Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Mempertahankan Capaian Ramadhan Lebih Sulit Dibanding Meraihnya

Jember, HMI Tegal Kab. Mempertahankan sesuatu yang telah dicapai lebih sulit dibanding meraihnya. Sebab, godaan dan tantangannya lebih berat dalam kondisi mempertahankan. Apalagi dalam soal capaian di bulan Ramadhan.?

Mempertahankan Capaian Ramadhan Lebih Sulit Dibanding Meraihnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mempertahankan Capaian Ramadhan Lebih Sulit Dibanding Meraihnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Mempertahankan Capaian Ramadhan Lebih Sulit Dibanding Meraihnya

Demikian diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Takmir Masjid (PC LTM) NU Jember, H.A. Fauzi saat memberikan taushiyahnya dalam acara halal bihalal keluarga besar LTMNU dan takmir masjid Jember barat di masjid jami Darul Muttaqien, Tanggul, Jember, Jawa Timur, Rabu (13/7).?

Menurutnya, dalam melaksanakan puasa Ramadhan, terasa lebih ringan untuk memerangi hawa nafsu dan menahan perilaku tak terpuji. Itu karena dilaksanakan serentak dan bersama-sama dengan orang lain. Tapi setelah lebaran, "kebersamaan" itu tak ada lagi, sehingga tergantung kepada masing-masing individu untuk mempertahankan nilai-nilai ketaqwaan yang telah dicapai selama Ramadhan.?

"Makanya saya katakan lebih berat sekarang (setelah lebaran). Tapi memang kita harus berusaha untuk menjaga dan mempertahankan apa yang sudah kita capai di bulan Ramadhan," jelasnya.

HMI Tegal Kab

H. Fauzi lantas mengurai sekian sukses yang harus dipertahankan kedepan sebagai output puasa Ramadhan. Di antaranya, kedermawanan, pengendalian emosi, budaya maaf dan penebaran nilai-nilai kebajikan. Tiga yang disebut terakhir sesungguhnya tidak butuh modal (materi).?

Mengendalikan emosi, katanya, tidak memerlukan dana, hanya perlu kelapangan hati. Kelapangan hati bukanlah produk instan, tapi hasil latihan terus menerus yang ditopang oleh semangat ketaatan terhadap perintah Allah.?

"Banyak persoalan besar dalam kita bertetangga, pemicunya karena kita gampang emosi. Emosi bisa jadi percikan api yang dapat menghanguskan segalanya. Makanya, jangan cepat marah dalam menyikapi sesuatu," tukasnya.

Demikian juga budaya maaf, harus tetap tertanam pasca lebaran. Tidak hanya saat lebaran. Dalam pandangan Ketua Takmir Masjid Jami Darul Muttaqien itu, sesungguhnya minta dan memberi maaf tidak sulit. Hanya butuh kebesaran jiwa. Meminta dan memberi maaf sama-sma mulia. Namun secara psikologis, posisi orang yang memberi maaf, butuh dorongan spirit yang lebih. Sebab, orang yang dimintai maaf, biasanya posisinya menang. Dalam posisi tersebut, sikap arogan terkadang muncul.?

HMI Tegal Kab

"Tapi apapun itu, memnita maaf dan mamberi maaf adalah sikap yang sangat terpuji. Dendam kesumat tak perlu dipelihara, sebab hanya membawa malapetaka," jelasnya.

Sedangkan kedermawanan mempunyai fungsi sosial yang sangat dahsyat. Fauzi menilai, alangkah indahnya jika budaya sedekah yang lumrah terjadi di bulan Ramadhan berlanjut di luar bulan Ramadhan. "Kepedulian sosial inilah yang sesungguhnya menjadi ruh diklat puasa Ramadhan," ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nusantara, Quote HMI Tegal Kab

Selasa, 20 Februari 2018

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin

?Jakarta, HMI Tegal Kab. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, agar prahara hukum yang menimpa Mahkamah Konstitusi (MK) tak terulang kembali.

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin

"Semua hakim MK harus siap hidup miskin agar selama menjadi hakim tak mau menerima suap terkait perkara yang sedang dihadapi," kata Hasyim Muzadi saat menjadi tampil sebagai pakar pada uji kelayakan dan kepatuhan calon hakim MK di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/3/2014).

Karena itulah, sebelum menjadi hakim, mereka harus mamantapkan niat tulusnya menjadi hakim agar di tengah jalan tak mudah tergoda oleh rayuan menerima suap. "Termasuk meminta izin dan meminta kesediaan istrinya untuk hidup miskin. Karena istri bisa menjadi salah satu provokator terjadinya suap," katanya.

HMI Tegal Kab

Hukum di Indonesia, kata Hasyim, sekarang terasa jauh dari keadilan. Padahal tujuan hukum sebenarnya adalah keadilan. "Hukum di Indonesia masih prosedural. Karena. Itu, hukum kerap jauh dari rasa keadilan," jelas pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini.

Pada kesempatan tersebut, mantan Ketua Umum PBNU juga menekankan pentingnya kejujuran hakim saat berhadapan langsung dengan suap. Calon hakim yang sekarang seorang akademisi, misalnya, sulit melakukan korupsi karena di kampus tak ada yang dikorupsi.

HMI Tegal Kab

"?Kalau sudah berada di MK, rayuan untuk menerima suap sangat besar. Seperti yang menimpa Akil Mochtar. Karena itulah, kejujuran menjadi kunci utama untuk tegaknya hukum yang berkeadilan di Indonesia," katanya.

Hasyim Muzadi lebih menekankan kejujuran karena dalam pandangannya mencari orang pintar dan ahli hukum sangat mudah. Yang sulitnya, katanya, adalah mencari orang yang jujur. "Orang pintar banyak. Yang sulit orang jujur. Sayangnya, orang jujur banyak yang tak pintar-pintar," terangnya. (Ahmad Millah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nusantara, Cerita HMI Tegal Kab

Rabu, 14 Februari 2018

Ideologi Urusan NU dan Muhammadiyah, Teroris Urusan TNI dan Polri

Jepara, HMI Tegal Kab?



Rais Syuriah PCNU Jepara KH Ubaidillah Noor Umar mengatakan, jam’iyyah NU dan Muhammadiyah harus selalu dibesarkan. Ia menyampaikan hal itu pada silaturrahim Kapolres Jepara, PCNU, Pengurus Daerah Muhammadiyah dan media yang berlangsung di gedung NU Jepara, Jawa Tengah pada Kamis (9/2).?

Jika sudah besar, kata pengasuh pesantren Darul Ulum Bandungharjo Donorojo Jepara tersebut, Kapolres tidak perlu patroli, tidur saja karena sudah diurusi NU dan Muhammadiyah.?

Ideologi Urusan NU dan Muhammadiyah, Teroris Urusan TNI dan Polri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ideologi Urusan NU dan Muhammadiyah, Teroris Urusan TNI dan Polri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ideologi Urusan NU dan Muhammadiyah, Teroris Urusan TNI dan Polri

Yang panting, lanjutnya, ialah mengidentifikasi 73 golongan Islam yang pernah disabdakan Nabi Muhammad. “Islam NU itu yang bagaimana, Muhammadiyah seperti apa, Syiah maupun Wahabi yang bagaimana perlu direnungkan bersama,” harapnya sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut.?

Karena itu, untuk urusan ideologi, serahkan kepada NU dan Muhammadiyah. Polri dan TNI di belakang. Sedangkan untuk urusan teroris, NU dan Muhammadiyah di belakang dan mendukung sepenuhnya kinerja aparat keamanan.?

HMI Tegal Kab

Kiai Ubaid bersyukur kantor PCNU Jepara disambangi berbagai kalangan mulai polisi, tentara, pendeta maupun biksu. Menurut dia, silaturahim seperti itu harus terus dirawat, tidak membenci tradisi baik yang ada di masing-masing pihak. Termasuk di dalam Islam sendiri. ? ?

Ketua PD Muhammadiyah Jepara Fahrurrazi menyampaikan hasil kunjungan petinggi PDI Perjuangan di gedung Pengurus Pusat Muhammadiyah. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa masyarakat Indonesia sepakat dengan NKRI harga mati.?

Adapun 4 pilar NKRI itu sebutnya NU, MD, TNI dan Polri. Keempatnya elemen tersebut tegasnya adalah jangkar kekuatan NKRI.?

Hal lain ditambahkan AKBP M. Samsu Arifin. Menurut Kapolres Jepara itu berdirinya negara Indonesia tidak lepas dari jerih payah NU dan Muhammadiyah; KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan. “Tanpa jasa beliau-beliau polisi tidak bisa apa-apa,” jelasnya.?

HMI Tegal Kab

Apalagi yang berkaitan yang ada di dalam kepala, ideologi. “Jelas kita tidak mampu menembusnya,” tambahnya.?

Momen itu terang Samsu merupakan sarana untuk membesarkan NU dan Muhammadiyah karena mulai berdirinya bangsa hingga saat ini tidak lepas dari kontribusi ulama. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nusantara, Ahlussunnah HMI Tegal Kab

Minggu, 21 Januari 2018

Terpilih Jadi Presiden WCRP karena Tak Mau Dicalonkan

Jakarta, HMI Tegal Kab

Terpilihnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi sebagai salah satu presiden Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian (World Conference on Religion for Peace/WCRP) di Kyoto, Jepang, 25-29 Agustus lalu, ternyata menyisakan cerita menarik. Pemimpin organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini terpilih karena tak mau dicalonkan.

Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP Djohan Effendi yang juga turut dalam pertemuan tokoh-tokoh lintas agama dari seluruh dunia itu menceritakan, sejak awal Hasyim Muzadi memang tak bersedia untuk dicalonkan menduduki jabatan bergengsi yang sebelumnya diisi oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafi’i Ma’arif tersebut.

“Pak Hasyim (Muzadi, red) dari awal memang nggak mau dicalonkan. Menjelang pemilihan, saya telepon beliau untuk meminta kesediaannya, waktu itu beliau sedang ada di Jeddah (Arab Saudi), tetapi juga tetap nggak mau,” ungkap Djohan kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/9). Turut mendampinginya dalam kesempatan tersebut Ketua PBNU Rozy Munir, petinggi ICRP, Siti Musdah Mulia dan Johanes N Hariyanto, SJ.

Terpilih Jadi Presiden WCRP karena Tak Mau Dicalonkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Jadi Presiden WCRP karena Tak Mau Dicalonkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Jadi Presiden WCRP karena Tak Mau Dicalonkan

“Beliau bilang, lebih baik tetap Pak Syafi’i (Ma’arif, red) saja,” terang Djohan menirukan pernyataan Hasyim.

Lantas apa pasal hingga Hasyim tetap didaulat untuk mengemban amanah tersebut? Djohan mengungkapkan, ada beberapa alasan, pertama, karena Syafi’i Ma’arif sendiri juga menolak untuk dicalonkan kembali. “Kalau Pak Syafi’i nggak mau, kesimpulan saya berarti Pak Syafi’i mendukung Pak Hasyim,” tandasnya.

HMI Tegal Kab

Kedua, menurutnya, dalam etika beragama, barang siapa yang menolak dicalonkan untuk menjadi pemimpin, maka dialah orang yang pantas menduduki jabatan tersebut. Meski dikatakannya ada yang bersedia dan mencalonkan diri, yakni Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, namun pihaknya tetap menjagokan Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu.

“Maka kami sepakat untuk tetap mencalonkan Pak Hasyim walaupun Pak Din Syamsudin mau mencalonkan diri,” kata Djohan.

Alasan lain yang juga tak kalah pentingnya, imbuh Djohan, karena selain mewakili muslim Indonesia, Hasyim juga merupakan pemimpin ormas Islam terbesar di Indonesia. NU, sebagai komunitas muslim berbasis Sunni terbesar di Indonesia bahkan di dunia, juga menjadi bahan pertimbangan lainnya. “NU sebagai ormas Islam terbesar tentu tidak bisa diabaikan,” tandasnya.

Selain itu, katanya, Hasyim dipilih juga karena kiprahnya dalam upaya pengembangan perdamaian, baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa waktu lalu, PBNU menggelar Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim (International Conference of Islamic Scholar/ICIS). Acara tersebut dihadiri sekitar 300 ulama/cendekiawan muslim dari 53 negara. PBNU juga membantu resolusi konflik di Thailand Selatan.

HMI Tegal Kab

WCRP adalah organisasi lintas agama yang menghimpun tokoh-tokoh berbagai agama dari seluruh dunia dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia. Pada pertemuan itu, hadir 600-an tokoh dari 20 agama dari 100 negara di dunia. Organisasi yang berpusat di Markas PBB, di New York itu didirikan pada tahun 1970.

Beberapa program yang dijalankan adalah menghentikan perang, mengakhiri kemiskinan dan melindungi bumi. Mereka telah berupaya untuk membantu upaya rekonsiliasi di Irak, menjadi mediator dalam perang antar-suku di Sierra Leone serta membantu jutaan anak yang terinfeksi virus HIV di Afrika. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nusantara HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi

Jeddah, HMI Tegal Kab?

Kerajaan Arab Saudi menagkap sebelas pangeran, empat menteri aktif, dan puluhan mantan menteri pada Sabtu (4/11) malam. Perintah penangkapan keluar dari komite anti-korupsi baru yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi

Seperti dilansir Al Arabiya, komite tersebut mengumumkan bahwa mereka tengah membuka kembali berkas banjir Jeddah tahun 2009 dan menyelidiki masalah virus Corona yang juga dikenal sebagai Middle East Respiratory Syndrome atau MERS. Sumber berita yang disiarkan Al Arabiya anonim dan tak ada rincian nama siapa saja yang menjadi objek penangkapan.

Pembentukan komite pemberantasan korupsi merupakan salah satu dari dua keputusan penting yang diumumkan Raja Salman selain merombak kabinet Saudi. Penangkapan orang-orang berpengaruh tersebut adalah keputusan pertama komite ini.

Menurut sebuah Keputusan Kerajaan yang dikeluarkan oleh Raja Salman pada hari Sabtu, komite anti-korupsi diketuai oleh Putra Mahkota dengan keanggotaan: Ketua Komisi Pemantauan dan Investigasi, Ketua Otoritas Anti Korupsi Nasional, Kepala Biro Audit Umum, Jaksa Agung, dan Kepala Bagian Keamanan Negara.

Komite baru ini berhak untuk menyelidiki, menahan, melarang bepergian, membekukan rekening dan portofolio, melacak dana dan aset orang-orang yang terlibat dalam praktik korupsi.

HMI Tegal Kab

Terkait perombakan kabinet, Arab News melaporkan, kebijakan Raja Salman terbaru telah menyingkirkan Pangeran Miteb bin Abdullah dari posisi sebagai Kepala Garda Nasional. Posisinya digantikan oleh Khaled bin Ayyaf. Sementara Menteri Ekonomi Adel Fakieh digantikan oleh wakilnya Mohammed al-Tuwaijri. (Red: Mahbib)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nusantara, Makam HMI Tegal Kab

Selasa, 09 Januari 2018

Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia

Jakarta, HMI Tegal Kab



Indonesia akan menerima kunjungan Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb ? beserta ? Majelis Hukama Al Muslimin, sebuah organisasi internasional independen, yang saat ini diketuai olehnya. Rombongan ini dijadwalkan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Ahad (21/02) malam, dan akan disambut oleh ? Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Pelaksana Tugas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMA) yang juga Sekjen Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia (IAAI), Muchlis M Hanafi mengatakan, kunjungan ini sangat penting dalam rangka mempererat hubungan antara kedua negara, terutama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan dakwah keagamaan. “Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia,” terang Muchlis, Ahad (21/02) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia

Kunjungan Grand Syekh Al Azhar ini juga penting dalam mempererat hubungan antara masyarakat Muslim Indonesia dengan Al-Azhar. Menurut Muchlis, dalam konstitusi Mesir, Al-Azhar merupakan lembaga keislaman yang bersifat independen dan memiliki kewenangan melaksanakan seluruh kegiatan keislaman. Al-Azhar merupakan rujukan utama dalam ilmu keagamaan dan urusan keislaman yang bertanggung jawab melaksanakan dakwah serta menyebarkan ilmu keagamaan dan Bahasa Arab di Mesir dan dunia internasional.?

“Syekh Al-Azhar bersifat independen, tidak bisa dijatuhkan dan pemilihannya dilakukan oleh Dewan Ulama Besar yang diatur undang-undang,” jelasnya.

Muchlis mencatat bahwa sejak abad ke-19 (1850-an), sudah ada mahasiswa Indonesia ? yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang didirikan oleh Dinasti Fatimiyah pada 969 M ini. “Saat ini, sekitar 4000 an mahasiswa Indonesia sedang belajar di sana dengan beasiswa Al-Azhar,” tuturnya.

HMI Tegal Kab

Signifikansi lainnya dari kunjungan ini, kata Muchlis, adalah karena Al-Azhar merupakan pilar penting dalam menyebarkan pemahaman Islam moderat. Peran Al-Azhar bagi penyebaran Islam yang moderat di Indonesia perlu didorong dan diperkuat.?

Kunjungan Ahmad Ath-Thayyeb selaku Grand Syekh Al-Azhar kali ini adalah yang pertama ke Asia Tenggara. Dari Indonesia, Grand Syekh akan menyampaikan pesan-pesan dan seruan ? perdamaian dan kemanusiaan ? untuk dunia.?

Profil Syekh Ahmad Ath-Thayyeb

HMI Tegal Kab

Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb al-Asy’ari, al-Maliki, al-Khalwati. Al-Asy’ari adalah mazhab akidahnya, Maliki mazhab fikihnya, dan Khalwati tarekat Sufi tempatnya bernaung. ? Beliau lahir di Qena, Mesir, pada tahun 1946. Silsilah nasabnya sampai kepada Hasan bin Ali bin Abu Thalib.?

Jabatan yang diemban saat ini adalah al-Imam al-Akbar (Imam Terbesar) Syaikh Al-Azhar (dalam bahasa selain Arab biasa disebut Grand Syaikh); pimpinan tertinggi institusi Al-Azhar, Mesir sejak 2010, menggantikan ? Almarhum Prof Dr Muhammad Sayyid Thanthawi. Jabatan ini penetapannya berdasarkan keputusan presiden, dengan masa jabatan seumur hidup. Menurut aturan protokol, jabatan ini setara ? perdana menteri. Sejak 2014, beliau juga dipercaya memimpin Majelis Hukama’ al-Muslimin, sebuah organisasi internasional independen yang menghimpun para tokoh ulama lintas negara, berhaluan moderat, dan bertujuan mengukuhkan perdamaian di dunia Islam.?

Sebelum menjadi Syaikh al-Azhar, Syekh ath-Thayyeb menjabat sebagai: Rektor Universitas Al Azhar (2003 – 2010), ? Mufti Negara (2002 – 2003), Anggota Lembaga Riset al-Azhar, Majma’ al-Buhuts al-Islamiyah, ? dan ? Anggota Dewan Tertinggi Tarekat Sufi. ? Beliau juag tercatat sebagai dekan Fakultas Studi Islam di Aswan dan Fakultas Teologi Universitas Islam Internasional di Pakistan, serta ? mengajar di universitas-universitas di Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nusantara, Santri, News HMI Tegal Kab

Jumat, 05 Januari 2018

Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten

Klaten, HMI Tegal Kab - Peringatan Hari Toleransi Internasional di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, bakal menghadirkan beberapa tokoh nasional. Menurut salah satu perwakilan panitia, Marzuki, acara yang digagas Forum Kebersamaan Umat Beriman (FKUB Kebersamaan) Klaten ini, akan dihelat mulai Sabtu (12/11).

“Acara pembuka yakni apel dan karnaval Antar-Iman, dari Alun-alun menuju Monumen Joeang Klaten,” terang Marzuki, yang juga Ketua PC GP Ansor Klaten, Ahad (13/11).

Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten

Lebih lanjut dipaparkan Marzuki, kegiatan akan berlangsung selama lima hari, yakni pada tanggal 12-16 November. “Acara utamanya adalah pertemuan luas (nasional) para penggerak aktivitas dan karya lintas iman dan budaya se-Indonesia. Mereka akan mempresentasikan, berefleksi dan sharing atas peran yang digelutinya selama ini,” papar dia.

HMI Tegal Kab

Adapun tokoh yang rencananya akan hadir, antara lain KH Imam Aziz (PBNU), Alissa Wahid (Gusdurian), Romo Beny S (Katolik, aktivis perdamaian), Muhammad Al-Fayyadl (Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam, Probolinggo), Dr Pradjarta (Yayasan Percik, Salatiga), Bikhu Panyavaro (Rohaniawan, Aktivis Lingkungan Hidup, Purwokerto), dan lain sebagainya.

Pada kesempatan tersebut, para peserta juga akan diajak untuk mengunjungi "Desa Muktikultur" di Klaten yang memiliki kekayaan budaya dan keragaman agama yang dapat bersinergi, hidup damai berdampingan dengan penuh keramahan dan keberdayaan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nusantara, Amalan HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock