Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal

Jombang, HMI Tegal Kab. Rombongan dua bis dan dua mobil MPV bergerak dari halaman Kantor Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tepat pukul 11.00 WIB, Selasa (23/06) kemarin, bertepatan 29 Jumadal Tsaniyah 1433 H.



Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal

Rombongan dua mobil MPV yang berangkat lebih dulu, ditumpangi kepala Madrasah Muallimin Enam Tahun Bahrul Ulum, KH Abd Nashir Fattah, para guru serta pengiring. Sedangkan 2 bis yang berangkat kemudian, diisi para siswa dan para guru Madrasah Muallimin Enam Tahun Bahrul Ulum. Tujuan dari rombongan tersebut adalah kota Tuban. Kota pesisir utara Jawa yang memiliki bentangan pantai puluhan kilometer dari arah timur ke barat. 

HMI Tegal Kab

Setelah memasuki kota Tuban, rombongan masih menuju ke suatu tempat, sekitar 10-15 kilometer ke arah barat dari kota Tuban. Tempat tersebut adalah pelabuhan Pt. Semen Gresik yang berada di wilayah kecamatan Jenu Tuban.

Angin yang berhembus kencang cukup terasa begitu rombongan keluar dari kendaraan. Hembusan angin tersebut, menghapus bayangan sebagian besar orang dalam rombongan yang sebelumnya melihat dari kejauhan teriknya matahari yang menerpa pelabuhan. Mereka membayangkan, suhu di pelabuhan pasti sangat panas. Tetapi setelah semua rombongan berada di pelabuhan yang menjorok ke tengah laut. Udaranya cukup sejuk bahkan cenderung terasa kebanyakan angin.

HMI Tegal Kab

Rombongan yang diikuti oleh 100 siswa Muallimin, 15 orang guru dan 5 orang undangan tersebut, adalah dalam rangka praktek ruk’atul hilal mata pelajaran Ilmu Falak siswa Madrasah Muallimin. Karena menurut guru pengampu mata pelajaran Ilmu Falak di Madrasah Muallimin, KH. Mujib Adnan, sebenarnya Hilal sudah bisa terlihat kemarin sore (22/06).

“Tapi rupanya kemarin sorepun, hilal yang tingginya lebih dari 2 (dua) derajat belum bisa dilihat, karena tertutup mendung,” kata Kiyai Mujib.

“Namun karena ini adalah pelatihan bagi siswa-siswa, maka kita melakukan ru’yatul hilal pada hari ini. Karena pada hari ini, diperkirakan hilal sudah bisa terlihat dengan jelas. Tujuannya adalah agar siswa bisa mengamati sendiri bagaimana wujud hilal sebenarnya,” tambahnya.

Maksum Chudlori, panitia pelaksana kegiatan ru’yatul hilal mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program madrasah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa, tidak hanya dalam teori tetapi juga dalam praktek.

Tujuan lainnya adalah untuk mempersiapkan kader-kader ajaran Aswaja Annahdliyah dalam menentukan awal bulan dengan ru’yatul hilal. Karena bagi orang NU penentuan awal bulan selalu dilakukan dengan ru’yatul hilal, termasuk dalam menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal.

Disamping itu, menurut pria yang akrab disapa Gus Maksum ini, praktek ini memiliki nilai akademik. “Praktek ru’yatul hilal ini merupakan bagian dari ujian yang harus dijalani siswa, karena nilai dari kegiatan ini akan menjadi nilai rapot,” tambahya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kiai, Ubudiyah, Daerah HMI Tegal Kab

Kamis, 01 Maret 2018

GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA

Subang, HMI Tegal Kab. GP Ansor Kabupaten Subang meminta kepada Kementerian Agama untuk segera mengubah materi mata pelajaran fiqh, khususnya di kelas 12 Madrasah Aliyah. Pasalnya dalam materi fiqh kelas 12 itu memuat ajaran khilafah yang ormas pengusungnya sudah resmi dibubarkan pemerintah.

Demikian disampaikan Ketua GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah HD, setelah mengetahui ada materi khilafah dalam soal ujian mata pelajaran fiqh kelas 12 Madrasah Aliyah yang sedang melaksanakan ujian semester ganjil, Selasa (5/12).

GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA

Dikatakan Asep, materi khilafah ini sudah tersebar di seluruh Madrasah Aliyah yang ada di Jawa Barat karena soal ujian ini dibuat oleh Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Provinsi Jawa Barat.

"Munculnya khilafah dalam soal ujian fiqh ini karena memang ternyata dalam kurikulumnya ada materi khilafah. Untuk itu, kami meminta kepada pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Agama, untuk segera mengganti kurikulum fiqh di kelas 12 Aliyah," tegasnya.

HMI Tegal Kab

Asep menuding, ada penyusup yang terlibat dalam merumuskan materi fiqh dengan tujuan untuk menyebarkan ajarannya melalui tangan orang lain, dalam hal ini adalah guru fiqh di Madrasah Aliyah. 

Karena dengan adanya materi khilafah dalam kurikulum fiqh ini para guru fiqh di Madrasah Aliyah pasti akan menyampaikannya kepada para siswa.

"Jika Kemenag tidak segera mengganti kurikulum fiqh ini, secara tidak langsung Kemenag telah mendukung bahkan memfasilitasi ormas yang telah dilarang oleh pemerintahn" pungkasnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, Habib HMI Tegal Kab

Senin, 26 Februari 2018

NU Lanjutkan Perjuangan Gus Dur

Jakarta, HMI Tegal Kab. Wakil Ketua PBNU As’ad Ali Said mengatakan NU akan terus melanjutkan perjuangan Gus Dur, terutama dalam menciptakan masyarakat yang toleran terhadap kelompok lainnya.

Hal ini disampaikan ketika menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat Scot Marciel ke gedung PBNU, Selasa (7/9).

NU Lanjutkan Perjuangan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lanjutkan Perjuangan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lanjutkan Perjuangan Gus Dur

As’ad dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan, di Indonesia, terdapat kelompok radikal seperti FPI, tetapi kelompok ini tidak memiliki dukungan dari masyarakat Indonesia.

HMI Tegal Kab

Dijelaskannya, masyarakat Indonesia sejak awal sudah menghargai toleransi dengan agama lain. Ia mencontohkan tradisi yang berlaku di daerah kelahirannya di Kudus, yaitu pantangan untuk memakan daging sapi, untuk menghargai pemeluk agama Hindu yang menghormati hewan sapi.

HMI Tegal Kab

Tradisi ini telah dimulai ratusan tahun lalu ketika Sunan Kudus mendakwahkan Islam kepada masyarakat, tetapi masih berlaku sampai sekarang. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Jumat, 23 Februari 2018

Pesantren Hati Sembelih 131 Ekor Hewan Kurban

Probolinggo, HMI Tegal Kab - Pada Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1437 H, Pondok Pesantren Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo menyembelih 131 ekor hewan kurban, Senin (12/9). Terdiri dari 28 ekor sapi dan 3 ekor kambing ditambah 100 ekor kambing dari Persatuan Guru dan Ulama Singapura.

Prosesi penyembelihan hewan kurban ini dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Hati Hj. Puput Tantriana Sari yang juga Bupati Probolinggo serta jajaran pengurus PCNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

Pesantren Hati Sembelih 131 Ekor Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Hati Sembelih 131 Ekor Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Hati Sembelih 131 Ekor Hewan Kurban

Ketua Panitia Kurban Pondok Pesantren Hati Zulmi Noor Hasani mengungkapkan bahwa pelaksanaan penyembelihan hewan kurban ini akan dirampungkan dalam waktu 1 (satu) hari. Tetapi jika dalam penyembelihan tersebut tidak selesai, maka akan dilanjutkan hari kedua, Selasa (13/9) di lokasi yang sama.

HMI Tegal Kab

“Dari hasil penyembelihan hewan kurban, dagingnya akan disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di 20 desa di Kecamatan Kraksaan, Krejengan dan Besuk. Dimana masing-masing desa akan menerima 100 bungkus. Sehingga total untuk 20 desa mencapai 2.000 bungkus daging kurban,” katanya.

HMI Tegal Kab

Sementara Hj. Puput Tantriana Sari mengharapkan agar daging kurban ini mampu berbagi kebahagiaan dengan masyarakat kurang mampu. “Setidaknya masyarakat dari kalangan kurang mampu bisa bersama-sama merayakan Hari Raya Idul Adha 1437 H,” uangkapnya.

Dalam penyembelihan hewan kurban ini, panitia kurban sendiri mengerahkan sedikitnya 75 orang petugas jagal yang akan menyembelih ratusan hewan kurban tersebut. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab PonPes, Daerah HMI Tegal Kab

Rabu, 14 Februari 2018

Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih

Surabaya, HMI Tegal Kab - Sebentar lagi ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) akan diwisuda. Mereka harus mempersiapkan diri berkiprah t di masyarakat. Untuk itu, ratusan calon sarjana dari Fakultas Adab dan Humaniora serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA dibekali pengetahuan karir dunia kerja.

"Banyak orang sukses berangkat dari keprihatinan," kata KH Farmadi Hasyim, Selasa (1/3). Oleh sebab itu, Kiai Farmadi, sapaan akrabnya, berharap agar para calon sarjana yang sebentar lagi diwisuda untuk siap hidup apa adanya, tanpa terbebani dengan gelar yang disandang. "Kebanyakan mereka yang telah lulus berharap menjadi orang besar dan berlagak gengsi menggeluti sejumlah kiprah," kata Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini.

Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih

Cukup banyak sarjana yang tidak siap mental ketika telah merampungkan studi. "Gelar sarjana bukan menjadi pelecut dalam berkhidmat, malah justru sebagai beban dalam hidup," kata kandidat doktor di UINSA ini.

HMI Tegal Kab

Di hadapan civitas akademika dan para alumni kedua fakultas tersebut yang didaulat sebagai narasumber, Kiai Farmadi berharap agar ilmu yang telah diraih selama kuliah dapat diamalkan minimal untuk diri sendiri. "Itu minimal peran yang harus diambil. Apalagi kalian sarjana dari kampus agama," katanya. Dan bila memang mampu serta dipercaya khalayak, maka ada baiknya ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama belajar dapat didermabhaktikan di lingkungan sekitar , lanjutnya.

Yang juga tidak kalah penting, para sarjana hendaknya memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan jangan mersa dirinya lebih unggul dari masyarakat dan komunitas yang ada. "Hal tersebut akan kontra produktif dengan niatan mulia seorang yang memiliki gelar akademik dan memiliki ilmu serta keterampilan," katanya memberikan alasan.

HMI Tegal Kab

"Kalian harus terus mengasah kemampuan dengan berinteraksi kepada berbagai kalangan," pesannya. Sebagai ilustrasi, Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Surabaya ini kemudian mengibaratkan dengan pisau. "Meskipun harganya murah, kalau sering diasah maka pisau akan menjadi tajam dan berdaya guna," ungkapnya.

Mental menjadi pegawai dan mencari pekerjaan juga harus dikesampingkan. "Justru kalian harus berupaya memanfaatkan jaringan dan keahlian, demikian pula disiplin keilmuan yang dimiliki untuk menciptakan peluang kerja," katanya. Sudah bukan zamannya lagi para sarjana berburu pekerjaan, malah idealnya menyediakan kesempatan kepada banyak kalangan untuk dioptimalkan menjadi kekuatan bagi terwujudnya kesempatan kerja baru. "Itulah nilai lebih sarjana dari kampus agama," tegasnya.

Sedangkan pesan terakhir dari penceramah yang kerap mengisi pengajian di sejumlah media baik televisi, radio dan majlis taklim ini agar para sarjana jangan mudah menyerah. Setiap ikhtiar pastinya akan diuji dengan kegagalan dan penolakan. "Akan tetapi, jadikan semuanya sebagai pelecut keberhasilan di kemudian hari," pungkas dai yang bulan depan mengisi tabligh akbar di Brunei Darussalam ini. (Ibnu Nawawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Daerah, Sejarah HMI Tegal Kab

Narik Iuran Anggota, Muslimat NU Siap Transparan Bertanggung Jawab

Jember, HMI Tegal Kab. Tanpa dana, sulit sebuah organisasi bisa eksis. Inilah yang dirasakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember. Karena itu, Badan Otonom NU pimpinan Nyai Hj. Emi Kusminarni ini? mulai mensosialisasikan rencana penarikan iuran (i’anah syahriyah) bagi anggota Muslimat NU Jember. Sosialisasi? pertama dilakukan Ahad (5/2) di aula Bank Jatim yang dihadiri penguru pimpinan cabang dan beberapa perwakilan anak cabang Muslimat NU Jember.

Menurut Nyai Hj. Emi, penarikan iuran akan mulai dilakuan dalam beberapa bulan ke depan setelah sosialisasi rampung. “Karena NU tidak biasa narik iuran rutin dari anggota, maka ini perlu sosialisasi agar mereka paham bahwa dana organisasi itu penting,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan.

Ia mengaku yakin bahwa rencana itu akan berjalan lancar dan didukung penuh anggota Muslimat NU Jember. Yang penting, dana dari hasil iuran tersebut dikelola secara transparan dan penuh tanggung jawab.

Narik Iuran Anggota, Muslimat NU Siap Transparan Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
Narik Iuran Anggota, Muslimat NU Siap Transparan Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

Narik Iuran Anggota, Muslimat NU Siap Transparan Bertanggung Jawab

Dengan iuran itu, katanya, kelak akan banyak yang bisa diperbuat oleh Muslimat NU Jember. “Toh semuanya akan kembali kepada warga NU, misalnya dalam bentuk bakti sosial, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan dan sebagaiya,” ujaranya.

Sementara itu, perwakilan Bank Jatim Luluk Khimmatul Khoiroh menegaskan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan Muslimat NU dalam mengelola iuran anggota Muslimat NU.

Tidak hanya itu, Luluk juga mengaku siap memfasilitasi warga Muslimat NU untuk mengakses permodalan guna mengembangkan kegiatan usahanya. “Kami siap menampung iuran anggota Muslimat NU sekaligus mengusahakan bantuan modal bagi ibu-ibu yang punya usaha,” jelasnya.? (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Daerah HMI Tegal Kab

Senin, 12 Februari 2018

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh

Kutupalong, HMI Tegal Kab - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan perkembangan terkini tentang praktik kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, yang berakibat pada eksodus etnis Rohingya ke Bangladesh.

Menurut PBB, sebagaimana dilansir AP, Kamis (7/9), sekitar 146.000 orang telah meninggalkan Myanmar menuju Bangladesh sejak meletusnya kekerasan meletus di sana 25 Agustus.

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh

Jurubicara PBB Stephane Dujarric, Rabu, mengatakan bahwa Program Pangan Dunia meminta 11,3 juta dollar AS untuk membantu gelombang para pengungsi itu, juga mereka yang tengah tinggah di tenda-tenda pengungsian. PBB sudah menyediakan makanan untuk puluhan ribu orang, termasuk perempuan dan anak-anak yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi.

HMI Tegal Kab

Eskalasi kekerasan oleh militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya belum berakhir menyusul tragedi penyerangan terhadap polisi di wilayah perbatasan dan aparat pemerintah lainnya sejak 25 Agustus. Pemerintah Myanmar menyebut militan Rohingya atau ARSA sebagai teroris Bengali.

Peristiwa Agustus itu memicu serangan balasan dari tentara Myanmar. Atas nama pemburuan para teroris, mereka menembaki warga sipil dan membakar ribuan rumah tinggal warga Rohingya. Situasi ini memperburuk keadaan dan memicu lebih dari seratus ribu warga melarikan diri dari tanah air mereka.

HMI Tegal Kab

Muslim Rohingya telah melarikan diri sejak serangan pemberontak terhadap polisi perbatasan dan pasukan pemerintah lainnya pada 25 Agustus memicu pembalasan oleh tentara Myanmar. Tentara dan polisi telah dituduh melakukan tembakan tanpa pandang bulu, namun pemerintah mengatakan pasukannya berusaha keras untuk tidak merugikan warga sipil yang tidak bersalah.

Dujarric juga mengatakan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sedang "melanjutkan kontak diplomatiknya terkait dengan situasi di Myanmar." (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Daerah HMI Tegal Kab

Jumat, 09 Februari 2018

Tiga Tujuan Bismillah

Malang, HMI Tegal Kab. Kalimat bismillah memiliki tiga tujuan. Pertama, melakukan sesuatu berdasarkan perintah Allah (awamirillahi). Kedua, selama prosesnya niat mencari pertolongan Allah (thaliban lima’unatihi) dan ketiga, untuk hasilnya memohon berkah Allah (barakatan linatijatihi).

Demikian ditegaskan oleh KH. Hasyim Muzadi dalam pengajian awal bulan, Ahad, (4/01) di Masjid Al-Ghazali, Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, Jawa Timur.

Tiga Tujuan Bismillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Tujuan Bismillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Tujuan Bismillah

Hasyim menjelaskan, bermula dari kata bismillah, bisa dimaknai dengan saya melakukan sesuatu atas nama siapa, atas nama nafsu atau kehendak sendiri.

HMI Tegal Kab

“Atas nama Allah swt adalah niat yang paling tinggi,” tuturnya.?

Hasyim melanjutkan, jika amal keduniaan diniati dengan kebaikan, maka amal itu akan menjadi amal akhirat. Sebaliknya kata Kiai Hasyim, jika diniati dengan salah, amal akhirat bisa menjadi amal dunia.?

HMI Tegal Kab

“Istigotsah kalau tujuannya untuk sukses pilkada ya kurang (berkualitas),” ucap pengasuh Pesantren mahasiswa Al-Hikam Malang dan Depok itu.?

Dalam kalimat bismillah ini Hasyim juga menjelaskan makna rahman dan rahim. Rahman, kata Sekjen ICIS ini, adalah kasih sayang Allah untuk semua makhluk, baik itu manusia, jin, hewan, malaikat, dan seterusnya. “Bahkan setan juga diberi Rahman Allah,” katanya.

Rahman Allah, tambahnya, harus disandingkan dengan sifat rahim. Rahim Allah, lanjut Hasyim, adalah kasih sayang Allah yang khusus diberikan kepada orang-orang muslim.?

“Kuncinya surga adalah tauhid kepada Allah, maka orang kafir yang melakukan kebaikan hanya akan dibalas di dunia, sedangkan muslim yang shalih akan dibalas sampai di akhirat,” papar Ketua Umum PBNU periode 1999-2010 ini.

Di akhir tausiahnya Hasyim menjelaskan, di tengah zaman yang sulit, dimana kebathilan dianggap benar dan kebenaran dianggap bathil, maka menurut dia, kuncinya kembali kepada Al-Quran dan shalawat Nabi.?

“Makanya jamaah khataman diperbanyak, masyarakat digerakan bershalawat,” pesan Hasyim. (Sabiq Al-Aulia Zulfa/Fathoni) ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, Doa HMI Tegal Kab

Selasa, 23 Januari 2018

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah

Demak, HMI Tegal Kab. Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran (PPTQ) Asnawiyah yang beralamat di Desa Pilangwetan Kecamatan Kebon Agung, Demak, Jawa Tengah mempunyai kebiasaan menutup program khataman dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran.

Ketua Lembaga Pendidikan Islam Asnawiyah (PPTQ) Asnawiyah K.Cholilullah pada mengatakan, Pesantren Asnawiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mendalami khusus Al-Qur’an baik program menghafal, maupun mendalami ilmu Al-Quran.

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah

“Sebagai pesantren Al-Quran , Pesantren Asnawiyyah membiasakan penutupan kajian Ramadhan dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran,” kata Cholilullah kepada HMI Tegal Kab pada Ahad (28/7).

HMI Tegal Kab

Kegiatan tersebut diawali dengan ziarah ke makam sesepuh PPTQ Asnawiyyah pagi hari. Pada sore hari buka puasa bersama dengan pengasuh pesantren beserta dzuriyyah (keluarga pesantren), dan seluruh santri. 

Lebih lanjut K Cholilullah menambahkan acara penutupan dan peringatan Nuzulul Quran dilaksanakan setelah shalat Tarawih yang didahului dengan khotmil Quran. Acara dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin Anisatul Qariah Cholil, AH dan doa dipimpin langsung Nyai Hj. Siti Hajar Harni, AH dan diakhiri dengan peringatan hikmah Nuzulul Quran.

HMI Tegal Kab

“Habis Tarawih kita lanjutkan dengan khataman kajian yang didahului dengan khotmil Quran, tahlil mauidhoh hasanah,” tambah K Cholil.

Dalam kesempatan itu, Pengasuh PPTQ Asnawiyyah KH M Muchozin mengatakan, bahwa peringatan Nuzulul Quran adalah sebuah momentum bagi santri supaya lebih mengenal secara mendalam tentang Al-Quran yang meliputi tajwid, qiro’ah atau bacaan, ilmu tafsir, sampai asal mula ayat diturunkan (asbabunnuzul).

“Seorang santri harus mempunyai semangat dalam memperdalam keilmuan Al-Quran, baik qiro’ah, tafsir maupun ulumul Quran itu sendiri,” tutur KH Khozin.

Dalam acara tersebut pengurus Ikatan Santri Putri Asnawiyyah (IKASAPNA) sebagai wadah organisasi internal pesantren Asnawiyyah meluncurkan buletin El-Fata Edisi ke-3 dengan kajian utama “Santri Multi Talent”.

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Daerah, Sejarah HMI Tegal Kab

Rabu, 17 Januari 2018

Kang Said Ajak Nahdliyin Aktif dalam Gerakan Bebas Sampah

Jakarta, HMI Tegal Kab



Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak kepada seluruh warga NU untuk bersama-sama menaruh perhatian pada pengelolaan dan daur ulang sampah yang terus menumpuk dan menimbulkan permasalahan bagi lingkungan.

Kang Said Ajak Nahdliyin Aktif dalam Gerakan Bebas Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Ajak Nahdliyin Aktif dalam Gerakan Bebas Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Ajak Nahdliyin Aktif dalam Gerakan Bebas Sampah

“Mari kita urusin sampah. Kalau soal politik, tidak usah ikut-ikutan, sudah ada yang ngurusin,” ujarnya dalam peluncuran Gerakan Nusantara Bebas Sampah 2020 di halaman kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (26/9).

Alumni Pesantren Lirboyo ini juga mendorong komunitas pesantren dan warga NU secara umum untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi, termasuk dalam hal manajemen sampah.

Ia mengapresiasi langkah kreatif Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) yang menginisiasi Gerakan Nusantara Bebas Sampah 2020 melalui pemberdayaan sampah plastik bernama ecobrick.

HMI Tegal Kab

Ecobrick merupakan program daur ulang sampah plastik berupa bekas botol minuman mineral untuk menjadi semacam “batu bata”. Kumpulan botol yang dijejali sampah-sampah plastik ini lantas dibentuk dan dimanfaatkan menjadi sejumlah barang, seperti furnitur, pagar taman, dinding, panggung, dan lain-lain.

Pemberdayaan sampah plastik lewat metode ecobrick merupakan kelanjutan dari program LPBINU sebelumnya, Gerakan Ubah Sampah Jadi Berkah, yang memanfaatkan barang-barang bekas menjadi berbagai macam benda kerajinan, seperti lukisan, tas, ornamen, pot bunga, dan lain-lain.

Acara peluncuran ini terdiri dari rangkaian acara lain seperti pelatihan klinik pengolahan sampah organik, pelatihan klinik produk daur ulang (pengelolaan sampah nonorganik), peresmian kantor Bank Sampah Nusantara (BSN) LPBINU, dan lokakarya pengelolaan sampah dengan metode ecobrick.

HMI Tegal Kab

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tuti Hendrawati Mintarsih, Ketua LPBINU M Ali Yusuf, penggagas metode ecobrick Russel Meyer, dan Amelia Maran dari Asosiasi Pengusaha Daur Ulang Plastik Indonesia (APDUPI). (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, Budaya HMI Tegal Kab

Jumat, 12 Januari 2018

Ini Karakter Orang Mendadak Religius Menurut Ibnu Athaillah

Tobat adalah pintu masuk pertama seorang hamba menuju Allah SWT. Tobat itu sendiri memiliki banyak ruangan yang harus dilewati mulai dari ruang depan, ruang tengah, hingga ruang terakhir. Ini yang disebut oleh Imam As-Sya‘rani sebagai wa lahâ bidâyah wa nihâyah.

Menurut Imam As-Sya‘rani dalam Al-Minahus Sasniyyah, tobat memiliki jenjang terendah hingga jenjang tertinggi. Tobat dari kekufuran, kemusyrikan, larangan-larangan haram, larangan makruh, dari amalan khilaful aula, dan seterusnya.

Ini Karakter Orang Mendadak Religius Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Karakter Orang Mendadak Religius Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Karakter Orang Mendadak Religius Menurut Ibnu Athaillah

Tetapi biasanya orang yang baru bertobat cenderung tak bisa menahan nafsunya dari kehausan ibadah. Di luar ibadah wajib, orang yang baru tobat ini cenderung menghabiskan waktunya untuk ibadah-ibadah tambahan (nafilah atau sunah). Mereka mengamalkan dengan semangat puasa sunah, shalat-shalat sunah, berkali-kali ke Masjidil Haram hanya untuk umrah, menggelar santunan-santunan sosial, gerakan politik yang bertopeng gerakan keislaman, dan hal-hal yang tidak perlu lainnya.

Jelasnya mereka menghabiskan waktu untuk ibadah tambahan demi memuaskan nafsu dahaga ibadahnya. Ini yang disinggung oleh Syekh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam sebagai ibadah karena dorongan nafsu.

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Salah satu tanda (seseorang) menghamba pada hawa nafsu adalah kesegeraan dalam (memenuhi panggilan) kebaikan tambahan dan kelambatan dalam (memenuhi panggilan) kewajiban.”

Pernyataan Ibnu Athaillah ini kemudian diuraikan lebih lanjut oleh Ibnu Abbad dalam Syarhul Hikam-nya yang lazim dibaca di kalangan santri sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ini merupakan salah satu bentuk di mana sesuatu yang semu itu jelas sangat ringan dikerjakan bagi nafsu. Sedangkan yang hakiki terasa berat bagi nafsu. Apa yang disebutkan Ibnu Athaillah merupakan pengalaman kebanyakan orang. Kaulihat kemudian salah seorang dari mereka itu kalau sudah bertobat itu tidak memiliki keinginan apapun selain mengamalkan puasa sunah, tahajud, pergi-pulang umrah sunah ke masjidil haram, dan amalan tambahan (nawafil/sunah) lainnya. Sedangkan pada saat yang bersamaan salah seorang dari mereka tidak bergerak menutupi kewajiban yang telah dilalaikannya dan tidak berupaya mengembalikan hak orang lain yang telah dizaliminya, serta menyelesaikan tanggung jawabnya,” (Lihat Ibnu Abbad An-Nafzi Ar-Randi, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, juz II, halaman 30).

Padahal tugas paling mendasar dari seseorang yang bertobat adalah menunaikan kewajiban seperti membayar utang, mengembalikan sesuatu yang pernah dirampas secara zalim, meminta maaf kepada korban yang telah dicederai harga diri dan martabatnya, dan tentu saja menambal bolong-bolong kewajiban shalat, puasa, zakat yang telah dilalaikan di waktu-waktu yang sudah. Di samping itu tugas orang yang baru tobat adalah menahan diri dari segala maksiat, baik maksiat mulut, tangan, kaki, kelamin, mata, telinga, dan tentu saja maksiat hati.

Tetapi kenapa itu bisa terjadi? Kenapa mereka yang baru tobat lebih memilih amaliyah nafilah-sunah yang semu itu ketimbang amaliyah wajib yang hakiki sebagai tanggung jawab mereka? Pertama, aktivitas menunaikan kewajiban tidak mengandung keistimewaan dan keutamaan apapun. Lain dengan amalan sunah yang “menjanjikan” sesuatu bagi yang mengamalkannya. Kedua, mereka tidak menggembleng dan mendidik nafsu ibadah yang menipu mereka. Mereka tidak sanggup mengendalikan kehendak-kehendak nafsu yang menyenangkan dan menguasai mereka. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sejarah, Daerah HMI Tegal Kab

Kamis, 28 Desember 2017

Banser Harus Militan dan Ideologis

Jepara, HMI Tegal Kab. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor kecamatan Batealit Jepara selama tiga hari Jum’at-Ahad, (16-18/10) sukses menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Diklatsar yang digelar di Dukuh Setro, Desa Batealit, kecamatan Batealit kabupaten Jepara itu diikuti 45 peserta yang kini telah dibaiat menjadi angota Banser baru.

Banser Harus Militan dan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Harus Militan dan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Harus Militan dan Ideologis

Diklatsar itu merupakan kali pertama digelar PAC GP Ansor Batealit. Sementara di Jepara, merupakan Dikltasar angkatan kelima.

Peserta yang mengikuti Diklastar itu sebagian besar dari wilayah Kemacatan Batealit dan beberapa ada delegasi dari PAC Tahunan, Keling dan Donorojo.

HMI Tegal Kab

Ketua PAC GP Ansor Batealit, Nur Alimin mengatakan Diklatsar banser diadakan dalam rangka menyiapkan barisan kader muda NU yang tanggap akan problem keumatan dan kebangsaan demi mengawal tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Banser menjadi garda terdepan Ansor maupun NU yang harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan berbagai problem. Khususnya masalah-masalah keumatan dan kebangsaan,” tambahnya sebagaimana rilis yang diterima HMI Tegal Kab.

HMI Tegal Kab

Subchan Zuhri, Wakil Ketua PAC Ansor Batealit menambahkan dalam rangka membentuk kader Banser yang tangguh peserta Diklastar diberi materi yang lengkap. Mulai dari materi Ke-NU-an, Aswaja, Keansoran, Kebanseran, analisis SWOT, leadership, wawasan kebangsaan, PBB, kelalulintasan, SAR, Bagana, dan materi-materi pendukung lainnya.

Pada malam terakhir kemarin, panitia juga menghadirkan KH Subakir dari Kudus untuk memberikan materi penguatan mental spriritual kader banser,” imbuhnya.

Diklatsar Banser di Batealit Jepara itu juga dihadiri Sekretaris Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Ali. Mantan Ketua Umum PKC PMII Jawa Tengah itu menyampaikan materi Keansoran di hari pertama.

Sholahuddin menegaskan, bahwa Banser sebagai kekuatan utama Ansor harus memiliki militansi dan ideologi Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) yang kuat. Tantangan Banser dan Ansor pada saat ini semakin kompleks dan harus dihadapi dengan kemampuan-kemampuan khusus.

“Sikap Banser adalah merepresentasikan Ansor dan NU yang harus menampakkan Islam Ahlussunah Waljamaah. Islam yang ramah, bukan Islam yang marah-marah,” tandasnya. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah HMI Tegal Kab

Senin, 18 Desember 2017

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi

Jombang, HMI Tegal Kab. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang menggelar sosialisasi akreditasi, Sistem Informasi Anggota Gerakan Pemuda Ansor (SIGAP), dan pelatihan administasi organisasi di MI Al-Istiqomah, Yayasan Al-Istiqomah, Mojongapit, Jombang, Jawa Timur, Selasa (25/8).

Ketua PC GP Ansor Jombang, H. Zulfikar Damam Ikhwanto menyampaikan, kegiatan ini dihadiri Pimpinan Cabang, Ketua dan Sekretaris dari Seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Jombang. "Adanya sosialisasi akreditasi ini dapat memberikan motivasi sekaligus kejelasan arah dalam mengelola organisasi," ungkapnya.

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi

Setidaknya ada beberapa indikator yang bisa dijadikan acuan dalam menata Ansor, yaitu majelis dzikir dan shalawat Rijalul Ansor atau kegiatan peringatan hari besar agama Islam, kaderisasi, lembaga keuangan mikro syariah, lembaga kursus dan pelatihan, kebanseran, struktur organisasi dan pendataan anggota Ansor dalam SIGAP online.

HMI Tegal Kab

"Sehingga kinerja organisasi bisa diukur dan kelayakan dalam pengelolaan organisasi juga dapat dinilai," katanya. Akhirnya reward dan punishment pun akan diberlakukan berdasar hasil akreditasi itu, lanjutnya.

HMI Tegal Kab

Sementara materi tertib administrasi, pengisian laporan akreditasi dan pelatihan aplikasi SIGAP online dipandu sekretaris umum PC GP Ansor Jombang, Muizzun Hakam. "Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan pengurus PAC dapat menertibkan administrasi organisasi, melakukan pendataan anggota melalui SIGAP online, menjalankan kegiatan sebagaimana yang dijadikan indikator penilaian dalam akreditasi dan disampaikan ke ranting masing-masing," tandas Muiz, panggilan akrabnya.

Ditambahkan, di samping materi tersebut, peserta juga mendapatkan materi sekilas jurnalistik dari Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang, M. Afairur Ramadhan.

"Hal ini untuk memperkaya khazanah kepenulisan dalam rangka mempublikasikan kegiatan, baik di media sosial atau media online," terangnya.

Usai pelatihan, akan dilakukan tindak lanjut dari kegiatan untuk memantapkan materi yang didapat, utamanya melalui komunikasi intensif dan asistensi atau pendampingan. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta, Daerah, Kajian Islam HMI Tegal Kab

Selasa, 12 Desember 2017

Sanad Keilmuan 2 Buya Dimyathi, Banten dan Kaliwungu

Kendal, HMI Tegal Kab. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu wal Fadlilah Kaliwungu Kendal KH Dimyathi Rois bercerita tentang sosok Almukarram Abuya Dimyathi Pandeglang, Banten. Hal ini ia kemukakan ketika mendapat kunjungan dari rombongan Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta, Selasa (24/1) lalu di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Menurut Kiai Dimyathi Rois, Buya Dimyathi adalah sosok yang sangat alim. Beliau juga merupakan ulama khas yang tampak kewaliannya.

Sanad Keilmuan 2 Buya Dimyathi, Banten dan Kaliwungu (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanad Keilmuan 2 Buya Dimyathi, Banten dan Kaliwungu (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanad Keilmuan 2 Buya Dimyathi, Banten dan Kaliwungu

Setiap hari, Buya Dimyathi mengisi kehidupannya dengan beribadah dan khiatul ilmi, dari sebelum fajar hingga malam. Hal demikian juga dilakukan oleh kiai-kiai di pesantren yang begitu tekun mendidik dan mengajar para santri.

Terkait sanad keilmuan kedua ulama khos itu, Ketua Pusat Kajian Islam Nusantara STAINU Jakarta Ahmad Ginanjar Sya’ban menerangkan, Abuya Dimyathi Banten memiliki kedekatan khusus dengan KH Dimyathi Rois Kaliwungu.?

HMI Tegal Kab

“Diantaranya adalah ketika KH Dimyathi Kaliwungu belajar di Lirboyo Kediri, Abuya Dimyathi juga belajar di Jampes Kediri,” ujarnya.

Ketika mondok di Lirboyo, Kiai Dimyathi Kaliwungu belajar kepada KH Marzuqi Dahlan, sementara Abuya Dimyathi Banten belajar di Jampes kepada KH Ihsan Dahlan. Kiai Ihsan Dahlan merupakan kakak KH Marzuqi Dahlan Lirboyo.

“Ketika Kiai Dimyathi Kaliwungu belajar di Sarang Rembang, Abuya Dimyathi juga pada saat yang bersamaan belajar di Lasem Rembang,” terang Ginanjar.

HMI Tegal Kab

Hubungan keduanya semakin dekat ketika sama-sama meneruskan pencarian ilmunya di Kaliwungu Kendal.?

“Keduanya kemudian bertemu ketika sama-sama melanjutkan belajar di Kaliwungu Kendal,” tandas pria yang juga peneliti Manuskrip karya ulama Nusantara ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah HMI Tegal Kab

Senin, 04 Desember 2017

Tabayun Kunci Sukses Lawan Hoax

Jakarta,HMI Tegal Kab

Berita bohong atau dikenal hoax saat ini hampir meliputi beragam sendi kehidupan, mulai bisnis, kesehatan, pendidikan, politik, bahkan urusan agama. Hoax sengaja disebar pihak tertentu untuk dipercaya penerimanya. Biasanya tersebar luas melalui media sosial.

Hal itu dikatakan Ketua Litbang Lembaga Ta’lif wa Nasyr Nahdlatul Ulaa (LTNNU) Malik Mughni di sela diskusi dengan peserta menulis HMI Tegal Kab di kantor PBNU (12/5).

Tabayun Kunci Sukses Lawan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabayun Kunci Sukses Lawan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabayun Kunci Sukses Lawan Hoax

Apalagi ketika menjelang pemilihan umum baik pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden, hoax, semakin marak.

HMI Tegal Kab

“Tujuannya tidak lain untuk menjatuhkan dengan menggunakan berita bohong. Selain itu hoax juga sering digunakan untuk menebarkan kebencian dalam satu golongan dan pengagungan kepada golongan lain,” jelasnya.

HMI Tegal Kab

Agar terhindar dari hoax, menurut Malik, adalah melakukan tabayun atau konfirmasi. Artinya kita tidak begitu saja percaya dengan berita yang diperoleh sebelum memastikan kebenarannya. Terutama berita dengan sumber yang tidak jelas.

Malik juga menambahkan, saat ini NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia sering dihantam hoax dari pihak-pihak tertentu.

“Tentu saja itu sangat merugikan NU. Parahnya, media mainstream juga ikut termakan hoax,” kata Malik menegaskan.

Untuk menangkal hoax terhadap NU, LTNNU menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Kerja sama itu melibatkan para peneliti, pendidik, organisasi kepemudaan, pengamat, dan jurnalis di media-media mainstream. Mereka akan dipertemukan LTNNU pada konsolidasi nasional untuk mempertemukan gagasan mengimbangi media-media radikal dan berita-berita hoax.

“Kenapa itu dilakukan? Karena yang hoax itu tidak sesuai dengan ajaran Islam,” pungkasnya. (Mistra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, AlaNu, Nusantara HMI Tegal Kab

Rabu, 29 November 2017

Telusuri Kehidupan Wali dari Tebuireng, KH Adlan Aly

Tebuireng, HMI Tegal Kab. Berbicara soal Tebuireng, hampir semua orang merujuk kepada KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim atau Gus Dur. Kali ini pengurus Badan Eksekutif Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari membincangkan perjuangan salah satu kiai Tebuireng KH Adlan Aly di gedung Yusuf Hasyim lantai dua, Kamis (25/9).

Mereka membedah buku baru yang mengisahkan riwayat perjuangan Kiai Adlan Tebuireng. Forum ini menghadirkan penulisnya Anang Firdaus, pengasuh pesantren Walisongo KH amir Jamiluddin sebagai narasumber.

Telusuri Kehidupan Wali dari Tebuireng, KH Adlan Aly (Sumber Gambar : Nu Online)
Telusuri Kehidupan Wali dari Tebuireng, KH Adlan Aly (Sumber Gambar : Nu Online)

Telusuri Kehidupan Wali dari Tebuireng, KH Adlan Aly

“Pengasuh pesantren Tebuireng meminta saya menulis buku ini, menyusul buku biografi yang sebelumnya telah diterbitkan,” kata Anang yang semasa kecil pernah dibopong Kiai Adlan di hadapan 105 pelajar yang terdiri atas kalangan mahasantri, mahasiswa, dan santri.

HMI Tegal Kab

Dalam buku setebal 258 halaman ini, Kiai Adlan Aly digambarkan sebagai sosok yang sangat karismatik dan memiliki banyak karomah. “Air degan saja bisa buat mobil jalan,” kata moderator M Septian melontarkan kalimat pembuka.

“Sifat Mbah Kiai yang saya kenal dan patut diteladani adalah kesabaran, keikhlasan dan kedermawanannya,” kata Kiai Jamil. (Fatim/Alhafiz K)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, Quote HMI Tegal Kab

Jumat, 24 November 2017

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Probolinggo, HMI Tegal Kab. Sedikitnya 775 orang calon jemaah haji (Calhaj) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur tahun 2016 mengikuti penutupan bimbingan manasik haji sekaligus tasyakuran pemberangkatan ke tanah suci yang digelar oleh Pemkab Probolinggo, Kamis (25/8) di Pendopo Kabupaten Probolinggo.

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Sejak pagi hari, suasana religius sangat terasa, terlebih kumandang ayat-ayat suci Al Qur’an dan puji-pujian mengagungkan nama Allah SWT membuat suasana menjadi makin khidmat. Apalagi juga dengan lantunan sholawat Nabi yang dibaca bersama-sama.

Hadir pada acara tersebut Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami, Rais PCNU Kota Kraksaan KH. Munir Cholili, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Hadi dan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor.

Jumlah CJH Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat ke tanah suci mencapai 775 orang yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 63 dan 64. Mereka akan diberangkatkan dari obyek wisata religius Miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending pada 4 September mendatang.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami mengatakan selama melaksanakan ibadah haji, para CJH ini akan didampingi oleh beberapa petugas haji yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing, dokter dan paramedis. Petugas ini sudah dibekali dengan berbagai macam obat untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada CJH selama berada di tanah suci.

HMI Tegal Kab

“Selama ini persiapan pemberangkatan CJH sudah dilaksanakan secara maksimal, baik dari segi pelatihan maupun diklat. Para CJH ini sudah melakukan bimbingan manasik haji baik di tingkat kabupaten dan di tingkat kecamatan bekerja sama dengan IPHI kecamatan masing-masing. Ilmu manasik sudah banyak yang dikuasai oleh CJH secara mendalam,” katanya.

HMI Tegal Kab

Sementara H Hasan Aminuddin mengatakan, sebagai tamu Allah diharapkan agar supaya calhaj tidak bingung karena tidak hafal kepada doa-doanya. Calhaj disarankan untuk membaca doa yang dihafalnya saja dalam mengerjakan rangkaian ibadah haji selama berada di tanah suci.

”Tidak ada doa yang wajib pada pelaksanaan umroh maupun haji. Jangan bingung buat yang belum hafal doanya. Baca saja Al-Fatihah pada waktu tawaf dan sa’i maupun saat mengerjakan rangkaian ibadah haji yang lain,” katanya.

Lebih lanjut Hasan meminta agar keberangkatan Calhaj ke tanah suci ini diniati sebagai ibadah kepada Allah. Selain itu Calhaj harus selalu tawadhu’ dan berdoa yang baik-baik semoga sehingga haji yang mabrur.

”Mabrur bukan saat berada di tanah suci, tetapi setelah pulang dari haji. Oleh karena itu, selama berada di tanah suci usahakan lebih banyak di masjid dari pada di maktab. Selain itu, jangan terlalu banyak menguras fisik sebelum pelaksanaan wajib haji,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, Budaya, Meme Islam HMI Tegal Kab

Rabu, 15 November 2017

Ansor Lumajang Protes Ketua Umumnya Dipecat

Jember, HMI Tegal Kab. Puluhan kader Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lumajang menggelar unjuk rasa di perempatan Adipura Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (28/6). Mereka memprotes tindakan sepihak DPP Partai Golkar yang telah memecat Ketua Umum GP Ansor Nusron wahid dari keanggotaanya di partai beringin itu.

Menurut mereka, tindakan tersebut telah mencederai demokrasi. “Kami tidak ingin  demokrasi di Indonesia mati. Kami menuntut Partai Golkar meninjau ulang pemecatan  ketua umum kami,” kata Mansyur Hidayat, salah satu orator aksi.

Ansor Lumajang Protes Ketua Umumnya Dipecat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Lumajang Protes Ketua Umumnya Dipecat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Lumajang Protes Ketua Umumnya Dipecat

Adam Bahiro, Ketua PC GP Ansor Lumajang, juga mengecam pemecatan Nusron. Menurutnya, Nusron adalah kader terbaik NU yang membawa aspirasi warga nahdliyyin di Partai Golkar. Ia berharap DPP Partai Golkar melakukan  dialog internal untuk mencari solusi.

HMI Tegal Kab

“Saya pikir, Golkar juga rugi memecat dia. Dia peraih suara terbanyak di Golkar. Kalau hanya karena berbeda pilihan politik di Pilpres, lantas dia dipecat, itu jelas tidak demokratis,” tukasnya.

Usai menggelar orasi, para pengunjuk rasa bergerak menuju kantor DPD Partai Golkar Lumajang, dan disambut pimpinan Golkar setempat, seperti Soedjatmiko (ketua), Hartono (sekretaris) dan beberapa pengurus yang lain. “Kami terima aspirasi kawan-klawan Ansor. Dan ini akan kami teruskan ke DPP,” ucap Soedjatmiko. .

HMI Tegal Kab

Selanjutnya, Ketua PC GP Ansor Lumajang memberikan kado berupa songkok kepada Ketua DPD Partai Golkar Lumajang. (Aryudi Arazaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Quote, Daerah HMI Tegal Kab

Senin, 13 November 2017

Hukum Memberikan Mut’ah Setelah Perceraian

Assalamu’alaikum wr. wb. Ustad saya mau bertanya, kalau ada orang yang bercerai pihak perempuan setelah perceraian mendapatkan uang mut’ah. Saya ingin menanyakan beberapa hal yang terkait dengan uang mut’ah dalam persepktif fikih, terutama fikih madzhab syafii yang banyak dipakai mayoritas muslim Indonesia. Apa yang dimaksud dengan uang mut’ah? Bagaimana hukumnya, dan dalam perceraian yang bagaimana perempuan bisa mendapatkan mut’ah, serta berapa besarannya?. Atas penjelasannya, kami ucapkan terimakasih. Wassalamu’alaikum wr. wb (Dewi Susanti/Pemalang)

 

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb.

Hukum Memberikan Mut’ah Setelah Perceraian (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Memberikan Mut’ah Setelah Perceraian (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Memberikan Mut’ah Setelah Perceraian

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Perpisahan (furqah) atau perceraian antara suami isteri bisa terjadi karena kematian salah satu dari dua pihak, atau terjadi semasa keduanya masih hidup. Dalam kasus kedua, yaitu terjadi perceraian pasangan suami-isteri bukan disebabkan oleh satunya meninggal dunia, memang dikenal istilah mut’ah.

Lantas apa yang disebut dengan mut’ah? Mut’ah secara bahasa berarti kesenangan. Menurut madzhab syafi’i, mut’ah adalah nama yang digunakan untuk menyebut harta-benda yang wajib diberikan laki-laki (mantan suami) kepada perempuan (mantan isteri) karena ia menceraikannya.

? ? ? ? -- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

HMI Tegal Kab

“Bab kelima tentang mut’ah. Mut’ah adalah nama untuk menyebut harta-benda yang wajib diberikan seorang (mantan) suami kepada (mantan) isterinya karena ia menceraikannya” (Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib Syarhu Raudl ath-Thalib, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz, 3, h. 319)  

Dengan mengau pada penjelasan ini maka pemberian mut’ah kepada mantan isteri menurut madzhab syafi’i adalah wajib. Namun tidak semua perceraian mengakibatkan keharusan adanya memberikan mut’ah. Dalam kasus cerai mati, menurut ijma’ para ulama tidak ada mut’ah sebagaimana dikemukakan oleh Muhyiddin Syarf an-Nawawi.

  ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Perpisahan itu ada dua macam, pertama perpisahan yang terjadi sebab kematian. Maka dalam kasus ini menurut ijma’ para ulama tidak mewajibkan memberikan mut’ah”. (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, Raudlah ath-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin, Bairut-al-Maktab al-Islami, 1405 H, juz, 7, h. 321)

HMI Tegal Kab

Hal penting yang harus diingat adalah bahwa perempuan yang dicerai berhak mendapatkan mut’ah apabila perceraian itu lahir dari inisatif pihak lelaki. Artinya, jika perceraian itu muncul inisiatif dari pihak perempuan, seperti dalam kasus faskh (cerai gugat) dimana pihak perempuan menggugat cerai suaminya dengan alasan suami tidak mampu menafkahinya atau menghilang. Atau disebabkan oleh pihak perempuan itu sendiri, seperti suami meminta cerai disebabkan oleh adanya aib pada isterinya, seperti isteri terkena penyakit kusta atau lepra. Maka dalam hal ini ia tidak berhak mendapatkan mut’ah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Setiap perceraian yang terjadi karena inisiatif dari pihak perempuan atau disebabkan oleh pihak perempuan maka tidak ada mut’ah, seperti pihak perempuan menggugat cerai suaminya karena si suami tidak mampu mencukupi nafkahnya atau menghilang, atau pihak lelaki mengajukan tuntutan cerai karena adanya aib pada isterinya” (Taqiyuddin Muhamman Abu Bakar al-Husaini, Kifayah al-Akhyar, Damaskus-Dar al-Khair, 1999 M, juz, 1, h. 373)

Lebih lanjut dijelaskan oleh Muhyiddin Syarf Nawawi dalam kitab Raudlah ath-Thalibin-nya bahwa jika seorang laki-laki menceraikan isterinya dan belum sempat disetubuhi (dukhul) maka harus dilihat terlebih dahulu. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa perempuan yang dicerai sebelum disetubuhi maka ia hanya berhak mendapatkan separo dari maharnya. Maka apabila separo maharnya sudah diberikan, maka ia tidak wajib memberikan mut’ah kepada mantan isterinya. Namun jika separo maharnya belum diberikan, maka ia wajib memberikan mut’ah menurut pendapat yang masyhur di kalangan madzhab syafi’i. Sedangkan jika sudah disetubuhi, maka menurut qaul jadid yang al-azhhar, ia (perempuan yang diceraikannya) berhak mendapatkan mut’ah.

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“(yang kedua) adalah perpisahan yang terjadi semasa hidup sebagaimana talak atau perceraian. Jika talak itu terjadi sebelum dukhul (disetubuhi) maka harus dilihat. Apabila pihak lelaki belum memberikan maharnya yang separo maka ia (perempuan yang dicerai) berhak mendapatkan mut’ah, namun jika maharnya yang separo sudah diberikan maka tidak ada mut’ah baginya sebagaimana pendapat yang masyhur di kalangan madzhab syafi’i. Sedangkan jika perceraian itu terjadi setelah dukhul maka ia berhak menerima mut’ah sebagaimana qaul jadid yang azhhar. (Raudlah ath-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin, juz, 1, h. 321)

Demikian penjelasan yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Saran kami, hindari sedapat mungkin perceraian. Sebab, perceraian itu akan membawa dampak yang kurang baik bagi diri kita, isteri, maupun anak, bahkan juga lingkungan sekitar kita. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

 

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq.

Wassalamu’alaikum wr. wb

 

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta, Kyai, Daerah HMI Tegal Kab

Kamis, 02 November 2017

Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji

Jakarta, HMI Tegal Kab. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Saifuddin Amsir menyatakan kewajiban haji bagi setiap muslim bergantung pada sejumlah kesiapan yang bersangkutan. Kesiapan itu antara lain mencakup ongkos perjalanan menuju tanah suci.

Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji

“Kalau belum ada ongkos, seseorang belum berkewajiban menjalankan ibadah haji,” kata KH Saifuddin kepada HMI Tegal Kab di kediamannya di bilangan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Rabu (11/9) malam.

Lain soal kalau seseorang berangkat haji diongkosi orang lain. Atau misalnya ia mengongkosi hajinya dengan cara berhutang di mana ia memiliki cadangan pasti investasi buat membayar hutangnya kelak. Ini sah-sah saja, tambah KH Saifuddin.

HMI Tegal Kab

KH Saifuddin merinci ongkos yang meliputi segala biaya perjalanannya berangkat dan pulang. Segala kebutuhannya selama melaksanakan ibadah haji pun masuk dalam daftar ongkos ibadah haji.

Kecuali itu, caloh jemaah haji juga wajib memasukkan biaya kebutuhan orang rumahnya selama peribadatan haji dalam daftar anggaran ongkos haji, jelas KH Saifuddin. 

HMI Tegal Kab

Kalau orang punya tanah seluas 80 hektar, tentu ia sudah kena kewajiban berangkat haji,tegas KH Saifuddin.

Masalah kemampuan ini penting untuk diperhatikan karena menyangkut wajib-tidaknya haji, tutup KH Saifuddin.  

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, Doa, Berita HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock