Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Ketum Pagar Nusa Takzim Keilmuan Kiai Maruf Amin

Malang, HMI Tegal Kab



Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen merasa bangga dan takzim atas pencapaian keilmuan Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr (HC) KH. Maruf Amin.?

Kiai Maruf Amin dikukuhkan sebagai Profesor di bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah. Penganugerahan gelar profesor ini, ? berlangsung di Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang, Rabu (24/05).?

Ketum Pagar Nusa Takzim Keilmuan Kiai Maruf Amin (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum Pagar Nusa Takzim Keilmuan Kiai Maruf Amin (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum Pagar Nusa Takzim Keilmuan Kiai Maruf Amin

Hadir pada forum ini, Presiden RI Joko Widodo, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), M. Nabil Haroen (Ketua Umum Pagar Nusa), Prof Dr. Imam Suprayoga (Ketua Senat UIN Malang), Prof. Dr. Mudjia Rahardja (Rektor UIN Malang), Prof. Kamaruddin Amin (Dirjen Diktis), Prof. Moh. Nuh, dan beberapa guru besar serta ulama dari berbagai daerah.?

Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Haroen mengungkapkan betapa Kiai Maruf Amin layak menjadi referensi keilmuan santri.?

"Kiai Maruf Amin memiliki kapasitas keilmuan yang luar biasa. Beliau alim, faqih, sekaligus memiliki kapasitas kepemimpinan yang hebat," ungkap Gus Nabil.?

HMI Tegal Kab

Lebih lanjut, Nabil mengungkapkan bahwa Kiai Maruf dapat menjadi contoh pemimpin Muslim yang moderat dan mengayomi.?

HMI Tegal Kab

"Kiai Maruf Amin, dengan segenap kelebihan dan kedalaman ilmunya, ? mampu menjadi rujukan dari berbagai golongan Islam. Kiprahnya dalam pengembangan ekonomi umat dan pengembangan keilmuan ekonomi mualamat syariah, juga terbukti," tegas Gus Nabil.

Kiai Maruf Amin selama ini konsentrasi dalam aktualisasi nilai-nilai Islam moderat, serta pengembangan ekonomi umat. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah HMI Tegal Kab

Kamis, 25 Januari 2018

Pesantren Sirojuth Tholibin Kaji Tafsir Nusantara Tiap Ramadhan

Grobogan, HMI Tegal Kab. Jauh sebelum ramainya pembicaraan Islam Nusantara, Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo Grobogan, Jawa Tengah telah lama melanggengkan kajian tafsir karya ulama Nusantara rutin setiap bulan Ramadhan yaitu kajian Tafsir Jami’ul Bayan karya Syech Muhammad Bin Sulaiman, Solo.

Pesantren Sirojuth Tholibin Kaji Tafsir Nusantara Tiap Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sirojuth Tholibin Kaji Tafsir Nusantara Tiap Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sirojuth Tholibin Kaji Tafsir Nusantara Tiap Ramadhan

“Tafsir Jami’ul Bayan telah dikaji di pesantren ini sejak Allahu Yarham Bapak saya (Drs KH Ahmad Baedlowie Syamsuri, Lc – red) hingga sekarang,” ungkap KH Muhammad Shofi Al-Mubarok Pengasuh Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo Grobogan.

Kitab tersebut, lanjut alumnus pesantren Krapyak dan Lirboyo ini, sudah dicetak ribuan eksemplar serta diajarkan kepada para santri Sirojuth Tholibin. Namun hingga kini belum ada pihak yang mencetak serta menyebarluaskan di kalangan akademisi maupun masyarakat luas sehingga banyak masyarakat yang belum tahu, hanya masih di kalangan tertentu saja.

HMI Tegal Kab

Syech Muhammad bin Sulaiman merupakan menantu KH Ahmad Shofawi Mangkuyudan Solo. Ia mendapat sanad Al Qur’an bil ghoib dari gurunya Syaikh Dimyati Tremas, Syaikh Muhammad Abdul Bari Al-Madani, Syaikh Muhammad Munawir bin Abdullah Rosyad Krapyak Yogyakarta dan Syaikh Muhsin bin Abdullah Assegaf Solo. 

HMI Tegal Kab

Sanad ke tujuh dari Rasulullah 

Ada yang unik dalam sanad Syech Muhammad bin Sulaiman seperti yang diungkapkan oleh Hj Maemunah Baedlowie, salah satu murid yang mendapat sanad langsung dari Syech Muhammad. Selain ia mempunyai empat sanad dari empat guru tersebut, ia juga mempunyai sanad ke tujuh dari Rasulullah SAW. Jalur ini didapat dari gurunya Syaikh Muhsin bin Abdullah Assegaf. 

“Sanad ini didapat dari guru Beliau, Syaikh Muhsin. Di atasnya ada perawi berupa jin. Karena makhluk ini mempunyai umur sangat panjang, maka memungkinkan jalur sanadnya sangat pendek. Jika pada umumnya sanad sekarang mencapai tingkatan tiga puluh lebih, Syech Muhammad hanya ke tujuh dari Rasulullah,” tutur Hj Maemunah. (Ahmad Mundzir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah, Ahlussunnah, Sejarah HMI Tegal Kab

Selasa, 23 Januari 2018

Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia

Malang, HMI Tegal Kab

UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menggelar sidang senat terbuka dalam rangka penganugerahan doktor Honoris Causa (HC) kepada Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Ahmad Mohammad Ahmad al-Tayyeb, Rabu (24/2). Gelar kehormatan ini diberikan UIN sebagai apresiasi atas jasa Grand Syekh dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya di Al-Azhar.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap metode pendidikan dakwah di Universitas Al-Azhar yang moderat dan toleran bisa dikembangkan pada lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Harapan itu disuarakan Menag saat memberikan sambutan di hadapan 500 civitas akademika UIN Maliki Malang dan tamu undangan pada acara penganugerahan doktor kehormatan kepada Syekh Ahmad ath-Tayyeb di UIN Malang, Rabu (24/02) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia

Menag menilai, Grand Syekh Al-Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama al-Muslimin adalah sosok ulama par-excellence dan intelektual Muslim dunia penebar kedamaian. Sikap demikian itu ditunjukkan selama masa transisi politik di Mesir, di mana Syekh Ahmad ath-Tayyeb mengedepankan ishlah dan berusaha memediasi pihak-pihak yang berkonflik agar bersatu kembali demi kejayaan Mesir dan Islam. Hal ini dikatakan Menag, sesuai pernyataan Grand Syeikh pada saat terjadi konflik di Mesir. Ia mengatakan, “Perbedaan merupakan sebuah keniscayaan dan saya himbau agar anda semua membuka pintu untuk perdamaian demi persatuan bangsa Mesir!”

“Sosok Syekh Ahmad ath-Thayyib boleh jadi tidak membutuhkan penganugerahan Dr HC, karena reputasinya sudah diakui dunia internasional. Kita justru yang berkepentingan menganugerahkan gelar kehormatan,” tambahnya. 

HMI Tegal Kab

Selain itu, metode pendidikan dakwah Al-Azhar yang moderat dan toleran juga relevan dengan konteks Indonesia sebagai negara yang majemuk dan plural. Apalagi. Al-Azhar merupakan ikon institusi keislaman dunia dan namanya harum di kalangan Muslim Indonesia. 

“Studi di Al-Azhar asy-Syarif ibarat ‘menimba air’ dari sumber aslinya,” papar Menag.

“Al-Azhar secara konsisten mengembangkan faham sunni dan mengamalkannya dalam tindakan keberagamaan. Syekh Ahmad al-Tayyeb sebagai ulama moderat dan selalu menyerukan pentingnya ukhuwwah dan perdamaian,” tambahnya.

HMI Tegal Kab

Menag berharap, kehadiran Grand Syekh Al-Azhar ke Indonesia selain memperkuat hubungan bilateral antara dua negara, juga menjadi simbol kedekatan masyarakat Muslim Mesir dan Indonesia, serta bisa memperkuat kajian Islam di Indonesia. 

Dikatakan Menag,  awal kemunculan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia pada tahun 1960-an juga mengacu pada model kajian Islam Al-Azhar. Saat sejumlah IAIN bertransformasi menjadi UIN (Universitas Islam Negeri), gagasan integrasi ilmu yang dikembangkan sedikit banyak juga diinspirasi oleh modernisasi pendidikan tinggi di Universitas Al-Azhar. 

Selain itu, hubungan Mesir dan Indonesia juga memiliki sejarah yang panjang. Para ulama dari kedua negara pernah terjalin jaringan intelektual yang intensif dalam hubungan guru-murid sejak abad ke-19. Bahkan, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia pada tahun 1945, di saat negara-negara Eropa mengingkari kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. 

Surat Keputusan Rektor tentang Penganugerahan Doktor Honoris Causa Bidang Pendidikan Islam kepada Grand Syeikh Prof Dr Ahmad Mohammad Ahmad al-Tayyeb dibacakan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Maliki Malang Muhammad Zainuddin. Sementara itu, Rektor UIN  Malang Mudjia Raharja dalam sambutannya menyampaikan bahwa Grand Syeikh Al-Azhar merupakan sosok yang menginspirasi dalam tugas mengembangkan dan merawat cendekiawan muslim. Selain itu, Syekh Ath-Tahyeb juga merupakan ulama besar yang disegani, intelektual Muslim yang diakui dunia, serta tokoh yang selalu menyerukan kebenaran dan menebarkan kedamaian dunia. 

“Al-Azhar menjadi rujukan kami dalam mengembangkan UIN Malang, suatu saat nanti UIN Malang akan menjadi seperti Universitas Al-Azhar, yang mengembangkan ajaran Islam Rahmatan lil Alamin,” tutup Mudjia Raharja. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kiai, PonPes, Sunnah HMI Tegal Kab

Sabtu, 13 Januari 2018

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya

Palopo, HMI Tegal Kab. PW GP Ansor Sulawesi Selatan melaksanakan Diklatsar Banser yang dilaksanakan pada 23 hingga 26 Juni 2015. Diklatsar Banser ini merupakan yang ke-3 Sulawesi Selatan. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Datok Sulaiman Kota Palopo yang diikuti oleh 150 orang peserta yang berasal dari zona II se-Luwu Raya yakni Kab/Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu, Luwu Timur, Enrekang, Sidrap, dan Soppeng.

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya

Dalam sambutannya Wakil Walikota Palopo Ahmad Syarifuddin, SE, MSi mengapresiasi kegiatan Diklatsar Banser yg mempunyai tugas dan fungsi mengawal ajaran Islam Ahlusunnah Wal-Jamaah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Harapan kami, selaku pemertintah melalui Diklatsar ini, selain sebagai proses kaderisasi, Diklatsar ini mampu meningkatkan kompetensi serta skill anggota banser dalam mewujudkan Banser yang tangguh dan menjadi solusi dalam menghadapi berbagai situasi serta kondisi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat,” ujar Ahmad Syarifuddin yang juga salah satu Pengurus Pusat GP Ansor ini.

HMI Tegal Kab

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulsel HM Tonang dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa eksistensi Banser sebagai semi otonom GP Ansor adalah pasukan inti Ansor.

HMI Tegal Kab

"Disisi lain Banser merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses kaderisasi di tubuh Ansor, demi mewujudkan kader-kader Banser yang mumpuni serta memiliki kepedulian kepada masyarakat dan bangsa," ucapnya.

Kegiatan Diklatsar Banser ini dihadiri Satkorwil Banser Sulsel A Abbas Rauf Rani, Dewan Penasehat GP Ansor Kota Palopo Dr Hamzah Kamma, Dr Muhaemin, Drs H Ibnu Hajar yang juga mantan ketua Ansor era 80-an. (Andy Muhammad Idris/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Sunnah, Nasional HMI Tegal Kab

Sabtu, 06 Januari 2018

Festival Rebana Ma’arif NU Brebes Meriah

Brebes, HMI Tegal Kab. Grup rebana Madrasah Ibtidaiyah (MI) Asy Syafiiyah Jatibarang Brebes berhasil menjadi juara 1 festival Rebana tingkat SD/MI se Kabupaten Brebes. 

Festival Rebana Ma’arif NU Brebes Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Rebana Ma’arif NU Brebes Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Rebana Ma’arif NU Brebes Meriah

Penampilan MI Asy Syafiiyah begitu memukau sehingga mampu menumbangkan 20 peserta lainnya perwakilan dari 17 Kecamatan di Kabupaten Brebes.

Juara 2 diraih MI Miftachul Athfal 02 Kedawon Kec Larangan dan juara 3 MI Syuriyah dari Pebatan Wanasari. Juara pertama hingga ketiga berhak mendapatkan piala Ketua PCNU Brebes, piagam dan sejumlah uang pembinaan. Sedangkan untuk juara Favorit diraih grup rebana  SD N Pasarbatang 01 Kec. Brebes. 

Lomba yang digelar  MTs Maarif NU Program Kelas Unggulan itu, dilaksanakan pada Sabtu (9/2) di halaman gedung NU Jalan Yos Sudarso 36 Brebes. 

HMI Tegal Kab

Meski lomba terkesan sederhana, mampu menyedot ratusan penonton. Sejak dimulai pukul 08.00 WIB hingga penguimuiman hasil perlombaan penonton tetap setia menikmati alunan tembang-tembang Islami yang diiringi musik rebana. 

HMI Tegal Kab

Ketua Panitia Muhammad Wahyudi menjelaskan, digelarnya Festival Rebana  untuk menjaga seni tradisi Islami, menyalurkan apresiasi, hobi, bakat dan minat peserta. Sehingga generasi muda mampu menjaga moral, akhlak dan nilai-nilai agama.

Lomba yang mengusung tema Membangun budaya sportif, kreatif dan santun dalam budi pekerti melalui pentas seni Islami ini merupakan kali pertama di gelar. Peserta membawakan lagu wajib Yaa Hanana dan lagu pilihan bebas. “Penampilan peserta maksimal 15 menit,” kata Wahyudi.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah HMI Tegal Kab

Selasa, 02 Januari 2018

Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now

Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now

Surabaya, HMI Tegal Kab. Generasi milenial adalah mereka yang lahir tahun 1980 hingga 2000, yang juga dikenal sebagai generasi Y. tentu saja di dalamnya ada elemen santri.

Demikian disampaikan Wakil Ketua LTN PWNU Jawa Timur Wasid Mansyur, Jumat (27/10) saat dihubungi via WhatsApp.

Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now

Dengan memaparkan hasil yang didapat salah satu lembaga riset, angka generasi milenial tersebut mencapai 81,27 juta jiwa dan disusul generasi berikutnya yakni 68,02 juta jiwa. "Ini artinya bahwa masa depan bangsa Indonesia ditentukan generasi muda yang mendominasi jumlah penduduk seluruhnya," kata Dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Sadar akan dominan dan menentukannya generasi ini bagi masa depan bangsa, diperlukan langkah serius agar mereka mampu membawa angin perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. "Membawa udara segar bagi bangsa Indonesia yang telah berumur tujuh puluh dua tahun," tegasnya.

HMI Tegal Kab

Dalam pandangan seorang doktor muda ini, Momentum Hari Santri Nasional hendaknya tidak semata perayaan seremonial tahunan. "Namun yang mendesak adalah mengingatkan generasi milenial ini makna Resolusi Jihad yang pernah digagas sejumlah ulama dan kiai, khususnya pendiri NU, Hadlratussyekh KH Hasyim Asyari," ungkapnya.

Karena dalam pandangannya, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap terbawa di sanubari santri yang notabene sebagai bagian tak terpisahkan dari generasi muda. Santri milenial juga harus cerdas menggunakan sejumlah sarana termasuk media sosial untuk menyebarkan konten berkualitas dan bernada damai. "Inilah Resolusi Jihad zaman now yang kita gelorakan," ungkapnya.

"Dalam suasana peringatan Hari Santri Nasional inilah, kami mengajak sejumlah kalangan untuk menyadari tantangan berat yang kini ada di depan mata," sergahnya. Karenanya, lewat forum diskusi Cangkir 9, beberapa pegiat media dan literasi dihadirkan untuk membincang persoalan ini.

Dalam acara nanti cangkir Sembilan akan Fauzi Priambodo pengusaha, RN Bayu Aji seorang akademisi dan sejarah muda, Chafid Wahyudi pegiat literasi, Syaifullah Ahmad Nawawi Redaktur Pelaksana Majalah Aula, M Zikky akademisi dan Santri Techno Community, Ahmad Karomi Pengasuh Santri Zaman Now, Dodik Nurcahyo, Najih Ramadhan, serta praktisi media TV, Said Hudaini.

HMI Tegal Kab

Wasid berharap dengan kehadiran para narasumber, menjadi nilai lebih dari diskusi yang akan berlangsung di Giant Maspion Square Surabaya, Sabtu (28/10) besok. "Mari bersama ikut merayakan momentum ini yakni dengan mulai dari diri sendiri yakni dengan berbagi konten berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan," harapnya. Semua pihak tidak perlu saling hujat karena ketenangan sebenarnya sangat dirindukan di masa-masa penuh hoax seperti saat ini, lanjutnya.

Diskusi yang terbuka untuk umum tersebut dimeriahkan penampilan stand up comedy khas santri, juga iringan musik Santri Urban Community. Yang tidak kalah menarik yakni lantunan dzikir sebelum kegiatan dimulai. "Silakan hadir dengan membawa serta keluarga dan sahabat, apalagi kegiatan diselenggarakan di akhir pekan," pungkasnya. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah, Meme Islam, Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Kamis, 21 Desember 2017

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Jakarta, HMI Tegal Kab. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf harus bertanggung jawab terkait kasus pembakaran bendera Merah Putih di wilayahnya.

"Irwandi harus diberhentikan sebagai Gubernur," kata Gus Dur saat menjadi pembicara kunci pada Refleksi 62 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis.

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Seorang orang tak dikenal baru-baru ini di beberapa kota di Aceh membakar bendera Merah Putih. Bahkan di satu kota, tidak kurang dari 150 bendera yang dibakar.

Tampil sebagai pembicara dalam acara refleksi itu Prof Frans Magniz Suseno, Muslim Abdurrahman, dan Menakertrans Erman Soeparno.

Lebih lanjut Gus Dur" menuding "Irwandi telah melakukan pembiaran sehingga peristiwa yang melecehkan simbol negara itu terjadi. Dikatakannya, pencabutan dan pembakaran bendera tersebut merupakan bagian dari intimidasi mengingat masih ada masyarakat yang tidak setuju pada referendum.

Gus Dur mengingatkan, terpilihnya Irwandi sebagai gubernur juga disebabkan masyarakat takut pada intimidasi GAM, sementara pemerintah sendiri tidak tegas. "Ini ancaman bagi kemerdekaan Indonesia. Terserah orang mau bilang apa, saya tidak peduli," kata Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu.

HMI Tegal Kab

Menurut Gus Dur, mantan Gubernur NAD Abdullah Puteh yang karena korupsi dalam jumlah tidak terlalu besar, namun karena kedekatannya dengan GAM, ternyata kemudian dijatuhi hukuman. Jadi. Karena itu, Irwandi yang disebutnya melakukan pembiaran terjadinya pelecehan simbol negara juga harus ditindak.

"TNI harus tegas, tunjukkan kalau bertanggung jawab. Cari dan tangkap yang membakar bendera. Untuk apa jadi TNI kalau tidak berani," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Nusantara, Sunnah HMI Tegal Kab

Jumat, 15 Desember 2017

Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila

Lombok Utara, HMI Tegal Kab. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Asad Said Ali menyebutkan, orang NU tidak mungkin menjadi pemberontak. Meskipun pernah ditekan rezim, NU justru menjadi satu-satunya ormas yang tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

As’ad menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara kunci pada saat pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Lanjut (PKL) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (20/5).

Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila

Menurut penulis buku “Negara Pancasila” ini, NU menjunjung tinggi kebersamaan dan lestarinya kebhinekaan di Tanah Air sebagaimana nilai yang terkandung dalam Pancasila. "Pada dasarnya kita diciptakan majemuk tidak melihat warna kulit dan tidak membeda-bedakan,” tuturnya.

Seperti diketahui dalam sejarah, forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama tahun 1983 sepakat menerima Pancasila sebagai asas tunggal lantaran dinilai selaras dengan nilai-nilai Islam yang dijunjung tinggi NU. Padahal, saat itu NU sedang digembosi perannya secara politk oleh pemerintahan Orde Baru.

HMI Tegal Kab

Pada kesempatan itu, Asad banyak mengulas gerakan radikalisme dan pentingnya penguatan Ahlusunah wal Jamaah sebagai pilar membangun negeri.

HMI Tegal Kab

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu yang membuka acara PKL tersebut, mengatakan, radikalisme menjadi peringatan bagi kerukunan di Indonesia. Ia menilai, peran pesantren sebagai solusi.

"Pesantren pada umumnya sangat moderat, ponpes sangat strategis dalam rangka menangkal radikalisme keagamaan. Kami sangat mendukung apa yang dilaksanakan GP Ansor. Kami mengimbau kepada para tuan guru dan ustadz untuk mengintensifkan pembinaan kepada ummat terutama para tokoh-tokoh agama," harapnya.

Kegiatan pelatihan ini akan berlangsung hingga 23 Mei 2015.? Dalam acara pembukaan, hadir pula Ketua PWNU NTB TGH Ahmad Taqiudin Mansyur, Kepala Kanwil BPN NTB H Budi Suryanto, Bupati Kabupaten Lombok Utara H Djohan Sjamsu, Ketua PCNU Kabupaten Lombok Utara H Sa’i, H Muallif dari Kemenag Kabupaten Lombok Utara, dan sejumlah tokoh lain dari polres, DPRD KLU. (Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah, Khutbah, Syariah HMI Tegal Kab

Minggu, 12 November 2017

Jalani Kelas Darurat, Pelajar-Santri Pandanaran Tetap Gembira

Sleman, HMI Tegal Kab. Para siswa-santri pesantren Sunan Pandanaran kabupaten Sleman tidak surut sedikitpun dalam belajar di tengah rangkaian perhelatan Kongres XV GP Ansor. Kelas darurat di tenda-tenda belajar tetap menggembirakan. Suasana belajar juga antusias, walaupun ruang kelas dan fasilitas belajar sangat terbatas. Ditambah lagi, kebutuhan MCK juga darurat dan terbatas.

Ini tercermin dari suasana belajar yang dijalani di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Sunan Pandanaran. Alex, salah satu siswa kelas VII MTs Sunan Pandanaran, mengungkapkan bahwa dirinya dan teman-temannya tetap semangat dan gembira, walaupun gedung belajarnya digunakan untuk Kongres XV GP Ansor.

Jalani Kelas Darurat, Pelajar-Santri Pandanaran Tetap Gembira (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalani Kelas Darurat, Pelajar-Santri Pandanaran Tetap Gembira (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalani Kelas Darurat, Pelajar-Santri Pandanaran Tetap Gembira

Sementara, Syamsul Arifin, salah satu pengurus siswa-santri Pesantren Pandanaran mengatakan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ini tetap berlangsung lantaran kurang memungkinkan jika santri diliburkan.

HMI Tegal Kab

Sebagaimana dinyatakan oleh Bapak Pengasuh KH Mutashim Billah yang mengimbau supaya KBM tetap berjalan. Hal ini dikarenakan rata-rata santri berasal dari daerah yang terhitung jauh jaraknya. Dan itu akan memakan waktu jika pesantren diliburkan saat kongres berlangsung. Sementara selepas kongres para santri harus mengikuti ujian akhir semester sesuai tingkatnya maing-masing.

HMI Tegal Kab

"Dan dalam praktiknya, alhamdulillah semua kegiatan, baik dari sisi jam pengajian al-Quran bada shubuh dan maghrib, serta kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap terkontrol dan dapat dikondisikan," imbuh salah satu vokalis Hadrah Pandanaran ini.

Syamsul menambahkan, untuk penempatan para santri, seluruh siswa-santri putra ditempatkan di komplek IV pesantren Pandanaran, atau sekitar setengah kilometer dari UII. Sementara untuk santri putri ditempatkan bersama para santri-mahasiswi komplek II Pesantren Pandanaran yang lazim disebut komplek pusat. (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah, Sholawat, Doa HMI Tegal Kab

Senin, 09 Oktober 2017

JQHNU Sidoarjo Bumikan Al-Quran dengan Khath

Sidoarjo, HMI Tegal KabPengurus Cabang (PC) Jam`iyyatul Qurra Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Sidoarjo menggelar pelatihan khath yang digelar di aula Kemenag Sidoarjo, Ahad (12/2). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 peserta terdiri dari guru BTQ, santri, pelajar, guru di lingkungan NU dan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) JQHNU.

Puluhan peserta mendapatkan materi seputar kaidah khath, tata cara penulisan kaligrafi serta langsung mempraktikkan penulisan Khath Naskhi. Para peserta pelatihan tampak antusia mengikuti kegiatan.

JQHNU Sidoarjo Bumikan Al-Quran dengan Khath (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU Sidoarjo Bumikan Al-Quran dengan Khath (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU Sidoarjo Bumikan Al-Quran dengan Khath

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta dari Pondok Pesantren Al-Amanah, Junwangi, Krian Sidoarjo, Fajar Fakhrul. Fajar Fakhrul, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Pasalnya, ia baru kali pertama kalinya mengikuti pelatihan khath.

"Kesulitan yang saya alami ketika membuat huruf Mim pada lafadz Basmalah. Karena saya baru pertama belajar menulis kaligrafi," akunya.

HMI Tegal Kab

Fajar berharap setelah mengikuti pelatihan khath ini, dia bisa menulis kaligrafi dengan benar dan bagus. "Sudah bisa membaca Al-Quran saja belum lengkap jika tidak menulis kaligrafi. Semoga dengan adanya pelatihan ini, saya bisa membaca dan menulis kaligrafi dengan bagus," harapnya.

Ia berencana, ketika sudah bisa menulis kaligrafi dengan bagus, tulisan kaligrafinya nanti akan dipajang di mading dan dipasang di kamar rumahnya.

HMI Tegal Kab

Sementara itu Ketua JQHNU Sidoarjo, H Imam Mukozali mengatakan, dengan adanya pelatihan khath ini, JQHNU Sidoarjo ingin melestarikan penulisan kaligrafi serta memberikan wawasan bagaimana menulis huruf Arab yang benar.

"Walaupun pelatihannya satu hari, diharapkan bermanfaat. Saat ini pelatihan Khath sudah langka, mungkin ada di pesantren. Dan ternyata guru-guru yang mempunyai kemampuan menulis kaligrafi tinggal membenarkan kAidahnya saja," ucapnya.

(Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah HMI Tegal Kab

Minggu, 23 Juli 2017

SMK NU Kudus Pamerkan Mode Busana Karya Siswa di Jogja

Yogyakarta, HMI Tegal Kab. Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Kementerian Koperasi dan UKM menggelar “SMK Expo 2, Pameran Produk Unggulan SMK Se-Indonesia” di Yogyakarta, 28-31 Mei 2015.

SMK NU Kudus Pamerkan Mode Busana Karya Siswa di Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Kudus Pamerkan Mode Busana Karya Siswa di Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Kudus Pamerkan Mode Busana Karya Siswa di Jogja

Ada puluhan SMK se-Indonesia yang menjadi peserta dalam acara yang berlangsung di Gedung Jogja Expo Center (JEC) yang terletak di Jalan  Janti, Banguntapan, Yogyakarta ini. Salah satu SMK yang ikut ambil bagian dalam pameran tersebut adalah SMK NU Banat Kudus. Dalam pameran tersebut, SMK NU memamerkan beberapa produk unggulan di bidang fashion karya asli siswa-siswa.

“Ternyata antusiasme masyarakat Yogyakarta terhadap produk-produk kami luar biasa. Kami sampai kewalahan melayani pembeli maupun pemesan. Stan baru di buka tadi pagi, tapi koleksi kami tinggal sedikit. Kami tadi langsung nelpon, meminta kiriman lagi,” ujar penjaga stan, Ida Rusmayanti, saat ditemui HMI Tegal Kab  di stan pameran, Kamis sore (28/5).

HMI Tegal Kab

Menurut penuturannya, SMK NU Banat Kudus merupakan satu-satunya yang mendapat undangan dan mengikuti acara pameran tersebut.

HMI Tegal Kab

“Saat mendapat undangan, kami heran. Kok Cuma kami sendiri yang mendapat undangan. Padahal ada banyak SMK di Kota Kudus. Setelah kami melihat daftar list peserta yang di situ ada nama SMK NU Banat Kudus, kami baru percaya dan langsung mempersiapkan semuanya,” tambah guru tata busana di SMK NU Banat Kudus itu.

Ditanya mengenai harapan mengikuti acara tersebut, Ibu Ida berharap lewat acara tersebut, nama SMK NU Banat Kudus semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat luas.  Ida mengaku bahwa SMK NU Banat Kudus mendapatkan dukungan langsung dari Djarum Foundation dalam acara tersebut dalam mempersiapkan stan. (Nur Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah, Nusantara, Hikmah HMI Tegal Kab

Selasa, 06 Desember 2016

Kisah Kiai Hasyim 20 Tahun Mendampingi Gus Dur

Jakarta, HMI Tegal Kab. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat KH Hasyim Muzadi memberikan pernyataan terkait riwayatnya dalam meneladani sikap dan pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hal itu ia kemukakan ketika menghadiri sebuah acara di Monash University Australia, 11 Desember 2016 lalu.

“Pertama kali saya ketemu Gus Dur tahun 1979 di Muktamar NU Semarang (Muktamar NU ke-26) dan ketika itu Gus Dur belum masuk di kepengurusan NU sedangkan saya sudah mewakili utusan NU Cabang Malang,” ujar Kiai Hasyim mengawali ceritanya.

Kisah Kiai Hasyim 20 Tahun Mendampingi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Hasyim 20 Tahun Mendampingi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kiai Hasyim 20 Tahun Mendampingi Gus Dur

Di dalam Muktamar ke-26 NU itu, lanjutnya, Gus Dur diangkat menjadi Wakil Katib PBNU. Setelah pertemuan di Semarang sangat sering Gus Dur ke Jawa Timur. Karena memang Jawa Timur adalah pusat potensi NU.?

Sering juga menginap di Malang karena Gus Dur mengajar Islamologi di Yayasan Kristen GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) yang berlokasi di Sukun Kota Malang.?

“Saya mendampingi dan mengikuti Gus Dur selama 20 tahun penuh mulai tahun 1979-1999. Di tahun 1999 itu, Gus Dur menjadi Presiden Republik Indonesia,” jelas Kiai Hasyim.

HMI Tegal Kab

Setelah menjadi Presiden RI, tambahnya, Gus Dur fokus memimpin PKB dan dirinya menjadi Ketua Umum PBNU di Muktamar Lirboyo (Muktamar ke-30 NU).?

“Dalam waktu 20 tahun, saya mengikuti betul jalan pikiran Gus Dur baik masalah ke-NU-an, keislaman Indonesia, keislaman global, dan situasi politik Internasional,” ungkapnya.

Menurut pandangan Kiai hasyim, di dalam membawakan Islam, baik di Indonesia maupun di dunia, Gus Dur lebih mengetengahkan pendekatan filosofi religius, etika religi, kemanusiaan (humanity), dan budaya.?

HMI Tegal Kab

Menurutnya, tak banyak Gus Dur menggunakan ilmu fiqih sebagai bagian dari syariat, karena yang diketengahkan bukan legal syariatnya tetapi hikmatut tasyri’-nya dan maqoshidut tasyri’-nya.?

Dalam pendekatan etika religi, imbuh Kiai Hasyim, Gus Dur sangat egaliter menempatkan manusia dalam posisi yang setara, terlepas dari agama yang dipeluknya. Sehingga hubungan etis ini menjadi sangat cair antara Gus Dur yang muslim dan non-muslim bahkan yang atheis sekalipun.?

“Dalam hal pendekatan kemanusiaan, Gus Dur sangat mementingkan martabat dan kebutuhan asasi dari manusia itu sendiri, sebagai bentuk dari kasih sayang Allah kepada seluruh makhluknya. Dalam hal ini kemanusiaan diletakkan pada rahmaniah Allah sedangkan rahimiah Allah dikhususkan untuk kaum muslim,” urai Kiai Hasyim. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kiai, Sunnah HMI Tegal Kab

Rabu, 02 November 2016

Jenis Nikmat Apakah yang Paling Tinggi?

Pringsewu, HMI Tegal Kab

Allah SWT telah menganugerahkan kenikmatan kepada manusia dalam kehidupannya di dunia. Saking banyaknya kenikmatan-kenikmatan yang diperoleh tersebut, bisa dipastikan tidak bakal bisa dihitung satu persatu oleh manusia. Namun nikmat-nikmat yang dikaruniakan kepada kita ini bisa dihitung bedasarkan kategorinya menjadi 5 jenis seperti yang diterangkan oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin.

Demikian kata Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim di depan Jamaah Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi yang memadati Aula Gedung NU Pringsewu, Ahad (27/3).

Jenis Nikmat Apakah yang Paling Tinggi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Jenis Nikmat Apakah yang Paling Tinggi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Jenis Nikmat Apakah yang Paling Tinggi?

Lebih lanjut Alumni Pesantren Pandanaran Yogyakarta ini menjelaskan kategori nikmat yang dianugerahkan kepada manusia meliputi pertama yaitu nikmat harta benda atau kekayaan. "Nikmat ini merupakan nikmat yang paling rendah. Namun pada prakteknya dizaman sekarang ini justru ini yang paling diburu oleh manusia," ujarnya.

Jenis nikmat yang kedua adalah nikmat kesehatan. Nikmat kesehatan ini menurut Taufiq tidak bisa diukur dan lebih berharga dibandingkan dengan nikmat kekayaan. "Saking bernilainya nikmat ini, harta kekayaan manusia bisa habis untuk mengembalikan nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah," terangnya.

Nikmat yang ketiga adalah kenikmatan telah diberikan kelengkapan anggota tubuh dan panca indera. Kenikmatan ini menurut taufiq sangat patut disyukuri karena bila sampai kehilangan salah satu kelengkapan tubuh maka bisa dipastikan kelancaran dalam beraktifitas akan terganggu.

HMI Tegal Kab

"Ingat jangan sampai kita mengomersilkan anggota tubuh kita dengan menjualnya untuk kepentingan materi dan ingat juga jika anggota tubuh kita tidak ada spare part-nya. Jaga baik-baik," candanya diikuti senyum para jamaah.

Selanjutnya nikmat yang keempat adalah nikmat diberikannya ruh atau nyawa dalam badan kita. Taufiq menjelaskan bahwa dengan adanya ruh inilah manusia dapat beraktifitas. "Kita dapat menikmati dunia ini serta masih dihargai oleh orang lain karena masih ada ruh ditubuh kita," jelasnya.

Dari 4 jenis nikmat tersebut yang paling tinggi adalah nikmat yang kelima yaitu nikmat iman dan Islam. "Kita harus bersyukur telah dilahirkan dalam Islam dan keimanan. Karena nikmat inilah yang akan menjadi bekal bagi kehidupan yang paling abadi yaitu kehidupan di akhirat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Sunnah, Tegal HMI Tegal Kab

Selasa, 13 September 2016

Perangi Narkoba, Ansor Bangil Waspadai Gangguan Mental Organik

Pasuruan, Pasuruan

Gangguan mental organik kini mengancam kalangan pemuda. Merebaknya peredaran narkoba menjadi penyebab utamanya.

Perangi Narkoba, Ansor Bangil Waspadai Gangguan Mental Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Perangi Narkoba, Ansor Bangil Waspadai Gangguan Mental Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Perangi Narkoba, Ansor Bangil Waspadai Gangguan Mental Organik

"Mental organik ini bersifat alamiyah. Di dalam setiap insan terkandung nilai-nilai ilahiyah yang selalu memancarkan aura positif. Semua itu akan lenyap bila tubuh tergerogoti narkoba," ujar Ketua GP Ansor Bangil Moch Nuryadi, Kamis (30/3).

Pernyataan tersebut diketengahkan Kang Adi usai mengikuti Workshop Pemberdayaan Pemuda Antinarkoba oleh Dispora Jawa Timur di Candra Wilwatikta Pandaan Pasuruan, Rabu (29/03). Pesertanya meliputi ormas dan OKP Kabupaten Pasuruan. 

"Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin," tambah Kang Adi, panggilan akrab Moch Nuryadi

Kemudian, tambahnya, pendampingan dari orangtua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Saat ini para orang tua, mulai dari ulama, guru/dosen, pejabat, penegak hukum dan bahkan semua kalangan telah resah terhadap narkoba ini. 

HMI Tegal Kab

"Sebab generasi muda masa depan bangsa telah banyak terlibat di dalamnya. Itu akibat leluasanya penjualan narkoba ini, secara umum mengakibatkan timbulnya gangguan mental organik dan pergaulan bebas yang pada gilirannya merusak masa depan bangsa," tukas Kang Adi. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Quote, Sunnah HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Sabtu, 21 Februari 2015

Kemenag Telah Inventarisir 3936 Karya Ulama Nusantara

Jakarta, HMI Tegal Kab



Sebagai upaya untuk melakukan inventarisasi, pelestarian, pemeliharaan, dan pengembangan terhadap karya ulama Indonesia Kementarian Agama melalui Balitabang Diklat sejak tahun 2009-2015 berhasil melakukan inventarisasi sebanyak 3936 karya klasik ulama Nusantara.

Kemenag Telah Inventarisir 3936 Karya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Telah Inventarisir 3936 Karya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Telah Inventarisir 3936 Karya Ulama Nusantara

Naskah yang terinventarisasi, kemudian diklasifikasi berdasarkan bidang keilmuan serta dibuatkan isi ringkasnya, yang selanjutnya dikembangkan dalam bentuk katalog atau bentuk karya “daftar karya ulama dan isi ringkas”, yang dapat dimanfaatkan untuk fungsi-fungsi informatif, edukatif, dan kultural dalam upaya penguatan dan pengayaan khazanah peradaban bangsa Indonesia. Katalog tersebut menjadi bagian konservasi untuk memperkuat dan memperkaya peradaban bangsa Indonesia serta menjunjung tinggi martabat bangsa di mata dunia.

Balitbang diklat melalui Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan dalam laporan untuk hasil penelitiannya (2015) menjelaskan program tersebut dilakukan terhadap bentuk naskah cetak dan tulisan tangan (manuskrip) karya ulama Nusantara, yang kemudian dikodifikasikan dalam format “Thesaurus Manuskrip Keagamaan Nusantara”, yang kini sudah memuat 3000 lebih data naskah yang dapat diakses melalui alamat http://lektur.kemenag.go.id/naskah. Dengan demikian, thesaurus manuskrip keagamaan yang notabene merupakan dokumen artefaktual karya ulama yang berfungsi sebagai “historical witness”—saksi sejarah keluhuran peradaban bangsa Indonesia di masa lalu. Hal ini juga memiliki fungsi sebagai rujukan bagi kajian atau penelitian pernaskahan Nusantara.

Total karya ulama Nusantara diperkirakan mencapai sekitar 50 ribu dalam bidang ilmu tauhid, ilmu kalam, fiqih/syariah, tarikh, dakwah, peribadatan, sastra, dan lainnya. Kondisi naskah tersebut sebagian tersebar di perpustakaan-perpustakaan daerah, lembaga pendidikan Islam, dan koleksi perpustakaan pribadi yang kondisinya, sebagian, sudah mulai rusak atau hampir punah. Dengan demikian jumlah yang berhasil diinventarisir saat ini masih jauh dari potensi yang ada.?

HMI Tegal Kab

Bahkan, sejumlah karya naskah klasik Nusantara kini sebagian masih tersimpan di perpustakaan luar negeri (Belanda, Inggris dan Perancis). Dalam konteks ini, maka eksplorasi dan inventarisasi atas naskah tersebut perlu dilakukan dan peroleh perhatian khusus dari pemerintah?

Sebagai sebuah kerja besar, dalam rekomendasi hasil penelitian ini, disebutkan pentingnya upaya pengembangan kerjasama kolaboratif secara ekstensif antar instansi Pemerintah (Puslitbang LKK Diklat Kemenag, Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Pusat Arsip Nasional, dan Arkenas) untuk penguatan program intensifikasi dan ekstensifikasi pemetaan dan pengembangan naskah karya ulama. Selain itu, Kementerian Agama sudah barang tentu perlu meningkatkan anggaran untuk program ini. (Mukafi Niam)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU, Sunnah, Doa HMI Tegal Kab

Minggu, 05 Januari 2014

Mahfud MD Mimpikan Muktamar NU Seperti Era Hadratussyaikh

Jakarta, HMI Tegal Kab. Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Moh Mahfud MD mengaku sering membayangkan Muktamar NU mendatang seperti pada era Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari dan generasi sesudahnya, serta beberapa generasi setelah itu.

Mahfud MD Mimpikan Muktamar NU Seperti Era Hadratussyaikh (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD Mimpikan Muktamar NU Seperti Era Hadratussyaikh (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD Mimpikan Muktamar NU Seperti Era Hadratussyaikh

“Mereka kan tidak pernah pada rebutan,” ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini di hadapan peserta diskusi bulanan bertema “Menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama: Muktamar Bersih” yang digelar MMD Initiative di Hotel Sofyan Cikini Jakarta, Senin (30/03) malam.

Meski demikian, Mahfud menilai persaingan dalam muktamar sah-sah saja. “Sekarang, tentu bersaing itu boleh tetapi tentunya tidak dalam konteks menjadikan NU itu sebagai kendaraan politik, tetapi sebagai kendaraan untuk memperjuangkan nilai-nilai dasar Ke-NU-an. Sesuai dengan dasar NU itu sendiri,” tegasnya.

HMI Tegal Kab

Untuk itu, lanjut Mahfud, ia tidak masuk pada persoalan siapa-siapa kelak mau menjadi apa. Tapi hanya ingin menjadi tuan rumah muktamar itu bersih. “Dan saya sebagai warga NU tentu akan sangat bangga manakala muktamar sudah selesai ya selesai tanpa diwarnai isu-isu macam-macam dan tanpa diwarnai bahwa ditunggangi oleh kekuatan politik tertentu. Tapi, betul-betul muktamar NU. Begitu,” pungkasnya.

HMI Tegal Kab

Dalam sambutannya selaku ketua dewan pembina MMD Initiative, Mahfud mendukung pelaksanaan muktamar secara terbuka dan bersih dari praktik-praktik kotor. Menurutnya, praktik tidak bersih kini tak hanya milik partai politik, tapi sudah menjalar ke mana-mana, termasuk organisasi olahraga, ormas keagamaan, dan sebagainya.

“Tentu, saya tidak tahu karena saya ini jama’ah (bukan jam’iyyah-red), peserta, pengikut NU,” ujar Mahfud. Ia mengaku tak paham seluk-beluk permainan di internal NU. “Soal permainan di dalam (NU-red) saya tidak tahu, sehingga saya tidak akan banyak memberikan pandangan-pandangan soal itu,” ujarnya.

Bagi dia, diskusi yang diikuti sekitar 50 orang itu diarahkan untuk menyongsong dan mendukung muktamar NU yang akan digelar di Jombang Jawa Timur 1-5 Agustus mendatang. “Yang penting muktamar itu betul-betul bersih sebagai jami’iyyah NU,” tegasnya.

Diskusi dihadiri para tokoh NU yang didaulat sebagai pembicara antara lain Katib Aam Syuriah PBNU KH A Malik Madani, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), dan mantan Sekjen PBNU era Gus Dur KH Ahmad Bagdja.? (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Sunnah HMI Tegal Kab

Jumat, 25 Januari 2013

Tutup Tahun 2015, Pemuda NU Pringsewu Gelar Pendidikan Kader

Pringsewu, HMI Tegal Kab. Sekitar 100 orang pemuda di Pringsewu menyatakan siap berkhidmah untuk NU. Mereka mengikuti Pendidikan Kader Dasar (PKD) Ansor dan Diklatsar Banser Angkatan II tahun 2015 yang dimulai pada hari ini, Selasa hingga Jum’at (29/12-1/1).

Tutup Tahun 2015, Pemuda NU Pringsewu Gelar Pendidikan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Tahun 2015, Pemuda NU Pringsewu Gelar Pendidikan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Tahun 2015, Pemuda NU Pringsewu Gelar Pendidikan Kader

Selama empat hari mereka diberi pembekalan yang memadai di Kompleks Masjid Nurul Muttaqien Desa Banyuwangi Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu. Bupati Pringsewu H Sujadi hadir membuka pendidikan kepemudaan ini.

"Alhamdulillah, pada tahun ini GP Ansor Kabupaten Pringsewu dapat melaksanakan PKD dan Diklatsar 2 angkatan. Ini merupakan buah dari kekompakan dan antusias pengurus serta para pemuda di Kabupaten Pringsewu," ujar Ketua GP Ansor Pringsewu Muhammad Sofyan.

HMI Tegal Kab

Wakil Ketua MWCNU Banyumas Mustangin yang tampak hadir bersama Ketua MWCNU, Camat Banyumas, dan tokoh masyarakat setempat mengapresiasi pendidikan ini. Ia berharap kegiatan ini mampu membentuk karakter pemuda impian bangsa, yaitu pemuda yang berakhlak mulia.

HMI Tegal Kab

"Kami dan seluruh elemen warga Banyumas khususnya MWCNU sangat mendukung dan bangga atas penyelenggaraan kegiatan ini di Banyumas. Kami yakin kegiatan ini akan dapat menghasilkan kader-kader loyal dan siap berjuang di NU yang kita cintai," pungkas Mustangin. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah, Kajian Islam HMI Tegal Kab

Kamis, 01 Maret 2012

Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh

Banda Aceh, HMI Tegal Kab. Peserta Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama XIII NU Aceh akhirnya bermusyawarah mufakat untuk meminta kembali Tgk H Faisal Ali sebagai Ketua PWNU Aceh periode 2015-2015. Untuk Rais Syuriyahnya, mereka meminta Tgk H Nuruzzahri Yahya.

Keinginan itu mencuat dalam pandangan dari pengurus cabang-cabang NU seanterao Aceh pasca penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PWNU Aceh periode 2009-2014.

Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh

Konferwil NU Aceh itu berlangsung secara akrab penuh kebersamaan, walaupun sebelumnya muncul beberapa nama kandidat ketua PWNU Aceh.

HMI Tegal Kab

Konferwil XIII NU Aceh itu diikuti oleh 23 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh. Forum ini berlangsung di Asrama Haji Banda Aceh sejak Jum’at-Ahad (17-19/4).

Forum ini dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj. Hadir pada malam pembukaan konferwil itu Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar, sejumlah kepala dinas, unsur OKP dan ormas di Aceh, pimpinan dayah, dan undangan lainnya.

HMI Tegal Kab

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Jakfar pada saat sambutan menutup Konferwil XIII NU Aceh berharap agar warga nadhlyin di Aceh menjadikan Aswaja sebagai pedoman dasar dan menjadi khittah perjuangan organisasi tersebut.

“Warga NU harus ikut serta dalam mengawasi program-program pemerintah terutama program di Kementerian Desa PDTT,” kata Marwan.

Marwan di hadapan 5.000 waga NU Aceh mengatakan bahwa kiprah NU sebagai organisasi sosial masyarakat dalam segala aspek kehidupan dari keagamaaan, ekonomi, politik, pendidikan, sosial-budaya, menunjukkan kemajuan yang sangat bagus.?

Penutupan Konferwil itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf, Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, pimpinan dayah, kepala dinas, dan pejabat-pejabat di Aceh lainnya. (Muhadzier/Alhafiz K)

Foto: Tgk. Faisal Ali saat berada di ruang redaksi HMI Tegal Kab. Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tokoh, Hadits, Sunnah HMI Tegal Kab

Minggu, 12 April 2009

Korps Pelajar NU Banjarnegara Ikut Diklatmad

Jakarta, HMI Tegal Kab. Pengurus IPNU dan IPPNU Banjarnegara mendelegasikan 17 anggota Corp Brigade Pembangunan-Korp Pelajar Putri (CBP-KPP) pada pelatihan kader di lapangan sepak bola desa Pangempon kecamatan Bawang, kabupaten Batang. Mereka memilih alumni Diklatama sebagai peserta pada Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Madya (Diklatmad) di Batang.

Diklatmad yang diadakan Dewan Komando Cabang CBP-KPP Batang, berlangsung sejak Rabu hingga Jum’at (18-20/2). Sedikitnya 300 peserta hadir pada Diklatmad bertajuk “Ikhtiyar membentuk kader bangsa yang bertanggung jawab, memiliki jiwa kebangsaan yang tangguh, mencintai lingkungan hidup serta siap membela NKRI”.

Korps Pelajar NU Banjarnegara Ikut Diklatmad (Sumber Gambar : Nu Online)
Korps Pelajar NU Banjarnegara Ikut Diklatmad (Sumber Gambar : Nu Online)

Korps Pelajar NU Banjarnegara Ikut Diklatmad

Selain utusan korps pelajar dari kecamatan di kabupaten Batang, peserta datang dari beberapa kabupaten seperti Pekalongan, Purbalingga, Wonosobo, Blora, Magelang, dan Banjarnegara.

HMI Tegal Kab

Peserta mendiskusikan sejumlah materi seperti akademi kepolisian, PBB dan satlantas, ke-NUan, materi CBP dan KPP, bela Negara, pecinta alam, rescue dan penanggulangan HIV/AID.

“Kami berharap peserta lulusan Diklatmad ini lebih matang baik dalam hal mental maupun materi. Sehingga, mereka ke depan bisa mengembangkan dan berbagi kepada rekan dan rekanita lainnya,” kata Ketua IPNU Banjarnegara Mad Solihin.

HMI Tegal Kab

Pasca UN tingkat SMA mendatang, pelajar NU Banjarnegara berencana mengadakan Diklatama II. Solihin berharap alumni Diklatmad bersedia menjadi panitia Diklatama II. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU, Sunnah HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock