Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII

Bandung, HMI Tegal Kab - Sekretaris PWNU Jawa Barat H. Asep Saefudin Abdillah mengatakan, tugas dan tanggung jawab warga NU Jawa Barat sangat besar. Karena menjadi warga NU berarti berada di dalam organisasi yang tidak biasa.

Tidak biasa karena NU, kata dia, adalah organisasi keagamaan warisan para ulama dan peninggalan para aulia.

Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII

Maka dari itu, ia beraharap PMII mampu dan tidak ragu-ragu untuk terlibat setiap acara yang menyangkut ke-NU-an di Jawa Barat.

"Saya beraharap PMII mampu dan tidak ragu-ragu untuk ambil bagian, mendukung dan membantu dalam setiap acara ke-NU-an," ujarnya di hadapan peserta napak tilas Mahbub Djunaidi dan pelatihan jurnalistik yang diadakan PKC PMII Jawa Barat di gedung dakwah PWNU pada Ahad (6/11).

HMI Tegal Kab

Mantan Ketua PKC PMII Jawa Barat periode 1992-1993 tersebut, juga mengapresisasi pelatihan jurnalistik ini karena menurutnya sebagai bagian dari warga NU harus seimbang dalam setiap aspek.

HMI Tegal Kab

"Saya sangat mengapresiasi, PMII itu harus seimbang baik segi Intelektual, keislaman dan keIndonesian atau kebangsaannya," pungkasnya.

Napak tilas Mahbub Djunaidi? dan pelatihan jurnalistik ditutup dengan ziarah ke makam Ketua Umum pertama PB PMII Ahad sore (6/11). Sekitar 30 peserta dan panitia serta pengurus PKC turut berziarah di pemakaman berlokasi di Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan.

"Selain menjaga tradisi dan mendoakan kedatangan ke sini untuk merefleksi kita semua, khususnya peserta pelatihan jutnalistik, agar benar-benar mampu menjadi Mahbub-Mahbub selanjutnya sesuai dengan tujuan agenda ini," ujar Dhamiry Al-Ghazaly, sekretaris panitia kegiatan.

Salah seorang peserta asal Bekasi, Eman Sulaeman, berpendapat bahwa ziarah tersebut untuk memotivasi dan memantik spirit dalam meneladani Mahbub di bidang tulis-menulis.

Tidak kurang dari 30 menit peserta dari Cabang PMII berbagai kabupaten itu berada di makam. Mereka berdoa dan diakhiri dengan pembagian sertifikat secara seremonial oleh panitia. (Naseh Kamal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Syariah, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Sabtu, 03 Februari 2018

Puisi Gus Mus: Selamat Idul Fitri

selamat idul fitri, bumi

maafkan kami

selama ini

Puisi Gus Mus: Selamat Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)
Puisi Gus Mus: Selamat Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)

Puisi Gus Mus: Selamat Idul Fitri

tidak semena-mena

kami memerkosamu

?

selamat idul fitri, langit

HMI Tegal Kab

maafkan kami

selama ini

HMI Tegal Kab

tidak henti-hentinya

kami mengelabukanmu

?

selamat idul fitri, mentari? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

maafkan kami

selama ini

tidak bosan-bosan

kami mengaburkanmu

?

selamat idul fitri, laut

maafkan kami

selama ini

tidak segan-segan

kami mengeruhkanmu

?

selamat idul fitri, burung-burung

maafkan kami

selama ini

tidak putus-putus

kami membrangusmu

?

selamat idul fitri, tetumbuhan

maafkan kami

selama ini

tidak puas-puas

kami menebasmu

?

selamat idul fitri, para pemimpin

maafkan kami

selama ini

tidak habis-habis

kami membiarkanmu

?

selamat idul fitri, rakyat

maafkan kami

selama ini

tidak? sudah-sudah

kami mempergunakanmu.







Puisi ini pernah dipublikasikan KH A Mustofa Bisri di akun Facebook pribadinya pada 29 Agustus 2011


Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Kiai, Pahlawan HMI Tegal Kab

Jumat, 02 Februari 2018

Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU

Nahdlatul Ulama (NU) telah meng-ikhbar-kan 1 Ramadhan jatuh pada Senin, 6 Juni 2016. Hal ini berdasarkan keputusan dan ketetapan yang dilakukan oleh pemerintah melalui sidang itsbat pada Ahad (5/6) malam. Ketetapan ini berdasarkan pada pengamatan Hilal di 93 titik yang disebar oleh Kemenag dengan menggandeng LAPAN, Lembaga Falakiyah PBNU, dan lain-lain.

Nahdlatul Ulama tetap berpegang teguh pada metode rukyatul hilal sebagai instrumen penetapan awal bulan hijriah, termasuk Ramadhan dan Syawal. Langkah ini sama sekali tidak menafikan metode Hisab, karena metode perhitungan secara matematis ini perlu dibuktikan secara empiris. 

Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, KH Ghazali Masroeri sering menekankan kepada seluruh masyarakat bahwa NU sama sekali tidak menafikan metode hisab, tetapi justru NU menggunakan metode hisab dengan almanak yang diterbitkan setiap tahun. 

Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU

Namun demikian, berangkat dari Sabda Rasulullah SAW, “Berpuasalah setelah melihat bulan, dan berlebaranlah setelah melihat bulan”, NU tidak berhenti di satu metode, tetapi berusaha membuktikan perhitungan matematis secara empiris dengan mengamati hilal secara langsung.

Demikian sekilas ulasan tentang Majalah Risalah Edisi 61/Tahun X/1437 H/Juni 2016 yang merupakan edisi terbaru. Selain mengulas persoalan puasa, Majalah yang kini dikemas dengan tampilan yang lebih besar ini juga melaporkan kegiatan International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) yang diselenggarakan PBNU pada 9-11 Mei 2016 lalu di JCC Senayan Jakarta. 

HMI Tegal Kab

Kemudian, momen bulan haji juga dimanfaatkan Redaksi Majalah Risalah untuk mengulas perkara haji yang kini banyak mengalami perubahan secara pembiayaan yang lebih murah. Tentu hal ini merupakan kabar baik bagi para calon Jamaah Haji. Hal menarik lain yang juga perlu diketahui yaitu, Kementerian Agama mengeluarkan peraturan bahwa jemaah yang sudah pernah melakukan ibadah haji tidak diperkenankan berangkat lagi agar memberi kesempatan kepada jemaah yang belum pernah melakukan ibadah haji.

Edisi terbaru yang terbit 66 halaman ini juga memuat berbagai informasi dan bacaan substantif lain. Di bagian akhir majalah ini, terdapat tulisan renyah dari Dosen muda Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia, Fariz Alniezar yang mengulas tentang moderatisme keislaman yang selama ini diteguhkan oleh NU sehingga corak Islam khas Nusantara kerap menjadi inspirasi bagi carut marut dunia Islam selama ini. Selamat membaca! (Fathoni) 

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Ekstrimis Budha Diduga Bunuh Puluhan Muslim Rohingya

Yangon, HMI Tegal Kab. Sekelompok massa Buddha menyerang sebuah kota terpencil di Myanmar dan membunuh perempuan dan anak-anak Muslim dengan benda tajam, demikian menurut kelompok hak asasi manusia Arakan Project dan seorang warga desa, Kamis. Menurut mereka, korban tewas diperkirakan lebih dari 12 orang.

Ekstrimis Budha Diduga Bunuh Puluhan Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekstrimis Budha Diduga Bunuh Puluhan Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekstrimis Budha Diduga Bunuh Puluhan Muslim Rohingya

Seorang pejabat pemerintah membenarkan bahwa situasi di kota itu tegang, namun menyangkal insiden ini memakan korban jiwa. Demikian dilaporkan oleh laman wall street journal yang mengutip AP.

Sebuah negara berpenduduk 60 juta orang yang mayoritas Buddha, Myanmar tengah kesulitan menangani kekerasan antar agama yang berlangsung selama hampir dua tahun. Konflik ini telah menewaskan lebih dari 240 orang dan memaksa sekitar 140.000 warga, yang sebagian besar Muslim, mengungsi.

HMI Tegal Kab

Menurut Chris Lewa dari Arakan Project, konflik terjadi pada Selasa di negara bagian Rakhine. Arakan Project, sebuah kelompok advokasi, selama ini mendokumentasikan kekerasan yang dialami kaum minoritas Muslim Rohingya selama lebih dari satu dekade.

HMI Tegal Kab

Lewa mengatakan gesekan kian memanas di Rakhine sejak bulan lalu saat biksu-biksu dari sebuah kelompok Buddha ekstremis yang dikenal dengan nama 969 datang ke negara bagian ini. Mereka mendorong pengusiran semua Muslim Rohingya lewat ceramah yang diumumkan dengan pengeras suara.

Seorang warga mengatakan provokasi ini disusul dengan penemuan tiga mayat oleh beberapa pengumpul kayu bakar di dekat desa Du Char Yar Tan.

Ketiga mayat diyakini bagian dari delapan warga Rohingya yang hilang setelah ditahan aparat beberapa hari sebelumnya. Pengumpul kayu bakar pun lantas memberi tahu teman-teman dan tetangganya yang datang ke lokasi mayat dan mengambil gambar dengan ponselnya, ujar seorang warga yang berprofesi sebagai guru bahasa Inggris sukarela ini.

Hal ini memicu tindakan keras aparat. Tentara dan polisi lantas mengepung desa, mendobrak pintu rumah warga, serta menjarah ternak dan barang berharga lainnya, demikian keterangan guru bahasa Inggris ini. Hampir semua pria melarikan diri dari rumahnya, meninggalkan perempuan, anak-anak, dan manula.

Lewa mengatakan sejumlah sumber melaporkan perempuan dan anak-anak Rohingya dibacok hingga tewas, namun jumlah korbannya masih simpang siur. Ada yang mengatakan setidaknya 10 orang tewas, ada juga yang mengatakan jumlahnya mencapai puluhan.

Sementara, guru bahasa Inggris yang dihubungi lewat telepon ini mengatakan 17 perempuan dan lima anak-anak tewas dalam konflik tersebut.

Juru bicara pemerintah negara bagian Rakhine, Win Myaing, mengatakan polisi mengepung desa itu untuk mencari rekan mereka yang hilang. Myaing mengaku tidak tahu bahwa ada warga yang tewas dalam peristiwa itu.

Khin Maung Than, seorang warga Muslim di desa tetangga, mengatakan telah mengunjungi Du Char Yar Tan dan tidak melihat tanda-tanda kekerasan atau kematian di sana. (mukafi niam)

Foto: wsj

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, News HMI Tegal Kab

Jumat, 12 Januari 2018

IPNU-IPPNU Diimbau Siapkan Kader Penggerak di Desa-desa

Banyuwangi, HMI Tegal Kab - Sebelum membuat kebijakan atau kegiatan, para kader NU harus menyiapkan konsep yang jelas. Mulai dari latar belakang masalah, segmentasi, waktu dan tempat, sampai apa kegiatan lanjutan setelah kegiatan itu dilakukan.

Demikian dikatakan Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar NU (IPNU) Jawa Timur Haikal Atiq Zamzami saat memberikan materi "Advokasi Kebijakan Publik" pada Latihan Kader Utama (Lakut) yang digelar Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Banyuwangi, 16-19 Februari 2016, di Pondok Pesantren Baitussalam, Tampo, Cluring, Banyuwangi, Jatim.

IPNU-IPPNU Diimbau Siapkan Kader Penggerak di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Diimbau Siapkan Kader Penggerak di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Diimbau Siapkan Kader Penggerak di Desa-desa

Menurutnya, masih banyak para kader IPNU melakukan beberapa kegiatan yang belum terkonsep dengan jelas dan rapi. "Sehingga hasilnya jelas, kegiatan yang telah dilakukan tidak memiliki manfaat yang signifikan," tegas Haikal.

Sumber daya manusia di setiap kader yang dimiliki juga masih banyak yang kurang kompeten dan profesional. "Betapa fatalnya jika selama ini hanya menjaring dan membentuk kader di setiap desa, akan tetapi tidak sebanding lurus dengan pelatihan pengembangan sumberdaya kader di masing-masing desa," imbuh Haikal.

HMI Tegal Kab

"Untuk itu, saya pribadi selaku pimpinan wilayah kedepan bertekad untuk mengumpulkan seluruh pimpinan cabang yang ada di Jatim, untuk kita didik melakukan inovasi-inovasi gerakan terbaru. Di antaranya, akan ada program ngaji Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)," tutur Haikal.

HMI Tegal Kab

Pelatihan Lakut ini adalah upaya positif yang terus didorong. "Dengan ini potensi SDM kader-kader yang kita miliki lebih baik. Juga akan menjadi muharrik (penggerak) di setiap desa. Ini investasi gerakan grass root (akar rumput)," tuturnya.

Pelatihan ini diikuti oleh puluhan perwakilan pengurus PC IPNU dan IPPNU Banyuwangi. Selama empat hari mereka dididik dengan 15 materi lanjutan selepas latihan kader muda (Lakmud). (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Sholawat HMI Tegal Kab

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria

Lampung, HMI Tegal Kab 

Panitia Nasional Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU)  2017 menggelar seminar Pra Munas-Konbes di Bandar Lampung, Sabtu (4/11).

Hadir pada acara ini, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin, sejumlah Pengurus PBNU, panitia Munas-Konbes NU 2017, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH RM. Sholeh Bajuri, dan lain-lain. 

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria

Sementara kegiatan Pra-Munas ini diikuti oleh PWNU dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Lampung, PWNU se-Sumatera, PWNU DKI Jakarta, PWNU Banten, dan PWNU Jawa Barat.

Diskusi yang dijadwalkan dari pagi sampai malam hari ini, dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama mengangkat tema Penguatan Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama. Sementara sesi kedua mendiskusikan Reforma Agraria untuk Pemerataan Kesejahteraan Warga.

Hadir sejumlah pembicara, Ketua PBNU H Muhammad Nuh, Aji Hermawan, Gojek /Buka Lapak, Wakil Ketua Umum PBNU H. Mochammad Maksum Machfoedz, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan A. Jalil, dan Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika. 

HMI Tegal Kab

Wakil Ketua Panitia Nasional Munas-Konbes NU 2017 H Robikin Emhas saat membuka acara, mengatakan, tema agraria diangkat karena Indonesia  tidak bisa lepas sebagai negara agraria. Menurutnya, jika reforma agraria, infrastruktur, obat-obatan dan lain-lain dikawal secara baik, kesenjangan akan menurun.

HMI Tegal Kab

"Insyaallah tingkat kesenjangan ekonomi di Indonesia akan berkurang secara signifikan," katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Bahtsul Masail, Pesantren HMI Tegal Kab

Minggu, 07 Januari 2018

Rektor UPI dan Rektor ITB Kaji Peran Santri di Era Globalisasi

Bandung, HMI Tegal Kab. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat mengadakan dialog perihal Makna Hijrah dan Peran Santri dalam Memperkokoh Perjuangan NU dalam Menghadapi Tantangan Global. Forum ini menghadirkan Rektor ITB Prof Dr Ir Kadarsah Suryadi dan Rektor UPI Bandung Prof Furqon untuk berdiskusi bersama di aula Kantor PWNU Jawa Barat jalan Terusan Galunggung nomor 9 Bandung, Sabtu (31/10).

Rektor UPI dan Rektor ITB Kaji Peran Santri di Era Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rektor UPI dan Rektor ITB Kaji Peran Santri di Era Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rektor UPI dan Rektor ITB Kaji Peran Santri di Era Globalisasi

Kajian ini menarik minat banyak kalangan. Tampak hadir pada forum ini pengurus PWNU Jawa Barat, lembaga, dan banom NU Jawa Barat, Pergunu se-Jawa Barat, PMII, KMNU, akademisi, seniman, budayawan, dan anggota DPRD Jawa Barat.

Menurut Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, dialog ini merupakan masuk dalam rangkaian peringatan Hari Santri dan Tahun Baru Hijriyah. Pertemuan ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang makna hijrah dan bagaimana peran santri dalam menghadapi tantangan global.

HMI Tegal Kab

“Santri selain pandai mengaji tetapi juga mampu menjawab masalah ekonomi, sosial, politik, pendidikan, moral dan agama di era globalisasi,” kata H Saepuloh.

Menurut Prof Kadarsah, santri di era global ini setidaknya memunyai rasio (kecerdasan), raga (fisik yang sehat), rasa (akhlaq mulia), dan religi (beragama). Peran santri ialah menanamkan prilaku dan sikap yang baik.

HMI Tegal Kab

“Berbuat baik karena takut akan sanksi, tetapi berbuat baik karena kesadaran (sikap) itu merupakan lebih baik,” tutur Prof Kadarsah.

Sementara Prof Furqon mengatakan bahwa guru berperan sangat penting dalam pembentukan karakter santri yang diharapkan dapat menjawab tantangan global. Karena itu, dalam proses pembelajaran, santri harus diajar oleh guru yang berkualitas, profesional, serta dapat memotivasi santrinya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dra Hj Imas Masitoh yang turut hadir berharap materi ini tidak berhenti pada wawasan, tetapi harus diimplementasikan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Kamis, 04 Januari 2018

Penolakan Sembahyang Jenazah Pendukung Pemimpin Non-Muslim dalam Islam

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Yang terhormat redaksi Bahtsul Masail HMI Tegal Kab. Belakangan ini banyak spanduk-spanduk berisi penolakan masyarakat untuk menshalatkan jenazah Muslim atau Muslimah yang mendukung orang yang dianggap sebagai penista agama.

Penolakan Sembahyang Jenazah Pendukung Pemimpin Non-Muslim dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Penolakan Sembahyang Jenazah Pendukung Pemimpin Non-Muslim dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Penolakan Sembahyang Jenazah Pendukung Pemimpin Non-Muslim dalam Islam

Bahkan selain spanduk, penolakan seperti ini juga pernah kejadian di beberapa tempat di Jakarta. Padahal hukum shalat jenazah itu fardhu kifayah. Pertanyaan saya, apa hukumnya umat Islam yang meninggalkan fardhu kifayah tanpa uzur? Mohon keterangannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Ali/Jakarta).

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

HMI Tegal Kab

Penanya dan pembaca yang budiman. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya untuk kita semua. Kita memaklumi bahwa pilkada Jakarta ini membawa rahmat bagi sebagian orang. Tetapi kita juga turut prihatin karena pilkada ini pula menyita banyak energi sehingga banyak perintah agama terabaikan seperti menyambung silaturahmi, menjaga akhlak dalam bicara, dan menuntut ilmu agama lebih dalam.

HMI Tegal Kab

Menurut bacaan kami, pernyataan saudara Ali di atas sudah benar, bahwa hukum shalat atas jenazah Muslim atau Muslimah adalah fardhu kifayah. Selain shalat, memandikan, mengafankan, dan memakamkan jenazah Muslim atau Muslimah juga fardhu kifayah.

Sebagaimana kita maklum bahwa fardhu kifayah adalah kewajiban yang ditujukan bagi semua orang. Namun kewajiban itu gugur sebab dikerjakan oleh sejumlah orang. Tetapi kalau semua orang juga tidak melakukannya, tentu mereka berdosa karena mengabaikan kewajiban itu.

Lalu bagaimana kalau ada umat Islam yang dengan nyata dan sengaja menolak kewajibannya itu tanpa uzur? Ada baiknya kita melihat kembali pandangan para ulama yang kami himpun berikut ini terutama perihal penolakan masyarakat untuk menshalatkan jenazah saudaranya yang Muslim atau Muslimah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ( ? ? ? ? ? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Kemudian penulis menyebut kewajiban jenis kedua, yaitu fardhu kifayah. Fardhu kifayah ini termasuk hukum syariat seperti pada kajian ushul fiqih. Penulis mengatakan, (Selain hukum yang disebut itu ada juga hukum fardhu kifayah bagi segenap manusia), maksudnya, selain fardhu ain itu sebagai hukum-hukum Allah yang luhur ada juga fardhu kifayah seperti penguasaan mendalam kajian ilmu kalam yang sekiranya dapat membangun argumentasi dan menghilangkan keraguan dalam soal ketuhanan. Penguasaan mendalam ilmu kalam dengan dua kemampuan itu menjadi fardhu kifayah bagi semua orang yang dapat melakukannya. Artinya setiap mukallaf harus membangun argumentasi dan menghilangkan keraguan dalam soal ketuhanan. Tetapi ketika kewajiban ini sudah dilakukan oleh sejumlah orang, maka gugurlah dosa orang di luar mereka yang melakukannya. Namun, ketika semuanya tidak melakukan itu, maka orang-orang yang tanpa uzur, mengetahui hal itu, dan mampu melakukannya berdosa. Kalaupun orang-orang yang tanpa uzur ini tidak mengetahui, tetapi seharusnya mereka mengetahui (karena pesatnya informasi misalnya), maka mereka dinilai telah lalai. Sedangkan orang yang tidak mungkin (mengetahui) tidak berdosa karena tidak ada kewajiban padanya,” (Lihat Syamsuddin Muhammad bin Ahmad Ar-Ramli Al-Anshari, Ghayatul Bayan Syarah Zubad ibni Ruslan, Singapura-Jeddah, Al-Haramain, tanpa tahun, halaman 20).

Dari keterangan Syamsuddin Ar-Ramli, kita dapat mengerti bahwa mereka yang memiliki uzur tidak berkewajiban menshalatkan jenazah. Hanya saja mereka yang mengetahui dan tanpa uzur menolak kewajibannya terhadap sesama Muslim yang sudah wafat akan mendapat dosa besar.

Di samping itu perlu diingat juga bahwa sesekali fardhu kifayah ini dapat berubah status menjadi fardhu ain. Dalam kondisi tertentu kewajiban memandikan, mengafankan, menshalatkan, serta memakamkan jenazah yang mulanya hanya fardhu kifayah dapat berubah menjadi fardhu ain khususnya bagi mereka memiliki keterampilan dan kemampuan memandikan, mengafankan, menshalatkan, memakamkan. Hal ini disinggung oleh Jalaluddin Al-Mahalli dalam Syarah Jam‘il Jawami‘ berikut ini.

?) ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?) ? ?

Artinya, “Fardhu kifayah (menjadi fardhu ain dengan sebab masuk) di dalamnya sehingga dengan begitu fardhu kifayah menjadi fardhu ain dalam kewajiban menyempurnakannya (menurut qaul paling shahih) karena memandang kesamaan fardhu keduanya,” (Lihat Jalaluddin Muhammad bin Ahmad Al-Mahalli, Syarah ala Matni Jam‘il Jawami‘, Surabaya, Darun Nasyar Al-Mishriyyah, juz I, halaman 185-186).

Tentu saja fardhu kifayah bukan hanya shalat atas jenazah, tetapi juga penghafalan Al-Quran, penguasaan nahwu dan sharaf, dakwah, kerajinan-kerajinan, keterampilan seperti menjahit dan lain seterusnya, aneka profesi seperti pertanian, perikanan, kelautan, industri, dan lain seterusnya.

Perihal perubahan status fardhu kifayah menjadi fardhu ain itu disebut oleh Syekh Wahbah Zuhayli yang kami kutip berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Demikian juga bila di sebuah kota hanya terdapat seorang dokter, maka upaya mengobati orang sakit menjadi fardhu ain baginya. Demikian pula bila ada seorang yang pandai berenang melihat seorang tenggelam lalu meminta tolong atau misalnya hanya ada seorang yang menyaksikan peristiwa di TKP lalu ia diminta pengadilan sebagai saksi, maka kewajiban itu yang awalnya adalah fardhu kifayah menjadi fardhu ain bagi keduanya,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Ushulul Fiqhil Islami, Beirut, Darul Fikril Mu’ashir, 1434 H/2013 M, juz I, halaman 71).

Dari keterangan di atas jelas bahwa penolakan kewajiban fardhu kifayah tanpa uzur merupakan sebuah tindakan berlebihan yang tidak dikehendaki agama. Alasan penolakan atas shalat jenazah seorang Muslim dengan alasan politis jelas tidak bisa diterima. Karena selagi seseorang mengucapkan syahadat dan tidak melakukan kekufuran secara nyata, maka ia tetap sebagai seorang Muslim yang memiliki hak-hak tertentu sebagaimana Muslim pada umumnya. Syekh Ibrahim Al-Baijuri mengulas masalah ini dari sudut pandang paham Ahlussunnah wal Jamaah dalam kitab kalam berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Berkaitan dengan hukum duniawi, maka cukup ikrar (dua kalimat syahadat) saja. Siapa saja yang mengikrarkannya, maka berlaku pula hukum Islam padanya dan ia tidak boleh divonis sebagai kafir kecuali jika ia sambil melakukan sesuatu yang membuatnya jatuh menjadi kafir seperti penyembahan terhadap berhala,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyah Tuhfatil Murid ala Jauharatit Tauhid, Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyah, tanpa tahun, halaman 22).

Hukum duniawi berlaku baginya. Hukum duniawi yang dimaksud Syekh Al-Baijuri antara lain hak perkawinan sebagai seorang Muslim, halal daging hewan sembelihannya, hak waris, serta dimakamkan di pekuburan umat Islam, (Al-Baijuri [Tuhfatil Murid]: 22).

Sebagai penganut paham Ahlussunnah wal Jamaah, kita perlu kembali merujuk rambu-rambu dalam hal akidah maupun fikih dari para ulama sebagai pedoman hidup kita dalam beragama. Saran kami, sebaiknya kita menunaikan fardhu kifayah selagi tiada uzur.

Kami juga menyarankan agar kita memberikan hak-hak sesama Muslim seperti paham Ahlussunnah wal Jamaah yang diterangkan Syekh Al-Baijuri tanpa memandang perbedaan suku, warna kulit, kelompok, kelas sosial, selagi ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Mari kita perkuat ukhuwah Islamiyah yang selama ini renggang karena kepentingan politik jangka pendek karena masih banyak tugas kita yang lain untuk kepentingan jangka panjang dan lebih maslahat.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu ’alaikum wr. wb.

(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Selasa, 02 Januari 2018

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian

Jakarta, HMI Tegal Kab. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa memberi dukungan dan arahan kepada pasangan suami istri dari Malang, Hakam Mabruri (34) dan Rofingatul Islamiah (34) warga Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang akan bersepeda keliling dunia dengan membawa pesan perdamaian.?

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian

Dalam arahannya Mensos menyampaikan pada Hakam dan Rofi bahwa kegiatan yang mereka lakukan sangat positif. Khofifah berpesan agar keduanya menyiapkan fisik, perlengkapan, perijinan, dan perencanaan perjalanan yang matang.

"Mereka akan membawa misi perdamaian dan kerukunan antaumat beragama ke sejumlah negara. Sampai hari ini mereka sedang berproses untuk mendapatkan surat keterangan dari Kementerian Luar Negeri. Aspek legalitas ini penting disamping juga persiapan fisik dan rencana perjalanan yang matang supaya tujuan mereka tercapai," terang Khofifah, Rabu (11/1).

Ketua Umum PP Muslimat NU itu mengatakan, di setiap negara yang dikunjungi, Hakam dan Rofi rencananya akan bertemu para tokoh-tokoh perdamaian. Mereka ingin mengetuk hati para tokoh dan warga dunia untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan kerukuran ? antar sesama manusia.?

HMI Tegal Kab

Perjalanan panjang Hakam bersama istri telah dimulai dari Indonesia menuju Malaysia, Thailand, Nepal, India, Oman, Uni Emirat, Arab, Jordan, Israel, dan berakhir di Mesir. Diperkirakan seluruh rangkaian perjalanan ini akan menempuh waktu 8 bulan.?

Mereka telah mengawali perjalanan pada 17 Desember 2016 dari kota Malang menuju Jakarta. Dalam perjalanan mereka singgah di makam Wali Songo, serta berjumpa dengan tokoh-tokoh lintas agama sepanjang perjalan dari Malang menuju Jakarta.

HMI Tegal Kab

"Misi Hakam dan Rofi sesungguhnya sejalan dengan salah satu tugas dan program Kementerian Sosial yaitu Program Keserasian Sosial yang bertujuan membangun harmonisasi di antara manusia agar menjauhi berbagai konflik sosial. Entah itu konflik yang diakibatkan oleh persoalan suku, agama, ras dan kepentingan lainnya," kata Mensos.?

?

Sementara itu Hakam mengatakan perjalanan ini merupakan cita-citanya sejak kecil. Ia ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki banyak perbedaan dan keberagaman namun tetap satu dalam kebhinnekaan.?

"Kami ingin dunia tahu bahwa orang Indonesia benar-benar toleran," demikian Hakam. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kajian Sunnah, Bahtsul Masail, Berita HMI Tegal Kab

Senin, 01 Januari 2018

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU

Oleh Muslimin Abdilla



Pada periode kepengurusan 2012-2017, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang menyusun program kerja lima tahunan. Salah satu kegiatan dalam program tersebut adalah mendirikan lembaga keuangan (moneter), yang secara teknis dilaksanakan oleh Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), salah satu departemen dalam kepengurusan PCNU Jombang yang bergerak dalam kegiatan ekonomi.

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU

Program fasilitasi pendirian lembaga keuangan di lingkungan PCNU Jombang merupakan program yang sangat riskan, kalau tidak bisa dikatakan sebagai program yang cukup ambisius. Kenapa? Karena dalam sejarah fasilitasi pendirian lembaga keuangan oleh perangkat PCNU Jombang pernah mengalami kegagalan, dan defisit kepercayaan kepada lembaga keuangan yang didirikan dan dimiliki oleh warga NU secara organisasi cukup nyata. Hal ini dibuktikan dengan: jangankan warga NU, pengurus NU sendiri saja mayoritas tidak percaya kepada lembaga keuangan yang didirikan dan difasilitasi oleh NU.

Ketidakpercayaan itu bisa dilihat dari masih ragu-ragunya pengurus NU untuk menyimpan dananya di lembaga keuangan yang diinisiasi oleh NU. Takut dana yang disimpan atau diinvestasikan akan sirna, dan tidak jelas ke mana larinya, dan lembaga keuangannya bubar tanpa pertanggungjawaban. Ketidakpercayaan ini pantas menghinggap di kalangan pengurus sendiri, karena mereka mungkin pernah mengalami atau menyaksikan sendiri bagaimana lembaga keuangan NU dikelola di masa lalu.

HMI Tegal Kab

Dari defisit kepercayaan yang akut seperti inilah, program fasilitasi pendirian lembaga keuangan, yang selanjutnya berbentuk Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Jombang, mulai dijalankan. Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Cabang Jombang direkrut dari orang-orang yang selama ini bergelut dalam bidang keuangan lembaga sosial dan bankir lembaga keuangan. Ditopang oleh dua perpaduan keahlian ini, BMTNU Jombang mulai menyusun visi, misi, tujuan dan program melalui perencanaan strategis, serta dilengkapi dengan aturan teknis standard operational procedures (SOP).

HMI Tegal Kab

Berbekal perangkat-perangkat tersebut, BMTNU yang secara hukum berbentuk Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) mulai merekrut anggota dan dideklrasikan, selanjutnya melakukan rekruitmen staf: mulai dari direktur, bagian administrasi sampai bagian marketing dan collecting. Pada awal pendirian, direktur langsung dirangkap oleh sekretaris Pengurus LPNU Jombang, dengan pertimbangan dia memiliki pengalaman sebagai seorang bankir BPRS.

Yang perlu ditegaskan di sini adalah, dalam pendirian lembaga keuangan yang berbentuk koperasi ini, LPNU sebagai pelaksana program PCNU hanyalah memfasilitasi pendirian. Karena koperasi merupakan lembaga/organisasi tersendiri yang berbeda dengan NU dan tidak di bawah kendali NU, tetapi berada dalam kekuasaan anggota, meskipun dalam klausul di aturannya bisa ditambahkan tentang hubungan (relasi) koperasi ini dengan NU.

Dalam menjalankan BMTNU, pengurus dan manajemen tidak mengambil referensi atau adopsi sistem dari manapun. Memang sedari awal diniati bahwa pendirian BMTNU ini adalah sebagai upaya pembelajaran bersama. Semua perencanaan, pelaksanaan, monitoring-evaluasi dan pengambilan keputusan dianggap sebagai proses pembelajaran. Karena proses pembelajaran, maka semua orang yang terlibat harus berniat belajar dan bisa menarik pelajaran dalam mengelola lembaga keuangan yang sesuai dengan iklim di Nahdlatul Ulama.

Hal ini juga didasari oleh pengetahuan yang ada bahwa, sampai saat ini Nahdlatul Ulama secara organisasi belum memiliki sistem lembaga keuangan yang sudah dijalankan secara nasional. Beberapa Pengurus Cabang atau Pengurus Wilayah sedang berikhtiar untuk menemukan sistem lembaga keuangan yang pas bagi Nahdlatul Ulama. Yang terpenting, dalam memfasilitasi pendirian BMTNU ini benar-benar diputuskan secara organisasi dan karena itu difasilitasi NU dalam pendiriannya, tidak diputuskan dan didirikan oleh orang per-orang pengurus NU, dan selanjutnya secara mayoritas sahamnya dikuasai oleh orang per-orang tersebut.

Dalam perjalanannya, pengelolaan BMTNU Jombang yang menghimpun warga Nahdlatul Ulama dalam upaya membangun kondisi ekonomi yang lebih baik mampu mengambil pelajaran-pelajaran yang dikumpulkan dalam analisis: Selama ini BMTNU Jombang sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar anggota dalam menyediakan pemodalan. Sehingga akses kepada sumber permodalan bisa tercapai. Upaya ini mampu meningkatkan kebersamaan warga Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan kapasitas dalam bidang ekonomi, yang selanjutnya mengarah pada upaya membangun perbaikan dan keadilan dalam bidang ekonomi.

Namun yang paling penting dalam menjalankan BMTNU ini adalah sebagai salah satu ikhtiar dari berbagai ikhtiar dalam mencari sistem lembaga keuangan yang sesuai dengan iklim Nahdlatul Ulama. Karena iklim yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama bisa berbeda dengan iklim yang ada di organisasi lain.

* Sekretaris PCNU Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai, Bahtsul Masail, Hadits HMI Tegal Kab

Minggu, 31 Desember 2017

Yakinlah GP Ansor Mengurus Hal yang Benar

Tasikmalaya, HMI Tegal Kab. Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar yakin bahwa menjadi anggota dan aktif di GP Ansor berarti di jalan benar. Maka dengan modal keyakinan pula, aktif di GP Ansor, segala rintangan dan hambatan apa pun pasti disingkirkan.

Yakinlah GP Ansor Mengurus Hal yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Yakinlah GP Ansor Mengurus Hal yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Yakinlah GP Ansor Mengurus Hal yang Benar

"Yakinlah Ansor itu mengurus hal yang benar," katanya pada Rapat Kerja I Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya di aula PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (12/5).

Menurut Deni, ada pihak yang tidak yakin dengan apa yang dilakukan benar, yaitu mereka yang sering menghina NU dan GP Ansor. Bukti mereka tidak yakin, ketika Ansor dan Banser mendatanginya, mereka meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya. Malah ada yang ingin masuk menjadi anggota Ansor.

"Nah, contonya seperti itu ketika medsos begitu garang menyerang siapa saja yang tak sejalan; NU dihina, Kiai Said dihina, Ansor dan Banser dihina pula; ketika didatangi malah bilang menyesal. Nah, itulah contoh apa yang dilakukannya tidak benar," ujarnya.

HMI Tegal Kab

Ia juga menekankan agar kader Ansor memiliki sifat pemberani. Pasalnya sudah diyakini bahwa Ansor mengurus hal yang benar tadi. "Jadikan Ansor cara hidup dan gaya hidup. Tiap detik, tiap menit, “napas”nya Ansor," ucapnya.

HMI Tegal Kab

Deni juga meminta agar kader Ansor tidak seperti sifat burung cungcuing yang rumahnya mengambil milik burung, serta memakan burung lain. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Meme Islam, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Selasa, 26 Desember 2017

LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil

Jombang, HMI Tegal Kab. Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) juga mengambil langkah berbeda untuk memperkenalkan ulama dan tokoh besar Tebuireng, yaitu melalui buku berjudul ‘Yasin dan Tahlil Tebuireng’.

LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil

Penerbitan buku tersebut merupakan terbitan Pustaka Tebuireng yang disokong penuh LSPT, usaha unit lembaga di Tebuireng yang mengelola zakat, infaq, shadaqoh dan wakaf untuk memudahkan masyarakat mengetahui biografi ulama dan tokoh di Tebuireng.

Menurut M. As’ad direktur LSPT, pihaknya ikut ambil bagian membantu pengikut Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Maksum Ali dan lainnya mengetahui lebih jauh biografinya.

HMI Tegal Kab

“Buku ini tidak sekedar menjadi tuntunan amaliah, tetapi juga menjadi sumber informasi dan pengetahuan tentang tokoh-tokoh pesantren khususnya Pesantren Tebuireng,” tutur As’ad dalam rilisnya kepada HMI Tegal Kab.

Lebih lanjut As’ad mengatakan bahwa penyusunan buku ini yang dilengkapi biografi singkat tokoh-tokoh Tebuireng juga sebagai salah satu bentuk persembahan LSPT kepada masyarakat luas khususnya para peziarah di pemakaman Tebuireng. “Semoga hadirnya buku ini dihadapan pembaca semua memberikan manfaat yang besar,” tambahnya.

HMI Tegal Kab

Bahkan, keberadaan buku ini juga sangat bermanfaat bagi jam’iyah Nahdliyin. Karena terdapat tuntunan amaliyahnya. “Terlebih santri, alumni dan keluarga besar tebuireng,” lanjutnya. Ia juga mengabarkan bahwa untuk mendapatkan buku ini, LSPT menyediakan di kantornya dan di Gerai Sehat area pemakaman pondok Tebuireng. (Romza/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri, Habib, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Selasa, 19 Desember 2017

PPM Aswaja Gelar Kongkow Sufi Bareng KH Luqman Hakim

Jakarta, HMI Tegal Kab. Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) aswaja menyelenggarakan kajian Islam yang menyasar segmen pada kaum muda pekerja di kawasan jabodetabek bertempat di Kafe Sere Manis lantai 3 Sabang, Jakarta Pusat dan kajian tersebut dipimpin oleh KH Luqman Hakim yang dikemas dalam program Kongkow Sufi.

PPM Aswaja Gelar Kongkow Sufi Bareng KH Luqman Hakim (Sumber Gambar : Nu Online)
PPM Aswaja Gelar Kongkow Sufi Bareng KH Luqman Hakim (Sumber Gambar : Nu Online)

PPM Aswaja Gelar Kongkow Sufi Bareng KH Luqman Hakim

Kiai Luqman mengatakan, di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka seluruh tubuh juga baik. Jika segumpal daging itu rusak, maka seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati. Yakin itu letaknya didalam hati atau qalbu.?

“Dari hati itulah semua berawal dan menjadi dasar semua tindakan dan perbuatan manusia. Sebagai hamba yang beriman kita harus yakin dan percaya bahwa setiap mahluk Allah pasti akan diberi rizki oleh Allah,” ujar Pakar Tasawuf ini.

Yakin atas rizki Allah bisa diawali dengan Berprasangka baik kepada Allah atau husnudzon billah. Prasangka baik kepada Allah adalah kunci awal untuk menggapai kebahagiaan dan ketenangan hati kita karena Allah itu tergantung prasangka hambanya. Kata Ibnul Qoyyum, husnudzon billah huwa husnul amal ? bahwa berprasangka baik kepada Allah adalah termasuk amal baik.?

HMI Tegal Kab

“Seorang hamba disebut ber-husnudzon manakala ia beranggapan bahwa Allah mengasihinya, memberi jalan keluar dari kesulitan dan kegundahannya. Ber-husnudzon kepada Allah itu wujudnya dengan cara melakukan amal sholeh bukan dengan berangan-angan,” katanya.

Ikhtiyar

Allah mewajibkan atas kaum Muslim untuk melakukan upaya atau ikhtiyar (amal) adapun hasilnya, lebih tergantung pada prosesnya. Dalam tiap amal, menurutnya, ada dua hal yang harus diperhatikan syariat yaitu niat ikhlas karena Allah dan cara yang benar sesuai aturan dan rambu-rambu yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Karenanya Allah tidak mewajibkan kita untuk kaya, tidak pula mewajibkan miskin tapi Allah mewajibkan kita agar kita berupaya mencari nafkah dengan cara yang benar dan halal. Allah pun tidak mewajibkan menikah, juga tidak mewajibkan membujang yang Allah wajibkan menjaga diri dari maksiat dalam prosesnya. Oleh sebab itu menjadi penting sekali menjaga kemurnian proses ini, menjaga niat dan cara kita dalam proses ikhtiyar itu ? karena tiada berguna hasil bila niat dan prosesnya salah.

Fenomena banyaknya orang yang percaya terhadap kemampuan penggandaan uang Kanjeng Dimas Taat Pribadi adalah cermin dari manusia yang terlalu mengagungkan hasil dan tidak peduli dengan prosesnya. “Orang-orang yang menginginkan hasil yang serba instan dan cepat. Budaya instanisme telah menutup hati mereka bahwa segala sesuatu itu butuh proses atau ikhtiyar,” jelasnya.

HMI Tegal Kab

Syukur

Kiai Luqman juga menerangkan, setelah hati meyakini bahwa Allah maha pemberi rizki kepada semua makhluknya dan telah melakukan ikhtiyar dengan makismal dan baik, maka langkah dan tahap berikutnya adalah tawakal dan bersyukur kepada Allah. Tawakal berarti menyerahkan segala urusan dunia kepada Allah SWT.?

Tidak mengandalkan dirinya sendiri dalam setiap usaha karena mereka sadar atas ketidakmampuan anggota tubuh untuk mengerjakan sesuatu hal dan mencapai kesuksesan, semua adalah atas kehendak Allah SWT. Tawakal berarti pula menggantungkan seluruh urusan hanya kepada Allah, bukan yang lain bahkan dalam masalah rezeki.?

Sedangkan bersyukur adalah suatu keadaan di mana seseorang berada di puncak tawakalnya, karena dari sini bisa tergambar kepuasan hati seorang hamba. Maka syukur ini dilakukan tidak hanya ketika apa yang kita usahakan telah diraih, tetapi juga pada saat usaha yang kita lakukan belum membuahkan hasil, tentunya dengan prasangka bahwa Allah telah menyiapkan yang sesuatu yang lebih baik dari ini.

“Manusia dalam setiap melakukan segala proses dalam dirinya baik yang berupa pekerjaan hati maupun fisik harus selalu dalam bingkai dan prinsip Minallah (dari Allah), Maallah (bersama Allah) dan Ilallah (hanya Kepada dan untuk Allah). Dengan tiga kunci itulah maka hati kita akan tenang dan tentram,” tandasnya. (Akhlis/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Pesantren, Olahraga HMI Tegal Kab

Rabu, 13 Desember 2017

Anggota DPRD Serap Aspirasi dari Guru-Guru Maarif

Jember,  HMI Tegal Kab. Lembaga  Pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU Cabang Kencong, Jember, memperoleh perhatian serius anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, HM Imam Ghozaly Aro, S.IP , 

“Selama saya bisa dan laku, silahkan manfaatkan saya,”  tegas  IGA, panggilan akrab HM Imam Ghozaly Aro, S.IP. 

Anggota DPRD Serap Aspirasi dari Guru-Guru Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota DPRD Serap Aspirasi dari Guru-Guru Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota DPRD Serap Aspirasi dari Guru-Guru Maarif

Penegasan tersebut disampaikan IGA  di  depan kepala sekolah dan guru jajaran LP Maarif  Cabang Kencong , saat melakukan dialog  Serap Aspirasi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur  dalam Reses III yang digelar di Sekretariat PC GP Ansor Kencong, Ahad (23/12). 

Dalam dialog tersebut IGA menjelaskan tiga tupoksi anggota DPRD.Yaitu, legislasi, budgeting dan kontrol. Karenanya, IGA mempersilakan sekitar 100 orang pendidik dan pimpinan GP Ansor yang hadir menyampaikan aspirasi, usulan,saran dan  kritik terkait kebijakan pembangunan  Pemerintah Provinsi, terutama di bidang pendidikan.

HMI Tegal Kab

“Saya kepala PAUD Desa Kasiyan, Kecamatan Puger.  Lembaga yang saya pimpin patut dikasihani karena masih nunut di gedung Puskesmas. Saya mohon agar Bapak IGA memperjuangkan pembangunan gedung PAUD di tempat kami, “  pinta Linda, Kepala PAUD Desa Kasiyan.

HMI Tegal Kab

Lain lagi yang disampaikan Hj Rukhiyanah,Kepala TK Dewi Masithoh 16 Karangrejo, Kecamatan Gumukmas. 

“Kepada Bapak IGA saya sampaikan terimakasih, tahun lalu membantu pembangunan gedung kantor TK yang bagus dan mentereng. Persoalannya sekarang, setelah kantor itu berdiri  megah, gedung TK-nya terlihat pendek,  seperti jongkok. Karenanya saya mohon agar dibantu, diusahakan dana rehab untuk TK, sehingga layak disandingkan dengan kantornya,”  pinta Rukhiyanah,disambut tawa dan tepuk tangan kepala sekolah yang lain.   

IGA yang juga pimpinan Komisi D (Pembangunan) DPRD Provinsi Jatim itu merespons usulan dua kepala sekolah tersebut, juga kepala sekolah lain yang pada umumnya mohon bantuan  dana pembangunan atau rehab gedung, juga bantuan sarana prasarana pendidikan.  

“Saya akan perjuangkan dengan sungguh-sungguh usulan panjenengan semua,”  kata wakil rakyat dari Fraksi PKNU tersebut. 

Ahmad Nasikin  yang ditugasi membacakan bantuan Pemerintah Provinsi untuk lembaga pendidikan yang diperjuangkan IGA,  menjelaskan, sedikitnya sudah  172 lembaga pendidikan di lingkungan LP Ma’arif Cabang Kencong dan Jember memperoleh bantuan dana dari Provinsi atas perjuangan IGA. “Dari lembaga sejumlah itu, yang banyak berada di Kencong, “ jelas Nasikin yang juga ketua Forum Silaturrahmi Kader Ansor (FOSKA) Kabupaten Jember tersebut.

Kantor baru

Dalam kesempatan ini,  IGA juga menyampaikan selamat kepada PC GP Ansor Kencong di bawah pimpinan Abd Rohim, yang telah menempati kantor sekretariat baru,yakni gedung eks Pengadilan Negeri Pembantu  yang cukup representatif.  

“Ini bukan hanya kantor baru. Tapi, ini  baru kantor, sangat cocok untuk Ansor dan Banser, “ kata IGA dengan bercanda. 

Agaknya yang dikatakan IGA tidak berlebihan, karena kantor PC GP Ansor Kencong  dilengkapi hall untuk rapat, ruang Ketua, Sekretaris, Satkorcab Banser,  Koperasi , Mushalla dan TPQ. Maklum, yang  ditempati adalah gedung bekas Pengadilan Negeri yang memiliki banyak ruangan. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sejarah, Nasional, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Kamis, 07 Desember 2017

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat

Jakarta, HMI Tegal Kab - Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) KH Abdul Moqsith Ghazali mengajak para khatib untuk kembali mengingat tujuan utama khutbah Jumat. Ia mengimbau para khatib untuk menggunakan mimbar Jumat sebagai momentum penyampaian nasihat keagamaan.

Demikian disampaikan Kiai Moqsith kepada HMI Tegal Kab di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (21/11) malam.

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat

Alumni Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Situbondo ini menyampaikan bahwa belakangan ini agak isi khutbah Jumat cukup mengkhawatirkan. Ia menyayangkan beberapa khatib melakukan caci-maki terhadap kelompok lain.

HMI Tegal Kab

“Memang mengkhawatirkan ketika khutbah-khutbah cenderung mendiskriminasi kelompok-kelompok atau aliran-aliran lain di dalam Islam,” kata salah seorang dosen pengampu mata kuliah tafsir di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Ia mengingatkan bahwa khutbah Jumat adalah bagian dari ibadah Jumat itu sendiri. Karenanya para khatib tidak boleh main-main dalam melaksanakan kewajibannya.

HMI Tegal Kab

“Jangan lupa dua khutbah itu menempati dua rakaat dalam shalat Zhuhur. Jadi kalau shalat Jumat menggantikan shalat Zhuhur, maka dua rakaatnya itu diganti dengan dua khutbah. Dengan demikian tidak boleh main-main dengan khutbah ini,” jelas Moqsith.

Menurutnya, khutbah adalah persoalan pokok. Khutbah itu bukan sekadar momentum mendengarkan pidato, tetapi mendengarkan khutbah itu adalah ibadah. Karenanya para jamaah dianjurkan agar tidak berbicara saat khutbah disampaikan. Kalau sampai bicara saat khutbah disampaikan, maka ia menjadi sia-sia.

“Dengan demikian khatib Jumat harus lebih tahu diri mana yang harus disampaikan, mana yang tidak boleh disampaikan,” pungkasnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Sejarah, Budaya HMI Tegal Kab

Kamis, 30 November 2017

Camat Bantarbolang Apresiasi Diklatsar Ansor Banser Pemalang

Pemalang, HMI Tegal Kab



Camat Bantarbolang Abdul Rahman, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran panitia dan peserta PKD dan Diklatsar PC Ansor Banser Pemalang,? yang dilaksanakan? Jumat-Ahad, 3-5 November 2017.

Camat Bantarbolang Apresiasi Diklatsar Ansor Banser Pemalang (Sumber Gambar : Nu Online)
Camat Bantarbolang Apresiasi Diklatsar Ansor Banser Pemalang (Sumber Gambar : Nu Online)

Camat Bantarbolang Apresiasi Diklatsar Ansor Banser Pemalang

“Saya kagum dan bangga melihat pekik semangat peserta diklatsar dengan milatansinya,” tutur Rahman di lokasi kegiatan Madrasah Nurul Hikmah Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang, Jawa Tengah, Jumat (3/11).?

Menurut dia, hal terpenting dalam PKD dan Diklatsar adalah penyiapan mental dan sprititual. Ansor dan Banser sekarang memasuki paradigma baru bukan hanya semangat bela negara, namun juga harus terus berkontribusi dalam pemecahan masalah sosial, ekonomi, budaya dan pengaruh globalisasi,?

“Sehingga diharapkan setelah mengikuti PKD dan Diklatsar, Ansor Banser mampu mengaplikasikan turut serta membantu program pemerintah di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Diklatsar tersebut diikuti tak kurang lebih 120 kader. Penggemblengan dilakukan di Madrasah Nurul Hikmah Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang, salah satunya karena lokasi tersebut jauh dari kebisingan dan tempatnya luas sehingga diharapkan mampu memantapkan proses PKD dan Diklatsar.

HMI Tegal Kab

Para peserta digembleng oleh Tim Instruktur dari PC GP Ansor Pemalang, Polsek, dan Koramil Bantarbolang. Peserta ditempa dengan ke-Aswaja-an, ke-NU-an, ke-Indonesia-an, ke-Ansor-an dan ke-Banser-an, Amaliyah dan Tradisi Keagamaan NU, Manajemen Keorganisasian, pelatihan fisik dan mental. (Slamet Riyadi/Kendi Setiawan)?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Tegal, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Dilantik, GP Ansor Gending Diminta Perjuangkan NU

Probolinggo, HMI Tegal Kab - Sedikitnya 30 orang pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo dilantik oleh Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin, Jum’at (27/1) malam. Mereka diharapkan dapat mengawal gerakan dakwah NU.

Pelantikan yang digelar di Balai Desa Bulang Kecamatan Gending ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i, Ketua MWCNU Kecamatan Gending Misnaji, Ketua GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq beserta pengurus harian lainnya.

Dilantik, GP Ansor Gending Diminta Perjuangkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, GP Ansor Gending Diminta Perjuangkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, GP Ansor Gending Diminta Perjuangkan NU

Hadir pula Ketua PGRI Probolinggo Purnomo, Kepala Bakesbangpol Probolinggo Agus Mukson, dan jajaran Forkopimka Gending serta para pengurus ranting NU se-Kecamatan Gending.

H Hasan Aminuddin berharap agar para pengurus GP Ansor Gending ini mampu mengemban amanah dengan sebaik-baiknya serta bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

HMI Tegal Kab

“Tunjukkan kepada masyarakat, bahwa keberadaan GP Ansor ini tidak hanya mampu berwacana. Tetapi bisa memberikan bukti nyata dengan berbuat untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

HMI Tegal Kab

Dalam kesempatan ini A’wan PWNU Jawa Timur ini meminta segenap pengurus GP Ansor Gending agar segera merealisasikan program-programnya tentunya dengan bersinergi untuk memperjuangkan Nahdlatul Ulama (NU).

“Pengurus GP Ansor harus mampu bermitra dengan semua instansi yang ada di Kabupaten Probolinggo agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak segenap nahdliyin agar bisa bersama-sama memakmurkan tempat ibadah yang ada di setiap desa, khususnya di Kecamatan Gending.

“Membangun masjid itu sangatlah mudah, tetapi memakmurkannya yang sangatlah sulit. Karena itu masjid itu jangan direhab terus, marilah ramaikan masjid dengan sholat berjamaah dan kegiatan-kegiatan keagamaan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Halaqoh HMI Tegal Kab

Sabtu, 11 November 2017

Ansor Way Kanan: Kembalikan Donasi Waralaba ke Daerah

Way Kanan, HMI Tegal Kab

Kabupaten Way Kanan, Lampung, memiliki luas sekitar 392.163 hektar atau 3.921,63 kilometer persegi, didiami oleh 415.078 jiwa dari 274.230 kepala keluarga. Berdasarkan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) Badan Pusat Statistik (BPS) setempat 2013, jumlah penduduk miskin tercatat 32.791 kepala keluarga.

Ansor Way Kanan: Kembalikan Donasi Waralaba ke Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan: Kembalikan Donasi Waralaba ke Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan: Kembalikan Donasi Waralaba ke Daerah

"Pengembalian donasi waralaba ke daerah merupakan salah satu solusi untuk mengatasi persoalan tersebut," ujar Ketua Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (10/3).

Berdasarkan data BPS itu, jumlah penduduk miskin dimaksud adalah rumah tangga sasaran penerima manfaat dan kuantum penyaluran beras program Penyaluran Beras Rumah Tangga Miskin (Raskin) Tahun 2013.

HMI Tegal Kab

Tertinggi di Kecamatan Blambangan Umpu dengan jumlah rumah tangga miskin 4.998 KK atau sekitar 15,24 persen dan jumlah penduduk miskin terendah terdapat di kecamatan Bahuga dengan jumlah penduduk miskin sebesar 786 KK atau sekitar 2,4 persen.

HMI Tegal Kab

"Donasi dari sisa pembelian masyarakat di waralaba-waralaba yang ada menurut sejumlah pekerja tersalur ke pusat waralaba perdagangan retail tersebut. Lalu digunakan untuk apa, disalurkan ke mana, bagaimana penyalurannya, untuk siapa dan di mana?" ujar mantan Sekretaris Jenderal Denting Biola untuk Indonesia itu lagi.

Penggiat Gusdurian di Lampung ini berpendapat, akan lebih maslahat kalau jumlah donasi terhimpun oleh waralaba dari masyarakat Way Kanan disalurkan kembali ke daerah berada di selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumatera Selatan ini guna membantu 32.791 KK yang tercatat masih miskin.

"Perusahaan perdagangan retail tidak akan rugi karena setiap donasi masuk selalu tercatat jumlahnya, konsepnya dari masyarakat dan dikembalikan ke masyarakat. Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan mengharapkan pemerintah daerah mengambil kebijakan agar donasi waralaba bisa dikembalikan dan selanjutnya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat kurang mampu," ujar alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) itu pula.

Sejumlah masyarakat setempat menyatakan belum pernah mendengar perusahaan perdagangan retail di Way Kanan yang terdata lebih dari 10 itu menggelar kegiatan sosial seperti sunatan massal.

Hal senada juga ditegaskan Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Way Kanan Sutrisno Utomo.

"Belum pernah tahu atau mendengar ada kegiatan sosial seperti sunatan massal digelar oleh waralaba yang ada di daerah ini," ungkap Sutrisno. (Disisi Saidi Fatah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Ubudiyah, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Senin, 06 November 2017

Tugas IPNU dan IPPNU Sama

Probolinggo, HMI Tegal Kab. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) diharapkan selalu menjadi teman dalam perjuangan. Tugas IPNU dan IPPNU sama.

“Baik IPNU maupun IPPNU memiliki tugas menjalankan beberapa program NU di tingkat pelajar dan santri putra maupun puteri,” ujar Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Muhlisun, Jum’at (31/5), terkait terbentuknya kepengurusan PC IPPNU setempat.

Tugas IPNU dan IPPNU Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tugas IPNU dan IPPNU Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tugas IPNU dan IPPNU Sama

PC IPPNU Kota Kraksaan sempat vakum. Ketua terpilih Nur Indah Muktamaroh bersama tim formatur Jum’at (31/5) kemarin menggelar rapat untuk menyusun kepengurusan PC IPPNU Kota Kraksaan periode 2013-2014 di auditorium PCNU Kota Kraksaan,.

HMI Tegal Kab

Rapat tim formatur ini dihadiri oleh Sekretaris PCNU Kota Kraksaan Fauzan dan Ketua PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)  Kota Kraksaan Muhlisun beserta segenap pengurus IPNU-IPPNU se Cabang Kraksaan.

Dalam daftar kepengurusan baru PC IPPNU Kota Kraksaan tersebut, Siti Musyarofah diangkat sebagai Wakil Ketua mendampingi Ketua terpilih Nur Indah Muktamaroh. Sementara Sekretaris dipercayakan kepada Uswatun Hasanah. Selain itu, tim formatur juga berhasil menyusun departemen-departemen secara lengkap.

HMI Tegal Kab

Dengan terbentuknya kepengurusan PC IPPNU Kota Kraksaan ini, Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Muhlisun berharap dua organisasi pelajar NU ini bisa saling bersinergi. “Kita sadari bersama bahwa dalam menjalankan programnya IPNU harus bersama dengan IPPNU,” katanya.

Pemilihan Ketua PC IPPNU Kota Kraksaan sendiri dikawal langsung oleh Pengurus Wilayah (PW) IPPNU Jawa Timur. Pengawalan ini dilakukan karena vakumnya kepengurusan tersebut dianggap sebagai permasalahan organisasi yang cukup serius. Melalui musyawarah mufakat, secara aklamasi Nur Indah Muktamaroh terpilih sebagai Ketua PC IPPNU Kota Kraksaan.

Sekretaris PCNU Kraksaaan Fauzan mengatakan vakumnya kepengurusan IPPNU disebabkan minimnya kader. “Sebab masyarakat mengatakan bahwa kepengurusan IPPNU harus berasal dari kalangan pelajar, padahal tidak demikian. Ada AD/ART yang telah mengatur tentang kepengurusan IPPNU ini,” ujarnya singkat.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Amalan, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Rabu, 01 November 2017

Resmi Dibuka, SMK NU Jogoroto Terima 30 Murid

Jombang, HMI Tegal Kab. Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatul Ulama (SMKNU) di Desa Ngumpul Kecamatan Jogoroto, Sabtu (4/7) resmi dibuka dan menerima siswa baru. Sekolah di bawah naungan LP Maarif PCNU Jombang ini langsung menerima sebanyak 30 siswa untuk tahun ajaran baru 2015 ini.

"Insya Allah yang sudah daftar ada 30 anak, jadi sudah bisa berjalan melakukan proses belajar mengajar," ujar Sekretaris PCNU Jombang Muslimin di sela sela pembukaan dan peresmian SMKNU yang dilakukan Bupati Jombang, Nyono Suharli, dan dihadiri Wagub Jatim Saifullah Yusuf.

Resmi Dibuka, SMK NU Jogoroto Terima 30 Murid (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi Dibuka, SMK NU Jogoroto Terima 30 Murid (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi Dibuka, SMK NU Jogoroto Terima 30 Murid

Sebelumnya, dikatakan Muslimin, pihak sekolah hampir tidak dapat membuka dan memulai menerima pendaftaran pada tahun ini. Karena ada beberapa pihak yang tidak ingin sekolah ini membuka ajaran baru pada tahun 2015 ini." Tapi setelah kita komunikasikan, akhirnya bisa, alhamdulillah," imbuhnya.

HMI Tegal Kab

Peresmian SMK NU ini dilakukan langsung oleh Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan juga Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul disaksikan Ketua PCNU jombang Dr KH Isrofil Amar kepala Dinas Pendidikan Muntholib dan sejumlah banom NU.

"Dengan bacaan Bismillahirrahmanirrahim, SMK NU pertama di Jombang ini saya nyatakan didirikan dan dibuka," kata Bupati Nyono menyampaikan.

HMI Tegal Kab

Dikatakan Nyono, pihaknya siap membantu untuk pembangunan SMK milik NU ini, dengan harapan ikut membantu mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

"Saya siap membantu, soal sharing anggaran dengan pemerintah propinsi. Untuk besarannya kita manut saja. Saat ini luas lahan untuk sekolah itu kurang, bisa ditambah lagi. Kita siap membantu," tandasnya mengatakan.

Dalam kesempatan itu, juga di lantik pengurus SMK NU dilakukan langsung oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang Dr KH Isrofil Amar. "Alhamdulillah, meski sibuk persiapan muktamar ke-33, namun kami tetap bisa mendirikan SMK NU. Semoga berdirinya sekolah ini membawa manfaat," ujar KH Isrofil seraya berpesan, agar lembaga pendidikan tersebut dikelola dengan baik, sehingga bisa mencerdaskan umat. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Humor Islam, Pahlawan HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock