Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

NU Tidak Akan Mendirikan Negara Islam

Sleman, HMI Tegal Kab. Dalam Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama, tertulis bahwa tujuan didirikannya NU adalah terlaksananya syariat Islam Ahlusunnah wal Jamaah di NKRI untuk mencapai kemasalahatan umat manusia. NU tidak pernah punya cita-cita mendirikan negara Islam. Itulah yang membedakan NU dengan organisasi yang akhir-akhir ini begitu gencar mengkampanyekan berdirinya negara Islam.

Demikian disampaikan Wakil Rais Syuriah PWNU DIY, Drs KH. M Syakir Ali, M.Si ketika memberikan sambutan atas nama PWNU DIY dalam acara pelantikan pengurus baru PCNU Sleman, di Pesantren Ar-Robithah, Krapyak Lor, Wedomartani, Sleman, Ahad (21/02).

“NU tidak akan seperti Gavatar dan kelompok-kelompok ekstrem lainnya yang akan mendirikan negara Islam di sini. Jadi tidak usah khawatir Pak TNI dan Pak Polri,” ujar Kiai Syakir yang disambut tepuk tangan para hadirin.

NU Tidak Akan Mendirikan Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tidak Akan Mendirikan Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tidak Akan Mendirikan Negara Islam

Selanjutnya, Kiai Syakir, sapaan akrabnya, berpesan agar para pengurus NU Sleman yang dilantik hari itu untuk senantiasa berpegang teguh pada jalan yang telah ditempuh oleh NU.

“Kalau Pengurus NU tidak mampu berkhidmah di jalur yang benar, lebih baik keluar dari kepengurusan.? Jadi pengurus NU harus serius, jangan hanya ramai saat pelantikan seperti ini. Kalau pelantikan ramai, sampai panggungnya penuh, tapi saat rapat, yang datang cuma sedikit.” kata Kiai Syakir yang dikenal kerap melontarkan kritik pedas pada pengurus-pengurus NU yang hanya numpang nama saja.

HMI Tegal Kab

Pengurus NU, lanjutnya, harus tahu Qanun Asasi yang ditulis Kiai Hasyim Asy’ari. Itu bimbingan moral bagi para pengurus NU. ? Itu pegangan penting.





“Pengurus NU juga harus tahu Fikroh Nahdiyah, Mabadi Khairu Ummah, Al-Kulliyat al-Khams atau hak asasi manusia,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Diponegoro.?

HMI Tegal Kab

“Kita harus belajar dari mereka yang jumlahnya minim, tapi mampu berbuat banyak. Banyak persoalan umat yang harus segera kita selesaikan, misalnya soal perekonomian.” tandas Kiai Syakir. ?

Sebagaimana diketahui, selama lima tahun mendatang, kepemimpinan PCNU Kabupaten Sleman dipimpin ? KH Mas’ud Masduki dan Ismail S Ahmad. Keduanya terpilih dalam konferensi cabang yang digelar di Kompleks Pendidikan Al-Azhar, Ringroad Utara, Desember tahun lalu.? (Nur Rokhim/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nahdlatul HMI Tegal Kab

Selasa, 30 Januari 2018

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis

Jakarta, HMI Tegal Kab. Budayawan asal Banyumas, Jawa Tengah, Ahmad Tohari menilai ada perubahan orientasi kebudayaan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU). Menurut dia, belakangan ini kecenderungan elitis lebih menonjol ketimbang orientasi populis.

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis

Pandangan ini disampaikan Tohari usai menerima Hadiah Asrul Sani (HAS) bersama D Zawawi Imron, Slamet Rahardjo Djarot, Ahmad Tohari, Rofiqoh Darto Wahab, dan Isha Anshori Harmaj pada peringatan hari lahir HMI Tegal Kab ke-10 di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (28/3) malam.

Pengarang novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk ini melihat, keterlibatan sejumlah pengurus NU di daerah merupakan gejala memudarnya tanggung jawab dan keberpihakan NU pada aspek keumatan. ”Saya katakan dengan jelas dan sangat berani, itu berbahaya!” tegas Tohari.

HMI Tegal Kab

Menurut dia, NU dan orietasi kebudayaan populis adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. ”Mau kemana kalau NU tidak memegang jimat yang bernama orientasi keumatan? Kalau tidak berorientasi keumatan jangan sebut NU,” ujarnya.

Tohari mengaku sangat terharu ketika mendengar KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara terang menyatakan akan mengambil jarak jika NU tidak berorientasi keumatan. Sikap ini adalah petunjuk bahwa kebudayaan di NU memang semestinya tidak elitis.

Ia memuji Zawawi Imron yang dianggap berhasil menerapkan sastra secara tepat. Karya-karya penyair berjuluk ”Celurit Emas” ini dinilai banyak mengusung persoalan rakyat pinggiran, bukan kepentingan politisi dan penguasa kapital.

HMI Tegal Kab

Sastra, sambung Tohari, menjadi sarana efektif untuk mengasah kejiwaan manusia. Perjuangan NU juga penting dilaksanakan melalui karya sastra. ”Mari bersastra supaya kita menjadi NU yang lebih eling (sadar),” pinta sastrawan penerima HAS kategori penulis serba bisa ini.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Sejarah, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Minggu, 21 Januari 2018

Mamah Dedeh: Istri, Mitra Suami dalam Mencari Nafkah

Depok, HMI Tegal Kab. Ketua Muslimat NU Kota Depok Hj Dedeh Rosyidah mengatakan, istri harus mandiri tidak boleh hanya menggantungkan nafkah pada suami. Istri adalah mitra suami dalam rumah tangga, dan harus bersinergi diantara keduanya.



Mamah Dedeh: Istri, Mitra Suami dalam Mencari Nafkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mamah Dedeh: Istri, Mitra Suami dalam Mencari Nafkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mamah Dedeh: Istri, Mitra Suami dalam Mencari Nafkah

Hj Dedeh Rosyidah yang dalam acara ceramah agama di salah satu strasiun televisi swasta dipanggil Mamah Dedeh berpesan, meskipun sang suami sudah menafkahi, istri harus mampu memberikan penghasilan untuk keluarga dan membantu suami.

Hal itu disampaikan Mamah dalam acara Halal Bihalal Muslimat NU Kota Depok yang dihadiri sekitar 1000 orang. Acara bertempat di gedung MUI kota Depok, Senin (2/11) lalu. Halal bi halal? ini dihadiri mayoritas dari kaum ibu baik dari Muslimat sendiri maupun dari undangan organisasi perempuan kota Depok, dengan? mengambil tema ”Dengan Halal bi Halal Kita Pererat Tali Ukhuwah Islamiyah”.

HMI Tegal Kab

”Siti Khodijah Istri Nabi Muhammad SAW merupakan sosok perempuan yang sangat istimewa, bukan hanya sebagai bisnisman, tapi, ia mampu memenuhi kebutuhan keluarga Rosulullah dan membantu perjuangan penyebaran Islam,” kata Mamah.

HMI Tegal Kab

Mamah Dedeh menyatakan, seorang istri harus bekerja sesuai dengan kemampuannya masing-masing dan harus memberdayakan potensi yang sudah ada sejak lahir. Keuntungan dari perempuan yang memiliki penghasilan dan mandiri diantaranya adalah kepercayaan diri bertambah dan lebih bahagia.

Halal bihalal itu, kata Mamah, merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun, hanya saja waktunya yang agak mundur. Program kegiatan Muslimat NU kota Depok, sampai saat ini diantaranya pengajian rutin, kegiatan sosial lainnya.

Beruntung sekali warga Depok adalah warga yang selalu tanggap terhadap keadaan, terbukti ketika terjadi musibah di Aceh, padang, Situ gintung, Sumatera Barat selalu aktif dalam memberikan bantuan.

Kontributor HMI Tegal Kab Aan Humaidi melaporkan, untuk mengembangkan potensi perempuan, Muslimat NU Depok memiliki program pelatihan-pelatihan kewirausahaan, koperasi dll. Ia berharap pemerintahan baru SBY, agar perempuan lebih diberdayakan lagi dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada perempuan dalam mengembangakan potensi yang sudah ada.

Namun, Ketua PCNU kota Depok KH Burhanuddin Marzuki dalam kesempatan itu mengingatkan, kemandirian perempuan tidak boleh keblabasan. Kemandirian harus ditempatkan pada tempatnya. Seorang istri harus menghormati suami, katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Nahdlatul, AlaSantri HMI Tegal Kab

Jumat, 12 Januari 2018

Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro

Ponorogo, HMI Tegal Kab



Sebagai bagian dari kontribusi warga NU untuk kehidupan kebangsaan dan keberagamaan yang damai dan berkeadilan dan demi keutuhan NKRI, warga NU Ponorogo mengikuti apel akbar yang dipimpin Katib Syuriyah PBNU KH Lukman Harist Dimyathi pada Senin malam (24/4).

Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro

Dalam amanatnya, Kiai Luqman yang merupakan pengasuh pesantren Tremas Pacitan itu mengajak kepada warga NU untuk bersama-sama mewaspadai pergerakan organisasi yang anti-Pancasila.

"Kita dukung pemerintah untuk segera membubarkan organisasi-organisasi yang anti-Pancasila! Banser harus siap lahir batin bersama Kiai jaga NKRI," tegasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan atraksi dari pencak silat NU Pagar Nusa, Banser, Fatser, dan kesenian Reog Ponorogo.

HMI Tegal Kab

Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Ponorogo menggelar acara hari lahir ke-94 NU yang dipusatkan di alun-alun Ponorogo, bertepatan dengan hari lahir ke-83 Gerakan Pemuda Ansor dan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Sebanyak 30 ribu warga NU Ponorogo dan sekitarnya, dengan khusyu mengikuti Istighotsah Kubro di Alun-alun Ponorogo. Istighotsah digelar dalam rangka memohon kepada Allah agar Indonesia senantiasa diberikan rasa aman dan damai.

Istighatsah diawali dengan shalat Magrib berjamaah, kemudian dilanjut dengan majlis dzikir dan shalawat Rijalul Ansor, shalat tolak bala dan shalat Isya berjamaah, diteruskan istighotsah kubro yang dipimpin oleh KH Abdul Matin Jawahir (Rais Syuriyah PWNU Jatim).

Istighatsah dihadiri oleh para ulama, seperti KH Abdus Sami Hasyim Mayak, KH Fathurrodji Tantowi, KH Husein Aly, KH Sholichan Al Hafidz, KH Maruf Muchtar Bajang dan KH Luqman Harits Dimyathi (Katib Syuriyah PBNU).

Selain para ulama, hadir pula Bupati Ponorogo H Ipong Muchlissoni dan segenap jajaran Forkopimda Ponorogo. Red: Mukafi Niam

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pendidikan, Nahdlatul, RMI NU HMI Tegal Kab

Senin, 08 Januari 2018

Kandidat Peraih “KH A Wahab Chasbullah Award” Mengerucut

Jombang, HMI Tegal Kab. Nama peraih penghargaan KH Abdul Wahab Chasbullah Award, akan ditentukan pada pekan ini. Dewan juri yang terdiri atas unsur keluarga, PWNU Jatim, dan kalangan pers kini tengah menyeleksi sejumlah nama yang masuk dan akan mengumumkan keputusannya di akhir Agustus.

“Partisipasi masyarakat demikian tinggi saat kesempatan mengusulkan mendapat penghargaan KH A Wahab Chasbullah Award dibuka secara umum,” kata H Mujtahidur Ridho yang biasa disapa Gus Edo kepada HMI Tegal Kab, Ahad (17/8) malam.

Kandidat Peraih “KH A Wahab Chasbullah Award” Mengerucut (Sumber Gambar : Nu Online)
Kandidat Peraih “KH A Wahab Chasbullah Award” Mengerucut (Sumber Gambar : Nu Online)

Kandidat Peraih “KH A Wahab Chasbullah Award” Mengerucut

Sejumlah nama dengan latar belakang lokasi dan profesi diusulkan berbagai kalangan. “Ada yang dari Jawa Timur, Jawa Tengah hingga luar Jawa,” kata Gus Edo.

HMI Tegal Kab

Peraih KH A Wahab Chasbullah Award berhak menyandang predikat pelopor pendidikan, kewirausahaan, serta pegiat jam’iyah NU. Sejumlah nama peraih penghargaan akan diumumkan secara terbuka dan diundang pada puncak haul Kiai Wahab, 6 September di pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

HMI Tegal Kab

“Dan berikutnya, profil masing-masing peraih penghargaan akan dimunculkan di panggung kehormatan berikut kiprah mereka sehingga layak memperoleh penghargaan,” terangnya.

Kepada sejumlah kalangan yang telah berpartisipasi memasukkan nama untuk mendapatkan anugerah KH A Wahab Chasbullah Award, Gus Edo mengucapkan terima kasih. “Pastikan bila ternyata belum terpilih pada tahun ini, juga bisa diusulkan kembali di tahun berikutnya,” katanya.

Pihak keluarga juga tengah berpikir untuk menambah kategori penghargaan untuk tahun mendatang dari yang sudah ada di tahun ini. “Tentunya hal ini butuh pertimbangan dan masukan dari banyak kalangan,” ungkapnya.

Terlepas dari itu semua, keberadaan KH Abdul Wahab Chasbullah Award diharapkan akan memberikan apresiasi yang memadai bagi sejumlah kiprah para aktivis di berbagai daerah.?

“Tidak sedikit yang berkhidmat tanpa pamrih,” katanya. Sehingga, penghargaan yang diberikan sebenarnya hanya menegaskan bahwa kiprah para orang terpilih itu sangat nyata di masyarakat, pungkasnya. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Nahdlatul, Kiai HMI Tegal Kab

Kamis, 28 Desember 2017

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru

Lampung Tengah, HMI Tegal Kab - Pengurus harian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Lampung Tengah mendorong rekan-rekanita pengurus yang ada di pimpinan komisariat dan pimpinan ranting masing-masing terus meningkatkan jejaring serta kapasitas dan kualitas kader-kader pelajar NU.

Demikian ditegaskan Edi Hermawan di hadapan lima puluh lima peserta saat mengisi materi Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Gaya Baru III Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah, di kompleks Pesantren Al-Ikhlas, Ahad (25/9).

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru

"Kami berharap kepada rekan dan rekanita teruslah berkiprah dan menjadi pelopor dalam memajukan organisasi ini. Buatlah forum-forum diskusi kecil-kecilan, tidak harus mewah, untuk membahas kemajuan organisasi, dan selanjutnya diwujudkan dalam bentuk aksi seperti Hari Santri Nasional, Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1438 H, Harlah IPNU dan IPPNU dan lain-lain," imbuh alumni IAIM NU Metro Lampung itu.

HMI Tegal Kab

Pengasuh Pesantren Al-Ikhlas Gaya Baru III Kiai Abdu Suaib mengapresiasi aktivitas dan semangat pelajar NU dalam wadah IPNU-IPPNU ini. Sebagai kader yang paling muda di struktural NU, pelajar harus siap di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan apapun, dalam mengamalkan sekaligus mensyiarkan agama Islam dalam Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdlliyyah.

Ketua Ranting IPNU Gaya Baru III Yudianto menambahkan, tujuan dari jenjang pengkaderan Makesta ini adalah menciptakan kader IPNU-IPPNU ranting Gaya Baru III yang berpegang teguh terhadap ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah, mempunyai kesadaran sosial yang tinggi, memiliki pengetahuan yang mendalam dan keterampilan yang memadai dalam berorganisasi.

“Kader IPNU-IPPNU harus siap lahir batin,” kata Yudianto.

HMI Tegal Kab

Turut hadir dalam Makesta ini unsur MWCNU Seputih Surabaya, Ranting NU Gaya Baru III, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Nahdlatul, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Senin, 25 Desember 2017

2, 5 Jam Kemudian Gus Mus Trending Topic

Jombang, HMI Tegal Kab. Dua jam setengah setelah KH A Mustofa Bisri ditetapkan kiai Ahlul Halli wal Aqdi di ruang siding utama Alun-alun Jombang, Rabu malam (5/8), kata “Gus Mus” masuk trending topic ke-10 di Indonesia. Itu terjadi ketika tweeps mengucapkan selamat untuknya. ?

Dalam pantauan HMI Tegal Kab, sekitar pukul 24.50, kata Gus Mus hilang dari trending topic, yang muncul adalah jabatannya di PBNU, yaitu kata kata “Rais Aam PBNU”. Trending topic ini sepertinya tidak bertahan selama sejam. ?

2, 5 Jam Kemudian Gus Mus Trending Topic (Sumber Gambar : Nu Online)
2, 5 Jam Kemudian Gus Mus Trending Topic (Sumber Gambar : Nu Online)

2, 5 Jam Kemudian Gus Mus Trending Topic

Para netizen, tidak hanya mengungkapkan selamat di Twitter, tapi juga Facebook. Akun Miftahul Jannah misalnya menulis: Selamat atas terpilihnya KH Musthafa Bisri sebagai Rois Am PBNU masa khidmat 2015-2020, semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kekuatan serta dapat menjadikan NU yg kuat baik jamiyyah juga jamaahnya ?#?Muktamar33NU?

HMI Tegal Kab

Para pengguna BB di kalangan anak muda NU banyak mengubah DP mereka dengan gambar kiai asal Rembang, Jawa Tengah tersebut.

Pada saat berita ini ditulis, sedang berlangsung penghitungan suara Ketua Umum PBNU. (Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nahdlatul HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock