Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

LDNU Kembali Selengarakan Pesantren Dai Transmigran

Jakarta, HMI Tegal Kab. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) kembali menyelenggarakan pesantren kilat untuk para dari daerah transmigrasi. Menurut rencananya, pesantren kilat ini akan dibuka oleh Menteri Tenaga Kerja Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar di Pesantren al-Manar Azhari Depok, Senin (9/11).? ?

Pesantren kilat ini diikuti oleh sekitar seratus dai yang telah menetap sebagai transmigran dari berbagai daerah transmigrasi. Acara ini akan berlangsung selama 15 hari, sejak Senin besok hingga Ahad (22/11).

LDNU Kembali Selengarakan Pesantren Dai Transmigran (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Kembali Selengarakan Pesantren Dai Transmigran (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Kembali Selengarakan Pesantren Dai Transmigran

Demikian dinyatakan ketua panitia, Ustadz Bukhori Muslim kepada HMI Tegal Kab di Jakarta, Ahad (8/11). Menurut Bukhori, pelatihan akan dilaksanakan di dua pesantren, yakni pesantren Ash-Shiddiqiyah di Jakarta Barat dan Pesantren al-Manar Azhari Depok.

HMI Tegal Kab

"Namun untuk pembukaan esok hari, kita akan konsentrasikan menjadi satu di? al-Manar Azhari Depok. Pembukaan insya Allah akan dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Ketua LDNU KH Nuril Huda dan para Dirjen terkait," terang Bukhori.

Lebih lanjut, Bukhori menyatakan, pelatihan para dai ini akan memiliki manfaat sangat penting bagi perkembangan Islam Ahlussunnah wal Jamaah ke depan di daerah-daerah transmigrasi. Karena para dai peserta pesantren kilat inilah yang akan menjadi ujung tombak dakwah Islam di pedalaman-pedalaman Indonesia yang akan dibangun sinergis ke depan.

HMI Tegal Kab

"Para peserta akan dilatih dan disiapkan untuk menjadi para pemimpin agama di daerahnya masing-masing. Selain itu mereka juga akan dilatuh agar dapat menjalin komunikasi yang intens di antara sesama dai untuk dapat bertukan informasi dan bersinergi dalam dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah," tandas Bukhori. (min)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen, Hikmah HMI Tegal Kab

Jumat, 16 Februari 2018

IPNU-IPPNU Gelar Jember Hijab Fashion Show

Jember, HMI Tegal Kab. Dalam rangka memasyarakatkan jilbab, IPNU-IPPNU Jember menggelar Jember Hijab Fashion Show (JHFS). 

IPNU-IPPNU Gelar Jember Hijab Fashion Show (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gelar Jember Hijab Fashion Show (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gelar Jember Hijab Fashion Show

Ajang fashion muslimah yang digelar di aula PB. Sudirman itu diikuti oleh 39 peserta dari SMA, MA dan Anak Cabang IPNU-IPPNU. Syarat peserta berumur antara 17 sampai 25 tahun. 

“Syukurlah, target kita hanya 20 orang, tapi tenyata pesertanya lebih,” tukas salah seorang panitia, Ana Wijayanti.

HMI Tegal Kab

Menurut Ana, JHFS digelar untuk memberikan semangat dan kecintaan wanita muslim terhadap jilbab. Sebab, jilbab belakangan ini fungsinya nyaris bergeser dari penutup aurat kepada assesoris belaka. Sehingga cara pemakaiannya pun tidak sempurna. 

HMI Tegal Kab

“Nah, dalam JHFS ini ditampilkan bagaimana menggunakan jilbab yang benar,” tukasnya.

Dalam ajang yang digelar sebagai rangkaian menyongsong Harlah IPNU-IPPNU itu, penilaiannya meliputi performance, IQ dan keserasian busana. 

“Jadi yang kita nilai tidak hanya luarnya saja, tapi juga kecakapannya, IQ-nya juga,” lanjut Ning Faiq, salah seorang juri.

Setelah diadakan penjurian, juara pertama diraih Firda Radini asal SMAN 02 Jember, kedua Fifin dari IPPNU Ancab Kalisat dan ketiga Enno Prilia Hapsari dari SMAN 02 Jember. Mereka mendapatkan tropy, sertifikat dan uang pembinaan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Hikmah HMI Tegal Kab

Jumat, 09 Februari 2018

GP Ansor Sidoarjo Siap Kawal Keputusan Pembubaran HTI

Sidoarjo, HMI Tegal Kab?



Ketua GP Ansor Sidoarjo H. Rizza Ali Faizin akan mengawal keputusan pemerintah untuk membubarkan ormas HTI. Pihaknya akan mengawal terealisasinya hingga ke tingkat daerah. Ansor Sidoarjo berada dibelakang pemerintah untuk mengawal secara legal formal pembubaran ormas HTI hingga tingkat pengadilan.

Menurut Rizza, pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Menkopolhukam sangat tepat demi keberlansungan, ketertiban, ketentraman dan persatuan NKRI. Mengingat HTI telah nyata secara faktual menjadi kelompok yang mengagendakan perubahan asas dan ideologi bangsa dan mengancam keutuhan NKRI.

GP Ansor Sidoarjo Siap Kawal Keputusan Pembubaran HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sidoarjo Siap Kawal Keputusan Pembubaran HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sidoarjo Siap Kawal Keputusan Pembubaran HTI

"Kita akan mengawal keputusan pemerintah ini dengan segala konsekuensinya, sekaligus berupaya bahwa ormas HTI tidak hanya bubar secara organisatoris, melainkan juga berhenti melakukan propaganda perpecahan NKRI dengan agenda khilafah internasionalnya," kata Rizza, Selasa (9/5).

Karena masih ada upaya conter wacana yang dilakukan beberapa pihak yang tidak sepakat akan pembubaran ini (baik dengan asumsi kebebasan berserikat, prinsip demokrasi ? hingga menuduh pemerintah sebagai rezim anti-Islam), GP Ansor Sidoarjo akan mem-back up penuh keputusan pemerintah.

Segala upaya termasuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa sebelum pemerintah Indonesia membubarkan ormas HTI, pemerintah Arab Saudi, Mesir dan negara-negara berasas Islam di Timur Tengah telah terlebih dahulu melarangnya.?

HMI Tegal Kab

PC GP Ansor Sidoarjo akan melakukan pemetaan dan penggalian data para eks pengikut HTI. Tak hanya itu, pihaknya juga terus memantau aktivitas ormas HTI, melakukan rehabilitasi kebangsaan untuk mengajak mereka memahami ideology bangsa dalam perspektif keagamaan dan keragaman.

HMI Tegal Kab

"PC GP Ansor Sidoarjo selain melakukan back up wacana dan ideologi, kami juga siap menjadi relawan dan akan membuka posko rehab ideologi (eks anggota HTI) yang ingin kembali menjadi waraga negara Indonesia yang baik dan menikmati hidup damai di bawah pangkuan ibu pertiwi," ujarnya.

Ansor Sidoarjo berharap, pemerintah ke depan harus lebih seletif, waspada dan berhati-hati dalam memproses serta memberi izin organisasi dan ormas tertentu. Jangan sampai antara izin yang disampaikan kepada pemerintah berbeda denga misi perjuangan dan aktivitas gerakan di lapangan.

"Kita berharap kepada TNI dan Polri untuk berada digarda terdepan membela NKRI, termasuk di antaranya mengawal kebijakan pembubaran HTI, memantau dan memberi pendekatan preventif terhadap eks anggota ormas HTI. Kami berterima kasih banyak kepada pemerintah yang telah mengambil keputusan ini," tandasnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah HMI Tegal Kab

Minggu, 04 Februari 2018

Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII

Bandung, HMI Tegal Kab - Sekretaris PWNU Jawa Barat H. Asep Saefudin Abdillah mengatakan, tugas dan tanggung jawab warga NU Jawa Barat sangat besar. Karena menjadi warga NU berarti berada di dalam organisasi yang tidak biasa.

Tidak biasa karena NU, kata dia, adalah organisasi keagamaan warisan para ulama dan peninggalan para aulia.

Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII

Maka dari itu, ia beraharap PMII mampu dan tidak ragu-ragu untuk terlibat setiap acara yang menyangkut ke-NU-an di Jawa Barat.

"Saya beraharap PMII mampu dan tidak ragu-ragu untuk ambil bagian, mendukung dan membantu dalam setiap acara ke-NU-an," ujarnya di hadapan peserta napak tilas Mahbub Djunaidi dan pelatihan jurnalistik yang diadakan PKC PMII Jawa Barat di gedung dakwah PWNU pada Ahad (6/11).

HMI Tegal Kab

Mantan Ketua PKC PMII Jawa Barat periode 1992-1993 tersebut, juga mengapresisasi pelatihan jurnalistik ini karena menurutnya sebagai bagian dari warga NU harus seimbang dalam setiap aspek.

HMI Tegal Kab

"Saya sangat mengapresiasi, PMII itu harus seimbang baik segi Intelektual, keislaman dan keIndonesian atau kebangsaannya," pungkasnya.

Napak tilas Mahbub Djunaidi? dan pelatihan jurnalistik ditutup dengan ziarah ke makam Ketua Umum pertama PB PMII Ahad sore (6/11). Sekitar 30 peserta dan panitia serta pengurus PKC turut berziarah di pemakaman berlokasi di Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan.

"Selain menjaga tradisi dan mendoakan kedatangan ke sini untuk merefleksi kita semua, khususnya peserta pelatihan jutnalistik, agar benar-benar mampu menjadi Mahbub-Mahbub selanjutnya sesuai dengan tujuan agenda ini," ujar Dhamiry Al-Ghazaly, sekretaris panitia kegiatan.

Salah seorang peserta asal Bekasi, Eman Sulaeman, berpendapat bahwa ziarah tersebut untuk memotivasi dan memantik spirit dalam meneladani Mahbub di bidang tulis-menulis.

Tidak kurang dari 30 menit peserta dari Cabang PMII berbagai kabupaten itu berada di makam. Mereka berdoa dan diakhiri dengan pembagian sertifikat secara seremonial oleh panitia. (Naseh Kamal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Syariah, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Sabtu, 20 Januari 2018

Hasyim Muzadi, Kolesterol dan Kiai Madura

KH Hasyim Muzadi termasuk di antara kiai-kiai NU yang punya selera humor tinggi. Humor Kiai Hasyim berserakan kepada orang-orang yang pernah dekat dengannya. Staf Khusus Menteri Sosial RI Mas’ud Said termasuk orang yang terkesan dengan humor Kiai Hasyim.

Menurut Mas’ud Said, saat Kiai Hasyim menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, Kiai Hasyim pernah diundang oleh kiai dari Madura.

Orang Madura, katanya, kalau menyambut kiai besar apalagi Ketua Umum PBNU, sudah pasti penghormatannya luar biasa. Semua mobil yang bagus datang, makanan yang enak dihidangkan.

Hasyim Muzadi, Kolesterol dan Kiai Madura (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi, Kolesterol dan Kiai Madura (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi, Kolesterol dan Kiai Madura

“Mari Kiai Hasyim ini udang, mari Kiai Hasyim ini kepiting yang enak ini,” kata Kiai Madura mengajak Kiai Hasyim untuk menikmati hidangan yang telah disediakan.

“Pak Haji, gak boleh saya makan gini-gini karena kolesterol,” kata Kiai Hasyim menolak dengan diikuti penjelasan kesehatannya. Tapi kiai Madura itu tidak putus asa agar Kiai Hasyim tetap memakannya.?

Ia berujar kepada Kiai Hasyim, “Jangan dimakan kolesterolnya kiai, dagingnya saja (yang dimakan),” timpal si kiai asal Madura itu dengan logat khas Maduranya.

HMI Tegal Kab

Kisah ini diceritakan Prof Mas’ud Said saat menghadiri 40 hari Almaghfurlah KH Hasyim Muzadi di Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat, Ahad (23/4). (Husni Sahal)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah HMI Tegal Kab

Jumat, 19 Januari 2018

Harga Kurudung Bordir Khas Sedan Terus Melambung

Rembang, HMI Tegal Kab. Baru memasuki empat hari di bulan Ramadhan, harga kerudung bordir produk Sedan kabupaten Rembang hingga kini terus mengalami kenaikan. Selain tren, kenaikan harga disinyalir karena permintaan kepada pengrajin terus mendapatkan lonjakan sejak bulan Rajab hingga kini.

Salah seorang perajin kerudung bordir dari desa Sulo kecamatan Sedan kabupaten Rembang Aan mengatakan, tingkat lonjakan mencapai 50 sampai 90 persen. Selain dari Jateng, permintaan datang juga dari sejumlah kota di Indonesia.

Harga Kurudung Bordir Khas Sedan Terus Melambung (Sumber Gambar : Nu Online)
Harga Kurudung Bordir Khas Sedan Terus Melambung (Sumber Gambar : Nu Online)

Harga Kurudung Bordir Khas Sedan Terus Melambung

“Tren fashion juga turut memicu lonjakan penjualan saat bulan Ramadhan,” kata A’an.

HMI Tegal Kab

Adanya tren kerudung baru yang memicu pembeli mengonsumsi produk baru, juga faktor lain yang meningkatkan jumlah permintaan. Guna mencukupi pasokan kebutuhan para konsumen, sejumlah perajin kerudung bordir memberlakukan kerja lembur bagi para pekerjanya.

Kerja lembur dimulai setelah sholat Tarawih kadang sampai pukul dua dini hari. Jika dengan lembur belum terpenuhi, maka perajin menambah jumlah pekerja untuk mencapai jumlah pesanan.

HMI Tegal Kab

Menurut Aan, sejumlah perajin bahkan sampai menambah jumlah pekerja hingga 20 persen dari luar daerah. Namun lonjakan pesanan konsumen, juga dibarengi dengan kenaikan harga bahan baku. Harga kain jenis lycra misalnya naik sebesar Rp 1.000 per kilogram dari Rp 55.000 menjadi Rp 56.000.Meskipun demikian, para perajin masih diuntungkan dengan stabilnya harga benang, ujar A’an.

Sejumlah perajin juga mengaku sedang dibayangi rencana Pemerintah yang akan menaikkan tarif dasar listrik non-rumah tangga. Pasalnya sebagian besar para perajin kerudung khas Sedan menggunakan tenaga listrik dalam produksi. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah HMI Tegal Kab

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang (2)

Oleh M Rikza Chamami

Amaliyah di bulan Rajab memang banyak sekali. Itu dikarenakan betapa mulianya bulan Rajab menurut Allah Swt. Dalam memberikan pemahaman amaliyah di bulan Rajab ini, KH Sholeh bin Umar Assamarani (Mbah Sholeh Darat) menyebutkan amalan istighfar yang perlu dibaca setiap pagi dan sore sebanyak 70 kali agar terbebas dari neraka.

Perintah membaca istighfar itu ditegaskan oleh Rasulullah Saw dalam haditsnya: "Barangsiapa yang mengucapkan dalam Rajab, Syaban dan Ramadan pada waktu diantara dzuhur dan ashar:

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang (2)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Maka Allah memerintahkan dua malaikat untuk membakar buku tulisan amal jeleknya".

HMI Tegal Kab

Allah bahkan menegaskan bahwa setiap malam Rajab adalah malam di bulan milik Allah. Dan hamba yang mengikuti juga hambaKu dan rahmat juga milik Allah. Termasuk fadl (kemuliaan) berada pada kekuasaan Allah. Dan Allah akan memberikan ampunan pada hambaNya yang selalu memohon ampun.

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa barangsiapa melaksanakan puasa pada hari keduapuluh tujuh bulan Rajab dan mengeluarkan shadaqah, maka Allah akan menulis pahala puasa dengan seribu kebaikan dan memerdekakan seribu budak.

HMI Tegal Kab

Mbah Sholeh Darat juga menjelaskan tentang sebuah malam mulia di dalam bulan Rajab yang disebut sebagai lailatu raghaib (? ?). Keterangan mengenai itu diambil dari hadits: "Janganlah Anda sekalian lupakan bahwa dalam awal Jumat di bulan Rajab, maka malamnya disebut lailatu raghaib ketika berada pada sepertiga malam. Saat itu para Malaikat tujuh langit dan tujuh bumi berkumpul jadi satu di kanan kiri kabah dengan disaksikan oleh Allah. Saat melihat peristiwa itu, Allah menyampaikan bahwa apa yang diminta Malaikat akan dikabulkan. Dan Malaikat meminta pada Allah untuk memaafkan hambanya yang berpuasa Rajab. Dan Allah tegas menjawab telah memaafkan semua hambaNya itu".

Bersambung.....

Alfatihah.

Penulis adalah Wakil Ketua KOPISODA/Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat, Alumni Qudsiyyah dan Dosen UIN Walisongo



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Quote, Hikmah HMI Tegal Kab

Rabu, 17 Januari 2018

Ksatria dan Jelata dalam Siklus Sejarah

Oleh MH Nurul Huda

Sejarah, kata banyak orang, adalah perjalanan yang penuh misteri. Siapa dapat menyingkap misterinya ia berpotensi mengenali kemungkinan arahnya. Lebih jauh ia juga dapat turut serta mempengaruhi momen demi momen jalannya sejarah, kalau pun bukan hasil akhirnya secara sempurna.

Maka tak heran bila kemudian para pemikir, ilmuwan sosial, sejarahwan, dan lain-lainnya berusaha menyingkap teka-teki itu. Dengan spirit “menciptakan sebuah dunia yang lebih baik” (to create a better world) atau “mengubah nasib suatu kaum”, mereka berupaya mendeteksi ritme tertentu di kacau-balaunya sejarah. Mereka juga bekerja keras untuk menemukan harmoni, keselarasan-keselarasan, yang ada di dalamnya seturut dengan hukum alam.

Ksatria dan Jelata dalam Siklus Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ksatria dan Jelata dalam Siklus Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ksatria dan Jelata dalam Siklus Sejarah

Dalam hal ini, penulis sependapat dengan sejumlah rekan dan sahabat yang mengatakan bahwa proses sejarah berakar pada spirit manusia. Mentalitas manusialah yang membuat suatu kaum, komunitas, atau masyarakat mampu mengubah keadaannya. Kekuatan mental itu pula yang akan mampu mengatasi tantangan-tantangan zamannya. Seperti dinyatakan oleh sejarahwan besar Arnold Toynbee bahwa ketika suatu peradaban mulai lahir dari usahanya untuk mengatasi tantangan-tantangan dan problem-problem di sekitarnya, pertumbuhannya bergantung pada munculnya orang-orang yang kreatif. Kemajuan akan dicapai dan melesat bila tantangan-tantangan itu makin keras tapi sekaligus dapat diatasi oleh respons yang tepat dari ‘minoritas kreatif’ ini.

HMI Tegal Kab

Sayangnya, stok orang-orang kreatif yang kerap berpikir “out of the box” ini kerap terbatas. Suplainya tidak selalu terpenuhi dalam periode waktu yang panjang. Kebanyakan orang mau meniru, tapi kembali sempit berpikirnya, parokial, picik, kaku, eksklusif. Itulah sebabnya, menurut Toynbee, suatu peradaban yang masih bayi akhirnya melemah dengan sendirinya. Bayi peradaban itu menderita Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) akibat kehamilan ibunya yang berisiko tinggi.

Kendati spirit manusia merupakan akar dari sejarah, bukan berarti kekuatan material dapat diabaikan. Seperti dinyatakan oleh ekonom dan sejarahwan Karl Marx, bahwa sejarah juga ditentukan oleh kekuatan-kekuatan material (tanah, tenaga kerja, modal, mesin, dan lain-lain). Karena itu mustahil suatu perbaikan kehidupan dan perjuangan kemanusiaan tanpa disertai keadilan ekonomi dan perbaikan kesejahteraan masyarakat. Hanya tuntutan keadilan ekonomi di dalam situasi di mana keuletan spirit perjuangan manusia itu menang, bayi peradaban yang akan membawa kebaikan-kebaikan itu dapat tumbuh sehat dan normal.

HMI Tegal Kab

Dengan kata lain, sebagaimana dinyatakan Gus Dur dan ditegaskan kembali pada esai sebelumnya, perjuangan menghadapi tantangan-tantangan itu bersifat internal sekaligus eksternal. Perjuangan dimulai dalam bentuk pertarungan spirit dalam diri pribadi manusia antara yang baik (nafsul muthmainnah) dan yang buruk (nafsul mulawwamah/madzmumah/amarah). Ia lalu meluas dalam perjuangan eksternal berupa pertarungan abadi melawan kezaliman di dunia sosial dan material yang brutal.

Keberhasilan relatif atas perjuangan internal memunculkan apa yang disebut oleh sahabat-sahabat Gusdurian dalam “9 Nilai Gus Dur” sebagai mentalitas “keksatriaan”. Sedangkan perjuangan eksternal terwujud dalam praktik “pembebasan” terhadap masyarakat jelata dan lemah (mustadh’afin) dari ketidakadilan dan derita sosial lainnya (Lihat, “9 Nilai Utama Gus Dur” dalam www.gusdurian.net). Seperti yang juga dikutip Gus Dur dari Al-Quran: “Sesungguhnya Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri mengubah apa-apa yang ada dalam diri mereka”.

Perjuangan eksternal di zaman mutakhir mau tidak mau dihadapkan pada kondisi-kondisi yang dapat digambarkan berikut ini. Kaum jelata digusur sewenang-wenang, sumberdaya alam komunalnya diambil alih, hak-haknya dirampas. Ikatan keluarga melemah yang tercermin pada kurangnya disiplin anak dan rendahnya penghormatan mereka pada wewenang pengasuhan bapak-ibunya. Kendurnya ikatan itu (kohesi sosial) juga tercermin pada banyaknya kasus perceraian, permusuhan di internal keluarga, dan penelantaran terhadap orang-orang tua jompo. Martabat perempuan direndahkan yang tercermin pada banyaknya perkosaan, pelecehan, prostitusi dan perdagangan perempuan. Korupsi ada di mana-mana, militerisme kembali eksesif (mentalitas ksatria tanpa moral), kemerdekaan berpikir dan bersuara dikebiri.

Sayangnya, penulis tidak tahu apakah perubahan sosial dalam siklus sejarah evolutif di era ini (bila pembaca percaya sejarah berjalan siklis misalnya dalam pemikiran Ibnu Khaldun, P.R. Sarkar, atau berjalan menyerupai “spiral” seturut ruang dan waktu yang samar-samar pada pemikiran Gus Dur) mengharuskan bersatunya kepemimpinan dua golongan ini (mentalitas ksatria dan jelata-nya Gusdurian). Suatu era di mana keserakahan produksi kapitalistik dan reproduksi budaya kapitalisme (gabungan mentalitas pedagang dan intelektual mutan tanpa moral) yang membabi buta dapat menerjang siapa saja menjadi jelata di tanah dan airnya sendiri dan melata di bawah kaki-kakinya. [bersambung]

*) MH Nurul Huda, pengajar di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia. Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Adakan Shalat Ghaib untuk Korban AirAsia

Surabaya, HMI Tegal Kab. Sebagai wujud solidaritas, takmir Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menggelar shalat ghaib untuk korban musibah pesawat AirAsia QZ8501. Shalat ghaib dilangsungkan usai Shalat Jumat di masjid terbesar di Jawa Timur ini, (2/1).

Usai pelaksanaan shalat ghaib, Humas Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, H Helmy M Noor menandaskan bahwa sudah sepatutnya shalat itu dilaksanakan. "Ini panggilan sebagai sesama muslim yang diperintahkan untuk memupuk ukhuwah islamiyah," katanya kepada HMI Tegal Kab.

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Adakan Shalat Ghaib untuk Korban AirAsia (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Adakan Shalat Ghaib untuk Korban AirAsia (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Adakan Shalat Ghaib untuk Korban AirAsia

Bagi alumnus Universitas Darul Ulum Jombang Jawa Timur ini, musibah jatuhnya pesawat AirAsia yang memakan korban hingga ratusan nyawa hendaknya menjadi media untuk meningkatkan ukhuwah. "Musibah yang dirasakan umat Islam di belahan penjuru manapun pada hakikatnya adalah musibah bagi kita sendiri," tandasnya.

HMI Tegal Kab

Karena dalam pandangannya, antara muslim yang satu dengan muslim yang lain ibarat satu tubuh. "Bahkan ilustrasi menarik telah disampaikan Nabi bahwa kalau ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lain juga turut merasakan," terangnya.

HMI Tegal Kab

"Karena itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap penderitaan dan musibah yang menimpa korban, maka shalat ghaib dilangsungkan di masjid ini," ungkapnya.? Dan tradisi shalat ghaib sudah menjadi kebiasaan bila ada permintaan dari sebagian jamaah yang berkenan untuk dishalati. "Namun untuk musibah kali ini adalah inisiatif dari takmir masjid," ungkapnya.

Dan dalam pantauan HMI Tegal Kab, sejumlah jamaah Shalat Jumat sangat antusias melangsungkan shalat ghaib dengan penuh khidmat. Rata-rata jamaah enggan beranjak dan mengikuti prosesi shalat ghaib yang dilanjutkan dengan doa demi para korban pesawat naas tersebut.

Salah seoramg jamaah terlihat khusyuk dan berharap agar proses evakuasi korban pesawat AirAsia dapat berjalan dengan lancar. "Meskipun terkendala cuaca yang kurang bersahabat, kami berharap semuanya akan berjalan sesuai harapan," kata Muhammad Iqbal, salah seorang jamaah dari Surabaya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Nasional, Cerita HMI Tegal Kab

Rabu, 03 Januari 2018

Adab dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban

Pringsewu, HMI Tegal Kab. Anggota Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung Ahmad Rifai mengatakan bahwa dalam melakukan penyembelihan hewan hendaknya mengedepankan tata cara dan adab yang baik khususnya kepada hewan yang akan disembelih.?

Adab dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Adab dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Adab dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban

"Sebelum memotong perlakukan hewan dengan lembut, tidak menghardik dan robohkan dengan baik dan benar dalam artian tidak kasar dan menyakitkan hewan yang akan disembelih," katanya saat menjadi Pembicara Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Pringsewu, Kamis (8/9).

?

Dalam mengasah alat atau pisau yang akan digunakan juga hendaknya tidak terlihat oleh hewan yang akan disembelih. "Inilah sebagian adab penyembelihan dengan berbuat baik kepada hewan," katanya sembari menyebutkan dalil dasar berbuat baik pada Kitab Al-Quran Surat Al-Araf ayat 157.

?

HMI Tegal Kab

Adab yang lain dalam menyembelih hewan lanjut pengurus PCNU Kabupaten Pringsewu ini adalah dengan membaringkan hewan disisi kiri dan meletakkan kaki disisi leher hewan. "Ucapkan Takbir dan hadapkan hewan kearah Qiblat dan lakukan penyembelihan," lanjutnya pada kegiatan yang dihadiri oleh para Pengurus Masjid dan Musholla yang akan melaksanakan Pemotongan hewan Qurban pada Idul Adha 1437 H di Kabupaten Pringsewu.

?

Berdasarkan Fatwa MUI pada 23 Oktober 1976, penyembelihan hewan qurban dilakukan maksimal tiga kali irisan dengan tidak boleh diangkat saat proses pengirisan. "Iris dibagian leher dengan memutuskan tiga saluran yaitu saluran nafas, saluran makanan dan saluran darah," jelasnya.

?

HMI Tegal Kab

Dalam kesempatan tersebut, Alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri ini juga ? menjelaskan dari sisi kajian fiqh tentang Syarat-Syarat Hewan Qurban. Ia menjelaskan bahwa hewan yang akan dijadikan sebagai qurban harus sehat secara fisik, tidak cacat berupa pincang, tanduk patah dan bermata juling. "Hewan Qurban juga harus cukup umur dan bagi hewan jantan memiliki testis yang lengkap," rincinya.

?

Untuk hewan qurban Sapi atau kerbau, lanjutnya, telah berumur 2 tahun dan untuk kambing atau domba telah berumur 1 tahun. " Kambingnya juga sudah mengalami pergantian gigi seri atau kalau bahasa jawanya poel," terangnya.

?

Selain menjelaskan qurban ditinjau dari kajian fiqh, Rifai juga menjelaskan tentang Hikmah berqurban yang bisa dirasakan bagi ummat Islam yang menjalankannya. Diantaranya menurut Dosen IAIN Raden Intan Bandarlampung ini adalah merupakan kecintaan kepada Allah melalui menegakkan Ibadah yang diperintahkanNya.?

"Qurban juga merupakan ungkapan syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah dikaruniakan sekaligus menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, AlaNu HMI Tegal Kab

Senin, 01 Januari 2018

Ayo Daftar, Festival Rebana Nasional di ITB!

Jakarta, HMI Tegal Kab

Unit Rebana ITB (Institut Teknologi Bandung) bakal menggelar Grand Festival Rebana Nasional pada 26-27 Maret 2016 di Aula Timur ITB, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan yang mengolaborasikan shalawat dan seni music ini menyajikan lomba rebana banjari murni, rebana nusantara, dan nasyid dengan tema “Simfoni Rebana Negeri”.

Tema tersebut diangkat untuk mempersatukan seluruh tim-tim rebana perguruan tinggi di seluruh Indonesia agar selaras dan saling melengkapi dalam melestarikan rebana. Sebagai hasilnya, diharapkan semua perguruan tinggi yang memiliki tim rebana semakin semangat dalam syiar dan pelestarian seni tradisional khususnya rebana di daerahnya masing-masing.

Ayo Daftar, Festival Rebana Nasional di ITB! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo Daftar, Festival Rebana Nasional di ITB! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo Daftar, Festival Rebana Nasional di ITB!

“Pada tahun 2014 URI (Unit Rebana ITB) telah sukses dalam menyelenggarakan festival rebana se-Bandung Raya dan di tahun ini, URI akan menyelenggarakan festival rebana tingkat nasional,” demikian rilis yang diterima HMI Tegal Kab, Jumat (18/3).

HMI Tegal Kab

Pendaftaran lomba ini dibuka 4 Februari sampai 17 Maret 2016. Festival yang jumlah pesertanya dibatasi ini membagi perlombaan dalam tiga kategori, yakni rebana banjari, rebana nusantara, dan nasyid. Informasi seputar registrasi dapat diperoleh dengan menghubungi 085866307084 (Abror) atau media sosial resmi festival ini.

HMI Tegal Kab

Selain perlombaan rebana dan nasyid, festival ini juga berisi diskusi ilmiah dan seminar seputar musik dalam Islam. Sejumlah narasumber yang disiapkan antara lain Dang Faturrahman (pengamat musik yang juga akan menjadi juri di salah satu kategori lomba), Sabrang alias Noe “Letto” (vokalis grup band Letto), Acep Zamzam Noor (budayawan dan seniman), serta Khofifah Indar Paranwansa (Menteri Sosial RI). Diskusi ilmiah rencananya digelar pada hari kedua, yaitu Ahad pukul 18.30 WIB. Pihak panitia juga mengundang? mantan ibu Negara Ny Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid,

Unit Rebana ITB atau disingkat URI merupakan unit kegiatan mahasiswa yang bergerak dalam bidang kesenian musik islam, yaitu rebana. URI merupakan salah satu unit yang menggemakan shalawat di kampus Ganesha dengan menyelenggarakan kegiatan shalawat dalam berbagai bentuk. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Pendidikan, RMI NU HMI Tegal Kab

Rabu, 27 Desember 2017

Trump Akan Hentikan Visa Tujuh Negara Muslim

Washington, HMI Tegal Kab



Presiden Donald Trump dilaporkan siap menangguhkan program pengungsian AS selama empat bulan dan akan menghentikan visa bagi tujuh negara berpenduduk Muslim - beberapa langkah yang akan diberlakukan secepatnya.

Semua permohonan visa dari negara-negara yang dianggap sebagai ancaman teroris - Irak, Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia dan Yaman - akan dihentikan selama 30 hari.

Trump Akan Hentikan Visa Tujuh Negara Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Trump Akan Hentikan Visa Tujuh Negara Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Trump Akan Hentikan Visa Tujuh Negara Muslim

Dalam kampanye saat menjadi kandidat presiden, Trump berulangkali menyampaikan, jika terpilih menjadi presiden, akan melarang Muslim masuk ke Amerika Serikat. Penyataannya ini mengundang kecaman dari berbagai pihak.

Menurut rancangan perintah eksekutif yang dipublikasikan di media AS, termasuk Washington Post, para pengungsi dari Suriah akan dilarang dalam jangka waktu tak terbatas.

Program penerimaan pengungsi AS akan ditangguhkan selama 120 hari sementara beberapa pejabat senior menyusun daftar negara-negara yang dianggap tidak menimbulkan risiko keamanan.

HMI Tegal Kab

Sementara itu, Pentagon akan diperintahkan untuk memanfaatkan waktu selama 90 hari untuk menyusun rencana pembentukan "zona aman" di dalam atau di dekat Suriah, tempat para pengungsi bisa berlindung dari perang saudara yang terjadi di sana.

Belum jelas apakah rancangan yang dipublikasikan itu merupakan versi akhir atau kapan Trump akan secara resmi menandatanganinya, tetapi rancangan itu akan melengkapi janji-janji kampanyenya.?

HMI Tegal Kab

"Lihatlah, presiden berbicara panjang lebar tentang beberapa langkah ekstrem," ujar juru bicara Gedung Putih Sean Spicer kepada wartawan, menjanjikan "aksi lebih lanjut pekan ini," demikian AFP. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, Hikmah HMI Tegal Kab

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Bantul, HMI Tegal Kab

Ihsan,? pemain kesebelasan Pondok Pesantren Al-Falah memiliki kecepatan gerak yang sering merepotkan pertahanan lawan. Sisi kiri kesebelasan Assalam Bangkalan misalnya, pada pertandingan babak 8 besar mampu ditembusnya. Kemudian bola ia umpan ke Darius yang langsung menyambutnya dengan tendangan ke arah gawang. Gol. Belum genap satu menit babak kedua, Assalam kebobolan.

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Pemain nomor punggung 8 tersebut bersama Darius bernomor punggung 11 menjadi andalan tim asal Kabupaten Bandung tersebut. Termasuk dalam semifinal Seri Nasional Liga Santri Nusantara 2016 melawan kesebelasan Pesantren Nur Iman Mlangi Sabtu siang (29/10) di stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta.? Hal itu diakui pelatihnya sendiri.

Selain mengandalkan kecepatan dua pemain tersebut, Al-Falah, lanjut Arif, menerapkan strategi keseharian santri di pesantren.

HMI Tegal Kab

“Kebersamaa, kompak dan daya juang tinggi, itu kita tanamkan. Tidak mudah menyerah, saling cover di lapangan, tidak saling menyalahkan dan saling peduli. Jadi, konsep keseharian di pesantren, saling tegur, saling ngingetin dipakai di lapangan juga,” jelasnya.? ?

HMI Tegal Kab

Manajer Kompetisi LSN 2016 Kusnaeni menilai Al-Falah adalah tim yang memiliki kerja saama yang baik. Lini depan dan tengah tertata dengan baik.

Meski demikian, tim ini, tak punya riwayat menang banyak, tapi konsisten menang tipis sampai ke semifinal. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Sejarah, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Jumat, 15 Desember 2017

Mendedah 3 Dimensi Aswaja

Ada tiga pilar utama peyangga agama ini. Sebagaimana dalam hadits riwayat Sayyidina Umar RA tentang pertanyaan Malaikat Jibril pada Rasulullah SAW. Tiga pilar yang dimaksud adalah Islam, Iman dan Ihsan. Ketiga hal ini ibarat kesatuan utuh yang tak bisa dipisahkan.

Benar, semula ketiganya memang merupakan satu kesatuan yang tidak terbagi-bagi. Namun dalam perkembangan selanjutnya bagian-bagian itu dielaborasi oleh para ulama sehingga menjadi bagian ilmu yang berbeda. Perhatian terhadap Iman memunculkan ilmu tauhid atau akidah. Perhatian khusus terhadap aspek Islam (dalam arti sempit) melahirkan ilmu fikih atau syariah. Sedangkan perhatian terhadap aspek Islam melahirkan ilmu tasawuf atau akhlak. (Pemikiran KH Achmad Siddiq, 1-2).

Mendedah 3 Dimensi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendedah 3 Dimensi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendedah 3 Dimensi Aswaja

Pertanyaan yang muncul berikutnya, seperti apakah gambaran yang benar dari ketiga dimensi: akidah, syariah dan tasawuf ini ? Sedangkan seperti diketahui, hari ini ada begitu banyak pendapat berbeda tentang definisi ketiga dimensi tersebut. Satu hal yang jamak difahami, bahwa pemahaman yang lurus tentang ketiga dimensi ini adalah pemahaman Ahlusunnah wal Jama’ah.

Hal ini bersumber dari keterangan sebuah hadist bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda “Umat Yahudi terpecah menjadi 71 golongan. Umat Nasrani menjadi 72 golongan. Sedangkan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Yang selamat dari 73 golongan itu hanya satu, sedangkan yang lainnya celaka“ lalu ditanyakan (pada Nabi Saw) “Siapakah golongan yang selamat itu?” Beliau bersabda, “Ahlusunnah wal Jamaah” ditanyakan lagi (kepada beliau) “Siapakah Ahlusunnah wal Jamaah itu?” Beliau menjawab,”Apa yang dipegang olehku dan para sahabatku”

HMI Tegal Kab

Hadist ini disebukan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam al-Qaul al-Musaddah, Imam asy Syahrastani dalam al Milal wan Nihal, serta disebut oleh Imam al Ghalai dalam Ihya’ Ulumiddin. Menariknya, dalam kitab-kitab-kitab tersebut, hadist ini tidak disebutkan bersama  sanadnya, sehingga sulit untuk menentukan sejauh mana kapasitas hadist tersebut untuk bisa dijadikan pijakan (halaman 3).

Sementara itu, ada banyak hadist bersanad yang cukup mirip dengan hadis di atas, tapi hanya menggunakan redaksi “al Jama’ah”, bukan Ahlusunnah wal Jama’ah. Jadi sebenarnya kapan awal mula munculnya istilah Ahlusunnah wal Jama’ah ini? Oleh sebab tidak ditemukan riwayat sahih yang secara langsung menyebutkan istlah Ahlusunnah wal Jama’ah, banyak ulama menilai bahwa istilah ini baru muncul setelah masa Rasulullah Saw.

HMI Tegal Kab

Sebagaimana tafsiran Sayyidina Ibnu Abbbas RA, pada surat Ali Imran ayat 106-107. Ibnu Abbas menafsiri firman Allah “Muka yang putih berseri” ini dengan menyebut Ahlusunnah wal Jama’ah sedangkan orang yang “hitam wajahnya” di hari kiamat adalah orang yang ahli bid’ah dan kesesatan. (Lihat Tafsir Ibni Katsir Juz 1).

Lepas dari asal-usul istilah Ahlusunnah, satu hal penting yang harus dicatat bahwa satu golongan yang dijanjikan oleh Rasulullah Saw akan selamat di hari akhir nanti, adalah golongan pengikut Rasulullah dan para sahabatnya.

Maka sudah semestinya pendedahan pada makna 3 dimensi : Akidah, Syariah dan  Tasawuf pun disandarkan pada pengajaran Rasulullah pada para sahabatnya. Menarik membaca habis buku Trilogi Ahlusunnah, karena di buku inilah satu persatu dimensi agama itu dikaji secara detail dan lengkap berdasarkan pemahaman Ahlusunnah wal Jama’ah.

 

 

Judul Buku : Trilogi Ahlusunnah: Akidah, Syariah dan Tasawuf

Penulis : Tim Penulis Batartama Pesantren Sidogiri

Tebal : xv, 318 

Penerbit : Pustaka Sidogiri Pondok Pesantren Sidogiri

Cetakan : pertama, Agustus 2012

Peresensi : In’am Al Fajar (Pustakawan di Pesantren Al Hikmah 2 Brebes)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Sejarah, Sholawat HMI Tegal Kab

Sabtu, 09 Desember 2017

Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya?

Jakarta, HMI Tegal Kab 



H. Mahbub Djunaidi aktif di NU sejak masih pelajar dengan menjadi anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Kemudian menjadi Ketua UMum Pergerakan Mahasiswa Indonesia pertama, kedua dan ketiga. Ia juga pernah aktif di GP Ansor. Ketika umurnya makin, ia menjadi pengurus PBNU. Sampai wafatnya ia adalah Mustasyar PBNU. 

Menurut pengakuan anak-anaknya, Mahbub yang dikenal orang sebagai Pendekar Pena itu memang tidak pernah menjelaskan apa itu NU, tapi mengajak ke kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan NU. 

Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya?

“Dulu pernah diajak main ke PBNU,” kata Yuri Mahatma, salah seorang anaknya di sela Haul H. Mahbub Djunaidi ke-22 bertajuk "Jazz dan Esai-esai H. Mahbub Djunaidi" yang digelar Omah Aksoro dan PMII UNUSIA di lapangan parkir UNISIA, Jakarta, Kamis malam (5/10).  

Yuri mengaku pernah diajak ke pantai utara dalam misi penggembosan Partai Persatuan Pembangunan ketika dipimpin Naro yang diduga didesain penguasa Orde Baru. Waktu itu, NU sebagai pemilik massa terbanyak, malah tersisihkan.  

“Saya diajak ke kantong-kantong NU di Jawa Timur. Sampai saat itu saya tidak bahwa dia itu tokoh dan banyak dikenal orang. Baru ketika diajak jalan, oh beneran…hahaha. Saya SMP kelas 2, sekitar usia 14 tahun waktu itu,” kenang musisi jazz yang tinggal di Bali itu.  

HMI Tegal Kab

Mahbub Djunaidi menjelaskan kepada Yuri, yang tadinya NU dengan PPP sebegitu akurnya, akhirnya oleh Soeharto, Naro tiba-tiba masuk menjadi Ketua Umum PPP. 

“Terus merasa NU disepak begitu...haha, Bapak marah. Akhirnya gerilya ke kantong-kantong NU supaya tak usah masuk PPP lagi. Tapi ya lucu juga ya hahaha,” kenang pria yang dihadiahi buku 80 Hari Keliling Dunia karya Jules Verne oleh ayahnya saat ulang tahun kedelapan itu. 

HMI Tegal Kab

Anak Mahbub Djunaidi yang lain, Isfandiari juga pernah diajak keliling pesantren oleh ayahnya. Salah satu yang paling ingat adalah ke Pesantren Salafiyah Syafiiyah Asembagus, Situbondo yang dipimpin KH As’ad Syamsul Arifin. Mahbub memang memiliki hubungan yang erat dengan kiai itu. 

Bahkan Isfan menyaksikan ayahnya mengajak Kiai As’ad untuk berkeliling ke pesantren NU di Bali. Tapi ketika hendak sampai di pesantren, Mahbub meminta Kiai Asad mengubah niatnya. 

“Udah jangan ke pesantren mulu, bosen. Kita ke pantai Kuta saja,” kenang Isfan yang vokalis band Jentre yang beraliran rock itu. 

Pada saat itu, lanjut Isfan, akhirnya kiai kharismatik yang merupakan narahubung pendirian NU atara Syaikhona Cholil Bangkalan dengan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari mengikuti ajakan ayahnya. (Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab AlaSantri, Olahraga, Hikmah HMI Tegal Kab

Rabu, 06 Desember 2017

Rakernas IPNU Dorong Semua Tingkatan Intensifkan Kaderisasi

?Jakarta, HMI Tegal Kab - Rapat Kerja Nasional Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengamanahkan semua tingkatan kepengurusan pelajar NU untuk merekrut dan memperkuat kader. Pimpinan Pusat IPNU sendiri ke depan juga menggelar kaderisasi untuk memperkuat sistem kaderisasi.

Pembukaan Rakernas dihadiri seluruh PW IPNU se-Indonesia, pemenang lomba essai IPNU, dan ratusan kader IPNU lainnya di The Paragon Hotel, Menteng? Jakarta Pusat, Jumat (9/12).

Rakernas IPNU Dorong Semua Tingkatan Intensifkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas IPNU Dorong Semua Tingkatan Intensifkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas IPNU Dorong Semua Tingkatan Intensifkan Kaderisasi

"D?alam forum Rakernas IPNU di Jakarta ini, berbagai upaya ?dirumuskan untuk mendorong regulasi baru IPNU ke depan," ujar Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid.

Asep menuturkan, Rakernas ini juga akan menetapkan ?regulasi kaderisasi. Semua regulasi dalam rakernas ini dapat dilaksanakan di setiap tingkatan organisasi IPNU.

HMI Tegal Kab

?"Nantinya yang menjalankan kaderisasi bukan hanya pada tingkatan bawah, tapi PP IPNU juga akan melaksanakan kaderisasi," tuturnya.

?Pimpinan Pusat IPNU ke depan menyelenggarakan latihan fasilitator (Latfas). Fasilitator nasional dihadirkan untuk menunjang kaderisasi sehingga penguatan kader berjalan maksimal. ?Di samping itu, IPNU harus me?mosisikan diri sebagai bagian dari komponen generasi muda untuk menata sikap dan gerakan dalam membentengi kader dari ancaman keharmonisan kebhinekaan.

HMI Tegal Kab

?"Di tengah semakin banyak kompetitor berhaluan kanan, IPNU harus dengan menata lebih baik dengan memperkuat organisasi," tambahnya.

Peserta rakernas akan mematangkan penguatan organisasi IPNU pada masa tiga tahun ke depan. IPNU akan mengembangkan hal yang positif untuk kebaikan organisasi ke depan terutama dalam penguatan pengembangan kader di semua tingkatan.

"Kita ingin IPNU menjalankan kaderisasi dengan massif ditambah pemberdayaan kader secara berkelanjutan," pungkasnya.

?Katib Syuriyah PBNU Saadullah Affandi? mengatakan, dirinya mengikuti IPNU di Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon sekitar tahun 1989. Menurutnya, sudah saatnya IPNU membela kepentingan pelajar terutama dalam mengawal isu Full Day School (FDS).

"IPNU harus terus berjuang membela kepentingan pelajar, ditambah dengan ?memperjuangkan nilai Aswaja, ke-NUan, dan lainnya," katanya.

?"Kepimpinan tidak bisa jalan tanpa adanya loyalitas. I?PNU harus jadi garda terdepan kaderisasi tetap mempertahankan loyalitas nahdilyin?," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Pesantren, Hikmah HMI Tegal Kab

Rabu, 29 November 2017

PBNU: Pengelolaan Keuangan Haji Harus Penuhi Tiga Prinsip

Yogyakarta, HMI Tegal Kab. Ada tiga prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam mengelola dana haji. Ketiga prinsip itu adalah: prinsip akad, prinsip tashorruf, dan prinsip masuliyyah (tanggung jawab). 

PBNU: Pengelolaan Keuangan Haji Harus Penuhi Tiga Prinsip (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Pengelolaan Keuangan Haji Harus Penuhi Tiga Prinsip (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Pengelolaan Keuangan Haji Harus Penuhi Tiga Prinsip

Ketiga prinsip tersebut adalah merupakan fondasi bagi tercapainya pengelolaan dana haji yang baik dan terpercaya. Hal itu disampaikan langsung oleh Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini pada acara Silaturami Tokoh Keuangan Syariah dan Badan Pengelola Keuangan Haji, Selasa (7/10) di Yogyakarta.

Di hadapan sejumlah tokoh keuangan syariah dan pengelola keungan haji, Helmy menyatakan bahwa ketiga prinsip tersebut merupakan tulang punggung tercapainya kualitas pengelolaan dana haji yang modern dan terbuka.

"Selain akad harus jelas dan juga harus akuntabel, pengelolaan dana haji juga penting memperhatikan prinsip tashorruf. Jika mau diinvestasikan atau dikembangkan maka harus tepat sasaran, seperti misalnya untuk meningkatkan kualitas ekonomi kelas menengah ke bawah guna memangkas kesenjangan ekonomi," ungkap Helmy.

HMI Tegal Kab

Menurut pengamatannya, banyak lembaga keuangan mikro yang layak dikembangkan dan didukung. Ia mencontohkan BMT (Baitul Mal wa Tamwil) yang terus bergeliat dan berkembang di lingkungan pesantren dan juga NU.

"Lembaga-lembaga seperti BMT ini sangat penting dan strategis untuk dijadikan model pengembangan ekonomi umat. Maka BPKH harus mengalokasikan skema pen-tashorruf-an kepada lembaga-lembaga ekonomi mikro seperti BMT ini," imbuh Helmy.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Anggito Abimanyu, Muliaman Haddad, Mahfud MD, Anwar Abbas, dan anggota dewan Pengawas BPKH Marsudi Syuduh. (Red: Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Olahraga HMI Tegal Kab

Kamis, 23 November 2017

Warga NU Harus Hidup Guyub dan Rukun

Semarang, HMI Tegal Kab. Ketua Persatuan Guru NU se-Jateng Ruswan Dr Ruswan MPd mengatakan, dalam organisasi Nahdlatul Ulama, guyup rukun antar sesama kader itu sangat penting karena akan meningkatkan hubungan emosional dalam organisasi. 

Warga NU Harus Hidup Guyub dan Rukun (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Harus Hidup Guyub dan Rukun (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Harus Hidup Guyub dan Rukun

Hal ini dikatakan dalam acara temu alumni akbar dalam rangka Harlah PMII ke-53 dengan tema “Guyup Rukun Bareng PMII” di aula kampus IAIN Walisongo, Ahad (14/4) yang diselenggarakan oleh PMII Rayon Tarbiyah.

Kegiatan itu mendatangkan Dr Ruswan MPd, Ketua Persatuan Guru NU se-Jateng dan Dr Hamdani Muin Katib Aam Jamiyyah Ahlutthoriqoh al Mu’tabaroh An Nahdliyah Jawa Tengah sebagai pembicara. 

HMI Tegal Kab

Ruswan mengatakan, Perbedaan itu dapat memacu prestasi. Perbedaan personal itu boleh saja dilakukan, akan tetapi jangan sampai dibawa dalam organisasi.

HMI Tegal Kab

“Dalam organisasi PMII kita memiliki kesamaan ideologi yaitu Nahdlatul Ulama (NU) yang menganut paham Ahlussunnah wal Jamaah, hal ini yang bisa mengikat kerukunan diantara kita,” papar pembantu Rektor II IAIN Walisongo tersebut.

Menurutnya, dinamika dalam organisasi itu bisa mewarnai PMII. “Kita tidak ingin PMII besar di IAIN saja, kita perlu masuk dan membesarkan ke perguruan tinggi lain. Kita perlu menguatkan visi keislaman dan keindonesiaan.”

Ada tiga hal penguatan yang perlu diperhatikan guna kemajuan sebuah organisasi. Yaitu, penguatan personal, penguatan jamaah /jam’iyah dan penguatan jaringan.

“Kita sangat perlu meningkatkan kompetensi personal, baik di bidang akademik, kemampuan berbahasa Arab dan Inggris, serta kemampuan berorganisasi. Kita harus memiliki kemampuan untuk bertarung dengan ideologi lain,” tegasnya.

Oleh karena itu, tambahnya, mulailah dari pengembangan keilmuan dengan banyak membaca, menulis, dan berdiskusi. Meningkatkan pemahaman wacana keislaman. Juga, penguatan pembangunan jaringan untuk kemajuan dan kekuatan organisasi pergerakan.

PMII seharusnya menyatukan visi dalam perjuangan terhadap kemajuan bangsa dan negara. Kontribusi PMII terhadap bangsa harus ditingkatkan dengan mengobarkan panji-panji PMII. Hal ini bisa terealisir dengan menciptakan keguyuban dan kerukunan antara kader PMII terhadap senior-senior alumni PMII.

Mengembalikan Jati diri NU

Dr Hamdani Muin menambahkan, mengembalikan spirit jati diri NU dan jati diri PMII sebagai pergerakan dan pengkaderan itu sangat penting. Kuatkan idealisme agar tidak terjebak pada tataran pragmatisme. Jadilah kader-kader yang militan.

“Kader PMII jangan hanya fokus pada pembahasan politik dan intelektual saja. Kita perlu kader-kader dari teknokrat, ekonom, maupun yang lain. Karena kita butuh revolusi pergerakan. Disamping itu kita juga menyiapkan revolusi spiritual dan intelektual,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ia tidak menolak mahasiswa berdemonstrasi di jalan, akan tetapi alangkah lebih baiknya mahasiswa demonstrasi lewat ilmu pengetahuan, demonstrasi teknologi, maupun demonstrasi ilmiah lain.

Junaidi Abdillah, Alumni PMII Rayon Tarbiyah yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Properti Indonesia (HPPI) menambahkan, jiwa kewirausahaan di kalangan kader muda NU sangat penting untuk dilakukan, juga harus menjaga kebaikan-kebaikan masa lalu dan juga mengakomodasi perkembangan era modern. NU itu harus fii kuli makan wa fi kulli zamaan. Guyup rukun itu bisa ditingkatkan dengan sinergi komunikasi antara kader dengan para senior.

Sebelumnya, telah dilakukan kegiatan rembug bareng jaringan alumni muda, workshop entrepreneurship, turnamen futsal, dan ziarah Walisongo.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Akhmad Shoim 

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Pesantren HMI Tegal Kab

Selasa, 21 November 2017

Habib Noval Pimpin "Pertobatan Massal" di Solo

Solo, HMI Tegal Kab. Ada nuansa haru dalam acara Nuzulul Qur’an yang digelar di markas Majelis Ar-Raudhah Dzikir dan Ilmu, Jl Duwetan No. 112, Semanggi, Pasar Kliwon, Kamis (25/7) malam lalu. Tak sedikit dari ratusan jamaah yang hadir, meneteskan air mata. Mereka hanyut saat perenungan dalam rangka pertobatan massal.

Habib Noval Pimpin Pertobatan Massal di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Noval Pimpin Pertobatan Massal di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Noval Pimpin "Pertobatan Massal" di Solo

Pengasuh Ar-Raudhah, Habib Noval bin Muhammad Al-Alaidrus memimpin langsung acara yang bertema Doa dan Munajat Di Malam Nuzulil Quran. Para jamaah meresapi setiap kata yang diucapkan oleh Habib Noval.

“Meresap sekali renungannya. Sampai saya menitikkan air mata,” kata salah satu jamaah, Andi, kepada HMI Tegal Kab.

HMI Tegal Kab

Jamaah dari Laweyan tersebut merasa betapa nikmatnya mengamini setiap untaian doa yang dituntunkan Habib Noval.

Dalam pengajian itu Habib Noval mengajak kepada seluruh jamaah, untuk semakin giat beribadah selama Ramadhan. Ustaz yang produktif dalam menulis ini juga mengingatkan kondisi umat Islam saat ini yang telah banyak mengalami pergeseran akhlak.

HMI Tegal Kab

Selain itu, dia ingin agar masyarakat muslim Solo pada khususnya, harus bisa shalat. Bahkan cita-citanya itu kelak akan diwujudkan dengan mendirikan kursus Fasolatan di Solo. “Saya mencanangkan di Kota Solo ini tidak ada lagi orang Islam yang tidak bisa Shalat. Semua muslim harus bisa shalat,” tegasnya.

Tidak hanya bisa shalat, tetapi juga mengerti syarat dan rukunnya. “Karena apa, banyak orang yang shalat tapi belum memenuhi syarat dan rukunnya. Nanti, akan dimulai dengan cara berwudhu yang benar,” imbuhnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Makam, Habib HMI Tegal Kab

Senin, 20 November 2017

SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin

Waykanan, HMI Tegal Kab . Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung dan SMAN 1 Blambangan Umpu menandatangani nota kesepahaman "Motivasi Dan Pengembangan Sumber Daya Siswa" bertepatan dengan HUT ke 31 tahun sekolah tersebut sekaligus peringatan Hari Santri Nasional.

SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin

"Menjadikan anak-anak di sekolah ini agar bisa memahami Islam Rahmatan lil Alamin merupakan salah satu dasar kenapa ada penandatanganan antara pihak kami dengan Gerakan Pemuda Ansor Waykanan," ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Blambangan Umpu Seven Sari, S.Pd, di Blambangan Umpu, Kamis (22/10).

Seven percaya, Gerakan Pemuda Ansor mampu mendorong anak-anak mengerti Islam yang ramah di era teknologi berkembang pesat namun acapkali memberi pengetahuan menyesatkan.

HMI Tegal Kab

"Anak-anak memang harus belajar Islam sebenarnya, bukan Islam radikal mengingat teknologi informasi mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi dengan cepat, baik negatif atau positif," tuturnya.

Kepala SMAN 1 Blambangan Umpu itu menilai, Gerakan Pemuda Ansor sebagai salah satu organisasi kepemudaan di Waykanan terbukti maslahat dengan berkiprah di berbagai bidang, termasuk pendidikan dengan menggelar sejumlah even terkait edukasi, seperti lomba baca puisi, menulis opini.

HMI Tegal Kab

"Kemudian membuat pelatihan analisa sidik jari bagi para guru. Dan terakhir yang saya tahu dan sejumlah anak didik kita juga ikut adalah kegiatan Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional atau BPUN," kata Seven lagi.

Dengan adanya penandatangan nota kesepahaman tersebut, Seven berharap pemuda Nahdlatul Ulama (NU) setempat terlibat aktif untuk turut menempa anak didik di sekolah itu dengan pembinaan, atau penyuluhan positif. 

"Pendidikan Agama Islam diajarkan di sekolah selama ini perlu ditingkatkan dosisnya mengingat fakta gerakan-gerakan radikal mengatasnamakan agama seolah tumbuh subur di Indonesia melalui dunia maya. Saya juga berharap, dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman ini akan mendorong masa depan anak-anak didik semakin lebih baik," ujar dia.

Sasaran dari penandatangan nota kesepahaman itu terbagi dua, yakni motivasi ditujukan bagi seluruh siswa dan terbagi dalam bentuk diskusi, stadium general, focus group discussion dan pengajian yang berorientasi pada keberagaman dan kemandirian.

Kemudian Pengembangan Sumber Daya Siswa ditujukan atau berlaku bagi siswa kurang mampu namun berprestasi dalam bidang akademik untuk ikut serta dalam BPUN 2016. (Disisi SF/Mukafi Niam)  

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Pesantren, Hikmah HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock