Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Bacaan untuk Menjadi Ahlussunnah wal Jama’ah yang Bijak

Apakah kita boleh menghadiahkan pahala bacaan dan shadaqah kepada mayit? Apakah hadiah tersebut sampai? Menurut KH Ali Masum, Rais Aam PBNU 1981-1984, masalah semacam ini merupakan masalah furu’ khilafiyah yang seharusnya tidak mendorong terjadinya fitnah, pertengkaran, perdebatan, dan sikap antipati baik terhadap orang yang setuju ataupun yang menolaknya. Walaupun berbeda pendapat, kedua belah pihak seharusnya tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan oleh sesama saudara Muslim. Masing-masing pihak tentu memiliki dasar yang diyakini.

Meski demikian, santri dan warga NU penting mengetahui dasar setiap amal ibadahnya. Oleh karena itu KH Ali Ma’sum merasa perlu menyusun kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah ini, khususnya untuk para santri Pondok Pesantren Krapyak Yogjakarta. Dengan mengetahui dasar amal ibadah yang kita lakukan, diharapkan kita tidak ragu, was-was, salah sangka, tertipu dan tergoda oleh setan sehingga tersesat pada kelompok ahli hawa nafsu.

Bacaan untuk Menjadi Ahlussunnah wal Jama’ah yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)
Bacaan untuk Menjadi Ahlussunnah wal Jama’ah yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)

Bacaan untuk Menjadi Ahlussunnah wal Jama’ah yang Bijak

Hadirnya kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jam’ah ini diharapkan dapat membuat pembaca mengetahui dan yakin bahwa apa yang telah dilakukan oleh ulama kuno yang saleh (salafus shalih) merupakan kebenaran yang perlu diikuti. Hadirnya kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jam’ah ini tidak diharapkan sebagai bahan untuk berdebat dengan pihak yang berbeda pendapat.

Dengan tawadhu’ KH Ali Ma’shum menyatakan bahwa, dalam kitab ini beliau hanya mampu mengumpulkan dan menukil pendapat-pendapat dari para ulama’. Kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah merupakan kumpulan dari beberapa pendapat para tokoh tentang beberapa amalan Aswaja seperti shalat qabliyah Jumat dan talqin mayit setelah dikubur.

HMI Tegal Kab

Salah satu keistimewaan kitab ini adalah KH Ali Masum mengawali uraian tentang amaliyah-amaliyah nahdhiyah seperti hadiah pahala kepada mayit dengan mengutip pendapat Imam Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim, baru kemudian mengutip beberapa pendapat ulama dari empat madzhab Aswaja.

HMI Tegal Kab

Ibnu Taimiyah mengatakan, “Mayit dapat mengambil manfaat dari pahala bacaan ayat Al-Qur`an orang lain yang dihadiahkan kepadanya, sebagaimana ia juga dapat mengambil manfaat dari pahala ibadah amaliyah seperti shadaqah dan sejenisnya.

Sedangkan Ibnul Qayyim mengatakan, “Sebaik-baik pahala yang dihadiahkan kepada mayit adalah pahala shadaqah, istighfar, doa untuk kebaikan mayit, dan ibadah haji atas nama mayit. Adapun pahala bacaan ayat Al-Qur`an yang dihadiahkan kepada mayit secara sukarela (bukan karena dibayar), dapat sampai seperti juga pahala puasa dan haji untuk mayit.

Menurut pendapat ulama madzhab Hanafi, orang yang melakukan amal ibadah, shadaqah, bacaan ayat Al-Qur`an, atau amal saleh lainnya, boleh menghadiahkan pahalanya kepada orang lain dan kiriman pahala tersebut sampai.

Ulama syafi’iyah sepakat bahwa pahala shadaqah dapat sampai kepada mayit.

Di kalangan ulama madzhab Maliki pada umumnya tidak ada perselisihan pendapat dalam hal sampainya pahala shadaqah kepada mayit. Namun pada prinsipnya, madzhab Maliki memakruhkan menghadiahkan pahala bacaan (Qur`an dan kalimat thayyibah lainnya) kepada mayit.

Imam An-Nawawi di dalam kitab Al-Adzkar menukil pendapat dari sekelompok ashabus-syafi’iy (para ulama madzhab Syafi’i), bahwa pahala bacaan (Al-Qur`an dan kalimat thayyibah lainnya) dapat sampai kepada si mayit, sama seperti pendapat yang dikemukakan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan sekelompok ulama lainnya.

Menurut KH Ahmad Subki Masyhadi dari Pekalongan, kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah sangat penting bagi kaum Muslimin Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu kaum Muslimin yang aqidahnya mengikuti imam Abil Hasan Al-Asy’ari atau imam Abu Manshur Al-Maturidi, dan fiqihnya mengikuti salah satu dari empat madhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad ibnu Hambal). Oleh karena itu, ketika Syekh KH Ali Ma’sum bersilaturrahmim ke kediaman KH Ahmad Fauzi Masyhadi Sampangan Pekalongan, KH Ahmad Subki Masyhadi ikut menemui sang tamu mulia dari Yogjakarta tersebut dan memohon izin untuk mencetak kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah beserta terjemahan dan tambahan-tambahan yang diperlukan.

KH Ahmad Subki menerjemahkan kitab berbahasa Arab ini ke dalam bahasa Jawa dengan model makna gandul dilengkapi dengan terjemah singkat dalam bentuk uraian dan kadang ditambah dengan beberapa keterangan. Kitab terjemah ini diberi nama Ad-Durratul Lami’ah.

Pada sela-sela terjemahan, seperti pada bahasan tentang hadiah pahala terhadap mayit, KH Ahmad Subkhi menambahkan beberapa pendapat ulama tentang tata cara membayar utang mayit yang berupa shalat dan puasa.

"Bila ada mayit Muslim mempunyai hutang shalat, maka sebaiknya di-qadha dengan niat shalat untuk mayit tersebut. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah, bila si mayit wasiat maka setiap hutang satu shalat dibayar dengan fidyah satu mud. Bila ada mayit Muslim mempunyai hutang puasa Ramadhan, maka keluarganya dapat membayarkannya dengan puasa qadha. Hal ini berdasarkan suatu hadits muttafaqun alaihi..."

Ada sembilan bahasan yang dapat kita ikuti dalam kitab Ad-Durratul Lami’ah yang biasanya dijual dengan harga hanya sepuluh ribu rupiah ini: (1) pengiriman pahala untuk mayit, (2) shalat sunah qabliyah jum’at, (3) talqin mayit setelah dikubur, (4) shalat tarawih, (5) penetapan bulan Ramadhan dan Syawal, (6) ziarah kubur, (7) nikmat dan siksa kubur, (8) ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw, dan (9) tawasul.



Data Buku


Judul? ? ? ? ? ? ? ? : Ad-Durratul Lami’ah, Tarjamah Hujjah Ahlis Sunnah? wal Jama’ah karya Syekh Al-‘Allamah KH Ali Ma’sum al-Jogjawi

Penerjemah : KH Ahmad Subki Masyhadi

Khath? ? ? ? ? ? : Ma’mun Muhammad bin Badawi

Penerbit? ? ? ? : Ibnu Masyhadi Pekalongan

Ukuran? ? ? ? : 14,5 x 20,5 cm, 228 halaman

Peresensi? : Faiq Aminuddin, Kepala MTs NU Irsyaduth Thullab, Tedunan, Wedung, Demak

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Cerita, Kiai, Halaqoh HMI Tegal Kab

Rabu, 28 Februari 2018

PCNU Kutai Kartanegara Imbau MWCNU dan Ranting Aktifkan Pengajian Aswaja

Kutai Kartanegara, HMI Tegal Kab

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kukar Chairul Anwar mengimbau kepada Majelis Wakil Cabang NU di setiap kecamatan untuk mengaktifkan forum pengajian-pengajian Ahlussunnah wal Jama’ah guna membentengi masyarakat dari radikalisme.

Pesan itu ia sampaikan dalam perigatan hari lahir (harlah) ke-90 NU yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW? di Gedung PCNU Kutai Kartanegara, Kutai Kartanegara, Ahad (31/1).

PCNU Kutai Kartanegara Imbau MWCNU dan Ranting Aktifkan Pengajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kutai Kartanegara Imbau MWCNU dan Ranting Aktifkan Pengajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kutai Kartanegara Imbau MWCNU dan Ranting Aktifkan Pengajian Aswaja

Menurut Anwar, NU perlu mewaspadai kelompok radikal dan aliran sesat, termasuk Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), yang masuk ke Kutai Kartanegara. Hal ini menjadi langkah pembinaan oleh NU kepada masyarakat.

HMI Tegal Kab

"Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, beretika, dan bermoral. Islam di Indonesia mampu hidup secara damai juga merupakan salah satu kontribusi yang diberikan NU sebagai kelompok yang moderat dan toleran," ucapnya.

Ia juga sempat menyinggung terkait aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta beberapa waktu lalu. Pihaknya mengutuk kelompok atau oknum tak bertanggung jawab gemar menuduh kafir bahkan membunuh orang lain atas nama agama.

HMI Tegal Kab

“Kita meluruskan semua itu dan kita harus mampu meneruskan apa yang diniatkan oleh pendiri-pendiri NU dan meneladani ajaran yang sesuai tuntunan akhlakul karimah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam," lanjutnya.

Perngatan harlah NU dan Maulid Nabi kali ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dzikir dan lantunan? syair serta shalawat kepada Nabi Muhammad, danjuga ceramah agama oleh Al Habib Umar Al Muthohar dari Semarang.

Acara ini dihadiri Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) terpilih periode 2016-2021 Edi Damansyah, Wakil Ketua III DPRD Kukar Rudiansyah, Ketua Komisi I DPRD Kukar Abdul Rasyid, Camat Tenggarong Seberang Totok Sunarto, serta segenap pengurus NU Kukar dan Kalimantan Timur. Jamaah berjumlah urang lebih 2000 orang dari MWCNU dan Pengurus Ranting NU setempat dan sejumlah majelis taklim. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh HMI Tegal Kab

Senin, 19 Februari 2018

IPPNU Kota Kudus Baca Peluang Perempuan di Era Globalisasi

Kudus, HMI Tegal Kab. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Kudus bersama 70 pelajar putri mendiskusikan perubahan tata nilai kehidupan manusia yang disebabkan globalisasi.  Dengan kemampuan menyeleksi dan menyesuaikan dengan budaya bangsa, mereka mengajak masyarakat untuk memosisikan diri sesuai perannya masing-masing.

Diskusi berlangsung di SMP NU Putri Nawa Kartika Kudus, Jumat (21/8). Tampak hadir sebagai peserta diskusi aktivis pelajar NU di komisariat-komisariat IPPNU. Pihak penyelenggara menghadirkan narasumber antara lain Ketua PAC Muslimat NU Kudus Hj Hidayati, Ketua IPPNU Kudus 1993-1996 Khamidah.

IPPNU Kota Kudus Baca Peluang Perempuan di Era Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kota Kudus Baca Peluang Perempuan di Era Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kota Kudus Baca Peluang Perempuan di Era Globalisasi

"Peran pendidik yang awal dan utama adalah dari seorang ibu, tak hanya itu seorang wanita juga menjadi tiangnya negara, tulang punggung negara. Jika wanita di negara tersebut baik, kokohlah bangunan negara tersebut," kata Hj Hidayati.

HMI Tegal Kab

Sementara Khamidah menyoroti soal moral dan akhlak sebagai pendidikan yang  utama. "Pendidikan yang terpenting terletak pada pendidikan moral dan akhlaknya, kita harus menanamkan akhlakul karimah di manapun dan semampu kita," kata pembina IPPNU Kota Kudus.

Masalah prestasi kaum perempuan juga menjadi pembahasan dalam diskusi ini.

HMI Tegal Kab

"Sekarang tak ada batasan untuk wanita yang ingin menjadi pemimpin, memang seharusnya perempuan tak harus selalu menjadi makmum, kadangkala harus pula berada di samping dan di  depan," ujar Ketua IPPNU Kudus 2000-2002 Noor Hidayah menambahkan. (Ilma/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh, Khutbah, Santri HMI Tegal Kab

Jumat, 09 Februari 2018

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah

Jakarta, NU.Online
Menteri Agama RI Prof DR KH Sayyid
Agil Husein Almunawar MA mengakui kualitas pendidikan Indonesia jauh tertinggal dengan negara-negara lain di dunia akibat rendahnya anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah.

"Mana bisa dengan anggaran hanya Rp 600 miliar harus dipakai untuk pembangunan pendidikan di seluruh Indonesia, lalu yang dibangun itu apanya, karena itu jangan salahkan bila kita tertinggal terus dalam pendidikan," katanya di Pesantren Riyadush Sholihin, Gebang, Jember, Kamis malam.

Kehadiran Menag di Jember itu untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan sarana dan prasarana pendidikan terpadu tingkat madarasah dan strata I oleh Yayasan Riyadush Sholihin kabupaten Jember dengan anggaran sekitar Rp4 miliar.

Dalam acara yang sekaligus memperingati 25 tahun Yayasan Riyadush Sholihin di pelataran pondok pesantren itu, Menag menyatakan kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal, padahal bangsa Indonesia sudah sekian tahun merdeka, namun kepedulian terhadap pendidikan sangat rendah.

Untuk itu, katanya, diperlukan pembenahan secara bertahap yang tentunya disertai dengan peningkatkan anggaran pendidikan

"Alhamdullilah, pemerintah sekarang telah menaikkan anggaran pendidikan dari Rp5 triliun menjadi Rp11 triliun, karena itu anggaran untuk sekolah yang hanya Rp600 miliar diharapkan akan meningkat pula," katanya di hadapan ribuan siswa, ustadz, dan masyarakat sekitar pesantren.

Menurut dia, jika sistem diterapkan pada tahun ini banyak siswa-siswi tidak lulus dalam ujian akhir, maka hal itu juga merupakan bagian dari perlunya peningkatan kualitas pendidikan, sehingga tidak ada lagi istilah "belajar dan tidak belajar sama saja" karena ada jaminan lulus.

"Hal itu akan diterapkan secara bertahap, sehingga tidak ada lagi ’mark up’ nilai, karena rujukannya jelas yakni kualitas," katanya.

Dia memaparkan dari 174 negara di dunia, bangsa Indonesia berada pada urutan ke-112 di bawah Vietnam satu poin yakni 111, sedang Malaysia urutan 59, dan Singapura bertengger di urutan 26.

"Lalu pertanyaannya kapan kita berada di bawah urutan 100," katanya.Oleh karena itu, diharapkan secara bertahap pendidikan itu dilakukan pembenahan, sehingga bila anggaran pendidikan itu sudah 20 persen APBN, maka diharapkan dalam waktu yang tidak lama akan dapat mengejar ketertinggalan itu.

"Jangan seperti sekarang ini, jumlah lulusan doktor Indonesia berada di bawah Malaysia yakni per 1 juta penduduk hanya 65 orang, sedang Malaysia per 1 juta penduduk 85 orang. Gelar doktor terbanyak di negara Israel yaitu per 1 juta penduduk terdapat 16 ribu orang doktor," katanya. (Ant/Cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Meme Islam, Halaqoh, Pertandingan HMI Tegal Kab

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah

Senin, 05 Februari 2018

Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim

London, HMI Tegal Kab. Pemimpin keagamaan Iran mengharamkan chatting online antara laki-laki dan perempuan yang tidak punya hubungan keluarga.

Ayatollah Ali Khamenei lewat situsnya menerbitkan fatwa larangan chatting online tersebut.

Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim (Sumber Gambar : Nu Online)
Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim (Sumber Gambar : Nu Online)

Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim

Khamenei juga menyebut chating online sebagai kelakuan tidak bermoral.

HMI Tegal Kab

Fatwa tersebut diterbitkan menyusul larangan penggunaan WeChat, aplikasi di smartphone untuk berkirim pesan.

Facebook dan Twitter serta jejaring lainnya sudah dilarang di Iran.

HMI Tegal Kab

Khamenei ditanya tentang chatting online antar lelaki dan perempuan dan dia menjawab sebagaimana dikutip Dailymail:  "Mengingat perilaku tak bermoral yang sering terjadi, maka hal tersebut tidak diperbolehkan."

Di sisi lain, meskipun ada larangan, banyak pejabat Teheran memiliki akun baik Facebook maupun Twitter.

Salah satunya adalah Presiden Hassan Rowhani yang memiliki 163 ribu follower di Twitter.

Banyak warga Iran "mengakali" larangan itu dengan menggunakan proxy server agar tetap bisa mengakses jejaring sosial. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh HMI Tegal Kab

Kamis, 01 Februari 2018

Berkunjung ke PBNU, Dubes Korea Ingin Tahu Islam Indonesia

Jakarta, HMI Tegal Kab. Selain Duta Besar India Gurjit Singh, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Selasa (4/6) kemarin juga menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan Kim Young-sun di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. 

Berkunjung ke PBNU, Dubes Korea Ingin Tahu Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkunjung ke PBNU, Dubes Korea Ingin Tahu Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkunjung ke PBNU, Dubes Korea Ingin Tahu Islam Indonesia

Kim Young-sun bersama rombongan disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra dan beberapa staf PBNU urusan kerjasama luar negeri.

“Dubes Korea baru pertama kali berkunjung ke PBNU. Mereka ingin tahu tentang NU khususnya, dan tentang Islam Indonesia secara umum. Ia menanyakan, kenapa Islam di Indonesia yang mayoritas bisa hidup berdampingan dengan non muslim dengan baik,” kata KH Said Aqil Siroj kepada HMI Tegal Kab usai pertemuan.

HMI Tegal Kab

Kepada Kim Young-sun, ia menjelaskan, karakter bangsa Indonesia semenjak awal memang saling menghargai berbagai keyakinan dan kepercayaan masyarakat. Karakter ini dikembangkan oleh NU dengan prinsip tasamuh, atau toleransi.

“Saya jelaskan semua, kenapa Islam Indonesia bisa berdampingan dengan non muslim. Ya walaupun di sana-sini masih ada beberapa kasus, tapi jika dibandingkan dengan Timur Tengah, Indonesia masih lebih baik,” kata Kang Said.

HMI Tegal Kab

Suasana kunjungan itu berlangsung akrab dan penuh canda tawa, terutama ketika Kim Young-sun dicecar banyak pertanyaan oleh PBNU tentang Ginseng Korea.

Dalam kunjungan itu Dubes Korea menawarkan kerjasama dengan PBNU dalam pendirian rumah sakit di Indonesia. Dubes juga mengundang secara khusus PBNU untuk datang ke kantor kedutaan dan berkunjung ke negeri ginseng.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh HMI Tegal Kab

Selasa, 09 Januari 2018

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan

Balikpapan, HMI Tegal Kab. Liga Santri Nusantara kembali digelar pada tahun 2016. Setelah tahun sebelumnya LSN diikuti oleh 184 pesantren Pesantren, pada pelaksanaan LSN tahun ini akan diikuti oleh 1.024 Pondok Pesantren di Indonesia.

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan

Menurut Ketua Liga Santri Nusantara Abdul Ghaffar Rozin, pembukaan kick off secara nasional akan dilangsungkan di Balikpapan pada 19 Agustus 2016. "Tepatnya di Stadion Persiba Balikpapan," katanya.

Lelaki yang akrab disapa Gus Rozin ini melanjutkan, pada pembukaan kick off LSN 2016 akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Gubernur Kalimantan Timur, Wali Kota Balikpapan, dan kiai/tokoh Pondok Pesantren di Balikpapan.

"Ini akan menjadi langkah baik bagi santri yang memiliki skill dan semangat olahraga yang cukup menjanjikan bagi masa depan persepakbolaan Indonesia," tegasnya.

Sedangkan, menurut Sekretaris LSN Koirudin Abbas mengatakan, kick off pembukaan LSN secara nasional dilakukan secara unik dan kreatif. "Kalau biasanya, kick off dalam dunia sepak bola dibuka dengan tendangan, pada kali ini dilakukan dengan menabuh bedug sebanyak lima buah," tambah pria yang akrab disapa Cak Din ini.

HMI Tegal Kab

Selain itu, lanjut Cak Din, pertunjukan kesenian khas dunia pesantren akan diperlihatkan pada kick off LSN tahun ini. Mulai dari seni hadrah sampai pertunjukan pencak silat yang dibawakan oleh Pagar Nusa.

"Bahwa santri merupakan bagian terpenting menjaga tradisi Indonesia. Dan melalui sepak bola, santri dan pesantren akan memajukan dunia olahraga Indonesia. Liga Santri ini milik seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Pada laga pembukaan kick off Liga Santri Nusantara 2016 ini akan mempertemukan Ponpes Naam dan Ponpes Al Muhajirin yang masing tim berasal dari Regional Kalimantan I yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Selain itu, pada pembukaan kick off LSN 2016 ini akan ada pertandingan eksebisi antara Tim PON Kaltim berhadapan dengan Tim PON Jabar. (Rizam Syafiq/Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh, Pesantren, Kajian Sunnah HMI Tegal Kab

Senin, 08 Januari 2018

Habib Syech: Jangan Sebar Kekerasan dengan Dalih Masuk Surga!

Solo, HMI Tegal Kab

Tindakan teror dan kekerasan yang meresahkan masyarakat dan bahkan terkadang berujung hilangnya nyawa, bagaimanapun bentuknya, tidak dapat ditoleransi. Pun bila aksi kejahatan tersebut menggunakan dalih agama sebagai kedok.

Hal tersebut disampaikan Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf, pada acara silaturahim warga di Gedung Bustanul Asyiqin Solo, Jumat (8/7) malam.

Habib Syech: Jangan Sebar Kekerasan dengan Dalih Masuk Surga! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Jangan Sebar Kekerasan dengan Dalih Masuk Surga! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Jangan Sebar Kekerasan dengan Dalih Masuk Surga!

“Jangan menyebarkan kebencian dan ketakutan melalui kekerasan dan teror, dengan alasan ingin masuk surga,” ujar Habib Syech.

HMI Tegal Kab

Sebaliknya, kata Habib Syech, sebagai penganut agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam, kaum Muslim mestinya senantiasa menebarkan kasih sayang dan kedamaian.

“Jadilah umat Nabi Muhammad yang menebarkan kasih sayang, kedamaian dan kebaikan di tengah-tengah umat manusia. Sebagaimana Rasul di Hari Raya menyebarkan kegembiraan dan kebahagiaan di kalangan anak yatim, janda dan kaum dhuafa. Mari di mana pun kita berada bisa menyebarkan kebaikan,” kata dia.

HMI Tegal Kab

Dalam kesempatan itu, Habib Syech selaku pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa juga mengajak para jamaah yang berkunjung ke tempatnya, untuk memelihara kecintaan kepada orang shalih.

“Peliharalah kecintaan kepada orang shalih, agar anak cucu tidak terkena pikiran sesat dan husnudhan kepada Allah. Agar kita dikuatkan dan ditolong Allah,” tuturnya.

Selain itu, ia juga berpesan untuk mengenalkan Rasulullah kepada generasi penerus, serta menjadikan Al-Quran sebagai benteng dalam menghadapi pesona dunia yang melalaikan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab News, Halaqoh, Olahraga HMI Tegal Kab

Sabtu, 30 Desember 2017

Peran Thariqah Penting dalam Upaya Bela Negara

Pekalongan, HMI Tegal Kab. Mustasyar PBNU KH As’ad Said Ali menyampaikan materi dalam gelaran Konferensi Ulama ? Internasional di Aula Gedung Djunaid Pekalongan, Rabu (27/7). Dia menyampaikan materi tentang Mewaspadai Kelompok-kelompok Anti-NKRI di Indonesia.?

Dalam sejarahnya menurut As’ad, perjuangan ulama thariqah begitu luar biasa dengan memperkokoh spiritualitas sehingga bangsa Indonesia tidak takut kepada penjajah. Kemudian, keberanian spiritualitas yang digabung dengan cinta tanah air memunculkan pembelaan tehadap negara.

Peran Thariqah Penting dalam Upaya Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Thariqah Penting dalam Upaya Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Thariqah Penting dalam Upaya Bela Negara

As’ad yang dimoderatori oleh KH Ali M. Abdillah memaparkan praktik thariqah merupakan ruh sehingga mempunyai peran penting dalam upaya pembelaan negara. Sebab itu, gelaran Konferensi Ulama Thariqah Internasional bertajuk Bela Negara ini akan mempunyai dampak luar dari sisi perjuangan keagamaan.

Lebih jauh, dalam upaya bela negara, masyarakat Indonesia juga harus mewaspadai gerakan-gerakan anti-NKRI yang sejak dulu hingga sekarang masih ada. Menurut As’ad, tiga kelompok gerakan tersebut yaitu Neo-Fundamentalisme, Neo-Liberalisme, dan Neo-Komunisme.

“Tidak usah ditakuti hanya perlu diwaspadai sebab paham-paham tersebut tidak sesuai dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila,” ujar As’ad.

HMI Tegal Kab

Perlu dipahami menurut As’ad, paham tersebut merupakan gerakan transnasional, dengan kata lain paham impor yang selamanya tidak akan sesuai bagi karakter bangsa Indonesia. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Ulama, Halaqoh HMI Tegal Kab

Kamis, 28 Desember 2017

Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial

Magelang, HMI Tegal Kab. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU,  HZ Arifin Junaidi menyatakan lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama harus mampu mencetak lulusan yang memiliki kesalehan pribadi dan sosial. Pasalnya, banyak sekolah diluar LP Maarif NU yang mampu mencetak lulusan yang cakap secara intelektual tapi tidak shalih. 

 “Hari ini, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU sudah genap berusia 88 tahun. Tema yang diambil pada ulang tahun kali ini adalah Membentuk Generasi Bangsa yang Berkarakter Mandiri dan Berinovasi,” ungkap Arifin Junaidi saat memimpin upacara peringatan hari lahir LP Ma’arif NU di lapangan Tembak Akademi Militer, Magelang, Selasa (19/9). 

Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial

Pada kesempatan itu, Arifin Junaidi mengingatkan bahwa LP Ma’arif NU lahir karena diharapkan mampu melakukan inovasi pada pendidikan di lingkungan NU. 

“Seperti yang dilakukan oleh salah satu pendiri LP Ma’arif, yakni KH. Wahid Hasyim. Beliau melakukan inovasi dengan mendirikan sekolah formal yang di situ diajarkan bahasa asing,” ujarnya. 

Model lembaga pendidikan formal yang didirikan oleh Kiai Wahid Hasyim itu lalu diikuti oleh pengurus NU di berbagai daerah. Dan sejak didirikan, LP Ma’arif sudah merintis sebagai lembaga pendidikan di bidang hukum, perdagangan, pertukangan, pertanian dan sekolah untuk fakir miskin.

HMI Tegal Kab

“Pada Muktamar di Purworejo, Jawa Tengah, Rais Akbar PBNU KH. Hasyim As’yari pernah berpidato agar memusatkan perhatian untuk mendidik dan menjaga generasi NU. Itu semua harus dijalankan dengan tenang dan tidak gaduh,” tandasnya. 

Lebih lanjut, Arifin Junaidi menambahkan, sebagai Lembaga Pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama, LP Maarif harus selalu menanamkan Islam ramah dan Islam jalan tengah kepada para peserta didik. 

“Presiden telah mengeluarkan peraturan pendidikan karakter yang salah satu pointnya, memperkuat peserta didik dengan harmonisasi olah pikir, olah rasa dan olah hati. Itu sudah sesuai dengan yang dilakukan oleh LP Ma’arif bertahun-tahun,” pungkas Arifin Junaidi. (Nur Rokhim/Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Halaqoh, AlaSantri HMI Tegal Kab

Minggu, 24 Desember 2017

Dalam Sehari, Israel Bunuh 23 Warga Palestina

Kota Gaza, HMI Tegal Kab. Serangan-serangan Israel menewaskan 23 orang Palestina, yang mencakup 14 wanita dan anak-anak, pada Ahad, hari paling mematikan dalam operasi pemboman di Jalur Gaza.

Sembilan anak, lima diantaranya bayi dan balita, serta lima wanita termasuk diantara korban dalam kekerasan itu, yang membuat jumlah warga Gaza yang tewas menjadi 69 dalam serangan-serangan udara Israel yang tanpa henti selama sekitar 100 jam, lapor AFP.

Dalam Sehari, Israel Bunuh 23 Warga Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Sehari, Israel Bunuh 23 Warga Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Sehari, Israel Bunuh 23 Warga Palestina

Serangan-serangan itu berlangsung ketika upaya diplomatik ditingkatkan untuk berusaha mengakhiri pertumpahan darah tersebut, yang mulai terjadi pada Rabu dan juga menewaskan tiga warga Israel dan mencederai lebih dari 50 orang, kata sumber-sumber medis.

HMI Tegal Kab

Sejauh ini serangan paling mematikan berlangsung di Kota Gaza bagian utara, dimana sebuah rudal menghancurkan bangunan tiga lantai, menewaskan sembilan anggota keluarga Al-Dallu, lima diantaranya anak-anak, dan dua orang lain, kata petugas medis.

HMI Tegal Kab

Juru bicara kementerian kesehatan Ashraf al-Qudra mengidentifikasi korban-korban yang tewas sebagai Mohammed al-Dallu, seorang polisi berusia 35 tahun, Suheila al-Dallu (50), Samah al-Dallu (22), dan lima anak: Jamal dan Sara, yang usianya belum diketahui, Yussef (5), Ranin (2), serta Ibrahim yang baru berusia 11 bulan.

Mayat seorang wanita dari keluarga yang sama ditemukan di bawah puing-puing, namun identitasnya belum jelas.

Dua korban lain, yang tinggal di samping bangunan itu adalah Amina Mattar al-Muzzana (83) dan Abdullah Mohammed al-Muzzana (22), kata Qudra.

Militer Israel belum memberikan pernyataan segera mengenai serangan itu dan hanya mengatakan, angkatan udara menghantam "sejumlah sasaran di Kota Gaza bagian utara".

Tak lama setelah itu, enam orang Palestina lain tewas dalam empat serangan terpisah -- dua di Kota Gaza, satu di kamp pengungsi Jabaliya dan satu di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah.

Di Kota Gaza, Sami al-Ghafir tewas dalam serangan di daerah timur Shejaiya, dan Mohammed al-Awf tewas di daerah utara kota itu.

Serangan di Jabaliya menewaskan Suheil Hamada dan putranya, Moamin, ketika mereka sedang mengendarai truk pengiriman air melewati kamp itu.

Gempuran malam hari di Nuseirat menewaskan dua orang, Aatiya Mubarak dan Hossam Abu Shawish, kata petugas pelayanan darurat.

Serangan-serangan sebelumnya di Jalur Gaza menewaskan enam, orang lain Palestina, empat dari mereka anak-anak.

Dengan kematian-kematian terakhir itu, jumlah korban tewas Palestina menjadi 69 dan korban cedera lebih dari 600 sejak serangan udara yang menewaskan seorang pemimpin Hamas mengawali operasi militer Israel terhadap Gaza.

Tiga orang Israel tewas dan lebih dari 50 cedera akibat serangan roket Palestina, kata seorang juru bicara dinas pelayanan darurat Magen David Adom kepada AFP.

Militer Israel mengatakan, 10 dari mereka yang terluka adalah prajurit, satu dari mereka cedera parah.

Israel mengatakan, militer telah menghantam lebih dari 1.132 sasaran di Jalur Gaza.

Dalam kurun waktu yang sama, 544 roket yang ditembakkan oleh pejuang Gaza menghantam Israel selatan, dan 302 roket lain disergap oleh sistem pertahanan rudal Israel Iron Dome.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Budaya, Halaqoh HMI Tegal Kab

PMII Kentingan Bahas Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa

Solo, HMI Tegal Kab - Semakin massifnya informasi yang menyebar lewat media massa maupun sosial, membuat kebutuhan pembelajaran akan pengelolaan opini dan gerakan massa menjadi penting.

Hal itu menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diselenggarakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan UNS di Pesantren Al-Barokah Gunting Sambi Wonosari Klaten, Jumat-Ahad (6-8/1).

PMII Kentingan Bahas Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kentingan Bahas Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kentingan Bahas Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa

“Pengelolaan opini dan gerakan massa ini penting, untuk menyikapi informasi di media massa yang semakin hari semakin tak terkontrol dan tak bertanggung jawab.,” terang Ketua PMII Komisariat Kentingan Tsaniananda, Ahad (8/1).

HMI Tegal Kab

Ditambahkan Ninda, kader PMII perlu untuk mengkritisi informasi yang datang dan berbagai kabar yang bertebaran. “Perlu pula untuk memassifkan gerakan media massa dan selalu menggiring opini masyarakat untuk menjadi masyarakat ysng cerdas dalam mengolah informasi,” ujarnya.

Kegiatan PKD yang mengambil tema “Revitalisasi Gerakan dan Pengukuhan Kader sebagai Bekal Pengabdian di Dalam Kampus” tersebut, tak hanya diikuti para anggota PMII dari Solo, tetapi juga daerah lainnya seperti Surabaya, Tegal, Bojonegoro, Bandung, dan bahkan dari Gowa.

HMI Tegal Kab

“Tema revitalisasi gerakan ini sengaja dipilih, karena kampus adalah ruang aktualisasi pengabdian mahasiswa,” papar Ninda.

Pihaknya berharap, setelah kegiatan PKD ini, para kader memiliki semangat perjuangan membela kaum mustadafin serta menjadi intelektual organik yang berkomitmen mengamalkan ilmunya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh, Pendidikan, Internasional HMI Tegal Kab

Selasa, 19 Desember 2017

Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam

Judul Buku : Fiqih Imam Syafi’i

(Mengupas Masalah Fiqhiyah Berdasar Al-Qur’an dan Hadits)

Penulis : Prof. Dr. Wahbah Zuhaili

Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam

Penerbit : Almahira, Jakarta

Cetakan : I, Februari 2010

Tebal : 716 hal.

Peresensi : Ahmad Shiddiq Rokib*

HMI Tegal Kab



Fiqih merupakan cabang ilmu keislaman yang mengkaji hukum syariat yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah) dan? hubungan antar sesama manusia (hablum minannas). Kata “fiqih” sendiri secara bahasa berarti “paham”, seperti dikutip dalam hadits di atas, awal mulanya fiqih pengertian yang luas, yaitu pemahaman yang mendalam terhadap islam secara utuh. Definisi ini berlaku pada masa generasi sahabat dan tabi’in. Selanjutnya pada masa muta’akhirin (abad IV-XII H), fiqih mengalami penyempitan makna, menjadi “pengetahuan hukum syara’ yang bersifat alamiyah bersumber dari dalil-dalil yang spesifik”.

HMI Tegal Kab

Pada periode Mutaakhirin ini, pula terjadi pelembagaan fiqih dalam beberapa madzhab. Ketika itu ada empat madzhab besar berkembang dan mampu bertahan hingga saat ini, yaitu Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hambali. Empat madzhab tersebut tersebar ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan sejarah masuknya Islam ke Nusantara, Madzhab Syafi’i lah yang pertama kali di anut penduduk Nusantara. Dan saat ini mayoritas kaum muslimin indonesia bermadzhab Syafi’i.

Madzhab Syafi’i yang digagas oleh Muhammad bin Idris as-Syafi’i (150-204 H) mendapat apresiasi yang luar biasa dari umat Islam dunia. Madzhab ini dianut oleh kurang lebih 28 persen populasi muslim dunia, atau sekitar 439,6 juta jiwa dari 1,57 miliyar penduduk? dunia.? Penganut Madzhab Syafi’i tersebar di Mesir, Arab Saudi, Suriah, Indonesia, Malasyia, Brunai Darussalam, Pantai Koromandel, Malabar, Hadramaut, dan Bahrain.

Tidak heran jika pengaruhnya sangat luar biasa dalam yurispundensi Islam sebab Imam Syafi’i memang dikaruniai kecerdasan istimewa, kemampuan nalar dan gaya bahasa yang luar biasa. Pada usia 20 tahun ia sudah hafal kitab “al-Muwaththa’” karya monumental Imam Malik. Imam Malik mengagumi Imam Syafi’i sembari berkata “wahai Muhammad (Syafi’i)” sesungguhnya Allah telah memancarkan cahaya hatimu, maka jangan engkau sia-siakan cahaya itu dengan maksiat. Esok akan banyak orang yang berdatangan untuk belajar kepadamu. Pujian Imam Malik benar menjadi kenyataan. Syafi’i kemudian Imam madzhab panutan umat diberbagai belahan dunia Islam, termasuk di Indonesia.

Madzhab Syafi’i, satu dari sekian banyak madzhab fiqih saat ini masih mendapat apresiasi luar biasa mayoritas kaum muslim dunia. Keunggulan utama madzhab Syafi’i terletak pada sifatnya yang moderat. Di awal pertumbuhannya, pendiri madzhab ini, Muhammad bin Idris as-Syafi’i (150-204 H), mengakomodasi dua aliran hukum Islam yang berkembang saat itu, yaitu aliran tektualis (madrasatul hadits) dan aliaran rasionalis (madrasatur ra’y). Hasil kolaborasi keduanya dapat dilihat dari produk hukum Imam Syafi’i yang selalu mengacu pada subtansi nash (Al-Qur’an dan as-Sunnah), kemudian dalam kasus tertentu dipadukan dengan dalil analogi (qiyas).

Sebagai Bapak Ushul Fiqh, Imam syafi’i mewariskan seperangkat metode istimbath hukum yang berfungsi untuk menganalisasi beragam kasus hukum baru yang terjadi dikemudian hari. Dari tangan Imam Syafi’i lahir ribuan ulama yang konsen menafsirkan, menjabarkan, dan mengembangkan pemikiran beliau dalam ribuan halaman karya dibidang hukum Islam. Tidak heran jika dinamika perkembangan Madzhab ini melampaui Madzhab lainnya.

Buku yang terdiri tiga jilid yang ditulis Prof. Dr. Wahbah Zuhaili ini, memuat ribuan kasus yang terjadi masyarakat, yang dibidik dengan aturan hukum islam dalam berbagai aspek kehidupan yang bersumber dari al-qur’an, as-sunnah, ijma’ ulama dan qiyas serta hasil ijtihad Imam Syafi’i dan murid-murid beliau.

Secara garis besar, Masterpiece Prof. Dr. Wahdah as Zuhaili ini disusun dalam lima bab. Sebagai pendahuluan, pembaca akan diajak menelusuri biografi dan pemikiran hukum Imam Syafi’i. Selanjutnya secara sistematis, Prof. Wahbah mengurai secara detail hukum thaharah dan ibadah, pada bab satu. Bab dua menyajikan hukum muamalah konferensional dan syari’ah berikut transaksinya. Bab ketiga memaparkan hukum keluaga Islam. Kemudian pada bab empat berisi hukum Hadd, Jinayah, dan Jihad, terakhir. Bab lima, mengulas aspek peradilan Islam.

Dalam buku fiqih Imam Syafi’i ini diperkaya dengan penjelasan hikmah dibalik penetapan sebuah aturan syariat, penjelasan terperinci atas setiap topik bahasan, dan pemberian contoh-contoh lengkap dengan dalilnya. Penulisan buku ini berpatokan sepenuhnya pendapat Imam Syafi’i yang lebih valid yang terdapat didalam Majmu’dan minhajnya, dan tidak merujuk pada kitab al-raudhah dan sebagainya. Tujuan agar madzhab ini dapat menjadi jelas bagi kalangan awam. Apalagi, penyajian Fiqih perbandingan yang dilakukan terlalu dini tampaknya lebih sering hanya akan memunculkan kebingungan serta menhancurkan keselarasan hukum syaiat.

Jika dibandingkan dengan ilmu-ilmu lainya, fiqih merupakan ilmu yang paling lurus dan matang. Dengan fiqih, syariat Islam telah menjadi salah satu sumber penetapan syariat yang sekaligus dapat diterima disetiap waktu dan tempat. Karena itu, fiqihlah yang telah menghimpun antara ajaran pokok dengan hal-hal yang menjaman serta menghimpun antara upaya untuk menjaga berbagai macam sumber syariat yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadis dengan berbagai macam pekembangan dan perubahan yang terjadi, yang tujuannya adalah untuk mengindentifikasi hukum halal-haram dan demi menggapai kemaslahatan bagi umat manusia dan kebutuahan mereka disepanjang zaman. Karena fiqih memang terlahir dari dasar-dasar dan berbagai sumber yang kokoh demi tujuan syariat yang universal.

Dengan demikian, buku yang sangat mengagumkan ini patut menjadi rujukan umat Islam, baik untuk dijadikan leterasi dalam dunia akademik maupun sebagai pandangan hidup dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sehingga, mampu membedakan dari hal-hal yang diperbolehkan dengan yang tidak diperbolehkan oleh agama. Wallahu a’lam bis-showab.



* Peresensi adalah mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya, aktif Pada Pondok Budaya Ikon Surabaya
Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh, Budaya HMI Tegal Kab

Sabtu, 16 Desember 2017

IPNU-IPPNU Depok Gelar Makesta di Pesantren Annahdlah

Depok, HMI Tegal Kab. Dalam rangka menjalankan program kaderisasi, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Depok mengadakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Pondok Pesantren Modern Annahdlah Sawangan Depok, Selasa-Rabu (18-19/10/2016).

Dalam kegiatan tersebut, para pengurus PC IPNU dan IPPNU Kota Depok mengajak para peserta yang berjumlah 100 orang santri untuk sama-sama berpegang teguh pada ajaran Ahlusunnah wal Jamaah Annahdliyah dengan menjunjung tinggi nilai tawazun, tawasuth, dan tasamuh dalam kehidupan sosial.

IPNU-IPPNU Depok Gelar Makesta di Pesantren Annahdlah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Depok Gelar Makesta di Pesantren Annahdlah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Depok Gelar Makesta di Pesantren Annahdlah

Selama makesta mereka mendapatkan materi ke-NU-an, ke-Aswaja-an, ke-IPNU-IPPNU-an, keorganisasian, kepemimpinan dan tradisi keislaman NU. Narasumber berasal dari Pengurus PC IPNU-IPPNU yang diisi oleh Syahru Robiulawwal dan Nurjannah. Jajaran PCNU diwakili Ust. Ahmad Sholehan yang juga merupakan Ketua Forum Alumni PMII UI.

Sekretaris PC IPNU Kota Depok Faizal Rizqi mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk pemerataan kader di tiap-tiap komisariat.?

HMI Tegal Kab

Hani Zakiyah menambahkan bahwa "Mereka yang telah mengikuti makesta berarti telah resmi menjadi anggota baru IPNU dan IPPNU yang selanjutnya akan terus dibina untuk kemudian bisa mengaktifkan organisasi di lembaganya masing-masing," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua PC IPPNU Kota Depok Nur Jannah. Menurutnya, makesta merupakan salah satu program wajib yang harus terus menerus dilakukan hingga ke tingkat ranting dan komisariat karena basis akar rumput inilah yang akan terus menjaga eksistensi NU di masa yang akan datang. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Selasa, 05 Desember 2017

Pendidikan di Indonesia

Oleh KH Azka Hammam Syaerozi

Dewasa ini pendidikan formal dipandang oleh masyarakat sebagai pendidikan yang sesungguhnya. Dengan beranggapan bahwa hanya dengan pendidikan formal seseorang bisa dianggap berpendidikan. Hal ini tentu berakibat fatal bagi pendidikan yang berada di luar pendidikan formal atau yang biasa disebut sebagai pendidikan informal (baca: pesantren). Ada beberapa faktor yang menjadikan pola pikir masyarakat kita seperti itu.

Pertama, pendidikan formal adalah program pendidikan yang digalakkan langsung oleh pemerintah Indonesia. Hal ini menjadikan ukuran pendidikan di negara kita ini condong dengan apa yang dianjurkan oleh pemerintah. Karena diadakan oleh pemerintah, maka banyak program-program dan fasilitas yang diberikan pemerintah bagi pendidikan ini. Sangat berbeda dengan pendidikan informal yang sepertinya dianggap anak tiri oleh pemerintah, meski beberapa dianggap keberadaannya, tetapi pendidikan informal tetap dipandang sebelah mata dan tetap tidak dijadikan ukuran seseorang dianggap berpendidikan.

Pendidikan di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan di Indonesia

Kedua, dalam pendidikan formal tenaga pengajar mendapatkan upah yang pasti dan terjamin langsung oleh pemerintah. Berbeda dari pendidikan pesantren pemerintah tidak memberikan jaminan secara pasti bagi setiap pengajarnya. Hal ini menjadikan pendidikan formal lebih dipercaya dan dianggap lebih prospektif dibandingkan dengan pendidikan pesantren.

HMI Tegal Kab

Ketiga, pendidikan formal memberikan ijazah yang secara de jure dianggap dan legal di kancah nasional maupun internasional. Hal ini berlawanan dengan pendidikan pesantren yang ijazahnya tidak diakui, atau bahkan tidak memiliki ijazah sama sekali.

Apa Hubungan antara Keduanya?

Sebenarnya, hubungan antara ilmu agama yang diadakan pesantren dan pendidikan umum yang diadakan sekolah formal itu sangat erat sekali. Ilmu pesantren adalah sebuah ‘asal’ yang menjadi tetap dan kokohnya sesuatu. Sedangkan ilmu umum adalah ‘cabang’ yang membentang luas dalam segala bidang kehidupan. Jika diibaratkan, pendidikan pesantren adalah makanan pokok, dan pendidikan formal adalah lauk pauknya. Maka tidaklah dinamakan makan jika seseorang hanya menyantap lauk pauk saja, dan jika hanya nasi saja maka tidak tercukupi nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

HMI Tegal Kab

Mana Yang Mesti Didahulukan?

Secara kurikulum, pendidikan pesantren (baca: agama) harus didahulukan karena pendidikan agama menanamkan tauhid, hukum dan akhlaq. Manusia hidup di dunia itu tentu harus bermodalkan tauhid yang benar dan kuat, mengetahui hukum-hukum agar tidak sembarang berperilaku dan juga harus bisa menerapkan akhlaqul karimah sebagai modal dasar dalam etika pergaulan sosial yang selaras dengan prinsip ajaran agama sebagai kasih sayang bagi seluruh alam.

Kurikulum di sekolah formal, meski telah mengajarkan pengenalan pendidikan agama dan moral dalam pendidikan kewarganegaraan, tetapi pengajaran yang hanya diberikan selama dua sampai tiga jam saja per pekan, tentu belumlah bisa mencukupi tujuan pendidikan agama sebagai penanaman karakter bagi siswa. Sebab pendidikan agama, tak cukup dengan hanya sebatas pengenalan. Di sinilah perlunya pendidikan madrasah diniyah, sebagai sarana menanamkan pendidikan karakter bagi siswa yang tidak berkesempatan untuk mempelajari nilai-nilai pendidikan pesantren.

Di tengah dua kutub tersebut sebagian pesantren telah menerapkan kurikulum terpadu yang mengajarkan para santrinya untuk menguasai materi pelajaran yang di sekolah formal, sekaligus dididik sebagaimana pesantren pada umumnya. Kombinasi kurikulum pendidikan pesantren dan kurikulum pendidikan formal ini telah berlaku di berbagai pesantren selama puluhan tahun silam. Banyak pesantren, kini telah membuktikan bahwa pelaksanakan pendidikan pesantren dan formal tidaklah harus meninggalkan salah satunya melainkan secara bersama-sama berjalan beriringan. Dengan berjalan beriringan seperti itu, maka akan terbentuklah pribadi yang berpendidikan secara kâffah.

Di antara Yang Menekuni Salah Satu dari Keduanya, Siapakah Yang Lebih Berkompeten?

Pribadi yang benar-benar berkompeten adalah yang benar-benar belajar, paham akan ilmu yang dipelajarinya, lalu mengamalkannya kepada masyarakat. Sebab jika tidak diamalkan, keduanya sama sekali tidak memberikan manfaat apa-apa bagi masyarakat. Jika salah satu dari keduanya memandang sebelah mata, itu karena mereka tidak memaklumi nilai min dan plus yang ada pada keduanya.

Bagaimana Kita Menerapkan Ilmu Formal dan Ilmu Salaf di Tengah Masyarakat?

Kita bisa menerapkan keduanya dengan selalu berupaya berkarya semampunya ? ? dengan didasari tauhid yang benar, hukum, dan akhlaq. Sebagai komunitas pesantren yang hidup di antara dua dimensi ini, kalangan santri tidak perlu ikut memandang sebelah mata pada yang lain. Kita cukup menjaga hal-hal lama yang baik dan masih layak dan menyempurnakannya dengan mengadopsi hal-hal baru yang lebih baik dan layak.

Bagaimana Sebaiknya Sikap Pemerintah Menyikapi Hal Ini?

Pemerintah sebaiknya memandang kedua sistem ini sebagai unsur yang saling menguatkan dalam membangun sumber daya manusia pada yang lebih baik untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

*) Pengasuh Pesantren Putra-Putri Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon. Kini ia diamanahi sebagai Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat. (Tulisan ini sudah dimodofikasi setelah dikutip dari Majalah Salafuna, Edisi 32 Tahun 2013).

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh, Tegal, Quote HMI Tegal Kab

Kamis, 30 November 2017

Dilantik, GP Ansor Gending Diminta Perjuangkan NU

Probolinggo, HMI Tegal Kab - Sedikitnya 30 orang pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo dilantik oleh Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin, Jum’at (27/1) malam. Mereka diharapkan dapat mengawal gerakan dakwah NU.

Pelantikan yang digelar di Balai Desa Bulang Kecamatan Gending ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i, Ketua MWCNU Kecamatan Gending Misnaji, Ketua GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq beserta pengurus harian lainnya.

Dilantik, GP Ansor Gending Diminta Perjuangkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, GP Ansor Gending Diminta Perjuangkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, GP Ansor Gending Diminta Perjuangkan NU

Hadir pula Ketua PGRI Probolinggo Purnomo, Kepala Bakesbangpol Probolinggo Agus Mukson, dan jajaran Forkopimka Gending serta para pengurus ranting NU se-Kecamatan Gending.

H Hasan Aminuddin berharap agar para pengurus GP Ansor Gending ini mampu mengemban amanah dengan sebaik-baiknya serta bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

HMI Tegal Kab

“Tunjukkan kepada masyarakat, bahwa keberadaan GP Ansor ini tidak hanya mampu berwacana. Tetapi bisa memberikan bukti nyata dengan berbuat untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

HMI Tegal Kab

Dalam kesempatan ini A’wan PWNU Jawa Timur ini meminta segenap pengurus GP Ansor Gending agar segera merealisasikan program-programnya tentunya dengan bersinergi untuk memperjuangkan Nahdlatul Ulama (NU).

“Pengurus GP Ansor harus mampu bermitra dengan semua instansi yang ada di Kabupaten Probolinggo agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak segenap nahdliyin agar bisa bersama-sama memakmurkan tempat ibadah yang ada di setiap desa, khususnya di Kecamatan Gending.

“Membangun masjid itu sangatlah mudah, tetapi memakmurkannya yang sangatlah sulit. Karena itu masjid itu jangan direhab terus, marilah ramaikan masjid dengan sholat berjamaah dan kegiatan-kegiatan keagamaan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Halaqoh HMI Tegal Kab

Minggu, 26 November 2017

Dubes Inggris Harap Pelajarnya Lihat Kelenturan Islam Indonesia

Jakarta, HMI Tegal Kab. Duta Besar Inggris untuk Indonesia Muazzam Malik menginginkan para pelajar dan mahasiswa Eropa khususnya Inggris melihat langsung pola keberagamaan orang-orang Indonesia menjalankan ajaran agama Islam. Dalam kunjungan kerja samanya dengan PBNU, Muazzam menyatakan dirinya terpikat dengan pemahaman dan praktik muslim Indonesia yang sangat toleran dan lentur dalam beragama.

“Menurut saya, masyarakat muslim di Inggris masih terfokus ke Timur Tengah ketika melihat Islam. Padahal kalau saja mereka mau melirik gerakan Islam di Indonesia ini, mereka akan tercengang,” kata Muazzam ketika berkunjung ke Kantor PBNU, Jakarta, Senin (21/9) sore.

Dubes Inggris Harap Pelajarnya Lihat Kelenturan Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Inggris Harap Pelajarnya Lihat Kelenturan Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Inggris Harap Pelajarnya Lihat Kelenturan Islam Indonesia

Ia sendiri terpana ketika melihat wanita berkerudung mengendarai sendiri sepeda motor di Yogyakarta. “Jujur saja, saya ini muslim. Tetapi menyaksikan pemandangan begini di Inggris atau di luar Indonesia, belum pernah,” kata Muazzam yang agak lancar berbahasa Indonesia.

HMI Tegal Kab

Melihat pemandangan itu, ia mengambil gambar lalu mengirimkannya via whathapp kepada anaknya dan beberapa temannya. “Kamu semua harus lihat bagaimana orang Islam di Indonesia. Mereka sangat maju. Kalian harus melihat sendiri pemandangan ini,” kata Muazzam.

HMI Tegal Kab

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menyarankan tamunya untuk berkunjung ke pesantren-pesantren di pedalaman Jawa.

“Saudara akan menemukan banyak pemandangan baru di pesantren-pesantren itu. Bagaimana para santri itu sangat terikat pada tradisi seperti bersarung dan berkopiah, tetapi bacaan mereka menjangkau pemikiran Timur hingga Barat,” kata Kang Said.

Muazzam berharap Inggris dan NU melanjutkan kerja sama terutama di bidang pendidikan dengan pertukaran pelajar. “Saya senang kalau pelajar Inggris berkunjung ke sini sehingga dapat membuka pandangan mereka. Saya ingin mereka sadar bahwa kekerasan Islam selama ini hanya stigma.”

Selama ini, menurut Muazzam, pelajar Inggris hanya melihat citra Islam Wahabi dan Salafi di Timur Tengah. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh, Tokoh HMI Tegal Kab

Sabtu, 25 November 2017

Gusdurian-LKiS Buka Kelas Pemikiran Gus Dur

Yogyakarta, HMI Tegal Kab. Komunitas pecinta Gus Dur (Gusdurian) Yogyakarta, bekerjasama dengan yayasan LKiS menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kelas Pemikiran Gus Dur”. Kelas yang terbatas hanya hanya 30 peserta tersebut diikuti oleh kaum muda dari berbagai daerah, latar belakang agama, dan organisasi.?

Kegiatan disambut antusias, terlihat dari banyaknya pendaftar yang tertolak karena telah terpenuhinya kuota. Para pendaftar juga berasal dari berbagai daerah di luar Yogyakarta.

Gusdurian-LKiS Buka Kelas Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian-LKiS Buka Kelas Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian-LKiS Buka Kelas Pemikiran Gus Dur

“Banyak peserta yang berasal dari luar Yogyakarta seperti ? Surabaya, Gersik, bahkan dari lur Jawa seperti Sulawesi. Tapi sebagian kami tolak karena akomodasi tidak memungkinkan,” tutur Shahibul Wafa yang akrab dipanggil Wafa, salah satu anggota tim penyelenggara kepada HMI Tegal Kab.?

HMI Tegal Kab

“Untuk pertama kalinya acara ini diselenggarakan dan langsung disambut baik oleh khalayak. Insyaallah kami akan melaksanakan kelas-kelas pemikiran selanjutnya,” lanjut Wafa yang merupakan delegasi dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Kota Yogyakarta untuk anggota tim penyelenggara acara ini itu. ? ?

Acara yang dilangsungkan selama 4 kali dalam bulan Juni ini dilaksanakan setiap Sabtu dan ditempatkan di ruang belajar yayasan LKiS, Jl. Pura no 203, Sorowajan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Sebagai instruktur, hadir Hairus Salim, Nur Kholik Ridwan, dan A. Gaffar Karim. ?

HMI Tegal Kab

Fauzi, ketua tim penyelenggara acara menuturkan, acara ini dimaksudkan untuk menggali dan mendalami berbagai hal terkait dengan sosok Gus Dur dan pemikirannya. Kaum muda mampu meniru dan mengikuti jejak langkahnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nur Hasanatul Hafshaniyah

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Halaqoh HMI Tegal Kab

Jumat, 17 November 2017

Sholawat Badar Berkumandang untuk SBY

Jakarta, HMI Tegal Kab. Kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bersilaturrahmi dengan para pengurus Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah di Asrama Haji Pondok Gede, Senin (30/6) malam mendapatkan sambutan meriah.



Sholawat Badar Berkumandang untuk SBY (Sumber Gambar : Nu Online)
Sholawat Badar Berkumandang untuk SBY (Sumber Gambar : Nu Online)

Sholawat Badar Berkumandang untuk SBY

Seusai doa penutup, jamaah tarekat yang memenuhi ruangan melantunkan sholawat badar yang membuat suasana semakin religius. Mereka berebutan untuk bisa bersalaman dengan orang nomor satu di Indonesia ini.

Dengan sabar, lelaki asal Pacitan ini menyalami satu-persatu jamaah yang sebagian besar berpakaian putih-putih sehingga diperlukan waktu sekitar 10 menit untuk berjalan yang sebenarnya hanya beberapa meter dari gedung menuju mobilnya. Wajah SBY juga tampak ceria dan penuh senyum mendapatkan sambutan yang luar biasa ini. Sesekali, terdengar teriakan “Hidup SBY”.

HMI Tegal Kab

Beberapa pejabat negara yang mendampingi silaturrahmi Presiden Yudhoyono adalah Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkominfo M. Nuh, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Menteri Kehutanan MS Kaban dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.?

HMI Tegal Kab

Sebenarnya, Presiden dijadualkan membuka acara munas yang berlangsung pada 28-30 Juni ini, namun karena kendala waktu, akhirnya acara dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla dan pertemuan dengan presiden dikemas dalam bentuk “Dialog dengan Presiden Yudhoyono”.

Dalam pesannya, SBY mengajak umat Islam untuk membangun peradaban baru dengan mengedepankan peradaban Islam yang menjadi bagian dari peradaban umat manusia. Nilai-nilai perdamaian dan toleransi harus terus dikedepankan. Ia juga meminta agar para ulama mampu membumikan nilai-nilai Islam di Indonesia. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh HMI Tegal Kab

Selasa, 14 November 2017

PBNU Imbau Perguruan Tinggi NU Teladani Pesantren

Jakarta, HMI Tegal Kab - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengatakan, rugi besar bila pendidikan di Indonesia tidak mengambil kelebihan yang ada di pesantren. Pesantren dengan kiainya yang dengan tulus dan gigih mengelola pendidikan terbukti menghasilkan alumni yang luar biasa.

Demikian disampaikan Kang Said dalam pembukaan Simposium dan Musyawarah Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (28/3).

PBNU Imbau Perguruan Tinggi NU Teladani Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Perguruan Tinggi NU Teladani Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Imbau Perguruan Tinggi NU Teladani Pesantren

“Gus Dur, Nurkholis Majid, dan Pak Nasir (Menristek Dikti M Nasir, yang juga hadir pada kesempatan tersebut) adalah contoh-contoh alumni pesantren,” kata Kang Said.

HMI Tegal Kab

Menurutnya, pesantren memiliki empat kelebihan yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan yang lain. Pertama adalah ta’lim atau transfer of knowledge (pengetahuan). Kedua adalah tadris, karena para kiai pesantren mengamalkan dan mempraktikkan ilmunya. Ketiga adalah ta’dib, yaitu membentuk peradaban. Keempat, tarbiyah atau pengajaran.

Ini persoalan yang ringan diucapkan, tapi sangat sulit dilaksanakan. Pendidikan yang baik adalah yang bervisi dan bermisi membentuk masyarakat cerdas, pandai, mempunyai skill (keahlian), arif dan bijaksana.

HMI Tegal Kab

Kiai dalam pengajaran ilmu nahwu dapat menyinkronkan dengan terminologi bahasa Jawa secara benar. Kiai memberi contoh secara langsung kepada para santri bagaimana saat menerima tamu, saat senang, saat sedih, dan menghadapi bermacam persoalan.

Kang Said merasa heran, pendidikan umum tidak mengambil sisi baik yang ada di pesantren. Padahal banyak sisi positif dari pesantren, juga tak sedikit pesantren yang maju.

Karena itu, kepada peserta simposium yang terdiri atas para mahasiswa utusan BEM perguruan tinggi NU seluruh Indonesia, Kang Said berpesan bahwa sebagai mahasiswa yang ingin mempertahankan ajaran Aswaja, ia tidak boleh melupakan akar, nilai ahlaq mulia, dan nilai moral, mental, spiritual, hasil dari pendidikan pesantren. (Kendi? Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh, Pesantren, Lomba HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock