Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Mempertahankan Capaian Ramadhan Lebih Sulit Dibanding Meraihnya

Jember, HMI Tegal Kab. Mempertahankan sesuatu yang telah dicapai lebih sulit dibanding meraihnya. Sebab, godaan dan tantangannya lebih berat dalam kondisi mempertahankan. Apalagi dalam soal capaian di bulan Ramadhan.?

Mempertahankan Capaian Ramadhan Lebih Sulit Dibanding Meraihnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mempertahankan Capaian Ramadhan Lebih Sulit Dibanding Meraihnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Mempertahankan Capaian Ramadhan Lebih Sulit Dibanding Meraihnya

Demikian diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Takmir Masjid (PC LTM) NU Jember, H.A. Fauzi saat memberikan taushiyahnya dalam acara halal bihalal keluarga besar LTMNU dan takmir masjid Jember barat di masjid jami Darul Muttaqien, Tanggul, Jember, Jawa Timur, Rabu (13/7).?

Menurutnya, dalam melaksanakan puasa Ramadhan, terasa lebih ringan untuk memerangi hawa nafsu dan menahan perilaku tak terpuji. Itu karena dilaksanakan serentak dan bersama-sama dengan orang lain. Tapi setelah lebaran, "kebersamaan" itu tak ada lagi, sehingga tergantung kepada masing-masing individu untuk mempertahankan nilai-nilai ketaqwaan yang telah dicapai selama Ramadhan.?

"Makanya saya katakan lebih berat sekarang (setelah lebaran). Tapi memang kita harus berusaha untuk menjaga dan mempertahankan apa yang sudah kita capai di bulan Ramadhan," jelasnya.

HMI Tegal Kab

H. Fauzi lantas mengurai sekian sukses yang harus dipertahankan kedepan sebagai output puasa Ramadhan. Di antaranya, kedermawanan, pengendalian emosi, budaya maaf dan penebaran nilai-nilai kebajikan. Tiga yang disebut terakhir sesungguhnya tidak butuh modal (materi).?

Mengendalikan emosi, katanya, tidak memerlukan dana, hanya perlu kelapangan hati. Kelapangan hati bukanlah produk instan, tapi hasil latihan terus menerus yang ditopang oleh semangat ketaatan terhadap perintah Allah.?

"Banyak persoalan besar dalam kita bertetangga, pemicunya karena kita gampang emosi. Emosi bisa jadi percikan api yang dapat menghanguskan segalanya. Makanya, jangan cepat marah dalam menyikapi sesuatu," tukasnya.

Demikian juga budaya maaf, harus tetap tertanam pasca lebaran. Tidak hanya saat lebaran. Dalam pandangan Ketua Takmir Masjid Jami Darul Muttaqien itu, sesungguhnya minta dan memberi maaf tidak sulit. Hanya butuh kebesaran jiwa. Meminta dan memberi maaf sama-sma mulia. Namun secara psikologis, posisi orang yang memberi maaf, butuh dorongan spirit yang lebih. Sebab, orang yang dimintai maaf, biasanya posisinya menang. Dalam posisi tersebut, sikap arogan terkadang muncul.?

HMI Tegal Kab

"Tapi apapun itu, memnita maaf dan mamberi maaf adalah sikap yang sangat terpuji. Dendam kesumat tak perlu dipelihara, sebab hanya membawa malapetaka," jelasnya.

Sedangkan kedermawanan mempunyai fungsi sosial yang sangat dahsyat. Fauzi menilai, alangkah indahnya jika budaya sedekah yang lumrah terjadi di bulan Ramadhan berlanjut di luar bulan Ramadhan. "Kepedulian sosial inilah yang sesungguhnya menjadi ruh diklat puasa Ramadhan," ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nusantara, Quote HMI Tegal Kab

Selasa, 20 Februari 2018

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin

?Jakarta, HMI Tegal Kab. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, agar prahara hukum yang menimpa Mahkamah Konstitusi (MK) tak terulang kembali.

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin

"Semua hakim MK harus siap hidup miskin agar selama menjadi hakim tak mau menerima suap terkait perkara yang sedang dihadapi," kata Hasyim Muzadi saat menjadi tampil sebagai pakar pada uji kelayakan dan kepatuhan calon hakim MK di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/3/2014).

Karena itulah, sebelum menjadi hakim, mereka harus mamantapkan niat tulusnya menjadi hakim agar di tengah jalan tak mudah tergoda oleh rayuan menerima suap. "Termasuk meminta izin dan meminta kesediaan istrinya untuk hidup miskin. Karena istri bisa menjadi salah satu provokator terjadinya suap," katanya.

HMI Tegal Kab

Hukum di Indonesia, kata Hasyim, sekarang terasa jauh dari keadilan. Padahal tujuan hukum sebenarnya adalah keadilan. "Hukum di Indonesia masih prosedural. Karena. Itu, hukum kerap jauh dari rasa keadilan," jelas pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini.

Pada kesempatan tersebut, mantan Ketua Umum PBNU juga menekankan pentingnya kejujuran hakim saat berhadapan langsung dengan suap. Calon hakim yang sekarang seorang akademisi, misalnya, sulit melakukan korupsi karena di kampus tak ada yang dikorupsi.

HMI Tegal Kab

"?Kalau sudah berada di MK, rayuan untuk menerima suap sangat besar. Seperti yang menimpa Akil Mochtar. Karena itulah, kejujuran menjadi kunci utama untuk tegaknya hukum yang berkeadilan di Indonesia," katanya.

Hasyim Muzadi lebih menekankan kejujuran karena dalam pandangannya mencari orang pintar dan ahli hukum sangat mudah. Yang sulitnya, katanya, adalah mencari orang yang jujur. "Orang pintar banyak. Yang sulit orang jujur. Sayangnya, orang jujur banyak yang tak pintar-pintar," terangnya. (Ahmad Millah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nusantara, Cerita HMI Tegal Kab

Rabu, 14 Februari 2018

Ideologi Urusan NU dan Muhammadiyah, Teroris Urusan TNI dan Polri

Jepara, HMI Tegal Kab?



Rais Syuriah PCNU Jepara KH Ubaidillah Noor Umar mengatakan, jam’iyyah NU dan Muhammadiyah harus selalu dibesarkan. Ia menyampaikan hal itu pada silaturrahim Kapolres Jepara, PCNU, Pengurus Daerah Muhammadiyah dan media yang berlangsung di gedung NU Jepara, Jawa Tengah pada Kamis (9/2).?

Jika sudah besar, kata pengasuh pesantren Darul Ulum Bandungharjo Donorojo Jepara tersebut, Kapolres tidak perlu patroli, tidur saja karena sudah diurusi NU dan Muhammadiyah.?

Ideologi Urusan NU dan Muhammadiyah, Teroris Urusan TNI dan Polri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ideologi Urusan NU dan Muhammadiyah, Teroris Urusan TNI dan Polri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ideologi Urusan NU dan Muhammadiyah, Teroris Urusan TNI dan Polri

Yang panting, lanjutnya, ialah mengidentifikasi 73 golongan Islam yang pernah disabdakan Nabi Muhammad. “Islam NU itu yang bagaimana, Muhammadiyah seperti apa, Syiah maupun Wahabi yang bagaimana perlu direnungkan bersama,” harapnya sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut.?

Karena itu, untuk urusan ideologi, serahkan kepada NU dan Muhammadiyah. Polri dan TNI di belakang. Sedangkan untuk urusan teroris, NU dan Muhammadiyah di belakang dan mendukung sepenuhnya kinerja aparat keamanan.?

HMI Tegal Kab

Kiai Ubaid bersyukur kantor PCNU Jepara disambangi berbagai kalangan mulai polisi, tentara, pendeta maupun biksu. Menurut dia, silaturahim seperti itu harus terus dirawat, tidak membenci tradisi baik yang ada di masing-masing pihak. Termasuk di dalam Islam sendiri. ? ?

Ketua PD Muhammadiyah Jepara Fahrurrazi menyampaikan hasil kunjungan petinggi PDI Perjuangan di gedung Pengurus Pusat Muhammadiyah. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa masyarakat Indonesia sepakat dengan NKRI harga mati.?

Adapun 4 pilar NKRI itu sebutnya NU, MD, TNI dan Polri. Keempatnya elemen tersebut tegasnya adalah jangkar kekuatan NKRI.?

Hal lain ditambahkan AKBP M. Samsu Arifin. Menurut Kapolres Jepara itu berdirinya negara Indonesia tidak lepas dari jerih payah NU dan Muhammadiyah; KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan. “Tanpa jasa beliau-beliau polisi tidak bisa apa-apa,” jelasnya.?

HMI Tegal Kab

Apalagi yang berkaitan yang ada di dalam kepala, ideologi. “Jelas kita tidak mampu menembusnya,” tambahnya.?

Momen itu terang Samsu merupakan sarana untuk membesarkan NU dan Muhammadiyah karena mulai berdirinya bangsa hingga saat ini tidak lepas dari kontribusi ulama. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nusantara, Ahlussunnah HMI Tegal Kab

Minggu, 21 Januari 2018

Terpilih Jadi Presiden WCRP karena Tak Mau Dicalonkan

Jakarta, HMI Tegal Kab

Terpilihnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi sebagai salah satu presiden Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian (World Conference on Religion for Peace/WCRP) di Kyoto, Jepang, 25-29 Agustus lalu, ternyata menyisakan cerita menarik. Pemimpin organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini terpilih karena tak mau dicalonkan.

Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP Djohan Effendi yang juga turut dalam pertemuan tokoh-tokoh lintas agama dari seluruh dunia itu menceritakan, sejak awal Hasyim Muzadi memang tak bersedia untuk dicalonkan menduduki jabatan bergengsi yang sebelumnya diisi oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafi’i Ma’arif tersebut.

“Pak Hasyim (Muzadi, red) dari awal memang nggak mau dicalonkan. Menjelang pemilihan, saya telepon beliau untuk meminta kesediaannya, waktu itu beliau sedang ada di Jeddah (Arab Saudi), tetapi juga tetap nggak mau,” ungkap Djohan kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/9). Turut mendampinginya dalam kesempatan tersebut Ketua PBNU Rozy Munir, petinggi ICRP, Siti Musdah Mulia dan Johanes N Hariyanto, SJ.

Terpilih Jadi Presiden WCRP karena Tak Mau Dicalonkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Jadi Presiden WCRP karena Tak Mau Dicalonkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Jadi Presiden WCRP karena Tak Mau Dicalonkan

“Beliau bilang, lebih baik tetap Pak Syafi’i (Ma’arif, red) saja,” terang Djohan menirukan pernyataan Hasyim.

Lantas apa pasal hingga Hasyim tetap didaulat untuk mengemban amanah tersebut? Djohan mengungkapkan, ada beberapa alasan, pertama, karena Syafi’i Ma’arif sendiri juga menolak untuk dicalonkan kembali. “Kalau Pak Syafi’i nggak mau, kesimpulan saya berarti Pak Syafi’i mendukung Pak Hasyim,” tandasnya.

HMI Tegal Kab

Kedua, menurutnya, dalam etika beragama, barang siapa yang menolak dicalonkan untuk menjadi pemimpin, maka dialah orang yang pantas menduduki jabatan tersebut. Meski dikatakannya ada yang bersedia dan mencalonkan diri, yakni Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, namun pihaknya tetap menjagokan Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu.

“Maka kami sepakat untuk tetap mencalonkan Pak Hasyim walaupun Pak Din Syamsudin mau mencalonkan diri,” kata Djohan.

Alasan lain yang juga tak kalah pentingnya, imbuh Djohan, karena selain mewakili muslim Indonesia, Hasyim juga merupakan pemimpin ormas Islam terbesar di Indonesia. NU, sebagai komunitas muslim berbasis Sunni terbesar di Indonesia bahkan di dunia, juga menjadi bahan pertimbangan lainnya. “NU sebagai ormas Islam terbesar tentu tidak bisa diabaikan,” tandasnya.

Selain itu, katanya, Hasyim dipilih juga karena kiprahnya dalam upaya pengembangan perdamaian, baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa waktu lalu, PBNU menggelar Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim (International Conference of Islamic Scholar/ICIS). Acara tersebut dihadiri sekitar 300 ulama/cendekiawan muslim dari 53 negara. PBNU juga membantu resolusi konflik di Thailand Selatan.

HMI Tegal Kab

WCRP adalah organisasi lintas agama yang menghimpun tokoh-tokoh berbagai agama dari seluruh dunia dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia. Pada pertemuan itu, hadir 600-an tokoh dari 20 agama dari 100 negara di dunia. Organisasi yang berpusat di Markas PBB, di New York itu didirikan pada tahun 1970.

Beberapa program yang dijalankan adalah menghentikan perang, mengakhiri kemiskinan dan melindungi bumi. Mereka telah berupaya untuk membantu upaya rekonsiliasi di Irak, menjadi mediator dalam perang antar-suku di Sierra Leone serta membantu jutaan anak yang terinfeksi virus HIV di Afrika. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nusantara HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi

Jeddah, HMI Tegal Kab?

Kerajaan Arab Saudi menagkap sebelas pangeran, empat menteri aktif, dan puluhan mantan menteri pada Sabtu (4/11) malam. Perintah penangkapan keluar dari komite anti-korupsi baru yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi

Seperti dilansir Al Arabiya, komite tersebut mengumumkan bahwa mereka tengah membuka kembali berkas banjir Jeddah tahun 2009 dan menyelidiki masalah virus Corona yang juga dikenal sebagai Middle East Respiratory Syndrome atau MERS. Sumber berita yang disiarkan Al Arabiya anonim dan tak ada rincian nama siapa saja yang menjadi objek penangkapan.

Pembentukan komite pemberantasan korupsi merupakan salah satu dari dua keputusan penting yang diumumkan Raja Salman selain merombak kabinet Saudi. Penangkapan orang-orang berpengaruh tersebut adalah keputusan pertama komite ini.

Menurut sebuah Keputusan Kerajaan yang dikeluarkan oleh Raja Salman pada hari Sabtu, komite anti-korupsi diketuai oleh Putra Mahkota dengan keanggotaan: Ketua Komisi Pemantauan dan Investigasi, Ketua Otoritas Anti Korupsi Nasional, Kepala Biro Audit Umum, Jaksa Agung, dan Kepala Bagian Keamanan Negara.

Komite baru ini berhak untuk menyelidiki, menahan, melarang bepergian, membekukan rekening dan portofolio, melacak dana dan aset orang-orang yang terlibat dalam praktik korupsi.

HMI Tegal Kab

Terkait perombakan kabinet, Arab News melaporkan, kebijakan Raja Salman terbaru telah menyingkirkan Pangeran Miteb bin Abdullah dari posisi sebagai Kepala Garda Nasional. Posisinya digantikan oleh Khaled bin Ayyaf. Sementara Menteri Ekonomi Adel Fakieh digantikan oleh wakilnya Mohammed al-Tuwaijri. (Red: Mahbib)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nusantara, Makam HMI Tegal Kab

Selasa, 09 Januari 2018

Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia

Jakarta, HMI Tegal Kab



Indonesia akan menerima kunjungan Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb ? beserta ? Majelis Hukama Al Muslimin, sebuah organisasi internasional independen, yang saat ini diketuai olehnya. Rombongan ini dijadwalkan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Ahad (21/02) malam, dan akan disambut oleh ? Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Pelaksana Tugas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMA) yang juga Sekjen Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia (IAAI), Muchlis M Hanafi mengatakan, kunjungan ini sangat penting dalam rangka mempererat hubungan antara kedua negara, terutama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan dakwah keagamaan. “Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia,” terang Muchlis, Ahad (21/02) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia

Kunjungan Grand Syekh Al Azhar ini juga penting dalam mempererat hubungan antara masyarakat Muslim Indonesia dengan Al-Azhar. Menurut Muchlis, dalam konstitusi Mesir, Al-Azhar merupakan lembaga keislaman yang bersifat independen dan memiliki kewenangan melaksanakan seluruh kegiatan keislaman. Al-Azhar merupakan rujukan utama dalam ilmu keagamaan dan urusan keislaman yang bertanggung jawab melaksanakan dakwah serta menyebarkan ilmu keagamaan dan Bahasa Arab di Mesir dan dunia internasional.?

“Syekh Al-Azhar bersifat independen, tidak bisa dijatuhkan dan pemilihannya dilakukan oleh Dewan Ulama Besar yang diatur undang-undang,” jelasnya.

Muchlis mencatat bahwa sejak abad ke-19 (1850-an), sudah ada mahasiswa Indonesia ? yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang didirikan oleh Dinasti Fatimiyah pada 969 M ini. “Saat ini, sekitar 4000 an mahasiswa Indonesia sedang belajar di sana dengan beasiswa Al-Azhar,” tuturnya.

HMI Tegal Kab

Signifikansi lainnya dari kunjungan ini, kata Muchlis, adalah karena Al-Azhar merupakan pilar penting dalam menyebarkan pemahaman Islam moderat. Peran Al-Azhar bagi penyebaran Islam yang moderat di Indonesia perlu didorong dan diperkuat.?

Kunjungan Ahmad Ath-Thayyeb selaku Grand Syekh Al-Azhar kali ini adalah yang pertama ke Asia Tenggara. Dari Indonesia, Grand Syekh akan menyampaikan pesan-pesan dan seruan ? perdamaian dan kemanusiaan ? untuk dunia.?

Profil Syekh Ahmad Ath-Thayyeb

HMI Tegal Kab

Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb al-Asy’ari, al-Maliki, al-Khalwati. Al-Asy’ari adalah mazhab akidahnya, Maliki mazhab fikihnya, dan Khalwati tarekat Sufi tempatnya bernaung. ? Beliau lahir di Qena, Mesir, pada tahun 1946. Silsilah nasabnya sampai kepada Hasan bin Ali bin Abu Thalib.?

Jabatan yang diemban saat ini adalah al-Imam al-Akbar (Imam Terbesar) Syaikh Al-Azhar (dalam bahasa selain Arab biasa disebut Grand Syaikh); pimpinan tertinggi institusi Al-Azhar, Mesir sejak 2010, menggantikan ? Almarhum Prof Dr Muhammad Sayyid Thanthawi. Jabatan ini penetapannya berdasarkan keputusan presiden, dengan masa jabatan seumur hidup. Menurut aturan protokol, jabatan ini setara ? perdana menteri. Sejak 2014, beliau juga dipercaya memimpin Majelis Hukama’ al-Muslimin, sebuah organisasi internasional independen yang menghimpun para tokoh ulama lintas negara, berhaluan moderat, dan bertujuan mengukuhkan perdamaian di dunia Islam.?

Sebelum menjadi Syaikh al-Azhar, Syekh ath-Thayyeb menjabat sebagai: Rektor Universitas Al Azhar (2003 – 2010), ? Mufti Negara (2002 – 2003), Anggota Lembaga Riset al-Azhar, Majma’ al-Buhuts al-Islamiyah, ? dan ? Anggota Dewan Tertinggi Tarekat Sufi. ? Beliau juag tercatat sebagai dekan Fakultas Studi Islam di Aswan dan Fakultas Teologi Universitas Islam Internasional di Pakistan, serta ? mengajar di universitas-universitas di Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nusantara, Santri, News HMI Tegal Kab

Jumat, 05 Januari 2018

Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten

Klaten, HMI Tegal Kab - Peringatan Hari Toleransi Internasional di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, bakal menghadirkan beberapa tokoh nasional. Menurut salah satu perwakilan panitia, Marzuki, acara yang digagas Forum Kebersamaan Umat Beriman (FKUB Kebersamaan) Klaten ini, akan dihelat mulai Sabtu (12/11).

“Acara pembuka yakni apel dan karnaval Antar-Iman, dari Alun-alun menuju Monumen Joeang Klaten,” terang Marzuki, yang juga Ketua PC GP Ansor Klaten, Ahad (13/11).

Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten

Lebih lanjut dipaparkan Marzuki, kegiatan akan berlangsung selama lima hari, yakni pada tanggal 12-16 November. “Acara utamanya adalah pertemuan luas (nasional) para penggerak aktivitas dan karya lintas iman dan budaya se-Indonesia. Mereka akan mempresentasikan, berefleksi dan sharing atas peran yang digelutinya selama ini,” papar dia.

HMI Tegal Kab

Adapun tokoh yang rencananya akan hadir, antara lain KH Imam Aziz (PBNU), Alissa Wahid (Gusdurian), Romo Beny S (Katolik, aktivis perdamaian), Muhammad Al-Fayyadl (Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam, Probolinggo), Dr Pradjarta (Yayasan Percik, Salatiga), Bikhu Panyavaro (Rohaniawan, Aktivis Lingkungan Hidup, Purwokerto), dan lain sebagainya.

Pada kesempatan tersebut, para peserta juga akan diajak untuk mengunjungi "Desa Muktikultur" di Klaten yang memiliki kekayaan budaya dan keragaman agama yang dapat bersinergi, hidup damai berdampingan dengan penuh keramahan dan keberdayaan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nusantara, Amalan HMI Tegal Kab

Rabu, 03 Januari 2018

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah

Padangpariaman, HMI Tegal Kab

Sorak, tepuk tangan, menjijik, rasa takut dan kesedihan bercampur-baur dikalangan pengurus IPNU Padangpariaman dan santri pondok pesantaren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat saat menyaksikan tayangan film Sang Kiai. Suasana spontan berubah dari keheningan menjadi tepuk tangan ketika menyaksikan tayangan santri berhasil menyerbu markas bangsa Sekutu.

Demikian suasana nonton bareng Sang Kiai yang diselenggarakan Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padang Pariaman dalam rangkaian Peringatan Hari Santri 2016, Sabtu (22/10) malam. Hampir seribuan penonton yang didominasi para santri dan santriwati pondok pesantaren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padangpariaman, ? terlihat puas menyaksikannya.

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah

Seperti diakui salah seorang santri kelas II Abdurrahman Wahid Arni Putra, film Sang Kiai memberikan inspirasi baru bagi kami di pesantren ini. Kami mengetahui bagaimana sosok perjuangan KH Hasyim Asy’ari sebagai seorang ulama kharismatik dan pimpinan pesantren. Selain itu, bagaimana pula sosok santri yang rela berjuang mempertahankan jiwa raganya agar bangsa penjajah angkat kaki dari bumi Indonesia.

Ketua PC IPNU Padangpariaman Fauzan Ahmad usai nonton bareng (nobar) pukul 23.15 WIB menyebutkan, kegiatan nobar ini memang yang pertama kita libatkan santri. Dengan momen Hari Santri ini kita ingin para santri mendapatkan hiburan, pendidikan, dan pengetahuan baru. Sebelum Nobar, didahului dengan pembacaan Shalawat Nariyah yang dipimpin oleh Ketua Rijalul Ansor PW GP Ansor Sumatera Barat M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah.

“Melalui film Sang Kiai ini terlihat semua santri puas dan mengikutinya dengan serius. Buktinya, tidak ada satupun pengurus IPNU dan santri yang meninggalkan aula tempat pemutaran film Sang Kiai,” kata ? Fauzan.

Harapan kita, kata Fauzan, penayangan film tersebut dapat memberikan inspirasi baru? bagi santri Nurul Yaqin Ringan-Ringan. “Yang tidak kalah pentingnya, sejak masih sebagai santri di Pesantren, kita sudah perkenalkan dengan peran Nahdlatul Ulama dalam melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mudah-mudahan para santri tersebut menjadi benteng NU dan NKRI kelak setelah menyelesaikan pendidikan di Nurul Yaqin,” tambah Fauzan.? (tanjung armaidi/abdullah alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Kiai, Nusantara, Warta HMI Tegal Kab

Selasa, 02 Januari 2018

PBNU Puji Pemerintah Tolak Kutukan DK PBB pada Iran

Jakarta, HMI Tegal Kab. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memuji langkah pemerintah Indonesia yang berani menolak memberikan dukungan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) yang berniat mengutuk keras pernyataan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad soal "kehancuran Israel".

“Kami menyambut baik sikap pemerintah itu, meski terlambat. Mestinya keberanian pemerintah itu ditunjukkan pada saat resolusi DK PBB 1747 terkait program nuklir Iran mau ditandatangni. Dulu itu, kalau mau abstain saja sudah bagus. Tapi itu bagi kami sudah sebuah kemajuan,” ungkap ungkap Ketua PBNU Said Aqil Siradj, di Jakarta, Ahad (10/6) kemarin.

PBNU Puji Pemerintah Tolak Kutukan DK PBB pada Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Puji Pemerintah Tolak Kutukan DK PBB pada Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Puji Pemerintah Tolak Kutukan DK PBB pada Iran

DK PBB dalam sidang di Markas Besar PBB, New York, Jumat (8/6), gagal mengesahkan pernyataan pers yang berniat mengutuk keras pernyataan Mahmoud Ahmadinejad soal "kehancuran Israel”.

Ahmadinejad mengatakan, "Dengan pertolongan Tuhan, tombol detik-detik kehancuran rezim Zionis sudah mulai ditekan oleh tangan-tangan anak-anak Lebanon dan Palestina".

Hal itulah yang membuat Prancis, Amerika Serikat (AS), Inggris, Rusia, dan Cina mendukung pernyataan pers yang mengecam Ahmadinejad. Namun, Indonesia yang menjadi salah satu dari 15 anggota, menolak dengan tegas, sehingga niat PBB itu batal.

“Kami melihat ada perkembangan yang baik. Selain Indonesia yang menolak, Qatar juga sudah berani tidak bersikap. Memang, bangsa Arab seharusnya mau melindungi bangsa sesama Arab,” tutur Kang Said, demikian sapaan akrab Said Aqil Siradj.

HMI Tegal Kab

Menurut pengamatan Kang Said, PBB sendiri kerap tidak adil dalam menyikapi berbagai kasus kejahatan kemanusian di dunia. Sebagai pengayom bangsa-bangsa di dunia, dalam kebijakannya PBB kerap lebih condong membela Israel atau AS.

Karena itu, agar tidak dinilai berpihak, PBNU mendesak PBB melakukan pembelaan terhadap bangsa Palestina yang hingga kini masih ditintas oleh Israel. ”Jangan ketika ada satu orang Israel yang terbunuh, kemudian PBB mengecam keras, tapi kalau satu bangsa ditindas oleh Isreal, PBB diam saja. Kalau mau adil, PBB juga harus melindungi Palestina,” jelas alumnus Universitas Umul Quro Mekkah, Saudi Arabia, itu. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Nusantara HMI Tegal Kab

Minggu, 31 Desember 2017

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung

Sidoarjo, HMI Tegal Kab. Bencana puting beliung yang melanda Desa Terungkulon dan Keboharan Krian beberapa hari lalu, masih menyisahkan rasa trauma bagi warga terutama bagi anak-anak. Untuk mengobati rasa itu, Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Sidoarjo melakukan pemulihan psikis anak-anak korban puting beliung di Desa Terung Kulon dengan memberikan motivasi spiritual dan mengajak mereka bermain, Ahad (19/2).

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung

Ketua PC ISNU Sidoarjo, Sholehuddin menyampaikan bahwa sedikit anak-anak yang tidak masuk sekolah karena masih trauma atas kejadian yang mencekam beberapa waktu yang lalu. Karena itu, PC ISNU Sidoarjo memutuskan program pemulihan kejiwaan para korban, mengingat hal ini belum ada yang menangani, padahal ini persoalan serius.

Ia menegaskan bahwa, setiap musibah itu datang dari Allah SWT. Sebagai hamba-Nya yang beriman, harus menerima ujian itu dengan penuh kesabaran, karena Allah bersama dan cinta orang-orang yang sabar.

"Yakinlah, ada hikmah di balik setiap musibah. Semoga dengan kesabaran kita, Allah SWT membalas dengan berlipat lipat pahala dan kebaikan," katanya.

HMI Tegal Kab

Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, selain logistik, kesehatan dan recovery bangunan yang rusak adalah pemulihan psikis korban yang alami trauma. Oleh sebab itu, kegiatan yang digagas oleh ISNU Sidoarjo ini mendapatkan respon positif dari anak-anak terutama Kepala Desa setempat.

Kegiatan pemulihan psikis akibat trauma pasca bencana yang bertajuk Ceria Bersama ISNU itu diikuti sekitar 70 anak. Mereka benar-benar menikmati kegiatan dengan penuh keceriaan. Pasalnya, tim trauma center ISNU yang dikoordinir oleh M Nuh, bersama anggotanya, menyajikan berbagai permainan, dari tanpa alat sampai dengan permainan dengan menngunakan alat. Tepuk tanga dengan variasi, latihan konsentrasi, mencari kelompok, dan lain sebagainya.

Di akhir sesi, acara ditutup dengan istighfar dan doa sebagai refleksi. Dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan berupa alat-alat tulis dan snack, yang diserahkan oleh Ketua ISNU Sidoarjo, Sholehuddin dan diserahkan kepada tokoh pemuda Desa Terung Kulon, Dartok yang mewakili Kepala Desa setempat. Dengan diiringi Shalawat Badar, seluruh bingkisan diserahkan oleh PC ISNU Sidoarjo kepada perwakilan kades. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Nusantara, Sejarah, Kajian HMI Tegal Kab

Senin, 25 Desember 2017

PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini

Bondowoso, HMI Tegal Kab - Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir menghibahkan sebuah bis mini kepada PCNU Bondowoso. Dhafir berharap sebagai warga NU bagaimana roda organisasi NU itu bisa berjalan seiringan kebutuhan masyarakat Bondowoso yang mayoritas warga NU.

"Maka ini tentu diperlukan transportasi, itulah kemudian saya secara ikhlas dan tulus menyerahkan bis mini satu untuk operasional NU," katanya saat diwawacarai HMI Tegal Kab setelah acara rutin Lailatul Ijtima di Mushalla Kantor NU Bondowoso, Selasa (15/8) malam.

PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini

Menurut penasihat GP Ansor Bondowoso, “Ini bantuan secara pribadi dan kebetulan saya ada untuk digunakan untuk operasional NU dan tentu saya minta bagaimana bis itu dikating hanya gambar NU, mungkin para pendiri NU dan sekaligus juga ditulisin jas hijau.”

HMI Tegal Kab

Selain itu mobil ini digunakan untuk operasional NU, kepentingan Nahdlatul Ulama dan bagaimana pun juga saya begini karena keberkahan NU.

HMI Tegal Kab

Di samping itu ia juga mengajak sahabat anggota fraksi yang lain untuk peduli dan membesarkan NU. “Bagaimana kita menghidupkan organisasi NU ini yang harus kita lakukan semua termasuk kader-kader NU.”

Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam mengatakan, kebetulan Ketua DPRD Bondowoso itu memiliki mobil. Sementara NU memiliki kebutuhan mobilasi anak-anak SMA serta lainnya.

“Saya? juga mengucapkan banyak terima kasih kepadanya. Alhamdulillah NU punya mobil untuk operasional," ucapnya Kiai Qodir.

Penyerahan simbolis bantuan ini dilakukan secara langsung oleh H Ahmad Dhafir kepada Rais Syuriyah NU Bondowoso KH Asyari Phasa berupa BPKB bus mini. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nusantara, Ulama HMI Tegal Kab

Kamis, 21 Desember 2017

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Jakarta, HMI Tegal Kab. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf harus bertanggung jawab terkait kasus pembakaran bendera Merah Putih di wilayahnya.

"Irwandi harus diberhentikan sebagai Gubernur," kata Gus Dur saat menjadi pembicara kunci pada Refleksi 62 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis.

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Seorang orang tak dikenal baru-baru ini di beberapa kota di Aceh membakar bendera Merah Putih. Bahkan di satu kota, tidak kurang dari 150 bendera yang dibakar.

Tampil sebagai pembicara dalam acara refleksi itu Prof Frans Magniz Suseno, Muslim Abdurrahman, dan Menakertrans Erman Soeparno.

Lebih lanjut Gus Dur" menuding "Irwandi telah melakukan pembiaran sehingga peristiwa yang melecehkan simbol negara itu terjadi. Dikatakannya, pencabutan dan pembakaran bendera tersebut merupakan bagian dari intimidasi mengingat masih ada masyarakat yang tidak setuju pada referendum.

Gus Dur mengingatkan, terpilihnya Irwandi sebagai gubernur juga disebabkan masyarakat takut pada intimidasi GAM, sementara pemerintah sendiri tidak tegas. "Ini ancaman bagi kemerdekaan Indonesia. Terserah orang mau bilang apa, saya tidak peduli," kata Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu.

HMI Tegal Kab

Menurut Gus Dur, mantan Gubernur NAD Abdullah Puteh yang karena korupsi dalam jumlah tidak terlalu besar, namun karena kedekatannya dengan GAM, ternyata kemudian dijatuhi hukuman. Jadi. Karena itu, Irwandi yang disebutnya melakukan pembiaran terjadinya pelecehan simbol negara juga harus ditindak.

"TNI harus tegas, tunjukkan kalau bertanggung jawab. Cari dan tangkap yang membakar bendera. Untuk apa jadi TNI kalau tidak berani," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Nusantara, Sunnah HMI Tegal Kab

Selasa, 19 Desember 2017

Santri Tak Hanya Cerdas, Tapi Amalkan Ilmu

Sumenep, HMI Tegal Kab - Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka, Bluto, Sumenep menyelenggarakan haul akbar pendiri dan pengasuh serta reuni alumni. Pada kegiatan yang dihadiri lebih dari seribu alumni ini, pengasuh mengingatkan pentingnya menjaga perilaku sebagai pembeda dari mereka yang bukan santri.

"Semua perbuatan walaupun baik, harus ada adabnya," kata KH Ramdlan Siraj, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Sabtu (20/5).

Santri Tak Hanya Cerdas, Tapi Amalkan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Tak Hanya Cerdas, Tapi Amalkan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Tak Hanya Cerdas, Tapi Amalkan Ilmu

Bahkan membaca Al-Quran, berdoa, bahkan orang minta amal untuk masjid harus ada adabnya, lanjut mantan Bupati Sumenep tersebut.

Kiai Ramdlan tidak menampik kalau santri zaman sekarang telah mengalami pergeseran perilaku atau adab. "Santri sekarang tidak betah tinggal di pondok dan hanya datang ke pondok ketika belajar," katanya. Yang membuat prihatin, mereka beralasan karena ingin naik motor. Padahal, anak ini masih berada di bawah umur, lanjutnya.

HMI Tegal Kab

"Bagaimana anak tersebut mendapatkan keberkahan ilmu kalau yang dilakukan tidak menggunakan adab," sergahnya. Padahal secara aturan telah dinyatakan bahwa pemerintah melarang anak di bawah umur untuk mengendarai motor.

HMI Tegal Kab

Di hadapan ribuan para alumni yang hadir, alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo ini mengingatkan bahwa sejak dulu pesantren tidak bermaksud mencetak santri yang semata cerdas. "Tapi yang lebih penting adalah santri yang benar," ungkapnya.

Di pesantren ini telah berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Nurul Islam atau Stiqnis. "Jangan sampai para mahasiswanya hanya pandai berbicara, berdiskusi tentang tafsir dan sebagainya," pesannya.

Yang harus lebih menjadi penekanan adalah pengamalan dari ilmu yang diperoleh. Termasuk.gelar yang diperoleh harus sesuai dengan keilmuannya sehingga gelar strata satu hingga strata tiga tidak semata pandai bicara, lanjutnya.

Karenanya, Kiai Ramdlan merasa malu dan risih untuk mendapat gelar doktor karena takut tidak adanya kesesuaian antara gelar dan perilaku keseharian. "Apalagi gelar akademis sekarang bisa dibeli dengan uang dan semata untuk tampil gagah," sentilnya.

Dengan sedikit berseloroh, ia mengungangkapkan pada prinsipnya santri sudah dapat menyandang gelar sarjana strata dua. "Santri yang tidak kuliah sekalipun sudah dapat gelar strata dua yakni lulus Sullam Safina," tegasnya.

Di akhir uraiannya, Kiai Ramdlan mengingatkan para santri serta alumni agar menghiasi perbuatan dengan adab, norma serta tata krama. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tegal, PonPes, Nusantara HMI Tegal Kab

Senin, 18 Desember 2017

Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan

Jakarta, HMI Tegal Kab?

Ketua Majelis Agama Budha Mahayana Indonesia (Majabumi) Y.A Biksu Dutavira ? Mahastavira mengaku mendapat catatan yang luar biasa setelah membaca buku "Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan" karangan Sekjen PBNU H.A Helmy Faishal Zaini.?

Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Biksu Ini Ungkap Kesan Mendalam dari Buku Miqat Kebinekaan

"Saya sangat gembira dari buku ini, saya tahu kenapa terjadi hari santri, saat situasi yang begitu rupa mengenai nasionalisme, Mbah Hasyim berani tampil," katanya Biksu Dutavira di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (10/6).

Ia juga mengutarakan ketertarikannya pada kata miqat yang di pakai pada judul buku tersebut dengan membagi dua menjadi miqat zamani (waktu) dan miqat makani (tempat).?

"Atas kehendak Tuhan juga, kita berada dalam ruang yang sama, dalam ruang yang besar yaitu Bangsa Indonesia," katanya.?

HMI Tegal Kab

Ia mengakui bahwa peran dan sumbangsih NU dan kader kamernya yang sangat besar terhadap Bangsa Indonesia sejak pra-kemerdekaan sampai sekarang.?

"Terjadinya bangsa kita ini sumbangsih dari NU tidak perlu diragukan lagi. Itu dulu. Sekarang kondisi begini, muncul buku ini," katanya kagum.?

Ia berharap, melalui ruang yang sama, Bangsa Indonesia, menjadikan warganya satu rata sama rasa. "Kita gak mau bangsa ini hancur, "katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Anti Hoax, Ahlussunnah, Nusantara HMI Tegal Kab

Sabtu, 16 Desember 2017

Sembahyang Gerhana Bulan dan Keadilan Sosial

Apa hubungan gerhana bulan (khusuf) dan keadilan sosial? Gerhana merupakan peristiwa alam, salah satu bentuk kuasa Allah. Tetapi Rasulullah SAW sendiri mengaitkan kenyataan alam dan perubahan sosial. Beliau menganjurkan umatnya sembahyang sunah muakkad dua rekaat ketika terjadi gerhana. Setelah sembahyang, imam disunahkan berkhotbah yang mengajak jamaah untuk bertobat kepada Allah dan menegakkan keadilan di tengah masyarakat.

Sembahyang gerhana bulan dikerjakan sebanyak dua rekaat. Setiap rekaat terdapat dua kali ruku’. Ruku’ kedua lebih sebentar dari ruku’ pertama. Ingat, jangan dibalik seperti lazimnya dikerjakan banyak orang awam.

Sembahyang Gerhana Bulan dan Keadilan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembahyang Gerhana Bulan dan Keadilan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembahyang Gerhana Bulan dan Keadilan Sosial

Karena dua kali ruku’, otomatis ada dua i’tidal. Demikian juga dengan surat Al-Fatihah. Surat ini dibaca dua kali dalam satu rekaat.

HMI Tegal Kab

Tetapi ingat, sujud tidak perlu ditambahkan. Pada satu rekaat ini, sujud tetap dua, bukan empat.

Tersebut dalam kitab Qutul Habibil Ghorib, Tausyih ala Fathil Qoribil Mujib karya Syekh M Nawawi Banten dalam 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

HMI Tegal Kab

Artinya, setiap rekaatnya dua kali berdiri dengan memperlama bacaan surat pada keduanya. Setiap rekaat ada dua ruku’. Tasbih diperbanyak cukup saat ruku’. Saat sujud, tasbih tidak perlu diperbanyak. Setelah itu imam berkhutbah dua kali.

Kalau mau khutbah sekali, juga tidak menjadi soal, kata Syekh Nawawi masih dalam kitab yang sama. Yang mesti diingat, khotib mesti memanfaatkan khutbahnya untuk mengajak jamaah kembali kepada Allah dan mendorong partisipasi jamaah dalam memberantas kezaliman seperti kejahatan korupsi, tindakan teror, menyebarkan hasut yang mengotori nama baik seseorang, monopoli pasar, dominasi atau bentuk kezaliman lainnya.

Demikian disebutkan Syekh Abdullah Syarqowi dalam karyanya, Hasyiyatus Syarqowi ala Tuhfatit Thullab

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khotib mesti mengajak jamaah untuk keluar dari maksiat, meloloskan diri dari jeratan segala bentuk kemaksiatan. Kemaksiatan ini mencakup memberantas kezaliman (terhadap jiwa atau harta orang) termasuk kezaliman terhadap kedaulatan prestis seseorang. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nusantara, Kiai, Olahraga HMI Tegal Kab

Rabu, 13 Desember 2017

Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting

Banyumas, HMI Tegal Kab?

Lima puluhan kader muda NU Banyumas yang tergabung dalam komunitas Critical Community Forum mengadakan diskusi sekaligus pelatihan jurnalistik.

Kegiatan berlangsung di Padepokan Gatra Mandiri Jl.Tentara pelajar no 1 Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas Senin (15/5) tersebut menghadirkan narasumber Okky Tirto (dosen UNUSIA) dan Amsar A. Dulmanan (Kornas FK-GMNU).?

Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting

Amsar A.Dulmanan menyampaikan, menulis dimulai dengan kebiasaan, jika dilanjutkan dengan terus-menerus berlatih, lama-lama akan menjadi terbiasa.?

"Biasakan menulis dulu, nanti lama-lama terbiasa dari terbiasa terus jadi bisa," katanya.

HMI Tegal Kab

Kecenderungan jenis tulisan, akan terbentuk dengan kebiasaan. "Pelatihan menulis seperti ini penting tapi, praktik sendiri juga lebih penting," lanjutnya.?

Sedangkan Okky Tirto menyampaikan, kalau ingin bisa menulis harus fokus dan memperbanyak membaca.?

HMI Tegal Kab

"Fokuskan menulis, jangan banyak memikirkan hal lain," katanya sembari mengatakan, membaca juga penting untuk memperkaya kosa kata tulisan. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, Nusantara, PonPes HMI Tegal Kab

Selasa, 12 Desember 2017

Mensos Khofifah Minta ABG Slamet Lanjutkan Pendidikan

Jakarta, HMI Tegal Kab. Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa mendorong ABG Slamet (16), pelaku pernikahan dini yang menikah dengan Nenek Rohayah (71) untuk meneruskan pendidikannya.

Mensos Khofifah Minta ABG Slamet Lanjutkan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Minta ABG Slamet Lanjutkan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Minta ABG Slamet Lanjutkan Pendidikan

“Saya mendapatkan informasi baik dari Pak Urip, kakak dari Nenek Rohayah, maupun dari surat yang ditandatangani Ananda Slamet, mereka mengatakan menikah di bawah tangan, atau secara siri. Lalu masyarakat di desa mereka telah meminta KUA untuk menerbitkan surat nikah. Tapi Ananda Slamet ini usianya masih anak-anak. Jadi saya meminta Slamet mengikuti kejar paket dan mau sekolah,” papar Khofifah menjawab pertanyaan para wartawan di sela-sela Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (16/7) siang.

?

Khofifah menilai perkawinan usia dini bukan fenomena baru. “Saya rasa ini satu hal yang kita semua prihatin, bukan karena perbedaan usia. Tapi salah satu yang menikah itu masih usia anak,” terang Khofifah.

HMI Tegal Kab

Menurutnya berdasarkan UU Perkawinan Nomor 1 tahun 1974 saja, ? ditetapkan pernikahan dapat dilakukan oleh laki-laki pada usia minimal 19 tahun.

“Sedangkan Ananda Slamet masih usia 16 tahun. Jadi Kemensos pada saat menerima informasi itu dari sosmed, langsung mengirim tiga orang Saktipeksos (Satuan Bakti Pekerja Sosial). Saya meminta mereka secara khusus bertemu Slamet dan Nenek ? Rohayah, apa yang sebetulnya terjadi di antara mereka. Saya juga meminta kepada Saktipeksos membawa Ananda Slamet dan Nenek Rohayah ke Puskesma terdekat, untuk diperiksa secara medik kesehatan mereka masing-masing,” lanjut Khofifah.

Terkait dengan permukiman Slamet dan Rohayah, Khofifah meminta Saktipeksos untuk melakukan asesmen agar mereka mendapatkan rumah tinggal layak huni.

“Betapa pun keduanya adalah warga bangsa yang rumah mereka berlantai tanah. Saya meminta untuk dilakukan asesmen kepada keluarga ini untuk mendapatkan rumah tinggal layak huni sebagai perlindungan sosial kepada mereka. Kita akan intervensi itu. Tapi khusus Ananda Slamet, kami mendorongnya mengikuti kejar paket dan melanjutkan sekolah. ? Ananda Slamet kan drop out kelas dua SD,” tandas Khofifah. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Nahdlatul, Nusantara, Ahlussunnah HMI Tegal Kab

Senin, 04 Desember 2017

Tabayun Kunci Sukses Lawan Hoax

Jakarta,HMI Tegal Kab

Berita bohong atau dikenal hoax saat ini hampir meliputi beragam sendi kehidupan, mulai bisnis, kesehatan, pendidikan, politik, bahkan urusan agama. Hoax sengaja disebar pihak tertentu untuk dipercaya penerimanya. Biasanya tersebar luas melalui media sosial.

Hal itu dikatakan Ketua Litbang Lembaga Ta’lif wa Nasyr Nahdlatul Ulaa (LTNNU) Malik Mughni di sela diskusi dengan peserta menulis HMI Tegal Kab di kantor PBNU (12/5).

Tabayun Kunci Sukses Lawan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabayun Kunci Sukses Lawan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabayun Kunci Sukses Lawan Hoax

Apalagi ketika menjelang pemilihan umum baik pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden, hoax, semakin marak.

HMI Tegal Kab

“Tujuannya tidak lain untuk menjatuhkan dengan menggunakan berita bohong. Selain itu hoax juga sering digunakan untuk menebarkan kebencian dalam satu golongan dan pengagungan kepada golongan lain,” jelasnya.

HMI Tegal Kab

Agar terhindar dari hoax, menurut Malik, adalah melakukan tabayun atau konfirmasi. Artinya kita tidak begitu saja percaya dengan berita yang diperoleh sebelum memastikan kebenarannya. Terutama berita dengan sumber yang tidak jelas.

Malik juga menambahkan, saat ini NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia sering dihantam hoax dari pihak-pihak tertentu.

“Tentu saja itu sangat merugikan NU. Parahnya, media mainstream juga ikut termakan hoax,” kata Malik menegaskan.

Untuk menangkal hoax terhadap NU, LTNNU menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Kerja sama itu melibatkan para peneliti, pendidik, organisasi kepemudaan, pengamat, dan jurnalis di media-media mainstream. Mereka akan dipertemukan LTNNU pada konsolidasi nasional untuk mempertemukan gagasan mengimbangi media-media radikal dan berita-berita hoax.

“Kenapa itu dilakukan? Karena yang hoax itu tidak sesuai dengan ajaran Islam,” pungkasnya. (Mistra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, AlaNu, Nusantara HMI Tegal Kab

Rabu, 11 Oktober 2017

Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini

Sidoarjo, HMI Tegal Kab. Wakil Sekretaris PCNU Sidoarjo Ustadz M Rifai menuturkan tiga hal yang harus direalisasikan oleh setiap organisasi terutama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU).

"Tiga ini yang harus direalisasikan oleh IPNU-IPPNU, pertama penataan organisasi. NU di seluruh tingkatan bisa berjalan dengan baik bagi seluruh Lajnah, Banom dan tingkatan di cabang," tuturnya saat memberikan sambutan pada acara Pondok Aswaja VII di Ponpes Chusnaini Klopo Sepoloh Sukodono Sidoarjo, Sabtu (4/7).

Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini

Kedua, peningkatan amaliyah. Saat ini banyak yang menggunakan Aswaja, tetapi bukan NU. Maka dari itu, pihaknya meminta supaya mengikuti Aswaja yang Nahdlatul Ulama.

HMI Tegal Kab

"Pondok Aswaja ini silakan diikuti dengan baik, sebagai bekal. Orang itu berbeda, antara yang ikut pondok Aswaja atau tidak. Karena nanti itu terlihat dari peningkatan wawasan Aswajanya," ungkapnya. 

HMI Tegal Kab

Banyak pemuda yang tergiur dengan ISIS. Tapi NU tidak mengenal paham garis geras. Untuk membentengi dari radikalisme itu sendiri harus mengikuti kegiatan seperti Pondok Aswaja.

"Sikap NU di tengah masyarakat adalah tawazun, tawasuth, tasamuh, i’tidal, dan Amar maruf nahi mungkar. Itu yang harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Ketiga, tentang pendidikan. Jangan sampai pendidikan kalah dengan perkara lain. Karena pendidikan itu sangat penting. Pondok Aswaja yang dilakukan oleh IPNU-IPPNU itu mungkin akan menemukan kesulitan. 

“Karena menerapkan istiqomah itu tidak mudah, namun jika dilakukan dengan konsisten, pasti akan terwujud,” ujarnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nusantara, Pendidikan, Internasional HMI Tegal Kab

Minggu, 20 Agustus 2017

Presiden Palestina Ancam Akhiri Persatuan dengan Hamas

Jakarta, HMI Tegal Kab. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengancam akan mengakhiri persatuan dengan Hamas jika gerakan Islam tersebut tidak memungkinkan pemerintah beroperasi dengan baik di Jalur Gaza. 

Presiden Palestina Ancam Akhiri Persatuan dengan Hamas (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Palestina Ancam Akhiri Persatuan dengan Hamas (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Palestina Ancam Akhiri Persatuan dengan Hamas

Pernyataan itu disampaikan pada malam pembicaraan di Kairo dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi setelah hampir dua minggu gencatan senjata yang mengakhiri konfrontasi besar selama 50 hari dengan Israel di Gaza, seperti dilaporkan oleh Al Arabiya. 

"Kami tidak akan menerima situasi dengan Hamas terus seperti itu saat ini," kata Abbas pada saat kedatangan di ibukota Mesir pada Sabtu malam, dalam sambutannya yang dipublikasikan oleh kantor berita resmi Palestina WAFA. 

HMI Tegal Kab

"Kami tidak akan menerima kemitraan dengan mereka jika situasi terus seperti ini di Gaza di mana ada pemerintah bayangan ... menjalankan wilayah," katanya. 

"Pemerintahan konsensus nasional tidak dapat berbuat apa-apa di lapangan," katanya. 

HMI Tegal Kab

Menurut ketentuan kesepakatan rekonsiliasi yang ditandatangani pada bulan April, Palestina sepakat untuk membentuk pemerintah konsensus interim yang dijalankan oleh para teknokrat, yang mengakhiri tujuh tahun pemerintahan saingan di Tepi Barat dan Gaza. 

Kesepakatan tersebut berusaha untuk mengakhiri tahun pahit dan kadang-kadang berdarah akibat persaingan antara gerakan Hamas dan Fatah, yang mendominasi Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat. 

Kabinet baru, yang berbasis di Ramallah, mulai menjabat pada tanggal 2 Juni, pada saat yang sama pemerintah Hamas di Gaza secara resmi mengundurkan diri. Meskipun telah terjadi serah terima, Hamas tetap memiliki kekuatan secara de facto di Gaza. (mukafi niam) foto: reuters

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nusantara HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock