Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal

Jombang, HMI Tegal Kab. Rombongan dua bis dan dua mobil MPV bergerak dari halaman Kantor Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tepat pukul 11.00 WIB, Selasa (23/06) kemarin, bertepatan 29 Jumadal Tsaniyah 1433 H.



Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Rajab, Ketika Siswa Madrasah Belajar Melihat Hilal

Rombongan dua mobil MPV yang berangkat lebih dulu, ditumpangi kepala Madrasah Muallimin Enam Tahun Bahrul Ulum, KH Abd Nashir Fattah, para guru serta pengiring. Sedangkan 2 bis yang berangkat kemudian, diisi para siswa dan para guru Madrasah Muallimin Enam Tahun Bahrul Ulum. Tujuan dari rombongan tersebut adalah kota Tuban. Kota pesisir utara Jawa yang memiliki bentangan pantai puluhan kilometer dari arah timur ke barat. 

HMI Tegal Kab

Setelah memasuki kota Tuban, rombongan masih menuju ke suatu tempat, sekitar 10-15 kilometer ke arah barat dari kota Tuban. Tempat tersebut adalah pelabuhan Pt. Semen Gresik yang berada di wilayah kecamatan Jenu Tuban.

Angin yang berhembus kencang cukup terasa begitu rombongan keluar dari kendaraan. Hembusan angin tersebut, menghapus bayangan sebagian besar orang dalam rombongan yang sebelumnya melihat dari kejauhan teriknya matahari yang menerpa pelabuhan. Mereka membayangkan, suhu di pelabuhan pasti sangat panas. Tetapi setelah semua rombongan berada di pelabuhan yang menjorok ke tengah laut. Udaranya cukup sejuk bahkan cenderung terasa kebanyakan angin.

HMI Tegal Kab

Rombongan yang diikuti oleh 100 siswa Muallimin, 15 orang guru dan 5 orang undangan tersebut, adalah dalam rangka praktek ruk’atul hilal mata pelajaran Ilmu Falak siswa Madrasah Muallimin. Karena menurut guru pengampu mata pelajaran Ilmu Falak di Madrasah Muallimin, KH. Mujib Adnan, sebenarnya Hilal sudah bisa terlihat kemarin sore (22/06).

“Tapi rupanya kemarin sorepun, hilal yang tingginya lebih dari 2 (dua) derajat belum bisa dilihat, karena tertutup mendung,” kata Kiyai Mujib.

“Namun karena ini adalah pelatihan bagi siswa-siswa, maka kita melakukan ru’yatul hilal pada hari ini. Karena pada hari ini, diperkirakan hilal sudah bisa terlihat dengan jelas. Tujuannya adalah agar siswa bisa mengamati sendiri bagaimana wujud hilal sebenarnya,” tambahnya.

Maksum Chudlori, panitia pelaksana kegiatan ru’yatul hilal mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program madrasah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa, tidak hanya dalam teori tetapi juga dalam praktek.

Tujuan lainnya adalah untuk mempersiapkan kader-kader ajaran Aswaja Annahdliyah dalam menentukan awal bulan dengan ru’yatul hilal. Karena bagi orang NU penentuan awal bulan selalu dilakukan dengan ru’yatul hilal, termasuk dalam menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal.

Disamping itu, menurut pria yang akrab disapa Gus Maksum ini, praktek ini memiliki nilai akademik. “Praktek ru’yatul hilal ini merupakan bagian dari ujian yang harus dijalani siswa, karena nilai dari kegiatan ini akan menjadi nilai rapot,” tambahya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kiai, Ubudiyah, Daerah HMI Tegal Kab

Kamis, 01 Maret 2018

GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA

Subang, HMI Tegal Kab. GP Ansor Kabupaten Subang meminta kepada Kementerian Agama untuk segera mengubah materi mata pelajaran fiqh, khususnya di kelas 12 Madrasah Aliyah. Pasalnya dalam materi fiqh kelas 12 itu memuat ajaran khilafah yang ormas pengusungnya sudah resmi dibubarkan pemerintah.

Demikian disampaikan Ketua GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah HD, setelah mengetahui ada materi khilafah dalam soal ujian mata pelajaran fiqh kelas 12 Madrasah Aliyah yang sedang melaksanakan ujian semester ganjil, Selasa (5/12).

GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA

Dikatakan Asep, materi khilafah ini sudah tersebar di seluruh Madrasah Aliyah yang ada di Jawa Barat karena soal ujian ini dibuat oleh Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Provinsi Jawa Barat.

"Munculnya khilafah dalam soal ujian fiqh ini karena memang ternyata dalam kurikulumnya ada materi khilafah. Untuk itu, kami meminta kepada pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Agama, untuk segera mengganti kurikulum fiqh di kelas 12 Aliyah," tegasnya.

HMI Tegal Kab

Asep menuding, ada penyusup yang terlibat dalam merumuskan materi fiqh dengan tujuan untuk menyebarkan ajarannya melalui tangan orang lain, dalam hal ini adalah guru fiqh di Madrasah Aliyah. 

Karena dengan adanya materi khilafah dalam kurikulum fiqh ini para guru fiqh di Madrasah Aliyah pasti akan menyampaikannya kepada para siswa.

"Jika Kemenag tidak segera mengganti kurikulum fiqh ini, secara tidak langsung Kemenag telah mendukung bahkan memfasilitasi ormas yang telah dilarang oleh pemerintahn" pungkasnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, Habib HMI Tegal Kab

Senin, 26 Februari 2018

NU Lanjutkan Perjuangan Gus Dur

Jakarta, HMI Tegal Kab. Wakil Ketua PBNU As’ad Ali Said mengatakan NU akan terus melanjutkan perjuangan Gus Dur, terutama dalam menciptakan masyarakat yang toleran terhadap kelompok lainnya.

Hal ini disampaikan ketika menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat Scot Marciel ke gedung PBNU, Selasa (7/9).

NU Lanjutkan Perjuangan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lanjutkan Perjuangan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lanjutkan Perjuangan Gus Dur

As’ad dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan, di Indonesia, terdapat kelompok radikal seperti FPI, tetapi kelompok ini tidak memiliki dukungan dari masyarakat Indonesia.

HMI Tegal Kab

Dijelaskannya, masyarakat Indonesia sejak awal sudah menghargai toleransi dengan agama lain. Ia mencontohkan tradisi yang berlaku di daerah kelahirannya di Kudus, yaitu pantangan untuk memakan daging sapi, untuk menghargai pemeluk agama Hindu yang menghormati hewan sapi.

HMI Tegal Kab

Tradisi ini telah dimulai ratusan tahun lalu ketika Sunan Kudus mendakwahkan Islam kepada masyarakat, tetapi masih berlaku sampai sekarang. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, Ubudiyah HMI Tegal Kab

Jumat, 23 Februari 2018

Pesantren Hati Sembelih 131 Ekor Hewan Kurban

Probolinggo, HMI Tegal Kab - Pada Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1437 H, Pondok Pesantren Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo menyembelih 131 ekor hewan kurban, Senin (12/9). Terdiri dari 28 ekor sapi dan 3 ekor kambing ditambah 100 ekor kambing dari Persatuan Guru dan Ulama Singapura.

Prosesi penyembelihan hewan kurban ini dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Hati Hj. Puput Tantriana Sari yang juga Bupati Probolinggo serta jajaran pengurus PCNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

Pesantren Hati Sembelih 131 Ekor Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Hati Sembelih 131 Ekor Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Hati Sembelih 131 Ekor Hewan Kurban

Ketua Panitia Kurban Pondok Pesantren Hati Zulmi Noor Hasani mengungkapkan bahwa pelaksanaan penyembelihan hewan kurban ini akan dirampungkan dalam waktu 1 (satu) hari. Tetapi jika dalam penyembelihan tersebut tidak selesai, maka akan dilanjutkan hari kedua, Selasa (13/9) di lokasi yang sama.

HMI Tegal Kab

“Dari hasil penyembelihan hewan kurban, dagingnya akan disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di 20 desa di Kecamatan Kraksaan, Krejengan dan Besuk. Dimana masing-masing desa akan menerima 100 bungkus. Sehingga total untuk 20 desa mencapai 2.000 bungkus daging kurban,” katanya.

HMI Tegal Kab

Sementara Hj. Puput Tantriana Sari mengharapkan agar daging kurban ini mampu berbagi kebahagiaan dengan masyarakat kurang mampu. “Setidaknya masyarakat dari kalangan kurang mampu bisa bersama-sama merayakan Hari Raya Idul Adha 1437 H,” uangkapnya.

Dalam penyembelihan hewan kurban ini, panitia kurban sendiri mengerahkan sedikitnya 75 orang petugas jagal yang akan menyembelih ratusan hewan kurban tersebut. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab PonPes, Daerah HMI Tegal Kab

Rabu, 14 Februari 2018

Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih

Surabaya, HMI Tegal Kab - Sebentar lagi ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) akan diwisuda. Mereka harus mempersiapkan diri berkiprah t di masyarakat. Untuk itu, ratusan calon sarjana dari Fakultas Adab dan Humaniora serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA dibekali pengetahuan karir dunia kerja.

"Banyak orang sukses berangkat dari keprihatinan," kata KH Farmadi Hasyim, Selasa (1/3). Oleh sebab itu, Kiai Farmadi, sapaan akrabnya, berharap agar para calon sarjana yang sebentar lagi diwisuda untuk siap hidup apa adanya, tanpa terbebani dengan gelar yang disandang. "Kebanyakan mereka yang telah lulus berharap menjadi orang besar dan berlagak gengsi menggeluti sejumlah kiprah," kata Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini.

Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarjana Kampus Agama Harus Memiliki Nilai Lebih

Cukup banyak sarjana yang tidak siap mental ketika telah merampungkan studi. "Gelar sarjana bukan menjadi pelecut dalam berkhidmat, malah justru sebagai beban dalam hidup," kata kandidat doktor di UINSA ini.

HMI Tegal Kab

Di hadapan civitas akademika dan para alumni kedua fakultas tersebut yang didaulat sebagai narasumber, Kiai Farmadi berharap agar ilmu yang telah diraih selama kuliah dapat diamalkan minimal untuk diri sendiri. "Itu minimal peran yang harus diambil. Apalagi kalian sarjana dari kampus agama," katanya. Dan bila memang mampu serta dipercaya khalayak, maka ada baiknya ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama belajar dapat didermabhaktikan di lingkungan sekitar , lanjutnya.

Yang juga tidak kalah penting, para sarjana hendaknya memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan jangan mersa dirinya lebih unggul dari masyarakat dan komunitas yang ada. "Hal tersebut akan kontra produktif dengan niatan mulia seorang yang memiliki gelar akademik dan memiliki ilmu serta keterampilan," katanya memberikan alasan.

HMI Tegal Kab

"Kalian harus terus mengasah kemampuan dengan berinteraksi kepada berbagai kalangan," pesannya. Sebagai ilustrasi, Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Surabaya ini kemudian mengibaratkan dengan pisau. "Meskipun harganya murah, kalau sering diasah maka pisau akan menjadi tajam dan berdaya guna," ungkapnya.

Mental menjadi pegawai dan mencari pekerjaan juga harus dikesampingkan. "Justru kalian harus berupaya memanfaatkan jaringan dan keahlian, demikian pula disiplin keilmuan yang dimiliki untuk menciptakan peluang kerja," katanya. Sudah bukan zamannya lagi para sarjana berburu pekerjaan, malah idealnya menyediakan kesempatan kepada banyak kalangan untuk dioptimalkan menjadi kekuatan bagi terwujudnya kesempatan kerja baru. "Itulah nilai lebih sarjana dari kampus agama," tegasnya.

Sedangkan pesan terakhir dari penceramah yang kerap mengisi pengajian di sejumlah media baik televisi, radio dan majlis taklim ini agar para sarjana jangan mudah menyerah. Setiap ikhtiar pastinya akan diuji dengan kegagalan dan penolakan. "Akan tetapi, jadikan semuanya sebagai pelecut keberhasilan di kemudian hari," pungkas dai yang bulan depan mengisi tabligh akbar di Brunei Darussalam ini. (Ibnu Nawawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Daerah, Sejarah HMI Tegal Kab

Narik Iuran Anggota, Muslimat NU Siap Transparan Bertanggung Jawab

Jember, HMI Tegal Kab. Tanpa dana, sulit sebuah organisasi bisa eksis. Inilah yang dirasakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember. Karena itu, Badan Otonom NU pimpinan Nyai Hj. Emi Kusminarni ini? mulai mensosialisasikan rencana penarikan iuran (i’anah syahriyah) bagi anggota Muslimat NU Jember. Sosialisasi? pertama dilakukan Ahad (5/2) di aula Bank Jatim yang dihadiri penguru pimpinan cabang dan beberapa perwakilan anak cabang Muslimat NU Jember.

Menurut Nyai Hj. Emi, penarikan iuran akan mulai dilakuan dalam beberapa bulan ke depan setelah sosialisasi rampung. “Karena NU tidak biasa narik iuran rutin dari anggota, maka ini perlu sosialisasi agar mereka paham bahwa dana organisasi itu penting,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan.

Ia mengaku yakin bahwa rencana itu akan berjalan lancar dan didukung penuh anggota Muslimat NU Jember. Yang penting, dana dari hasil iuran tersebut dikelola secara transparan dan penuh tanggung jawab.

Narik Iuran Anggota, Muslimat NU Siap Transparan Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
Narik Iuran Anggota, Muslimat NU Siap Transparan Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

Narik Iuran Anggota, Muslimat NU Siap Transparan Bertanggung Jawab

Dengan iuran itu, katanya, kelak akan banyak yang bisa diperbuat oleh Muslimat NU Jember. “Toh semuanya akan kembali kepada warga NU, misalnya dalam bentuk bakti sosial, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan dan sebagaiya,” ujaranya.

Sementara itu, perwakilan Bank Jatim Luluk Khimmatul Khoiroh menegaskan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan Muslimat NU dalam mengelola iuran anggota Muslimat NU.

Tidak hanya itu, Luluk juga mengaku siap memfasilitasi warga Muslimat NU untuk mengakses permodalan guna mengembangkan kegiatan usahanya. “Kami siap menampung iuran anggota Muslimat NU sekaligus mengusahakan bantuan modal bagi ibu-ibu yang punya usaha,” jelasnya.? (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Daerah HMI Tegal Kab

Senin, 12 Februari 2018

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh

Kutupalong, HMI Tegal Kab - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan perkembangan terkini tentang praktik kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, yang berakibat pada eksodus etnis Rohingya ke Bangladesh.

Menurut PBB, sebagaimana dilansir AP, Kamis (7/9), sekitar 146.000 orang telah meninggalkan Myanmar menuju Bangladesh sejak meletusnya kekerasan meletus di sana 25 Agustus.

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh

Jurubicara PBB Stephane Dujarric, Rabu, mengatakan bahwa Program Pangan Dunia meminta 11,3 juta dollar AS untuk membantu gelombang para pengungsi itu, juga mereka yang tengah tinggah di tenda-tenda pengungsian. PBB sudah menyediakan makanan untuk puluhan ribu orang, termasuk perempuan dan anak-anak yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi.

HMI Tegal Kab

Eskalasi kekerasan oleh militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya belum berakhir menyusul tragedi penyerangan terhadap polisi di wilayah perbatasan dan aparat pemerintah lainnya sejak 25 Agustus. Pemerintah Myanmar menyebut militan Rohingya atau ARSA sebagai teroris Bengali.

Peristiwa Agustus itu memicu serangan balasan dari tentara Myanmar. Atas nama pemburuan para teroris, mereka menembaki warga sipil dan membakar ribuan rumah tinggal warga Rohingya. Situasi ini memperburuk keadaan dan memicu lebih dari seratus ribu warga melarikan diri dari tanah air mereka.

HMI Tegal Kab

Muslim Rohingya telah melarikan diri sejak serangan pemberontak terhadap polisi perbatasan dan pasukan pemerintah lainnya pada 25 Agustus memicu pembalasan oleh tentara Myanmar. Tentara dan polisi telah dituduh melakukan tembakan tanpa pandang bulu, namun pemerintah mengatakan pasukannya berusaha keras untuk tidak merugikan warga sipil yang tidak bersalah.

Dujarric juga mengatakan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sedang "melanjutkan kontak diplomatiknya terkait dengan situasi di Myanmar." (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Daerah HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock