Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

KH Cholil Nafis: Kiai NU Baca Teks, Yang Disampaikan di Luar Teks

Jakarta, HMI Tegal Kab - Orang-orang yang ada di luar Nahdlatul Ulama (NU) seringkali menganggap kalau orang-orang NU atau Nahdliyin itu adalah ahli bid’ah karena mengamalkan sesuatu yang tidak ada di zaman Nabi Muhammad. Nahdliyin itu mengamalkan agama Islam secara substansial, bukan secara tekstual.

Para kiai NU membaca teks-teks keagamaan, tetapi yang disampaikan ke khalayak umum adalah sesuatu yang di luar teks, yaitu halal bihalal, maulidan, dan lainnya.

KH Cholil Nafis: Kiai NU Baca Teks, Yang Disampaikan di Luar Teks (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Cholil Nafis: Kiai NU Baca Teks, Yang Disampaikan di Luar Teks (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Cholil Nafis: Kiai NU Baca Teks, Yang Disampaikan di Luar Teks

Demikian disampaikan KH Cholil Nafis saat memberikan ceramah dalam acara Halal Bihalal Bani Hasyim di Kediaman KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur Jakarta, Sabtu (12/8).

Kiai Cholil menjelaskan, di dalam Islam ada ajaran untuk menyambung tali silaturahmi. Lalu kemudian ajaran tersebut dikreasikan oleh Nahdliyin menjadi halal bihalal sehingga orang lebih mudah memaafkan dalam satu tempat.

HMI Tegal Kab

Demikian juga dengan maulid Nabi Muhammad. Menurut Kiai Cholil, Nabi Muhammad memperingati hari lahirnya dengan berpuasa. Ini juga yang menjadi dalil dari maulidan yang seringkali diadakan oleh Nahdliyin.

HMI Tegal Kab

“Nabi Muhammad puasa pada hari Senin karena hari itu ia lahir dan mendapatkan wahyu pada hari Senin,” jelasnya.

Kiai Cholil menyesalkan orang yang merayakan hari ulang tahunnya dengan berpesta pora, bukan dengan berpuasa sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam HMI Tegal Kab

Minggu, 04 Maret 2018

IPNU Band Tampil di HUT WR Supratman

Purworejo, HMI Tegal Kab. Departemen Seni dan Budaya Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Purworejo, Jawa Tengah, ikut ambil bagian dalam Festival Musik Akustik yang digelar dalam rangka memperingati HUT WR Supratman di Desa Somongari Kecamatan Kaligesing dan monumen WR Soepratman di Kota Purworejo, .

Selain menampilkan lagu wajib, IPNU Band yang digawangi oleh Fikri Amrillah juga menyanyikan lagu karyanya sendiri berjudul "Purworejoku.

IPNU Band Tampil di HUT WR Supratman (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Band Tampil di HUT WR Supratman (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Band Tampil di HUT WR Supratman

Ketika lagu Purworejoku dinyanyikan, sorak-sorai penonton memecah suasana menjadi ramai. Tak terkecuali, Mantan Bupati Purworejo, Kelik Sumrahadi, ikut standing uplaus atas lagu itu. Bahkan, di akhir acara menyempatkan menyambangi personil IPNU Band. "Saya minta liriknya ya, lagu tadi benar-benar bagus." katanya dilanjutkan kesiapan IPNU Band menyerakhannya.

HMI Tegal Kab

Menurut Sofyan Rizali Zain, keikutsertaan IPNU Band dalam event ini bertujuan mengenalkan lebih jauh dengan masyarakat. Selain itu, adalah memicu mental kader di berbagai pentas.

"Kita ingin kader memiliki mental bernyanyi yang mumpuni. Lagu yang dibuat rekan-rekan juga konstruktif, edukatif dan tidak cengeng seperti kebanyakan lagu band dewasa ini," ungkapnya. Meski tak dapat juara, imbuhnya, para personil tetap semangat untuk bermusik sebagai media ekspresi jiwa dan menyampaikan pesan positif kepada khalayak luas.

HMI Tegal Kab

Di tempat terpisah, Kasi Kerjasama dan Promosi Diskoperindagpar Purworejo Dyah Woro S mengatakan, event ini digelar untuk memeringati HUT WR Soepratman. Event pertama berupa lomba musik akustik akan diadakan pada 16 Maret di Somongari dan event kedua berupa resepsi peringatan HUT WR Soepratman di kawasan Monumen WR Soepratman pada 19 Maret.

"Untuk lomba musik akustik kami adakan di Somongari, di jalan masuk menuju rumah tempat lahir WR Soepratman. Hal ini kami lakukan sekalian untuk memromosikan obyek tersebut kepada masyarakat. Kami harapkan ini bisa menjadi semacam brand untuk memerkenalkan obyek bersejarah tersebut," jelas Woro.

Kepala Bidang Pariwisata Diskopperindagpar Purworejo, Lilos Anggorowati menambahkan, untuk event pada 19 Maret akan berfokus pada resepsi peringatan HUT Wr Soeprartman. Dalam kesempatan tersebut, selain penyerahan hadiah, para pimpinan daerah misalnya Bupati akan membacakan puisi mengenai WR Soepratman.

"Meski masih sederhana, namun kami harap event ini bisa kembali mengingatkan masyarakat akan jasa WR Soepratman yang juga putra daerah Purworejo," katanya. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam HMI Tegal Kab

Selasa, 20 Februari 2018

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca

Jakarta, HMI Tegal Kab?

Dalam peluncuran buku Fragmen Sejarah NU karya Abdul Mun’im DZ, Kamis (16/3) di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, salah seorang Mustasyar PBNU KH As’ad Said Ali memaparkan 3 hal penting mengapa buku tersebut layak dibaca.

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)
As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca

As’ad yang hadir dalam peluncuran tersebut mengatakan, buku tersebut menarik karena berisi banyak data dan informasi sejarah yang ditulis dengan baik.

“Saya baru khatam sekali, saya harus khatam tiga kali. Pertama untuk menikmati dan mengagumi pikiran para Kiai NU. Kedua, berusaha memahami konsep berpikir dan strategi politik NU. Ketiga, bagaimana cara menerapkan taktik dan strategi tersebut dalam realitas saat ini,” papar As’ad.

Rujukan Mapel SKI di madrasah

Pentingnya sejarah peran besar NU ini, menjadikan buku Fragmen Sejarah NU sebagai referensi utama dalam penyusunan bahan mata pelajaran (Mapel) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tingkat MI, MTs, dan MA.?

HMI Tegal Kab

"Insyaallah di tahun 2017 ini akan kami jadikan buku ini sebagai salah satu sumber utama. Karena ketika kita membaca sejarah Islam Indonesia itu pasti sejarah NU," ungkap Kasubdit Kurikulum Madrasah Kementerian Agama ini.

HMI Tegal Kab

Dalam peluncuran buku ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh sebagai pemberi testimoni. ? KH As’ad Said Ali, Purwo Santoso, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Ahmad Muqowwam, Zastrouw Al-Ngatawi, Zaini Rahman, Zainul Milal Bizawie, dan lainnya.

Para kader muda NU dari Ansor, PMII, dan IPNU juga hadir mengikuti peluncuran buku terbitan Pustaka Compass ini. (DamarPamungkas/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pahlawan, Makam HMI Tegal Kab

Jumat, 16 Februari 2018

IPNU-IPPNU Gelar Jember Hijab Fashion Show

Jember, HMI Tegal Kab. Dalam rangka memasyarakatkan jilbab, IPNU-IPPNU Jember menggelar Jember Hijab Fashion Show (JHFS). 

IPNU-IPPNU Gelar Jember Hijab Fashion Show (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gelar Jember Hijab Fashion Show (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gelar Jember Hijab Fashion Show

Ajang fashion muslimah yang digelar di aula PB. Sudirman itu diikuti oleh 39 peserta dari SMA, MA dan Anak Cabang IPNU-IPPNU. Syarat peserta berumur antara 17 sampai 25 tahun. 

“Syukurlah, target kita hanya 20 orang, tapi tenyata pesertanya lebih,” tukas salah seorang panitia, Ana Wijayanti.

HMI Tegal Kab

Menurut Ana, JHFS digelar untuk memberikan semangat dan kecintaan wanita muslim terhadap jilbab. Sebab, jilbab belakangan ini fungsinya nyaris bergeser dari penutup aurat kepada assesoris belaka. Sehingga cara pemakaiannya pun tidak sempurna. 

HMI Tegal Kab

“Nah, dalam JHFS ini ditampilkan bagaimana menggunakan jilbab yang benar,” tukasnya.

Dalam ajang yang digelar sebagai rangkaian menyongsong Harlah IPNU-IPPNU itu, penilaiannya meliputi performance, IQ dan keserasian busana. 

“Jadi yang kita nilai tidak hanya luarnya saja, tapi juga kecakapannya, IQ-nya juga,” lanjut Ning Faiq, salah seorang juri.

Setelah diadakan penjurian, juara pertama diraih Firda Radini asal SMAN 02 Jember, kedua Fifin dari IPPNU Ancab Kalisat dan ketiga Enno Prilia Hapsari dari SMAN 02 Jember. Mereka mendapatkan tropy, sertifikat dan uang pembinaan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Hikmah HMI Tegal Kab

Sabtu, 10 Februari 2018

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana

Kudus, HMI Tegal Kab. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gebog Kudus, Jawa Tengah mengadakan kegiatan pelatihan penanganan risiko bencana (PRB) di Aula Balaidesa Besito, Jumat (8/1). ? Kegiatan yang berlangsung sehari ini diikuti 80 kader dari kalangan IPNU-IPPNU, Fatayat, GP Ansor, dan Banser Kecamatan Gebog.

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana

Menurut Ketua GP Ansor Gebog, Dasa Susila, pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalitas kader dalam turut serta penanganan korban bencana. Setiap terjadi bencana, katanya, Ansor-Banser bersama komponen NU lainnya ? selalu ? turun membantu ? sehingga membutuhkan bekal keterampilan dalam menangani bencana.

"Belajar dari pengalaman terjadinya bencana dua tahun lalu, teman-teman masih kurang ilmu dan ketarampilan menangani korban bencana," ujarnya.

HMI Tegal Kab

Ia mengatakan, GP Ansor bersama badan otonom NU akan terus mengasah kemampuan dalam menangani dan mengatasi korban bencana. Bahkan, pihaknya akan mengagendakan kegiatan rutin semacam ini minimal tiap bulan sekali.

"Kita menyadari teknik ini butuh proses yang panjang, tidak hanya sebulan atau dua bulan. Makanya kita akan asah terus kapasitas kader sehingga betul-betul siap segalanya menghadapi bencana," imbuhnya.

HMI Tegal Kab

Dasa menegaskan, pelatihan ini sebagai awal menata manajemen penanganan bencana sehingga kader-kader NU tidak gagap manakala terjadi bencana. Apalagi, GP Ansor bersama badan otonom lainya telah komitmen bangun kepedulian antara sesama.

"Akhirnya ketika semua tertata mulai pra, saat, dan pasca bencana, kita tidak akan kebingungan. NU ? tinggal komando ini, kita sudah siap segalanya," tandasnya.

Kegiatan yang dibuka ketua MWCNU Gebog Suwanto ini, peserta mendapat materi tentang ke-bencana-an, ? manajemen penanganan darurat bencana dan praktik pertolongan pertama korban bencana. Semua materi disampaikan dari Tim Badan penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kudus dengan difasitasi dari tim Korp Peduli Bencana Alam Nahdlatul Ulama (KPBANU) Kudus. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tokoh, Makam HMI Tegal Kab

Kamis, 08 Februari 2018

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga

Surabaya, HMI Tegal Kab. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menjawab pertanyaan sejumlah kalangan mengenai sikap NU terkait rencana kedatangan diva pop Lady Gaga ke Indonesia. Kiai Said menegaskan NU tidak menolak dan tidak mendukung rencana kegiatan tersebut. 

"Mereka yang mendatangkan (Lady Gaga) itu ada sponsornya, ada kekuatan politik di belakangnya. Dan mereka yang menolak juga memiliki sponsor dan dukungan politik. Saya mewakili NU menyatakan kami ada di tengah, tidak mendukung salah satunya," tegas Kiai Said di hadapan pengurus PCNU dalam kegiatan Kunjungan Kerja PBNU ke PWNU Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (26/5). 

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga

Pertanyaan sejumlah kalangan atas sikap NU tersebut mengemuka setelah Kiai Said sebelumnya menyampaikan pandangan yang dinilai abu-abu di acara Indonesia Lawyer Club TV One beberapa saat lalu. Saat itu Kiai Said mengatakan sekalipun yang datang ke Indonesia seribu Lady Gaga, keimanan warga NU tidak akan goyah. 

HMI Tegal Kab

"Saya berkata demikian karena tidak ingin terperangkap jebakan politik. Saya ingin NU tetap ada di tengah, tidak terjebak perangkap mereka yang mendatangkan ataupun yang menolak. Mohon itu bisa dipahami dengan benar," tambah Kang Said, demikian Kiai Said disapa. 

Kang Said juga menyampaikan, dirinya secara pribadi maupun  sebagai Ketua Umum PBNU tidak memiliki kepentingan dengan rencana kedatangan dan penolakan Lady Gaga. "Percayalah, saya secara pribadi, dari dalam hati juga tidak suka, juga tidak berkepentingan dengan Lady Gaga. Kalaupun ada tawaran menonton, gratis dan dijemput sekalipun, saya akan menolaknya. Bagaimanapun saya juga lulusan Lirboyo, pernah nyantri di Krapyak yang masih mengerti norma-norma Islam yang benar," tandasnya. 

HMI Tegal Kab

Dalam keterangannya Kang Said juga mengatakan, makna seni sesungguhnya adalah yang mengangkat harkat dan martabat manusia. Kesenian seperti yang ditampilkan Lady Gaga adalah salah satu yang menjatuhkan martabat manusia dan harus ditolak. 

"Tapi tidak hanya Lady Gaga yang harus ditolak. Tari perut dari Mesir, atau penyanyi dari Arab sekalipun, kalau tampil telanjang kita harus menolaknya. Saya mengatakan ini tidak atas dasar agama, tidak karena mendukung kelompok tertentu, tapi atas dasar makna seni secara umum, yang apabila menjatuhkan martabat manusia itu harus ditolak," pungkas Kang Said. 

Penulis: Nabiel Harun

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Berita, Fragmen HMI Tegal Kab

Selasa, 30 Januari 2018

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis

Jakarta, HMI Tegal Kab. Budayawan asal Banyumas, Jawa Tengah, Ahmad Tohari menilai ada perubahan orientasi kebudayaan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU). Menurut dia, belakangan ini kecenderungan elitis lebih menonjol ketimbang orientasi populis.

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis

Pandangan ini disampaikan Tohari usai menerima Hadiah Asrul Sani (HAS) bersama D Zawawi Imron, Slamet Rahardjo Djarot, Ahmad Tohari, Rofiqoh Darto Wahab, dan Isha Anshori Harmaj pada peringatan hari lahir HMI Tegal Kab ke-10 di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (28/3) malam.

Pengarang novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk ini melihat, keterlibatan sejumlah pengurus NU di daerah merupakan gejala memudarnya tanggung jawab dan keberpihakan NU pada aspek keumatan. ”Saya katakan dengan jelas dan sangat berani, itu berbahaya!” tegas Tohari.

HMI Tegal Kab

Menurut dia, NU dan orietasi kebudayaan populis adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. ”Mau kemana kalau NU tidak memegang jimat yang bernama orientasi keumatan? Kalau tidak berorientasi keumatan jangan sebut NU,” ujarnya.

Tohari mengaku sangat terharu ketika mendengar KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara terang menyatakan akan mengambil jarak jika NU tidak berorientasi keumatan. Sikap ini adalah petunjuk bahwa kebudayaan di NU memang semestinya tidak elitis.

Ia memuji Zawawi Imron yang dianggap berhasil menerapkan sastra secara tepat. Karya-karya penyair berjuluk ”Celurit Emas” ini dinilai banyak mengusung persoalan rakyat pinggiran, bukan kepentingan politisi dan penguasa kapital.

HMI Tegal Kab

Sastra, sambung Tohari, menjadi sarana efektif untuk mengasah kejiwaan manusia. Perjuangan NU juga penting dilaksanakan melalui karya sastra. ”Mari bersastra supaya kita menjadi NU yang lebih eling (sadar),” pinta sastrawan penerima HAS kategori penulis serba bisa ini.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Sejarah, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi

Jeddah, HMI Tegal Kab?

Kerajaan Arab Saudi menagkap sebelas pangeran, empat menteri aktif, dan puluhan mantan menteri pada Sabtu (4/11) malam. Perintah penangkapan keluar dari komite anti-korupsi baru yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Tahan 11 Pangeran atas Tuduhan Korupsi

Seperti dilansir Al Arabiya, komite tersebut mengumumkan bahwa mereka tengah membuka kembali berkas banjir Jeddah tahun 2009 dan menyelidiki masalah virus Corona yang juga dikenal sebagai Middle East Respiratory Syndrome atau MERS. Sumber berita yang disiarkan Al Arabiya anonim dan tak ada rincian nama siapa saja yang menjadi objek penangkapan.

Pembentukan komite pemberantasan korupsi merupakan salah satu dari dua keputusan penting yang diumumkan Raja Salman selain merombak kabinet Saudi. Penangkapan orang-orang berpengaruh tersebut adalah keputusan pertama komite ini.

Menurut sebuah Keputusan Kerajaan yang dikeluarkan oleh Raja Salman pada hari Sabtu, komite anti-korupsi diketuai oleh Putra Mahkota dengan keanggotaan: Ketua Komisi Pemantauan dan Investigasi, Ketua Otoritas Anti Korupsi Nasional, Kepala Biro Audit Umum, Jaksa Agung, dan Kepala Bagian Keamanan Negara.

Komite baru ini berhak untuk menyelidiki, menahan, melarang bepergian, membekukan rekening dan portofolio, melacak dana dan aset orang-orang yang terlibat dalam praktik korupsi.

HMI Tegal Kab

Terkait perombakan kabinet, Arab News melaporkan, kebijakan Raja Salman terbaru telah menyingkirkan Pangeran Miteb bin Abdullah dari posisi sebagai Kepala Garda Nasional. Posisinya digantikan oleh Khaled bin Ayyaf. Sementara Menteri Ekonomi Adel Fakieh digantikan oleh wakilnya Mohammed al-Tuwaijri. (Red: Mahbib)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Nusantara, Makam HMI Tegal Kab

Sabtu, 23 Desember 2017

LPNU Minta Pemerintah Usut Mafia Importasi Garam

Jakarta, HMI Tegal Kab. Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) mendukung sepenuhnya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk mengusut mafia kebijakan importasi garam nasional. Mereka menilai hadirnya sejumlah pihak di balik kebijakan importasi garam di tengah tingginya angka produksi garam lokal.

“Bagaimanapun, Indonesia merupakan pasar besar. Importasi garam inilah yang menyebabkan rusaknya sendi-sendi berbangsa dan bernegara,” kata Ketua LPNU H Mustholihin Madjid di Gedung PBNU, Sabtu (1/11).

LPNU Minta Pemerintah Usut Mafia Importasi Garam (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Minta Pemerintah Usut Mafia Importasi Garam (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Minta Pemerintah Usut Mafia Importasi Garam

Menurut Mustholihin, pemerintah memang semestinya mendorong iklim yang sehat dalam berusaha. Ini yang dikehendaki banyak orang. “Tentu saja, pemerintah harus memiliki keberpihakan terhadap rakyat. ”

HMI Tegal Kab

Pada Kongres Garam Rakyat di Madura 2012 lalu, para petani garam sepakat mewujudkan swasembada garam mengingat besarnya potensi kelautan di Indonesia. Mereka, kata Mustholihin, menghendaki hadirnya kemandirian dan kedaulatan ekonomi di tangan rakyat. Pasalnya, tanpa impor saja petani sudah banyak menghadapai problem.

Karanya, “kita mengampanyekan perang terhadap importasi garam baik garam konsumsi maupun garam industri. Importasi garam jelas-jelas menghancurkan kehidupan masyarakat pesisir. Mafia-mafia itu terlibat di dalamnya,” tegas Mustholihin. (Alhafiz K)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Anti Hoax HMI Tegal Kab

Selasa, 19 Desember 2017

Aliansi Muda NU Tagih Komitmen Pemkab Tasikmalaya Soal Sampah

Tasikmalaya, HMI Tegal Kab - Aliansi Muda NU Tasikmalaya bersama tokoh masyarakat Singaparna mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Mereka melakukan audiensi terkait penumpukan sampah di Singaparna, Ibukota Kabupaten Tasikmalaya, Senin (25/1).

Pertemuan ini sengaja diadakan karena pemerintah setempat tidak merespon aksi warga Singaparna yang dilakukan Aliansi Muda NU pada Jum’at (22/1). Dalam aksinya, mereka berjalan kaki dari Jalan Muktamar Ke-29 NU menuju alun-alun Singaparna. Mereka kemudian membersihkan lingkungan di sekitar alun-alun.

Aliansi Muda NU Tagih Komitmen Pemkab Tasikmalaya Soal Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliansi Muda NU Tagih Komitmen Pemkab Tasikmalaya Soal Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliansi Muda NU Tagih Komitmen Pemkab Tasikmalaya Soal Sampah

Koordinatoor Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Asep Abdul Rofik menyatakan bahwa pertemuannya mengusung dua poin penting. Aliansi yang dipimpinnya meminta pemerintah setempat segera merealisasikan aspirasi warga terdampak terutama TPA sampah bersama kepala desa Sukasukur dan tokoh warga kampung Nangkaleah.

HMI Tegal Kab

Mereka meminta penanganan sampah secepatnya Rabu (26/1).

“Jika Pemkab Tasikmalaya tidak segera melakukan tuntutan tersebut, warga Singaparna akan membuang sampah di taman dan alun-alun Singaparna. Kita akan kembali mendatangi DPRD dan Pemerintah,” kata Opik, sapaan Asep Rofik.

Aliansi Muda NU ini terdiri atas pelajar NU, GP Ansor, Fatayat NU, LPBI NU, KNPI dan tokoh masyarakat setempat yang diwakili oleh kepala desa dan rombongannya. Warga Singaparna merasa sampah menghambat perekonomian dan keindahan Pasar Singaparana. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Meme Islam, Makam HMI Tegal Kab

Minggu, 17 Desember 2017

Istighotsah dan NU yang Tak Tidur

Oleh A Muchlishon Rochmat



Tidak sedikit orang yang nyinyir terhadap kegiatan istighotsah yang digelar oleh Nahdlatul Ulama (NU). NU bisanya hanya istighotsah saja, istighotsah tidak ada manfaatnya, buat apa sih istighotsah, kenapa berdzikir aja harus beramai-ramai seperti itu, berdoa kok dipamerin seperti itu, buang-buang waktu, dan nyinyiran lainnya. Begitulah kira-kira beberapa penilaian terhadapa istighotsah. ?

Istighotsah dan NU yang Tak Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighotsah dan NU yang Tak Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighotsah dan NU yang Tak Tidur

Istighotsah memiliki makna meminta pertolongan kepada Allah SWT. Biasanya, istighotsah diselenggarakan dengan tunjuan untuk meminta pertolongan kepada dzat yang Maha Kuasa ketika terjadi keadaan yang sulit dan sukar. Praktik istighotsah adalah orang-orang berkumpul di dalam satu tempat dengan menggunakan busana putih-putih. Para tokoh agama dan masyarakat duduk di panggung yang sudah disediakan, sementara pesertanya duduk lesehan menghadap ke arah panggung. Lalu kemudian mereka melantunkan bacaan-bacaan wirid dan dzikir, diselingi dengan sambutan-sambutan dan mauidloh hasanah, dan diakhiri dengan doa bersama. Inti dari acara istighotsah adalah doa bersama.?

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia -bahkan dunia- menjadikan istighotsah sebagai perantara untuk menyelesaikan persoalan sosial-politik- kemasyarakatan –baik tingkat regional maupun nasional- yang dianggap sudah pada tahap berbahaya (dangerous) dan mengancam keutuhan serta persatuan bangsa Indonesia. Tentu, itu ditempuh setelah melakukan berbagai usaha. Warga NU percaya bahwa berdoa adalah penyempurna dari usaha seorang hamba agar apa yang mereka harapkan dikabulkan oleh Yang Maha Mendengar. Doa adalah senjatanya orang yang beriman. Bukankah Tuhan akan lebih mendengar dan mengabulkan doa yang dilantunkan secara bersama-sama.

Pada 9 April 2017, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar Istighotsah Kubro di Gelora Delta Sidoarjo. Ada ratusan ribu yang hadir dari berbagai kabupaten di Jawa Timur. Sebagaimana yang diuatarakan oleh Rais ‘Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin, istighotsah kubro tersebut bertujuan untuk mendoakan umat, bangsa, dan negara Indonesia agar aman, sejahtera, damai, dan terhindar dari segala macam malapetaka.?

HMI Tegal Kab

Menurut hemat saya, acara Istighotsah Kubro tersebut digelar karena NU melihat kondisi bangsa Indonesia yang memprihatinkan. Mulai dari korupsi yang merajalela, wakil rakyat yang tidak mewakili aspirasi rakyat, hingga semakin maraknya gerakan yang ingin merongrong pondasi dan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila.?

Mereka semakin berani menampakkan diri dan menentang pemerintahan yang sah. Bahkan, mereka dengan terang-terangan ingin ‘merobohkan’ Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menggantinya dengan negara khilafah . Ironisnya, mereka diberi izin dan ‘dibiarkan’ begitu saja oleh aparat negara untuk melakukan berbagai aktivitas dan pawai-pawai di ruang publik.?

HMI Tegal Kab

Sebagai organisasi yang memiliki amanat untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia, maka NU ‘turun tangan’. Dilakukanlah berbagai macam cara untuk meng-counter kelompok-kelompok yang ingin mengganti Pancasila. Mulai dari diskusi di forum-forum kajian keislaman, menerbitkan buku-buku, berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk membatalkan acara mereka, hingga menyelenggarakan istighotsah besar-besaran untuk ‘unjuk gigi’ dan menegaskan bahwa NU tidak tidur dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa ini.?

Sisi Lain Istighotsah





Selain untuk berdoa bersama, saya rasa istighotsah juga bisa dijadikan alat perantara untuk menyatukan bangsa Indonesia yang terbelah karena berbeda dalam memilih kepala daerah. Sejak pemilihan presiden tahun 2014, seolah-olah masyarakat kita terbelah menjadi dua kelompok; barisan yang mendukung si A, barisan yang mendukung si B. Polarisasi tersebut masih berlanjut sampai sekarang meski pilpres sudah usai tiga tahun yang lalu. Dan itu merembet kemana-mana, termasuk ke tingkat pemilihan kepala daerah. ?

Bukan hanya itu, asosiasi partai politik yang berbeda juga kadang menjadikan hubungan antar anak bangsa menjadi renggang. Kadang mereka tidak sungkan sikut sana-sikut sini untuk memenangkan partainya. Yang menjadi penyakit adalah mereka melupakan dan ‘menggadaikan’ persatuan anak bangsa ini demi kelompoknya sendiri. Menurut saya, itu harus dicarikan mediumnya agar polarisasi anak bangsa bisa terjembatani.

Kita akan merasa adem dan tenang ketika melihat istighotsah. Bagaimana tidak, semua orang dari berbagai lapisan masyarakat, beda partai, beda memilih presiden dan gubernur, tetapi mereka bisa kumpul dan akur di dalam satu tempat. Mereka duduk dalam satu majelis dzikir dan larut di dalamnya hingga mereka lupa akan perbedaan-perbedaan yang menganga di antara mereka. Bukankah itu hal yang indah. ?

Istighotsah bisa menjadi medium untuk menyadarkan anak bangsa ini bahwa kepentingan Bangsa dan Negara Indonesia adalah di atas segala-galanya. Buktinya, mereka bisa ‘duduk akur’ dalam satu wadah –yang namanya istighotsah- demi mendoakan Indonesia yang lebih baik dan menjaga keutuhannya.

Singkatnya, istighotsah bukan hanya sekadar berdoa bersama, tetapi ada nilai persatuan di dalamnya.?





Penulis adalah alumnus Perguruan Islam Mathali’ul Falah

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam HMI Tegal Kab

Minggu, 10 Desember 2017

PCNU Serukan Kafe-Karaoke Tutup Total

Grobogan, HMI Tegal Kab. Menyambut Bulan Ramadhan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Grobogan Jawa tengah menyerukan semua tempat hiburan kafe-karaoke di wilayah tersebut supaya tutup total selama bulan puasa. Hal ini untuk menghormati bulan suci sehingga ummat muslim ? bisa menjalankan ibadah puasa secara khusuk.

Demikian seruan Ramadhan PCNU melalui press release Lajnah Ta’lif Wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Grobogan yang dikirim kepada HMI Tegal Kab, Sabtu (22/6). Dalam keterangannya, seruan ini dikeluarkan berdasarkan hasil rapat Pleno Gabungan Lengkap PCNU yang dihadiri jajaran Syuriah maupun Tanfidziyah, Lajnah, Lembaga, seluruh Banom dan MWCNU Se-Kabupaten Grobogan di Gedung PCNU Grobogan, Kamis (20/6).

PCNU Serukan Kafe-Karaoke Tutup Total (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Serukan Kafe-Karaoke Tutup Total (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Serukan Kafe-Karaoke Tutup Total

Ketua tanfidziyah PCNU Grobogan H Mat Said menegaskan, sebelum memasuki bulan Ramadhan wilayah ini harus benar-benar telah bersih dari aktifitas dunia hiburan, khususnya kafe-karaoke. Ia mendesak Tiga hari sebelum masuk ? 1 Ramadhan 1434 H, kafe-karaoke di seluruh wilayah Kabupaten Grobogan hendaknya sudah berhenti beroperasi.

HMI Tegal Kab

“Dengan begitu memasuki malam 1 Ramadhan diharapkan seluruh umat Islam Kabupaten Grobogan akan dapat lebih khusuk dalam menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1434 H nanti,” tegasnya.

Disamping itu, tempat-tempat penjual makanan, seperti halnya Warung-Warung, Kedai Makan, Rumah Makan (RM) dan restoran di wilayah Kabupaten Grobogan untuk tidak berjualan di siang hari. Namun, apabila terpaksa masih ? buka karena menyediakan makan bagi orang yang lagi musyafir dan sejenisnya, maka diharapkan dapat mendesign warungnya sedemikian rupa sehingga nampak sopan dan arif.?

HMI Tegal Kab

“Untuk kepentingan ini, Pemda Kabupaten Grobogan harus menertibkan secara sungguh-sungguh, maksimal dan istikamah selama Ramadhan. Dengan langkah seperti itu Grobogan benar-benar bersih dari Warung-Warung, Kedai Makan, Rumah Makan (RM) dan juga Lestoran yang buka di siang hari,” tandas Said.?

PCNU juga meminta masyarakat yang tidak ? puasa supaya menghormati ummat yang menjalankan rukun keempat dengan tidak makan, minum dan merokok di tempat-tempat umum dan tempat terbuka pada siang hari.?

“Begitu pula, kami mengajak seluruh masyarakat muslim khususnya bagi warga Nahdliyyin dalam memulai dan mengakhiri Puasa Ramadhan 1434 H setelah ada pengumuman resmi dari Pemerintah Republik Indonesia,” imbuh Said.

Senada dengan Ketua Tanfidziyah, Rais Syuriah PCNU Grobogan KH Ali Manshur mengharapkan agar seluruh masyarakat Grobogan, baik yang beragama Islam maupun non Islam hendaknya dapat bersama-sama merealisasikan seruan Ramadhan PCNU ini.?

“Mengingat pentingnya seruan Ramadhan ini, maka saya harap seluruh komponen serta elemen yang ada di Grobogan secara totalitas ikut mendukung terealisasinya seruan tersebut” ungkap Kiai Ali Manshur yang didampingi Ketua LTNNU Grobogan Saifudin Alia.

Seruan Ramadhan PCNU Grobogan ini juga dikirim pada Bupati Grobogan, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Kesbanglinmas dan Satpol PP Kabupaten Grobogan.

Redaktur ? ? : Syaifullah Amin?

Kontributor :Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Quote HMI Tegal Kab

IPNU-IPPNU Bandung Gelar Makesta Raya dan Maulid

Bandung, HMI Tegal Kab. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kota Bandung mengelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad di Pesantren Al-Munawwaroh, Gede Bage, Bandung, pada Sabtu (26/01) lalu.

IPNU-IPPNU Bandung Gelar Makesta Raya dan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Bandung Gelar Makesta Raya dan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Bandung Gelar Makesta Raya dan Maulid

Makesta yang diikuti ratusan pelajar putra-putra NU dari 30 kecamatan se-Kota Bandung tersebut bertema “Optimalisasi Proses Kaderisasi Menuju Keberlangsungan Organisasi yang Lebih Baik”.

Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan Al-Barzanji, dilanjutkan dengan semarak marawis anggota IPNU bernama “Al Anshar”. Lalu tabligh akbar dengan penceramah Ajengan Muhammad Nurdin, alumni Pesantren Al Munawwaroh.

HMI Tegal Kab

Makesta Raya tersebut dibuka Ketua PCNU Kota Bandung, KH MaftuhKhalil. Dalam taushiyahnya ia berpesan agar para kader IPNU-IPPNUtetap bersemangat memajukan negara Indonesia dibawah panji IPNU danIPPNU.

HMI Tegal Kab

Selepas resepsi pembukaan, peserta dibekali materi-materi ke-NU-an, ke-IPNU-IPPNU-an, keorganisasian, dan kepemimpinan.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kota Bandung, Fajar Nugraha mengatakan bahwa Makesta Raya ini merupakan gerbang awal para kader memasuki ranah IPNU dan IPPNU dan sejatinya kepada NU sendiri.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Pemurnian Aqidah, Pertandingan HMI Tegal Kab

Jumat, 08 Desember 2017

Lopis Raksasa dan Tadisi Syawalan Pekalongan

Pekalongan, HMI Tegal Kab - Syawalan merupakan tradisi masyarakat Kota Pekalongan khususnya masyarakat daerah Krapyak di bagian utara Kota Pekalongan, yang dilaksanakan pada setiap hari kedelapan sesudah Hari Raya Idul Fitri.

Bahkan Syawalan yang jatuh pada 8 Syawwal merupakan hari yang sangat istimewa dan selalu ditunggu-tunggu oleh warga. Pasalnya, hari itu merupakan hari berkumpulnya ribuan warga untuk bisa silaturrahim dan saling berkunjung untuk menikmati segala hidangan yang disediakan secara gratis.

Lopis Raksasa dan Tadisi Syawalan Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lopis Raksasa dan Tadisi Syawalan Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lopis Raksasa dan Tadisi Syawalan Pekalongan

Hal paling menarik dalam pelaksanaan tradisi ini adalah dibuatnya Lopis Raksasa yang ukurannya mencapai tinggi 2 meter dengan diameter 1,5 meter dan berat mencapai 225 Kg. Setelah acara doa bersama, Lopis Raksasa kemudian dipotong oleh Walikota Pekalongan dan dibagi-bagikan kepada para pengunjung.

Para pengunjung biasanya berebut untuk mendapatkan Lopis tersebut yang maksudnya untuk mendapat berkah. Pembuatan Lopis dimaksudkan untuk mempererat tali silahturahmi antaranggota masyarakat Krapyak dan dengan masyarakat daerah sekitarnya, hal ini diidentikkan dengan sifat Lopis yang lengket.

HMI Tegal Kab

Masyarakat Krapyak juga biasanya menyediakan makanan ringan dan minuman secara gratis kepada para pengunjung. Jumlah pengunjung pada tradisi ini mencapai ribuan orang yang berasal dari seluruh Kota Pekalongan dan sekitarnya. Setelah pembagian Lopis selesai, biasanya para pengunjung berbondong-bondong ke obyek wisata Pantai Slamaran Indah untuk berlibur bersama keluarga sekadar menikmati kesegaran udara pantai atau menikmati meriahnya hiburan gratis yang telah dipersiapkan masyarakat Krapyak sebelumnya.

Dari mana tradisi ini berasal? Menurut sejarah, sebagaimana dituturkan KH Zaenuddin tokoh masyarakat setempat kepada HMI Tegal Kab, orang yang pertama kali memelopori Syawalan adalah KH Abdullah Sirodj, ulama Krapyak yang masih keturunan Tumenggung Bahurekso (Senopati Mataram). Awalnya KH Abdullah Sirodj rutin melaksanakan puasa Syawal, puasa ini kemudian diikuti masyarakat sekitar Krapyak dan Pekalongan pada umumnya sehingga meski hari raya, mereka tidak bersilaturahmi demi menghormati yang masih melanjutkan ibadah puasa Syawal.

HMI Tegal Kab

Dulu, sehabis Shalat Ied suasananya masih seperti Ramadhan. Baru pada hari ke-8 Syawal, suasana Lebaran benar-benar terasa. Yang menjadi khas dalam tradisi Syawalan di Krapyak Pekalongan adalah disajikannya makanan berupa lopis. KH Abdullah Sirodj memilih lopis sebagai simbol Syawalan di Pekalongan karena terbuat dari beras ketan yang memiliki daya rekat yang kuat, yang menyimbolkan persatuan.

Zaenudin mengatakan, Presiden Soekarno datang dalam rapat akbar di lapangan Kebon Rodjo Pekalongan (sekarang Monumen) tahun 1950, beliau berpesan agar rakyat Pekalongan bersatu seperti lopis sehingga warga Krapyak setiap Syawalan selalu memotong lopis.

"Hal itu sebagai rasa syukur kepada Allah, dan melaksanakan sunah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Adapun rasa syukur tersebut diwujudkan dalam bentuk jajanan berbentuk lopis. Karena filosofi lupis sendiri sangat religius baik dari segi pemakaian bahan maupun dalam proses pembuatannya," ujarnya.

Dikatakan, ketan sebagai bahan dasar lopis memiliki makna persatuan (kraket=erat), karena ketan yang sudah direbus memiliki daya rekat yang kuat dibanding nasi. Kita sebagai sesama Muslim harus memiliki rasa saling peduli dan saling mengingatkan satu sama lain. Beras ketan yang putih, bersih memiliki makna kesucian (kembali fitri) dalam nuansa lebaran.

Bungkus lopis diambilkan dari daun pisang, yang memiliki arti perlambang Islam dan kemakmuran. Bahwa Islam selalu menumbuhkan kebaikan dan menjaga karunia Tuhan. Daun pisang yang digunakan tidak boleh terlalu tua ataupun terlalu muda, karena akan berpengaruh pada cita rasa lopis tersebut.

Selain itu ikatan atau tali pembungkus menggunakan serat pelepah pisang, melambangkan kekuatan. Sesuatu yang sudah dicapai (kembali fitri) harus dijaga agar tidak luntur ataupun berkurang. Akan lebih baik jika semakin bertambah atau ditingkatkan. Pengikat ini juga bisa berarti sebagai pengikat kita untuk menjalin silaturahmi antar-Muslim (Hablum minan nas).

Meski konon tradisi Syawalan sudah ada sejak tahun 1885, tradisi ini mulai dilakukan secara besar-besaran pada tahun 1950. Dengan memotong lopis berukuran besar oleh kepala daerah setempat. Proses memasak lopis raksasa membutuhkan waktu 4-5 hari, dengan menggunakan dandang berukuran besar. Untuk memindahkannya, harus memakai katrol.

Tahun ini Syawalan yang jatuh pada hari Ahad (2/7), lopis raksasa di Krapyak dibuat dengan diameter 213 cm dan tinggi 232 cm. Lopis dengan berat 1252 kg ini siap dibagi-bagikan kepada siapa pun yang hadir.

Nur Hidayah (50) warga Krapyak kepada HMI Tegal Kab mengatakan, tidak hanya lopis raksasa yang khas di Syawalan, hal unik lainnya adalah warga Krapyak yang mayoritas warga nahdliyyin memberikan makanan ataupun minuman secara gratis bagi siapa saja yang bertamu ke rumah pada hari kedelapan Syawwal.

Selain lopis raksasa, warga Pekalongan di beberapa? kawasan lain juga merayakan Syawalan dengan menerbangkan balon udara. Tradisi balon udara ini konon merupakan tradisi orang keturunan Indo Eropa zaman dulu yang bermukim di Pekalongan. (Iz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Ahlussunnah HMI Tegal Kab

Selasa, 21 November 2017

Habib Noval Pimpin "Pertobatan Massal" di Solo

Solo, HMI Tegal Kab. Ada nuansa haru dalam acara Nuzulul Qur’an yang digelar di markas Majelis Ar-Raudhah Dzikir dan Ilmu, Jl Duwetan No. 112, Semanggi, Pasar Kliwon, Kamis (25/7) malam lalu. Tak sedikit dari ratusan jamaah yang hadir, meneteskan air mata. Mereka hanyut saat perenungan dalam rangka pertobatan massal.

Habib Noval Pimpin Pertobatan Massal di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Noval Pimpin Pertobatan Massal di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Noval Pimpin "Pertobatan Massal" di Solo

Pengasuh Ar-Raudhah, Habib Noval bin Muhammad Al-Alaidrus memimpin langsung acara yang bertema Doa dan Munajat Di Malam Nuzulil Quran. Para jamaah meresapi setiap kata yang diucapkan oleh Habib Noval.

“Meresap sekali renungannya. Sampai saya menitikkan air mata,” kata salah satu jamaah, Andi, kepada HMI Tegal Kab.

HMI Tegal Kab

Jamaah dari Laweyan tersebut merasa betapa nikmatnya mengamini setiap untaian doa yang dituntunkan Habib Noval.

Dalam pengajian itu Habib Noval mengajak kepada seluruh jamaah, untuk semakin giat beribadah selama Ramadhan. Ustaz yang produktif dalam menulis ini juga mengingatkan kondisi umat Islam saat ini yang telah banyak mengalami pergeseran akhlak.

HMI Tegal Kab

Selain itu, dia ingin agar masyarakat muslim Solo pada khususnya, harus bisa shalat. Bahkan cita-citanya itu kelak akan diwujudkan dengan mendirikan kursus Fasolatan di Solo. “Saya mencanangkan di Kota Solo ini tidak ada lagi orang Islam yang tidak bisa Shalat. Semua muslim harus bisa shalat,” tegasnya.

Tidak hanya bisa shalat, tetapi juga mengerti syarat dan rukunnya. “Karena apa, banyak orang yang shalat tapi belum memenuhi syarat dan rukunnya. Nanti, akan dimulai dengan cara berwudhu yang benar,” imbuhnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Makam, Habib HMI Tegal Kab

Senin, 20 November 2017

Ajengan Menggerakkan Ayat Jadi Klinik

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Cicurug Sukabumi Ajengan KH Abdul Basith mengatakan, sebuah negara yang merdeka adalah ketika ada seorang masyarakat sakit, kemudian datang ke rumah sakit, ia tidak perlu membayar, tapi gratis.

Sekarang memang pemerintah Indonesia mengupayakan pelayanan kesehatan melalui BPJS, tapi program tersebut masih berbayar.

Ajengan Menggerakkan Ayat Jadi Klinik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajengan Menggerakkan Ayat Jadi Klinik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajengan Menggerakkan Ayat Jadi Klinik

Tak hanya itu, harga sandang pangan di negara merdeka seharusnya murah atau terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Kalau bisa gratis.

“Sekarang ada beras raskin, itu bukan gratis, tapi masih membayar, itu namanya jualan,” katanya dalam bahasa Sunda ketika ditemui di kediamannya pada Senin (18/7). ?

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Ajengan yang Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi ini, tak hanya diam dengan keadaan itu. Ia mencari akal agar, tetangganya di desa ia tinggal, bisa gratis dalam pengobatan apabila ada yang sakit. Juga bisa membayar beras raskin bagi orang miskin.

Ia pun teringat akan ayat dalam Al-Qur’an bahwa ciri orang yang bertakwa adalah orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit (QS 3 Ali Imron ayat 134)

Tidak hanya mengetahui atau berbicara, dari ayat itu, ia mengupayakannya. Caranya adalah mendekati tokoh masyarakat untuk mengajak warga menyisihkan uang 500 rupiah per hari.

Ajakan Ajengan Basith itu gayung bersambut, setelah diadakan pertemuan warga sedesa, mereka sepakat dan melakukannya. Dan hasilnya mencengangkan, warga di Desa Nanggerang bisa mengumpulkan uang 25 juta per bulan.

Ketika uang itu dikumpulkan selama 2 tahun, warga Nanggerang mampu membeli mobil ambulans satu, klinik gratis satu, sekretariat Zakat Infak dan Sedekah, serta membebaskan pembelian raskin bagi warga tidak mampu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam HMI Tegal Kab

Minggu, 12 November 2017

Destinasi Wisata Alami Jadi Andalan Banyuwangi

Banyuwangi, HMI Tegal Kab. Memiliki sejumlah tempat wisata yang menjadi jujugan para pelancong, tidak selamanya harus dengan mendirikan bangunan baru. Lewat sentuhan kreativitas dan memanfaatkan bangunan dengan konsep berbasis alam, ternyata juga bisa menjadi pilihan.

Destinasi Wisata Alami Jadi Andalan Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Destinasi Wisata Alami Jadi Andalan Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Destinasi Wisata Alami Jadi Andalan Banyuwangi

Setidaknya itulah yang dapat disaksikan di beberapa destinasi wisata di kawasan Banyuwangi. "Kami memanfaatkan bahan alami untuk membangun beberapa wahana wisata," kata Abdullah Azwar Anas, Sabtu (4/11).

Penjelasan tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi ini saat mengantarkan peserta Konferensi Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur di Pondok Indah, Desa Pereng, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur.

"Bangunan yang ada ini terbuat dari kayu, demikian pula ornamen lainnya," kata mantan Ketua Umum PP IPNU tersebut. Bupati Anas kemudian menunjukkan tumpukan batu yang dijadikan jalan menuju Pondok Indah.

Konsep wisata alami ternyata banyak mendapatkan apresiasi dari sejumlah wisatawan. "Baik dalam maupun luar negeri," ungkapnya.

HMI Tegal Kab

Dalam paparan pria yang juga sebagai Ketua PW ISNU Jatim tersebut mengajak masyarakat setempat untuk memanfaatkan keindahan alam untuk dikelola sebagai destinasi wisata. Tercatat, sejumlah rumah penduduk yang telah disulap menjadi penginapan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

"Imbasnya, taraf hidup masyarakat di sini mengalami peningkatan yang membanggakan," katanya.

Kota paling timur di pulau Jawa ini juga menggunakan pendekatan yang lebih substansial dalam mengurangi penyakit masyarakat seperti prostitusi.

"Kita tidak menggunakan peraturan daerah syariah, namun lebih mengedukasi masyarakat," ungkapnya. Bahwa mengurangi tersebarnya penyakit kelamin dapat dilakukan lewat penjelasan yang disampaikan sejumlah tenaga kesehatan, lanjutnya.

HMI Tegal Kab

Dia juga menceritakan sejumlah perdebatan yang mengemuka di masyarakat ketika akan diberlakukannya peraturan daerah berbasis syariah. "Baik yang pro maupun kontra," terangnya. Karena itu, yang lebih ditekankan di wilayahnya yakni dengan tidak terlalu larut dalam bungkus berupa aturan, melainkan strategilah yang lebih dikedepankan.

Di akhir paparannya, Bupati Anas berpesan kepada peserta konferensi untuk dapat meniru konsep pembangunan wisata alami di daerah masing-masing. "Pengalaman selama di sini bisa juga diterapkan di kawasan anda semua," pungkasnya. 

Konferensi PW ISNU Jatim berlangsung Sabtu hingga Ahad (4-5/11). Di sela kegiatan tersebut, Bupati Anas mengajak peserta yang berasal dari sejumlah kota dan kabupaten se-Jatim ini mengunjungi tempat wisata. Termasuk melepas anak penyu atau tukik di pantai Boom. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Makam HMI Tegal Kab

Jumat, 10 November 2017

IPPNU Jatim Tolak Politik Praktis

Kediri, HMI Tegal Kab. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur, menolak kepentingan politik praktis masuk arena Kongres IPPNU ke-XVI di Palembang Desember 2012.

IPPNU Jatim Tolak Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Jatim Tolak Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Jatim Tolak Politik Praktis

"Kami kepentingan menolak politik praktis karena sangat tidak mendidik. Kami justru ingin memberikan pendidikan politik yang baik bagi para kader IPPNU, dengan tanpa memihak salah satu calon," kata Ketua PW IPPNU Jatim Robiah Al Adawiyah, Senin.

Robiah menyebut, sejumlah calon yang hendak maju dalam Kongres IPPNU ke-XVI tersebut sudah mulai mendekati, bahkan secara terang-terangan meminta dukungan dan rekomendasi.

HMI Tegal Kab

Namun, ia menyebut, adanya dukungan dan rekomendasi itu merupakan praktik pendidikan politik yang buruk. Selain masih belum mengenal secara pribadi calon-calon tersebut, visi mereka untuk kemajuan IPPNU ke depan juga belum jelas.

Ia justru menyayangkan jika ada sekelompok pihak yang justru hanya mementingkan dukungan saat kongres. Padahal, dalam acara itu masa depan IPPNU ke depan dipertaruhkan.

HMI Tegal Kab

"Di kongres, ada banyak hal yang dibahas untuk kemajuan IPPNU. Materi itu lebih penting, dan harusnya itu yang menjadi pokok pembicaraan bukan yang lain," katanya.

Ia menyebut, saat Kongres sebelumnya sudah disepakati adalah salah satu badan otonom yaitu Korps Kepanduan Putri (KKP). Namun, sampai saat ini yang bisa merealisasikan, kecuali hanya sejumlah wilayah di antaranya di Jatim.

"KKP saja hanya ada di beberapa wilayah. Di Jatim, kami langsung realisasikan untuk program itu, bahkan kami ditunjuk untuk menjadi tuan rumah saat pra-kongres. Kami ingin materi-materi di kongres lebih menjadi fokus pembahasan, termasuk adanya KKP di seluruh wilayah di Indonesia," harapnya.

Ia juga mengkhawatirkan adanya ulah sekelompok oknum yang nantinya justru merusak IPPNU. Pengalaman saat kongres sebelumnya, saat acara kongres justru yang dibahas bukanlah masalah yang penting, di antaranya hanya berkutat pada masalah yang tidak begitu substansial, yaitu umur.

Untuk itu, ia meminta agar para peserta kongres tidak terjebak pada politik praktis, di antaranya demi uang. Ia meminta, para peserta kongres memperhatikan masa depan IPPNU ke depan. Terlebih lagi, tantangan dunia pelajar saat ini cukup besar.

Para pelajar banyak yang terjebak dalam lingkungan yang salah di antaranya sering terlihat tawuran antarsesama pelajar, terjebak peredaran narkotika, bahkan sampai terlihat kriminal.

"IPPNU harus bisa menempatkan diri sebagai salah satu lembaga yang mampu menjadi menjadi wadah bagi para pelajar, tempat mereka belajar dan menyalurkan kegaiatan yang positif," pungkasnya.

Kongres IPPNU ke-XVI rencananya akan berlangsung pada 30 November sampai 4 Desember 2012 di di Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan. 

Rencananya, kegiatan itu akan dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu, sejumlah narasumber maupun tokoh akan hadir di antaranya Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI), S Iswaran (Menteri Pendidikan, Perdagangan dan Industri Singapura), H. M Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI ke-10), Alex Noerdin (Gubernur Provinsi Sumatera Selatan), dan sejumlah narasumber lainnya. 

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam HMI Tegal Kab

Jumat, 13 Oktober 2017

Waktu Utama Baca Al-Qur’an

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW berkata, “Bacalah Al-Qur’an karena kelak ia akan memberikan syafa’at kepada orang yang membacanya,” (HR. Muslim). Ini adalah satu dari sekian banyak dalil tentang keutamaan membaca Al-Qur’an.

Rasulullah SAW menamsilkan orang Islam yang membaca Al-Qur’an dengan buah jeruk yang rasanya enak dan harum. Sementara orang Islam yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang rasanya manis tetapi tidak wangi, (HR. Ibnu Hibban).

Waktu Utama Baca Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Waktu Utama Baca Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Waktu Utama Baca Al-Qur’an

Seperti halnya shalat, baca Al-Qur’an juga memiliki waktu-waktu tertentu yang sangat dianjurkan membacanya. Menurut An-Nawawi, waktu yang paling utama ialah ketika shalat.

HMI Tegal Kab

Adapun di luar shalat, waktu utamanya adalah pada paruh kedua di malam hari, setelah shalat subuh, dan antara maghrib dan isya. Berikut perincian An-Nawawi dalam al-Adzkar,

HMI Tegal Kab

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adapun waktu utama baca Al-Qur’an di luar shalat ialah pada malam hari. Paruh kedua malam lebih utama dibanding paruh pertama. Disunahkan juga membacanya ketika selang waktu maghrib dan isya. Sementara waktu siang, yang dianjurkan ialah ketika usai shalat subuh. Pada prinsipnya, kapan pun baca Al-Qur’an diperbolehkan. Tidak ada kemakruhan untuk baca Al-Quran kapan saja. Bahkan baca al-Qur’an di waktu yang dimakruhkan shalat sekali pun tetap diperbolehkan.”

Berdasarkan penjelasan ini, dapat dipahami bahwa terdapat waktu utama baca Al-Qur’an baik pada siang maupun malam hari. Pada waktu siang hari, yang sangat dianjurkan ialah setelah shalat shubuh.

Adapun malam hari, paruh kedua malam lebih diutamakan. Andaikan khawatir tidak terjaga di malam hari, usai shalat magrib menjelang isya juga waktu yang sangat baik digunakan untuk baca Al-Qur’an.

Namun perlu diperhatikan, tidak ada waktu larangan dan makruh baca Al-Qur’an. Jadi kapan pun waktunya diperbolehkan untuk membacanya. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ahlussunnah, Makam, Berita HMI Tegal Kab

Rabu, 04 Oktober 2017

Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning

Demak, HMI Tegal Kab. Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah mengadakan pelatihan metode membaca kitab secara cepat dengan metode Al-Ikhtishor dan Al-Lubab di aula Kemenag Demak, Selasa (7/10). Sebanyak 100 perwakilan dari pengurus pesantren dan madrasah diniyah takmiliyah sekabupaten Demak mengikuti pelatihan metode yang dikembangkan alumni pesantren Mathaliul Falah dan Al-Anwar Sarang ini.

Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning

"Metode cepat membaca kitab kuning banyak. Sudah ada empat metode yang kita (Kemenag Kanwil Provinsi Jawa Tengah-red) fasilitasi. Ada metode Amtsilati, Ibtidai, Al-Lubab, dan Al-Ikhtisor. Ini merupakan solusi yang efektif bagi orang tua yang tidak punya banyak waktu untuk mendidik dan mengajari baca kitab anaknya," kata Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Jawa Tengah Mukhtasit, Selasa (7/10).

Sejalan dengan itu, belakangan ini muncul banyak metode cepat agar bisa memahami kitab kuning. "Kalau dulu perlu belajar sampai 10 tahun di pesantren, kini satu bulan cukup untuk bisa membaca kitab kuning," ujar Fakhrudin, pencetus metode Al-Lubab. Ini merupakan solusi atas minimnya waktu untuk mempelajari kitab kuning dengan panduan satu kitab Al-Lubab.

HMI Tegal Kab

Untuk Al-Ikhtishor sudah ada memiliki manajemen untuk mengembangkan metode ini. Di bawah naungan KH Nur Kholis, metode Al-Ikhtishor sudah berjalan selama empat tahun. Hanya dengan waktu dua bulan dalam waktu lima puluh jam sudah bisa membaca kitab gundul. Dengan pengajaran satu jam tiap harinya.

"Kunci yang harus dipegang adalah tidak hanya hafal tapi teliti dan mau berpikir," ungkap kiai Amin Fauzan Badri selaku penulis kitab Al-Ikhtishor.

HMI Tegal Kab

Kitab ini merupakan teori yang dilanjutkan praktik. Seseorang yang ingin menguasai kitab kuning harus praktik 3-6 bulan untuk kitab yang berkategori mudah seperti Fathul Qorib, kitab fikih Tahrir untuk menengah dan sulit untuk kitab gundul secara umum.

Metode Al-Ikhtishor, ibarat pisau, semakin sering digunakan semakin tajam. Tinggal bagaimana kita menggunakan pisau ini untuk kebutuhan kita dalam memahami kitab sebagai sumber ilmu pengetahuan. Selain itu, Semua kalangan bisa menggunakan metode ini dengan syarat bisa baca tulis latin (bahasa Indonesia) dan Arab.

Kegiatan ini merupakan respon atas keprihatinan pendidikan diniyah yang tak banyak mendapatkan perhatian dari para orang tua. Terlebih setelah dikeluarkannya Surat Edaran (SE) No. 420/006752/2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Jateng untuk melaksanakan lima hari sekolah tingkat SMA/SMK.

Ini merupakan kekhawatiaran tersendiri bagi eksistensi pendidikan diniyah di provinsi Jawa Tengah. Pasalnya, selama ini pendidikan diniyah banyak dilakukan siang/sore hari. Maka ilmu-ilmu keagamaan akan banyak dilupakan. Itulah hal yang yang dikhawatirkan Sholihin, Kabid PD Pontren Kemenag ? Jateng. (Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pahlawan, Makam HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock