Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur

Jakarta, HMI Tegal Kab. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memenuhi undangan PBNU dalam kapasitasnya sebagai salah seorang mustasyar atau penasehat PBNU dalam rapat tertutup yang berlangsung pada Rabu (16/4).

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur

Kepada para wartawan, ia menegaskan, sama sekali tidak ada pembicaraan politik dalam pertemuan tersebut. “Saya datang ke PBNU bukan hanya sekarang, saya selalu datang kalau diundang,” jelasnya.

Meskipun tidak menjelaskan detail pertemuan tersebut, rapat tersebut merupakan upaya untuk terus meningkatkan kinerja organisasi.?

HMI Tegal Kab

“Saya berdoa NU terus maju dan tambah makmur,” tandasnya.?

JK merupakan putra H Kalla, tokoh NU di Sulawesi Selatan. Dalam penyelenggaraan muktamar ke-32 di Makassar tahun 2010 lalu, ia membantu mensukseskan acara lima tahunan NU tersebut.

HMI Tegal Kab

Ia merupakan salah satu calon presiden yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang pendiriannya difasilitasi oleh PBNU.

KH Said Aqil Siroj yang mendampingi JK menjelaskan, rapat tersebut membahas berbagai persoalan internal organisasi, diantaranya rencana penyelenggaraan musyawarah nasional dan konferensi besar (munas dan konbes) yang akan berlangsung awal Mei mendatang di Jakarta. ?

Rapat tersebut dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj serta para pengurus NU lainnya. (mukafi niam)

Foto: antara

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Pesantren HMI Tegal Kab

Senin, 12 Februari 2018

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh

Kutupalong, HMI Tegal Kab - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan perkembangan terkini tentang praktik kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, yang berakibat pada eksodus etnis Rohingya ke Bangladesh.

Menurut PBB, sebagaimana dilansir AP, Kamis (7/9), sekitar 146.000 orang telah meninggalkan Myanmar menuju Bangladesh sejak meletusnya kekerasan meletus di sana 25 Agustus.

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh

Jurubicara PBB Stephane Dujarric, Rabu, mengatakan bahwa Program Pangan Dunia meminta 11,3 juta dollar AS untuk membantu gelombang para pengungsi itu, juga mereka yang tengah tinggah di tenda-tenda pengungsian. PBB sudah menyediakan makanan untuk puluhan ribu orang, termasuk perempuan dan anak-anak yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi.

HMI Tegal Kab

Eskalasi kekerasan oleh militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya belum berakhir menyusul tragedi penyerangan terhadap polisi di wilayah perbatasan dan aparat pemerintah lainnya sejak 25 Agustus. Pemerintah Myanmar menyebut militan Rohingya atau ARSA sebagai teroris Bengali.

Peristiwa Agustus itu memicu serangan balasan dari tentara Myanmar. Atas nama pemburuan para teroris, mereka menembaki warga sipil dan membakar ribuan rumah tinggal warga Rohingya. Situasi ini memperburuk keadaan dan memicu lebih dari seratus ribu warga melarikan diri dari tanah air mereka.

HMI Tegal Kab

Muslim Rohingya telah melarikan diri sejak serangan pemberontak terhadap polisi perbatasan dan pasukan pemerintah lainnya pada 25 Agustus memicu pembalasan oleh tentara Myanmar. Tentara dan polisi telah dituduh melakukan tembakan tanpa pandang bulu, namun pemerintah mengatakan pasukannya berusaha keras untuk tidak merugikan warga sipil yang tidak bersalah.

Dujarric juga mengatakan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sedang "melanjutkan kontak diplomatiknya terkait dengan situasi di Myanmar." (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Daerah HMI Tegal Kab

Jumat, 09 Februari 2018

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah

Jakarta, NU.Online
Menteri Agama RI Prof DR KH Sayyid
Agil Husein Almunawar MA mengakui kualitas pendidikan Indonesia jauh tertinggal dengan negara-negara lain di dunia akibat rendahnya anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah.

"Mana bisa dengan anggaran hanya Rp 600 miliar harus dipakai untuk pembangunan pendidikan di seluruh Indonesia, lalu yang dibangun itu apanya, karena itu jangan salahkan bila kita tertinggal terus dalam pendidikan," katanya di Pesantren Riyadush Sholihin, Gebang, Jember, Kamis malam.

Kehadiran Menag di Jember itu untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan sarana dan prasarana pendidikan terpadu tingkat madarasah dan strata I oleh Yayasan Riyadush Sholihin kabupaten Jember dengan anggaran sekitar Rp4 miliar.

Dalam acara yang sekaligus memperingati 25 tahun Yayasan Riyadush Sholihin di pelataran pondok pesantren itu, Menag menyatakan kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal, padahal bangsa Indonesia sudah sekian tahun merdeka, namun kepedulian terhadap pendidikan sangat rendah.

Untuk itu, katanya, diperlukan pembenahan secara bertahap yang tentunya disertai dengan peningkatkan anggaran pendidikan

"Alhamdullilah, pemerintah sekarang telah menaikkan anggaran pendidikan dari Rp5 triliun menjadi Rp11 triliun, karena itu anggaran untuk sekolah yang hanya Rp600 miliar diharapkan akan meningkat pula," katanya di hadapan ribuan siswa, ustadz, dan masyarakat sekitar pesantren.

Menurut dia, jika sistem diterapkan pada tahun ini banyak siswa-siswi tidak lulus dalam ujian akhir, maka hal itu juga merupakan bagian dari perlunya peningkatan kualitas pendidikan, sehingga tidak ada lagi istilah "belajar dan tidak belajar sama saja" karena ada jaminan lulus.

"Hal itu akan diterapkan secara bertahap, sehingga tidak ada lagi ’mark up’ nilai, karena rujukannya jelas yakni kualitas," katanya.

Dia memaparkan dari 174 negara di dunia, bangsa Indonesia berada pada urutan ke-112 di bawah Vietnam satu poin yakni 111, sedang Malaysia urutan 59, dan Singapura bertengger di urutan 26.

"Lalu pertanyaannya kapan kita berada di bawah urutan 100," katanya.Oleh karena itu, diharapkan secara bertahap pendidikan itu dilakukan pembenahan, sehingga bila anggaran pendidikan itu sudah 20 persen APBN, maka diharapkan dalam waktu yang tidak lama akan dapat mengejar ketertinggalan itu.

"Jangan seperti sekarang ini, jumlah lulusan doktor Indonesia berada di bawah Malaysia yakni per 1 juta penduduk hanya 65 orang, sedang Malaysia per 1 juta penduduk 85 orang. Gelar doktor terbanyak di negara Israel yaitu per 1 juta penduduk terdapat 16 ribu orang doktor," katanya. (Ant/Cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Meme Islam, Halaqoh, Pertandingan HMI Tegal Kab

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah

Kamis, 08 Februari 2018

Tak Mimpi Dapat Umroh Gratis

Yogyakarta, HMI Tegal Kab. Pada 5 Januari 2014 akhirnya Majalah Bangkit, media cetak yang dikelola PWNU DI Yogyakarta, mengundi pemenang hadiah utama umroh gratis di gedung PWNU setempat setelah dilangsungkan acara Haul ke-4 Gus Dur.

Tak Mimpi Dapat Umroh Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Mimpi Dapat Umroh Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Mimpi Dapat Umroh Gratis

Suasana tegang mewarnai para pemegang kupon yang merupakan pelanggan Majalah Bangkit saat Rais Syuriah PWNU KH Asyhari Abta mengocok ratusan kupon di dalam kotak undian dan mengambil satu kupon darinya.

Pengumuman hasil undian menyatakan, hadiah utama paket perjalanan umroh gratis dimenangkan Ir. Djawahir. Selain sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM), Djawahir adalah Ketua Lajnah Falakiyah PWNU DIY.

HMI Tegal Kab

"Saya tidak mimpi apa-apa nih, alhamdulillah malah menang," katanya saat didatangi di rumahnya karena saat prosesi pengundian ia tidak hadir. "Tadi awalnya mau hadir tapi karena saya takziyah jadi tidak sempat mampir ke (kantor) PWNU."

Sebagai warga NU, Djawahir mengaku perlu berlangganan Majalah Bangkit untuk mengikuti informasi terkini seputar NU. Dia berlangganan majalah bulanan itu untuk masa satu tahun.

HMI Tegal Kab

Di samping berhadiah umroh, undian ini memberikan 10 hadiah hiburan, seperti 2 set gelas cantik, 2 ceret unik, 1 radio antik, 1 setrika, 1 kipas angin, 1 mesin penanak nasi, dan sebuah sepeda keren. Masing-masing pemenang juga mendapatkan satu paket kaos pintar.

"Selamat kepada para pemenang, dan yang belum beruntung tidak usah khawatir karena Majalah Bangkit akan mengadakan undian selanjutnya. Jadi silahkan beli majalahnya, dapatkan ilmunya juga dapatkan hadiahnya," kata Muhammadun, pimpinan redaksi Majalah Bangkit. (Muyassaroh Hafidzoh/Mahbib)

t

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan HMI Tegal Kab

Minggu, 14 Januari 2018

Islam Sebagai Sarana Character Building

Dalam membangun bangsa yang maju besar dan beradab, agama memiliki peran yang sangat besar. Sebagai organisasi sosial keagamaan, sejak dulu NU berperan sangat besar dalam mengayomi dan membangun masyarakat, baik melalui pendidikan, dakwah dan lain sebagainya. Hal itu tidak lain karena NU merupakan organisasi keagamaan yang dipimpin oleh para ulama, sementara tugas ulama selain liyatafaqqahu fiddin, mengggali, merumuskan dan mengembangkan pemikiran keagamaan, tetapi juga memiliki tugas yang tidak kalah pentingnya dan bahkan sangat strategis yang berkaitan dengan masalah sosial dan kebangsaaan yaitu tugas liyundziru qaumahum (membangun masyarakat) yakni membentuk kepribadian. 

Dalam kaitan dengan masalah masyarakat, NU memiliki beberapa tugas pertama adalah pembangunan mental-spiritual, pembentukan kepribadian atau karakter masyarakat (character building) ini sangat penting agar lahir kader orang-orang  atau masyarakat yang memiliki sikap, memiliki ketegasan, memiliki prinsip serta memiliki tanggung jawab baik terhadap Tuhan dan terhadap sesama manusia dan terhadap bangsa dan Negara. Karena itu para ulama dan khususnya NU memiliki tugas kedua yaitu nation building (pembangunan bangsa). Dengan adanya pembantukan karakter (character building) itulah nation building (pembangunan bangsa) bisa dilaksanakan dan ini merupakan modal dasar bagi state building (membangun Negara). Dengan nation building ini maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani, karena memiliki kepribadian nasional yang kokoh, sehingga bisa berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa beradab yang lain.

 

Tugas ketiga adalah criticism buiding (membangun sikap kritis), ini sesuai dengan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Sebagaimana sering ditegaskan bahwa sikap NU terhadap negara taat mutlak bahwa negara harus dijaga dan dibela, tetapi terhadap pemerintah yang ada NU menerapkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Sementara dalam melakukan amar ma’ruf sendiri perlu menggunakan etika.

Islam Sebagai Sarana Character Building (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Sebagai Sarana Character Building (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Sebagai Sarana Character Building

مَنْ كَانَ أَمْرُهُ مَعْرُوْفاً فَلْيَكُنْ بِمَعْرُوْفٍ

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

(Barangsiapa mengajak kebaikan maka dengan cara yang baik pula).

 

NU akan mendukung setiap kebijakan pemerintah yang adil dan benar, tetapi NU akan mengkritik setiap kebijakan pemerintah yang tidak benar dan tidak adil bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

 

Sikap kritis NU dalam mendukung atau mengkritik pemerintah ini didasari oleh pertimbangan etis, bukan oleh pertimbangan politis, karena itu akan dilakukan terus walaupun NU bukan partai politik tetapi organisasi keagamaan yang memang memiliki tugas moral atau etis.

 

Kembali pada upaya character building dan nation building, ini merupakan langkah yang sangat mendesak saat ini, karena ini merupakan persoalan besar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini ketika sekolah dan lembaga pendidikan lain termasuk lembaga kebudayaan yang ada tidak melakukan tugas ini. Sementara gelombang globalisasi yang begitu besar menghancurkan sendi-sendi bangsa ini di semua sektor kehidupan, sehingga terjadi kemerosotan moral dan lunturnya karakter. Sementara NU sebagai organisasi keagamaan justru tidak pernah berhenti melakukan character and nation building ini.

 

Penanaman rasa cinta tanah air dan bangga terhadap sejarah serta peradaban sendiri itu dilakukan karena berdasarkan pertimbangan bahwa:

مَنْ لَيْسَ لَهُ اْلأَرْضُ لَيْسَ لَهُ تَارِيخ، وَمَنْ لَيْسَ لَهُ التَّارِيْخُ لَيْسَ لَهُ ذَاكْرَة

(barang siapa tidak memiliki tanah air dan tidak mencintai tanah air, maka tidak memiliki sejarah, barang siapa tidak memiliki sejarah maka tidak memiliki memori dan karakter).

 

Bagi orang atau bangsa yang tidak memiliki memori maka dia akan menjadi bangsa tidak memiliki karakter, dan bangsa yang tidak memiliki karakter akan kehilangan segalanya. Politiknya akan hilang, peradabannya akan merosot dan aset ekonominya pun akan dijarah bangasa lain akhirnya akan menjadi bangsa yang miskin dan tidak terhormat. Inilah pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air, dan karena itu tidak henti-hentinya NU menanamkan rasa cinta tanah air. Penegasan pada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI ini merupakan bentuk paling nyata dari rasa cinta tanah air tersebut. Itulah sebabnya Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman (hubbul wathan minal iman). Dalam pengertian itulah agama ditempatkan sebagai unsur mutlak dalam nation dan character building.

Jakarta,   6 Juni 2012. M

               16 Rajab 1433 H

 

 

Dr KH Said Aqil Siroj, MA

Ketua Umum PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kajian Islam, Pertandingan HMI Tegal Kab

Selasa, 09 Januari 2018

Nyai Mahmudah Mawardi Bawa Muslimat NU Jadi Organisasi Progresif

Salah satu tokoh Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) yang paling dikenal yakni Nyai Hj. Mahmudah Mawardi. Dalam kurun waktu kepemimpinannya selama delapan periode lamanya (1950-1979, Muslimat NU tampil sebagai sebuah organisasi wanita yang cukup progresif. Muslimat berperan aktif di dalam Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Peran Muslimat selanjutnya yaitu pada tahun 1967 ketika Mahmudah Mawardi ikut mendirikan Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) sebagai wadah untuk mempersatukan gerak langkah organisasi-organisasi wanita Islam dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama.

Nyai Mahmudah Mawardi Bawa Muslimat NU Jadi Organisasi Progresif (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyai Mahmudah Mawardi Bawa Muslimat NU Jadi Organisasi Progresif (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyai Mahmudah Mawardi Bawa Muslimat NU Jadi Organisasi Progresif

Lahir pada tanggal 12 Februari 1912, Mahmudah kecil dibesarkan di lingkup pesantren yang diasuh oleh ayahnya, Kiai Masjhud. Kiai Masjhud merupakan salah satu tokoh yang dianggap menjadi salah satu perintis berdirinya NU di Kota Solo.

HMI Tegal Kab

Mahmudah merupakan anak pertama dari lima saudari. Mereka adalah Mahmudah, Mahwiyah, Mahsunah, Mahdumah dan Mahmulah. Kelima putri ini dilahirkan dari rahim istri pertama Kiai Masjhud. Setelah istri pertamanya wafat, Kiai Masjhud kemudian memperistri Syuaibah, yang kemudian melahirkan salah satu tokoh pendiri IPNU dan PMII, H. Mustahal Ahmad.

Sejak kecil Mahmudah belajar kepada orang tuanya di Pondok Pesantren yang kelak dikenal sebagai Pesantren Al-Masjhudiyah. Kemudian ia belajar selama 6 tahun di Madrasah Ibtidaiyyah Sunniyah Solo, hingga tamat pada tahun 1923. Setelah itu, ia melanjutkan belajar di Madrasah Tsanawiyyah Sunniyah selama 3 tahun. Sunniyah merupakan sebuah nama langgar dan madrasah di daerah Keprabon Timur Solo. Letaknya sekitar 300 m ke arah utara dari rumah Mahmudah.

Seiring waktu berjalan, Mahmudah terus meningkatkan kemampuannya dengan mengikuti kursus-kursus keguruan. Ia juga pernah nyantri di Pesantren Jamsaren Solo, di bawah asuhan KH Mohammad Idris. Kesemuanya ini menjadikan dirinya sebagai pribadi yang terpelajar nan alim.

HMI Tegal Kab

Berdasarkan penuturan salah seorang keponakannya, Nashirul Umam, Mahmudah juga berhasil menjadi salah seorang penghafal Alquran atau hafidhah.



Kiprah Mahmudah


Mahmudah mengawali kiprah perjuangannya dengan menjadi guru di tempat belajarnya dahulu, Sunniyah, sejak tahun 1930. Bersama kaum perempuan muslim di Solo, ia kemudian mendirikan organisasi Nahdlatoel Moeslimat (NDM) di Kauman Surakarta pada bulan April 1931. Organisasi ini bergerak pada bidang pendidikan, khususnya untuk kaum perempuan. Dalam proses pendirian, Mahmudah menjadi ketua pendiri organisasi, hingga akhirnya membuka cabang di mana-mana.

Selama kurun waktu 1933-1945, Mahmudah menjadi kepala sekolah Madrasah Muallimat NDM. Pada kisaran tahun itu pula, Mahmudah menikah dengan salah seorang tokoh pergerakan PSII Solo, A. Mawardi. Nama inilah yang tersemat di belakang namanya hingga akhir hayat.

Dari pernikahan tersebut lahir putra-putri yang kelak juga menjadi tokoh besar. Di antaranya Chalid Mawardi (Ketua PP GP Ansor 1980-1985, mantan Dubes RI di Syiria dan Lebanon), Farida Purnomo (Ketua PP IPPNU 1963-1966) dan Lathifah Hasyim (Dewan Penasihat PP Muslimat NU 2011-2016).

Sebagai tokoh pergerakan, kehidupan Mawardi banyak menginspirasi Mahmudah untuk ikut aktif dalam dunia pergerakan. Mahmudah kemudian ikut aktif dalam organisasi kewanitaan. Hinggga pada tahun 1943, Mawardi meninggal. Sejak saat itu perjalanan panjang berkarir, berjuang dan membesarkan anak-anak, mesti dijalani sendiri oleh Mahmudah.

Tidak hanya itu, ketika pada tahun 1954 ayahnya wafat, ia diberi amanah untuk menggantikan sang ayah sebagai pengasuh pesantren yang kala itu terdapat 150 santri putri. Berbagai jalan kehidupan ini, semakin membentuk karakternya sebagai seorang wanita yang tangguh.

Pada masa ini, ia juga menjadi salah satu kunci terbentuknya IPPNU yang ketika awal berdiri berpusat di Solo. Hampir sebagian besar tokoh pendiri IPPNU, seperti Umroh Machfudzoh, Basyiroh Soimuri, Machmudah Nahrowi, Farida Mawardi dan lain-lain merupakan santriwati yang ikut mengaji di Pesantren Masjhudiyah.



Memimpin Muslimat


Bakatnya sebagai seorang pemimpin sudah terlihat sejak ia ikut membidani berdirinya NDM. Di Muslimat NU, karirnya juga terus melesat hingga pada tahun 1946 ia mengemban dua amanah sekaligus, sebagai ketua pertama Pimpinan Cabang Muslimat NU Surakarta dan ketua organisasi Federasi Wanita Islam Indonesia di Solo. Sebagai catatan, Muslimat NU baru diresmikan pada tanggal 29 Maret 1946 dalam Muktamar NU ke-XVI di Purwokerto.

Selang empat tahun kemudian, 1950, ketika diselenggarakan Muktamar NU ke-XVIII di Jakarta, Mahmudah terpilih sebagai ketua umum Muslimat NU. Sejak saat itu, ia memimpin hingga delapan periode lamanya (1950-1979).

Selain berjuang di Muslimat, Mahmudah juga banyak dipercaya untuk mengemban amanah di banyak hal. Di ranah politik, ia bahkan dijuluki sebagai ‘politisi wanita besi brilian dari NU’. karir politiknya diawali sejak 1946 ketika menjadi anggota DPRD Kota Besar Surakarta dari golongan wanita. Pada saat yang sama ia juga duduk sebagai anggota BP KNPI mewakili Masyumi (waktu NU masih bergabung dengan Masyumi). Tahun 1952 duduk sebagai anggota Liga Muslimin Indonesia dari NU.

Berlanjut pada masa pemerintahan RIS, ia duduk sebagai anggota DPR RIS di Jogjakarta (1959), kemudian sebagai Anggota DPR RI (1956-1971), Anggota DPR/MPR RI mewakili NU dan PPP (1971-1977), dan Anggota MPR RI dari PPP (1977-1982).

Pada perhelatan Konferensi Islam Asia Afrika (KIAA) pada tahun 1965 dan 1970 ia dipercayai sebagai salah satu delegasi Indonesia.



Akhir Hayat


Begitu banyak jasa yang telah ia ukir, termasuk saat ia ikut aktif membantu perjuangan bangsa indonesia melalui Barisan Hizbullah di Surakarta (12 Oktober 1945 – 19 September 1947). Tugasnya kala itu, berada di garis belakang untuk membuka dapur umum, mengumpulkan obat-obatan, lauk-pauk dan menjadi kurir. Atas jasanya itu, ia mendapat tanda penghargaan Bintang Gerilya.

Menjelang wafatnya, ketika sakit, banyak tokoh NU yang menjenguknya, KH Ali Maksum dan Gus Dur termasuk diantaranya. Nyai Hj. Mahmudah Mawardi akhirnya wafat pada Rabu Wage, 26 Rabiul awal 1408 H/ 18 November 1987 pukul 14.00 di Keprabon Wetan Solo, usia 78 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Astana Pulo Laweyan Solo. (Ajie Najmuddin)

Sumber:

1. Wawancara kepada Nashirul Ulum (cucu KH Masjhud/putra H. Mustahal Ahmad) di Solo, 22 Juni 2014.

2. Sejarah Muslimat NU. PP Muslimat NU. Jakarta. 1979

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nahdlatul Ulama, Pertandingan, Kiai HMI Tegal Kab

Selasa, 26 Desember 2017

Berpuasa 18 jam di Roma

Oleh H Khumaini Rosadi

Inilah kota Roma, yang di dalam sejarah disebutkan kota peradaban yang banyak meninggalkan bukti-bukti sejarah. Bangunan-bangunan yang kokoh, menandakan kecerdasan manusia pada zaman itu. Ribuan tahun bahkan sebelum peradaban Islam, peradaban Romawi ini sudah berdiri. Diabadikan juga dalam Al-Quran Surat Ar-Rum, tentang bukti adanya kehebatan Romawi pada zaman dulu.

Berpuasa 18 jam di Roma (Sumber Gambar : Nu Online)
Berpuasa 18 jam di Roma (Sumber Gambar : Nu Online)

Berpuasa 18 jam di Roma

Di kota Roma ini juga berdiri negara istimewa tersendiri, yaitu Vatikan. Kota Roma ramai oleh penduduknya. Setiap hari tidak pernah berhenti lalu lalang mobil, bus, dan sepeda motor yang melewati jalanan di dalam kota.

Istimewa bagi saya, karena Ramadhan ini saya mendapatkan kesempatan berharga untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan di Kota Roma. Pesan-pesan Islam yang rahmatan lil alamin, tepat di pusat Kota Roma, tempat KBRI berada.

HMI Tegal Kab

Asra, protokoler KBRI Roma yang bertanggung atas seluruh keberadaan dan hukum WNI di Italia menjelaskan, kantor KBRI dibeli oleh pemerintah Indonesia pada zaman Soekarno tepatnya pada tahun 1952.

Gedung berlantai empat, lengkap dengan wisma di lantai dua, di mana saya tinggal selama sebulan lebih, dengan fasilitas? lumayan lengkap dan menyenangkan. Arsitek bergaya Roma yang memang dilestarikan, tidak boleh dipugar atau diubah bentuknya oleh pemerintah, kecuali hanya sekadar merenovasi bagian-bagian dalam yang retak.

HMI Tegal Kab

Islam di Roma termasuk minoritas. Tetapi toleransi tetap terjaga. Siapapun boleh tinggal di Roma selama tidak berbuat jahat atau kriminal. Dalam melaksanakan ibadah, umat Islam di sini sangat antusias. Terbukti dengan didatangkannya ustadz atau mubalig pada setiap Ramadhan.

Di Roma pula, sudah ada ustadz yang selalu membimbing keislaman dan mengarahkan para diplomat dan masyarakat setiap harinya. Namanya Ustadz Adnan.

Cuaca di Roma cenderung panas pada saat ini, bersuhu 27 derajat Celcius. Waktu shubuh dimulai pada pukul 03.30 dini hari dan maghrib pukul 20.39 waktu Roma. Itu membuat masyarakat Muslim berpuasa kurang lebih 18 jam setiap hari.

Untuk menambah pengetahuan keagamaan, dilakukan kajian bada zuhur. Kajian ibu-ibu Muslimat diadakan setiap Rabu dan Jumat. Tempatnya terkadang di rumah, terkadang di mushalla atau aula utama KBRI.

Pengajian anak-anak dilakukan setiap Jumat. Sementara setiap Sabtu diadakan buka puasa bersama, bergantian dari Roma, Milan, lalu Vatikan. Di sinilah ajang silaturahmi warga negara Indonesia dengan berbagai lapisan. Ada mahasiswa, karyawan, diplomat.

Untuk persatuan Muslim di Roma, terbentuk sebuah organisasi yang bernama Nadwah Ukhuwah Roma yang disingkat NUR. NUR diketuai oleh Yusran, dibantu oleh pengurus-pengurus yang hebat seperti Asraruddin Salam, Haris, Asep, Didit, dan Ustadz Adnan. Kebersamaan selalu terlihat meskipun tertutup oleh gerbang pintu kantor yang selalu terkunci kuat dari dalam.

Demikianlah keberadaan dan kebersamaan Muslim Indonesia di Roma. Semoga selalu kuat mempertahankan persaudaraan dan dapat membanggakan Indonesia di mata dunia umumnya dan di Eropa khususnya.

*) H Khumaini Rosadi, anggota Tim Inti Dakwah Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Roma, Italia.. Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai, Pertandingan HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock