Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

LDNU Kembali Selengarakan Pesantren Dai Transmigran

Jakarta, HMI Tegal Kab. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) kembali menyelenggarakan pesantren kilat untuk para dari daerah transmigrasi. Menurut rencananya, pesantren kilat ini akan dibuka oleh Menteri Tenaga Kerja Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar di Pesantren al-Manar Azhari Depok, Senin (9/11).? ?

Pesantren kilat ini diikuti oleh sekitar seratus dai yang telah menetap sebagai transmigran dari berbagai daerah transmigrasi. Acara ini akan berlangsung selama 15 hari, sejak Senin besok hingga Ahad (22/11).

LDNU Kembali Selengarakan Pesantren Dai Transmigran (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Kembali Selengarakan Pesantren Dai Transmigran (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Kembali Selengarakan Pesantren Dai Transmigran

Demikian dinyatakan ketua panitia, Ustadz Bukhori Muslim kepada HMI Tegal Kab di Jakarta, Ahad (8/11). Menurut Bukhori, pelatihan akan dilaksanakan di dua pesantren, yakni pesantren Ash-Shiddiqiyah di Jakarta Barat dan Pesantren al-Manar Azhari Depok.

HMI Tegal Kab

"Namun untuk pembukaan esok hari, kita akan konsentrasikan menjadi satu di? al-Manar Azhari Depok. Pembukaan insya Allah akan dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Ketua LDNU KH Nuril Huda dan para Dirjen terkait," terang Bukhori.

Lebih lanjut, Bukhori menyatakan, pelatihan para dai ini akan memiliki manfaat sangat penting bagi perkembangan Islam Ahlussunnah wal Jamaah ke depan di daerah-daerah transmigrasi. Karena para dai peserta pesantren kilat inilah yang akan menjadi ujung tombak dakwah Islam di pedalaman-pedalaman Indonesia yang akan dibangun sinergis ke depan.

HMI Tegal Kab

"Para peserta akan dilatih dan disiapkan untuk menjadi para pemimpin agama di daerahnya masing-masing. Selain itu mereka juga akan dilatuh agar dapat menjalin komunikasi yang intens di antara sesama dai untuk dapat bertukan informasi dan bersinergi dalam dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah," tandas Bukhori. (min)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen, Hikmah HMI Tegal Kab

Minggu, 18 Februari 2018

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag

Bantul, HMI Tegal Kab. Lahan terbatas sama sekali bukan alasan untuk berani berkreasi atau berkarya. Tampak dalam foto, Pengasuh Pondok Pesantren Alimdad, KH M Habib A Syakur, sedang berusaha meluruskan batang tanaman lombok dan terong di media tanam polybag di terik sinar matahari.

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag

Beberapa puluh polybag berisi tanaman lombok dan terong memang sengaja ditata sedemikian rupa oleh Habib di pekarangan kediamannya, yang masih masuk dalam kawasan komplek Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul. Dalam keterangannya, Habib menyebutkan bahwa ia telah menyiapkan sekira 500 polybag untuk kedua jenis tanaman tersebut.

"Sejatinya, saya juga ingin mempersiapkan beberapa ratus polybag lagi untuk berbagai jenis tanaman lain, seperti tomat, timun, dan kacang panjang. Tapi, saya kira hal ini akan saya lakukan secara berjenjang dahulu," ujar Habib.

HMI Tegal Kab

Media tanam polybag yang dirawat oleh Habib ini terdiri dari campuran tanah dengan pupuk kandang dan kompos yang keduanya merupakan hasil dari pengolahan limbah di Pondok Limbah yang dimiliki PP Al-Imdad Bantul. Hal ini adalah ejawantah dari visi pesantren Al-Imdad sendiri, yaitu SANTRI SALIH--Santun, Agamis, Nasionalis, Terampil, Ramah, Inovatif dan SAdar LIngkungan Hidup.

"Saya gak punya pengetahuan apa-apa tentang tanaman polybag ini, tapi saya beranikan diri untuk mencobanya, sebab berdasarkan teori dan pengalaman sebagian orang, hal semacam ini mungkin saja dilakukan," jawab Habib saat ditanya perihal pengalamannya menekuni tanaman polybag ini.

HMI Tegal Kab

Habib lantas memungkasi, "Kalau usaha saya berhasil, ini akan meringankan anggaran belanja untuk makan santri dan kalaupun gagal, saya kira tak jadi masalah. Sebab, dalam prosesnya saja, saya sudah terhibur dengan merawatnya."(Yusuf Anas/Anam) Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen HMI Tegal Kab

Sabtu, 17 Februari 2018

Yayasan Darul Ma’arif Sumbar Gelar Pelatihan Guru PAUD

Pariaman, HMI Tegal Kab. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahapan pendidikan yang penting dalam melahirkan anak-anak cerdas bangsa ke depan. Untuk itu, apresiasi yang positif perlu diberikan kepada pengelola dan guru PAUD.

Yayasan Darul Ma’arif Sumbar Gelar Pelatihan Guru PAUD (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Darul Ma’arif Sumbar Gelar Pelatihan Guru PAUD (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Darul Ma’arif Sumbar Gelar Pelatihan Guru PAUD

Pembina Yayasan Darul Ma’arif Sumatera Barat Darmansyah mengungkapkan hal itu ketika membuka Pelatihan Pengelola dan Peningkatan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ma’arif Sumatera Barat tahun 2012, Ahad (23/9) di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Desa Kajai Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Pelatihan diikuti 50 orang pengelola dan guru PAUD Azzahrah Ma’arif di Kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman.

Darmansyah mengingatkan, para guru dan pengelola jangan dipaksa anak-anak menguasai pelajaran matematika, hafalan tertentu. Karena dapat merugikan anak itu sendiri di kemudian hari.  “Kenapa anak PAUD lebih banyak bernyanyi, ketimbang belajar matematika. Karena masa anak-anak itu mudah menerima sesuatu dan cepat bosan. Anak-anak masih bersih dari dosa, hatinya suci, sehingga mudah ingat dan cepat bosan,” kata Darmansyah yang juga Wakil Ketua PWNU Sumatera Barat.

HMI Tegal Kab

Ketua Panitia Pelatihan Pengelola dan Peningkatan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ma’arif Sumatera Barat tahun 2012 Armaidi Tanjung menyebutkan, pelatihan menampilkan empat narasumber. Masing-masing  Ketua Yayasan Darul Ma’arif  Sumbar/Wakil Ketua PWNU Sumbar  Dasril (Penguatan Nilai-Nilai Aswaja Bagi Pengelola dan Guru PAUD), Pembantu Pimpinan  Bidang PAUD/PK-PLK Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat Wismawetti (Strategi Pembelajaran PAUD), Kasi Pendidikan Keagamaan Bidang Pekapontren Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat  H Syahrizal (Kebijakan Kementerian Agama Sumbar Terhadap Pengembangan PAUD dan Raudhatul Atfal (RA) di Sumatera Barat) dan Pembina PAUD Azzahrah Ma’arif Kab. Padangpariaman/Kota Pariaman  Armaidi Tanjung (Pentingnya  PAUD Dalam Melahirkan Generasi Bangsa Yang Cerdas).

HMI Tegal Kab

”Pelatihan dimaksudkan untuk memberikan informasi dan peningkatan wawasan bagi pengelola dan guru PAUD Azzahrah Ma’arif di Padangpariaman dan Kota Pariaman. Kegiatan ini difasilitasi oleh Yayasan Darul Ma’arif Sumatera Barat dan Kasubdit Kelembagaan dan Kemitraan Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Ditjen PAUDNI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta,” kata Armaidi Tanjung penulis buku Pariaman Dulu, Kini dan Masa Depan ini.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen, Doa HMI Tegal Kab

Minggu, 11 Februari 2018

Tatacara dan Ketentuan Qashar Shalat

Seseorang yang melakukan bepergian jauh diberi keringanan (rukhsah) dalam tatacara pelaksanaan shalat. Agama memperbolehkan seorang musafir melakukan peringkasan (qashar) dalam shalat berjumlah empat rakaat menjadi dua rakaat, yakni shalat zhuhur, ashar dan isya. Konsensus (ijma) ulama tidak memperbolehkan qashar untuk shalat maghrib dan subuh.

Allah SWT berfirman di dalam Surat An-Nisa’ ayat 101.

Tatacara dan Ketentuan Qashar Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatacara dan Ketentuan Qashar Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatacara dan Ketentuan Qashar Shalat

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

HMI Tegal Kab

Artinya, “Ketika kalian bepergian di bumi, maka bagi kalian tidak ada dosa untuk meringkas shalat.”

HMI Tegal Kab

Perincian hukum melaksanakan qashar dibedakan sebagai berikut.

1. Jawaz (boleh).

Seseorang boleh melakukan qashar bila perjalanan sudah mencapai 84 mil/16 Farsakh atau 2 Marhalah/80,640 km (8 kilometer lebih 640 m), tetapi belum mencapai 3 Marhalah/120, 960 km (120 kilometer lebih 960 meter). Qashar boleh dilakukan oleh mereka yang selalu bepergian di darat maupun laut, baik mempunyai tempat tinggal ataupun tidak. Dalam jarak sekian ini mereka semua sunah/lebih baik tidak melakukan qashar.

2. Lebih baik (Afdhal) melakukan qashar.

Orang lebih baik melakukan qashar bila jarak tempuh mencapai 3 marhalah atau lebih.

3. Wajib

Apabila waktu shalat tidak cukup untuk digunakan kecuali dengan cara meringkas shalat (qashar), maka ia wajib qashar.

Syarat-Syarat Qashar Shalat

1. Bepergian tidak untuk bertujuan maksiat, yaitu yang mencakup bepergian wajib seperti untuk membayar hutang, bepergian sunah seperti untuk menyambung persaudaraan, atau bepergian yang mubah seperti dalam rangka berdagang.

2. Jarak yang akan ditempuh minimal 2 marhalah/16 farsakh (48 mil)/4 barid/perjalanan 2 hari. Sedangkan dalam menentukan standar jarak menurut ukuran sekarang terdapat beberapa pendapat:

a. Jarak 80,64 km (8 km lebih 640 m) (Lihat Al-Kurdi, Tanwirul Quluub, Thoha Putra, juz I hal 172).

b. Jarak 88, 704 km (Lihat Al-Fiqhul Islami, juz I, halaman 75).

c. Jarak 96 km bagi kalangan Hanafiyah.

d. Jarak 119,9 km bagi mayoritas ulama.

e. Jarak 94,5 km menurut Ahmad Husain Al-Mishry.

Kemudian, seorang musafir diperkenankan melaksanakan qashar setelah melewati batas desa (pada desa yang ada batasnya) atau melewati bangunan atau perumahan penduduk. Begitu pula batas akhir dia boleh menggunakan hak qashar adalah ketika dia pulang dan sampai pada batas-batas di atas atau sampai pada tempat tujuan yang telah ia niati untuk dijadikan tempat mukim.

3. Shalat yang di-qashar adalah shalat ada (shalat yang dikerjakan pada waktunya/bukan qadha) atau shalat qadha yang terjadi dalam perjalanan. Sedangkan shalat qadha dari rumah tidak boleh di-qashar.

4. Niat qashar shalat saat takbiratul ihram. Sedangkan niatnya sebagai berikut.

? ? ? ? ? ?

Artinya, “Saya niat shalat fardhu zhuhur dengan qashar karena Allah ta’ala.”

Atau bisa dengan niat sebagai berikut.

? ? ? ? ? ?

Artinya, “Saya niat shalat dhuhur dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Niat di atas diharuskan terjaga selama shalat berlangsung, dan seandainya terjadi keraguan pada seseorang ketika shalat (semisal ragu-ragu qashar ataukah menyempurnakan, sudah melakukan niat qashar ataukah belum dan sebagainya), maka baginya diwajibkan untuk menyempurnakan shalat (itmam), namun tidak harus membatalkan shalatnya akan tetapi langsung diteruskan tanpa meng-qashar.

5. Tidak dilakukan dengan cara mengikuti (bermakmum) kepada imam yang melaksanakan shalat itmam (tidak meng-qashar), baik imam tersebut berstatus musafir ataukah muqim (tidak bepergian) atau pada imam yang masih diragukan keadaan bepergiannya.

6. Mengetahui tentang diperbolehkannya melakukan shalat dengan cara qashar. Bukan hanya sekadar ikut tanpa mengetahui boleh dan tidaknya qashar.

7. Dilaksanakan ketika masih yakin dirinya (Al-Qashir) masih dalam keadaan bepergian sehingga ketika di tengah-tengah shalat muncul keraguan atau bahkan yakin dirinya telah sampai di daerah muqimnya (desanya) kembali, maka ia berkeharusan menyempurnakan shalatnya.

8. Bepergian dengan tujuan yang jelas (daerah/tempat tertentu) sehingga seperti orang yang kebingungan mencari tempat tujuan (Al-Haim), orang yang pergi mencari sesuatu yang tidak jelas tempatnya, dan sebagainya tidak diperkenankan untuk meng-qashar shalat. Wallahu a‘lam. (Muhammad Subromulisi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen HMI Tegal Kab

Kamis, 08 Februari 2018

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga

Surabaya, HMI Tegal Kab. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menjawab pertanyaan sejumlah kalangan mengenai sikap NU terkait rencana kedatangan diva pop Lady Gaga ke Indonesia. Kiai Said menegaskan NU tidak menolak dan tidak mendukung rencana kegiatan tersebut. 

"Mereka yang mendatangkan (Lady Gaga) itu ada sponsornya, ada kekuatan politik di belakangnya. Dan mereka yang menolak juga memiliki sponsor dan dukungan politik. Saya mewakili NU menyatakan kami ada di tengah, tidak mendukung salah satunya," tegas Kiai Said di hadapan pengurus PCNU dalam kegiatan Kunjungan Kerja PBNU ke PWNU Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (26/5). 

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga

Pertanyaan sejumlah kalangan atas sikap NU tersebut mengemuka setelah Kiai Said sebelumnya menyampaikan pandangan yang dinilai abu-abu di acara Indonesia Lawyer Club TV One beberapa saat lalu. Saat itu Kiai Said mengatakan sekalipun yang datang ke Indonesia seribu Lady Gaga, keimanan warga NU tidak akan goyah. 

HMI Tegal Kab

"Saya berkata demikian karena tidak ingin terperangkap jebakan politik. Saya ingin NU tetap ada di tengah, tidak terjebak perangkap mereka yang mendatangkan ataupun yang menolak. Mohon itu bisa dipahami dengan benar," tambah Kang Said, demikian Kiai Said disapa. 

Kang Said juga menyampaikan, dirinya secara pribadi maupun  sebagai Ketua Umum PBNU tidak memiliki kepentingan dengan rencana kedatangan dan penolakan Lady Gaga. "Percayalah, saya secara pribadi, dari dalam hati juga tidak suka, juga tidak berkepentingan dengan Lady Gaga. Kalaupun ada tawaran menonton, gratis dan dijemput sekalipun, saya akan menolaknya. Bagaimanapun saya juga lulusan Lirboyo, pernah nyantri di Krapyak yang masih mengerti norma-norma Islam yang benar," tandasnya. 

HMI Tegal Kab

Dalam keterangannya Kang Said juga mengatakan, makna seni sesungguhnya adalah yang mengangkat harkat dan martabat manusia. Kesenian seperti yang ditampilkan Lady Gaga adalah salah satu yang menjatuhkan martabat manusia dan harus ditolak. 

"Tapi tidak hanya Lady Gaga yang harus ditolak. Tari perut dari Mesir, atau penyanyi dari Arab sekalipun, kalau tampil telanjang kita harus menolaknya. Saya mengatakan ini tidak atas dasar agama, tidak karena mendukung kelompok tertentu, tapi atas dasar makna seni secara umum, yang apabila menjatuhkan martabat manusia itu harus ditolak," pungkas Kang Said. 

Penulis: Nabiel Harun

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Berita, Fragmen HMI Tegal Kab

Minggu, 04 Februari 2018

Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19

Solo, HMI Tegal Kab -

Ribuan jamaah membanjiri serambi Masjid Agung Surakarta, Jawa Tengah pada acara peringatan Hari Lahir (Harlah) Majelis Ahbabul Musthofa yang ke-19, Sabtu (24/12) malam. Pantauan HMI Tegal Kab, kehadiran mereka bahkan ikut meluber hingga ke halaman masjid.

Dalam sambutannya, Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, mengatakan sangat bergembira atas terselenggaranya peringatan ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. Ini merupakan Harlah yang ke-19, sedangkan untuk penyelenggaraan di Masjid Agung, ini yang ke-7,” kata dia.

Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Jateng, Pangdam Diponegoro, Kapolda Jateng, dan para tokoh ulama dan pemerintahan di lingkup Kota Surakarta. “Terima kasih kepada bapak Gubernur, dalam kesibukannya, masih sempat ikut keliling shalawat, semoga Jateng tambah berkah dengan shalawat,” ujar Habib Syech.

Dalam kesempatan itu, Habib Syech juga berpesan kepada segenap jamaah untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan. “Kalau ingin mulia, siapapun manusia di muka bumi ini, ikutilah Nabi Muhammad,” tutur dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Cerita, Habib, Fragmen HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Rabu, 31 Januari 2018

NU Diminta Intens Advokasi Warganya

Purworejo, HMI Tegal Kab. Nahdlatul Ulama, termasuk Gerakan Pemuda Ansor, diminta untuk lebih intens melakukan advokasi terhadap anggotanya. Pasalnya, sebagai ormas dan OKP terbesar di Indonesia, masih banyak anggotanya yang belum memperoleh hak-hak dari negara.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Muhammad Maksum Mahfoed saat menyampaikan sambutannya usai menyaksikan pelantikan pengurus Pengurus Cabang NU (PCNU) masa khidmah 2014-2019 dan Pimpinan Cabang GP Ansor masa khidmah 2014-2018 Kabupaten Purworejo di pendapa rumah dinas Bupati, Ahad (8/3).

NU Diminta Intens Advokasi Warganya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Diminta Intens Advokasi Warganya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Diminta Intens Advokasi Warganya

"Turun dan lihatlah apa yang dirasakan oleh warga NU. Saya yakin banyak persoalan yang dialami oleh warga kita karena orang-orang NU memang tersebar lintas profesi," katanya.

HMI Tegal Kab

Ia mencontohkan dalam persoalan pembagian beras miskin oleh pemerintah, banyak masyarakat yang tidak memperolah beras tidak layak konsumsi. Dalam persoalan tersebut pengurus NU memiliki potensi yang sangat besar untuk membantu masyarakat agar memperoleh beras yang layak.

"Jalin komunikasi dengan para pemangku kebijakan bagaimana caranya supaya masalah yang dihadapi masyarakat tersebut dapat terurai. Dengan begitu masyarakat akan merasakan manfaat organisasi karena NU atau Ansor hadir dalam persoalan yang mereka hadapi," tandasnya.

HMI Tegal Kab

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini PBNU tengah mengusulkan revisi UU tentang pangan kepada DPR RI. PBNU menilai, UU tersebut mesti diganti menjadi UU Kedaulatan Pangan agar masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun depan.

"Ini sekadar contoh dari apa yang kami lakukan sebagai bagian dari memperjuangkan kepentingan rakyat. Saya yakin persoalan-persoalan dalam bidang pertanian, kelautan, sosial atau masalah lain di Kabupaten Purworejo membutuhkan peranan pengurus NU agar turun tangan dengan memberikan masukan kepada eksekutif maupun legislatif," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Habib Hasan Agil Al Babud dan KH Hamid AK kembali dilantik menjadi Syuriah dan Tanfidziah PCNU Purworejo. Sedangkan KH Muhamad Haekal dilantik sebagai ketua GP Ansor Purworejo.

Hadir dalam pelantikan tersebut Muspida, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, organisasi kepemudaan (OKP), segenap pengurus organisasi badan otonom NU dan pengurus-pengurus MWCNU serta PAC Ansor tingkat kecamatan se-Kabupaten Purworejo.

Usai pelantikan, PCNU dan Ansor langsung melakukan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) untuk membahas program kerja yang akan dilaksanakan selama satu periode kepengurusan.

Sementara itu, Rais Syuriah PC NU, KH Habib Hasan Agil Al Babud dalam sambutannya berharap kepada seluruh pengurus NU dan GP Ansor untuk bekerja semaksimal mungkin sebagai bentuk pengabdian kepada organisasi dan umat. Untuk itu dalam Rakercab nanti ia berharap agar program-program yang telah disusun betul-betul dapat direalisasikan.

"Jangan sampai hanya menjadi tulisan tanpa dikerjakan agar apa yang kita lakukan hari ini ridak sia-sia. Pasalnya banyak sekali persoalan umat yang harus diselesaikan," tandasnya. (Lukman Hakim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Fragmen HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock