Bandung, HMI Tegal Kab - Sekretaris PWNU Jawa Barat H. Asep Saefudin Abdillah mengatakan, tugas dan tanggung jawab warga NU Jawa Barat sangat besar. Karena menjadi warga NU berarti berada di dalam organisasi yang tidak biasa.
Tidak biasa karena NU, kata dia, adalah organisasi keagamaan warisan para ulama dan peninggalan para aulia.
"Saya beraharap PMII mampu dan tidak ragu-ragu untuk ambil bagian, mendukung dan membantu dalam setiap acara ke-NU-an," ujarnya di hadapan peserta napak tilas Mahbub Djunaidi dan pelatihan jurnalistik yang diadakan PKC PMII Jawa Barat di gedung dakwah PWNU pada Ahad (6/11).
Napak tilas Mahbub Djunaidi? dan pelatihan jurnalistik ditutup dengan ziarah ke makam Ketua Umum pertama PB PMII Ahad sore (6/11). Sekitar 30 peserta dan panitia serta pengurus PKC turut berziarah di pemakaman berlokasi di Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan.
"Selain menjaga tradisi dan mendoakan kedatangan ke sini untuk merefleksi kita semua, khususnya peserta pelatihan jutnalistik, agar benar-benar mampu menjadi Mahbub-Mahbub selanjutnya sesuai dengan tujuan agenda ini," ujar Dhamiry Al-Ghazaly, sekretaris panitia kegiatan.
Salah seorang peserta asal Bekasi, Eman Sulaeman, berpendapat bahwa ziarah tersebut untuk memotivasi dan memantik spirit dalam meneladani Mahbub di bidang tulis-menulis.
Tidak kurang dari 30 menit peserta dari Cabang PMII berbagai kabupaten itu berada di makam. Mereka berdoa dan diakhiri dengan pembagian sertifikat secara seremonial oleh panitia. (Naseh Kamal/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
HMI Tegal Kab Hikmah, Syariah, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab
Tidak biasa karena NU, kata dia, adalah organisasi keagamaan warisan para ulama dan peninggalan para aulia.
| Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII
Maka dari itu, ia beraharap PMII mampu dan tidak ragu-ragu untuk terlibat setiap acara yang menyangkut ke-NU-an di Jawa Barat."Saya beraharap PMII mampu dan tidak ragu-ragu untuk ambil bagian, mendukung dan membantu dalam setiap acara ke-NU-an," ujarnya di hadapan peserta napak tilas Mahbub Djunaidi dan pelatihan jurnalistik yang diadakan PKC PMII Jawa Barat di gedung dakwah PWNU pada Ahad (6/11).
HMI Tegal Kab
Mantan Ketua PKC PMII Jawa Barat periode 1992-1993 tersebut, juga mengapresisasi pelatihan jurnalistik ini karena menurutnya sebagai bagian dari warga NU harus seimbang dalam setiap aspek.HMI Tegal Kab
"Saya sangat mengapresiasi, PMII itu harus seimbang baik segi Intelektual, keislaman dan keIndonesian atau kebangsaannya," pungkasnya.Napak tilas Mahbub Djunaidi? dan pelatihan jurnalistik ditutup dengan ziarah ke makam Ketua Umum pertama PB PMII Ahad sore (6/11). Sekitar 30 peserta dan panitia serta pengurus PKC turut berziarah di pemakaman berlokasi di Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan.
"Selain menjaga tradisi dan mendoakan kedatangan ke sini untuk merefleksi kita semua, khususnya peserta pelatihan jutnalistik, agar benar-benar mampu menjadi Mahbub-Mahbub selanjutnya sesuai dengan tujuan agenda ini," ujar Dhamiry Al-Ghazaly, sekretaris panitia kegiatan.
Salah seorang peserta asal Bekasi, Eman Sulaeman, berpendapat bahwa ziarah tersebut untuk memotivasi dan memantik spirit dalam meneladani Mahbub di bidang tulis-menulis.
Tidak kurang dari 30 menit peserta dari Cabang PMII berbagai kabupaten itu berada di makam. Mereka berdoa dan diakhiri dengan pembagian sertifikat secara seremonial oleh panitia. (Naseh Kamal/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
HMI Tegal Kab Hikmah, Syariah, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab
