Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII

Bandung, HMI Tegal Kab - Sekretaris PWNU Jawa Barat H. Asep Saefudin Abdillah mengatakan, tugas dan tanggung jawab warga NU Jawa Barat sangat besar. Karena menjadi warga NU berarti berada di dalam organisasi yang tidak biasa.

Tidak biasa karena NU, kata dia, adalah organisasi keagamaan warisan para ulama dan peninggalan para aulia.

Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII

Maka dari itu, ia beraharap PMII mampu dan tidak ragu-ragu untuk terlibat setiap acara yang menyangkut ke-NU-an di Jawa Barat.

"Saya beraharap PMII mampu dan tidak ragu-ragu untuk ambil bagian, mendukung dan membantu dalam setiap acara ke-NU-an," ujarnya di hadapan peserta napak tilas Mahbub Djunaidi dan pelatihan jurnalistik yang diadakan PKC PMII Jawa Barat di gedung dakwah PWNU pada Ahad (6/11).

HMI Tegal Kab

Mantan Ketua PKC PMII Jawa Barat periode 1992-1993 tersebut, juga mengapresisasi pelatihan jurnalistik ini karena menurutnya sebagai bagian dari warga NU harus seimbang dalam setiap aspek.

HMI Tegal Kab

"Saya sangat mengapresiasi, PMII itu harus seimbang baik segi Intelektual, keislaman dan keIndonesian atau kebangsaannya," pungkasnya.

Napak tilas Mahbub Djunaidi? dan pelatihan jurnalistik ditutup dengan ziarah ke makam Ketua Umum pertama PB PMII Ahad sore (6/11). Sekitar 30 peserta dan panitia serta pengurus PKC turut berziarah di pemakaman berlokasi di Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan.

"Selain menjaga tradisi dan mendoakan kedatangan ke sini untuk merefleksi kita semua, khususnya peserta pelatihan jutnalistik, agar benar-benar mampu menjadi Mahbub-Mahbub selanjutnya sesuai dengan tujuan agenda ini," ujar Dhamiry Al-Ghazaly, sekretaris panitia kegiatan.

Salah seorang peserta asal Bekasi, Eman Sulaeman, berpendapat bahwa ziarah tersebut untuk memotivasi dan memantik spirit dalam meneladani Mahbub di bidang tulis-menulis.

Tidak kurang dari 30 menit peserta dari Cabang PMII berbagai kabupaten itu berada di makam. Mereka berdoa dan diakhiri dengan pembagian sertifikat secara seremonial oleh panitia. (Naseh Kamal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Syariah, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Sabtu, 03 Februari 2018

Puisi Gus Mus: Selamat Idul Fitri

selamat idul fitri, bumi

maafkan kami

selama ini

Puisi Gus Mus: Selamat Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)
Puisi Gus Mus: Selamat Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)

Puisi Gus Mus: Selamat Idul Fitri

tidak semena-mena

kami memerkosamu

?

selamat idul fitri, langit

HMI Tegal Kab

maafkan kami

selama ini

HMI Tegal Kab

tidak henti-hentinya

kami mengelabukanmu

?

selamat idul fitri, mentari? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

maafkan kami

selama ini

tidak bosan-bosan

kami mengaburkanmu

?

selamat idul fitri, laut

maafkan kami

selama ini

tidak segan-segan

kami mengeruhkanmu

?

selamat idul fitri, burung-burung

maafkan kami

selama ini

tidak putus-putus

kami membrangusmu

?

selamat idul fitri, tetumbuhan

maafkan kami

selama ini

tidak puas-puas

kami menebasmu

?

selamat idul fitri, para pemimpin

maafkan kami

selama ini

tidak habis-habis

kami membiarkanmu

?

selamat idul fitri, rakyat

maafkan kami

selama ini

tidak? sudah-sudah

kami mempergunakanmu.







Puisi ini pernah dipublikasikan KH A Mustofa Bisri di akun Facebook pribadinya pada 29 Agustus 2011


Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Kiai, Pahlawan HMI Tegal Kab

Jumat, 02 Februari 2018

Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU

Nahdlatul Ulama (NU) telah meng-ikhbar-kan 1 Ramadhan jatuh pada Senin, 6 Juni 2016. Hal ini berdasarkan keputusan dan ketetapan yang dilakukan oleh pemerintah melalui sidang itsbat pada Ahad (5/6) malam. Ketetapan ini berdasarkan pada pengamatan Hilal di 93 titik yang disebar oleh Kemenag dengan menggandeng LAPAN, Lembaga Falakiyah PBNU, dan lain-lain.

Nahdlatul Ulama tetap berpegang teguh pada metode rukyatul hilal sebagai instrumen penetapan awal bulan hijriah, termasuk Ramadhan dan Syawal. Langkah ini sama sekali tidak menafikan metode Hisab, karena metode perhitungan secara matematis ini perlu dibuktikan secara empiris. 

Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, KH Ghazali Masroeri sering menekankan kepada seluruh masyarakat bahwa NU sama sekali tidak menafikan metode hisab, tetapi justru NU menggunakan metode hisab dengan almanak yang diterbitkan setiap tahun. 

Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU

Namun demikian, berangkat dari Sabda Rasulullah SAW, “Berpuasalah setelah melihat bulan, dan berlebaranlah setelah melihat bulan”, NU tidak berhenti di satu metode, tetapi berusaha membuktikan perhitungan matematis secara empiris dengan mengamati hilal secara langsung.

Demikian sekilas ulasan tentang Majalah Risalah Edisi 61/Tahun X/1437 H/Juni 2016 yang merupakan edisi terbaru. Selain mengulas persoalan puasa, Majalah yang kini dikemas dengan tampilan yang lebih besar ini juga melaporkan kegiatan International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) yang diselenggarakan PBNU pada 9-11 Mei 2016 lalu di JCC Senayan Jakarta. 

HMI Tegal Kab

Kemudian, momen bulan haji juga dimanfaatkan Redaksi Majalah Risalah untuk mengulas perkara haji yang kini banyak mengalami perubahan secara pembiayaan yang lebih murah. Tentu hal ini merupakan kabar baik bagi para calon Jamaah Haji. Hal menarik lain yang juga perlu diketahui yaitu, Kementerian Agama mengeluarkan peraturan bahwa jemaah yang sudah pernah melakukan ibadah haji tidak diperkenankan berangkat lagi agar memberi kesempatan kepada jemaah yang belum pernah melakukan ibadah haji.

Edisi terbaru yang terbit 66 halaman ini juga memuat berbagai informasi dan bacaan substantif lain. Di bagian akhir majalah ini, terdapat tulisan renyah dari Dosen muda Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia, Fariz Alniezar yang mengulas tentang moderatisme keislaman yang selama ini diteguhkan oleh NU sehingga corak Islam khas Nusantara kerap menjadi inspirasi bagi carut marut dunia Islam selama ini. Selamat membaca! (Fathoni) 

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Ekstrimis Budha Diduga Bunuh Puluhan Muslim Rohingya

Yangon, HMI Tegal Kab. Sekelompok massa Buddha menyerang sebuah kota terpencil di Myanmar dan membunuh perempuan dan anak-anak Muslim dengan benda tajam, demikian menurut kelompok hak asasi manusia Arakan Project dan seorang warga desa, Kamis. Menurut mereka, korban tewas diperkirakan lebih dari 12 orang.

Ekstrimis Budha Diduga Bunuh Puluhan Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekstrimis Budha Diduga Bunuh Puluhan Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekstrimis Budha Diduga Bunuh Puluhan Muslim Rohingya

Seorang pejabat pemerintah membenarkan bahwa situasi di kota itu tegang, namun menyangkal insiden ini memakan korban jiwa. Demikian dilaporkan oleh laman wall street journal yang mengutip AP.

Sebuah negara berpenduduk 60 juta orang yang mayoritas Buddha, Myanmar tengah kesulitan menangani kekerasan antar agama yang berlangsung selama hampir dua tahun. Konflik ini telah menewaskan lebih dari 240 orang dan memaksa sekitar 140.000 warga, yang sebagian besar Muslim, mengungsi.

HMI Tegal Kab

Menurut Chris Lewa dari Arakan Project, konflik terjadi pada Selasa di negara bagian Rakhine. Arakan Project, sebuah kelompok advokasi, selama ini mendokumentasikan kekerasan yang dialami kaum minoritas Muslim Rohingya selama lebih dari satu dekade.

HMI Tegal Kab

Lewa mengatakan gesekan kian memanas di Rakhine sejak bulan lalu saat biksu-biksu dari sebuah kelompok Buddha ekstremis yang dikenal dengan nama 969 datang ke negara bagian ini. Mereka mendorong pengusiran semua Muslim Rohingya lewat ceramah yang diumumkan dengan pengeras suara.

Seorang warga mengatakan provokasi ini disusul dengan penemuan tiga mayat oleh beberapa pengumpul kayu bakar di dekat desa Du Char Yar Tan.

Ketiga mayat diyakini bagian dari delapan warga Rohingya yang hilang setelah ditahan aparat beberapa hari sebelumnya. Pengumpul kayu bakar pun lantas memberi tahu teman-teman dan tetangganya yang datang ke lokasi mayat dan mengambil gambar dengan ponselnya, ujar seorang warga yang berprofesi sebagai guru bahasa Inggris sukarela ini.

Hal ini memicu tindakan keras aparat. Tentara dan polisi lantas mengepung desa, mendobrak pintu rumah warga, serta menjarah ternak dan barang berharga lainnya, demikian keterangan guru bahasa Inggris ini. Hampir semua pria melarikan diri dari rumahnya, meninggalkan perempuan, anak-anak, dan manula.

Lewa mengatakan sejumlah sumber melaporkan perempuan dan anak-anak Rohingya dibacok hingga tewas, namun jumlah korbannya masih simpang siur. Ada yang mengatakan setidaknya 10 orang tewas, ada juga yang mengatakan jumlahnya mencapai puluhan.

Sementara, guru bahasa Inggris yang dihubungi lewat telepon ini mengatakan 17 perempuan dan lima anak-anak tewas dalam konflik tersebut.

Juru bicara pemerintah negara bagian Rakhine, Win Myaing, mengatakan polisi mengepung desa itu untuk mencari rekan mereka yang hilang. Myaing mengaku tidak tahu bahwa ada warga yang tewas dalam peristiwa itu.

Khin Maung Than, seorang warga Muslim di desa tetangga, mengatakan telah mengunjungi Du Char Yar Tan dan tidak melihat tanda-tanda kekerasan atau kematian di sana. (mukafi niam)

Foto: wsj

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, News HMI Tegal Kab

Jumat, 12 Januari 2018

IPNU-IPPNU Diimbau Siapkan Kader Penggerak di Desa-desa

Banyuwangi, HMI Tegal Kab - Sebelum membuat kebijakan atau kegiatan, para kader NU harus menyiapkan konsep yang jelas. Mulai dari latar belakang masalah, segmentasi, waktu dan tempat, sampai apa kegiatan lanjutan setelah kegiatan itu dilakukan.

Demikian dikatakan Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar NU (IPNU) Jawa Timur Haikal Atiq Zamzami saat memberikan materi "Advokasi Kebijakan Publik" pada Latihan Kader Utama (Lakut) yang digelar Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Banyuwangi, 16-19 Februari 2016, di Pondok Pesantren Baitussalam, Tampo, Cluring, Banyuwangi, Jatim.

IPNU-IPPNU Diimbau Siapkan Kader Penggerak di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Diimbau Siapkan Kader Penggerak di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Diimbau Siapkan Kader Penggerak di Desa-desa

Menurutnya, masih banyak para kader IPNU melakukan beberapa kegiatan yang belum terkonsep dengan jelas dan rapi. "Sehingga hasilnya jelas, kegiatan yang telah dilakukan tidak memiliki manfaat yang signifikan," tegas Haikal.

Sumber daya manusia di setiap kader yang dimiliki juga masih banyak yang kurang kompeten dan profesional. "Betapa fatalnya jika selama ini hanya menjaring dan membentuk kader di setiap desa, akan tetapi tidak sebanding lurus dengan pelatihan pengembangan sumberdaya kader di masing-masing desa," imbuh Haikal.

HMI Tegal Kab

"Untuk itu, saya pribadi selaku pimpinan wilayah kedepan bertekad untuk mengumpulkan seluruh pimpinan cabang yang ada di Jatim, untuk kita didik melakukan inovasi-inovasi gerakan terbaru. Di antaranya, akan ada program ngaji Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)," tutur Haikal.

HMI Tegal Kab

Pelatihan Lakut ini adalah upaya positif yang terus didorong. "Dengan ini potensi SDM kader-kader yang kita miliki lebih baik. Juga akan menjadi muharrik (penggerak) di setiap desa. Ini investasi gerakan grass root (akar rumput)," tuturnya.

Pelatihan ini diikuti oleh puluhan perwakilan pengurus PC IPNU dan IPPNU Banyuwangi. Selama empat hari mereka dididik dengan 15 materi lanjutan selepas latihan kader muda (Lakmud). (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Sholawat HMI Tegal Kab

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria

Lampung, HMI Tegal Kab 

Panitia Nasional Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU)  2017 menggelar seminar Pra Munas-Konbes di Bandar Lampung, Sabtu (4/11).

Hadir pada acara ini, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin, sejumlah Pengurus PBNU, panitia Munas-Konbes NU 2017, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH RM. Sholeh Bajuri, dan lain-lain. 

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria

Sementara kegiatan Pra-Munas ini diikuti oleh PWNU dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Lampung, PWNU se-Sumatera, PWNU DKI Jakarta, PWNU Banten, dan PWNU Jawa Barat.

Diskusi yang dijadwalkan dari pagi sampai malam hari ini, dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama mengangkat tema Penguatan Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama. Sementara sesi kedua mendiskusikan Reforma Agraria untuk Pemerataan Kesejahteraan Warga.

Hadir sejumlah pembicara, Ketua PBNU H Muhammad Nuh, Aji Hermawan, Gojek /Buka Lapak, Wakil Ketua Umum PBNU H. Mochammad Maksum Machfoedz, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan A. Jalil, dan Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika. 

HMI Tegal Kab

Wakil Ketua Panitia Nasional Munas-Konbes NU 2017 H Robikin Emhas saat membuka acara, mengatakan, tema agraria diangkat karena Indonesia  tidak bisa lepas sebagai negara agraria. Menurutnya, jika reforma agraria, infrastruktur, obat-obatan dan lain-lain dikawal secara baik, kesenjangan akan menurun.

HMI Tegal Kab

"Insyaallah tingkat kesenjangan ekonomi di Indonesia akan berkurang secara signifikan," katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Bahtsul Masail, Pesantren HMI Tegal Kab

Minggu, 07 Januari 2018

Rektor UPI dan Rektor ITB Kaji Peran Santri di Era Globalisasi

Bandung, HMI Tegal Kab. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat mengadakan dialog perihal Makna Hijrah dan Peran Santri dalam Memperkokoh Perjuangan NU dalam Menghadapi Tantangan Global. Forum ini menghadirkan Rektor ITB Prof Dr Ir Kadarsah Suryadi dan Rektor UPI Bandung Prof Furqon untuk berdiskusi bersama di aula Kantor PWNU Jawa Barat jalan Terusan Galunggung nomor 9 Bandung, Sabtu (31/10).

Rektor UPI dan Rektor ITB Kaji Peran Santri di Era Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rektor UPI dan Rektor ITB Kaji Peran Santri di Era Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rektor UPI dan Rektor ITB Kaji Peran Santri di Era Globalisasi

Kajian ini menarik minat banyak kalangan. Tampak hadir pada forum ini pengurus PWNU Jawa Barat, lembaga, dan banom NU Jawa Barat, Pergunu se-Jawa Barat, PMII, KMNU, akademisi, seniman, budayawan, dan anggota DPRD Jawa Barat.

Menurut Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, dialog ini merupakan masuk dalam rangkaian peringatan Hari Santri dan Tahun Baru Hijriyah. Pertemuan ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang makna hijrah dan bagaimana peran santri dalam menghadapi tantangan global.

HMI Tegal Kab

“Santri selain pandai mengaji tetapi juga mampu menjawab masalah ekonomi, sosial, politik, pendidikan, moral dan agama di era globalisasi,” kata H Saepuloh.

Menurut Prof Kadarsah, santri di era global ini setidaknya memunyai rasio (kecerdasan), raga (fisik yang sehat), rasa (akhlaq mulia), dan religi (beragama). Peran santri ialah menanamkan prilaku dan sikap yang baik.

HMI Tegal Kab

“Berbuat baik karena takut akan sanksi, tetapi berbuat baik karena kesadaran (sikap) itu merupakan lebih baik,” tutur Prof Kadarsah.

Sementara Prof Furqon mengatakan bahwa guru berperan sangat penting dalam pembentukan karakter santri yang diharapkan dapat menjawab tantangan global. Karena itu, dalam proses pembelajaran, santri harus diajar oleh guru yang berkualitas, profesional, serta dapat memotivasi santrinya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dra Hj Imas Masitoh yang turut hadir berharap materi ini tidak berhenti pada wawasan, tetapi harus diimplementasikan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock