Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Peserta Perempuan Tak Mau Ketinggalan

Program pengenalan dan pemanfaatan perangkat lunak (software) kitab kuning yang dipelopori Nahdlatul Ulama (NU) Japan dan Situs Pesantren Virtual (http://www.pesantrenvirtual.com) bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah (PW) Rabithah Maahid al-Islamiyah Jawa Timur (RMI) Jawa Timur, tampaknya semakin diminati kalangan pondok pesantren (ponpes) di Jawa Timur.

Ahad (8/4) lalu, kegiatan bertajuk "Halaqah Pemanfaatan Software Kitab Kuning dan Pengembangan Perpustakaan Digital di Pondok Pesantren" tersebut digelar di Ponpes Nurul Ikhlas, Sepande, Candi, Sidoarjo. Halaqah di pondok pesantren asuhan KH Mukhlas Kurdi yang juga Ketua PC RMI Sidoarjo ini merupakan halaqah ketiga yang digelar oleh PW RMI Jatim. Sebelumnya, dua kali halaqah telah digelar di Probolinggo (16/12/06) dan Tulungagung (17/3/07).

Sabtu, 24 Februari 2018

PAC dan Ranting GP Ansor Kabupaten Tangerang Dilantik

Tangerang, HMI Tegal Kab

GP Ansor sebagai Organisasi Pemuda terbesar di Kabupaten Tangerang kembali menguatkan institusi kelembagaanya dengan melantik? 29 Pengurus Anak Cabang (PAC) dan 274 Ranting se-Kabupaten Tangerang Periode 2016-2019.

?

PAC dan Ranting GP Ansor Kabupaten Tangerang Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC dan Ranting GP Ansor Kabupaten Tangerang Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC dan Ranting GP Ansor Kabupaten Tangerang Dilantik

Acara yang digelar di gedung Serbaguna Tigaraksa Sabtu (10/12) tersebut bertema "Merawat Kebinekaan dalam bingkai Keberagamaan". Tema tersebut sengaja diambil dalam rangka merespon situasi nasional yang cukup pelik, terutama terkait dengan kebinekaan dan toleransi.

?

Khoirun Huda selaku Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa acara tersebut juga dirangkai dengan launching Sorban Nusantara Tour & Travel yang bergerak di bidang umroh dan haji plus, serta Dialog Kebangsaan, dan Diklat Terpadu Dasar (DTD).

?

HMI Tegal Kab

Huda juga menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut dimaksudkan untuk melakukan konsolidasi organisasi dalam rangka kemandirian organisasi serta membangun militansi kader. "Ke depan, GP Ansor harus menjadi organisasi yang mandiri dan terus memberikan pengabdian kepada masyarakat," ucapnya melalui siaran pers yang diterima HMI Tegal Kab (14/12).

?

Huda juga berharap kader Ansor mampu menjadi pribadi yang unggul, memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, berkepribadian unggul, berakhlak mulia dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.

HMI Tegal Kab

"Kader Ansor harus memiliki paradigma terlatih, terampil dan berdaya guna dan memiliki kesadaran bahwa keterlibatannya di dalam organisasi Ansor mampu menjadi agen pembaharu bagi masyarakat disekitarnya," tandasnya.

?

Ali Zaenal Abidin, Ketua Pelaksana Kegiatan, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya pembelajaran dan pemberdayaan yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari yang paling dasar, lanjutan dan tinggi.

"Hal ini guna mempersiapkan kader yang mampu meneruskan estafet perjuangan organisasi NU yang dapat menjawab tantangan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Acara ini juga dihadiri undangan dari berbagai latar belakang, seperti partai politik, organisasi kepemudaan, pimpinan pesantren, pengurus organisasi Nahdatul Ulama, serta unsur pemerintahan daerah di Kabupaten Tangerang. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU, Jadwal Kajian, Pendidikan HMI Tegal Kab

Jumat, 23 Februari 2018

Puluhan MTs Ikuti Porseni dan Olimpiade Tingkat Nasional

Jepara, HMI Tegal Kab. Puluhan MTs dari Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat mengikuti Porseni dan Olimpiade #3 Mapel PAI dan Bahasa Arab Fokus MTs PSA Aidep berlangsung di pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang, Jepara, Selasa-Rabu (15-16/12). Mereka akan memperebutkan juara dari perlombaan PAI, Bahasa Arab, Tenis Meja, Bola Voli dan Futsal.

Puluhan MTs hadir mewakili kabupaten Jepara, Brebes, Banyumas, Cilacap, Semarang, Kabupaten Semarang, Grobogan, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, Solo, Pati, Blora, Cianjur, Tasikmalaya, Garut, Lamongan,Tuban dan Bangkalan.

Puluhan MTs Ikuti Porseni dan Olimpiade Tingkat Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan MTs Ikuti Porseni dan Olimpiade Tingkat Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan MTs Ikuti Porseni dan Olimpiade Tingkat Nasional

Miftahuddin yang mewakili Jepara mengatakan, Forum Komunikasi (Fokus) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pesantren Satu Atap (PSA) Aidep Indonesia merupakan komunitas yang berjalan sudah 9 tahun. Ia berharap komunitas itu semakin berkualitas.

HMI Tegal Kab

Ketua Fokus MTs PSA Aidep Indonesia Saifur Rohman menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memelihara kerja sama Indonesia dengan Australia. "Ada 504 MTs dari 9 Provinsi yang memperoleh bantuan. Saat ini kita bisa melihat kemajuan secara fisik maupun kualitas pendidikannya," ungkap Saifur.

HMI Tegal Kab

Wujud dari kerja sama yang harmonis itu diharapkan mengantar generasi MTs menuju kesalehan dan berkarakter. Kegiatan yang dilaksanakan saban 3 tahun sekali itu merupakan ajang silaturahmi madrasah penerima bantuan.

Kasi Sarana Prasarana MA Kemenag RI Ruchman Bashori dalam sambutannya menyampaikan, menurut penelitian Mikency Institut tahun 2030 Indonesia memperoleh bonus demografi penduduk yang lebih banyak. Hal itu menurut Ruchman menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

"Sehingga anak-anak yang lahir hari ini 20 tahun mendatang ialah yang akan memimpin bangsa," lanjut mantan Kasi Sarpras Kopontren Kemenag RI.

Ia menegaskan, keberadaan madrasah tidak boleh diremehkan. Madrasah harus sejajar dengan sekolah. Seiring dengan olimpiade madrasah kualitas pendidikan berbasis agama itu semakin baik.

"Madrasah lebih baik. Lebih baik madrasah," begitu semboyan di pengujung sambutannya.

Hadir dalam pembukaan kegiatan Kepala Kemenag Jepara Muhdi, Kepala Dinas Pendidikan Jepara Khusairi dan Kasi Kopontren Kanwil Kemenag Jawa Tengah Muhtasit. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pendidikan, Ulama HMI Tegal Kab

Kamis, 08 Februari 2018

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Pati, HMI Tegal Kab. Ada yang menarik menjelang Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang dihelat di Masjid Darussalam Grogolan-Dukuhseti-Pati, Jawa Tengah, Selasa (19/5) malam. Pasalnya, sejak usai jamaah dzuhur terdengar nama ribuan arwah dibacakan oleh panitia.

Menurut Ketua Panitia Isra’ Mi’raj M Anwar Syafi’i, pembacaan nama arwah dilakukan bergantian oleh sejumlah anggota panitia. “Nama-nama arwah tersebut sengaja kami bacakan pakai pengeras suara demi syiar. Paling tidak, ahli waris juga bahagia nama keluarganya yang telah wafat disebut dalam majlis tahlil ini,” ujarnya.

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Tiap nama yang ditahlilkan, lanjut Anwar, keluarga menitipkan uang sebesar 2000 rupiah kepada panitia. “Hingga sore ini, dana yang masuk sudah 8 juta lebih. Kalau 2000 perorang, berarti ada empat ribuan arwah yang ditahlilkan. Seperti tahun lalu, menjelang Maghrib masih ada saja warga mengirim nama leluhurnya,” ungkap Anwar.

HMI Tegal Kab

Anwar Syafii menambahkan, tahlil akbar ini telah dimulai sejak tiga tahun silam. “Ini tahun keempat. Tiap tahun selalu naik jumlahnya, baik arwah maupun keluarga yang mendaftarkannya,” ujar Anwar.

Selain tahlil akbar, lanjut Anwar, kegiatan tahunan tersebut juga memberikan santunan kepada para yatim piatu yang dikemas dalam pengajian umum. “Pengajian malam ini akan dihadiri KH Mahrus Ali dari Jepara,” katanya.

HMI Tegal Kab

Di tempat terpisah, Imam Masjid Darussalam KH Ali Makhtum Salam menyatakan, kegiatan Isra Mi’raj diinisiasi Majlis Ta’lim Al-Istiqomah yang beranggotakan jamaah masjid Darussalam.

“Majlis ta’lim ini merupakan organisasi pengajian kitab tiap malam Selasa yang dirintis oleh Bapak (KH Abdussalam-red). Lalu, diteruskan Kiai Suyuthi A Hannan, kakak sepupu saya. Setelah beliau sakit-sakitan, saya diminta melanjutkan,” ujar Kiai Makhtum.

Pengajian kitab kuning, lanjutnya, telah dimulai saat Almaghfurlah KH Abdussalam masih hidup. Mbah Salamun, sapaan akrab Kiai Abdussalam, biasa memimpin pengajian dengan berbagai macam kitab, antara lain Majmuah al-Syariah al-Kafiyah li al-Awam karya KH Sholeh Darat Semarang.

Sementara itu, Koordinator Majlis Ta’lim Al-Istiqomah Masjid Darussalam Ahmad Ahsin mengatakan, nanti malam ada 35 anak yatim piatu yang akan diberi santunan. “Dana santunan, diambil dari sumbangan para donatur. Bukan dari dana pemasukan tahlil akbar,” tandasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pendidikan, AlaNu, Kyai HMI Tegal Kab

Sabtu, 27 Januari 2018

Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf

Pekalongan, HMI Tegal Kab. Walikota Pekalongan dr H Basyir Ahmad Ahad pagi kemarin (21/4) dengan cekatan mengkhitan 34 peserta khitanan masal bertempat di Aula Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan.

Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf

Diantara 34 peserta diikuti oleh anak anak, ada dua peserta usia dewasa berasal dari Medan Sumatra Utara, mereka merupakan muallaf (orang baru masuk Islam-red) yang saat ini tinggal di Kota Pekalongan. Untuk mengkhitan 34 peserta Basyir dibantu oleh beberapa asistennya dengan menggunakan sistem laser.

Saat mengkhitan dua muallaf, Basyir meminta ibu-ibu yang mendampingi untuk keluar ruangan sementara. Pasalnya, yang dikhitan sudah berusia dewasa dan hanya bisa didampingi laki laki. Karena kedua muallaf berbadan besar, tentu panitia kerepotan menyiapkan dipan khusus, akhirnya dua dipan untuk anak-anak digandeng jadi satu sehingga bisa menampung badan peserta yang ingin segera dikhitan.

HMI Tegal Kab

Menurut Basyir, khitan laser memiliki beberapa keunggulan antara lain si pasien tidak merasa sakit, tidak berdarah dan yang lebih penting ialah steril dari kuman, sehingga setiap dirinya diminta mengkhitan, metode laser ini yang selalu digunakan. 

Kegiatan khitanan masal diantara salah satu kegiatan yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama Pekalongan Barat dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) yang diisi dengan pengajian umum, lomba murotal, donor darah, bazar dan pawai mobil hias.

Ketua PAC Fatayat NU Pekalongan Barat Hj Khusnul Khotimah kepada HMI Tegal Kab mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Fatayat dan Muslimat di Pekalongan Barat.

HMI Tegal Kab

Dikatakan, untuk kegiatan besar ini, pihaknya mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Walikota Pekalongan dan beberapa donatur lainnya.

Kegiatan peringatan harlah mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat, terlihat sejak pagi gedung Aswaja telah dipadati ratusan pengunjung, baik keluarga peserta khitan maupun peserta pawai mobil hias serta berbagai aktifitas kegiatan lainnya seperti bazar dan donor darah.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pendidikan HMI Tegal Kab

Jumat, 26 Januari 2018

Pelajar NU Mranggen Akan Buka-bukaan tentang Pendidikan

Demak, HMI Tegal Kab

Pimpinan anak canang (PAC) IPNU-IPPNU Mranggen, Demak, Jawa Tengah akan menggelar seminar pelajar pada Minggu (14/5) mendatang di Aula Yayasan Pondok Pesantren Al Ghozali Kebonbatur Mranggen asuhan KH Zaini Mawardi.

Pelajar NU Mranggen Akan Buka-bukaan tentang Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Mranggen Akan Buka-bukaan tentang Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Mranggen Akan Buka-bukaan tentang Pendidikan

Seminar yang pesertanya dari pelajar Madrasah Aliyah, SMA dan SMK se-Kecamatan Mranggen tersebut mengangkat tema "Buka-bukaan Pendidikan" dengan narasumber yang akan dihadirkan diantaranya KH Ali Mahsun, Rais Syuriah MWCNU Mranggen, dan Hariyadi, pengawas pendidikan dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kecamatan Mranggen.

"Dalam seminar nanti akan mengundang seluruh pelajar Madrasah Aliyah dan SMA se-Kecamatan Mranggen serta Muspika," ujar Shofhal Jamil, ketua panitia, kepada HMI Tegal Kab (2/5).

Dalam seminar nanti, lanjut Jamil, akan membahas mengenai seluk-beluk pendidikan yang ada di Kecamatan Mranggen, sehingga hasil dari seminar setiap elemen pendidikan diharapkan bisa berubah menjadi lebih baik.

HMI Tegal Kab

"Dalam pandangan masyarakat, pendidikan sekarang hanya menjadi acuan untuk mencari kerja seusai mengenyam pendidikan, terutama formal," ucap Jamil.

Jamil menambahkan, bahwa sistem pendidikan saat ini sudah jauh keluar dari esensi pendidikan itu sendiri. Sehingga, nilai-nilai moral pendidikan tak jarang menjadi terabaikan. Tujuan utama pendidikan sebagai upaya menambah pengetahuan pun menjadi buram karena yang menjadi acuan hanyalah bagaimana pelajar mendapatkan pekerjaan setelah selesai mengenyam pendidikan formal.

"Dengan tema tersebut, kami mencoba merubah mindset masyarakat antara pendidikan dan kerja. Selain itu, sistem pendidikan sendiri sampai saat ini dirasa masih belum relevan. Sehingga, muncul solusi cemerlang dari seminar itu," imbuh Jamil.

HMI Tegal Kab

Sementara itu Syaefuddin Ahmad, Ketua IPNU PAC Mranggen mengungkapkan, bahwa seminar yang akan digelar nantinya, merupakan seminar yang ketiga kalinya. "Seminar pertama kami membahas mengenai pendidikan moral, seminar kedua membahas bahaya narkoba, hal itu kami laksanakan sebagai upaya membekali pelajar," ujar dia.

Ia menambahkan, bahwa IPNU-IPPNU Mranggen sangat konsen dalam mengusung kualitas kader dari sisi keaswajaan maupun intelektual. Dengan harapan sebagai kader pelajar NU, outputnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Salah satu meningkatkan kualitas kader. Kami gelar seminar dan diskusi-diskusi kontemporer," pungkasnya. (A. Shiddiq Sugiarto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pendidikan, Humor Islam, Olahraga HMI Tegal Kab

Senin, 22 Januari 2018

LKKNU Sulut Sosialisasikan Hak-Hak ODHA

Jakarta, HMI Tegal Kab. Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PW LKKNU) Sulawesi Utara mengadakan sosialisasi terkait hak-hak orang dengan HIV dan AIDS (ODHA). Sosialisasi terutama dipusatkan di populasi kunci ODHA dan rumah tangga secara umum.

LKKNU Sulut Sosialisasikan Hak-Hak ODHA (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Sulut Sosialisasikan Hak-Hak ODHA (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Sulut Sosialisasikan Hak-Hak ODHA

Demikian dikatakan pemegang program pencegahan HIV dan AIDS PW LKKNU Sulut Suwarno Tuiyo dalam diskusi peningkatan kerjasama dan kemitraan dalam pencegahan HIV dan AIDS di Gedung PBNU, jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (23/10) pagi.

“ODHA secara sosial memiliki hak-hak yang mesti dijamin. Mereka tidak perlu dijauhi dalam pergaulan hanya karena mengidap HIV. Karena, pergaulan dengan mereka tidak menyebabkan penularan,” kata Suwarno di hadapan sedikitnya 20 orang yang datang dari sejumlah yayasan dan lembaga yang peduli HIV.

HMI Tegal Kab

Selain itu, lanjut Suwarno, para kiai NU melalui bahtsul masail yang diadakan PP LKNU beberapa bulan lalu memutuskan, hukum penanggulangan dan pencegahan HIV dan AIDS ialah fardlu kifayah. Namun, hukumnya akan menjadi fardlu ‘ain kalau keadaan semakin memprihatinkan.

HMI Tegal Kab

Meskipun demikian, para kiai NU melalui bahtsul masailnya menganjurkan masyarakat untuk mendukung ODHA. Karena, mereka memerlukan penguatan moral.

Selain itu, hak menikah ODHA dijamin secara agama. Tetapi istri boleh ajakan hubungan suami-istri bila suami tidak menggunakan kondom. Kecuali itu, istri memiliki hak menggugat cerai suaminya. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pendidikan HMI Tegal Kab

Supremasi Wali Songo

Oleh Fathoni

“Tokoh-tokoh ini, bukan tokoh-tokoh fiktif. Namun, benar-benar ada secara historis.” Itulah statement Agus Sunyoto, penulis buku Atlas Wali Songo dalam peristiwa penganugerahan sebagai buku terbaik 2014 versi Islamic Book Fair (IBF) dalam kategori Buku Nonfiksi Dewasa di Gedung Istora Gelora Bung Karno Sabtu 1 Maret 2014.

Ya, buku Atlas Wali Songo: Buku Pertama Yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah karya sejarawan NU ini meraih pengahargaan IBF Award dalam pameran buku-buku Islam ini. Melalui proses seleksi yang ketat, Atlas Wali Songo (Pustaka IIMaN) menyisihkan beberapa nominasi di antaranya adalah Cak Nur, Banyak Jalan Menuju Tuhan karya Budhy Munawar Rachman (Mizan), Hijama or Oxidant Drainage Therapy (ODT) karya Azib Susiyanto, Sy (Gema Insani), Kaidah Tafsir karya Quraish Shihab (Lentera Hati), The New World Order karya Jagad A.Purbawati (Pustaka Al-kautsar).

Supremasi Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)
Supremasi Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)

Supremasi Wali Songo

Tak sekadar itu, penulis melihat bahwa penghargaan ini juga sekaligus mematahkan persepsi sekelompok orang yang menganggap bahwa sejarah tokoh-tokoh Wali Songo tak lebih dari sekadar dongeng dan legenda. Dengan kata lain, sejarah yang menceritakan mereka adalah fiktif atau tidak ada.

Dari persepsi inilah yang menjadikan probabilitas terbesar akan sejarah Wali Songo dalam mengislamkan Nusantara secara kompromis dan smooth tidak tercantum dalam buku Ensiklopedi Islam terbitan Ikhtiar Baru Van Hoeve sebagai tokoh-tokoh penyebar Islam di Nusantara.

Tak hanya itu, menurut Agus Sunyoto dalam buku tersebut tidak terdapat satu kalimat pun menyebut Wali Songo, tokoh-tokoh penyebar Islam pada zaman Wali Songo, kazanah kekayaan budaya Islam pada zaman Wali Songo seperti karya sastra, seni musik, seni rupa, seni pertunjukan, seni suara, desain, arsitektur, filsafat, tasawuf, hukum, tata negara, etika, ilmu falak, sistem kalender, dan ilmu pengobatan yang lahir dan berkembang pada masa Wali Songo dan sesudahnya. Bagaimana mungkin?

HMI Tegal Kab

Selain faktor berbeda paham, terkadang itulah kekeliruan bangsa Indonesia dalam memahami sejarahnya sendiri. Kita tidak bisa mengelak bahwa basis akademik kita belum sampai pada titik jenuh untuk selalu mengambil referensi paham arab (wahabi) dan keilmuan barat khususnya yang bersifat postivistik, dapat di nalar dan masuk logika akal atau rasionya dalam memahami sejarah Nusantara bahkan dalam membaca sejarah para tokoh Wali Songo yang menurut perspektif mereka penuh dengan mistifikasi dan klenik sehingga menurut mereka Wali Songo tak lebih dari sekadar dongeng.

Tentu kita tidak bisa memotong batu dengan menggunakan gunting. Sebab, simbol gunting akan kalah dengan simbol batu yang diperagakan oleh tangan dalam permainan suit-suitan anak kecil. Artinya, tentu saja dalam membaca sejarah Wali Songo yang konon penuh dengan dunia metafisik dan supranatural hendaknya tidak memakai pisau analisis barat dengan ilmuwan yang berpaham positivistik tadi atau paham Wahabi yang sangat tidak kompromistik.

Persoalan keajaiban, karomah, ilmu kanuragan, dan keramat para Wali Songo yang menyebabkan masyarakat pada waktu itu seakan mengunggulkan tak lebih dari sekadar keistimewaan yang diberikan Allah kepada hambanya yang begitu ikhlas, taat dan tunduk sebagai media dalam berdakwah yang penuh dengan tantangan yang tidak teramat ringan.

Respon masyarakat seperti itulah yang menjadikan kaum Islam fundamentalis Wahabi berasumsi bahwa cerita sejarah Wali Songo dapat menjurus pada kesesatan akidah dan penuh dengan tahayul sehingga semua ini adalah mitos, klenik, dongeng, dan lain-lain. Sedangkan paham ilmuwan barat menganggap ini bukan sebuah peristiwa sejarah sebab tidak bersifat postivistik.

Nalar postivistik berdampak pada materialisme berpikir. Paham materialisme selalu menempatkan segala sesuatu dapat dilihat bentuknya atau berwujud, sebab semua materi pada intinya berwujud. Dalam hal inilah Islam modernis yang merepresentasikan barat hanya mencenderungkan diri pada ilmu hushuli yaitu ilmu segala sesuatu yang tampak. Sebaliknya, tidak meyakini ilmu yang bersumber langsung dari Allah yang disebut ilmu hudhuri atau lebih populer dinamakan ilmu laduni yang menurut mereka jauh dari kata ilmiah. Ilmu ini hanya dimiliki oleh manusia yang benar-benar dekat dengan Allah, bahkan menjadi kekasihnya yang disebut Wali. Dalam hal ini, materialistiknya fundamentalis wahabi yaitu hanya menyandarkan diri pada al-Qur’an dan Sunnah, sedangkan materialistiknya barat yaitu berwujud.

HMI Tegal Kab

Sebetulnya, ilmu yang dimiliki oleh para Wali Songo tidak serta-merta karomah dari Allah tanpa kecerdasan mereka dalam berpikir. Jika para Wali dominan dengan ilham dan karomah, sesungguhnya dalam dunia keilmuan modern juga diakui. Sebut saja ilmu psikologi, dalam disiplin kelimuan ini ada yang disebut kecerdasan ilhami (intelegensi intuitif). Kecerdasan ini muncul atas keyakinan bahwa semua adalah petunjuk kebenaran dari Allah jika baik untuk kemaslahatan umat manusia.

Artinya dalam hal ini, dunia keilmuan barat pun sesungguhnya mengetahui akan keistimewaan dan karomah seorang jika benar-benar yakin akan Tuhannya. Sebab itulah, intelegensi intuitif dalam ilmu psikologi sesungguhnya adalah karomah atau keistimewaan yang lekat kepada para Wali Songo. Dengan demikian, apakah karomah yang memang di luar nalar manusia biasa itu adalah sebuah klenik yang tak rasional?

Sesunggunhya pemahman ini tidak akan muncul jika mereka memahami bahwa para wali membawa risalah Nabi. Nabi dan wali sama-sama kekasih Allah, perbedaannya bahwa Nabi SAW bersifat ma’shum sedangkan wali tidak demikian. Nabi menerima wahyu secara langsung, tetapi wali hanya menerima apa yang disebut ilham. Kemudian, keistimewaan Nabi disebut dengan mukjizat, sedangkan keistimewaan wali diistilahkan karomah. Kalimatus sawa’-nya sama, yaitu kekasih Allah.

Maka dengan demikian, mempersepsikan karomah seorang wali dengan sebuah klenik, tahayul, dan lain-lain sama saja menegasikan atau menafikan mukjizat Nabi bukan? Sebab, ilmu semua kiai, ulama, dan wali berasal dari Nabi SAW, merekalah pewaris para Nabi. Al-‘Ulama warotsatu al-Anbiya. Istilah warisan bersifat sambung-menyambung, tidak putus. Adanya seorang kiai, ulama, dan wali yaitu untuk memudahkan kita dalam mempelajari ilmu Allah dan Nabi yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis. Sehingga jika tidak berpijak kepada mereka, dapat dipastikan mempersulit diri sendiri dalam memahami agama Allah.

Dari rasionalisasi inilah supremasi Wali Songo tegak dalam membungkam asumsi bahwa cerita mereka hanyalah dongeng belaka. Penghargaan prestisius IBF Award 2014 sebagai buku terbaik dari kategori Nonfiksi Dewasa pada buku Atlas Wali Songo ikut menguatkan bahwa sejarah wali songo sama sekali bukan fiktif, namun nyata secara historis dalam mengislamkan Nusantara dengan segala mistifikasinya.

 Jika yang diinginkan oleh kaum-kaum modernis berpaham postivistik-materilaistik bahwa sejarah itu mesti dapat tangkap nalar dan berwujud, atau kaum fundamentalis yang menganggap bahwa sejarah Wali Songo hanya mitos, klenik dan menyesatkan, Agus Sunyoto dalam buku Atlas Wali Songo telah melakukan penelitian secara ilmiah dengan menyajikan bukti-bukti secara material berupa naskah-naskah kuno, artefak, dan berbagai situs-situs lain yang ikut berkelindan dalam perjalanan sejarah Wali Songo.

Tak hanya itu, dalam buku ini Agus Sunyoto juga  menulis dengan sangat rasional untuk membuktikan secara ilmiah bahwa Wali Songo beserta cerita-cerita yang melingkupinya adalah sebuah fakta sejarah. Dengan demikian, layaklah jika Wali Songo mendapatkan supremasinya di pameran buku-buku Islam yang katanya terbesar di Indonesia itu, bukan?

 

Fathoni, Mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tokoh, Pendidikan HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Manfaatkan Limbah Ternak, GP Ansor Mijen Kembangkan Pupuk Organik

Demak, HMI Tegal Kab - Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Mijen Kabupaten Demak saat ini mengembangkan pembuatan pupuk kompos organik. Ide ini muncul dari keseharian pengurus GP Ansor setempat yang melihat limbah peternakan ayam pedaging di sekitar sekretariat Ansor Mijen.

Melihat kondisi semacam itu GP Ansor Mijen mengundang ahli pertanian dari lembaga Qoryah Toyibah Salatiga, sebuah lembaga swasta yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan pertanian agrobisnis untuk melatih mereka membuat kompos organik.

Manfaatkan Limbah Ternak, GP Ansor Mijen Kembangkan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Limbah Ternak, GP Ansor Mijen Kembangkan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Limbah Ternak, GP Ansor Mijen Kembangkan Pupuk Organik

Ketua Ansor Mijen Ihya’uddin mengatakan, pembuatan dan pengembangan pupuk organik jenis kompos bertujuan untuk pemanfaatan limbah sebagai terobosan kekaryaan pada anggota dan terlebih bisa mandiri baik secara pribadi sebagai anggota maupun mandiri dalam organisasi.

HMI Tegal Kab

“Dengan adanya pembuatan pupuk organik ini diharapkan ke depan Pac Ansor Mijen dapat mandiri secara pribadi maupun organisasi,” kata Ihya kepada HMI Tegal Kab.

Dengan keterbatasan SDM, modal, dan tempat usaha, produksi pupuk ini belum bisa maksimal karena pembuatannya masih mengandalkan lahan terbatas di samping kantor sekretariat Ansor atau Gedung MWC NU Mijen. Ihya merencanakan ke depan Ansor Mijen terus berinovasi mencari formula terbaik untuk meningkatkan produktivitas petani serta akan terus mengembangkan bidang usaha lain.

HMI Tegal Kab

“Pembuatan kompos saat ini masih skala kecil yaitu 2-3 ton per minggu dan hanya menunggu pesanan dari petani atau kelompok tani. Kita akan kembangkan terus termasuk menggandeng investor jika dimungkinkan,” tutur Ihya’uddin.

Kepala Satkoryon Banser Mijen Ahmad Syafiq yang juga selaku koordinator teknis lapangan di kantor sekretariat menegaskan, pembuatan pupuk organik dipimpin Miftahul Rozaq, kader Ansor yang telah mahir dan berpengalaman karena sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan di lembaga Qoryah Thoyyibah Salatiga.

“Pembuatan pupuk ini dipandu langsung oleh ahlinya, Miftahur Rozaq. Ia sudah berpengalaman mengembangkan pupuk organik selama 6 tahun,” tegas Syafiq, Jum’at (29/4) pagi.

Pupuk organik produksi Ansor Mijen diberi merk Pupuk Sakti Ansorindo. Produk ini selain menyuburkan tanah juga bisa menetralkan tanah dari zat-zat kimia yang ada di dalam tanah.

“Dari hasil uji coba di lahan pertanian bawang merah, hasilnya sangat memuaskan sehingga perlu kita kembangkan agar produksi pertanian bisa meningkat,” tambah Syafiq. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita, Pendidikan HMI Tegal Kab

Jumat, 12 Januari 2018

Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro

Ponorogo, HMI Tegal Kab



Sebagai bagian dari kontribusi warga NU untuk kehidupan kebangsaan dan keberagamaan yang damai dan berkeadilan dan demi keutuhan NKRI, warga NU Ponorogo mengikuti apel akbar yang dipimpin Katib Syuriyah PBNU KH Lukman Harist Dimyathi pada Senin malam (24/4).

Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro

Dalam amanatnya, Kiai Luqman yang merupakan pengasuh pesantren Tremas Pacitan itu mengajak kepada warga NU untuk bersama-sama mewaspadai pergerakan organisasi yang anti-Pancasila.

"Kita dukung pemerintah untuk segera membubarkan organisasi-organisasi yang anti-Pancasila! Banser harus siap lahir batin bersama Kiai jaga NKRI," tegasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan atraksi dari pencak silat NU Pagar Nusa, Banser, Fatser, dan kesenian Reog Ponorogo.

HMI Tegal Kab

Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Ponorogo menggelar acara hari lahir ke-94 NU yang dipusatkan di alun-alun Ponorogo, bertepatan dengan hari lahir ke-83 Gerakan Pemuda Ansor dan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Sebanyak 30 ribu warga NU Ponorogo dan sekitarnya, dengan khusyu mengikuti Istighotsah Kubro di Alun-alun Ponorogo. Istighotsah digelar dalam rangka memohon kepada Allah agar Indonesia senantiasa diberikan rasa aman dan damai.

Istighatsah diawali dengan shalat Magrib berjamaah, kemudian dilanjut dengan majlis dzikir dan shalawat Rijalul Ansor, shalat tolak bala dan shalat Isya berjamaah, diteruskan istighotsah kubro yang dipimpin oleh KH Abdul Matin Jawahir (Rais Syuriyah PWNU Jatim).

Istighatsah dihadiri oleh para ulama, seperti KH Abdus Sami Hasyim Mayak, KH Fathurrodji Tantowi, KH Husein Aly, KH Sholichan Al Hafidz, KH Maruf Muchtar Bajang dan KH Luqman Harits Dimyathi (Katib Syuriyah PBNU).

Selain para ulama, hadir pula Bupati Ponorogo H Ipong Muchlissoni dan segenap jajaran Forkopimda Ponorogo. Red: Mukafi Niam

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pendidikan, Nahdlatul, RMI NU HMI Tegal Kab

Selasa, 09 Januari 2018

PBNU Sesalkan Muhammadiyah Tak Ikut Sidang Itsbat

Jakarta, HMI Tegal Kab. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan sikap Muhammadiyah tidak mengikuti Sidang Itsbat awal Ramadhan 1433 H kemarin di kantor Kementerian Agama Jakarta bersama elemen ormas-ormas Islam lainnya, serta MUI dan para pakar astronomi.

“Kita diundang untuk membicarakan persoalan umat. Mestinya Muhammadiyah juga hadir,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada wartawan dalam acara buka bersama di kantor PBNU Jakarta, Sabtu (11/8) lalu.

PBNU Sesalkan Muhammadiyah Tak Ikut Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sesalkan Muhammadiyah Tak Ikut Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sesalkan Muhammadiyah Tak Ikut Sidang Itsbat

“Soal beda pendapat itu hal biasa, silakan disampaikan pada saat sidang istbat,” tambahnya.

HMI Tegal Kab

Seperti diwartakan, Muhammadiyah beberapa waktu lalu menyatakan tidak akan mengikuti sidang isbat untuk penentuan awal Ramadhan dan bulan-bulan lainnya, termasuk dalam penentuan awal Syawal 1433 H ini.

HMI Tegal Kab

Menurut Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj, dalam penentuan awal bulan qamariyah, Muhammadiyah berpegang pada ketentuan umum yang digariskan dalam nash Al-Qur’an dan hadits Nabi.

“Sementara NU berpegang pada ketentuan khusus, atau semacam Juklak (petunjuk pelaksanaan) yang disebutkan dalam banyak sekali hadits Nabi, yakni dengan melaksanakan rukyatul hilal,” tambahnya.

Menurutnya, perbedaan dalam penetapan awal bulan masih bisa dicari titik temunya, antara lain melalui pelaksanaan sidang itsbat bersama pemerintah yang diwakili Kementerian Agama.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pendidikan HMI Tegal Kab

Senin, 01 Januari 2018

Ayo Daftar, Festival Rebana Nasional di ITB!

Jakarta, HMI Tegal Kab

Unit Rebana ITB (Institut Teknologi Bandung) bakal menggelar Grand Festival Rebana Nasional pada 26-27 Maret 2016 di Aula Timur ITB, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan yang mengolaborasikan shalawat dan seni music ini menyajikan lomba rebana banjari murni, rebana nusantara, dan nasyid dengan tema “Simfoni Rebana Negeri”.

Tema tersebut diangkat untuk mempersatukan seluruh tim-tim rebana perguruan tinggi di seluruh Indonesia agar selaras dan saling melengkapi dalam melestarikan rebana. Sebagai hasilnya, diharapkan semua perguruan tinggi yang memiliki tim rebana semakin semangat dalam syiar dan pelestarian seni tradisional khususnya rebana di daerahnya masing-masing.

Ayo Daftar, Festival Rebana Nasional di ITB! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo Daftar, Festival Rebana Nasional di ITB! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo Daftar, Festival Rebana Nasional di ITB!

“Pada tahun 2014 URI (Unit Rebana ITB) telah sukses dalam menyelenggarakan festival rebana se-Bandung Raya dan di tahun ini, URI akan menyelenggarakan festival rebana tingkat nasional,” demikian rilis yang diterima HMI Tegal Kab, Jumat (18/3).

HMI Tegal Kab

Pendaftaran lomba ini dibuka 4 Februari sampai 17 Maret 2016. Festival yang jumlah pesertanya dibatasi ini membagi perlombaan dalam tiga kategori, yakni rebana banjari, rebana nusantara, dan nasyid. Informasi seputar registrasi dapat diperoleh dengan menghubungi 085866307084 (Abror) atau media sosial resmi festival ini.

HMI Tegal Kab

Selain perlombaan rebana dan nasyid, festival ini juga berisi diskusi ilmiah dan seminar seputar musik dalam Islam. Sejumlah narasumber yang disiapkan antara lain Dang Faturrahman (pengamat musik yang juga akan menjadi juri di salah satu kategori lomba), Sabrang alias Noe “Letto” (vokalis grup band Letto), Acep Zamzam Noor (budayawan dan seniman), serta Khofifah Indar Paranwansa (Menteri Sosial RI). Diskusi ilmiah rencananya digelar pada hari kedua, yaitu Ahad pukul 18.30 WIB. Pihak panitia juga mengundang? mantan ibu Negara Ny Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid,

Unit Rebana ITB atau disingkat URI merupakan unit kegiatan mahasiswa yang bergerak dalam bidang kesenian musik islam, yaitu rebana. URI merupakan salah satu unit yang menggemakan shalawat di kampus Ganesha dengan menyelenggarakan kegiatan shalawat dalam berbagai bentuk. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Pendidikan, RMI NU HMI Tegal Kab

Senin, 25 Desember 2017

Najwa Shihab Berani di Tivi, eh, Baca Puisi Ditemani Bapaknya

Jakarta,HMI Tegal Kab

Inayah Wulandari dan Ratih Sanggarwati didaulat sebagai pemandu acara “Doa untuk Palestina” di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis malam (24/8). Acara yang diinisiasi Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) itu menghadirkan belasan penyair dan tokoh untuk membaca puisi.  

Najwa Shihab Berani di Tivi, eh, Baca Puisi Ditemani Bapaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Najwa Shihab Berani di Tivi, eh, Baca Puisi Ditemani Bapaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Najwa Shihab Berani di Tivi, eh, Baca Puisi Ditemani Bapaknya

“Selanjutnya ini adalah...,” ucap Ratih Sanggarwati ketika akan memanggil Najwa Shihab untuk membacakan puisi.

“Selanjutnya ada seorang perempuan yang terkenal sangat berani. Perempuan ini punya acara sendiri di tv, dan di acara tivinya,” Inayah Wahid melanjutkan ucapan Ratih.

HMI Tegal Kab

Sepertinya hadirin sudah tahu siapa tahu meski Inayah dan Ratih belum menyebutkannya. Dengan deskripsi beberapa kalimat itu, mereka sudah  tahu siapa yang akan tampil. Tanpa dikomandoi siapa pun, mereka langsung bertepuk tangan.

“Geer ya, belum tentu kan apa yang mereka pikir,” kata Ratih.

HMI Tegal Kab

“Dipikir siapa? Wong saya ngomongin OK Jek kok,” jawab Inayah menyebutkan film yang dibintanginya.  

“Waduh, promosi,” kata Ratih.

“Di acara tivinya,” lanjut Inayah, “Mbak ini berani banget, selalu mencecar dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dengan tajam. Tapi yang saya bingung, si mbak yang terkenal berani ini, malam ini, mungkin karena terbiasa bergaul dengan hal-hal politik, sosial, ekonomi, mungkin tidak paham puisi,” lanjut putri bungsu KH Abdurrahman Wahid. 

Ngenyek (menghina) banget,” sergah Ratih.

“Mungkin ketakutan. Soale enggak berani baca sendiri, Mbak, malam ini minta ditemani bapaknya.”

Kemudian mereka menyebutkan Najwa Shihab dan Quraish Shihab.

“Abah, sebetulnya ada satu Shihab lagi di ruangan ini, di Indonesia lho, Bah, maksudnya, yang ada di Indonesia, jangan keliru, bukan Shihab yang lain. Namanya Alwi Shihab. Ami Alwi, adiknya Abi. Tadi saya ajak ke panggung, katanya malam ini tugasnya cuma satu, foto kami berdua, dan kirim ke Watshaap grup keluarga Shihab, yang di Indonesia, sekali lagi.  

Najwa dan ayahnya yang penulis Tafsir Al-Misbah itu membacakan syair karya Samih Al-Qashim Risalatun minal Mu’taqad atau Surat dari Penjara. Sang ayah membaca versi bahasa Arab, sementara Najwa membaca terjemahannya, yang dilakukan Ulil Abshar Abdalla. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pendidikan, Quote HMI Tegal Kab

Minggu, 24 Desember 2017

PMII Kentingan Bahas Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa

Solo, HMI Tegal Kab - Semakin massifnya informasi yang menyebar lewat media massa maupun sosial, membuat kebutuhan pembelajaran akan pengelolaan opini dan gerakan massa menjadi penting.

Hal itu menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diselenggarakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan UNS di Pesantren Al-Barokah Gunting Sambi Wonosari Klaten, Jumat-Ahad (6-8/1).

PMII Kentingan Bahas Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kentingan Bahas Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kentingan Bahas Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa

“Pengelolaan opini dan gerakan massa ini penting, untuk menyikapi informasi di media massa yang semakin hari semakin tak terkontrol dan tak bertanggung jawab.,” terang Ketua PMII Komisariat Kentingan Tsaniananda, Ahad (8/1).

HMI Tegal Kab

Ditambahkan Ninda, kader PMII perlu untuk mengkritisi informasi yang datang dan berbagai kabar yang bertebaran. “Perlu pula untuk memassifkan gerakan media massa dan selalu menggiring opini masyarakat untuk menjadi masyarakat ysng cerdas dalam mengolah informasi,” ujarnya.

Kegiatan PKD yang mengambil tema “Revitalisasi Gerakan dan Pengukuhan Kader sebagai Bekal Pengabdian di Dalam Kampus” tersebut, tak hanya diikuti para anggota PMII dari Solo, tetapi juga daerah lainnya seperti Surabaya, Tegal, Bojonegoro, Bandung, dan bahkan dari Gowa.

HMI Tegal Kab

“Tema revitalisasi gerakan ini sengaja dipilih, karena kampus adalah ruang aktualisasi pengabdian mahasiswa,” papar Ninda.

Pihaknya berharap, setelah kegiatan PKD ini, para kader memiliki semangat perjuangan membela kaum mustadafin serta menjadi intelektual organik yang berkomitmen mengamalkan ilmunya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Halaqoh, Pendidikan, Internasional HMI Tegal Kab

Minggu, 17 Desember 2017

NU akan Perluas Pendirian PT di Ibukota Provinsi dan Kota Besar

Jakarta, HMI Tegal Kab. Selama lima tahun terakhir, PBNU mendirikan 23 perguruan tinggi (PT) Nahdlatul Ulama yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Upaya tersebut akan terus diperluas dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan semakin banyaknya lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) setelah pemberlakukan wajib belajar 12 tahun.

NU akan Perluas Pendirian PT di Ibukota Provinsi dan Kota Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU akan Perluas Pendirian PT di Ibukota Provinsi dan Kota Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU akan Perluas Pendirian PT di Ibukota Provinsi dan Kota Besar

Wakil Sekjen PBNU H Hanif Saha Ghofur menjelaskan NU memiliki aset sangat besar yang bisa dikapitalisasikan untuk pendirian universitas. Dalam hal ini, pendirian perguruan tinggi baru akan diarahkan di ibukota propinsi dan kota besar di seluruh Indonesia.

“Ada beberapa tempat yang akan kita dirikan seperti di Sulawesi barat, Kalimantan utara, Bengkulu, Riau, dan kemungkinan Maluku karena di situ sudah ada. Maluku sudah ada proposal, yang kita perlu perbaiki kembali. Bengkulu sudah siap tahun ini, Kalimantan utara mungkin tahun depan. Kalimantan utara mungkin tahun depan,” katanya kepada HMI Tegal Kab baru-baru ini.

HMI Tegal Kab

Ia menjelaskan, Indonesia akan mengalami booming lulusan SLTA pada 2017 setelah peningkatan lulusan kewajiban pendidikan menengah universal atau wajib belajar 12 tahun mulai lulus pada 2017. Dengan demikian, Indonesia membutuhkan banyak perguruan tinggi untuk menyerap. 

“Itu kan tidak hanya bisa dipenuhi oleh perguruan tinggi yang didirikan oleh negara atau PTN, tentu dibutuhkan PTS. Ini mengantisipasi ledakan yang akan dimulai pada 2017. Makanya, perguruan tinggi NU sudah melakukan identifikasi beberapa pasar, berapa lulusan SMA yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, berapa responnya. Ini yang sekarang kita lakukan,” katanya. 

HMI Tegal Kab

“Kita akan melihat, tidak semua daerah akan mendirikan perguruan tinggi. Bahkan kami akan menolak jika tidak memiliki potensi. Kalau kekayaanya terserak, akan dikonsolidasikan antara dua atau tiga cabang NU,” imbuhnya.

Menurutnya, terdapat empat beberapa tantangan pendirian perguruan tinggi NU, pertama soal kepemilikan aset. Kedua, kesiapan infrastruktur pembelajaran, mulai dari lab, bengkel, perpustakaan. Ketiga, kesiapan SDMdan biaya operasional.

“PBNU memberi jaminan 3 milyar per program studi, kalau ada 10 prodi kan 3.5 milyar rupiah dan PBNU siap lah untuk itu. Tetapi masing-masing daerah harus punya dana operasional,” tandasnya.

Untuk itu, PBNU sudah melakukan sejumlah pelatihan bagi perguruan tinggi baru seperti pelatihan manajemen pemasaran, manajemen pencitraan, manajemen aset, dan lainnya agar pengelolaan perguruan tinggi tersebut bisa berjalan dengan baik.

Sejauh ini, perguruan tinggi NU bisa digolongkan dalam dua kelompok, pertama, dimiliki langsung oleh PBNU yang dikelola dibawah Badan Pengelola Perguruan Tinggi NU (PT PTNU). Sementara itu, secara keseluruhan, perguruan tinggi berbasis NU tergabung di Lembaga Perguruan Tinggi NU (LPTNU) yang jumlah totalnya mencapai 2014.

“Tentu kita kepingin bersinergi positif sehingga ada sinergi yang luar biasa, merajut antara perguruan tinggi dan pesantren,” tandasnya. 

Ia juga mendorong beberapa perguruan tinggi NU yang selama ini masih independen untuk masuk dalam pengelolaan BP PTNU. Beberapa yang sudah positif masuk diantaranya adalah Universitas Islam Jember dan Universitas NU Surakarta. Beberapa lainnya masih dalam proses.

Ke depan, bukan hanya penambahan kuantitas, tetapi juga akan dikembangkan kualitasnya, “kita harus mengembangkan potensi untuk mengangkat keunggulan. Ini yang perlu kita kembangkan. Artinya ngak bisa perguruan tinggi kita tidak bermutu. Nanti kita petakan, mana yang potensial, diangkat sebagai unggulan.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kyai, Pendidikan HMI Tegal Kab

Selasa, 05 Desember 2017

Piala Presiden, IPNU Pamekasan Apresiasi Suporter Bawa Sajadah

Pamekasan, HMI Tegal Kab - Pengurus harian IPNU Pamekasan mengapresiasi imbauan Bupati Pamekasan Achmad Syafii supaya pendukung kesebelasan membawa sajadah ke stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan. Itu guna menjaga keutuhan shalat selama Piala Presiden 2017 bergulir.

"Apalagi Pemkab Pamekasan sudah membangun mushalla di area stadion. Itu sangat bagus dan mungkin satu-satunya stadion di Indonesia yang menjunjung tinggi religiusitas supporternya," kata Ketua IPNU Pamekasan Kadarisman, Rabu (8/2).

Piala Presiden, IPNU Pamekasan Apresiasi Suporter Bawa Sajadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Piala Presiden, IPNU Pamekasan Apresiasi Suporter Bawa Sajadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Piala Presiden, IPNU Pamekasan Apresiasi Suporter Bawa Sajadah

Kadarisman berharap, imbauan Bupati Syafii betul-betul diperhatikan oleh panitia pelaksana dan supporter. Dengan begitu, hiburan dunia berupa sepakbola tidak begitu mengganggu rutinitas ibadah.

Ia mengatakan, Kabupaten Pamekasan layak menjadi salah satu tuan rumah Piala Presiden 2017. Terdapat 4 tim yang bersaing di grup E di stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan: Madura United FC sebagai tuan rumah, Semen Padang FC, PSCS Cilacap, dan Perseru Serui.

HMI Tegal Kab

Pertandingan pertama berlangsung pada Rabu (8/2) sore pukul 15.00 WIB yang mempertemukan Perseru Serui melawan PSCS Cilacap. Pukul 18.30 berikutnya, Madura United menjamu Semen Padang di stadion yang diklaim berkapasitas 35.000 penonton.

"Imbauan bupati sudah kami sambungkan ke pimpinan 4 Suporter Madura Bersatu dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Yaitu, Taretan Dhibik, Trunojoyo Mania, Peccot Mania, dan K-ConK Mania," kata Ketua Panitia Muhammad Alwi. (Hairul Anam/Alhafiz K)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pendidikan, IMNU HMI Tegal Kab

Kamis, 30 November 2017

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan

Semarang, HMI Tegal Kab

Mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Prof Dr Imam Suprayoga menyatakan, sistem pendidikan di Indonesia telah salah besar karena meninggalkan pola pesantren. Ia katakan, pendidikan terbaik adalah model pondok pesantren. Maka jika ingin sekolah atau perguruan tinggi menghasilkan lulusan terbaik, buatkan dengan mengikuti model pesantren.

Namun, pesantren juga perlu dikembangkan manajemennya atau bidang entrepreneurshipnya. Beberapa kekurangan di lembaga pesantren seperti tata administrasi juga perlu dibenahi agar semakin sempurna kebaikannya

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan

Guru  besar yang semasa menjadi rektor UIN Malang mengasramakan 4 ribu mahasiswanya ini menyatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam Seminar Entrepreneur & Soft Launching 50 Tahun Dies Natalis IKIP Veteran (Ivet) Semarang, di Auditorium kampus tersebut di Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Selasa, (23/2/2016).

"Filosofi pendidikan itu harusnya menunggui murid sepanjang masa belajar. Seperti ayam betina mengerami telurnya. Maka guru maupun lembaga pendidikan perlu menerapkan pola pengasuhan. Dan itu berarti memakai pola pondok pesantren," ujar guru dosen senior yang pernah 41 tahun menjadi kepala madrasah dan sekolah di Jawa Timur ini.

Ia jelaskan, pesantren menerapkan pendidikan kepada hati. Kepada jiwa. Mendidik akhlak agar sempurna mulia. Hasilnya, tidak hanya hati yang menjadi bercahaya, melainkan otak juga cemerlang. Terbukti, diungkapkannya, semua lulusan terbaik setiap wisuda sarjana di UIN Malang selalu mahasiswa yang tinggal di asrama mahasiswa. Di pesantren kampus. Dan hampir semuanya hafal Al-Quran.

HMI Tegal Kab

"UIN Malang mengasramakan mahasiswa dengan maksud mengontrol belajar mereka agar lulus cepat dengan nilai bagus. Ternyata dengan pola pondok pesantren yang menekankan aspek moral, kami dapat bonus. Para mahasiswa yang adalah santri itu tidak hanya menjadi pintar akademiknya, melainkan juga hafal kitab sucinya. Jadi karena mereka menghafalkan Al-Quran, otaknya jadi encer dan ilmu begitu mudah dikuasai," tuturnya disambut tepuk tangan hadirin.

Imam menceritakan, dulu semasa ia pertama menjadi rektor, UIN Malang adalah kampus kecil kelas ndeso. Namanya Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Malang. Mahasiswanya hanya sedikit dan hanya berasal dari Malang dan sekitarnya. Dosennya hanya 43 orang dan sudah tua semua. Enam bulan diberi tugas mengajar, sudah tujuh orang yang meninggal dunia.

HMI Tegal Kab

Lalu dengan keyakinan kuat, ia ajak seluruh elemen kampus untuk memajukan almamater. Caranya dengan mengamalkan sebuah hadis Rasulullah tentang perlunya memiliki tamu yang banyak, karena tamu membawa berkah.

"Kami dulu kampus kecil tidak terlihat. Lalu kami bertekad maju, kami buat agar punya banyak tamu. Dengan mencari celah apapun yang bisa mengundang orang mau datang bertamu. Alhamdulillah hasilnya nyata," paparnya.

Kepada para kepala SMK berbasis pesantren yang hadir dalam seminar tersebut Imam memberi saran, setiap SMK harus mencari dan menonjolkan keunikan masing-masing agar mengundang datangnya tamu. Tamu yang banyak akan membuat para pegawai, dosen, dan mahasiswa bangga. Lalu bersemangat ingin menunjukkan yang terbaik kepada para tamunya. Jadi, tanpa diceramahi rektor, seluruh elemen kampus bergerak, berimprovisasi untuk kemajuan kampusnya. Itulah kunci awal perkembangan.

Pentingkan bahasa asing

Imam mengaku heran dengan para pemangku perguruan tinggi. Semua mengeluh soal kurangnya penguasaan bahasa asing para dosen maupun mahasiswa, tapi tak ada upaya serius mengurai masalah itu. Sehinga seolah semua menjadi jeleh  tidak tahu apa yang harus diperbuat. Hanya berhenti pada keluhan.

Maka iapun membuat gebrakan. Ia langgar silabus dan kurikulum pergurutan tinggi. Jam kuliah bahasa asing di IAIN Malang (kini UIN Malang) dia ubah dari 2 jam seminggu menjadi minimal 4 jam setiap hari. Dia wajibkan mahasiswa baru masuk asrama, wajib mengikuti pelajaran bahasa asing mulai jam 14 sampai malam. Wajib menjadi santri yang aktif berbincang dalam bahasa asing di bawah pengawasan pengasuh asrama.

Hasilnya, kata dia, seluruh mahasiswa mampu berbahasa asing bagus minimal satu bahasa asing. Banyak yang menguasai dua atau lebih bahasa asing. Bahkan rata-rata bisa menulis skripsi dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing. Satu orang diantaranya menulis skripsi dalam sembilan bahasa.

"Program kami, minimal bahasa Arab dan Inggris harus menjadi kompetensi setiap lulusan UIN Malang. Alhamdulillah kami cukup berhasil. Mahasiswa kami yang dari luar negeri saja berasal dari 32 negara," ucapnya bangga.

Didik hati, hasilkan profesionalisme

Lebih lanjut Imam memaparkan, mendidik hati manusia, menempa ruh mereka, akan menghasilkan jiwa yang profesional. Dan itulah yang sangat dibutuhkan dalam dunia entrepreneur. Jika orang butuh pegawai yang profesional, jangan mencari dari lulusan manajemen "sekular" tetapi carilah dari orang yang ditempat dengan pendidikan rohani.

Ia ceritakan, Ponpes Sidogiri Pasuruhan punya lembaga keuangan Baitul Mal wa Tamwil (BMT) yang asetnya Rp 16 triliun. Padahal di pesantren itu tidak ada sekolah manajemen keuangan atau fakultas ekonomi jurusan perbankan. Sedangkan Universitas Brawijaya yang punya jurusan Koperasi, justru Koperasi Mahasiswanya bangkrut. Sehingga datang ke Sidogiri untuk studi banding belajar mengelola uang.

"Dengan  pesantren mendidik hati para santri, kiai menjadi sentral panutan moral, terciptalah insan profesional. Sehingga disuruh mengelola uang sampai triliunan rupiah mampu. Amanah. Kalau hanya mengajar soal manajemen, hanya ada orang pintar tapi potensial ngakali atau akal-akalan," tandasnya.

Sosok Kiai Mahfud Sobari, pengasuh pesantren Pacet Mojokerto juga ia jadikan contoh kesuksesan di bidang entrepreneurship. Kiai sahabatnya itu, kata Imam, merupakan sosok konglomerat. Usahanya macam-macam, sampai dia tanya ga pernah bisa ngitung penghasilannya.

Namun ketiga dia desak, Kiai Mahfud pernah cerita bahwa penghasilannya setiap bulan tak boleh kurang dari Rp 2 miliar. Sebab dia harus menghidupi empat istri, membiayai 20 anak kandung, puluhan yatim piatu dan membantu ratusan santri yang diasuhnya.

"Saya pernah membawa dosen-dosen UIN Malang ke rumah Kiai Mahfud. Mendengar tuan rumah punya istri empat, ibu-ibu pada jengkel dan menilai buruk beliau. Setelah diberitahu kalau penghasilan beliau per bulan Rp 2 miliar, eh, ibu-ibu itu bilang; lha kalau gitu ya saya mau jadi istrinya," tuturnya disambut tawa hadirin. (Ichwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pesantren, Pendidikan, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Minggu, 12 November 2017

Hukum Berdiri saat Mahallul Qiyam di Tengah Peringatan Maulid

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Kepada yang terhormat admin bahtsul masail HMI Tegal Kab, saya mau menanyakan perihal berdiri di tengah peringatan maulid. Apakah hukum berdiri ketika Barzanjian saat bacaan tertentu yang dikenal dengan sebutan mahallul qiyam? Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Abdul Fattah/Kalimantan Selatan)

Hukum Berdiri saat Mahallul Qiyam di Tengah Peringatan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Berdiri saat Mahallul Qiyam di Tengah Peringatan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Berdiri saat Mahallul Qiyam di Tengah Peringatan Maulid

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Peringatan maulid di Indonesia lazimnya diisi dengan pembacaan rawi atau sejarah hidup Nabi Muhammad SAW.

HMI Tegal Kab

Di tengah pembacaan rawi ini pada bagian tertentu orang-orang tua dan guru kita mendadak berdiri dari duduk bersilanya. Mereka membaca shalawat bersama-sama. Ini merupakan cara bagaimana mereka memberikan contoh kepada generasi umat Islam selanjutnya perihal penghormatan bagi Rasulullah SAW.

HMI Tegal Kab

Saudara penanya yang budiman, memang kita tidak menemukan dalil baik Al-Quran maupun hadits secara spesifik yang memerintahkan atau melarang kita untuk berdiri di tengah pembacaan rawi. Hanya saja hal ini lebih didorong oleh rasa hormat dan takzim yang begitu besar dari umat kepada rasul yang mereka cintai.

Sementara berdiri yang dilakukan oleh orang tua dan para guru kita lebih karena akhlak mereka terhadap Rasulullah SAW. Para orang tua kita jelas meneladani akhlak para ulama sebagai pewaris para nabi terhadap rasulnya. Ada baiknya kita telaah uraian Sayid Bakri bin Sayid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam I‘anatut Thalibin sebagai berikut.

?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?.

Artinya, “Sudah menjadi tradisi bahwa ketika mendengar kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut-sebut, orang-orang akan berdiri sebagai bentuk penghormatan bagi rasul akhir zaman. Berdiri seperti itu didasarkan pada istihsan (anggapan baik) sebagai bentuk penghormatan bagi Rasulullah SAW. Hal ini dilakukan banyak ulama terkemuka panutan umat Islam.

Al-Halabi dalam Sirah-nya mengutip sejumlah ulama yang menceritakan bahwa ketika majelis Imam As-Subki dihadiri para ulama di zamannya,? Imam As-Subki membaca syair pujian untuk Rasulullah SAW dengan suara lantang,

‘Sedikit pujian untuk Rasulullah SAW oleh tinta emas//di atas mata uang dibanding goresan indah di buku-buku

Orang-orang mulia terkemuka bangkit saat mendengar namanya//berdiri berbaris atau bersimpuh di atas lutut’


Selesai membaca syair Imam As-Subki berdiri yang kemudian diikuti oleh para ulama yang hadir. Kebahagiaan muncul di majelis tersebut dan maulid Rasulullah SAW diperingati di dalamnya.

Pertemuan umat Islam demi kelahiran Rasulullah SAW juga didasarkan pada istihsan,” (Lihat Sayid Bakri bin Sayid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, Darul Fikr, Beirut, Libanon, tahun 2005 M/1425-1426 H, juz III, halaman 414).

Dari keterangan di atas kita dapat menarik simpulan bahwa berdiri saat pembacaan rawi berlangsung bukan dilatarbelakangi oleh sebuah perintah wajib di dalam Al-Quran atau hadits. Aktivitas berdiri ketika itu lebih didorong oleh akhlak umat terhadap nabinya. Para ulama memandang bahwa berdiri untuk menghormati Rasulullah SAW adalah sesuatu yang baik (istihsan).

Selagi fisik masih sehat, hadirilah majelis-majelis yang memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW karena di situ rahmat Allah ta’ala turun sehingga menambah pengalaman batin tidak sedikit orang yang hadir. Di samping itu ada baiknya kita berdiri saat mahallul qiyam sebagai bentuk cinta dan takzim kita kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga Allah memberikan mandat syafa’at kepada Rasul-Nya untuk menyelamatkan kita di dunia maupun di akhirat.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, AlaNu, Pendidikan HMI Tegal Kab

Jumat, 27 Oktober 2017

Gandeng Australia, LPBINU Tingkatkan Kapasitas Tanggap Bencana

Jakarta, HMI Tegal Kab. Pengurus Pusat Lembaga Penanunggalan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) peluncuran program “Peningkatan Kapasitas dalam Kesiapsiagaan Bencana untuk Respon yang Cepat dan Efektif” di Gedung PBNU Lantai 5 Jakarta Pusat, Selasa (14/6) sore.

Ketua LPBINU M Ali Yusuf memaparkan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama tahun 2015 menunjukkan dari jumlah kejadian, jumlah korban dan kerugian yang disebabkan longsor merupakan yang pertama, disusul banjir, dan puting beliung.?

BNPB juga menyebut ada lebih dari 1.500 bencana terjadi di Indonesia dan menyebabkan lebih dari 240 korban jiwa serta lebih dari 837 ribu orang mengungsi, serta kerugian material yang sangat besar.

Gandeng Australia, LPBINU Tingkatkan Kapasitas Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Australia, LPBINU Tingkatkan Kapasitas Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Australia, LPBINU Tingkatkan Kapasitas Tanggap Bencana

Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya termasuk masyarakat telah melakukan berbagai hal. Namun, penanggulangan bencana khususnya tanggap darurat bencana dirasakan belum maksimal. Banyaknya kejadian bencana yang terjadi belum dapat ditangani secara cepat, kurang efektif dan masih berdampak besar. Hal tersebut disebabkan di antaranya oleh minimnya kompetensi pemangku kepentingan. Tidak adanya sistem tanggap darurat bencana yang efektif yang dapat digunakan dalam aktivitas respon darurat, kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan, dan kurangnya korelasi antara kegiatan kesiapsiagaan dengan implementasi pada saat tanggap darurat.

Oleh karena itu, sambung Ali, Nahdlatul Ulama melalui LPBINU bekerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) akan melaksanakan program “Mendukung Pemerintah dan Masyarakat Lokal untuk Meningkatkan Kapasitas dalam Kesiapsiagaan Bencana untuk Respon Bencana yang Cepat dan Efektif (SLOGAN-STEADY)”.

HMI Tegal Kab

Tujuan umum dari program ini adalah untuk mengelola risiko dan dampak bencana melalui penguatan kapasitas kesiapsiagaan dan respon bencana. Upaya kesiapsiagaan bencana dibutuhkan untuk memastikan sistem dan prosedur dapat diimplementasikan. Kemudian sumber daya siap dimobilisasi secepat mungkin demi efektifitas kegiatan pemberian bantuan sehingga mempermudah tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi agar risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ani Isgiyati dari BNPB, Natalie Cohen ? dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, Bina Suhendra ? dan Sultonul Huda dari PBNU. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab IMNU, Pendidikan HMI Tegal Kab

Rabu, 11 Oktober 2017

Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini

Sidoarjo, HMI Tegal Kab. Wakil Sekretaris PCNU Sidoarjo Ustadz M Rifai menuturkan tiga hal yang harus direalisasikan oleh setiap organisasi terutama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU).

"Tiga ini yang harus direalisasikan oleh IPNU-IPPNU, pertama penataan organisasi. NU di seluruh tingkatan bisa berjalan dengan baik bagi seluruh Lajnah, Banom dan tingkatan di cabang," tuturnya saat memberikan sambutan pada acara Pondok Aswaja VII di Ponpes Chusnaini Klopo Sepoloh Sukodono Sidoarjo, Sabtu (4/7).

Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini

Kedua, peningkatan amaliyah. Saat ini banyak yang menggunakan Aswaja, tetapi bukan NU. Maka dari itu, pihaknya meminta supaya mengikuti Aswaja yang Nahdlatul Ulama.

HMI Tegal Kab

"Pondok Aswaja ini silakan diikuti dengan baik, sebagai bekal. Orang itu berbeda, antara yang ikut pondok Aswaja atau tidak. Karena nanti itu terlihat dari peningkatan wawasan Aswajanya," ungkapnya. 

HMI Tegal Kab

Banyak pemuda yang tergiur dengan ISIS. Tapi NU tidak mengenal paham garis geras. Untuk membentengi dari radikalisme itu sendiri harus mengikuti kegiatan seperti Pondok Aswaja.

"Sikap NU di tengah masyarakat adalah tawazun, tawasuth, tasamuh, i’tidal, dan Amar maruf nahi mungkar. Itu yang harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Ketiga, tentang pendidikan. Jangan sampai pendidikan kalah dengan perkara lain. Karena pendidikan itu sangat penting. Pondok Aswaja yang dilakukan oleh IPNU-IPPNU itu mungkin akan menemukan kesulitan. 

“Karena menerapkan istiqomah itu tidak mudah, namun jika dilakukan dengan konsisten, pasti akan terwujud,” ujarnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nusantara, Pendidikan, Internasional HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock