Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

PMII YH Komit Bangun Kesolidan di Tengah Perbedaan Kultur

Jombang, HMI Tegal Kab

Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ya’qub Husein (YH) STIT al-Urwatul Wutsqo Jombang, Jawa Timur berkomitmen membangun kesolidan antarpengurus komisariat dan pengurus rayon (PR) sebagai prioritas utama dalam menjalankan mandat organisasi selama satu periode.

PMII YH Komit Bangun Kesolidan di Tengah Perbedaan Kultur (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII YH Komit Bangun Kesolidan di Tengah Perbedaan Kultur (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII YH Komit Bangun Kesolidan di Tengah Perbedaan Kultur

Kesolidan terus berupaya dibangun di tengah dominasi pengurus komisariat yang berasal dari suku atau daerah-daerah tertentu, yaitu Madura. Hal itu dimungkinkan akan menimbulkan pandangan yang miring kepada pengurus yang lain, di samping itu juga sangat berhubungan dengan intensitas pengurus untuk merealisasikan program-programnya.

Iis Sholihah, Ketua Komisariat Ya’qub Husein mengatakan akan berupaya mengubah pola pikir pengurus yang masih normatif dan cenderung membeda-bedakan kultur, suku, ras dalam dunia pergerakan. Sebab demikian itu akan menimbulkan keharmonisan, persaudaraan atau solidaritas warga PMII. Bahkan tak ada aturan di PMII untuk membeda-bedakan asal-usul pengurus.?

“Kita sedang membangun pola untuk mematuhi pada AD/ART PMII dengan baik, semua gerakan kita tetap mengacu pada AD/ART. Di sana tidak ada pembedaan-pembedaan atau bahkan diskriminasi. Semua wewenang, hak dan garis koordinasi masing-masing pengurus sudah diatur jelas,” katanya kepada HMI Tegal Kab, Selasa (15/3).

Namun demikian, Iis sapaan akrabnya mengemukakan bahwa perbedaan pada aspek kultur dan budaya dari masing-masing pengurus akan menciptakan pondasi yang sangat kuat di tubuh organisasi tatkala sudah bisa bersinergi dengan baik.?

HMI Tegal Kab

“Malah sebenarnya perbedaan kultur itu sangat mendukung terciptanya pondasi yang kokoh,” ujarnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab PonPes, Kajian Sunnah, News HMI Tegal Kab

Jumat, 23 Februari 2018

PMII Bandung Kutuk Kekerasan Terhadap Aktivis Indramayu

Bandung, HMI Tegal Kab. Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Bandung mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh Mapolres Indramayu kepada para aktivis PMII Kabupaten Indramayu.

PMII Bandung Kutuk Kekerasan Terhadap Aktivis Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bandung Kutuk Kekerasan Terhadap Aktivis Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bandung Kutuk Kekerasan Terhadap Aktivis Indramayu

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PC PMII Kabupaten Bandung, Dhamiry Al Ghazaly saat melakukan orasi dalam aksisolidaritas di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta Bandung. Rabu (28/8).

Menurut Dhamir, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Mapolres Indramayu terhadap aktifis PMII tersebut sudah termasuk kriminal dan segala kriminalitas tak dibenarkan oleh hukum.

HMI Tegal Kab

“Yang dilakukan aparat kepolisian Indramayu sudah termasuk tindakan kriminal!” tegas Damir.

HMI Tegal Kab

Oleh karena itu, sambung Dhamir, PC PMII Kabupaten Bandung menyerukan empat tuntutan, pertama, menolak dengan tegas pembangunan waduk Bubur Gadung yang ada di Indramayu dan biarkan masyarakat menggarapnya. Kedua, sebagai aksi solidaritas, PMII Kabupaten Bandung menuntut segera bebaskan para petani dan kader PMII yang ditahan. Ketiga, mengusut tuntas tindakan kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian dalam aksi yang dilakukan aktifis PMII Indtamayu. Keempat, mendesak Kapolda Jawa Barat untuk mencopot Kapolres Indramayu dan menangkap para preman yang terlibat.

Dhamir pun mengancam, jika Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat tidak segera membebaskan petani dan Kader PMII Indramayu yang di tahan, PC PMII Kabupaten Bandung akan melakukan aksi besar-besarandan mengepung kantor Polda Jawa Barat.

“Jika tidak ada respon terhadap tuntutan ini, PC PMII Kabupaten Bandung akan mengerahkan massa besar-besaran,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Ahad (25/8) kemarin, sedikitnya 500 massa dari PMII Indramayu datang melakukan aksi bersama massa dari Serikat Tani Indramayu (STI) ke daerah proyek Waduk Bubur Gadung di Desa Loyang Kecamatan Trisi, Kabupaten Indramayu, namun aksi ini tak berlangsung lama karena ratusan massa tersebut dipukul mundur oleh aparat kepolisian, beberapa orangbahkan dipukuli dan ditangkap oleh aparat dari Polres Indramayu.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor : Bakti Habibie

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Jadwal Kajian, News HMI Tegal Kab

Rabu, 21 Februari 2018

LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan

Jombang, HMI Tegal Kab. Tidak seperti bulan yang lain, Ramadhan benar-benar memberikan tambahan spirit untuk beribadah. Baik ibadah pribadi maupun sosial. Lapar dan dahaga seakan sirna dengan semangat yang kian menyala.

Hal ini juga dirasakan kru Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT). Jelang Ramadhan, para pengurus saling bersinergi dalam mempersiapkan berbagai kegiatan. Tidak semata kegiatan ibadah yang berhubungan dengan Allah SWT, juga aktifitas sosial yang membutuhkan tambahan stamina juga tidak luput dari perhatian.

LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)
LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)

LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan

Seperti disampaikan ketua panitia, Rahmat Hidayat bahwa ada sejumlah kegiatan yang dipersiapkan selama bulan suci ini. Dan beberapa waktu lalu rangkaian kegiatan diawali dengan musabaqah tartil qur’an, lomba adzan dan iqamah, serta pidato Bahasa Indonesia.

HMI Tegal Kab

“Kegiatan dipusatkan di lantai tiga gedung KH Yusuf Hasyim,” kata Mas Didit, sapaan akrabnya kepada HMI Tegal Kab, Sabtu (3/7). Para peserta adalah utusan dari sejumlah Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) se Kabupaten Jombang.

Secara lebih rinci, Mas Didit menandaskan bahwa ada 16 peserta untuk lomba TPQ, 18 peserta untuk musabaqah tartil al-Qur’an serta adzan dan iqamah sebanyak 15 utusan.

HMI Tegal Kab

Dan pada malamnya, yakni usai shalat Isya’ dilangsungkan pengajian umum yang menghadirkan da’i Alhabib Ubaidillah bin Idrus al-Habsyi dari Surabaya serta KH Drs Fahmi Amrullah dari Jombang. “Kegiatan dilangsungkan di halaman Masjid Ulul Albab Tebuireng dan dimeriahkan oleh jam’iyah shalawat Seribu Rebana,” terangnya.

Kegiatan ini menjadi syiar tersendiri bagi keberadaan LSPT dalam menyapa masyarakat. Demikian juga pengajian menjadi media untuk mempersiapkan diri dan hati dalam menyambut Ramadhan.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan dibukanya jalan sehat pada tanggal dan pasar murah. Karena untuk jalan sehat yang diawali dan berakhir di halaman Masjid Ulul Albab Tebuireng, para peserta tidak harus membeli kupon karena diberikan secara cuma-cuma. “Kendati demikian, mereka mendapatkan sejumlah produk elektronik dengan cara diundi yang hadiahnya telah disiapkan panitia,” ungkapnya.

Pun demikian halnya dengan pasar murah. Kegiatan selama dua hari ini tidak semata menjadi ajang? pasar dadakan, juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menikmati sejumlah kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. “Kami memberikan potongan harga dari seluruh bahan pokok yang dijual,” kata Muhammad Asad, Pimpinan Umum LSPT. Dengan demikian, para penduduk sekitar Pesantren Tebuireng dapat menikmati sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga dibawah harga pasar.

Sejumlah kegiatan masih akan berlangsung selama Ramadhan ini. Ada pembagian ta’jil di sejumlah lokasi strategis di kota santri. Sasarannya tentu saja para musafir yang karena perjalanan jauh, belum menyiapkan menu berbuka puasa. “Para pengurus dan panitia menyebar untuk mencari lokasi yang kerap dilalui mobil dan kendaraan bermotor,” kata Didit.

Safari Ramadhan menjadi sarana merekatkan LSPT dengan beberapa mushalla dan masjid kampung yang ada di sekitar Jombang. “Kita ingin keberadaan LSPT semakin dikenal baik dengan sejumlah kegiatan dan kiprah yang pastinya bermanfaat,” ungkapnya. Bila keberadaan lembaga sosial milik Pesantren Tebuireng ini telah diketahui lebih banyak khalayak, maka sejumlah program akan dapat didukung lebih banyak kalangan. “Agar khidmat lembaga ini semakin optimal,” lanjutnya.

Masih ada kegiatan Tebar Hikmah Ramadhan dan penutupan pengajian Ramadhan untuk para santri di Tebuireng. Dan acara pungkasnya (28/7) adalah pembagian zakat fitrah yang dilangsungkan di halaman parkir pesantren.

“Kami memohon dukungan dari banyak kalangan agar rangkaian acara selama Ramadhan nanti berjalan dengan lancar tanpa aral berarti,” pinta Mas Didin. Demikian juga kekompakan panitia dan pengurus menjadi kata kunci acar seluruh rangkaian berjalan sesuai harapan. (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita, RMI NU, News HMI Tegal Kab

Selasa, 06 Februari 2018

Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron

Cianjur,HMI Tegal Kab

Para pelaku penganiayaan terhadap kiai di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat sampai saat ini masih bisa menghirup udara bebas. Polisi masih belum mampu meringkusnya. Salah seorang yang diduga pelaku pun, kini dibebaskan dengan alasan tidak cukup bukti.

Sebagaimana diketahui, seorang kiai di Cianjur atas nama Hasyim Asari bin KH Opan Sopyan, pengasuh Pondok Pesantren Al-Muin, Cibangban, Warungkondang dikeroyok empat orang pada Senin (28/6) atau tiga hari puasa Ramadhan. Ia adalah kiai yang hafiz Al-Qur’an 30 juz kelahiran 1987.

Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dikeroyok Lima Orang, Hingga Kini Pelaku Masih Buron

Menurut kuasa hukum korban, Elis Rahayu, berdasarkan laporan korban, pelaku berjumlah lima orang. Mereka melakukan pengeroyokan dengan cara memukuli secara bersama-sama menggunakan kepalan tangan ke bagian muka dan kepala korban. Seorang pelaku memukul menggunakan sebuah batu ke kepala bagian belakang korban.

HMI Tegal Kab

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka sobek di bagian alis sebelah kanan, luka sobek di kepala bagian belakang, luka sobek di bagian bibir dan luka memar di pipi sebelah kanan. ?

“Hingga hari ini korban masih dalam perawatan. Ia masih sakit fisik, psikis dan mental akibat kejadian itu,” katanya kepada HMI Tegal Kab di kantor PCNU Kabupaten Cianjur, Senin (12/6). ?

HMI Tegal Kab

Elis menceritakan kronologi pengeroyokan itu. Mulanya Hasyim menegur seorang anak yang membakar mercon di yang dilemparkan ke rumah Hasyim.

“Anak itu tidak dipukul. Hanya memberi tahu dan menanyakan kenapa anak itu melakukan itu,” cerita aktivis Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama Kabupaten Cianjur itu.?

Lalu, anak itu menangis sambil berlari. Kemudian anak itu melaporkan bahwa ia dicekik korban kepada orang tuanya. Mendengar laporang itu, orang tua tidak menerima. Ia mendatangi korban hingga terjadi perkelahian.

Si orang tua kemudian mundur dari perkelahian itu. Namun, tidak sampai di situ. Ia menghubungi saudara-saudaranya untuk kembali mendatangi korban. Terjadilah pengeroyokan lima lawan satu.? ?

Dari kejadian tersebut, menurut Elis, kasus itu bisa dijerat dengan pengeroyokan berencana di muka umum.

Dan yang palinng memilukuan, lanjut jebolan Jurusan Ahwalus Syakhsiyah Fakultas Syariah dan Hukum Univeristas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung 2002, setelah korban dikeroyok, dipaksa pelaku untuk meminta maaf.

“Saat ini kasus tersebut telah dialihkan dari Polsek Warungkondang ke Polres Cianjur,” pungkas perempuan yang pernah menjadi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Nasional, News HMI Tegal Kab

Jumat, 02 Februari 2018

Ekstrimis Budha Diduga Bunuh Puluhan Muslim Rohingya

Yangon, HMI Tegal Kab. Sekelompok massa Buddha menyerang sebuah kota terpencil di Myanmar dan membunuh perempuan dan anak-anak Muslim dengan benda tajam, demikian menurut kelompok hak asasi manusia Arakan Project dan seorang warga desa, Kamis. Menurut mereka, korban tewas diperkirakan lebih dari 12 orang.

Ekstrimis Budha Diduga Bunuh Puluhan Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekstrimis Budha Diduga Bunuh Puluhan Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekstrimis Budha Diduga Bunuh Puluhan Muslim Rohingya

Seorang pejabat pemerintah membenarkan bahwa situasi di kota itu tegang, namun menyangkal insiden ini memakan korban jiwa. Demikian dilaporkan oleh laman wall street journal yang mengutip AP.

Sebuah negara berpenduduk 60 juta orang yang mayoritas Buddha, Myanmar tengah kesulitan menangani kekerasan antar agama yang berlangsung selama hampir dua tahun. Konflik ini telah menewaskan lebih dari 240 orang dan memaksa sekitar 140.000 warga, yang sebagian besar Muslim, mengungsi.

HMI Tegal Kab

Menurut Chris Lewa dari Arakan Project, konflik terjadi pada Selasa di negara bagian Rakhine. Arakan Project, sebuah kelompok advokasi, selama ini mendokumentasikan kekerasan yang dialami kaum minoritas Muslim Rohingya selama lebih dari satu dekade.

HMI Tegal Kab

Lewa mengatakan gesekan kian memanas di Rakhine sejak bulan lalu saat biksu-biksu dari sebuah kelompok Buddha ekstremis yang dikenal dengan nama 969 datang ke negara bagian ini. Mereka mendorong pengusiran semua Muslim Rohingya lewat ceramah yang diumumkan dengan pengeras suara.

Seorang warga mengatakan provokasi ini disusul dengan penemuan tiga mayat oleh beberapa pengumpul kayu bakar di dekat desa Du Char Yar Tan.

Ketiga mayat diyakini bagian dari delapan warga Rohingya yang hilang setelah ditahan aparat beberapa hari sebelumnya. Pengumpul kayu bakar pun lantas memberi tahu teman-teman dan tetangganya yang datang ke lokasi mayat dan mengambil gambar dengan ponselnya, ujar seorang warga yang berprofesi sebagai guru bahasa Inggris sukarela ini.

Hal ini memicu tindakan keras aparat. Tentara dan polisi lantas mengepung desa, mendobrak pintu rumah warga, serta menjarah ternak dan barang berharga lainnya, demikian keterangan guru bahasa Inggris ini. Hampir semua pria melarikan diri dari rumahnya, meninggalkan perempuan, anak-anak, dan manula.

Lewa mengatakan sejumlah sumber melaporkan perempuan dan anak-anak Rohingya dibacok hingga tewas, namun jumlah korbannya masih simpang siur. Ada yang mengatakan setidaknya 10 orang tewas, ada juga yang mengatakan jumlahnya mencapai puluhan.

Sementara, guru bahasa Inggris yang dihubungi lewat telepon ini mengatakan 17 perempuan dan lima anak-anak tewas dalam konflik tersebut.

Juru bicara pemerintah negara bagian Rakhine, Win Myaing, mengatakan polisi mengepung desa itu untuk mencari rekan mereka yang hilang. Myaing mengaku tidak tahu bahwa ada warga yang tewas dalam peristiwa itu.

Khin Maung Than, seorang warga Muslim di desa tetangga, mengatakan telah mengunjungi Du Char Yar Tan dan tidak melihat tanda-tanda kekerasan atau kematian di sana. (mukafi niam)

Foto: wsj

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Bahtsul Masail, News HMI Tegal Kab

Kamis, 01 Februari 2018

GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling

Tabanan, HMI Tegal Kab?



Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tabanan Bali berupaya meningkatkan silaturahim sesama anggota dan masyarakat secara umum. Upaya itu dilakukan dengan Tarawih Keliling.

GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling

Tarawih keliling pada Selasa (6/6) diadakan di Masjid Miskatul Huda Bajera Kecamatan Selemadeg. Kegiatan ini diawali dengan berbuka puasa bersama para tokoh agama dan masyarakat setempat.

Ketua Cabang GP Ansor Tabanan Antoni mengatakan bahwa Tarawih Keliling merupakan bagian dari cara agar anak muda NU dapat terus terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

"Momen berkunjung ini, adalah momen untuk memperkenalkan sayap organisasi kepemudaan NU kepada masyarakat, selain juga mendengarkan keluh-kesah masyarakat muslim di sini," terangnya.

Ia menambahkan, yang tak kalah penting dari kegiatan ini adalah untuk mempersempit pergerakan kelompok radikal masuk ke masjid masjid di Kabupaten Tabanan. Selama ini penyebaran paham yang bertentangan dengan amaliah NU biasanya diawali dengan penguasaan masjid sebagai ruang doktrin kepada jamaah.

HMI Tegal Kab

"Setidaknya mereka yang berpaham keras akan berpikir ulang untuk menguasai masjid ketika nantinya banyak anak muda NU yang tergabung dalam Ansor Banser ini sering mengadakan kegiatan di masjid-masjid," tegasnya.

Masih ada beberapa masjid yang akan dijadikan lokasi kegiatan positif ini. Sehingga menurut Antoni, Ansor Tabanan akan mengagendakan Tarawih Keliling sebagai acara tahunan setiap memasuki bulan Ramadhan. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab News HMI Tegal Kab

Jumat, 12 Januari 2018

Pendidikan Anti-Kolonialisme ala Kiai Soleh Darat

Oleh Nur Ahmad

Kenalkah Anda dengan Kiai Muhammad Soleh bin Umar as-Samarani (1820-1903 M)? Tahukah Anda apa sumbangan terbesar Maha-guru Ulama Jawa ini bagi warga bangsa Indonesia? Bagi penulis jawabannya adalah pemikirannya tentang anti-kolonialisme. Dilahirkan di keluarga pendukung Pangeran Diponegoro, dan selalu dalam lingkungan yang demikian, menjadi fondasi bagi Kiai Soleh Darat untuk mengembangkan pandangan anti-kolonialisme Belanda hampir di semua karyanya.Pendidikan Anti-Kolonialismeala Kiai Sholeh Darat

Pendidikan Anti-Kolonialisme ala Kiai Soleh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Anti-Kolonialisme ala Kiai Soleh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Anti-Kolonialisme ala Kiai Soleh Darat

Setelah kekalahan Pangeran Diponegoro pada Perang Jawa (1825-1830), para kiai pada masa itu menarik diri dari perang fisik dan kembali ke peperangan gagasan dan pemikiran (war of ideas). Sikap ini juga menjadikan fokus ulama kembali untuk meningkatkan pemahaman keislaman di antara masyarakat umum. Agenda perlawanan terhadap Hindia-Belanda yang terus-menerus berusaha memisahkan masyarakat dari agama mereka dilawan dengan menyadarkan masyarakat akan pentingnya ajaran agama bagi kehidupan mereka. Kiai Sholeh Darat adalah termasuk yang ikut menjadi pelaku utama dalam perang ide dan kebudayaan ini.

Cara pertama yang dilakukan Kiai Sholeh adalah dengan mempropagandakan kembali konsep pembeda antara penindas dan yang ditindas. Merujuk kepada sebuah hadits Nabi Muhammad, Kiai Sholeh mendeklarasikan keharaman bagi kaum Muslim meniru cara berpakaian orang Eropa (baca Belanda). Beliau berkata, “Beberapa‘ulama al-mu?aqqiq?n menyebutkan bahwa barangsiapa berpakaian selain dengan pakaian yang biasa dikenakan kaum Muslim seperti jas, topi, dan dasi, maka ia dinilai sebagai murtad.” Bahkan bukan hanya dalam berpakaian, kaum Muslim juga dilarang meniru segala tingkah laku yang khusus dilakukan di Budaya Barat (Salim, 1994:24-6). Sikap ini diikuti oleh muridnya, KHR. Asnawi Kudus yang suatu ketika dengan sangat marah menarik dasi yang dikenakan oleh seseorang di pertemuan nasional Ansor (Mas’ud, 2006:218).

Usaha lain dari Kiai Sholeh adalah dengan menjauhkan kaum Muslim dari menjalin hubungan sebagai bawahan dengan Kolonial-Belanda. Kiai Sholeh sebagaimana tertuang dalam karyanya Minh?j al-Atqiy?’ (Sholeh, 1325:67) menetapkan bahwa seorang santri yang menjadi pegawai pemerintah Belanda sama dengan menjadi “pembantu berlangsungnya pemerintahan yang zalim” (kh?dim al-?ulmah), dan hal itu merupakan suatu dosa besar. Dalam rangka mencegah santrinya menjadi pembantu di pemerintahan Hindia-Belanda, beliau menyatakan bahwa haram bagi ulamamengajarkan santri yang secara terang-terangan berniat dengan ilmu fiqih yang didapatkannya untuk menjadiseorang penghulu di pengadilan agama di pemerintahan Kolonial-Belanda. Beliau menilai tujuan duniawi ini bertentangan dengan tujuan yang diajarkanolehagama Islam dan semangat memerdekakan warga pribumi yang beliau rintis.

HMI Tegal Kab

Selain itu, Kiai Sholeh juga berusaha sekuat tenaga membentengi kaum wanita dari perilaku keji dan amoral yang ditunjukkan banyak dari orang Eropa di Jawa ketika itu. Misalnya, dalam sebuah makalah Ricklef (2009:113) yang mengutip G. Bruckner menjelaskan bahwa sebagian alasan dari munculnya sikap keras dari kaum Muslim di Semarang terhadap orang Eropa adalah sikap immoral mereka. Contoh lainnya, dalam suratnya, Raden Adjeng Kartini mendeskripsikan kebiasaan tak beretika yang terjadi di antara wanita pribumi dengan laki-laki Eropa, termasuk meminum arak. Dalam konteks ini, Suhandjati (2010:55-6) menyimpulkan bahwa untuk menghindari dampak budaya “baru”ini di masyarakat umum, Kiai Sholeh memerintahkan orang tua tidak mengajari putri mereka menulis dengan aksara Latin, yang sangat mungkin akan menjadi media berkomunikasi orang-orang Eropa dengan warga pribumi (Sholeh, tt:178).

Bahkan Kiai Sholeh juga dikabarkan ikut mengusahakan intervensi politik dari Kekhalifahan Turki Utsmani. Pada tahun 1883, Konsul Belanda di Jeddah mengabarkan bahwa seorang bernama Sholeh dari Semarang meminta Kekhalifahan Turki Utsmani untuk melawan Hindia-Belandadi Jawa (Bruinessen, 1998).

Kesimpulan yang dapat kita tarik di sini adalah pandangan anti-Belanda yang Kiai Sholeh kembangkan didasarkan murni pada kajiannya yang mendalam di bidang ilmu Fikih. Metode tersebut sangat terikat kuat dengan konteks masyarakat tempat pandangan itu lahir, sehingga kondisi sosial masyarakat menjadi konsideran utama, misalnya penggunaan aksara Latin di masyarakat ketika itu. Dengan bersandar pada fondasi yang demikian, dalam kondisi masyarakat yang berbeda, maka hasil kesimpulan hukum dapat berubah. Misalnya, KHR. Asnawi memberikan padangan baru di masa kemerdekaan dengan mengizinkan kaum Muslim memakai jas dan dasi karena mengikuti teladan dari Kiai Abdul Wahid Hasyim, Menteri Agama Republik Indonesia pertama (Mas’ud, 2006:218).

HMI Tegal Kab

Selain itu, pemikiran anti-kolonialisme dari Kiai Sholeh pada akhirnya berhasil menumbuhkan semangat nasionalisme kepada murid-muridnya. Hal ini dibuktikan dengan tampilnya salah satu muridnya, Hadratusysyaikh Hasyim Asy’ari, dalam menggelorakan cinta tanah air di hati sanubari para santri dan Muslimin pada umumnya. Dengan jejak pemikiran yang demikian, maka wajarlah sebagian pecintanya mengusahakan Kiai Sholeh untuk diakui sebagai pahlawan bangsa ini, Bukan?

?

Daftar Pustaka

Bruinessen, Martin Van. “Saleh Darat.” dalam Dictionnaire Biographique Des Savants et Grandes Figures Du Monde Musulman Périphérique, Du XIXe Siècle À Nos Jours ed. Marc Gaborieau et al., vol. 2 (Paris: CNRS-EHESS, 1998): 25–26.

Hakim, Taufiq. Kiai Sholeh Darat dan Dinamika Politik di Nusantara Abad XIX-XX M. Yogyakarta: Indes Publishing, 2016.

Mas’ud, Abdurrachman. Dari Haramain ke Nusantara?: Jejak Intelektual Arsitek Pesantren. Jakarta, Indonesia: Kencana, 2006.

———. “The Pesantren Architects and Their Socio-Religious Teachings (1850-1950).” PhD diss., University of California. ProQuest (UMI 9714238), 1997.

Ricklefs, Merle Calvin. "The Middle East Connection and Reform and Revival Movements among the Putihan in the 19th-century Java." dalam Southeast Asia and the Middle East: Islam, Movement and the Longue Duree. Diedit oleh Eric Tagliacozzo. Singapore: NUS Press, 2009: 111-134.

Salim, Abdullah. Majm?àt al-Syar?át al-K?fiyat li al-‘Aww?m Karya Syaikh Muhammad Shalih ibn Úmar al-Samarani: Suatu Kajian Terhadap Kitab Fiqih Berbahasa Jawa Akhir Abad 19. PhD diss., Institut Agama Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 1994.

Sholeh as-Samarani, Muhammad. Majm?‘at al-Shar?‘at al-K?fiyat li al-‘Aww?m. Semarang: Toha Putera, n.d.

———. Minh?j al-Atqiy?’ f? Shar? Ma‘rifat al-Adhkiy?’ Il? ?ar?q al-Awliy?’. Bombay: Ma?ba‘at al-Kar?m?, 1325.

Suhandjati, Sri. Mitos Perempuan Kurang Akal dan Agamanya: Studi Terhadap Kitab Majmu’at Karya Kiai Saleh Darat. Semarang: Puslit IAIN Walisongo, 2010.

Toer, Pramoedya Ananta. Panggil Aku Kartini Saja. Jakarta: Lentera Dipantara, 2003.

Penulis adalah santri Pondok Pesantren al-Itqon, Bugen, Semarang dan Alumni Miftahul Ulum, Ngemplak,

Demak.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen, Khutbah, News HMI Tegal Kab

Rabu, 10 Januari 2018

Model Open House KH Muhyiddin Abdusshomad

Jember, HMI Tegal Kab. Jika tokoh masyarakat menggelar open house (dalam rangka lebaran), biasanya waktunya dibatasi ? sekian hari. Tapi ini tidak berlaku bagi Rais Syuriyah PCNU Jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad. Penulis beberapa buku Aswaja ini, justru tak pernah membatasi dalam hitungan hari bagi siapapun yang mau berkunjung ke rumahnya.?

Model Open House KH Muhyiddin Abdusshomad (Sumber Gambar : Nu Online)
Model Open House KH Muhyiddin Abdusshomad (Sumber Gambar : Nu Online)

Model Open House KH Muhyiddin Abdusshomad

"Pintu rumah kiai selalu terbuka untuk siapapun yang mau datang, kapanpun itu," tukas Hollan Umar, santri senior Kiai Muhyiddin, kepada HMI Tegal Kab di Jember, Jumat (8/7).

Tidak hanya waktu lebaran, sepanjang tahun pintu rumah Kiai Muhyiddin senantiasa terbuka untuk masyarakat. Keperluan tamu pun beragam, mulai dari sekadar silaturrahmi, mohon nasehat, hingga soal politik. Latar belakang ? tamunnya juga beragam. Mulai dari wali santri, pengurus NU, rektor ? hingga bupati. Tapi diakui Hollan, di musim lebaran, yang datang bersialurahmi memang banyak dari kalangan tokoh NU. "Selama kiai masih sehat, siapapun tamunya pasti dilayani," lanjut Hollan.

Dalam kunjungan HMI Tegal Kab ke kediaman Kiai Muhyiddin, tampak beberapa tamu penting datang bersilaturrahmi, di antaranya Wakil Ketua DPRD Jember, (Ayub Junaidi), seorang Dosen Universitas Jember, bahkan seorang anggota fraksi Gerindra DPRD Purbalingga, Jawa Tengah. Ruang tamu yang disediakan cukup sederhana. Ruang berukuran 3,5x4 meter persegi itu hanya disediakan tempat duduk biasa, dengan mejanya. Tidak mewah. Semua tamu dari kalangan apapun, tempatnya sama di ruang tersebut. Tidak ada ruang ? khusus bagi ? tamu penting, misalnya. Di pandangan Kiai Muhyiddin semua tamu penting.

Kesederhanaan memang tampak dalam kehidupan santri Kiai Umar Sumberwringin itu. Dalam melayani tamu juga apa adanya. Bahkan kalau tidak ada santri, dirinya terkadang membawa sendiri minuman dan kue dari dalam untuk dipersembahkan kepada tamunya.

HMI Tegal Kab

Kesederhanaan Kiai Muhyiddin juga bisa dilihat dari aktivitas ? perjalanannya untuk memenuhi undangan. Jika mendapat undangan di luar kota, misalnya di Jakarta, Bogor dan sebagainya, Kiai Muhyiddin tak pernah mau naik pesawat. Dia lebih memilih naik kereta kelas bisnis. Ketika itu Kiai Muhyiddin hendak ke Jakarta untuk memenuhi undangan NGO, beliau naik kereta Gumarang. Di dalam kereta juga berdesak-desakan dengan pedagang dan penumpang umum. Kalau ? kantuk datang, dia tidur sekenanya di kursi kereta.

Kiai Muhyiddin memang bersahaja, kendatipun peluang hidup lebih juga sangat besar. Apalagi posisinya, kerap kali menjadi referensi politik para pejabat publik, baik di daerah, regional maupun pusat. Sekian kali beliau ditawari umroh, selalu ditolaknya dengan halus. Beliau hanya haji satu kali selama hidup.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, aktivitas Kiai Muhyiddin di luar pesantren sudah dikurangi. Untuk undangan acara-acara Aswaja, sering didelegasikan kepada ustadz Idrus Ramli dan beberapa pengurus LBM dan Aswaja Center NU Jember. Sedangkan untuk undangan pengajian, juga dikurangi, lebih-lebih di luar kota. Beliau sekarang fokus mengurus pesanten Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Jember dibantu putranya, Ra Robith Qashidi. Alumni Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir inilah yang akan meneruskan kiprah ? Kiai Muhyiddin ke depan. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Jadwal Kajian, Olahraga, News HMI Tegal Kab

Selasa, 09 Januari 2018

Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia

Jakarta, HMI Tegal Kab



Indonesia akan menerima kunjungan Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb ? beserta ? Majelis Hukama Al Muslimin, sebuah organisasi internasional independen, yang saat ini diketuai olehnya. Rombongan ini dijadwalkan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Ahad (21/02) malam, dan akan disambut oleh ? Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Pelaksana Tugas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMA) yang juga Sekjen Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia (IAAI), Muchlis M Hanafi mengatakan, kunjungan ini sangat penting dalam rangka mempererat hubungan antara kedua negara, terutama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan dakwah keagamaan. “Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia,” terang Muchlis, Ahad (21/02) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Syekh Al-Azhar Kunjungi Indonesia

Kunjungan Grand Syekh Al Azhar ini juga penting dalam mempererat hubungan antara masyarakat Muslim Indonesia dengan Al-Azhar. Menurut Muchlis, dalam konstitusi Mesir, Al-Azhar merupakan lembaga keislaman yang bersifat independen dan memiliki kewenangan melaksanakan seluruh kegiatan keislaman. Al-Azhar merupakan rujukan utama dalam ilmu keagamaan dan urusan keislaman yang bertanggung jawab melaksanakan dakwah serta menyebarkan ilmu keagamaan dan Bahasa Arab di Mesir dan dunia internasional.?

“Syekh Al-Azhar bersifat independen, tidak bisa dijatuhkan dan pemilihannya dilakukan oleh Dewan Ulama Besar yang diatur undang-undang,” jelasnya.

Muchlis mencatat bahwa sejak abad ke-19 (1850-an), sudah ada mahasiswa Indonesia ? yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang didirikan oleh Dinasti Fatimiyah pada 969 M ini. “Saat ini, sekitar 4000 an mahasiswa Indonesia sedang belajar di sana dengan beasiswa Al-Azhar,” tuturnya.

HMI Tegal Kab

Signifikansi lainnya dari kunjungan ini, kata Muchlis, adalah karena Al-Azhar merupakan pilar penting dalam menyebarkan pemahaman Islam moderat. Peran Al-Azhar bagi penyebaran Islam yang moderat di Indonesia perlu didorong dan diperkuat.?

Kunjungan Ahmad Ath-Thayyeb selaku Grand Syekh Al-Azhar kali ini adalah yang pertama ke Asia Tenggara. Dari Indonesia, Grand Syekh akan menyampaikan pesan-pesan dan seruan ? perdamaian dan kemanusiaan ? untuk dunia.?

Profil Syekh Ahmad Ath-Thayyeb

HMI Tegal Kab

Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb al-Asy’ari, al-Maliki, al-Khalwati. Al-Asy’ari adalah mazhab akidahnya, Maliki mazhab fikihnya, dan Khalwati tarekat Sufi tempatnya bernaung. ? Beliau lahir di Qena, Mesir, pada tahun 1946. Silsilah nasabnya sampai kepada Hasan bin Ali bin Abu Thalib.?

Jabatan yang diemban saat ini adalah al-Imam al-Akbar (Imam Terbesar) Syaikh Al-Azhar (dalam bahasa selain Arab biasa disebut Grand Syaikh); pimpinan tertinggi institusi Al-Azhar, Mesir sejak 2010, menggantikan ? Almarhum Prof Dr Muhammad Sayyid Thanthawi. Jabatan ini penetapannya berdasarkan keputusan presiden, dengan masa jabatan seumur hidup. Menurut aturan protokol, jabatan ini setara ? perdana menteri. Sejak 2014, beliau juga dipercaya memimpin Majelis Hukama’ al-Muslimin, sebuah organisasi internasional independen yang menghimpun para tokoh ulama lintas negara, berhaluan moderat, dan bertujuan mengukuhkan perdamaian di dunia Islam.?

Sebelum menjadi Syaikh al-Azhar, Syekh ath-Thayyeb menjabat sebagai: Rektor Universitas Al Azhar (2003 – 2010), ? Mufti Negara (2002 – 2003), Anggota Lembaga Riset al-Azhar, Majma’ al-Buhuts al-Islamiyah, ? dan ? Anggota Dewan Tertinggi Tarekat Sufi. ? Beliau juag tercatat sebagai dekan Fakultas Studi Islam di Aswan dan Fakultas Teologi Universitas Islam Internasional di Pakistan, serta ? mengajar di universitas-universitas di Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Nusantara, Santri, News HMI Tegal Kab

Senin, 08 Januari 2018

Habib Syech: Jangan Sebar Kekerasan dengan Dalih Masuk Surga!

Solo, HMI Tegal Kab

Tindakan teror dan kekerasan yang meresahkan masyarakat dan bahkan terkadang berujung hilangnya nyawa, bagaimanapun bentuknya, tidak dapat ditoleransi. Pun bila aksi kejahatan tersebut menggunakan dalih agama sebagai kedok.

Hal tersebut disampaikan Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf, pada acara silaturahim warga di Gedung Bustanul Asyiqin Solo, Jumat (8/7) malam.

Habib Syech: Jangan Sebar Kekerasan dengan Dalih Masuk Surga! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Jangan Sebar Kekerasan dengan Dalih Masuk Surga! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Jangan Sebar Kekerasan dengan Dalih Masuk Surga!

“Jangan menyebarkan kebencian dan ketakutan melalui kekerasan dan teror, dengan alasan ingin masuk surga,” ujar Habib Syech.

HMI Tegal Kab

Sebaliknya, kata Habib Syech, sebagai penganut agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam, kaum Muslim mestinya senantiasa menebarkan kasih sayang dan kedamaian.

“Jadilah umat Nabi Muhammad yang menebarkan kasih sayang, kedamaian dan kebaikan di tengah-tengah umat manusia. Sebagaimana Rasul di Hari Raya menyebarkan kegembiraan dan kebahagiaan di kalangan anak yatim, janda dan kaum dhuafa. Mari di mana pun kita berada bisa menyebarkan kebaikan,” kata dia.

HMI Tegal Kab

Dalam kesempatan itu, Habib Syech selaku pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa juga mengajak para jamaah yang berkunjung ke tempatnya, untuk memelihara kecintaan kepada orang shalih.

“Peliharalah kecintaan kepada orang shalih, agar anak cucu tidak terkena pikiran sesat dan husnudhan kepada Allah. Agar kita dikuatkan dan ditolong Allah,” tuturnya.

Selain itu, ia juga berpesan untuk mengenalkan Rasulullah kepada generasi penerus, serta menjadikan Al-Quran sebagai benteng dalam menghadapi pesona dunia yang melalaikan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab News, Halaqoh, Olahraga HMI Tegal Kab

Minggu, 07 Januari 2018

NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng

Jakarta, HMI Tegal Kab. Islam menentang keras ideologi ekstrem yang selalu menghalalkan jalan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Persatuan nasional di antara sesama muslim merupakan jalan keluar untuk menghadapi ideologi itu di Timur Tengah.

NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon Agung Wijaya dalam siaran pers, Selasa (16/12), merujuk pada garis besar hasil seminar oleh PCINU Lebanon dan KBRI Beirut.

Seminar sehari pada Kamis (11/12) 2014 di Hotel Crown Plaza Hamra, Beirut, Lebanon, itu mengusung tema “Kemunculan Radikalisme dalam  Islam di Timur Tengah: Mengatasi Problema melalui Persepektif Persatuan Nasional”.

HMI Tegal Kab

Forum yang dihadiri petinggi otoritas Muslim Sunni dan Syiah di Lebanon ini menghasilkan sejumlah kesimpulan. Di antaranya mereka sepakat bahwa problem  yang  menimpa negara Muslim, khususnya Timur Tengah, adalah problem politik bukan agama.

HMI Tegal Kab

Karena itu, para tokoh, ulama, dan pembesar negara perlu menggalang persatuan untuk bersama-sama memikul tanggung jawab mengatasi radikalisme. Peserta seminar  juga sepaham bahwa radikalisme sangat membahayakan keutuhan sebuah bangsa dan agama khususnya Islam.

Menurut mereka, radikalisme yang sudah ada dalam sejarah muncul sebagai bentuk kesalahan dalam memahami teks-teks keagamaan sehingga berakibat fatal. Pemikiran-pemikiran ini juga disokong oleh musuh-musuh Islam.

Selain memperkuat dan menanamkan kembali semangat persatuan, forum seminar juga mengusulkan adanya upaya menumbuhkan nilai-nilai toleransi antarmazhab, sekte, dan agama, serta mengembalikan ajaran dasar Islam rahmatan lil alamin melalui dunia pendidikan.

Hadir dalam seminar tersebut, Syekh Hisham Khalife dari perwakilan Mufti Republik Lebanon, Mufti Syiah Jafari Syekh Ahmad Qabalan dari DewanTinggi Syiah, Syekh Abil Muna (Dewan Spiritual Druze), Syekh Hassaan Abdullah (Perkumpulan Ulama Islam Lebanon), Syekh Abdul Naser Jabri (ketua umum partai Harkatul Ummah), Dr. Muhammed Shamsuddin (pengamat politik Lebanon), dan KH Dr Abdul Malik Madani (Katib Aam PBNU). (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sejarah, News HMI Tegal Kab

Jumat, 29 Desember 2017

Nuansa Budaya Meriahkan Takbir Keliling IPNU-IPPNU

Jepara, HMI Tegal Kab . Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU desa Petekeyan bekerja sama dengan Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU MTs-MA NU Nahdlatul Fata desa Petekeyan kecamatan Tahunan kabupaten Jepara menyelenggarakan Takbir Keliling malam 1 Syawal 1435 H yang dilaksanakan Ahad (27/7) malam.

Nuansa Budaya Meriahkan Takbir Keliling IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Nuansa Budaya Meriahkan Takbir Keliling IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Nuansa Budaya Meriahkan Takbir Keliling IPNU-IPPNU

Tahun ini kegiatan yang sudah berjalan 10 kali ini akan mengusung tema Budaya. Dipilihnya tema tersebut menurut ketua panitia, Muhammad Damar Utomo lantaran untuk menyukseskan Petekeyan sebagai kampung sembada ukir.

“Jadi nuansa budaya yang kami usung misalnya peserta membuat miniatur ukir. Hal itu dalam rangka menyongsong desa swasembada ukir. Disamping itu peserta juga boleh mengangkat budaya Islami. Intinya bertema budaya,” jelas Utomo.

HMI Tegal Kab

Rencananya ada 30 peserta yang merupakan perwakilan tiap RT maupun Musholla se-desa Petekeyan.

Ia menambahkan kegiatan yang juga didukung Pimpinan Ranting (PR) NU Desa Petekeyan tersebut bertujuan menyiarkan agama Islam dengan takbir kemenangan. (Syaiful Mustaqim/Anam)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pahlawan, News, IMNU HMI Tegal Kab

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca "Qunut Nazilah"

Bandung, HMI Tegal Kab. Ketua Tanfidiziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Hasan Nuri Hidayatullah imbau warga Nahdlyin untuk membaca "Qunut Nazilah" selepas shalat dalam menyikapi aksi 4 November yang dilakukan berbagai kelompok Muslim di Indonesia.

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca "Qunut Nazilah"

Baik perorangan maupun berjamaah, Ketua PWNU yang terpilih dari Konferwil NU Jabar di Garut beberapa waktu lalu itu bisa dilaksanakan di tempat masing-masing.

"Kita warga NU Jabar harus patuh pada maklumat resmi PBNU. Soal aksi 4 November kita demonya kepada Allah SWT saja. Membaca Qunut Nazilah, memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia khususnya umat Islam diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan kecil maupun besar, sekaligus mendoakan agar Negara Republik ? Indonesia menjadi negara yang diridlai Allah SWT serta terjaga persatuan dan kesatuan Bangsanya," kata KH Hasan Nuri, Kamis (3/11/2016).

Menurut Kiai Muda Kelahiran 1978 Banyuwangi Jawa Timur yang "mukim" Karawang Jawa Barat ini perlu sikap bijak dan arif dari para pendukung maupun yang tidak ikut dalam aksi. Sebagai Umat Islam yang berada di negara yang berpegang teguh pada asas persamaan di depan hukum, tentu berharap penyelesaian hukum yang melilit Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) berlaku secara proposional dan profesional, tidak terintervensi oleh kepentingan politik siapapun.

HMI Tegal Kab

"Aparat hukum harus menunjukkan kapasitasnya sebagai pengayom dan pelindung ? masyarakat, tidak hanya sekedar tajam ke bawah tumpul ke atas. Pasalnya aksi tersebut sudah lepas dari kepentingan politik pasca Pilpres 2014 maupun Pilkada DKI 2017. Karena saya pandang lebih cenderung pada fenomena gunung es kekecewaan yang dirasakan masyarakat," ujarnya.

KH Hasan Nuri pun berharap, aksi berjalan aman dan damai sesuai aturan ? yang berlaku. Dan berdoa agar tujuan utama aksi yakni mengawal proses hukum Ahok tidak ditunggangi kelompok tertentu yang hobi memecah belah umat dan bangsa. (Nurjani/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, News, Amalan HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Sabtu, 16 Desember 2017

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi

Surabaya, HMI Tegal Kab. Wacana akan digunakannya model Ahlul Halli wal Aqdi atau pemilihan oleh dewan dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur Mei mendatang ternyata bukan isapan jempol. PWNU Jawa Timur telah mempersiapkan konsep dan implementasinya pada untuk memilih rais syuriyah dan ketua tanfidziyah.

"Prinsipnya, formula Ahlul Halli wal Aqdi adalah sebagai refleksi keprihatinan NU terhadap kian maraknya praktik riswah atau suap saat terjadi konferensi NU di berbagai tingkatan," kata H Abdul Wahid Asa kepada HMI Tegal Kab di Surabaya, Selasa (5/2).

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi

Efek dari pemujaan terhadap mekanisme demokrasi di tanah air yang mengharuskan dilakukan pemilihan secara umum kepada calon pemimpin ternyata tidak semua berakibat baik. "Untuk demokrasinya kita sepakat," Wahid Asa yang juga Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.

HMI Tegal Kab

Namun praktik yang terjadi, banyak sekali pesta demokrasi yang mengharuskan calon pemimpin untuk terlebih dahulu memberikan sejumlah uang agar bisa terpilih. "Ini yang kita prihatinkan," katanya.

Celakanya, praktik ini ternyata juga menggejala saat suksesi di NU. Dalam ajang konferensi, tidak sedikit yang harus mengeluarkan uang agar dapat dipilih oleh peserta. "Dilihat dari sudut pandang apapun, praktik ini kan dilarang?" sergahnya.

HMI Tegal Kab

Sebagai organisasi sosial keagamaan, maka NU terpanggil untuk melakukan bersih-bersih kepada dirinya sendiri. "Kita tidak bisa melakukan amar makruf nahi mungkar kalau ternyata diri kita kotor," lanjutnya.

Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi dapat dijadikan metode untuk bisa meminimalisir atau bahkan meniadakan sama sekali praktik riswah saat pemilihan di ajang konferensi NU. 

Apakah cara ini tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku di NU? Buru-buru Wahid mengingatkan bahwa dalam ART NU Bab XIV pasal 42 telah disebutkan (ayat b): Ketua dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam konferensi dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya dan mendapat persetujuan Rais Terpilih. 

"Ada dua mekanisme yang diizinkan yakni melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara," lanjutnya. Selama ini yang banyak dilakukan saat konferensi atau muktamar adalah pemungutan suara. "Padahal mekanisme musyawarah mufakat juga dibenarkan dalam aturan NU. Dengan demikian mekanisme Ahli Halli wal Aqdi tidak melanggar aturan," katanya meyakinkan. 

PWNU Jawa Timur telah mempersiapan aturan main untuk ide ini. "Semoga ini akan berjalan lancar dan nantinya akan menjadi pilihan alternatif bagi perbaikan NU di masa depan," harapnya.

Konferwil NU Jawa Timur sendiri akan berlangsung di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo pada 24-26 Mei 2013 mendatang.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab News, Internasional HMI Tegal Kab

Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi HMI Tegal Kab yang saya hormati, kami ingin menanyakan sembahyang di masjid-masjid yang terdapat makam di balik tembok atau di dalamnya. Bahkan ada juga makam para wali di pelataran masjid. Bagaimana hukumnya? Soalnya ada yang bilang sembahyang itu harus di masjid yang benar-benar bebas dari makam di pekarangannya. Mohon keterangan lebih jelasnya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Karta/Bogor)

Jawaban

Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Sejauh pengamatan kami, tidak ada larangan perihal pemakaman jenazah di pekarangan masjid. Karenanya umat Islam ketika memperluas masjid nabawi tidak bersusah payah memindahkan makam Rasulullah SAW. Dan mereka juga kemudian memakamkan dua sahabatnya, Abu Bakar As-Shiddiq RA dan Umar RA di dekat makam Rasulullah SAW. Dengan demikian makam ketiganya berada bukan lagi di pekarangan masjid, tetapi di dalam masjid.

HMI Tegal Kab

Adapun kesahihan ibadah sembahyang di masjid yang terdapat makam di pekarangan atau di dalamnya tidak bergantung pada keberadaan makam itu sendiri. Kesahihan sembahyang di sana bisa dilihat dari seberapa jauh kelengkapan syarat dan rukun sembahyang itu sendiri.

HMI Tegal Kab

Ada baiknya kita melihat pandangan Syekh Muhammad Ibarahim Al-Hafnawi yang bermadzhab Hanafi sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sembahyang di masjid yang di dalamnya terdapat makam para wali yang saleh adalah ibadah shalat yang sah sejauh syarat dan rukun yang ditetapkan menurut syara‘ terpenuhi. Karena, sembahyang itu ditujukan kepada Allah, bukan ahli kubur. Sehingga sampai kapan pun tidak mungkin berpendapat batal atau haramnya sembahyang di masjid yang ada makamnya. Kalau ada pendapat yang membatalkan dan mengharamkan sembahyang itu, niscaya batal dan haram pula sembahyang umat Islam di Masjid Nabawi di mana di dalamnya terdapat makam Rasulullah SAW dan dua sahabatnya, Sayyidina Abu Bakar RA dan Sayyidina Umar RA,” (Lihat M Ibarahim Al-Hafnawi, Fatawa Syar‘iyyah Mu‘ashirah, Kairo, Darul Hadits, cetakan ketiga, 2012 M/ 1433 H, halaman 160-161).

Dari penjelasan di atas, kita memahami betapa niat menempati posisi sangat penting di sini. Niat yang memuat kebulatan hati dan pemusatan pikiran dalam ibadah ditujukan kepada Allah SWT semata, bukan pada ahli kubur (meskipun ia seorang nabi, wali, dan orang saleh lainnya) yang terletak di pekarangan masjid.

Dari keterangan di atas juga, kita dapat menyimpulkan bahwa sembahyang itu di mana pun tempatnya tetap sah dengan catatan syarat dan rukunnya dipenuhi sesuai aturan syara’ (agama Islam) seperti lazimnya disebutkan dengan rinci di dalam kitab-kitab fikih.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita, Nahdlatul, News HMI Tegal Kab

Senin, 11 Desember 2017

Biografi KH Ma’ruf Amin Dibedah

Jakarta, HMI Tegal Kab. Buku biografi Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin diluncurkan dan dibedah di Auditorium Langen Palikrama Kantor Pegadaian, Jalan Kramat Raya Nomor 162, Jakarta Pusat, Selasa (26/3).

Biografi KH Ma’ruf Amin Dibedah (Sumber Gambar : Nu Online)
Biografi KH Ma’ruf Amin Dibedah (Sumber Gambar : Nu Online)

Biografi KH Ma’ruf Amin Dibedah

Hadir sebagai pembicara dalam bedah buku ini Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Rektor Universitas Krisnadwipayana  Lodewijk Gultom, pakar ekonomi Islam dari IPB Irfan Syauqi Beik, dan Ketua Komisi Fatwa Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat Ahmad Zain An Najah.

Buku biografi dan pemikiran bertajuk ” 70 Tahun KH Ma’ruf Amin: Pengabdian Tiada Henti kepada Agama, Bangsa, dan Negara” ini diterbitkan The Ibrahim Hosen Institute (IHI). Selain mengulas sejarah hidup Ma’ruf Amin, buku ini juga memuat sejumlah artikel kesaksian para tokoh tentang pengurus NU yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia ini.

HMI Tegal Kab

Dihadapan Forum, Masdar mendorong Maruf Amin lebih berkonsentrasi kepada unsur kemaslahatan dan kemudaratan dalam menaggapi suatu permasalahan. Menurut dia, hal ini lebih penting dan relevan ketimbang formalisme agama menyagkut status halal dan haram.

Ma’ruf Amin yang tak memilih banyak bicara saat itu mengungkapkan terimakasihnya atas penulisan buku tentang dirinya. Kiai kelahiran Tangerang, Banten, 11 Maret 1943 ini mengaku tak terlalu risau dengan segenap dukungan dan penolakan atas pemikiran dan kiprahnya selama ini.

HMI Tegal Kab

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab News, Anti Hoax HMI Tegal Kab

Selasa, 05 Desember 2017

Konferwil Alot, Nurul Hidayati Akhirnya Terpilih Pimpin IPPNU Jatim

Surabaya, HMI Tegal Kab. Setelah keputusan deadlock 14 kali 24 jam, akhirnya Konferensi Wiayah (Konferwil) XIX Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jatim kembali dilangsungkan, Ahad (18/12). Bertempat di Aula Kertoharjo Gedung Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Nurul Hidayati kader IPPNU asal Bangil terpilih untuk menjadi nakoda organisasi tersebut selanjutnya.

Sebelumnya, Konferwil XIX IPPNU Jatim ? diselenggarakan di Gedung SMPN 1 Sidoarjo mulai tanggal 2-4 Desember. Dalam forum ini, muncul dua nama kandidat ketua PW IPPNU Jatim yaitu Amidatus Sholihat dan Nurul Hidayati. Masing-masing mendapatkan 16 suara sampai lima kali putaran pemungutan suara.

Pada sidang lanjutan ini, pimpinan sidang yang ditugaskan dari Pimpinan Pusat (PP) IPPNU tidak sama dengan sebelumnya. Kali ini sidang dipimpin oleh Herawati dan sebagai sekretarisnya Zaimah.

Konferwil Alot, Nurul Hidayati Akhirnya Terpilih Pimpin IPPNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil Alot, Nurul Hidayati Akhirnya Terpilih Pimpin IPPNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferwil Alot, Nurul Hidayati Akhirnya Terpilih Pimpin IPPNU Jatim

Di awal forum peserta sidang sempat menolak adanya pergantian pimpinan sidang yang ditugaskan. Terjadi pro-kontra antara peserta yang hadir di forum yang akhirnya bisa diselesaikan oleh pimpinan sidang, sebab mereka memiliki Surat Tugas.

"Pada Konferwil lanjutan ini juga hadir PWNU yang diwakili KH Sholeh Hayat. Hal ini tidak lain untuk menjadi penengah dan pengayom sebab mempelajari sidang sebelumnya yang diputuskan deadlock," terang Ida Fitriani, ketua Steering Commitee.

Benar saja, terjadi silang pendapat kembali di kalangan peserta Konferwil saat mulai membahas status aktif pimpinan cabang. Karena adanya perbedaan asumsi masa aktif antara pimpinan sidang sekarang dengan yang memimpin sebelumnya.

HMI Tegal Kab

"Pimpinan ? Pusat yang hadir sekarang lebih saklek pada Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PDPRT). Dimana didalamnya tidak ada yang menyebutkan masa tenggang 3 bulan dari tanggal akhir jabatan yang tertulis di Surat Pengesahan (SP)," jelas Ida.

Ida yang pada forum di Sidoarjo memimpin sidang tata tertib juga mengingatkan kembali kepada peserta tentang keputusan yang dibuat sebelumnya. Yang mana pada sidang tata tertib telah disepakati tidak adanya masa tenggang tiga bulan dari SP. Dan keputusan inilah yang tidak diindahkan pimpinan sidang yang pertama.

Dengan pimpinan sidang baru yang saklek PDPRT ini akhirnya tiga cabang yaitu Situbondo, Jember dan Pacitan tidak lagi memiliki hak suara. Dalam SP tertulis masa aktif PC IPPNU Situbondo adalah sampai tanggal 10 Oktober 2016, Jember sampai 28 September 2016 dan Pacitan sampai 9 November 2016. Dari sini beberapa PC mulai mengajukan protes.

Forum kembali ricuh sampai akhirnya KH Sholeh Hayat perwakilan PWNU memberikan solusi. Solusi yang diberikan yaitu peserta sidang tetap sebagaimana forum sebelumnya di Sidoarjo.

HMI Tegal Kab

Terang solusi PWNU ini dianggap mencederai PDPRT yang ada. Forum pun akhirnya ricuh kembali sampai kemudian KH Sholeh Hayat mencabut apa yang disampaikannya dan memohon maaf kepada forum. Tidak sampai disitu saja KH Sholeh Hayat juga menutup forum tersebut.

"Pimpinan Pusat mendapatkan perintah dari Jakarta untuk pulang. Hasil Konferwil kali ini adalah apa yang ada di depan mata kalian sekarang. Maka saya nyatakan Konferwil ditutup," jelas Kiai Sholeh.

Beberapa peserta tidak terima dengan ditututpnya forum. Mereka memohon agar forum tetap dilanjutkan. Bahkan hampir setengah jam beberapa peserta ini tidak mengizinkan KH Sholeh Hayat keluar ruangan.

"Mereka memblokade pintu masuk ruangan, dan terus memohon kepada Kiai untuk melanjutkan sidang. Beberapa peserta lain tampak berurai air mata melihat Kiai diperlakukan demikian itu," ungkap Isnaini kader IPPNU Jombang yang saat kejadian masih di dalam ruangan.

Sidang pun akhirnya dilanjutkan kembali dengan Zaimah yang sebelumnya adalah sekretaris sidang beralih menjadi pimpinan sidang. Sedangkan Herawati menjadi sekretarisnya.

"Peralihan ini dilakukan sebab Mbak Herawati tidak bisa mengatasi segala kericuhan yang terjadi," terang Iffatul Wahidah ketua PC IPPNU Ponorogo yang juga menjadi peserta.

Keberadaan PC IPPNU Nganjuk sebagai peserta dalam sidang ini juga dipermasalahkan. Sebab menurut beberapa peserta PC tersebut sudah melaksanakan Konfercab pada hari yang sama dengan Konferwil. Dan pada saat itu pula sudah menyatakan demisioner, meskipun ketuanya ada di lokasi Konferwil.

"Domisioner itu tidak sah karena PCNU tidak diberi mandat untuk mendemisionerkan PC IPPNU. Justru PCNU nganjuk meminta panitia Konfercab untuk segera mengirimkan surat ke pusat, karena yang punya wewenang itu adalah pusat," terang Arum Ketua PC IPPNU Nganjuk.

Masih menurut Arum, Konfercab tersebut juga tidak melibatkan Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah yang secara organisasi memiliki tingkat di atas Pimpinan Cabang. Dan pengurus yang menyatakan demisioner hanyalah 4 orang saja.

"Tentang demisioner itu, saya sebagai ketua juga tidak pernah memandatkan kepada siapapun untuk melakukannya. Masa khidmat PC Nganjuk pun tertulis di SP sampat tanggal 1 Maret 2017," terang Arum. Oleh sebab itu PC Nganjuk akhirnya tetap dibolehkan menjadi peserta dengan hak suara.

Meskipun protes yang disampaikan peserta tak juga berhenti Pimpinan Sidang tetap melanjutkan forum dengan saklek berpatokan pada PDPRT. Dengan begitu hanya ada 29 Cabang saja yang memiliki hak suara.

Masuk tahap pemilihan suara, hasilnya adalah tetap 16 suara untuk Nurul Hidayati, dan 13 Suara untuk Amidatus Sholihat. Maka selanjutnya Nurul Hidayati mendapatkan mandat untuk menahkodai PW IPPNU Jawa Timur selama satu periode ke depan atau tiga tahun. (Nafisatul Husniah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab News, Kajian, Humor Islam HMI Tegal Kab

Minggu, 03 Desember 2017

Rais Syuriyah PBNU Ingatkan Tiga Penyakit Perusak Rumah Tangga

Brebes, HMI Tegal Kab

Mengarungi mahligai rumah tangga, tentu tak luput dari gelombang dan juga dalam perjalanannya tidak sedikit menemui onak dan duri. Sehingga di tengah perjalanan, bahtera itu kadang kandas dan berakhir di meja perceraian. Tentu, hal hal tersebut tidak kita inginkan, untuk itu perlu mewaspadai adanya penyakit nikah.

Rais Syuriyah PBNU Ingatkan Tiga Penyakit Perusak Rumah Tangga (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PBNU Ingatkan Tiga Penyakit Perusak Rumah Tangga (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PBNU Ingatkan Tiga Penyakit Perusak Rumah Tangga

Atas dasar itu Rais Syuriyah PBNU KH Subhan Makmun mengingatkan, ada tiga penyakit nikah yang bisa memporakporandakan kehidupan rumah tangga. Sebagaimana dikatakannya saat mengisi forum bimbingan mental bagi PNS Kabupaten Brebes di Pendopo Bupati, Jumat (27/1).

Penyakit itu tumbuh, katanya, pertama, ketika suami mencari nafkah yang tidak halal. Hasil yang tidak halal bisa mengakibatkan keluarga menjadi tidak tentram. Termasuk keturunannya juga tidak akan berhasil, sulit mencapai kesuksesan. “Sepahit apa pun, kita harus mencari nafkah dengan hasil yang halal,” ajaknya.

HMI Tegal Kab

Bekerjalah dengan sekuat tenaga agar diperoleh hasil yang maksimal dan halal. “Kalau cuma bertopang dagu, bermalas-malasan maka ‘yang siang nanti makan bubur lauknya urab’, suami nganggur, istrinya lari ke Arab,” ucap Kiai disambut tertawa hadirin.

HMI Tegal Kab

Penyakit kedua, kurang menghibur istri dan tidak menghargai istri. Seorang istri, tidak bisa dipandang sebelah mata meskipun ketika dinikahi suami mengetahui berbagai kelemahan yang dimilikinya. Walaupun istri tidak bisa masak seperti warung sebelah, katanya, tetap harus kita puji bahwa masakan istrilah yang paling enak sedunia.

“Ketika Nabi menghadapi Aisyah tidak menyediakan lauk dan Aisyah berkata hanya ada cuka, maka Nabi berucap bahwa sebaik-baik lauk adalah cuka,” ujar Kiai Subhan menceritakan sebuah kisah.

Penyakit ketiga, lanjutnya, suami-istri meninggalkan shalat dan kewajiban lainnya. Bila di dalam rumah tangga Muslim tidak mendirikan shalat lima waktu, maka keresahan batin akan terus bergolak. Akibatnya, rumah tangga menjadi goyah, perkawinan tidak bermakna.

Kewajiban lainnya yang perlu diperhatikan, yakni dengan lebih banyak bersedekah dan ngaji. Dengan shalat, sedekah, dan ngaji maka penyakit nikah tidak akan menempel.

Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes ini mengajak kepada para lajang untuk segera menikah dengan memperhatikan penyakit nikah. Jangan takut tidak mendapatkan rezeki, jangan takut dengan kenikmatan yang abadi, berupa istiqamah dalam memegang tali Allah SWT.

“Sejarah membuktikan, tidak ada bujang sugih (kaya). Wujudkanlah rumahku adalah surgaku, dengan membina keluarga yang sakinah mawadah warahmah,” pungkasnya.

Plt Bupati Brebes Budi Wibowo mengungkapkan, berdasarkan data dari Pengadilan Agama Brebes terjadi kasus perceraian selama tahun 2015 sebanyak  5.600. Tahun 2016 meningkat menjadi 6600, dan Januari 2017 ini ada 570 kasus perceraian di Brebes. “Mayoritas, dipicu karena persoalan dunia terbalik, yakni banyak warga Brebes yang menjadi TKI/TKW,” tuturnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kajian, News, Sejarah HMI Tegal Kab

Kamis, 30 November 2017

Meriahnya Peringatan Maulid di Berbagai Tempat

Jakarta, HMI Tegal Kab. Masyarakat Indonesia sangat antusias dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad pada 12 Rabiul Awal. Berbagai kegiatan mereka selenggarakan sebagai rasa syukur. Banyak diantaranya melibatkan para tokoh NU setempat.

Rais Syuriyah PCNU Rembang KH Chazim Mabrur dalam pengajian maulid di Masjid At taqwa Desa Babadan Kecamatan Kaliori Rembang. Selasa Malam (14/1) menyampaikan pentingnya menjalankan tata cara sholat yang benar.

Meriahnya Peringatan Maulid di Berbagai Tempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahnya Peringatan Maulid di Berbagai Tempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahnya Peringatan Maulid di Berbagai Tempat

Dalam pidatonya, tak segan Syuriyah yang telah kembali menjabat secara aklamasi itu, mempraktekkan gerakan sholat, dihadapan para hadirin. 

HMI Tegal Kab

“Ketika kita menjalankan salat takbir jangan terlalu tinggi. Pasalnya beribadah itu, harus menurut pantas dan tidaknya.

 Kebanyakan, masyarakat menyepelekan tata cara menjalankan ibadah rukun islam yang kedua itu. “Jadi saya mengajak agar kita menjalankan ibadah sebagai mana yang ada dalam tuntunan para ulama,”  katanya, seperti dilaporkan oleh kontributor HMI Tegal Kab Ahmad Asmu’i.

HMI Tegal Kab

Di desa  Kebonagung, kecamatan Tegowanu, Kabupaten, Grobogan, Jawa Tengah, Habib Hasan  Al-Jufri (Semarang) bersama jama’ah asuhannya “Nurudz dzolam” mengajak warga Kebonagung untuk bershalawat kepada Rasullah sebagai salah satu bukti kecintaan mereka terhadap Rasulullah pada Ahad (12/1) malam.

Dua kiai didaulat sebagai pengisi tausiyah setelah rampung pembacaan shalawat Simtud Duror. Sebagai penceramah pertama, KH Abdul Hamid dari desa Ngetuk, Tanggungharjo, Grobogan yang dalam tausiyahnya lebih menitikberatkan kepada sejarah rasul. Dilanjutkan tausiyah kedua yang disampaikan oleh KH Ihsan dari Pedurungan, Semarang dengan uraian tema mengenai keistimewaan rasul. Demikian laporan yang disampaikan oleh kontributor HMI Tegal Kab Asnawi Lathif.

Kemariahan yang sama terjadi di Pekalongan. Ribuan warga ikut menghadiri acara peringatan muludan di Kompleks Masjid Jami’ Kranji Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, Selasa (14/1). 

Acara diawali dengan pembacaan zikir, dilanjutkan dengan pembacaan kitab maulid Diba’ bersama para kiai dan habaib.

Usai bersholawat para jamaah mendengarkan beberapa petuah dari para ulama, di antaranya dari Rais Syuriyah NU Kabupaten Pekalongan, KH Muhammadun Raden Jundi. Dalam ceramahnya, Kiai Madun mengingatkan para jamaah untuk menanamkan cinta nabi kepada anak-anaknya. 

“Ajarkan anakmu untuk mahabbah kepada nabi,”

Dari Surakarta, Aji Najmuddin melaporkan puncak perayaan Sekaten 2014, ditandai dengan acara Grebek Mulud di halaman Masjid Agung Surakarta, Selasa (14/1). Ribuan warga yang hadir, ikut memperebutkan gunungan yang menjadi simbol prosesi ini.

Sebelum acara gunungan sekaten dimulai, masyarakat sudah memenuhi depan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka menunggu acara puncak gunungan Sekaten di depan Masjid Agung. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab News, Warta, Kajian HMI Tegal Kab

Senin, 27 November 2017

Puluhan Tumpeng Hiasi Puncak Harlah NU Sragen

Sragen, HMI Tegal Kab. Ada pemandangan yang berbeda pada Kamis malam, 15 Mei 2014 bertepatan malam 16 Rajab tepat lahirnya organisasi terbesar NU di Nusantara ini, bertempat di Kantor PCNU Kab. Sragen diselenggarakan peringatan hari lahir (harlah) ke-91 Nahdlatul Ulama.

Pengurus Cabang NU Kab. Sragen, Jawa Tengah, menggelar tumpengan bersama yang diikuti oleh 20 MWC seluruh badan otonom dan Lembaga NU.

Puluhan Tumpeng Hiasi Puncak Harlah NU Sragen (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Tumpeng Hiasi Puncak Harlah NU Sragen (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Tumpeng Hiasi Puncak Harlah NU Sragen

Dalam Sambutanya KH Agus Budiharto selaku ketua tanfidziyah menjelaskan, tasyakuran harlah ke-91 menjadi wahana muhasabah bagi NU secara struktural dan kultural dalam berkhidmah terhadap NU harus benar-benar dilandasi keikhlasan supaya apa yang telah dilakukan ada atsar atau labet bagi perkembangan NU di Kab. Sragen.

HMI Tegal Kab

Selain itu ia juga mengatakan  dalam rangka harlah NU ke 91 sesuai dengan surat instruksi yang telah diedarkan ke seluruh MWC untuk menyemarakkan harlah NU tiap Cabang sampai tingkatan Ranting supaya di pasang atribut NU (bendera dan umbul-umbul). Selain itu untuk 3 bulan momen kegiatan rutin pengajian akbar di tiap MWC supaya mengambil tema harlah NU.

HMI Tegal Kab

Dalam taushiyahnya KH Muhamad Nur Amin Selaku Katib Syuriyah PCNU Kab. Sragen menegaskan kembali khimah kepada muazis NU, Dalam  taushiyahnya ia mengambil kata mutiara dari Rais Akbar Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari ‘ Barang siapa yang sungguh-sungguh dan ikhlas berkhidmah di NU maka ku anggap menjadi santriku, dan barang siapa yang menjadi santrikan akan ku doakan beserta keturunannya khusnul khotimah“ 

Tumpeng RMI NU  

Dalam rangka memperingati hari lahir ke 91 Nahdlatul Ulama, Rabithah Maahid Islamiyah NU Cabang Sragen memberikan nasi tumpeng sebagai salah satu simbol ucapan rasa syukur yang dihelat di kantor PCNU Kabupaten Sragen, Kamis malam (15/5).

“Tumpeng dari RMI NU Sragen untuk harlah NU ini adalah sebuah simbol rasa syukur. Sedangkan peringatan harlah NU ini merupakan momen penting bagi kami, terutama dalam mengingat jasa, pengorbanan, dan perjuangan para pendiri dan para pendahulu selama pengabdiannya di NU,” ujar Ustadz Masduqi sekertaris RMI NU Sragen kepada HMI Tegal Kab, (Kamis, 15/5).

Peringatan harlah ke-91 NU di kantor PCNU ini bukan hanya acara seremonial saja, tapi juga diharapkan terus memacu bangkitnya semangat untuk memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam yang berhaluan ahlussunah wal jama`ah dalam kehidupan sosial baik melalui pendidikan atau usaha-usaha mandiri untuk menciptakan kematangan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat banyak guna terwujudnya khairu ummah.(Sriyanto/Ahmd Rosyidi/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab News HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock