Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur

Jakarta, HMI Tegal Kab. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memenuhi undangan PBNU dalam kapasitasnya sebagai salah seorang mustasyar atau penasehat PBNU dalam rapat tertutup yang berlangsung pada Rabu (16/4).

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur

Kepada para wartawan, ia menegaskan, sama sekali tidak ada pembicaraan politik dalam pertemuan tersebut. “Saya datang ke PBNU bukan hanya sekarang, saya selalu datang kalau diundang,” jelasnya.

Meskipun tidak menjelaskan detail pertemuan tersebut, rapat tersebut merupakan upaya untuk terus meningkatkan kinerja organisasi.?

HMI Tegal Kab

“Saya berdoa NU terus maju dan tambah makmur,” tandasnya.?

JK merupakan putra H Kalla, tokoh NU di Sulawesi Selatan. Dalam penyelenggaraan muktamar ke-32 di Makassar tahun 2010 lalu, ia membantu mensukseskan acara lima tahunan NU tersebut.

HMI Tegal Kab

Ia merupakan salah satu calon presiden yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang pendiriannya difasilitasi oleh PBNU.

KH Said Aqil Siroj yang mendampingi JK menjelaskan, rapat tersebut membahas berbagai persoalan internal organisasi, diantaranya rencana penyelenggaraan musyawarah nasional dan konferensi besar (munas dan konbes) yang akan berlangsung awal Mei mendatang di Jakarta. ?

Rapat tersebut dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj serta para pengurus NU lainnya. (mukafi niam)

Foto: antara

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Pesantren HMI Tegal Kab

Minggu, 04 Maret 2018

Generasi Muda NU Harus Meningkatkan Kapasitas Diri

Batam, NU? Online.

Wakil Ketua Umum PP GP Ansor, Dhohir Farizi, di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (25/11) menegaskan, generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) harus meningkatkan kapasitas diri, satu diantaranya di bidang informasi dan teknologi.

Menurut dia, kader muda NU harus mampu mendapatkan dan mengelola informasi dengan baik, jangan sampai informasi memporakporandakan hubungan seperti diakibatkan media sosial dengan baik.

Generasi Muda NU Harus Meningkatkan Kapasitas Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Muda NU Harus Meningkatkan Kapasitas Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Muda NU Harus Meningkatkan Kapasitas Diri

"Kita telah melewati berbagai fase, kalau tidak up grade pasti akan ketinggalan," ujar pria karib dipanggil Gus Dhohir itu pula.

Ia lalu mencontohkan pola komunikasi, tahun 1970 hingga 2000 yang mengalami perubahan-perubahan.

Menurut dia didampingi jajaran Assisten Informasi dan Komunikasi Satkornas Banser, hal tersebut bukan tren. Tapi kebutuhan eksistensi yang diperlukan seiring kebutuhan zaman.

HMI Tegal Kab

"Kita harus ada, kalau tidak maka akan ? tenggelam," kata dia lagi pada peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III, digelar di Asrama Haji Batam Centre, Engku Putri, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Pada kegiatan bertema Meningkatkan Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa, Gus Dhohir mengingatkan kader Ansor yang mengikuti Susbanpim untuk menjadi pimpinan yang berkarakter.

"Selain itu, jangan tinggalkan NU, alim ulama dan umat. Ansor adalah organisasi yang jelas, kedepan setiap pimpinan, anggota dari pusat hingga ranting bisa diketahui publik," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pesantren, IMNU, Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Jumat, 23 Februari 2018

Usai DKI, Politisasi Agama Potensial Muncul Lagi di Pilkada Jabar

Jakarta, HMI Tegal Kab - Melalui sebuah Halaqah Nasional Hak-hak Kewarganegaraan, Wahid Foundation mengimbau semua kalangan terutama warga Jawa barat untuk mengantisipasi derasnya ujaran kebencian dan politisasi agama pada Pilkada Jabar tahun 2018 mendatang. Sebab kampanye menggunakan isu keagamaan yang digunakan dalam pilkada DKI berpotensi besar digunakan kembali pada Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang.

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi yang hadir sebagai salah seorang pembicara menilai kampanye menggunakan agama sebagai cara kampanye sangat berbahaya terhadap keberagamaan dan kebersamaan.

Usai DKI, Politisasi Agama Potensial Muncul Lagi di Pilkada Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai DKI, Politisasi Agama Potensial Muncul Lagi di Pilkada Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai DKI, Politisasi Agama Potensial Muncul Lagi di Pilkada Jabar

“Jangan lah kampanye menggunakan agama di ruang politik. Itu destruktif, merusak sekali. Itu (kampanye menggunakan agama) tidak pantas,” ujar Kiai Masdar di Swiss-Bell Hotel, Jakarta, Rabu (3/5).

HMI Tegal Kab

Kendati kampanye menggunakan agama disebut cara yang paling “murah” oleh Kiai Masdar, namun kampanye itu menurutnya sangat merugikan. Dampak dari kampanye dengan membenturkan agama bisa menyebabkan terjadinya benturan sosial. Dan jika diulang-ulang dalam jangka waktu yang panjang, kampanye yang disebut sektarian ini dapat mengancam keamanan negara. “Bisa rontok negara ini, jika diterus-teruskan,” tegasnya.

Peneliti Senior Wahid Foundation yang juga merupakan anggota Ombudsman Indonesia Ahmad Suaedy mengungkapkan hal senada. Ia percaya bahwa kebersamaan dan toleransi warga Jawa Barat akan diuji dalam Pilkada Jawa Barat mendatang, terutama jika partai politik masih menggunakan motif keagamaan dalam prosesi kampanye sebagaimana yang terjadi pada pilkada DKI Jakarta.

Ia tak memungkiri bahwa efektivitas kampanye bermotif agama ini cukup tinggi, mengingat keberhasilannya pada pilkada DKI Jakarta. Namun ia mengingatkan adanya ancaman perpecahan yang berpotensi tejadi. “Perpecahan antara agama dan kelompok keagamaan yang terjadi di Jakarta juga bisa terjadi di Jawa Barat ketika Pilkada nanti,” ujar Suaedy.

HMI Tegal Kab

Mengaca dari Pilkada DKI Jakarta dari tiga periode terakhir, Suaedy menunjukkan adanya peningkatan kasus intoleransi di Indonesia. Hal yang paling terasa menjadi pembeda antara Pilkada kali ini dengan Pilkada sebelumnya adalah tingkat kerasnya konflik yang dihasilkan selama Pilkada berlangsung.

“Dalam Pilkada DKI 2017 kerusakan yang ditimbulkan oleh kampanye agama atau sektarianisme lebih dahsyat, sebab sampai merusak mekanisme sosial masyarakat,” jelasnya.

Ia menyontohkan masjid dan musalla yang dalam konteks sosial menjadi intrumen sosial untuk pemersatu masyarakat, dalam Pilkada DKI menjadi ajang kampanye negatif yang merusak komponen kemasyarakatan hingga level paling rendah. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ahlussunnah, Pesantren HMI Tegal Kab

Kamis, 15 Februari 2018

Lesbumi Kediri Gelar Pemeran Lukisan Cekakik Kopi Bertema Gus Dur

Kediri, HMI Tegal Kab

Untuk mengenang jasa-jasa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Kota Kediri yang didukung oleh Pemkot Kediri, PT Gudang Garam Tbk, Radio On, dan Kediri Jaya.com, menggelar kegiatan pameran lukisan Gus Dur dengan bahan dasar cekakik kopi.



Lesbumi Kediri Gelar Pemeran Lukisan Cekakik Kopi Bertema Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi Kediri Gelar Pemeran Lukisan Cekakik Kopi Bertema Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi Kediri Gelar Pemeran Lukisan Cekakik Kopi Bertema Gus Dur

Pameran resmi dibuka oleh Agus Sunyoto, Wakil Ketua Lesbumi NU, pada Ahad (25/7) kemarin, dan akan berlangsung hingga Rabu (28/7) di Musium Mastrip Perpustakaan Umum Kota Kediri JL Diponegoro.

Acara yang juga dihadiri Pendeta Kabul dari Gereja GBI Getsamani Kediri ini menarik perhatian publik khususnya warga Kota Kediri yang berduyun-duyun datang ke lokasi pameran.

HMI Tegal Kab

“Ini sungguh luar biasa – saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Gus Dur adalah bapak bangsa dan perekat antar umat beragama,” kata Pendeta Kabul seperti dikutip www.kedirijaya.com.

HMI Tegal Kab

Dalam acara ini juga dilaksanakan demo melukis dengan menggunakan bahan dasar cekakik kopi oleh pengunjung.

Bertempatan dengan bulan Jadi Hari Kota Kediri yang ke-1131, 70 lukisan akan dipamerkan, termasuk koleksi lukisan cekakik konjen Jepang di Surabaya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Pesantren HMI Tegal Kab

Rabu, 14 Februari 2018

Organisasi seperti Tumpeng, Begini Cara Mengurusnya

Jakarta, HMI Tegal Kab. Dewan Pembina Pimpinan Pusat Pagar Nusa KH Fuad Anwar meminta agar mengurus organisasi pencak silat di NU itu dengan pengibaratan nasi tumpeng. Ia menyampaikan hal itu pada istighasah rutin Selasa Kliwon di masjid An-Nahdlah, lantai dasar gedung PBNU, Jakarta, Selasa malam (21/1).

Menurut dia, nasi tumpeng itu pada bagian bawah terdapat beragam lauk-pauk, mulai daging ayam, kacang-kacangan, telor, lalapan, sambal, sampai urab. “Di tubuh Pagar Nusa itu pun seperti itu, di bagian bawah terdapat beragam anggota beraneka ragam,” katanya di hadapan puluhan pengurus.

Organisasi seperti Tumpeng, Begini Cara Mengurusnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi seperti Tumpeng, Begini Cara Mengurusnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi seperti Tumpeng, Begini Cara Mengurusnya

Tapi, semakin ke atas dari nasi tumpeng itu semakin mengerucut. “Pada pucuk tumpeng itulah posisi seorang pemimpin. Pemimpin harus memahami dan mengayomi keberagaman di bagian bawah organisasi,” jelasnya. ?

HMI Tegal Kab

Dengan pola semacam itu, kata mantan Ketua Umum PP Pagar Nusa periode sebelumnya tersebut, organisasi silat yang didirkan 28 tahun lalu itu bisa beragam dalam satu kesatuan. Fuad sangat menekankan sekali tentang kemenyatuan ini .

Kemenyetuan itu, tegas dia, harus diorganisir dengan baik. Ia kemudian memperkuat pernyataannya dengan mengutip sebuah peribahasa Arab. “Islam tidak akan sempurna kalau tidak diorganisir. Pengorganisiran tidak akan berjalan kalau pengurusnya tidak mengurus,” tegasnya.

HMI Tegal Kab

Kepengurusan pun, tambah dia, tidak akan bermanfaat kalau tidak bersatu dalam ketaaatan terhadap aturan organisasi.

Selain sebagai rutinan Selasa Kliwonan, potong tumpeng itu merupakan tasyakuran PP Pagar Nusa selepas sukses dua bedah buku di gedung PBNU, Selasa sore (21/1). Potong tumpeng dilakukan Sekretaris Jenderal PP Pagar Nusa M. Nabil Harun. Potongan tumpeng itu ia berikan kepada Ketua Umum PP Pagar Nusa Aizuddin Abdurrahman dan KH Fuad Anwar. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Doa, Pesantren HMI Tegal Kab

Selasa, 06 Februari 2018

Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an

Magetan, HMI Tegal Kab. Kiai Sholikhin menjelaskan, kenduri tahlilan yang biasa dilakukan masyarakat pada hakikatnya adalah dzikir kepada Allah SWT. Dalam Al-Quran dzikir diperintahkkan melalui ayat “fadzkurullaha dzikron kasira”(perbanyaklah dzikir kepada Allah).

Ia menambahkan, dalam tahlilan juga ada bacaan tasbih yang diperintahkan Al-Quran pada ayat “fasabihu bukrota waashila”. Juga shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta bacaan lain yang diperintahkan dalam Al Qur’an.

Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an

Meski demikian, Kiai Sholikhin menganjurkan agar warga masyarakat, khususnya orang NU juga harus menyadari imbauan secara langsung tentang tahlilan di dalam Al Qur’an tidak ada. ”Tidak ada ayat yang mengimbau secara langsung untuk tahlilan misal yaayuhaladzina amanu hallilu tahlillan, tidak ada,” tegasnya pada pengajian di halaman kator PCNU Magetan, Ahad (8/6).

HMI Tegal Kab

Kemudian ia menukil perkataan kiai Mukhtar Syafa’at Blok Agung Banyuwangi yang mengumpamakan tahlilan dan Al Qur’an itu seperti wedang jahe dan air sumur.

HMI Tegal Kab

“Kulo nante mireng dawuhe almaghfurlah kiai Mukhtar Syafa’at nyontoheke sing cocok antarane Al Qur’an karo tahlilan iku koyok banyu sumur karo wedang jahe. Wedang jahe itu tahlilan, Al Qur’an itu air sumur.”

Kiai asal Surabaya tersebut menjelaskan maksud perkataannya, “jika kamu hendak mencari wedang jahe di sumur maka tak akan ketemu sampai kapan pun, tapi sadarilah bahwa wedang jahe ini airnya berasal dari air sumur.”

Hal ini, tambah dia, sama ketika mencari perintah tahlilan di dalam Al Qur’an, maka tidak akan ketemu, namun harus diketahui bahwa isi bacaan tahlilan itu berasal dari perintah Al Qur’an. (?Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Pesantren, Humor Islam HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Lima Pesan Gus Mus untuk Ketua Umum GP Ansor Terpilih

Pringsewu, HMI Tegal Kab. Terpilihnya Yaqut Cholil Qoumas sebagai ketua umum Gerakan Pemuda Ansor periode 2015-2010 membuat KH Mustofa Bisri (Gus Mus) bingung untuk mengucapkan "selamat" atau "belasungkawa" kepada keponakannya tersebut.

Lima Pesan Gus Mus untuk Ketua Umum GP Ansor Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Pesan Gus Mus untuk Ketua Umum GP Ansor Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Pesan Gus Mus untuk Ketua Umum GP Ansor Terpilih

Gus Mus menilai bahwa jabatan dan kedudukan lebih sebagai sebuah cobaan dari pada sebuah nikmat.? "Jabatan dan kedudukan merupakan amanah dan tanggung jawab. Bukan anugerah yang patut diharap-harap," demikian pernyataannya melalui akun media sosialnnya, Sabtu (28/11/15).

Oleh sebab itu, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang ini mengingatkan kepada Gus Tutut,? sapaan akrab Yaqut Cholil Qoumas, beberapa poin pesan sebagai modal dalam menahkodai GP Ansor selama lima tahun mendatang.

HMI Tegal Kab

Pertama, ia mengingatkan agar Gus Tutut memprioritaskan pengaderan di organisasi sekaligus sebagai pengaderan bagi diri Gus Tutut pribadi untuk menjadi Pemimpin. Kedua, Gus Mus mengingatkan Gus Tutut untuk menjadikan kepemimpinan Rasulullah SAW sebagai contoh.

"Rasulullah SAW adalah pemimpin yang menyintai dan dicintai umatnya. Pemimpin yang ikhlas melayani umat yang dipimpinnya dan mendahulukan kepentingan mereka dari pada kepentingan dirinya sendiri. Pemimpin yang mengarahkan, bukan menyesat-nyesatkan. Pemimpin yang ditaati karena dicintai, bukan karena ditakuti," terangnya.

HMI Tegal Kab

Ketiga, Gus Mus mengharapkan kepada Gus Tutut untuk senantiasa memikirkan dan mengupayakan agar GP Ansor dan warganya bisa benar-benar mandiri. Keempat. Gus Mus mengingatkan kepada Gus Tutut untuk mempertahankan keyakinan dan ajaran sesepuh dalam hal berislam ala Ahlissunnah wal Jamaah dan pemahaman Islam Rahmatan lil Ãlamïn serta berIndonesia dengan cerdas, santun, dan arif.

Pesan terakhirnya bagi Gus Tutut adalah agar Ia tidak pernah lupa memohon pertolongan Allah dalam setiap upaya dan langkah dalam memimpin GP Ansor ke depan. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ahlussunnah, Pesantren HMI Tegal Kab

Jumat, 12 Januari 2018

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria

Lampung, HMI Tegal Kab 

Panitia Nasional Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU)  2017 menggelar seminar Pra Munas-Konbes di Bandar Lampung, Sabtu (4/11).

Hadir pada acara ini, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin, sejumlah Pengurus PBNU, panitia Munas-Konbes NU 2017, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH RM. Sholeh Bajuri, dan lain-lain. 

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria

Sementara kegiatan Pra-Munas ini diikuti oleh PWNU dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Lampung, PWNU se-Sumatera, PWNU DKI Jakarta, PWNU Banten, dan PWNU Jawa Barat.

Diskusi yang dijadwalkan dari pagi sampai malam hari ini, dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama mengangkat tema Penguatan Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama. Sementara sesi kedua mendiskusikan Reforma Agraria untuk Pemerataan Kesejahteraan Warga.

Hadir sejumlah pembicara, Ketua PBNU H Muhammad Nuh, Aji Hermawan, Gojek /Buka Lapak, Wakil Ketua Umum PBNU H. Mochammad Maksum Machfoedz, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan A. Jalil, dan Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika. 

HMI Tegal Kab

Wakil Ketua Panitia Nasional Munas-Konbes NU 2017 H Robikin Emhas saat membuka acara, mengatakan, tema agraria diangkat karena Indonesia  tidak bisa lepas sebagai negara agraria. Menurutnya, jika reforma agraria, infrastruktur, obat-obatan dan lain-lain dikawal secara baik, kesenjangan akan menurun.

HMI Tegal Kab

"Insyaallah tingkat kesenjangan ekonomi di Indonesia akan berkurang secara signifikan," katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Bahtsul Masail, Pesantren HMI Tegal Kab

Selasa, 09 Januari 2018

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan

Balikpapan, HMI Tegal Kab. Liga Santri Nusantara kembali digelar pada tahun 2016. Setelah tahun sebelumnya LSN diikuti oleh 184 pesantren Pesantren, pada pelaksanaan LSN tahun ini akan diikuti oleh 1.024 Pondok Pesantren di Indonesia.

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan

Menurut Ketua Liga Santri Nusantara Abdul Ghaffar Rozin, pembukaan kick off secara nasional akan dilangsungkan di Balikpapan pada 19 Agustus 2016. "Tepatnya di Stadion Persiba Balikpapan," katanya.

Lelaki yang akrab disapa Gus Rozin ini melanjutkan, pada pembukaan kick off LSN 2016 akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Gubernur Kalimantan Timur, Wali Kota Balikpapan, dan kiai/tokoh Pondok Pesantren di Balikpapan.

"Ini akan menjadi langkah baik bagi santri yang memiliki skill dan semangat olahraga yang cukup menjanjikan bagi masa depan persepakbolaan Indonesia," tegasnya.

Sedangkan, menurut Sekretaris LSN Koirudin Abbas mengatakan, kick off pembukaan LSN secara nasional dilakukan secara unik dan kreatif. "Kalau biasanya, kick off dalam dunia sepak bola dibuka dengan tendangan, pada kali ini dilakukan dengan menabuh bedug sebanyak lima buah," tambah pria yang akrab disapa Cak Din ini.

HMI Tegal Kab

Selain itu, lanjut Cak Din, pertunjukan kesenian khas dunia pesantren akan diperlihatkan pada kick off LSN tahun ini. Mulai dari seni hadrah sampai pertunjukan pencak silat yang dibawakan oleh Pagar Nusa.

"Bahwa santri merupakan bagian terpenting menjaga tradisi Indonesia. Dan melalui sepak bola, santri dan pesantren akan memajukan dunia olahraga Indonesia. Liga Santri ini milik seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Pada laga pembukaan kick off Liga Santri Nusantara 2016 ini akan mempertemukan Ponpes Naam dan Ponpes Al Muhajirin yang masing tim berasal dari Regional Kalimantan I yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Selain itu, pada pembukaan kick off LSN 2016 ini akan ada pertandingan eksebisi antara Tim PON Kaltim berhadapan dengan Tim PON Jabar. (Rizam Syafiq/Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh, Pesantren, Kajian Sunnah HMI Tegal Kab

Kamis, 04 Januari 2018

PBNU Serukan Warga Peringati Hari Santri 22 Oktober

Brebes, HMI Tegal Kab. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rais PBNU KH Mustofa Aqil Siraj menyerukan kepada masyarakat muslim, khususnya warga NU, untuk memperingati hari santri pada 22 Oktober 2015 mendatang. Dengan peringatan tersebut, selain membangkitkan patriotisme, diharapkan para santri, alumni pesantren, dan masyarakat muslim secara umum mampu mengimplementasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-sehari.

PBNU Serukan Warga Peringati Hari Santri 22 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Warga Peringati Hari Santri 22 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Warga Peringati Hari Santri 22 Oktober

“Presiden mengesahkan ataupun tidak, kami menyerukan pada Nahdliyin untuk menyosialisasikan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri nasional,” kata Mustofa saat menyampaikan ceramah pada silaturahmi Jamiyah Qura Wal Hufadz (JQH) tingkat Kabupaten Brebes di Pondok Pesantren Umul Mahasin Jatibarang Kidul, Jatibarang Brebes, Ahad (11/10).

Sosialisasi, kata Mustofa, bisa dilakukan dengan memasang spanduk di berbagai tempat strategis, memasang iklan di media mawssa, media sosial maupun menyelenggarakan peringatan melalui pengajian-pengajian di internal NU.

HMI Tegal Kab

Nilai kejuangan santri saat mempertahankan Negara Kesatuan RI patut diapresiasi dengan menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Kiai Mustofa mengkisahkan, 70 tahun lalu, tepatnya 21-22 Oktober 1945, wakil-wakil dari cabang NU di seluruh Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya. Dipimpin langsung oleh Rois Akbar NU Hadrotus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, dideklarasikanlah perang kemerdekaan sebagai perang suci alias jihad. Belakangan deklarasi ini populer dengan istilah Resolusi Jihad.

HMI Tegal Kab

Segera setelah itu, ribuan kiai dan santri bergerak ke Surabaya. Dua minggu kemudian, tepatnya 10 November 1945, meletuslah peperangan sengit antara pasukan Inggris melawan para pahlawan pribumi yang siap gugur sebagai syahid. Inilah perang terbesar sepanjang sejarah Nusantara. Meski darah para pahlawan berceceran begitu mudahnya dan memerahi sepanjang kota Surabaya selama tiga minggu, Inggris yang pemenang Perang Dunia II itu akhirnya kalah.

Penghafal al-Qur’an di Brebes

Di luar seruan memperingati hari santri, di hadapan penghafal al-Qur’an itu, Kiai Mustofa juga menyampaikan bahwa para hafidz dan hafidzah merupakan manusia pilihan yang diberi keistimewaan langsung oleh Allah SWT. Karena al-Qur’an itu sendiri sangat suci dan terjaga kemurniannya. “Semoga Brebes menjadi daerah yang barokah karena banyak penghafal al-Qur’annya,” tutur Kiai Mustofa.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyatakan, sangat berterima kasih kepada para hafidz-hafidzah yang telah membangun hati, membangun sumber daya manusia. Brebes yang saat ini sedang dilanda kekeringan, mudah-mudahan akan tercurahkan hujan. Hujan yang mengandung rahmat dan barokah bagi warga Brebes. “Sebanyak 60 persen penduduk Brebes berkecimpung di dunia pertanian, maka turunnya hujan setelah dibacakannya Quran, sangat membawa kemaslahatan bagi warga Brebes,” harapnya.

Selaku pemerintah, lanjut Idza, sangat berperhatian sekali kepada ulama Brebes. Terbukti sebanyak 20 ribu ulama Brebes telah mendapatkan perhatian bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Brebes. “Termasuk 850 hafidz-hafidzah se-Kabupaten Brebes setiap tahun mendapatkan dana stimulant Rp 750 per orang,” ungkapnya.

Setiap kamis malam jumat, sambung Bupati, di Pendopo Bupati Brebes selalu digelar Semaan Al-Qur’an oleh 30 Khafidz-khafidzah. “Masing-masing Khafidz-hafidzah membaca 3 juz, jadi setiap malam jumat, pendopo Bupati menghatamkan 90 juz,” tuturnya.

Ketua PC NU Brebes KH Athoillah Syatori menuturkan, JQH merupakan salah satu badan otonom di struktur NU. Keberadaan JQH Brebes sangat dinamis dan tertata rapi keanggotaanya. Karena mereka merupakan orang-orang saleh saleha, terbukti mampu menghafal Al-Qur’an. “Keanggotannya benar-benar valid, karena siapa yang mau mengaku mampu menghafal-Qur’an karena pasti ketakutan kalau dites bila tidak bisa,” ungkapnya.

Sekretaris PC JQH Kabupaten Brebes Misbahudin Al Hafidz menjelaskan, silaturahmi selain diisi dengan pengajian juga digelar seaman Al-Qur’an di 133 majelis di masjid dan Mushola di Jatibarang Kidul dan Jatibarang Lor. “Tahun ini merupakan kali kelima penyelenggaraan Silaturahmi dengan melibatkan 780 hafidz hafidzah se Kabupaten Brebes,” pungkasnya. (Wasdiun/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pesantren HMI Tegal Kab

Selasa, 19 Desember 2017

PPM Aswaja Gelar Kongkow Sufi Bareng KH Luqman Hakim

Jakarta, HMI Tegal Kab. Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) aswaja menyelenggarakan kajian Islam yang menyasar segmen pada kaum muda pekerja di kawasan jabodetabek bertempat di Kafe Sere Manis lantai 3 Sabang, Jakarta Pusat dan kajian tersebut dipimpin oleh KH Luqman Hakim yang dikemas dalam program Kongkow Sufi.

PPM Aswaja Gelar Kongkow Sufi Bareng KH Luqman Hakim (Sumber Gambar : Nu Online)
PPM Aswaja Gelar Kongkow Sufi Bareng KH Luqman Hakim (Sumber Gambar : Nu Online)

PPM Aswaja Gelar Kongkow Sufi Bareng KH Luqman Hakim

Kiai Luqman mengatakan, di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka seluruh tubuh juga baik. Jika segumpal daging itu rusak, maka seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati. Yakin itu letaknya didalam hati atau qalbu.?

“Dari hati itulah semua berawal dan menjadi dasar semua tindakan dan perbuatan manusia. Sebagai hamba yang beriman kita harus yakin dan percaya bahwa setiap mahluk Allah pasti akan diberi rizki oleh Allah,” ujar Pakar Tasawuf ini.

Yakin atas rizki Allah bisa diawali dengan Berprasangka baik kepada Allah atau husnudzon billah. Prasangka baik kepada Allah adalah kunci awal untuk menggapai kebahagiaan dan ketenangan hati kita karena Allah itu tergantung prasangka hambanya. Kata Ibnul Qoyyum, husnudzon billah huwa husnul amal ? bahwa berprasangka baik kepada Allah adalah termasuk amal baik.?

HMI Tegal Kab

“Seorang hamba disebut ber-husnudzon manakala ia beranggapan bahwa Allah mengasihinya, memberi jalan keluar dari kesulitan dan kegundahannya. Ber-husnudzon kepada Allah itu wujudnya dengan cara melakukan amal sholeh bukan dengan berangan-angan,” katanya.

Ikhtiyar

Allah mewajibkan atas kaum Muslim untuk melakukan upaya atau ikhtiyar (amal) adapun hasilnya, lebih tergantung pada prosesnya. Dalam tiap amal, menurutnya, ada dua hal yang harus diperhatikan syariat yaitu niat ikhlas karena Allah dan cara yang benar sesuai aturan dan rambu-rambu yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Karenanya Allah tidak mewajibkan kita untuk kaya, tidak pula mewajibkan miskin tapi Allah mewajibkan kita agar kita berupaya mencari nafkah dengan cara yang benar dan halal. Allah pun tidak mewajibkan menikah, juga tidak mewajibkan membujang yang Allah wajibkan menjaga diri dari maksiat dalam prosesnya. Oleh sebab itu menjadi penting sekali menjaga kemurnian proses ini, menjaga niat dan cara kita dalam proses ikhtiyar itu ? karena tiada berguna hasil bila niat dan prosesnya salah.

Fenomena banyaknya orang yang percaya terhadap kemampuan penggandaan uang Kanjeng Dimas Taat Pribadi adalah cermin dari manusia yang terlalu mengagungkan hasil dan tidak peduli dengan prosesnya. “Orang-orang yang menginginkan hasil yang serba instan dan cepat. Budaya instanisme telah menutup hati mereka bahwa segala sesuatu itu butuh proses atau ikhtiyar,” jelasnya.

HMI Tegal Kab

Syukur

Kiai Luqman juga menerangkan, setelah hati meyakini bahwa Allah maha pemberi rizki kepada semua makhluknya dan telah melakukan ikhtiyar dengan makismal dan baik, maka langkah dan tahap berikutnya adalah tawakal dan bersyukur kepada Allah. Tawakal berarti menyerahkan segala urusan dunia kepada Allah SWT.?

Tidak mengandalkan dirinya sendiri dalam setiap usaha karena mereka sadar atas ketidakmampuan anggota tubuh untuk mengerjakan sesuatu hal dan mencapai kesuksesan, semua adalah atas kehendak Allah SWT. Tawakal berarti pula menggantungkan seluruh urusan hanya kepada Allah, bukan yang lain bahkan dalam masalah rezeki.?

Sedangkan bersyukur adalah suatu keadaan di mana seseorang berada di puncak tawakalnya, karena dari sini bisa tergambar kepuasan hati seorang hamba. Maka syukur ini dilakukan tidak hanya ketika apa yang kita usahakan telah diraih, tetapi juga pada saat usaha yang kita lakukan belum membuahkan hasil, tentunya dengan prasangka bahwa Allah telah menyiapkan yang sesuatu yang lebih baik dari ini.

“Manusia dalam setiap melakukan segala proses dalam dirinya baik yang berupa pekerjaan hati maupun fisik harus selalu dalam bingkai dan prinsip Minallah (dari Allah), Maallah (bersama Allah) dan Ilallah (hanya Kepada dan untuk Allah). Dengan tiga kunci itulah maka hati kita akan tenang dan tentram,” tandasnya. (Akhlis/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Pesantren, Olahraga HMI Tegal Kab

Rabu, 06 Desember 2017

Rakernas IPNU Dorong Semua Tingkatan Intensifkan Kaderisasi

?Jakarta, HMI Tegal Kab - Rapat Kerja Nasional Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengamanahkan semua tingkatan kepengurusan pelajar NU untuk merekrut dan memperkuat kader. Pimpinan Pusat IPNU sendiri ke depan juga menggelar kaderisasi untuk memperkuat sistem kaderisasi.

Pembukaan Rakernas dihadiri seluruh PW IPNU se-Indonesia, pemenang lomba essai IPNU, dan ratusan kader IPNU lainnya di The Paragon Hotel, Menteng? Jakarta Pusat, Jumat (9/12).

Rakernas IPNU Dorong Semua Tingkatan Intensifkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas IPNU Dorong Semua Tingkatan Intensifkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas IPNU Dorong Semua Tingkatan Intensifkan Kaderisasi

"D?alam forum Rakernas IPNU di Jakarta ini, berbagai upaya ?dirumuskan untuk mendorong regulasi baru IPNU ke depan," ujar Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid.

Asep menuturkan, Rakernas ini juga akan menetapkan ?regulasi kaderisasi. Semua regulasi dalam rakernas ini dapat dilaksanakan di setiap tingkatan organisasi IPNU.

HMI Tegal Kab

?"Nantinya yang menjalankan kaderisasi bukan hanya pada tingkatan bawah, tapi PP IPNU juga akan melaksanakan kaderisasi," tuturnya.

?Pimpinan Pusat IPNU ke depan menyelenggarakan latihan fasilitator (Latfas). Fasilitator nasional dihadirkan untuk menunjang kaderisasi sehingga penguatan kader berjalan maksimal. ?Di samping itu, IPNU harus me?mosisikan diri sebagai bagian dari komponen generasi muda untuk menata sikap dan gerakan dalam membentengi kader dari ancaman keharmonisan kebhinekaan.

HMI Tegal Kab

?"Di tengah semakin banyak kompetitor berhaluan kanan, IPNU harus dengan menata lebih baik dengan memperkuat organisasi," tambahnya.

Peserta rakernas akan mematangkan penguatan organisasi IPNU pada masa tiga tahun ke depan. IPNU akan mengembangkan hal yang positif untuk kebaikan organisasi ke depan terutama dalam penguatan pengembangan kader di semua tingkatan.

"Kita ingin IPNU menjalankan kaderisasi dengan massif ditambah pemberdayaan kader secara berkelanjutan," pungkasnya.

?Katib Syuriyah PBNU Saadullah Affandi? mengatakan, dirinya mengikuti IPNU di Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon sekitar tahun 1989. Menurutnya, sudah saatnya IPNU membela kepentingan pelajar terutama dalam mengawal isu Full Day School (FDS).

"IPNU harus terus berjuang membela kepentingan pelajar, ditambah dengan ?memperjuangkan nilai Aswaja, ke-NUan, dan lainnya," katanya.

?"Kepimpinan tidak bisa jalan tanpa adanya loyalitas. I?PNU harus jadi garda terdepan kaderisasi tetap mempertahankan loyalitas nahdilyin?," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Pesantren, Hikmah HMI Tegal Kab

Selasa, 05 Desember 2017

Wabup Brebes Minta Pemuda NU Saling Memperkuat Barisan

Brebes, HMI Tegal Kab. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE sebagaimana disampaikan Wakil Bupati Brebes Narjo mengatakan, peradaban manusia bergeser mengarah pada perubahan perilaku generasi muda. Yang tadinya senang hidup bergotong royong, kini nafsi-nafsi. Persatuan dan kesatuan kendur dan rasa harga menghargai juga banyak yang luntur.

Narjo meminta kepada anak muda NU yang tergabung di Gerakan Pemuda Ansor dan Banser, jangan sampai goyah meskipun perkembangan zaman terus berubah. Banser dan GP Ansor harus saling kuat mengkuatkan dalam satu barisan.

Wabup Brebes Minta Pemuda NU Saling Memperkuat Barisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Brebes Minta Pemuda NU Saling Memperkuat Barisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Brebes Minta Pemuda NU Saling Memperkuat Barisan

“Perubahan perilaku harus disikapi, bukan dihindari,” demikian harapannya saat membuka Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser-GP Ansor se-Kecamatan Wanasari dan Bulakamba, di Pantai Randusanga Indah (Par In), Brebes, Jawa Tengah, padaSabtu (15/2).

HMI Tegal Kab

Menurutnya, generasi muda yang tergabung dalam Banser dan GP Ansor merupakan sosok pemuda yang ikhlas dan penuh perjuangan serta rela berkorban untuk bangsa dan negara. Dalam pengabdiannya, terlihat sepi ing pamrih rame ing gawe.

“Saya salut dengan kiprah Banser-Ansor dalam turut membangun Brebes dan NKRI,” kata Narjo yang juga masih tercatat sebagai anggota PC Ansor Kab Brebes itu.

HMI Tegal Kab

Lewat Diklatsar, Narjo berharap bisa mengambil manfaat dan memantapkan diri sebagai kader yang berkualitas. Dalam artian, bisa membangun daerahnya, menjadi pengawal ulama dan turut serta menjaga keutuhan NKRI.

Ketua Panitia Diklatsar Lutfi Nazarudin menjelaskan, kegiatan diikuti 275 orang kader banser-ansor. Mereka berasal dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Wanasari sebanyak 155 orang dan dari PAC Bulakamba sebanyak 120 orang.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk perkemahan, berlangsung selama 2 hari. Adapun materi yang bakal diterima para peserta antara lain tentang Dasar-dasar kepemimpinan, Banser, Ansor, NU dan NKRI, Penanggulangan Bencana, PBB, bela diri dan lain-lain.

Sebagai instruktur dari Kodim 0713 Brebes, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, SAR, PC NU, PC Ansor dan berbagai pihak terkait.

Anton, salah seorang peserta dari Bulakamba mengaku senang mengikuti kegiatan Diklatsar. Selain belum pernah mengikuti, juga bagi dia sangat menyenangkan. Karena mendapat pengalaman baru dan mengerti arti pentingnya gotong royong dan hidup saling membantu.

Dalam pembukaan, ditampilkan atraksi kekebalan tubuh dan bela diri dari Banser? yang sudah terlatih. Antara lain pencak silat, berjalan-jalan diatas pecahan beling (barang pecah belah) dan disiram dengan air keras.? (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sejarah, Pesantren HMI Tegal Kab

Senin, 04 Desember 2017

Perguruan Tinggi di Indonesia Defisit 15.000 Guru Besar

Tengerang Selatan, HMI Tegal Kab. Masih kurangnya dosen yang sudah mencapai guru besar atau profesor menjadi perhatian serius pemerintah. Hal ini berkaitan dengan peningkatan kualitas kelimuan di kampus dan penelitian beserta publikasinya di jurnal bereputasi nasional dan internasional.

Perguruan Tinggi di Indonesia Defisit 15.000 Guru Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Perguruan Tinggi di Indonesia Defisit 15.000 Guru Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Perguruan Tinggi di Indonesia Defisit 15.000 Guru Besar

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menjelaskan bahwa saat ini Indonesia membutuhkan 15.000 guru besar untuk mengisi berbagai disiplin ilmu di perguruan tinggi, khususnya profesor bidang pendidikan agama Islam yang masih minim.

Direktorat PAI Kementerian Agama merilis bahwa guru besar PAI di perguruan tinggi umum (PTU) saat ini hanya berjumlah 8 orang. Jumlah tersebut menurut Kamaruddin sangatlah kurang mengingat pelajaran agama saat ini menjadi tonggak penting di tengah arus paham ekstrem.

“Saat ini agama menjadi isu sentral sekaligus tantangan nasional. Butuh dosen berkualitas,” ujar guru besar UIN Alauddin Makassar ini, Senin (29/5) di Bintaro, Kota Tangerang Selatan dalam program pendampingan guru besar bagi dosen PAI di PTU.

HMI Tegal Kab

Kamaruddin menjelaskan perbandingan antara komposisi guru besar di negara maju dan di Indonesia. Rekrutmen guru besar di luar negeri melalui sistem lelang. Di sana, satu program studi (Prodi) di sebuah perguruan tinggi dipimpin oleh satu orang guru besar atau profesor.

“Di Indonesia perbandingan Prodi dan guru besar sangat jauh,” jelas Doktor lulusan Universitas Bonn Jerman ini didampingi Kasubdit PAI pada PTU, Nurul Huda.

Ia menambahkan, di negara maju profesor merupakan representasi program studi. Artinya ada sebuah sosok ilmuwan yang mempunyai otoritas bagi pengembangan ilmu di bidangnya masing-masing yang menjadi tanggung jawab seorang profesor.

HMI Tegal Kab

Kamaruddin menekankan bagi setiap dosen agar terus melakukan penelitian serius di bidang keilmuannya. Karena menurutnya, saat ini seolah para dosen mengalami defisit penelitian sehingga level guru besar sulit dicapai.

 

“Di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dari 31.055 dosen pada 699 PTKI ternyata yang telah menjadi guru besar hanya 400-an guru besar,” terangnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pesantren, Ulama HMI Tegal Kab

Kamis, 30 November 2017

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan

Semarang, HMI Tegal Kab

Mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Prof Dr Imam Suprayoga menyatakan, sistem pendidikan di Indonesia telah salah besar karena meninggalkan pola pesantren. Ia katakan, pendidikan terbaik adalah model pondok pesantren. Maka jika ingin sekolah atau perguruan tinggi menghasilkan lulusan terbaik, buatkan dengan mengikuti model pesantren.

Namun, pesantren juga perlu dikembangkan manajemennya atau bidang entrepreneurshipnya. Beberapa kekurangan di lembaga pesantren seperti tata administrasi juga perlu dibenahi agar semakin sempurna kebaikannya

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan

Guru  besar yang semasa menjadi rektor UIN Malang mengasramakan 4 ribu mahasiswanya ini menyatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam Seminar Entrepreneur & Soft Launching 50 Tahun Dies Natalis IKIP Veteran (Ivet) Semarang, di Auditorium kampus tersebut di Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Selasa, (23/2/2016).

"Filosofi pendidikan itu harusnya menunggui murid sepanjang masa belajar. Seperti ayam betina mengerami telurnya. Maka guru maupun lembaga pendidikan perlu menerapkan pola pengasuhan. Dan itu berarti memakai pola pondok pesantren," ujar guru dosen senior yang pernah 41 tahun menjadi kepala madrasah dan sekolah di Jawa Timur ini.

Ia jelaskan, pesantren menerapkan pendidikan kepada hati. Kepada jiwa. Mendidik akhlak agar sempurna mulia. Hasilnya, tidak hanya hati yang menjadi bercahaya, melainkan otak juga cemerlang. Terbukti, diungkapkannya, semua lulusan terbaik setiap wisuda sarjana di UIN Malang selalu mahasiswa yang tinggal di asrama mahasiswa. Di pesantren kampus. Dan hampir semuanya hafal Al-Quran.

HMI Tegal Kab

"UIN Malang mengasramakan mahasiswa dengan maksud mengontrol belajar mereka agar lulus cepat dengan nilai bagus. Ternyata dengan pola pondok pesantren yang menekankan aspek moral, kami dapat bonus. Para mahasiswa yang adalah santri itu tidak hanya menjadi pintar akademiknya, melainkan juga hafal kitab sucinya. Jadi karena mereka menghafalkan Al-Quran, otaknya jadi encer dan ilmu begitu mudah dikuasai," tuturnya disambut tepuk tangan hadirin.

Imam menceritakan, dulu semasa ia pertama menjadi rektor, UIN Malang adalah kampus kecil kelas ndeso. Namanya Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Malang. Mahasiswanya hanya sedikit dan hanya berasal dari Malang dan sekitarnya. Dosennya hanya 43 orang dan sudah tua semua. Enam bulan diberi tugas mengajar, sudah tujuh orang yang meninggal dunia.

HMI Tegal Kab

Lalu dengan keyakinan kuat, ia ajak seluruh elemen kampus untuk memajukan almamater. Caranya dengan mengamalkan sebuah hadis Rasulullah tentang perlunya memiliki tamu yang banyak, karena tamu membawa berkah.

"Kami dulu kampus kecil tidak terlihat. Lalu kami bertekad maju, kami buat agar punya banyak tamu. Dengan mencari celah apapun yang bisa mengundang orang mau datang bertamu. Alhamdulillah hasilnya nyata," paparnya.

Kepada para kepala SMK berbasis pesantren yang hadir dalam seminar tersebut Imam memberi saran, setiap SMK harus mencari dan menonjolkan keunikan masing-masing agar mengundang datangnya tamu. Tamu yang banyak akan membuat para pegawai, dosen, dan mahasiswa bangga. Lalu bersemangat ingin menunjukkan yang terbaik kepada para tamunya. Jadi, tanpa diceramahi rektor, seluruh elemen kampus bergerak, berimprovisasi untuk kemajuan kampusnya. Itulah kunci awal perkembangan.

Pentingkan bahasa asing

Imam mengaku heran dengan para pemangku perguruan tinggi. Semua mengeluh soal kurangnya penguasaan bahasa asing para dosen maupun mahasiswa, tapi tak ada upaya serius mengurai masalah itu. Sehinga seolah semua menjadi jeleh  tidak tahu apa yang harus diperbuat. Hanya berhenti pada keluhan.

Maka iapun membuat gebrakan. Ia langgar silabus dan kurikulum pergurutan tinggi. Jam kuliah bahasa asing di IAIN Malang (kini UIN Malang) dia ubah dari 2 jam seminggu menjadi minimal 4 jam setiap hari. Dia wajibkan mahasiswa baru masuk asrama, wajib mengikuti pelajaran bahasa asing mulai jam 14 sampai malam. Wajib menjadi santri yang aktif berbincang dalam bahasa asing di bawah pengawasan pengasuh asrama.

Hasilnya, kata dia, seluruh mahasiswa mampu berbahasa asing bagus minimal satu bahasa asing. Banyak yang menguasai dua atau lebih bahasa asing. Bahkan rata-rata bisa menulis skripsi dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing. Satu orang diantaranya menulis skripsi dalam sembilan bahasa.

"Program kami, minimal bahasa Arab dan Inggris harus menjadi kompetensi setiap lulusan UIN Malang. Alhamdulillah kami cukup berhasil. Mahasiswa kami yang dari luar negeri saja berasal dari 32 negara," ucapnya bangga.

Didik hati, hasilkan profesionalisme

Lebih lanjut Imam memaparkan, mendidik hati manusia, menempa ruh mereka, akan menghasilkan jiwa yang profesional. Dan itulah yang sangat dibutuhkan dalam dunia entrepreneur. Jika orang butuh pegawai yang profesional, jangan mencari dari lulusan manajemen "sekular" tetapi carilah dari orang yang ditempat dengan pendidikan rohani.

Ia ceritakan, Ponpes Sidogiri Pasuruhan punya lembaga keuangan Baitul Mal wa Tamwil (BMT) yang asetnya Rp 16 triliun. Padahal di pesantren itu tidak ada sekolah manajemen keuangan atau fakultas ekonomi jurusan perbankan. Sedangkan Universitas Brawijaya yang punya jurusan Koperasi, justru Koperasi Mahasiswanya bangkrut. Sehingga datang ke Sidogiri untuk studi banding belajar mengelola uang.

"Dengan  pesantren mendidik hati para santri, kiai menjadi sentral panutan moral, terciptalah insan profesional. Sehingga disuruh mengelola uang sampai triliunan rupiah mampu. Amanah. Kalau hanya mengajar soal manajemen, hanya ada orang pintar tapi potensial ngakali atau akal-akalan," tandasnya.

Sosok Kiai Mahfud Sobari, pengasuh pesantren Pacet Mojokerto juga ia jadikan contoh kesuksesan di bidang entrepreneurship. Kiai sahabatnya itu, kata Imam, merupakan sosok konglomerat. Usahanya macam-macam, sampai dia tanya ga pernah bisa ngitung penghasilannya.

Namun ketiga dia desak, Kiai Mahfud pernah cerita bahwa penghasilannya setiap bulan tak boleh kurang dari Rp 2 miliar. Sebab dia harus menghidupi empat istri, membiayai 20 anak kandung, puluhan yatim piatu dan membantu ratusan santri yang diasuhnya.

"Saya pernah membawa dosen-dosen UIN Malang ke rumah Kiai Mahfud. Mendengar tuan rumah punya istri empat, ibu-ibu pada jengkel dan menilai buruk beliau. Setelah diberitahu kalau penghasilan beliau per bulan Rp 2 miliar, eh, ibu-ibu itu bilang; lha kalau gitu ya saya mau jadi istrinya," tuturnya disambut tawa hadirin. (Ichwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pesantren, Pendidikan, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Sabtu, 25 November 2017

Mendes Marwan: Tingkatkan Soliditas dan Etos Kerja Pasca-Lebaran

Jakarta, HMI Tegal Kab

Suasana Lebaran Idul Fitri dimanfaatkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar untuk mempersolid kinerja jajaran pejabat dan seluruh pegawai kementerian.

Mendes Marwan: Tingkatkan Soliditas dan Etos Kerja Pasca-Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Marwan: Tingkatkan Soliditas dan Etos Kerja Pasca-Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Marwan: Tingkatkan Soliditas dan Etos Kerja Pasca-Lebaran

"Bulan Syawal dan nuansa Idul Fitri adalah kesempatan pembersihan diri kita semua. Artinya kita semakin siap untuk beraktivitas dengan semangat dan etos kerja yang lebih baik," ujar Mendes Marwan saat halal bihalal bersama seluruh pejabat dan pegawai di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Jakarta, Selasa (12/7)

Marwan menambahkan, saat ini masih banyak program-program kerakyatan yang harus segera dijalankan hingga tuntas. Karena itu, soliditas dan semangat kerja semua elemen Kementerian Desa harus lebih baik dibanding sebelumnya.

HMI Tegal Kab

"Kita membangun suasana baru setelah Idul Fitri dengan langkah-langkah progresif ke depan. Semua jajaran saya minta menjaga soliditas dan juga membangun koordinasi intensif di semua tingkatan dalam kerangka lebih besar, yakni menyukseskan semua program yang akan membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara" jelasnya.

Tokoh asal Pati, Jawa Tengah ini juga mengingatkan, dalam waktu tidak lama lagi, Kementerian Desa PDTT akan menyusun rencana kerja pemerintah (RKP) 2017. Kementerian Desa tentunya harus membuat program-program unggulan yang lebih bagus dibanding sebelumnya.

HMI Tegal Kab

"Kalau bisa, saya minta ada aspirasi dan masukan dari ibu dan bapak di semua jajaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Program unggulan yang kita jalankan harus menyentuh masyarakat bawah dan benar-benar bermanfaat bagi kemajuan bangsa kita," tandasnya.

Pada bagian akhir, Mendes Marwan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya secara pribadi maupun sebagai Menteri Desa atas segala kesalahan.

"Bulan Syawal adalah masa saling bermaaf-maafan. Selama kita semua berintraksi, sengaja atau tidak pasti ada kesalahan. Oleh karenanya saya minta maaf setulus-tulusnya," tuntas Mendes Marwan. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Pesantren HMI Tegal Kab

Jumat, 24 November 2017

Faqih fi Mashalihil Khalqi

Faqih fi mashalihi-l-khalqi adalah sebutan tentang identitas ulama yang memahami dan mengenal dengan baik kesejahteraan dan kemaslahatan umat manusia. Sebutan ini diangkat oleh Imam al-Ghazali dalam bukunya yang terkenal, Ihya Ulumiddin.?

Dalam karya tersebut yang sering dijadikan rujukan oleh orang-orang pesantren, disebutkan bahwa setiap ulama adalah orang yang abid (ahli ibadah), zuhud (tidak serakah), mengerti ilmu-imu akhirat, pengetahuannya diabdikan untuk Allah, peka, jeli, dan paham benar akan kemaslahatan makhluk (faqihun fi mashalihi-l-khalqi). ? ?

Faqih fi Mashalihil Khalqi (Sumber Gambar : Nu Online)
Faqih fi Mashalihil Khalqi (Sumber Gambar : Nu Online)

Faqih fi Mashalihil Khalqi

Predikat ulama seperti ini kemudian diaktualisasikan dalam konteks ke-NU-an oleh KH Sahal Mahfudh (kini Rais Am PBNU), dalam berbagai tulisan, kiprah dan juga dalam gagasannya tentang fiqih sosial.?

Peranan ulama sebagai faqihun fi mashalihi-l-khalqi sudah ditunjukkan oleh Kiai Sahal sejak tahun 1980-an, yang menggagas program pemberdayaan masyarakat melalui pesantren, kerjasama Pesantren Maslakul Huda, kajen, pati, yang beliau bina, bersama dengan LP3ES dan P3M (Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat) Jakarta.?

HMI Tegal Kab

Program berbasis masyarakat bawah tersebut menginspirasikan sebuah pergumulan para kiai dan kaum santri dengan masyarakatnya, untuk terlibat dalam masalah-masalah sosial yang dihadapi masyarakat. Kiai atau ulama sebagai motivator dan pemberi inspirasi dan solusi.?

Di samping memberikan motivasi keagamaan maupun sosial, sekaligus mereka ? mampu mempengaruhi masyarakat untuk menumbuhkan dinamika yang tinggi dalam meningkatkan kualitas hidup dan kehidupannya, di bidang material maupun spiritual, untuk mencapai keseimbangan antara dunia dan akhirat, antara dimensi ruhiyah dan waqi’iyah.?

HMI Tegal Kab

Dengan peran seperti ini, para ulama berupaya sekuat tenaga untuk menjaga kehormatan dan kemandirian bangsa, serta melakukan perbaikan terhadap umat.

Menurut Kiai Sahal, program penguatan dan pengembangan masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen sosial-kebangsaan ulama.?

Selanjutnya, hal itu akan menjadi bahan tambahan khazanah ilmu pengetahuan kaum santri. Karena dengan bergumul dengan program-program sosial tersebut akan menambah wawasan pemikiran sehingga menambah kepekaan kaum santri terhadap masalah-masalah sosial yang ada di sekitarnya.?

Kepekaan seperti ini yang ditunjukkan Kiai Sahal dalam forum-forum bahsul masail (pembahasan masalah-masalah sosial-keagamaan) di lingkungan pesantren dan pengurus NU dari berbagai tingkatan. Dalam forum ini para warga NU mengadukan masalahnya, bukan hanya tentang soal-soal keagamaan, tapi juga problem-problem ekonomi, sosial, bahkan politik.?

Kompleksitas persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat akar rumput tersebut, langsung direspons oleh sang kiai dengan berbagai kiat dan pendekatan keulamaannya. Kiai Sahal tidak langsung begitu saja mengolah jawaban-jawaban tersebut secara hitam putih, yang bisa langsung saja dicomot dari teks-teks yang ada.?

Berkat kekayaan khazanah keilmuan yang dimiliki, Kiai Sahal malah sempat menulis sebuah risalah tentang ushul fiqih dalam bahasa Arab. Ia melihat satu persoalan dari berbagai kemungkinan dan warna-warninya. Kiai Sahal memakai alat pendekatan dan analisis yang juga tidak tunggal, sebelum diambil keputusan fiqhiyah yang manusiawi terhadapnya, dari karakter faqihun fi mashalihi-l-khalqi ini.?

Jelaslah apa yang seharusnya dilakukan oleh para ulama pengasuh pesantren dan pengurus NU dalam rangka membina umat dan bangsa ini. Bukan saja membina dalam kehidupan beragama, melainkan juga kehidupan sosial-ekonomi, serta membina kehidupan berbangsa dan bernegara menuju tercapainya cita-cita baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur yang berkeadilan sosial. (Ahmad Baso)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pesantren HMI Tegal Kab

Kamis, 23 November 2017

Warga NU Harus Hidup Guyub dan Rukun

Semarang, HMI Tegal Kab. Ketua Persatuan Guru NU se-Jateng Ruswan Dr Ruswan MPd mengatakan, dalam organisasi Nahdlatul Ulama, guyup rukun antar sesama kader itu sangat penting karena akan meningkatkan hubungan emosional dalam organisasi. 

Warga NU Harus Hidup Guyub dan Rukun (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Harus Hidup Guyub dan Rukun (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Harus Hidup Guyub dan Rukun

Hal ini dikatakan dalam acara temu alumni akbar dalam rangka Harlah PMII ke-53 dengan tema “Guyup Rukun Bareng PMII” di aula kampus IAIN Walisongo, Ahad (14/4) yang diselenggarakan oleh PMII Rayon Tarbiyah.

Kegiatan itu mendatangkan Dr Ruswan MPd, Ketua Persatuan Guru NU se-Jateng dan Dr Hamdani Muin Katib Aam Jamiyyah Ahlutthoriqoh al Mu’tabaroh An Nahdliyah Jawa Tengah sebagai pembicara. 

HMI Tegal Kab

Ruswan mengatakan, Perbedaan itu dapat memacu prestasi. Perbedaan personal itu boleh saja dilakukan, akan tetapi jangan sampai dibawa dalam organisasi.

HMI Tegal Kab

“Dalam organisasi PMII kita memiliki kesamaan ideologi yaitu Nahdlatul Ulama (NU) yang menganut paham Ahlussunnah wal Jamaah, hal ini yang bisa mengikat kerukunan diantara kita,” papar pembantu Rektor II IAIN Walisongo tersebut.

Menurutnya, dinamika dalam organisasi itu bisa mewarnai PMII. “Kita tidak ingin PMII besar di IAIN saja, kita perlu masuk dan membesarkan ke perguruan tinggi lain. Kita perlu menguatkan visi keislaman dan keindonesiaan.”

Ada tiga hal penguatan yang perlu diperhatikan guna kemajuan sebuah organisasi. Yaitu, penguatan personal, penguatan jamaah /jam’iyah dan penguatan jaringan.

“Kita sangat perlu meningkatkan kompetensi personal, baik di bidang akademik, kemampuan berbahasa Arab dan Inggris, serta kemampuan berorganisasi. Kita harus memiliki kemampuan untuk bertarung dengan ideologi lain,” tegasnya.

Oleh karena itu, tambahnya, mulailah dari pengembangan keilmuan dengan banyak membaca, menulis, dan berdiskusi. Meningkatkan pemahaman wacana keislaman. Juga, penguatan pembangunan jaringan untuk kemajuan dan kekuatan organisasi pergerakan.

PMII seharusnya menyatukan visi dalam perjuangan terhadap kemajuan bangsa dan negara. Kontribusi PMII terhadap bangsa harus ditingkatkan dengan mengobarkan panji-panji PMII. Hal ini bisa terealisir dengan menciptakan keguyuban dan kerukunan antara kader PMII terhadap senior-senior alumni PMII.

Mengembalikan Jati diri NU

Dr Hamdani Muin menambahkan, mengembalikan spirit jati diri NU dan jati diri PMII sebagai pergerakan dan pengkaderan itu sangat penting. Kuatkan idealisme agar tidak terjebak pada tataran pragmatisme. Jadilah kader-kader yang militan.

“Kader PMII jangan hanya fokus pada pembahasan politik dan intelektual saja. Kita perlu kader-kader dari teknokrat, ekonom, maupun yang lain. Karena kita butuh revolusi pergerakan. Disamping itu kita juga menyiapkan revolusi spiritual dan intelektual,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ia tidak menolak mahasiswa berdemonstrasi di jalan, akan tetapi alangkah lebih baiknya mahasiswa demonstrasi lewat ilmu pengetahuan, demonstrasi teknologi, maupun demonstrasi ilmiah lain.

Junaidi Abdillah, Alumni PMII Rayon Tarbiyah yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Properti Indonesia (HPPI) menambahkan, jiwa kewirausahaan di kalangan kader muda NU sangat penting untuk dilakukan, juga harus menjaga kebaikan-kebaikan masa lalu dan juga mengakomodasi perkembangan era modern. NU itu harus fii kuli makan wa fi kulli zamaan. Guyup rukun itu bisa ditingkatkan dengan sinergi komunikasi antara kader dengan para senior.

Sebelumnya, telah dilakukan kegiatan rembug bareng jaringan alumni muda, workshop entrepreneurship, turnamen futsal, dan ziarah Walisongo.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Akhmad Shoim 

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Pesantren HMI Tegal Kab

Senin, 20 November 2017

SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin

Waykanan, HMI Tegal Kab . Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung dan SMAN 1 Blambangan Umpu menandatangani nota kesepahaman "Motivasi Dan Pengembangan Sumber Daya Siswa" bertepatan dengan HUT ke 31 tahun sekolah tersebut sekaligus peringatan Hari Santri Nasional.

SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin

"Menjadikan anak-anak di sekolah ini agar bisa memahami Islam Rahmatan lil Alamin merupakan salah satu dasar kenapa ada penandatanganan antara pihak kami dengan Gerakan Pemuda Ansor Waykanan," ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Blambangan Umpu Seven Sari, S.Pd, di Blambangan Umpu, Kamis (22/10).

Seven percaya, Gerakan Pemuda Ansor mampu mendorong anak-anak mengerti Islam yang ramah di era teknologi berkembang pesat namun acapkali memberi pengetahuan menyesatkan.

HMI Tegal Kab

"Anak-anak memang harus belajar Islam sebenarnya, bukan Islam radikal mengingat teknologi informasi mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi dengan cepat, baik negatif atau positif," tuturnya.

Kepala SMAN 1 Blambangan Umpu itu menilai, Gerakan Pemuda Ansor sebagai salah satu organisasi kepemudaan di Waykanan terbukti maslahat dengan berkiprah di berbagai bidang, termasuk pendidikan dengan menggelar sejumlah even terkait edukasi, seperti lomba baca puisi, menulis opini.

HMI Tegal Kab

"Kemudian membuat pelatihan analisa sidik jari bagi para guru. Dan terakhir yang saya tahu dan sejumlah anak didik kita juga ikut adalah kegiatan Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional atau BPUN," kata Seven lagi.

Dengan adanya penandatangan nota kesepahaman tersebut, Seven berharap pemuda Nahdlatul Ulama (NU) setempat terlibat aktif untuk turut menempa anak didik di sekolah itu dengan pembinaan, atau penyuluhan positif. 

"Pendidikan Agama Islam diajarkan di sekolah selama ini perlu ditingkatkan dosisnya mengingat fakta gerakan-gerakan radikal mengatasnamakan agama seolah tumbuh subur di Indonesia melalui dunia maya. Saya juga berharap, dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman ini akan mendorong masa depan anak-anak didik semakin lebih baik," ujar dia.

Sasaran dari penandatangan nota kesepahaman itu terbagi dua, yakni motivasi ditujukan bagi seluruh siswa dan terbagi dalam bentuk diskusi, stadium general, focus group discussion dan pengajian yang berorientasi pada keberagaman dan kemandirian.

Kemudian Pengembangan Sumber Daya Siswa ditujukan atau berlaku bagi siswa kurang mampu namun berprestasi dalam bidang akademik untuk ikut serta dalam BPUN 2016. (Disisi SF/Mukafi Niam)  

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Pesantren, Hikmah HMI Tegal Kab

Sabtu, 18 November 2017

Bagaimana Sikap Muslim Terhadap Hadits Dhaif dan Hadits Palsu?

Hadits dhaif (kalau merujuk pada ilmu Musthalah Hadits) merupakan tingkatan hadits paling rendah setelah hadits sahih dan hasan. Hadits ini dikatakan dhaif hanya karena penisbatannya yang tidak begitu meyakinkan kepada Rasulullah SAW.

Sebabnya antara lain adalah silsilah sanadnya yang terputus, rawinya yang kurang kuat ingatannya, dan lain sebagainya. Namun apakah hadits ini bisa sama dengan hadits maudhu (palsu)? Hal ini akan dijelaskan dalam tulisan sederhana ini.

Bagaimana Sikap Muslim Terhadap Hadits Dhaif dan Hadits Palsu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Sikap Muslim Terhadap Hadits Dhaif dan Hadits Palsu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Sikap Muslim Terhadap Hadits Dhaif dan Hadits Palsu?

Syekh Khalil bin Ibrahim dalam sebuah karyanya Khuthuratu Musawatil haditsid Dhaif bil Maudhu menjelaskan secara panjang lebar terkait perbedaan itu. Ia mengecam sebagian kalangan yang menyamakan hadits dhaif dengan hadits palsu. Keduanya mempunyai perbedaan yang sangat jauh. Menyamakan keduanya termasuk suatu kesalahan fatal dalam beragama.

Syekh Khalil menjelaskan, di antara perbedaan hadits dhaif dan maudhu adalah sebagai berikut.

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Hadits dhaif pada dasarnya tetap dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW, berbeda dengan hadits maudhu yang merupakan kebohongan yang diada-adakan (atas nama Nabi SAW).

Selain itu, penyebab dhaifnya sebuah hadits adalah keterputusan sanadnya, atau kelemahan-kelemahan yang bersifat manusiawi dari para perawinya seperti lemahnya daya ingat, sering ragu ataupun tersalah dalam menyampaikan sesuatu. Sedangkan hadits maudhu adalah hadits yang tidak bersumber sama sekali dari Nabi Muhammad SAW. Kemudian hadits dhaif boleh diriwayatkan secara ijmak, sedangkan hadits maudhu tidak boleh diriwayatkan sama sekali kecuali dengan menjelaskan kepalsuannya.

Selanjutnya, hadits dhaif tetap diamalkan berdasarkan ijmak ulama dalam hal-hal yang berkaitan dengan keutamaan (fadhail), anjuran kebaikan, dan larangan keburukan. Sedangkan hadits maudhu haram diamalkan. Serta hadits dhaif akan naik derajatnya menjadi hasan li ghairihi ketika ada sanad lain yang memperkuat kebenarannya. Sedangkan hadits palsu tidak akan mengalami kenaikan status sekalipun mempunyai puluhan ataupun bahkan ratusan hadits pendukung dari jalur yang berbeda-beda.

Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Ad-Durrul Mandhud sebagaimana yang dikutip juga oleh Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki dalam karyanya Ma Dza fi Sya’ban menyebutkan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Para imam dari kalangan ahli hadits dan ahli fikih telah sepakat, sebagaimana yang disebutkan juga oleh Imam An-Nawawi dan lainnya, tentang kebolehan beramal dengan hadits dhaif dalam hal fadhail (keutamaan-keutamaan), anjuran kebaikan dan ancaman keburukan. Tidak dalam perkara yang berkaitan dengan hukum halal dan haram, selama tingkat kedhaifannya tidak terlalu parah.”

Melihat sejumlah perbedaan itu, maka sangat naif kalau ada seseorang yang begitu entengnya membuang hadits dhaif seolah-olah itu bukan (tidak tergolong) sebagai perkataan Nabi sama sekali. Sementara itu di sisi lain, tidak terhitung banyaknya ulama yang mengamalkan hadits-hadits dhaif selama kedhaifannya tidak terlalu parah dan tidak mempunyai hadits pendukung dari jalur atau sanad yang lain.

Berikut ini kutipan beberapa pendapat ulama terkait hal tersebut. Pertama, Imam Nawawi dalam Fatawa-nya menyebutkan adanya konsensus (ijmak) di kalangan ulama terkait kebolehan mengamalkan hadits dhaif untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan akidah dan hukum halal dan haram.

Kedua, boleh mengamalkannya secara mutlak dalam persoalan hukum ketika tidak ditemukan lagi hadits sahih yang bisa dijadikan sebagai sandaran. Pendapat ini dinisbatkan kepada Imam Ahmad dan Abu Daud. Selain itu Imam Abu Hanifah dan Ibnul Qayyimil Jauziyyah juga mengutip pendapat tersebut.

Ketiga, hadits dhaif boleh diamalkan jika ia tersebar secara luas dan masyarakat menerimanya secara umum tanpa adanya tolakan yang berarti (talaqqathul ummah bil qabul). Keempat, boleh mengamalkannya ketika hadits dhaif tersebut didukung oleh jalur periwayatan lain yang sama atau lebih kuat secara kualitas darinya, sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam At-Tirmidzi dalam karyanya. Wallahu a‘lam. (Yunal Isra)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pesantren HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock