Kamis, 04 Januari 2018

PBNU Serukan Warga Peringati Hari Santri 22 Oktober

Brebes, HMI Tegal Kab. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rais PBNU KH Mustofa Aqil Siraj menyerukan kepada masyarakat muslim, khususnya warga NU, untuk memperingati hari santri pada 22 Oktober 2015 mendatang. Dengan peringatan tersebut, selain membangkitkan patriotisme, diharapkan para santri, alumni pesantren, dan masyarakat muslim secara umum mampu mengimplementasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-sehari.

PBNU Serukan Warga Peringati Hari Santri 22 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Warga Peringati Hari Santri 22 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Warga Peringati Hari Santri 22 Oktober

“Presiden mengesahkan ataupun tidak, kami menyerukan pada Nahdliyin untuk menyosialisasikan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri nasional,” kata Mustofa saat menyampaikan ceramah pada silaturahmi Jamiyah Qura Wal Hufadz (JQH) tingkat Kabupaten Brebes di Pondok Pesantren Umul Mahasin Jatibarang Kidul, Jatibarang Brebes, Ahad (11/10).

Sosialisasi, kata Mustofa, bisa dilakukan dengan memasang spanduk di berbagai tempat strategis, memasang iklan di media mawssa, media sosial maupun menyelenggarakan peringatan melalui pengajian-pengajian di internal NU.

HMI Tegal Kab

Nilai kejuangan santri saat mempertahankan Negara Kesatuan RI patut diapresiasi dengan menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Kiai Mustofa mengkisahkan, 70 tahun lalu, tepatnya 21-22 Oktober 1945, wakil-wakil dari cabang NU di seluruh Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya. Dipimpin langsung oleh Rois Akbar NU Hadrotus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, dideklarasikanlah perang kemerdekaan sebagai perang suci alias jihad. Belakangan deklarasi ini populer dengan istilah Resolusi Jihad.

HMI Tegal Kab

Segera setelah itu, ribuan kiai dan santri bergerak ke Surabaya. Dua minggu kemudian, tepatnya 10 November 1945, meletuslah peperangan sengit antara pasukan Inggris melawan para pahlawan pribumi yang siap gugur sebagai syahid. Inilah perang terbesar sepanjang sejarah Nusantara. Meski darah para pahlawan berceceran begitu mudahnya dan memerahi sepanjang kota Surabaya selama tiga minggu, Inggris yang pemenang Perang Dunia II itu akhirnya kalah.

Penghafal al-Qur’an di Brebes

Di luar seruan memperingati hari santri, di hadapan penghafal al-Qur’an itu, Kiai Mustofa juga menyampaikan bahwa para hafidz dan hafidzah merupakan manusia pilihan yang diberi keistimewaan langsung oleh Allah SWT. Karena al-Qur’an itu sendiri sangat suci dan terjaga kemurniannya. “Semoga Brebes menjadi daerah yang barokah karena banyak penghafal al-Qur’annya,” tutur Kiai Mustofa.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyatakan, sangat berterima kasih kepada para hafidz-hafidzah yang telah membangun hati, membangun sumber daya manusia. Brebes yang saat ini sedang dilanda kekeringan, mudah-mudahan akan tercurahkan hujan. Hujan yang mengandung rahmat dan barokah bagi warga Brebes. “Sebanyak 60 persen penduduk Brebes berkecimpung di dunia pertanian, maka turunnya hujan setelah dibacakannya Quran, sangat membawa kemaslahatan bagi warga Brebes,” harapnya.

Selaku pemerintah, lanjut Idza, sangat berperhatian sekali kepada ulama Brebes. Terbukti sebanyak 20 ribu ulama Brebes telah mendapatkan perhatian bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Brebes. “Termasuk 850 hafidz-hafidzah se-Kabupaten Brebes setiap tahun mendapatkan dana stimulant Rp 750 per orang,” ungkapnya.

Setiap kamis malam jumat, sambung Bupati, di Pendopo Bupati Brebes selalu digelar Semaan Al-Qur’an oleh 30 Khafidz-khafidzah. “Masing-masing Khafidz-hafidzah membaca 3 juz, jadi setiap malam jumat, pendopo Bupati menghatamkan 90 juz,” tuturnya.

Ketua PC NU Brebes KH Athoillah Syatori menuturkan, JQH merupakan salah satu badan otonom di struktur NU. Keberadaan JQH Brebes sangat dinamis dan tertata rapi keanggotaanya. Karena mereka merupakan orang-orang saleh saleha, terbukti mampu menghafal Al-Qur’an. “Keanggotannya benar-benar valid, karena siapa yang mau mengaku mampu menghafal-Qur’an karena pasti ketakutan kalau dites bila tidak bisa,” ungkapnya.

Sekretaris PC JQH Kabupaten Brebes Misbahudin Al Hafidz menjelaskan, silaturahmi selain diisi dengan pengajian juga digelar seaman Al-Qur’an di 133 majelis di masjid dan Mushola di Jatibarang Kidul dan Jatibarang Lor. “Tahun ini merupakan kali kelima penyelenggaraan Silaturahmi dengan melibatkan 780 hafidz hafidzah se Kabupaten Brebes,” pungkasnya. (Wasdiun/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pesantren HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM. PBNU Serukan Warga Peringati Hari Santri 22 Oktober di HMI Tegal Kab ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock