Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Semarak Hari Santri PCNU Sampang

Sampang, HMI Tegal Kab. Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang di laksanakan setiap tanggal 22 Oktober, untuk yang ketiga kalinya dipastikan berlangsung semarak dan meriah. Rangkaian kegiatan HSN 2017 sudah disiapkan oleh panitia dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang.

Guna memantapkan persiapan agenda kegiatan HSN 2017, panitia menggelar rapat kordinasi dengan Pemerintah setempat. Dipimpin oleh asisten I, rapat yang digelar diaula mini Pemkab Sampang dihadiri seluruh panitia HSN 2017 dan juga unsur keamanan dari Polres dan Kodim 0828, Disporabudpar, Dinas sosial, Dishub dan Satpol PP, Jumat (13/10/2017).

Semarak Hari Santri PCNU Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Hari Santri PCNU Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Hari Santri PCNU Sampang

"Alhamdulillah, respon pemerintah daerah sangat positif. Karena ini merupakan agenda nasional maka seluruh pihak yang terkait akan membantu mensukseskan Hari Santri Nasional. Termasuk dari pihak keamanan," ujur Ketua panitia HSN 2017, Masudi Kholili, yang ditemui usai menggelar rapat.

Dengan diperingatinya hari santri nasional ini, diharapkan menggugah semangat masyarakat terutama para santri, untuk menjadikan perjuangan para ulama - ulama terdahulu sebagai suri tauladan didalam perjuangan mengisi kemerdekaan.

"Terpenting kegiatan HSN ini, bagaimana kita sebagai penerus perjuangan, bisa melihat sejarah bahwa pada tanggal 22 Oktober 1945 dicetuskan resolusi jihad oleh KH. Hasyim Asyari bahwa membela tanah air dari penjajah hukumnya wajib bagi setiap individu. Dalam perjuangan mengusir penjajah banyak melibatkan kalangan ulama dan santri," sambung pria yang juga Wakil Katib Syuriah PCNU Sampang ini.

HMI Tegal Kab

Sementara itu untuk agenda peringatan HSN 2017, akan diawali dengan acara Halaqah Pesantren, tanggal 17 Oktober, di gedung PKPN, jalan Rajawali, Sampang. Dengan pembicara KH Marjuki Mustamar (Wakil Ketua PWNU Jatim) dan KH Arifin Hamid (Wakil Ketua LPNU wilayah Jatim). 

HMI Tegal Kab

Agenda selanjutnya tanggal 20 Oktober, yaitu Jalan - Jalan Sarungan (JJS), dengan start dan finis di lapangan Wijaya Kusuma, Sampang. Peserta dari kalangan pondok pesantren dibatasi 3000 santri.

Untuk malam resepsi dan doa bersama akan dilaksanakan tanggal 21 Oktober, di Kantor PCNU, jalan Diponegoro Sampang. Dengan rangkaian acara,

Istighosah dan pembacaan sholawat nariyah, tumpengan tasyakuran, santunan anak yatim dan nobar.

Kegiatan Hari Santri Nasional 2017, akan diakhiri dengan kegiatan Apel Hari Santri tanggal 22 Oktober di halaman Kantor Pemkab Sampang. Selain para ulama, santri dan seluruh jajaran pengurus PCNU, apel Hari Santri Nasional juga akan diikuti oleh Forkopimda, camat dan juga SKPD setempat. (Hadji/Kendi Setiawan)

Foto : Panitia HSN 2017 saat menggelar rapat diaula mini Pemkab Sampang.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits HMI Tegal Kab

Jumat, 02 Februari 2018

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu

Kudus, HMI Tegal Kab. Selama bulan Ramadhan, puluhan kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri-Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) menyemarakan mushola Kantor NU Jalan Pramuka, Kudus, Jawa Tengah. Tiap malam, mereka melakukan tarawih dan tadarus Al-Quran bersama anak yatim piatu dari panti asuhan Darul Hadhanah Kudus.

Menurut Sekretaris PC IPNU Kudus Wahyu Hidayat, kegiatan malam Ramadhan dimaksudkan untuk mengisi kegiatan dengan amalan baik. Tujuannya, untuk menghidupi mushola kantor NU sehingga terlihat semarak dari kegiatan Ramadhan dan masyarakat sekitar juga bisa sholat tarawih berjamaah.

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Tarawih Bareng Anak Yatim Piatu

"Kegiatan ini juga sebagai ajang ukhuwah kader dan pelajar NU serta menjalin kebersamaan dengan anak-anak yatim piatu dan warga," ujarnya, Kamis (16/6).

Ia menjelaskan, tarawih dan tadarus al Qur-an di mushola telah menjadi agenda setiap malam puasa. Tahun ini pihaknya menjadual sembilan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU mengisi kegiatan tarawaih dan tadarus Al-Quran.

HMI Tegal Kab

"Setiap malam tarawih diimami pengasuh pesantren Darul Hadlanah. Alhamdulillah jamaahnya mencapai 4-5 baris, sedangkan tadarusnya tiap malam mengkhatamkan 2 juz," imbuh Wahyu.

Selain kegiatan di Musholla, PC IPNU-IPPNU Kudus selama Ramadhan ini juga mengadakan kunjungan turba (turun ke bawah) ke semua PAC. Agendanya, konsolidasi dan sosialisasi program IPNU-IPPNU seperti Porseni pelajar yang menjadi kegiatan penutup menjelang berakhirnya periode kepemimpinan 2016 ini. (Qomarul Adib/Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, Aswaja, RMI NU HMI Tegal Kab

Rabu, 31 Januari 2018

IPNU-IPPNU SMK Ma’arif NU 1 Rawalo Rekrut Pelajar Baru

Banyumas, HMI Tegal Kab. Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU SMK Ma’arif NU 1 Rawalo kabupaten Banyumas, mengadakan Makesta di awal tahun ajaran baru, Sabtu-Ahad (6-7/9). Kegiatan rutin setiap tahun ini dirancang untuk melibatkan peserta didik baru kelas sepuluh dalam gerakan pelajar NU.

Pembina IPNU-IPPNU SMK Ma’arif NU 1 Rawalo Khasan Mu’min mengatakan, pihak sekolah mewajibkan seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan ini.

IPNU-IPPNU SMK Ma’arif NU 1 Rawalo Rekrut Pelajar Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU SMK Ma’arif NU 1 Rawalo Rekrut Pelajar Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU SMK Ma’arif NU 1 Rawalo Rekrut Pelajar Baru

“Makesta ini dirancang untuk membuka para siswa terhadap paham Aswaja NU di samping penanaman rasa cinta dan pengabdian kepada NU dan NKRI,” kata Khasan yang juga Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMK Ma’arif NU 1 Rawalo.

HMI Tegal Kab

Sebanyak 120 pelajar baru mengikuti makesta ini. Panitia menghadirkan pengurus MWCNU Rawalo sebagai pemateri ke-Nuan dan pengurus IPNU-IPPNU Banyumas sebagai pemateri kepemimpinan dan tantangan globalisasi.

HMI Tegal Kab

Khasan berharap makesta kali ini dapat membawa perubahan signifikan dan kemajuan di bidang pendidikan khususnya di SMK Ma’arif NU 1 Rawalo. (Azka Miftahudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Doa, PonPes, Hadits HMI Tegal Kab

Senin, 29 Januari 2018

Ini Doa Lengkap Menyembelih Hewan Kurban

Penyembelihan hewan kurban adalah bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan. Untuk menyempurnakan ibadah itu, kita dianjurkan untuk berdoa ketika penyembelihan hewan kurban. Inilah doa yang dibaca sesaat sebelum hewan kurban kita disembelih. Doa ini dibaca dengan harapan Allah menerima ibadah kurban kita.

? ? ? ? ? ? ? ?

Ini Doa Lengkap Menyembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Doa Lengkap Menyembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Doa Lengkap Menyembelih Hewan Kurban

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

HMI Tegal Kab

Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Doa ini bisa kita temukan antara lain di buku Irsyadul Anam fi Tarjamati Arkanil Islam karya Sayid Utsman bin Yahya atau Tausyih ala Ibni Qasim karya Syekh M Nawawi bin Umar Banten.

HMI Tegal Kab

Namun demikian ada sejumlah doa yang dianjurkan ketika kita mengambil ancang-ancang untuk menyembelih hewan kurban. Hal ini ditunjukkan oleh Syekh M Nawawi Banten dalam Tausyih ala Ibni Qasim.

Menurutnya, sebelum kita menghadapkan hewan kurban ke kiblat dan siap menggoreskan senjata tajam, kita dianjurkan membaca bismillâh, lengkap dan sempurnanya bismillâhir rahmânir rahîm. Setelah itu kita dianjurkan membaca sholawat untuk Rasulullah SAW, bertakbir tiga kali. Setelah menghadap kiblat dan sesaat sebelum menyembelih, kita dianjurkan membaca doa menyembelih seperti di atas.

Berikut ini kami urutkan bacaan doanya.

1. Baca “Bismillâh

? ?

Artinya, “Dengan nama Allah”

Lebih sempurna “Bismillâhir rahmânir rahîm

? ? ? ?

Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang”

2. Baca sholawat untuk Rasulullah SAW

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.

Artinya, “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

3. Baca takbir tiga kali dan tahmid sekali

? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd

Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

4. Baca doa menyembelih

? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Adapun takbir pada poin ketiga bisa juga dibaca sebelum bismillah pada poin pertama. Demikian doa yang dianjurkan dalam rangkaian upacara penyembelihan hewan kurban. Keterangan ini bisa ditemukan antara lain di buku Tausyih ala Ibni Qasim karya Syekh M Nawawi Banten. Wallahu a‘lam. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits HMI Tegal Kab

Minggu, 28 Januari 2018

Sarasehan Kebangsaan IPPNU Semarang

Semarang, HMI Tegal Kab. Puluhan pelajar NU mengikuti sarasehan kebangsaan yang diselenggarakan IPPNU kota Semarang di pesantren Al-Asror, Gunungpati, Semarang, Sabtu (27/9). Mereka mengkaji implementasi nasionalisme dalam konteks globalisasi.

Ketua IPPNU kota Semarang Iin mengatakan, sarsehan ini diadakan mengingat pentingnya penanaman sikap dan mental nasionalisme. Menurut Iin, perspektif nasionalisme meningkatkan semangat perjuangan kader NU di bidang agama dan hidup sosial berbangsa dan bernegara.

Sarasehan Kebangsaan IPPNU Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarasehan Kebangsaan IPPNU Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarasehan Kebangsaan IPPNU Semarang

“Jika kader NU tidak memiliki sikap nasionalisme, pasti sedikit demi sedikit peradaban Indonesia akan runtuh. Mari kita bersama-sama tanamkan sikap nasionalisme. Di tangan pemuda sebuah bangsa akan maju,” kata Iin yang kini tercatat sebagai mahasiswi Unisula Semarang.

HMI Tegal Kab

Kader NU memang dituntut memiliki wawasan lebih. “Dengan wawasan yang luas, kita akan bisa memahami kebhinekaan. Sebab  di Indonesia itu ada agama, budaya, dan bahasa yang berbeda-beda,” kata narasumber sarasehan Rizka.

HMI Tegal Kab

Tanpa pengetahuan yang luas, maka warga Indonesia sulit menerima indahnya kebhinekaan di Indonesia.

Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Walisongo ini juga mengimbau peserta sarsehan untuk teguh berjuang. “Jangan jadi kader yang lembek, tidak tahan banting dan tak percaya diri,’’ pungkas dosen berpenampilan menarik itu.  (M Sabiq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Hadits HMI Tegal Kab

Selasa, 23 Januari 2018

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini

Denpasar, HMI Tegal Kab. Alm. KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur secara tegas menyatakan, “Tidak penting apapun agama atau sukumu, karena orang lain tidak akan pernah tanya apa agamamu kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang." Dari ungkapan tersebut dapat diambil sebuah pesan moral akan pentingnya sebuah pengorbanan dan pengabdian untuk  orang lain dan masyarakat.

Dengan semangat mengamalkan petuah “sang guru” bangsa tersebut, pada hari Sabtu, 21 November 2015 sejumlah mahasiswa dan dosen penerima beasiswa kursus superintensif bahasa Inggris MoRA scholarship 2015 (Awardee MoRA Scholarship) di Indonesia-Australia Language Foundation (IALF) Denpasar menyelenggarakan kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat di yayasan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Huda Jimbaran Bali. 

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini

Syahdan, Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia dimana Islam merupakan agama minoritas, tercatat jumlah penganut agama Islam adalah 13,37 persen atau setara 520.244 jiwa (Bimas Kemenag RI). Mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, sehingga menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi umat Islam selaku kaum minoritas untuk bisa berbaur dengan umat mayoritas lainya dengan nuansa toleransi yang indah.

HMI Tegal Kab

Kegiatan “Bali Mengaji, Dari Santri untuk Negeri” yang digagas oleh para penerima beasiswa kursus bahasa Inggris MoRA Scholarship 2015 diharapkan mampu menjadi salah satu jawaban untuk mewujudkan kehidupan beragama yang toleran. Secara umum, kegiatan yang dilaksanakan pada sore hari hingga menjelang maghrib ini berupa pengajian singkat dan berbagi motivasi dan inspirasi dari awardee MoRA scholarship kepada para peserta  yang mayoritasnya merupakan santri TPQ yang masih berumur dini rentang 4-10 tahun. Hal ini dirasa penting mengingat optimalisasi pendidikan agama dan karakter bagi anak usia dini adalah sebuah keniscayaan guna menyiapkan generasi cerdas dan handal yang akan menopang kemajuan peradaban Islam di masa mendatang.

HMI Tegal Kab

Ahmad Romzi, selaku ketua penyelenggara menegaskan, tujuan utama diselenggarakan acara ini adalah untuk membumikan semangat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca tetapi juga untuk diamalkan, karena salah satu spirit yang ditanamkan Al-Qur’an adalah rahmatan lil alamin, toleransi dan saling menghargai satu sama lain, dan pesan moral semacam ini sudah harus ditanamkan dalam benak anak sedini mungkin, tegasnya.

Lebih jauh lagi, I’anatul Avifah, awardee MoRA scholarhsip asal UIN Sunan Ampel Surabaya, menyatakan, program positif semacam ini harus terus dilakukan dan dikembangkan. “Saya kira, program ini juga menjadi salah satu indikator ‘keseriusan’ penerima beasiswa pendidikan bahasa asing MoRA Scholarship 2015, yang juga merupakan ‘santri’ di sejumlah pesantren dan perguruan tinggi Islam di tanah air untuk kembali mengabdi pada lembaga pendidikan Islam, baik pesantren maupun perguruan tinggi Islam di kemudian hari,” ucapnya. (Dito Alif Pratama/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, Tegal HMI Tegal Kab

Minggu, 21 Januari 2018

Mahfud MD: Korupsi Biang Tumbuhnya Radikalisme

Bandung, HMI Tegal Kab. Tumbuh dan suburnya paham radikalisme tak lepas dari praktik ketidakadilan yang terjadi di Indonesia.? Salah satu tanda ketidakadilan itu ada maraknya korupsi yang terjadi di semua lapisan masyarakat.

Mahfud MD: Korupsi Biang Tumbuhnya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: Korupsi Biang Tumbuhnya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: Korupsi Biang Tumbuhnya Radikalisme

Demikian salah satu kesimpulan dari halaqah kebangsaan yang digelar di Pondok Pesantren Darul Maarif, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (14/5).

Mantan Ketua MK, Mahfud MD mengatakan, tumbuhnya radikalisme membahayakan Indonesia. Apalagi sampai mereka berhasil membentuk sebuah negara. "Ideologi mereka membahayakan Indonesia," kata Mahfud.

HMI Tegal Kab

Menurut Mahfud, salah satu alasan mereka mengembangkan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila itu, adalah adanya rasa ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. "Salah satunya kasus korupsi," katanya.

?Karena itu, Mahfud berpandangan korupsi di Indonesia harus dibabat habis. Untuk menimbulkan efek jera, Mahfud setuju koruptor yang merampok uang negara dalam jumlah besar dihukum mati. "Undang undang sekarang koruptor maksimal dihukum mati, tapi dengan syarat. Kalau menurut saya tak perlu pakai syarat," katanya.

HMI Tegal Kab

Mahfud menjelaskan, syarat yang disebutkan dalam undang undang adalah jika negara dalam kondisi krisis. "Krisis itu bisa ditafsirkan macam-macam. Makanya tak perlu ada syarat. Jadi Koruptor maksimal dihukum mati," terangnya.

Namun, untuk mengubah undang-undang koruptor dihukum mati membutuhkan pemimpin yang jujur dan berani. "Jadi tergantung siapa nanti yang terpilih menjadi presiden. Kalau yang terpilih didukung oleh koruptor ya pasti sulit," katanya.

Halaqah nasional kebangsaan ini dihadiri oleh ratusan ulama dan cendekiawan pondok pesantren. Selain membahas masalah kebangsaan, halaqah ini juga membahas masalah keumatan dan keagamaan.

Sejumlah tokoh nasional dijadwal menjadi narasumber. Antara lain KH Hasyim Muzadi, Menteri Pendidikan dan kebudayaan Mohammad Nuh, Mahfud MD, Abuya Mukhtar, Yudi Latif, KH Masdar Farid Mas’udi, Rokhmin Dahuri, Rizal Ramli, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Ketua PBNU KH Slamet Effendi Yusuf, KH Malik Madani, Prof Dr Gumilar RS, dan Jimly Ashiddiqie. (Ahmad Millah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Jadwal Kajian, Tegal, Hadits HMI Tegal Kab

Kader Muda NU Diminta Lanjutkan Perjuangan Kiai Hasyim

Palu, HMI Tegal Kab. Ketua Tanfidz Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Tengah Abdullah Latopada meminta seluruh warga NU khususnya kader-kader muda NU untuk melanjutkan semangat nasionalisme dan pluralisme almarhum KH Hasyim Muzadi.

Kader Muda NU Diminta Lanjutkan Perjuangan Kiai Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Diminta Lanjutkan Perjuangan Kiai Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Diminta Lanjutkan Perjuangan Kiai Hasyim

"Almarhum adalah orang tua kita, guru kita, tugas kitalah melanjutkan semangat keindonesiaan yang almarhum perjuangkan selama ini," katanya pada malam pertama pembacaan doa tahlil dan tazia yang dilaksanakan Badan Otonom NU Sulawesi Tengah Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat di Sekretariat NU di Palu, Kamis malam.

Pembacaan doa tahlil yang dipimpin Ketua Majelis Dzikir Rijalul Ansor Provinsi Sulawesi Tengah Suhban Lasawedi tersebut dihadiri mayoritas kader-kader Gerakan Pemuda Ansor dan sejumlah tokoh dan sesepuh NU.

Pembacaan doa tahlil tersebut berlangsung khikmad di tengah suasana duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia atas meninggalnya mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi.?

Selain pembacaan doa tahlil juga dilakukan ceramah agama yang mengupas sepak terjang sang kiyai Hasyim Muzadi oleh Wakil Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Faisal Attamimi.

HMI Tegal Kab

Abdullah mengatakan bangsa Indonesia khususnya warga NU kembali kehilangan seorang tokoh panutan yang telah memiliki hubungan baik terhadap dunia internasional.

Mantan Ketua GP Ansor Provinsi Sulawesi Tengah itu mengatakan perilaku, pikiran dan karakter Hasyim Muzadi pantaslah diteruskan oleh kader-kader muda NU karena ketokohan almarhum tidak diragukan lagi.

HMI Tegal Kab

"Ketika Hasyim Muzadi terpilih menggantikan Gus Dur (Abdurrahman Wahid) sebagai Ketua PBNU, maka saya melihat bahwa NU kembali dipimpin oleh orang yang tepat," katanya mengisahkan sejumlah perjalan Hasyim Muzadi terpilih sebagai Ketua PBNU menggantikan Gus Dur pada 1999.

Sementara itu Wakil Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Faisal Attamimi mengatakan Hasyim Muzadi bukan hanya milik NU tetapi milik bangsa sehingga kepergiannya tidak saja kehilangan bagi masyarakat NU tetapi negara dan bangsa juga ikut kehilangan seorang tokoh.?

Faisal juga mengajak seluruh kader GP Ansor agar bercermin kepada Hasyim Muzadi yang memiliki komitmen dalam memperjuangkan Islam di mata dunia internasional melalui berbagai pikirannya.

Doa untuk Hasyim Muzadi akan dilakukan oleh NU bersama organisasi badan otonomnya hingga malam ke tujuh wafatnya mantan ketua umum PBNU itu. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, Fragmen HMI Tegal Kab

Kamis, 18 Januari 2018

Majalah Api Islam

Api Islam, majalah mingguan yang diterbitkan oleh Yayasan Sosial Keagamaan Lembaga Penggali dan penyebar Api Islam. Sebagaimana dijelaskan dalam terbitan perdananya, penggagas majalah ini adalah para tokoh Islam, ulama dan zu’ama yang secara khusus menganut faham ahlussunnah waljama’ah.

Nomor pertama majalah ini, No. 1 Th. I Djuli 1965, terbit pada 12 Juli 1965, dengan gambar kulit Dr. KH Idham Chalid, yang ketika itu menjabat sebagai Menko Wakil Ketua MPRS, Ketua Umum PBNU, dan juga sebagai Ketua Presidium Konferensi Islam Asia-Afrika (KIAA).?

Majalah Api Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Api Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Api Islam

Dalam susunan pengasuh dan pengelolanya tercantum nama-nama seperti Dr. KH Idham Chalid, Prof. KH Saifuddin Zuhri, H. Djamaludin Malik (Pinisepuh/Penasehat); Hadji Achmad Notosoetardjo (Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab); H. Mas’uddin Nur, Kiai Ridwan Fadhil, Sistaputra N.s., H. M. Arief Lubis, H. Hasbullah Chalid (Dewan Redaksi); KH Anwar Musaddad, Iskandar Sukarno M.A., Dr. Agustina, Dra. Zakijah Deradjat, Dra. Nurlela Dahlan, Nurhasni B.A. (Pembantu Ahli); dan Mohd. Ridwan Fadhali (Tata Usaha).?

Pada edisi-edisi selanjutnya, masuk nama-nama baru seperti Solichin Salam dan Ashar Daliwara di jajaran dewan redaksi dan Dra. Nurlela Dahlan di jajaran pembantu ahli. Majalah ini beralamat di Jalan Tanah Abang Barat 80 A, Jakarta. ?

HMI Tegal Kab

Menurut Kiai Idham Chalid dalam sambutannya sebagai pinisepuh dalam edisi perdana, majalah ini digagas di rumah kediamannya dan nama “Api Islam” sendiri diusulkan oleh Prof. KH Saifuddin Zuhri.?

HMI Tegal Kab

Namun istilah Api Islam sendiri diakui berasal dari Sukarno yang sejak tahun 1930an telah mendorong umat Islam untuk terus menggali api Islam, inti dari ajaran Islam. Sukarno sendiri mengambil istilah ini dari buku terkenal karya pemikir Muslim India, Syed Amir Ali, The Spirit of Islam, yang pada tahun 1966 ? itu telah diterjemahkan dan diterbitkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Idham Chalid menghendaki “Api Islam” untuk “...bekerja dan berpikir dengan landasan bahwa Api Islam adalah Nur-nya Islam. Api Islam adalah Roh dan Semangat Islam. Api Islam adalah dinamiknya cara berpikir umat Islam. Api Islam adalah pembawa ajaran agama untuk segala zaman, Api Islam pembawa kedinamikan untuk menghidupkan daya amal dam jihadnya Islam, Api menunjukkan suatu yang harus progresif-revolusioner, Api Islam adalah jihadnya Islam di segala bidang, Api Islam membuka pintu ijtihad, Api Islam mengobarkan apinya perjuangan, Api Islam melahirkan filsafah history-d’gress, Api Islam adalah Islam-Science yang berdasarkan Qur’an dan Hadits yang berpengetahuan luas , Api Islam menghendaki scientific-feeling, Api Islam adalah Qur’an dan Hadits yang mewajibkan tiap manusia menjadi cakwati di segala lapangan pengetahuan dan kemajuan, dan Api Islam berbicara yang masuk akal dan up to date.

”Sementara bagi Hadji Achmad Notosoetardjo, “Api Islam” mengandung makna sama dengan “Api Agama”, oleh karena walaupun ia memakai nama “Islam”, bukan berarti mengenyampingkan agama lainnya. “Api Islam” adalah sahabat karib semua aliran agama, karena itu agama-agama lainnya mendapat tempat yang akrab di dalam majalah ini. “Api Islam” menjadi alat revolusi dan berjuang untuk kejayaan revolusi Indonesia, serta bernaung dalam satu barisan ? yang berporoskan Nasakom.?

Dalam kerangka mendorong dan membangkitkan semangat revolusioner di atas, “Api Islam” menampilkan beragam tulisan dan topik. Sebagian tulisan diwadahi dalam beberapa rubrik tetap seperti “Bung Karno menjawab,” “Haluan Politik,” “Dari Wanita untuk Wanita”, “Mimbar Djum’at”, “Gelora Islam,” “Seni Budaya,” “Drama Sebabak,” “Menjawab Surat”, “Masalah Fakta Militer,” “Galian Sejarah,” “Kesehatan,” dan “Tjeramah dan Kuliah.” Di luar itu ada beberapa tulisan lepas yang tidak masuk dalam rubrik.?

Kebanyakan tulisan diisi oleh para pengelola sendiri seperti H. M. Arief Lubis, Hasbullah Chalid, Solichin Salam, Zakijah Daradjat, dan lainnya. Pada edisi kedua, redaksi mengundang sastrawan, penulis, ulama dan lainnya untuk mengirimkan tulisan-tulisan dan karya-karya mereka dengan dijanjikan honorarium jika dimuat. Beberapa penulis di luar redaksi yang biasa muncul adalah Nur Arafah, Darto Wahab, Marwan Sarijo, dan lain-lain.? ? ?

Ceramah-ceramah dan kuliah-kuliah tokoh NU seperti KH Idham Chalid, KH Saifuddin Zuhri, ? KH Achmad Sjaichu dan lain-lain sering memperoleh tempat. Gagasan-gagasan Sukarno dan seluk-beluk keluarganya juga selalu muncul di setiap edisi. Tulisan Soekarno yang terkenal “Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme” misalnya dimuat ulang secara bersambung sejak edisi awal. Hal yang menarik, “Api Islam” juga mempunyai rubrik seni budaya yang diisi dengan puisi, cerita pendek atau naskah drama.?

Dalam edisi perdana dikemukakan bahwa “Api Islam” dijual dengan harga Rp 200,- untuk Pulau Jawa dan Rp 220,- untuk luar Jawa. Selain dijual eceran, ‘Api Islam” juga memiliki pelanggan tetap. Sementara tarif iklan 1 halaman Rp 35.000, ½ halaman Rp 20.000, dan ¼ halaman Rp 17.000,-. Beberapa iklan yang pernah muncul dalam terbitan “Api Islam” adalah semir sepatu ‘Bastol’, Hotel Brantas, PT Perusahaan Pelayaran Arafat, PT Bank Siliwangi, J.H. Goldberg, sebuah perusahaan alat-alat optik, dan beberapa produk dari perusahaan negara.

Dari segi pengelolanya “Api Islam” jelas merupakan majalah dari kalangan NU dan mencerminkan ideologi-politik NU saat itu. Meski demikian, isinya tidak melulu hal ikhwal mengenai NU, bahkan bisa dikatakan isinya bersifat sangat umum dan luas serta ditulis dengan perpektif Islam yang revolusioner.?

Majalah ini terbit kurang lebih satu tahun setengah dan melewati suatu periode kritis dalam sejarah transisi politik Indonesia, 1965-1966. Nomor terakhirnya No. 41. Th. II Nopember 1966, dengan gambar kulit Masjid Besar Surakarta. (Hairus Salim HS) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Hadits, Jadwal Kajian HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Iwak Telu Sirah Sanunggal: Simbol Tarekat Cirebon

Ketika masuk dalam kompleks Keraton Kacirebonan dan Keraton Keprabon kerap terlihat simbol-simbol yang terpampang, salah satunya simbol tiga ikan yang kepalanya menyatu (iwak telu sirah sanunggal), yang terukir indah di beberapa daun pintu, ada pula yang menempel di sisi-sisi atas dinding keraton.

Kenapa simbol itu digunakan dan apa landasan maknanya. Raffan S Hasyim, sejarawan Cirebon menguraikan, asal mula simbol ikan bersumber dari manuskrip-manuskrip Cirebon abad 19 yang belakangan kemudian dijadikan lambang resmi Keraton Kacirebonan. Ia merupakan ilustrasi ajaran tarekat Syattariyah yang menjelaskan makna ora pecat (kebersatuan), baik antara Adam (manusia) Mahammad (syariat) dan Allah, antara jasad, roh dan Allah, maupun kesatuan tauhid antara zat, sifat dan af al (perbuatan).

Iwak Telu Sirah Sanunggal: Simbol Tarekat Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Iwak Telu Sirah Sanunggal: Simbol Tarekat Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Iwak Telu Sirah Sanunggal: Simbol Tarekat Cirebon

Dengan mengutip Kitab Babon Petarekatan. Opan, panggilan akrab Raffan S Hasyim menambahkan, simbol ikan dapat juga dimaknai sebagai ilustrasi konsep manunggaling kawula gusti (wihdatul wujud) atau penggambaran dari penjelasan ayat? wallahu ‘ala kulli syaiin mukhit (Sesungguhnya Allah atas segala sesuatu Maha Meliputi).

Simbolisme ikan dalam ajaran tarekat menurut Mahrus El-Mawa, filolog Cirebon, menunjukkan bahwa sejak dulu di Cirebon telah terjadi pribumisasi Islam atau yang lebih khusus, pribumisasi tarekat. Dalam konteks ini, tarekat Syattariyah yang berasal dari negeri luar (India), oleh kecerdasan dan kreatifitas para ulama Cirebon disesuaikan dengan kultur lokal masyarakat Cirebon melalui proses akulturasi.

HMI Tegal Kab

Kenapa ikan, bukan ilustrasi benda lainnya? Dalam disertasinya di Universitas Indonesia yang meneliti isi manuskrip Cirebon, Sattariyyah wa Muhammadiyyah, Mahrus berhipotesa bahwa masyarakat Cirebon yang merupakan masyarakat nelayan, masyarakat pesisir, sangat akrab dengan ikan. Jadi, simbolisasi ikan akan lebih mudah dimengerti oleh masyarakat Cirebon dalam memahami ajaran tasawuf, yang kemudian diamalkan menjadi laku spiritual kehidupan sehari-hari.

HMI Tegal Kab

Tarekat di Cirebon

Tidak ada, atau tepatnya belum ditemukan catatan historis yang dapat memastikan kapan dan tarekat mana yang mula-mula berkembang dan menjadi terlembagakan sebagai organisasi spiritual yang hadir di Nusantara. Kendati demikian, Martin van Bruinessen berpandangan bahwa berdasarkan Serat Banten Rante-rante, Sunan Gunung Jati pernah melakukan perjalanan ke tanah Suci dan berjumpa dengan Syaikh Najmuddin Kubra dan Syaikh Abu Hasan Asy- Syadzili.

Dalam bukunya, Kitab Kuning: Pesantren dan Tarekat, Tradisi-tradisi Islam di Indonesia, Martin menduga, dari kedua tokoh berlainan masa itu sang sunan konon menjadi pengikut Tarekat Kubrawiyyah dan Syadziliyyah sekaligus memperoleh ijazah kemursyidan dari keduanya. Meski jika mengacu pada data kronologi sejarah tentu saja pertemuan fisik antara Sunan Gunung Jati yang hidup di abad 16 dengan Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzili yang wafat di abad 13, apalagi dengan Syaikh Najmudin Kubra yang wafat pada tahun 1221 M, secara faktual tidaklah mungkin.

Terlepas dari kebenaran cerita dalam Serat Banten Rante-rante, Agus Sunyoto justru menyuguhkan data yang berbeda, meski tidak terlembagakan, mengacu pada naskah-naskah Wangsakerta, dalam buku Suluk Abdul Jalil, Agus menyebut bahwa tarekat yang awal mula berkembang di Cirebon adalah tarekat Syattariyah yang dibawa oleh Syekh Datuk Kahfi, guru spritualnya Syekh Siti Jenar, pembawa ajaran tarekat Akmaliyah. Mengapa tidak terlembagakan, karena, lanjut Agus, dalam tradisi tarekat pertama kali tidak mengenal konsep jamaah dalam mujahadah sehingga dilakukan sendiri-sendiri.

Dinamika Syattariyah di Cirebon kemudian mengalami perkembangan seiring dengan kemunculan tokoh-tokoh Syattariyah lokal di Cirebon. Para tokoh tersebut mengembangkan Syattariyah di lingkungan kraton dan pesantren sesuai dengan silsilah wirid dan dzikir dari setiap guru (mursyid). Kiai Muhammad Arjain diduga mengembangkan Syattariyah di Kraton Kacirebonan dan Kanoman melalui jalur Syekh Abd al-Muhyi. Kiai Muqayyim mengembangkan Syattariyah di lingkungan tertentui. Kiai Anwaruddin Kriyan diyakini mengembangkan Syattariyah di Pesantren Buntet dan Pesantren Bendakerep. Pangeran Jatmaningrat Muhammad Safiuddin diyakini mengembangkan Syattariyah di Kraton Keprabonan, Kanoman, Kasepuhan, dan Pesantren Balerante. Yang disebut terakhir inilah silsilah Syattariyah Cirebon memiliki kekhasan simbolisme iwak telu sirah sanunggal yang tidak dapat ditemui dalam silsilah Syattariyah Pamijahan, Minangkabau, Aceh maupun daerah lainnya. Wallahu a’lam. (Abro)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, Kajian HMI Tegal Kab

Senin, 01 Januari 2018

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU

Oleh Muslimin Abdilla



Pada periode kepengurusan 2012-2017, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang menyusun program kerja lima tahunan. Salah satu kegiatan dalam program tersebut adalah mendirikan lembaga keuangan (moneter), yang secara teknis dilaksanakan oleh Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), salah satu departemen dalam kepengurusan PCNU Jombang yang bergerak dalam kegiatan ekonomi.

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU

Program fasilitasi pendirian lembaga keuangan di lingkungan PCNU Jombang merupakan program yang sangat riskan, kalau tidak bisa dikatakan sebagai program yang cukup ambisius. Kenapa? Karena dalam sejarah fasilitasi pendirian lembaga keuangan oleh perangkat PCNU Jombang pernah mengalami kegagalan, dan defisit kepercayaan kepada lembaga keuangan yang didirikan dan dimiliki oleh warga NU secara organisasi cukup nyata. Hal ini dibuktikan dengan: jangankan warga NU, pengurus NU sendiri saja mayoritas tidak percaya kepada lembaga keuangan yang didirikan dan difasilitasi oleh NU.

Ketidakpercayaan itu bisa dilihat dari masih ragu-ragunya pengurus NU untuk menyimpan dananya di lembaga keuangan yang diinisiasi oleh NU. Takut dana yang disimpan atau diinvestasikan akan sirna, dan tidak jelas ke mana larinya, dan lembaga keuangannya bubar tanpa pertanggungjawaban. Ketidakpercayaan ini pantas menghinggap di kalangan pengurus sendiri, karena mereka mungkin pernah mengalami atau menyaksikan sendiri bagaimana lembaga keuangan NU dikelola di masa lalu.

HMI Tegal Kab

Dari defisit kepercayaan yang akut seperti inilah, program fasilitasi pendirian lembaga keuangan, yang selanjutnya berbentuk Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Jombang, mulai dijalankan. Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Cabang Jombang direkrut dari orang-orang yang selama ini bergelut dalam bidang keuangan lembaga sosial dan bankir lembaga keuangan. Ditopang oleh dua perpaduan keahlian ini, BMTNU Jombang mulai menyusun visi, misi, tujuan dan program melalui perencanaan strategis, serta dilengkapi dengan aturan teknis standard operational procedures (SOP).

HMI Tegal Kab

Berbekal perangkat-perangkat tersebut, BMTNU yang secara hukum berbentuk Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) mulai merekrut anggota dan dideklrasikan, selanjutnya melakukan rekruitmen staf: mulai dari direktur, bagian administrasi sampai bagian marketing dan collecting. Pada awal pendirian, direktur langsung dirangkap oleh sekretaris Pengurus LPNU Jombang, dengan pertimbangan dia memiliki pengalaman sebagai seorang bankir BPRS.

Yang perlu ditegaskan di sini adalah, dalam pendirian lembaga keuangan yang berbentuk koperasi ini, LPNU sebagai pelaksana program PCNU hanyalah memfasilitasi pendirian. Karena koperasi merupakan lembaga/organisasi tersendiri yang berbeda dengan NU dan tidak di bawah kendali NU, tetapi berada dalam kekuasaan anggota, meskipun dalam klausul di aturannya bisa ditambahkan tentang hubungan (relasi) koperasi ini dengan NU.

Dalam menjalankan BMTNU, pengurus dan manajemen tidak mengambil referensi atau adopsi sistem dari manapun. Memang sedari awal diniati bahwa pendirian BMTNU ini adalah sebagai upaya pembelajaran bersama. Semua perencanaan, pelaksanaan, monitoring-evaluasi dan pengambilan keputusan dianggap sebagai proses pembelajaran. Karena proses pembelajaran, maka semua orang yang terlibat harus berniat belajar dan bisa menarik pelajaran dalam mengelola lembaga keuangan yang sesuai dengan iklim di Nahdlatul Ulama.

Hal ini juga didasari oleh pengetahuan yang ada bahwa, sampai saat ini Nahdlatul Ulama secara organisasi belum memiliki sistem lembaga keuangan yang sudah dijalankan secara nasional. Beberapa Pengurus Cabang atau Pengurus Wilayah sedang berikhtiar untuk menemukan sistem lembaga keuangan yang pas bagi Nahdlatul Ulama. Yang terpenting, dalam memfasilitasi pendirian BMTNU ini benar-benar diputuskan secara organisasi dan karena itu difasilitasi NU dalam pendiriannya, tidak diputuskan dan didirikan oleh orang per-orang pengurus NU, dan selanjutnya secara mayoritas sahamnya dikuasai oleh orang per-orang tersebut.

Dalam perjalanannya, pengelolaan BMTNU Jombang yang menghimpun warga Nahdlatul Ulama dalam upaya membangun kondisi ekonomi yang lebih baik mampu mengambil pelajaran-pelajaran yang dikumpulkan dalam analisis: Selama ini BMTNU Jombang sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar anggota dalam menyediakan pemodalan. Sehingga akses kepada sumber permodalan bisa tercapai. Upaya ini mampu meningkatkan kebersamaan warga Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan kapasitas dalam bidang ekonomi, yang selanjutnya mengarah pada upaya membangun perbaikan dan keadilan dalam bidang ekonomi.

Namun yang paling penting dalam menjalankan BMTNU ini adalah sebagai salah satu ikhtiar dari berbagai ikhtiar dalam mencari sistem lembaga keuangan yang sesuai dengan iklim Nahdlatul Ulama. Karena iklim yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama bisa berbeda dengan iklim yang ada di organisasi lain.

* Sekretaris PCNU Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai, Bahtsul Masail, Hadits HMI Tegal Kab

Jumat, 29 Desember 2017

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca "Qunut Nazilah"

Bandung, HMI Tegal Kab. Ketua Tanfidiziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Hasan Nuri Hidayatullah imbau warga Nahdlyin untuk membaca "Qunut Nazilah" selepas shalat dalam menyikapi aksi 4 November yang dilakukan berbagai kelompok Muslim di Indonesia.

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca "Qunut Nazilah"

Baik perorangan maupun berjamaah, Ketua PWNU yang terpilih dari Konferwil NU Jabar di Garut beberapa waktu lalu itu bisa dilaksanakan di tempat masing-masing.

"Kita warga NU Jabar harus patuh pada maklumat resmi PBNU. Soal aksi 4 November kita demonya kepada Allah SWT saja. Membaca Qunut Nazilah, memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia khususnya umat Islam diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan kecil maupun besar, sekaligus mendoakan agar Negara Republik ? Indonesia menjadi negara yang diridlai Allah SWT serta terjaga persatuan dan kesatuan Bangsanya," kata KH Hasan Nuri, Kamis (3/11/2016).

Menurut Kiai Muda Kelahiran 1978 Banyuwangi Jawa Timur yang "mukim" Karawang Jawa Barat ini perlu sikap bijak dan arif dari para pendukung maupun yang tidak ikut dalam aksi. Sebagai Umat Islam yang berada di negara yang berpegang teguh pada asas persamaan di depan hukum, tentu berharap penyelesaian hukum yang melilit Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) berlaku secara proposional dan profesional, tidak terintervensi oleh kepentingan politik siapapun.

HMI Tegal Kab

"Aparat hukum harus menunjukkan kapasitasnya sebagai pengayom dan pelindung ? masyarakat, tidak hanya sekedar tajam ke bawah tumpul ke atas. Pasalnya aksi tersebut sudah lepas dari kepentingan politik pasca Pilpres 2014 maupun Pilkada DKI 2017. Karena saya pandang lebih cenderung pada fenomena gunung es kekecewaan yang dirasakan masyarakat," ujarnya.

KH Hasan Nuri pun berharap, aksi berjalan aman dan damai sesuai aturan ? yang berlaku. Dan berdoa agar tujuan utama aksi yakni mengawal proses hukum Ahok tidak ditunggangi kelompok tertentu yang hobi memecah belah umat dan bangsa. (Nurjani/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, News, Amalan HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Rabu, 13 Desember 2017

Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting

Banyumas, HMI Tegal Kab?

Lima puluhan kader muda NU Banyumas yang tergabung dalam komunitas Critical Community Forum mengadakan diskusi sekaligus pelatihan jurnalistik.

Kegiatan berlangsung di Padepokan Gatra Mandiri Jl.Tentara pelajar no 1 Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas Senin (15/5) tersebut menghadirkan narasumber Okky Tirto (dosen UNUSIA) dan Amsar A. Dulmanan (Kornas FK-GMNU).?

Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting

Amsar A.Dulmanan menyampaikan, menulis dimulai dengan kebiasaan, jika dilanjutkan dengan terus-menerus berlatih, lama-lama akan menjadi terbiasa.?

"Biasakan menulis dulu, nanti lama-lama terbiasa dari terbiasa terus jadi bisa," katanya.

HMI Tegal Kab

Kecenderungan jenis tulisan, akan terbentuk dengan kebiasaan. "Pelatihan menulis seperti ini penting tapi, praktik sendiri juga lebih penting," lanjutnya.?

Sedangkan Okky Tirto menyampaikan, kalau ingin bisa menulis harus fokus dan memperbanyak membaca.?

HMI Tegal Kab

"Fokuskan menulis, jangan banyak memikirkan hal lain," katanya sembari mengatakan, membaca juga penting untuk memperkaya kosa kata tulisan. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, Nusantara, PonPes HMI Tegal Kab

Minggu, 10 Desember 2017

GP Ansor Kota Ternate Adakan Diklatsar Angkatan Pertama

Ternate, HMI Tegal Kab?

Gerakan Pemuda Ansor Kota Ternate, Maluku Utara menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Ternate.?

GP Ansor Kota Ternate Adakan Diklatsar Angkatan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kota Ternate Adakan Diklatsar Angkatan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kota Ternate Adakan Diklatsar Angkatan Pertama

Di kota yang terletak dibawah kaki gunung Gamalama tersebut, sebanyak 60 Banser dilatih serta dididik untuk menjadi kader yang berkualitas. Mereka menerima materi di dalam ruangan maupun lapangan selama 4 hari, mulai (19/1) sampai (22/1).

Di antara materi ruangan pada Dikalatsar itu adalah ke-Aswaja-an, keindonesiaan, ke-NU-an, pendidikan pendahuluan bela negara, peraturan organisasi dan lain-lain. Sedangkan materi lapangan meliputi kerja sama, pembentukan karakter, PBB dan TUB.

Dikalatsar tersebut juga diwarnai dengan apel Kesetiaan terhadap ? Pancasila dan NKRI yang dihadiri PWNU, PCNU, TNI dan Polri serta elemen masyarakat yang lain. Kemudian dilanjutkan dengan aksi donor darah.

"Kami atas nama Pimpinan Wilayah GP Ansor Maluku Utara, mengapresiasi PC GP Ansor Kota Ternate yang mengadakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar,” ungkap Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Maluku Utara Salim.

HMI Tegal Kab

Menurut Salim, Banser yang sangat dibutuhkan di masyarakat untuk berbuat dan berkarya nyata membangun, mengembangkan dan menjaga visi misi organisasi serta NKRI.?

“Banser adalah pasukan inti GP Ansor yang memiliki fungsi stabilisator, dinamisator, katalisator serta kaderisasi, sehingga mutlak diperlukan untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.?

Salim menambahkan, sekarang banyak gerakan Islam yang radikal, sehingga diharapkan Banser ini mampu, membimbing, mencerdaskan, serta menjaga keberlangsungan Aswaja an-nahdhiyyah dan NKRI.

Sementara Ketua PC GP Ansor Kota Ternate Rahdi Anwar mengatakan, Diklatsar tersebut merupakan angkatan pertama dan akan terus diadakan agar GP ANsor semakin berkembang di kota Ternate khususnya, serta Provinsi Maluku Utara pada umumnya."?

HMI Tegal Kab

"Enam puluh kader angkatan pertama ini akan menjadi pionir kaderisasi. Selanjutnya akan merekrut anggota baru. Diharapkan 2 bulan yang akan datang Diklatsar angkatan kedua dilaksanakan," harapnya.?

Personalia Asrendiklat Satkornas Banser Sujani sebagai instruktur kegiatan tersebut mengatakan menyebutkan, peserta Diklatsar Ternate tersebut serius mengikuti tiap materi yang diberikan.

“Diskusi pun kami lakukan di dalam maupun lapangan untuk mencari kualitas kader. Apalagi banyak juga peserta yang masih berstatus mahasiswa sehingga pola dan daya pikirnya banyak gagasan dan ide untuk mengembangkan organisasi,” pungkasnya. (Herry Budi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Lomba, Hadits HMI Tegal Kab

Senin, 04 Desember 2017

Novel Dari Hari Ke Hari Dibahas di Cirebon

Cirebon, HMI Tegal Kab. Dari Hari Ke Hari, novel aktivis dan wartawan ternama H Mahbub Djunaidi menjadi perbincangan di Umah Kebon, Metland Hotel jalan Siliwangi kota Cirebon, Ahad (6/4) malam. Mereka yang terdiri dari aktivis mahasiswa, wartawan, komunitas seniman yang menduduki kursi di kafe terbuka, menyampaikan pandangan masing-masing.

Dalam pertemuan itu, mereka menyoroti hubungan sastra dan politik yang merujuk pada novel tersebut. Aktivis Jingga Media Sobih Adnan di awal pertemuan mengatakan, karya kesusastraan era reformasi kini jarang sekali terlibat dalam perjalanan kepempinan bangsa.

Novel Dari Hari Ke Hari Dibahas di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Novel Dari Hari Ke Hari Dibahas di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Novel Dari Hari Ke Hari Dibahas di Cirebon

“Penulis kini seperti lebih asyik sendiri menghadapi dunianya,” kata Sobih menyebut penulis belakangan ini yang tengah digandrungi remaja.

HMI Tegal Kab

Forum santai ini dihadiri aktivis Surah Sastra, Komunitas Seniman Santri (KSS), PMII Cirebon, pelajar NU Cirebon baik IPNU maupun IPPNU , dan mahasiswa umum. Dengan meja terbuat dari kayu mentah, mereka mencicipi suguhan kopi rempah khas kafe setempat.

HMI Tegal Kab

Sementara aktivis KSS Baequni M Haririe melihat Mahbub sebagai penulis yang tidak lahir dari ruang kosong. Ia lahir di tengah pergolakan fisik revolusi. Keadaan seperti ini yang kemudian menghadirkan novelnya dengan potret perjuangan kendati dari sudut tokoh seorang anak kecil.

Di samping muatannya, Mahbub melalui novel ini juga membuat ungkapan-ungkapan tajam. “Ketika menggambarkan musim panas, Mahbub menggambarkannya dengan ‘daun keriput’,” terang Baequni yang menyayangkan bahwa orang Indonesia tengah kehilangan orientasi kebudayaan.

Sementara sejumlah aktivis PMII Cirebon melihat hubungan sastra dan politik seperti lazimnya air dan minyak. Aktivis politik dan sastrawan seperti bukan saudara sebagaimana masa lalu. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits HMI Tegal Kab

Minggu, 26 November 2017

Bantu Warga Miskin, Program Ansor Brebes Peduli Diluncurkan

Brebes, HMI Tegal Kab - Guna memfasilitasi para donatur yang akan menyisihkan sebagian rezeki atau hartanya ke kaum dhuafa dan fakir miskin, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mencanangkan program bernama Ansor Brebes Peduli. ?

Secra resmi Ansor Brebes Peduli diluncurkan di Gedung PCNU Brebes, akhir pekan kemarin (7/8) bersamaan dengan acara halal bihalal pengurus PC GP Ansor setempat yang dihadiri pengurus pimpinan anak cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Brebes.

Bantu Warga Miskin, Program Ansor Brebes Peduli Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Warga Miskin, Program Ansor Brebes Peduli Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Warga Miskin, Program Ansor Brebes Peduli Diluncurkan

Edy Tristiyanto selaku koordinator Ansor Brebes Peduli menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk membantu mereka yang tidak mampu atau sedang tertimpa musibah. Dana saat ini sudah terkumpul Rp4.075.000 hasil dari swadaya pengurus GP Ansor dan akan disalurkan kepada Umiyatun, warga RW 4 Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Brebes. Umiyatun merupakan seorang janda beranak tiga penderita penyakit paru-paru yang sehari sehari-hari bekerja sebagai pemulung.

“Mudah-mudahan ke depan makin banyak lagi donasi yang terkumpul dari para donatur sehingga Ansor bisa membantu lebih banyak warga yang tidak mampu,” lanjut Edy.

HMI Tegal Kab

Sementara, Ahmad Munsip selaku Ketua PC GP Ansor Kabupaten Brebes menambahkan bahwa pihaknya mempunyai beberapa bidang garapan termasuk bidang sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, pengurus GP Ansor di semua tingkatan harus peka terhadap kondisi sosial yang ada di masyarakat, salah satunya para kaum dhuafa. “Slogan GP Ansor yaitu ngaji, ngader, makaryo (mengaji, mengader, dan berkarya) itu yang harus kita laksanakan sehingga kiprah, eksistensi dan karya GP Ansor di masyarakat bisa dirasakan,” tutup Munsip.

HMI Tegal Kab

Acara peluncuran Ansor Brebes Peduli diisi Business Opportunity Presentation oleh Bumiputera Syariah Cabang Tegal untuk calon tenaga Financial Consultant Syari’ah sebagai tindak lanjut nota kesepahaman antara Pimpinan Wilayah GP Ansor Jateng dan Bumiputera. Turut Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua PCNU Kabupaten Brebes H Sodikin Rahman serta penasihat PC GP Ansor Kabupaten Brebes sekaligus Ketua KPU Brebes Muamar Riza Pahlevi. (Red: Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, AlaNu, Quote HMI Tegal Kab

Kamis, 23 November 2017

Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi

Lebak, HMI Tegal Kab. Para kiai di wilayah Lebak, Banten, menyelanggarakan Halaqah Alim Ulama Nusantara bertema “Membangun Gerakan Pesantren Antikorupsi” di Pondok Pesantren Qothrotul Falah Jalan Sampay-Cileles Km. 05 Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.

Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi

Halaqah yang diselenggarakan atas kerja sama Kemitraan (Partnership), Gusdurian dan Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini menjadi kelanjutan dari kegiatan yang sama di Yogyakarta akhir Juli 2015.

Rais Syuriah PCNU Lebak KH. Muhammad Mas’ud yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan, para kiai perlu berjihad melawan korupsi yang sudah kian mentradisi dalam masyarakat Indonesia.

HMI Tegal Kab

“Jika melihat kemungkaran seperti korupsi, maka ubahlah dengan tangan atau kekuasaan kita. Kita tidak boleh membiarkannya,” jelas pendiri Pondok Pesantren al-Hidayah Lebak ini, Rabu (2/9).

HMI Tegal Kab

Terkait wacana hukum mati bagi koruptor, Kiai Mas’ud menyatakan, membunuh satu orang untuk melindungi ribuan orang lain bisa dimaklumi dan bahkan dibenarkan. “Lebih manusiawi mana membunuh satu orang atau membiarkan korupsi yang mengancam kelangsungan hidup orang banyak?” ujarnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua MUI Kabupaten Lebak menyatakan bahwa korupsi tidak akan terjadi di pesantren. “Apanya yang mau dikorupsi?” tanyanya. “Namun demikian, para kiai harus hati-hati jika menerima uang yang tidak jelas asal-muasalnya,” imbuhnya. ? ? ?

Usai sambutan para kiai, halaqah dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ahmad Suaedy dari Gurdurian, Iwan Misthohizzamam dari Kemitraan, Dr. KH. Amas Tajuddin dari kalangan kiai pesantren dan Nurul H. Maarif sebagai perwakilan peserta halaqah di Jogjakarta.

Pada intinya, semua peserta sepakat untuk turut andil bersama pemerintah memberantas korupsi. Karena itu, di akhir kegiatan diadakan deklarasi yang disebut sebagai Deklarasi Lebak Membangun Gerakan Pesantren Antikorupsi, yang naskahnya dibacakan oleh KH. Asep Saefullah, M.Pd., Pengasuh Ponpes La Tahzan sekaligus Ketua ISNU Kabupaten Lebak.? ?

Secara umum, kegiatan ini sendiri bertujuan untuk; 1)? melindungi dan menjauhkan rakyat dan para pemimpin agama di masyarakat dari keterlibatan di dalam jaringan korupsi; 2) Memberi pemahaman kepada para pemimpin agama dan masyarakat tentang ancaman dan kerugian akibat korupsi terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia; 3) Mendorong para ulama dan lingkungan pesantren untuk ikut mendukung dan mencegah terjadi korupsi di semua level dalam berbagai bentuk korupsi; 4) Memberi perlindungan kepada para pelaku gerakan antikorupsi dari serangan jaringan koruptor di berbagai daerah.

Pada kegiatan yang diselenggarakan setengah hari ini, tampak hadir Ketua MUI Kabupaten Lebak yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH Achmad Syatibi Hambali, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Lebak KH Muhammad Mas’ud, intelektual NU KH Amas Tajuddin, Ahmad Suaedy dari Gusdurian, Iwan Misthohizzamam dari Kemitraan, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lebak Ade Budjaerimi, Ketua PC Fatayat Kabupaten Lebak Siti Nurasiah, Ketua ISNU Lebak KH. Asep Saefullah, dan lainnya. (Nurul Huda Maarif/Mahbib)

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, Budaya HMI Tegal Kab

Sabtu, 18 November 2017

Di Tiap Madrasah Maarif Diharapkan Berdiri IPNU-IPPNU

Jepara, HMI Tegal Kab. IPNU-IPPNU merupakan organisasi yang mampu membentengi pelajar NU dari serangan radikalisme. Sebab dengan bergabung di dalamnya pelajar didoktrin ke-NU-an, ke-Aswaja-an, dan ke-Indonesia-an.

Di Tiap Madrasah Maarif Diharapkan Berdiri IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Tiap Madrasah Maarif Diharapkan Berdiri IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Tiap Madrasah Maarif Diharapkan Berdiri IPNU-IPPNU

Pernyataan ini dilontarkan Fatkhul Huda, Kepala Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 02 Jepara dalam Sosialisasi Mopdik dan Pendirian Komisariat IPNU-IPPNU yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jepara di aula Lembaga Pendidikan Maarif NU Jepara, Jawa Tengah, Kamis (25/6) pagi.

Membentengi pelajar dengan IPNU-IPPNU, lanjutnya, berarti memperjelas “kelamin” peserta didik. Jika tidak dibentengi dengan matang jangan salahkan jika pelajar NU bergabung dengan ISIS dan berangkat ke Syria.

HMI Tegal Kab

IPNU-IPPNU dengan madrasah yang bernaung di LP Maarif memiliki satu visi dan misi. Tidak ada sekat. Sehingga perlu dikembangkan. “Kita harus membangun IPNU-IPPNU dari madrasah Ma’arif kita,” tegas Huda yang juga kepala MTs Safinatul Huda 01 Sowan Kidul, Kedung, Jepara.

HMI Tegal Kab

Hal lain dikemukakan H Sugiwanto. Kepala Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 Jepara ini menegaskan IPNU-IPPNU merupakan jenjang kaderisasi di tubuh NU. Dengan mengikutinya pelajar menjadi generasi cerdas dengan pengetahuan umum dan ideologi Aswaja yang kuat.

Kepala Kemenag Jepara, H Muhdi mendukung MTs dan MA Maarif yang bernaung di KKMTs dan KKMA 02 Jepara untuk mengelola IPNU-IPPNU di madrasah. “Lebih afdolnya MTs dan MA Maarif ada IPNU-IPPNUnya,” jelasnya.

Sedangkan yang mewajibkan adanya IPNU-IPPNU baginya ialah Kepala KKMTs dan KKMA 02 yang menaungi madrasah-madrasah Maarif. Senada dengan Sugiwanto, mantan Ketua PCNU Boyolali ini menambahkan IPNU-IPPNU mempunyai hirarki yang jelas.

“Agar menjadi kader yang sistematis diawali dari IPNU-IPPNU. Ke atasnya lagi Ansor, NU dan Fatayat serta Muslimat,” lanjutnya.

Muhammad Khoironi, Ketua IPNU Cabang Jepara mengharap 34 MTs dan 58 MA yang bernaung di lingkup LP Maarif Jepara memiliki IPNU-IPPNU di madrasah masing-masing.

Adanya IPNU-IPPNU di madrasah Maarif tidak lepas dari empat aspek hukum. Hasil Kongres PP IPNU-IPPNU tahun 2003 di Surabaya mengembalikan basis IPNU-IPPNU dari desa ke madrasah, sekolah dan pondok pesantren. Hasil Muktamar NU di Makassar tahun 2005 mengamanatkan pembentukan PK IPNU-IPPNU di madrasah, sekolah dan pesantren.

Surat Instruksi PP IPNU No.159/PP/A/XVII/7354/II/2014 tentang instruksi pendirian pimpinan komisariat. Serta surat dari PP LP Maarif No.133/PP/SU/LPM-NU/I/2013 tanggal 21 Januari 2013 tentang permohonan memberikan dukungan pendirian komisariat IPNU dan IPPNU.

“Kita wajib membentengi pelajar NU dari gempuran radikalisme yang semakin merebak di dunia pendidikan. Sehingga IPNU-IPPNU bagi kami wajib ada di madrasah,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits HMI Tegal Kab

Selasa, 07 November 2017

Biografi Singkat KH Ali Mustafa Ya’qub

Jakarta, HMI Tegal Kab

Umat Islam di Indonesia berduka atas wafatnya Rais Syariyah PBNU periode 2010-2015 dan mantan Imam Besar Masjid Istiqlal pada Kamis (28/4) pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Hermina Jakarta.

Semasa hidup, ulama ahli hadits ini telah banyak menelurkan karya monumental, baik dalam bahasa Arab, Inggris maupun Indonesia. Keahliannya dalam bidang ilmu hadits ini ia wujudkan dengan mendirikan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darussunnah di Pisangan Barat, Ciputat, Tangerang Selatan.?

Biografi Singkat KH Ali Mustafa Ya’qub (Sumber Gambar : Nu Online)
Biografi Singkat KH Ali Mustafa Ya’qub (Sumber Gambar : Nu Online)

Biografi Singkat KH Ali Mustafa Ya’qub

Hingga sekarang, pesantren tersebut telah banyak mencetak para ilmuwan di bidang Ilmu Hadits maupun Tafsir. Bahkan perjuangan KH Ali Mustafa Yaqub untuk mengembangkan ilmu Hadits tidak berhenti hanya di Indonesia, tetapi juga berbagai negara seperti Malaysia dengan mendirikan pondok pesantren serupa di sana.

Berikut riwayat hidup (biografi) singkat KH Ali Mustafa Yaqub yang berhasil dihimpun HMI Tegal Kab:

Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub, MA lahir di Kemiri, Batang, Jawa Tengah, pada tanggal 2 Maret 1952. Saat ini, domisili beliau di Jalan SD Inpres No. 11 RT. 002 RW. 09 Pisangan-Barat Ciputat 15419 Tangerang Selatan, Banten.

HMI Tegal Kab

Pendidikan KH Ali Mustafa Yaqub mulai dari SD sampai SMP, semua dijalani di Batang kota kelahirannya. Setelah tamat SMP minatnya untuk belajar agama mulai tumbuh, Ali Mustafa kecil bertandang ke sebuah pesantren di Seblak, Jombang untuk belajar agama sampai tahun 1969.

Kemudian beliau nyantri lagi di pesantren Tebuireng, Jombang sampai tingkat Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari sampai awal tahun 1976. Dan pada tahun itu juga ia masuk Fakultas Syariah Universitas Muhammad ibnu Saud sampai tahun 1985 kemudian mengambil Master di Universitas yang sama pada Jurusan Tafsir dan Ilmu Hadits.

Secara garis besar, pendidikan KH Ali Mustafa Yaqub adalah sebagai berikut:

Pondok Pesantren Seblak Jombang (1966–1969).Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1969–1971). Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari, Jombang (1972–1975). Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia (S1, 1976–1980). Fakultas Pascasarjana Universitas King Saud, Riyadh, Saudi Arabia, Spesialisasi Tafsir Hadits (S2, 1980–1985). Universitas Nizamia, Hyderabad, India, Spesialisasi Hukum Islam (S3, 2005–2008).

HMI Tegal Kab

Guna memperoleh gelar doktornya, Prof. Ali Mustafa Yaqub ahli hadits Indonesia yang juga anggota Komisi Fatwa MUI Pusat diuji para ulama Timur Tengah. “Masalah halal-haram merupakan sesuatu yang sangat penting bagi umat Islam di manapun berada, karena mengonsumsi produk yang haram disamping berbahaya bagi tubuh, juga menjadi sebab penolakan amal ibadah seorang Muslim oleh Sang Khaliq,” prinsipnya.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, AlaNu, Aswaja HMI Tegal Kab

Minggu, 29 Oktober 2017

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS

Way Kanan, HMI Tegal Kab - Menyikapi kejahatan kemanusiaan di Rohingnya, Rijalul Ansor Way Kanan, GP Ansor Bahuga, Gusdurian Lampung, Satkorwil Banser Lampung, dan Aji Tapak Sesontengan (ATS) Global Indonesia Tim Swarna Raya menggelar doa untuk Rohingya serta bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan non-medis.

Ketua Rijalul Ansor Way Kanan Hasyim Asyari di Blambangan Umpu, Kamis (7/9) menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk mengundang masyarakat mendoakan agar etnis Rohingya segera terbebas dari kekerasan dan diskriminasi dialami selama ini.

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS

Pelaksanaan kegiatan akan berlangsung di dua tempat, pertama pada Jumat 8 September di area Panti Asuhan Pesantren Roudlotul Mutaqqin dan pada Sabtu 9 September di Mushola Al Hikmah, Kampung Dewa Agung, Kecamatan Bahuga.

"Sembari menunggu penagananan penyembuhan penyakitnya seperti asam urat, lemah jantung, sakit gigi, urat kejepit, migrain, vertigo, maag dan berbagai penyakit medis lain oleh Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada Lampung sekaligus kamitua atau master ATS sahabat Gatot Arifianto, masyarakat akan kami pandu mendoakan saudara kita di Rohingya," ujar Hasyim didampingi Ketua GP Ansor Bahuga Muhammad Nur Hasyim.

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Menyikapi persoalan Rohingya dengan doa menurut Hasyim, lebih maslahat daripada menyebar gambar hoax tidak sesuai, sadis dan didramatisir yang berpotensi memecah belah masyarakat Indonesia.

"Kami sepakat, bahwa apa yang terjadi di Rohingya ialah tragedi kemanusiaan yang harus segera dihentikan karena bertentangan dengan nalar hingga nurani. Siapapun yang beragama dan mengimaninya dengan benar pasti menolak kebiadaban," katanya.

Selain berdoa bersama, masyarakat juga akan diajak berfoto dengan membawa pesan-pesan perdamaian, seperti wasiat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Agama jangan jauh dari kemanusiaan, lalu Dalai Lama XIV: Perdamaian bukan hanya sekadar tidak adanya kekerasan. Perdamaian adalah, perwujudan kasih sayang manusia, serta kutipan positif lain. (Erli Badra/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Hadits HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock