mudah.

Mengkhayal Saat Shalat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengkhayal Saat Shalat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengkhayal Saat Shalat?

Seringkali pikiran lain muncul tiba-tiba di benak kita seperti soal pekerjaan, anak, harta, dan dagangan. Bahkan dalam shalat pun, terkadang khayalan aneh datang menghantui pikiran. Sehingga, semua itu membuat kekhusyukan ibadah menjadi terganggu dan berkurang. Lalu bagaimana hukumnya? Apakah masih sah shalat orang yang mengkhayal ketika shalat?

HMI Tegal Kab

Terkait masalah ini, Imam An-Nawawi punya jawaban di dalam kitabnya Fatawa Al-Imam An-Nawawi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?..

HMI Tegal Kab

Artinya, “Bila seorang mengkhayal maksiat dan kezalimaan pada saat shalat sehingga hatinya tidak fokus dan dia tidak meresapi bacaannya, apakah shalatnya masih sah? ‘Shalatnya sah, namun makruh,’” jawab Imam An-Nawawi.”

Orang yang mengkayal, pikirannya melayang ke mana-mana, bahkan memikirkan sesuatu yang buruk, shalatnya masih dihukumi sah. Meskipun sah, shalatnya dianggap makruh karena hatinya tidak hadir dan dia tidak meresapi bacaan yang dilafalkannya.

Kekhusyukan memang tidak menjadi kewajiban di dalam shalat, namun bukan berarti kita mengabaikannya. Kita mesti? mengupayakan dan mengusahkannya. Minimal kita berusaha merenungi dan meresapi setiap bacaan yang dilafalkan ketika shalat. Di sini kita mengerti betapa kekhusyukan adalah barang mahal tiada tara. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Doa HMI Tegal Kab

Minggu, 15 Oktober 2017

Proses Perwujudan Beragama Mesti Dipahami Agar Tak Timbul Sikap Radikal

Bandung, HMI Tegal Kab

Semua agama mempunyai doktrin masing-masing, sedangkan doktrin itu sendiri yang menyatukan ideologi dan perilaku masyarakat beragama, tetapi ketika doktrin berdialog dengan keragaman kultur yang berbeda, maka di situ akan muncul perbedaan pemahaman dan perwujudan beragama. Dari hal itu, maka melahirkan karakter Islam. Misalnya, mengapa ada NU, Muhammadiyah, Persis, dan lain sebagainya. Itu hal yang wajar kalau memahami konsep beragama.?

Demikian disampaikan Setia Gumilar, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora dalam Seminar Dewan Mahasiswa bertajuk ‘Mencegah Kekerasan Atas Nama Agama’ di aula Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Senin (28/3).

Proses Perwujudan Beragama Mesti Dipahami Agar Tak Timbul Sikap Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Proses Perwujudan Beragama Mesti Dipahami Agar Tak Timbul Sikap Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Proses Perwujudan Beragama Mesti Dipahami Agar Tak Timbul Sikap Radikal

Gumilar mengatakan, kalau umat beragama mengetahui proses perwujudan beragama, maka tidak ada suatu kelompok menghegemoni kelompok lain dalam urusan beragama. Seandainya dipahami seperti demikian, maka tidak akan ada yang merasa paling benar sendiri dalam kelompok Islam.

“Karakternya berbeda, tapi doktrinnya sama kok, bersumber Al-Quran dan As-Sunnah,” ujar Gumilar dihadapan ratusan mahasiswa dari kalangan NU, Muhammadiyah, Persis, dan lain-lain.

Menurutnya, dalam teori fungsional, agama itu muncul untuk memberikan suatu ketenangan dan ketenteraman harmoni kestabilan kehidupan. Di balik fungsional agama, ternyata agama diklaim sebagai biang kekerasan.

HMI Tegal Kab

“Pertanyaannya, mana yang salah? Agamanya ataukah penganutnya?Persoalannya bukanlah agamanya, tetapi umat beragamanya,” tegas kader NU Bandung itu.

Sementara itu, Ketua Jaringan Kerja Antarumat Beragama Wawan Gunawan memandang kegagalan dalam memahami realitas keberagamaan menimbulkan sikap intoleransi. Sikap ini tidak siap menerima perbedaan orang lain, lalu melakukan diskriminasi, melakukan kekerasan, akhirnya menjadi teroris.

HMI Tegal Kab

“Pelaku bisa lakukan oleh masyarakat dinamakan intoleran, kalau dilakukan oleh negara dinamakan pelanggaran, karena janji negara itu melindungi Hak Asasi Manusia,” tambah pengurus Lakpesdam NU Jawa Barat itu.

Wawan menawarkan solusi bagi penganut beragama untuk mengembangkap sikap keberagamaan yang saling menghargai, seperti konsep pluralisme yang sadar hidup dengan situasi yang majemuk. ? “Perlu merumuskan agenda hubungan antaragama, mengembangkan keberagamaan yang terbuka, saling belajar,” pesan Wawan. (M Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Khutbah, Lomba HMI Tegal Kab

Rabu, 27 September 2017

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi

Cirebon, HMI Tegal Kab. Shadaqah merupakan salah satu ajaran Islam yang sangat dianjurkan, karena selain memberikan manfaat dalam kehidupan bermasyarakat, para pengamal sodaqoh pun akan mendapat pahala dari Allah SWT.

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi

Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren Daarussalam, Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat KH Tb Ahmad saat mengisi pengajian pasaran di Buntet, Ahad (13/6).

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Seraya mengutip pendapatnya Imam As-Suyuthi yang ungkapkan dalam Kitab Khumasi dan dikutip oleh Sayyid Abdurrohman bin Muhammad dalam kitab Bughyatul Musytarsyidin halaman 107, Kang Entus, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa faidah shadaqah terbagi menjadi lima macam.

"Pertama shadaqah yang pahalanya 10 kali lipat, yaitu shadaqah kepada orang yang sehat wal afiyat," ujarnya di hadapan ratusan peserta pengajian. Kedua, kata dia, shadaqah yang pahalanya 90 kali lipat, yaitu shadaqah kepada orang buta dan yang terkena musibah.

Ditambahkannya, pahala yang ketiga adalah shadaqah yang pahalanya 900 kali lipat, yaitu shadaqah kepada kerabat yang membutuhkan.

"Keempat adalah shadaqah yang pahalanya 100 ribu kali lipat,yaitu shadaqah kepada kedua orang tua," imbuhnya

Dan yang terakhir, lanjut Kang Entus, shadaqah yang pahalanya 900 ribu kali lipat, yaitu shadaqah kepada ulama atau fuqaha. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Khutbah HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock