Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Lesbumi Kediri Gelar Pemeran Lukisan Cekakik Kopi Bertema Gus Dur

Kediri, HMI Tegal Kab

Untuk mengenang jasa-jasa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Kota Kediri yang didukung oleh Pemkot Kediri, PT Gudang Garam Tbk, Radio On, dan Kediri Jaya.com, menggelar kegiatan pameran lukisan Gus Dur dengan bahan dasar cekakik kopi.



Lesbumi Kediri Gelar Pemeran Lukisan Cekakik Kopi Bertema Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi Kediri Gelar Pemeran Lukisan Cekakik Kopi Bertema Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi Kediri Gelar Pemeran Lukisan Cekakik Kopi Bertema Gus Dur

Pameran resmi dibuka oleh Agus Sunyoto, Wakil Ketua Lesbumi NU, pada Ahad (25/7) kemarin, dan akan berlangsung hingga Rabu (28/7) di Musium Mastrip Perpustakaan Umum Kota Kediri JL Diponegoro.

Acara yang juga dihadiri Pendeta Kabul dari Gereja GBI Getsamani Kediri ini menarik perhatian publik khususnya warga Kota Kediri yang berduyun-duyun datang ke lokasi pameran.

HMI Tegal Kab

“Ini sungguh luar biasa – saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Gus Dur adalah bapak bangsa dan perekat antar umat beragama,” kata Pendeta Kabul seperti dikutip www.kedirijaya.com.

HMI Tegal Kab

Dalam acara ini juga dilaksanakan demo melukis dengan menggunakan bahan dasar cekakik kopi oleh pengunjung.

Bertempatan dengan bulan Jadi Hari Kota Kediri yang ke-1131, 70 lukisan akan dipamerkan, termasuk koleksi lukisan cekakik konjen Jepang di Surabaya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Pesantren HMI Tegal Kab

Rabu, 14 Februari 2018

Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih

Surabaya, HMI Tegal Kab - Sebentar lagi ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) akan diwisuda. Mereka harus mempersiapkan diri berkiprah t di masyarakat. Untuk itu, ratusan calon sarjana dari Fakultas Adab dan Humaniora serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA dibekali pengetahuan karir dunia kerja.

"Banyak orang sukses berangkat dari keprihatinan," kata KH Farmadi Hasyim, Selasa (1/3). Oleh sebab itu, Kiai Farmadi, sapaan akrabnya, berharap agar para calon sarjana yang sebentar lagi diwisuda untuk siap hidup apa adanya, tanpa terbebani dengan gelar yang disandang. "Kebanyakan mereka yang telah lulus berharap menjadi orang besar dan berlagak gengsi menggeluti sejumlah kiprah," kata Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini.

Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih

Cukup banyak sarjana yang tidak siap mental ketika telah merampungkan studi. "Gelar sarjana bukan menjadi pelecut dalam berkhidmat, malah justru sebagai beban dalam hidup," kata kandidat doktor di UINSA ini.

HMI Tegal Kab

Di hadapan civitas akademika dan para alumni kedua fakultas tersebut yang didaulat sebagai narasumber, Kiai Farmadi berharap agar ilmu yang telah diraih selama kuliah dapat diamalkan minimal untuk diri sendiri. "Itu minimal peran yang harus diambil. Apalagi kalian sarjana dari kampus agama," katanya. Dan bila memang mampu serta dipercaya khalayak, maka ada baiknya ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama belajar dapat didermabhaktikan di lingkungan sekitar , lanjutnya.

Yang juga tidak kalah penting, para sarjana hendaknya memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan jangan mersa dirinya lebih unggul dari masyarakat dan komunitas yang ada. "Hal tersebut akan kontra produktif dengan niatan mulia seorang yang memiliki gelar akademik dan memiliki ilmu serta keterampilan," katanya memberikan alasan.

HMI Tegal Kab

"Kalian harus terus mengasah kemampuan dengan berinteraksi kepada berbagai kalangan," pesannya. Sebagai ilustrasi, Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Surabaya ini kemudian mengibaratkan dengan pisau. "Meskipun harganya murah, kalau sering diasah maka pisau akan menjadi tajam dan berdaya guna," ungkapnya.

Mental menjadi pegawai dan mencari pekerjaan juga harus dikesampingkan. "Justru kalian harus berupaya memanfaatkan jaringan dan keahlian, demikian pula disiplin keilmuan yang dimiliki untuk menciptakan peluang kerja," katanya. Sudah bukan zamannya lagi para sarjana berburu pekerjaan, malah idealnya menyediakan kesempatan kepada banyak kalangan untuk dioptimalkan menjadi kekuatan bagi terwujudnya kesempatan kerja baru. "Itulah nilai lebih sarjana dari kampus agama," tegasnya.

Sedangkan pesan terakhir dari penceramah yang kerap mengisi pengajian di sejumlah media baik televisi, radio dan majlis taklim ini agar para sarjana jangan mudah menyerah. Setiap ikhtiar pastinya akan diuji dengan kegagalan dan penolakan. "Akan tetapi, jadikan semuanya sebagai pelecut keberhasilan di kemudian hari," pungkas dai yang bulan depan mengisi tabligh akbar di Brunei Darussalam ini. (Ibnu Nawawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Daerah, Sejarah HMI Tegal Kab

Selasa, 06 Februari 2018

Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron

Cianjur,HMI Tegal Kab

Para pelaku penganiayaan terhadap kiai di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat sampai saat ini masih bisa menghirup udara bebas. Polisi masih belum mampu meringkusnya. Salah seorang yang diduga pelaku pun, kini dibebaskan dengan alasan tidak cukup bukti.

Sebagaimana diketahui, seorang kiai di Cianjur atas nama Hasyim Asari bin KH Opan Sopyan, pengasuh Pondok Pesantren Al-Muin, Cibangban, Warungkondang dikeroyok empat orang pada Senin (28/6) atau tiga hari puasa Ramadhan. Ia adalah kiai yang hafiz Al-Qur’an 30 juz kelahiran 1987.

Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron

Menurut kuasa hukum korban, Elis Rahayu, berdasarkan laporan korban, pelaku berjumlah lima orang. Mereka melakukan pengeroyokan dengan cara memukuli secara bersama-sama menggunakan kepalan tangan ke bagian muka dan kepala korban. Seorang pelaku memukul menggunakan sebuah batu ke kepala bagian belakang korban.

HMI Tegal Kab

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka sobek di bagian alis sebelah kanan, luka sobek di kepala bagian belakang, luka sobek di bagian bibir dan luka memar di pipi sebelah kanan. ?

“Hingga hari ini korban masih dalam perawatan. Ia masih sakit fisik, psikis dan mental akibat kejadian itu,” katanya kepada HMI Tegal Kab di kantor PCNU Kabupaten Cianjur, Senin (12/6). ?

HMI Tegal Kab

Elis menceritakan kronologi pengeroyokan itu. Mulanya Hasyim menegur seorang anak yang membakar mercon di yang dilemparkan ke rumah Hasyim.

“Anak itu tidak dipukul. Hanya memberi tahu dan menanyakan kenapa anak itu melakukan itu,” cerita aktivis Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama Kabupaten Cianjur itu.?

Lalu, anak itu menangis sambil berlari. Kemudian anak itu melaporkan bahwa ia dicekik korban kepada orang tuanya. Mendengar laporang itu, orang tua tidak menerima. Ia mendatangi korban hingga terjadi perkelahian.

Si orang tua kemudian mundur dari perkelahian itu. Namun, tidak sampai di situ. Ia menghubungi saudara-saudaranya untuk kembali mendatangi korban. Terjadilah pengeroyokan lima lawan satu.? ?

Dari kejadian tersebut, menurut Elis, kasus itu bisa dijerat dengan pengeroyokan berencana di muka umum.

Dan yang palinng memilukuan, lanjut jebolan Jurusan Ahwalus Syakhsiyah Fakultas Syariah dan Hukum Univeristas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung 2002, setelah korban dikeroyok, dipaksa pelaku untuk meminta maaf.

“Saat ini kasus tersebut telah dialihkan dari Polsek Warungkondang ke Polres Cianjur,” pungkas perempuan yang pernah menjadi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Nasional, News HMI Tegal Kab

Minggu, 04 Februari 2018

Kurban, Cinta Menundukkan Rasionalitas Nabi Ibrahim

Oleh Ahmad Khoiri

Salah satu bukti kontinuitas Islam dengan agama (millah) sebelumnya ialah adanya adopsi ajaran agama sebelumnya ke dalam Islam. Ini, umpamanya, dapat dilihat dalam perayaan Hari Raya Idul Adha. Perayaan setiap tanggal 10 Dzulhijjah ini merupakan momentum mengingat kembali ketulusan cinta Ibrahim AS sang khalil Allah, dalam mengorbankan putranya Ismail demi perintah Allah SWT melalui mimpinya.

Kurban, Cinta Menundukkan Rasionalitas Nabi Ibrahim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurban, Cinta Menundukkan Rasionalitas Nabi Ibrahim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurban, Cinta Menundukkan Rasionalitas Nabi Ibrahim

Di sini tidak hendak membahas bagaimana penanggalan peristiwa penyembelihan Ibrahim terhadap Ismail jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah sedangkan ketika itu kalender Hijriah belum ada, juga tidak akan membahas persoalan diskursif seputar apakah yang disembelih (al-dzabih) Ismail atau Ishak. Namun fokus tulisan ini ialah bagaimana kemudian spirit kecintaan seorang manusia terhadap Rabb-nya mampu menundukkan rasionalitas yang melekat dalam dirinya. Manusia tersebut tidak lain ialah bapak para Nabi, Ibrahim AS.

Berbicara tentang rasionalitas, kita pasti akan ter-mindset pada sederetan nama bapak logika seperti Thales (624-548 SM), filsuf asal Yunani yang telah meletakkan dasar-dasar berpikir logis atau kepada Abu Nashr al-Farabi (873-950 M), filsuf Muslim yang mendapat gelar Sang Guru Kedua karena telah menyalin logika Yunani Aristoteles dan memberikan ulasan serta komentar. Padahal jauh sebelum itu, sekitar lima belas abad sebelum filsuf-filsuf tersebut muncul, Nabi Ibrahim telah menjadi manusia dengan dengan nalar rasional yang menakjubkan. Demikian karena menurut Karen Armstrong, Nabi Ibrahim hidup pada abad kedua puluh sebelum Masehi.

Pendapat atas rasionalitas Nabi Ibrahim terekam dalam beberapa ayat al-Quran. Dalam pembuktian empiris tentang bagaimana Allah menghidupkan yang mati, misalnya, terekam jelas dalam surah al-Baqarah ayat 260. Nabi Ibrahim AS meminta kepada Allah agar Dia memperlihatkan kepadanya bagaimana cara Allah menghidupkan sesuatu yang mati. Tuntutan Ibrahim di sini bukanlah menampakkan bahwa intuisi seorang nabi seperti dirinya tidak mampu meyakinkan kekuasaan Allah, namun lebih tepat merupakan penjabaran secara implisit bahwa di samping intuisi sebagai hujjah kenabiannya, Ibrahim tidak mengesampingkan pikiran rasional-empiris. Allah pun mengabulkan permintaan Nabi Ibrahim, sebagaimana dalam ayat tersebut.

HMI Tegal Kab

Kecerdasan nalar rasional Ibrahim tidak hanya itu. Al-Quran melukiskan bagaimana perdebatannya dengan seorang raja yang mengaku Tuhan. Dalam beberapa kitab tafsir raja yang mendebat Nabi Ibrahim tersebut adalah Namrud bin Kanan al-Jabbar. Ketika perdebatan berlangsung, Namrud meminta Ibrahim membuktikan ketuhanan Allah. Nabi Ibrahim menjawab bahwa Dialah Allah yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Sang raja merasa menang melawan hujjah Nabi Ibrahim dengan membunuh orang di sampingnya, membuktikan bahwa dia juga bisa membunuh. Namun kemudian Ibrahim mengatakan bahwa Allah yang menerbitkan matahari dari arah timur ke barat dan meminta Namrud menerbitkannya dari barat. Ketika itu pun sang raja kalah hujjah. Cerita ini Allah lukiskan dalam surah al-Baqarah ayat 258.

Di samping kedua kisah tersebut, kisah pencarian Tuhan oleh Nabi Ibrahim merupakan bukti paling gamblang bahwa nalar rasionalnya tidak mudah ditundukkan. Ini dilukiskan al-Quran secara panjang dalam surah al-Anam ayat 74-78. Bermula dari ketidakterimaan akalnya melihat Azar (nama panggilan ayahnya, dalam sebagian literatur dikatakan bahwa dia adalah paman Ibrahim) menyembah berhala (ashnam) yang tidak bisa berbicara dan tidak bisa memberi manfaat atau pun mudarat. Nabi Ibrahim akhirnya mantap diri menemukan Tuhannya, Sang Pencipta langit dan bumi, dan menganut teologi monoteistik (hanif) setelah rangkaian peristiwa rasional yang terekam secara indah pada ayat 76, 77 dan 78.

HMI Tegal Kab

Ketajaman pikiran rasional Nabi Ibrahim AS dalam beberapa ayat al-Quran di atas tidak lantas menjauhkan dirinya dari kebenaran, tetapi justru membawanya ke dalam imanensi akan yang haqq. Juga, rasionalitas Nabi Ibrahim tidak melenyapkan kemantapan terhadap kebenaran yang transenden seperti sebuah mimpi.

Suatu ketika Nabi Ibrahim bermimpi (ruyah) menyembelih putranya. Putra kesayangannya, yang merupakan hasil doa Ibrahim kepada Allah harus dikorbankan. Karena khawatir putranya tidak mau melaksanakan cobaan berat ini, dia mencoba meminta persetujuan terlebih dahulu. Putra Nabi Ibrahim setuju dan sabar, namun ketika hendak disembelih Allah mengganti putra Nabi Ibrahim dengan domba. Imam al-Thabari berpendapat bahwa domba yang menjadi pengganti adalah domba yang dikurbankan Habil, putra Nabi Adam, yang Allah menyimpannya di surga.

Jika muncul pertanyaan, bagaimana mungkin sosok Nabi Ibrahim yang rasionalis bisa langsung percaya dengan validitas sebuah mimpi (ruyah), lebih-lebih untuk menyembelih putra kesayangannya? Maka jawabannya adalah; cinta.

Kecintaan Nabi Ibrahim kepada Allah jauh melebihi kecintaan kepada putranya. Cinta tersebut yang telah menundukkan rasionalitasnya demi membenarkan mimpi yang sama sekali irasional. Pengorbanan Nabi Ibrahim dalam membenarkan mimpi adalah manifestasi kecintaan kepada Allah yang tidak tertandingi apa pun.

Putra Nabi Ibrahim adalah simbol dari sesuatu yang paling dicintai, tetapi jika demi ridha Allah SWT, maka apapun mesti dilakukan, sekalipun harus kehilangan sesuatu yang paling dicintai. Namun dalam konteks sekarang, kecintaan seringkali malah membuat enggan untuk mengorbankan sesuatu yang dicintai. Tidak heran, ketika sebagian orang yang secara finansial mampu untuk berkurban enggan melakukannya.

Penulis adalah mahasiswa jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) di STAIN Pamekasan.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Ahlussunnah HMI Tegal Kab

Senin, 29 Januari 2018

Forum Pesantren Se-Jateng Bahas Persoalan Kebersihan Pesantren

Semarang, HMI Tegal Kab

Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) wilayah Jawa Tengah H Abu Choir selaku pembicara menegaskan, An-Nadhafatu minal iman (kebersihan adalah sebagian dari iman) merupakan etika santri. Kebersihan merupakan sunnah Nabi, pelajaran etika, dan lingkungan yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW.?

Kebersihan inilah yang menjadi pembahasan dalam Pembahasan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat (PBPS) menjadi diskusi antara ketua FKPP cabang se-Jawa Tengah, Senin (29/2).

Forum Pesantren Se-Jateng Bahas Persoalan Kebersihan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Pesantren Se-Jateng Bahas Persoalan Kebersihan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Pesantren Se-Jateng Bahas Persoalan Kebersihan Pesantren

"Kebersihan menjadi gerbang hadirnya kesehatan pesantren, baik jasmani maupun rohani," papar pengurus Rabithah Maahid Islamiyyah NU Jateng itu.

?

HMI Tegal Kab

Bila kita tilik, tambahnya, dahulu para kiai mendirikan pesantren mengajarkan kebersihan sebagai laku utama. Petuah kiai mengajarkan bahwa bersih lingkungan dan suci batin menjadi identitas kaum santri. Ditambah nilai-nilai kebersihan di pesantren mengandung dimensi fisik, etik, estetik, dan spiritual.

?

Kalau dikaitkan dengan gerakan AyoMondok yang diusung berbagai elemen yang dimotori PP RMINU, hal ini bisa menjadi gerakan lanjutan untuk penguatan dari dalam bagi pesantren. Gerakan PBPS ini perlu ditindaklanjuti, karena efeknya akan cukup signifikan dalam membangun kepercayaan masyarakat.

?

PBPS ini terdiri atas pelatihan manajemen kebersihan, membentuk relawan kebersihan pesantren, sertifikasi manajemen PBPS oleh FKPP Jateng (ada bisyaroh bagi yang berhasil: sertifikat, fasilitasi, menjadi profil di website, dan rujukan pesantren lain).?

HMI Tegal Kab

Selian itu, imbuh Abu Choir, gerakan cinta PBPS dengan mengunjungi pesantren atau kegiatan tertentu, melakukan aksi bersih-bersih bersama relawan kebersihan. Hal ini secara tidak langsung akan merubah paradigma yang berkembang di pesantren tentang kebersihan.

?

"Merubah maindset warga pesantren tentang kebersihan ditambah menemukan tips dan trik manajemen lingkungan dan kebersihan pesantren karena karakter tiap pesantren berbeda-beda," tutup Abu Choir. (M Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Lomba HMI Tegal Kab

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti

Solo, HMI Tegal Kab. Ratusan siswa dari Sekolah Dasar (SD) Ta’mirul Islam mengikuti kegiatan kemah Pramuka, selama dua hari (18-19/10). Acara yang diselenggarakan di Lapangan Kelurahan Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo ini dirangkaikan dengan acara bakti sosial.

Kepala Sekolah SD Ta’mirul Islam, Slamet, menerangkan kegiatan kemah bakti ini merupakan acara rutin yang dihelat setiap setahun sekali pasca-agenda UTS (Ulangan Tengah Semester) I. “Harapannya dengan mengikuti kegiatan ini, anak-anak dapat lebih fresh pikiran mereka. Sekaligus juga dapat menanamkan rasa sosial kepada para siswa,” terang Slamet.

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti

Dalam kegiatan yang bertajuk “Membangun Semangat Patriotisme, Bertanggung Jawab dan Berjiwa Sosial” ini para siswa medapatkan banyak pengalaman, mulai dari berlatih mendirikan tenda hingga ketrampilan lainnya.

HMI Tegal Kab

Ghazi Ata, salah satu siswa menuturkan kesannya usai mengikuti acara kemah ini. “Senang sekali dengan kegiatan ini. Paling seru saat ikut widegame, regu kami mesti melewati beberapa pos untuk menjadi yang terbaik,” ungkap siswa Kelas VI tersebut.

Acara kemah ditutup pada Ahad siang, dengan penyerahan hadiah untuk sejumlah regu yang memenangkan beberapa kategori lomba. (Ajie Najmuddin/Anam)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Warta, Olahraga HMI Tegal Kab

Jumat, 26 Januari 2018

Pelajar NU Mranggen Akan Buka-bukaan tentang Pendidikan

Demak, HMI Tegal Kab

Pimpinan anak canang (PAC) IPNU-IPPNU Mranggen, Demak, Jawa Tengah akan menggelar seminar pelajar pada Minggu (14/5) mendatang di Aula Yayasan Pondok Pesantren Al Ghozali Kebonbatur Mranggen asuhan KH Zaini Mawardi.

Pelajar NU Mranggen Akan Buka-bukaan tentang Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Mranggen Akan Buka-bukaan tentang Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Mranggen Akan Buka-bukaan tentang Pendidikan

Seminar yang pesertanya dari pelajar Madrasah Aliyah, SMA dan SMK se-Kecamatan Mranggen tersebut mengangkat tema "Buka-bukaan Pendidikan" dengan narasumber yang akan dihadirkan diantaranya KH Ali Mahsun, Rais Syuriah MWCNU Mranggen, dan Hariyadi, pengawas pendidikan dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kecamatan Mranggen.

"Dalam seminar nanti akan mengundang seluruh pelajar Madrasah Aliyah dan SMA se-Kecamatan Mranggen serta Muspika," ujar Shofhal Jamil, ketua panitia, kepada HMI Tegal Kab (2/5).

Dalam seminar nanti, lanjut Jamil, akan membahas mengenai seluk-beluk pendidikan yang ada di Kecamatan Mranggen, sehingga hasil dari seminar setiap elemen pendidikan diharapkan bisa berubah menjadi lebih baik.

HMI Tegal Kab

"Dalam pandangan masyarakat, pendidikan sekarang hanya menjadi acuan untuk mencari kerja seusai mengenyam pendidikan, terutama formal," ucap Jamil.

Jamil menambahkan, bahwa sistem pendidikan saat ini sudah jauh keluar dari esensi pendidikan itu sendiri. Sehingga, nilai-nilai moral pendidikan tak jarang menjadi terabaikan. Tujuan utama pendidikan sebagai upaya menambah pengetahuan pun menjadi buram karena yang menjadi acuan hanyalah bagaimana pelajar mendapatkan pekerjaan setelah selesai mengenyam pendidikan formal.

"Dengan tema tersebut, kami mencoba merubah mindset masyarakat antara pendidikan dan kerja. Selain itu, sistem pendidikan sendiri sampai saat ini dirasa masih belum relevan. Sehingga, muncul solusi cemerlang dari seminar itu," imbuh Jamil.

HMI Tegal Kab

Sementara itu Syaefuddin Ahmad, Ketua IPNU PAC Mranggen mengungkapkan, bahwa seminar yang akan digelar nantinya, merupakan seminar yang ketiga kalinya. "Seminar pertama kami membahas mengenai pendidikan moral, seminar kedua membahas bahaya narkoba, hal itu kami laksanakan sebagai upaya membekali pelajar," ujar dia.

Ia menambahkan, bahwa IPNU-IPPNU Mranggen sangat konsen dalam mengusung kualitas kader dari sisi keaswajaan maupun intelektual. Dengan harapan sebagai kader pelajar NU, outputnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Salah satu meningkatkan kualitas kader. Kami gelar seminar dan diskusi-diskusi kontemporer," pungkasnya. (A. Shiddiq Sugiarto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pendidikan, Humor Islam, Olahraga HMI Tegal Kab

Pelajar NU Kradenan Bagikan 1000 Bibit Cabai kepada Warga

Banyuwangi, HMI Tegal Kab - Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi memperingati Harlah Ke-63 IPNU dan Harlah Ke-62 IPPNU. Mereka menggelar khataman Al-Quran dan pembagian 1000 bibit cabai kepada masyarakat di sekitar Desa Kradenan.

Aksi sosial dan khatmil Quran ini dilaksanakan di Mushola Nabatul Hasanah Dusun Krajan, Desa Kradenan.

Pelajar NU Kradenan Bagikan 1000 Bibit Cabai kepada Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kradenan Bagikan 1000 Bibit Cabai kepada Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kradenan Bagikan 1000 Bibit Cabai kepada Warga

Menurut Sekretaris IPNU Desa Kradenan Khoirul Hadi, aksi ini digelar dengan tujuan agar bisa membantu dan meringankan beban masyarakat dengan harga cabai yang sangat tinggi.

"Alhamdulillah kegiatan ini disambut dan diberi dukungan oleh Ranting Kradenan 1 Bapak Akbar Hariadi dan acara ini dibuka langsung oleh MWCNU Kecamatan Purwoharjo yang diwakili oleh Tarom," katanya.

HMI Tegal Kab

Hadi menambakan, panitia dalam pembagian ini tidak hanya membagikan bibitnya, melainkan juga memberikan polibek dan pupuk organik juga. Karena seumpama warga masyarakat tidak memiliki lahan, tanaman cabai itu juga bisa ditanam dipekarangan rumah.

"Dengan diadakannya acara seperti ini, semoga kami selaku pelajar NU bisa membantu meringankan beban masyarakat dengan mahalnya harga cabai di pasaran dan supaya kami bisa lebih dikenal dan bisa mengajak para pelajar ke arah dan tujuan yang positif," pungkasnya. (M Soleh/Alhafiz K)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga HMI Tegal Kab

Selasa, 23 Januari 2018

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah

Demak, HMI Tegal Kab. Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran (PPTQ) Asnawiyah yang beralamat di Desa Pilangwetan Kecamatan Kebon Agung, Demak, Jawa Tengah mempunyai kebiasaan menutup program khataman dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran.

Ketua Lembaga Pendidikan Islam Asnawiyah (PPTQ) Asnawiyah K.Cholilullah pada mengatakan, Pesantren Asnawiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mendalami khusus Al-Qur’an baik program menghafal, maupun mendalami ilmu Al-Quran.

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah

“Sebagai pesantren Al-Quran , Pesantren Asnawiyyah membiasakan penutupan kajian Ramadhan dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran,” kata Cholilullah kepada HMI Tegal Kab pada Ahad (28/7).

HMI Tegal Kab

Kegiatan tersebut diawali dengan ziarah ke makam sesepuh PPTQ Asnawiyyah pagi hari. Pada sore hari buka puasa bersama dengan pengasuh pesantren beserta dzuriyyah (keluarga pesantren), dan seluruh santri. 

Lebih lanjut K Cholilullah menambahkan acara penutupan dan peringatan Nuzulul Quran dilaksanakan setelah shalat Tarawih yang didahului dengan khotmil Quran. Acara dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin Anisatul Qariah Cholil, AH dan doa dipimpin langsung Nyai Hj. Siti Hajar Harni, AH dan diakhiri dengan peringatan hikmah Nuzulul Quran.

HMI Tegal Kab

“Habis Tarawih kita lanjutkan dengan khataman kajian yang didahului dengan khotmil Quran, tahlil mauidhoh hasanah,” tambah K Cholil.

Dalam kesempatan itu, Pengasuh PPTQ Asnawiyyah KH M Muchozin mengatakan, bahwa peringatan Nuzulul Quran adalah sebuah momentum bagi santri supaya lebih mengenal secara mendalam tentang Al-Quran yang meliputi tajwid, qiro’ah atau bacaan, ilmu tafsir, sampai asal mula ayat diturunkan (asbabunnuzul).

“Seorang santri harus mempunyai semangat dalam memperdalam keilmuan Al-Quran, baik qiro’ah, tafsir maupun ulumul Quran itu sendiri,” tutur KH Khozin.

Dalam acara tersebut pengurus Ikatan Santri Putri Asnawiyyah (IKASAPNA) sebagai wadah organisasi internal pesantren Asnawiyyah meluncurkan buletin El-Fata Edisi ke-3 dengan kajian utama “Santri Multi Talent”.

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Daerah, Sejarah HMI Tegal Kab

Sabtu, 13 Januari 2018

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang

Subang, HMI Tegal Kab. Mahasiswa NU dari Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam (YAPI) Syamsul Ulum Kota Sukabumi yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Syamsul Ulum, BEM Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIP), BEM Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), dan OSIS SMK Syamsul Ulum Kota Sukabumi serahkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Subang, Selasa (29/1).

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang

Bantuan ini langsung diberikan oleh Presiden BEM STISIP Syamsul Ulum Nunu Nugraha, didampingi Ketua PMII Komisariat Syamsul Ulum Kota Sukabumi Ahmad Fauzi. Secara simbolis bantuan ini diberikan langsung kepada Ketua PMII Cabang Kabupaten Subang Ade Mahmudin di sekretariat PMII Cabang Subang, Jalan Rancasari, Pamanukan, Subang untuk kemudian disalurkan kepada korban banjir yang saat ini masih melanda di Kabupaten Subang.

Presiden BEM STISIP Nunu Nugraha menegaskan, berangkat dari rasa keprihatinan dan kepedulian kepada para korban banjir di Kabupaten Subang pihaknya merasa terpanggil untk bagaimana bisa mengurangi beban para korban banjir.

HMI Tegal Kab

“Kami merasa prihatin dan terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir yang ada di Kabupaten Subang. Terlepas dari besar kecilnya nilai yang kami berikan, tapi mudah-mudahan hal ini bisa meringankan beban mereka yang saat ini sedang membutuhkan,” tegas Nunu kepada HMI Tegal Kab.

HMI Tegal Kab

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PMII Komisariat STAI Syamsul Ulum Kota Sukabumi, Ahmad Fauzi bahwa hal ini merupakan upaya penyadaran kepada masyarakat terkait betapa pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai solidaritas.

“Bantuan ini hasil dari upaya sahabat-sahabat dari Keluarga Besar YAPI Syamsul Ulum Kota Sukabumi yang pada beberapa waktu lalu melakukan aksi penggalangan dana disejumlah titik di Kota Sukabumi. Mudah-mudahan saja ini bisa kita ambil hikmahnya terkait penyadaran kepada masyarakat betapa pentingnya rasa solidaritas terhadap sesama sebagai wujud dari jati diri Bangsa Indonesia,” papar Fauzi.

Sementara, Ketua PMII Cabang Kabupaten Subang, Ade Mahmudin menyambut baik dengan saluran bantuan ini yang nantinya akan langsung diberikan kepada para korban banjir di Kabupaten Subang.

"Kami sangat apresiatif dan berterimakasih kepada sahabat-sahabat dari Kota Sukabumi yang sudah jauh-jauh datang ke Subang hanya untuk memberikan bantuan ini kepada para korban banjir. Dan Insya Allah, nanti juga kita akan berikan bersamaan dengan hasil yang kami dapatkan, dimana pada saat yang lalu juga PMII Cabang Subang melakukan aksi penggalangan dana untuk korban banjir,” pungkas Ade.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Olahraga, AlaSantri HMI Tegal Kab

Rabu, 10 Januari 2018

Model Open House KH Muhyiddin Abdusshomad

Jember, HMI Tegal Kab. Jika tokoh masyarakat menggelar open house (dalam rangka lebaran), biasanya waktunya dibatasi ? sekian hari. Tapi ini tidak berlaku bagi Rais Syuriyah PCNU Jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad. Penulis beberapa buku Aswaja ini, justru tak pernah membatasi dalam hitungan hari bagi siapapun yang mau berkunjung ke rumahnya.?

Model Open House KH Muhyiddin Abdusshomad (Sumber Gambar : Nu Online)
Model Open House KH Muhyiddin Abdusshomad (Sumber Gambar : Nu Online)

Model Open House KH Muhyiddin Abdusshomad

"Pintu rumah kiai selalu terbuka untuk siapapun yang mau datang, kapanpun itu," tukas Hollan Umar, santri senior Kiai Muhyiddin, kepada HMI Tegal Kab di Jember, Jumat (8/7).

Tidak hanya waktu lebaran, sepanjang tahun pintu rumah Kiai Muhyiddin senantiasa terbuka untuk masyarakat. Keperluan tamu pun beragam, mulai dari sekadar silaturrahmi, mohon nasehat, hingga soal politik. Latar belakang ? tamunnya juga beragam. Mulai dari wali santri, pengurus NU, rektor ? hingga bupati. Tapi diakui Hollan, di musim lebaran, yang datang bersialurahmi memang banyak dari kalangan tokoh NU. "Selama kiai masih sehat, siapapun tamunya pasti dilayani," lanjut Hollan.

Dalam kunjungan HMI Tegal Kab ke kediaman Kiai Muhyiddin, tampak beberapa tamu penting datang bersilaturrahmi, di antaranya Wakil Ketua DPRD Jember, (Ayub Junaidi), seorang Dosen Universitas Jember, bahkan seorang anggota fraksi Gerindra DPRD Purbalingga, Jawa Tengah. Ruang tamu yang disediakan cukup sederhana. Ruang berukuran 3,5x4 meter persegi itu hanya disediakan tempat duduk biasa, dengan mejanya. Tidak mewah. Semua tamu dari kalangan apapun, tempatnya sama di ruang tersebut. Tidak ada ruang ? khusus bagi ? tamu penting, misalnya. Di pandangan Kiai Muhyiddin semua tamu penting.

Kesederhanaan memang tampak dalam kehidupan santri Kiai Umar Sumberwringin itu. Dalam melayani tamu juga apa adanya. Bahkan kalau tidak ada santri, dirinya terkadang membawa sendiri minuman dan kue dari dalam untuk dipersembahkan kepada tamunya.

HMI Tegal Kab

Kesederhanaan Kiai Muhyiddin juga bisa dilihat dari aktivitas ? perjalanannya untuk memenuhi undangan. Jika mendapat undangan di luar kota, misalnya di Jakarta, Bogor dan sebagainya, Kiai Muhyiddin tak pernah mau naik pesawat. Dia lebih memilih naik kereta kelas bisnis. Ketika itu Kiai Muhyiddin hendak ke Jakarta untuk memenuhi undangan NGO, beliau naik kereta Gumarang. Di dalam kereta juga berdesak-desakan dengan pedagang dan penumpang umum. Kalau ? kantuk datang, dia tidur sekenanya di kursi kereta.

Kiai Muhyiddin memang bersahaja, kendatipun peluang hidup lebih juga sangat besar. Apalagi posisinya, kerap kali menjadi referensi politik para pejabat publik, baik di daerah, regional maupun pusat. Sekian kali beliau ditawari umroh, selalu ditolaknya dengan halus. Beliau hanya haji satu kali selama hidup.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, aktivitas Kiai Muhyiddin di luar pesantren sudah dikurangi. Untuk undangan acara-acara Aswaja, sering didelegasikan kepada ustadz Idrus Ramli dan beberapa pengurus LBM dan Aswaja Center NU Jember. Sedangkan untuk undangan pengajian, juga dikurangi, lebih-lebih di luar kota. Beliau sekarang fokus mengurus pesanten Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Jember dibantu putranya, Ra Robith Qashidi. Alumni Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir inilah yang akan meneruskan kiprah ? Kiai Muhyiddin ke depan. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Jadwal Kajian, Olahraga, News HMI Tegal Kab

Senin, 08 Januari 2018

Habib Syech: Jangan Sebar Kekerasan dengan Dalih Masuk Surga!

Solo, HMI Tegal Kab

Tindakan teror dan kekerasan yang meresahkan masyarakat dan bahkan terkadang berujung hilangnya nyawa, bagaimanapun bentuknya, tidak dapat ditoleransi. Pun bila aksi kejahatan tersebut menggunakan dalih agama sebagai kedok.

Hal tersebut disampaikan Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf, pada acara silaturahim warga di Gedung Bustanul Asyiqin Solo, Jumat (8/7) malam.

Habib Syech: Jangan Sebar Kekerasan dengan Dalih Masuk Surga! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Jangan Sebar Kekerasan dengan Dalih Masuk Surga! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Jangan Sebar Kekerasan dengan Dalih Masuk Surga!

“Jangan menyebarkan kebencian dan ketakutan melalui kekerasan dan teror, dengan alasan ingin masuk surga,” ujar Habib Syech.

HMI Tegal Kab

Sebaliknya, kata Habib Syech, sebagai penganut agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam, kaum Muslim mestinya senantiasa menebarkan kasih sayang dan kedamaian.

“Jadilah umat Nabi Muhammad yang menebarkan kasih sayang, kedamaian dan kebaikan di tengah-tengah umat manusia. Sebagaimana Rasul di Hari Raya menyebarkan kegembiraan dan kebahagiaan di kalangan anak yatim, janda dan kaum dhuafa. Mari di mana pun kita berada bisa menyebarkan kebaikan,” kata dia.

HMI Tegal Kab

Dalam kesempatan itu, Habib Syech selaku pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa juga mengajak para jamaah yang berkunjung ke tempatnya, untuk memelihara kecintaan kepada orang shalih.

“Peliharalah kecintaan kepada orang shalih, agar anak cucu tidak terkena pikiran sesat dan husnudhan kepada Allah. Agar kita dikuatkan dan ditolong Allah,” tuturnya.

Selain itu, ia juga berpesan untuk mengenalkan Rasulullah kepada generasi penerus, serta menjadikan Al-Quran sebagai benteng dalam menghadapi pesona dunia yang melalaikan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab News, Halaqoh, Olahraga HMI Tegal Kab

Rabu, 03 Januari 2018

Yang Ada di Otak Para Jihadis Teroris Hanya Perang

Bandarlampung, HMI Tegal Kab. Nasir Abbas salah satu mantan pelaku terorisme yang sudah sadar dan insyaf mengatakan, bahwa yang ada di dalam otak dan pikiran para jihadis teroris hanyalah perang. Dia menyatakan, bahwa hal ini dilakukan kelompok teroris sampai tegaknya negara Islam atau khilafah Islamiyyah versi mereka.

Yang Ada di Otak Para Jihadis Teroris Hanya Perang (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Ada di Otak Para Jihadis Teroris Hanya Perang (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Ada di Otak Para Jihadis Teroris Hanya Perang

Testimoni masa kelamnya ini diceritakan didepan para tokoh pemuda dan perempuan dalam rangka Sosialisasi Pencegahan Terorisme yang digelar atas kerjasama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mencegah Paham Radikal Terorisme di Hotel Horizon Bandarlampung, Selasa (15/9).

Ketika ditanya perasaannya setelah insyaf dan keluar dari kelompok terorisme Nasir Abbas menjawab bahwa sekarang Ia lebih merasa bermanfaat untuk orang banyak. "Kalau dulu saya hanya berkutat untuk satu golongan sekarang saya dapat berinteraksi dengan banyak golongan dan Ormas seperti NU, Muhammadiyah dan lain lain," terangnya.

HMI Tegal Kab

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa orang orang yang sudah terpengaruh dengan pola pikir teroris memiliki ciri ciri khusus. Di antara ciri-ciri tersebut adalah mudah mengafirkan orang lain. "Mereka juga menutup celah perbedaan. Menganggap orang yang berbeda dengan mereka salah dan keyakinannya lah yang paling benar," terangnya.

HMI Tegal Kab

Kelompok ini juga tidak mau makan daging yang disembelih oleh orang yang ada diluar kelompok mereka. Ketika mereka akan menikahi wanita, mereka menikahi wanita tersebut dengan mengangkat wali hakim karena orang tua wanita tersebut kafir dan diluar kelompoknya.

Selain ciri tersebut, kelompok ini juga tidak mau melaksanakan shalat di Masjid selain milik kelompoknya karena Masjid tersebut dianggap masjid dhirar atau masjidnya kaum munafik.

Menurut Ketua FKPT Provinsi Lampung Abdul Syukur, kegiatan ini sangat penting karena Peranan pemuda dan perempuan saat ini cukup strategis dalam mencegah penyebaran paham Radikalisme dan Terorisme yang mengancam keutuhan NKRI.

Sementara salah satu tokoh Pemuda Pringsewu yang hadir pada forum tersebut, M Sofyan mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mengetahui motif dari para teroris dalam melancarkan aksinya. " Dengan mengetahui motifnya maka kita akan tahu bagaimana penanggulangannya " jelasnya

Menurut Ketua GP Ansor Pringsewu ini, kelompok ini jelas jelas mengajarkan ajaran yang tidak tepat. Oleh karena itu seluruh masyarakat harus mewaspadainya sehingga ketentraman dan keamanan dalam masyarakat akan selalu terjaga. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga HMI Tegal Kab

Minggu, 31 Desember 2017

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab

Jakarta, HMI Tegal Kab. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Sutarman akhirnya mengizinkan polisi wanita (polwan)menggunakan jilbab pada saat bertugas. Apa alasan mantan ajudan Gus Dur itu mengizinkan polwan berjilbab?

Menurut Jenderal Sutarman, penggunaan jilbab merupakan hak pribadi setiap warga negara, terkait keyakinan terhadap ajaran agamanya.

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab

"Itu hak asasi seseorang, saya sudah sampaikan kepada anggota kalau misalnya ada anggota yang mau pakai, silakan!" katanya di sela-sela acara Silaturahmi Kapolri dengan Insan Pers di Ruang Rupatama Mabes Polri, Selasa (19/11) kemarin.

HMI Tegal Kab

Ketentuan mengenai seragam polisi, termasuk di dalamnya polwan, diatur dalam Surat Keputusan (SK) Kapolri No Pol: Skep/702/IX/2005. Memang tidak tertulis larangan berjilbab dalam surat keputusan Kapolri lama itu. Namun, SK itu sudah dianggap mewajibkan semua anggota untuk mengenakan seragam yang telah ditentukan itu, dan tidak ada jilbab untuk polisi wanita.

Pernyataan Kapolri Sutarman yang belum lama dilantik itu mengakhiri polemik di kalangan pejabat kepolisian terkait boleh tidaknya polwan berjilbab. Meski demikian sampai saat ini belum ada aturan resmi baru yang dikeluarkan Kapolri terkait penggunaan jilbab, terkait anggaran dan model jilbab yang boleh dipakai.

HMI Tegal Kab

Kata Kapolri, Polwan yang ingin menggunakan jilbab dipersilakan membeli sendiri. "Anggaran belum ada, kalau mau beli, silakan. Contohnya kan sudah ada. Mulai besok kalau ada yang mau pakai saat tugas tidak masalah," ujarnya enteng.? (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Quote, Olahraga, PonPes HMI Tegal Kab

Jumat, 29 Desember 2017

NU Miliki Siklus 29 Tahunan

Lumajang, HMI Tegal Kab

Sejarawan KH Agus Sunyoto mmenjelaskan pertanyaan banyak orang tentang apa pentingnya PBNU melakukan Ekspedisi Islam Nusantara di pendopo Bupati Kabupaten Lumajang, Jawa Timur Jumat malam (155/4).

Menurut Ketua Lesbumi PBNU ini, NU didirikan para kiai pada tahun 1926 di Surabaya memiliki siklus 29 tahunan. Dua puluh sembilan tahun kemudian, pada tahun1955, NU berubah dari sosial keagamaan menjadi partai politik.

NU Miliki Siklus 29 Tahunan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Miliki Siklus 29 Tahunan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Miliki Siklus 29 Tahunan

Pada 29 tahun kemudian, yaitu pada tahun 1984, NU menyatakan kembali ke khittah, yaitu sebagai jam’iiyah keagamaan. “Nah setelah itu, datang 29 tahun berikutnya, 2013, NU sudah berubah. Sekarang NU menjadi organisasi keagamaan skalanya internasional. Sebelumnya hanya nasional. Karena cabang-caban tidak hanya di Indonesia,” jelasnya.

HMI Tegal Kab

Penulis buku Atlas Wali Songo ini merinci, sekarang sudah ada Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea, Jepang, Taiwan, Brunei, Malaysia, Cina, India, Pakistan, Iran, Turki, Mesir, Libya, Tunisia, Aljazair, Inggris, Belanda, Belgia, Prancis, Jerman, Rusia, Australia, New Zealand, Amerika. “Artinya NU satu-satunya organisasi keagamaan yang punya cabang di seluruh dunia,” katanya.

HMI Tegal Kab

Orang menganggap NU sebagai organisasi ndeso (kampungan). Namun, anak-anak mudanya sudah mulai menguasai teknologi. Di media sosial anak-anak NU aktif berdiskusi di WA, Facebook, Twitter dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga HMI Tegal Kab

Jumat, 22 Desember 2017

PP Lakpesdam NU Bedah “Pesantren Studies”

Jakarta, HMI Tegal Kab. Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) mengadakan diskusi dan bedah buku "Pesantren Studies" karya Ahmad Baso di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (31/7). 

PP Lakpesdam NU Bedah “Pesantren Studies” (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Lakpesdam NU Bedah “Pesantren Studies” (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Lakpesdam NU Bedah “Pesantren Studies”

Ketua PP Lakpesdam Yahya Ma’sum saat membuka diskusi mengatakan, kegiatan diadakan untuk memberikan apresiasi kepada salah seorang pengurus PP Lakpesdam yang telah berhasil menyelesaikan salah satu dari buku tentang pesantren yang digagasnya. Ahmad Baso adalah Wakil Ketua PP Lakpesdam NU yang telah banyak menulis buku tentang NU dan pesantren.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj juga memberikan kata pengnatar dalam diskusi ini. Selain penulisnya, bedah buku menghadirkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nur Syam, dan pengamat pendidikan Dharmaningtyas..

HMI Tegal Kab

Buku yang ditulis Ahmad Baso tersebut salah satu dari sembilan seri Pesantren Studies yang direncakan. Isinya membahas pesantren, jaringan pengetahuan, dan karakter kosmopolitan-kebangsaannya. 

Seri ini terdiri dari tiga juz, yaitu Jaringan Pengetahuan Pesantren; Jaringan Teks Penulis dan Pembaca Pesantren, dan Pengetahuan dan Siyasah Pesantren Berhadapan Pengetahuan Kolonial .

HMI Tegal Kab

Menurut Dharmaningtyas , buku ini sangat lengkap membicarakan pesantren, “Saya mengikuti buku-buku pesantren. Menurut saya, buku ini adalah seri pesantren terbaik dalam 10 tahun ini, kata pengurus Taman Siswa itu.  

Karya Ahmad Baso ini, sambung Dharmaningtyas, harus diapresiasi bukan hanya dari segi pemasarannya, namun juga penghargaan terhadap penulisnya yang mendokumentasikan banyak hal terkait proses yang ada di pesantren selama ini. 

Bedah buku ini dimoderatori  Wakil Sekretaris Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Enceng Shobirin Najd. Hadir pada kesempatan itu sejumlah pengurus NU, lembaga, lajnah, dan banom di lingkungan PBNU, serta para aktivis NU dan akademisi perguruan tinggi.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Abdullah Alawi 

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab IMNU, Humor Islam, Olahraga HMI Tegal Kab

Selasa, 19 Desember 2017

PPM Aswaja Gelar Kongkow Sufi Bareng KH Luqman Hakim

Jakarta, HMI Tegal Kab. Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) aswaja menyelenggarakan kajian Islam yang menyasar segmen pada kaum muda pekerja di kawasan jabodetabek bertempat di Kafe Sere Manis lantai 3 Sabang, Jakarta Pusat dan kajian tersebut dipimpin oleh KH Luqman Hakim yang dikemas dalam program Kongkow Sufi.

PPM Aswaja Gelar Kongkow Sufi Bareng KH Luqman Hakim (Sumber Gambar : Nu Online)
PPM Aswaja Gelar Kongkow Sufi Bareng KH Luqman Hakim (Sumber Gambar : Nu Online)

PPM Aswaja Gelar Kongkow Sufi Bareng KH Luqman Hakim

Kiai Luqman mengatakan, di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka seluruh tubuh juga baik. Jika segumpal daging itu rusak, maka seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati. Yakin itu letaknya didalam hati atau qalbu.?

“Dari hati itulah semua berawal dan menjadi dasar semua tindakan dan perbuatan manusia. Sebagai hamba yang beriman kita harus yakin dan percaya bahwa setiap mahluk Allah pasti akan diberi rizki oleh Allah,” ujar Pakar Tasawuf ini.

Yakin atas rizki Allah bisa diawali dengan Berprasangka baik kepada Allah atau husnudzon billah. Prasangka baik kepada Allah adalah kunci awal untuk menggapai kebahagiaan dan ketenangan hati kita karena Allah itu tergantung prasangka hambanya. Kata Ibnul Qoyyum, husnudzon billah huwa husnul amal ? bahwa berprasangka baik kepada Allah adalah termasuk amal baik.?

HMI Tegal Kab

“Seorang hamba disebut ber-husnudzon manakala ia beranggapan bahwa Allah mengasihinya, memberi jalan keluar dari kesulitan dan kegundahannya. Ber-husnudzon kepada Allah itu wujudnya dengan cara melakukan amal sholeh bukan dengan berangan-angan,” katanya.

Ikhtiyar

Allah mewajibkan atas kaum Muslim untuk melakukan upaya atau ikhtiyar (amal) adapun hasilnya, lebih tergantung pada prosesnya. Dalam tiap amal, menurutnya, ada dua hal yang harus diperhatikan syariat yaitu niat ikhlas karena Allah dan cara yang benar sesuai aturan dan rambu-rambu yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Karenanya Allah tidak mewajibkan kita untuk kaya, tidak pula mewajibkan miskin tapi Allah mewajibkan kita agar kita berupaya mencari nafkah dengan cara yang benar dan halal. Allah pun tidak mewajibkan menikah, juga tidak mewajibkan membujang yang Allah wajibkan menjaga diri dari maksiat dalam prosesnya. Oleh sebab itu menjadi penting sekali menjaga kemurnian proses ini, menjaga niat dan cara kita dalam proses ikhtiyar itu ? karena tiada berguna hasil bila niat dan prosesnya salah.

Fenomena banyaknya orang yang percaya terhadap kemampuan penggandaan uang Kanjeng Dimas Taat Pribadi adalah cermin dari manusia yang terlalu mengagungkan hasil dan tidak peduli dengan prosesnya. “Orang-orang yang menginginkan hasil yang serba instan dan cepat. Budaya instanisme telah menutup hati mereka bahwa segala sesuatu itu butuh proses atau ikhtiyar,” jelasnya.

HMI Tegal Kab

Syukur

Kiai Luqman juga menerangkan, setelah hati meyakini bahwa Allah maha pemberi rizki kepada semua makhluknya dan telah melakukan ikhtiyar dengan makismal dan baik, maka langkah dan tahap berikutnya adalah tawakal dan bersyukur kepada Allah. Tawakal berarti menyerahkan segala urusan dunia kepada Allah SWT.?

Tidak mengandalkan dirinya sendiri dalam setiap usaha karena mereka sadar atas ketidakmampuan anggota tubuh untuk mengerjakan sesuatu hal dan mencapai kesuksesan, semua adalah atas kehendak Allah SWT. Tawakal berarti pula menggantungkan seluruh urusan hanya kepada Allah, bukan yang lain bahkan dalam masalah rezeki.?

Sedangkan bersyukur adalah suatu keadaan di mana seseorang berada di puncak tawakalnya, karena dari sini bisa tergambar kepuasan hati seorang hamba. Maka syukur ini dilakukan tidak hanya ketika apa yang kita usahakan telah diraih, tetapi juga pada saat usaha yang kita lakukan belum membuahkan hasil, tentunya dengan prasangka bahwa Allah telah menyiapkan yang sesuatu yang lebih baik dari ini.

“Manusia dalam setiap melakukan segala proses dalam dirinya baik yang berupa pekerjaan hati maupun fisik harus selalu dalam bingkai dan prinsip Minallah (dari Allah), Maallah (bersama Allah) dan Ilallah (hanya Kepada dan untuk Allah). Dengan tiga kunci itulah maka hati kita akan tenang dan tentram,” tandasnya. (Akhlis/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Pesantren, Olahraga HMI Tegal Kab

Sabtu, 16 Desember 2017

Sembahyang Gerhana Bulan dan Keadilan Sosial

Apa hubungan gerhana bulan (khusuf) dan keadilan sosial? Gerhana merupakan peristiwa alam, salah satu bentuk kuasa Allah. Tetapi Rasulullah SAW sendiri mengaitkan kenyataan alam dan perubahan sosial. Beliau menganjurkan umatnya sembahyang sunah muakkad dua rekaat ketika terjadi gerhana. Setelah sembahyang, imam disunahkan berkhotbah yang mengajak jamaah untuk bertobat kepada Allah dan menegakkan keadilan di tengah masyarakat.

Sembahyang gerhana bulan dikerjakan sebanyak dua rekaat. Setiap rekaat terdapat dua kali ruku’. Ruku’ kedua lebih sebentar dari ruku’ pertama. Ingat, jangan dibalik seperti lazimnya dikerjakan banyak orang awam.

Sembahyang Gerhana Bulan dan Keadilan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembahyang Gerhana Bulan dan Keadilan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembahyang Gerhana Bulan dan Keadilan Sosial

Karena dua kali ruku’, otomatis ada dua i’tidal. Demikian juga dengan surat Al-Fatihah. Surat ini dibaca dua kali dalam satu rekaat.

HMI Tegal Kab

Tetapi ingat, sujud tidak perlu ditambahkan. Pada satu rekaat ini, sujud tetap dua, bukan empat.

Tersebut dalam kitab Qutul Habibil Ghorib, Tausyih ala Fathil Qoribil Mujib karya Syekh M Nawawi Banten dalam 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

HMI Tegal Kab

Artinya, setiap rekaatnya dua kali berdiri dengan memperlama bacaan surat pada keduanya. Setiap rekaat ada dua ruku’. Tasbih diperbanyak cukup saat ruku’. Saat sujud, tasbih tidak perlu diperbanyak. Setelah itu imam berkhutbah dua kali.

Kalau mau khutbah sekali, juga tidak menjadi soal, kata Syekh Nawawi masih dalam kitab yang sama. Yang mesti diingat, khotib mesti memanfaatkan khutbahnya untuk mengajak jamaah kembali kepada Allah dan mendorong partisipasi jamaah dalam memberantas kezaliman seperti kejahatan korupsi, tindakan teror, menyebarkan hasut yang mengotori nama baik seseorang, monopoli pasar, dominasi atau bentuk kezaliman lainnya.

Demikian disebutkan Syekh Abdullah Syarqowi dalam karyanya, Hasyiyatus Syarqowi ala Tuhfatit Thullab

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khotib mesti mengajak jamaah untuk keluar dari maksiat, meloloskan diri dari jeratan segala bentuk kemaksiatan. Kemaksiatan ini mencakup memberantas kezaliman (terhadap jiwa atau harta orang) termasuk kezaliman terhadap kedaulatan prestis seseorang. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nusantara, Kiai, Olahraga HMI Tegal Kab

Minggu, 10 Desember 2017

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu

Jepara,HMI Tegal Kab. Untuk meningkatkan mutu dan kualitas dosen, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah, mengundang Prof. Dr. Supriyadi Rustad. Pertemuan berlangsung di Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Sabtu (8/3).

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu

Menurut Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pihaknya siap membantu membesarkan Unisnu.

“Unisnu layak menjadi besar layaknya perguruan-perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia,” katanya dalam Orientasi Akademik; Pembinaan dan Peningkatan Kualitas Dosen Unisnu Jepara.

HMI Tegal Kab

Ia memaparkan, pondasi pendidikan di Indonesia harus didukung dengan elemen-elemen yang saling bersinergi. Diantaranya Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dibingkai dengan standar dan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaannya tidak lepas dari kuliaas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dosen.

Karena itu, pihaknya bersedia membantu mengirimkan dosen-dosen Unisnu untuk dikuliahkan Dikti ke luar negeri. Dikti lanjutnya juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 untuk dosen Unisnu baik ke PT dalam maupun luar negeri.

HMI Tegal Kab

Rektor Unisnu Jepara, Prof. Dr. H. Muhtarom, mengungkapkan kampus yang digawanginya perlu banyak berbenah dan butuh banyak bimbingan dari Dikti serta Kopertis. DYP Sugiarto, Ketua Kopertis Wilayah VI yang turut hadir mengamini komitmen Dikti yang hendak memajukan kampus NU tersebut. “Semoga harapan dari Dikti segera terwujud,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga HMI Tegal Kab

Sabtu, 09 Desember 2017

Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya?

Jakarta, HMI Tegal Kab 



H. Mahbub Djunaidi aktif di NU sejak masih pelajar dengan menjadi anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Kemudian menjadi Ketua UMum Pergerakan Mahasiswa Indonesia pertama, kedua dan ketiga. Ia juga pernah aktif di GP Ansor. Ketika umurnya makin, ia menjadi pengurus PBNU. Sampai wafatnya ia adalah Mustasyar PBNU. 

Menurut pengakuan anak-anaknya, Mahbub yang dikenal orang sebagai Pendekar Pena itu memang tidak pernah menjelaskan apa itu NU, tapi mengajak ke kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan NU. 

Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya?

“Dulu pernah diajak main ke PBNU,” kata Yuri Mahatma, salah seorang anaknya di sela Haul H. Mahbub Djunaidi ke-22 bertajuk "Jazz dan Esai-esai H. Mahbub Djunaidi" yang digelar Omah Aksoro dan PMII UNUSIA di lapangan parkir UNISIA, Jakarta, Kamis malam (5/10).  

Yuri mengaku pernah diajak ke pantai utara dalam misi penggembosan Partai Persatuan Pembangunan ketika dipimpin Naro yang diduga didesain penguasa Orde Baru. Waktu itu, NU sebagai pemilik massa terbanyak, malah tersisihkan.  

“Saya diajak ke kantong-kantong NU di Jawa Timur. Sampai saat itu saya tidak bahwa dia itu tokoh dan banyak dikenal orang. Baru ketika diajak jalan, oh beneran…hahaha. Saya SMP kelas 2, sekitar usia 14 tahun waktu itu,” kenang musisi jazz yang tinggal di Bali itu.  

HMI Tegal Kab

Mahbub Djunaidi menjelaskan kepada Yuri, yang tadinya NU dengan PPP sebegitu akurnya, akhirnya oleh Soeharto, Naro tiba-tiba masuk menjadi Ketua Umum PPP. 

“Terus merasa NU disepak begitu...haha, Bapak marah. Akhirnya gerilya ke kantong-kantong NU supaya tak usah masuk PPP lagi. Tapi ya lucu juga ya hahaha,” kenang pria yang dihadiahi buku 80 Hari Keliling Dunia karya Jules Verne oleh ayahnya saat ulang tahun kedelapan itu. 

HMI Tegal Kab

Anak Mahbub Djunaidi yang lain, Isfandiari juga pernah diajak keliling pesantren oleh ayahnya. Salah satu yang paling ingat adalah ke Pesantren Salafiyah Syafiiyah Asembagus, Situbondo yang dipimpin KH As’ad Syamsul Arifin. Mahbub memang memiliki hubungan yang erat dengan kiai itu. 

Bahkan Isfan menyaksikan ayahnya mengajak Kiai As’ad untuk berkeliling ke pesantren NU di Bali. Tapi ketika hendak sampai di pesantren, Mahbub meminta Kiai Asad mengubah niatnya. 

“Udah jangan ke pesantren mulu, bosen. Kita ke pantai Kuta saja,” kenang Isfan yang vokalis band Jentre yang beraliran rock itu. 

Pada saat itu, lanjut Isfan, akhirnya kiai kharismatik yang merupakan narahubung pendirian NU atara Syaikhona Cholil Bangkalan dengan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari mengikuti ajakan ayahnya. (Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab AlaSantri, Olahraga, Hikmah HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock