Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Semarak Hari Santri PCNU Sampang

Sampang, HMI Tegal Kab. Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang di laksanakan setiap tanggal 22 Oktober, untuk yang ketiga kalinya dipastikan berlangsung semarak dan meriah. Rangkaian kegiatan HSN 2017 sudah disiapkan oleh panitia dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang.

Guna memantapkan persiapan agenda kegiatan HSN 2017, panitia menggelar rapat kordinasi dengan Pemerintah setempat. Dipimpin oleh asisten I, rapat yang digelar diaula mini Pemkab Sampang dihadiri seluruh panitia HSN 2017 dan juga unsur keamanan dari Polres dan Kodim 0828, Disporabudpar, Dinas sosial, Dishub dan Satpol PP, Jumat (13/10/2017).

Semarak Hari Santri PCNU Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Hari Santri PCNU Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Hari Santri PCNU Sampang

"Alhamdulillah, respon pemerintah daerah sangat positif. Karena ini merupakan agenda nasional maka seluruh pihak yang terkait akan membantu mensukseskan Hari Santri Nasional. Termasuk dari pihak keamanan," ujur Ketua panitia HSN 2017, Masudi Kholili, yang ditemui usai menggelar rapat.

Dengan diperingatinya hari santri nasional ini, diharapkan menggugah semangat masyarakat terutama para santri, untuk menjadikan perjuangan para ulama - ulama terdahulu sebagai suri tauladan didalam perjuangan mengisi kemerdekaan.

"Terpenting kegiatan HSN ini, bagaimana kita sebagai penerus perjuangan, bisa melihat sejarah bahwa pada tanggal 22 Oktober 1945 dicetuskan resolusi jihad oleh KH. Hasyim Asyari bahwa membela tanah air dari penjajah hukumnya wajib bagi setiap individu. Dalam perjuangan mengusir penjajah banyak melibatkan kalangan ulama dan santri," sambung pria yang juga Wakil Katib Syuriah PCNU Sampang ini.

HMI Tegal Kab

Sementara itu untuk agenda peringatan HSN 2017, akan diawali dengan acara Halaqah Pesantren, tanggal 17 Oktober, di gedung PKPN, jalan Rajawali, Sampang. Dengan pembicara KH Marjuki Mustamar (Wakil Ketua PWNU Jatim) dan KH Arifin Hamid (Wakil Ketua LPNU wilayah Jatim). 

HMI Tegal Kab

Agenda selanjutnya tanggal 20 Oktober, yaitu Jalan - Jalan Sarungan (JJS), dengan start dan finis di lapangan Wijaya Kusuma, Sampang. Peserta dari kalangan pondok pesantren dibatasi 3000 santri.

Untuk malam resepsi dan doa bersama akan dilaksanakan tanggal 21 Oktober, di Kantor PCNU, jalan Diponegoro Sampang. Dengan rangkaian acara,

Istighosah dan pembacaan sholawat nariyah, tumpengan tasyakuran, santunan anak yatim dan nobar.

Kegiatan Hari Santri Nasional 2017, akan diakhiri dengan kegiatan Apel Hari Santri tanggal 22 Oktober di halaman Kantor Pemkab Sampang. Selain para ulama, santri dan seluruh jajaran pengurus PCNU, apel Hari Santri Nasional juga akan diikuti oleh Forkopimda, camat dan juga SKPD setempat. (Hadji/Kendi Setiawan)

Foto : Panitia HSN 2017 saat menggelar rapat diaula mini Pemkab Sampang.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits HMI Tegal Kab

Jumat, 02 Februari 2018

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu

Kudus, HMI Tegal Kab. Selama bulan Ramadhan, puluhan kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri-Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) menyemarakan mushola Kantor NU Jalan Pramuka, Kudus, Jawa Tengah. Tiap malam, mereka melakukan tarawih dan tadarus Al-Quran bersama anak yatim piatu dari panti asuhan Darul Hadhanah Kudus.

Menurut Sekretaris PC IPNU Kudus Wahyu Hidayat, kegiatan malam Ramadhan dimaksudkan untuk mengisi kegiatan dengan amalan baik. Tujuannya, untuk menghidupi mushola kantor NU sehingga terlihat semarak dari kegiatan Ramadhan dan masyarakat sekitar juga bisa sholat tarawih berjamaah.

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu

"Kegiatan ini juga sebagai ajang ukhuwah kader dan pelajar NU serta menjalin kebersamaan dengan anak-anak yatim piatu dan warga," ujarnya, Kamis (16/6).

Ia menjelaskan, tarawih dan tadarus al Qur-an di mushola telah menjadi agenda setiap malam puasa. Tahun ini pihaknya menjadual sembilan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU mengisi kegiatan tarawaih dan tadarus Al-Quran.

HMI Tegal Kab

"Setiap malam tarawih diimami pengasuh pesantren Darul Hadlanah. Alhamdulillah jamaahnya mencapai 4-5 baris, sedangkan tadarusnya tiap malam mengkhatamkan 2 juz," imbuh Wahyu.

Selain kegiatan di Musholla, PC IPNU-IPPNU Kudus selama Ramadhan ini juga mengadakan kunjungan turba (turun ke bawah) ke semua PAC. Agendanya, konsolidasi dan sosialisasi program IPNU-IPPNU seperti Porseni pelajar yang menjadi kegiatan penutup menjelang berakhirnya periode kepemimpinan 2016 ini. (Qomarul Adib/Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, Aswaja, RMI NU HMI Tegal Kab

Rabu, 31 Januari 2018

IPNU-IPPNU SMK Ma’arif NU 1 Rawalo Rekrut Pelajar Baru

Banyumas, HMI Tegal Kab. Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU SMK Ma’arif NU 1 Rawalo kabupaten Banyumas, mengadakan Makesta di awal tahun ajaran baru, Sabtu-Ahad (6-7/9). Kegiatan rutin setiap tahun ini dirancang untuk melibatkan peserta didik baru kelas sepuluh dalam gerakan pelajar NU.

Pembina IPNU-IPPNU SMK Ma’arif NU 1 Rawalo Khasan Mu’min mengatakan, pihak sekolah mewajibkan seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan ini.

IPNU-IPPNU SMK Ma’arif NU 1 Rawalo Rekrut Pelajar Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU SMK Ma’arif NU 1 Rawalo Rekrut Pelajar Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU SMK Ma’arif NU 1 Rawalo Rekrut Pelajar Baru

“Makesta ini dirancang untuk membuka para siswa terhadap paham Aswaja NU di samping penanaman rasa cinta dan pengabdian kepada NU dan NKRI,” kata Khasan yang juga Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMK Ma’arif NU 1 Rawalo.

HMI Tegal Kab

Sebanyak 120 pelajar baru mengikuti makesta ini. Panitia menghadirkan pengurus MWCNU Rawalo sebagai pemateri ke-Nuan dan pengurus IPNU-IPPNU Banyumas sebagai pemateri kepemimpinan dan tantangan globalisasi.

HMI Tegal Kab

Khasan berharap makesta kali ini dapat membawa perubahan signifikan dan kemajuan di bidang pendidikan khususnya di SMK Ma’arif NU 1 Rawalo. (Azka Miftahudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Doa, PonPes, Hadits HMI Tegal Kab

Senin, 29 Januari 2018

Ini Doa Lengkap Menyembelih Hewan Kurban

Penyembelihan hewan kurban adalah bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan. Untuk menyempurnakan ibadah itu, kita dianjurkan untuk berdoa ketika penyembelihan hewan kurban. Inilah doa yang dibaca sesaat sebelum hewan kurban kita disembelih. Doa ini dibaca dengan harapan Allah menerima ibadah kurban kita.

? ? ? ? ? ? ? ?

Ini Doa Lengkap Menyembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Doa Lengkap Menyembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Doa Lengkap Menyembelih Hewan Kurban

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

HMI Tegal Kab

Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Doa ini bisa kita temukan antara lain di buku Irsyadul Anam fi Tarjamati Arkanil Islam karya Sayid Utsman bin Yahya atau Tausyih ala Ibni Qasim karya Syekh M Nawawi bin Umar Banten.

HMI Tegal Kab

Namun demikian ada sejumlah doa yang dianjurkan ketika kita mengambil ancang-ancang untuk menyembelih hewan kurban. Hal ini ditunjukkan oleh Syekh M Nawawi Banten dalam Tausyih ala Ibni Qasim.

Menurutnya, sebelum kita menghadapkan hewan kurban ke kiblat dan siap menggoreskan senjata tajam, kita dianjurkan membaca bismillâh, lengkap dan sempurnanya bismillâhir rahmânir rahîm. Setelah itu kita dianjurkan membaca sholawat untuk Rasulullah SAW, bertakbir tiga kali. Setelah menghadap kiblat dan sesaat sebelum menyembelih, kita dianjurkan membaca doa menyembelih seperti di atas.

Berikut ini kami urutkan bacaan doanya.

1. Baca “Bismillâh

? ?

Artinya, “Dengan nama Allah”

Lebih sempurna “Bismillâhir rahmânir rahîm

? ? ? ?

Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang”

2. Baca sholawat untuk Rasulullah SAW

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.

Artinya, “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

3. Baca takbir tiga kali dan tahmid sekali

? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd

Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

4. Baca doa menyembelih

? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Adapun takbir pada poin ketiga bisa juga dibaca sebelum bismillah pada poin pertama. Demikian doa yang dianjurkan dalam rangkaian upacara penyembelihan hewan kurban. Keterangan ini bisa ditemukan antara lain di buku Tausyih ala Ibni Qasim karya Syekh M Nawawi Banten. Wallahu a‘lam. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits HMI Tegal Kab

Minggu, 28 Januari 2018

Sarasehan Kebangsaan IPPNU Semarang

Semarang, HMI Tegal Kab. Puluhan pelajar NU mengikuti sarasehan kebangsaan yang diselenggarakan IPPNU kota Semarang di pesantren Al-Asror, Gunungpati, Semarang, Sabtu (27/9). Mereka mengkaji implementasi nasionalisme dalam konteks globalisasi.

Ketua IPPNU kota Semarang Iin mengatakan, sarsehan ini diadakan mengingat pentingnya penanaman sikap dan mental nasionalisme. Menurut Iin, perspektif nasionalisme meningkatkan semangat perjuangan kader NU di bidang agama dan hidup sosial berbangsa dan bernegara.

Sarasehan Kebangsaan IPPNU Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarasehan Kebangsaan IPPNU Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarasehan Kebangsaan IPPNU Semarang

“Jika kader NU tidak memiliki sikap nasionalisme, pasti sedikit demi sedikit peradaban Indonesia akan runtuh. Mari kita bersama-sama tanamkan sikap nasionalisme. Di tangan pemuda sebuah bangsa akan maju,” kata Iin yang kini tercatat sebagai mahasiswi Unisula Semarang.

HMI Tegal Kab

Kader NU memang dituntut memiliki wawasan lebih. “Dengan wawasan yang luas, kita akan bisa memahami kebhinekaan. Sebab  di Indonesia itu ada agama, budaya, dan bahasa yang berbeda-beda,” kata narasumber sarasehan Rizka.

HMI Tegal Kab

Tanpa pengetahuan yang luas, maka warga Indonesia sulit menerima indahnya kebhinekaan di Indonesia.

Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Walisongo ini juga mengimbau peserta sarsehan untuk teguh berjuang. “Jangan jadi kader yang lembek, tidak tahan banting dan tak percaya diri,’’ pungkas dosen berpenampilan menarik itu.  (M Sabiq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Hadits HMI Tegal Kab

Selasa, 23 Januari 2018

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini

Denpasar, HMI Tegal Kab. Alm. KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur secara tegas menyatakan, “Tidak penting apapun agama atau sukumu, karena orang lain tidak akan pernah tanya apa agamamu kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang." Dari ungkapan tersebut dapat diambil sebuah pesan moral akan pentingnya sebuah pengorbanan dan pengabdian untuk  orang lain dan masyarakat.

Dengan semangat mengamalkan petuah “sang guru” bangsa tersebut, pada hari Sabtu, 21 November 2015 sejumlah mahasiswa dan dosen penerima beasiswa kursus superintensif bahasa Inggris MoRA scholarship 2015 (Awardee MoRA Scholarship) di Indonesia-Australia Language Foundation (IALF) Denpasar menyelenggarakan kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat di yayasan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Huda Jimbaran Bali. 

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini

Syahdan, Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia dimana Islam merupakan agama minoritas, tercatat jumlah penganut agama Islam adalah 13,37 persen atau setara 520.244 jiwa (Bimas Kemenag RI). Mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, sehingga menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi umat Islam selaku kaum minoritas untuk bisa berbaur dengan umat mayoritas lainya dengan nuansa toleransi yang indah.

HMI Tegal Kab

Kegiatan “Bali Mengaji, Dari Santri untuk Negeri” yang digagas oleh para penerima beasiswa kursus bahasa Inggris MoRA Scholarship 2015 diharapkan mampu menjadi salah satu jawaban untuk mewujudkan kehidupan beragama yang toleran. Secara umum, kegiatan yang dilaksanakan pada sore hari hingga menjelang maghrib ini berupa pengajian singkat dan berbagi motivasi dan inspirasi dari awardee MoRA scholarship kepada para peserta  yang mayoritasnya merupakan santri TPQ yang masih berumur dini rentang 4-10 tahun. Hal ini dirasa penting mengingat optimalisasi pendidikan agama dan karakter bagi anak usia dini adalah sebuah keniscayaan guna menyiapkan generasi cerdas dan handal yang akan menopang kemajuan peradaban Islam di masa mendatang.

HMI Tegal Kab

Ahmad Romzi, selaku ketua penyelenggara menegaskan, tujuan utama diselenggarakan acara ini adalah untuk membumikan semangat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca tetapi juga untuk diamalkan, karena salah satu spirit yang ditanamkan Al-Qur’an adalah rahmatan lil alamin, toleransi dan saling menghargai satu sama lain, dan pesan moral semacam ini sudah harus ditanamkan dalam benak anak sedini mungkin, tegasnya.

Lebih jauh lagi, I’anatul Avifah, awardee MoRA scholarhsip asal UIN Sunan Ampel Surabaya, menyatakan, program positif semacam ini harus terus dilakukan dan dikembangkan. “Saya kira, program ini juga menjadi salah satu indikator ‘keseriusan’ penerima beasiswa pendidikan bahasa asing MoRA Scholarship 2015, yang juga merupakan ‘santri’ di sejumlah pesantren dan perguruan tinggi Islam di tanah air untuk kembali mengabdi pada lembaga pendidikan Islam, baik pesantren maupun perguruan tinggi Islam di kemudian hari,” ucapnya. (Dito Alif Pratama/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, Tegal HMI Tegal Kab

Minggu, 21 Januari 2018

Mahfud MD: Korupsi Biang Tumbuhnya Radikalisme

Bandung, HMI Tegal Kab. Tumbuh dan suburnya paham radikalisme tak lepas dari praktik ketidakadilan yang terjadi di Indonesia.? Salah satu tanda ketidakadilan itu ada maraknya korupsi yang terjadi di semua lapisan masyarakat.

Mahfud MD: Korupsi Biang Tumbuhnya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: Korupsi Biang Tumbuhnya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: Korupsi Biang Tumbuhnya Radikalisme

Demikian salah satu kesimpulan dari halaqah kebangsaan yang digelar di Pondok Pesantren Darul Maarif, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (14/5).

Mantan Ketua MK, Mahfud MD mengatakan, tumbuhnya radikalisme membahayakan Indonesia. Apalagi sampai mereka berhasil membentuk sebuah negara. "Ideologi mereka membahayakan Indonesia," kata Mahfud.

HMI Tegal Kab

Menurut Mahfud, salah satu alasan mereka mengembangkan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila itu, adalah adanya rasa ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. "Salah satunya kasus korupsi," katanya.

?Karena itu, Mahfud berpandangan korupsi di Indonesia harus dibabat habis. Untuk menimbulkan efek jera, Mahfud setuju koruptor yang merampok uang negara dalam jumlah besar dihukum mati. "Undang undang sekarang koruptor maksimal dihukum mati, tapi dengan syarat. Kalau menurut saya tak perlu pakai syarat," katanya.

HMI Tegal Kab

Mahfud menjelaskan, syarat yang disebutkan dalam undang undang adalah jika negara dalam kondisi krisis. "Krisis itu bisa ditafsirkan macam-macam. Makanya tak perlu ada syarat. Jadi Koruptor maksimal dihukum mati," terangnya.

Namun, untuk mengubah undang-undang koruptor dihukum mati membutuhkan pemimpin yang jujur dan berani. "Jadi tergantung siapa nanti yang terpilih menjadi presiden. Kalau yang terpilih didukung oleh koruptor ya pasti sulit," katanya.

Halaqah nasional kebangsaan ini dihadiri oleh ratusan ulama dan cendekiawan pondok pesantren. Selain membahas masalah kebangsaan, halaqah ini juga membahas masalah keumatan dan keagamaan.

Sejumlah tokoh nasional dijadwal menjadi narasumber. Antara lain KH Hasyim Muzadi, Menteri Pendidikan dan kebudayaan Mohammad Nuh, Mahfud MD, Abuya Mukhtar, Yudi Latif, KH Masdar Farid Mas’udi, Rokhmin Dahuri, Rizal Ramli, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Ketua PBNU KH Slamet Effendi Yusuf, KH Malik Madani, Prof Dr Gumilar RS, dan Jimly Ashiddiqie. (Ahmad Millah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Jadwal Kajian, Tegal, Hadits HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock