Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar

Tangerang, HMI Tegal Kab?



Mencegah radikalisme perlu dimulai dari kalangan pelajar. Sebab itu, Dewan Mahasiswa (Dema) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggandeng Kementerian Agama Kota Tangerang untuk mencegah radikalisme di kalangan pelajar. Ini sebagai bentuk kegiatan di bulan Ramadhan?

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar

Presiden Dema STISNU Imam Khoiri menjelaskan, Kemenag harus ikut andil bersama-sama Dema STISNU dalam melakukan pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme. "Kami (Dema) dan Kemenag sepakat terjun bersama menangkal radikalisme atas nama agama. Kita memulai dari sosialisasi di kalangan pelajar," ujarnya saat melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, Selasa (30/5).

Ia menambahkan, dema STISNU dan Kemenag sudah menyepakati beberapa poin sebagai manifesto kader mujahid untuk memberikan pemahaman pentingnya pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945.?

Kesepakatan juga berisi untuk menolak keras radikalisme atas nama agama, menolak organisasi yang ingin mengubah dasar negara, dan mendorong generasi muslim Indonesia berpikir moderat, toleran, dan penuh cinta serta kasih sayang.

HMI Tegal Kab

Kepala Kemenag Kota Tangerang H. Dedi Mahfudin a mengapresiasi langkah mahasiswa STISNU Nusantara. Menurutnya, radikalisme perlu ditangkal sejak dini karena pemikirian radikal dapat merusak integrasi kebangsaan.?

Sebab itu, Kemenag Kota Tangerang sangat mendukung program mencegah sejak dini bahaya pemikiran radikal di kalangan pelajar.

"Kita akan adakan kegiatan sosialisasi bersama-sama mencegah tindakan radikal di kalangan pelajar Kota Tangerang ", terangnya.

Jalinan kerjasama ini akan wujudkan pada kegiatan Gema (Gerakan Mahasiswa) Ramadhan 2017, yaitu berupa kegiatan roadshow dan sosialisasi bahaya radikalisme dan "ngaji pancasila" di 5 (lima) kelurahan Kota Tangerang selama bulan Ramadhan.?

HMI Tegal Kab

Hadir pada acara silaturrahmi tersebut, Idrus Maulana pendiri PMII STISNU, Aflah Mumtaz Ketua Komisariat PMII, Raudhoh Amalia Pengurus Dema STISNU, dan pengurus Dema lainnya. (Suhendra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Berita HMI Tegal Kab

Kamis, 01 Februari 2018

SBY Belum Penuhi Harapan Rakyat Indonesia

Jakarta, HMI Tegal Kab

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi berharap, di tahun 2007 dan masa yang akan datang, pemerintah dapat memerbaiki kinerjanya. Karena, dalam penilaiannya, hingga saat ini pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) belum mampu memenuhi harapan rakyat Indonesia.

 

SBY Belum Penuhi Harapan Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
SBY Belum Penuhi Harapan Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

SBY Belum Penuhi Harapan Rakyat Indonesia

“Kata orang-orang (pemerintahan SBY-JK: Red) belum bisa memenuhi harapan banyak orang. Saya kira memang seperti itu,” kata Hasyim menjawab pertanyaan wartawan seputar evaluasi kinerja pemerintah selama tahun 2006 di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (1/1) lalu. Hal itu diungkapkannya usai menyerahkan daging kurban kepada masyarakat sekitar kantor PBNU.Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, harapan rakyat Indonesia akan adanya perubahan mendasar di negeri ini belum mampu diwujudkan oleh pemerintah. Padahal, katanya, saat pemilu 2004 silam, rakyat Indonesia seakan menaruh harapan begitu besar kepada SBY-JK.

“Harga beras mahal, minyak tanah susah, pengangguran di mana-mana. Belum lagi bencana alam yang datang terus menerus mulai dari tsunami, banjir, gempa bumi, longsor, lumpur (Lapindo: Red), kebakaran dan penggundulan hutan, gunung meletus dan lain sebagainya. Semuanya belum bisa diatasi oleh pemerintah,” urai Hasyim.

 

HMI Tegal Kab

Persoalan-persoalan bangsa dan negara itu, lanjut Hasyim, semua bermuara pada sebuah kesalahan yang dilakukan secara bersama-sama oleh bangsa ini. “Ada hal-hal yang dilakukan secara kolektif, dan itu salah,” tandasnya. Sehingga, imbuhnya, usaha penyelesaiannya terasa begitu rumit.

 

Mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu mencontohkan pada upaya pemerintah memberantas korupsi yang hingga saat ini masih terkesan ‘tebang pilih’. Menurutnya, hal itu “wajar” karena penyakit bangsa tersebut sudah sedemikian parah, sehingga pemberantasannya pun cukup sulit.

 

HMI Tegal Kab

“Karena saking (terlalu: Red) banyaknya yang korup, maka mesti tebang pilih. Tebang pilih itu biasanya dipilih yang kecil-kecil saja. Nah, itulah yang disebut kezaliman berbungkus keadilan,” terang Hasyim.

 

Tiga hal menurut Hasyim yang perlu dilakukan oleh para pemimpin bangsa ini, yakni perubahan sistem, perubahan kepemimpinan dan perlunya membuat sebuah konsensus nasional oleh para pemimpin bangsa ini. Tiga hal tersebut, menurutnya, modal utama bagi bangsa ini untuk menjadi lebih baik.

 

Persoalan sistem. Dicontohkan, di tengah keadaan ekonomi yang sangat lemah, maka sangat diperlukan sistem yang kuat. “Nah, sistem yang kita punya ini, mampu nggak mengangkat beban ekonomi yang begitu besar,” ujarnya.

 

Dalam hal kepemimpinan nasional. Hasyim mengimbau, hendaknya para pemimpin negeri ini tidak terlalu memikirkan dirinya sendiri apalagi hanya untuk kepentingan politik sesaat, yakni kepentingan pemilihan umum yang akan datang. Ia menilai, hal itulah yang sedang terjadi saat ini.

 

“Penderitaan yang dialami rakyat kecil ini yang harus diselesaikan dulu. Kalau itu sudah selesai, maka rakyat pasti akan simpati. Tidak perlu repot-repot kampanye lagi,” pungkas Hasyim.

 

Masih persoalan sistem yang menurut Hasyim, penyelenggaraan negara ini tidak dilakukan secara sistematis. Semua komponen, menurutnya, seakan berjalan sendiri-sendiri dan tanpa arah pula. “Eksekutif jalan sendiri, legislatif berdiri sendiri, yudikatif juga begitu. Lalu presiden itu mau kerja sama siapa,” gugatnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Ahlussunnah HMI Tegal Kab

Senin, 29 Januari 2018

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti

Solo, HMI Tegal Kab. Ratusan siswa dari Sekolah Dasar (SD) Ta’mirul Islam mengikuti kegiatan kemah Pramuka, selama dua hari (18-19/10). Acara yang diselenggarakan di Lapangan Kelurahan Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo ini dirangkaikan dengan acara bakti sosial.

Kepala Sekolah SD Ta’mirul Islam, Slamet, menerangkan kegiatan kemah bakti ini merupakan acara rutin yang dihelat setiap setahun sekali pasca-agenda UTS (Ulangan Tengah Semester) I. “Harapannya dengan mengikuti kegiatan ini, anak-anak dapat lebih fresh pikiran mereka. Sekaligus juga dapat menanamkan rasa sosial kepada para siswa,” terang Slamet.

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti

Dalam kegiatan yang bertajuk “Membangun Semangat Patriotisme, Bertanggung Jawab dan Berjiwa Sosial” ini para siswa medapatkan banyak pengalaman, mulai dari berlatih mendirikan tenda hingga ketrampilan lainnya.

HMI Tegal Kab

Ghazi Ata, salah satu siswa menuturkan kesannya usai mengikuti acara kemah ini. “Senang sekali dengan kegiatan ini. Paling seru saat ikut widegame, regu kami mesti melewati beberapa pos untuk menjadi yang terbaik,” ungkap siswa Kelas VI tersebut.

Acara kemah ditutup pada Ahad siang, dengan penyerahan hadiah untuk sejumlah regu yang memenangkan beberapa kategori lomba. (Ajie Najmuddin/Anam)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Warta, Olahraga HMI Tegal Kab

Minggu, 28 Januari 2018

Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik

Bolaang Mongondow, HMI Tegal Kab? . Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, menggelar pelatihan jurnalistik di Sekretariat PMII Jl. Amal Kelurahan Mogolaing Kecamatan, Kotamobagu Barat Sabtu-Ahad (19-20/12).

Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik

Menurut Ketua PMII Cabang Bolmong Inca Ing Bangki kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan potensi kader di bidang jurnalistik untuk transformasi pengetahuan.

"Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik, diharapkan tidak hanya sampai berakhir di sini, tetapi setelah ini dapat belajar lebih giat lagi sebagai bekal kita untuk ke depannya," ungkapnya pada pembukaan pelatihan tersebut.

HMI Tegal Kab

Sekitar 15 peserta kegiatan tersebut sangat antusias mengikuti Pelatihan jurnalistik yang baru pertama kali diselenggarakan oleh PMII Cabang Bolmong. Para pemateri adalah para alumnus organisasi tersebut yang berprofesi sebagai jurnalis di media lokal maupun regional Sulut.

Para pemateri itu adalah Yokman Muhaling (PC GP Ansor Kotamobagu), Supardi Bado (PC GP Ansor Kotamobagu), Andhika Dawangi (Alumni PMII Cabang Tondano) ? dan ? Amir Halatan.

HMI Tegal Kab

Supardi Bado berharap kegiatan tersebut tidak hanya sekali saja agar potensi-potensi kader PMII di bidang jurnalistik bisa berkembang maksimal. (Udi Masloman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Syariah, Kiai HMI Tegal Kab

Rabu, 24 Januari 2018

Amankan Natal dan Tahun Baru, Banser Sidoarjo Terjunkan 1000 Personil

Sidoarjo, HMI Tegal Kab. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Sidoarjo akan menerjunkan 1000 personil untuk melakukan pengamanan perayaan Natal 2015 disejumlah gereja yang ada di Sidoarjo. Selain itu, Banser juga akan melakukan pengamanan saat perayaan tahun baru 2016.

"Sekitar 1000 personil Banser gabungan dari Satkaryon akan dibagi disetiap kecematan untuk membantu Polres Sidoarjo dalam melakukan pengamanan Natal 2015 dan tahun baru 2016," kata Satkorcab Banser Sidoarjo M Hasanudin di Mapolres Sidoarjo usai gelar apel pasukan pengamanan natal dan tahun baru, Rabu (23/12).

Amankan Natal dan Tahun Baru, Banser Sidoarjo Terjunkan 1000 Personil (Sumber Gambar : Nu Online)
Amankan Natal dan Tahun Baru, Banser Sidoarjo Terjunkan 1000 Personil (Sumber Gambar : Nu Online)

Amankan Natal dan Tahun Baru, Banser Sidoarjo Terjunkan 1000 Personil

Sekitar 10 hingga 15 personil Banser akan ditempatkan di setiap gereja yang ada. "Bagaimana pun sebagai Banser, atau badan semi otonom Ansor punya kewajiban membantu Polres Sidoarjo untuk pengamanan Natal dan tahun baru," tegas Hasan.

HMI Tegal Kab

Kapolres Sidoarjo, AKBP M Anwar Nuris mengatakan, dalam apel gelar pasukan pengamanan Natal 2015 dan tahun baru 2016, pihaknya melibatkan 410 personil gabungan yang terdiri dari jajaran Polsek Sidoarjo, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo, Banser, Dinas Pemadam Kebakaran, Senkom dan penjinak bom (Jibom) Polda Jatim.

"Tahap pertama kami akan melakukan sterilisasi di sejumlah gereja yang ada di Sidoarjo. Sekitar 73 gereja itu akan kami sterilkan dengan bantuan pemuda gereja setempat dan Banser. Selanjutnya, pengamanan di luar gereja akan ada personil Jajaran Polres Sidoarjo dan Jibom," ucap mantan Kapolres Nganjuk Jawa Timur ini.

HMI Tegal Kab

Anwar mengungkapkan, pihaknya akan menyebar personilnya di sejumlah gereja yang ada di Sidoarjo. Baik itu gereja yang berkapasitas kecil maupun besar. "Hampir sama, di titik kerawanan jumlah yang cukup besar akan dijaga 6 personil polisi dan gereja yang kecil akan dijaga 2 personil polisi," ungkapnya.

Anwar menambahkan, pengamanan tersebut akan dilakukan sebelum dan sesudah kebaktian. Adapun operasi lilin semeru itu sendiri dimulai sejak tanggal 24 Desember 2015 hingga 2 Januari 2016. Pihaknya berharap kepada masyarakat pengguna jalan untuk mematuhi peraturan lalu lintas yang ada selama perayaan Natal dan tahun baru 2016 berlangsung.

Selain melakukan pengamanan disetiap gereja, Polres Sidoarjo juga mendirikan 11 pos terdiri dari 9 pos pam dan 2 pos pelayanan yang akan di tempatkan di Bungurasih Waru dan pintuk keluar (exit tol) Porong Sidoarjo. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen, Budaya, Quote HMI Tegal Kab

Minggu, 21 Januari 2018

Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI

Semarang, HMI Tegal Kab. Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Pengurus Besar Persatuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). MoU ini terkait pelatihan pencak silat Pagar Nusa sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI

MoU ditandatangani ketua Umum PP Pagar Nusa Aizuddin Abdurrahman, Ketua PP LP Ma’arif Arifin Junaidi dan Ketua Umum PB PGRI Sulistyo yang disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, di lokasi Rapimnas Pagar Nusa di Pesantren Az Zuhri Semarang, Jum’at (27/3).

Ketua PP LP Ma’arif Arifin Junaidi mengatakan, MoU ini merupakan formalisasi dari apa yang ditelah dijalankan selama ini. Sebelumnya, sudah ada kegiatan ekstrakurikuler pencak silat Pagar Nusa di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif.

HMI Tegal Kab

“Ada 13 ribu sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif. Berarti Pagar Nusa harus menyiapkan 13 ribu pelatih,” katanya yang disambut “siap...” oleh ratusan para pemimpin Pagar Nusa dan ratusan pendekar yang hadir.

HMI Tegal Kab

Menurut Arifin, selain mengajarkan pencak silat, diharapkan Pagar Nusa dapat menanamkan jiwa kesatria, daya juang dan semangat yang positif.

Ketua PB PGRI Sulistyo mengatakan, pihaknya menyambut baik tawaran Pagar Nusa untuk mengadakan kegiatan pelatihan Pagar Nusa di sekolah-sekolah. “Semoga penandatanganan MoU ini tidak sekedar formalitas, dan bisa kita tindaklanjuti secara serius,” katanya.

Sebelumya Ketua Umum Pagar Nusa Aizuddin Abdurrahman berpesan kepada pimpinan Pagar Nusa untuk mensosialisasikan kerjasama dengan LP Ma’arai dan PGRI ke daerah-daerah.

“Hasil Rapimnas ini saya harapkan dilaksanakan sampai ke bawah. MoU ini kita sosialisasikan di tingkat wilayah, cabang, sampai ke tingkat ranting,” katanya.

Rapimnas Pencak Silat NU Pagar Nusa dilaksanakan di Pondok Pesantren Azzuhri Ketileng Semarang, sejak Kamis (26/3). Rapimnas akan ditutup dengan Apel Kesetiaan pada Pancasila dan NKRI di lapangan Simpang Lima Semarang, Ahad (29/3) pagi, yang akan diikuti sekitar lima ribu pendekar Pagar Nusa. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Tegal, Jadwal Kajian HMI Tegal Kab

Kamis, 18 Januari 2018

Majalah Api Islam

Api Islam, majalah mingguan yang diterbitkan oleh Yayasan Sosial Keagamaan Lembaga Penggali dan penyebar Api Islam. Sebagaimana dijelaskan dalam terbitan perdananya, penggagas majalah ini adalah para tokoh Islam, ulama dan zu’ama yang secara khusus menganut faham ahlussunnah waljama’ah.

Nomor pertama majalah ini, No. 1 Th. I Djuli 1965, terbit pada 12 Juli 1965, dengan gambar kulit Dr. KH Idham Chalid, yang ketika itu menjabat sebagai Menko Wakil Ketua MPRS, Ketua Umum PBNU, dan juga sebagai Ketua Presidium Konferensi Islam Asia-Afrika (KIAA).?

Majalah Api Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Api Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Api Islam

Dalam susunan pengasuh dan pengelolanya tercantum nama-nama seperti Dr. KH Idham Chalid, Prof. KH Saifuddin Zuhri, H. Djamaludin Malik (Pinisepuh/Penasehat); Hadji Achmad Notosoetardjo (Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab); H. Mas’uddin Nur, Kiai Ridwan Fadhil, Sistaputra N.s., H. M. Arief Lubis, H. Hasbullah Chalid (Dewan Redaksi); KH Anwar Musaddad, Iskandar Sukarno M.A., Dr. Agustina, Dra. Zakijah Deradjat, Dra. Nurlela Dahlan, Nurhasni B.A. (Pembantu Ahli); dan Mohd. Ridwan Fadhali (Tata Usaha).?

Pada edisi-edisi selanjutnya, masuk nama-nama baru seperti Solichin Salam dan Ashar Daliwara di jajaran dewan redaksi dan Dra. Nurlela Dahlan di jajaran pembantu ahli. Majalah ini beralamat di Jalan Tanah Abang Barat 80 A, Jakarta. ?

HMI Tegal Kab

Menurut Kiai Idham Chalid dalam sambutannya sebagai pinisepuh dalam edisi perdana, majalah ini digagas di rumah kediamannya dan nama “Api Islam” sendiri diusulkan oleh Prof. KH Saifuddin Zuhri.?

HMI Tegal Kab

Namun istilah Api Islam sendiri diakui berasal dari Sukarno yang sejak tahun 1930an telah mendorong umat Islam untuk terus menggali api Islam, inti dari ajaran Islam. Sukarno sendiri mengambil istilah ini dari buku terkenal karya pemikir Muslim India, Syed Amir Ali, The Spirit of Islam, yang pada tahun 1966 ? itu telah diterjemahkan dan diterbitkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Idham Chalid menghendaki “Api Islam” untuk “...bekerja dan berpikir dengan landasan bahwa Api Islam adalah Nur-nya Islam. Api Islam adalah Roh dan Semangat Islam. Api Islam adalah dinamiknya cara berpikir umat Islam. Api Islam adalah pembawa ajaran agama untuk segala zaman, Api Islam pembawa kedinamikan untuk menghidupkan daya amal dam jihadnya Islam, Api menunjukkan suatu yang harus progresif-revolusioner, Api Islam adalah jihadnya Islam di segala bidang, Api Islam membuka pintu ijtihad, Api Islam mengobarkan apinya perjuangan, Api Islam melahirkan filsafah history-d’gress, Api Islam adalah Islam-Science yang berdasarkan Qur’an dan Hadits yang berpengetahuan luas , Api Islam menghendaki scientific-feeling, Api Islam adalah Qur’an dan Hadits yang mewajibkan tiap manusia menjadi cakwati di segala lapangan pengetahuan dan kemajuan, dan Api Islam berbicara yang masuk akal dan up to date.

”Sementara bagi Hadji Achmad Notosoetardjo, “Api Islam” mengandung makna sama dengan “Api Agama”, oleh karena walaupun ia memakai nama “Islam”, bukan berarti mengenyampingkan agama lainnya. “Api Islam” adalah sahabat karib semua aliran agama, karena itu agama-agama lainnya mendapat tempat yang akrab di dalam majalah ini. “Api Islam” menjadi alat revolusi dan berjuang untuk kejayaan revolusi Indonesia, serta bernaung dalam satu barisan ? yang berporoskan Nasakom.?

Dalam kerangka mendorong dan membangkitkan semangat revolusioner di atas, “Api Islam” menampilkan beragam tulisan dan topik. Sebagian tulisan diwadahi dalam beberapa rubrik tetap seperti “Bung Karno menjawab,” “Haluan Politik,” “Dari Wanita untuk Wanita”, “Mimbar Djum’at”, “Gelora Islam,” “Seni Budaya,” “Drama Sebabak,” “Menjawab Surat”, “Masalah Fakta Militer,” “Galian Sejarah,” “Kesehatan,” dan “Tjeramah dan Kuliah.” Di luar itu ada beberapa tulisan lepas yang tidak masuk dalam rubrik.?

Kebanyakan tulisan diisi oleh para pengelola sendiri seperti H. M. Arief Lubis, Hasbullah Chalid, Solichin Salam, Zakijah Daradjat, dan lainnya. Pada edisi kedua, redaksi mengundang sastrawan, penulis, ulama dan lainnya untuk mengirimkan tulisan-tulisan dan karya-karya mereka dengan dijanjikan honorarium jika dimuat. Beberapa penulis di luar redaksi yang biasa muncul adalah Nur Arafah, Darto Wahab, Marwan Sarijo, dan lain-lain.? ? ?

Ceramah-ceramah dan kuliah-kuliah tokoh NU seperti KH Idham Chalid, KH Saifuddin Zuhri, ? KH Achmad Sjaichu dan lain-lain sering memperoleh tempat. Gagasan-gagasan Sukarno dan seluk-beluk keluarganya juga selalu muncul di setiap edisi. Tulisan Soekarno yang terkenal “Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme” misalnya dimuat ulang secara bersambung sejak edisi awal. Hal yang menarik, “Api Islam” juga mempunyai rubrik seni budaya yang diisi dengan puisi, cerita pendek atau naskah drama.?

Dalam edisi perdana dikemukakan bahwa “Api Islam” dijual dengan harga Rp 200,- untuk Pulau Jawa dan Rp 220,- untuk luar Jawa. Selain dijual eceran, ‘Api Islam” juga memiliki pelanggan tetap. Sementara tarif iklan 1 halaman Rp 35.000, ½ halaman Rp 20.000, dan ¼ halaman Rp 17.000,-. Beberapa iklan yang pernah muncul dalam terbitan “Api Islam” adalah semir sepatu ‘Bastol’, Hotel Brantas, PT Perusahaan Pelayaran Arafat, PT Bank Siliwangi, J.H. Goldberg, sebuah perusahaan alat-alat optik, dan beberapa produk dari perusahaan negara.

Dari segi pengelolanya “Api Islam” jelas merupakan majalah dari kalangan NU dan mencerminkan ideologi-politik NU saat itu. Meski demikian, isinya tidak melulu hal ikhwal mengenai NU, bahkan bisa dikatakan isinya bersifat sangat umum dan luas serta ditulis dengan perpektif Islam yang revolusioner.?

Majalah ini terbit kurang lebih satu tahun setengah dan melewati suatu periode kritis dalam sejarah transisi politik Indonesia, 1965-1966. Nomor terakhirnya No. 41. Th. II Nopember 1966, dengan gambar kulit Masjid Besar Surakarta. (Hairus Salim HS) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Hadits, Jadwal Kajian HMI Tegal Kab

Rabu, 17 Januari 2018

Kang Said Ajak Nahdliyin Aktif dalam Gerakan Bebas Sampah

Jakarta, HMI Tegal Kab



Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak kepada seluruh warga NU untuk bersama-sama menaruh perhatian pada pengelolaan dan daur ulang sampah yang terus menumpuk dan menimbulkan permasalahan bagi lingkungan.

Kang Said Ajak Nahdliyin Aktif dalam Gerakan Bebas Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Ajak Nahdliyin Aktif dalam Gerakan Bebas Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Ajak Nahdliyin Aktif dalam Gerakan Bebas Sampah

“Mari kita urusin sampah. Kalau soal politik, tidak usah ikut-ikutan, sudah ada yang ngurusin,” ujarnya dalam peluncuran Gerakan Nusantara Bebas Sampah 2020 di halaman kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (26/9).

Alumni Pesantren Lirboyo ini juga mendorong komunitas pesantren dan warga NU secara umum untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi, termasuk dalam hal manajemen sampah.

Ia mengapresiasi langkah kreatif Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) yang menginisiasi Gerakan Nusantara Bebas Sampah 2020 melalui pemberdayaan sampah plastik bernama ecobrick.

HMI Tegal Kab

Ecobrick merupakan program daur ulang sampah plastik berupa bekas botol minuman mineral untuk menjadi semacam “batu bata”. Kumpulan botol yang dijejali sampah-sampah plastik ini lantas dibentuk dan dimanfaatkan menjadi sejumlah barang, seperti furnitur, pagar taman, dinding, panggung, dan lain-lain.

Pemberdayaan sampah plastik lewat metode ecobrick merupakan kelanjutan dari program LPBINU sebelumnya, Gerakan Ubah Sampah Jadi Berkah, yang memanfaatkan barang-barang bekas menjadi berbagai macam benda kerajinan, seperti lukisan, tas, ornamen, pot bunga, dan lain-lain.

Acara peluncuran ini terdiri dari rangkaian acara lain seperti pelatihan klinik pengolahan sampah organik, pelatihan klinik produk daur ulang (pengelolaan sampah nonorganik), peresmian kantor Bank Sampah Nusantara (BSN) LPBINU, dan lokakarya pengelolaan sampah dengan metode ecobrick.

HMI Tegal Kab

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tuti Hendrawati Mintarsih, Ketua LPBINU M Ali Yusuf, penggagas metode ecobrick Russel Meyer, dan Amelia Maran dari Asosiasi Pengusaha Daur Ulang Plastik Indonesia (APDUPI). (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, Budaya HMI Tegal Kab

Kamis, 11 Januari 2018

KH Sholihin Pasinan Wetan, Kiai Sumur yang Gemar Manaqiban

Mojokerto, HMI Tegal Kab. Kehidupan masyarakat Dusun Pasinan Wetan, Desa Kupang Jetis, Mojokerto, Jawa Timur yang menjadi guyub (akrab, bersahabat) tidak lepas dari peran kiai sepuh yang senantiasa memberikan arahan serta mengayomi. Sosok KH Sholihin, mampu memberikan warna baru di kalangan masyarakat Dusun Pasinan. Pribadinya yang bersahaja dan supel menjadikannya mudah menempatkan diri dengan berbagai lapisan masyarakat.

KH Sholihin adalah putra dari pasangan Abdul Hadi dan Nur Jannah. Ia dilahirkan pada 2 September 1958. Masa mudanya dihabiskan untuk menuntut ilmu agama kepada KH Abu Hasan Hamzah di Sidoarjo.

Ada hal unik semasa nyantri; ia tidak mondok layaknya santri pada umumnya, akan tetapi datang secara langsung kepada KH Abu Hasan Hamzah di rumahnya. Ia berangkat dari Jetis, Mojokerto menuju Ngelom Sepanjang, Sidoarjo menggunakan sepeda pancal. Jarak yang jauh dan di tengah keterbatasan, tidaklah mengendurkan semangatnya dalam menuntut ilmu.

KH Sholihin Pasinan Wetan, Kiai Sumur yang Gemar Manaqiban (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sholihin Pasinan Wetan, Kiai Sumur yang Gemar Manaqiban (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sholihin Pasinan Wetan, Kiai Sumur yang Gemar Manaqiban

Ilmu yang diberikan oleh KH Abu Hasan Hamzah tidak seperti yang diberikan kepada santri lainnya. Kiai Sholihin diwarisi ilmu hikmah. Ilmu hikmah menuntut pengamalnya berpuasa sambil mengamalkan wirid. Hal demikian dilakukan oleh KH Sholihin hingga KH Abu Hasan Hamzah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa sekitar tahun 1993.

Karena keluwesan ilmunya, masyarakat setempat menyebut KH Sholihin dengan julukan Kiai Sumur. Tidak hanya mahir dalam bidang ilmu hikmah dan agama, akan tetapi ilmu politik dan kepemimpinan juga ia kuasai.

HMI Tegal Kab

Sepanjang hidupnya ia dedikasikan untuk Nahdlatul Ulama (NU). KH Sholihin aktif dan berperan penting dalam organisasi NU sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Mojokerto 2005-2015; kemudian Rais Syuriyah tahun 2015 sampai sekarang.

Adanya dorongan rasa cinta dan peduli kepada generasi penerus NU, membuatnya memilih mendirikan pendidikan TPQ dan MDTA Al-Furqon pada tahun 1995. Kedua tempat pendidikan itu dia jadikan  ajang mensyiarkan agama kepada para siswa usiak kanak-kanak hingga remaja.

Seiring pejalanan waktu, jumlah santri pun semakin banyak. Kiai Sholihin mengajar seusai shalat subuh. Sementara waktu mengajar setelah shalat ashar dan maghrib ia dibantu oleh Ustadz Abdul Wahib.

HMI Tegal Kab

Pada tahun 1997, ia memanggil seorang guru dari luar daerah yaitu Ustadz Bahrul Ulum yang berasal dari Kecamatan Kutorejo. Penambahan tenaga pendidik menyebabkan lembaga pendidikan Al-Furqon berjalan pesat. Pendidikan yang diajarkan meliputi pembelajaran Al-Quran hingga kitab kuning klasik.       

Berkat ketekunan dalam mendidik santrinya, banyak bermunculan kader pemuda militan.

"Jika sejak dini sudah ditanamkan pendidikan agama pada hati mereka, meski anak itu (terlihat) nakal, niscaya pasti akan kembali baik lagi," terang KH Sholihin di kediamannya, Selasa (25/12).

Biasakan Manaqib

Di balik kiprahnya di NU dan masyarakat, ada sisi yang menarik dari sosok KH Sholihin. Ia merupakan sosok yang gemar melakukan istighotsah dan manaqib. Salah satu amaliyah yang terus diamalkan KH Sholihin yaitu membaca Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani.

Manaqib ini rutin dilaksanakan bersama warga kampung. Sering pula ada teman bahkan orang yang tidak dikenalnya berkeinginan mengadakan manakib di rumah nereka dengan syarat KH Sholihin yang memimpin.

Kiai Sholihin sangat memperhatikan betul jamuan yang akan dihidangkan kepada tamu.

"Penyuguhan itu dalam rangka memuliakan tamu karena memuliakan tamu termasuk salah satu tanda dari kesempurnaan keimanan. Mengajak orang dalam hal kebaikan itu sulit," ujar Kiai Sholihin.

Ia pun sering menyisihkan sebagian harta pribadi untuk berjuang mengajak orang dalam kebaikan. Dakwah yang ia jalankan dengan cara yang halus sehingga bisa diterima dengan baik oleh berbagai kalangan.

Kiai Sholihin sering berkata, keistimewaan membaca manaqib memiliki berkah yang sangat luar biasa.

"Para wali merupakan hamba-hamba yang shaleh, dekat dengan Allah, dan dipilih oleh Allah sendiri. Karena mereka adalah hamba-hamba pilihan Allah maka sudah sewajarnya jika kita mencintai mereka," kata Kiai Shlihin.

Dengan membaca manaqib, seseorang mengetahui keshalehan dan kebaikan wali. Hal ini tentunya akan menambah kecintaan kita. (Nuruddin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya HMI Tegal Kab

Jumat, 05 Januari 2018

Tradisi Lisan Jadi Kunci Kerukunan Masyarakat Indonesia

Jakarta, HMI Tegal Kab. Kepala Badan Litbang Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Masud menegaskan bahwa Indonesia berada pada urutan terdepan negara-negara dunia dalam konteks kerukunan. Banyak negara mengakui keberhasilan Indonesia dalam menjaga harmoni dalam kemajemukan.

Menurut Masud, kerukunan Indonesia tidak terlepas dari kekayaan kearifan lokal yang telah diwariskan pendahulu bangsa sejak ratusan tahun lalu. Kekayaan kearifan lokal itu, kata Masud, antara lain berupa tradisi lisan yang sarat akan nilai dan pesan kerukuan, persatuan, dan kesatuan.

Tradisi Lisan Jadi Kunci Kerukunan Masyarakat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Lisan Jadi Kunci Kerukunan Masyarakat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Lisan Jadi Kunci Kerukunan Masyarakat Indonesia

“Tradisi lisan di daerah yang menjadi bagian dari kearifan lokal mempunyai korelasi dengan kerukunan daerah. Tradisi itu terbukti menjadi perekat kerukunan warga dan karenanya bisa dijadikan bahan kampanye perdamaian nusantara,” demikian penegasan Abdurrahman Masud sebagaimana dilansir di laman kemenag.go.id, Jumat (29/4).

Merujuk pada hasil penelitian Balai Litbang Keagamaan DKI Jakarta yang dilakuan sejak awal tahun ini. Penelitian yang bertajuk “Nilai Keagamaan dan Nilai Kerukunan dalam Tradisi Lisan Nusantara” mengungkap data dan fakta bahwa suku-suku bangsa di Indonesia sangat agamis dan rukun. Masyarakat Indonesia juga memiliki kekhasan dalam ? beragama yang terkait dengan kebudayaannya, dan salah satu wujudnya adalah tradisi lisan. Tradisi lisan itu diwariskan secara turun-temurun menjadikan pesan keagamaan dan kerukunan lebih mudah disampaikan dan diterima.

Anik Farida, selaku ketua tim peneliti mengungkapkan, ada delapan wilayah yang dijadikan sasaran penelitian, yakni: Jakarta, Banten, Bandung, Cirebon, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau. Penelitian dilakukan dengan menggali nilai keagamaan dan kerukunan yang tersirat dalam tradisi lisan pada sejumlah tradisi, yaitu: ? Ritual Akikah di Jakarta, Tradisi Panjang Mulud di Banten, Petatah-Petitih Sunan Gunung Jati di Cirebon, Tradisi Warahan di Lampung, Tradisi Tadud di Sumatera Selatan, Tradisi Teater Rakyat Mendu di Natuna Kepulauan Riau, dan Tradisi Pasambahan di Sumatera Barat. ? ? ?

HMI Tegal Kab

“Potensi harmoni di negara kita itu jauh lebih kuat dan dahsyat dibanding potensi disharmoni atau ? intoleransi. Makanya tidak aneh jika hasil penelitian kita, termasuk soal KUB, indeks kerukunan 2015, kita mencapai 75,36%. Bahkan yang nomor satu seperti di NTT dan Bali di atas 80%,” tandasnya. (Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab AlaSantri, Cerita, Budaya HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Minggu, 24 Desember 2017

Dalam Sehari, Israel Bunuh 23 Warga Palestina

Kota Gaza, HMI Tegal Kab. Serangan-serangan Israel menewaskan 23 orang Palestina, yang mencakup 14 wanita dan anak-anak, pada Ahad, hari paling mematikan dalam operasi pemboman di Jalur Gaza.

Sembilan anak, lima diantaranya bayi dan balita, serta lima wanita termasuk diantara korban dalam kekerasan itu, yang membuat jumlah warga Gaza yang tewas menjadi 69 dalam serangan-serangan udara Israel yang tanpa henti selama sekitar 100 jam, lapor AFP.

Dalam Sehari, Israel Bunuh 23 Warga Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Sehari, Israel Bunuh 23 Warga Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Sehari, Israel Bunuh 23 Warga Palestina

Serangan-serangan itu berlangsung ketika upaya diplomatik ditingkatkan untuk berusaha mengakhiri pertumpahan darah tersebut, yang mulai terjadi pada Rabu dan juga menewaskan tiga warga Israel dan mencederai lebih dari 50 orang, kata sumber-sumber medis.

HMI Tegal Kab

Sejauh ini serangan paling mematikan berlangsung di Kota Gaza bagian utara, dimana sebuah rudal menghancurkan bangunan tiga lantai, menewaskan sembilan anggota keluarga Al-Dallu, lima diantaranya anak-anak, dan dua orang lain, kata petugas medis.

HMI Tegal Kab

Juru bicara kementerian kesehatan Ashraf al-Qudra mengidentifikasi korban-korban yang tewas sebagai Mohammed al-Dallu, seorang polisi berusia 35 tahun, Suheila al-Dallu (50), Samah al-Dallu (22), dan lima anak: Jamal dan Sara, yang usianya belum diketahui, Yussef (5), Ranin (2), serta Ibrahim yang baru berusia 11 bulan.

Mayat seorang wanita dari keluarga yang sama ditemukan di bawah puing-puing, namun identitasnya belum jelas.

Dua korban lain, yang tinggal di samping bangunan itu adalah Amina Mattar al-Muzzana (83) dan Abdullah Mohammed al-Muzzana (22), kata Qudra.

Militer Israel belum memberikan pernyataan segera mengenai serangan itu dan hanya mengatakan, angkatan udara menghantam "sejumlah sasaran di Kota Gaza bagian utara".

Tak lama setelah itu, enam orang Palestina lain tewas dalam empat serangan terpisah -- dua di Kota Gaza, satu di kamp pengungsi Jabaliya dan satu di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah.

Di Kota Gaza, Sami al-Ghafir tewas dalam serangan di daerah timur Shejaiya, dan Mohammed al-Awf tewas di daerah utara kota itu.

Serangan di Jabaliya menewaskan Suheil Hamada dan putranya, Moamin, ketika mereka sedang mengendarai truk pengiriman air melewati kamp itu.

Gempuran malam hari di Nuseirat menewaskan dua orang, Aatiya Mubarak dan Hossam Abu Shawish, kata petugas pelayanan darurat.

Serangan-serangan sebelumnya di Jalur Gaza menewaskan enam, orang lain Palestina, empat dari mereka anak-anak.

Dengan kematian-kematian terakhir itu, jumlah korban tewas Palestina menjadi 69 dan korban cedera lebih dari 600 sejak serangan udara yang menewaskan seorang pemimpin Hamas mengawali operasi militer Israel terhadap Gaza.

Tiga orang Israel tewas dan lebih dari 50 cedera akibat serangan roket Palestina, kata seorang juru bicara dinas pelayanan darurat Magen David Adom kepada AFP.

Militer Israel mengatakan, 10 dari mereka yang terluka adalah prajurit, satu dari mereka cedera parah.

Israel mengatakan, militer telah menghantam lebih dari 1.132 sasaran di Jalur Gaza.

Dalam kurun waktu yang sama, 544 roket yang ditembakkan oleh pejuang Gaza menghantam Israel selatan, dan 302 roket lain disergap oleh sistem pertahanan rudal Israel Iron Dome.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Budaya, Halaqoh HMI Tegal Kab

Selasa, 19 Desember 2017

Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam

Judul Buku : Fiqih Imam Syafi’i

(Mengupas Masalah Fiqhiyah Berdasar Al-Qur’an dan Hadits)

Penulis : Prof. Dr. Wahbah Zuhaili

Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam

Penerbit : Almahira, Jakarta

Cetakan : I, Februari 2010

Tebal : 716 hal.

Peresensi : Ahmad Shiddiq Rokib*

HMI Tegal Kab



Fiqih merupakan cabang ilmu keislaman yang mengkaji hukum syariat yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah) dan? hubungan antar sesama manusia (hablum minannas). Kata “fiqih” sendiri secara bahasa berarti “paham”, seperti dikutip dalam hadits di atas, awal mulanya fiqih pengertian yang luas, yaitu pemahaman yang mendalam terhadap islam secara utuh. Definisi ini berlaku pada masa generasi sahabat dan tabi’in. Selanjutnya pada masa muta’akhirin (abad IV-XII H), fiqih mengalami penyempitan makna, menjadi “pengetahuan hukum syara’ yang bersifat alamiyah bersumber dari dalil-dalil yang spesifik”.

HMI Tegal Kab

Pada periode Mutaakhirin ini, pula terjadi pelembagaan fiqih dalam beberapa madzhab. Ketika itu ada empat madzhab besar berkembang dan mampu bertahan hingga saat ini, yaitu Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hambali. Empat madzhab tersebut tersebar ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan sejarah masuknya Islam ke Nusantara, Madzhab Syafi’i lah yang pertama kali di anut penduduk Nusantara. Dan saat ini mayoritas kaum muslimin indonesia bermadzhab Syafi’i.

Madzhab Syafi’i yang digagas oleh Muhammad bin Idris as-Syafi’i (150-204 H) mendapat apresiasi yang luar biasa dari umat Islam dunia. Madzhab ini dianut oleh kurang lebih 28 persen populasi muslim dunia, atau sekitar 439,6 juta jiwa dari 1,57 miliyar penduduk? dunia.? Penganut Madzhab Syafi’i tersebar di Mesir, Arab Saudi, Suriah, Indonesia, Malasyia, Brunai Darussalam, Pantai Koromandel, Malabar, Hadramaut, dan Bahrain.

Tidak heran jika pengaruhnya sangat luar biasa dalam yurispundensi Islam sebab Imam Syafi’i memang dikaruniai kecerdasan istimewa, kemampuan nalar dan gaya bahasa yang luar biasa. Pada usia 20 tahun ia sudah hafal kitab “al-Muwaththa’” karya monumental Imam Malik. Imam Malik mengagumi Imam Syafi’i sembari berkata “wahai Muhammad (Syafi’i)” sesungguhnya Allah telah memancarkan cahaya hatimu, maka jangan engkau sia-siakan cahaya itu dengan maksiat. Esok akan banyak orang yang berdatangan untuk belajar kepadamu. Pujian Imam Malik benar menjadi kenyataan. Syafi’i kemudian Imam madzhab panutan umat diberbagai belahan dunia Islam, termasuk di Indonesia.

Madzhab Syafi’i, satu dari sekian banyak madzhab fiqih saat ini masih mendapat apresiasi luar biasa mayoritas kaum muslim dunia. Keunggulan utama madzhab Syafi’i terletak pada sifatnya yang moderat. Di awal pertumbuhannya, pendiri madzhab ini, Muhammad bin Idris as-Syafi’i (150-204 H), mengakomodasi dua aliran hukum Islam yang berkembang saat itu, yaitu aliran tektualis (madrasatul hadits) dan aliaran rasionalis (madrasatur ra’y). Hasil kolaborasi keduanya dapat dilihat dari produk hukum Imam Syafi’i yang selalu mengacu pada subtansi nash (Al-Qur’an dan as-Sunnah), kemudian dalam kasus tertentu dipadukan dengan dalil analogi (qiyas).

Sebagai Bapak Ushul Fiqh, Imam syafi’i mewariskan seperangkat metode istimbath hukum yang berfungsi untuk menganalisasi beragam kasus hukum baru yang terjadi dikemudian hari. Dari tangan Imam Syafi’i lahir ribuan ulama yang konsen menafsirkan, menjabarkan, dan mengembangkan pemikiran beliau dalam ribuan halaman karya dibidang hukum Islam. Tidak heran jika dinamika perkembangan Madzhab ini melampaui Madzhab lainnya.

Buku yang terdiri tiga jilid yang ditulis Prof. Dr. Wahbah Zuhaili ini, memuat ribuan kasus yang terjadi masyarakat, yang dibidik dengan aturan hukum islam dalam berbagai aspek kehidupan yang bersumber dari al-qur’an, as-sunnah, ijma’ ulama dan qiyas serta hasil ijtihad Imam Syafi’i dan murid-murid beliau.

Secara garis besar, Masterpiece Prof. Dr. Wahdah as Zuhaili ini disusun dalam lima bab. Sebagai pendahuluan, pembaca akan diajak menelusuri biografi dan pemikiran hukum Imam Syafi’i. Selanjutnya secara sistematis, Prof. Wahbah mengurai secara detail hukum thaharah dan ibadah, pada bab satu. Bab dua menyajikan hukum muamalah konferensional dan syari’ah berikut transaksinya. Bab ketiga memaparkan hukum keluaga Islam. Kemudian pada bab empat berisi hukum Hadd, Jinayah, dan Jihad, terakhir. Bab lima, mengulas aspek peradilan Islam.

Dalam buku fiqih Imam Syafi’i ini diperkaya dengan penjelasan hikmah dibalik penetapan sebuah aturan syariat, penjelasan terperinci atas setiap topik bahasan, dan pemberian contoh-contoh lengkap dengan dalilnya. Penulisan buku ini berpatokan sepenuhnya pendapat Imam Syafi’i yang lebih valid yang terdapat didalam Majmu’dan minhajnya, dan tidak merujuk pada kitab al-raudhah dan sebagainya. Tujuan agar madzhab ini dapat menjadi jelas bagi kalangan awam. Apalagi, penyajian Fiqih perbandingan yang dilakukan terlalu dini tampaknya lebih sering hanya akan memunculkan kebingungan serta menhancurkan keselarasan hukum syaiat.

Jika dibandingkan dengan ilmu-ilmu lainya, fiqih merupakan ilmu yang paling lurus dan matang. Dengan fiqih, syariat Islam telah menjadi salah satu sumber penetapan syariat yang sekaligus dapat diterima disetiap waktu dan tempat. Karena itu, fiqihlah yang telah menghimpun antara ajaran pokok dengan hal-hal yang menjaman serta menghimpun antara upaya untuk menjaga berbagai macam sumber syariat yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadis dengan berbagai macam pekembangan dan perubahan yang terjadi, yang tujuannya adalah untuk mengindentifikasi hukum halal-haram dan demi menggapai kemaslahatan bagi umat manusia dan kebutuahan mereka disepanjang zaman. Karena fiqih memang terlahir dari dasar-dasar dan berbagai sumber yang kokoh demi tujuan syariat yang universal.

Dengan demikian, buku yang sangat mengagumkan ini patut menjadi rujukan umat Islam, baik untuk dijadikan leterasi dalam dunia akademik maupun sebagai pandangan hidup dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sehingga, mampu membedakan dari hal-hal yang diperbolehkan dengan yang tidak diperbolehkan oleh agama. Wallahu a’lam bis-showab.



* Peresensi adalah mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya, aktif Pada Pondok Budaya Ikon Surabaya
Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh, Budaya HMI Tegal Kab

Selasa, 12 Desember 2017

Kemendes Gandeng Fatayat dan IPNU Lakukan Pengembangan SDM

Jakarta, HMI Tegal Kab. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terus berupaya meningkatkan indeks pembangunan manusia melalui peningkatkan keterampilan masyarakat. Untuk tujuan ini, mereka menggandeng Fatayat dan Ikatan Pelajar Putra Nahdlatul Ulama sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di berbagai bidang, terutama ekonomi.

Kerja sama ini diteken, Senin (8/8) di Lanati 5 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat. Hadir dalam penandatnganan kerja sama ini Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini, Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid, Direktur Pengembangan SDM Kemendes Priyanto, dan jajarannya.

Kemendes Gandeng Fatayat dan IPNU Lakukan Pengembangan SDM (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes Gandeng Fatayat dan IPNU Lakukan Pengembangan SDM (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes Gandeng Fatayat dan IPNU Lakukan Pengembangan SDM

Dalam paparannya, Anggia Ermarini mengatakan, selama ini Fatayat telah melakukan upaya pengembangan sumber daya manusia melalui pemberdayaan perempuan di banyak bidang yaitu ekonomi, koperasi, produk kreatif, dan keterampilan-keterampilan. Menurutnya, program Kemendes yang menitikberatkan kepada pemberdayaan perempuan merupakan titik temu strategis untuk mewujudkan misi pengembangan SDM.

“Fatayat memiliki potensi kuat dalam mengembangkan produk-produk kreatif, karena perangkat organisasi di beberapa daerah telah ada yang sampai sekarang membuka koperasi dan berbagai jenis industri kreatif,” terang Anggi.

HMI Tegal Kab

Jika potensi ini dikerjasamakan, tambahnya, tentu akan memunculkan prestasi luar biasa di bidang pengembangan manusia sehingga kerja sama ini merupakan langkah strategis antara unsur pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan.

“Fatayat juga sekaligus punya misi penguatan organisasi melalui bidang ekonomi sehingga program pengembangan manusia akan terus menguat di seluruh daerah,” ujar perempuan kelahiran Sragen, Jawa Tengah ini.

Senada dengan Anggi, Asep Irfan Mujahid juga menilai bahwa pengembangan sumber daya manusia juga harus dimulai dari pemudanya sehingga hal ini merupakan tantangan yang harus dikerajan secara bersama-sama untuk mewujudkan tujuan tersebut. “Pengembangan kreativitas harus dimulai sejak muda, sebab itu IPNU sangat strategis karena mempunyai jejaring hingga ke level akar rumput,” ujar Asep.

HMI Tegal Kab

Sementara itu, Direktur Pengembangan SDM Kemendes Priyanto menegaskan tentang indeks pembangunan manusia yang harus terus ditingkatkan, terutama pemberdayaan dalam bidang ekonomi kreatif. Dia menjelaskan, sebenarnya langkah ini telah dilakukan pihaknya sejak 2003 silam.

“Karena keterbatasan sumber daya, maka hal ini tidak bisa dilakukan sendirian sehingga harus dijalin sebuah kemitraan dengan organisasi strategis seperti Fatayat dan IPNU,” ujar Priyanto.

Dia menandaskan, agar program berjalan dengan optimal, pihaknya meminta semua unsur organisasi harus melakukan pekerjaan secara tuntas dengan turun langsung ke lapangan. Hal ini dia sampaikan karena Fatayat dan IPNU memiliki potensi yang bisa secara langsung digarap.?

“Program ini menekankan praktik pengalaman (practice excersice) sehingga harus disiapkan, baik dari sisi pelatihan sampai ke tahap pemasaran produk-produk kreatif yang harus dikontrol secara optimal,” jelasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Humor Islam, Budaya HMI Tegal Kab

Kamis, 07 Desember 2017

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat

Jakarta, HMI Tegal Kab - Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) KH Abdul Moqsith Ghazali mengajak para khatib untuk kembali mengingat tujuan utama khutbah Jumat. Ia mengimbau para khatib untuk menggunakan mimbar Jumat sebagai momentum penyampaian nasihat keagamaan.

Demikian disampaikan Kiai Moqsith kepada HMI Tegal Kab di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (21/11) malam.

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat

Alumni Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Situbondo ini menyampaikan bahwa belakangan ini agak isi khutbah Jumat cukup mengkhawatirkan. Ia menyayangkan beberapa khatib melakukan caci-maki terhadap kelompok lain.

HMI Tegal Kab

“Memang mengkhawatirkan ketika khutbah-khutbah cenderung mendiskriminasi kelompok-kelompok atau aliran-aliran lain di dalam Islam,” kata salah seorang dosen pengampu mata kuliah tafsir di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Ia mengingatkan bahwa khutbah Jumat adalah bagian dari ibadah Jumat itu sendiri. Karenanya para khatib tidak boleh main-main dalam melaksanakan kewajibannya.

HMI Tegal Kab

“Jangan lupa dua khutbah itu menempati dua rakaat dalam shalat Zhuhur. Jadi kalau shalat Jumat menggantikan shalat Zhuhur, maka dua rakaatnya itu diganti dengan dua khutbah. Dengan demikian tidak boleh main-main dengan khutbah ini,” jelas Moqsith.

Menurutnya, khutbah adalah persoalan pokok. Khutbah itu bukan sekadar momentum mendengarkan pidato, tetapi mendengarkan khutbah itu adalah ibadah. Karenanya para jamaah dianjurkan agar tidak berbicara saat khutbah disampaikan. Kalau sampai bicara saat khutbah disampaikan, maka ia menjadi sia-sia.

“Dengan demikian khatib Jumat harus lebih tahu diri mana yang harus disampaikan, mana yang tidak boleh disampaikan,” pungkasnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Sejarah, Budaya HMI Tegal Kab

Rabu, 06 Desember 2017

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta

Jakarta, HMI Tegal Kab - Pengurus Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) DKI Jakarta masa khidmah 2017-2022 dilantik dan dikukuhkan di Hotel Balairung Matraman Jakarta Pusat, Ahad (19/3).

Ketua JATMAN DKI KH Wahfiudin Sakam menjelaskan, kehadiran tarekat dan JATMAN sangat strategis di tengah-tengah kondisi masyarakat saat ini yang diwarnai krisis dan banyaknya persoalan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, JATMAN dituntut untuk terjun langsung di masyarakat.

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta

“JATMAN dengan tarekat-tarekatnya harus terjun langsung ke dalam masyarakat. Bukan hanya menyembunyikan diri di tempat sunyi,” kata Wahfiudin.

HMI Tegal Kab

Ia meneruskan untuk meningkatkan peran di masyarakat, dalam kepengurusan kali ini JATMAN DKI Jakarta akan mengutamakan pada empat program, yaitu mainstreaming (pengarusutamaan), kaderisasi, penguatan tarekat center, dan penguatan dakwah melalui teknologi.

HMI Tegal Kab

“Upaya mainstreaming sangat penting bagi JATMAN. Jangan sampai JATMAN tidak dikenal dan seakan-akan hanya berada di pingggiran. JATMAN DKI Jakarta harus terlibat aktif, misalnya dalam pertemuan yang terkait dengan dakwah, ekonomi umat, problem-problem sosial. Supaya JATMAN bisa masuk ke kancah nasional, bahkan global,” urainya.

Program kedua adalah kaderisasi, terutama di kalangan generasi muda. Tujuannya agar JATMAN juga dikenal oleh anak-anak muda. Kaderisasi juga berguna untuk memantapkan pemahaman generasi muda terhadap tarekat.

Ketiga, lanjut Wahfiudin, JATMAN DKI Jakarta akan memperkuat dan memperbanyak tarekat center. Saat ini terdapat sejumlah tarekat center di DKI Jakarta. Keberadaan tarekat center akan membantu masyarakat yang ingin memperdalam tarekat mengetahui informasi dan pembelajaran yang tepat dari tarekat-tarekat yang ada.

Keempat, pada zaman di mana teknologi informasi dikuasai internet, JATMAN juga didorong untuk menyediakan konten ketarekatan dan ajaran Islam melalui internet. Wahfiudin mengatakan saat ini JATMAN Jakarta tengah merancang kerja sama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom). (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sejarah, Nasional, Budaya HMI Tegal Kab

Konjen Amerika Ziarahi Makam Gus Dur

Jombang, HMI Tegal Kab. Konsul Jenderal (Konjen) Amerika di Surabaya Joaquin Monserrate mengunjungi Pesantren Tebuireng Jombang. Konjen yang baru dua bulan menjabat ini juga berziarah dan tabur bunga di makam presiden RI ke-4 KH Abdurrahman wahid (Gus Dur), Rabu (29/11).

“Tidak ada agenda tertentu, hanya memperkenalkan diri dan ingin mengetahui pesantren saja,” ujar KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), pengasuh pesantren Tebuireng usai mendampingi Joaquin Monserrate melakukan tabor bunga di makam Gus Dur.

Konjen Amerika Ziarahi Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Konjen Amerika Ziarahi Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Konjen Amerika Ziarahi Makam Gus Dur

Usai berkunjung ke Tebuireng, Konjen pengganti Kristen F. Bauer ini kemudian melanjutkan safarinya bertemu dengan bupati Jombang Suyanto di pendopo kabupaten. 

HMI Tegal Kab

Joaquin adalah Konjen baru yang menggantikan yang pindah ke kantor Konjen AS di Jakarta. Joaquin mengatakan dirinya adalah pengagum Gus Dur. Ia datang ke Jombang untuk lebih mendekatkan diri dengan tokoh-tokoh besar Jombang seperti Gus Sholah. “Saya pikir Gus Sholah adalah salah satu tokoh besar Indonesia,” ujarnya saat berbincang santai dengan Bupati Suyanto 

HMI Tegal Kab

Sebagai pengagum Gus Dur, Joaquin mengatakan ingin dekat dengan kultur budaya yang ada di Jombang. Bagaimana sejarah perjuangan Gus Dur sehingga menjadi sosok yang mendunia.

“Saya adalah pengagum sosok Gus Dur dan saya ingin mendekatkan diri dengan Bupati Jombang, Gus Sholah, Universitas Pesantren dan mahasiswanya,” tandas Joaquin. 

Selain bertanya seputar Gus Dur dan pesantrennya, Joaquin juga mengungkapkan rasa ingin tahu yang besar terhadap Jombang yang memiliki keanekaragaman budaya dan agama.

“Jombang ini memiliki keunikan tersendiri, selain tidak pernah ada konflik langsung antara rakyat dan pemerintah, di Jombang juga tidak pernah ada konflik antar agama,” tegas Bupati Suyanto.

Bupati  lantas memberi contoh sebuah desa yang masyarakatnya memiliki beragam agama. Bahkan jarak antara tempat ibadah seperti masjid, pura dan gereja juga tak terlampau jauh. 

“Tidak pernah ada konflik antar agama, bahkan tempat ibadah jaraknya sangat dekat tak kurang dari 200 meter,” kata Suyanto. Hingga kini, lanjutnya, kebersamaan itu masih tetap terjalin dengan indahnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Cerita, Budaya HMI Tegal Kab

Senin, 04 Desember 2017

“Kang Bejo Jilid 2” Karya Mustasyar NU Karanganyar Diluncurkan

Karanganyar, HMI Tegal Kab

Setelah sukses dengan buku “Kang Bejo” jilid pertamanya, Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, KH Abdullah Sa’ad meluncurkan buku keduanya, “Kang Bejo Jilid 2”.

“Kang Bejo Jilid 2” Karya Mustasyar NU Karanganyar Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
“Kang Bejo Jilid 2” Karya Mustasyar NU Karanganyar Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

“Kang Bejo Jilid 2” Karya Mustasyar NU Karanganyar Diluncurkan

Buku yang berisi inspirasi dan kesaksian Gus Dullah, sapaan akrabnya, yang didapat dari para gurunya tersebut diluncurkan bersamaan dengan Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad saw dan haul para wali dan masyayikh, di Pondok Pesantren Al-Inshof Sulurejo Plesungan Karanganyar, Ahad (10/4).

Ditegaskan Gus Dullah, pemberian judul buku “Kang Bejo” ini dimaksudkan agar para pembaca mendapatkan keberuntungan.?

“Saya ingin memberikan sentuhan yang berbeda, yaitu agar pembaca yakin bahwa sungguh percaya dengan firman Allah dan Sabda Rasul-Nya akan mendapatkan keberuntungan (kang bejo),” ungkapnya.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Karanganyar KH Ahmad Hudaya memberikan apresiasi atas penulisan buku “Kang Bejo” jilid 2 ini.

HMI Tegal Kab

“Buku Kang Bejo, isinya mahabbah, belajar cinta kepada Allah dan Nabi. Dulu, buku Kang Bejo pertama, seluruh hasil penjualannya untuk membangun masjid, semoga bisa tercapai,” kata Kiai Hudaya.

Selain peluncuran buku, Pesantren Al-Inshof juga mengadakan beberapa rangkaian acara yang dimulai sejak Sabtu (9/4). Acara yang diselenggarakan antara lain majelis manaqib, burdah, marawis gambus jalsah. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Budaya HMI Tegal Kab

Senin, 27 November 2017

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung

Jember, HMI Tegal Kab - Angin puting beliung yang meluluh-lantakkan puluhan rumah di Kecamatan Mumbulsari, Jember, Jawa Timur,? masih menyisakan duka bagi korban ataupun warga yang kehilangan tempat tinggal.? Raut muka yang sedih sekaligus kepasrahan jiwa? mereka tampak ketika rombongan PCNU Jember mengunjungi Desa Karangkedawung dan Desa Lampeji untuk memberikan bantuan, Ahad (15/1).

Dua desa tersebut adalah yang paling parah terpapar angin puting beliung. Bu Jasmi adalah salah satu warga Desa Karangkedawung yang rumahnya rata dengan tanah. Selain kehilangan rumah, janda tersebut juga nyaris kehilangan nyawanya kalau saja tak segera keluar rumah ketika angin berputar itu datang.

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung

“Meski cedera sedikit di bahu, alhamdulillah saya masih diberi keselamatan. Dan saya juga ucapkan terima kasih kepada NU Jember atas bantuannya? kepada saya,” ucapnya dalam bahasa Madura saat menerima bantuan yang diserahkan oleh Ketua PCNU Jember KH Abdulah Syamsul Arifin.

HMI Tegal Kab

Dahsyatnya amukan puting beliung tersebut juga diungkapkan Kiai Baidlowi. Ketua Pengurus Ranting NU Desa Lampeji ini mengisahkan kronologi terjadinya bencana alam itu. Dikatakannya, saat dirinya dan warga lainnya tak begitu lama istirahat setelah jumatan, datanglah angin yang disertai hujan dengan suara menderu. Sejurus kemudian rumah-rumah pun roboh dan banyak pepohonan tumbang. Rumah Kiai Baidlowi sendiri dan mushala di sebelahnya tertimpa pohon sengon besar hingga menghancurkan atapnya. “Sangat mengerikan. Suara angin menderu begitu rupa,” ucanya di hadapan rombongan PCNU Jember seraya mengucapkan terima kasih.

Sementara itu, Gus A’ab, sapaan akrab KH Abdullah Syamsul Arifin, menyatakan bahwa? bantuan tersebut sebagai bentuk perhatiannya terhadap warga yang menjadi korban angin puting beliung, apalagi mereka adalah warga NU. Menurutnya, datangnya bencana alam harus dilihat sebagai peringatan agar manusia semakin takut kepada Allah.

HMI Tegal Kab

“Semua ada hikmahnya. Kami berharap agar warga bersabar dan mengambil? hikmah? dari bencana alam yang terjadi,” tukasnya singkat saat menyerahkan bantuan yang berupa sembako dan uang.

Selain rombongan PCNU, di lokasi bencana ternyata juga hadir sejumlah anggota Bagana (Banser Tanggap Bencana) yang sudah beberapa hari berjibaku memperbaiki rumah warga. Mereka dipimpin Sekretaris dan penasehat GP Ansor Jember, Kholidi Zaini dan H. Miftahul Ulum. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU, Budaya, Tegal HMI Tegal Kab

Jumat, 24 November 2017

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Probolinggo, HMI Tegal Kab. Sedikitnya 775 orang calon jemaah haji (Calhaj) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur tahun 2016 mengikuti penutupan bimbingan manasik haji sekaligus tasyakuran pemberangkatan ke tanah suci yang digelar oleh Pemkab Probolinggo, Kamis (25/8) di Pendopo Kabupaten Probolinggo.

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Sejak pagi hari, suasana religius sangat terasa, terlebih kumandang ayat-ayat suci Al Qur’an dan puji-pujian mengagungkan nama Allah SWT membuat suasana menjadi makin khidmat. Apalagi juga dengan lantunan sholawat Nabi yang dibaca bersama-sama.

Hadir pada acara tersebut Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami, Rais PCNU Kota Kraksaan KH. Munir Cholili, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Hadi dan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor.

Jumlah CJH Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat ke tanah suci mencapai 775 orang yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 63 dan 64. Mereka akan diberangkatkan dari obyek wisata religius Miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending pada 4 September mendatang.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami mengatakan selama melaksanakan ibadah haji, para CJH ini akan didampingi oleh beberapa petugas haji yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing, dokter dan paramedis. Petugas ini sudah dibekali dengan berbagai macam obat untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada CJH selama berada di tanah suci.

HMI Tegal Kab

“Selama ini persiapan pemberangkatan CJH sudah dilaksanakan secara maksimal, baik dari segi pelatihan maupun diklat. Para CJH ini sudah melakukan bimbingan manasik haji baik di tingkat kabupaten dan di tingkat kecamatan bekerja sama dengan IPHI kecamatan masing-masing. Ilmu manasik sudah banyak yang dikuasai oleh CJH secara mendalam,” katanya.

HMI Tegal Kab

Sementara H Hasan Aminuddin mengatakan, sebagai tamu Allah diharapkan agar supaya calhaj tidak bingung karena tidak hafal kepada doa-doanya. Calhaj disarankan untuk membaca doa yang dihafalnya saja dalam mengerjakan rangkaian ibadah haji selama berada di tanah suci.

”Tidak ada doa yang wajib pada pelaksanaan umroh maupun haji. Jangan bingung buat yang belum hafal doanya. Baca saja Al-Fatihah pada waktu tawaf dan sa’i maupun saat mengerjakan rangkaian ibadah haji yang lain,” katanya.

Lebih lanjut Hasan meminta agar keberangkatan Calhaj ke tanah suci ini diniati sebagai ibadah kepada Allah. Selain itu Calhaj harus selalu tawadhu’ dan berdoa yang baik-baik semoga sehingga haji yang mabrur.

”Mabrur bukan saat berada di tanah suci, tetapi setelah pulang dari haji. Oleh karena itu, selama berada di tanah suci usahakan lebih banyak di masjid dari pada di maktab. Selain itu, jangan terlalu banyak menguras fisik sebelum pelaksanaan wajib haji,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, Budaya, Meme Islam HMI Tegal Kab

Kamis, 23 November 2017

Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi

Lebak, HMI Tegal Kab. Para kiai di wilayah Lebak, Banten, menyelanggarakan Halaqah Alim Ulama Nusantara bertema “Membangun Gerakan Pesantren Antikorupsi” di Pondok Pesantren Qothrotul Falah Jalan Sampay-Cileles Km. 05 Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.

Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi

Halaqah yang diselenggarakan atas kerja sama Kemitraan (Partnership), Gusdurian dan Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini menjadi kelanjutan dari kegiatan yang sama di Yogyakarta akhir Juli 2015.

Rais Syuriah PCNU Lebak KH. Muhammad Mas’ud yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan, para kiai perlu berjihad melawan korupsi yang sudah kian mentradisi dalam masyarakat Indonesia.

HMI Tegal Kab

“Jika melihat kemungkaran seperti korupsi, maka ubahlah dengan tangan atau kekuasaan kita. Kita tidak boleh membiarkannya,” jelas pendiri Pondok Pesantren al-Hidayah Lebak ini, Rabu (2/9).

HMI Tegal Kab

Terkait wacana hukum mati bagi koruptor, Kiai Mas’ud menyatakan, membunuh satu orang untuk melindungi ribuan orang lain bisa dimaklumi dan bahkan dibenarkan. “Lebih manusiawi mana membunuh satu orang atau membiarkan korupsi yang mengancam kelangsungan hidup orang banyak?” ujarnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua MUI Kabupaten Lebak menyatakan bahwa korupsi tidak akan terjadi di pesantren. “Apanya yang mau dikorupsi?” tanyanya. “Namun demikian, para kiai harus hati-hati jika menerima uang yang tidak jelas asal-muasalnya,” imbuhnya. ? ? ?

Usai sambutan para kiai, halaqah dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ahmad Suaedy dari Gurdurian, Iwan Misthohizzamam dari Kemitraan, Dr. KH. Amas Tajuddin dari kalangan kiai pesantren dan Nurul H. Maarif sebagai perwakilan peserta halaqah di Jogjakarta.

Pada intinya, semua peserta sepakat untuk turut andil bersama pemerintah memberantas korupsi. Karena itu, di akhir kegiatan diadakan deklarasi yang disebut sebagai Deklarasi Lebak Membangun Gerakan Pesantren Antikorupsi, yang naskahnya dibacakan oleh KH. Asep Saefullah, M.Pd., Pengasuh Ponpes La Tahzan sekaligus Ketua ISNU Kabupaten Lebak.? ?

Secara umum, kegiatan ini sendiri bertujuan untuk; 1)? melindungi dan menjauhkan rakyat dan para pemimpin agama di masyarakat dari keterlibatan di dalam jaringan korupsi; 2) Memberi pemahaman kepada para pemimpin agama dan masyarakat tentang ancaman dan kerugian akibat korupsi terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia; 3) Mendorong para ulama dan lingkungan pesantren untuk ikut mendukung dan mencegah terjadi korupsi di semua level dalam berbagai bentuk korupsi; 4) Memberi perlindungan kepada para pelaku gerakan antikorupsi dari serangan jaringan koruptor di berbagai daerah.

Pada kegiatan yang diselenggarakan setengah hari ini, tampak hadir Ketua MUI Kabupaten Lebak yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH Achmad Syatibi Hambali, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Lebak KH Muhammad Mas’ud, intelektual NU KH Amas Tajuddin, Ahmad Suaedy dari Gusdurian, Iwan Misthohizzamam dari Kemitraan, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lebak Ade Budjaerimi, Ketua PC Fatayat Kabupaten Lebak Siti Nurasiah, Ketua ISNU Lebak KH. Asep Saefullah, dan lainnya. (Nurul Huda Maarif/Mahbib)

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, Budaya HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock