Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih

Surabaya, HMI Tegal Kab - Sebentar lagi ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) akan diwisuda. Mereka harus mempersiapkan diri berkiprah t di masyarakat. Untuk itu, ratusan calon sarjana dari Fakultas Adab dan Humaniora serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA dibekali pengetahuan karir dunia kerja.

"Banyak orang sukses berangkat dari keprihatinan," kata KH Farmadi Hasyim, Selasa (1/3). Oleh sebab itu, Kiai Farmadi, sapaan akrabnya, berharap agar para calon sarjana yang sebentar lagi diwisuda untuk siap hidup apa adanya, tanpa terbebani dengan gelar yang disandang. "Kebanyakan mereka yang telah lulus berharap menjadi orang besar dan berlagak gengsi menggeluti sejumlah kiprah," kata Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini.

Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih

Cukup banyak sarjana yang tidak siap mental ketika telah merampungkan studi. "Gelar sarjana bukan menjadi pelecut dalam berkhidmat, malah justru sebagai beban dalam hidup," kata kandidat doktor di UINSA ini.

HMI Tegal Kab

Di hadapan civitas akademika dan para alumni kedua fakultas tersebut yang didaulat sebagai narasumber, Kiai Farmadi berharap agar ilmu yang telah diraih selama kuliah dapat diamalkan minimal untuk diri sendiri. "Itu minimal peran yang harus diambil. Apalagi kalian sarjana dari kampus agama," katanya. Dan bila memang mampu serta dipercaya khalayak, maka ada baiknya ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama belajar dapat didermabhaktikan di lingkungan sekitar , lanjutnya.

Yang juga tidak kalah penting, para sarjana hendaknya memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan jangan mersa dirinya lebih unggul dari masyarakat dan komunitas yang ada. "Hal tersebut akan kontra produktif dengan niatan mulia seorang yang memiliki gelar akademik dan memiliki ilmu serta keterampilan," katanya memberikan alasan.

HMI Tegal Kab

"Kalian harus terus mengasah kemampuan dengan berinteraksi kepada berbagai kalangan," pesannya. Sebagai ilustrasi, Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Surabaya ini kemudian mengibaratkan dengan pisau. "Meskipun harganya murah, kalau sering diasah maka pisau akan menjadi tajam dan berdaya guna," ungkapnya.

Mental menjadi pegawai dan mencari pekerjaan juga harus dikesampingkan. "Justru kalian harus berupaya memanfaatkan jaringan dan keahlian, demikian pula disiplin keilmuan yang dimiliki untuk menciptakan peluang kerja," katanya. Sudah bukan zamannya lagi para sarjana berburu pekerjaan, malah idealnya menyediakan kesempatan kepada banyak kalangan untuk dioptimalkan menjadi kekuatan bagi terwujudnya kesempatan kerja baru. "Itulah nilai lebih sarjana dari kampus agama," tegasnya.

Sedangkan pesan terakhir dari penceramah yang kerap mengisi pengajian di sejumlah media baik televisi, radio dan majlis taklim ini agar para sarjana jangan mudah menyerah. Setiap ikhtiar pastinya akan diuji dengan kegagalan dan penolakan. "Akan tetapi, jadikan semuanya sebagai pelecut keberhasilan di kemudian hari," pungkas dai yang bulan depan mengisi tabligh akbar di Brunei Darussalam ini. (Ibnu Nawawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Daerah, Sejarah HMI Tegal Kab

Rabu, 07 Februari 2018

Perkuat Marwah NKRI, Banser Sumenep Rutin Istighotsah

Sumenep, HMI Tegal Kab - Satkorcab Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kabupaten Sumenep tidak hanya mengedepankan kedisiplinan dan pengamanan daerahnya. Mereka juga memedulikan pentingnya penguatan marwah NKRI.

Salah satu upaya yang dilakukannya ialah dengan melangsungkan istighotsah berjamaah secara rutin. Marwah NKRI diyakini dapat tercapai manakala diiringi dengan penajaman spiritualitas orang-orang yang memperjuangkannya.

Perkuat Marwah NKRI, Banser Sumenep Rutin Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Marwah NKRI, Banser Sumenep Rutin Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Marwah NKRI, Banser Sumenep Rutin Istighotsah

"Sudah tak terhitung berapa kali kegiatan istighotsah yang dilakukan sahabat-sahabat Banser Kabupaten Sumenep. Mereka semangat berpijak pada kedisiplinan dan pengamanan negara, juga mengedepankan penajaman spiritualitas lewat rutin istighotsah," ujar Ketua GP Ansor Sumenep M Muhri.

HMI Tegal Kab

Istighotsah yang dilakukan Satkorcab Banser Sumenep masih terlihat di sekretariat GP Ansor Sumenep, Jumat (3/2). Mereka tampak khusuk dalam berzikir dan berdoa.

Usai istighotshah, sahabat-sahabat Banser Sumenep melanjutkan rapat koordinasi (rakor) internal bersama para wakil Ketua GP Ansor Sumenep. Acara tersebut diihadiri Ketua GP Ansor Sumenep M Muhri.

HMI Tegal Kab

Rakor tersebut juga menyinggung ragam kegaduhan yang sering dipertontonkan para pejabat di negeri ini. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab IMNU, Sejarah, AlaSantri HMI Tegal Kab

Selasa, 30 Januari 2018

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis

Jakarta, HMI Tegal Kab. Budayawan asal Banyumas, Jawa Tengah, Ahmad Tohari menilai ada perubahan orientasi kebudayaan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU). Menurut dia, belakangan ini kecenderungan elitis lebih menonjol ketimbang orientasi populis.

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis

Pandangan ini disampaikan Tohari usai menerima Hadiah Asrul Sani (HAS) bersama D Zawawi Imron, Slamet Rahardjo Djarot, Ahmad Tohari, Rofiqoh Darto Wahab, dan Isha Anshori Harmaj pada peringatan hari lahir HMI Tegal Kab ke-10 di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (28/3) malam.

Pengarang novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk ini melihat, keterlibatan sejumlah pengurus NU di daerah merupakan gejala memudarnya tanggung jawab dan keberpihakan NU pada aspek keumatan. ”Saya katakan dengan jelas dan sangat berani, itu berbahaya!” tegas Tohari.

HMI Tegal Kab

Menurut dia, NU dan orietasi kebudayaan populis adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. ”Mau kemana kalau NU tidak memegang jimat yang bernama orientasi keumatan? Kalau tidak berorientasi keumatan jangan sebut NU,” ujarnya.

Tohari mengaku sangat terharu ketika mendengar KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara terang menyatakan akan mengambil jarak jika NU tidak berorientasi keumatan. Sikap ini adalah petunjuk bahwa kebudayaan di NU memang semestinya tidak elitis.

Ia memuji Zawawi Imron yang dianggap berhasil menerapkan sastra secara tepat. Karya-karya penyair berjuluk ”Celurit Emas” ini dinilai banyak mengusung persoalan rakyat pinggiran, bukan kepentingan politisi dan penguasa kapital.

HMI Tegal Kab

Sastra, sambung Tohari, menjadi sarana efektif untuk mengasah kejiwaan manusia. Perjuangan NU juga penting dilaksanakan melalui karya sastra. ”Mari bersastra supaya kita menjadi NU yang lebih eling (sadar),” pinta sastrawan penerima HAS kategori penulis serba bisa ini.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Sejarah, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Kamis, 25 Januari 2018

Pesantren Sirojuth Tholibin Kaji Tafsir Nusantara Tiap Ramadhan

Grobogan, HMI Tegal Kab. Jauh sebelum ramainya pembicaraan Islam Nusantara, Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo Grobogan, Jawa Tengah telah lama melanggengkan kajian tafsir karya ulama Nusantara rutin setiap bulan Ramadhan yaitu kajian Tafsir Jami’ul Bayan karya Syech Muhammad Bin Sulaiman, Solo.

Pesantren Sirojuth Tholibin Kaji Tafsir Nusantara Tiap Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sirojuth Tholibin Kaji Tafsir Nusantara Tiap Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sirojuth Tholibin Kaji Tafsir Nusantara Tiap Ramadhan

“Tafsir Jami’ul Bayan telah dikaji di pesantren ini sejak Allahu Yarham Bapak saya (Drs KH Ahmad Baedlowie Syamsuri, Lc – red) hingga sekarang,” ungkap KH Muhammad Shofi Al-Mubarok Pengasuh Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo Grobogan.

Kitab tersebut, lanjut alumnus pesantren Krapyak dan Lirboyo ini, sudah dicetak ribuan eksemplar serta diajarkan kepada para santri Sirojuth Tholibin. Namun hingga kini belum ada pihak yang mencetak serta menyebarluaskan di kalangan akademisi maupun masyarakat luas sehingga banyak masyarakat yang belum tahu, hanya masih di kalangan tertentu saja.

HMI Tegal Kab

Syech Muhammad bin Sulaiman merupakan menantu KH Ahmad Shofawi Mangkuyudan Solo. Ia mendapat sanad Al Qur’an bil ghoib dari gurunya Syaikh Dimyati Tremas, Syaikh Muhammad Abdul Bari Al-Madani, Syaikh Muhammad Munawir bin Abdullah Rosyad Krapyak Yogyakarta dan Syaikh Muhsin bin Abdullah Assegaf Solo. 

HMI Tegal Kab

Sanad ke tujuh dari Rasulullah 

Ada yang unik dalam sanad Syech Muhammad bin Sulaiman seperti yang diungkapkan oleh Hj Maemunah Baedlowie, salah satu murid yang mendapat sanad langsung dari Syech Muhammad. Selain ia mempunyai empat sanad dari empat guru tersebut, ia juga mempunyai sanad ke tujuh dari Rasulullah SAW. Jalur ini didapat dari gurunya Syaikh Muhsin bin Abdullah Assegaf. 

“Sanad ini didapat dari guru Beliau, Syaikh Muhsin. Di atasnya ada perawi berupa jin. Karena makhluk ini mempunyai umur sangat panjang, maka memungkinkan jalur sanadnya sangat pendek. Jika pada umumnya sanad sekarang mencapai tingkatan tiga puluh lebih, Syech Muhammad hanya ke tujuh dari Rasulullah,” tutur Hj Maemunah. (Ahmad Mundzir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah, Ahlussunnah, Sejarah HMI Tegal Kab

Tak Banyak, Tiga Program MWCNU Pacet Ini Sukses Terlaksana

Bandung, HMI Tegal Kab. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung periode 2015-2020 hanya memiliki tiga program. Mereka bukan tidak memiliki banyak cita-cita, tapi membuat prioritas untuk tiga hal itu.

“Waktu Konfercam (Konferensi Kecamatan) itu tidak banyak program, satu ingin membuat kantor, kedua, merestrukturiasi kepengurusan, ketiga, turba melalui pengajian,” kata Sekretaris MWCNU Engan Abdul Wahid di kediamannya, Yayasan Pendidikan Islam Al-Halimiyah, Desa Maruyung, Sabtu (18/11).

Tak Banyak, Tiga Program MWCNU Pacet Ini Sukses Terlaksana (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Banyak, Tiga Program MWCNU Pacet Ini Sukses Terlaksana (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Banyak, Tiga Program MWCNU Pacet Ini Sukses Terlaksana

(Baca: Sowan PBNU, NU Pacet Rencanakan Pelatihan Muharrik Masjid)

HMI Tegal Kab



Program pertama, saat ini MWCNU dalam proses membangun gedung sekretariat sebagai pusat kegiatan, lokasinya di desa Pangauban. Kantor yang dibangun sejak Mei tahun ini baru selesai 50 persen.

Kedua, kata dia, merestrukturisasi pengurus NU se-kecamatan NU Pacet, termasuk di Ranting-Ranting NU.

HMI Tegal Kab

Restrukturasi di sini, sambungnya, adalah mendorong kembali pengurus-pengurus yang tidak aktif agar menjadi aktif, yang aktif menjadi lebih aktif. Juga mengaktifkan serta membentuk Ranting yang belum terbentuk. Pembentukan dilakukan melalui pendekatan-pendekatan kepada tokoh masyarakat, pengasuh pondok pesantren, dan kiai.

“Alhamdulillah mereka merespon dengan cepat, yang tidak aktif menjadi aktif, yang belum terbentuk mengadakan musyawarah pembentukan Ranting. Alhamdulillah hari ini seluruh Ranting di 13 desa sudah terbentuk,” tambahnya.

Ketiga, lanjut Engan adalah program turba dengan pengajian rutinan di setiap Ranting. Di Ranting itu, mereka bekerja sama dengan DKM masjid-masjid besar untuk menjadwalkan pengajian bulanan tersebut secara bergiliran.

“Setiap bulan, pengurus MWCNU harus menghadiri tiga sampai empat pengajian yang dilakukan Ranting. Tiap minggu selalu ada. Alhamdulillah pengajian rutin Ranting selalu dihadiri ratusan warga NU, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak,” jelasnya.

Wakil Sekretaris MWCNU Pacet A. Hasan Nurhuda menambahkan, format turba itu adalah ceramah dan tanya jawab serta penguatan kelembagaan untuk pengurus. Pada setiap pengajian biasanya diisi oleh beberapa kiai, termasuk kiai Ranting.

“Kita memberdayakan kiai Ranting untuk tampil. Di sisi lain setiap pengurus MWCNU yang tidak bisa hadir harus ada yang mewakili agar komunikasi antara MWCNU dan Ranting selalu terjalin dengan baik.”

Lebih lanjut ia mengapresiasi daya juang pengurus dan warga NU Pacet dalam menggerakkan NU, terutama Rais Syuriyah MCNU KH Masluh Sakandari dan Ketua MWCNU KH Abdul Ghani.

(Baca: Ribuan Santri Pacet Ngariung di Lapangan Cipeujeuh)

“Di bawah kepemimpinan beliau, meski tidak banyak program, tapi berjalan dengan baik.” (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tegal, PonPes, Sejarah HMI Tegal Kab

Selasa, 23 Januari 2018

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah

Demak, HMI Tegal Kab. Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran (PPTQ) Asnawiyah yang beralamat di Desa Pilangwetan Kecamatan Kebon Agung, Demak, Jawa Tengah mempunyai kebiasaan menutup program khataman dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran.

Ketua Lembaga Pendidikan Islam Asnawiyah (PPTQ) Asnawiyah K.Cholilullah pada mengatakan, Pesantren Asnawiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mendalami khusus Al-Qur’an baik program menghafal, maupun mendalami ilmu Al-Quran.

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah

“Sebagai pesantren Al-Quran , Pesantren Asnawiyyah membiasakan penutupan kajian Ramadhan dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran,” kata Cholilullah kepada HMI Tegal Kab pada Ahad (28/7).

HMI Tegal Kab

Kegiatan tersebut diawali dengan ziarah ke makam sesepuh PPTQ Asnawiyyah pagi hari. Pada sore hari buka puasa bersama dengan pengasuh pesantren beserta dzuriyyah (keluarga pesantren), dan seluruh santri. 

Lebih lanjut K Cholilullah menambahkan acara penutupan dan peringatan Nuzulul Quran dilaksanakan setelah shalat Tarawih yang didahului dengan khotmil Quran. Acara dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin Anisatul Qariah Cholil, AH dan doa dipimpin langsung Nyai Hj. Siti Hajar Harni, AH dan diakhiri dengan peringatan hikmah Nuzulul Quran.

HMI Tegal Kab

“Habis Tarawih kita lanjutkan dengan khataman kajian yang didahului dengan khotmil Quran, tahlil mauidhoh hasanah,” tambah K Cholil.

Dalam kesempatan itu, Pengasuh PPTQ Asnawiyyah KH M Muchozin mengatakan, bahwa peringatan Nuzulul Quran adalah sebuah momentum bagi santri supaya lebih mengenal secara mendalam tentang Al-Quran yang meliputi tajwid, qiro’ah atau bacaan, ilmu tafsir, sampai asal mula ayat diturunkan (asbabunnuzul).

“Seorang santri harus mempunyai semangat dalam memperdalam keilmuan Al-Quran, baik qiro’ah, tafsir maupun ulumul Quran itu sendiri,” tutur KH Khozin.

Dalam acara tersebut pengurus Ikatan Santri Putri Asnawiyyah (IKASAPNA) sebagai wadah organisasi internal pesantren Asnawiyyah meluncurkan buletin El-Fata Edisi ke-3 dengan kajian utama “Santri Multi Talent”.

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Daerah, Sejarah HMI Tegal Kab

Jumat, 12 Januari 2018

Ini Karakter Orang Mendadak Religius Menurut Ibnu Athaillah

Tobat adalah pintu masuk pertama seorang hamba menuju Allah SWT. Tobat itu sendiri memiliki banyak ruangan yang harus dilewati mulai dari ruang depan, ruang tengah, hingga ruang terakhir. Ini yang disebut oleh Imam As-Sya‘rani sebagai wa lahâ bidâyah wa nihâyah.

Menurut Imam As-Sya‘rani dalam Al-Minahus Sasniyyah, tobat memiliki jenjang terendah hingga jenjang tertinggi. Tobat dari kekufuran, kemusyrikan, larangan-larangan haram, larangan makruh, dari amalan khilaful aula, dan seterusnya.

Ini Karakter Orang Mendadak Religius Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Karakter Orang Mendadak Religius Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Karakter Orang Mendadak Religius Menurut Ibnu Athaillah

Tetapi biasanya orang yang baru bertobat cenderung tak bisa menahan nafsunya dari kehausan ibadah. Di luar ibadah wajib, orang yang baru tobat ini cenderung menghabiskan waktunya untuk ibadah-ibadah tambahan (nafilah atau sunah). Mereka mengamalkan dengan semangat puasa sunah, shalat-shalat sunah, berkali-kali ke Masjidil Haram hanya untuk umrah, menggelar santunan-santunan sosial, gerakan politik yang bertopeng gerakan keislaman, dan hal-hal yang tidak perlu lainnya.

Jelasnya mereka menghabiskan waktu untuk ibadah tambahan demi memuaskan nafsu dahaga ibadahnya. Ini yang disinggung oleh Syekh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam sebagai ibadah karena dorongan nafsu.

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Salah satu tanda (seseorang) menghamba pada hawa nafsu adalah kesegeraan dalam (memenuhi panggilan) kebaikan tambahan dan kelambatan dalam (memenuhi panggilan) kewajiban.”

Pernyataan Ibnu Athaillah ini kemudian diuraikan lebih lanjut oleh Ibnu Abbad dalam Syarhul Hikam-nya yang lazim dibaca di kalangan santri sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ini merupakan salah satu bentuk di mana sesuatu yang semu itu jelas sangat ringan dikerjakan bagi nafsu. Sedangkan yang hakiki terasa berat bagi nafsu. Apa yang disebutkan Ibnu Athaillah merupakan pengalaman kebanyakan orang. Kaulihat kemudian salah seorang dari mereka itu kalau sudah bertobat itu tidak memiliki keinginan apapun selain mengamalkan puasa sunah, tahajud, pergi-pulang umrah sunah ke masjidil haram, dan amalan tambahan (nawafil/sunah) lainnya. Sedangkan pada saat yang bersamaan salah seorang dari mereka tidak bergerak menutupi kewajiban yang telah dilalaikannya dan tidak berupaya mengembalikan hak orang lain yang telah dizaliminya, serta menyelesaikan tanggung jawabnya,” (Lihat Ibnu Abbad An-Nafzi Ar-Randi, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, juz II, halaman 30).

Padahal tugas paling mendasar dari seseorang yang bertobat adalah menunaikan kewajiban seperti membayar utang, mengembalikan sesuatu yang pernah dirampas secara zalim, meminta maaf kepada korban yang telah dicederai harga diri dan martabatnya, dan tentu saja menambal bolong-bolong kewajiban shalat, puasa, zakat yang telah dilalaikan di waktu-waktu yang sudah. Di samping itu tugas orang yang baru tobat adalah menahan diri dari segala maksiat, baik maksiat mulut, tangan, kaki, kelamin, mata, telinga, dan tentu saja maksiat hati.

Tetapi kenapa itu bisa terjadi? Kenapa mereka yang baru tobat lebih memilih amaliyah nafilah-sunah yang semu itu ketimbang amaliyah wajib yang hakiki sebagai tanggung jawab mereka? Pertama, aktivitas menunaikan kewajiban tidak mengandung keistimewaan dan keutamaan apapun. Lain dengan amalan sunah yang “menjanjikan” sesuatu bagi yang mengamalkannya. Kedua, mereka tidak menggembleng dan mendidik nafsu ibadah yang menipu mereka. Mereka tidak sanggup mengendalikan kehendak-kehendak nafsu yang menyenangkan dan menguasai mereka. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sejarah, Daerah HMI Tegal Kab

Selasa, 09 Januari 2018

Masyarakat Adat Papua Serahkan Penghargaan Kepada Gus Dur

Jayapura, HMI Tegal Kab

Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menerima penganugerahan penghargaan masyarakat adat Papua yang diserahkan Ketua Dewan Adat Papua, Tom Beanal, di Gedung Olahraga (GOR) Cendrawasih Jayapura, Selasa (14/11) kemarin.

Penyerahan penghargaan berupa plakat yang diawali dengan tari-tarian khas Papua itu disaksikan Wakil Ketua DPRP, Komarudin Watubun, dan Ketua Majelis Rakyat Papua, Agus Alua, dihadiri sekitar 250 warga masyarakat.

Seusai menerima penghargaan tersebut, Gus Dur menyatakan, sangat berterima kasih kepada kaum adat dan masyarakat di Papua yang telah memberikan penghargaan ini. “Saya tahu ini nilainya sangat tinggi dan ini juga pernah saya terima dari masyarakat Timika yang datang ke Jakarta dan memberikan keladi bakar sebagai penghargaan. Mudah-mudahan dengan demikian mempererat hubungan saya dengan teman-teman di Papua,” kata Gus Dur.

Masyarakat Adat Papua Serahkan Penghargaan Kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Adat Papua Serahkan Penghargaan Kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Adat Papua Serahkan Penghargaan Kepada Gus Dur

Ketika ditanya rencananya mewujudkan Theys Eluay menjadi pahlawan nasional, Gus Dur mengatakan dia telah membicarakan rencana tersebut dengan Tom Beanal yang (Ketua Dewan Adat Papua/DAP) selanjutnya diharapkan dapat menyurati DPR Papua untuk kemudian diusulkan ke pemerintah pusat.

“Saya juga, sekembalinya nanti ke Jakarta akan menyurati DPRP Papua, sehingga dapat diproses dan diusulkan,” jelas Gus Dur seraya menambahkan dirinya akan terus memperjuangkan hingga rencana tersebut dapat terwujud.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Gus Dur mengatakan, alm. Theys Eluay sudah seharusnya mendapat penghargaan tersebut karena beliau mengorbankan hidupnya untuk rakyat semua, walaupun apa yang diperjuangkan itu salah diartikan oleh beberapa orang.

HMI Tegal Kab

Namun rakyat Papua mencatat apa yang sangat penting, sehingga dirinya belum puas bila Theys belum menjadi `pahlawan nasional`, tegas Gus Dur. (ant/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kajian, Sejarah, Pahlawan HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Senin, 08 Januari 2018

Setiap Bulan, MWCNU Saradan Berikan Santunan untuk Yatim dan Dhuafa

Madiun, HMI Tegal Kab - Demi menambah syiar Ahlussunah wal jamaah An-Nahdliyah, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Saradan memprioritaskan santunan anak yatim dan dhuafa sebagai program kerja mereka. Puluhan yatim piatu dan dhuafa diberikan santunan kurang lebih total sebesar Rp 3 juta di setiap bulan.

Bertempat di Desa Sumbersari Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun pada Kamis 15 Des 2017, pengurus MWCNU Saradan menyalurkan bantuan dana biaya sekolah dan kehidupannya sehari-hari untuk saudari Merlin Widiya Ningrum sebesar Rp. 710.000.

Setiap Bulan, MWCNU Saradan Berikan Santunan untuk Yatim dan Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)
Setiap Bulan, MWCNU Saradan Berikan Santunan untuk Yatim dan Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)

Setiap Bulan, MWCNU Saradan Berikan Santunan untuk Yatim dan Dhuafa

Ketua MWCNU Saradan Kiai Suyitno mengatakan, memang setiap bulan pihaknya melakukan santunan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu. Tepatnya pada Ahad pahing (penaggalan Jawa) bertepat pada rutinan Muslimat NU di situ sekitar 40 orang yang kita santuni dan sekitar 3 juta yang kita keluarkan di setiap bulan.

“Hari ini kita ada satu fokus kepada saudara Merlin untuk kita dekati karena ia sangat membutuhkan biaya terkait sekolah dan kehidupannya. Semoga dengan ini dapat meringankan beban yang adik Merlin lampaui di dunia dengan hanya sebatang kara,” kata Kiai Suyitno.

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Ia menambahkan, pihak MWCNU Saradan menggalang donasi melalui media sosial. Dengan hanya men-share sebuah tautan dan di situ bisa dilakukan dengan transfer atau titip istri pada beberapa banom di wilayah Madiun utara ini.

“Setiap bulan kita dapat mengumpulkan lebih dari 3 juta dan sampai sekarang program setiap bulan ini dapat menjadikan syiar NU lebih mengena di hati warga Madiun.” (Hendri Sulaksono/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Anti Hoax, Sejarah, Kiai HMI Tegal Kab

Minggu, 07 Januari 2018

NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng

Jakarta, HMI Tegal Kab. Islam menentang keras ideologi ekstrem yang selalu menghalalkan jalan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Persatuan nasional di antara sesama muslim merupakan jalan keluar untuk menghadapi ideologi itu di Timur Tengah.

NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon Agung Wijaya dalam siaran pers, Selasa (16/12), merujuk pada garis besar hasil seminar oleh PCINU Lebanon dan KBRI Beirut.

Seminar sehari pada Kamis (11/12) 2014 di Hotel Crown Plaza Hamra, Beirut, Lebanon, itu mengusung tema “Kemunculan Radikalisme dalam  Islam di Timur Tengah: Mengatasi Problema melalui Persepektif Persatuan Nasional”.

HMI Tegal Kab

Forum yang dihadiri petinggi otoritas Muslim Sunni dan Syiah di Lebanon ini menghasilkan sejumlah kesimpulan. Di antaranya mereka sepakat bahwa problem  yang  menimpa negara Muslim, khususnya Timur Tengah, adalah problem politik bukan agama.

HMI Tegal Kab

Karena itu, para tokoh, ulama, dan pembesar negara perlu menggalang persatuan untuk bersama-sama memikul tanggung jawab mengatasi radikalisme. Peserta seminar  juga sepaham bahwa radikalisme sangat membahayakan keutuhan sebuah bangsa dan agama khususnya Islam.

Menurut mereka, radikalisme yang sudah ada dalam sejarah muncul sebagai bentuk kesalahan dalam memahami teks-teks keagamaan sehingga berakibat fatal. Pemikiran-pemikiran ini juga disokong oleh musuh-musuh Islam.

Selain memperkuat dan menanamkan kembali semangat persatuan, forum seminar juga mengusulkan adanya upaya menumbuhkan nilai-nilai toleransi antarmazhab, sekte, dan agama, serta mengembalikan ajaran dasar Islam rahmatan lil alamin melalui dunia pendidikan.

Hadir dalam seminar tersebut, Syekh Hisham Khalife dari perwakilan Mufti Republik Lebanon, Mufti Syiah Jafari Syekh Ahmad Qabalan dari DewanTinggi Syiah, Syekh Abil Muna (Dewan Spiritual Druze), Syekh Hassaan Abdullah (Perkumpulan Ulama Islam Lebanon), Syekh Abdul Naser Jabri (ketua umum partai Harkatul Ummah), Dr. Muhammed Shamsuddin (pengamat politik Lebanon), dan KH Dr Abdul Malik Madani (Katib Aam PBNU). (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sejarah, News HMI Tegal Kab

Rabu, 03 Januari 2018

Segera Terbentuk Forum Mahasiswa Aswaja di UIN Maliki Malang

Surabaya, HMI Tegal Kab. Selasa, (8/12) siang, sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Jawa Timur mengunjungi PW Aswaja NU Center di Surabaya. Kunjungan ketiga kalinya ini sebagai kalender akademik yang akan ditindaklanjuti dengan pendirian Forum Mahasiswa Aswaja atau Formas.

"Ini adalah kunjungan kali ketiga dari kunjungan sebelumnya pada bulan kemarin," kata KH Abdurrahman Navis. Direktur PW Aswaja NU Center Jawa Timur ini menandaskan bahwa silaturahim tersebut sebagai rangakain dari kuliah yang diselenggarakan di luar kelas.

Segera Terbentuk Forum Mahasiswa Aswaja di UIN Maliki Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Segera Terbentuk Forum Mahasiswa Aswaja di UIN Maliki Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Segera Terbentuk Forum Mahasiswa Aswaja di UIN Maliki Malang

Kedua belah pihak memiliki komitmen bersama untuk semakin mengintensifkan kajian dan pendalaman Aswaja. "Dalam waktu dekat diharapkan akan terselenggara kajian hingga daurah yang membahas Aswaja dalam berbagai aspek," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini. Bahkan bila tidak ada kendala, dalam waktu yang tidak lama akan juga segera dideklarasikan terbentuknya Forum Mahasiswa Aswaja atau Formas di salah satu kampus negeri di Malang ini.

HMI Tegal Kab

"Target kami adalah bagaimana kajian dan pendalaman Aswaja bisa dilangsungkan dengan lebih intensif di kampus UIN Maliki," tandas Kiai Navis, sapaan akrabnya. Karena tantangan Aswaja di kampus tidak kalah berat lantaran melibatkan para cendekiawan dan akademisi.

HMI Tegal Kab

"Pendekatan untuk kalangan kampus tentu berbeda dengan masyarakat pada umumnya," terang Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya ini. Penjelasan sejumlah persoalan keaswajaan harus disampaikan dengan logika dan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan, lanjutnya.

Kendati demikian, hal tersebut bukanlah penghalang bagi Aswaja NU Center untuk berkiprah. "Kami memiliki para tutor baik dari kalangan alumni pesantren salaf dan akademisi, sehingga akan mampu melayani kebutuhan narasumber sesuai kalangan kampus," terangnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Doa, AlaNu, Sejarah HMI Tegal Kab

Minggu, 31 Desember 2017

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung

Sidoarjo, HMI Tegal Kab. Bencana puting beliung yang melanda Desa Terungkulon dan Keboharan Krian beberapa hari lalu, masih menyisahkan rasa trauma bagi warga terutama bagi anak-anak. Untuk mengobati rasa itu, Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Sidoarjo melakukan pemulihan psikis anak-anak korban puting beliung di Desa Terung Kulon dengan memberikan motivasi spiritual dan mengajak mereka bermain, Ahad (19/2).

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung

Ketua PC ISNU Sidoarjo, Sholehuddin menyampaikan bahwa sedikit anak-anak yang tidak masuk sekolah karena masih trauma atas kejadian yang mencekam beberapa waktu yang lalu. Karena itu, PC ISNU Sidoarjo memutuskan program pemulihan kejiwaan para korban, mengingat hal ini belum ada yang menangani, padahal ini persoalan serius.

Ia menegaskan bahwa, setiap musibah itu datang dari Allah SWT. Sebagai hamba-Nya yang beriman, harus menerima ujian itu dengan penuh kesabaran, karena Allah bersama dan cinta orang-orang yang sabar.

"Yakinlah, ada hikmah di balik setiap musibah. Semoga dengan kesabaran kita, Allah SWT membalas dengan berlipat lipat pahala dan kebaikan," katanya.

HMI Tegal Kab

Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, selain logistik, kesehatan dan recovery bangunan yang rusak adalah pemulihan psikis korban yang alami trauma. Oleh sebab itu, kegiatan yang digagas oleh ISNU Sidoarjo ini mendapatkan respon positif dari anak-anak terutama Kepala Desa setempat.

Kegiatan pemulihan psikis akibat trauma pasca bencana yang bertajuk Ceria Bersama ISNU itu diikuti sekitar 70 anak. Mereka benar-benar menikmati kegiatan dengan penuh keceriaan. Pasalnya, tim trauma center ISNU yang dikoordinir oleh M Nuh, bersama anggotanya, menyajikan berbagai permainan, dari tanpa alat sampai dengan permainan dengan menngunakan alat. Tepuk tanga dengan variasi, latihan konsentrasi, mencari kelompok, dan lain sebagainya.

Di akhir sesi, acara ditutup dengan istighfar dan doa sebagai refleksi. Dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan berupa alat-alat tulis dan snack, yang diserahkan oleh Ketua ISNU Sidoarjo, Sholehuddin dan diserahkan kepada tokoh pemuda Desa Terung Kulon, Dartok yang mewakili Kepala Desa setempat. Dengan diiringi Shalawat Badar, seluruh bingkisan diserahkan oleh PC ISNU Sidoarjo kepada perwakilan kades. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Nusantara, Sejarah, Kajian HMI Tegal Kab

Rabu, 27 Desember 2017

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Bantul, HMI Tegal Kab

Ihsan,? pemain kesebelasan Pondok Pesantren Al-Falah memiliki kecepatan gerak yang sering merepotkan pertahanan lawan. Sisi kiri kesebelasan Assalam Bangkalan misalnya, pada pertandingan babak 8 besar mampu ditembusnya. Kemudian bola ia umpan ke Darius yang langsung menyambutnya dengan tendangan ke arah gawang. Gol. Belum genap satu menit babak kedua, Assalam kebobolan.

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Pemain nomor punggung 8 tersebut bersama Darius bernomor punggung 11 menjadi andalan tim asal Kabupaten Bandung tersebut. Termasuk dalam semifinal Seri Nasional Liga Santri Nusantara 2016 melawan kesebelasan Pesantren Nur Iman Mlangi Sabtu siang (29/10) di stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta.? Hal itu diakui pelatihnya sendiri.

Selain mengandalkan kecepatan dua pemain tersebut, Al-Falah, lanjut Arif, menerapkan strategi keseharian santri di pesantren.

HMI Tegal Kab

“Kebersamaa, kompak dan daya juang tinggi, itu kita tanamkan. Tidak mudah menyerah, saling cover di lapangan, tidak saling menyalahkan dan saling peduli. Jadi, konsep keseharian di pesantren, saling tegur, saling ngingetin dipakai di lapangan juga,” jelasnya.? ?

HMI Tegal Kab

Manajer Kompetisi LSN 2016 Kusnaeni menilai Al-Falah adalah tim yang memiliki kerja saama yang baik. Lini depan dan tengah tertata dengan baik.

Meski demikian, tim ini, tak punya riwayat menang banyak, tapi konsisten menang tipis sampai ke semifinal. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Sejarah, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Selasa, 26 Desember 2017

Dari Karnaval Affandi Melukis Jalan Kaki

Jakarta, HMI Tegal Kab. Melukis adalah satu hal, sementara jalan kaki adalah hal lain. Banyak orang bisa melukis, tapi sukar dicari orang yang melakukannya sambil berjalan kaki. Mungkin cuma Ki Joko Wasis yang mau dan bisa melakukannya berbarengan.

Menurut Ki Joko Wasis, asal-usul melukis dengan jalan kaki pada karnaval peresmian Jalan Affandi di salah satu jalan di kota Yogyakarta. Ia bersama kelompok musiknya bernama Para Tukang, mendaftarkan diri untuk turut serta.

Dari Karnaval Affandi Melukis Jalan Kaki (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Karnaval Affandi Melukis Jalan Kaki (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Karnaval Affandi Melukis Jalan Kaki

“Itu grup musik tukang-tukang, ada tukang sablon, pokoknya tukang-tukang. Ada dokternya juga, tapi itu kan tukang juga, tukang suntik hahaha,” katanya saat ngobrol-ngobrol di kantor redaksi HMI Tegal Kab, gedung PBNU, Jakarta, Jumat (14/11).

HMI Tegal Kab

Ikut karnaval itu, oleh panitia, Para Tukang dikasih uang 500 ribu. “Untuk sewa kostum aja, uang segitu tidak cukup, kita pakai pakaian seadanya saja.”

Ketika ngobrol-ngobrol bagaimana ekspresi Para Tukang itu saat karnaval, muncul ide melukis sambil jalan kaki untuk mengenang Affandi yang juga seorang pelukis. Kemudian uang itu sebagian digunakan untuk membeli peralatan lukis.

HMI Tegal Kab

Pada saat karnaval, Para Tukang memainkan musik, bernyanyi, dan berjoget-joget, Ki Joko Wasis melukis. Karena sukar menggunakan koas, jari-jari telanjangnya yang langsung menyentuh kanvas. Sementara kanvasnya sendiri dipegang temannya secara bergantian. Waktu itu ia melukis “Seratus Wajah Affandi”. Melukis dengan cara seperti itu ia dianggap sedang mencari sensasi. Tapi ia tak menggubrisnya.

Dari pengalaman itu, setahun kemudian, ada ide “Napak Tilas Penyerangan Pasukan Sultan Agung ke Batavia.” Pada hari Kebangkitan Nasional tahun 2008, ia bersama 3 orang lainnya menyusuri jalan tentara Mataram ke Batavia.

Karena perjalanan jauh, tak mungkin ada yang mau memegang kanvas, maka disediakan gerobak beroda yang memungkinkan bisa ditempeli kanvas. Gerobak yang ditarik motor keluaran tahun 81 merk Honda tersebut, jadi rumah mereka sepanjang jalan. Di situ, jadi tempat istirahat sampai main kartu.

Selama perjalanan, 19 kali ban meletus, sekali setel platina di Banyumas, Jawa Tengah. Karena motor tua menyeret beban berat, sepanjang jalan menggunakan gigi satu. Selamat sampai Jakarta bagian timur 45 hari kemudian.  

Sepanjang perjalanan ia membuahkan 70 lukisan. Melukis apa saja yang terlihat dan teringat.

“Macam-macam, melukis tukang sapu, melukis pasukan perempuan Sultan Agung. Lukisan peristiwa eksekuis 477 tentara yang dibantai temannya sendiri.

Lukisan tersebut kemudian habis karena dijual, dihadihkan, dititipkan, serta disimpan di rumah sendiri. “Yang saya pegang betul itu ada 25, tapi pecah lagi, diberikan kepada yang membatu perjalanan. Saya tidak tertib menyimpannya,” katanya.

Menurut dia, lukisan pertama saat keluar dari Yogya menuju Jakarta itu melukis ibu menyusui anaknya. Ia beri judul “Susu Perjuangan”. Sekarang disimpan di seorang paranormal. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sejarah HMI Tegal Kab

Minggu, 24 Desember 2017

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

Jombang, HMI Tegal Kab. Pengurus Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur mengajak setiap divisi kepengurusan agar lebih kreatif dengan adanya basecamp ranting IPNU-IPPNU setempat, khususnya dibidang kerajinan tangan dan pengembangan bakat lainnya.

Sebelumnya, mereka telah merutinkan kegiatan kerajinan tangan membuat aksesoris setiap pekan kurang lebih selama dua bulan terahir sebelum adanya basecamp. Dalam perkembangannya hasil kerajinan inimampu menarik beberapa pedagang aksesorisuntuk menjadi pelanggan mereka, bahkan tidak kurang dari 10 orangsetiap pekan.?

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

“Kita sebelumnya memang sudah intensif mengadakan kerajinan tangan membuat aksesoris. Ya lumayan, hasilnya juga memuaskan dan banyak pedagang-pedagang yang sudah mulai memesannya,” kata Lila Aiziyah, Ketua PR IPPNU Mojoduwur, kepada HMI Tegal Kab saat dihubungi, Ahad (6/12).

HMI Tegal Kab

Ia berharap keberadaan basecamp itu menjadi motivasi tersendiri bagi semua anggota dan pengurus ranting lebih aktif dan sungguh-sungguh dalam menjalankan program-programnya. “Selama ini yang menjadi prioritas kita adalah basecamp. Basecamp kita sudah punya, tugas kita sekarang adalah memanfaatkannya sebaik mungkin, termasuk menjalankan program-program kita ke depan,” ungkapnya.

Kantor IPNU-IPPNU ini diresmikan pada Ahad pagi, (6/12/2015) bersama segenap pengurus ranting Kecamatan Mojowarno. Sebelum diresmikan mereka memanjatkan doa dan tahlil bersama kemudian dilanjutkan dengan acara tumpengan (makan bersama). “Semoga dengan adanya basecamp ini kita bisa rutin dan semangat menggagas ide-ide dalam berkarya,” harapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Sejarah, Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Jumat, 15 Desember 2017

Mendedah 3 Dimensi Aswaja

Ada tiga pilar utama peyangga agama ini. Sebagaimana dalam hadits riwayat Sayyidina Umar RA tentang pertanyaan Malaikat Jibril pada Rasulullah SAW. Tiga pilar yang dimaksud adalah Islam, Iman dan Ihsan. Ketiga hal ini ibarat kesatuan utuh yang tak bisa dipisahkan.

Benar, semula ketiganya memang merupakan satu kesatuan yang tidak terbagi-bagi. Namun dalam perkembangan selanjutnya bagian-bagian itu dielaborasi oleh para ulama sehingga menjadi bagian ilmu yang berbeda. Perhatian terhadap Iman memunculkan ilmu tauhid atau akidah. Perhatian khusus terhadap aspek Islam (dalam arti sempit) melahirkan ilmu fikih atau syariah. Sedangkan perhatian terhadap aspek Islam melahirkan ilmu tasawuf atau akhlak. (Pemikiran KH Achmad Siddiq, 1-2).

Mendedah 3 Dimensi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendedah 3 Dimensi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendedah 3 Dimensi Aswaja

Pertanyaan yang muncul berikutnya, seperti apakah gambaran yang benar dari ketiga dimensi: akidah, syariah dan tasawuf ini ? Sedangkan seperti diketahui, hari ini ada begitu banyak pendapat berbeda tentang definisi ketiga dimensi tersebut. Satu hal yang jamak difahami, bahwa pemahaman yang lurus tentang ketiga dimensi ini adalah pemahaman Ahlusunnah wal Jama’ah.

Hal ini bersumber dari keterangan sebuah hadist bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda “Umat Yahudi terpecah menjadi 71 golongan. Umat Nasrani menjadi 72 golongan. Sedangkan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Yang selamat dari 73 golongan itu hanya satu, sedangkan yang lainnya celaka“ lalu ditanyakan (pada Nabi Saw) “Siapakah golongan yang selamat itu?” Beliau bersabda, “Ahlusunnah wal Jamaah” ditanyakan lagi (kepada beliau) “Siapakah Ahlusunnah wal Jamaah itu?” Beliau menjawab,”Apa yang dipegang olehku dan para sahabatku”

HMI Tegal Kab

Hadist ini disebukan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam al-Qaul al-Musaddah, Imam asy Syahrastani dalam al Milal wan Nihal, serta disebut oleh Imam al Ghalai dalam Ihya’ Ulumiddin. Menariknya, dalam kitab-kitab-kitab tersebut, hadist ini tidak disebutkan bersama  sanadnya, sehingga sulit untuk menentukan sejauh mana kapasitas hadist tersebut untuk bisa dijadikan pijakan (halaman 3).

Sementara itu, ada banyak hadist bersanad yang cukup mirip dengan hadis di atas, tapi hanya menggunakan redaksi “al Jama’ah”, bukan Ahlusunnah wal Jama’ah. Jadi sebenarnya kapan awal mula munculnya istilah Ahlusunnah wal Jama’ah ini? Oleh sebab tidak ditemukan riwayat sahih yang secara langsung menyebutkan istlah Ahlusunnah wal Jama’ah, banyak ulama menilai bahwa istilah ini baru muncul setelah masa Rasulullah Saw.

HMI Tegal Kab

Sebagaimana tafsiran Sayyidina Ibnu Abbbas RA, pada surat Ali Imran ayat 106-107. Ibnu Abbas menafsiri firman Allah “Muka yang putih berseri” ini dengan menyebut Ahlusunnah wal Jama’ah sedangkan orang yang “hitam wajahnya” di hari kiamat adalah orang yang ahli bid’ah dan kesesatan. (Lihat Tafsir Ibni Katsir Juz 1).

Lepas dari asal-usul istilah Ahlusunnah, satu hal penting yang harus dicatat bahwa satu golongan yang dijanjikan oleh Rasulullah Saw akan selamat di hari akhir nanti, adalah golongan pengikut Rasulullah dan para sahabatnya.

Maka sudah semestinya pendedahan pada makna 3 dimensi : Akidah, Syariah dan  Tasawuf pun disandarkan pada pengajaran Rasulullah pada para sahabatnya. Menarik membaca habis buku Trilogi Ahlusunnah, karena di buku inilah satu persatu dimensi agama itu dikaji secara detail dan lengkap berdasarkan pemahaman Ahlusunnah wal Jama’ah.

 

 

Judul Buku : Trilogi Ahlusunnah: Akidah, Syariah dan Tasawuf

Penulis : Tim Penulis Batartama Pesantren Sidogiri

Tebal : xv, 318 

Penerbit : Pustaka Sidogiri Pondok Pesantren Sidogiri

Cetakan : pertama, Agustus 2012

Peresensi : In’am Al Fajar (Pustakawan di Pesantren Al Hikmah 2 Brebes)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Sejarah, Sholawat HMI Tegal Kab

PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92

Kendal, HMI Tegal Kab. Pengurus Cabang NU Kendal menggelar serangkaian kegiatan dalan rangka memperingati hari lahir ke-92 NU. Kegiatan harlah kali ini tergolong meriah dan padat kegiatan yang berlangsung selama dua pekan.

PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92

Menurut ketua panitia harlah NU, KH Mustamsikin banyaknya kegiatan Harlah NU tahun ini sekaligus sebagai ajang sosialisasi program PCNU Kendal tentang rencana pembangunan Rumah sakit NU (RSNU).

"Sudah saatnya NU Kendal punya rumah sakit," tegas Mustamsikin saat sambutan Seminar Kesehatan di Pendopo kabupaten Kendal Sabtu (9/5).

HMI Tegal Kab

Sebelumnya kegiatan harlah NU dimulai dengan mengadakan istighotsah serempak di masing-masing MWC NU (1/5) dengan dihadiri utusan PCNU Kendal untuk memberikan sosialisasi harlah NU dan pendirian rumah sakit.

Kemudian sepekan berikutnya (6/5) kegiatan dilanjutkan dengan istighotsah kubro oleh jamaah Al Hikmah di masjid Agung Kendal.

HMI Tegal Kab

Puncak acara sendiri akan dilaksanakan besok Ahad (10/5) dengan acara simaan & pengajian akbar di GOR Bahurekso Kendal yang akan dihadiri oleh Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj.

Sebagai penutup kegiatan Harlah Kamis (14/5) mendatang akan digelar kegiatan jalan sehat di alun-alun Kendal dengan berbagai macam door prize. (fahroji/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sejarah, Kajian Sunnah HMI Tegal Kab

Rabu, 13 Desember 2017

Anggota DPRD Serap Aspirasi dari Guru-Guru Maarif

Jember,  HMI Tegal Kab. Lembaga  Pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU Cabang Kencong, Jember, memperoleh perhatian serius anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, HM Imam Ghozaly Aro, S.IP , 

“Selama saya bisa dan laku, silahkan manfaatkan saya,”  tegas  IGA, panggilan akrab HM Imam Ghozaly Aro, S.IP. 

Anggota DPRD Serap Aspirasi dari Guru-Guru Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota DPRD Serap Aspirasi dari Guru-Guru Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota DPRD Serap Aspirasi dari Guru-Guru Maarif

Penegasan tersebut disampaikan IGA  di  depan kepala sekolah dan guru jajaran LP Maarif  Cabang Kencong , saat melakukan dialog  Serap Aspirasi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur  dalam Reses III yang digelar di Sekretariat PC GP Ansor Kencong, Ahad (23/12). 

Dalam dialog tersebut IGA menjelaskan tiga tupoksi anggota DPRD.Yaitu, legislasi, budgeting dan kontrol. Karenanya, IGA mempersilakan sekitar 100 orang pendidik dan pimpinan GP Ansor yang hadir menyampaikan aspirasi, usulan,saran dan  kritik terkait kebijakan pembangunan  Pemerintah Provinsi, terutama di bidang pendidikan.

HMI Tegal Kab

“Saya kepala PAUD Desa Kasiyan, Kecamatan Puger.  Lembaga yang saya pimpin patut dikasihani karena masih nunut di gedung Puskesmas. Saya mohon agar Bapak IGA memperjuangkan pembangunan gedung PAUD di tempat kami, “  pinta Linda, Kepala PAUD Desa Kasiyan.

HMI Tegal Kab

Lain lagi yang disampaikan Hj Rukhiyanah,Kepala TK Dewi Masithoh 16 Karangrejo, Kecamatan Gumukmas. 

“Kepada Bapak IGA saya sampaikan terimakasih, tahun lalu membantu pembangunan gedung kantor TK yang bagus dan mentereng. Persoalannya sekarang, setelah kantor itu berdiri  megah, gedung TK-nya terlihat pendek,  seperti jongkok. Karenanya saya mohon agar dibantu, diusahakan dana rehab untuk TK, sehingga layak disandingkan dengan kantornya,”  pinta Rukhiyanah,disambut tawa dan tepuk tangan kepala sekolah yang lain.   

IGA yang juga pimpinan Komisi D (Pembangunan) DPRD Provinsi Jatim itu merespons usulan dua kepala sekolah tersebut, juga kepala sekolah lain yang pada umumnya mohon bantuan  dana pembangunan atau rehab gedung, juga bantuan sarana prasarana pendidikan.  

“Saya akan perjuangkan dengan sungguh-sungguh usulan panjenengan semua,”  kata wakil rakyat dari Fraksi PKNU tersebut. 

Ahmad Nasikin  yang ditugasi membacakan bantuan Pemerintah Provinsi untuk lembaga pendidikan yang diperjuangkan IGA,  menjelaskan, sedikitnya sudah  172 lembaga pendidikan di lingkungan LP Ma’arif Cabang Kencong dan Jember memperoleh bantuan dana dari Provinsi atas perjuangan IGA. “Dari lembaga sejumlah itu, yang banyak berada di Kencong, “ jelas Nasikin yang juga ketua Forum Silaturrahmi Kader Ansor (FOSKA) Kabupaten Jember tersebut.

Kantor baru

Dalam kesempatan ini,  IGA juga menyampaikan selamat kepada PC GP Ansor Kencong di bawah pimpinan Abd Rohim, yang telah menempati kantor sekretariat baru,yakni gedung eks Pengadilan Negeri Pembantu  yang cukup representatif.  

“Ini bukan hanya kantor baru. Tapi, ini  baru kantor, sangat cocok untuk Ansor dan Banser, “ kata IGA dengan bercanda. 

Agaknya yang dikatakan IGA tidak berlebihan, karena kantor PC GP Ansor Kencong  dilengkapi hall untuk rapat, ruang Ketua, Sekretaris, Satkorcab Banser,  Koperasi , Mushalla dan TPQ. Maklum, yang  ditempati adalah gedung bekas Pengadilan Negeri yang memiliki banyak ruangan. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sejarah, Nasional, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Selasa, 12 Desember 2017

NU Ranting Bener Adakan Pengajian Akbar

Wonosobo, HMI Tegal Kab. Ribuan Jamaah, Ahad, 10/3/2013, menghadiri pengajian Akbar yang diadakan oleh NU beserta badan otonomnya, yaitu Muslimat, Fatayat, Ansor dan IPNU/IPPNU Ranting Bener. 

Kegiatan ini bertempat di halaman Masjid Bener Kidul Kepil Wonosobo.

NU Ranting Bener Adakan Pengajian Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Ranting Bener Adakan Pengajian Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Ranting Bener Adakan Pengajian Akbar

Pengajian yang diisi oleh Kiai Muzammil dari Sapuran Wonosobo ini dihadiri ribuan jamaah tersebut terdiri dari pengurus dan anggota Badan Otonom NU serta umat Islam se-desa Bener dan sekitarnya.

HMI Tegal Kab

Ketua Ranting NU Bener Kiai Saefur Arifin mengatakan ”Acara ini diselenggarakan secara bersama oleh seluruh Banom NU di Ranting Desa Bener. Sesuai dengan kesepakatan bersama kegiatan ini akan dilaksanakan rutin setiap tiga bulanan.”

Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama agar acara terlaksana jauh lebih baik dan lebih besar ketimbang dilakukan secara sendiri-sendiri.

HMI Tegal Kab

Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Desa Bener, yang dalam sambutannya mengapresiasi positif terhadap inisiatif panitia dalam menyelenggarakan kegiatan Maulid ini, bahkan ia menghimbau kegiatan-kegiatan seperti ini dilestarikan sebagai ukhuwah islamiyah.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Irwan Sahidin

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab AlaSantri, Syariah, Sejarah HMI Tegal Kab

Kamis, 07 Desember 2017

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat

Jakarta, HMI Tegal Kab - Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) KH Abdul Moqsith Ghazali mengajak para khatib untuk kembali mengingat tujuan utama khutbah Jumat. Ia mengimbau para khatib untuk menggunakan mimbar Jumat sebagai momentum penyampaian nasihat keagamaan.

Demikian disampaikan Kiai Moqsith kepada HMI Tegal Kab di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (21/11) malam.

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat

Alumni Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Situbondo ini menyampaikan bahwa belakangan ini agak isi khutbah Jumat cukup mengkhawatirkan. Ia menyayangkan beberapa khatib melakukan caci-maki terhadap kelompok lain.

HMI Tegal Kab

“Memang mengkhawatirkan ketika khutbah-khutbah cenderung mendiskriminasi kelompok-kelompok atau aliran-aliran lain di dalam Islam,” kata salah seorang dosen pengampu mata kuliah tafsir di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Ia mengingatkan bahwa khutbah Jumat adalah bagian dari ibadah Jumat itu sendiri. Karenanya para khatib tidak boleh main-main dalam melaksanakan kewajibannya.

HMI Tegal Kab

“Jangan lupa dua khutbah itu menempati dua rakaat dalam shalat Zhuhur. Jadi kalau shalat Jumat menggantikan shalat Zhuhur, maka dua rakaatnya itu diganti dengan dua khutbah. Dengan demikian tidak boleh main-main dengan khutbah ini,” jelas Moqsith.

Menurutnya, khutbah adalah persoalan pokok. Khutbah itu bukan sekadar momentum mendengarkan pidato, tetapi mendengarkan khutbah itu adalah ibadah. Karenanya para jamaah dianjurkan agar tidak berbicara saat khutbah disampaikan. Kalau sampai bicara saat khutbah disampaikan, maka ia menjadi sia-sia.

“Dengan demikian khatib Jumat harus lebih tahu diri mana yang harus disampaikan, mana yang tidak boleh disampaikan,” pungkasnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Sejarah, Budaya HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock