Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal

Jombang, HMI Tegal Kab. Rombongan dua bis dan dua mobil MPV bergerak dari halaman Kantor Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tepat pukul 11.00 WIB, Selasa (23/06) kemarin, bertepatan 29 Jumadal Tsaniyah 1433 H.



Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal

Rombongan dua mobil MPV yang berangkat lebih dulu, ditumpangi kepala Madrasah Muallimin Enam Tahun Bahrul Ulum, KH Abd Nashir Fattah, para guru serta pengiring. Sedangkan 2 bis yang berangkat kemudian, diisi para siswa dan para guru Madrasah Muallimin Enam Tahun Bahrul Ulum. Tujuan dari rombongan tersebut adalah kota Tuban. Kota pesisir utara Jawa yang memiliki bentangan pantai puluhan kilometer dari arah timur ke barat. 

HMI Tegal Kab

Setelah memasuki kota Tuban, rombongan masih menuju ke suatu tempat, sekitar 10-15 kilometer ke arah barat dari kota Tuban. Tempat tersebut adalah pelabuhan Pt. Semen Gresik yang berada di wilayah kecamatan Jenu Tuban.

Angin yang berhembus kencang cukup terasa begitu rombongan keluar dari kendaraan. Hembusan angin tersebut, menghapus bayangan sebagian besar orang dalam rombongan yang sebelumnya melihat dari kejauhan teriknya matahari yang menerpa pelabuhan. Mereka membayangkan, suhu di pelabuhan pasti sangat panas. Tetapi setelah semua rombongan berada di pelabuhan yang menjorok ke tengah laut. Udaranya cukup sejuk bahkan cenderung terasa kebanyakan angin.

HMI Tegal Kab

Rombongan yang diikuti oleh 100 siswa Muallimin, 15 orang guru dan 5 orang undangan tersebut, adalah dalam rangka praktek ruk’atul hilal mata pelajaran Ilmu Falak siswa Madrasah Muallimin. Karena menurut guru pengampu mata pelajaran Ilmu Falak di Madrasah Muallimin, KH. Mujib Adnan, sebenarnya Hilal sudah bisa terlihat kemarin sore (22/06).

“Tapi rupanya kemarin sorepun, hilal yang tingginya lebih dari 2 (dua) derajat belum bisa dilihat, karena tertutup mendung,” kata Kiyai Mujib.

“Namun karena ini adalah pelatihan bagi siswa-siswa, maka kita melakukan ru’yatul hilal pada hari ini. Karena pada hari ini, diperkirakan hilal sudah bisa terlihat dengan jelas. Tujuannya adalah agar siswa bisa mengamati sendiri bagaimana wujud hilal sebenarnya,” tambahnya.

Maksum Chudlori, panitia pelaksana kegiatan ru’yatul hilal mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program madrasah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa, tidak hanya dalam teori tetapi juga dalam praktek.

Tujuan lainnya adalah untuk mempersiapkan kader-kader ajaran Aswaja Annahdliyah dalam menentukan awal bulan dengan ru’yatul hilal. Karena bagi orang NU penentuan awal bulan selalu dilakukan dengan ru’yatul hilal, termasuk dalam menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal.

Disamping itu, menurut pria yang akrab disapa Gus Maksum ini, praktek ini memiliki nilai akademik. “Praktek ru’yatul hilal ini merupakan bagian dari ujian yang harus dijalani siswa, karena nilai dari kegiatan ini akan menjadi nilai rapot,” tambahya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kiai, Ubudiyah, Daerah HMI Tegal Kab

Senin, 26 Februari 2018

NU Lanjutkan Perjuangan Gus Dur

Jakarta, HMI Tegal Kab. Wakil Ketua PBNU As’ad Ali Said mengatakan NU akan terus melanjutkan perjuangan Gus Dur, terutama dalam menciptakan masyarakat yang toleran terhadap kelompok lainnya.

Hal ini disampaikan ketika menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat Scot Marciel ke gedung PBNU, Selasa (7/9).

NU Lanjutkan Perjuangan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lanjutkan Perjuangan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lanjutkan Perjuangan Gus Dur

As’ad dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan, di Indonesia, terdapat kelompok radikal seperti FPI, tetapi kelompok ini tidak memiliki dukungan dari masyarakat Indonesia.

HMI Tegal Kab

Dijelaskannya, masyarakat Indonesia sejak awal sudah menghargai toleransi dengan agama lain. Ia mencontohkan tradisi yang berlaku di daerah kelahirannya di Kudus, yaitu pantangan untuk memakan daging sapi, untuk menghargai pemeluk agama Hindu yang menghormati hewan sapi.

HMI Tegal Kab

Tradisi ini telah dimulai ratusan tahun lalu ketika Sunan Kudus mendakwahkan Islam kepada masyarakat, tetapi masih berlaku sampai sekarang. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Jumat, 23 Februari 2018

Pelajar NU Kumbo Bagikan Seribu Bungkus Daging untuk Dhuafa

Rembang,HMI Tegal Kab. Pimpinan Ranting (PR) Ikatatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Kumbo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah membagikan seribu bungkus daging hewan kurban untuk warga dhuafa.

Pelajar NU Kumbo Bagikan Seribu Bungkus Daging untuk Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kumbo Bagikan Seribu Bungkus Daging untuk Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kumbo Bagikan Seribu Bungkus Daging untuk Dhuafa

Daging kurban yang dibagikan pada Ahad dan Senin (5-6/10) tersebut merupakan kerja sama antara IPNU-IPPNU dan Yayasan Bina Dhuafa.

Pimpinan Ranting IPNU Desa Kumbo M Aan Ainun Najib mengatakan pembagian daging hewan pada duhafa merupakan bentuk solidaritas pelajar NU kepada masyarakat. Juga mengurangi kesenjangan bagi yang kaya dan dhuafa.

HMI Tegal Kab

"Kami berharap dengan adanya tebar kurban pedesaan yang kita laksanakan bersama Yayasan Bina Dhuafa ini, dapat terciptanya pemerataan pendistribusian hewan kurban", harapnya.

HMI Tegal Kab

Pembagian daging kurban ini dilakukan dibeberapa desa yang ada di Kecamatam Sedan dan Pamotan. Yakni Desa Kumbo, Lemah Putih, Ngroto, Dadapan, Sambong, Bogorejo, Gandrirojo Kecamatan Sedan dan Desa Palan Kecamatan Pamotan.

Ahmad Harnoto selaku ketua yayasan Bina Dhuafa mengatakan, kegiatan ini sudah berjalan sekitar lima tahun yang lalu. Kami berusaha untuk mengurangi penumpukan daging kurban yang ada di perkotaan.

"Kami berupaya untuk mendistribusikan daging kurban lebih luas lagi. Sehingga masyarakat dan anak-anak di pedesaam dapat merasakan kebahagiaan bersama kami," tutupnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kajian Islam, Ubudiyah, Khutbah HMI Tegal Kab

Selasa, 20 Februari 2018

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin

?Jakarta, HMI Tegal Kab. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, agar prahara hukum yang menimpa Mahkamah Konstitusi (MK) tak terulang kembali.

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin

"Semua hakim MK harus siap hidup miskin agar selama menjadi hakim tak mau menerima suap terkait perkara yang sedang dihadapi," kata Hasyim Muzadi saat menjadi tampil sebagai pakar pada uji kelayakan dan kepatuhan calon hakim MK di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/3/2014).

Karena itulah, sebelum menjadi hakim, mereka harus mamantapkan niat tulusnya menjadi hakim agar di tengah jalan tak mudah tergoda oleh rayuan menerima suap. "Termasuk meminta izin dan meminta kesediaan istrinya untuk hidup miskin. Karena istri bisa menjadi salah satu provokator terjadinya suap," katanya.

HMI Tegal Kab

Hukum di Indonesia, kata Hasyim, sekarang terasa jauh dari keadilan. Padahal tujuan hukum sebenarnya adalah keadilan. "Hukum di Indonesia masih prosedural. Karena. Itu, hukum kerap jauh dari rasa keadilan," jelas pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini.

Pada kesempatan tersebut, mantan Ketua Umum PBNU juga menekankan pentingnya kejujuran hakim saat berhadapan langsung dengan suap. Calon hakim yang sekarang seorang akademisi, misalnya, sulit melakukan korupsi karena di kampus tak ada yang dikorupsi.

HMI Tegal Kab

"?Kalau sudah berada di MK, rayuan untuk menerima suap sangat besar. Seperti yang menimpa Akil Mochtar. Karena itulah, kejujuran menjadi kunci utama untuk tegaknya hukum yang berkeadilan di Indonesia," katanya.

Hasyim Muzadi lebih menekankan kejujuran karena dalam pandangannya mencari orang pintar dan ahli hukum sangat mudah. Yang sulitnya, katanya, adalah mencari orang yang jujur. "Orang pintar banyak. Yang sulit orang jujur. Sayangnya, orang jujur banyak yang tak pintar-pintar," terangnya. (Ahmad Millah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nusantara, Cerita HMI Tegal Kab

Jumat, 09 Februari 2018

KH Zainal Abidin, Pendiri Pesantren Tertua di Blora

Setiap tanggal 13 Rabiul Awwal, kompleks Pondok Pesantren Mambaul Huda Desa Talokwohmojo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora dipadati ribuan jamaah. Pasalnya, hari itu merupakan puncak peringatan haul KH Zainal Abidin. Almarhum dikenal sebagai pendiri Mambaul Huda, pondok pesantren tertua di Kabupaten Blora Jawa Tengah.?

KH Zainal Abidin adalah putra bungsu Longko Pati, tokoh agama asal Nganguk Pati yang kemudian hijrah ke Blora. Di tempat baru, tepatnya di Desa Banjarwaru Kecamatan Ngawen, Zainal Abidin dilahirkan.?

KH Zainal Abidin, Pendiri Pesantren Tertua di Blora (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Zainal Abidin, Pendiri Pesantren Tertua di Blora (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Zainal Abidin, Pendiri Pesantren Tertua di Blora

Pada zamannya, sosok KH Zainal Abidin tampak menonjol dalam hal pengetahuan agama. Tak pelak, tokoh dari Desa Talokwohmojo tertarik untuk menikahkan putrinya Nyai Kaminah dengan pemuda Zainal.?

Selanjutnya, sang mertua mewakafkan sebidang tanah untuk keperluan syiar Islam. Maka, pada 1900 dibangunlah sebuah langgar alias musala kecil untuk pengajian Alquran dan kitab kuning oleh KH Zainal Abidin. Selain itu, sejak 1908 Almarhum KH Zainal Abidin juga dikenal sebagai mursyid Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah. Sanad tarekat diperolehnya dari KH Ahmad Rowobayan Padangan Bojonegoro. ?

"Sejak saat itu beliau resmi mendapat izin mengajar dan membaiat santri-santri tarekat," ujar K Munir, salah satu cucu almarhum.

HMI Tegal Kab

KH Zainal Abidin tercatat dua kali menikah. Dari istri pertama Nyai Kaminah, almarhum dikaruniai delapan orang anak. Sedangkan dari istri kedua Nyai Ruqayah, beliau dikaruniai lima orang anak.?

Almaghfurlah KH Zainal Abidin wafat pada 1922, dikebumikan di lingkungan pesantren Talokwohmojo. Sepeninggal almarhum, kepengasuhan pesantren dilanjutkan oleh KHA Hasan dari tahun 1922 hingga 1942.?

Sepeninggal Kiai Hasan tahun 1942, estafeta kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh KH Ismail. Sebelum mengurus pesantren, kiai yang merupakan murid kinasih KH Kholil Kasingan Rembang ini sempat berguru kepada Syekh Hasyim Asyari di Tebuireng.?

Semasa kepemimpinan KH Ismail (1942-1956), pesantren Mambaul Huda mengalami perkembangan cukup pesat. Santri dari luar daerah mulai berdatangan.?

HMI Tegal Kab

Sepeninggal KH Ismail, pengasuh pesantren dilanjutkan oleh KH Nachrowi. Sejak saat itu, pengasuh santri syariat dan santri tarekat mulai dipisahkan. KH Nachrowi mengasuh santri tarekat, sedangkan santri syariat dipercayakan pada KH Abbas bin Zainal Abidin.?

KH Abbas meninggal dunia pada 1976. Sepuluh tahun kemudian KH Nachrowi menyusul menghadap Sang Ilahi. KH Nachrowi mengasuh pesantren selama 34 tahun, yakni dari tahyn 1965 hingga 1980.

Konon nama Mambaul Huda muncul di masa duet kepemimpin KH Nachrowi dan KH Abbas. Sepeninggal KH Nachrowi, pengasuh santri tarekat berturut-turut dilanjutkan oleh KH Musthofa Nachrowi dan KH Labib bin Musthofa.

Adapun urutan pengasuh santri syariat setelah KH Ismail adalah KH Abbas bin Zainal Abidin. "Saat ini diteruskan oleh KH Ali Ridlo dan KH Idrus," ujar K Munir, Sekretaris Desa Talokwohmojo.





Markas Perjuangan

Di masa silam, Pesantren Mambaul Huda adalah salah satu tempat berhimpunnya ulama dan pejuang. Saat pemberontakan PKI tahun 1948, misalnya, Mambaul Huda menjadi tempat bernaungnya rakyat maupun pejabat.?

Betapa tidak? Akhir September 1948 Blora dikuasai PKI Muso yang hendak membentuk pemerintahan baru. Bahkan, Bupati Blora dan sejumlah tokoh pun menjadi korban kebiadaban PKI saat itu.?

Semasa agresi Belanda II tahun 1949 Mambaul Huda menjadi markas pertahanan tentara dan para sukarelawan pejuang. (Akhmad Saefudin, penulis Buku 17 Ulama Banyumas)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Lomba, Tegal HMI Tegal Kab

Jumat, 02 Februari 2018

Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU

Nahdlatul Ulama (NU) telah meng-ikhbar-kan 1 Ramadhan jatuh pada Senin, 6 Juni 2016. Hal ini berdasarkan keputusan dan ketetapan yang dilakukan oleh pemerintah melalui sidang itsbat pada Ahad (5/6) malam. Ketetapan ini berdasarkan pada pengamatan Hilal di 93 titik yang disebar oleh Kemenag dengan menggandeng LAPAN, Lembaga Falakiyah PBNU, dan lain-lain.

Nahdlatul Ulama tetap berpegang teguh pada metode rukyatul hilal sebagai instrumen penetapan awal bulan hijriah, termasuk Ramadhan dan Syawal. Langkah ini sama sekali tidak menafikan metode Hisab, karena metode perhitungan secara matematis ini perlu dibuktikan secara empiris. 

Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, KH Ghazali Masroeri sering menekankan kepada seluruh masyarakat bahwa NU sama sekali tidak menafikan metode hisab, tetapi justru NU menggunakan metode hisab dengan almanak yang diterbitkan setiap tahun. 

Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU

Namun demikian, berangkat dari Sabda Rasulullah SAW, “Berpuasalah setelah melihat bulan, dan berlebaranlah setelah melihat bulan”, NU tidak berhenti di satu metode, tetapi berusaha membuktikan perhitungan matematis secara empiris dengan mengamati hilal secara langsung.

Demikian sekilas ulasan tentang Majalah Risalah Edisi 61/Tahun X/1437 H/Juni 2016 yang merupakan edisi terbaru. Selain mengulas persoalan puasa, Majalah yang kini dikemas dengan tampilan yang lebih besar ini juga melaporkan kegiatan International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) yang diselenggarakan PBNU pada 9-11 Mei 2016 lalu di JCC Senayan Jakarta. 

HMI Tegal Kab

Kemudian, momen bulan haji juga dimanfaatkan Redaksi Majalah Risalah untuk mengulas perkara haji yang kini banyak mengalami perubahan secara pembiayaan yang lebih murah. Tentu hal ini merupakan kabar baik bagi para calon Jamaah Haji. Hal menarik lain yang juga perlu diketahui yaitu, Kementerian Agama mengeluarkan peraturan bahwa jemaah yang sudah pernah melakukan ibadah haji tidak diperkenankan berangkat lagi agar memberi kesempatan kepada jemaah yang belum pernah melakukan ibadah haji.

Edisi terbaru yang terbit 66 halaman ini juga memuat berbagai informasi dan bacaan substantif lain. Di bagian akhir majalah ini, terdapat tulisan renyah dari Dosen muda Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia, Fariz Alniezar yang mengulas tentang moderatisme keislaman yang selama ini diteguhkan oleh NU sehingga corak Islam khas Nusantara kerap menjadi inspirasi bagi carut marut dunia Islam selama ini. Selamat membaca! (Fathoni) 

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Rabu, 31 Januari 2018

NU Diminta Intens Advokasi Warganya

Purworejo, HMI Tegal Kab. Nahdlatul Ulama, termasuk Gerakan Pemuda Ansor, diminta untuk lebih intens melakukan advokasi terhadap anggotanya. Pasalnya, sebagai ormas dan OKP terbesar di Indonesia, masih banyak anggotanya yang belum memperoleh hak-hak dari negara.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Muhammad Maksum Mahfoed saat menyampaikan sambutannya usai menyaksikan pelantikan pengurus Pengurus Cabang NU (PCNU) masa khidmah 2014-2019 dan Pimpinan Cabang GP Ansor masa khidmah 2014-2018 Kabupaten Purworejo di pendapa rumah dinas Bupati, Ahad (8/3).

NU Diminta Intens Advokasi Warganya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Diminta Intens Advokasi Warganya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Diminta Intens Advokasi Warganya

"Turun dan lihatlah apa yang dirasakan oleh warga NU. Saya yakin banyak persoalan yang dialami oleh warga kita karena orang-orang NU memang tersebar lintas profesi," katanya.

HMI Tegal Kab

Ia mencontohkan dalam persoalan pembagian beras miskin oleh pemerintah, banyak masyarakat yang tidak memperolah beras tidak layak konsumsi. Dalam persoalan tersebut pengurus NU memiliki potensi yang sangat besar untuk membantu masyarakat agar memperoleh beras yang layak.

"Jalin komunikasi dengan para pemangku kebijakan bagaimana caranya supaya masalah yang dihadapi masyarakat tersebut dapat terurai. Dengan begitu masyarakat akan merasakan manfaat organisasi karena NU atau Ansor hadir dalam persoalan yang mereka hadapi," tandasnya.

HMI Tegal Kab

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini PBNU tengah mengusulkan revisi UU tentang pangan kepada DPR RI. PBNU menilai, UU tersebut mesti diganti menjadi UU Kedaulatan Pangan agar masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun depan.

"Ini sekadar contoh dari apa yang kami lakukan sebagai bagian dari memperjuangkan kepentingan rakyat. Saya yakin persoalan-persoalan dalam bidang pertanian, kelautan, sosial atau masalah lain di Kabupaten Purworejo membutuhkan peranan pengurus NU agar turun tangan dengan memberikan masukan kepada eksekutif maupun legislatif," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Habib Hasan Agil Al Babud dan KH Hamid AK kembali dilantik menjadi Syuriah dan Tanfidziah PCNU Purworejo. Sedangkan KH Muhamad Haekal dilantik sebagai ketua GP Ansor Purworejo.

Hadir dalam pelantikan tersebut Muspida, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, organisasi kepemudaan (OKP), segenap pengurus organisasi badan otonom NU dan pengurus-pengurus MWCNU serta PAC Ansor tingkat kecamatan se-Kabupaten Purworejo.

Usai pelantikan, PCNU dan Ansor langsung melakukan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) untuk membahas program kerja yang akan dilaksanakan selama satu periode kepengurusan.

Sementara itu, Rais Syuriah PC NU, KH Habib Hasan Agil Al Babud dalam sambutannya berharap kepada seluruh pengurus NU dan GP Ansor untuk bekerja semaksimal mungkin sebagai bentuk pengabdian kepada organisasi dan umat. Untuk itu dalam Rakercab nanti ia berharap agar program-program yang telah disusun betul-betul dapat direalisasikan.

"Jangan sampai hanya menjadi tulisan tanpa dikerjakan agar apa yang kita lakukan hari ini ridak sia-sia. Pasalnya banyak sekali persoalan umat yang harus diselesaikan," tandasnya. (Lukman Hakim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Fragmen HMI Tegal Kab

Senin, 22 Januari 2018

Semarak 5000 Rebana untuk HUT RI Ke-69

Solo, HMI Tegal Kab. Sekitar 50 ribu umat muslim berpakaian putih-putih yang datang dari berbagai daerah membuat Alun-alun Lor Keraton Surakarta penuh sesak, Sabtu (9/8) malam. Mereka sengaja datang untuk melantunkan selawat dalam acara Tabligh Akbar dan Tabuh 5.000 Rebana yang digelar untuk menyemarakkan momentum hari ulang tahun Kemerdekaan RI ke-69 yang jatuh pada 17 Agustus nanti.

Semarak 5000 Rebana untuk HUT RI Ke-69 (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak 5000 Rebana untuk HUT RI Ke-69 (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak 5000 Rebana untuk HUT RI Ke-69

Pantauan di lokasi, para jamaah ini datang dari wilayah eks-Karesidenan Surakarta dan kota lain di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta DIY sejak sore hari dengan menggunakan berbagai kendaraan.

Sekitar pukul 19.30 WIB, mereka langsung membuat Alun-alun Lor seolah menjadi lautan manusia dengan pakaian serba putih sembari menggemakan selawat di Kota Solo. Ribuan penabuh rebana dari berbagai kelompok hadrah pun telah disiapkan untuk mengiringi lantunan selawat itu.

HMI Tegal Kab

Kirab Merah Putuh

Selain itu, umat muslim pada kesempatan tersebut juga mengikuti acara kirab bendera Merah Putih raksasa. Kirab yang membawa dua bendera kebanggaan bangsa Indonesia tersebut dimulai dari Markas Majlis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah Pasar Kliwon Solo menuju ke lapangan Alun-alun Utara Keraton Surakarta.

HMI Tegal Kab

Ribuan jamaah beserta sekitar 2.000 pasukan Banser ikut mengiringi kirab yang diawali barisan pembawa bendera merah putih dengan panjang sekitar 10 meter yang di belakangnya disusul rombongan becak yang ditumpangi para habib dan ulama.

Dalam ceramahnya, Habib Noval bin Muhammad Alaydrus mengatakan, kirab pada momentum bulan kemerdekaan ini sebagai wujud deklarasi dukungan atas kemerdekaan utuh NKRI hingga kapan pun.

“Hari ini kumpul semuanya. Insyaallah, ini awal yang baik. 17 Agustus akan kembali merdeka negeri ini,” kata Habib Novel yang merupakan penggagas acara ini.

Sementara itu, Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo menyatakan kekagumannya dengan antusiasme masyarakat yang rela datang dari luar Solo untuk hadir ke acara tersebut. Menurutnya, hal ini memperkuat eksistensi bahwa Kota Solo yang sudah mendapat julukan Kota Selawat.

“Ini sangat luar biasa. Seingat saya belum pernah saya melihat Tabligh Akbar yang seramai ini. Ini mencerminkan betul kalau Kota Solo sebagai Kota Selawat. Luar biasa!,” kata Purnomo. (Ahmad Rodif Hafidz/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kajian Sunnah, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Minggu, 21 Januari 2018

Terpilih Jadi Presiden WCRP karena Tak Mau Dicalonkan

Jakarta, HMI Tegal Kab

Terpilihnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi sebagai salah satu presiden Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian (World Conference on Religion for Peace/WCRP) di Kyoto, Jepang, 25-29 Agustus lalu, ternyata menyisakan cerita menarik. Pemimpin organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini terpilih karena tak mau dicalonkan.

Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP Djohan Effendi yang juga turut dalam pertemuan tokoh-tokoh lintas agama dari seluruh dunia itu menceritakan, sejak awal Hasyim Muzadi memang tak bersedia untuk dicalonkan menduduki jabatan bergengsi yang sebelumnya diisi oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafi’i Ma’arif tersebut.

“Pak Hasyim (Muzadi, red) dari awal memang nggak mau dicalonkan. Menjelang pemilihan, saya telepon beliau untuk meminta kesediaannya, waktu itu beliau sedang ada di Jeddah (Arab Saudi), tetapi juga tetap nggak mau,” ungkap Djohan kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/9). Turut mendampinginya dalam kesempatan tersebut Ketua PBNU Rozy Munir, petinggi ICRP, Siti Musdah Mulia dan Johanes N Hariyanto, SJ.

Terpilih Jadi Presiden WCRP karena Tak Mau Dicalonkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Jadi Presiden WCRP karena Tak Mau Dicalonkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Jadi Presiden WCRP karena Tak Mau Dicalonkan

“Beliau bilang, lebih baik tetap Pak Syafi’i (Ma’arif, red) saja,” terang Djohan menirukan pernyataan Hasyim.

Lantas apa pasal hingga Hasyim tetap didaulat untuk mengemban amanah tersebut? Djohan mengungkapkan, ada beberapa alasan, pertama, karena Syafi’i Ma’arif sendiri juga menolak untuk dicalonkan kembali. “Kalau Pak Syafi’i nggak mau, kesimpulan saya berarti Pak Syafi’i mendukung Pak Hasyim,” tandasnya.

HMI Tegal Kab

Kedua, menurutnya, dalam etika beragama, barang siapa yang menolak dicalonkan untuk menjadi pemimpin, maka dialah orang yang pantas menduduki jabatan tersebut. Meski dikatakannya ada yang bersedia dan mencalonkan diri, yakni Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, namun pihaknya tetap menjagokan Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu.

“Maka kami sepakat untuk tetap mencalonkan Pak Hasyim walaupun Pak Din Syamsudin mau mencalonkan diri,” kata Djohan.

Alasan lain yang juga tak kalah pentingnya, imbuh Djohan, karena selain mewakili muslim Indonesia, Hasyim juga merupakan pemimpin ormas Islam terbesar di Indonesia. NU, sebagai komunitas muslim berbasis Sunni terbesar di Indonesia bahkan di dunia, juga menjadi bahan pertimbangan lainnya. “NU sebagai ormas Islam terbesar tentu tidak bisa diabaikan,” tandasnya.

Selain itu, katanya, Hasyim dipilih juga karena kiprahnya dalam upaya pengembangan perdamaian, baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa waktu lalu, PBNU menggelar Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim (International Conference of Islamic Scholar/ICIS). Acara tersebut dihadiri sekitar 300 ulama/cendekiawan muslim dari 53 negara. PBNU juga membantu resolusi konflik di Thailand Selatan.

HMI Tegal Kab

WCRP adalah organisasi lintas agama yang menghimpun tokoh-tokoh berbagai agama dari seluruh dunia dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia. Pada pertemuan itu, hadir 600-an tokoh dari 20 agama dari 100 negara di dunia. Organisasi yang berpusat di Markas PBB, di New York itu didirikan pada tahun 1970.

Beberapa program yang dijalankan adalah menghentikan perang, mengakhiri kemiskinan dan melindungi bumi. Mereka telah berupaya untuk membantu upaya rekonsiliasi di Irak, menjadi mediator dalam perang antar-suku di Sierra Leone serta membantu jutaan anak yang terinfeksi virus HIV di Afrika. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nusantara HMI Tegal Kab

Jumat, 19 Januari 2018

Komisaris PT Garam Berbagi Pengalaman Bisnis dengan GP Ansor Pamekasan

Pamekasan, HMI Tegal Kab. Salah seorang Komisaris PT Garam, Taufadi, berbagi pengalaman bisnis dengan Gerakan Pemuda Kabupaten Pamekasan di SMP Maarif 2, Baddurih, Pademawu, Pamekasan, Ahad (5/3). Taufadi menjadi salah satu pemateri dalam "Rapat Kerja dan Temu Wicara Penguasaha Muda NU".?

Dalam acara yang diikuti pengurus dan kader GP Ansor se-Kabuapten Pamekasan tersebut, kader PMII dan NU yang sukses dengan ragam bisnis usahanya itu berbagi trik menjadi pengusaha sukses. Untuk menjadi pengusaha, kata Taufadi, tergolong sangat sederhana. Yaitu, kembalikan pada hobi.

Komisaris PT Garam Berbagi Pengalaman Bisnis dengan GP Ansor Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisaris PT Garam Berbagi Pengalaman Bisnis dengan GP Ansor Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisaris PT Garam Berbagi Pengalaman Bisnis dengan GP Ansor Pamekasan

"Kalau tidak punya hobi, kita punya ide apa untuk urusan usaha. Kalau sudah punya ide, selanjutnya kita mesti membedahnya," ujar pemuda yang punya bisnis LPJU di Kabupaten Sumenep tersebut.

Ketika ide sudah dibedah, selanjutnya ialah membaca pangsa pasar. Studi kelayakan apakah sasarannya kelas bawah, menengah, atau atas penting dilakukan. Setelah itu, bangun branding lewat promosi. Media promosi sangat penting dalam sebuah usaha.

HMI Tegal Kab

"Setelah itu, bangun sistem seperti legal standing, buatlah tata kelola perusahaan yang baik, manajemen keuangan, dan seterusnya. Itu beberapa hal yang perlu dilakukan untuk memulai usaha," tegas alumnus STAIN Pamekasan tersebut.

Menurut Taufadi, menjadi pengusaha itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Untuk memulainya, mesti punya percaya diri atau keyakinan sukses yang tinggi.

"Karakter dari seorang pengusaha ialah berani memulai dan berani terhadap resiko. Dalam memulai usaha, ada dua pengorbanan berupa materi dan nonmateri. Nonmateri ini mengarah pada pemikiran," pungkasnya.

Sebelumnya menjadi bagian dari petinggi BUMN, tiap idul Adlha, Taufadi mengirim 1.200 sapi ke Bogor dan Jakarta. Tapi sekarang sudah tak menekuninya lagi karena jadi Komisaris PT Garam. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

?

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab AlaNu, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi

Jeddah, HMI Tegal Kab?

Kerajaan Arab Saudi menagkap sebelas pangeran, empat menteri aktif, dan puluhan mantan menteri pada Sabtu (4/11) malam. Perintah penangkapan keluar dari komite anti-korupsi baru yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi

Seperti dilansir Al Arabiya, komite tersebut mengumumkan bahwa mereka tengah membuka kembali berkas banjir Jeddah tahun 2009 dan menyelidiki masalah virus Corona yang juga dikenal sebagai Middle East Respiratory Syndrome atau MERS. Sumber berita yang disiarkan Al Arabiya anonim dan tak ada rincian nama siapa saja yang menjadi objek penangkapan.

Pembentukan komite pemberantasan korupsi merupakan salah satu dari dua keputusan penting yang diumumkan Raja Salman selain merombak kabinet Saudi. Penangkapan orang-orang berpengaruh tersebut adalah keputusan pertama komite ini.

Menurut sebuah Keputusan Kerajaan yang dikeluarkan oleh Raja Salman pada hari Sabtu, komite anti-korupsi diketuai oleh Putra Mahkota dengan keanggotaan: Ketua Komisi Pemantauan dan Investigasi, Ketua Otoritas Anti Korupsi Nasional, Kepala Biro Audit Umum, Jaksa Agung, dan Kepala Bagian Keamanan Negara.

Komite baru ini berhak untuk menyelidiki, menahan, melarang bepergian, membekukan rekening dan portofolio, melacak dana dan aset orang-orang yang terlibat dalam praktik korupsi.

HMI Tegal Kab

Terkait perombakan kabinet, Arab News melaporkan, kebijakan Raja Salman terbaru telah menyingkirkan Pangeran Miteb bin Abdullah dari posisi sebagai Kepala Garda Nasional. Posisinya digantikan oleh Khaled bin Ayyaf. Sementara Menteri Ekonomi Adel Fakieh digantikan oleh wakilnya Mohammed al-Tuwaijri. (Red: Mahbib)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nusantara, Makam HMI Tegal Kab

Minggu, 14 Januari 2018

Pembubaran Ormas Anti-NKRI dan Kebebasan Berserikat

Oleh Pandu Dewanata



Penolakan atas pawai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Tulungagung, Jawa Timur menjadi perhatian publik baru-baru ini. Sabtu, 1 April 2017, 200 personel Banser Tulungagung dan Trenggalek membubarkan pawai HTI yang hendak menuju ke Surabaya untuk mengikuti kirab. Bahkan ketegangan antara GP Ansor-Banser dan HTI tidak hanya terjadi kali ini saja, pada Tahun 2016 di Jember kejadian yang hampir serupa juga terjadi.?

Wacana untuk membubarkan HTI yang dimunculkan GP Ansor-Banser Jatim dua hari yang lalu menjadi mengemuka juga di media massa cetak dan elektronik. Abid Umar Faruq selaku Satkorwil Banser Jatim mengemukakan bahwa HTI merupakan organisasi makar yang tidak mengakui dan menolak Pancasila dan UUD 1945 (Detik, 2/4/2017). Tentu kekhawatiran GP Ansor-Banser cukup dapat dipertimbangkan karena menyangkut ideologi negara dan keutuhan bangsa. Namun di sisi lain wacana tersebut mendapat respon negatif dari berbagai kalangan.?

Pembubaran Ormas Anti-NKRI dan Kebebasan Berserikat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembubaran Ormas Anti-NKRI dan Kebebasan Berserikat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembubaran Ormas Anti-NKRI dan Kebebasan Berserikat

Tulisan ini memang tidak secara khusus membahas HTI dan pergerakannya, namun membahas ormas anti-NKRI secara umum. Karena terdapat keraguan soal pembubaran ormas anti-NKRI dimungkinkan secara hukum. Selain itu terdapat juga keraguan mengenai benturan antara jaminan kebebasan berserikat dalam UUD 1945 dan pembubaran ormas anti-NKRI. Untuk itu tulisan ini berusaha menjawab keraguan-keraguan tersebut berdasarkan aspek hukum.

Kebebasan Berserikat dalam UUD 1945 & UU Ormas

Kecenderungan berorganisasi dalam perkembangannya menjadi salah satu kebebasan dasar manusia yang diakui secara universal. Tanpa adanya kemerdekaan berserikat seseorang tidak dapat mengekspresikan pendapat menurut keyakinan dan hati nuraninya.?

HMI Tegal Kab

Dalam UUD 1945 terdapat dua pasal yang menjamin kebebasan berserikat. Pertama, Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. Kedua, Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Jika ditarik kesimpulannya, kedua pasal ini sama-sama menjamin kemerdekaan berserikat namun hanya Pasal 28 yang menetapkan kemerdekaan berserikat dengan undang-undang.

Sebagai bentuk dari jaminan kebebasan berserikat terdapat UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas yang mengatur mengenai pelaksanaan kebebasan berserikat oleh ormas. Tidak hanya hak dari ormas maupun hal-hal yang bersifat administratif, namun juga kewajiban, pembatasan, dan larangan. Sebagai contoh pada Pasal 2 UU Ormas menggariskan bahwa setiap ormas yang ada di Indonesia tidak boleh mempunyai asas bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.?

Secara umum kebebasan berserikat memiliki batasan yang diperlukan dalam masyarakat demokratis demi keamanan nasional dan keselamatan publik, mencegah kejahatan, melindungi kesehatan dan moral, serta melindungi hak dan kebebasan yang lain. Lebih tegas, Sam Issacharoff menyebutkan bahwa negara berwenang melarang atau membubarkan suatu organisasi yang mengancam demokrasi, tatanan konstitusional/dasar negara, serta masyarakat (Sam Issacharoff, 2006: 6).?

HMI Tegal Kab

Artinya negara demokratis tidak hanya menjamin hak kelompok tertentu, namun juga menjamin dan melindungi dasar negara di sisi lain. Namun pembubaran ormas harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mencederai kebebasan berserikat sendiri. Secara prosedural pembubaran ormas diputus terlebih dahulu oleh pengadilan untuk menjamin keadilan.

NU Harus Bersikap

Dalam Pasal 59 ayat (2) UU Ormas disebutkan larangan-larangan untuk ormas sebagai berikut :?

a. melakukan tindakan permusuhan terhadap suku, agama, ras, atau golongan;

b. melakukan penyalahgunaan, penistaan, atau penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia;

c. melakukan kegiatan separatis yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

d. melakukan tindakan kekerasan, mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, atau merusak fasilitas umum dan fasilitas sosial; atau

e. melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.





Bahkan ayat (4) menegaskan bahwa Ormas dilarang menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila. Apabila dilihat sekilas Pasal 59 ayat (2) huruf c dan Pasal 59 ayat (4) UU Ormas dapat menjadi dasar hukum untuk membubarkan ormas anti-NKRI.

NU dan Nahdliyin memiliki tugas luhur untuk menjaga keutuhan Indonesia. Dalam menghadapi ormas anti-NKRI, NU telah menunjukkan tindakan-tindakan nyata. Bukan tidak mungkin tindakan hukum bisa dilakukan NU di kemudian hari. Penulis berpendapat bahwa Nahdliyin harus berhati-hati dalam menafsirkan hukum, karena memahami pasal-pasal dalam suatu undang-undang tanpa membaca penjelasannya akan menimbulkan kesalahpahaman. Penjelasan Pasal 59 ayat (4) menyebutkan hanya Atheisme dan Komunisme/Marxisme yang dianggap bertentangan dengan Pancasila. Sedangkan Pasal 59 ayat (2) huruf c harus dimaknai bahwa ancaman kedaulatan NKRI harus didahului dengan adanya aksi-aksi separatis atau memisahkan diri dari NKRI. Pun demikian dari seluruh poin-poin yang tertera dalam Pasal 59 ayat (2) UU Ormas, dimana sebuah pelanggaran atas larangan harus disertai dengan perbuatan.?

Bagaimana NU harus bersikap? NU beserta warganya harus terlibat aktif dalam mengawasi pergerakan dari ormas yang disinyalir anti-NKRI. Mungkin saat ini belum terdapat ancaman nyata yang dirasakan oleh masyarakat, namun bukan berarti potensi ancaman tidak akan muncul di masa yang akan datang.?

Sebelum adanya putusan pembubaran ormas dari Pengadilan Negeri terdapat permohonan pembubaran ormas yang diajukan oleh kejaksaan. Pengajuan oleh kejaksaan hanya dapat terlaksana ketika terdapat permintaan tertulis dari menteri Hukum & HAM. Menurut penulis NU maupun Nahdliyin dapat ? menunjukkan bukti-bukti bahwa suatu ormas telah melakukan tindakan yang dilarang dalam UU Ormas kepada menteri Hukum & HAM. Disinilah NU sebagai masyarakat sipil harus terlibat apabila ancaman tersebut telah terjadi.

Namun semua pihak harus tetap menghormati proses hukum yang berjalan, karena kewenangan untuk membubarkan ormas anti-NKRI ada di tangan negara. Tentu penafsiran hukum dari menteri Hukum & HAM, jaksa, dan hakim yang dapat dibenarkan di mata hukum. Sehingga NU dan nahdliyin tidak perlu ikut gaduh dalam mengatasi kondisi demikian sebagai sikap kita meneladani teduhnya kyai-kyai NU. Wallahu a’lam bishshawab.

Penulis adalah mahasiswa Fakultas Hukum Unpad dan anggota KMNU Padjadjaran

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tegal, Kyai, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Jumat, 05 Januari 2018

Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten

Klaten, HMI Tegal Kab - Peringatan Hari Toleransi Internasional di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, bakal menghadirkan beberapa tokoh nasional. Menurut salah satu perwakilan panitia, Marzuki, acara yang digagas Forum Kebersamaan Umat Beriman (FKUB Kebersamaan) Klaten ini, akan dihelat mulai Sabtu (12/11).

“Acara pembuka yakni apel dan karnaval Antar-Iman, dari Alun-alun menuju Monumen Joeang Klaten,” terang Marzuki, yang juga Ketua PC GP Ansor Klaten, Ahad (13/11).

Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten

Lebih lanjut dipaparkan Marzuki, kegiatan akan berlangsung selama lima hari, yakni pada tanggal 12-16 November. “Acara utamanya adalah pertemuan luas (nasional) para penggerak aktivitas dan karya lintas iman dan budaya se-Indonesia. Mereka akan mempresentasikan, berefleksi dan sharing atas peran yang digelutinya selama ini,” papar dia.

HMI Tegal Kab

Adapun tokoh yang rencananya akan hadir, antara lain KH Imam Aziz (PBNU), Alissa Wahid (Gusdurian), Romo Beny S (Katolik, aktivis perdamaian), Muhammad Al-Fayyadl (Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam, Probolinggo), Dr Pradjarta (Yayasan Percik, Salatiga), Bikhu Panyavaro (Rohaniawan, Aktivis Lingkungan Hidup, Purwokerto), dan lain sebagainya.

Pada kesempatan tersebut, para peserta juga akan diajak untuk mengunjungi "Desa Muktikultur" di Klaten yang memiliki kekayaan budaya dan keragaman agama yang dapat bersinergi, hidup damai berdampingan dengan penuh keramahan dan keberdayaan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nusantara, Amalan HMI Tegal Kab

Kamis, 28 Desember 2017

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru

Lampung Tengah, HMI Tegal Kab - Pengurus harian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Lampung Tengah mendorong rekan-rekanita pengurus yang ada di pimpinan komisariat dan pimpinan ranting masing-masing terus meningkatkan jejaring serta kapasitas dan kualitas kader-kader pelajar NU.

Demikian ditegaskan Edi Hermawan di hadapan lima puluh lima peserta saat mengisi materi Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Gaya Baru III Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah, di kompleks Pesantren Al-Ikhlas, Ahad (25/9).

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru

"Kami berharap kepada rekan dan rekanita teruslah berkiprah dan menjadi pelopor dalam memajukan organisasi ini. Buatlah forum-forum diskusi kecil-kecilan, tidak harus mewah, untuk membahas kemajuan organisasi, dan selanjutnya diwujudkan dalam bentuk aksi seperti Hari Santri Nasional, Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1438 H, Harlah IPNU dan IPPNU dan lain-lain," imbuh alumni IAIM NU Metro Lampung itu.

HMI Tegal Kab

Pengasuh Pesantren Al-Ikhlas Gaya Baru III Kiai Abdu Suaib mengapresiasi aktivitas dan semangat pelajar NU dalam wadah IPNU-IPPNU ini. Sebagai kader yang paling muda di struktural NU, pelajar harus siap di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan apapun, dalam mengamalkan sekaligus mensyiarkan agama Islam dalam Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdlliyyah.

Ketua Ranting IPNU Gaya Baru III Yudianto menambahkan, tujuan dari jenjang pengkaderan Makesta ini adalah menciptakan kader IPNU-IPPNU ranting Gaya Baru III yang berpegang teguh terhadap ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah, mempunyai kesadaran sosial yang tinggi, memiliki pengetahuan yang mendalam dan keterampilan yang memadai dalam berorganisasi.

“Kader IPNU-IPPNU harus siap lahir batin,” kata Yudianto.

HMI Tegal Kab

Turut hadir dalam Makesta ini unsur MWCNU Seputih Surabaya, Ranting NU Gaya Baru III, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Nahdlatul, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Rabu, 27 Desember 2017

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Bantul, HMI Tegal Kab

Ihsan,? pemain kesebelasan Pondok Pesantren Al-Falah memiliki kecepatan gerak yang sering merepotkan pertahanan lawan. Sisi kiri kesebelasan Assalam Bangkalan misalnya, pada pertandingan babak 8 besar mampu ditembusnya. Kemudian bola ia umpan ke Darius yang langsung menyambutnya dengan tendangan ke arah gawang. Gol. Belum genap satu menit babak kedua, Assalam kebobolan.

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Pemain nomor punggung 8 tersebut bersama Darius bernomor punggung 11 menjadi andalan tim asal Kabupaten Bandung tersebut. Termasuk dalam semifinal Seri Nasional Liga Santri Nusantara 2016 melawan kesebelasan Pesantren Nur Iman Mlangi Sabtu siang (29/10) di stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta.? Hal itu diakui pelatihnya sendiri.

Selain mengandalkan kecepatan dua pemain tersebut, Al-Falah, lanjut Arif, menerapkan strategi keseharian santri di pesantren.

HMI Tegal Kab

“Kebersamaa, kompak dan daya juang tinggi, itu kita tanamkan. Tidak mudah menyerah, saling cover di lapangan, tidak saling menyalahkan dan saling peduli. Jadi, konsep keseharian di pesantren, saling tegur, saling ngingetin dipakai di lapangan juga,” jelasnya.? ?

HMI Tegal Kab

Manajer Kompetisi LSN 2016 Kusnaeni menilai Al-Falah adalah tim yang memiliki kerja saama yang baik. Lini depan dan tengah tertata dengan baik.

Meski demikian, tim ini, tak punya riwayat menang banyak, tapi konsisten menang tipis sampai ke semifinal. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Sejarah, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Sabtu, 23 Desember 2017

Status IAIN Tak Boleh Berubah

Jakarta, HMI Tegal Kab. Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan, status perguruan tinggi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di seluruh Indonesia tidak boleh berubah dan tetap mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis Islam, katanya di Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Ahad malam.

Menteri mengatakan hal tersebut karena belakangan ini banyak para petinggi, termasuk rektor dari IAIN bersangkutan mendorong agar memperoleh kesempatan mengembangkan ilmu pengetahuan di luar basis ilmu pengetahuan Agama Islam.

Dicontohkannya, baru-baru ini ada pihak rektor IAIN mengajukan program baru dengan cara membuka fakultas kedokteran dan ilmu pengetahuan layaknya universitas negeri lainnya di tanah air. "Hal ini tak boleh lagi," kata Basyuni.

Status IAIN Tak Boleh Berubah (Sumber Gambar : Nu Online)
Status IAIN Tak Boleh Berubah (Sumber Gambar : Nu Online)

Status IAIN Tak Boleh Berubah

Ia mengaku sekarang ini sudah ada IAIN yang mengembangkan dan membuka fakultas di luar basis ilmu agama seperti ilmu kedokteran tadi. Melihat perkembangan belakangan ini, ternyata animo masyarakat untuk masuk ke fakultas di luar basis ilmu pengetahuan di luar agama Islam makin meningkat.

Hal itu, dinilai sudah menyimpang dari "pakem" IAIN. Bahkan sudah bergeser dari gagasan pendirian IAIN. Karena itu keadaan demikian sudah harus dihentikan. "Biarlah IAIN yang terlanjur mengembangkan program tambahan di luar bidang ilmu agama Islam berjalan," katanya. Tapi, katanya lagi, untuk mendatang IAIN harus tetap berpegang kepada asas tujuan semula.

HMI Tegal Kab

IAIN didirikan memang dikhususkan untuk para mahasiswa yang berminat mempelajari dan mendalami agama Islam. Jika ada fakultas di luar itu di lingkungan IAIN, bisa jadi animo mahasiswaanya jauh lebih banyak ketimbang mahasiswa dari fakultas usuluddin atau fakultas yang mendalami bidang agama Islam. "Ini harus dicegah," katanya lagi.

Sebelumnya Menteri Agama di hadapan para ulama di Gringsing, Kabupaten Batang, menyampaikan program departemen yang dipimpinnya. Ia mengaku punya tugas berat, memberantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), peningkatan pelayanan jemaah haji di tanah suci, peningkatan lembaga pendidikan swasta, termasuk pesantren dan madrasah.

HMI Tegal Kab

Khusus mengenai KKN, menteri mengaku masih prihatin. Pasalnya, ketika ia hendak mengangkat Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) di Jawa Tengah (Jateng) banyak para kiai mengusulkan dan menyodorkan nama yang masih punya pertalian erat dengan keluarganya. Ternyata para kiai masih nepotisme. Ini harus diberantas juga, ujar Maftuh.

Untuk menghindari nepotisme, ia mengakat Kakanwil Depag Jateng berasal dari militer. Tentu saja semua sudah diperhitungkan bahwa hal itu akan mengundang protes. Dan, ternyata perhitungan itu nyata. Muncul suara protes bahwa militer yang sudah ditarik ke barak tak boleh dikeluarkan lagi.

"Saya katakan dan saya jamin bahwa Kakanwil baru ini, meski berasal dari militer juga pandai tahlil dan mengaji. Apa salahnya militer juga bisa ngaji. Karena dia pun lebih TNU (Tentara Nahdlatul Ulama)," katanya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Menteri menjamin jika para ulama ikut mendukung program kerja Depag, maka upaya yang dilakukan akan membuahkan hasil. Termasuk peningkatan SDM dari kalangan pondok pesantren dan madrasah, yang belakangan ini mulai dilakukan.

Peningkatan kualitas SDM dari kalangan pondok pesantren/madrasah sudah terasa mendesak karena selama ini diabaikan oleh pemerintah. Untuk itu fakus pendidikan menjadi titik berat. Ia berharap kalangan politisi yang berasal dari kalangan panpos/madrasah bersatu menyukseskan hal ini. "Jangan cakar-cakaran terus," katanya, disambut tepuk tangan.

Kunjungan Basyuni ke Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah dan SMA NU Al Munawwir, Gringsing, Batang, untuk menghadiri haul, peringatan 17 tahun meninggalnya KH Ahmad Munawir, ulama kharismatis yang juga pejuang dalam pengembangan agama di Jateng. (ant/nun)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nasional, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Senin, 04 Desember 2017

Menaker Minta Aktivis Buruh Jangan Demo Terus di Jalan

Sleman, HMI Tegal Kab. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta aktivis buruh tidak lagi menyampaikan aspirasi dengan berdemo turun ke jalan melainkan melalui dialog dengan pendekatan seni dan budaya. 

"Saat ini ruang politik sudah berubah menjadi semakin terbuka. Masyarakat bisa dengan mudah berkomunikasi dengan pemimpinnya. Rekan-rekan buruh bahkan bisa dengan mudah berkirim pesan menyampaikan ide-ide mereka ke saya setiap hari. Jadi melakukan demo sudah tidak relevan lagi," kata Hanif pada peluncuran album kedua aktivis reformasi, John Tobing di Sleman, Yogyakarta, Jumat (10/11).

 

Menaker Minta Aktivis Buruh Jangan Demo Terus di Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Minta Aktivis Buruh Jangan Demo Terus di Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Minta Aktivis Buruh Jangan Demo Terus di Jalan

Menurut Hanif, kesenian dan kebudayaan bisa menjadi instrumen baru yang efektif untuk menyampaikan apa yang buruh perjuangkan selama ini. 

"Saya percaya ketika kita bisa terus berdialog terutama di ruang-ruang kebudayaan dan kesenian seperti ini maka pikiran kita bisa menjadi lebih cair dan nihil kepentingan sehingga dialognya menjadi lebih terbuka," ujar Hanif. 

HMI Tegal Kab

Menurut Hanif, melalui forum dialog dengan pendekatan kesenian dan kebudayaan maka orang akan lebih objektif dan jernih dalam melihat persoalan yang ada. 

"Ruang-ruang kebudayaan dan ruang-ruang dialog menjadi sangat penting sebagai sarana berkomunikasi di tengah perbedaan yang ada dalam rangka menemukan terobosan baru demi meningkatkan kualitas dari harmoni sosial," tutur Hanif. 

"Untuk itu saya sangat bersyukur ada acara semacam ini. Sekali lagi selamat kepada John Tobing atas peluncuran album barunya," ungkap Hanif. 

HMI Tegal Kab

John Tobing meluncurkan album kedua berjudul Bergeraklah Mahasiswa"di Sanggar Maos Tradisi asuhan Sosiolog Universitas Gajah Mada (UGM) Arie Sujito. Album ini secara khusus dipersembahkan untuk kalangan mahasiswa Indonesia. 

Melalui album ini John Tobing berharap mahasiswa terinspirasi dan tergerak untuk menjadi agen perubahan agar bangsa menjadi lebih baik. 

"Mahasiswa Indonesia harus tahu banyak rakyat miskin di negara kita. Untuk itu mereka harus menjadi motor perubahan melawan keterpurukan. Mereka harus bisa mencerdaskan bangsa," kata John Tobing. 

John Tobing merupakan pencipta lagu Darah Juang yang melegenda di kalangan aktivis mahasiswa. 

 

Lirik lagu tersebut bercerita tentang kisah pemuda desa miskin di negeri yang kaya. Hingga saat ini lagu tersebut seolah menjadi lagu wajib aktivis mahasiswa di Indonesia. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Ubudiyah, Khutbah HMI Tegal Kab

Minggu, 03 Desember 2017

“Tak Sejengkal Tanah Pun Boleh Lepas dari Bumi Pertiwi”

Jember, HMI Tegal Kab

Anggota Banser tidak boleh takut dengan ancaman dan pantang surut karena rintangan. Lebih-lebih yang terkait dengan upaya-upaya penentangan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan penolakan Pancasila. Sebab, selain NKRI dan Pancasila merupakan konsensus bersama dari seluruh elemen anak bangsa, NU mempunyai keterkaitan sejarah dalam perumusan keduanya.

Kasatkorwil Banser Jawa Timur H. Umar Usman mengungkapkan hal itu dalam upacara Pembukaan Pendidikan Dan Latihan (Diklatsar) Banser angkatan XXVII di lapangan PT Kaliandra Concern, Perkebunan Karet dan Kopi Kalijompo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember, Jawa Timur, Sabtu (10/9).

“Tak Sejengkal Tanah Pun Boleh Lepas dari Bumi Pertiwi” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Tak Sejengkal Tanah Pun Boleh Lepas dari Bumi Pertiwi” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Tak Sejengkal Tanah Pun Boleh Lepas dari Bumi Pertiwi”

Menurutnya, dewasa ini cukup banyak organisasi yang secara terang-benderang menentang NKRI dan tidak mengakui Pancasila sebagai ideologi negara. Mereka bertopeng agama dan selalu membangun opini bahwa NKRI tak akan pernah memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyatnya. “Gerakan-gerakan itu harus dan wajib kita lawan dengan segala kemampuan yang ada,” tuturnya.

HMI Tegal Kab

Umar berharap anggota Banser tak sedikit pun mempunyai keraguan untuk membela dan mempertahankan NKRI. Banser harus menjadi banteng sekaligus benteng untuk mempertahankaan NKRI dan Pancasila dari pengacau-pengacau yang selalu mengatasnamakan agama. “Tak sejengkal tanah pun boleh lepas dari bumi pertiwi ini,” ungkapnya.

HMI Tegal Kab

Sementara itu, Sekretaris PC GP Ansor Jember Kholidi Zaini menuturkan bahwa Diklatsar Banser yang diikuti lebih 300 orang tersebut berlangsung hingga Senin dini hari. Selain diisi dengan penyampaian materi, juga ada penggemblengan fisik.

Yang tersulit dari rangkaian diklatsar ini adalah saat sesi pengambilan topi baret. Di ujung acara setiap peserta diwajibkan mengambil topi baret, melalui jalan setapak dengan medan yang sangat menantang di keheningan malam pula.

“Ini sesi yang paling berat. Butuh nyali sekaligus tenaga ekstra. Tapi ini memang harus dijalankan. Kalau belum bisa mengambil baret, peserta belum dikatakan lulus diklatasar,” jelas Kholidi. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah HMI Tegal Kab

Sabtu, 25 November 2017

IPNU-IPPNU Surabaya Gelar Lanjutan Pendidikan Fasilitator

Surabaya, HMI Tegal Kab. Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Kota Surabaya menggelar kegiatan lanjutan pendidikan fasilitator yang digelar di Aula PCNU Kota Surabaya pada Ahad (15/11) sore. Pendidikan ini merupakan kegiatan lanjutan dari pendidikan yang terlaksana sebelumnya dengan keterbatasan waktu.

Pada tindak lanjut ini, materi yang dibahas adalah praktik fasilitasi. Para alumni pendidikan ini dibagi dalam beberapa kelompok dan tiap individu dari setiap kelompok tersebut mempraktikan bidang-bidang fasilitasi yang sudah ditentukan pada tiap-tiap kelompok. Materinya antara lain perkenalan, kontrak belajar, materi alur pelatihan/pengkaderan dan materi ke-IPNU-IPPNU-an.

IPNU-IPPNU Surabaya Gelar Lanjutan Pendidikan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Surabaya Gelar Lanjutan Pendidikan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Surabaya Gelar Lanjutan Pendidikan Fasilitator

Ketua IPNU Kota Surabaya Agus Setiawan menegaskan bahwa tindak lanjut ini bertujuan untuk meningkatkan rasa emosional ataupun rasa solidaritas yang dimiliki oleh para kader fasilitator.

HMI Tegal Kab

Selain itu, kegiatan lanjutan ini juga mengingatkan kembali berbagai materi yang telah disampaikan pada latihan fasilitator yang digelar sebelumnya di Sidoarjo.

“Rencananya, tim fasilitator ini dibentuk untuk disebarkan ke berbagai wilayah yang ada di Kota Surabaya untuk memfasilitasi berbagai kegiatan kaderisasi yang digelar oleh masing-masing kecamatan atau kelurahan. Sehingga kita benar-benar memiliki kader-kader yang militan dalam hal kefasilitatoran,” pungkas Ketua IPPNU Kota Surabaya Arumi Maulidya. (M Ichwanul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Ubudiyah HMI Tegal Kab

Mendes Marwan: Tingkatkan Soliditas dan Etos Kerja Pasca-Lebaran

Jakarta, HMI Tegal Kab

Suasana Lebaran Idul Fitri dimanfaatkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar untuk mempersolid kinerja jajaran pejabat dan seluruh pegawai kementerian.

Mendes Marwan: Tingkatkan Soliditas dan Etos Kerja Pasca-Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Marwan: Tingkatkan Soliditas dan Etos Kerja Pasca-Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Marwan: Tingkatkan Soliditas dan Etos Kerja Pasca-Lebaran

"Bulan Syawal dan nuansa Idul Fitri adalah kesempatan pembersihan diri kita semua. Artinya kita semakin siap untuk beraktivitas dengan semangat dan etos kerja yang lebih baik," ujar Mendes Marwan saat halal bihalal bersama seluruh pejabat dan pegawai di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Jakarta, Selasa (12/7)

Marwan menambahkan, saat ini masih banyak program-program kerakyatan yang harus segera dijalankan hingga tuntas. Karena itu, soliditas dan semangat kerja semua elemen Kementerian Desa harus lebih baik dibanding sebelumnya.

HMI Tegal Kab

"Kita membangun suasana baru setelah Idul Fitri dengan langkah-langkah progresif ke depan. Semua jajaran saya minta menjaga soliditas dan juga membangun koordinasi intensif di semua tingkatan dalam kerangka lebih besar, yakni menyukseskan semua program yang akan membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara" jelasnya.

Tokoh asal Pati, Jawa Tengah ini juga mengingatkan, dalam waktu tidak lama lagi, Kementerian Desa PDTT akan menyusun rencana kerja pemerintah (RKP) 2017. Kementerian Desa tentunya harus membuat program-program unggulan yang lebih bagus dibanding sebelumnya.

HMI Tegal Kab

"Kalau bisa, saya minta ada aspirasi dan masukan dari ibu dan bapak di semua jajaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Program unggulan yang kita jalankan harus menyentuh masyarakat bawah dan benar-benar bermanfaat bagi kemajuan bangsa kita," tandasnya.

Pada bagian akhir, Mendes Marwan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya secara pribadi maupun sebagai Menteri Desa atas segala kesalahan.

"Bulan Syawal adalah masa saling bermaaf-maafan. Selama kita semua berintraksi, sengaja atau tidak pasti ada kesalahan. Oleh karenanya saya minta maaf setulus-tulusnya," tuntas Mendes Marwan. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Pesantren HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock