Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2018

48 Pesantren Siap Berlaga di LSN Region Sumatera VIII-Lampung

Lampung Timur, HMI Tegal Kab - Setelah melakukan pertemuan teknis dengan para calon tim pesantren Liga Santri Nusantara (LSN) Region Sumatera VIII - Lampung pada Rabu (23/8) lalu, kini panitia pelaksana Liga Santri Nusantara Region Sumatera VIII – Lampung terus berkonsentrasi menyiapkan hal lain pada hari H nanti, di antaranya cek lapangan.

“Kick off nanti akan dilaksanakan pada hari Senin sore, 28 Agutus 2017 di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur oleh karenanya panitia semaksimal mungkin untuk menyambut para santri peserta LSN, dan ribuan warga Nahdliyyin,” kata Munir A Haris, Koordinator Liga Santri Nusantara Region VIII Sumatera – Lampung, di Lampung Timur, Jumat (25/8).

48 Pesantren Siap Berlaga di LSN Region Sumatera VIII-Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
48 Pesantren Siap Berlaga di LSN Region Sumatera VIII-Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

48 Pesantren Siap Berlaga di LSN Region Sumatera VIII-Lampung

Ia mengaku bersyukur selalu mendapat dukungan moral dari tokoh-tokoh NU Lampung, termasuk dari Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur Syahrudin Putra.

“Pak Sekda berpesan kepada kami agar LSN tahun 2017 ini harus berjalan sukses dan panitia harus bekerja ekstra keras dalam event nasional karena akan dihadiri ribuan lapisan masyarakat,” pungkas mantan Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

HMI Tegal Kab

Berikut nama-nama 48 Tim Pesantren Liga Santri Nusantara Region Sumatera VIII – Lampung tahun 2017, yaitu ;

1. Pesantren Roudlotuussolihin, Lampung Selatan

HMI Tegal Kab

2. Pesantren Al-Farabi, Pesawaran

3. Pesantren Madinatul Ilmi, Pringsewu

4. Pesantren Al-Hikmah, Way Halim, Kota Bandar Lampung

5. Pesantren Darussaadah, Gunung Sugih, Lampung Tengah

6. Pesantren Walisongo, Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah

7. Pesantren Walisongo, Lampung Utara

8. Pesantren Istiqlal, Lampung Utara

9. Pesantren Al-Fadlu, Tulang Bawang

10. Pesantren Darul Hidayah Al-Ansori, Tulang Bawang Barat

11. Pesantren Darul Huda, Mesuji

12. Pesantren Al-Falah, Tanggamus

13. Pesantren Darul Amal, Kota Metro

14. Pesantren Shodiqussalam, Lampung Tengah

15. Pesantren Darussalam, Pasir Sakti, Lampung Timur

16. Pesantren Mathlaul Huda, Pringsewu

17. Pesantren Miftahul Huda, Lampung Timur

18. Pesantren Asyaroniyah, Lampung Timur

19. Pesantren Minhajuth Thullab, Lampung Timur

20. Pesantren Darul Ulya, Kota Metro

21. Pesantren Tribakti Attaqwa, Raman Utara, Lampung Timur

22. Pesantren Darul Maarif, Lampung Timur

23. Pesantren Darul Ulum, Lampung Timur

24. Pesantren Riyadatul Ulum, Lampung Timur

25. Pesantren Roudlotuth Tholibin, Kota Metro

26. Pesantren Raudlatul Huda Al-Islamy, Pesawaran

27. Pesantren Darussalamah, Brajadewa Lampung Timur

28. Pesantren Raudlatul Hidayah, Lampung Timur

29. Pesantren Darul Hidayah, Lampung Timur

30. Pesantren Mambaul Ulum, Lampung Timur

31. Pesantren Darul Islah, Lampung Timur

32. Pesantren Darun Najah, Lampung Timur

33. Pesantren Hidayatul Quran, Lampung Timur

34. Pesantren Miftahul Huda, Lampung Timur

35. Pesantren Tribakti Darul Falah, Lampung Utara

36. Pesantren Roudloturridwan, Lampung Timur

37. Pesantren Al-Huda, Lampung Selatan

38. Pesantren Al-Banin, Kota Bandar Lampung

39. Pesantren Miftahussalam, Lampung Timur

40. Pesantren Daarul Hamdi, Lampung Timur

41. Pesantren Darussalam, Sidorejo Lampung Timur

42. Pesantren Al-Istiqomah Al-Amin, Lampung Selatan

43. Pesantren Bustanul Ulum, Lampung Tengah

44. Pesantren Raudlotussolihin, Lampung Tengah

45. Pesantren Miftahurrahmah, Pesisir Barat

46. Pesantren Darul Quran, Lampung Timur

47. Pesantren Alqodiriyah, Lampung Timur

48. Pesantren Mutaalimin, Lampung Timur

(Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nasional, Quote HMI Tegal Kab

Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron

Cianjur,HMI Tegal Kab

Para pelaku penganiayaan terhadap kiai di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat sampai saat ini masih bisa menghirup udara bebas. Polisi masih belum mampu meringkusnya. Salah seorang yang diduga pelaku pun, kini dibebaskan dengan alasan tidak cukup bukti.

Sebagaimana diketahui, seorang kiai di Cianjur atas nama Hasyim Asari bin KH Opan Sopyan, pengasuh Pondok Pesantren Al-Muin, Cibangban, Warungkondang dikeroyok empat orang pada Senin (28/6) atau tiga hari puasa Ramadhan. Ia adalah kiai yang hafiz Al-Qur’an 30 juz kelahiran 1987.

Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron

Menurut kuasa hukum korban, Elis Rahayu, berdasarkan laporan korban, pelaku berjumlah lima orang. Mereka melakukan pengeroyokan dengan cara memukuli secara bersama-sama menggunakan kepalan tangan ke bagian muka dan kepala korban. Seorang pelaku memukul menggunakan sebuah batu ke kepala bagian belakang korban.

HMI Tegal Kab

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka sobek di bagian alis sebelah kanan, luka sobek di kepala bagian belakang, luka sobek di bagian bibir dan luka memar di pipi sebelah kanan. ?

“Hingga hari ini korban masih dalam perawatan. Ia masih sakit fisik, psikis dan mental akibat kejadian itu,” katanya kepada HMI Tegal Kab di kantor PCNU Kabupaten Cianjur, Senin (12/6). ?

HMI Tegal Kab

Elis menceritakan kronologi pengeroyokan itu. Mulanya Hasyim menegur seorang anak yang membakar mercon di yang dilemparkan ke rumah Hasyim.

“Anak itu tidak dipukul. Hanya memberi tahu dan menanyakan kenapa anak itu melakukan itu,” cerita aktivis Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama Kabupaten Cianjur itu.?

Lalu, anak itu menangis sambil berlari. Kemudian anak itu melaporkan bahwa ia dicekik korban kepada orang tuanya. Mendengar laporang itu, orang tua tidak menerima. Ia mendatangi korban hingga terjadi perkelahian.

Si orang tua kemudian mundur dari perkelahian itu. Namun, tidak sampai di situ. Ia menghubungi saudara-saudaranya untuk kembali mendatangi korban. Terjadilah pengeroyokan lima lawan satu.? ?

Dari kejadian tersebut, menurut Elis, kasus itu bisa dijerat dengan pengeroyokan berencana di muka umum.

Dan yang palinng memilukuan, lanjut jebolan Jurusan Ahwalus Syakhsiyah Fakultas Syariah dan Hukum Univeristas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung 2002, setelah korban dikeroyok, dipaksa pelaku untuk meminta maaf.

“Saat ini kasus tersebut telah dialihkan dari Polsek Warungkondang ke Polres Cianjur,” pungkas perempuan yang pernah menjadi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Nasional, News HMI Tegal Kab

Minggu, 28 Januari 2018

Bagi-Bagi Buku, Komunitas Sajubu Dongkrak Minat Baca

Jakarta, HMI Tegal Kab. Komunitas 1 Juta Buku untuk Anak-Anak Indonesia (Sajubu) Jakarta, menyebarkan bacaan bermutu di Hotel Pandanaran, Semarang (17/2). Dengan buku-buku berbobot, Sajubu Jakarta bersama lembaga Sciena Madani Semarang mencoba mewarnai perpustakaan, taman baca dan komunitas buku.

Faisaldy Pratama dari Sajubu Jakarta mengatakan, melalui komunitas ini pihak Sajubu ingin berpartisipasi menyebarkan virus gerakan gemar membaca.

Bagi-Bagi Buku, Komunitas Sajubu Dongkrak Minat Baca (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi-Bagi Buku, Komunitas Sajubu Dongkrak Minat Baca (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi-Bagi Buku, Komunitas Sajubu Dongkrak Minat Baca

“Melalui tebar buku, kami hanya bisa berharap setiap aktivitas di manapun tempatnya baik di perpustakaan, taman baca, maupun tempat-tempat umum dijumpai banyak orang yang asyik menikmati buku bacaan,” lanjutnya.

HMI Tegal Kab

Sementara Lukni Maulana dari Sciena Madani menyatakan pihaknya kecewa dengan sistem pendidikan. Pasalnya, minat baca masyarakat masih lemah oleh sebab sistem pembelajaran tidak menanamkan membaca sebagai bentuk kebutuhan.

Lukni menyayangkan anak-anak lebih suka bermain di dunia maya dan tempat hiburan, baik melalui TV, mall maupun fasilitas permainan gatget di rumah.

HMI Tegal Kab

Seharusnya perkembangan teknologi membawa dampak pada peningkatan minat baca. Seperti program Kementerian Pendidikan yang berkeinginan mengeluarkan buku elektronik berupa E-Sabak. Namun, pemangku dunia pendidikan cenderung apatis. Masyarakat cenderung menjadi konsumen, hanya menjadi penikmat teknologi yang berkembang pada umumnya.?

“Kalau masyarakat ingin maju, membaca harus menjadi kebutuhan dan kebiasaan. Sebab, negara akan maju ketika masyarakatnya memiliki minat baca yang tinggi dan dilanjutkan dengan buah karya berupa tulisan dan hasil-hasil penelitian,” tuturnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nasional, Tegal HMI Tegal Kab

Tragedi Rohingya, Di mana Aung San Suu Kyi?

Jakarta, HMI Tegal Kab. Dalam Diskusi Publik #SaveRohingya: Momentum Indonesia Menegakkan Kemanusiaan Global yang diselenggarakan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jum’at (22/5), Rais Syuriyah PBNU, KH Masdar Farid Masudi bertanya-tanya, di mana Aung San Suu Kyi? Mengapa penerima Nobel Perdamaian itu hanya diam saja?

Tragedi Rohingya, Di mana Aung San Suu Kyi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Tragedi Rohingya, Di mana Aung San Suu Kyi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Tragedi Rohingya, Di mana Aung San Suu Kyi?

“Masyarakat internasional juga sedang bertanya-tanya, di mana penghargaan Nobel Perdamaian yang diterima olehnya sebagai salah satu pejuang kemanusiaan dari Myanmar,” jelasnya.?

Namun demikian, Kiai Masdar menjelaskan, bahwa persoalannya karena Rohingya justru hanya membawa kemanusiaan. Mereka tidak membawa dollar. Inilah ironi manusia modern. Manusia sekarang sedang diuji dimensi kemanusiaannya.

HMI Tegal Kab

“Jangan-jangan kemanusiaan kita sekarang ini hanya kamuflase bagi materialisme yang sedang kita anut?” ucapnya.

Kenyataan sekarang, tambah Masdar, Rohingya sudah masuk ke wilayah Indonesia. Berarti bangsa Indonesia harus mengambil tanggungjawab sebagaimana mestinya, sesuai dengan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan yang kita yakini.?

HMI Tegal Kab

“Setidaknya, menampung sebagian dari mereka dalam batas tertentu. Ya, jangan semuanya kita yang menampung, dong. Itu tidak fair. Ini adalah tanggungjawab global,” tegasnya.

Yang Harus Dilakukan Bangsa Indonesia

“Pertama, kita harus berani terbuka, membuka diri atas kehadiran mereka. Atas nama sesama manusia dan kemanusiaan. Sebagai manusia kita harus terbuka. Bahwa sesama manusia berhak menempati bumi ini,” ujar Kiai Masdar.

Sebagai manusia modern, lanjut Kiai Masdar, harus menyadari tragedi Rohingya ini muncul karena adanya konsep negara-negara sehingga bumi ini dikapling. Dulu sebenarnya siapapun bebas mau tinggal dimana, mau membangun ekonomi dimana, dan sebagainya.?

“Saya kira waktu itu masih terbuka. Tentu karena waktu itu bumi masih luas, dalam arti belum banyak pengungsinya. Tapi sekarang bumi ini terasa makin sempit,” terangnya.

Yang kedua, lanjutnya, Indonesia punya konstitusi yang bisa dimaknai bahwa kita tidak bisa menutup mata terhadap pengungsi Rohingya. Mereka adalah orang-orang yang tidak punya tempat tinggal karena diusir dari tempat tinggalnya.?

Selain Masdar, hadir sebagai narasumber Andi Rochmanyanto (Kemenlu RI), Syaiful Bahri Anshori (Komisi I DPR Fraksi PKB), dan Nur Munir (moderator). Acara dibuka oleh Andi Muawiyah Ramli (Dewan Syura DPP PKB). (Kholilul Rohman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nasional HMI Tegal Kab

Selasa, 23 Januari 2018

Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren

Demak, HMI Tegal Kab - Tak seperti malam biasanya, khusus menyambut peringatan hari kemerdekaan ke-72 RI kegiatan pondok? diliburkan. Sekitar 500-an santri berkumpul di halaman pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah, memakai sarung, baju lengan panjang, dan peci hitam pada Rabu (16/8)

Mereka membentuk barisan layakanya tentara. Menghadap kiblat. Beberapa lampu pondok sengaja dipadamkan. Hanya ada satu sumber cahaya, yaitu sebuah lampu yang digantung di pohon kelapa di muka barisan.

Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren

Di tengah-tengah halaman, sebuah bambu berdiri ditopang segitiga bambu yang menyerupai tripod dengan tali pengerek bendera menjulur. Di sebelah utara barisan berdiri sekelompok santri dengan seragam sarung, jas, dan peci hitam. Mereka adalah pasukan paskibraka pondok. Di samping mereka, berdiri secara terpisah komandan upacara, petugas pembaca undang-undang, dan pengiring inspektur.

Petugas pun memulai upacara. Sang komandan memasuki lapangan. Semua santri tampak tenang dan khidmat. Angin malam berembus sepoi-sepoi, menyapu daun, lalu menimbulkan bunyi sayup-sayup. Menambah khusyuk suasana.

HMI Tegal Kab

Segenap pengurus dan dewan asatidz pondok pun turut serta di dalamnya. Berbaris di sebelah selatan berhadapan dengan pasukan paskibraka pada jarak kurang lebih 20 meter. Salah satu pengurus, Kang Ahmad Sahal, bertindak sebagai inspektur upacara.

Begitu dipersilakan, Kang Sahal memasuki lapangan menaiki meja kecil yang sudah dipersiapkan. Sang komandan lalu mengintruksikan hormat pada inspektur dan seluruh peserta mengikutinya.

HMI Tegal Kab

Suasana menjadi semakin hening ketika petugas paskibraka bergerak. Saat bendera telah siap dan semua pasukan mengambil sikap hormat, semua santri bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka tampak bersemangat, suaranya melengking tinggi, seolah-olah ingin didengarkan oleh makhluk seantero jagad.

Pekik kemerdekaan menggema ketika inspektur upacara menyampaikan amanat. "Merdeka! Merdeka! Merdeka!" Semua santri memekik dengan tangan mengepal. Dalam amanatnya, Kang Sahal menekankan pentingnya mensyukuri kemerdekaan.

"Sebagai santri, cara mensyukuri kemerdekaan adalah dengan mengaji, mengaji, dan mengaji," ucapnya dengan lantang.

Kang Sahal juga mengingatkan bahwa NKRI adalah harga mati. Ia menuturkan bahwa sekarang banyak ormas yang tidak mencintai tanah airnya, tidak segaris dengan konstitusi.

"Kita harus mencintai tanah air, karena hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman)." tegasnya.

Upacara itu diakhiri dengan penyalaan petasan kembang api di beberapa sudut pesantren. Kembang api itu membubung tinggi ke langit, menciptakan cahaya yang indah dan bunyi-bunyi yang meriah.

Upacara kemerdekaan merupakan tradisi rutinan di pondok pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, sebagaimana di Pesantren-pesantren yang lain.

"Setiap malam tanggal 17 Agustus kami selalu melakukan upacara kemerdekaan. Bagi kami ini juga bagian dari mengamalkan hubbul wathan minal iman," ucap Kang Solihul Hadi, salah satu pengurus Futuhiyyah. (Muhammad Salafuddin/Ben Zabidy/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nasional, Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Senin, 22 Januari 2018

Doa yang Dibaca Rasulullah ketika Berbuka Puasa

Berbuka menjadi momen membahagiakan bagi orang-orang yang berpuasa, sebelum kebahagiaan mereka saat bertemu Rabb-nya. Di saat inilah mereka yang sejak fajar menahan makan dan minum, mulai membasahi tenggorokan, mengisi kembali perut, dan secara perlahan memulihkan tenaga.

Rasulullah menjadikan momen ini sebagai pengungkapan komitmen dan rasa syukur, sebagaimana yang tercermin dari bacaan yang beliau lafalkan saat berbuka.

Doa yang Dibaca Rasulullah ketika Berbuka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa yang Dibaca Rasulullah ketika Berbuka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa yang Dibaca Rasulullah ketika Berbuka Puasa

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ

HMI Tegal Kab



Artinya, “Duhai Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaallah.” (Lihat, Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

HMI Tegal Kab

(Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nasional HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Adakan Shalat Ghaib untuk Korban AirAsia

Surabaya, HMI Tegal Kab. Sebagai wujud solidaritas, takmir Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menggelar shalat ghaib untuk korban musibah pesawat AirAsia QZ8501. Shalat ghaib dilangsungkan usai Shalat Jumat di masjid terbesar di Jawa Timur ini, (2/1).

Usai pelaksanaan shalat ghaib, Humas Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, H Helmy M Noor menandaskan bahwa sudah sepatutnya shalat itu dilaksanakan. "Ini panggilan sebagai sesama muslim yang diperintahkan untuk memupuk ukhuwah islamiyah," katanya kepada HMI Tegal Kab.

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Adakan Shalat Ghaib untuk Korban AirAsia (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Adakan Shalat Ghaib untuk Korban AirAsia (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Adakan Shalat Ghaib untuk Korban AirAsia

Bagi alumnus Universitas Darul Ulum Jombang Jawa Timur ini, musibah jatuhnya pesawat AirAsia yang memakan korban hingga ratusan nyawa hendaknya menjadi media untuk meningkatkan ukhuwah. "Musibah yang dirasakan umat Islam di belahan penjuru manapun pada hakikatnya adalah musibah bagi kita sendiri," tandasnya.

HMI Tegal Kab

Karena dalam pandangannya, antara muslim yang satu dengan muslim yang lain ibarat satu tubuh. "Bahkan ilustrasi menarik telah disampaikan Nabi bahwa kalau ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lain juga turut merasakan," terangnya.

HMI Tegal Kab

"Karena itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap penderitaan dan musibah yang menimpa korban, maka shalat ghaib dilangsungkan di masjid ini," ungkapnya.? Dan tradisi shalat ghaib sudah menjadi kebiasaan bila ada permintaan dari sebagian jamaah yang berkenan untuk dishalati. "Namun untuk musibah kali ini adalah inisiatif dari takmir masjid," ungkapnya.

Dan dalam pantauan HMI Tegal Kab, sejumlah jamaah Shalat Jumat sangat antusias melangsungkan shalat ghaib dengan penuh khidmat. Rata-rata jamaah enggan beranjak dan mengikuti prosesi shalat ghaib yang dilanjutkan dengan doa demi para korban pesawat naas tersebut.

Salah seoramg jamaah terlihat khusyuk dan berharap agar proses evakuasi korban pesawat AirAsia dapat berjalan dengan lancar. "Meskipun terkendala cuaca yang kurang bersahabat, kami berharap semuanya akan berjalan sesuai harapan," kata Muhammad Iqbal, salah seorang jamaah dari Surabaya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Nasional, Cerita HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock