Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur

Jakarta, HMI Tegal Kab. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memenuhi undangan PBNU dalam kapasitasnya sebagai salah seorang mustasyar atau penasehat PBNU dalam rapat tertutup yang berlangsung pada Rabu (16/4).

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur

Kepada para wartawan, ia menegaskan, sama sekali tidak ada pembicaraan politik dalam pertemuan tersebut. “Saya datang ke PBNU bukan hanya sekarang, saya selalu datang kalau diundang,” jelasnya.

Meskipun tidak menjelaskan detail pertemuan tersebut, rapat tersebut merupakan upaya untuk terus meningkatkan kinerja organisasi.?

HMI Tegal Kab

“Saya berdoa NU terus maju dan tambah makmur,” tandasnya.?

JK merupakan putra H Kalla, tokoh NU di Sulawesi Selatan. Dalam penyelenggaraan muktamar ke-32 di Makassar tahun 2010 lalu, ia membantu mensukseskan acara lima tahunan NU tersebut.

HMI Tegal Kab

Ia merupakan salah satu calon presiden yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang pendiriannya difasilitasi oleh PBNU.

KH Said Aqil Siroj yang mendampingi JK menjelaskan, rapat tersebut membahas berbagai persoalan internal organisasi, diantaranya rencana penyelenggaraan musyawarah nasional dan konferensi besar (munas dan konbes) yang akan berlangsung awal Mei mendatang di Jakarta. ?

Rapat tersebut dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj serta para pengurus NU lainnya. (mukafi niam)

Foto: antara

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Pesantren HMI Tegal Kab

Senin, 12 Februari 2018

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh

Kutupalong, HMI Tegal Kab - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan perkembangan terkini tentang praktik kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, yang berakibat pada eksodus etnis Rohingya ke Bangladesh.

Menurut PBB, sebagaimana dilansir AP, Kamis (7/9), sekitar 146.000 orang telah meninggalkan Myanmar menuju Bangladesh sejak meletusnya kekerasan meletus di sana 25 Agustus.

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh

Jurubicara PBB Stephane Dujarric, Rabu, mengatakan bahwa Program Pangan Dunia meminta 11,3 juta dollar AS untuk membantu gelombang para pengungsi itu, juga mereka yang tengah tinggah di tenda-tenda pengungsian. PBB sudah menyediakan makanan untuk puluhan ribu orang, termasuk perempuan dan anak-anak yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi.

HMI Tegal Kab

Eskalasi kekerasan oleh militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya belum berakhir menyusul tragedi penyerangan terhadap polisi di wilayah perbatasan dan aparat pemerintah lainnya sejak 25 Agustus. Pemerintah Myanmar menyebut militan Rohingya atau ARSA sebagai teroris Bengali.

Peristiwa Agustus itu memicu serangan balasan dari tentara Myanmar. Atas nama pemburuan para teroris, mereka menembaki warga sipil dan membakar ribuan rumah tinggal warga Rohingya. Situasi ini memperburuk keadaan dan memicu lebih dari seratus ribu warga melarikan diri dari tanah air mereka.

HMI Tegal Kab

Muslim Rohingya telah melarikan diri sejak serangan pemberontak terhadap polisi perbatasan dan pasukan pemerintah lainnya pada 25 Agustus memicu pembalasan oleh tentara Myanmar. Tentara dan polisi telah dituduh melakukan tembakan tanpa pandang bulu, namun pemerintah mengatakan pasukannya berusaha keras untuk tidak merugikan warga sipil yang tidak bersalah.

Dujarric juga mengatakan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sedang "melanjutkan kontak diplomatiknya terkait dengan situasi di Myanmar." (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Daerah HMI Tegal Kab

Jumat, 09 Februari 2018

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah

Jakarta, NU.Online
Menteri Agama RI Prof DR KH Sayyid
Agil Husein Almunawar MA mengakui kualitas pendidikan Indonesia jauh tertinggal dengan negara-negara lain di dunia akibat rendahnya anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah.

"Mana bisa dengan anggaran hanya Rp 600 miliar harus dipakai untuk pembangunan pendidikan di seluruh Indonesia, lalu yang dibangun itu apanya, karena itu jangan salahkan bila kita tertinggal terus dalam pendidikan," katanya di Pesantren Riyadush Sholihin, Gebang, Jember, Kamis malam.

Kehadiran Menag di Jember itu untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan sarana dan prasarana pendidikan terpadu tingkat madarasah dan strata I oleh Yayasan Riyadush Sholihin kabupaten Jember dengan anggaran sekitar Rp4 miliar.

Dalam acara yang sekaligus memperingati 25 tahun Yayasan Riyadush Sholihin di pelataran pondok pesantren itu, Menag menyatakan kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal, padahal bangsa Indonesia sudah sekian tahun merdeka, namun kepedulian terhadap pendidikan sangat rendah.

Untuk itu, katanya, diperlukan pembenahan secara bertahap yang tentunya disertai dengan peningkatkan anggaran pendidikan

"Alhamdullilah, pemerintah sekarang telah menaikkan anggaran pendidikan dari Rp5 triliun menjadi Rp11 triliun, karena itu anggaran untuk sekolah yang hanya Rp600 miliar diharapkan akan meningkat pula," katanya di hadapan ribuan siswa, ustadz, dan masyarakat sekitar pesantren.

Menurut dia, jika sistem diterapkan pada tahun ini banyak siswa-siswi tidak lulus dalam ujian akhir, maka hal itu juga merupakan bagian dari perlunya peningkatan kualitas pendidikan, sehingga tidak ada lagi istilah "belajar dan tidak belajar sama saja" karena ada jaminan lulus.

"Hal itu akan diterapkan secara bertahap, sehingga tidak ada lagi ’mark up’ nilai, karena rujukannya jelas yakni kualitas," katanya.

Dia memaparkan dari 174 negara di dunia, bangsa Indonesia berada pada urutan ke-112 di bawah Vietnam satu poin yakni 111, sedang Malaysia urutan 59, dan Singapura bertengger di urutan 26.

"Lalu pertanyaannya kapan kita berada di bawah urutan 100," katanya.Oleh karena itu, diharapkan secara bertahap pendidikan itu dilakukan pembenahan, sehingga bila anggaran pendidikan itu sudah 20 persen APBN, maka diharapkan dalam waktu yang tidak lama akan dapat mengejar ketertinggalan itu.

"Jangan seperti sekarang ini, jumlah lulusan doktor Indonesia berada di bawah Malaysia yakni per 1 juta penduduk hanya 65 orang, sedang Malaysia per 1 juta penduduk 85 orang. Gelar doktor terbanyak di negara Israel yaitu per 1 juta penduduk terdapat 16 ribu orang doktor," katanya. (Ant/Cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Meme Islam, Halaqoh, Pertandingan HMI Tegal Kab

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah

Kamis, 08 Februari 2018

Tak Mimpi Dapat Umroh Gratis

Yogyakarta, HMI Tegal Kab. Pada 5 Januari 2014 akhirnya Majalah Bangkit, media cetak yang dikelola PWNU DI Yogyakarta, mengundi pemenang hadiah utama umroh gratis di gedung PWNU setempat setelah dilangsungkan acara Haul ke-4 Gus Dur.

Tak Mimpi Dapat Umroh Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Mimpi Dapat Umroh Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Mimpi Dapat Umroh Gratis

Suasana tegang mewarnai para pemegang kupon yang merupakan pelanggan Majalah Bangkit saat Rais Syuriah PWNU KH Asyhari Abta mengocok ratusan kupon di dalam kotak undian dan mengambil satu kupon darinya.

Pengumuman hasil undian menyatakan, hadiah utama paket perjalanan umroh gratis dimenangkan Ir. Djawahir. Selain sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM), Djawahir adalah Ketua Lajnah Falakiyah PWNU DIY.

HMI Tegal Kab

"Saya tidak mimpi apa-apa nih, alhamdulillah malah menang," katanya saat didatangi di rumahnya karena saat prosesi pengundian ia tidak hadir. "Tadi awalnya mau hadir tapi karena saya takziyah jadi tidak sempat mampir ke (kantor) PWNU."

Sebagai warga NU, Djawahir mengaku perlu berlangganan Majalah Bangkit untuk mengikuti informasi terkini seputar NU. Dia berlangganan majalah bulanan itu untuk masa satu tahun.

HMI Tegal Kab

Di samping berhadiah umroh, undian ini memberikan 10 hadiah hiburan, seperti 2 set gelas cantik, 2 ceret unik, 1 radio antik, 1 setrika, 1 kipas angin, 1 mesin penanak nasi, dan sebuah sepeda keren. Masing-masing pemenang juga mendapatkan satu paket kaos pintar.

"Selamat kepada para pemenang, dan yang belum beruntung tidak usah khawatir karena Majalah Bangkit akan mengadakan undian selanjutnya. Jadi silahkan beli majalahnya, dapatkan ilmunya juga dapatkan hadiahnya," kata Muhammadun, pimpinan redaksi Majalah Bangkit. (Muyassaroh Hafidzoh/Mahbib)

t

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan HMI Tegal Kab

Minggu, 14 Januari 2018

Islam Sebagai Sarana Character Building

Dalam membangun bangsa yang maju besar dan beradab, agama memiliki peran yang sangat besar. Sebagai organisasi sosial keagamaan, sejak dulu NU berperan sangat besar dalam mengayomi dan membangun masyarakat, baik melalui pendidikan, dakwah dan lain sebagainya. Hal itu tidak lain karena NU merupakan organisasi keagamaan yang dipimpin oleh para ulama, sementara tugas ulama selain liyatafaqqahu fiddin, mengggali, merumuskan dan mengembangkan pemikiran keagamaan, tetapi juga memiliki tugas yang tidak kalah pentingnya dan bahkan sangat strategis yang berkaitan dengan masalah sosial dan kebangsaaan yaitu tugas liyundziru qaumahum (membangun masyarakat) yakni membentuk kepribadian. 

Dalam kaitan dengan masalah masyarakat, NU memiliki beberapa tugas pertama adalah pembangunan mental-spiritual, pembentukan kepribadian atau karakter masyarakat (character building) ini sangat penting agar lahir kader orang-orang  atau masyarakat yang memiliki sikap, memiliki ketegasan, memiliki prinsip serta memiliki tanggung jawab baik terhadap Tuhan dan terhadap sesama manusia dan terhadap bangsa dan Negara. Karena itu para ulama dan khususnya NU memiliki tugas kedua yaitu nation building (pembangunan bangsa). Dengan adanya pembantukan karakter (character building) itulah nation building (pembangunan bangsa) bisa dilaksanakan dan ini merupakan modal dasar bagi state building (membangun Negara). Dengan nation building ini maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani, karena memiliki kepribadian nasional yang kokoh, sehingga bisa berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa beradab yang lain.

 

Tugas ketiga adalah criticism buiding (membangun sikap kritis), ini sesuai dengan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Sebagaimana sering ditegaskan bahwa sikap NU terhadap negara taat mutlak bahwa negara harus dijaga dan dibela, tetapi terhadap pemerintah yang ada NU menerapkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Sementara dalam melakukan amar ma’ruf sendiri perlu menggunakan etika.

Islam Sebagai Sarana Character Building (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Sebagai Sarana Character Building (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Sebagai Sarana Character Building

مَنْ كَانَ أَمْرُهُ مَعْرُوْفاً فَلْيَكُنْ بِمَعْرُوْفٍ

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

(Barangsiapa mengajak kebaikan maka dengan cara yang baik pula).

 

NU akan mendukung setiap kebijakan pemerintah yang adil dan benar, tetapi NU akan mengkritik setiap kebijakan pemerintah yang tidak benar dan tidak adil bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

 

Sikap kritis NU dalam mendukung atau mengkritik pemerintah ini didasari oleh pertimbangan etis, bukan oleh pertimbangan politis, karena itu akan dilakukan terus walaupun NU bukan partai politik tetapi organisasi keagamaan yang memang memiliki tugas moral atau etis.

 

Kembali pada upaya character building dan nation building, ini merupakan langkah yang sangat mendesak saat ini, karena ini merupakan persoalan besar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini ketika sekolah dan lembaga pendidikan lain termasuk lembaga kebudayaan yang ada tidak melakukan tugas ini. Sementara gelombang globalisasi yang begitu besar menghancurkan sendi-sendi bangsa ini di semua sektor kehidupan, sehingga terjadi kemerosotan moral dan lunturnya karakter. Sementara NU sebagai organisasi keagamaan justru tidak pernah berhenti melakukan character and nation building ini.

 

Penanaman rasa cinta tanah air dan bangga terhadap sejarah serta peradaban sendiri itu dilakukan karena berdasarkan pertimbangan bahwa:

مَنْ لَيْسَ لَهُ اْلأَرْضُ لَيْسَ لَهُ تَارِيخ، وَمَنْ لَيْسَ لَهُ التَّارِيْخُ لَيْسَ لَهُ ذَاكْرَة

(barang siapa tidak memiliki tanah air dan tidak mencintai tanah air, maka tidak memiliki sejarah, barang siapa tidak memiliki sejarah maka tidak memiliki memori dan karakter).

 

Bagi orang atau bangsa yang tidak memiliki memori maka dia akan menjadi bangsa tidak memiliki karakter, dan bangsa yang tidak memiliki karakter akan kehilangan segalanya. Politiknya akan hilang, peradabannya akan merosot dan aset ekonominya pun akan dijarah bangasa lain akhirnya akan menjadi bangsa yang miskin dan tidak terhormat. Inilah pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air, dan karena itu tidak henti-hentinya NU menanamkan rasa cinta tanah air. Penegasan pada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI ini merupakan bentuk paling nyata dari rasa cinta tanah air tersebut. Itulah sebabnya Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman (hubbul wathan minal iman). Dalam pengertian itulah agama ditempatkan sebagai unsur mutlak dalam nation dan character building.

Jakarta,   6 Juni 2012. M

               16 Rajab 1433 H

 

 

Dr KH Said Aqil Siroj, MA

Ketua Umum PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kajian Islam, Pertandingan HMI Tegal Kab

Selasa, 09 Januari 2018

Nyai Mahmudah Mawardi Bawa Muslimat NU Jadi Organisasi Progresif

Salah satu tokoh Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) yang paling dikenal yakni Nyai Hj. Mahmudah Mawardi. Dalam kurun waktu kepemimpinannya selama delapan periode lamanya (1950-1979, Muslimat NU tampil sebagai sebuah organisasi wanita yang cukup progresif. Muslimat berperan aktif di dalam Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Peran Muslimat selanjutnya yaitu pada tahun 1967 ketika Mahmudah Mawardi ikut mendirikan Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) sebagai wadah untuk mempersatukan gerak langkah organisasi-organisasi wanita Islam dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama.

Nyai Mahmudah Mawardi Bawa Muslimat NU Jadi Organisasi Progresif (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyai Mahmudah Mawardi Bawa Muslimat NU Jadi Organisasi Progresif (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyai Mahmudah Mawardi Bawa Muslimat NU Jadi Organisasi Progresif

Lahir pada tanggal 12 Februari 1912, Mahmudah kecil dibesarkan di lingkup pesantren yang diasuh oleh ayahnya, Kiai Masjhud. Kiai Masjhud merupakan salah satu tokoh yang dianggap menjadi salah satu perintis berdirinya NU di Kota Solo.

HMI Tegal Kab

Mahmudah merupakan anak pertama dari lima saudari. Mereka adalah Mahmudah, Mahwiyah, Mahsunah, Mahdumah dan Mahmulah. Kelima putri ini dilahirkan dari rahim istri pertama Kiai Masjhud. Setelah istri pertamanya wafat, Kiai Masjhud kemudian memperistri Syuaibah, yang kemudian melahirkan salah satu tokoh pendiri IPNU dan PMII, H. Mustahal Ahmad.

Sejak kecil Mahmudah belajar kepada orang tuanya di Pondok Pesantren yang kelak dikenal sebagai Pesantren Al-Masjhudiyah. Kemudian ia belajar selama 6 tahun di Madrasah Ibtidaiyyah Sunniyah Solo, hingga tamat pada tahun 1923. Setelah itu, ia melanjutkan belajar di Madrasah Tsanawiyyah Sunniyah selama 3 tahun. Sunniyah merupakan sebuah nama langgar dan madrasah di daerah Keprabon Timur Solo. Letaknya sekitar 300 m ke arah utara dari rumah Mahmudah.

Seiring waktu berjalan, Mahmudah terus meningkatkan kemampuannya dengan mengikuti kursus-kursus keguruan. Ia juga pernah nyantri di Pesantren Jamsaren Solo, di bawah asuhan KH Mohammad Idris. Kesemuanya ini menjadikan dirinya sebagai pribadi yang terpelajar nan alim.

HMI Tegal Kab

Berdasarkan penuturan salah seorang keponakannya, Nashirul Umam, Mahmudah juga berhasil menjadi salah seorang penghafal Alquran atau hafidhah.



Kiprah Mahmudah


Mahmudah mengawali kiprah perjuangannya dengan menjadi guru di tempat belajarnya dahulu, Sunniyah, sejak tahun 1930. Bersama kaum perempuan muslim di Solo, ia kemudian mendirikan organisasi Nahdlatoel Moeslimat (NDM) di Kauman Surakarta pada bulan April 1931. Organisasi ini bergerak pada bidang pendidikan, khususnya untuk kaum perempuan. Dalam proses pendirian, Mahmudah menjadi ketua pendiri organisasi, hingga akhirnya membuka cabang di mana-mana.

Selama kurun waktu 1933-1945, Mahmudah menjadi kepala sekolah Madrasah Muallimat NDM. Pada kisaran tahun itu pula, Mahmudah menikah dengan salah seorang tokoh pergerakan PSII Solo, A. Mawardi. Nama inilah yang tersemat di belakang namanya hingga akhir hayat.

Dari pernikahan tersebut lahir putra-putri yang kelak juga menjadi tokoh besar. Di antaranya Chalid Mawardi (Ketua PP GP Ansor 1980-1985, mantan Dubes RI di Syiria dan Lebanon), Farida Purnomo (Ketua PP IPPNU 1963-1966) dan Lathifah Hasyim (Dewan Penasihat PP Muslimat NU 2011-2016).

Sebagai tokoh pergerakan, kehidupan Mawardi banyak menginspirasi Mahmudah untuk ikut aktif dalam dunia pergerakan. Mahmudah kemudian ikut aktif dalam organisasi kewanitaan. Hinggga pada tahun 1943, Mawardi meninggal. Sejak saat itu perjalanan panjang berkarir, berjuang dan membesarkan anak-anak, mesti dijalani sendiri oleh Mahmudah.

Tidak hanya itu, ketika pada tahun 1954 ayahnya wafat, ia diberi amanah untuk menggantikan sang ayah sebagai pengasuh pesantren yang kala itu terdapat 150 santri putri. Berbagai jalan kehidupan ini, semakin membentuk karakternya sebagai seorang wanita yang tangguh.

Pada masa ini, ia juga menjadi salah satu kunci terbentuknya IPPNU yang ketika awal berdiri berpusat di Solo. Hampir sebagian besar tokoh pendiri IPPNU, seperti Umroh Machfudzoh, Basyiroh Soimuri, Machmudah Nahrowi, Farida Mawardi dan lain-lain merupakan santriwati yang ikut mengaji di Pesantren Masjhudiyah.



Memimpin Muslimat


Bakatnya sebagai seorang pemimpin sudah terlihat sejak ia ikut membidani berdirinya NDM. Di Muslimat NU, karirnya juga terus melesat hingga pada tahun 1946 ia mengemban dua amanah sekaligus, sebagai ketua pertama Pimpinan Cabang Muslimat NU Surakarta dan ketua organisasi Federasi Wanita Islam Indonesia di Solo. Sebagai catatan, Muslimat NU baru diresmikan pada tanggal 29 Maret 1946 dalam Muktamar NU ke-XVI di Purwokerto.

Selang empat tahun kemudian, 1950, ketika diselenggarakan Muktamar NU ke-XVIII di Jakarta, Mahmudah terpilih sebagai ketua umum Muslimat NU. Sejak saat itu, ia memimpin hingga delapan periode lamanya (1950-1979).

Selain berjuang di Muslimat, Mahmudah juga banyak dipercaya untuk mengemban amanah di banyak hal. Di ranah politik, ia bahkan dijuluki sebagai ‘politisi wanita besi brilian dari NU’. karir politiknya diawali sejak 1946 ketika menjadi anggota DPRD Kota Besar Surakarta dari golongan wanita. Pada saat yang sama ia juga duduk sebagai anggota BP KNPI mewakili Masyumi (waktu NU masih bergabung dengan Masyumi). Tahun 1952 duduk sebagai anggota Liga Muslimin Indonesia dari NU.

Berlanjut pada masa pemerintahan RIS, ia duduk sebagai anggota DPR RIS di Jogjakarta (1959), kemudian sebagai Anggota DPR RI (1956-1971), Anggota DPR/MPR RI mewakili NU dan PPP (1971-1977), dan Anggota MPR RI dari PPP (1977-1982).

Pada perhelatan Konferensi Islam Asia Afrika (KIAA) pada tahun 1965 dan 1970 ia dipercayai sebagai salah satu delegasi Indonesia.



Akhir Hayat


Begitu banyak jasa yang telah ia ukir, termasuk saat ia ikut aktif membantu perjuangan bangsa indonesia melalui Barisan Hizbullah di Surakarta (12 Oktober 1945 – 19 September 1947). Tugasnya kala itu, berada di garis belakang untuk membuka dapur umum, mengumpulkan obat-obatan, lauk-pauk dan menjadi kurir. Atas jasanya itu, ia mendapat tanda penghargaan Bintang Gerilya.

Menjelang wafatnya, ketika sakit, banyak tokoh NU yang menjenguknya, KH Ali Maksum dan Gus Dur termasuk diantaranya. Nyai Hj. Mahmudah Mawardi akhirnya wafat pada Rabu Wage, 26 Rabiul awal 1408 H/ 18 November 1987 pukul 14.00 di Keprabon Wetan Solo, usia 78 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Astana Pulo Laweyan Solo. (Ajie Najmuddin)

Sumber:

1. Wawancara kepada Nashirul Ulum (cucu KH Masjhud/putra H. Mustahal Ahmad) di Solo, 22 Juni 2014.

2. Sejarah Muslimat NU. PP Muslimat NU. Jakarta. 1979

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nahdlatul Ulama, Pertandingan, Kiai HMI Tegal Kab

Selasa, 26 Desember 2017

Berpuasa 18 jam di Roma

Oleh H Khumaini Rosadi

Inilah kota Roma, yang di dalam sejarah disebutkan kota peradaban yang banyak meninggalkan bukti-bukti sejarah. Bangunan-bangunan yang kokoh, menandakan kecerdasan manusia pada zaman itu. Ribuan tahun bahkan sebelum peradaban Islam, peradaban Romawi ini sudah berdiri. Diabadikan juga dalam Al-Quran Surat Ar-Rum, tentang bukti adanya kehebatan Romawi pada zaman dulu.

Berpuasa 18 jam di Roma (Sumber Gambar : Nu Online)
Berpuasa 18 jam di Roma (Sumber Gambar : Nu Online)

Berpuasa 18 jam di Roma

Di kota Roma ini juga berdiri negara istimewa tersendiri, yaitu Vatikan. Kota Roma ramai oleh penduduknya. Setiap hari tidak pernah berhenti lalu lalang mobil, bus, dan sepeda motor yang melewati jalanan di dalam kota.

Istimewa bagi saya, karena Ramadhan ini saya mendapatkan kesempatan berharga untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan di Kota Roma. Pesan-pesan Islam yang rahmatan lil alamin, tepat di pusat Kota Roma, tempat KBRI berada.

HMI Tegal Kab

Asra, protokoler KBRI Roma yang bertanggung atas seluruh keberadaan dan hukum WNI di Italia menjelaskan, kantor KBRI dibeli oleh pemerintah Indonesia pada zaman Soekarno tepatnya pada tahun 1952.

Gedung berlantai empat, lengkap dengan wisma di lantai dua, di mana saya tinggal selama sebulan lebih, dengan fasilitas? lumayan lengkap dan menyenangkan. Arsitek bergaya Roma yang memang dilestarikan, tidak boleh dipugar atau diubah bentuknya oleh pemerintah, kecuali hanya sekadar merenovasi bagian-bagian dalam yang retak.

HMI Tegal Kab

Islam di Roma termasuk minoritas. Tetapi toleransi tetap terjaga. Siapapun boleh tinggal di Roma selama tidak berbuat jahat atau kriminal. Dalam melaksanakan ibadah, umat Islam di sini sangat antusias. Terbukti dengan didatangkannya ustadz atau mubalig pada setiap Ramadhan.

Di Roma pula, sudah ada ustadz yang selalu membimbing keislaman dan mengarahkan para diplomat dan masyarakat setiap harinya. Namanya Ustadz Adnan.

Cuaca di Roma cenderung panas pada saat ini, bersuhu 27 derajat Celcius. Waktu shubuh dimulai pada pukul 03.30 dini hari dan maghrib pukul 20.39 waktu Roma. Itu membuat masyarakat Muslim berpuasa kurang lebih 18 jam setiap hari.

Untuk menambah pengetahuan keagamaan, dilakukan kajian bada zuhur. Kajian ibu-ibu Muslimat diadakan setiap Rabu dan Jumat. Tempatnya terkadang di rumah, terkadang di mushalla atau aula utama KBRI.

Pengajian anak-anak dilakukan setiap Jumat. Sementara setiap Sabtu diadakan buka puasa bersama, bergantian dari Roma, Milan, lalu Vatikan. Di sinilah ajang silaturahmi warga negara Indonesia dengan berbagai lapisan. Ada mahasiswa, karyawan, diplomat.

Untuk persatuan Muslim di Roma, terbentuk sebuah organisasi yang bernama Nadwah Ukhuwah Roma yang disingkat NUR. NUR diketuai oleh Yusran, dibantu oleh pengurus-pengurus yang hebat seperti Asraruddin Salam, Haris, Asep, Didit, dan Ustadz Adnan. Kebersamaan selalu terlihat meskipun tertutup oleh gerbang pintu kantor yang selalu terkunci kuat dari dalam.

Demikianlah keberadaan dan kebersamaan Muslim Indonesia di Roma. Semoga selalu kuat mempertahankan persaudaraan dan dapat membanggakan Indonesia di mata dunia umumnya dan di Eropa khususnya.

*) H Khumaini Rosadi, anggota Tim Inti Dakwah Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Roma, Italia.. Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai, Pertandingan HMI Tegal Kab

Sabtu, 16 Desember 2017

Lakpesdam Bercita-cita Jadi Pusat Kajian untuk Kebijakan NU

Jakarta, HMI Tegal Kab. Direktur Lakpesdam NU Abdul Waidl menyatakan, lembaganya bermimpi dapat menjadi pusat kajian sehingga dapat menjadi rujukan pada kebijakan-kebijakan publik yang akan diambil oleh PBNU.



Lakpesdam Bercita-cita Jadi Pusat Kajian untuk Kebijakan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Bercita-cita Jadi Pusat Kajian untuk Kebijakan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Bercita-cita Jadi Pusat Kajian untuk Kebijakan NU

Sejumlah bidang yang akan menjadi garapannya merupakan bidang yang selama ini kurang disentuh oleh PBNU, bukan bidang-bidang keagamaan yang sudah mendapat pemahaman luas dikalangan NU.

“Misalnya bagaimana mengawal penguatan wacana dikalangan para kiai untuk kebijakan ekonomi nasional dan internasional. Bagaimana para kiai faham angka-angka pertumbuhan ekonomi dan pengaruhnya terhadap masyarakat meskipun tidak secara detail. Suka tak suka, kita harus tahu,” katanya, Kamis, 25 November.

HMI Tegal Kab

Lakpesdam juga bercita-cita menjadi basis data dan think thank PBNU. “Jadi misalnya Pak Said Aqil mau berkomentar tentang rokok, maka Lakpesdam atau Lembaga Kesehatan NU harus memiliki basis data dan alternatif analisis,” jelasnya.

HMI Tegal Kab

Lembaga-lembaga lain di lingkungan NU diharapkan juga akan membantu mensuplai data dan analisis yang akan menjadi sumber pernyataan resmi yang akan dikemukakan oleh PBNU. “Jangan sampai nantinya data yang digunakan tidak akurat sehingga analisis kebijakannya salah,” paparnya.

PP Lakpesdam juga akan berupaya meningkatkan kapasitas internal SDM-nya di seluruh daerah sehingga peran pengurus pusatnya tidak lagi mengurusi advokasi, tetapi ini menjadi bidang garapan PC Lakpesdam di daerah. PP Lakpesdam pusat lebih pada upaya menggarap konsep alternatif perubahan.

“Misalnya program pro poor budget, PP hanya sebagai tempat koordinasi, tetapi pelaku utamanya di daerah. Kita hanya menyediakan dua atau tiga orang untuk membantu koordinasi dan SDM di daerah harus belajar lebih keras tentang kebijakan publik,” tandasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai, Pertandingan, Kiai HMI Tegal Kab

Rabu, 13 Desember 2017

Densus 99 Banser Jateng Unjuk Kebolehan

Cilacap, HMI Tegal Kab. Apel Banser dan tabligh kebangsaan yang digelar dalam rangka Harlah ke-79 GP Ansor di alun-alun Cilacap juga menjadi ajang unjuk kebolehan. Pasukan khusus Satkorwil Banser Jawa Tengah dan Satkorcab Banser Cilacap yang menamakan diri Densus 99 memberikan hiburan atraksi kanuragan.

Berbagai atraksi yang dilakukan anggota Densus 99 Satkorcab Banser Jawa Tengah dibawah komando Isro dan Densus 99 Satkorcab Banser Cilacap dibawah komando H Abdul Basir memberikan tontonan atraktif kepada peserta apel Banser.

Densus 99 Banser Jateng Unjuk Kebolehan (Sumber Gambar : Nu Online)
Densus 99 Banser Jateng Unjuk Kebolehan (Sumber Gambar : Nu Online)

Densus 99 Banser Jateng Unjuk Kebolehan

Setidaknya kebolehan mengendarai motor tanpa melihat, disiram air keras tidak mempan, ditusuk benda tajam tidak sakit, makan beling, tidur di atas paku, digolok tidak mempan, bambu gila, pecahkan beton, menjilat besi membara serta atraksi kanuragan lainnya membuat 3.500 anggota Banser terhibur.

Bahkan atraksi tersebut juga menjadi tontonan warga masyarakat sekitar Cilacap yang ikut menyaksikan apel Banser. Menurut H Abdul Basir kegiatan atraksi itu murni untuk menghibur sahabat-sahabat Banser.

HMI Tegal Kab

“Artinya ini bukan sedang pamer atau bahkan musyrik karena percaya kepada selain Allah SWT, melainkan ini untuk memberikan gambaran bahwa siapapun dapat melakukannya dengan catatan tekun berlatih dan selalu percaya kepada Allah SWT,” katanya.

HMI Tegal Kab

Ia menegaskan, atraksi tersebut tidak ada bantuan jin atau bahkan setan, sebab Allah telah memberikan beragam kemampuan pada masing-masing diri manusia untuk digali dan dimaksimalkan untuk kemaslahatan umat.

“Jadi mengapa ada yang bisa tidak mempan senjata tajam atau yang lainnya itu semua karena pertolongan Allah SWT, kuncinya mau berlatih dan selalu berkhusnudzon kepada Allah sehingga hatinya bersih,” tandas dia.

Sementara itu menurut Ketua PC GP Ansor Kabupaten Cilacap H Fathul Aminudin Aziz, apel Banser merupakan rencana yang sudah cukup lama diagendakan. Karena anggota Banser sebagai benteng ulama menjalankan tugas berdasarkan komitmen perjuangan.

“Jadi semuanya berparan ditengah kesibukannya sendiri-sendiri, sebab Banser bukan pengangguran tetapi seorang pekerja keras yang berhasil menyeimbangkan antara kepentingan dunia dan kepentingan akherat,” katanya.

Kalau bukan itu landasannya, Banser tidak akan berlatih sekeras itu sementara sudah banyak yang punya tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Jadi apapun kesehariannya begitu panggilan tugas datang Banser pun siap dengan segala perfomanya.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Daryanto ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan HMI Tegal Kab

Minggu, 10 Desember 2017

IPNU-IPPNU Bandung Gelar Makesta Raya dan Maulid

Bandung, HMI Tegal Kab. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kota Bandung mengelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad di Pesantren Al-Munawwaroh, Gede Bage, Bandung, pada Sabtu (26/01) lalu.

IPNU-IPPNU Bandung Gelar Makesta Raya dan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Bandung Gelar Makesta Raya dan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Bandung Gelar Makesta Raya dan Maulid

Makesta yang diikuti ratusan pelajar putra-putra NU dari 30 kecamatan se-Kota Bandung tersebut bertema “Optimalisasi Proses Kaderisasi Menuju Keberlangsungan Organisasi yang Lebih Baik”.

Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan Al-Barzanji, dilanjutkan dengan semarak marawis anggota IPNU bernama “Al Anshar”. Lalu tabligh akbar dengan penceramah Ajengan Muhammad Nurdin, alumni Pesantren Al Munawwaroh.

HMI Tegal Kab

Makesta Raya tersebut dibuka Ketua PCNU Kota Bandung, KH MaftuhKhalil. Dalam taushiyahnya ia berpesan agar para kader IPNU-IPPNUtetap bersemangat memajukan negara Indonesia dibawah panji IPNU danIPPNU.

HMI Tegal Kab

Selepas resepsi pembukaan, peserta dibekali materi-materi ke-NU-an, ke-IPNU-IPPNU-an, keorganisasian, dan kepemimpinan.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kota Bandung, Fajar Nugraha mengatakan bahwa Makesta Raya ini merupakan gerbang awal para kader memasuki ranah IPNU dan IPPNU dan sejatinya kepada NU sendiri.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Pemurnian Aqidah, Pertandingan HMI Tegal Kab

Senin, 04 Desember 2017

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan

Bondowoso,HMI Tegal Kab. Pengurus PCNU Bondowoso H Matkur menerima penghargaan dari Pemerintah RI atas dedikasi dan prestasi dalam dunia pendidikan. Penghargaan diberikan pada puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor pada Ahad 27 November lalu.

Ia bersama pendidik lainnya yang terpilih menerima penghargaan Satya Lencana Pendidikan yang diberikan Presiden RI Joko Widodo.

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan

"Alhamdulillah saya mendapatkan penghargaan Satya lencana Pendidikan. Ini sebuah penghargaan yang diberikan Presiden RI pada orang-orang yang dianggap berprestasi luar biasa di bidang pendidikan," ungkapnya Ahad (27/11) malam.

HMI Tegal Kab

Menurut Wakil Rais Syuriah MWCNU Kota Bondowoso, ada 40 orang yang menerima penghargaan tersebut, tapi yang disematkan langsung Presiden RI ada 15 orang perwakilan di antaranya dari Gorontalo, Yogyakarta, Maluku.

Bapak beranak lima bersyukur kepada Allah, orang tua, keluarga, para guru dan sahabat-sahabat dengan penghargaan ini. “Semoga menjadi motivasi dan inspirasi bagi anak-anak, murid dan teman guru,” katanya.

HMI Tegal Kab

Salah satu prestasi yang pernah diraihnya juara satu lomba Kepala Madrasah berprestasi tingkat nasional dan Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2016 dari Menteri Agama. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen, Pertandingan, Syariah HMI Tegal Kab

Minggu, 03 Desember 2017

Sudahi Persekusi, Belajar dari Nabi Muhammad

Oleh Fathan Subchi

Beberapa waktu lalu Habib Ali al-Jufri sempat menyampaikan pandangannya terhadap kondisi umat manusia kini. Menurutnya umat kini seolah terkotak-kotak pada ideologi dan agama. Maka tidak heran jika banyak tindakan radikal, ekstrim termasuk persekusi sebagai dalih membela agama. Kemudian di laman facebooknya ia berbagi kisah tentang kemuliaan Rasulullah. Habib Ali al-Jufri mengisahkan bahwa suatu ketika sedang lewat jenazah seorang Yahudi dan Rasulullah mau berdiri memberi penghormatan.

Sudahi Persekusi, Belajar dari Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Sudahi Persekusi, Belajar dari Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Sudahi Persekusi, Belajar dari Nabi Muhammad

Kisah itu lengkap terekam dalam hadits shohih yang jika di terjemahkan kira-kira begini; “(Pernah terjadi) jenazah seorang Yahudi sedang lewat di hadapan Rasulullah Saw. Lalu beliau Saw. berdiri. (Salah seorang sahbat berkata): “Ya Rasullah, itu adalah jenazah seorang yahudi.” Jawab Rasulullah Saw.: “Bukankah ia (juga) seorang manusia?” (Shahih Muslim No.1596)

Sebagaimana dalam hadits shahih, beliau Saw. mengajarkan kepada kita adab yang tinggi ini. Kejadian itu merupakan salah satu bentuk perilaku yang diajarkan oleh Allah melalui firman-Nya dalam Q.S. Al-Isra’: 70. Dalam ayat itu dijelaskan bahwa Allah sangat memuliakan anak-anak Adam, bukan hanya satu golongan, etnis, ras atau agama tertentu.

?

Kisah lain bahwa Nabi Muhammad pernah menyesali dan merasa kecewa atas terbunuhnya seorang wanita yang ikut berperang antara kaum kafir dzalim dengan umat Muslim. Kala itu setelah perang Nabi Saw. berdiri di depan mayat wanita dan berkata “Tidak seharusnya wanita ini ikut berperang lalu terbunuh.”

HMI Tegal Kab

Dari kisah itu, Nabi mengajari kita bahwa sesungguhnya kesejahteraan dan keselamatan untuk umat manusia lebih penting, dan bukan peperangan. Sejatinya hidup ini tidak lain adalah untuk meraih kehidupan yang damai dan tentram. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang amat memanusiakan manusia.

HMI Tegal Kab

?

Nabi Muhammad adalah pribadi yang toleran, peredam perpecahan, beliau tidak pernah memaksakan kehendaknya. Bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi sifat itu sudah ada. Kita mungkin telah mafhum tentang kisah ketika renovasi Ka’bah telah selesai. Para kabilah Arab berkumpul dan membahas peletakan Hajar aswad ke tempat semula.

Hingga akhirnya setelah melalui persyaratan tertentu beliaulah yang berhak menjalankan tugas mulia itu. Namun, beliau bukanlah orang egois, Ia kemudian membentangkan sorbannya untuk dijadikan alas hajar aswad dan mengajak tokoh-tokoh lain untuk bersama mengangkat dan meletakkannya bersama.

Dikisahkan juga tentang Zaid bin Sa?nah yang datang menemui Nabi untuk menagih hutang, padahal belum jatuh tempo. Saat itu Nabi baru saja selesai melaksanakan shalat jenazah bersama sahabat-sahabat besar diantaranya ada Ab? Bakr ash-?hidd?q, Umar bin Kha?b, Utsm?n bin Aff?n (35 H) dan Al? bin Ab? ?h?lib. Zaid bin Sa?nah dengan wajah kasar langsung menghampiri dan mencengkeram pakaian Nabi seraya berkata: “Hei Muhammad! Lunasi hutangmu! Tak kusangka, keturunan Mu?halib adalah orang yang suka menunda membayar hutang!”

Melihat perkataan dan perbuatan Zaid bin Sa?nah yang kasar kepada Nabi, Umar pun naik pitam. Namun Nabi Muhammad mencegahnya dengan halus dan penuh kasih sayang, bahkan meminta Umar untuk melunasi hutang kepada Zaid bin Sa?nah. Tidak hanya itu, Nabi bahkan memerintahkan Umar untuk memberi tambahan.

Dalam kisah itu, jika kita bayangkan terjadi dimasa kini tindakan Zaid bin San’ah dan naik pitamnya Sayyidina Umar bin Khattab adalah hulu dari adanya persekusi. Namun semua itu dapat dicegah oleh kebijaksanaan serta lemah lembut Nabi Muhammad yang merelakan perbuatan kasar Zaid itu. Lalu bagaimana dampak sikap Nabi yang seolah lemah itu?

Kisah itu berlanjut dengan luluhnya hati Zaid bin Sa?nah yang kemudian masuk Islam. Tidak bisa dimungkiri bahwa seketika itu pula Zaid bin San’ah telah melihat seluruh tanda-tanda kenabian berupa sikap bijak seorang nabi yang baru saja ia buktikan ada pada diri Nabi Muhammad. Zaid bin Sa?nah bahkan saat itu juga menyedekahkan setengah dari harta yang ia miliki untuk kepentingan umat Islam. (‘Al?udd?n Al? bin Balab?n al-F?ris? dalam ?ha? Ibn ?ibb?n juz 1 halaman 521, Beirut: Mu’assasah al-Ris?lah, 2007, Mu?aqqiq: Syu?aib al-Arn?’?).

Tindakan persekusi, terorisme dan ekstrimisme yang akhir-akhir ini terjadi secepatnya harus kita sudahi. Terlebih karena itu memang telah terbukti sebagai suatu tindakan yang amat jauh dari sikap nabi. Dalih sebagai jihad dan membela agama atau ulama tidak selayaknya dipakai.

Hal itu sebab tidak dicontohkan sebagaimana ketika Rasulullah ditimpa musibah berupa hinaan, ujaran kebencian bahkan perlakuan yang mencelakakan. Sebagai pemimpin agung Islam dan dunia Nabi selalu menolak untuk dibela oleh para sahabat. Sebagai pengikutnya kita selayaknya sadar untuk berkiblat dan mengikuti sifat baiknya itu.

?

Dalam momentum bulan mulia ini selayaknya kita juga banyak membaca (kembali) kisah hidup, biografi dan teladan sikapnya. Nabi pernah berkata bahwa Ramadhan adalah bulan jihad melawan nafsu. Marilah perkataan Nabi itu kita maknai sebagai jihad kita untuk melawan segala bentuk tindakan yang membahayakan.

Radikalis, ekstrimis, teroris termasuk persekusi harus kita hindari demi melaksanakan perintah Ilahi. Sebuah perintah menebar cinta dan kebaikan kepada sesama, membangun negara serupa surga dengan perilaku yang mulia. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi dan para sahabatnya.

Penulis adalah Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB).

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Internasional HMI Tegal Kab

Rabu, 29 November 2017

NU DKI Berharap Konferensi Ulama Dunia Mampu Atasi Konflik Umat

Pekalongan, HMI Tegal Kab. Wakil Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Zuhri Yakub menilai Konferensi Ulama Internasional Bela Negara yang digagas Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) sangat bagus. Kegiatan ini juga baik sebagai bentuk penegasan sikap dukungan ulama terhadap penyelenggaraan negara yang menjamin hak-hak warga negara dalam penegakan keadilan dan hak-hak sipil yang merupakan tema penting agama.?

Demikian dikatakanya di sela-sela acara seminar Internasional di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (29/7). Seminar Internasional diikuti oleh delegasi ulama dari 40 negara. 69 ulama asal Timur Tengah dan beberapa mufti besar asal Amerika serta dihadiri ratusan ulama habaib dari Indonesia dengan agenda bahasan utama tentang masalah Bela Negara.

NU DKI Berharap Konferensi Ulama Dunia Mampu Atasi Konflik Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU DKI Berharap Konferensi Ulama Dunia Mampu Atasi Konflik Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU DKI Berharap Konferensi Ulama Dunia Mampu Atasi Konflik Umat

Dikatakan Zuhri Yakub, dalam konteks global saat ini, bela negara menjadi penegasan dan peneguhan gagasan kebangsaan di tengah ancaman global yang cenderung menampilkan dominasi negara-negara besar terhadap negara-negara berkembang. "Seminar Internasional dilaksanakan merupakan bukti betapa kaum Nahdliyyin memiliki kontribusi penting bagi tegaknya negara dari masa ke masa," ujar tokoh NU DKI ini.

Dijelaskan Kiai Zuhri, dalam panggung sejarah sudah terbukti seringkali kaum agamis utamanya para pengamal tarekat untuk tampil menjaga keutuhan kedaulatan wilayah dimana mereka tinggal sebagai respon perlawanan terhadap kesewenang-wenangan yang mengancam ? runtuhnya keadilan dan terabaikannya hak-hak sipil rakyat.

"Sejatinya tidak ada lagi kecurigaan terhadap kaum santri dan pengamal tarekat, bahkan sesungguhnya mereka bisa menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan upaya mempertahankan negara dari ancaman pihak-pihak asing," ungkapnya.

HMI Tegal Kab

Apalagi, lanjutnya, acara ini semakin bertambah nilainya dengan kehadiran hampir 69 tokoh ulama dari belahan dunia yang diharapkan mampu memberikan gagasan-gagasan baru dan menyegarkan untuk dapat memberikan formula ? jitu dalam menyelesaikan konflik dan persetruan serta menelurkan gagasan baru untuk meredam konflik internal dan ancaman eksternal. (Junaidi/Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan HMI Tegal Kab

Jumat, 24 November 2017

Dapat Bantuan Rp.1 M, NU Pamekasan Tetap Netral

Pamekasan, HMI Tegal Kab - Usai melantik pengurus DPC, DPAC, DPRT, Banom, dan Lembaga PKB se-Kabupaten Pamekasan, Muhaimin Iskandar secara resmi mengucurkan bantuan Rp. 1 miliar untuk warga nahdliyin. Itu diketengahkan di tengah-tengah pelantikan di Gedung Islamic Center, Senin (27/3).

Ketua Umum PKB itu menegaskan, bantuan tersebut ditujukan untuk pembangunan Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan.

Dapat Bantuan Rp.1 M, NU Pamekasan Tetap Netral (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Bantuan Rp.1 M, NU Pamekasan Tetap Netral (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Bantuan Rp.1 M, NU Pamekasan Tetap Netral

Bantuan tersebut mendapat respon dari Ketua PCNU Pamekasan KH Taufiq Hasyim. Menurutnya, bantuan tersebut tidak ada kaitannya dengan pemilu.

HMI Tegal Kab

"Itu akan digunakan untuk kantor PCNU, namun sifatnya tidak mengikat. Ini murni bantuan," tegas Pengasuh Pesantren Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan tersebut.

PCNU tidak terikat untuk dukung-mendukung dalam konstelasi politik. Itu sesuai dengan AD-ART bahwa NU kembali ke khittah; NU bukan partai politik dan bukan pendukung partai politik.

HMI Tegal Kab

"Tapi NU adalah organisasi kemasyarakatan (ormas). Dipersilakan bagi warga NU untuk berjuang dan berkiprah di partai politik manapun. Terpenting tidak mmbawa-bawa nama NU," tegas Kiai Taufiq.

Partai politik yang mesti dipilih warga NU, tambahnya, adalah partai yang garis perjuangnnya tidak bertentangan dengan NU dan NKRI. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, News, Pertandingan HMI Tegal Kab

Selasa, 14 November 2017

Sambut Dies Natalis, Pimpinan UIN Ziarah Makam Walisongo

Semarang, HMI Tegal Kab. Salah satu agenda dies natalis ke-46 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengadakan kegiatan ziarah ke makam sembilan wali. Ziarah ini diikuti Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Kepala Biro, Kepala Bagian, Kepala Subbagian dan Pusat Kajian Islam dan Budaya Jawa (PPIJ). "Ada yang khusus ? dan tentu saja baru dalam kegiatan menyambut dies natalis kali ini, yakni ziarah ke makam para wali yang jumlahnya sembilan yang dikenal dengan Walisongo" kata Prof Dr H Muhibbin MAg di sela-sela ziarah di Makam Sunan Muria, Kudus, Jawa Tengah (29/3).?

?

Sambut Dies Natalis, Pimpinan UIN Ziarah Makam Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Dies Natalis, Pimpinan UIN Ziarah Makam Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Dies Natalis, Pimpinan UIN Ziarah Makam Walisongo

"Tentu tradisi ziarah tersebut perlu kita lestarikan di masa mendatang untuk sekedar mengenang sepak terjang mereka, sehingga kita ? akan mampu ? mewarisi kehebatan mereka," kata Muhibbin.

Sebagaimana diketahui, para wali yang menyiarkan agama di tanah Jawa begitu terkenal, sehingga gaungnya pun tidak cuma berada di sekitar tanah air, melainkan sampai dikenal oleh dunia. Para peneliti dan tokoh Barat sangat heran dengan kiprah para wali tersebut, yang dianggap ? spektakuler dalam menyiarkan Islam di Jawa.

?

HMI Tegal Kab

"Ziarah mempunyai maksud mengingat kematian, hal itu yang dikatakan oleh Nabi. Akan tetapi kalau ziarahnya khusus seperti ke Walisongo, tentu mempunyai maksud untuk mengingat jasa, sikap dan warisan mereka yang sangat mulia," imbuh Guru Besar Ilmu Hadits ini.?

Kesantunan dan kasih sayang Walisongo kepada siapapun, termasuk yang berbeda keyakinan, lanjut Muhibbin, menjadi hal sangat penting ditiru. Mereka tidak pernah menyinggung pihak lain, apalagi menyakitinya. "Nah itu yang ingin kita warisi dari mereka dengan aktifitas ziarah ini. Kita ingin keluarga besar UIN Walisongo dapat mengamalkan nilai-nilai yang diwariskan oleh para wali tersebut," katanya.

Justru menurut Muhibbin yang terpenting ialah bagaimana warga UIN Walisongo dapat memberikan kontribusi nyata ? dalam memajukan lembaga serta mengisinya dengan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat. Dan itu sudah rutin dijalankan dalam tugas tridharma, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

HMI Tegal Kab

"UIN Walisongo dibangun juga dengan kekuatan doa. ? Prestasi yang sampai saat ini sudah diraih, tentu bukan semata-mata usaha jasmani semata, melainkan juga didorong oleh doa yang dimohonkan oleh seluruh warga, terutama para pimpinannya. ? Bahkan ? kita sangat yakin jika bukan karena ? kekuatan doa dan keputusan Allah, UIN Walsiongo masih dalam angan-angan semata” ujarnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Dr H Sholihan menyatakan bahwa agenda ziarah Walisongo semacam ini perlu diagendakan secara rutin menjelang dies natalis. "Kami berharap tahun depan sudah bisa menjadi agenda rutin dan semua civitas akademika bisa bersama-sama ziarah ke makam wali yang namanya dijadikan identitas kampus kita" tegas Sholihan.?

?

UIN Walisongo telah menjalin kerjasama dengan pimpinan makam para wali yang tergabung dalam Paguyuban Pemangku Makam Auliya (PPMA) se-Jawa. Ketua PPMA KH Nadjib Hassan yang turut serta menerima rombongan ziarah menyambut baik pihak UIN yang membuat agenda ziarah sebagai program rutin dies natalis.

Rangkaian dies natalis nantinya juga diisi dzikir bersama sekaligus penandatanganan MoU dengan ? Majelis Dzikir Al-Khidmah. Pada puncak peringatan akan diadakan rapat senat dengan agenda penyampaikan laporan tahunan Rektor dan orasi ilmiah. (Rikza/Zunus)

? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Pahlawan, Internasional HMI Tegal Kab

Minggu, 05 November 2017

Diklatsar Banser Perdana di Bali Luluskan 302 Peserta

Buleleng, HMI Tegal Kab - Sebanyak 302 peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser angkatan 1 Satkorcab Buleleng Bali resmi dibaiat di Pantai Desa Sumberkima Buleleng, Ahad (6/8). Diklatsar yang dilaksanakan sejak tanggal 4 ini merupakan Diklatsar pertama di Bali.

Ketua Panitia Diklatsar, Abdul Karim Abraham, mengatakan, pengemblengan fisik dan mental ini dilakukan selain sebagai amanat organisasi untuk melakukan kaderisasi formal, juga sebagai sarana doktrinasi kecintaan kepada agama dan negara.

Diklatsar Banser Perdana di Bali Luluskan 302 Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklatsar Banser Perdana di Bali Luluskan 302 Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklatsar Banser Perdana di Bali Luluskan 302 Peserta

"Hal ini semata-mata dilaksanakan untuk menjaga kader muda NU di Bali untuk tetap melaksanakan ritus keagamaan sebagaimana dicontohkan para ulama NU, dan membentengi dari paham-paham kegamaan yang justru mengancam disintegrasi bangsa," jelasnya.

HMI Tegal Kab

Menurutnya, kegiatan lapangan seperti ini harus terus dilakukan agar ada kesinambungan generasi yang memiliki disiplin dan militansi yang kuat pada organisasi.

HMI Tegal Kab

Diklatsar yang diikuti oleh utusan Banser se-Provinsi Bali ini dibantu oleh tim instruktur dari PC GP Ansor Jember, dan juga didampingi langsung oleh Kasat Provos Satkornas H Imam Kusnan selama kegiatan.

Kegiatan ini ditutup dengan pembaiatan peserta dalam suasana yang begitu khidmah. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Anti Hoax, Pertandingan, Berita HMI Tegal Kab

Minggu, 15 Oktober 2017

Proses Perwujudan Beragama Mesti Dipahami Agar Tak Timbul Sikap Radikal

Bandung, HMI Tegal Kab

Semua agama mempunyai doktrin masing-masing, sedangkan doktrin itu sendiri yang menyatukan ideologi dan perilaku masyarakat beragama, tetapi ketika doktrin berdialog dengan keragaman kultur yang berbeda, maka di situ akan muncul perbedaan pemahaman dan perwujudan beragama. Dari hal itu, maka melahirkan karakter Islam. Misalnya, mengapa ada NU, Muhammadiyah, Persis, dan lain sebagainya. Itu hal yang wajar kalau memahami konsep beragama.?

Demikian disampaikan Setia Gumilar, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora dalam Seminar Dewan Mahasiswa bertajuk ‘Mencegah Kekerasan Atas Nama Agama’ di aula Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Senin (28/3).

Proses Perwujudan Beragama Mesti Dipahami Agar Tak Timbul Sikap Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Proses Perwujudan Beragama Mesti Dipahami Agar Tak Timbul Sikap Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Proses Perwujudan Beragama Mesti Dipahami Agar Tak Timbul Sikap Radikal

Gumilar mengatakan, kalau umat beragama mengetahui proses perwujudan beragama, maka tidak ada suatu kelompok menghegemoni kelompok lain dalam urusan beragama. Seandainya dipahami seperti demikian, maka tidak akan ada yang merasa paling benar sendiri dalam kelompok Islam.

“Karakternya berbeda, tapi doktrinnya sama kok, bersumber Al-Quran dan As-Sunnah,” ujar Gumilar dihadapan ratusan mahasiswa dari kalangan NU, Muhammadiyah, Persis, dan lain-lain.

Menurutnya, dalam teori fungsional, agama itu muncul untuk memberikan suatu ketenangan dan ketenteraman harmoni kestabilan kehidupan. Di balik fungsional agama, ternyata agama diklaim sebagai biang kekerasan.

HMI Tegal Kab

“Pertanyaannya, mana yang salah? Agamanya ataukah penganutnya?Persoalannya bukanlah agamanya, tetapi umat beragamanya,” tegas kader NU Bandung itu.

Sementara itu, Ketua Jaringan Kerja Antarumat Beragama Wawan Gunawan memandang kegagalan dalam memahami realitas keberagamaan menimbulkan sikap intoleransi. Sikap ini tidak siap menerima perbedaan orang lain, lalu melakukan diskriminasi, melakukan kekerasan, akhirnya menjadi teroris.

HMI Tegal Kab

“Pelaku bisa lakukan oleh masyarakat dinamakan intoleran, kalau dilakukan oleh negara dinamakan pelanggaran, karena janji negara itu melindungi Hak Asasi Manusia,” tambah pengurus Lakpesdam NU Jawa Barat itu.

Wawan menawarkan solusi bagi penganut beragama untuk mengembangkap sikap keberagamaan yang saling menghargai, seperti konsep pluralisme yang sadar hidup dengan situasi yang majemuk. ? “Perlu merumuskan agenda hubungan antaragama, mengembangkan keberagamaan yang terbuka, saling belajar,” pesan Wawan. (M Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Khutbah, Lomba HMI Tegal Kab

Kamis, 31 Agustus 2017

Kritik terhadap Pembongkaran Makam Nabi, Simbol Lahirnya NU

Jakarta, HMI Tegal Kab. Kiai muda asal Majalengka Jawa Barat KH Maman Imanulhaq menegaskan NU dan PKB akan terus mengkritisi isu pembongkaran makam Nabi Muhammad SAW. Alasannya, karena kelahiran Nahdlatul Ulama salah satunya adalah memprotes tindakan Arab Saudi yang ketika itu menggusur makam para wali dan situs-situs bersejarah.

Penegasan ini dikatakan Kang Maman, sapaan akrabnya, usai pertemuan tertutup antara jajaran pengurus PKB dengan pihak Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia. Pertemuan tersebut digelar di lantai 1 Graha Gus Dur Jl Raden Saleh No 9 Jakarta Pusat, Senin (8/9) siang.

Kritik terhadap Pembongkaran Makam Nabi, Simbol Lahirnya NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kritik terhadap Pembongkaran Makam Nabi, Simbol Lahirnya NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kritik terhadap Pembongkaran Makam Nabi, Simbol Lahirnya NU

“Sejarah mencatat saat itu Komite Hijaz yang dipimpin KH Wahab Hasbullah memiliki misi menggagalkan pembongkaran makam nabi. Ini menjadi pelajaran besar bagi Arab Saudi untuk lebih menghargai nilai-nilai tradisi dan penghargaan terhadap madzhab-madzhab yang berbeda,” ujar Kang Maman.

HMI Tegal Kab

Menurut dia, Saudi tidak bisa hidup sendirian dengan paham yang sangat skriptualis tetapi harus mengakomodasi paham mainstream, yakni Aswaja. “Karena kita yakin bahwa Saudi sebagaimana Indonesia akan berperan penting dalam menjadikan Islam sebagai spirit untuk perubahan dan perdamaian,” ujarnya.

Kalau hal itu bisa dilakukan, Kang Maman berkeyakinan, Arab Saudi dan Indonesia akan menjadi negara besar untuk menciptakan sebuah tatanan dunia global yang lebih baik. Bagi dia, upaya tabayun yang dilakukan kedua belah pihak menjadi mekanisme yang menarik, bahwa isu-isu keumatan tidak langsung direspons secara emosional.

HMI Tegal Kab

“Tetapi harus ada dialog dari pihak-pihak tertentu. Yang kedua, kita harus lebih dewasa yang isu itu masuk dalam konteks yang lebih luas,” tegasnya.

Kang Maman menambahkan, harus diupayakan agar tidak selalu muncul isu yang sama. “Karena isu ini selalu muncul belakangan. Tahun lalu muncul, sekarang muncul. Bisa jadi tahun depan dan kapan-kapan akan muncul lagi.”

Ia ingin memberikan sebuah ibrah bahwa publik harus bersabar menanggapi isu dan bisa mengawal agar isu itu tidak terulang kembali. “Jangan habiskan energi umat untuk isu-isu yang tidak jelas. Jangan sakiti umat untuk sekedar konflik yang tidak penting. Kami yang menjadi pelayan warga NU ingin mengajak semua untuk mengedepankan dialog,” pungkasnya. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan HMI Tegal Kab

Senin, 31 Juli 2017

Robot Transformers Tutup Lomba Robotik Madrasah, MAN 3 Jakarta Juara 1

Jakarta, HMI Tegal Kab. Penampilan dua robot transformers, bumble bee dan optimus, meriahkan penutupan kompetisi robotik madrasah yang digelar Kemenag RI di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Serpong Tangerang Selatan, Banten, Kamis (23/11). Dua mock up robot setinggi 2.5 meter itu berjoget mengikuti iringan musik pembuka pada closing ceremony kompetisi robotik ini yang diikuti 160 tim robot madrasah dari seluruh Indonesia ini. 

Robot Transformers Tutup Lomba Robotik Madrasah, MAN 3 Jakarta Juara 1 (Sumber Gambar : Nu Online)
Robot Transformers Tutup Lomba Robotik Madrasah, MAN 3 Jakarta Juara 1 (Sumber Gambar : Nu Online)

Robot Transformers Tutup Lomba Robotik Madrasah, MAN 3 Jakarta Juara 1

Kompetisi Robotik Madrasah diikuti oleh lembaga pendidikan madrasah (MI, MTs, MA) negeri dan swasta dari seluruh Indonesia. Tahun ini merupakan tahun yang ketiga setelah event pertama digelar di Cilandak Town Square, dua tahun silam.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jakarta meraih juara pertama untuk katagori self driving robot tingkat SLTA dan MAN 1 Surakarta raih juara 1 pada katagori rancang bangun mekanika. Sedangan untuk SLTP juara satu diraih MTsN 6 Sleman Yogyakarta dan MTsN Jembrana Bali. Untuk tingkat sekolah dasar, juara 1 diraih Madrasah Aiyah Negeri (MIN) 1 Cilegon Banten.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin mengatakan, kompetisi ini bertujuan mempromosikan aspek sains di kalangan pendidikan Islam di Indonesia. “Ini mengakomodir siswa-siswi madrasah yang memiliki bakat dan minat di bidang robotik. Bahkan sudah banyak siswa-siswi madrasah yang juara lomba robotik di tingkat internasional. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Indonesia memiliki kualitas dunia,” ujarnya.

HMI Tegal Kab

Dia berharap, Kompetisi Robotik Madrasah mampu menghasilkan siswa-siswi madrasah yang mampu bersaing di tingkat internasional. Kompetisi yang digelar di Foyer Hall 2 ICE BSD ini diikuti oleh 166 siswa-siswi madrasah. Total terdapat 83 tim dari sejumlah provinsi di Indonesia ikut berpartisipasi. Di antaranya Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat,  Gorontalo, Bali, Bengkulu, Kepulauan Riau dan Riau. 

Pendaftaran Kompetisi Robotik Madrasah 2017 dibuka sejak tanggal 8-13 November 2017.  Sedianya, terdapat 152 tim yang mendaftar, namun karena terbatasnya kuota, panitia hanya menyeleksi 83 tim yang mendaftar paling awal dan melampirkan syarat-syarat lengkap. Setiap tim terdiri atas dua siswa, sehingga total peserta 166 dengan rincian: 

Madrasah Ibtidaiyah (MI): 18 Tim Kategori Rancang Bangun Mekanika (Discovery Robot); Madrasah Tsanawiyah (MTs): 17 tim Kategori Robot Ekspendisi; Madrasah Tsanawiyah (MTs): 13 tim Kategori Rancang Bangun Mekanika (Discovery Robot), Madrasah Aliyah (MA): 17 tim Kategori Self-Driving Car; Madrasah Aliyah (MA): 18 tim Kategori Rancang Bangun Mekanika (Discovery Robot). 

Tahun ini, Kompetisi Robotik Madrasah 2017 menambah kategori baru, yaitu kategori Rancang Bangun Mekanika (Discovery Robot) untuk tingkat MTs dan Tingkat MA. Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar. Mengatakan, Kompetisi Robotik Madrasah meningkatkan daya saing dan mengangkat marwah madrasah. 

HMI Tegal Kab

Berikut nama-nama pemenang Kompetisi Robotik Madrasah berdasarkan kriteria sesuai keputusan dewan juri yang diumumkan tadi Kamis (23/11) malam:

Tingkat MI

Kategori: Kit Rancang Bangun Mekanika (Discovery Robot)

Juara I: MIN 1 Cilegon, Banten. Hadiah: tropi dan uang pembinaan Rp22 juta. 

Juara II: MIS Islamiyah 03, Madiun. Hadiah: tropi dan uang pembinaan Rp18 juta.

Juara III: MI Asih Putera, Cimahi. Hadiah: tropi dan uang pembinaan Rp 14 juta.

Tingkat MTs

Kategori 1: Mobile Robot Ekspedisi

Juara I: MTsN 6 Sleman, Yogyakarta. Hadiah: Tropi dan uang pembinaan Rp18 juta.

Juara II: MTsN Tanon, Sragen, Jawa Tengah. Hadiah: Tropi dan uang pembinaan Rp14 juta. 

Juara III: MTsN 2 Pasuruan, Jawa Timur. Hadiah: Tropi dan uang pembinaan Rp12 juta.

Kategori 2:  Kit Rancang Bangun Mekanika (Discovery Robot)

Juara I: MTsN 1 Jembrana, Bali. Hadiah: Tropi dan uang pembinaan Rp22 juta.

Juara II:  MTsN 4 Jakarta. Hadiah: Tropi dan uang pembinaan Rp18 juta.

Juara III: MTsN Bangil, Jawa Timur. Hadiah: Tropi dan uang pembinaan Rp14 juta. 

Tingkat MA

Kategori 1: Mobil Mandiri (Self Driving Car)    

Juara I: MAN 3 Jakarta. Hadiah: terdiri dari: Tropi dan uang pembinaan Rp18 juta.

Juara II: MAN 2 Samarinda. Hadiah: Tropi dan uang pembinaan Rp14 juta.

Juara III: MAN Insan Cendekia, OKI. Hadiah: Tropi dan uang pembinaan Rp12 juta.

Kategori 2: Rancang Bangun Mekanika (Discovery Robot) 

Juara I: MAN 1 Surakarta. Hadiah: Tropi dan uang pembinaan Rp22 juta.

Juara II: MAN 4 Tangerang, Banten. Hadiah: Tropi dan uang pembinaan Rp18 juta.

Juara III: MA Bismillah Serang Banten. Hadiah: Tropi dan uang pembinaan Rp14 juta.

Kompetisi Robotik Madrasah merupakan rangkaian Kegiatan International Islamic Education Expo (IIEE) atau Expo Internasional Pendidikan Islam yang digelar Direkorat Pendidikan Islam tanggal 21-24 November 2017 di ICE BSD Serpong, Tangerang Selatan. (AK/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pahlawan, Humor Islam, Pertandingan HMI Tegal Kab

Sabtu, 01 Juli 2017

Pagar Nusa Magelang Nilai Aksi Bela Rohingya di Borobudur Salah Alamat

Magelang,? HMI Tegal Kab



Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Kabupaten Magelang menilai kurang tepat atau salah alamat jika aksi kemanusiaan untuk membela umat Muslim Rohingya, Myanmar, dilakukan di Candi Borobudur. Karena, Candi Borobudur tidak hanya milik umat Budha, melainkan warisan budaya bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Pagar Nusa Magelang Nilai Aksi Bela Rohingya di Borobudur Salah Alamat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Magelang Nilai Aksi Bela Rohingya di Borobudur Salah Alamat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Magelang Nilai Aksi Bela Rohingya di Borobudur Salah Alamat

Hal itu dikemukakan Ketua PC Pagar Nusa Magelang Khamid Zen menanggapi aksi yang akan dilakukan sejumlah kelompok pada Jumat, 8 September mendatang. Namun menurut dia, atas nama kemanusiaan, NU, termasuk Pagar Nusa mengutuk keras pembantaian etnis Rohingnya.?

“Sebagai warga Kabupaten Magelang, saya menolak aksi tersebut dilakukan di Candi Borobudur, mengingat Borobudur merupakan world heritage, yang harus dilindungi, dijaga dan dilestarikan. Candi Borobudur tidak hanya milik umat Budha saja, namun merupakan warisan kebudayaan bangsa Indonesia,” jelasnya ketika dihubungi HMI Tegal Kab Selasa (5/9).?

Pihaknya mengimbau kepada seluruh ormas yang akan terlibat melakukan aksi di sekitar Borobudur agar lebih melakukannya dengan cara lebih efektif, dan solutif yang mengedepankan harmoni, menjaga persaudaraan antaragama, saling menghormati dan menjaga kebinekaan.

HMI Tegal Kab

“Mari bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat, dan juga wisatawan yang sedang berkunjung ke Candi Borobudur,” pintnya.?

Pagar Nusa juga meminta kepada aparat yang berwenang untuk memberikan rasa aman masyarakat, pelaku wisata dan wisatawan yang mengunjungi Candi Borobudur. Serta menegakkan aturan dan hukum yang berlaku dengan tegas.

Sebagaimana diketahui, sejumlah ormas akan melakukan aksi membelas Rohingya di sekitar Candi Borobodur. Namun, belakangan ada bantahan, aksi itu tidak dilakukan di candi itu.

"Kami luruskan, bahwa kami tidak mengadakan aksi di Candi Borobudur, kami tahu ada undang-undang yang melindungi cagar budaya dunia tersebut. Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Magelang dan aparat lainnya, Senin (4/9/2017) malam tadi dan hanya fokus di satu tempat saja," kata koordinator aksi Anung Imamudin sebagaimana dilaporkan Kompas.com.?

Dalam laporan itu dijelaskan, aksi akan diawali dengan shalat Jumat berjamaah di Masjid An-Nur Sawitan, atau sekitar 1,5 kilometer dari Tempat Wisata Candi Borobudur (TWCB). Ada sekitar 250 ormas dari seluruh Indonesia yang akan bergabung dalam aksi tersebut. Aksi akan dilanjutkan dengan doa bersama dan penggalangan donasi untuk kaum Rohingya.? (Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab





Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Pertandingan, Tegal HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock