Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

KH Zainal Abidin, Pendiri Pesantren Tertua di Blora

Setiap tanggal 13 Rabiul Awwal, kompleks Pondok Pesantren Mambaul Huda Desa Talokwohmojo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora dipadati ribuan jamaah. Pasalnya, hari itu merupakan puncak peringatan haul KH Zainal Abidin. Almarhum dikenal sebagai pendiri Mambaul Huda, pondok pesantren tertua di Kabupaten Blora Jawa Tengah.?

KH Zainal Abidin adalah putra bungsu Longko Pati, tokoh agama asal Nganguk Pati yang kemudian hijrah ke Blora. Di tempat baru, tepatnya di Desa Banjarwaru Kecamatan Ngawen, Zainal Abidin dilahirkan.?

KH Zainal Abidin, Pendiri Pesantren Tertua di Blora (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Zainal Abidin, Pendiri Pesantren Tertua di Blora (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Zainal Abidin, Pendiri Pesantren Tertua di Blora

Pada zamannya, sosok KH Zainal Abidin tampak menonjol dalam hal pengetahuan agama. Tak pelak, tokoh dari Desa Talokwohmojo tertarik untuk menikahkan putrinya Nyai Kaminah dengan pemuda Zainal.?

Selanjutnya, sang mertua mewakafkan sebidang tanah untuk keperluan syiar Islam. Maka, pada 1900 dibangunlah sebuah langgar alias musala kecil untuk pengajian Alquran dan kitab kuning oleh KH Zainal Abidin. Selain itu, sejak 1908 Almarhum KH Zainal Abidin juga dikenal sebagai mursyid Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah. Sanad tarekat diperolehnya dari KH Ahmad Rowobayan Padangan Bojonegoro. ?

"Sejak saat itu beliau resmi mendapat izin mengajar dan membaiat santri-santri tarekat," ujar K Munir, salah satu cucu almarhum.

HMI Tegal Kab

KH Zainal Abidin tercatat dua kali menikah. Dari istri pertama Nyai Kaminah, almarhum dikaruniai delapan orang anak. Sedangkan dari istri kedua Nyai Ruqayah, beliau dikaruniai lima orang anak.?

Almaghfurlah KH Zainal Abidin wafat pada 1922, dikebumikan di lingkungan pesantren Talokwohmojo. Sepeninggal almarhum, kepengasuhan pesantren dilanjutkan oleh KHA Hasan dari tahun 1922 hingga 1942.?

Sepeninggal Kiai Hasan tahun 1942, estafeta kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh KH Ismail. Sebelum mengurus pesantren, kiai yang merupakan murid kinasih KH Kholil Kasingan Rembang ini sempat berguru kepada Syekh Hasyim Asyari di Tebuireng.?

Semasa kepemimpinan KH Ismail (1942-1956), pesantren Mambaul Huda mengalami perkembangan cukup pesat. Santri dari luar daerah mulai berdatangan.?

HMI Tegal Kab

Sepeninggal KH Ismail, pengasuh pesantren dilanjutkan oleh KH Nachrowi. Sejak saat itu, pengasuh santri syariat dan santri tarekat mulai dipisahkan. KH Nachrowi mengasuh santri tarekat, sedangkan santri syariat dipercayakan pada KH Abbas bin Zainal Abidin.?

KH Abbas meninggal dunia pada 1976. Sepuluh tahun kemudian KH Nachrowi menyusul menghadap Sang Ilahi. KH Nachrowi mengasuh pesantren selama 34 tahun, yakni dari tahyn 1965 hingga 1980.

Konon nama Mambaul Huda muncul di masa duet kepemimpin KH Nachrowi dan KH Abbas. Sepeninggal KH Nachrowi, pengasuh santri tarekat berturut-turut dilanjutkan oleh KH Musthofa Nachrowi dan KH Labib bin Musthofa.

Adapun urutan pengasuh santri syariat setelah KH Ismail adalah KH Abbas bin Zainal Abidin. "Saat ini diteruskan oleh KH Ali Ridlo dan KH Idrus," ujar K Munir, Sekretaris Desa Talokwohmojo.





Markas Perjuangan

Di masa silam, Pesantren Mambaul Huda adalah salah satu tempat berhimpunnya ulama dan pejuang. Saat pemberontakan PKI tahun 1948, misalnya, Mambaul Huda menjadi tempat bernaungnya rakyat maupun pejabat.?

Betapa tidak? Akhir September 1948 Blora dikuasai PKI Muso yang hendak membentuk pemerintahan baru. Bahkan, Bupati Blora dan sejumlah tokoh pun menjadi korban kebiadaban PKI saat itu.?

Semasa agresi Belanda II tahun 1949 Mambaul Huda menjadi markas pertahanan tentara dan para sukarelawan pejuang. (Akhmad Saefudin, penulis Buku 17 Ulama Banyumas)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Lomba, Tegal HMI Tegal Kab

Senin, 29 Januari 2018

Forum Pesantren Se-Jateng Bahas Persoalan Kebersihan Pesantren

Semarang, HMI Tegal Kab

Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) wilayah Jawa Tengah H Abu Choir selaku pembicara menegaskan, An-Nadhafatu minal iman (kebersihan adalah sebagian dari iman) merupakan etika santri. Kebersihan merupakan sunnah Nabi, pelajaran etika, dan lingkungan yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW.?

Kebersihan inilah yang menjadi pembahasan dalam Pembahasan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat (PBPS) menjadi diskusi antara ketua FKPP cabang se-Jawa Tengah, Senin (29/2).

Forum Pesantren Se-Jateng Bahas Persoalan Kebersihan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Pesantren Se-Jateng Bahas Persoalan Kebersihan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Pesantren Se-Jateng Bahas Persoalan Kebersihan Pesantren

"Kebersihan menjadi gerbang hadirnya kesehatan pesantren, baik jasmani maupun rohani," papar pengurus Rabithah Maahid Islamiyyah NU Jateng itu.

?

HMI Tegal Kab

Bila kita tilik, tambahnya, dahulu para kiai mendirikan pesantren mengajarkan kebersihan sebagai laku utama. Petuah kiai mengajarkan bahwa bersih lingkungan dan suci batin menjadi identitas kaum santri. Ditambah nilai-nilai kebersihan di pesantren mengandung dimensi fisik, etik, estetik, dan spiritual.

?

Kalau dikaitkan dengan gerakan AyoMondok yang diusung berbagai elemen yang dimotori PP RMINU, hal ini bisa menjadi gerakan lanjutan untuk penguatan dari dalam bagi pesantren. Gerakan PBPS ini perlu ditindaklanjuti, karena efeknya akan cukup signifikan dalam membangun kepercayaan masyarakat.

?

PBPS ini terdiri atas pelatihan manajemen kebersihan, membentuk relawan kebersihan pesantren, sertifikasi manajemen PBPS oleh FKPP Jateng (ada bisyaroh bagi yang berhasil: sertifikat, fasilitasi, menjadi profil di website, dan rujukan pesantren lain).?

HMI Tegal Kab

Selian itu, imbuh Abu Choir, gerakan cinta PBPS dengan mengunjungi pesantren atau kegiatan tertentu, melakukan aksi bersih-bersih bersama relawan kebersihan. Hal ini secara tidak langsung akan merubah paradigma yang berkembang di pesantren tentang kebersihan.

?

"Merubah maindset warga pesantren tentang kebersihan ditambah menemukan tips dan trik manajemen lingkungan dan kebersihan pesantren karena karakter tiap pesantren berbeda-beda," tutup Abu Choir. (M Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Lomba HMI Tegal Kab

Rabu, 03 Januari 2018

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit

Jakarta, HMI Tegal Kab - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) Abdul Ghopur menyatakan keprihatinannya melihat aksi-aksi intoleran yang belakangan marak. Menurutnya, para pelaku aksi intoleransi kadang mengatasnamakan Pancasila untuk aksi intoleransinya itu.

Demikian disampaikan Ghopur saat membuka seminar perdana Otokritik Indonesia perihal toleransi yang diselenggarakan LKSB di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, Jumat (16/12) siang.

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit

Ia melihat adanya kesalahpahaman di kalangan pemuda terutama dalam hal berbangsa dan bernegara. Kesalahpahaman ini, menurutnya, dipicu oleh kurang maksimalnya transfer pengetahuan kebangsaan atau tidak menyebar secara merata di kalangan generasi muda saat ini.

“Tidak heran kalau itu penyebabnya banyak orang menafsirkan Pancasila secara sempit,” kata Ghopur yang juga Wakil Ketua PP Lesbumi.

HMI Tegal Kab

Sementara Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Crhisman Damanik menegaskan, banyak anak bangsa sekarang tercerabut dari akar historis Pancasila. Mereka kehilangan arah.

HMI Tegal Kab

“Mereka melakukan praktik-praktik sosial dan politik yang jauh dari cita-cita persatuan dan semangat keadilan sosial yang digariskan para pendiri bangsa Indonesia,” kata Chrisman.

Diskusi ini sebelumnya diberi sambutan oleh Wakil Ketua Umum PBNU Prof Dr M Maksum Machfoedz. Forum ini diikuti oleh puluhan aktivis pemuda yang tergabung dalam gerakan-gerakan kemahasiswaan dari pelbagai latar belakang agama. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ahlussunnah, Lomba, Cerita HMI Tegal Kab

Rabu, 27 Desember 2017

Trump Akan Hentikan Visa Tujuh Negara Muslim

Washington, HMI Tegal Kab



Presiden Donald Trump dilaporkan siap menangguhkan program pengungsian AS selama empat bulan dan akan menghentikan visa bagi tujuh negara berpenduduk Muslim - beberapa langkah yang akan diberlakukan secepatnya.

Semua permohonan visa dari negara-negara yang dianggap sebagai ancaman teroris - Irak, Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia dan Yaman - akan dihentikan selama 30 hari.

Trump Akan Hentikan Visa Tujuh Negara Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Trump Akan Hentikan Visa Tujuh Negara Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Trump Akan Hentikan Visa Tujuh Negara Muslim

Dalam kampanye saat menjadi kandidat presiden, Trump berulangkali menyampaikan, jika terpilih menjadi presiden, akan melarang Muslim masuk ke Amerika Serikat. Penyataannya ini mengundang kecaman dari berbagai pihak.

Menurut rancangan perintah eksekutif yang dipublikasikan di media AS, termasuk Washington Post, para pengungsi dari Suriah akan dilarang dalam jangka waktu tak terbatas.

Program penerimaan pengungsi AS akan ditangguhkan selama 120 hari sementara beberapa pejabat senior menyusun daftar negara-negara yang dianggap tidak menimbulkan risiko keamanan.

HMI Tegal Kab

Sementara itu, Pentagon akan diperintahkan untuk memanfaatkan waktu selama 90 hari untuk menyusun rencana pembentukan "zona aman" di dalam atau di dekat Suriah, tempat para pengungsi bisa berlindung dari perang saudara yang terjadi di sana.

Belum jelas apakah rancangan yang dipublikasikan itu merupakan versi akhir atau kapan Trump akan secara resmi menandatanganinya, tetapi rancangan itu akan melengkapi janji-janji kampanyenya.?

HMI Tegal Kab

"Lihatlah, presiden berbicara panjang lebar tentang beberapa langkah ekstrem," ujar juru bicara Gedung Putih Sean Spicer kepada wartawan, menjanjikan "aksi lebih lanjut pekan ini," demikian AFP. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, Hikmah HMI Tegal Kab

Minggu, 17 Desember 2017

Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal

Probolinggo, HMI Tegal Kab - Sedikitnya 42 orang pengurus Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor se-Kecamatan Tongas dilantik secara massal (bersamaan) oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin di Pendopo Kecamatan Tongas, Sabtu (4/11) pagi.

Pelantikan yang dirangkai dengan Festival Majelis Dzikir Shalawat Rijalul Ansor ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah didampingi sejumlah pengurus, Ketua GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis, Forkopimka Tongas serta Forum Silaturahmi Ulama dan Umara Kecamatan Tongas yang dipimpin oleh Kiai Dikri Muis.

Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal

H Hasan Aminuddin mengatakan bahwa GP Ansor sebagai organisasi pemuda terbesar di Kabupaten Probolinggo hendaknya menguatkan institusi kelembagaan serta menjadi organisasi yang mandiri dan terus memberikan pengabdian kepada masyarakat.

“Kader GP Ansor di Kabupaten Probolinggo harus mampu meneruskan estafet perjuangan organisasi NU yang dapat menjawab tantangan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

HMI Tegal Kab

Menurut Hasan, masyarakat harus senantiasa bersyukur karena masih diberikan sehat wal afiat oleh Allah SWT. Selaku umat Nabi Muhammad SAW semasa masih ada kesempatan hidup di dunia ini perbanyaklah ibadah dan ungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT serta bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Bershalawatlah dengan hati yang ikhlas dan khusyuk agar mendapatkan syafaat Baginda Rasul Muhammad SAW. Dengan peradaban zaman yang modern ini dan tidak terpengaruh hal-hal negatif yang merusak masa depan generasi bangsa, haruslah memperbanyak bermunajat serta berdoa kepada Allah SWT,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Lomba, Berita HMI Tegal Kab

Minggu, 10 Desember 2017

GP Ansor Kota Ternate Adakan Diklatsar Angkatan Pertama

Ternate, HMI Tegal Kab?

Gerakan Pemuda Ansor Kota Ternate, Maluku Utara menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Ternate.?

GP Ansor Kota Ternate Adakan Diklatsar Angkatan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kota Ternate Adakan Diklatsar Angkatan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kota Ternate Adakan Diklatsar Angkatan Pertama

Di kota yang terletak dibawah kaki gunung Gamalama tersebut, sebanyak 60 Banser dilatih serta dididik untuk menjadi kader yang berkualitas. Mereka menerima materi di dalam ruangan maupun lapangan selama 4 hari, mulai (19/1) sampai (22/1).

Di antara materi ruangan pada Dikalatsar itu adalah ke-Aswaja-an, keindonesiaan, ke-NU-an, pendidikan pendahuluan bela negara, peraturan organisasi dan lain-lain. Sedangkan materi lapangan meliputi kerja sama, pembentukan karakter, PBB dan TUB.

Dikalatsar tersebut juga diwarnai dengan apel Kesetiaan terhadap ? Pancasila dan NKRI yang dihadiri PWNU, PCNU, TNI dan Polri serta elemen masyarakat yang lain. Kemudian dilanjutkan dengan aksi donor darah.

"Kami atas nama Pimpinan Wilayah GP Ansor Maluku Utara, mengapresiasi PC GP Ansor Kota Ternate yang mengadakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar,” ungkap Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Maluku Utara Salim.

HMI Tegal Kab

Menurut Salim, Banser yang sangat dibutuhkan di masyarakat untuk berbuat dan berkarya nyata membangun, mengembangkan dan menjaga visi misi organisasi serta NKRI.?

“Banser adalah pasukan inti GP Ansor yang memiliki fungsi stabilisator, dinamisator, katalisator serta kaderisasi, sehingga mutlak diperlukan untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.?

Salim menambahkan, sekarang banyak gerakan Islam yang radikal, sehingga diharapkan Banser ini mampu, membimbing, mencerdaskan, serta menjaga keberlangsungan Aswaja an-nahdhiyyah dan NKRI.

Sementara Ketua PC GP Ansor Kota Ternate Rahdi Anwar mengatakan, Diklatsar tersebut merupakan angkatan pertama dan akan terus diadakan agar GP ANsor semakin berkembang di kota Ternate khususnya, serta Provinsi Maluku Utara pada umumnya."?

HMI Tegal Kab

"Enam puluh kader angkatan pertama ini akan menjadi pionir kaderisasi. Selanjutnya akan merekrut anggota baru. Diharapkan 2 bulan yang akan datang Diklatsar angkatan kedua dilaksanakan," harapnya.?

Personalia Asrendiklat Satkornas Banser Sujani sebagai instruktur kegiatan tersebut mengatakan menyebutkan, peserta Diklatsar Ternate tersebut serius mengikuti tiap materi yang diberikan.

“Diskusi pun kami lakukan di dalam maupun lapangan untuk mencari kualitas kader. Apalagi banyak juga peserta yang masih berstatus mahasiswa sehingga pola dan daya pikirnya banyak gagasan dan ide untuk mengembangkan organisasi,” pungkasnya. (Herry Budi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Lomba, Hadits HMI Tegal Kab

Rabu, 06 Desember 2017

Tujuh Menteri NU Diharap Bantu Berdayakan Warga

Jakarta, HMI Tegal Kab. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap tujuh menteri yang memiliki latar belakang NU turun mendorong kemajuan komunitas NU yang selama Orde Baru dipinggirkan dan dimarginalkan sehingga potensinya tidak bisa berkembang dengan maksimal.?

“Tidak ada menteri yang secara resmi diusulkan oleh PBNU, tetapi diantara menteri tersebut ada beberapa yang merupakan warga NU. Kita doakan mereka dapat kekuatan lahir batin untuk menjalankan amanah yang sangat berat itu dan jangan lupa atas warga NU dan bangsa pada umumnya,” katanya, Rabu.

Tujuh Menteri NU Diharap Bantu Berdayakan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Menteri NU Diharap Bantu Berdayakan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Menteri NU Diharap Bantu Berdayakan Warga

Para menteri yang berlatar belakang NU diantaranya adalah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (ketua umum Muslimat NU), Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (mantan pengurus Lakpesdam NU), Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (PKB), Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jakfar (PKB), Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (PKB), Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi: M. Nasir (pengurus Ikatan Sarjana NU) dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno (pengurus PWNU Yogyakarta).?

HMI Tegal Kab

Ia menambahkan, presiden SBY telah memberi perhatian yang cukup besar terhadap pemberdayaan warga NU, diantaranya upaya pendirian 23 Universitas NU di seluruh Indonesia.

“Kita dengan pak SBY, terima kasih banyak, antara lain berdirinya Universitas NU sampai 23 ini berkat perintah Pak SBY kepada Pak Nuh (mendikbud),” tandasnya.

HMI Tegal Kab

Tentunya, Kiai Said berharap program-program pemberdayaan warga NU tersebut dapat terus dilanjutkan dalam pemerintahan saat ini. Ia menegaskan, NU siap diajak bekerjasama dalam berbagai program pemberdayakan masyarakat.?

“Saya jamin, kalau program pemerintah ngajak kader NU, insyaallah beres. Karena kita kalau bekerja sungguh-sungguh, kita biasa kerja bakti,” tandasnya. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, Kajian Sunnah, Pahlawan HMI Tegal Kab

Selasa, 05 Desember 2017

Kiai Said: Puasa Ibadah Ikhlas untuk Allah



Kiai Said: Puasa Ibadah Ikhlas untuk Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Puasa Ibadah Ikhlas untuk Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Puasa Ibadah Ikhlas untuk Allah

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Jakarta,HMI Tegal Kab. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, semua agama samawi diwajibkan berpuasa sebagaimana Allah mewajibkannya kepada umat Nabi Muhammad SAW.? Umat Nabi Musa, Nabi Dawud, dan nabi-nabi lainnya diwajibkan Allah untuk berpuasa.

Tapi, lanjut dia, syariat berpuasanya berbeda-beda. Ia mencontohkan berpuasanya Nabi Dawud AS yang berpuasa sehari, kemudian besoknya tidak, di hari selanjutnya berpuasa lagi. Diselang-selang.

“Kemudian Allah menentukan umat Islam juga diwajibkan untuk berpuasa sebagaimana orang-orang sebelumnya selama sebulan,” katanya di gedung PBNU, Jakarta (10/6).

Menurut Kiai Kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini, puasa adalah ibadah hak milik Allah karena orang yang berpuasa bisa dipastikan ikhlas.

“Orang yang berpuasa itu lillahi ta’ala. Coba orang puasa tidak minum tidak makan, ingin pahala dari Allah kan? Bukan ingin dipuji. Bisa saja dia mau kamar sendirian, makan dan minum, orang tidak ada yang tahu,” lanjut kiai lulusan pesantren Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini.? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, RMI NU, Aswaja HMI Tegal Kab

Jumat, 01 Desember 2017

KH Said Aqil: Pesantren Tak Pernah Ajarkan Terorisme

Jakarta, HMI Tegal Kab. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj kembali menegaskan, pesantren di Indonesia tidak pernah mengajarkan terorisme. Bibit-bibit terorisme itu dikembangkan oleh “agen-agen” dari luar.

KH Said Aqil: Pesantren Tak Pernah Ajarkan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil: Pesantren Tak Pernah Ajarkan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil: Pesantren Tak Pernah Ajarkan Terorisme

“Lihat saja (teroris; red), tidak sama dengan budaya kita itu. Itu yang harus ditolak, impor itu,” ujarnya dalam Dialog Nasional Ormas Islam di Hotel Grand Sahid, Jakarta Selatan, Sabtu (11/5).

Ia mengungkapkan bahwa sekolah atau lembaga pendidikan yang memang menyemai bibit-bibit terorisme hanya ada di Afganistan dan Pakistan. ? "Pesantren radikal itu ada di Afganistan dan Pakistan," tambahnya.

HMI Tegal Kab

Sementara pondok pesantren di Indonesia yang diasuh oleh para kiai bertugas mengembangkan ajaran Islam yang rahmatal lil alamin yang mempertemukan ajaran lokal dengan ajaran Islam.

HMI Tegal Kab

Menurut Kang Said, terorisme berhasil merembes masuk ke Indonesia disebankan kebodohan, kebelakangan, kemiskinan, pengangguran, dan kesalahpahaman para agen tersebut dalam memahami ajaran Islam. ?

Ia menegaskan, terorisme tidak diajarkan oleh Islam. Lebih dari itu, menurutnya, agama apa pun, baik Islam, Kristen, Hindu, Budha dan lainnya tidak ada yang mengajarkan terorisme.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, Olahraga, Nahdlatul Ulama HMI Tegal Kab

Kamis, 30 November 2017

Pangdam VII Wirabuana Ajak NU Jaga Keutuhan Bangsa

Makassar, HMI Tegal Kab



Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI H Agus Surya Bakti bekerjasama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan mengadakan Lailatul Ijtima dalam rangka silaturrahim Prajurit Pangdam VII Wirabuana bersama warga Nahdliyin Sulawesi Selatan, Kamis (14/1) di Baruga Hasanuddin Kodam VII Wirabuana.

Pangdam VII Wirabuana Ajak NU Jaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangdam VII Wirabuana Ajak NU Jaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangdam VII Wirabuana Ajak NU Jaga Keutuhan Bangsa

Pangdam VII Wirabuana Mayjend TNI Agus Surya Bakti dalam sambutannya berterima kasih atas kehadiran para sesepuh NU Sulsel. Ia berharap semoga pertemuan ini membawa keberkahan bagi bangsa ini. Ia juga menegaskan Nahdlatul Ulama dikenal sebagai ormas Islam yang moderat dan menjunjung nilai keindonesiaan, kebhinekaan, dan Pancasila.?

“Kami juga sangat mengapresiasi semangat patriotisme dan wawasan kebangsaan NU. Tadi pagi rakyat Indonesia berduka atas kejadian bom di Jakarta dan kami mengutuk keras hal ini. Olehnya itu marilah bersama-sama menjaga bangsa ini dari aksi-aksi kekerasan, mulai dari TNI, NU, Muhammadiyah dan umat Islam secara umum di Sulawesi Selatan untuk menjaga dan menjadi benteng untuk mengawal keutuhan NKRI," paparnya.

Ia menjelaskan Islam mengajarkan kedamaian, menghargai perbedaan, tidak merasa benar sendiri. Tentunya hal ini menjadi pondasi utama menjaga keutuhan bangsa, ungkapnya

HMI Tegal Kab

“Kami harap silaturrahim ini tidak hanya hari ini, TNI berharap bersama Nahdlatul Ulama untuk senantiasa menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alami dalam bingkai NKRI,” tandasnya.

Ketua Tanfidziyah NU Sulsel Prof Iskandar Idy dalam sambutannya berterima kasih kepada Pangdam VII Wirabuana Mayjend TNI H Agus Surya Bakti beserta keluarga besar Kodam VII Wirabuana yang bersama-sama warga Nahdliyin telah menjalin silaturrahmi.

Ia menjelaskan NU Sulsel prihatin atas terjadinya aksi bom di Sarinah Jakarta. Iskandar juga menegaskan dalam sejarah bernegara, tidak ada warga NU yang terlibat aksi terorisme di Indonesia. NU merupakan garda terdepan melawan aksi terorisme dan tentunya bersama TNI negara akan kuat.

"Warga NU Sulsel harus menjadi pelopor anti terorisme di Sulawesi Selatan," imbuhnya.

HMI Tegal Kab

NU Sulsel setiap malam Jumat di bulan pertama selalu mengadakan silaturrahim yang dikemas dalam acara Lailatul Ijtima dan diisi tausiyah dari sesepuh NU. Hal ini beramnfaat untuk menjaga silaturrahim sesama warga NU dan mengantisipasi masuknya paham-paham radikalisme di kalangan warga NU.?

Setelah sambutan H Agus Surya Bakti dan Prof Iskandar Idy, acara dilanjutkan pembacaan surat Yasin dan naskah dzikir NU Sulsel yang dipimpin Katib Syuriyah NU Sulsel Dr Ruslan dan Wakil Katib Syuriyah NU Sulsel Dr Muammar Bakry yang diikuti ribuan jamaah.

Wakil Ketua NU Sulsel Prof Abd Rahim Yunus dalam tausiyahnya banyak menyinggung tentang kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan. Menurutnya, dalam fakta sejarah, kejayaan Islam tak lepas dari kontribusi umat Agama lain.

“Hal ini dapat kita lihat, bagaimana umat Yahudi di Madinah yang mengakui kerasulan Nabi Muhammad kala itu, bagaimana umat Yahudi hidup damai dengan umat Islam, sehingga menghasilkan perjanjian Madinah yang tentunya memberikan dampak positif kemajuan Islam di Madinah,” ? ungkap Rahim Yunus yang juga guru besar Sejarah Islam UIN Alauddin.

"Di sisi lain NU bersama komponen bangsa yang lainnya bersama TNI membangun bangsa Indonesia dengan nilai Islam yang rahmatan lil alamin," imbuhnya.

Tampak hadir Ibu Pangdam VII Wirabuana Bella Shapira, para Pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah NU Sulsel, Rektor UIM Dr Majdah M Zain, Rektor UMI Prof Dr Masrurah, para Wakil Rektor UIM, para Ketua Lembaga/Lajnah dan Badan Otonom NU Sulsel, dan ribuan warga Nahdliyin. (Andy Muhammad Idris/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba HMI Tegal Kab

Senin, 27 November 2017

Tiga Rumah Sakit Beri Diskon Pemegang Kartanu

Jombang, HMI Tegal Kab. Tiga Rumah Sakit di Jombang siap memberikan diskon biaya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat pemegang Kartu Anggota NU (Kartanu). Ketiga RS itu adalah, Rumah Sakit NU, Rumah Sakit Medika Pesantren Darul Ulum serta Rumah Sakit Muslimat NU.

Tiga Rumah Sakit Beri Diskon Pemegang Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Rumah Sakit Beri Diskon Pemegang Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Rumah Sakit Beri Diskon Pemegang Kartanu

Hal ini disampaikan, Ketua PCNU saat sosialisasi Kartanu yang diikuti seluruh Badan Otonom NU, diantaranya GP Ansor, IPNU-IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU dan Pagar Nusa, ISNU serta Pergunu di kediaman Sholahul Am Notobuwono yang juga ketua PC GP Ansor di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Kamis (31/1).?

“Insyaallah Tiga Rumah Sakit (RSNU, RS Media Darul Ulum dan RS Muslimat,) sudah siap memberikan diskon bagi pemegang Kartanu,”bebernya mengatakan.

HMI Tegal Kab

Mengenai berapa prosentasi diskon yang bakal diterima, Ketua Tanfidziah PCNU Jombang dua periode ini menargetkan warga NU di kota santri ikut terdaftar dan memiliki kartu tanda anggota. Karena menurutnya program Kartanu adalah sebagai bentuk kedisiplinan anggota terhadap organisasi.

”Targetnya Rp 200 ribu lebih, dan ini sebagai wujud kedisiplinan organisasi, sebagai anggota sudah selayaknya bisa memiliki kartu anggota, apalagi Jombang kota santri,”imbuh kyai yang juga dosen Unipdu Peterongan Jombang ini menambahkan.?

HMI Tegal Kab

Sementara itu, Mahwal Huda, Koordinator pelaksanaan Kartanu meminta seluruh Banom ikut aktif mensosialisasikan program PWNU Jatim ini. Dengan keterlibatan Banom target pelaksanaan kartanu di Kabupaten Jombang akan berhasil. “ Kita juga berharap kalangan pesantren juga ikut berperan mensukseskan Kartanu ini,” tandasnya.

Mahwal menambahakan, ada beberpa manfaat dengan adanya Kartanu ini diantaranya adalah untuk konsolidasi organisasi karena semuanya terlibat hingga ranting. “Termasuk ? manfaatnya adalah pemegang juga mendapatkan adanya potongan biaya ketika berobat di RS NU, RS Medika Darul Ulum dan RS Muslimat,”tandasnya.

Ditambahkannya, PCNU Jombang telah melakukan sosialisasi awal yang langsung diikuti ratusan pengurus MWCNU dan ranting. Dan dalam sosisialisasi juga dilakukan pemotretan.

”Antusias pengurus sangat tinggi, terbukti sosialisasi pertama sebanyak 313 Kartanu langsung tercetak,”imbuh wakil sekretaris PCNU Jombang seraya mengatakan pemotretan hingga kartanu bisa jadi hanya membutuhkan waktu 10 menit.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kajian, Lomba, Internasional HMI Tegal Kab

Upacara Kemerdekaan, Santri Al-Wafa’ Kenakan Sarung dan Batik

Bandung, HMI Tegal Kab. Puluhan santri pesantren Al-Wafa’, Cileunyi kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggelar upacara peringatan hari kemerdekaan Ke-70 RI, Senin (17/8) pagi. Dalam upacara ini, para santri laki-laki mengenakan baju batik, bersarung, dan mengenakan peci. Sedangkan santri perempuan mengenakan batik, rok, dan kerudung.

Upacara Kemerdekaan, Santri Al-Wafa’ Kenakan Sarung dan Batik (Sumber Gambar : Nu Online)
Upacara Kemerdekaan, Santri Al-Wafa’ Kenakan Sarung dan Batik (Sumber Gambar : Nu Online)

Upacara Kemerdekaan, Santri Al-Wafa’ Kenakan Sarung dan Batik

Inspektur upacara Ustadz Asep Qomaruddin dalam sambutannya mengingatkan santri-santri supaya mengetahui bahwa para pahlawan Indonesia dahulu mengorbankan dirinya bahkan nyawanya untuk membela dan mempertahankan Indonesia.

“Untuk itu, sebagai kaum yang berpendidikan, marilah para santri untuk giat belajar dalam rangka berpartisipasi mewujudkan kesejahteran da kedaulatan bangsa Indonesia,” tutur Pembina pesantren Al-Wafa’ ? itu.

HMI Tegal Kab

Firman Abdullah salah seorang santri mengemukakan, sebagai bagian dari wujud nasionalisme santri, upacara memakai batik merupakan ciri pakaian khas Indonesia, sedangkan sarung merupakan identitas santri.

HMI Tegal Kab

“Dengan memakai pakaian seperti itu diharapkan santri-santri semakin mencintai negaranya beserta kebudayaan yang ada,” ujar santri asal Palangkaraya itu kepada HMI Tegal Kab seusai upacara yang berlangsung di halaman setempat.

Selain mengadakan upacara kemerdekaan, santri-santri pesantren Al-Wafa’ juga menggelar berbagai perlombaan dalam rangka menyemarakkan Dirgahayu Ke-70 Kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya lomba untuk para santri, anak-anak di sekitar pesantren juga dilibatkan untuk mengikuti perlombaan yang disediakan. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, Pahlawan, AlaNu HMI Tegal Kab

Jumat, 24 November 2017

Unicef Indonesia Kunjungi Kiai NU di Brebes

Brebes, HMI Tegal Kab. Spesialis komunikasi United Nations Childrens Fund (Unicef) PBB yang ada di Indonesia, Iwan Hasan, mengunjungi beberapa kiai NU di Brebes, Jawa Tengah, antara lain di Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Tanjung, MWCNU Larangan, dan MWCNU Wanasari, serta Pesantren Assalafiyah Luwungragi.

Unicef Indonesia Kunjungi Kiai NU di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Unicef Indonesia Kunjungi Kiai NU di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Unicef Indonesia Kunjungi Kiai NU di Brebes

Kunjungan sehari yang dilakukan pada Senin (24/3 ) ini untuk melihat langsung bagaimana para pemuka agama  yang pernah mengikuti pelatihan menyampaikan pesan kesehatan ibu dan gizi khususnya masalah stunting (balita pendek).

“Perlu alat peraga pembelajaran saat sosialisasi karena media ini sangat dibutuhkan  bagi masyarakat, sementara ini yang dipakai hanya model penyuluhan di pengajian dan tanya jawab” ujar Sholikhin, sekretaris MWC NU Tanjung.

HMI Tegal Kab

Ustadz Sholikhin juga menuturkan sudah melakukan koordinasi dengan pejabat di Kecamatan Tanjung dan juga sosialisasi di desa-desa di wilayah Tanjung terutama di pengajian jamaah ibu-ibu. Salah satu kendala ketika menyampaikan masalah kesehatan ibu dan anak di daerahnya karena dianggap bukan pakar yang membidangi dalam bidangnya. Namun, menurutnya, ini adalah bagian dari upaya ulama untuk membantu program pemerintah.

HMI Tegal Kab

“Gerakan 1000 hari pertama kehidupan, ibu memberikan kolostrum dan memberikan air susu ibu (ASI ekslusif) kepada bayi sangat penting biar kekebalan tubuh dan kesehatan bayi terjamin karena ini bagian pemenuhan hak anak,” ujar Ustadz Tarmidzi.

Dunarso dari MWC NU Larangan juga menuturkan pengalamannya sebagai peserta yang sudah mendapatkan pelatihan stunting yang diselenggarakan Lembaga Kesehatan NU (LKNU) di Benda, Sirampog, Brebes. Baginya, pelatihan yang diterima sangat membantu dalam tugasnya sebagai tokoh agama apalagi sebagai lebe di desa Siandong kepada masyarakat terutama saat pengajian.

“Ada 4 acara yang biasa digunakan untuk menyampaikan sosialisasi, yaitu saat pernikahan, 4 bulan kehamilan, 7 bulan kehamilan dan aqiqah. Hasil pelatihan yang ada sangat aplikatif dan sejalan dengan nilai-nilai islam.

“Satu sedotan bayi dari susu ibu dapat menghapus dosa ibu sehari. Bila bayi disusui selama 40 hari dari sejak lahir tanpa diberikan apapun selain ASI (termasuk air, madu, pisang) membuat usus bayi bisa kuat. Jarak kehamilan bagi ibu sebaiknya 30 bulan. Hal ini sesuai anjuran dalam hadits Nabi,” ujar KH. Subhan Makmun selaku ulama kharismatik di Brebes, pengasuh  Pesantren Assalafiyah Luwungragi. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, Amalan HMI Tegal Kab

Selasa, 14 November 2017

PBNU Imbau Perguruan Tinggi NU Teladani Pesantren

Jakarta, HMI Tegal Kab - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengatakan, rugi besar bila pendidikan di Indonesia tidak mengambil kelebihan yang ada di pesantren. Pesantren dengan kiainya yang dengan tulus dan gigih mengelola pendidikan terbukti menghasilkan alumni yang luar biasa.

Demikian disampaikan Kang Said dalam pembukaan Simposium dan Musyawarah Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (28/3).

PBNU Imbau Perguruan Tinggi NU Teladani Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Perguruan Tinggi NU Teladani Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Imbau Perguruan Tinggi NU Teladani Pesantren

“Gus Dur, Nurkholis Majid, dan Pak Nasir (Menristek Dikti M Nasir, yang juga hadir pada kesempatan tersebut) adalah contoh-contoh alumni pesantren,” kata Kang Said.

HMI Tegal Kab

Menurutnya, pesantren memiliki empat kelebihan yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan yang lain. Pertama adalah ta’lim atau transfer of knowledge (pengetahuan). Kedua adalah tadris, karena para kiai pesantren mengamalkan dan mempraktikkan ilmunya. Ketiga adalah ta’dib, yaitu membentuk peradaban. Keempat, tarbiyah atau pengajaran.

Ini persoalan yang ringan diucapkan, tapi sangat sulit dilaksanakan. Pendidikan yang baik adalah yang bervisi dan bermisi membentuk masyarakat cerdas, pandai, mempunyai skill (keahlian), arif dan bijaksana.

HMI Tegal Kab

Kiai dalam pengajaran ilmu nahwu dapat menyinkronkan dengan terminologi bahasa Jawa secara benar. Kiai memberi contoh secara langsung kepada para santri bagaimana saat menerima tamu, saat senang, saat sedih, dan menghadapi bermacam persoalan.

Kang Said merasa heran, pendidikan umum tidak mengambil sisi baik yang ada di pesantren. Padahal banyak sisi positif dari pesantren, juga tak sedikit pesantren yang maju.

Karena itu, kepada peserta simposium yang terdiri atas para mahasiswa utusan BEM perguruan tinggi NU seluruh Indonesia, Kang Said berpesan bahwa sebagai mahasiswa yang ingin mempertahankan ajaran Aswaja, ia tidak boleh melupakan akar, nilai ahlaq mulia, dan nilai moral, mental, spiritual, hasil dari pendidikan pesantren. (Kendi? Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh, Pesantren, Lomba HMI Tegal Kab

Selasa, 07 November 2017

Imam Abu Hanifah dan Tuduhan Kebaikan

Dalam kitab Tadzkirah al-Auliya, Fariruddin Attar mencatat sebuah kisah menarik tentang kemuliaan hati Imam al-A’dham, Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit (699-767 M) rahimahu Allah. Diceritakan:

Imam Abu Hanifah dan Tuduhan Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Abu Hanifah dan Tuduhan Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Abu Hanifah dan Tuduhan Kebaikan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?, ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?, ?: ? ? ? ? ? ? ?. ? ?" ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: (? ? ? ? ? ?)

HMI Tegal Kab

Imam Abu Hanifah memiliki kebiasaan shalat tiga ratus rakaat setiap malam. Suatu hari ada orang melintas ketika ia sedang melaksanakan shalat. Seorang wanita berkata pada wanita lainnya: “Orang ini (Imam Hanafi) shalat setiap malam lima ratus rakaat.”

Imam Abu Hanifah mendengar perkataan itu dan berniat shalat lima ratus rakaat untuk membenarkan persangkaan wanita tersebut. Setelah itu ia shalat lima ratus rakaat setiap malam sampai sekumpulan anak-anak yang tengah bermain melintas dan berkata satu sama lainnya: “Orang ini shalat setiap malam seribu rakaat.”

Imam Abu Hanifah mendengarnya dan berkata: “Aku akan shalat, insya Allah, setiap malam seribu rakaat, agar persangkaan anak-anak itu tidak salah.”

HMI Tegal Kab

Imam Abu Hanifah melaksanakan shalat seribu rakaat setiap malam cukup lama, kemudian sebagian dari murid-muridnya berkata kepadanya: “Orang-orang meyangka bahwa guru tidak tidur di malam hari.”

Imam Abu Hanifah berkata: “Aku berjanji tidak akan tidur.” Setelah itu, ia meninggalkan tidur malam sama sekali.

(Mendengar itu) murid-muridnya bertanya: “Kenapa wahai guru?”

Imam Abu Hanifah menjawab: “Agar aku tidak termasuk ke dalam orang-orang yang digambarkan Allah SWT (Q.S. Ali Imran [3]: 188), yaitu,“Orang-orang yang suka dipuji atas perbuatan yang belum mereka kerjakan.” (Fariduddin Attar, Tadzkirah al-Auliyâ’, alih bahasa Arab oleh Muhammad al-Ashîliy al-Wasthâni al-Syâfi’i (836 H), Damaskus: Darul Maktabi, 2009 hlm 260-261)

****

Apa yang dilakukan Imam Abu Hanifah merupakan tafsir terapan dari firman Allah di atas. Secara lengkap dikatakan (Q.S. Ali Imran [3]: 188):

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Jangan sekali-kali kamu menyangka orang-orang yang gembira dengan apa yang mereka telah kerjakan dan orang-orang yang senang dipuji atas perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siska, bagi mereka siksa yang pedih.”

Di zaman sekarang ini, menemukan orang seperti Imam Abu Hanifah bisa dibilang hampir mustahil. Ia tidak hanya takut termasuk ke dalam golongan “orang yang suka dipuji atas perbuatan yang belum dikerjakannya”, tapi juga takut persangkaan itu memberi dosa kepada orang-orang yang menyangkanya terlalu shaleh. Untuk menghindari dua hal tersebut, ia selalu melaksanakan apa yang dituduhkan orang-orang kepadanya. Tidak peduli hal itu menyusahkan fisiknya atau tidak.

Sisi lainnya, Imam Abu Hanifah takut terjebak pada perasaan riya. Pujian adalah pintu masuk paling lembut di hati manusia, menjadi pupuk untuk berkembang biaknya sifat-sifat tidak terpuji itu. Orang-orang yang shalat pun akan celaka ketika shalatnya ditujukan untuk pamer (riya)—wailul lil-mushallîn, alladzîna hum yura’un. Imam Abu Hanifah berusaha agar terhindar dari pesona jebakan “pujian” itu. 

Dari pandangan tersebut, keadaan pamer (riya) manusia bisa diawali dari beberapa hal. Pertama, diawali oleh hasrat ingin dipuji. Orang-orang semacam ini biasanya akan memperbanyak ibadah di saat ramai, dan menyedikitkan ibadah di saat sunyi. Tujuan ibadahnya untuk mendapatkan pujian dari manusia.

Kedua, diawali dari niat ibadah yang tulus, kemudian terjebak oleh pujian orang-orang yang melihat kekhusyuan ibadahnya. Perlahan-lahan perasaan bangga dipuji muncul, meskipun pujian itu tidak sesuai dengan ibadah yang dilakukannya, seperti pujian orang-orang kepada Imam Abu Hanifah. Untuk menghindari keterjebakan tersebut, Imam Abu Hanifah berusaha membenarkan sangkaan baik orang-orang kepadanya dengan melaksanakan semua sangkaan itu.

Ketiga, diawali karena takut dipuji oleh manusia. Riya semacam ini termasuk riya dengan tingkatan tinggi, dalam arti baik. Tetapi, masih menyisakan ruang masuknya sifat-sifat buruk di hati manusia. Sebab, ibadahnya bukan semata-mata karena Allah, tapi karena takut dipuji manusia. Seseorang yang hatinya telah tenang, menjalankan semua ibadah hanya karena Allah, bukan karena takut dipuji atau dibenci oleh manusia.

Namun, kita semua tahu, hati manusia itu berubah-ubah. Iman sendiri dalam hadits Rasul, “yazid wa yanqush—bertambah dan berkurang.” Semua orang pasti mengalami perasaan hati yang bergejolak. Apa yang dilakukan Imam Abu Hanifah dalam kisah di atas, disebabkan pengetahuannya tentang hati yang berubah-ubah. Ada banyak jebakan dalam kehidupan. Tindakannya dalam menjalankan semua tuduhan kebaikan kepadanya, adalah usahanya untuk menjaga hatinya dari jebakan kesenangan dipuji.

Dengan kata lain, kesenangan untuk dipuji (riya) seharusnya dijadikan sebagai penjaga yang mengawal kesadaran kita.Karena tidak mungkin riya itu hilang dari hati manusia.Allah telah menginstal di hati kita berbagai sifat buruk. Tetapi, sifat buruk itu sebenarnya sifat baik jika digunakan sebagai sensor kesadaran kita. Contohnya, ketika kita sedang membenci, kita sadar akan kebencian kita, dan berusaha melembutkannya. Ketika kita sedang sombong, kita sadar akan kesombongan kita, dan berusaha menjinakkannya. Tanpa sifat-sifat buruk itu, perjuangan kita sebagai manusia tidak akan berarti.

Manusia berbeda dengan malaikat. Malaikat adalah makluk statis yang tidak memiliki sifat-sifat buruk. Karenanya wajar jika malaikat tidak pernah berbuat jahat.Mereka ditakdirkan oleh Allah sebagai makhluk yang tidak memiliki sifat-sifat buruk. Sedangkan manusia, di dalamnya bercampur sifat baik dan sifat buruk, yang membuat manusia memiliki kemampuan menjadi lebih mulia dari malaikat dan lebih hina dari binatang.

Maka dari itu, kita harus berhati-hati dalam mengendalikan hawa nafsu. Kenali teriakan nurani yang mengatakan ini atau itu salah. Jangan abaikan suara-suara itu. Semakin sering diabaikan, suara-suara itu tidak akan terdengar lagi. Seperti orang yang pertama kali melakukan kejahatan, dia gemetar, takut dan resah. Semakin sering dia melakukannya, perasaan itu semakin lama memudar, dan kemudian tidak ada sama sekali.

Begitupun dalam hal ibadah, kita harus berhati-hati dalam menjaga kesadaran kita, agar tidak mudah dikuasai oleh kesenangan dipuji. Inilah alasan kenapa ada istilah husnul khatimah (akhir yang baik) dan su’ul khatimah(akhir yang jelek)dalam kematian. Artinya, hati itu sangat rentan dikuasai oleh sifat buruk yang tidak mengarah pada kesadaran kita. Dengan adanya istilah tersebut dalam kematian, kita menjadi waspada agar terus menjaga hati kita sampai Allah memanggil kita.Sebab, kita tidak tahu akan mati dalam keadaan apa. 

Imam Abu Hanifah, dalam kisah di atas, memberikan contoh baik. Semoga kita dapat mengambil hikmah darinya. Sebagai penutup, perkataan Imam Yahya bin Muadz (830-971 M)perlu kita renungkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dosa yang membuatku butuh ampunanNya lebih kusenangi daripada ketaatan yang membuatku menyombongkan diri dengannya.”(Ibnu Jauzi, Shifat al-Shafwah, Kairo: Darul Hadits, 2000, juz 2, 292).

Muhammad Afiq Zahara, pernah Nyantri di Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, PonPes, Santri HMI Tegal Kab

Kamis, 19 Oktober 2017

Inilah Perubahan Logo NU Hasil Muktamar Ke-33

Jakarta, HMI Tegal Kab. Muktamar Ke-33 NU di Jombang, 1-5 Agustus lalu, menghasilkan sejumlah perubahan pasal pada beberapa bab di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama. Muktamirin di antaranya menyepakati penambahan unsur gambar dalam logo NU.

Pada AD/ART sebelumnya, pasal tentang logo ? tertulis bahwa lambang Nahdlatul Ulama berupa gambar bola dunia yang dilingkari tali tersimpul, dikitari oleh 9 (sembilan) bintang, 5 (lima) bintang terletak melingkari di atas garis khatulistiwa yang terbesar di antaranya terletak di tengah atas, sedang 4 (empat) bintang lainnya terletak melingkar di bawah garis khatulistiwa, dengan tulisan Nahdlatul Ulama dalam huruf Arab yang melintang dari sebelah kanan bola dunia ke sebelah kiri, semua terlukis dengan warna putih di atas dasar hijau.

Sementara pada perubahan hasil Muktamar Ke-33 NU, muktamirin menyisipkan kalimat “dan ada huruf ‘N’ di bawah kiri dan ‘U’ di bawah kanan” sebelum kalimat “semua terlukis dengan warna putih di atas dasar hijau”.

Inilah Perubahan Logo NU Hasil Muktamar Ke-33 (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Perubahan Logo NU Hasil Muktamar Ke-33 (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Perubahan Logo NU Hasil Muktamar Ke-33

Hasil muktamar ini sekaligus meluruskan kekeliruan logo NU yang tersebar di masyarakat. Logo NU yang bertebaran ternyata memiliki beragam versi, selain bentuk huruf, perbedaan juga terletak pada warna latar dan tulisan. Bahkan, hingga kini masih dijumpai logo NU yang salah tulis.

HMI Tegal Kab

Berdasarkan pantauan HMI Tegal Kab setidaknya ada tiga buku yang menggunakan logo NU secara keliru. Yakni, NU dan Bangsa 1914-2010: Pergulatan Politik dan Kekuasaan karya Nur Khalik Ridwan dan Dari Kiai NU ke NU Miring yang merupakan kumpulan tulisan dengan penyunting Binhad Nurrohmat. Keduanya adalah terbitan pertama Ar-Ruzz Media, Yogyakarta, 2010.

Pada sampul kedua buku itu terpasang logo dengan tulisan mirip Nahdlatul Ulama. Namun jika diperhatikan, diketahui ada penambahan huruf alif pada penggalan kata akhir, sehingga lebih tepat dibaca ”nahdlatul u-lama”.

HMI Tegal Kab

Sementara buku yang terakhir, Dinamika NU Perjalanan Sosial dari Muktamar Cipasung (1994) ke Muktamar Kediri (1999). Buku terbitan Harian Kompas bekerja sama dengan Lakpesdam NU, 1999, ini memasang logo bertuliskan “nahdlatul ummah”. Secara isi, pembahasan ketiga buku tersebut memang bertema ke-NU-an.

Di dunia maya, logo sejenis juga bertebaran cukup banyak, baik di akun facebook maupun sejumlah blog pribadi dan komunitas NU. Dengan kata kunci ”logo nahdlatul ulama”, mesin pecarian google akan memunculkan logo keliru NU itu pada deretan keempat gambar teratas.?

Para peselancar dunia maya sekarang bisa mengunduh logo resmi NU hasil perubahan Muktamar Ke-33 NU di situs Radio NU (radio.nu.or.id) pada kanal "Download". (Mahbib Khoiron)

?

Foto: Gambar logo NU hasil perubahan AD/ART pada Muktamar Ke-33 NU



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, Cerita HMI Tegal Kab

Minggu, 15 Oktober 2017

Proses Perwujudan Beragama Mesti Dipahami Agar Tak Timbul Sikap Radikal

Bandung, HMI Tegal Kab

Semua agama mempunyai doktrin masing-masing, sedangkan doktrin itu sendiri yang menyatukan ideologi dan perilaku masyarakat beragama, tetapi ketika doktrin berdialog dengan keragaman kultur yang berbeda, maka di situ akan muncul perbedaan pemahaman dan perwujudan beragama. Dari hal itu, maka melahirkan karakter Islam. Misalnya, mengapa ada NU, Muhammadiyah, Persis, dan lain sebagainya. Itu hal yang wajar kalau memahami konsep beragama.?

Demikian disampaikan Setia Gumilar, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora dalam Seminar Dewan Mahasiswa bertajuk ‘Mencegah Kekerasan Atas Nama Agama’ di aula Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Senin (28/3).

Proses Perwujudan Beragama Mesti Dipahami Agar Tak Timbul Sikap Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Proses Perwujudan Beragama Mesti Dipahami Agar Tak Timbul Sikap Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Proses Perwujudan Beragama Mesti Dipahami Agar Tak Timbul Sikap Radikal

Gumilar mengatakan, kalau umat beragama mengetahui proses perwujudan beragama, maka tidak ada suatu kelompok menghegemoni kelompok lain dalam urusan beragama. Seandainya dipahami seperti demikian, maka tidak akan ada yang merasa paling benar sendiri dalam kelompok Islam.

“Karakternya berbeda, tapi doktrinnya sama kok, bersumber Al-Quran dan As-Sunnah,” ujar Gumilar dihadapan ratusan mahasiswa dari kalangan NU, Muhammadiyah, Persis, dan lain-lain.

Menurutnya, dalam teori fungsional, agama itu muncul untuk memberikan suatu ketenangan dan ketenteraman harmoni kestabilan kehidupan. Di balik fungsional agama, ternyata agama diklaim sebagai biang kekerasan.

HMI Tegal Kab

“Pertanyaannya, mana yang salah? Agamanya ataukah penganutnya?Persoalannya bukanlah agamanya, tetapi umat beragamanya,” tegas kader NU Bandung itu.

Sementara itu, Ketua Jaringan Kerja Antarumat Beragama Wawan Gunawan memandang kegagalan dalam memahami realitas keberagamaan menimbulkan sikap intoleransi. Sikap ini tidak siap menerima perbedaan orang lain, lalu melakukan diskriminasi, melakukan kekerasan, akhirnya menjadi teroris.

HMI Tegal Kab

“Pelaku bisa lakukan oleh masyarakat dinamakan intoleran, kalau dilakukan oleh negara dinamakan pelanggaran, karena janji negara itu melindungi Hak Asasi Manusia,” tambah pengurus Lakpesdam NU Jawa Barat itu.

Wawan menawarkan solusi bagi penganut beragama untuk mengembangkap sikap keberagamaan yang saling menghargai, seperti konsep pluralisme yang sadar hidup dengan situasi yang majemuk. ? “Perlu merumuskan agenda hubungan antaragama, mengembangkan keberagamaan yang terbuka, saling belajar,” pesan Wawan. (M Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Khutbah, Lomba HMI Tegal Kab

Jumat, 29 September 2017

Pesantren Daarul Khair Selenggarakan Haflah Akhirussanah

Kotabumi, HMI Tegal Kab



Pondok Pesantren Daarul Khair Kotabumi Lampung Utara menyelenggarakan acara Haflah Akhirussanah XXVI dan Milad XXI (20/05) yang diadakan di komplek pesantren. Acara tersebut dihadiri oleh para alim ulama se-Kabupaten Lampung Utara, wali santri, dan masyarakat Lampung dan se-Sumbagsel.

Pesantren Daarul Khair Selenggarakan Haflah Akhirussanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Daarul Khair Selenggarakan Haflah Akhirussanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Daarul Khair Selenggarakan Haflah Akhirussanah

Pengajian akbar dihadiri oleh ribuan jamaah dari beberapa wilayah di Provinsi Lampung bahkan ada yang dari Sumatera Selatan dengan menghadirkan pembicara Ustadz H Syamsul Arifin Nababan.

Dalam sambutanya Ketua Yayasan Ponpes Daarul Khair KH Sanusi Marzuki menyampaikan. “Setelah 6-3 tahun mereka kami didik, kini mereka kita kembalikan kepada para wali murid guna keberlanjutan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Mudah-mudahan bekal yang sudah diberikan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka mampu mencerminkan sebagai anak yang sholeh dan solehah.”

Dalam sambutan Pimpinan Ponpes Daarul Khair KH Andi Komarhadi menyampaikan bahwa almagfurlah Ayahanda KH Abdul Syukur Syah, mendirikan Daarul Khair ini adalah sebagai sarana agar seseorang mau untuk mondok (tinggal) di ponpes. ?

HMI Tegal Kab

"Daarul Khair itu berdiri tidak memandang karena ilmu umum atau ilmu agama, karena ilmu itu hanya satu yaitu ilmu yang mengajak taqarrub kepada Allah SWT. Sehingga akan lebih baik jika selain belajar ilmu agama juga dengan ilmu umum," ungkapnya.

Dan Pimpinan Ponpes Daarul Khair KH Andi Komarhadi pada kesempatan ini menyampaikan bahwa kegiatan pendidikan, pengajaran dan kepengasuhan berjalan dengan baik. Semua ini berkat kerjasama yang baik antara pengurus pesantren dan para santri serta dukungan dari orang tua santri.?

“Keberhasilan putra/i Bapak/Ibu belajar di Pesantren Daarul Khair bukan semata-mata hanya hasil kerja keras para guru melainkan adanya dukungan dari para wali santri agar putra/inya dapat belajar dengan baik dan mentaati segala aturan yang berlaku di Pesantren Daarul Khair.”

Acara akhirussanah tersebut dimeriahkan dengan penampilan seni persada, seni tari, seni hadrah, grup vokal serta pidato dalam bahasa Arab dan Inggris dari santri dan santriwati Daarul Khar. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Lomba HMI Tegal Kab

Kamis, 21 September 2017

Berat, Menghafal dan Menjaga Al-Qur’an

Demak, HMI Tegal Kab. Al-Quran adalah wahyu yang paling sempurna dan mampu menjawab segala persoalan yang ada dimuka bumi sampai pada persinggahan terakhir manusia mempertanggungjawabkan perbuatannya didunia pada Allah SWT.

Oleh karena itu, tidak hanya santri dan kiai saja yang punya kewajiban menghafal dan menjaga Al-Qur’an, namun seluruh umat Islam disuruh untuk menjaga dan menghafal Al-Qur’an,?

“Ngapalke Qur’an niku abot, angel tapi jogo lan ngamalke Qur’an niku nggeh ugi sami abote (menghafalkan Al qur’an itu berat, sulit tapi menjaga dan mengamalkan alqur’an juga sama beratnya ).”

Berat, Menghafal dan Menjaga Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Berat, Menghafal dan Menjaga Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Berat, Menghafal dan Menjaga Al-Qur’an

Demikian disampaikan oleh Musytasar PBNU KH Sya’roni Ahmad dari Kudus dalam memberikan mauidhoh hasanah dihadapan ribuan jamaah yang menghadiri ? haflah Khotmil Qur’an di Pesantren At-Taslim Kracaan Bintoro Demak Sabtu akhir pekan lalu.

HMI Tegal Kab

Kiai sya’roni berpesan pada santri, wali santri, para kiai dan jamaah untuk mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan anaknya kelak yang akan disuruh menghafal Al-Qur’an, dikarenakan dalam kehidupannya terutama ekonomi yang memberatkan sebelum mengambil kebijakan untuk menyuruh anaknya untuk menghafal Al-Qur’an termasuk dalam mencarikan jodoh anaknya.

“Kulo ngemutaken panjenengan sedoyo menawi ngakon putro ken ngapalke Qur’an niku kudu dijamin uripe, ampun ngantos uripe rekoso sing ndadekake qur’ane ilang, nopo maleh kesusu nikahke sak derange lanyah (Saya mengingatkan pada anda semua kalau menyuruh anak menghafalkan alqur’an harus siap menanggung kehidupannya kelak jangan sampai ekonominya kesulitan yang mengakibatkan hafalannya hilang, termasuk terburu menikahkan anak sebelum lancer hafalannya)” pesannya.

HMI Tegal Kab

Sementara itu pengasuh pondok pesantren At-Taslim KH Muhammad Nurul Huda menyampaikan haflah Khotmil Qur’an berjalan seperti tahun-tahun yang sudah. Rangkaian acara didahului dengan pertemuan alumni dilanjutkan khataman Al-Qur’an 30 Juz putra putri. Lalu ziarah kemakam pendiri pesantren At-Tasli yakni KH Muhammad Sa’dullah Taslim, dan Nyai Hj Hannah Ma’shum dikomplek makam keluarga Betengan Demak.

Hari berikutnya prosesi khataman oleh khotimin khotimat baik bil ghoib (hafal) maupun bin Nadhor (tartilan) dan diakhiri dengan ziarah kemakam pendiri NU KH Ma’shum yang merupakan kakek kiai Nurul Huda, dia juga menambahkan tahun ini At-Taslim berhasil mewisuda 38 santri yang terdiri 9 khatam bil ghoib dan 29 khatam bin nadhor

“Alhamdulillah tahun ini kami berhasil mewisuda 38 khotimin khotimat yang terdiri dari 9 bil ghoib dan 29 bin nadhor,” ujar Kiai Nurul Huda.

Selain dihadiri alumni, santri, dan wali santri, hadir pula Bupati Demak HM Dachirin Sa’id, Ketua DPRD Demak H Muhlasin, Ketua MUI Demak KH Moh Asyiq, Serta Muspida Demak dan SKPD dilingkungan pemda Demak.

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba HMI Tegal Kab

Senin, 07 Agustus 2017

Meriahkan Maulid Nabi, RMI Jember Gelar Turnamen Sepak Bola

Jember, HMI Tegal Kab. Berbagai cara dilakukan kaum santri untuk mengekspresikan suka cita dan rasa syukurnya dalam memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Seperti yang dilakukan PC RMINU Jember, yaitu menggelar turnamen Liga Santri terbatas. Turnamen tersebut diikuti oleh 8 pondok pesantren, yaitu Miftahul Ulum Suren Community (MUC), Darus Sholah 1987, al-Badri FC, Raul FC, PSB Nuris, Nurul Mannan FC, Ar-Rohmah United dan FC At-Taqwa.

Babak penyisiha turnamen tersebut sudah berlangsung sejak 4 hari lalu, dan putaran final digelar kemarin (16/12 di lapangan Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur. Dalam pertarungan final tersebut, MUC berhasil menghempaskan Darus Sholah FC dengan angka tipis 2-1.

Meriahkan Maulid Nabi, RMI Jember Gelar Turnamen Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahkan Maulid Nabi, RMI Jember Gelar Turnamen Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahkan Maulid Nabi, RMI Jember Gelar Turnamen Sepak Bola

Menurut sekretaris panitia, Miftahul Arifin Hasan, turnamen tersebut bukan hanya sekadar sebagai ajang kompetisi sepak bola antarpesantren, tapi juga menjadi media silaturrahim antarsantri.

“Selain berguna untuk meningkatkan keterampilan sepak bola santri, ini juga dapat mempererat jalinan ukhuwah santri,” ucapnya.

Oleh karena itu, katanya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka dilakukan verifikasi terhadap status pemain di delapan tim tersebut. Tujuannya adalah untuk menghindari keterlibatan pemain yang bukan santri. Ra Mif, sapaan akrabnya, mengaku yakin santri juga haus olahraga, dan sepakbola adalah olahraga rakyat yang tidak butuh banyak biaya.

“Sepak bola cocok untuk santri, dan nyatanya tahun lalu juara Liga Santri Nusantara bisa unjuk gigi di tingkat internasional,” jelasnya.

HMI Tegal Kab

Sementara itu, pengurus PC. RMI Jember, Khoirus Sholihin menegaskan pentingnya digelar turnamen liga santri secara rutin meskipun terbatas. Hal ini untuk menjaga sekaligus meningkatkan keterampilan santri dalam mengolah si kulit bundar.

“Kami akan terus mendorong digelarnya turnamen antarpesantren, liga santri? atau apapun namanya. Yang penting kegiatan turnamen tidak sampai vakum,” ucapnya.? (aryudi a. razaq/abdullah alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen, Lomba, Pesantren HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock