Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2018

Hukum Jual Kotoran Hewan

Assalamu alaikum wr. wb.

Saya ingin bertanya, apa hukumnya menjual kotoran hewan seperti kotoran ayam, kambing, lembu. Kalau boleh mohon dijelaskan dan kalau tak boleh juga dijelaskan. Trims Pak Ustad. (Ahmad Zuhri, Tulung Agung)

Wa’alaikumsalam wa rahmatullah.

Hukum Jual Kotoran Hewan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Jual Kotoran Hewan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Jual Kotoran Hewan

Saudara Zuhri yang dimuliakan Allah.

Guna memenuhi kebutuhan hidup, banyak diantara kita yang menjalankan profesi dan bergerak di sektor perdagangan yang meniscakan adanya berbagai barang (komoditas) yang diperjualbelikan.?

Dalam pandangan ulama madzhab Syafi’i, barang yang diperjual belikan harus memenuhi persyaratan diantaranya adalah barang tersebut harus suci dan bermanfaat. Mengingat kotoran ayam, kambing dan lembu dalam madzhab Syafi’i dihukumi najis oleh sebagian ulama, maka jual beli barang-barang tersebut dinyatakan tidak sah.

HMI Tegal Kab

Namun ulama syafiiyah atau pengikut madzhab Syafii memberikan tawaran solusi begini: Barang-barang ini dapat dimiliki dengan cara akad serah terima barang yang ditukar dengan barang lain tanpa transaksi jual beli.

Sebenarnya ada pandangan ulama madzhab Hanafi yang membolehkan proses jual beli kotoran-kotoran hewan tersebut, karena ada unsur manfaat di dalamnya. Adapun dasar pengambilan hukum yang kami gunakan adalah:

HMI Tegal Kab

Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dan ulama Hanafiyah tidak mensyaratkan syarat ini (barang yang dijualbelikan harus suci, bukan najis dan terkena najis). Maka mereka memperbolehkan jualbeli barang-barang najis, seperti bulu babi dan kulit bangkai karena bisa dimanfaatkan. Kecuali barang yang terdapat larangan memperjual-belikannya, seperti minuman keras, (daging) babi, bangkai dan darah, sebagaimana mereka juga memperbolehkan jualbeli binatang buas dan najis yang bisa dimanfaatkan untuk dimakan.Dan parameternya menurut mereka (ulama Hanafiyah) adalah, semua yang mengandung manfaat yang halal menurut syara.’, maka boleh menjual-belikannya. Sebab, semua makhluk yang ada itu memang diciptakan untuk kemanfaatan manusia.

Demikian jawaban yang bisa kami sampaikan. Mudah-mudahan dengan jawaban ini, kita lebih bijak dalam menjalani aktifitas hidup sehari-hari. (Maftuhan Tafdhil)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Amalan HMI Tegal Kab

Selasa, 06 Februari 2018

Hukum Baca Doa Tasyahud Sebelum Salam

Tasyahud akhir termasuk bagian dari rukun shalat. Kalau tasyahud akhir tidak dikerjakan shalatnya tidak sah dan harus diulang. Hal ini berbeda dengan tasyahud awal, menurut sebagian ulama tasyahud awal tidak wajib, namun bagian dari sunah ab‘ad yang sangat dianjurkan sujud sahwi bila lupa mengerjakannya.

Pada saat tasyahud akhir diharuskan membaca tahiyat akhir dan bershalawat kepada Nabi setelahnya. Kemudian dianjurkan membaca doa setelah baca tahiyat akhir dan shalawat, bahkan makruh meninggalkannya. Syekh Zainuddin Al-Malibari menjelaskan dalam Fathul Muin:

Hukum Baca Doa Tasyahud Sebelum Salam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Baca Doa Tasyahud Sebelum Salam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Baca Doa Tasyahud Sebelum Salam

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

HMI Tegal Kab

Artinya, “Disunahkan pada tasyahud akhir berdoa setelah membaca doa tahiyat akhir seluruhnya. Sementara pada tasyahud awal makruh berdoa (setelah selesai baca doa tahiyat) karena tujuannya untuk meringankan (mempercepat), kecuali kalau imam belum selesai tasyahud awal. Dalam kondisi itu dibolehkan berdoa,” (Lihat Syekh Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu’in, Jakarta, Darul Kutub Islamiyyah, 2009 M, halaman 47).

Disunahkan membaca doa tertentu setelah selesai membaca tahiyat akhir dan shalawat yang termasuk dalam rukun qauli. Membaca doa itu tidak disunahkan pada tasyahud awal, bahkan makruh. Karena tasyahud awal dianjurkan untuk mempercepat. Namun perlu diketahui, membaca doa tidak makruh pada tasyahud awal bila imam belum selesai tasyahud awal.

HMI Tegal Kab

Menurut Syekh Zainuddin Al-Malibari, doa yang paling utama dibaca ketika itu adalah doa yang ma’tsur dari Nabi SAW. Di antara doa yang ma’tsur tersebut adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma innî a’ûdzubika min adzâbil qabri wa min ‘adzâbin nar, wa min fitnatil mahyâ wal mamât wa min fitnatil masîhid Dajjâl.

Artinya, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan kubur, siksa api neraka, fitnah kehidupan dan kematian, serta berlindung dari fitnah dajjal”

Selain doa di atas, dalam riwayat Al-Bukhari disebutkan redaksi doa yang lain, yaitu:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma innî zhalamtu nafsî zhulman katsîran kabîran wa lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta, faghfir lî maghfiratan min ‘indika, warhamnî innaka antal ghafûrur rahîm.

“Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, tidak ada yang mengampuni dosa selain engkau. Ampunilah aku dengan ampunan di sisi-Mu dan kasihilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Itulah beberapa doa yang terdapat dalam Shahih Bukhari dan Muslim yang bisa dibaca setelah membaca doa tahiyat akhir. Doa ini sangat disunahkan, bahkan menurut Syekh Zainuddin Al-Malibari, makruh meninggalkan doa setelah membaca tahiyat akhir. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Amalan HMI Tegal Kab

Jumat, 05 Januari 2018

Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten

Klaten, HMI Tegal Kab - Peringatan Hari Toleransi Internasional di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, bakal menghadirkan beberapa tokoh nasional. Menurut salah satu perwakilan panitia, Marzuki, acara yang digagas Forum Kebersamaan Umat Beriman (FKUB Kebersamaan) Klaten ini, akan dihelat mulai Sabtu (12/11).

“Acara pembuka yakni apel dan karnaval Antar-Iman, dari Alun-alun menuju Monumen Joeang Klaten,” terang Marzuki, yang juga Ketua PC GP Ansor Klaten, Ahad (13/11).

Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Peringatan Hari Toleransi di Klaten

Lebih lanjut dipaparkan Marzuki, kegiatan akan berlangsung selama lima hari, yakni pada tanggal 12-16 November. “Acara utamanya adalah pertemuan luas (nasional) para penggerak aktivitas dan karya lintas iman dan budaya se-Indonesia. Mereka akan mempresentasikan, berefleksi dan sharing atas peran yang digelutinya selama ini,” papar dia.

HMI Tegal Kab

Adapun tokoh yang rencananya akan hadir, antara lain KH Imam Aziz (PBNU), Alissa Wahid (Gusdurian), Romo Beny S (Katolik, aktivis perdamaian), Muhammad Al-Fayyadl (Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam, Probolinggo), Dr Pradjarta (Yayasan Percik, Salatiga), Bikhu Panyavaro (Rohaniawan, Aktivis Lingkungan Hidup, Purwokerto), dan lain sebagainya.

Pada kesempatan tersebut, para peserta juga akan diajak untuk mengunjungi "Desa Muktikultur" di Klaten yang memiliki kekayaan budaya dan keragaman agama yang dapat bersinergi, hidup damai berdampingan dengan penuh keramahan dan keberdayaan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nusantara, Amalan HMI Tegal Kab

Jumat, 29 Desember 2017

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca "Qunut Nazilah"

Bandung, HMI Tegal Kab. Ketua Tanfidiziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Hasan Nuri Hidayatullah imbau warga Nahdlyin untuk membaca "Qunut Nazilah" selepas shalat dalam menyikapi aksi 4 November yang dilakukan berbagai kelompok Muslim di Indonesia.

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikapi Aksi 4 November, PWNU Jabar Imbau Nahdlyin Baca "Qunut Nazilah"

Baik perorangan maupun berjamaah, Ketua PWNU yang terpilih dari Konferwil NU Jabar di Garut beberapa waktu lalu itu bisa dilaksanakan di tempat masing-masing.

"Kita warga NU Jabar harus patuh pada maklumat resmi PBNU. Soal aksi 4 November kita demonya kepada Allah SWT saja. Membaca Qunut Nazilah, memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia khususnya umat Islam diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan kecil maupun besar, sekaligus mendoakan agar Negara Republik ? Indonesia menjadi negara yang diridlai Allah SWT serta terjaga persatuan dan kesatuan Bangsanya," kata KH Hasan Nuri, Kamis (3/11/2016).

Menurut Kiai Muda Kelahiran 1978 Banyuwangi Jawa Timur yang "mukim" Karawang Jawa Barat ini perlu sikap bijak dan arif dari para pendukung maupun yang tidak ikut dalam aksi. Sebagai Umat Islam yang berada di negara yang berpegang teguh pada asas persamaan di depan hukum, tentu berharap penyelesaian hukum yang melilit Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) berlaku secara proposional dan profesional, tidak terintervensi oleh kepentingan politik siapapun.

HMI Tegal Kab

"Aparat hukum harus menunjukkan kapasitasnya sebagai pengayom dan pelindung ? masyarakat, tidak hanya sekedar tajam ke bawah tumpul ke atas. Pasalnya aksi tersebut sudah lepas dari kepentingan politik pasca Pilpres 2014 maupun Pilkada DKI 2017. Karena saya pandang lebih cenderung pada fenomena gunung es kekecewaan yang dirasakan masyarakat," ujarnya.

KH Hasan Nuri pun berharap, aksi berjalan aman dan damai sesuai aturan ? yang berlaku. Dan berdoa agar tujuan utama aksi yakni mengawal proses hukum Ahok tidak ditunggangi kelompok tertentu yang hobi memecah belah umat dan bangsa. (Nurjani/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hadits, News, Amalan HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Senin, 11 Desember 2017

PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja

Jombang, HMI Tegal Kab?

Sebagai basis kaderisasi Nahdhatul Ulama (NU) di tingkatan mahasiswa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) konsisten menjadikan Aswaja sebagai manhajul fikr (metode berpikir) dalam gerakannya.

PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja

Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Jombang, Aziz Dwi Prasetyo saat acara pelantikan pengurus rayon (PR) PMII Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Komisariar Umar Tamim Unipdu Jombang masa khidmat 2016-2017, menegaskan bahwa Aswaja sebagai metode berpikir dan sejumlah ajaran lain di PMII adalah pola aktivis PMII mengabdi kepada bangsa dan negara.

"Dengan senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunah Waljamaah, Nilai Dasar Pergerakan, AD/ART, nilai-nilai, norma-norma, dan produk hukum PMII lainnya serta cinta tanah air dan bangsa, adalah cara aktivis PMII mencintai agama dan bangsa," ujarnya di hadapan seluruh tamu undangan yang memadati Balai Desa Peterongan, Jumat (13/01/2017) siang.

Dijelaskan, Aswaja sebagai manhajul fikr ini yang membedakan PMII sebagai mahasiswa NU yang tidak hanya meyakini dan melalukan (manhajul qaul), namun tetap adanya proses berpikir yang identik dengan kemahasiswaanya. Hal itu juga menjadi pembedahan antar organisasi PMII dengan organisasi lainnya.

Di saat yang sama, Aziz juga berpesan kepada seluruh jajaran pengurus rayon yang baru saja dilantik agar amanah dalam mengemban tanggung jawab organisasi.

HMI Tegal Kab

"Semoga Pengurus Rayon PMII FIK Umar Tamim Unipdu Jombang mampu mengemban amanah organisasi selama satu periode ke depan dengan baik dan benar," terangnya.

Sementara Ketua Rayon FIK, Qiky Kai Khumaira mengajak seluruh anggota PMII khususnya yang baru dilantik itu untuk komitmen dalam berorganisasi. "Komitmen dan kebersamaan adalah kunci untuk aktif dalam menggerakkan anggota dan kader Fakultas Ilmu Kesehatan yang akademis dan organisatoris," tegas Kiki, sapaan akrabnya.

Acara ini juga dihadiri sekretaris umum PC PMII Jombang, sahabat Irham Ali, Komisariat dan Rayon se-Jombang, juga Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang baru saja terpilih beberapa hari yang lalu. (Syamsul Arifin/Fathoni)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kajian, Amalan HMI Tegal Kab

Rabu, 29 November 2017

Rakernas, Muslimat NU Bahas Penguatan Organisasi Menuju Kemandirian

Jakarta, HMI Tegal Kab. Muslimat Nahdlatul Ulama menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan menghadirkan pengurus wilayah dari seluruh Indonesia, Kamis-Jumat (3-4/12), di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Pembukaan dilaksanakan Kamis (3/12) usai maghrib oleh Ketua Umum PP Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa. Untuk Rakernas kali ini, Muslimat NU secara keseluruhan akan memabahas ‘Penguatan Organisasi menuju Kemandirian Muslimat NU’.

Rakernas, Muslimat NU Bahas Penguatan Organisasi Menuju Kemandirian (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas, Muslimat NU Bahas Penguatan Organisasi Menuju Kemandirian (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas, Muslimat NU Bahas Penguatan Organisasi Menuju Kemandirian

Menurut koordinator panitia Rakernas, Hj Haniq Rofiqoh, Rakernas kali ini akan fokus membahas beberapa materi diantaranya Rencana Strategis (Renstra), peraturan organisasi Muslimat, AD/ART, dan materi lain yang terbagi dalam beberapa komisi.

Komisi I akan membahas AD/ART, Komisi II mengulas peraturan organisasi atau yang disebut POAM, Komisi III: Bahtsul Masail, Komisi IV membahas Renstra untuk tahun 2016-2021, teakhir Komisi V yakni Komisi Rekomendasi.

HMI Tegal Kab

“Rakernas ini juga akan dimanfaatkan untuk mempersiapkan Kongres Muslimat NU tahun 2016,” jelas Haniq.

HMI Tegal Kab

Sebelum pembukaan Rakernas secara resmi, Muslimat NU telah melakukan Seminar dengan membahas beberapa persoalan penting. Seminar ini telah dilaksanakan Rabu, (2/12) di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Adapun materi-materi yang dibahas yaitu Sosialisasi Perizinan dan Manajemen Klinik Pratama, Upaya Pembiayaan Kesehatan melalui BPJS, Pengelolaan Taman Anak Sejahtera, Pencegahan dan Rahbilitasi NAPZA Berbasis Masyarakat, Internal Muslimat, juga pembahasan tentang Karta Tanda Muslimat (Kartamus). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Amalan, Humor Islam HMI Tegal Kab

Jumat, 24 November 2017

Unicef Indonesia Kunjungi Kiai NU di Brebes

Brebes, HMI Tegal Kab. Spesialis komunikasi United Nations Childrens Fund (Unicef) PBB yang ada di Indonesia, Iwan Hasan, mengunjungi beberapa kiai NU di Brebes, Jawa Tengah, antara lain di Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Tanjung, MWCNU Larangan, dan MWCNU Wanasari, serta Pesantren Assalafiyah Luwungragi.

Unicef Indonesia Kunjungi Kiai NU di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Unicef Indonesia Kunjungi Kiai NU di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Unicef Indonesia Kunjungi Kiai NU di Brebes

Kunjungan sehari yang dilakukan pada Senin (24/3 ) ini untuk melihat langsung bagaimana para pemuka agama  yang pernah mengikuti pelatihan menyampaikan pesan kesehatan ibu dan gizi khususnya masalah stunting (balita pendek).

“Perlu alat peraga pembelajaran saat sosialisasi karena media ini sangat dibutuhkan  bagi masyarakat, sementara ini yang dipakai hanya model penyuluhan di pengajian dan tanya jawab” ujar Sholikhin, sekretaris MWC NU Tanjung.

HMI Tegal Kab

Ustadz Sholikhin juga menuturkan sudah melakukan koordinasi dengan pejabat di Kecamatan Tanjung dan juga sosialisasi di desa-desa di wilayah Tanjung terutama di pengajian jamaah ibu-ibu. Salah satu kendala ketika menyampaikan masalah kesehatan ibu dan anak di daerahnya karena dianggap bukan pakar yang membidangi dalam bidangnya. Namun, menurutnya, ini adalah bagian dari upaya ulama untuk membantu program pemerintah.

HMI Tegal Kab

“Gerakan 1000 hari pertama kehidupan, ibu memberikan kolostrum dan memberikan air susu ibu (ASI ekslusif) kepada bayi sangat penting biar kekebalan tubuh dan kesehatan bayi terjamin karena ini bagian pemenuhan hak anak,” ujar Ustadz Tarmidzi.

Dunarso dari MWC NU Larangan juga menuturkan pengalamannya sebagai peserta yang sudah mendapatkan pelatihan stunting yang diselenggarakan Lembaga Kesehatan NU (LKNU) di Benda, Sirampog, Brebes. Baginya, pelatihan yang diterima sangat membantu dalam tugasnya sebagai tokoh agama apalagi sebagai lebe di desa Siandong kepada masyarakat terutama saat pengajian.

“Ada 4 acara yang biasa digunakan untuk menyampaikan sosialisasi, yaitu saat pernikahan, 4 bulan kehamilan, 7 bulan kehamilan dan aqiqah. Hasil pelatihan yang ada sangat aplikatif dan sejalan dengan nilai-nilai islam.

“Satu sedotan bayi dari susu ibu dapat menghapus dosa ibu sehari. Bila bayi disusui selama 40 hari dari sejak lahir tanpa diberikan apapun selain ASI (termasuk air, madu, pisang) membuat usus bayi bisa kuat. Jarak kehamilan bagi ibu sebaiknya 30 bulan. Hal ini sesuai anjuran dalam hadits Nabi,” ujar KH. Subhan Makmun selaku ulama kharismatik di Brebes, pengasuh  Pesantren Assalafiyah Luwungragi. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Lomba, Amalan HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock