Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Ramadhan, Belajar Nyantri

Brebes, HMI Tegal Kab. Sebagai upaya menambah wawasan ilmu agama, Siswa-siswi MTs Al Ikhlas Limbangan Losari Brebes pindah belajarnya di pesantren. Mereka dikirim untuk mendalami lebih jauh tentang agama di pesantren. Dengan harapan siswa mengenal dunia pesantren sekalikus belajar mengaji kitab kuning.

Wakil Kepala Kesiswaan Sayidin SPdI menjelaskan, dari 529 siswa disebar ke 9 pondok pesantren dan Majelis Taklim di wilayah Losari. Kegiatan nyantri berlangsung sejak 25 Juli hingga 9 Agustus 2012. 

Ramadhan, Belajar Nyantri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Belajar Nyantri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Belajar Nyantri

Pelepasan siswa dilakukan oleh Kepala MTs Al Ikhlas Drs H Muflichun El Masudy. Pelepasan ditandai dengan sholat dhuha berjamaah di Musholah hingga meluber ke lapangan Sekolah. Dalam sambutannya, Muflichun meminta kepada para siswa agar nyantri dengan sepenuh hati. Apalagi dilakukan pada bulan puasa, dipastikan akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan pahala yang berlipat ganda. “Belajarlah dengan sepenuh hati, selagi masih kecil. Niscaya ilmunya akan manfaat dan melekat di sanubari bagai mengukit diatas batu,” pesannya.

HMI Tegal Kab

Tempat nyantri para siswa MTs Al Ikhlas selama 15 hari itu ditempatkan di Majelis Taklim (MT) Al- Athos Lumpur, MT. K Ali Sodiq, MT Sadziliyah, pesantren Hikmah, pesantren Al- Muhajirin, pesantren Al Mumajjad, MT. Al- Ikhlas, pesantren Hidayatul Channan dan MT Al Falah. 

HMI Tegal Kab

Para siswa usai mengikuti kegiatan wajib membuat laporan secara tertulis kepada wali kelas masing-masing yang diketahui para orangnya. 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pahlawan HMI Tegal Kab

Selasa, 20 Februari 2018

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca

Jakarta, HMI Tegal Kab?

Dalam peluncuran buku Fragmen Sejarah NU karya Abdul Mun’im DZ, Kamis (16/3) di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, salah seorang Mustasyar PBNU KH As’ad Said Ali memaparkan 3 hal penting mengapa buku tersebut layak dibaca.

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)
As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca

As’ad yang hadir dalam peluncuran tersebut mengatakan, buku tersebut menarik karena berisi banyak data dan informasi sejarah yang ditulis dengan baik.

“Saya baru khatam sekali, saya harus khatam tiga kali. Pertama untuk menikmati dan mengagumi pikiran para Kiai NU. Kedua, berusaha memahami konsep berpikir dan strategi politik NU. Ketiga, bagaimana cara menerapkan taktik dan strategi tersebut dalam realitas saat ini,” papar As’ad.

Rujukan Mapel SKI di madrasah

Pentingnya sejarah peran besar NU ini, menjadikan buku Fragmen Sejarah NU sebagai referensi utama dalam penyusunan bahan mata pelajaran (Mapel) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tingkat MI, MTs, dan MA.?

HMI Tegal Kab

"Insyaallah di tahun 2017 ini akan kami jadikan buku ini sebagai salah satu sumber utama. Karena ketika kita membaca sejarah Islam Indonesia itu pasti sejarah NU," ungkap Kasubdit Kurikulum Madrasah Kementerian Agama ini.

HMI Tegal Kab

Dalam peluncuran buku ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh sebagai pemberi testimoni. ? KH As’ad Said Ali, Purwo Santoso, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Ahmad Muqowwam, Zastrouw Al-Ngatawi, Zaini Rahman, Zainul Milal Bizawie, dan lainnya.

Para kader muda NU dari Ansor, PMII, dan IPNU juga hadir mengikuti peluncuran buku terbitan Pustaka Compass ini. (DamarPamungkas/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pahlawan, Makam HMI Tegal Kab

Rabu, 07 Februari 2018

Umar dan Lelaki yang Mengutuknya

Suatu hari, Khalifah Umar bin Khattab RA melakukan perjalanan dinas rahasia, sendiri tanpa pengawalan dan tanpa membawa staf.

Ia pergi dengan biaya sendiri, tidak menggunakan uang negara walaupun negara menyediakan biaya perjalanan dinas. Ia khawatir kalau membawa rombongan biaya perjalanan dinas itu akan membengkak.

Dengan mengenakan pakaian rakyat biasa, ia ingin tahu keadaan rakyatnya secara langsung.

Umar dan Lelaki yang Mengutuknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Umar dan Lelaki yang Mengutuknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Umar dan Lelaki yang Mengutuknya

Pada suatu dusun, Umar bin Khattab melihat seorang lelaki? sedang duduk di muka kemahnya di bawah pohon. Dari dalam kemah itu, ia mendengar suara perempuan yang sedang merintih kesakitan. Setelah memberi salam Umar bertanya.

“Apa yang sedang kau lakukan, wahai saudaraku?”

“Aku sedang menunggui istriku yang akan melahirkan,” jawab lelaki itu.

HMI Tegal Kab

“Siapa yang menolongnya di dalam?”

“Tidak ada...”

HMI Tegal Kab

“Jadi istrimu sendirian?” tanya Khalifah tidak mengerti.

“Iya, aku tidak punya uang untuk membayar bidan,” jawab lelaki itu dengan muka sedih.

“Kalau begitu, suruh istrimu menahan sebentar, aku akan segera kembali,” ucap Khalifah.

Khalifah Umar ? segera memacu kudanya, meninggalkan lelaki itu. Dan tak jelang lama setelah itu ia kembali bersama seorang perempuan. Tanpa bicara perempuan itu langsung masuk ke dalam tenda sang lelaki ? yang baru mengerti apa yang sedang terjadi.

“Terima kasih dan maaf telah merepotkanmu,” kata lelaki itu.

“Tidak apa-apa.. tapi, ngomong-ngomong mengapa kamu tidak melaporkan keadaanmu kepada Khalifah Umar bin Khattab? Bukankah kau berhak mendapatkan jaminan dari negara?” tanya Umar .

Lelaki itu langsung berdiri, dia memandang orang di depannya dengan sorot mata yang tajam dan menusuk. Umar terkejut melihat reaksi lelaki itu.

“Jangan kau sebut nama orang terkutuk itu di hadapanku!”

“Loh.. memangnya kenapa, wahai saudaraku?” Umar penasaran.

“Orang itu hanya mementingkan dirinya sendiri. Dia tak punya perhatian kepada rakyat kecil. Dia hanya peduli dengan orang-orang kaya yang akan melanggengkan kekuasaanya,” jawab lelaki itu penuh amarah.

“hmm.. kau sudah pernah bertemu dengannya?”

“Belum, lagi pula untuk apa aku bertemu dengannya?”

“Kalau seandainya kau bertemu dengannya. Apa yang akan kau lakukan?” tanya Umar tersenyum.

“Aku akan membunuhnya!”

Tiba-tiba terdengar suara bayi menangis dari dalam kemah.

“Ya Amirul mukminin, alhamdulillah ibu melahirkan dengan selamat! Bayi pun sehat!” teriak perempuan yang datang dengan Khalifah tadi.

Khalifah Umar bin Khattab segera bersujud syukur dan berdoa kepada Allah. Sementara itu, si lelaki gembira bercampur heran. Gembira karena istri dan anaknya selamat, dan heran karena lelaki di sebelahnya dipanggil dengan sebutan “Amirul Mukminin”.

“Lekas kau temui istrimu!, dan ini sekedar membantu perawatan anakmu.”

Umar memberikan sekantung uang yang segera diterima lelaki itu dengan suka cita. Sebelum lelaki itu masuk, dia memandang Umar.

“Wahai tuan, siapa tuan sebenarnya?” tanya lelaki itu penasaran.

“Aku, Umar bin Khattab, Khalifah yang terkutuk itu,” jawab Umar sambil tersenyum. (Ahmad Syaefudin – Yogyakarta)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pahlawan, Berita HMI Tegal Kab

Sabtu, 03 Februari 2018

Puisi Gus Mus: Selamat Idul Fitri

selamat idul fitri, bumi

maafkan kami

selama ini

Puisi Gus Mus: Selamat Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)
Puisi Gus Mus: Selamat Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)

Puisi Gus Mus: Selamat Idul Fitri

tidak semena-mena

kami memerkosamu

?

selamat idul fitri, langit

HMI Tegal Kab

maafkan kami

selama ini

HMI Tegal Kab

tidak henti-hentinya

kami mengelabukanmu

?

selamat idul fitri, mentari? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

maafkan kami

selama ini

tidak bosan-bosan

kami mengaburkanmu

?

selamat idul fitri, laut

maafkan kami

selama ini

tidak segan-segan

kami mengeruhkanmu

?

selamat idul fitri, burung-burung

maafkan kami

selama ini

tidak putus-putus

kami membrangusmu

?

selamat idul fitri, tetumbuhan

maafkan kami

selama ini

tidak puas-puas

kami menebasmu

?

selamat idul fitri, para pemimpin

maafkan kami

selama ini

tidak habis-habis

kami membiarkanmu

?

selamat idul fitri, rakyat

maafkan kami

selama ini

tidak? sudah-sudah

kami mempergunakanmu.







Puisi ini pernah dipublikasikan KH A Mustofa Bisri di akun Facebook pribadinya pada 29 Agustus 2011


Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Kiai, Pahlawan HMI Tegal Kab

Jumat, 02 Februari 2018

Mendikbud Bakal Sertakan Madrasah di Tiap Ajangnya, Ini Kata Ma’arif NU

Jakarta, HMI Tegal Kab. Mendikbud Anies Baswedan akan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh peserta didik dari jalur pendidikan manapun untuk mengikuti setiap ajang lomba yang diselenggarakan oleh pihaknya. Selain madrasah dan sekolah kedinasan, Kemdikbud juga akan mengakomodir sekolah dari jalur pendidikan nonformal dan informal, seperti sekolah alam dan sekolah rumah.

Mendikbud Bakal Sertakan Madrasah di Tiap Ajangnya, Ini Kata Ma’arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Bakal Sertakan Madrasah di Tiap Ajangnya, Ini Kata Ma’arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Bakal Sertakan Madrasah di Tiap Ajangnya, Ini Kata Ma’arif NU

“Kami mengapresiasi niatan tersebut, karena menurut kami, segala sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan kualitas peserta didik, tidak relevan lagi mempermasalahkan hal-hal teknis,” ujar Sekretaris PP LP Ma’arif NU, Zamzami, SAg, MSi saat dihubungi lewat telepon, Jum’at (13/3) di Jakarta.

Seperti, tambah Zamzami, kasus ‘pembegalan’ madrasah baru-baru ini di ajang OSN, itukan teknis, karena selama ini ajang-ajang kompetitif saling terpisah sejak tahun 2009 antara Kemenag (KSM) dan Kemdikbud (OSN). Oleh karena itu, kata dia, kualitas peserta didik melalui lomba-lomba kompetitif jangan dipilah-pilah seperti itu.

HMI Tegal Kab

“Sesungguhnya kami sangat menyayangkan langkah Kemenag untuk mengadakan ajang sendiri, karena kalau satu sama lain menyelenggarakan sendiri-sendiri, buat apa kami menyelenggarakan pendidikan nasional,” ucapnya.

Perlu diketahui, tambahnya, tahun 2002, kompetisi seperti OSN itu diikuti oleh seluruh peserta didik dari jalur pendidikan manapun. “Kami protes kasus ‘pembegalan’ MI di Semarang itu atas dasar kepentingan peserta didik, meskipun kami tahu Kemenag dan Kemdikbud sebetulnya mempunyai ajang masing-masing,” terangnya.

HMI Tegal Kab

Seperti diinformasikan, tahun 2015 ini, Kemdikbud akan menyelenggarakan berbagai macam ajang kompetisi dan festival, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional (LCSPN), Kuis Kihajar (Kita Harus Belajar), Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari), Lomba Karya Jurnalistik Siswa Nasional (LKJS), Lomba Cipta Puisi, Cipta Lagu, Melukis, Membatik, dan lain sebagainya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pahlawan HMI Tegal Kab

Minggu, 21 Januari 2018

Jelang Kongres, Para Kandidat Ketum PMII Asal Jatim Diuji

Surabaya, HMI Tegal Kab. Jelang Kongres PMII ke-XVIII pada 30 Mei hingga 5 Juni mendatang di Jambi, sejumlah kandidat ketua umum akan diuji terlebih dahulu perihal pemikiran dan kapasitas. Komunitas Pondok Budaya IKON Surabaya berencana menggelar “Forum Rembuk Sahabat” bersama para kandidat di Coffe Toffe JX Internasional, Surabaya, Jumat (16/5).

Jelang Kongres, Para Kandidat Ketum PMII Asal Jatim Diuji (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Kongres, Para Kandidat Ketum PMII Asal Jatim Diuji (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Kongres, Para Kandidat Ketum PMII Asal Jatim Diuji

"Selain menghadirkan kandidat Ketua PMII, juga akan menghadirkan sejumlah Ketua Ikatan Keluarga Alumni PMII Jatim, akademisi, dan pengurus NU Jatim sebagai panelis," kata Sekretaris Eksekutif Pondok Budaya IKON Surabaya Abdul Hady JM kepada HMI Tegal Kab, Senin, (12/5). 

Berdasarkan informasi yang beredar, tidak sedikit kandidat ketua PMII berasal dari Jawa Timur. "Ternyata banyak kandidat potensial berasal dari Jawa Timur yang akan maju memperebutkan jabatan ketua umum," kata Abdul Hady.

HMI Tegal Kab

Karenanya, kami terpanggil untuk mengorbitkan mereka sekaligus untuk mencermati proyeksi mereka bila nantinya terpilih, lanjut Hady. Prinsipnya, Forum Rembuk Sahabat menjadi ajang mengomunikasikan pikiran, gagasan, visi dan misi dari kandidat agar dapat diketahui khalayak, khususnya bagi mereka yang memiliki hak pilih saat kongres.

HMI Tegal Kab

Selama ini tampak sejumlah nama kandidat yang diperkirakan akan meramaikan bursa ketua umum. Mereka antara lain Mukaffi Makki (Surabaya), Zaini Mustaqim (Kota Malang), Abdul Aziz (Jombang), Deny Mahmud Fauzi (Surabaya), Arif Taufiqurrahman (Jombang), Abidurrahman (Tulungagung), Erfandi Efendi (Bangkalan), Heri Kristianto (Jember), dan Iwan Adi Kusuma (Tulungagung).

kandidat nantinya akan diuji kemampuan dan komitmennya oleh tiga panelis. Mereka ialah Ketua IKA PMII Jatim RPA Mujahid Anshori, Mantan Rektor Unitomo Ulul Albab, dan Sekretaris PWNU Jatim Muzakki.

"Alhamdulillan sejumlah kandidat telah mengkonfirmasi dan bersedia untuk hadir pada kegiatan ini, demikian juga para panelis," kata sekretaris panitia RPA Faqih Zamany. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Doa, Humor Islam, Pahlawan HMI Tegal Kab

Selasa, 09 Januari 2018

Masyarakat Adat Papua Serahkan Penghargaan Kepada Gus Dur

Jayapura, HMI Tegal Kab

Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menerima penganugerahan penghargaan masyarakat adat Papua yang diserahkan Ketua Dewan Adat Papua, Tom Beanal, di Gedung Olahraga (GOR) Cendrawasih Jayapura, Selasa (14/11) kemarin.

Penyerahan penghargaan berupa plakat yang diawali dengan tari-tarian khas Papua itu disaksikan Wakil Ketua DPRP, Komarudin Watubun, dan Ketua Majelis Rakyat Papua, Agus Alua, dihadiri sekitar 250 warga masyarakat.

Seusai menerima penghargaan tersebut, Gus Dur menyatakan, sangat berterima kasih kepada kaum adat dan masyarakat di Papua yang telah memberikan penghargaan ini. “Saya tahu ini nilainya sangat tinggi dan ini juga pernah saya terima dari masyarakat Timika yang datang ke Jakarta dan memberikan keladi bakar sebagai penghargaan. Mudah-mudahan dengan demikian mempererat hubungan saya dengan teman-teman di Papua,” kata Gus Dur.

Masyarakat Adat Papua Serahkan Penghargaan Kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Adat Papua Serahkan Penghargaan Kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Adat Papua Serahkan Penghargaan Kepada Gus Dur

Ketika ditanya rencananya mewujudkan Theys Eluay menjadi pahlawan nasional, Gus Dur mengatakan dia telah membicarakan rencana tersebut dengan Tom Beanal yang (Ketua Dewan Adat Papua/DAP) selanjutnya diharapkan dapat menyurati DPR Papua untuk kemudian diusulkan ke pemerintah pusat.

“Saya juga, sekembalinya nanti ke Jakarta akan menyurati DPRP Papua, sehingga dapat diproses dan diusulkan,” jelas Gus Dur seraya menambahkan dirinya akan terus memperjuangkan hingga rencana tersebut dapat terwujud.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Gus Dur mengatakan, alm. Theys Eluay sudah seharusnya mendapat penghargaan tersebut karena beliau mengorbankan hidupnya untuk rakyat semua, walaupun apa yang diperjuangkan itu salah diartikan oleh beberapa orang.

HMI Tegal Kab

Namun rakyat Papua mencatat apa yang sangat penting, sehingga dirinya belum puas bila Theys belum menjadi `pahlawan nasional`, tegas Gus Dur. (ant/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kajian, Sejarah, Pahlawan HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Jumat, 29 Desember 2017

Nuansa Budaya Meriahkan Takbir Keliling IPNU-IPPNU

Jepara, HMI Tegal Kab . Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU desa Petekeyan bekerja sama dengan Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU MTs-MA NU Nahdlatul Fata desa Petekeyan kecamatan Tahunan kabupaten Jepara menyelenggarakan Takbir Keliling malam 1 Syawal 1435 H yang dilaksanakan Ahad (27/7) malam.

Nuansa Budaya Meriahkan Takbir Keliling IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Nuansa Budaya Meriahkan Takbir Keliling IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Nuansa Budaya Meriahkan Takbir Keliling IPNU-IPPNU

Tahun ini kegiatan yang sudah berjalan 10 kali ini akan mengusung tema Budaya. Dipilihnya tema tersebut menurut ketua panitia, Muhammad Damar Utomo lantaran untuk menyukseskan Petekeyan sebagai kampung sembada ukir.

“Jadi nuansa budaya yang kami usung misalnya peserta membuat miniatur ukir. Hal itu dalam rangka menyongsong desa swasembada ukir. Disamping itu peserta juga boleh mengangkat budaya Islami. Intinya bertema budaya,” jelas Utomo.

HMI Tegal Kab

Rencananya ada 30 peserta yang merupakan perwakilan tiap RT maupun Musholla se-desa Petekeyan.

Ia menambahkan kegiatan yang juga didukung Pimpinan Ranting (PR) NU Desa Petekeyan tersebut bertujuan menyiarkan agama Islam dengan takbir kemenangan. (Syaiful Mustaqim/Anam)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pahlawan, News, IMNU HMI Tegal Kab

Jumat, 22 Desember 2017

Peringatan Harlah di Jepara Berlangsung Sederhana

Jepara, HMI Tegal Kab. Suasana kesederhanaan. Itulah yang tampak dalam peringatan hari lahir (Harlah) ke-90 NU di Pendopo Kabupaten Jepara, Ahad (26/5). 

Kegiatan yang dihadiri ratusan orang itu terdiri dari pengurus, Banom, Lajnah, MWC dan penerbang telon dari kecamatan Bangsri. Kegiatan malam itu diisi dengan istighotsah, shalawatan dan tausiyah dari KH Kamil Ahmad. 

Peringatan Harlah di Jepara Berlangsung Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringatan Harlah di Jepara Berlangsung Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringatan Harlah di Jepara Berlangsung Sederhana

Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi selaku penggagas mengatakan kegiatan terinspirasi dari rutinitas yang dilaksanakan Perguruan Islam Mathaliul Falah Pati. 

HMI Tegal Kab

“Setiap 16 Rajab di Kajen para santri memperingati Harlah NU. Inspirasi itu kemudian saya sampaikan kepada pak Asyhari dan Alhamdulillah kegiatan bisa terlaksana,” katanya. 

Sementara itu, Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri dalam sambutannya mengungkapkan usia NU kini semakin tua. Karena itu NU harus bisa menyesuaikan dengan jamaah maupun jamiyyah. Disamping itu kiai Asyhari menghimbau agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

HMI Tegal Kab

Dengan menjaga kekompakan, kepala SMKN 3 Jepara itu menyebut gerakan Islam radikal yang akan mendangkalkan eksistensi NU Semisal yang mengatakan membaca shalawat tidak ada gunanya sambungnya merasa kewalahan. Karena itu warga NU lanjutnya harus merapatkan barisan agar upaya busuk mereka tidak terwujud. 

Dengan cara itu, masih menurutnya NU bukan hanya organisasi yang bisa dihitung namun juga diperhitungkan. 

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pahlawan HMI Tegal Kab

Kamis, 14 Desember 2017

Asa Bafaqih, Wartawan dan Diplomat Andal Indonesia

Keberadaan Duta Masyarakat sebagai media Nahdlatul Ulama (NU) tak terlepas dari jasa Asa Bafaqih. Pria yang akrab dipanggil Wan Asa itu merupakan salah satu penggagas sekaligus pimpinan redaksi Duta Masyarakat saat pertama kali diterbitkan.

Saat itu tepatnya tahun 1954 dengan rekomendasi langsung dari Rais Aam PBNU KH Wahab Chasbullah dibentuklah surat kabar sebagai wahana kader Nahdliyin untuk belajar jurnalistik yakni Duta Masyarakat yang dipimpin Wan Asa. Meski dirinya tak lama memegang tanggung jawab dalam keredaksian Duta Masyarakat, namun Wan Asa telah cukup memberikan pondasi penting sebagai bahan untuk dikembangkan generasi muda NU dalam mengumpulkan, mengolah dan menyajikan berita kepada khalayak melalui media massa.

Asa Bafaqih, Wartawan dan Diplomat Andal Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Asa Bafaqih, Wartawan dan Diplomat Andal Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Asa Bafaqih, Wartawan dan Diplomat Andal Indonesia

Pengalaman Wan Asa di dunia jurnalistik diawalinya sebagai penerjemah berita-berita atau artikel berbahasa Arab ke dalam bahasa Melayu di Kabar Harian Pemandangan. Sebelumnya dia berprofesi sebagai guru agama di sekolah.

Selain sebagai penerjemah pria kelahiran 1915 di Tanah Abang, Jakarta itu juga penulis lepas di dua media yang berpengaruh saat itu yakni harian Pemandangan dan majalah mingguan Pandji. Bahkan Wan Asa pernah menjadi pimpinan harian Pemandangan. Namun, karena dinilai seringkali menghambat pemerintahan Hindia Belanda, Pemandangan dilarang terbit lagi.

HMI Tegal Kab

Mengetahui kenyataan itu, Wan Asa tetap berusaha berkecimpung dalam dunia tinta dengan masuk Kantor Berita Jepang, Domei, sebagai Redaktur. Keberadaannya di Domei dimanfaatkan pula oleh Wan Asa untuk kepentingan tanah air tercinta, Indonesia salah satunya ketika proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan.

HMI Tegal Kab

Ketika itu Wan Asa diberi amanah oleh Adam Malik untuk menyelipkan berita kemerdekaan Indonesia dalam Domei. Usaha itu pun berhasil dan akhirnya berita kemerdekaan Indonesia diperdengarkan melalui Kantor Berita Jepang. Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia seutuhnya, Domei beralih nama menjadi Antara dengan Pimpinan Redaksi Asa Bafaqih dibantu Mochtar Lubis.

Usai kemerdekaan pula, harian surat kabar Pemandangan kembali beroperasi. Melalui harian Pemandangan, Asa seringkali membuat geram pemerintah dengan tajuk-tajuk berita yang ditulisnya salah satunya tentang rencana gaji baru PNS serta tentang modal asing yang diterima 21 perusahaan industri. Dua tajuk tersebut dinilai telah membocorkan rahasia negara serta hal sensitif untuk dibuka di ruang publik.

Akibatnya, Asa Bafaqih dituntut dengan dakwaan membocorkan rahasia negara sebab kedua tajuk yang ditulisnya belum diumumkan secara resmi kepada masyarakat. Saat persidangan Asa diminta memberitahukan siapa narasumber yang menginformasikan terkait hal itu.

Jelas saja, sebagai Jurnalis yang bertanggungjawab dan mengerti kode etik Jurnalistik, Asa menolak permintaan yang diajukan kepadanya di persidangan. Asa menggunakan Hak Tolak sebagai wartawan. Akhirnya, Jaksa Agung kala itu R. Soeprapto memutuskan menghentikan penyelidikan dan mengakhiri dakwaan atas Asa Bafaqih tepat pada tanggal 15 Agustus 1953.

Dia juga pernah menjadi anggota DPR GR mewakili wartawan dan anggota dewan mewakili Partai NU. Ketika Partai NU menjadi faktor politik yang diperhitungkan di mana Asa Bafaqih salah seorang tokoh “di belakang layar”, wartawan didikan madrasah ini diangkat Presiden Soekarno menjadi duta besar di Srilangka.

Dia dinilai sebagai seorang diplomat yang berhasil. Hubungannya sangat dekat dengan Perdana Menteri Nyonya Bandaranaike. Laporan-laporannya oleh Jakarta dinilai sangat berbobot. Asa Bafaqih di samping menguasai bahasa Arab dan Inggris, ia juga menguasai bahasa Tamil, bahasa pribumi Srilangka. Asa Bafaqih termasuk seorang di antara pelumas politik Konferensi Bandung dan Non-Blok yang dinilai positif dan sukses.

Selepas mengabdi sebagai Duta Besar RI untuk Srilanka (1960-1964), Asa Bafaqih lantas dipercaya menjadi duta besar di Aljazair merangkap Tunisia (1964-1965). Selama di Aljazair, ia memiliki hubungan dekat dengan Presiden Boumedienne maupun Menlu Botafika dan tkoh-tokoh nasional Aljazair. Namun, di luar jabatan formal sebagai wakil Negara Republik Indonesia, Asa Bafaqih memiliki nama baik di kalangan masyarakat Islam Aljazair berkat penguasaannya terhadap bahasa Arab dan Perancis.

Kiprahnya sebagai jurnalis, birokrat dan politisi berakhir ketika dia mengembuskan napas terakhir di Solo, Jawa Tengah tepat pada tanggal 13 Desember 1978. Jasadnya dikebumikan di Pemakaman Karet, Jakarta.



Daftar Pustaka:


Imam Azis (et al), Ensiklopedia NU, 2014 (Jakarta: PBNU dan Mata Bangsa)

Saifuddin Zuhri, Kaleidoskop Politik di Indonesia, 1982, (Jakarta: Gunung Agung)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ulama, Pahlawan, Doa HMI Tegal Kab

Rabu, 06 Desember 2017

Tujuh Menteri NU Diharap Bantu Berdayakan Warga

Jakarta, HMI Tegal Kab. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap tujuh menteri yang memiliki latar belakang NU turun mendorong kemajuan komunitas NU yang selama Orde Baru dipinggirkan dan dimarginalkan sehingga potensinya tidak bisa berkembang dengan maksimal.?

“Tidak ada menteri yang secara resmi diusulkan oleh PBNU, tetapi diantara menteri tersebut ada beberapa yang merupakan warga NU. Kita doakan mereka dapat kekuatan lahir batin untuk menjalankan amanah yang sangat berat itu dan jangan lupa atas warga NU dan bangsa pada umumnya,” katanya, Rabu.

Tujuh Menteri NU Diharap Bantu Berdayakan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Menteri NU Diharap Bantu Berdayakan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Menteri NU Diharap Bantu Berdayakan Warga

Para menteri yang berlatar belakang NU diantaranya adalah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (ketua umum Muslimat NU), Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (mantan pengurus Lakpesdam NU), Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (PKB), Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jakfar (PKB), Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (PKB), Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi: M. Nasir (pengurus Ikatan Sarjana NU) dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno (pengurus PWNU Yogyakarta).?

HMI Tegal Kab

Ia menambahkan, presiden SBY telah memberi perhatian yang cukup besar terhadap pemberdayaan warga NU, diantaranya upaya pendirian 23 Universitas NU di seluruh Indonesia.

“Kita dengan pak SBY, terima kasih banyak, antara lain berdirinya Universitas NU sampai 23 ini berkat perintah Pak SBY kepada Pak Nuh (mendikbud),” tandasnya.

HMI Tegal Kab

Tentunya, Kiai Said berharap program-program pemberdayaan warga NU tersebut dapat terus dilanjutkan dalam pemerintahan saat ini. Ia menegaskan, NU siap diajak bekerjasama dalam berbagai program pemberdayakan masyarakat.?

“Saya jamin, kalau program pemerintah ngajak kader NU, insyaallah beres. Karena kita kalau bekerja sungguh-sungguh, kita biasa kerja bakti,” tandasnya. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, Kajian Sunnah, Pahlawan HMI Tegal Kab

Selasa, 28 November 2017

Kirab Kitab Kuning Awali Perhelatan MKK di Purwakarta

Purwakarta, HMI Tegal Kab. Musabaqah Kitab Kuning (MKK) yang digelar di Pendopo Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat diawali dengan Kirab Kitab Kuning. Kirab dimulai dari Gedung Kembar dan berakhir di tempat pelaksanaan, Pendopo.

Kirab Kitab Kuning Awali Perhelatan MKK di Purwakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kirab Kitab Kuning Awali Perhelatan MKK di Purwakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kirab Kitab Kuning Awali Perhelatan MKK di Purwakarta

Ratusan santri dari berbagai Pondok Pesantren pun ikut mengiringi. Termasuk Ketua DKN Garda Bangsa, H. Cucun Syamsurizal, Ketua DPC PKB, Hj Neng Supartini, dan jajaran DKC Garda Bangsa Purwakarta yang dipimpin Asep S Saeful Milah, serta Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

Kirab ini pun sempat menjadi pusat perhatian masyarakat. Apalagi pada Sabtu (29/4) mendatang akan digelar kirab serupa di Alun-alun Purwakarta dalam rangka Harlah NU ke-94 yang diikuti ribuan warga.

Ketua DKN Garda Bangsa, H Cucun Syamsulrizal yang menyempatkan diri ke Purwakarta untuk membuka MKK mengatakan bahwa MKK sebagai wujud konsistensi Garda Bangsa dan PKB dalam mempertahankan tradisi keilmuan pesantren serta menjaga dan mengembangkan tradisi keIslaman yang selama ini mewarnai kehidupan muslim di Indonesia.

Sehingga, imbuhnya, partisipasi Pemerintah Daerah seperti Purwakarta ini patut diapresiasi karena Kitab Kuning bukan hanya tradisi keilmuan warga NU tapi Umat Islam secara keseluruhan.

HMI Tegal Kab

"Saya berharap Santri-santri di Kabupaten Purwakarta bisa menjadi Juara di berbagai kategori hingga ke tingkat Nasional nantinya dan menjadi pemantik bagi santri lain untuk terus memperdalak kitab kuning," ujarnya.

Ketua DKC Garda Bangsa Purwakarta, Asep S Saefulmillah menyampaikan 120 peserta perwakilan Pesantren se-Purwakarta ikut andil. Mereka dijaring untuk mewakili Purwakarta di Semi Final tingkat Jabar pada pertengahan sampi akhir April mendatang. Dan dari Purwakarta akan mengirik 24 peserta untuk ikut di semi final.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menegaskan MKK akan digalakan di Purwakarta. Jika hari ini langsung tingkat Kabupaten, nanti harus mulai dari bawah mulai tingkat Desa dan Kecamatan. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Sejarah, Pahlawan HMI Tegal Kab

Senin, 27 November 2017

Upacara Kemerdekaan, Santri Al-Wafa’ Kenakan Sarung dan Batik

Bandung, HMI Tegal Kab. Puluhan santri pesantren Al-Wafa’, Cileunyi kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggelar upacara peringatan hari kemerdekaan Ke-70 RI, Senin (17/8) pagi. Dalam upacara ini, para santri laki-laki mengenakan baju batik, bersarung, dan mengenakan peci. Sedangkan santri perempuan mengenakan batik, rok, dan kerudung.

Upacara Kemerdekaan, Santri Al-Wafa’ Kenakan Sarung dan Batik (Sumber Gambar : Nu Online)
Upacara Kemerdekaan, Santri Al-Wafa’ Kenakan Sarung dan Batik (Sumber Gambar : Nu Online)

Upacara Kemerdekaan, Santri Al-Wafa’ Kenakan Sarung dan Batik

Inspektur upacara Ustadz Asep Qomaruddin dalam sambutannya mengingatkan santri-santri supaya mengetahui bahwa para pahlawan Indonesia dahulu mengorbankan dirinya bahkan nyawanya untuk membela dan mempertahankan Indonesia.

“Untuk itu, sebagai kaum yang berpendidikan, marilah para santri untuk giat belajar dalam rangka berpartisipasi mewujudkan kesejahteran da kedaulatan bangsa Indonesia,” tutur Pembina pesantren Al-Wafa’ ? itu.

HMI Tegal Kab

Firman Abdullah salah seorang santri mengemukakan, sebagai bagian dari wujud nasionalisme santri, upacara memakai batik merupakan ciri pakaian khas Indonesia, sedangkan sarung merupakan identitas santri.

HMI Tegal Kab

“Dengan memakai pakaian seperti itu diharapkan santri-santri semakin mencintai negaranya beserta kebudayaan yang ada,” ujar santri asal Palangkaraya itu kepada HMI Tegal Kab seusai upacara yang berlangsung di halaman setempat.

Selain mengadakan upacara kemerdekaan, santri-santri pesantren Al-Wafa’ juga menggelar berbagai perlombaan dalam rangka menyemarakkan Dirgahayu Ke-70 Kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya lomba untuk para santri, anak-anak di sekitar pesantren juga dilibatkan untuk mengikuti perlombaan yang disediakan. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, Pahlawan, AlaNu HMI Tegal Kab

Kamis, 23 November 2017

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu

Nganjuk, HMI Tegal Kab - Perjalanan hari ketiga Kirab Resolusi Jihad NU 2016 memasuki Kabupaten Nganjuk, Sabtu (15/10). Pondok Pesantren Miftahul Ula Nglawak Kertosono didatangi Tim Kirab. Tim kirab tiba di pesantren yang didirikan KH Abdul Kodir Al-Fatah dan telah berusia 92 tahun itu sekira pukul 22.00.

Wakil Bupati Nganjuk KH Abdul Wahid Badrus berkenan menyampaikan kata sambutan. Menurut Mustasyar PCNU Nganjuk ini, peringatan Hari Santri Nasional yang diisi salah satunya dengan Kirab Resolusi Jihad membuka mata pemerintah dan anak bangsa tentang semangat membela bangsa.

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu

Semangat yang melahirkan Resolusi Jihad pada dasarnya timbul karena suatu bangsa yang memasuki wilayah bangsa lain pasti menimbulkan kerusakan di wilayah negara yang dimasukinya.

Kiai Wahid menyinggung hal tersebut seperti kisah Ratu Saba setelah menerima surat dari Nabi Sulaiman, di mana Ratu Saba bersabda “Masuknya suatu bangsa ke sebuah negeri akan berbuat kerusakan di dalam negeri.”

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Kiai Wahid memandang resolusi tidak saja relevan pada masa perjuangan tahun 1945, tetapi kiranya menjadi semangat motivasi dan inspirator untuk menjadi manusia yang cinta kepada Indonesia, setia NKRI dan komitmen yang telah diputuskan dalam UUD 1945.

Di Indonesia ini ada satu buku karangan KH Saifudin Zuhri berjudul Orang-orang dari Pesantren. Dalam buku tersebut, digambarkan betapa para ulama mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap negara, saat terjadi cengkraman penjajahan dari Jepang dan Belanda. Dalam buku itu disebut pula peran para ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Kiai Wahid memandang peringatan Hari Santri Nasional, pelaksanaannya perlu didukung oleh pemerintah pada waktu mendatang. Karena itu ia berpesan kepada PBNU untuk mendorong pemerintah agar setiap Pemda di Indonesia menyelenggarakan peringatan Hari Santri, bukan hanya NU yang bergerak sendiri.

Pesan kedua, pantas sekali bahwa para kiai dan ulama kebih dihargai oleh negara. Memang beberapa ulama telah diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Namun nyatanya masih banyak Kiai dan ulama yang dipandang sebelah mata oleh negara.

Kepada generasi muda dan santri, ia berpesan kepada mereka agar mempelajari sejarah. Sosok seperti Gus Dur atau KH Saifudin Zuhri dan tokoh lainnya dapat dijadikan inspirasi dan motivasi untuk berbuat bagi bangsa dan negara.

Selanjutnya generasi muda juga harus berjuang demi agama dan NU. Dalam rangka itu, NU struktural dan kultural harus bersatu.

"Melalui NU struktural kita rajut kerja sama dengan pemerintah. Melalui NU kultural kita rajut kerja sama dengan masyarakat. Mari kita rajut untuk kehidupan yang lebih baik," pungkas Kiai Wahid.

Mengakhiri upacara penyambutan, KH Jamaludin Abdullah memimpin doa sebelum akhirnya tim meneruskan perjalanan ke Pesantren Lirboyo Kediri. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pahlawan, AlaNu HMI Tegal Kab

Rabu, 22 November 2017

Ansor Sidoarjo Beri Santunan Warga Kurang Mampu

Sidoarjo, HMI Tegal Kab?

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Krian Sidoarjo memberikan santunan kepada warga kurang mampu di wilayah Krian Sidoarjo melalui Lembaga Dana Sosial Ansor (LDSA) setempat, Ahad (24/1). Selain memberikan santunan, PAC ? GP Ansor Krian juga mengadakan jalan sehat yang diikuti sekitar 700 peserta.

"Kegiatan ini merupakan awal pra acara dari acara (gebyar shalawat-red) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan pelantikan PAC GP Ansor Krian masa khidmad 2015-2018," kata Ketua PAC GP Ansor Krian Sidoarjo M ? Azwar Annas.

Ansor Sidoarjo Beri Santunan Warga Kurang Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sidoarjo Beri Santunan Warga Kurang Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sidoarjo Beri Santunan Warga Kurang Mampu

Menurut Annas kegiatan yang diadakan olah Ansor Krian Sidoarjo mendapatkan tanggapan yang sangat baik oleh warga setempat. Bahkan, antusias dan semangat warga yang mengikuti jalan sehat juga luar biasa.?

"Warga kami sudah mengetahui kalau yang membagikan sembako dari GP Ansor Krian. Sehingga warga yang menerimanya juga senang," tambahnya.

Annas berharap melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, pengurus maupun kader Ansor Krian bertambah giat, semangat dalam menjalankan kinerja organisasi. Selain itu, kepengurusan yang ia pimpin menjadi lebih baik lagi.

HMI Tegal Kab

"Melalui momen ini mari kita buat syiar ke masyarakat umum maupun warga Nahdliyin bahwa GP Ansor Krian turut memerhatikan kegiatan sosial masyarakat sekitar. Semoga sahabat-sahabat yang masuk kepengurusan sekarang ini ingat dan mencontoh perjuangan Rasulullah, bisa dijadikan motivasi dalam berorganisasi sehingga waktu membuat program kerja nantinya bermanfaat bagi agama dan masyarakat," ujarnya. (Moh Kholidun/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Ulama, Pahlawan HMI Tegal Kab

Selasa, 14 November 2017

Sambut Dies Natalis, Pimpinan UIN Ziarah Makam Walisongo

Semarang, HMI Tegal Kab. Salah satu agenda dies natalis ke-46 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengadakan kegiatan ziarah ke makam sembilan wali. Ziarah ini diikuti Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Kepala Biro, Kepala Bagian, Kepala Subbagian dan Pusat Kajian Islam dan Budaya Jawa (PPIJ). "Ada yang khusus ? dan tentu saja baru dalam kegiatan menyambut dies natalis kali ini, yakni ziarah ke makam para wali yang jumlahnya sembilan yang dikenal dengan Walisongo" kata Prof Dr H Muhibbin MAg di sela-sela ziarah di Makam Sunan Muria, Kudus, Jawa Tengah (29/3).?

?

Sambut Dies Natalis, Pimpinan UIN Ziarah Makam Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Dies Natalis, Pimpinan UIN Ziarah Makam Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Dies Natalis, Pimpinan UIN Ziarah Makam Walisongo

"Tentu tradisi ziarah tersebut perlu kita lestarikan di masa mendatang untuk sekedar mengenang sepak terjang mereka, sehingga kita ? akan mampu ? mewarisi kehebatan mereka," kata Muhibbin.

Sebagaimana diketahui, para wali yang menyiarkan agama di tanah Jawa begitu terkenal, sehingga gaungnya pun tidak cuma berada di sekitar tanah air, melainkan sampai dikenal oleh dunia. Para peneliti dan tokoh Barat sangat heran dengan kiprah para wali tersebut, yang dianggap ? spektakuler dalam menyiarkan Islam di Jawa.

?

HMI Tegal Kab

"Ziarah mempunyai maksud mengingat kematian, hal itu yang dikatakan oleh Nabi. Akan tetapi kalau ziarahnya khusus seperti ke Walisongo, tentu mempunyai maksud untuk mengingat jasa, sikap dan warisan mereka yang sangat mulia," imbuh Guru Besar Ilmu Hadits ini.?

Kesantunan dan kasih sayang Walisongo kepada siapapun, termasuk yang berbeda keyakinan, lanjut Muhibbin, menjadi hal sangat penting ditiru. Mereka tidak pernah menyinggung pihak lain, apalagi menyakitinya. "Nah itu yang ingin kita warisi dari mereka dengan aktifitas ziarah ini. Kita ingin keluarga besar UIN Walisongo dapat mengamalkan nilai-nilai yang diwariskan oleh para wali tersebut," katanya.

Justru menurut Muhibbin yang terpenting ialah bagaimana warga UIN Walisongo dapat memberikan kontribusi nyata ? dalam memajukan lembaga serta mengisinya dengan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat. Dan itu sudah rutin dijalankan dalam tugas tridharma, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

HMI Tegal Kab

"UIN Walisongo dibangun juga dengan kekuatan doa. ? Prestasi yang sampai saat ini sudah diraih, tentu bukan semata-mata usaha jasmani semata, melainkan juga didorong oleh doa yang dimohonkan oleh seluruh warga, terutama para pimpinannya. ? Bahkan ? kita sangat yakin jika bukan karena ? kekuatan doa dan keputusan Allah, UIN Walsiongo masih dalam angan-angan semata” ujarnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Dr H Sholihan menyatakan bahwa agenda ziarah Walisongo semacam ini perlu diagendakan secara rutin menjelang dies natalis. "Kami berharap tahun depan sudah bisa menjadi agenda rutin dan semua civitas akademika bisa bersama-sama ziarah ke makam wali yang namanya dijadikan identitas kampus kita" tegas Sholihan.?

?

UIN Walisongo telah menjalin kerjasama dengan pimpinan makam para wali yang tergabung dalam Paguyuban Pemangku Makam Auliya (PPMA) se-Jawa. Ketua PPMA KH Nadjib Hassan yang turut serta menerima rombongan ziarah menyambut baik pihak UIN yang membuat agenda ziarah sebagai program rutin dies natalis.

Rangkaian dies natalis nantinya juga diisi dzikir bersama sekaligus penandatanganan MoU dengan ? Majelis Dzikir Al-Khidmah. Pada puncak peringatan akan diadakan rapat senat dengan agenda penyampaikan laporan tahunan Rektor dan orasi ilmiah. (Rikza/Zunus)

? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Pahlawan, Internasional HMI Tegal Kab

Rabu, 08 November 2017

Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara

Jakarta, HMI Tegal Kab. Penasihat Menteri Besar Selangor Khalid Jaafar berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (18/12) sore. Ia mengaku tertarik dan mengapresiasi ajaran dan kiprah Nahdlatul Ulama selama ini.

Kedatangan Khalid disambut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jendral PBNU H Helmy Faishal Zaini, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, dan Wakil Sekjen PBNU Suwadi D Pranoto.

Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara

“Rencananya kami ingin mendirikan Nahdlatul Islam, Nahdlatul Ulama Malaysia, yang sama-sama mengerakkan sisi Islam Nusantara,” katanya kepada HMI Tegal Kab sesaat selepas pertemuan.

HMI Tegal Kab

Di negaranya, kata Khalid, memang telah berdiri dari Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Malaysia tetapi itu mewadahi sebatas warga negara Indonesia, baik yang sedang menempuh studi maupun berstatus sebagai tenaga kerja Indonesia. Ia mengatakan ingin membentuk organisasi “Nahdlatul Ulama” versi Malaysia.

HMI Tegal Kab

Mantan sekretaris pribadi Anwar Ibrahim ini mendukung Islam Nusantara yang menjunjung tinggi nila-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah seperti tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), tawassuth, dan i’tidal (moderasi). Menurutnya, Nusantara juga meliputi Malaysia, termasuk juga Kamboja, Thailand, dan lainnya.

“Bukan berarti kami menolak yang lain, tapi kami rasa Ahlussunnah sesuai dengan karakter wilayah kami,” imbuhnya.

Ditanya soal sebaran paham keagamaan yang berkembang di Malaysia, Khalid berujar, “Ancaman ekstemisme tidak begitu besar, tapi kita tidak boleh kita pandang kecil. Makanya kita perlu suarakan tradisi toleransi yang dalam Nahdlatul Ulama disebut tawassuth.”

Direktur Institut Kajian Dasar (IKD) Kuala Lumpur ini mengaku percaya Islam di Asia Tenggara lebih menjanjikan masa depan dibanding dengan Islam di Timur Tengah. Ditengok dari pertumbuhan ekonomi dan demokrasi, katanya, Asia Tenggara termasuk cukup baik.

Dalam pertemuan itu, KH Said Aqil Siroj menjelaskan kedekatan NU dengan muslim negara-negara tetangga, salah satunya dengan memberi mereka beasiswa untuk studi di perguruan tinggi-perguruan tinggi NU. Pertemuan juga menyinggung soal fenomena intoleransi, Wahabi, Syiah, dan Ahmadiyah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Anti Hoax, Ahlussunnah, Pahlawan HMI Tegal Kab

Sabtu, 04 November 2017

Maulid Nabi, Pelajar NU Sidoarjo Bersama Nahdliyin Khatamkan Al-Quran

Sidoarjo, HMI Tegal Kab. Banyak cara yang dilakukan setiap umat Muslim untuk memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW, tak terkecuali Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU) Tanggulangin Sidoarjo ini.

Maulid Nabi, Pelajar NU Sidoarjo Bersama Nahdliyin Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Nabi, Pelajar NU Sidoarjo Bersama Nahdliyin Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid Nabi, Pelajar NU Sidoarjo Bersama Nahdliyin Khatamkan Al-Quran

Dalam memuliahkan Hari Kelahiran Nabi akhir zaman ini, PAC IPNU-IPPNU Tanggulangin bersama ratusan warga se-Kecamatan Tanggulangin mengkhatamkan (khotmil) Al-Quran di masjid Al-Istiqomah desa Gempolsari Tanggulangin Sidoarjo, Ahad (13/12). Kemudian, malam harinya, dilanjutkan dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan membaca diba.

"PAC IPNU-IPPNU Tanggulangin mengajak kepada warga se-Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo untuk turut serta meneladani dan memuliahkan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Agar kita semua senantiasa mendapatkan safaatnya kelak di akhirat," kata ketua PAC IPNU Tanggulangin, M Ilmi Abdillah.

HMI Tegal Kab

Abdillah berharap, momen seperti itu tidak hanya berhenti saat ini saja, akan tetapi bisa terlaksana setiap tahunnya. Menurutnya, dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad, PAC IPNU-IPPNU Tanggulangin Sidoarjo kembali mengingatkan dan mengajak warga NU agar bisa mengikuti jejak-jejak sang Reformasi iman dan Islam ini.

HMI Tegal Kab

"Semoga acara tersebut tidak sekadar menjadi peringatan semata. Namun, kita mampu mencontoh dan mengaplikasikan segala sifat terpuji Nabi Muhammad. Tidak hanya itu saja, bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW juga untuk menjaga amaliyah NU yang telah diajarkan oleh para pendiri," tukas Abdillah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Amalan, Pahlawan HMI Tegal Kab

Rabu, 01 November 2017

Resmi Dibuka, SMK NU Jogoroto Terima 30 Murid

Jombang, HMI Tegal Kab. Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatul Ulama (SMKNU) di Desa Ngumpul Kecamatan Jogoroto, Sabtu (4/7) resmi dibuka dan menerima siswa baru. Sekolah di bawah naungan LP Maarif PCNU Jombang ini langsung menerima sebanyak 30 siswa untuk tahun ajaran baru 2015 ini.

"Insya Allah yang sudah daftar ada 30 anak, jadi sudah bisa berjalan melakukan proses belajar mengajar," ujar Sekretaris PCNU Jombang Muslimin di sela sela pembukaan dan peresmian SMKNU yang dilakukan Bupati Jombang, Nyono Suharli, dan dihadiri Wagub Jatim Saifullah Yusuf.

Resmi Dibuka, SMK NU Jogoroto Terima 30 Murid (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi Dibuka, SMK NU Jogoroto Terima 30 Murid (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi Dibuka, SMK NU Jogoroto Terima 30 Murid

Sebelumnya, dikatakan Muslimin, pihak sekolah hampir tidak dapat membuka dan memulai menerima pendaftaran pada tahun ini. Karena ada beberapa pihak yang tidak ingin sekolah ini membuka ajaran baru pada tahun 2015 ini." Tapi setelah kita komunikasikan, akhirnya bisa, alhamdulillah," imbuhnya.

HMI Tegal Kab

Peresmian SMK NU ini dilakukan langsung oleh Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan juga Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul disaksikan Ketua PCNU jombang Dr KH Isrofil Amar kepala Dinas Pendidikan Muntholib dan sejumlah banom NU.

"Dengan bacaan Bismillahirrahmanirrahim, SMK NU pertama di Jombang ini saya nyatakan didirikan dan dibuka," kata Bupati Nyono menyampaikan.

HMI Tegal Kab

Dikatakan Nyono, pihaknya siap membantu untuk pembangunan SMK milik NU ini, dengan harapan ikut membantu mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

"Saya siap membantu, soal sharing anggaran dengan pemerintah propinsi. Untuk besarannya kita manut saja. Saat ini luas lahan untuk sekolah itu kurang, bisa ditambah lagi. Kita siap membantu," tandasnya mengatakan.

Dalam kesempatan itu, juga di lantik pengurus SMK NU dilakukan langsung oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang Dr KH Isrofil Amar. "Alhamdulillah, meski sibuk persiapan muktamar ke-33, namun kami tetap bisa mendirikan SMK NU. Semoga berdirinya sekolah ini membawa manfaat," ujar KH Isrofil seraya berpesan, agar lembaga pendidikan tersebut dikelola dengan baik, sehingga bisa mencerdaskan umat. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Humor Islam, Pahlawan HMI Tegal Kab

Jumat, 20 Oktober 2017

Bupati Anas Bersama KHR Cholil Asad Gelar Doa Untuk Negeri

Banyuwangi, HMI Tegal Kab. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Pengasuh PP. Walisongo, Mimbaan Situbondo KHR Cholil Asad menggelar doa bersama untuk negeri. Doa yang sekaligus buka bersama dilakukan di kawasan wisata Bangsring Underwater (Bunder) Wongsorejo, Banyuwangi, Selasa (6/6).

“ Bulan Ramadlan, merupakan momentum yang tepat untuk memanjatkan doa kebaikan bangsa dan Kabupaten Banyuwangi,” kata bupati Anas dalam sambutannya.

Bupati Anas Bersama KHR Cholil Asad Gelar Doa Untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Anas Bersama KHR Cholil Asad Gelar Doa Untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Anas Bersama KHR Cholil Asad Gelar Doa Untuk Negeri

Dalam rangkaian doa bersama tersebut, KHR. Cholil Asad memimpin pembacaan Al Quran, Sholawat Nariyah, dan tahlil.

"Semoga dengan rangkaian doa ini, bisa mendatangkan keberkahan bagi Banyuwangi khususnya dan Indonesia umumnya," tutur KH Cholil.

Menariknya, acara doa bersama mengambil tempat yang tak umum, yaitu tempat wisata. Tidak hanya melantunkan puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW, mereka juga mendengungkan kebhinekaan yang diawali ngabuburit sembari sholawatan dengan iringan kolaborasi hadrah.

Mereka menyanyikan PBNU, yang merupakan singkatan dari Pancasila, Bhineka tunggal ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 1945.

HMI Tegal Kab

"Ini cara baru bahwa berdoa dan sholawatan tidak harus di masjid atau tempat-tempat tertentu saja, tapi juga bisa dilakukan dengan santai di tepi pantai," papar bupati Anas.

Doa bersama di kawasan pantai menjadi daya tarik wisatawan asing, dan kehadiran turis mancanegara yang ikut mengabadikan kegiatan tersebut, lanjut Anas, menjadi inspirasi tersendiri. Usai doa bersama perpaduan musik etnik di tepi pantai dengan dihiasi balon-balon menjadi daya tarik tersendiri.

"Hal ini menarik bagi saya. Sholawat yang dikemas secara sederhana pun juga bisa menjadi daya tarik wisatawan," terangnya.

Pada bulan Ramadlan ini, kabupaten Banyuwangi menggelar berbagai kegiatan diantaranya, Banyuwangi Mengaji, juga dirangkai dengan khotmil Quran yang akan dihelat selama empat hari, yakni tanggal 7 – 10 Juni di Pesantren Darul Taufiq, Tegalpare, Muncar.

HMI Tegal Kab

"Acara ini akan diikuti pelajar, santri dan masyarakat," ungkap Kabag Kesra Pemkab Banyuwangi Lukman. (M. Sholeh Kurniawan/ Muslim A)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri, Pahlawan, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock