Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Seputar Bidah dan Inovasi Beragama

Oleh Munandar Harits Wicaksono

Islam sebagai agama, dianggap penting karena memiliki dua rujukan yang dengan keduanya manusia diatur sedemikian rupa. Al-Qur’an, sebagai rujukan yang pertama merupakan sebutan untuk lafadh yang Tuhan turunkan kepada Nabi Muhammad di mana bacaannya mengandung sisi ijaz (melemahkan; mukjizat) bagi penentangnya dan bernilai ibadah dengan membacanya. Sementara hadits, sebagai rujukan kedua adalah ucapan Nabi Muhammad pasca ia diangkat Tuhan menjadi utusannya.

Seputar Bidah dan Inovasi Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Seputar Bidah dan Inovasi Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Seputar Bidah dan Inovasi Beragama

Keduanya merupakan wasilah Tuhan memperkenalkan diri-Nya, mengingatkan manusia mengenai hakikat hidup, dan tak luput mengatur segala aspek mulai dari skala mayor dan urgen seperti perkara ketuhanan, konsep interaksi dengan sesama manusia, hingga perkara kecil nan sepele seperti halnya berpakaian dan lain-lain.

HMI Tegal Kab

Di masa awal pembentukan syariat, keberadaan Nabi Muhammad sebagai penyambung lidah Tuhan sangat dibutuhkan. Hadits sebagai ucapannya punya kedudukan tidak hanya sebagai penjelas, tapi dalam berbagai masalah menjadi pijakan hukum atas hukum yang belum tersebut dalam Al-Qur’an. Maka ketika muncul suatu masalah yang belum diketahui hukumnya, mudah saja orang di masa itu akan segera bertanya kepada beliau. Kemudian dalam beberapa kasus Tuhan akan mengklarifikasi maupun memperkuat jawaban Rasulullah tersebut.

Meskipun demikian, Islam di masa itu tidak serta-merta menetapkan hukum sepihak semacam diktator. Dalam berbagai kesempatan Nabi Muhammad mengatakan, "Permudahlah, jangan mempersulit!" Bahkan ucapan itu diulang-ulang sampai tiga kali, menunjukkan betapa kuatnya anjuran tersebut.

HMI Tegal Kab

Hal ini jelas kontradiktif dengan apa yang terjadi dalam masyarakat dewasa ini. Kita dihadapkan pada fenomena merebaknya pemikiran-pemikiran kaku yang sangat enggan berinovasi dalam beragama. Menggunakan dalih hadits "Setiap perbuatan bidah atau yang tidak dicontohkan Muhammad adalah sesat" mereka seenaknya sendiri menyalah-nyalahkan golongan lain.

Padahal, hadits yang diucapkan ini sejatinya masih sangat global. Dalam redaksi bahasa Arab lafadh kullun yang memiliki makna setiap (seperti dalam hadits di atas) memiliki 2 padanan makna. Terkadang lafadh kullun ini digunakan untuk makna jam , yang berarti ia tidak menerima pengecualian. Kadang pula ia bermakna jami dimana ia menerima pengecualian.

Berkaca pada hal tersebut, para cendikiawan muslim moderat memberikan definisi yang relevan dengan makna bidah yang dikehendaki Nabi. Salah satu definisi yang adil menyebutkan bidah adalah sebuah ajaran baru yang dibuat-buat untuk menandingi syariat.

Sekarang pertanyaannya adalah, apakah semisal acara 40 hari memperingati kematian yang di dalamnya terdapat kandungan silaturahim, membaca Al-Qur’an bersama dan segala perbuatan baik lainnya dibuat untuk menandingi syariat? Tentu tidak.

Seperti inilah yang kami maksudkan sebagai fenomena pemikiran kaku dan enggan berinovasi di atas. Hal ini diperparah dengan masyarakat kita yang cenderung hanya melihat cover dan mengabaikan substansi sebenarnya. Padahal, sejatinya sudah menjadi maklum bersama, mengingat Wali Songo di masa penyebaran Islam di Tanah Jawa juga membungkus ajaran-ajarannya dengan budaya.

Satu yang menarik terkait inovasi dalam beragama adalah sebuah riwayat hadits yang disebutkan dalam kumpulan hadits Imam Nawawi dalam kitab Riyadlush Shalihin. Disebutkan suatu ketika seorang Baduwi melakukan tawaf mengelilingi kabah menyebutkan kata-kata yâ karîm (yang tentu tidak pernah diajarkan Nabi Muhammad) berulang kali. Heran akan hal tersebut, Nabi Muhammad menghampirinya bersamaan dengan turunnya Jibril. Lalu terjadilah percakapan yang sejatinya melibatkan 4 subjek. Tuhan, Jibril, Muhammad dan orang Baduwi tadi.

Singkat cerita, Tuhan melalui Jibril, disampaikan oleh Muhammad, bertanya pada Baduwi tersebut, "Apakah kau kira dengan mengucapkan yâ karîm (wahai Yang Maha Mulia), Tuhan akan mengampuni dosa dan memperingan timbangan burukmu?" Secara spontan baduwi itu menjawab "Kalau Tuhan berani menimbang amalanku, akan kutimbang balik Ia!" Mendengar jawaban tersebut Nabi Muhammad kaget bukan kepalang. Lantas ia bertanya, "Bagaimana bisa?" Baduwi segera menjawab "kalau Tuhan menimbang amalan burukku, akan kutimbang pula rahmat dan kasih sayangNya. Saya yakin rahmat-Nya jauh lebih besar daripada dosa saya." Lalu apa kata Tuhan? Tuhan justru berkata "Muhammad, sampaikan pada Baduwi itu, aku tidak akan menimbang-nimbang amal buruknya."

Menarik. Ada dua poin utama dalam hadits tersebut yang bisa kita ambil kesimpulan. Yang pertama adalah bagaimana baduwi tersebut melakukan sebuah perbuatan yang tidak pernah diajarkan Nabi Muhanmad. Ia berinovasi dengan melakukan perbuatan yang membuat Rasulullah terheran-heran, namun secara substansial ia menyetujuinya.

Poin kedua adalah terkait pola pikir inovatif Baduwi tersebut. Bagaimana ia dengan cerdas justru hendak menggugat Tuhan. Pola pikir seperti inilah yang mati suri dalam masyarakat kita dewasa ini. Kita terlampau asyik dalam pola pikir jumud yang tidak kunjung usai. Padahal, justru dengan pola pikir inovatif dan sedikit “nakal” seperti inilah Islam bisa maju dan berkembang. Selama, ia tidak keluar dari batas koridor kewajaran.[]

Penulis adalah Alumnus MAPK Surakarta tahun 2013/2014. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Al Ahqoff, Tarim, Hadramaut, Yaman. Menyukai puisi, sastra dan sedikit kopi. Bisa dihubungi lewat akun twiter @munandarharits1



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri, AlaSantri HMI Tegal Kab

Senin, 19 Februari 2018

IPPNU Kota Kudus Baca Peluang Perempuan di Era Globalisasi

Kudus, HMI Tegal Kab. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Kudus bersama 70 pelajar putri mendiskusikan perubahan tata nilai kehidupan manusia yang disebabkan globalisasi.  Dengan kemampuan menyeleksi dan menyesuaikan dengan budaya bangsa, mereka mengajak masyarakat untuk memosisikan diri sesuai perannya masing-masing.

Diskusi berlangsung di SMP NU Putri Nawa Kartika Kudus, Jumat (21/8). Tampak hadir sebagai peserta diskusi aktivis pelajar NU di komisariat-komisariat IPPNU. Pihak penyelenggara menghadirkan narasumber antara lain Ketua PAC Muslimat NU Kudus Hj Hidayati, Ketua IPPNU Kudus 1993-1996 Khamidah.

IPPNU Kota Kudus Baca Peluang Perempuan di Era Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kota Kudus Baca Peluang Perempuan di Era Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kota Kudus Baca Peluang Perempuan di Era Globalisasi

"Peran pendidik yang awal dan utama adalah dari seorang ibu, tak hanya itu seorang wanita juga menjadi tiangnya negara, tulang punggung negara. Jika wanita di negara tersebut baik, kokohlah bangunan negara tersebut," kata Hj Hidayati.

HMI Tegal Kab

Sementara Khamidah menyoroti soal moral dan akhlak sebagai pendidikan yang  utama. "Pendidikan yang terpenting terletak pada pendidikan moral dan akhlaknya, kita harus menanamkan akhlakul karimah di manapun dan semampu kita," kata pembina IPPNU Kota Kudus.

Masalah prestasi kaum perempuan juga menjadi pembahasan dalam diskusi ini.

HMI Tegal Kab

"Sekarang tak ada batasan untuk wanita yang ingin menjadi pemimpin, memang seharusnya perempuan tak harus selalu menjadi makmum, kadangkala harus pula berada di samping dan di  depan," ujar Ketua IPPNU Kudus 2000-2002 Noor Hidayah menambahkan. (Ilma/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh, Khutbah, Santri HMI Tegal Kab

Minggu, 14 Januari 2018

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN

Cimahi, HMI Tegal Kab. Kegiatan Kuliah Dhuha Remaja (KDR) yang rutin dilaksanakan tiap minggu kedua tiap bulan, kembali dilaksanakan oleh PC IPNU-IPPNU Kota Cimahi dengan pelaksana kegiatan PAC kecamatan Cimahi Utara. 

Pada Kegiatan kali ini, yang menjadi pokok bahasan adalah tentang Ujian Nasional, sehingga acara dikemas menjadi tausiyah, seminar motivasi, serta istigotsah dan do’a bersama untuk Ujian Nasional bertemakan “Doa Tanpa Usaha Sia-Sia, Usaha Tanpa Do’a –Apa yang Kau Bisa?”  Kegiatan ini merupakan usaha dan wahana untuk memberikan media khususnya kepada para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional.

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00-12.00 ini diikuti oleh lebih kurang 120 orang pelajar dari berbagai sekolah di kota Cimahi, baik dari tingkatan SMP, SMA juga tingkat perguruan tinggi.

HMI Tegal Kab

Kegiatan diawali dengan sajian hiburan oleh grup el-Mijmar dengan menyuguhkan musik hadrah melantunkan pujian dan shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad Saw, dilanjutkan dengan acara seremonial sambutan dari ketua pelaksana yaitu Bagus Legowo serta tausiyah dari ketua PCNU Cimahi KH Enjang Nasrullah. 

HMI Tegal Kab

Pada kesempatan itu, ketua PCNU memberikan tiga poin utama dalam menghadapi ujian, yaitu berusaha, berdoa dan bertawakal. Dilanjutkan dengan materi motivasi dari Kang Suyanto sebagai perwakilan dari Keluarga Mahasiswa Nahdhatul Ulama (KMNU) UPI. 

Kegiatan ini diakhiri dengan istighotsah dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah NU kota Cimahi KH Alan Nur Ridwan.

Ketua PC IPNU Kota Cimahi, Fauzul Haq mengatakan “Tujuan dari kegiatan ini, selain untuk meningkatkan ukhuwah antar sesama pelajar di kota Cimahi, untuk memberikan pencerahan kepada para pelajar di kota Cimahi dalam menghadapi ujian, baik Ujian Nasional, Ujian Sekolah, maupun ujian ke Perguruan Tinggi.”

Selain itu ia menambahkan, setidaknya ada tiga problematika pelajar saat menghadapi ujian, pertama orang yang hanya berdo’a namun tidak ia tidak pernah berusaha untuk belajar, sehingga dalam fikirannya hanya ada kata “kumaha engke”, kedua orang yang terlalu fokus dalam belajar, namun ia tidak pernah berdoa seolah ia “tidak perlu” pertolongan dari Allah, bahkan saking “paranoidnya” ia berani meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim yang taat. Dan Ketiga orang yang tidak mau berdoa dan berusaha, sehingga ia hanya mencari cara “instan” untuk menjalani ujian. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Bustanul Arifin

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU, Santri HMI Tegal Kab

Sabtu, 13 Januari 2018

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

Jakarta, HMI Tegal Kab. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun selalu menunjukkan angka yang bagus dan melahirkan banyak kelas menengah baru, tetapi sebenarnya siapa yang menikmati pertumbuhan ekonomi tersebut.

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, pertumbuhan ekonomi saat ini hanya dinikmati oleh sekelompok kecil masyarakat Indonesia, sedangkan sebagian besar, tetap terpuruk dalam kemiskinan yang akut. 

“Jadi siapa sebenarnya yang menikmati pertumbuhan ekonomi ini, saya pulang ke kampung saya, orang-orang desa tetap saja miskin dari dulu,” katanya, dalam workshop Ekonomi Konstitusi yang digagas PBNU dalam rangka pra munas, di gedung PBNU, Rabu (14/5).

HMI Tegal Kab

Kekayaan alam, yang seharusnya bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, saat ini toh, hanya dikuasai oleh sekelompok orang berkuasa yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

HMI Tegal Kab

Akibat kesalahan kebijakan ini, kelompok masyarakat yang kaya semakin menjadi kaya sedangkan yang miskin tetap miskin atau makin miskin, padahal agama memerintahkan agar kekayaan tidak dinikmati oleh orang-orang tertentu saja.

“Kita menginginkan banyak warga NU yang menjadi bagian dari kelas menengah,” tandasnya.

Kwik Kien Gie, mantan menko ekonomi era presiden Gus Dur yang menjadi pembicara dalam pertemuan tersebut menjelaskan secara panjang lebar akar permasalahan ekonomi dari sisi filosofis, mulai dari munculnya ideologi kapitalisme pasar bebas yang dikembangkan oleh Adam Smith bahwa ekonomi akan berjalan dengan baik jika peran negara dalam bidang tersebut diminimalkan.

Sayangnya, apa yang disampaikan Adam Smith tersebut tidak sebagus apa yang dibayangkan, terjadi monopoli dan eksploitasi buruh sehingga muncul pemikiran antithesa yang ekstrim dari Karl Mark bahwa seharusnya seluruh kegiatan ekonomi dikuasai oleh negara. 

Pada akhirnya, negara-negara Eropa menyadari bahaya dari kapitalisme pasar bebas, dengan tetap menghargai inovasi dan kreatifitas masyarakat, tetapi di sisi lain, negara juga melindungi masyarakat dengan membuat kebijakan untuk kepentingan publik, seperti pengenaan pajak keuntungan yang tinggi bagi perusahaan sehingga bisa didistribusikan kepada kelompok yang tidak mampu seperti jaminan pansiun, jaminan kesehatan atau jaminan pengangguran. Konsep seperti ini mereka sebut sebagai sistem ekonomi kesejahteraan atau walfare state.

Para founding father Indonesia, menurut Kwik, telah menggariskan sistem ekonomi yang didasarkan atas kerjasama dan hasinya juga dinikmati bersama-sama. Tetapi sayangnya, korporasi asing, dengan segala cara, berusaha “merampok” kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia untuk kepentingan mereka sendiri.

“Sebagai organisasi besar, NU dalam hal ini bisa ikut berperan, suaranya bisa didengar,” tandasnya.

Selain berbicara soal konsep-konsep ekonomi, Kwik juga bercerita tentang dinamika pertarungan konsep ekonomi dalam pemerintah Gus Dur dan tekanan-tekanan yang dihadapi, termasuk bagaimana Gus Dur mensiasati IMF yang menuntut bea masuk nol persen untuk beras dan gula guna menjaga stabilitas sosial di Indonesia sampai akhirnya bisa dikenakan bea 600 rupiah per kg. (mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Santri, Nasional HMI Tegal Kab

Boyolali Alami Kekeringan, Ansor Terus Salurkan Air Bersih

Boyolali, HMI Tegal Kab. Setelah sebelumnya mengirimkan bantuan air ke beberapa wilayah di Kabupaten Boyolali yang mengalami krisis kekeringan air, Ahad (17/9) kemarin, giliran warga di Kecamatan Musuk yang disambangi para kader Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Boyolali, Jawa Tengah.

Boyolali Alami Kekeringan, Ansor Terus Salurkan Air Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)
Boyolali Alami Kekeringan, Ansor Terus Salurkan Air Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)

Boyolali Alami Kekeringan, Ansor Terus Salurkan Air Bersih

Dengan membawa 23 truk tangki berisi air bersih, para kader muda NU tersebut bahu membahu membagikan air ke warga yang tersebar di Desa Lampar, Dragan, Jemowo, Sumur, Lanjaran, Priyan, Sukorejo dan Ringinlarik.

Kasatkorcab Banser Boyolali Abdullah menerangkan kegiatan sosial berupa penyaluran bantuan air bersih ini merupakan tahap yang kedua. Sebelumnya mereka juga membagikan air ke daerah Juwangi, Wonosegoro dan Kemusu.

“Kita targetkan total 50 tangki bisa kita salurkan ke warga, insyaallah masih ada penyaluran tahap ketiga,” terang Abdullah.

Ditambahkan Abdullah, kegiatan kali ini diadakan bersamaan dengan Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Diklatsar di Desa Ringinlarik Musuk. “Dengan dilibatkan dengan kegiatan semacam ini, semoga semakin mengasah rasa solidaritas para kader,” ungkapnya.

HMI Tegal Kab

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Boyolali Khoirudin Ahmad menambahkan, dana bantuan air ini didapatkan dari sumbangan kader Ansor dan Banser se-Boyolali.

“Kita juga infokan ke daerah lain di Soloraya, terkait bantuan air bersih ini. Harapannya semakin banyak yang peduli akan warga yang benar-benar membutuhkan air,” kata dia.

Bantuan air bersih ini, lanjut Khoirudin, akan terus digerakkan ke wilayah Boyolali lainnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri, Aswaja, Cerita HMI Tegal Kab

Selasa, 09 Januari 2018

Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia

Jakarta, HMI Tegal Kab



Indonesia akan menerima kunjungan Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb ? beserta ? Majelis Hukama Al Muslimin, sebuah organisasi internasional independen, yang saat ini diketuai olehnya. Rombongan ini dijadwalkan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Ahad (21/02) malam, dan akan disambut oleh ? Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Pelaksana Tugas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMA) yang juga Sekjen Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia (IAAI), Muchlis M Hanafi mengatakan, kunjungan ini sangat penting dalam rangka mempererat hubungan antara kedua negara, terutama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan dakwah keagamaan. “Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia,” terang Muchlis, Ahad (21/02) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia

Kunjungan Grand Syekh Al Azhar ini juga penting dalam mempererat hubungan antara masyarakat Muslim Indonesia dengan Al-Azhar. Menurut Muchlis, dalam konstitusi Mesir, Al-Azhar merupakan lembaga keislaman yang bersifat independen dan memiliki kewenangan melaksanakan seluruh kegiatan keislaman. Al-Azhar merupakan rujukan utama dalam ilmu keagamaan dan urusan keislaman yang bertanggung jawab melaksanakan dakwah serta menyebarkan ilmu keagamaan dan Bahasa Arab di Mesir dan dunia internasional.?

“Syekh Al-Azhar bersifat independen, tidak bisa dijatuhkan dan pemilihannya dilakukan oleh Dewan Ulama Besar yang diatur undang-undang,” jelasnya.

Muchlis mencatat bahwa sejak abad ke-19 (1850-an), sudah ada mahasiswa Indonesia ? yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang didirikan oleh Dinasti Fatimiyah pada 969 M ini. “Saat ini, sekitar 4000 an mahasiswa Indonesia sedang belajar di sana dengan beasiswa Al-Azhar,” tuturnya.

HMI Tegal Kab

Signifikansi lainnya dari kunjungan ini, kata Muchlis, adalah karena Al-Azhar merupakan pilar penting dalam menyebarkan pemahaman Islam moderat. Peran Al-Azhar bagi penyebaran Islam yang moderat di Indonesia perlu didorong dan diperkuat.?

Kunjungan Ahmad Ath-Thayyeb selaku Grand Syekh Al-Azhar kali ini adalah yang pertama ke Asia Tenggara. Dari Indonesia, Grand Syekh akan menyampaikan pesan-pesan dan seruan ? perdamaian dan kemanusiaan ? untuk dunia.?

Profil Syekh Ahmad Ath-Thayyeb

HMI Tegal Kab

Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb al-Asy’ari, al-Maliki, al-Khalwati. Al-Asy’ari adalah mazhab akidahnya, Maliki mazhab fikihnya, dan Khalwati tarekat Sufi tempatnya bernaung. ? Beliau lahir di Qena, Mesir, pada tahun 1946. Silsilah nasabnya sampai kepada Hasan bin Ali bin Abu Thalib.?

Jabatan yang diemban saat ini adalah al-Imam al-Akbar (Imam Terbesar) Syaikh Al-Azhar (dalam bahasa selain Arab biasa disebut Grand Syaikh); pimpinan tertinggi institusi Al-Azhar, Mesir sejak 2010, menggantikan ? Almarhum Prof Dr Muhammad Sayyid Thanthawi. Jabatan ini penetapannya berdasarkan keputusan presiden, dengan masa jabatan seumur hidup. Menurut aturan protokol, jabatan ini setara ? perdana menteri. Sejak 2014, beliau juga dipercaya memimpin Majelis Hukama’ al-Muslimin, sebuah organisasi internasional independen yang menghimpun para tokoh ulama lintas negara, berhaluan moderat, dan bertujuan mengukuhkan perdamaian di dunia Islam.?

Sebelum menjadi Syaikh al-Azhar, Syekh ath-Thayyeb menjabat sebagai: Rektor Universitas Al Azhar (2003 – 2010), ? Mufti Negara (2002 – 2003), Anggota Lembaga Riset al-Azhar, Majma’ al-Buhuts al-Islamiyah, ? dan ? Anggota Dewan Tertinggi Tarekat Sufi. ? Beliau juag tercatat sebagai dekan Fakultas Studi Islam di Aswan dan Fakultas Teologi Universitas Islam Internasional di Pakistan, serta ? mengajar di universitas-universitas di Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nusantara, Santri, News HMI Tegal Kab

Selasa, 26 Desember 2017

LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil

Jombang, HMI Tegal Kab. Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) juga mengambil langkah berbeda untuk memperkenalkan ulama dan tokoh besar Tebuireng, yaitu melalui buku berjudul ‘Yasin dan Tahlil Tebuireng’.

LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil

Penerbitan buku tersebut merupakan terbitan Pustaka Tebuireng yang disokong penuh LSPT, usaha unit lembaga di Tebuireng yang mengelola zakat, infaq, shadaqoh dan wakaf untuk memudahkan masyarakat mengetahui biografi ulama dan tokoh di Tebuireng.

Menurut M. As’ad direktur LSPT, pihaknya ikut ambil bagian membantu pengikut Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Maksum Ali dan lainnya mengetahui lebih jauh biografinya.

HMI Tegal Kab

“Buku ini tidak sekedar menjadi tuntunan amaliah, tetapi juga menjadi sumber informasi dan pengetahuan tentang tokoh-tokoh pesantren khususnya Pesantren Tebuireng,” tutur As’ad dalam rilisnya kepada HMI Tegal Kab.

Lebih lanjut As’ad mengatakan bahwa penyusunan buku ini yang dilengkapi biografi singkat tokoh-tokoh Tebuireng juga sebagai salah satu bentuk persembahan LSPT kepada masyarakat luas khususnya para peziarah di pemakaman Tebuireng. “Semoga hadirnya buku ini dihadapan pembaca semua memberikan manfaat yang besar,” tambahnya.

HMI Tegal Kab

Bahkan, keberadaan buku ini juga sangat bermanfaat bagi jam’iyah Nahdliyin. Karena terdapat tuntunan amaliyahnya. “Terlebih santri, alumni dan keluarga besar tebuireng,” lanjutnya. Ia juga mengabarkan bahwa untuk mendapatkan buku ini, LSPT menyediakan di kantornya dan di Gerai Sehat area pemakaman pondok Tebuireng. (Romza/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri, Habib, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Sabtu, 16 Desember 2017

Menghormati Agama Lain Bukan Berarti Membenarkannya

Parepare, HMI Tegal Kab. Nahdlatul Ulama akan senenatiasa menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Dengan menjunjung nilai-nilai toleransi, keamanan dan kedamaian bangsa Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam agama dan budaya ini akan tercipta.

Demikian dikemukakan Katib Syuriyah PBNU KH. Afifuddin Muhajir saat menyampaikan pemikirannya dalam acara Sarasehan Ulama Pesantren dan Cendikiawan di Pondok Pesantren Al-Badar Bilalang Parepare Sulawesi Selatan, Selasa (29/4).

Menghormati Agama Lain Bukan Berarti Membenarkannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Menghormati Agama Lain Bukan Berarti Membenarkannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Menghormati Agama Lain Bukan Berarti Membenarkannya

Menurut Kiai Afifuddin, sikap tasamuh atau toleransi menjadi kunci bagi terciptanya kesejukan antar umat beragama. “Itu (tasamuh) ciri khas Islam dan juga sikap paten NU,” jelasnya.

HMI Tegal Kab

Salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo tersebut  menambahkan,  inti toleransi adalah menghormati eksistensi agama-agama lain dalam suatu negara, menghormati keberagaman pemikiran dan sebagainya.

HMI Tegal Kab

“Menghormati bukan berarti membenarkan. Kalau soal kebenaran, kita harus yakin bahwa agama Islam yang paling benar,” ungkapnya.

Kiai Aifuddin mengaku miris dengan krisis multi dimensi yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah seperti Tunisia, Libya, Mesir, Syiria, Irak dan lain-lain. Menurutnya, salah satu pemicu krisis politik tersebut adalah hilangnya sikap toleransi di kalangan pemimpinnya. Dan hal itu dapat mencabik-cabik keutuhan umat Islam dan menghancurkan kekuatannya.

“Oleh karena itu, diperlukan upaya para ulama dan cendikiawan muslim untuk membimbing dan membina umat Islam dengan cara menyebarkan pemikiran Islam yang moderat. sehingga dapat menyelesaikan masalah perbedaan dengan cara dialog,” ungkapnya. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri HMI Tegal Kab

Kamis, 16 November 2017

Menegakkan Panji-Panji NU di UGM melalui KMNU

Yogyakarta, HMI Tegal Kab. Dunia mahasiswa merupakan masa dimana semangat muda menggebu-gebu.? Ada sebagian dari mereka memanfaatkannya dengan terjun dalam dunia politik, tapi tidak sedikit pula yang jenuh dengan dunia itu. Terkadang mereka lebih memilih aktif menyibukkan diri dengan ritual ubudiyah. Itulah yang dirasakan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Gadjah Mada (KMNU UGM).?

Menegakkan Panji-Panji NU di UGM melalui KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menegakkan Panji-Panji NU di UGM melalui KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menegakkan Panji-Panji NU di UGM melalui KMNU

KMNU UGM lahir akibat keprihatinan akan banyaknya mahasiswa berlatar belakangan NU yang lebih memilih aktif di organisasi kemahasiswaan yang ketika selesai studi melanjutkan kariernya di dunia politik praktis. Hal ini menjadi semacam kelaziman. Alumni HMI, misalnya melanjutkan karirnya sebagai politisi Golkar, GMNI ke PDI-P, KAMMI ke PKS, dan PMII ke PKB.

“Beberapa teman merasa kondisi ini akan membuat perpecahan yang tak perlu. Oleh karenanya, perlu sebuah payung bersama anak-anak NU di kampus yang mampu membuat semua pihak merasa nyaman. Mereka sepakat mendirikan sebuah ‘organisasi kemahasiswaan’ yang berisi anak-anak NU yang bersifat bebas dan terbuka,” kata Wildan Sayidi yang pernah menjadi pengurus KMNU UGM.

HMI Tegal Kab

Wildan menambahkan, “pada tahun 2001 wadah tersebut diberi nama KMNU dengan mengambil konsep gerakan kultural sebagai penguatan dakwah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) ala NU. Secara de jure, ada dua pemikiran utama dalam mendirikan KMNU UGM.?

Pertama, mahasiswa NU di UGM belum terorganisir dengan baik. Banyak mahasiswa NU kebingungan memilih aktif di organisasi mana. Mereka tidak menemukan organisasi mahasiswa yang berlabel NU, meskipun telah ada PMII.

HMI Tegal Kab

Kedua, mahasiswa NU harus bisa memanfaatkan basis kultural ke-NU-annya dalam melakukan aktivitas keagamaan di lingkungan kampus UGM. Di sisi lain, saat ini penyebaran pemahaman dan aliran-aliran non-aswajadi UGM semakin kuat. Tren ini terjadi di hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

“Memang KMNU UGM khusus bergerak pada bidang dakwah dan ubudiyah sebagai sarana membentengi mahasiswa NU UGM dari serangan ideologi-ideologi non-Ahlusunnah wal Jamaah,” kata Wildan.

Deklarasi KMNU UGM pertama kali dilakukan di ruang 110 Fakultas Pertanian UGM lama dengan mempercayakan Faisol Mas’ud sebagai ketua KMNU UGM pertama. Mahasiswa angkatan 1998 ini memulai KMNU dengan menghidupkan kembali tradisi-tradisi NU di lingkungan kampus UGM, seperti sholawatan, barzanji, tahlil, yasinan, dan ziarah ke makam para ulama.?

Dapat dikatakan peran KMNU UGM di lingkungan kampus UGM menjadi urgen ditengah-tengah serangan aqidah non-Aswaja. Meski KMNU UGM ini termasuk organisasi bil ghoib, namun eksistensi KMNU UGM mampu memberikan sumbangan nyata dalam menjaga tradisi-tradisi Aswaja di lingkungan kampus UGM.?

Banyak kegiatan yang telah dilakukan KMNU UGM. Salah satunya adalah workshop dan pelatihan kepemimpinan kader-kader NU di Pondok Bina Akhlak Plosokuning, Sleman, Yogyakarta pada 10 Mei 2009, pelayanan Kesehatan Masyarakat dalam memeriahkan acara Kids Fun Day ke-2 yang diselenggarakan oleh SD NU Yogyakarta, 2012, dan lain sebagainya.?

Sampai saat ini, tercatat setidaknya ada 500 mahasiswa yang menjadi anggota KMNU UGM. KMNU juga bergerak di dunia maya. Di jejaring sosial Facebook, fanspage KMNU Komunitas memiliki 1.079 penggemar.

Belum lama ini KMNU mengadakan majma’unnahdliyin atau pertemuan warga NU dalam rangka pergantian pengurus periode 2010-2012 di Pesantren Inayatullah Yogyakarta, Sabtu (12/05/12). Pertemuan itu, kemudian memilih Izzul Abid sebagai ketua KMNU UGM periode 2012-2013.?

“Tantangan terberat KMNU UGM saat ini adalah dakwah di kampus. Banyak anggota yang sering tergoyahkan oleh aqidah-aqidah non-Aswaja. Mereka dakwahnya ngeri-ngeri. Mereka sering mengharamkan ubudiyah aswaja, lewat buletin-buletin yang tersebar secara gratis di lingkungan kampus UGM,” tambah Wildan.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Rokhim, Taufiqurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nasional, Santri HMI Tegal Kab

Selasa, 14 November 2017

Rekam, Upload Dakwah Aswaja lewat Youtube dan Media Sosial!

Jombang, HMI Tegal Kab. Tayangan televisi, fasilitas internet, media cetak dan elektronik yang demikian mudah diakses masyarakat menjadi ancaman disamping peluang bagi dakwah mutakhir. Perlu ada modifikasi dan kecanggihan dalam mengemas materi keagamaan sehingga tetap diminati masyarakat.

Rekam, Upload Dakwah Aswaja lewat Youtube dan Media Sosial! (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekam, Upload Dakwah Aswaja lewat Youtube dan Media Sosial! (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekam, Upload Dakwah Aswaja lewat Youtube dan Media Sosial!

Setidaknya inilah sejumlah pesan yang disampaikan Muhammad Dawud SSos pada kegiaan halaqah pondok pesantren merespon gerakan Islam transnasional yang diselenggarakan Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang Jawa Timur bekerjasama dengan Bakesbang (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Propinsi Jawa Timur), Sabtu (21/12).

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur ini ? menandaskan, dengan kecanggihan dan kemudahan akses sejumlah media yang ada, justru menjadi tantangan baru bagi para pegiat agama untuk menampilkan tayangan keagamaan yang digemari masyarakat.

HMI Tegal Kab

“Dakwah sekarang tidak lagi mencukupkan dengan orasi pada pengajian umum atau berdiri di atas mimbar,” terangnya. Bahkan sejumlah tayangan sinetron, iklan, hiburan, bahkan layanan masyarakat sekalipun bisa dijadikan media untuk menyampaikan kebaikan sebagaimana dianjurkan agama.

Pada kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari unsur mahasiswa, ormas pemuda, keagamaan serta sejumlah sekolah dan pesantren ini Muhammad Dawud juga mengajak untuk tidak bosan-bosan mengirimkan rekaman ceramah.?

HMI Tegal Kab

Pengajian maupun pidato para kiai dan ulama, kata dia, sejatinya tidak hanya dikonsumsi oleh jamaah di lingkungan sekitar. “Rekam dan upload kegiatan itu lewat? Youtube dan media sosial yang lain agar bisa dinikmati kalangan masyarakat di belahan dunia manapun,” ungkapnya.

Apalagi sejumlah piranti bagi kemudahan merekam kegiatan itu sudah bisa dengan mudah didapatkan. “Manfaatkan handphone anda untuk mereka ceramah dan pengajian itu dan sebarkan di internet,” lanjutnya.

Sebagai orang yang lama berkecimpung di radio, Muhammad Dawud sangat merasakan tingginya kebutuhan akan materi ceramah keagamaan itu bagi sejumlah media. “Kalau mereka kehabisan materi keagamaan pasti akan mencarinya di internet,” ungkapnya.?

Sehingga, tambah dia, jangan salahkan praktisi media kalau isi ceramah yang didapat ternyata menyebarkan kekerasan dan kebencian kepada kelompok lain karena yang tersedia di internet adalah ceramah seperti itu.

Dengan zaman yang sudah berubah, maka tidak ada pilihan lain bagi sejumlah pesantren dan lembaga pendidikan Islam untuk mempersiapkan sajian materi kegamaan dengan lebih baik. “Dengan kedalaman ilmu yang diperoleh selama di madrasah maupun pesantren, maka para siswa dan santri harusnya bisa memberikan sajian konten agama yang menghibur,” tandas Sekretaris Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur ini.

Dan pada kesempatan ini, Muhammad Dawud juga mengajak para kiai, guru dan generasi muda untuk mengisi kesempatan berkarier di dunia hiburan. “Setelah para santri dan siswa dibekali akidah yang kuat, biarkan mereka aktif dan berkarier di bisnis media, termasuk televisi dan media lainnya,” ungkapnya. “Kalau para pegiat media adalah santri, maka materi acara yang muncul akan sarat dengan pesan keagamaan dan moral,” katanya. (Syaifullah/Abdullah Alawi) ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri, Kyai HMI Tegal Kab

Selasa, 07 November 2017

Imam Abu Hanifah dan Tuduhan Kebaikan

Dalam kitab Tadzkirah al-Auliya, Fariruddin Attar mencatat sebuah kisah menarik tentang kemuliaan hati Imam al-A’dham, Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit (699-767 M) rahimahu Allah. Diceritakan:

Imam Abu Hanifah dan Tuduhan Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Abu Hanifah dan Tuduhan Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Abu Hanifah dan Tuduhan Kebaikan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?, ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?, ?: ? ? ? ? ? ? ?. ? ?" ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: (? ? ? ? ? ?)

HMI Tegal Kab

Imam Abu Hanifah memiliki kebiasaan shalat tiga ratus rakaat setiap malam. Suatu hari ada orang melintas ketika ia sedang melaksanakan shalat. Seorang wanita berkata pada wanita lainnya: “Orang ini (Imam Hanafi) shalat setiap malam lima ratus rakaat.”

Imam Abu Hanifah mendengar perkataan itu dan berniat shalat lima ratus rakaat untuk membenarkan persangkaan wanita tersebut. Setelah itu ia shalat lima ratus rakaat setiap malam sampai sekumpulan anak-anak yang tengah bermain melintas dan berkata satu sama lainnya: “Orang ini shalat setiap malam seribu rakaat.”

Imam Abu Hanifah mendengarnya dan berkata: “Aku akan shalat, insya Allah, setiap malam seribu rakaat, agar persangkaan anak-anak itu tidak salah.”

HMI Tegal Kab

Imam Abu Hanifah melaksanakan shalat seribu rakaat setiap malam cukup lama, kemudian sebagian dari murid-muridnya berkata kepadanya: “Orang-orang meyangka bahwa guru tidak tidur di malam hari.”

Imam Abu Hanifah berkata: “Aku berjanji tidak akan tidur.” Setelah itu, ia meninggalkan tidur malam sama sekali.

(Mendengar itu) murid-muridnya bertanya: “Kenapa wahai guru?”

Imam Abu Hanifah menjawab: “Agar aku tidak termasuk ke dalam orang-orang yang digambarkan Allah SWT (Q.S. Ali Imran [3]: 188), yaitu,“Orang-orang yang suka dipuji atas perbuatan yang belum mereka kerjakan.” (Fariduddin Attar, Tadzkirah al-Auliyâ’, alih bahasa Arab oleh Muhammad al-Ashîliy al-Wasthâni al-Syâfi’i (836 H), Damaskus: Darul Maktabi, 2009 hlm 260-261)

****

Apa yang dilakukan Imam Abu Hanifah merupakan tafsir terapan dari firman Allah di atas. Secara lengkap dikatakan (Q.S. Ali Imran [3]: 188):

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Jangan sekali-kali kamu menyangka orang-orang yang gembira dengan apa yang mereka telah kerjakan dan orang-orang yang senang dipuji atas perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siska, bagi mereka siksa yang pedih.”

Di zaman sekarang ini, menemukan orang seperti Imam Abu Hanifah bisa dibilang hampir mustahil. Ia tidak hanya takut termasuk ke dalam golongan “orang yang suka dipuji atas perbuatan yang belum dikerjakannya”, tapi juga takut persangkaan itu memberi dosa kepada orang-orang yang menyangkanya terlalu shaleh. Untuk menghindari dua hal tersebut, ia selalu melaksanakan apa yang dituduhkan orang-orang kepadanya. Tidak peduli hal itu menyusahkan fisiknya atau tidak.

Sisi lainnya, Imam Abu Hanifah takut terjebak pada perasaan riya. Pujian adalah pintu masuk paling lembut di hati manusia, menjadi pupuk untuk berkembang biaknya sifat-sifat tidak terpuji itu. Orang-orang yang shalat pun akan celaka ketika shalatnya ditujukan untuk pamer (riya)—wailul lil-mushallîn, alladzîna hum yura’un. Imam Abu Hanifah berusaha agar terhindar dari pesona jebakan “pujian” itu. 

Dari pandangan tersebut, keadaan pamer (riya) manusia bisa diawali dari beberapa hal. Pertama, diawali oleh hasrat ingin dipuji. Orang-orang semacam ini biasanya akan memperbanyak ibadah di saat ramai, dan menyedikitkan ibadah di saat sunyi. Tujuan ibadahnya untuk mendapatkan pujian dari manusia.

Kedua, diawali dari niat ibadah yang tulus, kemudian terjebak oleh pujian orang-orang yang melihat kekhusyuan ibadahnya. Perlahan-lahan perasaan bangga dipuji muncul, meskipun pujian itu tidak sesuai dengan ibadah yang dilakukannya, seperti pujian orang-orang kepada Imam Abu Hanifah. Untuk menghindari keterjebakan tersebut, Imam Abu Hanifah berusaha membenarkan sangkaan baik orang-orang kepadanya dengan melaksanakan semua sangkaan itu.

Ketiga, diawali karena takut dipuji oleh manusia. Riya semacam ini termasuk riya dengan tingkatan tinggi, dalam arti baik. Tetapi, masih menyisakan ruang masuknya sifat-sifat buruk di hati manusia. Sebab, ibadahnya bukan semata-mata karena Allah, tapi karena takut dipuji manusia. Seseorang yang hatinya telah tenang, menjalankan semua ibadah hanya karena Allah, bukan karena takut dipuji atau dibenci oleh manusia.

Namun, kita semua tahu, hati manusia itu berubah-ubah. Iman sendiri dalam hadits Rasul, “yazid wa yanqush—bertambah dan berkurang.” Semua orang pasti mengalami perasaan hati yang bergejolak. Apa yang dilakukan Imam Abu Hanifah dalam kisah di atas, disebabkan pengetahuannya tentang hati yang berubah-ubah. Ada banyak jebakan dalam kehidupan. Tindakannya dalam menjalankan semua tuduhan kebaikan kepadanya, adalah usahanya untuk menjaga hatinya dari jebakan kesenangan dipuji.

Dengan kata lain, kesenangan untuk dipuji (riya) seharusnya dijadikan sebagai penjaga yang mengawal kesadaran kita.Karena tidak mungkin riya itu hilang dari hati manusia.Allah telah menginstal di hati kita berbagai sifat buruk. Tetapi, sifat buruk itu sebenarnya sifat baik jika digunakan sebagai sensor kesadaran kita. Contohnya, ketika kita sedang membenci, kita sadar akan kebencian kita, dan berusaha melembutkannya. Ketika kita sedang sombong, kita sadar akan kesombongan kita, dan berusaha menjinakkannya. Tanpa sifat-sifat buruk itu, perjuangan kita sebagai manusia tidak akan berarti.

Manusia berbeda dengan malaikat. Malaikat adalah makluk statis yang tidak memiliki sifat-sifat buruk. Karenanya wajar jika malaikat tidak pernah berbuat jahat.Mereka ditakdirkan oleh Allah sebagai makhluk yang tidak memiliki sifat-sifat buruk. Sedangkan manusia, di dalamnya bercampur sifat baik dan sifat buruk, yang membuat manusia memiliki kemampuan menjadi lebih mulia dari malaikat dan lebih hina dari binatang.

Maka dari itu, kita harus berhati-hati dalam mengendalikan hawa nafsu. Kenali teriakan nurani yang mengatakan ini atau itu salah. Jangan abaikan suara-suara itu. Semakin sering diabaikan, suara-suara itu tidak akan terdengar lagi. Seperti orang yang pertama kali melakukan kejahatan, dia gemetar, takut dan resah. Semakin sering dia melakukannya, perasaan itu semakin lama memudar, dan kemudian tidak ada sama sekali.

Begitupun dalam hal ibadah, kita harus berhati-hati dalam menjaga kesadaran kita, agar tidak mudah dikuasai oleh kesenangan dipuji. Inilah alasan kenapa ada istilah husnul khatimah (akhir yang baik) dan su’ul khatimah(akhir yang jelek)dalam kematian. Artinya, hati itu sangat rentan dikuasai oleh sifat buruk yang tidak mengarah pada kesadaran kita. Dengan adanya istilah tersebut dalam kematian, kita menjadi waspada agar terus menjaga hati kita sampai Allah memanggil kita.Sebab, kita tidak tahu akan mati dalam keadaan apa. 

Imam Abu Hanifah, dalam kisah di atas, memberikan contoh baik. Semoga kita dapat mengambil hikmah darinya. Sebagai penutup, perkataan Imam Yahya bin Muadz (830-971 M)perlu kita renungkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dosa yang membuatku butuh ampunanNya lebih kusenangi daripada ketaatan yang membuatku menyombongkan diri dengannya.”(Ibnu Jauzi, Shifat al-Shafwah, Kairo: Darul Hadits, 2000, juz 2, 292).

Muhammad Afiq Zahara, pernah Nyantri di Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, PonPes, Santri HMI Tegal Kab

Senin, 06 November 2017

GP Ansor Jakbar Gelar Pelatihan Penyembelihan Qurban Steril dan Syari

Jakarta Barat, HMI Tegal Kab - Menjelang Idul Adha, GP Ansor Jakarta Barat menggelar Pelatihan Juru Sembelih Hewan Halal (Juleha) di Masjid Raya Hasyim Asy’ari Daan Mogot, Jakara Barat, Ahad (20/8). Pelatihan ini diadakan sebagai bentuk GP Ansor terhadap hari raya Idul Adha

“Sebagai Banom NU, Ansor ingin mensosialisasikan tata cara penyembelihan qurban yang sesuai syariat Islam dan higienis secara medis,” kata Ketua GP Ansor Jakarta Barat Alfanny.

GP Ansor Jakbar Gelar Pelatihan Penyembelihan Qurban Steril dan Syari (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jakbar Gelar Pelatihan Penyembelihan Qurban Steril dan Syari (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jakbar Gelar Pelatihan Penyembelihan Qurban Steril dan Syari

Instruktur pelatihan ini adalah Drh Elliata dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Jakarta Barat, KH Yusuf Ismail dari Rijalul Ansor Jakarta Barat, dan Lukman dari Aqiqah Bilik Kambing/Aspaqin.

Pada pelatihan ini peserta mendapatkan teori penyembelihan qurban di kelas. Peserta juga diajak untuk melakukan praktik langsung penyembelihan hewan qurban.

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Ketua Panitia Nahraji Zen mengatakan, panitia menyediakan dua ekor domba untuk simulasi praktik di lapangan.

Alhamdulillah, panitia mendapatkan dukungan dari Aqiqah Bilik Kambing yang dipimpin Sahabat Reza Noval sehingga bisa menyembelih dua ekor domba. Tujuannya adalah peserta dapat melihat langsung penyembelihan sesuai syariat Islam,” kata Zen yang juga mantan Ketua IPNU Jakarta Barat.

Selain mengadakan pelatihan ini, GP Ansor Jakarta Barat bekerja sama dengan Aqiqah Bilik Kambing juga membuka kandang hewan qurban di dekat Masjid KH Hasyim Asy’ari Daan Mogot yang menyediakan hewan qurban layak dengan harga grosir. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri, Tokoh, Halaqoh HMI Tegal Kab

Jumat, 20 Oktober 2017

Bupati Anas Bersama KHR Cholil Asad Gelar Doa Untuk Negeri

Banyuwangi, HMI Tegal Kab. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Pengasuh PP. Walisongo, Mimbaan Situbondo KHR Cholil Asad menggelar doa bersama untuk negeri. Doa yang sekaligus buka bersama dilakukan di kawasan wisata Bangsring Underwater (Bunder) Wongsorejo, Banyuwangi, Selasa (6/6).

“ Bulan Ramadlan, merupakan momentum yang tepat untuk memanjatkan doa kebaikan bangsa dan Kabupaten Banyuwangi,” kata bupati Anas dalam sambutannya.

Bupati Anas Bersama KHR Cholil Asad Gelar Doa Untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Anas Bersama KHR Cholil Asad Gelar Doa Untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Anas Bersama KHR Cholil Asad Gelar Doa Untuk Negeri

Dalam rangkaian doa bersama tersebut, KHR. Cholil Asad memimpin pembacaan Al Quran, Sholawat Nariyah, dan tahlil.

"Semoga dengan rangkaian doa ini, bisa mendatangkan keberkahan bagi Banyuwangi khususnya dan Indonesia umumnya," tutur KH Cholil.

Menariknya, acara doa bersama mengambil tempat yang tak umum, yaitu tempat wisata. Tidak hanya melantunkan puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW, mereka juga mendengungkan kebhinekaan yang diawali ngabuburit sembari sholawatan dengan iringan kolaborasi hadrah.

Mereka menyanyikan PBNU, yang merupakan singkatan dari Pancasila, Bhineka tunggal ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 1945.

HMI Tegal Kab

"Ini cara baru bahwa berdoa dan sholawatan tidak harus di masjid atau tempat-tempat tertentu saja, tapi juga bisa dilakukan dengan santai di tepi pantai," papar bupati Anas.

Doa bersama di kawasan pantai menjadi daya tarik wisatawan asing, dan kehadiran turis mancanegara yang ikut mengabadikan kegiatan tersebut, lanjut Anas, menjadi inspirasi tersendiri. Usai doa bersama perpaduan musik etnik di tepi pantai dengan dihiasi balon-balon menjadi daya tarik tersendiri.

"Hal ini menarik bagi saya. Sholawat yang dikemas secara sederhana pun juga bisa menjadi daya tarik wisatawan," terangnya.

Pada bulan Ramadlan ini, kabupaten Banyuwangi menggelar berbagai kegiatan diantaranya, Banyuwangi Mengaji, juga dirangkai dengan khotmil Quran yang akan dihelat selama empat hari, yakni tanggal 7 – 10 Juni di Pesantren Darul Taufiq, Tegalpare, Muncar.

HMI Tegal Kab

"Acara ini akan diikuti pelajar, santri dan masyarakat," ungkap Kabag Kesra Pemkab Banyuwangi Lukman. (M. Sholeh Kurniawan/ Muslim A)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri, Pahlawan, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Minggu, 15 Oktober 2017

Hukum Haji dengan Uang Haram

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail HMI Tegal Kab yang kami hormati. Ibadah haji memerlukan kekuatan fisik dan perbekalan yang memadai. Banyak ongkos diperlukan bagi mereka yang mengikuti rangkaian ibadah haji. Terlebih lagi mereka yang berasal jauh dari masjidil haram, tentu biaya yang diperlukan semakin tinggi karena ongkos perjalanannya sudah mahal.

Yang saya tanyakan, bagaimana hukumnya kalau seseorang membiayai perbekalan dan ongkos hajinya dari pendapatan yang tidak halal? Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Mawardi/Gorontalo)

Hukum Haji dengan Uang Haram (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Haji dengan Uang Haram (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Haji dengan Uang Haram

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb.

HMI Tegal Kab

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Haji merupakan ibadah maliyah dan badaniyah. Dalam jamaah haji harus berjalan saat thawaf, sai, melontar, dan berpindah-pindah lokasi manasik. Karenanya kesegaran tubuh kondisi yang fit, kekuatan fisik sangat diperlukan.

Selain itu kekuatan finansial juga sangat diperlukan. Karena dalam ibadah haji, jamaah memerlukan biaya transportasi, konsumsi, penginapan, dan biaya lain sebagainya. Lalu bagaimana dengan jamaah yang membiayai ongkos dan perbekalan hajinya dengan harta yang diperolehnya dari jalan yang haram? Sampai di sini ulama berbeda pendapat. Bagi madzhab Hanafi, Maliki, dan Syafi’i, haji yang dibiayai dengan harta yang haram tetap sah meskipun ia berdosa atas kesalahannya memperoleh harta haram itu sebagaimana kutipan berikut ini.

HMI Tegal Kab

? ? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Gugurlah kewajiban orang yang berhaji dengan harta haram) seperti harta rampasan sekalipun ia bermaksiat. Sama halnya dengan shalat di tempat hasil rampasan atau mengenakan pakaian terbuat dari sutra,” (Lihat Abu Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalib, juz 6, halaman 51).

Syekh Abu Zakariya Al-Anshari secara tegas mengatakan bahwa jamaah yang membiayai hajinya dengan harta haram itu sama seperti orang yang bersembahyang dengan mengenakan pakaian hasil merampas atau sutra, pakaian yang diharamkan bagi pria. Artinya ibadah haji dan shalat orang yang bersangkutan tetap sah. Dengan demikian gugurlah tuntutan wajib ibadah dari orang tersebut.

Sementara madzhab Hanbali menyatakan bahwa ibadah haji yang dibiayai dengan harta yang haram tidak sah. Karenanya jamaah yang menunaikan ibadah haji dengan harta yang haram masih tetap berkewajiban untuk menunaikan ibadah haji di tahun-tahun? selanjutnya mengingat hajinya dengan harta haram itu tidak sah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ( ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ) . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Seseorang dianjurkan untuk betul-betul mencari harta halal, agar ia dapat menggunakannya di masa perjalanannya. Karena sungguh Allah itu suci, tidak menerima kecuali yang suci. Di dalam hadits dikatakan, ‘Siapa berhaji dengan harta haram, kalau ia berkata ‘labbaik’, maka dijawab malaikat, ‘La labbaik, wala sa’daik, hajimu tertolak’.’ Karenanya siapa yang berhaji dengan harta haram, maka hajinya memadai sekalipun ia bermaksiat karena merampas. Sementara Imam Ahmad berkata, hajinya tidak cukup,” (Lihat Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Bujairimi alal Khatib, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, 1996 M/1417 H, juz 3, halaman 181).

Kalangan Hanafi, maliki, dan syafi’i mengeluarkan argumentasi bahwa haji itu sendiri adalah kunjungan ke tempat-tempat istimewa dalam agama. Dan itu tidak dilarang. Yang dilarang agama itu adalah menggunakan harta yang haram itu seperti untuk keperluan haji.. jadi keduanya tidak berkaitan sama sekali. Sama halnya dengan orang sembahyang di tanah rampasan (hasil kezaliman). Sembahyangnya sendiri itu tetap sah. Tetapi menempati tanah yang diharamkan itu yang dilarang oleh agama. Karenanya ibadah haji atau shalat tidak bisa disifatkan haram. Meskipun gugur kewajiban ibadah itu, namun manasik haji tidak diterima dan tidak mendapatkan pahala dari Allah. Nasib manasik hajinya sama seperti orang sembahyang tetapi riya, atau berpuasa tetapi mengghibah. Semuanya tidak diganjar pahala. Demikian argumentasi yang diajukan Ibnu Abidin dalam Haysiyah Raddul Mukhtar, Beirut, Darul Fikr, 2000 M/1421 H, Juz 2 halaman 456).

Sementara madzhab Hanbali sepakat dengan jumhur ulama perihal penerimaan dan pahala. Mereka yang menunaikan ibadah haji dengan harta haram tidak menerima pahala. Sedangkan terkait keabsahan, madzhab Hanbali menyatakan bahwa haji yang dibiayai dengan harta haram tidak sah. Karenanya mereka harus mengulang hajinya pada tahun depan karena hajinya tahun ini tidak sah. Karena tidak bisa mencampurkan antara ibadah dengan hal-hal batil.

Berangkat dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa haji maupun ibadah lainnya adalah perintah Allah yang harus dihormati. Artinya, pelaksanaannya pun harus dipersiapkan dan dijalankan dengan penuh takzim. Jangan sampai tercampur harta haram dalam pembiayaan haji. Karena Allah itu suci, tidak akan menerima apapun selain yang suci.

Menurut kami, pendapat madzhab Hanbali perlu dipelajari lebih lanjut dari sisi moralitas ibadah. Semangat Madzhab Hanbali bisa jadi mengantisipasi kemungkinan orang melakukan pencucian uang dengan menunaikan ibadah haji. Dengan demikian haji bukan hanya dipandang secara rangkaian upacara formal. Tetapi kebersihan harta sebagai penggerak manasik haji itu sendiri mesti dipastikan. Bukan asal berangkat haji.

Pandangan madzhab Hanbali bisa secara moral menghentikan kezaliman, suap, kecurangan, korupsi atau kejahatan umat Islam dalam menjalankan praktik bisnis, mengemban jabatan publik, atau menjalani kesehariannya sebagai pegawai negeri sipil, dan profesi lainnya.

Saran kami, berusahalah mencari rezeki sesuai pandangan fikih dan legal menurut hukum positif yang berlaku. Kumpulkanlah keuntungan Anda untuk keperluan biaya haji. Telitilah dalam menerima uang. Apakah uang itu “suci” atau tidak. Dan jaga kesehatan tubuh Anda karena ibadah haji juga membutuhkan kekuatan fisik.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Habib, Santri HMI Tegal Kab

Minggu, 01 Oktober 2017

Potong Tumpeng, Warga Nahdliyin Solo Peringati Harlah dengan Sederhana

Solo, HMI Tegal Kab. Hari Lahir (Harlah) NU ke-91, diperingati secara sederhana oleh warga Nahdliyin di Surakarta, Jawa Tengah. Mereka menggelar acara potong tumpeng serta sarasehan, yang dilaksanakan di Kantor PCNU Kota Surakarta, Ahad (5/2).

Kegiatan yang bertema “NU 91th Berkhidmah Menjaga Keutuhan dan Kedaulatan NKRI” ini dihadiri pengurus dan anggota NU serta Forbanusa (Forum Banom NU Surakarta). Turut hadir pula perwakilan Muspika Kecamatan Serengan, TNI, dan POLRI.

Potong Tumpeng, Warga Nahdliyin Solo Peringati Harlah dengan Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
Potong Tumpeng, Warga Nahdliyin Solo Peringati Harlah dengan Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

Potong Tumpeng, Warga Nahdliyin Solo Peringati Harlah dengan Sederhana

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Surakarta A Helmy Sakdillah, menyampaikan bahwa dalam menyikapi isu-isu sosial yang ada, baik di media sosial maupun masyarakat, perlu adanya koordinasi yang baik antar pengurus dan anggota.

HMI Tegal Kab

“Solo sebagai kota shalawat, juga mesti kita ramaikan dengan pengembangan budaya Aswaja. Alat rebana juga sudah dibagikan ke setiap kelurahan di kota Surakarta,” papar Helmy.

Senada dengan Helmy, Ketua Plt PC GP Ansor Solo H Arif Syarifuddin juga berharap generasi NU saat ini dapat menjadi penerus perjuangan para pendiri NU, yang dengan penuh keikhlasan memimpin NU dalam berkhidmah untuk bangsa indonesia dan menjaga keutuhan NKRI.

HMI Tegal Kab

“Semoga acara yang sederhana ini mampu memupuk semangat kader-kader NU untuk terus berjuang dan mengembangkan Aswaja,” ungkapnya.

Usai potong tumpeng, acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan Wakil Rais Syuriah PWNU Jatengm KH M Dian Nafi. Acara pada malam hari tersebut, ditutup dengan pembagian doorprize dan hadiah. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Habib, Santri HMI Tegal Kab

Selasa, 29 Agustus 2017

Berkah Ramadhan, Pedagang Takjil Laris Manis

Probolinggo, HMI Tegal Kab - Bulan suci Ramadhan membawa berkah bagi masyarakat yang berjualan makanan-minuman (mamin). Sudah menjadi fenomena selama bulan Ramadhan, masyarakat senantiasa menyerbu para pedagang mamin takjil mulai habis Ashar hingga menjelang adzan Maghrib tiba.

Saat Ramadhan, pedagang takjil berjualan dengan berkelompok dan sendirian.? Apapun bentuknya, menjelang bedug Maghrib, dagangan mereka laris diburu pembeli. Ramainya transaksi jual-beli mamin takjil itu terlihat di Alun-alun Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

Berkah Ramadhan, Pedagang Takjil Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkah Ramadhan, Pedagang Takjil Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkah Ramadhan, Pedagang Takjil Laris Manis

Pemandangan di bagian timur Alun-alun Kota Kraksaan kembali ramai dengan pedagang takjil seperti tahun sebelumnya. Puluhan stand takjil yang didirikan, mulai Sabtu (27/6) lalu itu seluruhnya terisi. Banyaknya pedagang yang berjualan masih kalah banyak dibandingkan dengan konsumen yang berbelanja.

HMI Tegal Kab

Ratusan pedagang musiman ini dikelola oleh persatuan PKL “Semarak” Kraksaan. Hanya dengan menyetor iuran sebesar Rp 75.000 mereka berhak menempati lapak yang sudah disediakan dengan fasilitas tenda sebagai pengaman saat hujan.

Lia, salah satu penjual kuliner musiman ini mengungkapkan, seperti tahun sebelumnya biasanya 10 hari pertama dan 10 hari terakhir adalah paling ramai dikunjungi pembeli. “Ayam krispi saya sehari bisa laku 5-6 kilogram, bahkan sebelum Maghrib sudah habis, kalau pas ramai pembeli,” katanya, Jum’at (2/6) sore.

HMI Tegal Kab

Sementara Dita, seorang pengunjung mengaku lebih leluasa dan nyaman untuk berbelanja tahun ini karena lokasi penataannya lebih teratur dan rapi. “Kalau dulu penataannya semrawut dan harus berdesak-berdesakan kalau mau belanja,” ungkapnya.

Sedangkan Muhammad Anshori, salah satu pengurus persatuan PKL “Semarak” menyampaikan bahwa kehadiran para pedagang musiman ini tidak berdampak negatif pada penghasilan para PKL di Alun-alun Kota Kraksaan, bahkan sebaliknya dengan ramainya? pengunjung juga membawa berkah tersendiri bagi mereka.

“Mereka buka usahanya hanya sore hari, sedangkan kita para PKL bisa sampai waktu sahur jadi walaupun sama-sama jualan kuliner tidak berpengaruh kepada pendapatan kami,” ujarnya.

Untuk tahun ini jelas Muhammad Anshori, pihaknya mengatur ulang lokasi para pedagang takjil ini sehingga berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami atur memanjang supaya tidak menimbulkan macet dan pelanggan dari PKL ‘Semarak’ masih bisa masuk dan belanja seperti biasanya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kajian, Santri, Kyai HMI Tegal Kab

Kamis, 22 Juni 2017

Prof Maksum: Lahan Pasir pun Ada Manfaatnya

Yogyakarta, HMI Tegal Kab. Dalam dunia pertanian, tidak ada tanah yang paling termarjinalkan selain lahan pasir. Tetapi hari ini, lahan pasir bisa memberikan manfaat seperti lahan-lahan yang lain.

Demikian disampaikan oleh Prof Dr KH Maksum Mahfudz, Ketua PBNU, dalam Acara Panen Raya Cabai Merah di lahan pasir yang bertempat di Bugel, Panjatan, Kulon progo Selasa (25/6).?

Prof Maksum: Lahan Pasir pun Ada Manfaatnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Maksum: Lahan Pasir pun Ada Manfaatnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Maksum: Lahan Pasir pun Ada Manfaatnya

Mengutip Surat Ali Imron Ayat 191, ia juga mengungkapkan bahwa semua makhluk yang diciptakan Tuhan itu tidak pernah sia-sia.

HMI Tegal Kab

“Ma kholaqta hada bathila, tidak ada penciptaan Tuhan yang sia-sia. Semua pasti ada manfaatnya. Meski dipandang sebagai tanah yang paling buruk dalam dunia pertanian, tetapi nyatanya lahan pasir pun ada manfaatnya. Dengan pendampingan terus menerus, akhirnya lahan pasir bisa menemukan berkahnya rahmat Allah yang paling hebat,” ujar Prof Maksum.

HMI Tegal Kab

Selain berbicara tentang lahan pasir yang bisa menjadi lahan produktif bagi pertanian, ia juga berbicara tentang konsep Islam Rahmatal lil alamin, kaitannya dengan pengembangan pertanian.?

“Konsep rahmatal lil alamin ? itu ada tiga. Pertama, Habluminallah, hubungan dengan Allah. Kedua, hablu minan nas, hubungan dengan manusia. Dan ketiga, hubungan dengan alam,” ungkap Prof. Dr. Maksum dengan menggebu-nggebu terkait dengan pengelolaan lahan pertanian.

Terakhir, atas keberhasilan Petani Bugel dalam mengembangkan lahan pasir untuk pertanian, mewakili PBNU, Prof Maksum, mengucapkan selamat kepada para petani.

“PBNU menyambut gembira atas keberhasilan ini dan mengucapkan selamat kepada para petani. Hidup petani!” pekik Prof Maksum mengakhiri sambutannya.

Acara Panen Raya Cabai Merah yang dimulai pukul 10.00 tersebut, dihadiri oleh perwakilan dari PBNU, Syuriyah PWNU DIY, Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU DIY, Bupati Kulon progo, Dosen-dosen fakultas pertanian UGM, Dinas pertanian kulon progo, Bank Indonesia dan para warga Bugel.?

Redaktur ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri HMI Tegal Kab

Rabu, 03 Mei 2017

NU Karawang Ingatkan Sejumlah Momentum Bersejarah di Bulan Ramadhan

Karawang, HMI Tegal Kab. Dalam perjalanan sejarah Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terdapat beberapa momentum bersejarah yang terjadi pada bulan Ramadhan, di antaranya adalah Perang Badar, wafatnya Siti Khadijah, wafatnya Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari, dan Kemerdekaan Indonesia.

NU Karawang Ingatkan Sejumlah Momentum Bersejarah di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Karawang Ingatkan Sejumlah Momentum Bersejarah di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Karawang Ingatkan Sejumlah Momentum Bersejarah di Bulan Ramadhan

Untuk itu, Pesantren Ashidiqiyyah 3 Karawang, Jawa Barat menggelar Haul Syuhada Badar, Haul KH. Hasyim Asyari dan Harlah ke-73 Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) versi Tahun Hijriyah. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman pesantren Ashidiqiyah 3, Kamis (23/6).

Dalam sambutannya, Pengasuh Pesantren Ashidiqiyah 3 Karawang, KH Hasan Nuri Hidayatullah megatakan bahwa kita sebagai umat Islam harus bercermin kepada para syuhada dan ulama yang telah meninggal.

"Kita ini harus malu dengan orang yang sudah meninggal," ungkap Rais PCNU Karawang itu.

Ia menambahkan, orang-orang sholih, para ulama, para auliya ketika sudah meninggal bisa memberikan manfaat kepada orang yang masih hidup, karena banyak orang yang datang untuk berziarah, sehingga dapat menjadi wisata rohani dan menghidupkan ekonomi warga sekitar.

HMI Tegal Kab

"Hal ini bisa menjadi pemicu bagi kita yang masih hidup untuk lebih bisa bermanfaat lagi bagi yang lainnya," tambah Kyai yang akrab disapa Gus Hasan itu.

HMI Tegal Kab

Mengenai syuhada badar, tambah Gus Hasan, orang-orang yang ikut dalam perang badar semuanya syahid baik yang mati mau pun yang hidup bahkan mereka dijamin oleh Allah SWT pasti akan dimasukkan ke surga di akhirat nanti.

Selain itu, kata dia, Sayyidah Khadijah wafat pada bulan ramadlan, ia adalah istri Rasulullah ? yang memberikan keturunan sampai saat ini masih hidup.

"Pada bulan ramadlan pula hadratussyaikh wafat, pada bulan ramadlan pula Indonesia merdeka,jika menggunakan kalender hijriyah, NKRI ini sudah berusia 73 tahun sejak kemerdekaannya," tandasnya.

Dalam kegiatan yang dimeriahkan dengan penghargaan santri berprestasi dan wisuda hafidz juz Amma ini, turut hadir KH. Noer Muhammad Iskandar jajaran Pengurus PCNU Karawang, para ulama, habaib, sesepuh, tokoh masyarakat, Kapolsek Cilamaya, dan para tamu undangan. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri, Cerita, Anti Hoax HMI Tegal Kab

Jumat, 28 April 2017

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara

Pringsewu, HMI Tegal Kab - Madrasah Aliyah Maarif Keputran Kabupaten Pringsewu merampungkan agenda perkemahan sekaligus dalam rangka Pelantikan Penegak Bantara Ambalan Ki Hajar Dewantara dan Siti Fatimah Gudep 03.091-03.092. Perkemahan yang dilaksanakan di halaman madrasah setempat ini dilaksanakan selama tiga hari dari Sabtu (14/5) sampai dengan Senin (15/5).

Kepala MA Maarif Keputran Irsadul Ibad mengatakan, dalam perkemahan tersebut para anggota Pramuka madrasah setempat mendapatkan berbagai macam materi kepramukaan baik in door maupun out door.

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara

"Setelah upacara pembukaan, para peserta mendapatkan materi berupa dinamika kelompok yang memfokuskan bagaimana peserta berinteraksi dengan dalam regunya maupun dengan regu lainnya," jelas Irsad di sela-sela kegiatan.

HMI Tegal Kab

Materi lain yang akan didapat oleh peserta di antaranya adalah penyelesaian SKU Bantara, Pentas Seni, Api Unggun, Renungan Malam, dan Kegiatan Explorer. "Selain materi tersebut, bermacam permainan juga diberikan kepada peserta untuk menambah semangat dan keceriaan para peserta," jelasnya.

Irsad berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi para siswa siswi MA Maarif Keputran dalam mendalami ilmu kepramukaan. Apalagi menurutnya pelajaran Pramuka pada kurikulum 2013 wajib diikuti oleh setiap peserta didik di tingkat SLTA.

HMI Tegal Kab

Selain itu kepramukaan juga dapat menambah kecerdasan emosional meningkatkan disiplin siswa sekaligus merupakan organisasi positif yang dapat memupuk kepekaan sosial dan kepemimpinan. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Santri HMI Tegal Kab

Kamis, 06 April 2017

PMII: Jaga Ekologi Papua!

Jayapura, HMI Tegal Kab. Sepuluh tahun pasca otonomi khusus diberlakukan di Papua, geliat pembangunan di Bumi Cendrawasih itu mulai terlihat dengan banyaknya pembangunan sejumlah pasar modern, dan pengembangan infrastruktur transportasi dan gedung-gedung.

Terkait dengan denyut pertumbuhan di Papua, Ketua Pengurus Besar PMII Bidang Kajian Pengembang SDA (KPSDA) Aidil Azhari mengingatkan bahwa industrialisasi di Papua harus memperhatikan ekologi dan kebutuhan masyarakat.?

PMII: Jaga Ekologi Papua! (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Jaga Ekologi Papua! (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Jaga Ekologi Papua!

Aidil mengatakan hal tersebut pada salah satu sesi dialog kebangsaan di acara Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Hotel Sentani, Jaya Pura, Kamis (13/12).

HMI Tegal Kab

“Kembangkan saja pertanian dan perikanan. Jangan pertambangan. Perhatikan kondisi ekologi. Jayapura sebagai sentral Propinsi Papua jangan sampai rusak sementara masyarakatnya tak sejahtera,” tandasnya.?

HMI Tegal Kab

Ia juga mengingatkan tentang dampak industrialisasi pada ketimpangan ekonomi masyarakat yang bakal melahirkan konflik baru di Papua. karenanya, Pemerintah dan kalangan industri menurutnya harus fokus pada peningkatan SDM lokal Papua.

Redaktur ? ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor ? : Abdel Malik

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sejarah, Santri HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock