Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA

Subang, HMI Tegal Kab. GP Ansor Kabupaten Subang meminta kepada Kementerian Agama untuk segera mengubah materi mata pelajaran fiqh, khususnya di kelas 12 Madrasah Aliyah. Pasalnya dalam materi fiqh kelas 12 itu memuat ajaran khilafah yang ormas pengusungnya sudah resmi dibubarkan pemerintah.

Demikian disampaikan Ketua GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah HD, setelah mengetahui ada materi khilafah dalam soal ujian mata pelajaran fiqh kelas 12 Madrasah Aliyah yang sedang melaksanakan ujian semester ganjil, Selasa (5/12).

GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA

Dikatakan Asep, materi khilafah ini sudah tersebar di seluruh Madrasah Aliyah yang ada di Jawa Barat karena soal ujian ini dibuat oleh Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Provinsi Jawa Barat.

"Munculnya khilafah dalam soal ujian fiqh ini karena memang ternyata dalam kurikulumnya ada materi khilafah. Untuk itu, kami meminta kepada pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Agama, untuk segera mengganti kurikulum fiqh di kelas 12 Aliyah," tegasnya.

HMI Tegal Kab

Asep menuding, ada penyusup yang terlibat dalam merumuskan materi fiqh dengan tujuan untuk menyebarkan ajarannya melalui tangan orang lain, dalam hal ini adalah guru fiqh di Madrasah Aliyah. 

Karena dengan adanya materi khilafah dalam kurikulum fiqh ini para guru fiqh di Madrasah Aliyah pasti akan menyampaikannya kepada para siswa.

"Jika Kemenag tidak segera mengganti kurikulum fiqh ini, secara tidak langsung Kemenag telah mendukung bahkan memfasilitasi ormas yang telah dilarang oleh pemerintahn" pungkasnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, Habib HMI Tegal Kab

Minggu, 04 Februari 2018

Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19

Solo, HMI Tegal Kab -

Ribuan jamaah membanjiri serambi Masjid Agung Surakarta, Jawa Tengah pada acara peringatan Hari Lahir (Harlah) Majelis Ahbabul Musthofa yang ke-19, Sabtu (24/12) malam. Pantauan HMI Tegal Kab, kehadiran mereka bahkan ikut meluber hingga ke halaman masjid.

Dalam sambutannya, Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, mengatakan sangat bergembira atas terselenggaranya peringatan ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. Ini merupakan Harlah yang ke-19, sedangkan untuk penyelenggaraan di Masjid Agung, ini yang ke-7,” kata dia.

Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Jateng, Pangdam Diponegoro, Kapolda Jateng, dan para tokoh ulama dan pemerintahan di lingkup Kota Surakarta. “Terima kasih kepada bapak Gubernur, dalam kesibukannya, masih sempat ikut keliling shalawat, semoga Jateng tambah berkah dengan shalawat,” ujar Habib Syech.

Dalam kesempatan itu, Habib Syech juga berpesan kepada segenap jamaah untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan. “Kalau ingin mulia, siapapun manusia di muka bumi ini, ikutilah Nabi Muhammad,” tutur dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Cerita, Habib, Fragmen HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Rabu, 24 Januari 2018

Peradaban yang Sebatas Mulut Saja

Pati,HMI Tegal Kab ?

Kondisi hidup didunia saat ini dinilai kian carut marut. Peradaban yang beradab mulai bergeser pada peradaban yang sebatas pada mulut saja. Sikap kehati-hatian dan tetap menghidupkan akal dan hati dinilai menjadi hal yang harus dipegang teguh dalam kondisi tersebut.

Peradaban yang Sebatas Mulut Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Peradaban yang Sebatas Mulut Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Peradaban yang Sebatas Mulut Saja

Hal itu seperti yang disampaikan dalam Suluk Maleman yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia Sabtu (21/11) kemarin. Pengurus Pusat Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas diskusi tersebut mengatakan, di era saat ini banyak hal yang dibolak-balik sehingga sulit ditemukan kebenarannya.

Tidak jarang sesuatu yang haram justru berubah menjadi halal dan begitu sebaliknya. Dualitas dunia yang ada saat ini terkadang tidak mampu dipahami dengan benar. Justru sebaliknya masyarakat terlalu disombongkan dengan tafsir yang mereka lakukan sendiri.

HMI Tegal Kab

Padahal menurut budayawan nyentrik, Sujiwo Tedjo, tidak ada benar dan salah di dunia ini kecuali hanyalah kebenaran dan kesalahan sementara. Sesuatu yang terlihat menyedihkan bisa saja menjadi sesuatu yang menyenangkan buat orang lain.

“Dengan hal tersebut tentu kita harus lebih berhati-hati dalam menentukan sesuatu. Sehingga nantinya tidak tercampur pikiran maupun nafsunya sendiri,” tegas Sujiwo Tedjo.

HMI Tegal Kab

Ditambahkannya, selama ini sebenarnya ayat dari Tuhan sudah ada tersebar di alam semesta. Hanya saja sebagian orang masih ada yang belum mengganggap hal itu jika belum ada ayat tertulisnya.

“Yang jelas beragama dengan benar akan mengarahkan manusia menjadi manusia. Syahadat bukan hanya sebatas ucapan bersaksi melainkan melakukan dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.

Presiden Jancukers itu juga mengamini bahwa tidak ada orang suci di dunia ini. Melainkan orang yang terus menerus mensucikan diri. Dalam tembang yang dinyanyikannya dia juga turut mengingatkan agar manusia selalu bertanya agar dapat memahami. Ketika sudah dipahami harus ditiru. Dan kebaikannya dibiasakan.

“Agar sesuatu dapat diselesaikan tentu juga harus dikerjakan. Bila ingin selesai tentu harus diusahakan,”tambahnya

Dr Ilyas, salah seorang dosen di Unnes turut menambahkan, agar bisa terhindar dalam peradaban mulut, setiap tindak tanduk manusia tentu juga penting dikunci dengan akal dan hati. Keyakinan akan kebaikan dan sikap istiqomah juga akan menentukan.

“Dan jangan pernah lupa orang alim bukan yang paling tahu segalanya tapi yang merasa tidak tahu; sehingga akan terus mencari tahu,” tuturnya.

Pada diskusi Suluk malam kemarin, Sujiwo Tedjo menyempatkan diri memainkan wayang. Dalam lakon Wahyu Makutoromo yang dimainkan malam itu, diceritakan seorang guru yang mewejang muridnya agar tetap berhati-hati dalam menjalani kehidupan seperti saat ini.

Meski singkat namun rupanya pertunjukan wayang itu mampu menghanyutkan sekitar 700 orang yang hadir malam itu. Terlebih dalam dialog tersebut turut diwarnai dengan pagelaran musik dari Sampak GusUran. (Red: Abdullah Alawi)

Keterangan Foto:

1.? ? ? Anis Sholeh Ba’asyin, Drs. Ilyas dan Sujiwo Tejo dalam Suluk Maleman “Peradaban Mulut” di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (21/11) kemarin.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib HMI Tegal Kab

Rabu, 17 Januari 2018

Mbah Moen: Saya Sering Dianggap Pro Ahok

Rembang, HMI Tegal Kab. Bukan orang NU jika tidak bisa melucu. Dan semakin tua atau semakin dituakan, selera humornya semakin tinggi. Tampaknya hal itu juga berlaku untuk tokoh paling sepuh di NU saat ini, yaitu Kiai Maimoen Zubair.?

Mbah Moen: Saya Sering Dianggap Pro Ahok (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen: Saya Sering Dianggap Pro Ahok (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen: Saya Sering Dianggap Pro Ahok

Mustasyar PBNU berusia 89 tahun ini mengundang decak tawa saat memberikan sambutan selaku tuan rumah dalam Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara yang diadakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di pondok pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah Kamis (16/3).?

Ketika menyampaikan tentang sejarah masuknya Islam di Indonesia dan perjuangan umat Islam, ia tiba tiba berseloroh tentang kondisi politik yang lagi hangat di tanah air. "Saya sering dianggap pro Ahok," ucapnya sambil terkekeh ringan.

"Hahahaa...." hadirin tertawa terbahak-bahak, geli sekaligus terkejut. Beberapa detik hadirin terdiam menunggu penjelasan ulama sepuh yang biasa dipanggil Mbah Moen ini.?

Diteruskannya, ia sering menceritakan bahwa Islamnya orang sarang itu berasal dari dakwahnya orang Belitung dan Bangka. Bukan para wali dari Demak.?

HMI Tegal Kab

Sejarahnya, kata dia, ketika Kubilai Khan menguasai Kerajaan China dan mengirim pasukan ekpedisi ke Jawa, prajuritnya dipotong telinganya oleh Raja Singosari Kertanegara.?

HMI Tegal Kab

Kemudian ketika Pasukan Tartar dikirim untuk menyerang Raja Jawa itu, Singosari telah tiada dan diganti Kerajaan Majapahit. Pasukan dari China itu dikalahkan oleh Majapahit sehingga banyak yang berlarian ke berbagai daerah dan ada yang kembali ke negeri asal.?

Namun, ungkap Mbah Moen, sebagian pasukan Kubilai ? Khan itu ada yang muslim. Dan Prajurit muslim itu setelah lari dari Majapahit lantas menetap di Bangka dan Belitung. Lalu mereka berubah menjadi petani atau guru. Di antaranya ada yang berdakwah hingga ke Sarang. Itu terjadi sebelum era Demak. (Ichwan/Abdullah Alawi)





Catatan: berita ini telah diedit karena kurangnnya akurasi kontributor. HMI Tegal Kab meminta maaf kepada seluruh pembaca dan pihak-pihak terkait atas kekeliruan ini.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Sholawat HMI Tegal Kab

Sabtu, 13 Januari 2018

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya

Palopo, HMI Tegal Kab. PW GP Ansor Sulawesi Selatan melaksanakan Diklatsar Banser yang dilaksanakan pada 23 hingga 26 Juni 2015. Diklatsar Banser ini merupakan yang ke-3 Sulawesi Selatan. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Datok Sulaiman Kota Palopo yang diikuti oleh 150 orang peserta yang berasal dari zona II se-Luwu Raya yakni Kab/Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu, Luwu Timur, Enrekang, Sidrap, dan Soppeng.

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya

Dalam sambutannya Wakil Walikota Palopo Ahmad Syarifuddin, SE, MSi mengapresiasi kegiatan Diklatsar Banser yg mempunyai tugas dan fungsi mengawal ajaran Islam Ahlusunnah Wal-Jamaah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Harapan kami, selaku pemertintah melalui Diklatsar ini, selain sebagai proses kaderisasi, Diklatsar ini mampu meningkatkan kompetensi serta skill anggota banser dalam mewujudkan Banser yang tangguh dan menjadi solusi dalam menghadapi berbagai situasi serta kondisi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat,” ujar Ahmad Syarifuddin yang juga salah satu Pengurus Pusat GP Ansor ini.

HMI Tegal Kab

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulsel HM Tonang dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa eksistensi Banser sebagai semi otonom GP Ansor adalah pasukan inti Ansor.

HMI Tegal Kab

"Disisi lain Banser merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses kaderisasi di tubuh Ansor, demi mewujudkan kader-kader Banser yang mumpuni serta memiliki kepedulian kepada masyarakat dan bangsa," ucapnya.

Kegiatan Diklatsar Banser ini dihadiri Satkorwil Banser Sulsel A Abbas Rauf Rani, Dewan Penasehat GP Ansor Kota Palopo Dr Hamzah Kamma, Dr Muhaemin, Drs H Ibnu Hajar yang juga mantan ketua Ansor era 80-an. (Andy Muhammad Idris/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Sunnah, Nasional HMI Tegal Kab

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang

Subang, HMI Tegal Kab. Mahasiswa NU dari Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam (YAPI) Syamsul Ulum Kota Sukabumi yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Syamsul Ulum, BEM Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIP), BEM Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), dan OSIS SMK Syamsul Ulum Kota Sukabumi serahkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Subang, Selasa (29/1).

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang

Bantuan ini langsung diberikan oleh Presiden BEM STISIP Syamsul Ulum Nunu Nugraha, didampingi Ketua PMII Komisariat Syamsul Ulum Kota Sukabumi Ahmad Fauzi. Secara simbolis bantuan ini diberikan langsung kepada Ketua PMII Cabang Kabupaten Subang Ade Mahmudin di sekretariat PMII Cabang Subang, Jalan Rancasari, Pamanukan, Subang untuk kemudian disalurkan kepada korban banjir yang saat ini masih melanda di Kabupaten Subang.

Presiden BEM STISIP Nunu Nugraha menegaskan, berangkat dari rasa keprihatinan dan kepedulian kepada para korban banjir di Kabupaten Subang pihaknya merasa terpanggil untk bagaimana bisa mengurangi beban para korban banjir.

HMI Tegal Kab

“Kami merasa prihatin dan terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir yang ada di Kabupaten Subang. Terlepas dari besar kecilnya nilai yang kami berikan, tapi mudah-mudahan hal ini bisa meringankan beban mereka yang saat ini sedang membutuhkan,” tegas Nunu kepada HMI Tegal Kab.

HMI Tegal Kab

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PMII Komisariat STAI Syamsul Ulum Kota Sukabumi, Ahmad Fauzi bahwa hal ini merupakan upaya penyadaran kepada masyarakat terkait betapa pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai solidaritas.

“Bantuan ini hasil dari upaya sahabat-sahabat dari Keluarga Besar YAPI Syamsul Ulum Kota Sukabumi yang pada beberapa waktu lalu melakukan aksi penggalangan dana disejumlah titik di Kota Sukabumi. Mudah-mudahan saja ini bisa kita ambil hikmahnya terkait penyadaran kepada masyarakat betapa pentingnya rasa solidaritas terhadap sesama sebagai wujud dari jati diri Bangsa Indonesia,” papar Fauzi.

Sementara, Ketua PMII Cabang Kabupaten Subang, Ade Mahmudin menyambut baik dengan saluran bantuan ini yang nantinya akan langsung diberikan kepada para korban banjir di Kabupaten Subang.

"Kami sangat apresiatif dan berterimakasih kepada sahabat-sahabat dari Kota Sukabumi yang sudah jauh-jauh datang ke Subang hanya untuk memberikan bantuan ini kepada para korban banjir. Dan Insya Allah, nanti juga kita akan berikan bersamaan dengan hasil yang kami dapatkan, dimana pada saat yang lalu juga PMII Cabang Subang melakukan aksi penggalangan dana untuk korban banjir,” pungkas Ade.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Olahraga, AlaSantri HMI Tegal Kab

Selasa, 26 Desember 2017

LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil

Jombang, HMI Tegal Kab. Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) juga mengambil langkah berbeda untuk memperkenalkan ulama dan tokoh besar Tebuireng, yaitu melalui buku berjudul ‘Yasin dan Tahlil Tebuireng’.

LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil

Penerbitan buku tersebut merupakan terbitan Pustaka Tebuireng yang disokong penuh LSPT, usaha unit lembaga di Tebuireng yang mengelola zakat, infaq, shadaqoh dan wakaf untuk memudahkan masyarakat mengetahui biografi ulama dan tokoh di Tebuireng.

Menurut M. As’ad direktur LSPT, pihaknya ikut ambil bagian membantu pengikut Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Maksum Ali dan lainnya mengetahui lebih jauh biografinya.

HMI Tegal Kab

“Buku ini tidak sekedar menjadi tuntunan amaliah, tetapi juga menjadi sumber informasi dan pengetahuan tentang tokoh-tokoh pesantren khususnya Pesantren Tebuireng,” tutur As’ad dalam rilisnya kepada HMI Tegal Kab.

Lebih lanjut As’ad mengatakan bahwa penyusunan buku ini yang dilengkapi biografi singkat tokoh-tokoh Tebuireng juga sebagai salah satu bentuk persembahan LSPT kepada masyarakat luas khususnya para peziarah di pemakaman Tebuireng. “Semoga hadirnya buku ini dihadapan pembaca semua memberikan manfaat yang besar,” tambahnya.

HMI Tegal Kab

Bahkan, keberadaan buku ini juga sangat bermanfaat bagi jam’iyah Nahdliyin. Karena terdapat tuntunan amaliyahnya. “Terlebih santri, alumni dan keluarga besar tebuireng,” lanjutnya. Ia juga mengabarkan bahwa untuk mendapatkan buku ini, LSPT menyediakan di kantornya dan di Gerai Sehat area pemakaman pondok Tebuireng. (Romza/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri, Habib, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock