Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

NU Tidak Akan Mendirikan Negara Islam

Sleman, HMI Tegal Kab. Dalam Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama, tertulis bahwa tujuan didirikannya NU adalah terlaksananya syariat Islam Ahlusunnah wal Jamaah di NKRI untuk mencapai kemasalahatan umat manusia. NU tidak pernah punya cita-cita mendirikan negara Islam. Itulah yang membedakan NU dengan organisasi yang akhir-akhir ini begitu gencar mengkampanyekan berdirinya negara Islam.

Demikian disampaikan Wakil Rais Syuriah PWNU DIY, Drs KH. M Syakir Ali, M.Si ketika memberikan sambutan atas nama PWNU DIY dalam acara pelantikan pengurus baru PCNU Sleman, di Pesantren Ar-Robithah, Krapyak Lor, Wedomartani, Sleman, Ahad (21/02).

“NU tidak akan seperti Gavatar dan kelompok-kelompok ekstrem lainnya yang akan mendirikan negara Islam di sini. Jadi tidak usah khawatir Pak TNI dan Pak Polri,” ujar Kiai Syakir yang disambut tepuk tangan para hadirin.

NU Tidak Akan Mendirikan Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tidak Akan Mendirikan Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tidak Akan Mendirikan Negara Islam

Selanjutnya, Kiai Syakir, sapaan akrabnya, berpesan agar para pengurus NU Sleman yang dilantik hari itu untuk senantiasa berpegang teguh pada jalan yang telah ditempuh oleh NU.

“Kalau Pengurus NU tidak mampu berkhidmah di jalur yang benar, lebih baik keluar dari kepengurusan.? Jadi pengurus NU harus serius, jangan hanya ramai saat pelantikan seperti ini. Kalau pelantikan ramai, sampai panggungnya penuh, tapi saat rapat, yang datang cuma sedikit.” kata Kiai Syakir yang dikenal kerap melontarkan kritik pedas pada pengurus-pengurus NU yang hanya numpang nama saja.

HMI Tegal Kab

Pengurus NU, lanjutnya, harus tahu Qanun Asasi yang ditulis Kiai Hasyim Asy’ari. Itu bimbingan moral bagi para pengurus NU. ? Itu pegangan penting.





“Pengurus NU juga harus tahu Fikroh Nahdiyah, Mabadi Khairu Ummah, Al-Kulliyat al-Khams atau hak asasi manusia,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Diponegoro.?

HMI Tegal Kab

“Kita harus belajar dari mereka yang jumlahnya minim, tapi mampu berbuat banyak. Banyak persoalan umat yang harus segera kita selesaikan, misalnya soal perekonomian.” tandas Kiai Syakir. ?

Sebagaimana diketahui, selama lima tahun mendatang, kepemimpinan PCNU Kabupaten Sleman dipimpin ? KH Mas’ud Masduki dan Ismail S Ahmad. Keduanya terpilih dalam konferensi cabang yang digelar di Kompleks Pendidikan Al-Azhar, Ringroad Utara, Desember tahun lalu.? (Nur Rokhim/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nahdlatul HMI Tegal Kab

Selasa, 30 Januari 2018

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis

Jakarta, HMI Tegal Kab. Budayawan asal Banyumas, Jawa Tengah, Ahmad Tohari menilai ada perubahan orientasi kebudayaan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU). Menurut dia, belakangan ini kecenderungan elitis lebih menonjol ketimbang orientasi populis.

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis

Pandangan ini disampaikan Tohari usai menerima Hadiah Asrul Sani (HAS) bersama D Zawawi Imron, Slamet Rahardjo Djarot, Ahmad Tohari, Rofiqoh Darto Wahab, dan Isha Anshori Harmaj pada peringatan hari lahir HMI Tegal Kab ke-10 di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (28/3) malam.

Pengarang novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk ini melihat, keterlibatan sejumlah pengurus NU di daerah merupakan gejala memudarnya tanggung jawab dan keberpihakan NU pada aspek keumatan. ”Saya katakan dengan jelas dan sangat berani, itu berbahaya!” tegas Tohari.

HMI Tegal Kab

Menurut dia, NU dan orietasi kebudayaan populis adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. ”Mau kemana kalau NU tidak memegang jimat yang bernama orientasi keumatan? Kalau tidak berorientasi keumatan jangan sebut NU,” ujarnya.

Tohari mengaku sangat terharu ketika mendengar KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara terang menyatakan akan mengambil jarak jika NU tidak berorientasi keumatan. Sikap ini adalah petunjuk bahwa kebudayaan di NU memang semestinya tidak elitis.

Ia memuji Zawawi Imron yang dianggap berhasil menerapkan sastra secara tepat. Karya-karya penyair berjuluk ”Celurit Emas” ini dinilai banyak mengusung persoalan rakyat pinggiran, bukan kepentingan politisi dan penguasa kapital.

HMI Tegal Kab

Sastra, sambung Tohari, menjadi sarana efektif untuk mengasah kejiwaan manusia. Perjuangan NU juga penting dilaksanakan melalui karya sastra. ”Mari bersastra supaya kita menjadi NU yang lebih eling (sadar),” pinta sastrawan penerima HAS kategori penulis serba bisa ini.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Sejarah, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Minggu, 21 Januari 2018

Mamah Dedeh: Istri, Mitra Suami dalam Mencari Nafkah

Depok, HMI Tegal Kab. Ketua Muslimat NU Kota Depok Hj Dedeh Rosyidah mengatakan, istri harus mandiri tidak boleh hanya menggantungkan nafkah pada suami. Istri adalah mitra suami dalam rumah tangga, dan harus bersinergi diantara keduanya.



Mamah Dedeh: Istri, Mitra Suami dalam Mencari Nafkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mamah Dedeh: Istri, Mitra Suami dalam Mencari Nafkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mamah Dedeh: Istri, Mitra Suami dalam Mencari Nafkah

Hj Dedeh Rosyidah yang dalam acara ceramah agama di salah satu strasiun televisi swasta dipanggil Mamah Dedeh berpesan, meskipun sang suami sudah menafkahi, istri harus mampu memberikan penghasilan untuk keluarga dan membantu suami.

Hal itu disampaikan Mamah dalam acara Halal Bihalal Muslimat NU Kota Depok yang dihadiri sekitar 1000 orang. Acara bertempat di gedung MUI kota Depok, Senin (2/11) lalu. Halal bi halal? ini dihadiri mayoritas dari kaum ibu baik dari Muslimat sendiri maupun dari undangan organisasi perempuan kota Depok, dengan? mengambil tema ”Dengan Halal bi Halal Kita Pererat Tali Ukhuwah Islamiyah”.

HMI Tegal Kab

”Siti Khodijah Istri Nabi Muhammad SAW merupakan sosok perempuan yang sangat istimewa, bukan hanya sebagai bisnisman, tapi, ia mampu memenuhi kebutuhan keluarga Rosulullah dan membantu perjuangan penyebaran Islam,” kata Mamah.

HMI Tegal Kab

Mamah Dedeh menyatakan, seorang istri harus bekerja sesuai dengan kemampuannya masing-masing dan harus memberdayakan potensi yang sudah ada sejak lahir. Keuntungan dari perempuan yang memiliki penghasilan dan mandiri diantaranya adalah kepercayaan diri bertambah dan lebih bahagia.

Halal bihalal itu, kata Mamah, merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun, hanya saja waktunya yang agak mundur. Program kegiatan Muslimat NU kota Depok, sampai saat ini diantaranya pengajian rutin, kegiatan sosial lainnya.

Beruntung sekali warga Depok adalah warga yang selalu tanggap terhadap keadaan, terbukti ketika terjadi musibah di Aceh, padang, Situ gintung, Sumatera Barat selalu aktif dalam memberikan bantuan.

Kontributor HMI Tegal Kab Aan Humaidi melaporkan, untuk mengembangkan potensi perempuan, Muslimat NU Depok memiliki program pelatihan-pelatihan kewirausahaan, koperasi dll. Ia berharap pemerintahan baru SBY, agar perempuan lebih diberdayakan lagi dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada perempuan dalam mengembangakan potensi yang sudah ada.

Namun, Ketua PCNU kota Depok KH Burhanuddin Marzuki dalam kesempatan itu mengingatkan, kemandirian perempuan tidak boleh keblabasan. Kemandirian harus ditempatkan pada tempatnya. Seorang istri harus menghormati suami, katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Nahdlatul, AlaSantri HMI Tegal Kab

Jumat, 12 Januari 2018

Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro

Ponorogo, HMI Tegal Kab



Sebagai bagian dari kontribusi warga NU untuk kehidupan kebangsaan dan keberagamaan yang damai dan berkeadilan dan demi keutuhan NKRI, warga NU Ponorogo mengikuti apel akbar yang dipimpin Katib Syuriyah PBNU KH Lukman Harist Dimyathi pada Senin malam (24/4).

Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU, Ansor, Sekaligus Isra Mi’raj di Ponogoro

Dalam amanatnya, Kiai Luqman yang merupakan pengasuh pesantren Tremas Pacitan itu mengajak kepada warga NU untuk bersama-sama mewaspadai pergerakan organisasi yang anti-Pancasila.

"Kita dukung pemerintah untuk segera membubarkan organisasi-organisasi yang anti-Pancasila! Banser harus siap lahir batin bersama Kiai jaga NKRI," tegasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan atraksi dari pencak silat NU Pagar Nusa, Banser, Fatser, dan kesenian Reog Ponorogo.

HMI Tegal Kab

Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Ponorogo menggelar acara hari lahir ke-94 NU yang dipusatkan di alun-alun Ponorogo, bertepatan dengan hari lahir ke-83 Gerakan Pemuda Ansor dan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Sebanyak 30 ribu warga NU Ponorogo dan sekitarnya, dengan khusyu mengikuti Istighotsah Kubro di Alun-alun Ponorogo. Istighotsah digelar dalam rangka memohon kepada Allah agar Indonesia senantiasa diberikan rasa aman dan damai.

Istighatsah diawali dengan shalat Magrib berjamaah, kemudian dilanjut dengan majlis dzikir dan shalawat Rijalul Ansor, shalat tolak bala dan shalat Isya berjamaah, diteruskan istighotsah kubro yang dipimpin oleh KH Abdul Matin Jawahir (Rais Syuriyah PWNU Jatim).

Istighatsah dihadiri oleh para ulama, seperti KH Abdus Sami Hasyim Mayak, KH Fathurrodji Tantowi, KH Husein Aly, KH Sholichan Al Hafidz, KH Maruf Muchtar Bajang dan KH Luqman Harits Dimyathi (Katib Syuriyah PBNU).

Selain para ulama, hadir pula Bupati Ponorogo H Ipong Muchlissoni dan segenap jajaran Forkopimda Ponorogo. Red: Mukafi Niam

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pendidikan, Nahdlatul, RMI NU HMI Tegal Kab

Senin, 08 Januari 2018

Kandidat Peraih “KH A Wahab Chasbullah Award” Mengerucut

Jombang, HMI Tegal Kab. Nama peraih penghargaan KH Abdul Wahab Chasbullah Award, akan ditentukan pada pekan ini. Dewan juri yang terdiri atas unsur keluarga, PWNU Jatim, dan kalangan pers kini tengah menyeleksi sejumlah nama yang masuk dan akan mengumumkan keputusannya di akhir Agustus.

“Partisipasi masyarakat demikian tinggi saat kesempatan mengusulkan mendapat penghargaan KH A Wahab Chasbullah Award dibuka secara umum,” kata H Mujtahidur Ridho yang biasa disapa Gus Edo kepada HMI Tegal Kab, Ahad (17/8) malam.

Kandidat Peraih “KH A Wahab Chasbullah Award” Mengerucut (Sumber Gambar : Nu Online)
Kandidat Peraih “KH A Wahab Chasbullah Award” Mengerucut (Sumber Gambar : Nu Online)

Kandidat Peraih “KH A Wahab Chasbullah Award” Mengerucut

Sejumlah nama dengan latar belakang lokasi dan profesi diusulkan berbagai kalangan. “Ada yang dari Jawa Timur, Jawa Tengah hingga luar Jawa,” kata Gus Edo.

HMI Tegal Kab

Peraih KH A Wahab Chasbullah Award berhak menyandang predikat pelopor pendidikan, kewirausahaan, serta pegiat jam’iyah NU. Sejumlah nama peraih penghargaan akan diumumkan secara terbuka dan diundang pada puncak haul Kiai Wahab, 6 September di pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

HMI Tegal Kab

“Dan berikutnya, profil masing-masing peraih penghargaan akan dimunculkan di panggung kehormatan berikut kiprah mereka sehingga layak memperoleh penghargaan,” terangnya.

Kepada sejumlah kalangan yang telah berpartisipasi memasukkan nama untuk mendapatkan anugerah KH A Wahab Chasbullah Award, Gus Edo mengucapkan terima kasih. “Pastikan bila ternyata belum terpilih pada tahun ini, juga bisa diusulkan kembali di tahun berikutnya,” katanya.

Pihak keluarga juga tengah berpikir untuk menambah kategori penghargaan untuk tahun mendatang dari yang sudah ada di tahun ini. “Tentunya hal ini butuh pertimbangan dan masukan dari banyak kalangan,” ungkapnya.

Terlepas dari itu semua, keberadaan KH Abdul Wahab Chasbullah Award diharapkan akan memberikan apresiasi yang memadai bagi sejumlah kiprah para aktivis di berbagai daerah.?

“Tidak sedikit yang berkhidmat tanpa pamrih,” katanya. Sehingga, penghargaan yang diberikan sebenarnya hanya menegaskan bahwa kiprah para orang terpilih itu sangat nyata di masyarakat, pungkasnya. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Nahdlatul, Kiai HMI Tegal Kab

Kamis, 28 Desember 2017

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru

Lampung Tengah, HMI Tegal Kab - Pengurus harian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Lampung Tengah mendorong rekan-rekanita pengurus yang ada di pimpinan komisariat dan pimpinan ranting masing-masing terus meningkatkan jejaring serta kapasitas dan kualitas kader-kader pelajar NU.

Demikian ditegaskan Edi Hermawan di hadapan lima puluh lima peserta saat mengisi materi Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Gaya Baru III Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah, di kompleks Pesantren Al-Ikhlas, Ahad (25/9).

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru

"Kami berharap kepada rekan dan rekanita teruslah berkiprah dan menjadi pelopor dalam memajukan organisasi ini. Buatlah forum-forum diskusi kecil-kecilan, tidak harus mewah, untuk membahas kemajuan organisasi, dan selanjutnya diwujudkan dalam bentuk aksi seperti Hari Santri Nasional, Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1438 H, Harlah IPNU dan IPPNU dan lain-lain," imbuh alumni IAIM NU Metro Lampung itu.

HMI Tegal Kab

Pengasuh Pesantren Al-Ikhlas Gaya Baru III Kiai Abdu Suaib mengapresiasi aktivitas dan semangat pelajar NU dalam wadah IPNU-IPPNU ini. Sebagai kader yang paling muda di struktural NU, pelajar harus siap di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan apapun, dalam mengamalkan sekaligus mensyiarkan agama Islam dalam Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdlliyyah.

Ketua Ranting IPNU Gaya Baru III Yudianto menambahkan, tujuan dari jenjang pengkaderan Makesta ini adalah menciptakan kader IPNU-IPPNU ranting Gaya Baru III yang berpegang teguh terhadap ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah, mempunyai kesadaran sosial yang tinggi, memiliki pengetahuan yang mendalam dan keterampilan yang memadai dalam berorganisasi.

“Kader IPNU-IPPNU harus siap lahir batin,” kata Yudianto.

HMI Tegal Kab

Turut hadir dalam Makesta ini unsur MWCNU Seputih Surabaya, Ranting NU Gaya Baru III, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Nahdlatul, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Senin, 25 Desember 2017

2, 5 Jam Kemudian Gus Mus Trending Topic

Jombang, HMI Tegal Kab. Dua jam setengah setelah KH A Mustofa Bisri ditetapkan kiai Ahlul Halli wal Aqdi di ruang siding utama Alun-alun Jombang, Rabu malam (5/8), kata “Gus Mus” masuk trending topic ke-10 di Indonesia. Itu terjadi ketika tweeps mengucapkan selamat untuknya. ?

Dalam pantauan HMI Tegal Kab, sekitar pukul 24.50, kata Gus Mus hilang dari trending topic, yang muncul adalah jabatannya di PBNU, yaitu kata kata “Rais Aam PBNU”. Trending topic ini sepertinya tidak bertahan selama sejam. ?

2, 5 Jam Kemudian Gus Mus Trending Topic (Sumber Gambar : Nu Online)
2, 5 Jam Kemudian Gus Mus Trending Topic (Sumber Gambar : Nu Online)

2, 5 Jam Kemudian Gus Mus Trending Topic

Para netizen, tidak hanya mengungkapkan selamat di Twitter, tapi juga Facebook. Akun Miftahul Jannah misalnya menulis: Selamat atas terpilihnya KH Musthafa Bisri sebagai Rois Am PBNU masa khidmat 2015-2020, semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kekuatan serta dapat menjadikan NU yg kuat baik jamiyyah juga jamaahnya ?#?Muktamar33NU?

HMI Tegal Kab

Para pengguna BB di kalangan anak muda NU banyak mengubah DP mereka dengan gambar kiai asal Rembang, Jawa Tengah tersebut.

Pada saat berita ini ditulis, sedang berlangsung penghitungan suara Ketua Umum PBNU. (Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nahdlatul HMI Tegal Kab

Sabtu, 23 Desember 2017

Status IAIN Tak Boleh Berubah

Jakarta, HMI Tegal Kab. Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan, status perguruan tinggi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di seluruh Indonesia tidak boleh berubah dan tetap mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis Islam, katanya di Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Ahad malam.

Menteri mengatakan hal tersebut karena belakangan ini banyak para petinggi, termasuk rektor dari IAIN bersangkutan mendorong agar memperoleh kesempatan mengembangkan ilmu pengetahuan di luar basis ilmu pengetahuan Agama Islam.

Dicontohkannya, baru-baru ini ada pihak rektor IAIN mengajukan program baru dengan cara membuka fakultas kedokteran dan ilmu pengetahuan layaknya universitas negeri lainnya di tanah air. "Hal ini tak boleh lagi," kata Basyuni.

Status IAIN Tak Boleh Berubah (Sumber Gambar : Nu Online)
Status IAIN Tak Boleh Berubah (Sumber Gambar : Nu Online)

Status IAIN Tak Boleh Berubah

Ia mengaku sekarang ini sudah ada IAIN yang mengembangkan dan membuka fakultas di luar basis ilmu agama seperti ilmu kedokteran tadi. Melihat perkembangan belakangan ini, ternyata animo masyarakat untuk masuk ke fakultas di luar basis ilmu pengetahuan di luar agama Islam makin meningkat.

Hal itu, dinilai sudah menyimpang dari "pakem" IAIN. Bahkan sudah bergeser dari gagasan pendirian IAIN. Karena itu keadaan demikian sudah harus dihentikan. "Biarlah IAIN yang terlanjur mengembangkan program tambahan di luar bidang ilmu agama Islam berjalan," katanya. Tapi, katanya lagi, untuk mendatang IAIN harus tetap berpegang kepada asas tujuan semula.

HMI Tegal Kab

IAIN didirikan memang dikhususkan untuk para mahasiswa yang berminat mempelajari dan mendalami agama Islam. Jika ada fakultas di luar itu di lingkungan IAIN, bisa jadi animo mahasiswaanya jauh lebih banyak ketimbang mahasiswa dari fakultas usuluddin atau fakultas yang mendalami bidang agama Islam. "Ini harus dicegah," katanya lagi.

Sebelumnya Menteri Agama di hadapan para ulama di Gringsing, Kabupaten Batang, menyampaikan program departemen yang dipimpinnya. Ia mengaku punya tugas berat, memberantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), peningkatan pelayanan jemaah haji di tanah suci, peningkatan lembaga pendidikan swasta, termasuk pesantren dan madrasah.

HMI Tegal Kab

Khusus mengenai KKN, menteri mengaku masih prihatin. Pasalnya, ketika ia hendak mengangkat Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) di Jawa Tengah (Jateng) banyak para kiai mengusulkan dan menyodorkan nama yang masih punya pertalian erat dengan keluarganya. Ternyata para kiai masih nepotisme. Ini harus diberantas juga, ujar Maftuh.

Untuk menghindari nepotisme, ia mengakat Kakanwil Depag Jateng berasal dari militer. Tentu saja semua sudah diperhitungkan bahwa hal itu akan mengundang protes. Dan, ternyata perhitungan itu nyata. Muncul suara protes bahwa militer yang sudah ditarik ke barak tak boleh dikeluarkan lagi.

"Saya katakan dan saya jamin bahwa Kakanwil baru ini, meski berasal dari militer juga pandai tahlil dan mengaji. Apa salahnya militer juga bisa ngaji. Karena dia pun lebih TNU (Tentara Nahdlatul Ulama)," katanya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Menteri menjamin jika para ulama ikut mendukung program kerja Depag, maka upaya yang dilakukan akan membuahkan hasil. Termasuk peningkatan SDM dari kalangan pondok pesantren dan madrasah, yang belakangan ini mulai dilakukan.

Peningkatan kualitas SDM dari kalangan pondok pesantren/madrasah sudah terasa mendesak karena selama ini diabaikan oleh pemerintah. Untuk itu fakus pendidikan menjadi titik berat. Ia berharap kalangan politisi yang berasal dari kalangan panpos/madrasah bersatu menyukseskan hal ini. "Jangan cakar-cakaran terus," katanya, disambut tepuk tangan.

Kunjungan Basyuni ke Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah dan SMA NU Al Munawwir, Gringsing, Batang, untuk menghadiri haul, peringatan 17 tahun meninggalnya KH Ahmad Munawir, ulama kharismatis yang juga pejuang dalam pengembangan agama di Jateng. (ant/nun)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nasional, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Sabtu, 16 Desember 2017

Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi HMI Tegal Kab yang saya hormati, kami ingin menanyakan sembahyang di masjid-masjid yang terdapat makam di balik tembok atau di dalamnya. Bahkan ada juga makam para wali di pelataran masjid. Bagaimana hukumnya? Soalnya ada yang bilang sembahyang itu harus di masjid yang benar-benar bebas dari makam di pekarangannya. Mohon keterangan lebih jelasnya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Karta/Bogor)

Jawaban

Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Sejauh pengamatan kami, tidak ada larangan perihal pemakaman jenazah di pekarangan masjid. Karenanya umat Islam ketika memperluas masjid nabawi tidak bersusah payah memindahkan makam Rasulullah SAW. Dan mereka juga kemudian memakamkan dua sahabatnya, Abu Bakar As-Shiddiq RA dan Umar RA di dekat makam Rasulullah SAW. Dengan demikian makam ketiganya berada bukan lagi di pekarangan masjid, tetapi di dalam masjid.

HMI Tegal Kab

Adapun kesahihan ibadah sembahyang di masjid yang terdapat makam di pekarangan atau di dalamnya tidak bergantung pada keberadaan makam itu sendiri. Kesahihan sembahyang di sana bisa dilihat dari seberapa jauh kelengkapan syarat dan rukun sembahyang itu sendiri.

HMI Tegal Kab

Ada baiknya kita melihat pandangan Syekh Muhammad Ibarahim Al-Hafnawi yang bermadzhab Hanafi sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sembahyang di masjid yang di dalamnya terdapat makam para wali yang saleh adalah ibadah shalat yang sah sejauh syarat dan rukun yang ditetapkan menurut syara‘ terpenuhi. Karena, sembahyang itu ditujukan kepada Allah, bukan ahli kubur. Sehingga sampai kapan pun tidak mungkin berpendapat batal atau haramnya sembahyang di masjid yang ada makamnya. Kalau ada pendapat yang membatalkan dan mengharamkan sembahyang itu, niscaya batal dan haram pula sembahyang umat Islam di Masjid Nabawi di mana di dalamnya terdapat makam Rasulullah SAW dan dua sahabatnya, Sayyidina Abu Bakar RA dan Sayyidina Umar RA,” (Lihat M Ibarahim Al-Hafnawi, Fatawa Syar‘iyyah Mu‘ashirah, Kairo, Darul Hadits, cetakan ketiga, 2012 M/ 1433 H, halaman 160-161).

Dari penjelasan di atas, kita memahami betapa niat menempati posisi sangat penting di sini. Niat yang memuat kebulatan hati dan pemusatan pikiran dalam ibadah ditujukan kepada Allah SWT semata, bukan pada ahli kubur (meskipun ia seorang nabi, wali, dan orang saleh lainnya) yang terletak di pekarangan masjid.

Dari keterangan di atas juga, kita dapat menyimpulkan bahwa sembahyang itu di mana pun tempatnya tetap sah dengan catatan syarat dan rukunnya dipenuhi sesuai aturan syara’ (agama Islam) seperti lazimnya disebutkan dengan rinci di dalam kitab-kitab fikih.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita, Nahdlatul, News HMI Tegal Kab

Selasa, 12 Desember 2017

Mensos Khofifah Minta ABG Slamet Lanjutkan Pendidikan

Jakarta, HMI Tegal Kab. Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa mendorong ABG Slamet (16), pelaku pernikahan dini yang menikah dengan Nenek Rohayah (71) untuk meneruskan pendidikannya.

Mensos Khofifah Minta ABG Slamet Lanjutkan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Minta ABG Slamet Lanjutkan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Minta ABG Slamet Lanjutkan Pendidikan

“Saya mendapatkan informasi baik dari Pak Urip, kakak dari Nenek Rohayah, maupun dari surat yang ditandatangani Ananda Slamet, mereka mengatakan menikah di bawah tangan, atau secara siri. Lalu masyarakat di desa mereka telah meminta KUA untuk menerbitkan surat nikah. Tapi Ananda Slamet ini usianya masih anak-anak. Jadi saya meminta Slamet mengikuti kejar paket dan mau sekolah,” papar Khofifah menjawab pertanyaan para wartawan di sela-sela Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (16/7) siang.

?

Khofifah menilai perkawinan usia dini bukan fenomena baru. “Saya rasa ini satu hal yang kita semua prihatin, bukan karena perbedaan usia. Tapi salah satu yang menikah itu masih usia anak,” terang Khofifah.

HMI Tegal Kab

Menurutnya berdasarkan UU Perkawinan Nomor 1 tahun 1974 saja, ? ditetapkan pernikahan dapat dilakukan oleh laki-laki pada usia minimal 19 tahun.

“Sedangkan Ananda Slamet masih usia 16 tahun. Jadi Kemensos pada saat menerima informasi itu dari sosmed, langsung mengirim tiga orang Saktipeksos (Satuan Bakti Pekerja Sosial). Saya meminta mereka secara khusus bertemu Slamet dan Nenek ? Rohayah, apa yang sebetulnya terjadi di antara mereka. Saya juga meminta kepada Saktipeksos membawa Ananda Slamet dan Nenek Rohayah ke Puskesma terdekat, untuk diperiksa secara medik kesehatan mereka masing-masing,” lanjut Khofifah.

Terkait dengan permukiman Slamet dan Rohayah, Khofifah meminta Saktipeksos untuk melakukan asesmen agar mereka mendapatkan rumah tinggal layak huni.

“Betapa pun keduanya adalah warga bangsa yang rumah mereka berlantai tanah. Saya meminta untuk dilakukan asesmen kepada keluarga ini untuk mendapatkan rumah tinggal layak huni sebagai perlindungan sosial kepada mereka. Kita akan intervensi itu. Tapi khusus Ananda Slamet, kami mendorongnya mengikuti kejar paket dan melanjutkan sekolah. ? Ananda Slamet kan drop out kelas dua SD,” tandas Khofifah. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Nahdlatul, Nusantara, Ahlussunnah HMI Tegal Kab

Sabtu, 02 Desember 2017

Perkuat Solidaritas, Fosil Alam Adakan Reuni Akbar 2015

Mojokerto, HMI Tegal Kab. Untuk memperkuat solidaritas antar alumni Pondok Pesantren al-Amin, Mojokerto dan merancang langkah organisasi ke depan, Forum Silaturahmi Alumni al-Amin (Fosil Alam) mengadakan Reuni Akbar 2015 sebanyak sembilan angkatan,? Ahad, (11/1) lalu di Aula Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Mojokerto. ?

Perkuat Solidaritas, Fosil Alam Adakan Reuni Akbar 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Solidaritas, Fosil Alam Adakan Reuni Akbar 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Solidaritas, Fosil Alam Adakan Reuni Akbar 2015

Acara diawali dengan khataman al-Qur’an dan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Fikri Nurul Hikam alumni angkatan ke-5.?

“Kegiatan selain meningkatkan solidaritas juga ajang nostalgia bagi para alumni dan perintis untuk kemajuan pesantren dan organisasi,” ujar Ketua Fosil Alam, Shofiyuddin Aslah dalam sambutannya.

HMI Tegal Kab

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren al-Amin, Drs. KH. Muthoharun Afif, Lc., MHI., yang merupakan salah satu pendiri dalam sambutannya mengatakan agar para alumni tetap mempertahankan solidaritas. Umat yang kuat, ucap Kiai Muthoharun, adalah yang beriman, beramal sholeh dan menyambung tali silaturahmi.?

“Untuk itu, apapun jurusan dan profesi yang digeluti, para alumni harus tetap saling mengisi dan melengkapi satu sama lain untuk kemajuan pesantren,” harapnya.

HMI Tegal Kab

Kemudian, Sekretaris Perkumpulan Pendidikan dan Sosial Pondok Pesantren al-Amin, Dr. Ahmad Jazuli juga berpesan, agar para alumni menjaga dan mempertahankan Islam yang rahmatan lil alamin. ? ?

“Karena banyak para pemuda Islam saat ini yang terjangkit oleh paham-paham Islam radikal,” ujarnya.?

Dari empat tokoh besar dibalik berdirinya pesantren al-Amin, tiga diantaranya tidak bisa hadir karena ada halangan, yakni Ketua Perkumpulan Pendidikan dan Sosial al-Amin, Drs. KH. Mas’ud Yunus yang sekarang menjadi Wali Kota Mojokerto, KH. Abdul Aziz yang juga Pengasuh Pondok Pesantren al-Khodijah, Surodinawan, Mojokerto dan H. Bambang yang merupakan pewakaf tanah yang menjadi cikal bakal Pondok Pesantren al-Amin. ?

Setelah pembacaan do’a yang dipimpin oleh Kepala Pondok Pesantren al-Amin, Ustadz Hanafi, acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata berupa sketsa empat tokoh pendiri pesantren karya seniman Nadzir dan Firmansyah yang juga merupakan salah satu alumni. Para hadirin juga disuguhi tayangan video berisi foto-foto kenangan dari angkatan pertama hingga angkatan kesembilan.?

Acara diakhiri dengan ramah tamah dan dilanjutkan kegiatan membahas rencana tindak lanjut (RTL). Dalam pembahasan RTL telah disepakati, bahwa kegiatan reuni akbar akan dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Selain itu juga akan dibentuk Baitul Mal yang mewajibkan setiap alumni membayar iuran anggota untuk kepentingan bersama. (Abror/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nahdlatul HMI Tegal Kab

Kamis, 30 November 2017

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan

Semarang, HMI Tegal Kab

Mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Prof Dr Imam Suprayoga menyatakan, sistem pendidikan di Indonesia telah salah besar karena meninggalkan pola pesantren. Ia katakan, pendidikan terbaik adalah model pondok pesantren. Maka jika ingin sekolah atau perguruan tinggi menghasilkan lulusan terbaik, buatkan dengan mengikuti model pesantren.

Namun, pesantren juga perlu dikembangkan manajemennya atau bidang entrepreneurshipnya. Beberapa kekurangan di lembaga pesantren seperti tata administrasi juga perlu dibenahi agar semakin sempurna kebaikannya

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan

Guru  besar yang semasa menjadi rektor UIN Malang mengasramakan 4 ribu mahasiswanya ini menyatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam Seminar Entrepreneur & Soft Launching 50 Tahun Dies Natalis IKIP Veteran (Ivet) Semarang, di Auditorium kampus tersebut di Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Selasa, (23/2/2016).

"Filosofi pendidikan itu harusnya menunggui murid sepanjang masa belajar. Seperti ayam betina mengerami telurnya. Maka guru maupun lembaga pendidikan perlu menerapkan pola pengasuhan. Dan itu berarti memakai pola pondok pesantren," ujar guru dosen senior yang pernah 41 tahun menjadi kepala madrasah dan sekolah di Jawa Timur ini.

Ia jelaskan, pesantren menerapkan pendidikan kepada hati. Kepada jiwa. Mendidik akhlak agar sempurna mulia. Hasilnya, tidak hanya hati yang menjadi bercahaya, melainkan otak juga cemerlang. Terbukti, diungkapkannya, semua lulusan terbaik setiap wisuda sarjana di UIN Malang selalu mahasiswa yang tinggal di asrama mahasiswa. Di pesantren kampus. Dan hampir semuanya hafal Al-Quran.

HMI Tegal Kab

"UIN Malang mengasramakan mahasiswa dengan maksud mengontrol belajar mereka agar lulus cepat dengan nilai bagus. Ternyata dengan pola pondok pesantren yang menekankan aspek moral, kami dapat bonus. Para mahasiswa yang adalah santri itu tidak hanya menjadi pintar akademiknya, melainkan juga hafal kitab sucinya. Jadi karena mereka menghafalkan Al-Quran, otaknya jadi encer dan ilmu begitu mudah dikuasai," tuturnya disambut tepuk tangan hadirin.

Imam menceritakan, dulu semasa ia pertama menjadi rektor, UIN Malang adalah kampus kecil kelas ndeso. Namanya Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Malang. Mahasiswanya hanya sedikit dan hanya berasal dari Malang dan sekitarnya. Dosennya hanya 43 orang dan sudah tua semua. Enam bulan diberi tugas mengajar, sudah tujuh orang yang meninggal dunia.

HMI Tegal Kab

Lalu dengan keyakinan kuat, ia ajak seluruh elemen kampus untuk memajukan almamater. Caranya dengan mengamalkan sebuah hadis Rasulullah tentang perlunya memiliki tamu yang banyak, karena tamu membawa berkah.

"Kami dulu kampus kecil tidak terlihat. Lalu kami bertekad maju, kami buat agar punya banyak tamu. Dengan mencari celah apapun yang bisa mengundang orang mau datang bertamu. Alhamdulillah hasilnya nyata," paparnya.

Kepada para kepala SMK berbasis pesantren yang hadir dalam seminar tersebut Imam memberi saran, setiap SMK harus mencari dan menonjolkan keunikan masing-masing agar mengundang datangnya tamu. Tamu yang banyak akan membuat para pegawai, dosen, dan mahasiswa bangga. Lalu bersemangat ingin menunjukkan yang terbaik kepada para tamunya. Jadi, tanpa diceramahi rektor, seluruh elemen kampus bergerak, berimprovisasi untuk kemajuan kampusnya. Itulah kunci awal perkembangan.

Pentingkan bahasa asing

Imam mengaku heran dengan para pemangku perguruan tinggi. Semua mengeluh soal kurangnya penguasaan bahasa asing para dosen maupun mahasiswa, tapi tak ada upaya serius mengurai masalah itu. Sehinga seolah semua menjadi jeleh  tidak tahu apa yang harus diperbuat. Hanya berhenti pada keluhan.

Maka iapun membuat gebrakan. Ia langgar silabus dan kurikulum pergurutan tinggi. Jam kuliah bahasa asing di IAIN Malang (kini UIN Malang) dia ubah dari 2 jam seminggu menjadi minimal 4 jam setiap hari. Dia wajibkan mahasiswa baru masuk asrama, wajib mengikuti pelajaran bahasa asing mulai jam 14 sampai malam. Wajib menjadi santri yang aktif berbincang dalam bahasa asing di bawah pengawasan pengasuh asrama.

Hasilnya, kata dia, seluruh mahasiswa mampu berbahasa asing bagus minimal satu bahasa asing. Banyak yang menguasai dua atau lebih bahasa asing. Bahkan rata-rata bisa menulis skripsi dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing. Satu orang diantaranya menulis skripsi dalam sembilan bahasa.

"Program kami, minimal bahasa Arab dan Inggris harus menjadi kompetensi setiap lulusan UIN Malang. Alhamdulillah kami cukup berhasil. Mahasiswa kami yang dari luar negeri saja berasal dari 32 negara," ucapnya bangga.

Didik hati, hasilkan profesionalisme

Lebih lanjut Imam memaparkan, mendidik hati manusia, menempa ruh mereka, akan menghasilkan jiwa yang profesional. Dan itulah yang sangat dibutuhkan dalam dunia entrepreneur. Jika orang butuh pegawai yang profesional, jangan mencari dari lulusan manajemen "sekular" tetapi carilah dari orang yang ditempat dengan pendidikan rohani.

Ia ceritakan, Ponpes Sidogiri Pasuruhan punya lembaga keuangan Baitul Mal wa Tamwil (BMT) yang asetnya Rp 16 triliun. Padahal di pesantren itu tidak ada sekolah manajemen keuangan atau fakultas ekonomi jurusan perbankan. Sedangkan Universitas Brawijaya yang punya jurusan Koperasi, justru Koperasi Mahasiswanya bangkrut. Sehingga datang ke Sidogiri untuk studi banding belajar mengelola uang.

"Dengan  pesantren mendidik hati para santri, kiai menjadi sentral panutan moral, terciptalah insan profesional. Sehingga disuruh mengelola uang sampai triliunan rupiah mampu. Amanah. Kalau hanya mengajar soal manajemen, hanya ada orang pintar tapi potensial ngakali atau akal-akalan," tandasnya.

Sosok Kiai Mahfud Sobari, pengasuh pesantren Pacet Mojokerto juga ia jadikan contoh kesuksesan di bidang entrepreneurship. Kiai sahabatnya itu, kata Imam, merupakan sosok konglomerat. Usahanya macam-macam, sampai dia tanya ga pernah bisa ngitung penghasilannya.

Namun ketiga dia desak, Kiai Mahfud pernah cerita bahwa penghasilannya setiap bulan tak boleh kurang dari Rp 2 miliar. Sebab dia harus menghidupi empat istri, membiayai 20 anak kandung, puluhan yatim piatu dan membantu ratusan santri yang diasuhnya.

"Saya pernah membawa dosen-dosen UIN Malang ke rumah Kiai Mahfud. Mendengar tuan rumah punya istri empat, ibu-ibu pada jengkel dan menilai buruk beliau. Setelah diberitahu kalau penghasilan beliau per bulan Rp 2 miliar, eh, ibu-ibu itu bilang; lha kalau gitu ya saya mau jadi istrinya," tuturnya disambut tawa hadirin. (Ichwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pesantren, Pendidikan, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Sabtu, 18 November 2017

Idul Fitri, Merangkai Kembali Jalinan Silaturahim

Hari raya Idul Fitri di Indonesia identik dengan silaturahim dan permohonan maaf atas kesalahan yang kita buat selama satu tahun belakangan. Idul Fitri menjadi perayaan keagamaan dan budaya terbesar di negeri maritim ini. Perjalanan mudik dari lokasi-lokasi urban di mana masyarakat mencari nafkah untuk kembali ke daerah asal dilakukan dengan penuh perjuangan. Kemacetan panjang dan ongkos yang mahal tidak dipedulikan demi momen kumpul keluarga selama Lebaran. Ini menunjukkan betapa berartinya perayaan Lebaran bagi Muslim Indonesia.

Idul Fitri semakin bermakna saat nilai hubungan sesama manusia semakin mengalami degradasi. Sekalipun zaman semakin canggih dengan munculnya beraneka ragama alat untuk mempermudah manusia, tetapi waktu luang yang kita miliki semakin sedikit. Kita malah semakin disibukkan dengan berbagai macam tuntutan hidup agar tetap bisa menikmati kemudahan-kemudahan yang memanjakan ini. Kita dipaksa untuk bekerja keras agar tetap bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi ini. Semuanya perlu ongkos tinggi untuk mendapatkan dan mengoperasikannya. Bahkan, banyak di antara kita akhirnya terjebak dalam pengejaran teknologi ini dengan obsesi atas sesuatu yang terbaru dan tercanggih, sekalipun belum tentu dibutuhkan. Eksistensi diri sudah ditentukan seberapa canggih atau mahal peralatan yang kita miliki dan kita gunakan. ?

Idul Fitri, Merangkai Kembali Jalinan Silaturahim (Sumber Gambar : Nu Online)
Idul Fitri, Merangkai Kembali Jalinan Silaturahim (Sumber Gambar : Nu Online)

Idul Fitri, Merangkai Kembali Jalinan Silaturahim

Manusia bukan lagi mengendalikan alat-alat modern tersebut, tetapi peralatan canggih sesungguhnya telah memperbudak manusia. Banyak orang merasa kehilangan separuh dirinya jika ketinggalan telepon cerdas. Kita merasa tak bisa bergerak ke mana-mana tanpa kendaraan. Kita mati kutu saat listrik mati. Semakin lama, ketergantungan kita semakin tinggi pada peralatan hidup. Manusia, menjadi semakin lemah dan rentan di hadapan masin dan teknologi. Manusia semakin terasing dengan sesamanya.

Seusai kerja keras yang melelahkan untuk mempertahankan akses pada beragam kemudahan dan teknologi, waktu rehat sebagian besar orang disibukkan dengan hiburan, yang juga semakin personal. Dulu, hanya ada satu atau dua TV dalam satu kampung. Dalam satu kampung, semua warga berkumpul dalam satu titik. Di sela-sela siaran, orang bisa mengobrol dengan tetangganya sehingga mendekatkan hubungan. Saat TV masuk ke ruang-ruang keluarga, interaksi sosial menjadi semakin terbatas. Semakin jarang acara kumpul-kumpul sekedar untuk mengobrol. Dari hiburan di ruang keluarga yang diakses secara bersama-sama, revolusi teknologi memindahkan segalanya dalam genggaman dalam satu gawai atau telepon cerdas. Ruang keluarga pun semakin sepi. Semuanya semakin personal. Hampir-hampir kita tidak membutuhkan orang lain untuk menghibur diri. Di ruang tunggu dan saat mengantri, kini semuanya sibuk dengan gawainya. Semakin jarang kita ketemu kenalan baru dalam pertemuan-pertemuan seketika itu. Tanpa kita sadari sisi kemanusiaan kita sebagai makhluk sosial semakin tergerus.

HMI Tegal Kab

Ketika kita semakin sibuk dengan diri sendiri, hubungan antarmanusia juga menjadi semakin pragmatis. Kita berhubungan dengan orang lain saat memiliki kepentingan. Banyak orang menjadi semakin menghamba pada orang yang berkuasa, yang memiliki akses pada beragam sumberdaya.

Teknologi sesungguhnya telah memperluas jangkauan. Kita bisa bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat dan ongkos yang relatif murah. Transportasi umum semakin banyak dan terjangkau. Ongkos pesawat dari waktu ke waktu semakin murah, seiring semakin canggihnya teknologi. Revoluasi paling fenomenal pada abad 21 ini adalah ditemukannya internet yang kemudian memunculkan teknologi turunannya, yaitu media sosial.

HMI Tegal Kab

Media sosial telah merubah secara mendasar hubungan sesama manusia. Mereka yang jauh, yang sudah lama tak bersua seperti teman sekolah, teman sekampung yang masing-masing sudah bertebaran di berbagai penjuru dunia. Kini disatukan kembali dalam pertemanan dan grup-grup di media sosial. Sesaat sebelum tidur dan seketika setelah bangun tidur, banyak di antara kita langsung meraih gawainya untuk melihat pesan-pesan yang masuk. Teman kita semakin banyak, tetapi tingkat hubungan di media sosial sangatlah dangkal dengan komitmen yang rendah. Pertemanan yang kita temukan di media sosial tidak dapat dikatakan sebagai pertemanan sesungguhnya sebagaimana di dunia nyata. Kita memiliki kedekatan emosional pada teman yang kita miliki dalam interaksi nyata sehingga dengan mudah kita dapat memberikan pertolongan pada orang-orang yang kita kenal baik ini. Kita bisa berbagi rahasia-rahasia kecil pada teman yang kita percayai. Semuanya susah kita dapatkan dalam hubungan yang kita dapat di media sosial.

Itulah dua sisi dari teknologi media sosial, satu sisi semakin mendekatkan yang jauh, tetapi di sisi lain, mereka yang dekat secara fisik menjadi sangat berjarak. Yang kita perlukan adalah sebuah keseimbangan. Interaksi sesama manusia tidak dapat sepenuhnya tergantikan dengan media sosial. Media sosial tidak dapat menggantikan banyak hal dari kekerabatan, persahabatan, dan pertemanan yang dibangun melalui interaksi secara langsung. Media sosial bisa memperkuat hubungan tersebut menjadi semakin kokoh. Hubungan yang mendalam, saling pengertian, dan kerelaan untuk membantu sesama susah dibangun sekedar melalui media sosial.

Karena itu, Idul Fitri tidak cukup dengan menyampaikan pesan selamat berlebaran dan permintaan maaf melalui media sosial. Kita juga tidak boleh terlena oleh kemudahan hidup melalui berbagai alat berteknologi canggih itu. Mari kita manfaatkan momen ini untuk mengembalikan fitrah kita sebagai manusia sosial, yang saling berhubungan, berinteraksi sesama tanpa motif-motif lain, tanpa pertimbangan ekonomi, politik, atau kepentingan lainnya. Mudik dan interaksi hubungan manusia secara langsung, menemukan kembali momennya pada Idul Fitri ini. Biarkan semuanya mengalir, menciptakan kesejukan batin, memuaskan dahaga jiwa yang mengering karena terpaan berbagai tuntutan. (Ahmad Mukafi Niam)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nahdlatul, Quote, Sejarah HMI Tegal Kab

Rabu, 15 November 2017

Belajar dari Keruntuhan Syarekat Islam, Demokrasi Hanya Cara!

Jakarta, HMI Tegal Kab. Persoalan yang sering ditanyakan terkait dengan pemilihan tidak langsung atau ahlul halli wal aqdi adalah apakah pemilihan ini menyalahi prinsip-prinsip demokrasi dan kedaulatan pengurus cabang dan wilayah NU?

Wakil sekjen PBNU Masduki Baidlawi menjelaskan, rais aam syuriyah merupakan “wilayah khusus” dimana warga atau pengurus tanfidziyah sudah samikna waathona (mendengar dan mematuhi), bukan lagi persoalan cabang terlibat atau tidak, karena syuriyah punya legitimasi kuat dalam syariah Islam.

Belajar dari Keruntuhan Syarekat Islam, Demokrasi Hanya Cara! (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Keruntuhan Syarekat Islam, Demokrasi Hanya Cara! (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Keruntuhan Syarekat Islam, Demokrasi Hanya Cara!

Pola pemilihan ahlul halli ini dicontohkan oleh khalifah kedua Umar bin Khattab. Sebelum meninggal, ia menunjuk beberapa orang untuk memilih penggantinya. Cerita ini kemudian dikodifikasi oleh Imam Mawardi dalam kitabnya Al Ahkamus Sulthoniyah yang kemudian dijadikan landasan oleh para ulama NU terkait kebijakan pemerintahan.

HMI Tegal Kab

Faktor kedua, kata Masduki, ketika supremasi ulama tergerogoti, maka persoalan kewenangan cabang dan wilayah dalam memilih dipinggirkan dulu. Ketika tantangan politik eksternal begitu kuat, ada alasan dilakukan melalui ahlul hallli wal aqdi.

“Demokrasi itu alat untuk mencapai tujuan. Bisa saja dalam situasi tertentu dilakukan asal secara ideologis tidak terganggu, tetapi ketika ruh dan jantung organisasi terganggu, yang akhirnya jantung organisasi dirampas orang. Ya ngak bisa begitu,” tegasnya.?

HMI Tegal Kab

Belajar dari Syarekat Islam

Ia menyatakan, organissi NU tidak bisa dibiarkan terlalu terbuka sehingga sembarang orang bisa menjadi pengurus tanpa pernah terlibat dalam proses didalamnya, sementara tantangan di luar semakin keras.?

Kelompok Islam transnasional merupakan tantangan baru yagn harus diwaspadai infiltrasinya dalam lingkungan NU. Di beberapa daerah, sudah terindikasi penyusupan tersebut dan akhirnya bisa dikeluarkan. Orang makin kabur antara NU dan Islam transnasional. Ada yang sudah permisif ‘ngak papa yang penting sama-sama Islamnya’ padahal orientasi politiknya berbeda.?

Ia menyatakan, NU harus belajar dari keruntuhan Syarekat Islam (SI) yang pada zaman kolonial, merupakan organisasi Islam paling besar dan berjaya. Tapi puluhan tahun kemudian habis karena terlalu terbuka, akhirnya ada kelompok SI hijau dan SI merah yang dimasuki anasir-anasir komunis.

“Ini tidak ada urusan demokratis dan tidak demokratis, ini urusannya eksistensi NU untuk masa depannya seperti apa, yang 12-13 tahun lagi sudah 100 tahun. Kalau dibiarkan, NU bisa seperti SI. Jadi orang yang mengurus NU merupakan orang yang betul-betul secara ideologi adalah orang NU, jelas, aswajanya seperti apa, pengkaderannya seperti apa,” tandasnya.

Muktamar Situbondo

Ia mencontohkan pola ahlul halli sudah pernah digunakan dalam muktamar ke-27 NU yang berlangsung di Sitobondo yang akhirnya memilih Gus Dur sebagai ketua umum PBNU.

Masa itu ditandai dengan munculnya kader-kader muda NU yang cemerlang seperti Fahmi Syaifuddin, Gus Dur, Masdar F Mas’udi, Slamet Effendy Yusuf, Ichwan Syam dan lainnya. Dikalangan para ulama, juga ada pikiran baru yang reformis seperti KH Ali Maksum, KH Mahrus Ali, KH As’ad Syamsul Arifin, KH Ahmad Siddiq dan lainnya.?

Kelompok tersebut sangat resah dan gundah dengan kondisi NU yang terlalu terbawa ke politik praktis. Lalu dicarilah cara bagaimana yang memimpin NU memiliki visi yang sama dan sejalan dengan ulama.?

“Kalau dilakukan pemilihan one man one vote, yang akan terpilih lagi Kiai Idham Chalid. Maka dicarilah model pemilihan agar Gus Dur terpilih ketua umum PBNU. Jadi konteksnya begitu. Untuk konteks sekarang, ya alasannya seperti yang saya sebutkan di atas.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nahdlatul, Aswaja, AlaSantri HMI Tegal Kab

Selasa, 07 November 2017

Ajengan Ahli “Alat” Haurkuning Wafat

Jakarta, HMI Tegal Kab 

Berita duka dari Haurkuning, Tasikmalaya, Jawa Barat. Pengasuh Pondok Pesantren Baitulhikmah yang juga Musytasyar PCNU Kabupaten Tasikmalaya, yaitu KH Saefudin Zuhri wafat pada Jumat malam (30/8). Ia tutup usia selepas berjamaah Shalat Isya sekitar pukul 19.30.

Menurut kabar yang diterima HMI Tegal Kab dari salah seorang santrinya, ia dikebumikan di komplek pesantren yang terletak di Kampung Haurkuning Desa Mandalaguna Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya pada Sabtu (31/8).  

Ajengan Ahli “Alat” Haurkuning Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajengan Ahli “Alat” Haurkuning Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajengan Ahli “Alat” Haurkuning Wafat

Kiai tersebut meninggalkan 4 putra dan 3 putri serta 1500 santri. Kiai yang wafat pada usia 75 tahun tersebut adalah seorang santri kelana. Ia pernah nyantri di Pesantren Cibeuti, Cilendek, Ciharashas, Bantar Gedang, Keresek, Sayuran, Sadang, Sagaranten, dan Sirnasari.  

HMI Tegal Kab

Yeris Supriatna, pria yang pernah nyantri di Baitulhikmah selama 4 tahun, memberikan kesaksian tentang Ajengan Saef melalui surat elektronik. Ajengan tersebut dikenal sangat ahli ilmu gramatika bahasa Arab, yaitu nahwu dan sharaf. “Yang sangat digemari beliau adalah kitab Alfiyah ibnu Malik,” katanya.

Yeris menambahkan, ada 6 wasiyat KH Saepudin Zuhri kepada santri-santrinya, yang pertama, wajib mempertahankan aqidah, syariah, akhlak Ahlussunah wal Jamaah. Kedua, wajib shalat berjamaah awal waktu di masjid. Ketiga, ulah eureun ngaji (jangan berhenti mengaji, red).

HMI Tegal Kab

Keempat, anak, incu (cucu) wajib dipasantrenkeun, kelima kudu jadi NU (harus menjadi NU). Keenam Hate ulah nyantel kana dunya, sing nyantel ka akherat (hati jangan tertaut pada urusan duniawi, tapi kepada urusan akhirat). 

Salah seorang aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tasikmalaya Eris Zamzam Noor berpendapat, Ajengan Saef sangat menjaga tradisi NU, menghormati NU, “Sampe pengajian santri diliburkan kalo ada acara NU,” katanya yang bertemu terakhir dengan almarhum di Masjid Agung Tasikmalaya, pada Senin (26/8) pada acara Halal Bihalal Kemenag Tasikmalaya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Humor Islam, Nahdlatul, Tegal HMI Tegal Kab

Sabtu, 04 November 2017

Sentilan Umar bin Khattab untuk Penampilan Para Suami

Alkisah, Khalifah Umar bin Khattab radliyallahu ‘anhu kedatangan seorang perempuan yang mengadu padanya. Ia membawa serta suaminya yang tampak lusuh, kusut, bajunya acak-acakan, serta berpenampilan tidak menarik. Sangat tidak sedap dipandang.

Dalam aduan itu, sang perempuan itu berbisik kepada Khalifah Umar, “Wahai amirul mu’minin, ini suami saya...”

Sentilan Umar bin Khattab untuk Penampilan Para Suami (Sumber Gambar : Nu Online)
Sentilan Umar bin Khattab untuk Penampilan Para Suami (Sumber Gambar : Nu Online)

Sentilan Umar bin Khattab untuk Penampilan Para Suami

Umar bin Khattab merasa peka soal ini. Segera seorang staf kekhalifahan diminta olehnya untuk membawa suami sang perempuan untuk bercukur, mandi, memberi pakaian yang bagus dan wewangian. Sang perempuan pun diminta menunggu dahulu tidak jauh dari sana.

Suami perempuan itu sudah usai berbenah. Ia menjadi jauh lebih mendingan. Khalifah Umar bin Khattab memujinya, dan berkata, ”Sudah selesai. Bawalah istrimu pulang.”

Pria tadi keluar dengan percaya diri, di belakangnya Khalifah Umar mengikuti. Ia hampiri sang istri, lalu ia mengulurkan tangan kepada istrinya untuk mengajak pulang. Perempuan tadi merasa enggan. Siapa sih orang ini? Berani macam-macam sekali mengulurkan tangan padaku?

HMI Tegal Kab

“Lho, apakah kau hendak menunjukkan keenggananmu di hadapan amirul mu’minin, pemimpin umat Islam?”

Perempuan tadi terkejut. Suaranya ia kenal betul, pria yang mengajak pulang ini adalah benar suaminya. Ia pun tersenyum-senyum, lalu menggaet tangan suaminya dengan ceria. Sepasang suami istri ini berterima kasih kepada Khalifah Umar bin Khattab. Sebelum berpisah, Umar bin Khattab berkomentar:

“Beginilah semestinya seorang suami berlaku pada istrinya. Sungguh, para istri pasti senang melihat para suami berhias diri dan berpenampilan indah, sebagaimana juga para suami, pasti senang melihat istri mereka berdandan cantik dan berpenampilan menarik.”

Nah, para suami, masih meremehkan pentingnya penampilan di depan istri?

(Muhammad Iqbal Syauqi)

HMI Tegal Kab

Kisah disarikan dari buku “Yang Ringan Yang Jenaka” karya Prof. M. Quraish Shihab, dengan pengubahan seperlunya.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Meme Islam, Berita, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Senin, 30 Oktober 2017

Ansor Banyumas Gelar Dialog Kebangsaan, Tolak Paham Khilafah

Banyumas, HMI Tegal Kab. Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Banyumas menggelar dialog kebangsaan bertemakan Menjaga Keutuhan Bangsa, NKRI serta Menolak Faham Khilafah dan Intoleran, di Gedung Kopri Banyumas, Rabu (21/6).

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua PCNU Banyumas KH Maulana Hasan, Akademisi dari Unsoed Purwokerto, Sisno Sudjana, serta Banom NU Kabupaten Banyumas.

Ansor Banyumas Gelar Dialog Kebangsaan, Tolak Paham Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Banyumas Gelar Dialog Kebangsaan, Tolak Paham Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Banyumas Gelar Dialog Kebangsaan, Tolak Paham Khilafah

Selain itu, hadir pula sekitar 150 anggota Ansor dan Banser, serta organisasi masyarakat, seperti Komando Pejuang Merah Putih (KPMP), Gereja Kristen Jawa (GKJ) Cabang Purwokerto, PMII Koin, Gusdurian, PMII Cabang Banyumas, dan Perwakilan dari Pagar Nusa.

Ketua panitia pelaksana Suhardiman dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini untuk mengoreksi kesalahan pemahaman terhadap NKRI. Untuk itu, materi tentang NKRI dikupas oleh dua narasumber dari PCNU dan akademisi.

HMI Tegal Kab

"Kami juga minta kesediaan masing-masing organisasi masyarakat untuk menandatangani kesepakatan bersama dalam Menjaga Keutuhan Bangsa, NKRI serta Menolak Faham Khilafah dan Intoleran," katanya.

KH Maulana Hasan menyatakan manusia merupakan makhluk sosial yang dimaknai sebagai ? keharmonisan. Jadi jauh sebelum ada perintah melaksanakan, agama, manusia punya harmoni. Menurut dia, manusia dalam posisi orang yang rugi, ketika orang tersebut tidak memiliki iman. Untuk itu, harmoni merupakan bagian dari manifestasi seorang tersebut mempunyai iman.

"Jadi jauh sebelum bicara agama, negara, jabatan, manusia harus menjaga perdamaian dan persaudaraan, karena kodrat manusia ada keharmonian," katanya.

HMI Tegal Kab

Ia juga mengatakan, apabila berbicara manusia sudah memiliki agama. Tentu agama ini adalah bukan kejahatan dan kekerasan. Agama itu lentur dan lembut, serta Islam Rahmatan lil Alamin, yang dapat menjadi penyejuk bukan hanya untuk umat manusianya saja, melainkan untuk seluruh alam semesta.

"Harusnya Islam ini menjadi penyejuk, kasih sayang bagi siapapun. Ini sudah dipraktikkan sebelum Indonesia lahir, sebelum ada hak asasi manusia, atau sekitar 1400 tahun lalu ketika Rasulullah SAW mendirikan negara Madinah," katanya.

Dikatakan, Rasulullah SAW tidak mendirikan negara berdasarkan agama, ras, suku dan golongan, tapi mendirikan negara Madinah yang mempunyai peradaban dan menghargai antarumat manusia, dan bisa memanusiakan manusia, serta negara yang memperlakukan seluruh manusia secara hukum memilik kesamaan.

Ia juga menceritakan tentang kiprah KH Hasyim Asyari (kakek Gusdur). Pada waktu itu, ulama-ulama di negara-negara berbasis agama Islam, Timur Tengah berlarut-larut dalam permasalahan tentang agama, KH Hasyim Asyari bertawasul, memohon petunjuk kepada Tuhan YME sehingga timbul nasionalisme yang tinggi. Nasionalis religius Islam Nusantara.

Cinta tanah air KH Hasyim Asyari, adalah bagian dari Iman kepada Allah, hasil dari telaah agama melalui mendekatkan diri kepada Allah. Jargon ini untuk membangkitkan semangat jiwa patriotik komponen bangsa, memperkokoh kepribadian bangsa Indonesia. (Miftah Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nahdlatul, Pesantren, Kyai HMI Tegal Kab

Senin, 23 Oktober 2017

Suriah Alami Krisis Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Masa

Jakarta, HMI Tegal Kab. Tujuh organisasi kemanusiaan utama menyebut krisis di Suriah sebagai krisis kemanusiaan terbesar sepanjang masa.

Ketujuh organisasi kemanusiaan itu antara lain meliputi Amnesty International, Human Rights Watch dan Oxfam seperti dilansir oleh BBC Indonesia.

Suriah Alami Krisis Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Masa (Sumber Gambar : Nu Online)
Suriah Alami Krisis Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Masa (Sumber Gambar : Nu Online)

Suriah Alami Krisis Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Masa

Mereka mengatakan setelah berkecamuk perang selama tiga tahun, situasi di Suriah tidak dapat diuraikan di dunia yang beradab.

HMI Tegal Kab

"Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk membela rakyat Suriah yang mengalami krisis kemanusiaan terbesar di masa sekarang," kata koalisi tujuh organisasi.

Seruan itu disampaikan di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, bertepatan dengan konferensi perdamaian Suriah di Montreux, kota lain di Swiss pada Rabu (22/01).

HMI Tegal Kab

Konferensi perdamaian Suriah dibuka oleh Sekretaris Jendral Ban Ki-moon. Ia menyerukan perlunya membangun dialog yang mengarah ke solusi politik.

Perdebatan

Menurut koalisi tujuh organisasi, separuh jumlah penduduk Suriah tergantung pada bantuan kemanusiaan setelah terjadi perang sipil selama hampir tiga tahun.

Di daerah-daerah tertentu, penyakit dan kelaparan sangat mudah ditemukan.

Sementara konferensi perdamaian di Montreux diwarnai perdebatan pedas antara wakil-wakil pemerintah Suriah dan kubu oposisi.

Pemimpin oposisi Ahmed Jarba menuduh Presiden Bashar Al-Assad melakukan tindak kejahatan perang dan menyatakan Assad tidak boleh memegang peran politik apa pun di masa depan.

Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem, menyebut oposisi sebagai para pengkhianat dan agen asing.

Muallem menegaskan Presiden Assad tidak akan tunduk memenuhi tuntutan pihak luar untuk mundur. (mukafi niam)

ilustrasi: blouinnews

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Meme Islam, Nasional, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Minggu, 17 September 2017

Siswa SMA Islam Al-Mizan Pelatihan Menulis Skenario

Jatiwangi, HMI Tegal Kab. Sabtu, 17 Maret 2012 merupakan hari terakhir dari rangkaian pelatihan bagi siswa SMA Islam Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka khususnya kelas X dan XI dalam mengisi liburan UAS (ujian akhir sekolah) kelas XII (dua belas). Selama seharian sebanyak 60 siswa kelas X dan XI diberi pelatihan tentang “Penulisan Skenario dan Kepemimpinan atau Leadership”.

Menurut Siti Maryam, Wakasek bidang Kesiswaan, pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan mengisi liburan kelas X dan XI SMAI Al-Mizan. Walaupun begitu, kegiatan ini pula terbuka bagi kelas XII selesai melaksanakan Ujian Akhir Sekilah (UAS).

Siswa SMA Islam Al-Mizan Pelatihan Menulis Skenario (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa SMA Islam Al-Mizan Pelatihan Menulis Skenario (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa SMA Islam Al-Mizan Pelatihan Menulis Skenario

Menurut Iyam, biasa disapa, “Senin sampai Kamis siswa kelas X dan XI ini melaksanakan “Pelatihan Broadcasting dan Jurnalistik” kerjasama dengan Radio Komunitas (Rakom) Caraka FM. Jumat diisi dengan pelatihan Marawis dan untuk Sabtu diisi dengan pelatihan penulisan skenario dan kepemimpinan ini,” jelasnya..

HMI Tegal Kab

Masih menurut Iyam, pelatihan penulisan skenario ini menghadirkan Narasumber dari Jakarta tapi kelahiran Jatiwangi. Mereka adalah penulis skenario FTV SCTV yaitu Rois Said.

HMI Tegal Kab

Dalam paparannya, kang Rois, biasa disapa, memberikan latihan dasar bagaimana menulis sebuah skenario. Menurutnya, dengan menulis diharapkan siswa dapat lebih berkreasi lagi.

“Setiap pengalaman ataupun apa yang kita lihat di sekeliling kita, harus kita tulis. Jangan malu untuk menulis. Seorang penulis harus punya keberanian, jangan tanggung-tanggung untuk memulai apapun,” katanya dengan? nada semangat dan disambut tepuk tangan oleh peserta.

Sementara di sesi kedua diisi oleh pemateri dari Bank Mandiri, yaitu Bapak? Dede Sutisna. Beliau selain Assistant Vice President Consumer Risk Group di Bank Mandiri juga alumni Unpad kelahiran Burujul, Jatiwangi.

Dalam penyampaian materi tentang kepemimpinan, beliau sangat interaktif dengan para peserta. Sehingga peserta sangat antusias mengikutinya

Dalam uraiannya beliau mengungkapkan bahwa bahasa otak adalah gambar. Jadi otak akan lebih menangkap sesuatu itu lebih mudah apabila sesuatu itu berupa gambar. Selain itu,

“Bahwa personality seorang pemimpin itu bukan dilihat dari bagaimana dia layak memimpin tapi bagaimana dia menunjukkan sikap kepemimpinannya yg dapat memberikan contoh kepada bawahannya,” jelasnya.

Redaktur? ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: M Zaenal Muhyidin

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Syariah, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Minggu, 10 September 2017

Ini Karakter Orang Mendadak Religius Menurut Ibnu Athaillah

Tobat adalah pintu masuk pertama seorang hamba menuju Allah SWT. Tobat itu sendiri memiliki banyak ruangan yang harus dilewati mulai dari ruang depan, ruang tengah, hingga ruang terakhir. Ini yang disebut oleh Imam As-Sya‘rani sebagai wa lahâ bidâyah wa nihâyah.

Menurut Imam As-Sya‘rani dalam Al-Minahus Sasniyyah, tobat memiliki jenjang terendah hingga jenjang tertinggi. Tobat dari kekufuran, kemusyrikan, larangan-larangan haram, larangan makruh, dari amalan khilaful aula, dan seterusnya.

Ini Karakter Orang Mendadak Religius Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Karakter Orang Mendadak Religius Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Karakter Orang Mendadak Religius Menurut Ibnu Athaillah

Tetapi biasanya orang yang baru bertobat cenderung tak bisa menahan nafsunya dari kehausan ibadah. Di luar ibadah wajib, orang yang baru tobat ini cenderung menghabiskan waktunya untuk ibadah-ibadah tambahan (nafilah atau sunah). Mereka mengamalkan dengan semangat puasa sunah, shalat-shalat sunah, berkali-kali ke Masjidil Haram hanya untuk umrah, menggelar santunan-santunan sosial, gerakan politik yang bertopeng gerakan keislaman, dan hal-hal yang tidak perlu lainnya.

Jelasnya mereka menghabiskan waktu untuk ibadah tambahan demi memuaskan nafsu dahaga ibadahnya. Ini yang disinggung oleh Syekh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam sebagai ibadah karena dorongan nafsu.

HMI Tegal Kab

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

HMI Tegal Kab

Artinya, “Salah satu tanda (seseorang) menghamba pada hawa nafsu adalah kesegeraan dalam (memenuhi panggilan) kebaikan tambahan dan kelambatan dalam (memenuhi panggilan) kewajiban.”

Pernyataan Ibnu Athaillah ini kemudian diuraikan lebih lanjut oleh Ibnu Abbad dalam Syarhul Hikam-nya yang lazim dibaca di kalangan santri sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ini merupakan salah satu bentuk di mana sesuatu yang semu itu jelas sangat ringan dikerjakan bagi nafsu. Sedangkan yang hakiki terasa berat bagi nafsu. Apa yang disebutkan Ibnu Athaillah merupakan pengalaman kebanyakan orang. Kaulihat kemudian salah seorang dari mereka itu kalau sudah bertobat itu tidak memiliki keinginan apapun selain mengamalkan puasa sunah, tahajud, pergi-pulang umrah sunah ke masjidil haram, dan amalan tambahan (nawafil/sunah) lainnya. Sedangkan pada saat yang bersamaan salah seorang dari mereka tidak bergerak menutupi kewajiban yang telah dilalaikannya dan tidak berupaya mengembalikan hak orang lain yang telah dizaliminya, serta menyelesaikan tanggung jawabnya,” (Lihat Ibnu Abbad An-Nafzi Ar-Randi, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, juz II, halaman 30).

Padahal tugas paling mendasar dari seseorang yang bertobat adalah menunaikan kewajiban seperti membayar utang, mengembalikan sesuatu yang pernah dirampas secara zalim, meminta maaf kepada korban yang telah dicederai harga diri dan martabatnya, dan tentu saja menambal bolong-bolong kewajiban shalat, puasa, zakat yang telah dilalaikan di waktu-waktu yang sudah. Di samping itu tugas orang yang baru tobat adalah menahan diri dari segala maksiat, baik maksiat mulut, tangan, kaki, kelamin, mata, telinga, dan tentu saja maksiat hati.

Tetapi kenapa itu bisa terjadi? Kenapa mereka yang baru tobat lebih memilih amaliyah nafilah-sunah yang semu itu ketimbang amaliyah wajib yang hakiki sebagai tanggung jawab mereka? Pertama, aktivitas menunaikan kewajiban tidak mengandung keistimewaan dan keutamaan apapun. Lain dengan amalan sunah yang “menjanjikan” sesuatu bagi yang mengamalkannya. Kedua, mereka tidak menggembleng dan mendidik nafsu ibadah yang menipu mereka. Mereka tidak sanggup mengendalikan kehendak-kehendak nafsu yang menyenangkan dan menguasai mereka. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Quote, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock