Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Prof Al-Mestiri: NU Harus Terus Jadi Inspirasi Islam Moderat Dunia

Jakarta, HMI Tegal Kab. Sikap teguh terhadap tradisi, pengkajian kitab-kitab klasik, peneguhan moderatisme Islam, dan garda depan nasionalisme harus terus dilakukan NU untuk menginspirasi dunia. Karakter-karakter tersebut dibutuhkan dunia Islam saat ini yang seolah tak ada hentinya dengan tragedi perang dan anasir-anasir kebencian.

Prof Al-Mestiri: NU Harus Terus Jadi Inspirasi Islam Moderat Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Al-Mestiri: NU Harus Terus Jadi Inspirasi Islam Moderat Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Al-Mestiri: NU Harus Terus Jadi Inspirasi Islam Moderat Dunia

Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Teologi dan Filsafat Universitas Zaitunah Tunisia, Prof Dr Muhammad al-Mestiri, Kamis (20/10) saat menjadi pembicara utama dalam Kuliah Umum (Studium Generale) yang diselenggarakan Pascasarjana STAINU Jakarta di Gedung PBNU Jakarta Pusat.

Dalam kuliah umum bertema Wasathiyyatul Islam: Stratijiyyah Limuwajahatit Thatharruf al-Fikriy wa al-Dini (Moderatisme Islam; Strategi Melawan Ekstremitas Pemikiran dan Keberagamaan) ini, Al-Mestiri menggarisbawahi bahwa peneguhan Islam moderat saat ini bisa dilakukan dengan jalan tetap menjaga geneologi sejarah.?

Hal ini dilakukan agar Islam tidak tercerabut dari akar tradisinya sehingga moderatisme bisa terus dikembangkan.?

HMI Tegal Kab

“Memahami kitab-kitab klasik (thurats) karya ulama perlu terus dilakukan. Selain itu, kita jug harus memahami paham Barat sehingga dapat menemukan persmasalahan yang ada,” ujar alumni Universitas Sorbonne Prancis ini didampingi Ahmad Ginanjar Sya’ban (Dosen STAINU Jakarta) sebagai penerjemah.

Al-Mestiri juga menjelaskan tentang universalisme (al-kauniyah) yang berbeda dalam persepsi Islam dan Barat. Dalam persepsi Islam, menurutnya, universalisme lahir dari karakter wasathiyah. “Sedangkan universalisme menurut Barat lebih cenderung dimaknai sebagai hegemoni,” jelas Profesor yang tinggal di Prancis lebih dari 18 tahun ini.

Wasathiyah, prinsip keadilan

HMI Tegal Kab

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, lebi jauh al-Mestiri menjelaskan bahwa membincang moderatisme Islam tidak bisa dilepaskan dari apa yang telah difirmankan oleh Allah SWT:

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Ali Imran: 110)

“Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, makna wasath dalam ayat tersebut adalah bermakna umat yang adil dan terbaik. Jadi, makna umat wasath adalah umat yang berpegang pada prinsip keadilan,” ujar al-Mestiri. ? ?

Selain para mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta, turut hadir dalam acara ini Waketum PBNU HM. Maksoem Makfoedz, Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi yang sekaligus Wakil Rektor UNU Indonesia, Asisten Direktur Pascasarjana STAINU Jakarta Dr Muh. Ulinnuha dan Hamdani, Ph.D serta sejumlah dosen Pascasarjana STAINU Jakarta lainnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Syariah, RMI NU, PonPes HMI Tegal Kab

Sabtu, 24 Februari 2018

PAC dan Ranting GP Ansor Kabupaten Tangerang Dilantik

Tangerang, HMI Tegal Kab

GP Ansor sebagai Organisasi Pemuda terbesar di Kabupaten Tangerang kembali menguatkan institusi kelembagaanya dengan melantik? 29 Pengurus Anak Cabang (PAC) dan 274 Ranting se-Kabupaten Tangerang Periode 2016-2019.

?

PAC dan Ranting GP Ansor Kabupaten Tangerang Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC dan Ranting GP Ansor Kabupaten Tangerang Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC dan Ranting GP Ansor Kabupaten Tangerang Dilantik

Acara yang digelar di gedung Serbaguna Tigaraksa Sabtu (10/12) tersebut bertema "Merawat Kebinekaan dalam bingkai Keberagamaan". Tema tersebut sengaja diambil dalam rangka merespon situasi nasional yang cukup pelik, terutama terkait dengan kebinekaan dan toleransi.

?

Khoirun Huda selaku Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa acara tersebut juga dirangkai dengan launching Sorban Nusantara Tour & Travel yang bergerak di bidang umroh dan haji plus, serta Dialog Kebangsaan, dan Diklat Terpadu Dasar (DTD).

?

HMI Tegal Kab

Huda juga menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut dimaksudkan untuk melakukan konsolidasi organisasi dalam rangka kemandirian organisasi serta membangun militansi kader. "Ke depan, GP Ansor harus menjadi organisasi yang mandiri dan terus memberikan pengabdian kepada masyarakat," ucapnya melalui siaran pers yang diterima HMI Tegal Kab (14/12).

?

Huda juga berharap kader Ansor mampu menjadi pribadi yang unggul, memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, berkepribadian unggul, berakhlak mulia dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.

HMI Tegal Kab

"Kader Ansor harus memiliki paradigma terlatih, terampil dan berdaya guna dan memiliki kesadaran bahwa keterlibatannya di dalam organisasi Ansor mampu menjadi agen pembaharu bagi masyarakat disekitarnya," tandasnya.

?

Ali Zaenal Abidin, Ketua Pelaksana Kegiatan, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya pembelajaran dan pemberdayaan yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari yang paling dasar, lanjutan dan tinggi.

"Hal ini guna mempersiapkan kader yang mampu meneruskan estafet perjuangan organisasi NU yang dapat menjawab tantangan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Acara ini juga dihadiri undangan dari berbagai latar belakang, seperti partai politik, organisasi kepemudaan, pimpinan pesantren, pengurus organisasi Nahdatul Ulama, serta unsur pemerintahan daerah di Kabupaten Tangerang. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU, Jadwal Kajian, Pendidikan HMI Tegal Kab

Rabu, 21 Februari 2018

LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan

Jombang, HMI Tegal Kab. Tidak seperti bulan yang lain, Ramadhan benar-benar memberikan tambahan spirit untuk beribadah. Baik ibadah pribadi maupun sosial. Lapar dan dahaga seakan sirna dengan semangat yang kian menyala.

Hal ini juga dirasakan kru Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT). Jelang Ramadhan, para pengurus saling bersinergi dalam mempersiapkan berbagai kegiatan. Tidak semata kegiatan ibadah yang berhubungan dengan Allah SWT, juga aktifitas sosial yang membutuhkan tambahan stamina juga tidak luput dari perhatian.

LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)
LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)

LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan

Seperti disampaikan ketua panitia, Rahmat Hidayat bahwa ada sejumlah kegiatan yang dipersiapkan selama bulan suci ini. Dan beberapa waktu lalu rangkaian kegiatan diawali dengan musabaqah tartil qur’an, lomba adzan dan iqamah, serta pidato Bahasa Indonesia.

HMI Tegal Kab

“Kegiatan dipusatkan di lantai tiga gedung KH Yusuf Hasyim,” kata Mas Didit, sapaan akrabnya kepada HMI Tegal Kab, Sabtu (3/7). Para peserta adalah utusan dari sejumlah Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) se Kabupaten Jombang.

Secara lebih rinci, Mas Didit menandaskan bahwa ada 16 peserta untuk lomba TPQ, 18 peserta untuk musabaqah tartil al-Qur’an serta adzan dan iqamah sebanyak 15 utusan.

HMI Tegal Kab

Dan pada malamnya, yakni usai shalat Isya’ dilangsungkan pengajian umum yang menghadirkan da’i Alhabib Ubaidillah bin Idrus al-Habsyi dari Surabaya serta KH Drs Fahmi Amrullah dari Jombang. “Kegiatan dilangsungkan di halaman Masjid Ulul Albab Tebuireng dan dimeriahkan oleh jam’iyah shalawat Seribu Rebana,” terangnya.

Kegiatan ini menjadi syiar tersendiri bagi keberadaan LSPT dalam menyapa masyarakat. Demikian juga pengajian menjadi media untuk mempersiapkan diri dan hati dalam menyambut Ramadhan.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan dibukanya jalan sehat pada tanggal dan pasar murah. Karena untuk jalan sehat yang diawali dan berakhir di halaman Masjid Ulul Albab Tebuireng, para peserta tidak harus membeli kupon karena diberikan secara cuma-cuma. “Kendati demikian, mereka mendapatkan sejumlah produk elektronik dengan cara diundi yang hadiahnya telah disiapkan panitia,” ungkapnya.

Pun demikian halnya dengan pasar murah. Kegiatan selama dua hari ini tidak semata menjadi ajang? pasar dadakan, juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menikmati sejumlah kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. “Kami memberikan potongan harga dari seluruh bahan pokok yang dijual,” kata Muhammad Asad, Pimpinan Umum LSPT. Dengan demikian, para penduduk sekitar Pesantren Tebuireng dapat menikmati sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga dibawah harga pasar.

Sejumlah kegiatan masih akan berlangsung selama Ramadhan ini. Ada pembagian ta’jil di sejumlah lokasi strategis di kota santri. Sasarannya tentu saja para musafir yang karena perjalanan jauh, belum menyiapkan menu berbuka puasa. “Para pengurus dan panitia menyebar untuk mencari lokasi yang kerap dilalui mobil dan kendaraan bermotor,” kata Didit.

Safari Ramadhan menjadi sarana merekatkan LSPT dengan beberapa mushalla dan masjid kampung yang ada di sekitar Jombang. “Kita ingin keberadaan LSPT semakin dikenal baik dengan sejumlah kegiatan dan kiprah yang pastinya bermanfaat,” ungkapnya. Bila keberadaan lembaga sosial milik Pesantren Tebuireng ini telah diketahui lebih banyak khalayak, maka sejumlah program akan dapat didukung lebih banyak kalangan. “Agar khidmat lembaga ini semakin optimal,” lanjutnya.

Masih ada kegiatan Tebar Hikmah Ramadhan dan penutupan pengajian Ramadhan untuk para santri di Tebuireng. Dan acara pungkasnya (28/7) adalah pembagian zakat fitrah yang dilangsungkan di halaman parkir pesantren.

“Kami memohon dukungan dari banyak kalangan agar rangkaian acara selama Ramadhan nanti berjalan dengan lancar tanpa aral berarti,” pinta Mas Didin. Demikian juga kekompakan panitia dan pengurus menjadi kata kunci acar seluruh rangkaian berjalan sesuai harapan. (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita, RMI NU, News HMI Tegal Kab

Jumat, 02 Februari 2018

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu

Kudus, HMI Tegal Kab. Selama bulan Ramadhan, puluhan kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri-Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) menyemarakan mushola Kantor NU Jalan Pramuka, Kudus, Jawa Tengah. Tiap malam, mereka melakukan tarawih dan tadarus Al-Quran bersama anak yatim piatu dari panti asuhan Darul Hadhanah Kudus.

Menurut Sekretaris PC IPNU Kudus Wahyu Hidayat, kegiatan malam Ramadhan dimaksudkan untuk mengisi kegiatan dengan amalan baik. Tujuannya, untuk menghidupi mushola kantor NU sehingga terlihat semarak dari kegiatan Ramadhan dan masyarakat sekitar juga bisa sholat tarawih berjamaah.

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu

"Kegiatan ini juga sebagai ajang ukhuwah kader dan pelajar NU serta menjalin kebersamaan dengan anak-anak yatim piatu dan warga," ujarnya, Kamis (16/6).

Ia menjelaskan, tarawih dan tadarus al Qur-an di mushola telah menjadi agenda setiap malam puasa. Tahun ini pihaknya menjadual sembilan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU mengisi kegiatan tarawaih dan tadarus Al-Quran.

HMI Tegal Kab

"Setiap malam tarawih diimami pengasuh pesantren Darul Hadlanah. Alhamdulillah jamaahnya mencapai 4-5 baris, sedangkan tadarusnya tiap malam mengkhatamkan 2 juz," imbuh Wahyu.

Selain kegiatan di Musholla, PC IPNU-IPPNU Kudus selama Ramadhan ini juga mengadakan kunjungan turba (turun ke bawah) ke semua PAC. Agendanya, konsolidasi dan sosialisasi program IPNU-IPPNU seperti Porseni pelajar yang menjadi kegiatan penutup menjelang berakhirnya periode kepemimpinan 2016 ini. (Qomarul Adib/Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, Aswaja, RMI NU HMI Tegal Kab

Rabu, 24 Januari 2018

Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat

Jombang, HMI Tegal Kab. Dalam hitungan hijriyah, Gerakan Pemuda Ansor telah berumur 84 tahun. Salah satu Badan Otonom (Banom) di jamiyah Nahdlatul Ulama (NU) ini dilahirkan 10 Muharram tepatnya tahun 1353 Hijriyah. Usia yang tidak lagi muda ini hendaknya dapat memacu semua elemen di dalamnya untuk terus berkhidmat bagi NU, bangsa dan masyarakat.

"Para aktivis Gerakan Pemuda Ansor hendaknya dapat menjadikan momentum hari lahir ini sebagai sarana untuk semakin memantapkan diri untuk menjadi bagian dari organisasi sosial kepemudaan dan keagamaan yang mandiri," kata Ketua PC GP Ansor Jombang Jawa Timur, H Zulfikar Damam Ikhwanto kepada HMI Tegal Kab, Sabtu (24/10).

Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat

Bentuk kemandirian itu dalam pandangan Gus Antok, sapaan akrabnya, adalah dengan berupaya menggali potensi ekonomi setiap warga dan peluang yang ada di wilayah masing-masing untuk bisa memiliki badan usaha yang menghasilkan. "Karena tanpa kemandirian secara ekonomi, sangat sulit Ansor bisa memiliki ketegasan dalam sikap," ungkapnya.

HMI Tegal Kab

Sejumlah kader yang telah berhasil dalam membangun ekonomi sebisa mungkin dapat dihimpun sehingga menjadi jaringan yang kuat. "Kalau selama ini para kader hanya berkutat dengan ekonomi secara parsial, sudah waktunya bisa dihimpun dalam jaringan sehingga menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh," terangnya.

HMI Tegal Kab

"Yang dibutuhkan adalah kekuatan dan kemampuan untuk menyapa dan meyakinkan simpul ekonomi tersebut sehingga menjadi jaringan ekonomi yang tertata dengan manajerial yang amanah," tandasnya.

Bila kemampuan ekonomi ini bisa digarap dengan baik, maka unsur manfaat akan bisa dirasakan oleh warga dan anggota di berbagai level masyarakat. "Kita yakin, para warga dan fungsionaris Ansor adalah mereka yang berkutat dengan ekonomi kelas menengah dan kecil," katanya. Bila mampu mengentas potensi ekonomi tersebut, maka dengan sendirinya bisa menyelesaikan kesenjangan ekonomi yang ada di akar rumput, lanjutnya.

Kendati demikian, persoalan umat serta merta tidaklah selesai. "Karena jaringan ekonomi yang akan dibangun juga harus menjunjung tinggi akhlakul karimah," pesannya. Karenanya, pendekatan simultan dengan mendorong kemandirian ekonomi yang di dalamnya juga diimbangi dengan perilaku terpuji, menjadi syarat yang tidak dapat ditinggalkan.

Gus Antok mengingatkan bahwa pada Muktamar Ke-9 NU di Banyuwangi, yakni 10 Muharram 1353 H yang bertepatan dengan 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua HM Thohir Bakri, Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Tanggal 24 April memang kemudian dikenal sebagai tanggal kelahiran GP Ansor. "Namun  mengingatkan bahwa tanggal 10 Muharram sebagai bagian tidak terpisahkan dari perjalanan Ansor juga sangatlah penting," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU, Tokoh, Kajian HMI Tegal Kab

Minggu, 14 Januari 2018

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN

Cimahi, HMI Tegal Kab. Kegiatan Kuliah Dhuha Remaja (KDR) yang rutin dilaksanakan tiap minggu kedua tiap bulan, kembali dilaksanakan oleh PC IPNU-IPPNU Kota Cimahi dengan pelaksana kegiatan PAC kecamatan Cimahi Utara. 

Pada Kegiatan kali ini, yang menjadi pokok bahasan adalah tentang Ujian Nasional, sehingga acara dikemas menjadi tausiyah, seminar motivasi, serta istigotsah dan do’a bersama untuk Ujian Nasional bertemakan “Doa Tanpa Usaha Sia-Sia, Usaha Tanpa Do’a –Apa yang Kau Bisa?”  Kegiatan ini merupakan usaha dan wahana untuk memberikan media khususnya kepada para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional.

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00-12.00 ini diikuti oleh lebih kurang 120 orang pelajar dari berbagai sekolah di kota Cimahi, baik dari tingkatan SMP, SMA juga tingkat perguruan tinggi.

HMI Tegal Kab

Kegiatan diawali dengan sajian hiburan oleh grup el-Mijmar dengan menyuguhkan musik hadrah melantunkan pujian dan shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad Saw, dilanjutkan dengan acara seremonial sambutan dari ketua pelaksana yaitu Bagus Legowo serta tausiyah dari ketua PCNU Cimahi KH Enjang Nasrullah. 

HMI Tegal Kab

Pada kesempatan itu, ketua PCNU memberikan tiga poin utama dalam menghadapi ujian, yaitu berusaha, berdoa dan bertawakal. Dilanjutkan dengan materi motivasi dari Kang Suyanto sebagai perwakilan dari Keluarga Mahasiswa Nahdhatul Ulama (KMNU) UPI. 

Kegiatan ini diakhiri dengan istighotsah dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah NU kota Cimahi KH Alan Nur Ridwan.

Ketua PC IPNU Kota Cimahi, Fauzul Haq mengatakan “Tujuan dari kegiatan ini, selain untuk meningkatkan ukhuwah antar sesama pelajar di kota Cimahi, untuk memberikan pencerahan kepada para pelajar di kota Cimahi dalam menghadapi ujian, baik Ujian Nasional, Ujian Sekolah, maupun ujian ke Perguruan Tinggi.”

Selain itu ia menambahkan, setidaknya ada tiga problematika pelajar saat menghadapi ujian, pertama orang yang hanya berdo’a namun tidak ia tidak pernah berusaha untuk belajar, sehingga dalam fikirannya hanya ada kata “kumaha engke”, kedua orang yang terlalu fokus dalam belajar, namun ia tidak pernah berdoa seolah ia “tidak perlu” pertolongan dari Allah, bahkan saking “paranoidnya” ia berani meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim yang taat. Dan Ketiga orang yang tidak mau berdoa dan berusaha, sehingga ia hanya mencari cara “instan” untuk menjalani ujian. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Bustanul Arifin

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU, Santri HMI Tegal Kab

Jumat, 12 Januari 2018

Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro

Ponorogo, HMI Tegal Kab



Sebagai bagian dari kontribusi warga NU untuk kehidupan kebangsaan dan keberagamaan yang damai dan berkeadilan dan demi keutuhan NKRI, warga NU Ponorogo mengikuti apel akbar yang dipimpin Katib Syuriyah PBNU KH Lukman Harist Dimyathi pada Senin malam (24/4).

Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro

Dalam amanatnya, Kiai Luqman yang merupakan pengasuh pesantren Tremas Pacitan itu mengajak kepada warga NU untuk bersama-sama mewaspadai pergerakan organisasi yang anti-Pancasila.

"Kita dukung pemerintah untuk segera membubarkan organisasi-organisasi yang anti-Pancasila! Banser harus siap lahir batin bersama Kiai jaga NKRI," tegasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan atraksi dari pencak silat NU Pagar Nusa, Banser, Fatser, dan kesenian Reog Ponorogo.

HMI Tegal Kab

Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Ponorogo menggelar acara hari lahir ke-94 NU yang dipusatkan di alun-alun Ponorogo, bertepatan dengan hari lahir ke-83 Gerakan Pemuda Ansor dan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Sebanyak 30 ribu warga NU Ponorogo dan sekitarnya, dengan khusyu mengikuti Istighotsah Kubro di Alun-alun Ponorogo. Istighotsah digelar dalam rangka memohon kepada Allah agar Indonesia senantiasa diberikan rasa aman dan damai.

Istighatsah diawali dengan shalat Magrib berjamaah, kemudian dilanjut dengan majlis dzikir dan shalawat Rijalul Ansor, shalat tolak bala dan shalat Isya berjamaah, diteruskan istighotsah kubro yang dipimpin oleh KH Abdul Matin Jawahir (Rais Syuriyah PWNU Jatim).

Istighatsah dihadiri oleh para ulama, seperti KH Abdus Sami Hasyim Mayak, KH Fathurrodji Tantowi, KH Husein Aly, KH Sholichan Al Hafidz, KH Maruf Muchtar Bajang dan KH Luqman Harits Dimyathi (Katib Syuriyah PBNU).

Selain para ulama, hadir pula Bupati Ponorogo H Ipong Muchlissoni dan segenap jajaran Forkopimda Ponorogo. Red: Mukafi Niam

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pendidikan, Nahdlatul, RMI NU HMI Tegal Kab

Senin, 01 Januari 2018

Ayo Daftar, Festival Rebana Nasional di ITB!

Jakarta, HMI Tegal Kab

Unit Rebana ITB (Institut Teknologi Bandung) bakal menggelar Grand Festival Rebana Nasional pada 26-27 Maret 2016 di Aula Timur ITB, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan yang mengolaborasikan shalawat dan seni music ini menyajikan lomba rebana banjari murni, rebana nusantara, dan nasyid dengan tema “Simfoni Rebana Negeri”.

Tema tersebut diangkat untuk mempersatukan seluruh tim-tim rebana perguruan tinggi di seluruh Indonesia agar selaras dan saling melengkapi dalam melestarikan rebana. Sebagai hasilnya, diharapkan semua perguruan tinggi yang memiliki tim rebana semakin semangat dalam syiar dan pelestarian seni tradisional khususnya rebana di daerahnya masing-masing.

Ayo Daftar, Festival Rebana Nasional di ITB! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo Daftar, Festival Rebana Nasional di ITB! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo Daftar, Festival Rebana Nasional di ITB!

“Pada tahun 2014 URI (Unit Rebana ITB) telah sukses dalam menyelenggarakan festival rebana se-Bandung Raya dan di tahun ini, URI akan menyelenggarakan festival rebana tingkat nasional,” demikian rilis yang diterima HMI Tegal Kab, Jumat (18/3).

HMI Tegal Kab

Pendaftaran lomba ini dibuka 4 Februari sampai 17 Maret 2016. Festival yang jumlah pesertanya dibatasi ini membagi perlombaan dalam tiga kategori, yakni rebana banjari, rebana nusantara, dan nasyid. Informasi seputar registrasi dapat diperoleh dengan menghubungi 085866307084 (Abror) atau media sosial resmi festival ini.

HMI Tegal Kab

Selain perlombaan rebana dan nasyid, festival ini juga berisi diskusi ilmiah dan seminar seputar musik dalam Islam. Sejumlah narasumber yang disiapkan antara lain Dang Faturrahman (pengamat musik yang juga akan menjadi juri di salah satu kategori lomba), Sabrang alias Noe “Letto” (vokalis grup band Letto), Acep Zamzam Noor (budayawan dan seniman), serta Khofifah Indar Paranwansa (Menteri Sosial RI). Diskusi ilmiah rencananya digelar pada hari kedua, yaitu Ahad pukul 18.30 WIB. Pihak panitia juga mengundang? mantan ibu Negara Ny Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid,

Unit Rebana ITB atau disingkat URI merupakan unit kegiatan mahasiswa yang bergerak dalam bidang kesenian musik islam, yaitu rebana. URI merupakan salah satu unit yang menggemakan shalawat di kampus Ganesha dengan menyelenggarakan kegiatan shalawat dalam berbagai bentuk. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Pendidikan, RMI NU HMI Tegal Kab

Minggu, 31 Desember 2017

Belajar Cinta dari Jalaluddin Rumi

Bandung, HMI Tegal Kab

Jalaluddin Rumi, seorang tokoh sufi berpengaruh di dunia Islam dilahirkan di Balkh (sekarang Afganistan) pada tahun 604 H/1207 M. Ia dikenal sangat piawai dalam pemikiran esoteriknya melalui ungkapan syair-syair yang indah. Pemikiran Rumi berbeda dari sebagian tokoh sufi lainya.

"Rumi itu sosok yang berbeda. Dia tidak punya aliran, dia tidak punya mazhab, dia tidak punya ajaran khusus tentang tasawuf. Disebut sufi karena dalam seluruh aspek kehidupannya senantiasa terjun pada dunia spiritual," kata Prof Muhtar Sholihin, Wakil Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dalam Seminar Internasional "The Beauty of Persian Peotries and The Teaching Of Islamic Mysticism of Maulana Jalaluddin Rumi" di gedung Aula Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati, Jalan AH Nasution, Bandung, Senin (24/2).

Belajar Cinta dari Jalaluddin Rumi (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Cinta dari Jalaluddin Rumi (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Cinta dari Jalaluddin Rumi

Pengurus LTNU Jawa Barat ini menambahkan bahwa dalam konteks pemahaman pemikiran, Rumi beserta kajian tasawuf dan filsafatnya lebih menyulitkan daripada memahami Ibnu Arobi dan Al Hallaj.

HMI Tegal Kab

"Kenapa demikian? Karena Rumi ini adalah seorang fiosofi dan filsufi yang pemahaman-pemahaman wihdatul wujudnya dan sebagainya dituangkan dalam karya sastra," tegasnya.

Sebuah contoh karya Jalaluddin Rumi adalah tentang penciptaan alam semesta ini yang dihubungkan dengan cinta, sebab katanya hal pertama yang di ciptakan oleh Tuhan adalah cinta.

HMI Tegal Kab

"Cinta adalah samudra (tak bertepi) tempat langit menjadi sekadar serpihan-serpihan busa, (mereka kacau balau) bagaikan perasaan Zulaikha yang menghasrati Yusuf," kata Prof Muhtar menyebutkan salah satu karya rumi tentang "Cinta Universal"

Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Bandung ini pun menjelaskan mengapa cinta digambarkan sebagai sebuah samudra yang tak bertepi dalam kata lain pengkiasan bumi, tetapi bumi yang kita pijaki ini adalah sebuah serpihan, karena bumi itu di ciptakan karena cinta.

"Jadi yang disebut hukum alam atau sunatullah itu adalah sebuah proses bergerak oleh cinta," jelasnya

Dalam perspektif Rumi, lanjutnya, dalam sebuah contoh, dua orang yang saling membenci, pada saat ketika bisa melakukan sikap saling membenci? Menurut pandangan Rumi kedua orang tersebut dilandasi karena cinta, sebab dibalik kebencian terdapat rasa sayang.

"Seperti dalam teori es, ketika berada pada titik 4 derajat Celcius menjadi sangat beku dan dingin, turun di titik 0 Celcius masih dingin, dan pada titik negatif ke bawah menjadi panas. Itu artinya karena bencinya kepada orang, itu menjadi cinta, maksud saya adalah kebencian itu ialah wujud cinta yang teramat cinta," imbuhnya

Acara seminar International yang bertajuk Keindahan sastra Persia dan tasawuf Maulana Jalaluddin Rumi ini diselenggarakan oleh Iranian Corner, nampak hadir pembicara Dr. Hujjatullah Ibrahimnion (Republik Islam Iran), Prof. Dr. Muhtar Sholihin M.Ag (Wakil Rektor II UIN Bandung), Bastian Zulyeno (Dosen Bahasa dan sastra Universitas Indonesia Jakarta), Dr. Ali Masrur M.Ag (Direktur Iranian Corner). Ratusan mahasiswa memadati Aula Fakultas Usuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Bakti Habibie/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab IMNU, RMI NU, PonPes HMI Tegal Kab

Sabtu, 23 Desember 2017

Fatihul Faizun Terpilih Aklamasi Ketua IKA PMII Sidoarjo

Sidoarjo,HMI Tegal Kab. Musyawarah Cabang ke II Ikatan Alumni Mahasiswa Pergerakan Islam Indonesia (IKA PMII) Sidoarjo menetapkan Fatihul Faizun sebagai Ketua IKA PMII secara aklamasi untuk lima tahun ke depan, yaitu periode 2016-2021.

Fatihul Faizun Terpilih Aklamasi Ketua IKA PMII Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatihul Faizun Terpilih Aklamasi Ketua IKA PMII Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatihul Faizun Terpilih Aklamasi Ketua IKA PMII Sidoarjo

Musyawarah yang digelar di pondok pesantren Nurul Ikhlas Desa Spande Kecamatan Candi Sidoarjo juga menetapkan sejumlah majelis pertimbangan IKA PMII Sidoarjo di antaranya Abdul Aziz (Ketua ISNU Jatim), M Zainal Abidin (ketua KPUD Sidoarjo), Arly Fauzi (mantan ketua DPRD Sidoarjo), H Kalim (mantan anggota DPRD Sidoarjo) dan M Yusuf (mantan ketua garda bangsa Sidoarjo).

Ketua terpilih IKA PMII Sidoarjo, Fatihul Faizun mengungkapkan rasa syukur atas terpilihnya sebagai Ketua IKA PMII Sidoarjo. Ia mengaku siap mengemban anamah untuk lima tahun ke depan.

HMI Tegal Kab

Pria yang ahli dalam bidang kajian anggaran dan pendapatan dan belanja daerah itu mengajak kepada semua alumni PMII Sidoarjo untuk tetap solid dan merapatkan barisan. "Kami mohon doa restunya kepada semua pihak agar bisa menjalankan amanah ini dengan baik. Mari kita satukan barisan," ucapnya, Jumat (26/8).

HMI Tegal Kab

Terselenggranya acara Musyawarah Cabang ke II IKA PMII Sidoarjo mendapatkan respon positif dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sidoarjo.

Ketua PC PMII Sidoarjo, M Mahmuda menyatakan bersyukur atas terpilihnya Fatihul Faizun sebagai Ketua IKA PMII Sidoarjo. Pihaknya berharap, ketua terpilih IKA PMII Sidoarjo mampu mengemban amanah dengan baik dan bisa memberikan perubahan bagi kemajuan IKA PMII.

"Semoga ketua terpilih mampu memberikan perubahan dan memperkuat tali silaturrahim seluruh ikatan alumni PMII yang ada di Sidoarjo dan amanah dalam menjalankan roda ikatan alumni lebih baik," harap Mahmuda. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Doa, Tegal, RMI NU HMI Tegal Kab

250 Calon Mahasiswa Ikuti Bimtes PMII Tarbiyah

Bandung, HMI Tegal Kab. Sekitar 250 calon mahasiswa dan mahasiswi mengikuti Bimbingan Tes (Bimtes) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Tarbiyah dan Keguruan Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung di Yayasan Karya Insan Jaya (YASKIJ) Ibnu Rusyd jalan Pondok Sadang 86 Cinunuk Cileunyi, Bandung.

250 Calon Mahasiswa Ikuti Bimtes PMII Tarbiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
250 Calon Mahasiswa Ikuti Bimtes PMII Tarbiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

250 Calon Mahasiswa Ikuti Bimtes PMII Tarbiyah

Menurut Ketua Rayon PMII Tarbiyah, Dadan Sholihin kegiatan kegiatan yang dilaksanakan Jumat 44Juli 2014 lalu itu merupakan partispasi warga pergerakan untuk membantu para peserta Ujian Mandiri mempelajari soal-soal yang akan di ujikan saat Ujian Mandiri.

Dadan menerangkan, proses Bimtes ini dimulai pada tanggal 10 Juni 2014 dengan membuat 2 Stand Informasi dan Penerimaan Bimtes yang terletak di depan Bank BRI dalam kampus. Setelah membantu para pendaftar Ujian Mandiri selama beberapa minggu dan,180 pendaftar UM mengisi formulir.

HMI Tegal Kab

Pagi tanggal 4 Juli 2014, lanjut dia, banyak peserta yang belum terdaftar mendatangi stand dan mendaftarkan diri, sehingga peserta bertambah. “Awalnya targetan kita dari panitia Bimtes itu 200 orang, melonjak menjadi 250 orang,” katanya.

HMI Tegal Kab

Menurut Dadan, Bimtes yang dilaksanakan salah satu rayon PMII Kota Bandung itu tidak bisa menjamin peserta masuk ke UIN karena panitia hanya membantu. “ Hanya 2 yang menentukan, yang pertama kehendak Tuhan dan  birokrasi kampus,” katanya.

Senada dengan Dadan, Ketua Pelaksana Bimtes, Asep Nurjamiludin menganjurkan peserta untuk terus bergerak untuk mencapai apa yang diinginkan karena Bimtes hanyalah proses, keberhasilan bukan di tangan orang lain, tapi di tangan sendiri.

“Cintai prosesnya, Tuhan tahu siapa yang berkeringat, dan keringat seseorang tidak akan tertukar. Jika sahabat-sahabati saat ini berkeringat, maka tunggu kesuksesannya. Tapi ingat selain berusaha sahabat-sahabati juga harus berdoa, minta ridho orang tua,” pintanya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU, Meme Islam HMI Tegal Kab

Senin, 11 Desember 2017

Pesantren Nurul Yaqin Adakan Lomba Cerdas Cermat Tingkat Kabupaten

Pakandangan, ? HMI Tegal Kab

SDN 01 Lubuk Alung berhasil meraih juara I Lomba Cerdas Cermat Antar SD/MI se Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman yang diselenggarakan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan VI Lingkung Kabupaten Padangpariaman. SDN 01 Lubuk Alung berhasil mengalahkan 22 peserta lainnya.

?

Pesantren Nurul Yaqin Adakan Lomba Cerdas Cermat Tingkat Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Yaqin Adakan Lomba Cerdas Cermat Tingkat Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Yaqin Adakan Lomba Cerdas Cermat Tingkat Kabupaten

Utusan SDN 01 Lubuk Alung terdiri dari ? Delvi Amanda, Yuda Nur Kamil, Deya Adiva. Juara kedua diraih ? SDN 05 Enam Lingkung dengan nama pesereta Ilhaminil Khaira, Mesy Eka Putri, Sastia Nabila. Juara ketiga SDN 04 Enam Lingkung dengan nama ? Maila Asni, Ghebi Armando, Ahsanul Umara.

?

Juara harapan 1 SDN 14 Enam Lingkung dengan nama M. Izza Faturrahman, Abdu Rahman, Hijratul al-Qarizy. Harapan 2 SDN 02 Patamuan masing-masing ? Citra Permata Ali, Iradatul Wahyuni, Beauty Restuning. Harapan 3 SDN 12 ? Kecamatan 2 x11 Enam Lingkung masingp-masing Aisyah Aulia Firwanda, Devi Suci Ramadani, Nurhaliza Caniya.

HMI Tegal Kab

?

Menurut Ketua Panitia Lomba Cerdas Cermat Elva Mahmudi Tuanku Katib Majolelo, Lomba CC diselenggarakan di Pondok Pesantren pada Sabtu (7/5/2016) dengan jumlah 23 peserta Satu tim terdiri dari 3 orang siswa/siswi. Materi lomba terdiri dari agama 40%, matematika 20%, ? IPA 15% , IPS 15% ? dan Kewarganegaraan 10%.

?

HMI Tegal Kab

Sedangkan masing-masing pemenang menerima hadiah yang diberikan untuk juara 1 uang sebesar Rp.1000.000, tropi , vocher beasiswa dan sertifikat. Juara II ? uang Rp. 750.000, tropi, vocher beasiswa, sertifikat. Juara III uang sebesar Rp. 500.000, tropi, vocher beasiswa, ? sertifikat. Harapan I ? Rp.350.000, tropi, vocher beasiswa, sertifikat. Harapan II Rp.250.000, ? tropi, vocher beasiswa, sertifikat. Harapan III ? Rp. 150.000, tropi, vocher beasiswa, sertifikat. ? (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU HMI Tegal Kab

Selasa, 05 Desember 2017

Kiai Said: Puasa Ibadah Ikhlas untuk Allah



Kiai Said: Puasa Ibadah Ikhlas untuk Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Puasa Ibadah Ikhlas untuk Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Puasa Ibadah Ikhlas untuk Allah

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Jakarta,HMI Tegal Kab. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, semua agama samawi diwajibkan berpuasa sebagaimana Allah mewajibkannya kepada umat Nabi Muhammad SAW.? Umat Nabi Musa, Nabi Dawud, dan nabi-nabi lainnya diwajibkan Allah untuk berpuasa.

Tapi, lanjut dia, syariat berpuasanya berbeda-beda. Ia mencontohkan berpuasanya Nabi Dawud AS yang berpuasa sehari, kemudian besoknya tidak, di hari selanjutnya berpuasa lagi. Diselang-selang.

“Kemudian Allah menentukan umat Islam juga diwajibkan untuk berpuasa sebagaimana orang-orang sebelumnya selama sebulan,” katanya di gedung PBNU, Jakarta (10/6).

Menurut Kiai Kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini, puasa adalah ibadah hak milik Allah karena orang yang berpuasa bisa dipastikan ikhlas.

“Orang yang berpuasa itu lillahi ta’ala. Coba orang puasa tidak minum tidak makan, ingin pahala dari Allah kan? Bukan ingin dipuji. Bisa saja dia mau kamar sendirian, makan dan minum, orang tidak ada yang tahu,” lanjut kiai lulusan pesantren Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini.? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, RMI NU, Aswaja HMI Tegal Kab

Senin, 27 November 2017

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung

Jember, HMI Tegal Kab - Angin puting beliung yang meluluh-lantakkan puluhan rumah di Kecamatan Mumbulsari, Jember, Jawa Timur,? masih menyisakan duka bagi korban ataupun warga yang kehilangan tempat tinggal.? Raut muka yang sedih sekaligus kepasrahan jiwa? mereka tampak ketika rombongan PCNU Jember mengunjungi Desa Karangkedawung dan Desa Lampeji untuk memberikan bantuan, Ahad (15/1).

Dua desa tersebut adalah yang paling parah terpapar angin puting beliung. Bu Jasmi adalah salah satu warga Desa Karangkedawung yang rumahnya rata dengan tanah. Selain kehilangan rumah, janda tersebut juga nyaris kehilangan nyawanya kalau saja tak segera keluar rumah ketika angin berputar itu datang.

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung

“Meski cedera sedikit di bahu, alhamdulillah saya masih diberi keselamatan. Dan saya juga ucapkan terima kasih kepada NU Jember atas bantuannya? kepada saya,” ucapnya dalam bahasa Madura saat menerima bantuan yang diserahkan oleh Ketua PCNU Jember KH Abdulah Syamsul Arifin.

HMI Tegal Kab

Dahsyatnya amukan puting beliung tersebut juga diungkapkan Kiai Baidlowi. Ketua Pengurus Ranting NU Desa Lampeji ini mengisahkan kronologi terjadinya bencana alam itu. Dikatakannya, saat dirinya dan warga lainnya tak begitu lama istirahat setelah jumatan, datanglah angin yang disertai hujan dengan suara menderu. Sejurus kemudian rumah-rumah pun roboh dan banyak pepohonan tumbang. Rumah Kiai Baidlowi sendiri dan mushala di sebelahnya tertimpa pohon sengon besar hingga menghancurkan atapnya. “Sangat mengerikan. Suara angin menderu begitu rupa,” ucanya di hadapan rombongan PCNU Jember seraya mengucapkan terima kasih.

Sementara itu, Gus A’ab, sapaan akrab KH Abdullah Syamsul Arifin, menyatakan bahwa? bantuan tersebut sebagai bentuk perhatiannya terhadap warga yang menjadi korban angin puting beliung, apalagi mereka adalah warga NU. Menurutnya, datangnya bencana alam harus dilihat sebagai peringatan agar manusia semakin takut kepada Allah.

HMI Tegal Kab

“Semua ada hikmahnya. Kami berharap agar warga bersabar dan mengambil? hikmah? dari bencana alam yang terjadi,” tukasnya singkat saat menyerahkan bantuan yang berupa sembako dan uang.

Selain rombongan PCNU, di lokasi bencana ternyata juga hadir sejumlah anggota Bagana (Banser Tanggap Bencana) yang sudah beberapa hari berjibaku memperbaiki rumah warga. Mereka dipimpin Sekretaris dan penasehat GP Ansor Jember, Kholidi Zaini dan H. Miftahul Ulum. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU, Budaya, Tegal HMI Tegal Kab

Jumat, 10 November 2017

Kedudukan Cairan Keputihan dalam Syariat Islam

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail HMI Tegal Kab, saya mau tanya tentang hukum keputihan pada wanita? Apakah najis atau tidak? Terima Kasih. Wassalamu alaikum wr. wb. (Ghufran/Karawang).

Jawaban

Kedudukan Cairan Keputihan dalam Syariat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kedudukan Cairan Keputihan dalam Syariat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kedudukan Cairan Keputihan dalam Syariat Islam

Wa‘alaikumus salam wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Keputihan memang hampir dialami oleh setiap wanita. Keputihan adalah cairan atau lendir yang keluar dari vagina. Lendir yang normal umumnya berwarna bening hingga keputih-putihan dan tidak berbau. Jika tidak berciri demikian, maka lendir tersebut dikategorikan tidak normal, yaitu ada perubahan pada warna dan kekentalan di mana jumlah lendir yang berlebihan dan bau lendir yang tajam.

HMI Tegal Kab

Penyebab keputihan juga beragam. Salah satunya adalah karena kurang menjaga kebersihan vagina dengan baik. Lantas bagaimana hukumnya keputihan pada wanita tersebut, apakah najis atau tidak?

Sebelum mengetahui najis atau tidaknya keputihan, maka sebaiknya kita menganalisa terlebih dahulu keputihan ini termasuk dalam kategori cairan apa. Di dalam Islam dikenal tiga jenis cairan yang keluar dari qubul (jalan depan). Pertama, mani/sperma. Kedua madzi, yakni cairan putih, bening, dan lengket yang keluar disebabkan bersyahwat atau saat bermain-main birahi antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan di antara keduanya dapat dilihat dari (1) baunya. Umumnya mani ketika basah beraroma seperti bau adonan roti dan tepung. Ketika mengering ia berbau seperti bau telor. (2) mani keluarnya memuncrat. (3) mani ketika keluar terasa nikmat dan setelah itu melemahkan dzakar dan syahwat. Sedangkan madzi tidak muncrat serta tidak melemahkan dzakar.

HMI Tegal Kab

Cairan ketiga adalah wadi, yaitu cairan putih yang lebih kental. Ia keluar sesudah air seni (menurut kelaziman) atau ketika memikul beban yang berat (letih) sebagai keterangan yang kami pahami dari kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz II, halaman 141-142.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dari tiga jenis cairan ini, dua yang terakhir yakni madzi dan wadi adalah berhukum najis . sedangkan mani berhukum suci sebagaimana telah dijelaskan oleh Imamus Syafi’i dalam Kitab Al-Umm.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap kencing, madzi, wadzi atau sesuatu yang tidak diketahui atau diketahui yang keluar dari penis (kemaluan bagian depan) maka semua hukumnya najis kecuali mani.”

Dari penjelasan di atas, kami simpulkan bahwa cairan keputihan yang dialami oleh perempuan termasuk ke dalam jenis cairan yang ketiga, yaitu wadi. Ia sesuai dengan ciri-ciri dari wadi, yakni cairan keluar biasanya setelah kencing, atau karena kecapekan, dan tidak mengandung ciri dari mani maupun madzi yang lengket dan bersyahwat.

Simpulan kami, cairan keputihan juga berhukum najis. Ia harus dibersihkan terlebih dahulu dari kemaluan sebelum berwudhu dan melaksanakan shalat. Jika cairan ini mengenai benda lain yaitu pakaian atau lainnya, maka harus dicuci dengan cara dibasuh dengan air sampai hilang bau, warna, dan rasanya.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Annisa Nur Hasanah)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU HMI Tegal Kab

Sabtu, 04 November 2017

Fatayat NU dan KPA Latih Siswa Jadi Pendidik Sebaya

Jepara, HMI Tegal Kab. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jepara menggandeng Fatayat NU 2 Jepara serta Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) untuk melatih 30 siswa menjadi pendidik sebaya. Peserta pelatihan ialah siswa SMK Az Zahra Mlonggo, MA Maftahul Falah Sinanggul, MA Al-Ma’arif, dan SMK Bhakti Praja. 

Fatayat NU dan KPA Latih Siswa Jadi Pendidik Sebaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU dan KPA Latih Siswa Jadi Pendidik Sebaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU dan KPA Latih Siswa Jadi Pendidik Sebaya

Kegiatan yang dilaksanakan di aula SMK Az-Zahra Mlonggo, Kamis (6/3), menurut Zuli Setyowati, merupakan tindak lanjut dari kegiatan pendidik sebaya yang digelar di PKBI Jepara pada Januari lalu.

Pada pelatihan yang rencananya digelar rutin setiap bulan, siswa akan dibekali dengan beberapa materi di antaranya kesehatan reproduksi (kespro), bahaya pergaulan bebas, dan narkotika.

HMI Tegal Kab

Mewakili Kepala SMK Az-Zahra Hasan Khaeroni, Wahyu Winanti menyambut baik kegiatan tersebut. “Karena memberikan bekal kepada siswa agar tidak terjerumus pada perbuatan negatif,” terang guru BK yang lazim disapa Wiwin.

Perbuatan negatif yang dimaksud ialah pergaulan bebas. Tindakan tercela ini, tegas Wiwin, akan merugikan diri sendiri dan keluarganya.

HMI Tegal Kab

Keprihatinan yang dilontarkan Wiwin didasarkan pada keterangan Nugroho Puji Triatmoko dari KPA. Sejak 1997-2013 terdapat 417 penderita yang terinfeksi HIV/ AIDS. Sebanyak 242 dari jumlah penderita adalah usia 26-40 tahun. Disusul usia 16-25 sebanyak 72, usia 41-60 sebanyak 71, 0-5 tahun 27 penderita, dan 6-15 tahun 5 penderita.

Agar remaja tidak terinveksi HIV/ AIDS, Susanti dari Fatayat NU 2 Jepara mengimbau peserta “Agar A, absen dari seks tidak berhubungan seks. B, berlaku saling setia. C, cegah dengan kondom. D, dilarang menggunakan jarum suntik bergantian, dan E, pemberian edukasi,” ungkap Susanti.

Sebagai penanggung jawab kegiatan Proyek Anak dan HIV/ AIDS Jepara Zuli mengharapkan siswa menjadi contoh baik untuk teman-temannya. Selain menjadi contoh, lanjutnya, mereka juga selayaknya menjadi penyambung lidah, penyampai informasi sehingga angka HIV/AIDS bisa ditekan. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU, Aswaja HMI Tegal Kab

Senin, 16 Oktober 2017

Menjadi Pintar di Zaman Edan

Bagaimana menjadi manusia yang sehat di tengah zaman gila ini? Zaman gila, atau disebut Zaman Edan oleh Ronggowarsito (1802-1873), merupakan zaman dimana kebaikan dan keburukan bercampur sulit untuk dibedakan, zaman dimana kebeneran digulung oleh fitnah keji tanpa tepi. Ronggowarsito menyindir masyarakat di Zaman Edan, "yen ora edan, ora keduman". Maka, maraknya korupsi, kekerasan, dan juga berlimpahnya berita-berita palsu (hoax), yang diproduksi untuk mengaburkan fakta-fakta, menjadi bagian dari tanda-tanda zaman Edan.

Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), seakan terus menerus menyalakan suluh di tengah gelap. Ia, dengan jamaah Maiyah Nusantara, mengadakan diskusi-diskusi kebudayaan yang membahas tema-tema relevan dengan keseharian kita: dari politik, hukum, hingga pendidikan. Bahkan, tema-tema yang sebelumnya dipandang remeh-temeh, oleh Cak Nun diurai menjadi tema diskusi yang mendalam, yang sublim dengan refleksi kehidupan kita.

Melalui buku ini, "Hidup Harus Pintar Ngegas dan Ngerem"(Noura Mizan, 2016), Cak Nun tidak sekedar menyajikan refleksi mendalam. Ia juga menghentak kesadaran manusia, untuk tidak larut dengan dunia, tertimbun oleh jutaan kepentingan yang senantiasa menyergap manusia. Buku-buku yang ditulis Cak Nun, selalu menyentil kehidupan: Seribu Masjid, Satu Jumlahnya (Mizan, 2016), Sedang Tuhan pun Cemburu (Bentang, 2015), Surat Kepada Kanjeng Nabi (Mizan, 2015), Slilit Sang Kiai (Mizan, 2016), dan beberapa tulisan lain mengajak untuk merenungi diri.?

Menjadi Pintar di Zaman Edan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Pintar di Zaman Edan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Pintar di Zaman Edan

Cak Nun, mengajak semua orang—tanpa sekat agama dan etnis—untuk terus mengartikan makna dan tujuan hidup, untuk selanjutnya berkarya demi kemanusiaan. Menurut Cak Nun, ada empat kriteria manusia. Pertama, orang yang tahu sedikit tentang sedikit hal. Kedua, orang yang tahu sedikit tentang banyak hal. Ketiga, orang yang tahu banyak tentang sedikit hal.

Dan keempat, orang yang tahu banyak tentang banyak hal. Dari keempat tipikal ini, setiap manusia perlu merefleksikan posisi dan maknya hidupnya sendiri. Menurut Cak Nun, manusia tipe keempat memang menjadi tujuan utama, tapi sulit dilakukan.Yang mungkin dilakukan, yakni menjadi manusia tipe ketiga, yakni memiliki pengetahuan mendalam tentang sedikit hal.?

"Jangan ada pengetahuan yang tidak kami teteskan ilmu dan pemahamannya. Setiap peristiwa yang kamu alami harus memberi ilmu dan hikmah kepadamu," tulis Cak Nun (hal. 90). Cak Nun berpesan untuk memberi refleksi terhadap semua peristiwa yang dialami, hingga berdampak pada tumbuhnya ilmu dan hikmah.?

HMI Tegal Kab

Pada sisi lain, Cak Nun merefleksikan kondisi manusia dengan bangsanya. Ia selalu berusaha untuk memahami kondisi bangsa, kondisi Indonesia, dengan situasi kosmik kehidupan manusia. "Di zaman reformasi ini, ada istilah masyarakat madani. Dalam Islam, namanya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja.

Masyarakat adil makmur, dalam Islam disebut baldatun thayyibatun. Allah menambahkan wa rabbun ghafur. Maksudnya, kaya atau miskin bukan masalah, asal hatinya tidak bimbang," jelas Cak Nun (hal. 3). Refleksi ini, tentu menampar sebagian pihak, yang justru tertambat oleh harta dan nafsu, berusaha mengejar dunia namun hatinya tidak tenang.?

Makna Ilmu dan Hikmah?

Dalam buku ini, Cak Nun mengajak pembaca untuk menjadi manusia cerdas. Di tengah kehidupan yang saling berhimpit dengan nafsu dan kepentingan, selalu ada cara untuk mencari kejernihan ilmu. "Tidak semua pembelajaran itu bersifat kognitif. Tidak semua pemahaman itu melalui kata. Sebenarnya, pemahaman yang paling mendalam itu adalah melalui pengalaman dan rasa," jelas Cak Nun.

HMI Tegal Kab

"Apa bedanya ilmu dan pengetahuan? Ilmu itu bahasa Inggrisnya, science. Kalau pengetahuan, knowledge. Jadi, ibarat truk, itu knowledge," (hal. 22). Pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman dan rasa, akan menumbuhkan pribadi yang mengerti kondisi hati dan konteks kehidupannya. Mereka yang tidak memahami arti kehidupan, akan terseret oleh kepentingan-kepentingan sesaat yang mematikan refleksi.?

Cak Nun mengajak pembaca untuk selalu memaknai setiap peristiwa dengan konteks kehidupannya. Pengabdian dan kontribusi pada masyarakat dan bangsa, akan menjadikan manusia sebagai orang yang bermanfaat.?

"Sebenarnya, Indonesia berdosa sama orang-orangnya, termasuk yang berada di luar negeri. Indonesia bikin tanahnya digali, tambangnya digali, hutannya ditebangi, tanahnya ditanamu: ada kelapa sawit, ada tembakau, ada segala macam. Semua itu, kan seharusnya milik semua orang Indonesia," tulis Cak Nun.

Menurut Cak Nun, negara dan pemerintah berkewajiban menjamin hidup warga negaranya. Namun, pada keyataannya, para penguasa negeri ini tidak menjamin, sehingga kekayaan alam menjadi milik pengusaha asing, dan sumber daya terbaik Indonesia juga berkarya di negeri orang lain.?

"Kalau kamu ingin kreatif, jangan menomorsatukan eksistensimu. Kalau kamu ingin menonjolkan diri, yang akan sampai adalah dirimu dan dirimu nanti akan jadi sesuatu yang memuakkan hati orang. Kalau engkau ingin kreatif, ingin diberi hidayah oleh Allah, pekerjaanmu hanya satu; beribadah. Ibadah itu mengabdi. Mengabdi itu melayani" (hal. 34). Meminggirkan ego dan menonjolkan pelayanan itu, menjadi bagian utama dari pengabdian kita sebagai manusia.?

Jika sudah menemukan ruang pengabdian, menjadi manusia yang melayani Allah, untuk beribadah dan berbuat sebaik-baiknya untuk kehidupan, maka tujuan hidup kita akan selaras dengan kebahagiaan. Cak Nun mengajak manusia untuk selalu memaknai kehidupan, mencari pendar-pendar kebahagiaan dalam hati terdalam.***?

Identitas Buku:

Judul: Hidup itu Harus Pintar Ngegas dan Ngerem

Penulis: Emha Ainun Nadjib

Penerbit: Noura Books?

Cetakan: Oktober 2016

Halaman: xii + 230 hal.

ISBN: 978-602-385-150-8

Peresensi: Munawir Aziz, Peneliti, bergiat di GusDurian dan Gerakan Islam Cinta.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU, Sejarah HMI Tegal Kab

Senin, 18 September 2017

Gelar Karya Bakti, TNI Libatkan Banser

Banyumas, HMI Tegal Kab. Mengawali program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD), Koramil 24/Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah menggelar karya bakti sepanjang tahun dengan melibatkan 25 anggota Barisan Ansor Sebaguna (Banser) Satkoryon Kedungbanteng, Banyumas dan 150 warga.

Karya bakti ini dilaksanakan Ahad (8/2) di beberapa desa di Kecamatan Kedaungbanteng, yakni Dusun Karangpelem, Desa Baseh, Dusun Puja, Desa Dawuhan Wetan dan Kulon, serta Dusun Glempang.

Gelar Karya Bakti, TNI Libatkan Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Karya Bakti, TNI Libatkan Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Karya Bakti, TNI Libatkan Banser

Program karya bakti TNI dan Banser ini, difokuskan pada pelebaran jalan dusun. Di Dusun Karangpelem misalnya, mereka memperlebar akses dari jalan setapak menjadi jalan desa selebar 4 meter. Kerja bakti ini juga diisi dengan bersih-bersih lingkungan yang seluruhnya dilakukan secara swadaya.

HMI Tegal Kab

"Tujuannya memberikan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan akses jalan guna mendukung kemudahan sarana transportasi dan aktivitas perekonomian warga," kata Kapten Infanteri P Putut Widodo, Danramil Kedungbanteng.

HMI Tegal Kab

Dia mengungkapkan, karya bakti ini sebagai langkah peduli dari TNI kepada masyarakat. "Dengan karya bakti, TNI ingin lebih dekat dengan masyarakat, bekerjasama, dan peduli mewujudkan masyarakat sejahtera," jelasnya.

Komandan Banser Satkoryon Kedungbanteng, Nur Majid mengatakan, keterlibatan Banser dalam karya bakti ini diharapkan mampu menjadi sumbangsih dalam membangun stabilitas sosial masyarakat. Bantuan secara fisik, hanya sebagai sambung rasa yang semestinya dilakukan.?

"Meski tidak seluruh desa, upaya mendekatkan aparat dan masyarakat harus selalu dilakukan agar masyarakat semakin tenteram" terangnya. (Agus Riyanto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU HMI Tegal Kab

Kamis, 29 Desember 2016

Tiga Momentum Besar Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo

Situbondo, HMI Tegal Kab. Dalam usianya yang sudah menginjak satu abad, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (PPSS) Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, mengalami berbagai dinamika perubahan. “Ada tiga peristiwa besar dalam momentum satu abad pesantren ini,” kata pengasuh pesantren tersebut KH R Azaim Ibrohimy.

Tiga Momentum Besar Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Momentum Besar Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Momentum Besar Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo

Kiai Azaim, sapaan akrabnya, menyampaikan hal itu dalam Slaturahim Nasional yang digelar Persaudaraan Profesional Muslim Aswaja (PPM Aswaja) di pesantren setempat, Sabtu (22/3). Menurutnya, ketiga momentum itu, antara lain, pertama adalah perubahan hutan rimba menjadi pesantren.

Dalam pandangan alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo ini, berdirinya PPSA adalah diawali sinergi antara KH Ibrohim dari Jawa dan KH Syamsul Arifin dari Madura yang datang dari Madura. “Keduanya membangun Asembagus yang awalnya hutan belantara menjadi kawasan pesantren,” katanya.

HMI Tegal Kab

Bagi Kiai Azaim, makna filosofi dari perubahan ini adalah bahwa kedua kiai ini ternyata bisa mengubah belantara dengan hukum rimbanya menjadi kawasan beradab dan berpendidikan.

“Pesan moral dari perubahan ini adalah mengantarkan kawasan ini dari awalnya berperilaku kebinatangan menjadi manusia seutuhnya,” ungkapnya. Demikian juga dengan menjadi pesantren, manusia yang awalnya sarat dengan sifat kebinatangan menjadi memiliki akhlakul karimah.

HMI Tegal Kab

Pesan kedua dari seratus tahun kelahiran PPSS adalah putra sulung pendiri pesantren yakni KH As’ad Syamsul Arifin yang juga santri KH Muhammad Cholil Bangkalan memberikan isyarah kepada Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari untuk mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Bagi alumnus Makkah ini, peristiwa kedua juga membawa pesan bahwa ada pembagian tugas yang jelas antara kiai saat itu. “Kiai As’ad Syamsul Arifin lebih memilih mengembangkan NU dan menyerahkan pengelolaan pesantren kepada KH Abdurrahman,” terangnya.

Demikian pula dari pendirian NU itu ada peristiwa monumental yakni terselenggaranya Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU tahun 1983 yang dilanjutkan Muktamar ke 27 tahun 1984 di PPSS.

“Saat itulah Kiai As’ad harus meyakinkan para ulama tetang penerimaan NU terhadap Pancasila sebagai azas tunggal,” kata suami Ny Hj Nor Sari As’adiyyah ini.

Sedangkan peristiwa monumental ketiga adalah terselenggaranya silaturahim nasional ketiga admin web dan IT developer Aswaja.

“Kami dari pesantren sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai tali yang mengikat dalam rangka peringatan satu abad pesantren,” kata Kiai Azaim, sapaan akrabnya. Pada acara yang dihadiri utusan dari berbagai kota di Jawa dan Kalimantan serta Nusa Tenggara Barat ini pengasuh mengingatkan tiga peristiwa besar dalam mata rangkai satu abad pesantren.

Karena itu Kiai Azaim sangat berharap para pekerja IT yang memiliki latarbelakang NU untuk mendesain ulang dakwah, khususnya di dunia maya. Bagi pengasuh generasi keempat di PPSS ini. “Jadikan internet untuk media dakwah bagi keutuhan bangsa, negara, agama serta NU,” ungkapnya.

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah ini akan menyelenggarakan serangkaian acara pada peringatan usianya yang keseratus, di antaranya adalah konferensi internasional, 28-30 Maret 2014, yang akan dihadiri para ulama dari mancanegara. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU HMI Tegal Kab

Minggu, 18 Desember 2016

PBNU Tak Khawatir dengan PKNU

Jakarta, HMI Tegal Kab. Sekali lagi, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menegaskan, pihaknya tak turut campur terkait dengan pedirian Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). “PBNU tidak ikut-ikut. Jangan tanya saya soal itu (PKNU-red),” tegasnya.

Hasyim, demikian panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur itu, mengatakan hal tersebut usai berceramah pada acara halal bi halal yang digelar Pengurus Wilayah Muslimat NU DKI Jakarta, di Auditorium Pegadaian, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (29/11)

Ditegaskan Hasyim, PBNU, secara struktural tak memiliki kewenangan apapun terkait pendirian partai politik yang digagas para kiai dan ulama NU itu. Ia menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada masing-masing perorangan yang terlibat langsung di dalamnya.

PBNU Tak Khawatir dengan PKNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tak Khawatir dengan PKNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tak Khawatir dengan PKNU

Sebagai pemimpin tertinggi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, Hasyim mengaku tak merasa khawatir atas keberadaan PKNU yang disebut-sebut banyak diisi para kiai dan ulama, terutama kiai dari Jatim.

Menurut Hasyim, wadah saluran aspirasi politik yang merupakan reinkarnasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi Muktamar Surabaya pimpinan Choirul Anam-KH Abdurrahman Chudlori itu tak akan mengganggu atau memecahbelah NU. “Yang penting hati-hati aja,” tandasnya.

Dijelaskan Hasyim, dalam sejarahnya, sikap politik kalangan nahdliyyin (sebutan untuk warga NU) memang tak pernah seragam. Hal itulah yang mendasari keyakinannya bahwa basis massa NU yang dipimpinnya tak akan terganggu dengan keberadaan partai baru itu.

HMI Tegal Kab

“NU dari dulu memang nggak pernah sama. Ada PKNU pun nggak mungkin milih PKNU semua. Ada yang Golkar, ada juga yang PKS,“ terang mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim itu. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Lomba, RMI NU, AlaSantri HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock