Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2018

48 Pesantren Siap Berlaga di LSN Region Sumatera VIII-Lampung

Lampung Timur, HMI Tegal Kab - Setelah melakukan pertemuan teknis dengan para calon tim pesantren Liga Santri Nusantara (LSN) Region Sumatera VIII - Lampung pada Rabu (23/8) lalu, kini panitia pelaksana Liga Santri Nusantara Region Sumatera VIII – Lampung terus berkonsentrasi menyiapkan hal lain pada hari H nanti, di antaranya cek lapangan.

“Kick off nanti akan dilaksanakan pada hari Senin sore, 28 Agutus 2017 di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur oleh karenanya panitia semaksimal mungkin untuk menyambut para santri peserta LSN, dan ribuan warga Nahdliyyin,” kata Munir A Haris, Koordinator Liga Santri Nusantara Region VIII Sumatera – Lampung, di Lampung Timur, Jumat (25/8).

48 Pesantren Siap Berlaga di LSN Region Sumatera VIII-Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
48 Pesantren Siap Berlaga di LSN Region Sumatera VIII-Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

48 Pesantren Siap Berlaga di LSN Region Sumatera VIII-Lampung

Ia mengaku bersyukur selalu mendapat dukungan moral dari tokoh-tokoh NU Lampung, termasuk dari Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur Syahrudin Putra.

“Pak Sekda berpesan kepada kami agar LSN tahun 2017 ini harus berjalan sukses dan panitia harus bekerja ekstra keras dalam event nasional karena akan dihadiri ribuan lapisan masyarakat,” pungkas mantan Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

HMI Tegal Kab

Berikut nama-nama 48 Tim Pesantren Liga Santri Nusantara Region Sumatera VIII – Lampung tahun 2017, yaitu ;

1. Pesantren Roudlotuussolihin, Lampung Selatan

HMI Tegal Kab

2. Pesantren Al-Farabi, Pesawaran

3. Pesantren Madinatul Ilmi, Pringsewu

4. Pesantren Al-Hikmah, Way Halim, Kota Bandar Lampung

5. Pesantren Darussaadah, Gunung Sugih, Lampung Tengah

6. Pesantren Walisongo, Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah

7. Pesantren Walisongo, Lampung Utara

8. Pesantren Istiqlal, Lampung Utara

9. Pesantren Al-Fadlu, Tulang Bawang

10. Pesantren Darul Hidayah Al-Ansori, Tulang Bawang Barat

11. Pesantren Darul Huda, Mesuji

12. Pesantren Al-Falah, Tanggamus

13. Pesantren Darul Amal, Kota Metro

14. Pesantren Shodiqussalam, Lampung Tengah

15. Pesantren Darussalam, Pasir Sakti, Lampung Timur

16. Pesantren Mathlaul Huda, Pringsewu

17. Pesantren Miftahul Huda, Lampung Timur

18. Pesantren Asyaroniyah, Lampung Timur

19. Pesantren Minhajuth Thullab, Lampung Timur

20. Pesantren Darul Ulya, Kota Metro

21. Pesantren Tribakti Attaqwa, Raman Utara, Lampung Timur

22. Pesantren Darul Maarif, Lampung Timur

23. Pesantren Darul Ulum, Lampung Timur

24. Pesantren Riyadatul Ulum, Lampung Timur

25. Pesantren Roudlotuth Tholibin, Kota Metro

26. Pesantren Raudlatul Huda Al-Islamy, Pesawaran

27. Pesantren Darussalamah, Brajadewa Lampung Timur

28. Pesantren Raudlatul Hidayah, Lampung Timur

29. Pesantren Darul Hidayah, Lampung Timur

30. Pesantren Mambaul Ulum, Lampung Timur

31. Pesantren Darul Islah, Lampung Timur

32. Pesantren Darun Najah, Lampung Timur

33. Pesantren Hidayatul Quran, Lampung Timur

34. Pesantren Miftahul Huda, Lampung Timur

35. Pesantren Tribakti Darul Falah, Lampung Utara

36. Pesantren Roudloturridwan, Lampung Timur

37. Pesantren Al-Huda, Lampung Selatan

38. Pesantren Al-Banin, Kota Bandar Lampung

39. Pesantren Miftahussalam, Lampung Timur

40. Pesantren Daarul Hamdi, Lampung Timur

41. Pesantren Darussalam, Sidorejo Lampung Timur

42. Pesantren Al-Istiqomah Al-Amin, Lampung Selatan

43. Pesantren Bustanul Ulum, Lampung Tengah

44. Pesantren Raudlotussolihin, Lampung Tengah

45. Pesantren Miftahurrahmah, Pesisir Barat

46. Pesantren Darul Quran, Lampung Timur

47. Pesantren Alqodiriyah, Lampung Timur

48. Pesantren Mutaalimin, Lampung Timur

(Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nasional, Quote HMI Tegal Kab

Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron

Cianjur,HMI Tegal Kab

Para pelaku penganiayaan terhadap kiai di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat sampai saat ini masih bisa menghirup udara bebas. Polisi masih belum mampu meringkusnya. Salah seorang yang diduga pelaku pun, kini dibebaskan dengan alasan tidak cukup bukti.

Sebagaimana diketahui, seorang kiai di Cianjur atas nama Hasyim Asari bin KH Opan Sopyan, pengasuh Pondok Pesantren Al-Muin, Cibangban, Warungkondang dikeroyok empat orang pada Senin (28/6) atau tiga hari puasa Ramadhan. Ia adalah kiai yang hafiz Al-Qur’an 30 juz kelahiran 1987.

Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron

Menurut kuasa hukum korban, Elis Rahayu, berdasarkan laporan korban, pelaku berjumlah lima orang. Mereka melakukan pengeroyokan dengan cara memukuli secara bersama-sama menggunakan kepalan tangan ke bagian muka dan kepala korban. Seorang pelaku memukul menggunakan sebuah batu ke kepala bagian belakang korban.

HMI Tegal Kab

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka sobek di bagian alis sebelah kanan, luka sobek di kepala bagian belakang, luka sobek di bagian bibir dan luka memar di pipi sebelah kanan. ?

“Hingga hari ini korban masih dalam perawatan. Ia masih sakit fisik, psikis dan mental akibat kejadian itu,” katanya kepada HMI Tegal Kab di kantor PCNU Kabupaten Cianjur, Senin (12/6). ?

HMI Tegal Kab

Elis menceritakan kronologi pengeroyokan itu. Mulanya Hasyim menegur seorang anak yang membakar mercon di yang dilemparkan ke rumah Hasyim.

“Anak itu tidak dipukul. Hanya memberi tahu dan menanyakan kenapa anak itu melakukan itu,” cerita aktivis Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama Kabupaten Cianjur itu.?

Lalu, anak itu menangis sambil berlari. Kemudian anak itu melaporkan bahwa ia dicekik korban kepada orang tuanya. Mendengar laporang itu, orang tua tidak menerima. Ia mendatangi korban hingga terjadi perkelahian.

Si orang tua kemudian mundur dari perkelahian itu. Namun, tidak sampai di situ. Ia menghubungi saudara-saudaranya untuk kembali mendatangi korban. Terjadilah pengeroyokan lima lawan satu.? ?

Dari kejadian tersebut, menurut Elis, kasus itu bisa dijerat dengan pengeroyokan berencana di muka umum.

Dan yang palinng memilukuan, lanjut jebolan Jurusan Ahwalus Syakhsiyah Fakultas Syariah dan Hukum Univeristas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung 2002, setelah korban dikeroyok, dipaksa pelaku untuk meminta maaf.

“Saat ini kasus tersebut telah dialihkan dari Polsek Warungkondang ke Polres Cianjur,” pungkas perempuan yang pernah menjadi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Nasional, News HMI Tegal Kab

Minggu, 28 Januari 2018

Bagi-Bagi Buku, Komunitas Sajubu Dongkrak Minat Baca

Jakarta, HMI Tegal Kab. Komunitas 1 Juta Buku untuk Anak-Anak Indonesia (Sajubu) Jakarta, menyebarkan bacaan bermutu di Hotel Pandanaran, Semarang (17/2). Dengan buku-buku berbobot, Sajubu Jakarta bersama lembaga Sciena Madani Semarang mencoba mewarnai perpustakaan, taman baca dan komunitas buku.

Faisaldy Pratama dari Sajubu Jakarta mengatakan, melalui komunitas ini pihak Sajubu ingin berpartisipasi menyebarkan virus gerakan gemar membaca.

Bagi-Bagi Buku, Komunitas Sajubu Dongkrak Minat Baca (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi-Bagi Buku, Komunitas Sajubu Dongkrak Minat Baca (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi-Bagi Buku, Komunitas Sajubu Dongkrak Minat Baca

“Melalui tebar buku, kami hanya bisa berharap setiap aktivitas di manapun tempatnya baik di perpustakaan, taman baca, maupun tempat-tempat umum dijumpai banyak orang yang asyik menikmati buku bacaan,” lanjutnya.

HMI Tegal Kab

Sementara Lukni Maulana dari Sciena Madani menyatakan pihaknya kecewa dengan sistem pendidikan. Pasalnya, minat baca masyarakat masih lemah oleh sebab sistem pembelajaran tidak menanamkan membaca sebagai bentuk kebutuhan.

Lukni menyayangkan anak-anak lebih suka bermain di dunia maya dan tempat hiburan, baik melalui TV, mall maupun fasilitas permainan gatget di rumah.

HMI Tegal Kab

Seharusnya perkembangan teknologi membawa dampak pada peningkatan minat baca. Seperti program Kementerian Pendidikan yang berkeinginan mengeluarkan buku elektronik berupa E-Sabak. Namun, pemangku dunia pendidikan cenderung apatis. Masyarakat cenderung menjadi konsumen, hanya menjadi penikmat teknologi yang berkembang pada umumnya.?

“Kalau masyarakat ingin maju, membaca harus menjadi kebutuhan dan kebiasaan. Sebab, negara akan maju ketika masyarakatnya memiliki minat baca yang tinggi dan dilanjutkan dengan buah karya berupa tulisan dan hasil-hasil penelitian,” tuturnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nasional, Tegal HMI Tegal Kab

Tragedi Rohingya, Di mana Aung San Suu Kyi?

Jakarta, HMI Tegal Kab. Dalam Diskusi Publik #SaveRohingya: Momentum Indonesia Menegakkan Kemanusiaan Global yang diselenggarakan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jum’at (22/5), Rais Syuriyah PBNU, KH Masdar Farid Masudi bertanya-tanya, di mana Aung San Suu Kyi? Mengapa penerima Nobel Perdamaian itu hanya diam saja?

Tragedi Rohingya, Di mana Aung San Suu Kyi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Tragedi Rohingya, Di mana Aung San Suu Kyi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Tragedi Rohingya, Di mana Aung San Suu Kyi?

“Masyarakat internasional juga sedang bertanya-tanya, di mana penghargaan Nobel Perdamaian yang diterima olehnya sebagai salah satu pejuang kemanusiaan dari Myanmar,” jelasnya.?

Namun demikian, Kiai Masdar menjelaskan, bahwa persoalannya karena Rohingya justru hanya membawa kemanusiaan. Mereka tidak membawa dollar. Inilah ironi manusia modern. Manusia sekarang sedang diuji dimensi kemanusiaannya.

HMI Tegal Kab

“Jangan-jangan kemanusiaan kita sekarang ini hanya kamuflase bagi materialisme yang sedang kita anut?” ucapnya.

Kenyataan sekarang, tambah Masdar, Rohingya sudah masuk ke wilayah Indonesia. Berarti bangsa Indonesia harus mengambil tanggungjawab sebagaimana mestinya, sesuai dengan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan yang kita yakini.?

HMI Tegal Kab

“Setidaknya, menampung sebagian dari mereka dalam batas tertentu. Ya, jangan semuanya kita yang menampung, dong. Itu tidak fair. Ini adalah tanggungjawab global,” tegasnya.

Yang Harus Dilakukan Bangsa Indonesia

“Pertama, kita harus berani terbuka, membuka diri atas kehadiran mereka. Atas nama sesama manusia dan kemanusiaan. Sebagai manusia kita harus terbuka. Bahwa sesama manusia berhak menempati bumi ini,” ujar Kiai Masdar.

Sebagai manusia modern, lanjut Kiai Masdar, harus menyadari tragedi Rohingya ini muncul karena adanya konsep negara-negara sehingga bumi ini dikapling. Dulu sebenarnya siapapun bebas mau tinggal dimana, mau membangun ekonomi dimana, dan sebagainya.?

“Saya kira waktu itu masih terbuka. Tentu karena waktu itu bumi masih luas, dalam arti belum banyak pengungsinya. Tapi sekarang bumi ini terasa makin sempit,” terangnya.

Yang kedua, lanjutnya, Indonesia punya konstitusi yang bisa dimaknai bahwa kita tidak bisa menutup mata terhadap pengungsi Rohingya. Mereka adalah orang-orang yang tidak punya tempat tinggal karena diusir dari tempat tinggalnya.?

Selain Masdar, hadir sebagai narasumber Andi Rochmanyanto (Kemenlu RI), Syaiful Bahri Anshori (Komisi I DPR Fraksi PKB), dan Nur Munir (moderator). Acara dibuka oleh Andi Muawiyah Ramli (Dewan Syura DPP PKB). (Kholilul Rohman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nasional HMI Tegal Kab

Selasa, 23 Januari 2018

Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren

Demak, HMI Tegal Kab - Tak seperti malam biasanya, khusus menyambut peringatan hari kemerdekaan ke-72 RI kegiatan pondok? diliburkan. Sekitar 500-an santri berkumpul di halaman pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah, memakai sarung, baju lengan panjang, dan peci hitam pada Rabu (16/8)

Mereka membentuk barisan layakanya tentara. Menghadap kiblat. Beberapa lampu pondok sengaja dipadamkan. Hanya ada satu sumber cahaya, yaitu sebuah lampu yang digantung di pohon kelapa di muka barisan.

Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren

Di tengah-tengah halaman, sebuah bambu berdiri ditopang segitiga bambu yang menyerupai tripod dengan tali pengerek bendera menjulur. Di sebelah utara barisan berdiri sekelompok santri dengan seragam sarung, jas, dan peci hitam. Mereka adalah pasukan paskibraka pondok. Di samping mereka, berdiri secara terpisah komandan upacara, petugas pembaca undang-undang, dan pengiring inspektur.

Petugas pun memulai upacara. Sang komandan memasuki lapangan. Semua santri tampak tenang dan khidmat. Angin malam berembus sepoi-sepoi, menyapu daun, lalu menimbulkan bunyi sayup-sayup. Menambah khusyuk suasana.

HMI Tegal Kab

Segenap pengurus dan dewan asatidz pondok pun turut serta di dalamnya. Berbaris di sebelah selatan berhadapan dengan pasukan paskibraka pada jarak kurang lebih 20 meter. Salah satu pengurus, Kang Ahmad Sahal, bertindak sebagai inspektur upacara.

Begitu dipersilakan, Kang Sahal memasuki lapangan menaiki meja kecil yang sudah dipersiapkan. Sang komandan lalu mengintruksikan hormat pada inspektur dan seluruh peserta mengikutinya.

HMI Tegal Kab

Suasana menjadi semakin hening ketika petugas paskibraka bergerak. Saat bendera telah siap dan semua pasukan mengambil sikap hormat, semua santri bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka tampak bersemangat, suaranya melengking tinggi, seolah-olah ingin didengarkan oleh makhluk seantero jagad.

Pekik kemerdekaan menggema ketika inspektur upacara menyampaikan amanat. "Merdeka! Merdeka! Merdeka!" Semua santri memekik dengan tangan mengepal. Dalam amanatnya, Kang Sahal menekankan pentingnya mensyukuri kemerdekaan.

"Sebagai santri, cara mensyukuri kemerdekaan adalah dengan mengaji, mengaji, dan mengaji," ucapnya dengan lantang.

Kang Sahal juga mengingatkan bahwa NKRI adalah harga mati. Ia menuturkan bahwa sekarang banyak ormas yang tidak mencintai tanah airnya, tidak segaris dengan konstitusi.

"Kita harus mencintai tanah air, karena hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman)." tegasnya.

Upacara itu diakhiri dengan penyalaan petasan kembang api di beberapa sudut pesantren. Kembang api itu membubung tinggi ke langit, menciptakan cahaya yang indah dan bunyi-bunyi yang meriah.

Upacara kemerdekaan merupakan tradisi rutinan di pondok pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, sebagaimana di Pesantren-pesantren yang lain.

"Setiap malam tanggal 17 Agustus kami selalu melakukan upacara kemerdekaan. Bagi kami ini juga bagian dari mengamalkan hubbul wathan minal iman," ucap Kang Solihul Hadi, salah satu pengurus Futuhiyyah. (Muhammad Salafuddin/Ben Zabidy/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nasional, Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Senin, 22 Januari 2018

Doa yang Dibaca Rasulullah ketika Berbuka Puasa

Berbuka menjadi momen membahagiakan bagi orang-orang yang berpuasa, sebelum kebahagiaan mereka saat bertemu Rabb-nya. Di saat inilah mereka yang sejak fajar menahan makan dan minum, mulai membasahi tenggorokan, mengisi kembali perut, dan secara perlahan memulihkan tenaga.

Rasulullah menjadikan momen ini sebagai pengungkapan komitmen dan rasa syukur, sebagaimana yang tercermin dari bacaan yang beliau lafalkan saat berbuka.

Doa yang Dibaca Rasulullah ketika Berbuka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa yang Dibaca Rasulullah ketika Berbuka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa yang Dibaca Rasulullah ketika Berbuka Puasa

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ

HMI Tegal Kab



Artinya, “Duhai Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaallah.” (Lihat, Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

HMI Tegal Kab

(Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nasional HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Adakan Shalat Ghaib untuk Korban AirAsia

Surabaya, HMI Tegal Kab. Sebagai wujud solidaritas, takmir Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menggelar shalat ghaib untuk korban musibah pesawat AirAsia QZ8501. Shalat ghaib dilangsungkan usai Shalat Jumat di masjid terbesar di Jawa Timur ini, (2/1).

Usai pelaksanaan shalat ghaib, Humas Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, H Helmy M Noor menandaskan bahwa sudah sepatutnya shalat itu dilaksanakan. "Ini panggilan sebagai sesama muslim yang diperintahkan untuk memupuk ukhuwah islamiyah," katanya kepada HMI Tegal Kab.

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Adakan Shalat Ghaib untuk Korban AirAsia (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Adakan Shalat Ghaib untuk Korban AirAsia (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Adakan Shalat Ghaib untuk Korban AirAsia

Bagi alumnus Universitas Darul Ulum Jombang Jawa Timur ini, musibah jatuhnya pesawat AirAsia yang memakan korban hingga ratusan nyawa hendaknya menjadi media untuk meningkatkan ukhuwah. "Musibah yang dirasakan umat Islam di belahan penjuru manapun pada hakikatnya adalah musibah bagi kita sendiri," tandasnya.

HMI Tegal Kab

Karena dalam pandangannya, antara muslim yang satu dengan muslim yang lain ibarat satu tubuh. "Bahkan ilustrasi menarik telah disampaikan Nabi bahwa kalau ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lain juga turut merasakan," terangnya.

HMI Tegal Kab

"Karena itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap penderitaan dan musibah yang menimpa korban, maka shalat ghaib dilangsungkan di masjid ini," ungkapnya.? Dan tradisi shalat ghaib sudah menjadi kebiasaan bila ada permintaan dari sebagian jamaah yang berkenan untuk dishalati. "Namun untuk musibah kali ini adalah inisiatif dari takmir masjid," ungkapnya.

Dan dalam pantauan HMI Tegal Kab, sejumlah jamaah Shalat Jumat sangat antusias melangsungkan shalat ghaib dengan penuh khidmat. Rata-rata jamaah enggan beranjak dan mengikuti prosesi shalat ghaib yang dilanjutkan dengan doa demi para korban pesawat naas tersebut.

Salah seoramg jamaah terlihat khusyuk dan berharap agar proses evakuasi korban pesawat AirAsia dapat berjalan dengan lancar. "Meskipun terkendala cuaca yang kurang bersahabat, kami berharap semuanya akan berjalan sesuai harapan," kata Muhammad Iqbal, salah seorang jamaah dari Surabaya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Nasional, Cerita HMI Tegal Kab

Sabtu, 13 Januari 2018

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

Jakarta, HMI Tegal Kab. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun selalu menunjukkan angka yang bagus dan melahirkan banyak kelas menengah baru, tetapi sebenarnya siapa yang menikmati pertumbuhan ekonomi tersebut.

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, pertumbuhan ekonomi saat ini hanya dinikmati oleh sekelompok kecil masyarakat Indonesia, sedangkan sebagian besar, tetap terpuruk dalam kemiskinan yang akut. 

“Jadi siapa sebenarnya yang menikmati pertumbuhan ekonomi ini, saya pulang ke kampung saya, orang-orang desa tetap saja miskin dari dulu,” katanya, dalam workshop Ekonomi Konstitusi yang digagas PBNU dalam rangka pra munas, di gedung PBNU, Rabu (14/5).

HMI Tegal Kab

Kekayaan alam, yang seharusnya bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, saat ini toh, hanya dikuasai oleh sekelompok orang berkuasa yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

HMI Tegal Kab

Akibat kesalahan kebijakan ini, kelompok masyarakat yang kaya semakin menjadi kaya sedangkan yang miskin tetap miskin atau makin miskin, padahal agama memerintahkan agar kekayaan tidak dinikmati oleh orang-orang tertentu saja.

“Kita menginginkan banyak warga NU yang menjadi bagian dari kelas menengah,” tandasnya.

Kwik Kien Gie, mantan menko ekonomi era presiden Gus Dur yang menjadi pembicara dalam pertemuan tersebut menjelaskan secara panjang lebar akar permasalahan ekonomi dari sisi filosofis, mulai dari munculnya ideologi kapitalisme pasar bebas yang dikembangkan oleh Adam Smith bahwa ekonomi akan berjalan dengan baik jika peran negara dalam bidang tersebut diminimalkan.

Sayangnya, apa yang disampaikan Adam Smith tersebut tidak sebagus apa yang dibayangkan, terjadi monopoli dan eksploitasi buruh sehingga muncul pemikiran antithesa yang ekstrim dari Karl Mark bahwa seharusnya seluruh kegiatan ekonomi dikuasai oleh negara. 

Pada akhirnya, negara-negara Eropa menyadari bahaya dari kapitalisme pasar bebas, dengan tetap menghargai inovasi dan kreatifitas masyarakat, tetapi di sisi lain, negara juga melindungi masyarakat dengan membuat kebijakan untuk kepentingan publik, seperti pengenaan pajak keuntungan yang tinggi bagi perusahaan sehingga bisa didistribusikan kepada kelompok yang tidak mampu seperti jaminan pansiun, jaminan kesehatan atau jaminan pengangguran. Konsep seperti ini mereka sebut sebagai sistem ekonomi kesejahteraan atau walfare state.

Para founding father Indonesia, menurut Kwik, telah menggariskan sistem ekonomi yang didasarkan atas kerjasama dan hasinya juga dinikmati bersama-sama. Tetapi sayangnya, korporasi asing, dengan segala cara, berusaha “merampok” kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia untuk kepentingan mereka sendiri.

“Sebagai organisasi besar, NU dalam hal ini bisa ikut berperan, suaranya bisa didengar,” tandasnya.

Selain berbicara soal konsep-konsep ekonomi, Kwik juga bercerita tentang dinamika pertarungan konsep ekonomi dalam pemerintah Gus Dur dan tekanan-tekanan yang dihadapi, termasuk bagaimana Gus Dur mensiasati IMF yang menuntut bea masuk nol persen untuk beras dan gula guna menjaga stabilitas sosial di Indonesia sampai akhirnya bisa dikenakan bea 600 rupiah per kg. (mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Santri, Nasional HMI Tegal Kab

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya

Palopo, HMI Tegal Kab. PW GP Ansor Sulawesi Selatan melaksanakan Diklatsar Banser yang dilaksanakan pada 23 hingga 26 Juni 2015. Diklatsar Banser ini merupakan yang ke-3 Sulawesi Selatan. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Datok Sulaiman Kota Palopo yang diikuti oleh 150 orang peserta yang berasal dari zona II se-Luwu Raya yakni Kab/Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu, Luwu Timur, Enrekang, Sidrap, dan Soppeng.

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya

Dalam sambutannya Wakil Walikota Palopo Ahmad Syarifuddin, SE, MSi mengapresiasi kegiatan Diklatsar Banser yg mempunyai tugas dan fungsi mengawal ajaran Islam Ahlusunnah Wal-Jamaah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Harapan kami, selaku pemertintah melalui Diklatsar ini, selain sebagai proses kaderisasi, Diklatsar ini mampu meningkatkan kompetensi serta skill anggota banser dalam mewujudkan Banser yang tangguh dan menjadi solusi dalam menghadapi berbagai situasi serta kondisi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat,” ujar Ahmad Syarifuddin yang juga salah satu Pengurus Pusat GP Ansor ini.

HMI Tegal Kab

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulsel HM Tonang dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa eksistensi Banser sebagai semi otonom GP Ansor adalah pasukan inti Ansor.

HMI Tegal Kab

"Disisi lain Banser merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses kaderisasi di tubuh Ansor, demi mewujudkan kader-kader Banser yang mumpuni serta memiliki kepedulian kepada masyarakat dan bangsa," ucapnya.

Kegiatan Diklatsar Banser ini dihadiri Satkorwil Banser Sulsel A Abbas Rauf Rani, Dewan Penasehat GP Ansor Kota Palopo Dr Hamzah Kamma, Dr Muhaemin, Drs H Ibnu Hajar yang juga mantan ketua Ansor era 80-an. (Andy Muhammad Idris/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Sunnah, Nasional HMI Tegal Kab

Sabtu, 23 Desember 2017

Status IAIN Tak Boleh Berubah

Jakarta, HMI Tegal Kab. Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan, status perguruan tinggi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di seluruh Indonesia tidak boleh berubah dan tetap mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis Islam, katanya di Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Ahad malam.

Menteri mengatakan hal tersebut karena belakangan ini banyak para petinggi, termasuk rektor dari IAIN bersangkutan mendorong agar memperoleh kesempatan mengembangkan ilmu pengetahuan di luar basis ilmu pengetahuan Agama Islam.

Dicontohkannya, baru-baru ini ada pihak rektor IAIN mengajukan program baru dengan cara membuka fakultas kedokteran dan ilmu pengetahuan layaknya universitas negeri lainnya di tanah air. "Hal ini tak boleh lagi," kata Basyuni.

Status IAIN Tak Boleh Berubah (Sumber Gambar : Nu Online)
Status IAIN Tak Boleh Berubah (Sumber Gambar : Nu Online)

Status IAIN Tak Boleh Berubah

Ia mengaku sekarang ini sudah ada IAIN yang mengembangkan dan membuka fakultas di luar basis ilmu agama seperti ilmu kedokteran tadi. Melihat perkembangan belakangan ini, ternyata animo masyarakat untuk masuk ke fakultas di luar basis ilmu pengetahuan di luar agama Islam makin meningkat.

Hal itu, dinilai sudah menyimpang dari "pakem" IAIN. Bahkan sudah bergeser dari gagasan pendirian IAIN. Karena itu keadaan demikian sudah harus dihentikan. "Biarlah IAIN yang terlanjur mengembangkan program tambahan di luar bidang ilmu agama Islam berjalan," katanya. Tapi, katanya lagi, untuk mendatang IAIN harus tetap berpegang kepada asas tujuan semula.

HMI Tegal Kab

IAIN didirikan memang dikhususkan untuk para mahasiswa yang berminat mempelajari dan mendalami agama Islam. Jika ada fakultas di luar itu di lingkungan IAIN, bisa jadi animo mahasiswaanya jauh lebih banyak ketimbang mahasiswa dari fakultas usuluddin atau fakultas yang mendalami bidang agama Islam. "Ini harus dicegah," katanya lagi.

Sebelumnya Menteri Agama di hadapan para ulama di Gringsing, Kabupaten Batang, menyampaikan program departemen yang dipimpinnya. Ia mengaku punya tugas berat, memberantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), peningkatan pelayanan jemaah haji di tanah suci, peningkatan lembaga pendidikan swasta, termasuk pesantren dan madrasah.

HMI Tegal Kab

Khusus mengenai KKN, menteri mengaku masih prihatin. Pasalnya, ketika ia hendak mengangkat Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) di Jawa Tengah (Jateng) banyak para kiai mengusulkan dan menyodorkan nama yang masih punya pertalian erat dengan keluarganya. Ternyata para kiai masih nepotisme. Ini harus diberantas juga, ujar Maftuh.

Untuk menghindari nepotisme, ia mengakat Kakanwil Depag Jateng berasal dari militer. Tentu saja semua sudah diperhitungkan bahwa hal itu akan mengundang protes. Dan, ternyata perhitungan itu nyata. Muncul suara protes bahwa militer yang sudah ditarik ke barak tak boleh dikeluarkan lagi.

"Saya katakan dan saya jamin bahwa Kakanwil baru ini, meski berasal dari militer juga pandai tahlil dan mengaji. Apa salahnya militer juga bisa ngaji. Karena dia pun lebih TNU (Tentara Nahdlatul Ulama)," katanya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Menteri menjamin jika para ulama ikut mendukung program kerja Depag, maka upaya yang dilakukan akan membuahkan hasil. Termasuk peningkatan SDM dari kalangan pondok pesantren dan madrasah, yang belakangan ini mulai dilakukan.

Peningkatan kualitas SDM dari kalangan pondok pesantren/madrasah sudah terasa mendesak karena selama ini diabaikan oleh pemerintah. Untuk itu fakus pendidikan menjadi titik berat. Ia berharap kalangan politisi yang berasal dari kalangan panpos/madrasah bersatu menyukseskan hal ini. "Jangan cakar-cakaran terus," katanya, disambut tepuk tangan.

Kunjungan Basyuni ke Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah dan SMA NU Al Munawwir, Gringsing, Batang, untuk menghadiri haul, peringatan 17 tahun meninggalnya KH Ahmad Munawir, ulama kharismatis yang juga pejuang dalam pengembangan agama di Jateng. (ant/nun)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nasional, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Rabu, 13 Desember 2017

Anggota DPRD Serap Aspirasi dari Guru-Guru Maarif

Jember,  HMI Tegal Kab. Lembaga  Pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU Cabang Kencong, Jember, memperoleh perhatian serius anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, HM Imam Ghozaly Aro, S.IP , 

“Selama saya bisa dan laku, silahkan manfaatkan saya,”  tegas  IGA, panggilan akrab HM Imam Ghozaly Aro, S.IP. 

Anggota DPRD Serap Aspirasi dari Guru-Guru Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota DPRD Serap Aspirasi dari Guru-Guru Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota DPRD Serap Aspirasi dari Guru-Guru Maarif

Penegasan tersebut disampaikan IGA  di  depan kepala sekolah dan guru jajaran LP Maarif  Cabang Kencong , saat melakukan dialog  Serap Aspirasi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur  dalam Reses III yang digelar di Sekretariat PC GP Ansor Kencong, Ahad (23/12). 

Dalam dialog tersebut IGA menjelaskan tiga tupoksi anggota DPRD.Yaitu, legislasi, budgeting dan kontrol. Karenanya, IGA mempersilakan sekitar 100 orang pendidik dan pimpinan GP Ansor yang hadir menyampaikan aspirasi, usulan,saran dan  kritik terkait kebijakan pembangunan  Pemerintah Provinsi, terutama di bidang pendidikan.

HMI Tegal Kab

“Saya kepala PAUD Desa Kasiyan, Kecamatan Puger.  Lembaga yang saya pimpin patut dikasihani karena masih nunut di gedung Puskesmas. Saya mohon agar Bapak IGA memperjuangkan pembangunan gedung PAUD di tempat kami, “  pinta Linda, Kepala PAUD Desa Kasiyan.

HMI Tegal Kab

Lain lagi yang disampaikan Hj Rukhiyanah,Kepala TK Dewi Masithoh 16 Karangrejo, Kecamatan Gumukmas. 

“Kepada Bapak IGA saya sampaikan terimakasih, tahun lalu membantu pembangunan gedung kantor TK yang bagus dan mentereng. Persoalannya sekarang, setelah kantor itu berdiri  megah, gedung TK-nya terlihat pendek,  seperti jongkok. Karenanya saya mohon agar dibantu, diusahakan dana rehab untuk TK, sehingga layak disandingkan dengan kantornya,”  pinta Rukhiyanah,disambut tawa dan tepuk tangan kepala sekolah yang lain.   

IGA yang juga pimpinan Komisi D (Pembangunan) DPRD Provinsi Jatim itu merespons usulan dua kepala sekolah tersebut, juga kepala sekolah lain yang pada umumnya mohon bantuan  dana pembangunan atau rehab gedung, juga bantuan sarana prasarana pendidikan.  

“Saya akan perjuangkan dengan sungguh-sungguh usulan panjenengan semua,”  kata wakil rakyat dari Fraksi PKNU tersebut. 

Ahmad Nasikin  yang ditugasi membacakan bantuan Pemerintah Provinsi untuk lembaga pendidikan yang diperjuangkan IGA,  menjelaskan, sedikitnya sudah  172 lembaga pendidikan di lingkungan LP Ma’arif Cabang Kencong dan Jember memperoleh bantuan dana dari Provinsi atas perjuangan IGA. “Dari lembaga sejumlah itu, yang banyak berada di Kencong, “ jelas Nasikin yang juga ketua Forum Silaturrahmi Kader Ansor (FOSKA) Kabupaten Jember tersebut.

Kantor baru

Dalam kesempatan ini,  IGA juga menyampaikan selamat kepada PC GP Ansor Kencong di bawah pimpinan Abd Rohim, yang telah menempati kantor sekretariat baru,yakni gedung eks Pengadilan Negeri Pembantu  yang cukup representatif.  

“Ini bukan hanya kantor baru. Tapi, ini  baru kantor, sangat cocok untuk Ansor dan Banser, “ kata IGA dengan bercanda. 

Agaknya yang dikatakan IGA tidak berlebihan, karena kantor PC GP Ansor Kencong  dilengkapi hall untuk rapat, ruang Ketua, Sekretaris, Satkorcab Banser,  Koperasi , Mushalla dan TPQ. Maklum, yang  ditempati adalah gedung bekas Pengadilan Negeri yang memiliki banyak ruangan. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sejarah, Nasional, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Minggu, 10 Desember 2017

Basmi Miras, PMII Temanggung Gelar Aksi Teaterikal

Temanggung, HMI Tegal Kab - Sebanyak 1.895 botol minuman beralkohol atau minuman keras (miras) dimusnahkan Polres Temanggung di alun-alun Temanggung, Sabtu (4/6) kemarin. Seusai pemusnahan miras, PMII Temanggung menggelar pementasan teaterikal di hadapan Bupati Temanggung, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua DPRD Temanggung, masyarakat umum dan pelajar.

Para mahasiswa itu selama 15 menit memperagakan adegan pesta miras, bahaya miras, serta adegan penggrebekan pesta miras oleh petugas Polres Temanggung.

Basmi Miras, PMII Temanggung Gelar Aksi Teaterikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Basmi Miras, PMII Temanggung Gelar Aksi Teaterikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Basmi Miras, PMII Temanggung Gelar Aksi Teaterikal

Dalam pemusnahan miras ini, pihak Polres mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompida) Temanggung, organisasi masyarakat (ormas), organisasi pemuda, mahasiswa, dan pelajar.

Kapolres Temanggung AKBP Wim Wahyu Hardjanto menuturkan, pemusnahan miras ini merupakan simbol, untuk memerangi semua penyakit masyarakat (pekat), baik miras, narkoba, kekerasan seksual, pemerkosaan, pencurian, pembunuhan, aksi radikalisme serta kejahatan lainya.

HMI Tegal Kab

"Pemusnahan miras ini secara simbolik. Tapi kita bersama semua komponen masyarakat berkomitmen untuk memberantas semua penyakit masyarakat," janji Wahyu di sela acara pemusnahan miras.

HMI Tegal Kab

Ketua PMII Temanggung Arief Safrodin mengatakan, lewat aksi treatikal ini kita ingin mengajak generasi muda dan masyarakat pada umumnya bersama-sama menjauhi miras. Menurutnya, miras merupakan akar timbulnya segala kejahatan seperti perkelahian, pencurian, pembunuhan, pemerkosaan atau aksi pencabulan.

"Sebagaimana data di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Temanggung sampai pertengahan 2016 ini setidaknya ada sekitar 20 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Dari 20 kasus tersebut, sebagian besar karena pelaku dipengaruhi miras," ucap Arief.

Sementara itu, Bupati Temanggung Bambang Sukarno berjanji, Temanggung harus bersih dari miras. Hiburan malam juga tidak kita perbolehkan. "Jika ada yang nekat, laporkan saja. Kita akan menutupnya," pungkasnya. (Ahsan Fauzi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Doa, Nasional HMI Tegal Kab

Rabu, 06 Desember 2017

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta

Jakarta, HMI Tegal Kab - Pengurus Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) DKI Jakarta masa khidmah 2017-2022 dilantik dan dikukuhkan di Hotel Balairung Matraman Jakarta Pusat, Ahad (19/3).

Ketua JATMAN DKI KH Wahfiudin Sakam menjelaskan, kehadiran tarekat dan JATMAN sangat strategis di tengah-tengah kondisi masyarakat saat ini yang diwarnai krisis dan banyaknya persoalan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, JATMAN dituntut untuk terjun langsung di masyarakat.

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta

“JATMAN dengan tarekat-tarekatnya harus terjun langsung ke dalam masyarakat. Bukan hanya menyembunyikan diri di tempat sunyi,” kata Wahfiudin.

HMI Tegal Kab

Ia meneruskan untuk meningkatkan peran di masyarakat, dalam kepengurusan kali ini JATMAN DKI Jakarta akan mengutamakan pada empat program, yaitu mainstreaming (pengarusutamaan), kaderisasi, penguatan tarekat center, dan penguatan dakwah melalui teknologi.

HMI Tegal Kab

“Upaya mainstreaming sangat penting bagi JATMAN. Jangan sampai JATMAN tidak dikenal dan seakan-akan hanya berada di pingggiran. JATMAN DKI Jakarta harus terlibat aktif, misalnya dalam pertemuan yang terkait dengan dakwah, ekonomi umat, problem-problem sosial. Supaya JATMAN bisa masuk ke kancah nasional, bahkan global,” urainya.

Program kedua adalah kaderisasi, terutama di kalangan generasi muda. Tujuannya agar JATMAN juga dikenal oleh anak-anak muda. Kaderisasi juga berguna untuk memantapkan pemahaman generasi muda terhadap tarekat.

Ketiga, lanjut Wahfiudin, JATMAN DKI Jakarta akan memperkuat dan memperbanyak tarekat center. Saat ini terdapat sejumlah tarekat center di DKI Jakarta. Keberadaan tarekat center akan membantu masyarakat yang ingin memperdalam tarekat mengetahui informasi dan pembelajaran yang tepat dari tarekat-tarekat yang ada.

Keempat, pada zaman di mana teknologi informasi dikuasai internet, JATMAN juga didorong untuk menyediakan konten ketarekatan dan ajaran Islam melalui internet. Wahfiudin mengatakan saat ini JATMAN Jakarta tengah merancang kerja sama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom). (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sejarah, Nasional, Budaya HMI Tegal Kab

Sabtu, 18 November 2017

Sejumlah Pimpinan Cabang Ikuti Lakut PP IPNU di Jatim

Gresik, HMI Tegal Kab. Pimpinan Pusat IPNU terus maraton melakukan kaderisasi. Setelah melaksanakan Latihan Kader Utama (Lakut) di wilayah tiga Cirebon dan khusus pengurus pimpinan pusat, PP IPNU bersama PW IPNU Jawa Timur menggelar lakut wilayah pantura Jawa Timur.?

Sejumlah Pimpinan Cabang Ikuti Lakut PP IPNU di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Pimpinan Cabang Ikuti Lakut PP IPNU di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Pimpinan Cabang Ikuti Lakut PP IPNU di Jatim

Kegiatan yang diikuti oleh PC IPNU Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Babat ini berlangsung selama empat hari, Kamis-Ahad (9-12/2).

Ketua PP IPNU Bidang Kaderisasi Dwi Syaifullah mengatakan, bahwa lakut Jawa Timur wilayah Pantura ini diselenggarakan guna menata kaderisasi.

“Lakut Jatim wilayah pantura ini bentuk ikhtiar kami dalam menata kaderisasi, setelah sukses kita selenggarakan di Jawa Barat wilayah tiga Cirebon. Ke depan, mohon doa dan kerjasamanya dalam perbaikan kaderisasi khususnya setelah ini akan kita fokuskan di luar Jawa,” ujarnya saat pembukaan di gedung Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jumat (10/2).

Pada kesempatan lain, Wakil Ketua PW IPNU Jatim bidang kaderisasi Winarto Eka Wahyudi mengingatkan pentingnya kader IPNU dan IPPNU meneladani pendiri organisasi. Meskipun IPNU sebagai kaum sarungan, tapi pendiri IPNU KH Tolchah Manshur memberikan contoh semangat berpendidikan tinggi. Ia tercatat sebagai ahli hukum tata negara pertama Indonesia.

HMI Tegal Kab

Lakut yang diikuti oleh 30 peserta ini dikawal oleh tim instruktur nasional, antara lain Wakil Ketua Umum PP IPNU Imam Fadli dan Wakil Sekretaris Umum PP IPNU Bidang Kaderisasi Abdullah Muhdi.?

Hadir pula Ketua PW IPNU Jawa Timur Haikal Atiq Zamzami dan beberapa pengurus pimpinan cabang sekitar, di antaranya Sidoarjo. (Syakir/Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nasional HMI Tegal Kab

Kamis, 16 November 2017

Menegakkan Panji-Panji NU di UGM melalui KMNU

Yogyakarta, HMI Tegal Kab. Dunia mahasiswa merupakan masa dimana semangat muda menggebu-gebu.? Ada sebagian dari mereka memanfaatkannya dengan terjun dalam dunia politik, tapi tidak sedikit pula yang jenuh dengan dunia itu. Terkadang mereka lebih memilih aktif menyibukkan diri dengan ritual ubudiyah. Itulah yang dirasakan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Gadjah Mada (KMNU UGM).?

Menegakkan Panji-Panji NU di UGM melalui KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menegakkan Panji-Panji NU di UGM melalui KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menegakkan Panji-Panji NU di UGM melalui KMNU

KMNU UGM lahir akibat keprihatinan akan banyaknya mahasiswa berlatar belakangan NU yang lebih memilih aktif di organisasi kemahasiswaan yang ketika selesai studi melanjutkan kariernya di dunia politik praktis. Hal ini menjadi semacam kelaziman. Alumni HMI, misalnya melanjutkan karirnya sebagai politisi Golkar, GMNI ke PDI-P, KAMMI ke PKS, dan PMII ke PKB.

“Beberapa teman merasa kondisi ini akan membuat perpecahan yang tak perlu. Oleh karenanya, perlu sebuah payung bersama anak-anak NU di kampus yang mampu membuat semua pihak merasa nyaman. Mereka sepakat mendirikan sebuah ‘organisasi kemahasiswaan’ yang berisi anak-anak NU yang bersifat bebas dan terbuka,” kata Wildan Sayidi yang pernah menjadi pengurus KMNU UGM.

HMI Tegal Kab

Wildan menambahkan, “pada tahun 2001 wadah tersebut diberi nama KMNU dengan mengambil konsep gerakan kultural sebagai penguatan dakwah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) ala NU. Secara de jure, ada dua pemikiran utama dalam mendirikan KMNU UGM.?

Pertama, mahasiswa NU di UGM belum terorganisir dengan baik. Banyak mahasiswa NU kebingungan memilih aktif di organisasi mana. Mereka tidak menemukan organisasi mahasiswa yang berlabel NU, meskipun telah ada PMII.

HMI Tegal Kab

Kedua, mahasiswa NU harus bisa memanfaatkan basis kultural ke-NU-annya dalam melakukan aktivitas keagamaan di lingkungan kampus UGM. Di sisi lain, saat ini penyebaran pemahaman dan aliran-aliran non-aswajadi UGM semakin kuat. Tren ini terjadi di hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

“Memang KMNU UGM khusus bergerak pada bidang dakwah dan ubudiyah sebagai sarana membentengi mahasiswa NU UGM dari serangan ideologi-ideologi non-Ahlusunnah wal Jamaah,” kata Wildan.

Deklarasi KMNU UGM pertama kali dilakukan di ruang 110 Fakultas Pertanian UGM lama dengan mempercayakan Faisol Mas’ud sebagai ketua KMNU UGM pertama. Mahasiswa angkatan 1998 ini memulai KMNU dengan menghidupkan kembali tradisi-tradisi NU di lingkungan kampus UGM, seperti sholawatan, barzanji, tahlil, yasinan, dan ziarah ke makam para ulama.?

Dapat dikatakan peran KMNU UGM di lingkungan kampus UGM menjadi urgen ditengah-tengah serangan aqidah non-Aswaja. Meski KMNU UGM ini termasuk organisasi bil ghoib, namun eksistensi KMNU UGM mampu memberikan sumbangan nyata dalam menjaga tradisi-tradisi Aswaja di lingkungan kampus UGM.?

Banyak kegiatan yang telah dilakukan KMNU UGM. Salah satunya adalah workshop dan pelatihan kepemimpinan kader-kader NU di Pondok Bina Akhlak Plosokuning, Sleman, Yogyakarta pada 10 Mei 2009, pelayanan Kesehatan Masyarakat dalam memeriahkan acara Kids Fun Day ke-2 yang diselenggarakan oleh SD NU Yogyakarta, 2012, dan lain sebagainya.?

Sampai saat ini, tercatat setidaknya ada 500 mahasiswa yang menjadi anggota KMNU UGM. KMNU juga bergerak di dunia maya. Di jejaring sosial Facebook, fanspage KMNU Komunitas memiliki 1.079 penggemar.

Belum lama ini KMNU mengadakan majma’unnahdliyin atau pertemuan warga NU dalam rangka pergantian pengurus periode 2010-2012 di Pesantren Inayatullah Yogyakarta, Sabtu (12/05/12). Pertemuan itu, kemudian memilih Izzul Abid sebagai ketua KMNU UGM periode 2012-2013.?

“Tantangan terberat KMNU UGM saat ini adalah dakwah di kampus. Banyak anggota yang sering tergoyahkan oleh aqidah-aqidah non-Aswaja. Mereka dakwahnya ngeri-ngeri. Mereka sering mengharamkan ubudiyah aswaja, lewat buletin-buletin yang tersebar secara gratis di lingkungan kampus UGM,” tambah Wildan.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Rokhim, Taufiqurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nasional, Santri HMI Tegal Kab

Rabu, 01 November 2017

Perintah, Hukum, Macam dan Bacaan Takbir

Pada dasarnya membaca takbir adalah sebagain dari dzikir. Karena dengan bertakbir itu seseorang akan ingat kepada keagungan Allah swt Sang Pencipta. Oleh karena itu tidak ada larangan dalam bertakbir selama masih dalam batas kewajaran.

Sesuai petunjuk aturan pembacaan takbir, terbagi dua macam takbir mursal dan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah pembacaan takbir yang tidak terikat waktu, karena dianjurkan sepanjang malam. Seperti takbir di malam idu fitri dan idul adha. Adapun takbir muqayyad adalah takbiran yang terbatas pada waktu, seperti pembacaan takbir setiap selesai sahalat lima waktu selama hari raya idu adha dan hari tasyrik, 11.12 dan 13 dzul hijjah.

Anjuran pembacaan takbir ini berlandaskan pada surat al-Baqarah ayat 185:

? ? ? ? ? ? ? ?

Perintah, Hukum, Macam dan Bacaan Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)
Perintah, Hukum, Macam dan Bacaan Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)

Perintah, Hukum, Macam dan Bacaan Takbir

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.?

Begitu juga anjuran Rasulullah saw dalam haditsnya yang berbunyi:

HMI Tegal Kab

? ? ?

Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir

Anjuran memperbanyak takbir ini sepadan dengan imbalan yang dijanjikan karena sabda rasulullah saw:

HMI Tegal Kab

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa.

Dari berbagai dalil di atas para faqih menghukumi pembacaan takbir sebagai sebuah kesunnatan. Sebagaimana yang ditrangkan dalam kitab Fathul Qarib

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ?

Disunnahkan membaca takbir bagi lagi-laki dan perempuan, di rumah maupun di perjalanan, di mana saja, di jalanan, di masjid juga di pasar-pasar mulai dari terbenarmnya matahari malam idul fitri hingga Imam melakukan shalat id.

Adapun bacaan takbir secara lengkap adalah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ?, ? ?, ? ? ? ?, ? ?, ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ?

Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan(yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafiq, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke Esa anNya, Dia dzat yang menepati janji, dzat yang menolong hambaNya dan memuliakan bala tentaraNya dan menyiksa musuh dengan ke Esa anNya. tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya untuk Allah.

Namun sering juga pembacaan takbir secara singkat dan lebih umum

? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Berita, Nasional HMI Tegal Kab

Minggu, 29 Oktober 2017

Khofifah Berikan Bansos di Bondowoso

Bondowoso, HMI Tegal Kab?



Menteri Sosial Republik Indonesia Hj. Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bansos non-tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di pendopo Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (3/8). Bantuan itu diserahkan kepada ibu-ibu Keluaga Penerima Manfaat (KPM) untuk anak sekolah (pendidikan).

Khofifah Berikan Bansos di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Berikan Bansos di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Berikan Bansos di Bondowoso

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU itu mengatakan, bantuan itu juga agar digunakan untuk ibu hamil, balita untuk menambah gizi supaya ana sehat. Sementarta ibu yang memilik anak di SD, SMP dan SMA untuk biaya tambahan sekolah.

"Saya ingin ibu memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Bapak Presiden berpesan, kalau ada yang menggunakan di luar dari tambah gizi dan anak sekolah; awas lho kartunya bisa dicabut. Jadi, manfaatkan sebaik-baiknya," pintanya.

Ia mengutip perkataan Presiden Joko Widodo, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini terus membaik. Dengan demikian, jika pertumbuhan itu terjaga dan terus membaik, bantuan seperti itu akan ditambah.?

HMI Tegal Kab

“Alhamdulillah," kata Khofifah yang diikuti alhamdulillah ibu-ibu KPM.

“Doakan Bapak Presiden sehat. Doakan Pak Wapres sehat. Doakan ekonomi kita membaik. Doakan bangsa kita aman," pinta Khofifah lagi.

Pada kesempatan itu, Khofifah menyaksikan simulasi penarikan bantuan sosial PKH non-tunai oleh aagen BNI dan atm mobil BNI. Hadir pada kesempatan itu Bupati Bondowoso H Amin Said Husni beserta wakilnya, Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir, Sekda Bondowoso, Forpimda, Polres, dan Dandim 0822. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Syariah, Nasional, Sholawat HMI Tegal Kab

Sabtu, 28 Oktober 2017

Inilah Pesan Para Kiai Sepuh di Hadapan Presiden Joko Widodo

Jakarta, HMI Tegal Kab - Para ulama sepuh menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor di di Jalan Kramat Raya, No 65A, Jakarta, Ahad (11/12) sore. Acara yang dimotori PP GP Ansor ini dirangkai dengan Maulid Nabi dan mengusung tema “Indonesia dari Mata Bathin Kiai”.

Sebelumnya, GP Ansor telah melakukan silaturahim dan memohon sumbangsih pemikiran para kiai dalam menanggapi kondisi Indonesia belakangan ini. Hingga akhirnya para kiai berkumpul secara terbatas dan menghasilkan beberapa rekomendasi untuk Presiden.

Inilah Pesan Para Kiai Sepuh di Hadapan Presiden Joko Widodo (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pesan Para Kiai Sepuh di Hadapan Presiden Joko Widodo (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pesan Para Kiai Sepuh di Hadapan Presiden Joko Widodo

Pertemuan tersebut dihadiri antara lain Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf; para Mustasyar PBNU Abuya Muhtadi Dimyathi, KH Dimyati Rois, TGH Turmudzi Badruddin; Rais Syuriyah PBNU KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Katib Syuriyah PBNU KH Abdul Ghafur Maemun, pengasuh Pesantren Al-Aziziyah Jombang KH Abdul Aziz Masyhuri, dan kiai lainnya.

KH Yahya Cholil Staquf di hadapan Jokowi dan disaksikan ribuan kader GP Ansor dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, membacakan beberapa butir nasihat para kiai itu. Sebelumnya ia menjelaskan beberapa ulama sepuh yang dijadwalkan hadir seperti KH Maemun Zubair, KH Ahmad Mustofa Bisri, dan KH Maruf Amin terpaksa tak datang karena ada halangan tertentu.

HMI Tegal Kab

Berikut teks lengkap nasihat para kiai sepuh untuk Presiden Joko Widodo:

HMI Tegal Kab



Bismillahirrahmanirahim

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Para kiai berterima kasih atas perkenan Bapak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo? untuk bertemu dan bertukar pikiran dengan para kiai dan menyampaikan? penghargaan atas langkah-langkah Pemerintah yang senantiasa mengedepankan? hikmah dan kebijaksanaan dalam mengatasi masalah-masalah bangsa dewasa ini.? Lebih-lebih dengan masalah-masalh mendasar yang dirasakan oleh rakyat,? termasuk berkurangnya rasa saling percaya di antara sesama warga Bangsa.

Para kiai mengimbau kepada segenap warga bangsa untuk memperbaharui dan mengukuhkan? kembali semangat kebersamaan, saling menenggang, saling menjaga, saling? membantu dan gotong royong. Hal ini penting bukan hanya dalam kaitannya? dengan berbagai keragaman dasar seperti agama, suku, dan ras, tapi juga dalam? kaitannya dengan keseluruhan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara,? termasuk dalam bidang-bidang ekonomi, politik dan hukum. Dalam hal ini,? keadilan adalah kunci, tapi harus pula dilambari dengan semangat persaudaraan? sebangsa yang kokoh.

Para kiai berharap kepada Pemerintah, khususnya Bapak Presiden sebagai? pemimpin bangsa, agar memimpin upaya yang sungguh-sungguh untuk merajut? kembali hubungan silaturahmi di antara elemen-elemen bangsa, dan? mengembangkan strategi kenegaraan serta pembangunan berbagai bidang, sedemikian rupa sehingga dapat dirasakan langsung dan nyata oleh rakyat sebagai? peningkatan jaminan perlindungan bagi kepentingan-kepentingan dan kebutuhan- kebutuhan dasar mereka.? ? ? ? ?

Para kiai senantiasa siap dan telah terus-menerus mendampingi, ngemong, dan? membantu rakyat, dalam kegelisahan-kegelisahan mereka dan upaya-upaya? mereka untuk memperjuangkan berbagai kepentingan, agar senantiasa berjalan? dalam panduan cita-cita bangsa dan akhlaqul karimah.? ? ? ? ?

Para kiai mengimbau kepada Pemerintah, khususnya Bapak Presiden sebagai? pemimpin Bangsa untuk memperhatikan berbagai kegelisahan maupun tuntutan? rakyat itu dengan pandangan rahmat dan kasih sayang. Para kiai senantiasa? menyediakan diri lahir-batin, kapan pun Pemerintah membutuhkan saran-saran? dan sumbangan-sumbangan pemikiran. Para kiai akan sangat berbahagia apabila? Pemerintah, khususnya Bapak Presiden, berkenan menjalin hubungan silaturahmi? yang erat, berkesinambungan dan berkelanjutan yang dadasari oleh keikhlasan,? saling percaya dan saling menghormati untuk bersama-sama memikirkan dan? mengupayakan kemasalahatan bagi seluruh rakyat dan bangsa yang kita cintai ini.? Para kiai mengajak untuk meneguhkan kembali semangat keikhlasan serta iman? dan taqwa sebagai landasan niat kita dalam segala upaya mengatasai masalh- masalah Bangsa, agar kita dapat mengharapkan pertolongan dan berkah dari Allah? Subhaanahu Wa Ta’aalaa.

Semoga Allah SWT menjadikan pertemuan pada hari ini bermanfaat bagi seluruh? Bangsa tanpa kecuali, bersesuaian dengan firman-Nya: “rahmatan lil ‘aalamiin”.? Semoga Allah SWT mengaruniakan bagi bangsa ini ruh persatuan dan kesatuan? yang sejati, dan menghindarkan kita semua dari perpecahan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.



(Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Syariah, Nasional HMI Tegal Kab

Senin, 23 Oktober 2017

Suriah Alami Krisis Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Masa

Jakarta, HMI Tegal Kab. Tujuh organisasi kemanusiaan utama menyebut krisis di Suriah sebagai krisis kemanusiaan terbesar sepanjang masa.

Ketujuh organisasi kemanusiaan itu antara lain meliputi Amnesty International, Human Rights Watch dan Oxfam seperti dilansir oleh BBC Indonesia.

Suriah Alami Krisis Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Masa (Sumber Gambar : Nu Online)
Suriah Alami Krisis Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Masa (Sumber Gambar : Nu Online)

Suriah Alami Krisis Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Masa

Mereka mengatakan setelah berkecamuk perang selama tiga tahun, situasi di Suriah tidak dapat diuraikan di dunia yang beradab.

HMI Tegal Kab

"Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk membela rakyat Suriah yang mengalami krisis kemanusiaan terbesar di masa sekarang," kata koalisi tujuh organisasi.

Seruan itu disampaikan di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, bertepatan dengan konferensi perdamaian Suriah di Montreux, kota lain di Swiss pada Rabu (22/01).

HMI Tegal Kab

Konferensi perdamaian Suriah dibuka oleh Sekretaris Jendral Ban Ki-moon. Ia menyerukan perlunya membangun dialog yang mengarah ke solusi politik.

Perdebatan

Menurut koalisi tujuh organisasi, separuh jumlah penduduk Suriah tergantung pada bantuan kemanusiaan setelah terjadi perang sipil selama hampir tiga tahun.

Di daerah-daerah tertentu, penyakit dan kelaparan sangat mudah ditemukan.

Sementara konferensi perdamaian di Montreux diwarnai perdebatan pedas antara wakil-wakil pemerintah Suriah dan kubu oposisi.

Pemimpin oposisi Ahmed Jarba menuduh Presiden Bashar Al-Assad melakukan tindak kejahatan perang dan menyatakan Assad tidak boleh memegang peran politik apa pun di masa depan.

Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem, menyebut oposisi sebagai para pengkhianat dan agen asing.

Muallem menegaskan Presiden Assad tidak akan tunduk memenuhi tuntutan pihak luar untuk mundur. (mukafi niam)

ilustrasi: blouinnews

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Meme Islam, Nasional, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Minggu, 17 September 2017

Dakwah Perlu Humor, tapi Harus Dibatasi

Bekasi, HMI Tegal Kab 

Dakwah baik melalui lisan (bil lisan) maupun tulisan (bil qalam) memerlukan ramuan-ramuan yang enak didengar atau dibaca. Agar tidak terasa monoton serta ruwet, maka dakwah perlu diselengi humor, namun harus dibatasi untuk menjaga makna tujuan dakwah.  

Dakwah Perlu Humor, tapi Harus Dibatasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Perlu Humor, tapi Harus Dibatasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Perlu Humor, tapi Harus Dibatasi

Demikian dikatakan dosen Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr Aceng Rahmat di hadapan sekitar 520 peserta seminar dan pelatihan khotib dan dai se-Kota Bekasi, Ahad (29/5), di Islamic Centre Bekasi.

Acara tersebut diselenggarakan Lembaga Takmir Masjid Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) bekerja sama dengan UNJ.

HMI Tegal Kab

Isi humor, kata Aceng, harus mengandung ketaatan kepada Allah SWT sekaligus menjauhi segala larangan-Nya.

HMI Tegal Kab

“Janganlah humor yang “esek-esek” walaupun humor jenis demikian sangat digemari khalayak,” kata Pengurus PCNU Jakarta Timur itu..

Perlu diperhatikan oleh para dai atau juru dakwah, para ulama figh menegaskan, humor yang mengandung “laghwun” termasuk omong kosong dan sia-sia.

Kemudian bagi juru dakwah modern, tentu harus piawai mencari humor-humor baru yang dapat menjadi obat penawar kejenuhan dan memacu mustami semakin berminat terhadap materi yang disajikan, tambahnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Zainuri

?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Bahtsul Masail, Nasional HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock