Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Komisi Waqi’iyah Godok Draf Soal Ekologi

Jakarta, HMI Tegal Kab. Penanggung jawab sidang komisi bahtsul masail diniyah waqi’iyah kini tengah menyiapkan bahan perihal lingkungan hidup untuk di bahas pada Muktamar Ke-33 NU mendatang. Mereka resah atas aktivitas pertambangan yang memiliki daya rusak luar biasa terhadap lingkungan.

Komisi Waqi’iyah Godok Draf Soal Ekologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisi Waqi’iyah Godok Draf Soal Ekologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisi Waqi’iyah Godok Draf Soal Ekologi

“Bayangkan di sebagian daerah sudah ada bupati yang mengharuskan warganya untuk mengenakan batu akik,” kata staf Syuriyah PBNU Mahbub Ma’afi Romadhon, Selasa (17/3).

Dampak kerusakan lingkungan termasuk kerusakan sarana umum seperti jalanan akibat penambangan batu, pasir, emas, atau jenis logam, perlu dibahas di muktamar. Pasalnya, dampak kerusakan alamnya akibat penambangan itu luar biasa. Penambangan emas di Jember sempat mengemuka pada rapat komisi kemarin, kata Mahbub.

HMI Tegal Kab

Menurut Mahbub, isu ekologi ini sengaja diangkat untuk menggenapi 5 bahan bahasan yang ditetapkan rapat komisi waqi’iyah di Jakarta pada Kamis (12/3) sore.

Untuk merumuskan soal lingkungan hidup, pihak komisi waqi’iyah kini menampung masukan dari daerah dan juga masukan dari para ahli.?

HMI Tegal Kab

“Setelah 5 masalah itu, komisi waqi’iyah masih akan menambahkan 3 hingga 4 masalah yang meliputi ekologi, bio medis, dan muamalah. Maksudnya, agar isu di muktamar nanti beragam,” tandas Mahbub. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Jadwal Kajian, Warta HMI Tegal Kab

Senin, 29 Januari 2018

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti

Solo, HMI Tegal Kab. Ratusan siswa dari Sekolah Dasar (SD) Ta’mirul Islam mengikuti kegiatan kemah Pramuka, selama dua hari (18-19/10). Acara yang diselenggarakan di Lapangan Kelurahan Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo ini dirangkaikan dengan acara bakti sosial.

Kepala Sekolah SD Ta’mirul Islam, Slamet, menerangkan kegiatan kemah bakti ini merupakan acara rutin yang dihelat setiap setahun sekali pasca-agenda UTS (Ulangan Tengah Semester) I. “Harapannya dengan mengikuti kegiatan ini, anak-anak dapat lebih fresh pikiran mereka. Sekaligus juga dapat menanamkan rasa sosial kepada para siswa,” terang Slamet.

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti

Dalam kegiatan yang bertajuk “Membangun Semangat Patriotisme, Bertanggung Jawab dan Berjiwa Sosial” ini para siswa medapatkan banyak pengalaman, mulai dari berlatih mendirikan tenda hingga ketrampilan lainnya.

HMI Tegal Kab

Ghazi Ata, salah satu siswa menuturkan kesannya usai mengikuti acara kemah ini. “Senang sekali dengan kegiatan ini. Paling seru saat ikut widegame, regu kami mesti melewati beberapa pos untuk menjadi yang terbaik,” ungkap siswa Kelas VI tersebut.

Acara kemah ditutup pada Ahad siang, dengan penyerahan hadiah untuk sejumlah regu yang memenangkan beberapa kategori lomba. (Ajie Najmuddin/Anam)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Warta, Olahraga HMI Tegal Kab

Sabtu, 06 Januari 2018

Baru Dua Bulan Menikah, Banser Banjarnegara Tewas

Banjarnegara, HMI Tegal Kab
Longsor di yang terjadi di dukuh Gunungraja desa Sijeruk Banjarmangu Banjarnegara masih meninggalkan duka mendalam bagi para korban. Dukuh yang terkenal dengan salaknnya itu pun terpendam tanah, sehingga sejumlah bangunan seperti masjid dan sekolah tidak kelihatan lagi. Ratusan nyawa menjadi korban dalam musibah itu, salah satunya adalah Husnen, anggota Banser yang hingga kini jasadnya belum ditemukan. Siapa sebenarnya Husnen?

Musibah bertubi-tubi kembali terjadi. Belum kering air mata masyarakat karena hantaman tsunmi, bangsa ini kembali dikejutkan dengan musibah longsor yang menimpa warga dukuh Gunungraja Banjar negara. Air matapun akhirnya tumpah kembali. Ratusan nyawa menjadi korban longsor yang mengubur perkampungan padat tersebut.

Husnen adalah salah satu anggota Banser yang diduka kuat meninggal karena hingga saat ini jasadnya belum berhasil ditemukan oleh tim evakuasi. Husnen pada saat longsor datang memang sedang berada di rumah bersama keluarganya.

Ayahnya Halimi dan dua saudaranya, yaitu Mariya dan Badar juga meninggal dalam musibah itu. Sementara istrinya Lilis dan saudaranya Misrun selamat. Lilik pada`malam sebelum kejadian longsor sedang pulang menjenguk orang tuanya di desa Kalilunjar, sementara Misrun sempat menyelematkan diri dari longsor.

Keluarga Husnen tinggal sebuah rumah sederhana di komplek masjid. Masjid megah yang berada di komplek itu pun kini tidak ada bekasya karena tertimbun  tanah longsoran. Ada dua kemungkinan, Husnen mungkin meninggal bersama warga lainya saat berada di masjid atau mungkin meninggal di rumah bersama keluarganya, karena pada saat itu ada sumber yang mengatakan, sebagian jamaah sholat shubuh pada saat longsor sudah kembali ke rumah.”ada yang bilang sebagian jamaah sudah pulang,” kata sumber Duta.

Kawan-kawan dekat Husnen tidak pernah menduga sahabatnya itu akan cepat menghadap sang pencipta. Mereka pun sangat kehilanagan karena Husnen dikenal ramah dan pandai bergaul.”Husnen itu orangnya ramah dan pandai bergaul. Dia orangnya sangat baik. Saya akrab sama dia. Bahkan saat masuk menjadi anggota Banser kita bareng,” Kata Rohadi, kawan dekat Husnen ketika ditemui Duta di Posko relawan NU, kemarin.

Kapan Husnen mulai masuk menjadi anggota Banser? Menurut Rohadi, Husnen adalah sosok kader NU yang militan. Dia selalu aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh NU atau Banser. Dia resmi masuk menjadi anggota Banser pada akhir tahun 2005 lalu dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh Banser di Banjarnegara. Sejak itulah, aktif di NU.

Dikatakan Rohadi, Husnen juga seorang santri yang perlu diteladani. Meski hanya berbekal ijazah Madrasah Ibtidaiyah (MI), dia berangkat mendalami ilmu agama di pondok pesantren Darussalam, sebuah pondok pesantren yang terletak di daerah Purbalingga Jateng. Dia menghabiskan sebagian masa mudanya di pesantren itu, yaitu selama 8 tahun. Tentu itu bukan masa yang pendek untuk perjalanan menuntut ilmu.”Lama juga dia di pesantren. Tidak kurang dari delapan tahun. Setelah pulang dari pesantren itulah di mulai aktif jadi Banser,” jelas Rohadi.

Senada dengan Rohadi, Sabit Albanani, sahabat dekat Husnen saat berada di pondok pesantren mangatakan, sebagai seorang santri, Husnen dikenal ramah dan pandai bergaul.

Di juga merasa kehilangan atas kepergian sahabatnya itu.”Saya sangat paham pribadi Husnen. Dia itu berangkat ke pesantren bersama saya. Waktu di pesantren juga tinggal sama saya kok mas. Di memang baik,” kata Sabit Albanani dalam sebuah perbincangan dengan Duta.

Husnen ternyata juga masih tergolong pengantin baru.

Kurang lebih dua bulan lalu dia menikah dengan istrinya, Lilik. Kini Lilik tinggal bersama orang tuanya di desa Kalilunjar Banjarmangu. Sayangnya, baik Misrun, maupun Lilik tidak dapat ditemui, karena kondisinya masih shok berat, akibat ditinggal suami tercintanya.”Akhir bulan Ramadlan lalu dia menikah,” jelas Sabit Albanani.(amh)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta HMI Tegal Kab

Baru Dua Bulan Menikah, Banser Banjarnegara Tewas (Sumber Gambar : Nu Online)
Baru Dua Bulan Menikah, Banser Banjarnegara Tewas (Sumber Gambar : Nu Online)

Baru Dua Bulan Menikah, Banser Banjarnegara Tewas

Rabu, 03 Januari 2018

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah

Padangpariaman, HMI Tegal Kab

Sorak, tepuk tangan, menjijik, rasa takut dan kesedihan bercampur-baur dikalangan pengurus IPNU Padangpariaman dan santri pondok pesantaren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat saat menyaksikan tayangan film Sang Kiai. Suasana spontan berubah dari keheningan menjadi tepuk tangan ketika menyaksikan tayangan santri berhasil menyerbu markas bangsa Sekutu.

Demikian suasana nonton bareng Sang Kiai yang diselenggarakan Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padang Pariaman dalam rangkaian Peringatan Hari Santri 2016, Sabtu (22/10) malam. Hampir seribuan penonton yang didominasi para santri dan santriwati pondok pesantaren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padangpariaman, ? terlihat puas menyaksikannya.

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah

Seperti diakui salah seorang santri kelas II Abdurrahman Wahid Arni Putra, film Sang Kiai memberikan inspirasi baru bagi kami di pesantren ini. Kami mengetahui bagaimana sosok perjuangan KH Hasyim Asy’ari sebagai seorang ulama kharismatik dan pimpinan pesantren. Selain itu, bagaimana pula sosok santri yang rela berjuang mempertahankan jiwa raganya agar bangsa penjajah angkat kaki dari bumi Indonesia.

Ketua PC IPNU Padangpariaman Fauzan Ahmad usai nonton bareng (nobar) pukul 23.15 WIB menyebutkan, kegiatan nobar ini memang yang pertama kita libatkan santri. Dengan momen Hari Santri ini kita ingin para santri mendapatkan hiburan, pendidikan, dan pengetahuan baru. Sebelum Nobar, didahului dengan pembacaan Shalawat Nariyah yang dipimpin oleh Ketua Rijalul Ansor PW GP Ansor Sumatera Barat M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah.

“Melalui film Sang Kiai ini terlihat semua santri puas dan mengikutinya dengan serius. Buktinya, tidak ada satupun pengurus IPNU dan santri yang meninggalkan aula tempat pemutaran film Sang Kiai,” kata ? Fauzan.

Harapan kita, kata Fauzan, penayangan film tersebut dapat memberikan inspirasi baru? bagi santri Nurul Yaqin Ringan-Ringan. “Yang tidak kalah pentingnya, sejak masih sebagai santri di Pesantren, kita sudah perkenalkan dengan peran Nahdlatul Ulama dalam melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mudah-mudahan para santri tersebut menjadi benteng NU dan NKRI kelak setelah menyelesaikan pendidikan di Nurul Yaqin,” tambah Fauzan.? (tanjung armaidi/abdullah alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Kiai, Nusantara, Warta HMI Tegal Kab

Senin, 18 Desember 2017

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi

Jombang, HMI Tegal Kab. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang menggelar sosialisasi akreditasi, Sistem Informasi Anggota Gerakan Pemuda Ansor (SIGAP), dan pelatihan administasi organisasi di MI Al-Istiqomah, Yayasan Al-Istiqomah, Mojongapit, Jombang, Jawa Timur, Selasa (25/8).

Ketua PC GP Ansor Jombang, H. Zulfikar Damam Ikhwanto menyampaikan, kegiatan ini dihadiri Pimpinan Cabang, Ketua dan Sekretaris dari Seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Jombang. "Adanya sosialisasi akreditasi ini dapat memberikan motivasi sekaligus kejelasan arah dalam mengelola organisasi," ungkapnya.

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi

Setidaknya ada beberapa indikator yang bisa dijadikan acuan dalam menata Ansor, yaitu majelis dzikir dan shalawat Rijalul Ansor atau kegiatan peringatan hari besar agama Islam, kaderisasi, lembaga keuangan mikro syariah, lembaga kursus dan pelatihan, kebanseran, struktur organisasi dan pendataan anggota Ansor dalam SIGAP online.

HMI Tegal Kab

"Sehingga kinerja organisasi bisa diukur dan kelayakan dalam pengelolaan organisasi juga dapat dinilai," katanya. Akhirnya reward dan punishment pun akan diberlakukan berdasar hasil akreditasi itu, lanjutnya.

HMI Tegal Kab

Sementara materi tertib administrasi, pengisian laporan akreditasi dan pelatihan aplikasi SIGAP online dipandu sekretaris umum PC GP Ansor Jombang, Muizzun Hakam. "Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan pengurus PAC dapat menertibkan administrasi organisasi, melakukan pendataan anggota melalui SIGAP online, menjalankan kegiatan sebagaimana yang dijadikan indikator penilaian dalam akreditasi dan disampaikan ke ranting masing-masing," tandas Muiz, panggilan akrabnya.

Ditambahkan, di samping materi tersebut, peserta juga mendapatkan materi sekilas jurnalistik dari Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang, M. Afairur Ramadhan.

"Hal ini untuk memperkaya khazanah kepenulisan dalam rangka mempublikasikan kegiatan, baik di media sosial atau media online," terangnya.

Usai pelatihan, akan dilakukan tindak lanjut dari kegiatan untuk memantapkan materi yang didapat, utamanya melalui komunikasi intensif dan asistensi atau pendampingan. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta, Daerah, Kajian Islam HMI Tegal Kab

Kamis, 07 Desember 2017

Kamus Al-Munawwir Dibuat di Zaman Serbarepot

Yogyakarata, HMI Tegal Kab. Sejak diterbitkan secara massal pertama kali pada 1980-an, baru kali ini kamus fenomenal Al-Munawwir dibedah. Acara bedah kamus yang menjadi pembuka rangkaian Harlah XX Kopontren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta ini adalah salah satu upaya menjaga karya besar peninggalan sesepuh.

Demikian disampaikan Gus Kholid Rozaq selaku penasihat Kopontren Al-Munawwir Krapyak yang juga menantu penyusun kamus tersebut, KH Ahmad Warsun Munawwir.

Kamus Al-Munawwir Dibuat di Zaman Serbarepot (Sumber Gambar : Nu Online)
Kamus Al-Munawwir Dibuat di Zaman Serbarepot (Sumber Gambar : Nu Online)

Kamus Al-Munawwir Dibuat di Zaman Serbarepot

Dalam acara yang digelar, Ahad (26/10), di Yogyakarta ini hadir dua narasumber seagai pembedah Kamus Al-Munawwir, yakni penyusun Kamus Al-Bisri, KH Munawwir Abdul Fattah; serta KH Ali As’ad, pengasuh Pesantren Nailul Ula Plosokuning yang telah masyhur kehandalannya dalam dunia penerjemahan Bahasa Arab.

HMI Tegal Kab

“Kamus Al-Munawwir disusun oleh almarhum Mbah Warsun selama kurang lebih sepuluh tahun,” demikian ungkap KH Munawwir Abdul Fattah yang pernah menjadi sekretaris KH A. Warsun Munawwir.

HMI Tegal Kab

Kiai yang akrab disapa Pak Awing ini menambahkan, pada masa itu penyusunan kamus sangatlah repot. Bukan hanya proses pengetikan yang masih manual, tetapi juga penyetakkan dan pemasaran yang masih digarap sendiri dari pintu ke pintu. “Saat itu belum ada penerbit yang berani menggarap kamus setebal seribuan halaman lebih itu,” tuturnya.

Sebelum era Kamus Al-Munawwir, belum ada kamus yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan dunia penerjemahan di Nusantara. Baru ada Kamus Marbawi Arab-Melayu dan Kamus Abdullah bin Nuh yang masih sangat minim kosakata bahasa. Atas dasar kebutuhan zaman dan niat nasyrul ilmi, KH Ahmad Warsun Munawwir mulai menyusun kamus lengkap itu ketika ia berusia 26-an tahun di bawah pengawasan guru satu-satunya, KH Ali Maksum.

Setelah Pak Awing mengisahkan tentang seluk beluk kelahiran Kamus Al-Munawwir, KH Ali As’ad membedah kamus yang tiap tahun dicetak 20.000 eksemplar ini dari segi penyusunan, baik kelebihan dan kekurangannya.

Menurutnya, kamus terlengkap di Indonesia tersebut bukan kamus bagi orang awam karena secara alfabetis disusun dengan pola akar kata. Untuk mengetahui akar suatu kata, tentu seseorang setidaknya harus dibekali dasar-dasar ilmu nahwu dan sharaf.

Meskipun penyusunan Kamus Al-Munawwir harus tetap bertahan pada makna dasar suatu kata, namun pengembangan kamus ini harus terus diupayakan, kata beliau. Adanya fasilitas komputerisasi bisa menjadi batu loncatan Kamus Al-Munawwir agar penggunaannya bisa meluas, sehingga diharapkan bisa menggeser kemasyhuran Kamus Munjid karya Louis Ma’louf di dunia internasional.

Kedua narasumber memancing gairah menulis 150-an hadirin yang siang itu memenuhi Aula G Pondok Pesantren Al-Munawwir dengan berbagai motivasi. Keberadaan Kamus Al-Munawwir bisa menjadi pemantik bagi lahirnya kamus-kamus lain dalam tema dan warna yang berbeda-beda. Kabar terbaru, saat ini sedang berlangsung proyek penerbitan Kamus Al-Munawwir edisi luks dan Kamus Al-Munawwir Mini yang mudah dibawa kemana-mana. (Zia Ul Haq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta HMI Tegal Kab

Sabtu, 02 Desember 2017

Ini Alasan-alasan Mendasar Kenapa NU Menolak FDS

Jakarta, HMI Tegal Kab. Nahdlatul Ulama menanggapi serius persoalan Full Day School (FDS) yang diberlakukan melalui Permendikbud. Di tingkat pusat, PBNU telah mengintruksikan kepada PWNU dan PCNU untuk menolak kebijakan tersebut. ?

Ini Alasan-alasan Mendasar Kenapa NU Menolak FDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan-alasan Mendasar Kenapa NU Menolak FDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan-alasan Mendasar Kenapa NU Menolak FDS

Menurut Ketua PBNU Bidang Hukum H. Robikin Emhas, bagi NU, persoalan FDS ini serius sekali dan tak ada tawar-menawar. “Permendikbud itu kabarnya, mau dievaluasi melalui Perpres yang di dalamnya ada norma yang diatur, di antaranya FDS itu diterapkan secara optional (pilihan); artinya bagi yang sudah siap, silakan diterapkan. Bagi yang tidak, ya silakan,” jelasnya di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (9/8).

Namun, kata alumnus Pondok Pesantren Qiyamul Manar Gresik dan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang, itu berdasarakan pengalaman di lapangan, seluruh regulasi, meskipun sifatnya optional, pelaksanaannya sangat bergantung pada pemikiran orang yang melaksanakannya. Sehingga meski Perpres mengatur optional, bisa saja di lapangan dipaksakan untuk diterapkan. “Nah, NU tidak ada tawar-menawar sama sekali. Tidak. FDS no. Optional sekali pun tidak.” ?

HMI Tegal Kab

Seandainya Perpres itu ditetapkan dan isinya seperti Permendikbud yang ada sekarang, sikap NU jelas akan tetap menolak. Alasannya, berdasarkan hasil penelitiannya Setara Institute, Wahid Institute dan penelitian-penelitian lembaga indevenden lain, bahkan Kemenag, tumbuhnya radikalisme dan intoleransi di sekolah-sekolah umum sudah pada 6,8 persen. “Itu angka yang sangat mengkhawatirkan.”

HMI Tegal Kab

Pihak yang berandil besar menumbuhkan anak hingga 6,8 persen itu, adalah mereka yang selama ini mengusung gagasan-gagasan Islam formal. “Padahal kalau ngomong mengenai kenapa Indonesia selama ini sebagai negara besar dengan ragam, etnik, budaya, agama dan sebagainya, tapi tetap damai, jawabannya satu, karena di Indonesia ada pesantren, madrasah diniyah,” jelasnya. ?

Kalau FDS diterapkan, pertumbuhan intoleransi dan radikalisme yang 6, 8 persen itu, jika diperpanjang waktunya, maka potensi pertumbuhannya akan semakin inggi. “Di sisi lain, pada waktu yang bersamaan, gudangnya Islam moderat yang basis pendidikannya adalah madrasah diniyah, dengan sendirinya mati.”

Maka, ketika pertumbuhan Islam moderat berkurang, sementara Islam garis keras, intoleran semakin tinggi, diperkirakan 15 tahun yang akan datang, Indonesia bisa perang saudara. Sepertinya, pemerintah belum sepenuhnya menyadari hal itu.

Anehnya, berdasar informasi yang didapat, asal-muasal pemerintah menerbitkan kebijakan itu lahir dalam Rapat Terbatas (Ratas) kabinet, mengenai pariwisata. “Rapatnya pada bulan Februari kalau tidak salah, tahun ini. Rapat itu adalah tentang pariwisata, bukan tentang pendidikan, penguatan karakter, bukan. Agar pariwisata ini meningkat, seyogiayanya libur sekolah, libur murid, disamakan dengan libur orang tuanya. Itu artinya mengasumsikan orang tua anak didik ini, adalah pegawai negeri.”

Penjelasannya, selama pariwisata terhambat karena anak-anak masih masuk sekolah pada Sabtu. “Coba sesembrono itu. Pada akhirnya kemudian lahir kebijakan itu,” tegas Managing Director pada ART PARTNER Law Firm tersebut.

Padahal, berdasarkan data 6,8 persen tadi, risiko masa depan, Indonesia akan menjadi semacam negara-negara Timur Tengah yang berkecamuk dengan saudaranya itu. “Sehingga saya katakan, yang terancam bukan madrasah diniyah, tapi NKRI. Ini yang perlu nyampe pada pikiran itu.”

Tentang pertumbuhan Islam radikal, intoleran, Robikin yakin hal itu bukan niat kebijakan Mendikbud, tetapi ada pihak lain yang bekerja untuk menumbuhkannya. Dan terbukti sampai sekarang pemerintah dalam hal ini Mendikbud, tidak berhasil untuk mengatasi persoalan itu (mengurangi angka 6,8 persen itu).” (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta, AlaSantri HMI Tegal Kab

Kamis, 30 November 2017

Meriahnya Peringatan Maulid di Berbagai Tempat

Jakarta, HMI Tegal Kab. Masyarakat Indonesia sangat antusias dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad pada 12 Rabiul Awal. Berbagai kegiatan mereka selenggarakan sebagai rasa syukur. Banyak diantaranya melibatkan para tokoh NU setempat.

Rais Syuriyah PCNU Rembang KH Chazim Mabrur dalam pengajian maulid di Masjid At taqwa Desa Babadan Kecamatan Kaliori Rembang. Selasa Malam (14/1) menyampaikan pentingnya menjalankan tata cara sholat yang benar.

Meriahnya Peringatan Maulid di Berbagai Tempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahnya Peringatan Maulid di Berbagai Tempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahnya Peringatan Maulid di Berbagai Tempat

Dalam pidatonya, tak segan Syuriyah yang telah kembali menjabat secara aklamasi itu, mempraktekkan gerakan sholat, dihadapan para hadirin. 

HMI Tegal Kab

“Ketika kita menjalankan salat takbir jangan terlalu tinggi. Pasalnya beribadah itu, harus menurut pantas dan tidaknya.

 Kebanyakan, masyarakat menyepelekan tata cara menjalankan ibadah rukun islam yang kedua itu. “Jadi saya mengajak agar kita menjalankan ibadah sebagai mana yang ada dalam tuntunan para ulama,”  katanya, seperti dilaporkan oleh kontributor HMI Tegal Kab Ahmad Asmu’i.

HMI Tegal Kab

Di desa  Kebonagung, kecamatan Tegowanu, Kabupaten, Grobogan, Jawa Tengah, Habib Hasan  Al-Jufri (Semarang) bersama jama’ah asuhannya “Nurudz dzolam” mengajak warga Kebonagung untuk bershalawat kepada Rasullah sebagai salah satu bukti kecintaan mereka terhadap Rasulullah pada Ahad (12/1) malam.

Dua kiai didaulat sebagai pengisi tausiyah setelah rampung pembacaan shalawat Simtud Duror. Sebagai penceramah pertama, KH Abdul Hamid dari desa Ngetuk, Tanggungharjo, Grobogan yang dalam tausiyahnya lebih menitikberatkan kepada sejarah rasul. Dilanjutkan tausiyah kedua yang disampaikan oleh KH Ihsan dari Pedurungan, Semarang dengan uraian tema mengenai keistimewaan rasul. Demikian laporan yang disampaikan oleh kontributor HMI Tegal Kab Asnawi Lathif.

Kemariahan yang sama terjadi di Pekalongan. Ribuan warga ikut menghadiri acara peringatan muludan di Kompleks Masjid Jami’ Kranji Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, Selasa (14/1). 

Acara diawali dengan pembacaan zikir, dilanjutkan dengan pembacaan kitab maulid Diba’ bersama para kiai dan habaib.

Usai bersholawat para jamaah mendengarkan beberapa petuah dari para ulama, di antaranya dari Rais Syuriyah NU Kabupaten Pekalongan, KH Muhammadun Raden Jundi. Dalam ceramahnya, Kiai Madun mengingatkan para jamaah untuk menanamkan cinta nabi kepada anak-anaknya. 

“Ajarkan anakmu untuk mahabbah kepada nabi,”

Dari Surakarta, Aji Najmuddin melaporkan puncak perayaan Sekaten 2014, ditandai dengan acara Grebek Mulud di halaman Masjid Agung Surakarta, Selasa (14/1). Ribuan warga yang hadir, ikut memperebutkan gunungan yang menjadi simbol prosesi ini.

Sebelum acara gunungan sekaten dimulai, masyarakat sudah memenuhi depan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka menunggu acara puncak gunungan Sekaten di depan Masjid Agung. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab News, Warta, Kajian HMI Tegal Kab

Senin, 13 November 2017

Hukum Memberikan Mut’ah Setelah Perceraian

Assalamu’alaikum wr. wb. Ustad saya mau bertanya, kalau ada orang yang bercerai pihak perempuan setelah perceraian mendapatkan uang mut’ah. Saya ingin menanyakan beberapa hal yang terkait dengan uang mut’ah dalam persepktif fikih, terutama fikih madzhab syafii yang banyak dipakai mayoritas muslim Indonesia. Apa yang dimaksud dengan uang mut’ah? Bagaimana hukumnya, dan dalam perceraian yang bagaimana perempuan bisa mendapatkan mut’ah, serta berapa besarannya?. Atas penjelasannya, kami ucapkan terimakasih. Wassalamu’alaikum wr. wb (Dewi Susanti/Pemalang)

 

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb.

Hukum Memberikan Mut’ah Setelah Perceraian (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Memberikan Mut’ah Setelah Perceraian (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Memberikan Mut’ah Setelah Perceraian

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Perpisahan (furqah) atau perceraian antara suami isteri bisa terjadi karena kematian salah satu dari dua pihak, atau terjadi semasa keduanya masih hidup. Dalam kasus kedua, yaitu terjadi perceraian pasangan suami-isteri bukan disebabkan oleh satunya meninggal dunia, memang dikenal istilah mut’ah.

Lantas apa yang disebut dengan mut’ah? Mut’ah secara bahasa berarti kesenangan. Menurut madzhab syafi’i, mut’ah adalah nama yang digunakan untuk menyebut harta-benda yang wajib diberikan laki-laki (mantan suami) kepada perempuan (mantan isteri) karena ia menceraikannya.

? ? ? ? -- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

HMI Tegal Kab

“Bab kelima tentang mut’ah. Mut’ah adalah nama untuk menyebut harta-benda yang wajib diberikan seorang (mantan) suami kepada (mantan) isterinya karena ia menceraikannya” (Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib Syarhu Raudl ath-Thalib, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz, 3, h. 319)  

Dengan mengau pada penjelasan ini maka pemberian mut’ah kepada mantan isteri menurut madzhab syafi’i adalah wajib. Namun tidak semua perceraian mengakibatkan keharusan adanya memberikan mut’ah. Dalam kasus cerai mati, menurut ijma’ para ulama tidak ada mut’ah sebagaimana dikemukakan oleh Muhyiddin Syarf an-Nawawi.

  ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Perpisahan itu ada dua macam, pertama perpisahan yang terjadi sebab kematian. Maka dalam kasus ini menurut ijma’ para ulama tidak mewajibkan memberikan mut’ah”. (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, Raudlah ath-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin, Bairut-al-Maktab al-Islami, 1405 H, juz, 7, h. 321)

HMI Tegal Kab

Hal penting yang harus diingat adalah bahwa perempuan yang dicerai berhak mendapatkan mut’ah apabila perceraian itu lahir dari inisatif pihak lelaki. Artinya, jika perceraian itu muncul inisiatif dari pihak perempuan, seperti dalam kasus faskh (cerai gugat) dimana pihak perempuan menggugat cerai suaminya dengan alasan suami tidak mampu menafkahinya atau menghilang. Atau disebabkan oleh pihak perempuan itu sendiri, seperti suami meminta cerai disebabkan oleh adanya aib pada isterinya, seperti isteri terkena penyakit kusta atau lepra. Maka dalam hal ini ia tidak berhak mendapatkan mut’ah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Setiap perceraian yang terjadi karena inisiatif dari pihak perempuan atau disebabkan oleh pihak perempuan maka tidak ada mut’ah, seperti pihak perempuan menggugat cerai suaminya karena si suami tidak mampu mencukupi nafkahnya atau menghilang, atau pihak lelaki mengajukan tuntutan cerai karena adanya aib pada isterinya” (Taqiyuddin Muhamman Abu Bakar al-Husaini, Kifayah al-Akhyar, Damaskus-Dar al-Khair, 1999 M, juz, 1, h. 373)

Lebih lanjut dijelaskan oleh Muhyiddin Syarf Nawawi dalam kitab Raudlah ath-Thalibin-nya bahwa jika seorang laki-laki menceraikan isterinya dan belum sempat disetubuhi (dukhul) maka harus dilihat terlebih dahulu. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa perempuan yang dicerai sebelum disetubuhi maka ia hanya berhak mendapatkan separo dari maharnya. Maka apabila separo maharnya sudah diberikan, maka ia tidak wajib memberikan mut’ah kepada mantan isterinya. Namun jika separo maharnya belum diberikan, maka ia wajib memberikan mut’ah menurut pendapat yang masyhur di kalangan madzhab syafi’i. Sedangkan jika sudah disetubuhi, maka menurut qaul jadid yang al-azhhar, ia (perempuan yang diceraikannya) berhak mendapatkan mut’ah.

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“(yang kedua) adalah perpisahan yang terjadi semasa hidup sebagaimana talak atau perceraian. Jika talak itu terjadi sebelum dukhul (disetubuhi) maka harus dilihat. Apabila pihak lelaki belum memberikan maharnya yang separo maka ia (perempuan yang dicerai) berhak mendapatkan mut’ah, namun jika maharnya yang separo sudah diberikan maka tidak ada mut’ah baginya sebagaimana pendapat yang masyhur di kalangan madzhab syafi’i. Sedangkan jika perceraian itu terjadi setelah dukhul maka ia berhak menerima mut’ah sebagaimana qaul jadid yang azhhar. (Raudlah ath-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin, juz, 1, h. 321)

Demikian penjelasan yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Saran kami, hindari sedapat mungkin perceraian. Sebab, perceraian itu akan membawa dampak yang kurang baik bagi diri kita, isteri, maupun anak, bahkan juga lingkungan sekitar kita. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

 

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq.

Wassalamu’alaikum wr. wb

 

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta, Kyai, Daerah HMI Tegal Kab

Jumat, 10 November 2017

Pengusaha NU dan Aljazair Jajaki Kerja Sama

Jakarta, HMI Tegal Kab - Sejumlah pengusaha Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) dan Himpunan Pengusaha Santri (Hipsi) menerima kunjungan beberapa pengusaha asal Aljazair, Rabu (12/10) malam, di Lantai 5, Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Rombongan dari Aljazair datang ke kantor PBNU disambut Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Ketua HPN Abdul Kholik, Ketua Hipsi Muhammad Ghazali, dan beberapa pengusaha muda NU.

Pengusaha NU dan Aljazair Jajaki Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengusaha NU dan Aljazair Jajaki Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengusaha NU dan Aljazair Jajaki Kerja Sama

Salah satu anggota rombongan dari Aljazair, Damu Abdul Hakim mengaku ingin sekali menjalin kemitraan dengan pengusaha-pengusaha Indonesia, khususnya NU. Hal itu didasari atas kekagumannya dengan kualitas produk di Indonesia.

"Saya baru saja mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI). Ternyata bagus-bagus produknya, baik olahan makanan, perkayuan, ataupun lainnya," ujar? pengusaha bidang konstruksi dan pekerjaan umum ini melalui penerjemah.

HMI Tegal Kab

Sebelumnya Ketua HPN Abdul Kholik menyambut hangat tamu luar negeri ini dan menjelaskan profil singkat HPN dan Hipsi. Menurutnya, HPN yang kini memiliki ratusan anggota tak hanya menjunjung tinggi moralitas dalam berbisnis, melainkan pula profesionalitas. Ia membuka peluang bagi kemungkinan kerja sama yang saling menguntungkan.

Sementara Ketua Hipsi Muhammad Ghazali mengungkapkan rencana pihaknya dalam waktu dekat untuk melakukan lawatan ke Aljazair dalam agenda pameran usaha. Sebanyak 61 pengusaha akan menampilkan berbagai produk usahanya, mulai dari kopi, coklat, teh, logam, busana, hingga rendang kemasan kaleng. (Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Halaqoh, Warta, Amalan HMI Tegal Kab

Sabtu, 04 November 2017

Terima Kunjungan PBNU, Panglima TNI Siap Sukseskan Peringatan Hari Santri

Jakarta, HMI Tegal Kab - Rombongan PBNU dan Panitia Hari Santri diterima Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Kantor Panglima TNI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (13/10) pagi. Rombongan PBNU ini menyampaikan rencana kegiatan Hari Santri 2016 mulai dari Kirab Resolusi Jihad, Festival Film, 1 Miliar Sholawat Nariyah, dan sejumlah kegiatan hari santri lainnya.

Pada kesempatan pertemuan ini, Panglima TNI menyatakan berkenan hadir bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam acara pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah di Pesantren Lirboyo Kabupaten Kediri pada Jumat malam, 21 Oktober 2016.

Terima Kunjungan PBNU, Panglima TNI Siap Sukseskan Peringatan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Terima Kunjungan PBNU, Panglima TNI Siap Sukseskan Peringatan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Terima Kunjungan PBNU, Panglima TNI Siap Sukseskan Peringatan Hari Santri

Jenderal Gatot berharap kegiatan sholawat dan doa bersama ini bisa bermanfaat dengan baik untuk mendoakan Indonesia.

HMI Tegal Kab

Ia juga akan menginstruksikan kepada prajurit TNI di daerah untuk ikut menyuskseskan acara ini.

Sedangkan untuk Kirab Resolusi Jihad, Panglima juga akan memerintahkan prajurit TNI untuk ikut serta dalam Kirab Resolusi Jihad. Menurutnya, perihal Kirab Resolusi Jihad, wajib hukumnya bagi TNI ikut serta. Karena Resolusi Jihad inilah salah satu pilar utama dalam memertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Atas fatwa Resolusi Jihad inilah, santri, kiai dan rakyat bersatu melawan penjajah. Jika tidak ada santri dan kiai pada saat itu (perang 10 November 1945), saya tidak tahu lagi bagaimana nasib bangsa ini. Karena saat itu TNI baru lahir dan masih lelah setelah berperang merebut kemerdekaan," kata Panglima TNI. (Red Alhafiz K)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta HMI Tegal Kab

Selasa, 31 Oktober 2017

Nekat, Gus Ipul Akan Diberhentikan Sebagai Ketum GP Ansor

Jakarta, HMI Tegal Kab. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta Saifullah Yusuf melepaskan jabatannya sebagai ketua umum Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor jika benar-benar bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Jika tidak, maka PBNU akan memecatnya.

“Kalau dia (Saifullah Yusuf, Red) nekat, maka akan diberhentikan. Tentunya melalui rapat di PBNU terlebih dahulu,” tegas Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (16/1).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur itu bisa memahami langkah Gus Ipul—demikian panggilan akrab Saifullah Yusuf—‘berganti baju’ tersebut sebagai hak pribadi. Namun demikian, ditegaskannya, di dalam aturan organisasi, termasuk badan otonom semacam GP Ansor, tidak diperkenankan pengurusnya rangkap jabatan.

Nekat, Gus Ipul Akan Diberhentikan Sebagai Ketum GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Nekat, Gus Ipul Akan Diberhentikan Sebagai Ketum GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Nekat, Gus Ipul Akan Diberhentikan Sebagai Ketum GP Ansor

“Itu hak Saiful untuk masuk PPP. Tapi jabatan ketua umum GP Ansor-nya harus dilepas dulu. Tidak boleh dan tidak bisa rangkap jabatan,” tegas mantan ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu.

Menurutnya, Gus Ipul yang juga Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal harus memilih salah satu di antaranya. Jika tidak, salah satu konsekuensinya adalah organisasi kemasyarakatan yang ia pimpin pasti akan terbengkalai.

Hasyim juga menegaskan, jika pun Gus Ipul tak masuk dalam pengurus harian PPP, maka diharapkan tak lagi melakukan manuver-manuver politik, sebagaimana dilakukan selama ini. “Meskipun anggota biasa, tidak boleh bermanuver untuk kepentingan politik praktis,” tandasnya.

HMI Tegal Kab

Sebelumnya, Rais Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin mengatakan, pihaknya akan segera menentukan sikap tentang posisi Gus Ipul. ”Secepatnya, setelah ada kejelasan tentang posisi Saiful,” katanya. Meski demikian, ketua Dewan Fatwa MUI itu mengatakan bahwa pihaknya masih menungu keterangan Gus Ipul mengenai posisi serta sikap politiknya sekarang.

Meski GP Ansor merupakan badan otonom di bawah NU, kata Ma’ruf, PBNU tidak bisa serta merta mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan atau tidak. Karena itu, akan ditempuh mekanisme musyawarah bersama antara pimpinan GP Ansor dan pengurus PBNU. (rif)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pesantren, Warta HMI Tegal Kab

Jumat, 06 Oktober 2017

Suami Harus Turuti Istri yang Ngidam

Ngidam adalah fenomena psikologis yang terjadi pada perempuan yang sedang mengandung. Ngidam bagi ibu hamil adalah sesuatu yang luar biasa. Keinginan itu terkadang tidak rasional dan terkadang terkesan mengada-ada. Menurut sebagian orang keinginan seorang istri yang sedang ngidam merupakan ujian bagi suaminya. Memenuhi permintaan perempuan ngidam berarti menunjukkan kasih sayang kepadanya, dan juga sebaliknya. Bahkan jika keinginannya tidak dipenuhi, sebagian masyarakat percaya hal itu berdampak pada calon bayi yang ada dalam kandungan.

Karena itulah bagi seorang suami diharuskan bisa memenuhi permintaan istri yang sedang ngidam. Bahkan keharusan memenuhinya selama tidak membahayakan dan tidak melanggar norma syariah. Dalam Khasyiatul Bujairomi alal Khatib diterangkan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?...

Suami Harus Turuti Istri yang Ngidam (Sumber Gambar : Nu Online)
Suami Harus Turuti Istri yang Ngidam (Sumber Gambar : Nu Online)

Suami Harus Turuti Istri yang Ngidam

Sebaiknya suami menuruti selera perempuan hamil yang dikenal dengan ngidam seperti halnya ketika menginginkan yang asam-asam sebagaimana yang menjadi adat kebiasaan.

Memang tidak ada dalil yang mewajibkan seorang suami memenuhi permintaan istri yang sedang ngidam sebagaimana tidak adanya pelarangan untuk memenuhinya pula. Akan tetapi mempertimbangkan kepayahan perempuan yang hamil, tentunya pemenuhan itu bisa menjadi dukungan moral tersendiri bagi istri yang sedng hamil. (ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Daerah, Warta, Sejarah HMI Tegal Kab

Senin, 25 September 2017

Ansor itu Penolong, Jangan Lemah

Brebes, HMI Tegal Kab. Gerakan Pemuda (GP) Ansor harus memiliki kekuatan dengan memberdayakan berbagai potensi yang dimiliki. Hal tersebut sebagai bekal untuk menolong sesama, sebagaimana misi utama Ansor sebagai penolong.



Ansor itu Penolong, Jangan Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor itu Penolong, Jangan Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor itu Penolong, Jangan Lemah

Pemberdayaan tersebut meliputi pemberdayaan organisasi, administrasi, ekonomi, dan ketrampilan, serta pengkaderan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Drs Jabir Al Faruqi saat konsolidasi GP Ansor Kabupaten Brebes di Gedung NU Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Ahad (3/2).

HMI Tegal Kab

Pergerakan yang perlu dilakukan diawali dengan pemberdayaan ekonomi, sebagai dasar untuk menguatkan organisasi dan kemandirian yang tinggi. Berkaca pada peristiwa sejarah pendirian Nahdlatul Ulama (NU) ? yang tidak bergantung pada penjajah.?

HMI Tegal Kab

“NU mengawali pergerakannya dengan mendirikan Nahdlatul Tujar, yang bergerak di bidang ekonomi,” terang Jabir.

Atas perkumpulan para sodagar pada saat itu, menjadikan NU kuat dan tidak bergantung dengan penjajah. “Nah, Ansor pun harus menapakan langkahnya dengan penguatan ekonomi, dengan mendirikan Koperasi,” ajaknya.

Pendirian Koperasi, lanjut Jabir, merupakan keniscayaan yang harus dilakukan oleh Pimpinan Cabang (PC). Bila serius mendirikan Koperasi, maka akan diberi stimulan modal awal dari PW sebesar Rp 150 Juta.?

Perlu diperhatikan, kata dia, mendirikan Koperasi Ansor bukan dimiliki oleh segelintir orang Ansor. Tetapi Koperasi tersebut dimiliki oleh organisasi. ? Ansor juga harus berani berebut masa depan, dengan menyiapkan kader. Termasuk menyiapkan pemimpin masa depan. “Kalau pengkaderannya lemah, bagaimana akan bisa menggolkan pemimpin kalau tidak di kader dari awal?” tandas Jabir.

Sementara Ketua PC Ansor Brebes Agus Mudrik Khaelani Al Hafidz menyatakan, organisasinya komit menjadi penolong. Termasuk dalam pembangunan daerah dengan menguatkan anggotanya diberbagai lini. ?

Kegiatan konsolidasi diikuti oleh jajaran pengurus PC dan ? Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Kabupaten Brebes. ?

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Wasdiun?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta, Ulama HMI Tegal Kab

Rabu, 20 September 2017

IAI Nurul Jadid Probolinggo Menggelar Gebyar Aroby

Probolinggo, HMI Tegal Kab. Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menggelar Gebyar Aroby, Rabu (2/8). Kegiatan ini digelar di aula IAI Nurul Jadid Paiton.

Dalam Gebyar Aroby ini, jenis lomba yang dilaksanakan diantaranya meliputi Khitobah Arobiah, Qisshoh Arobiyah, Qiroatul Kutub, Hifdzil Qur’an dan Ranking 1. Lomba ini diikuti oleh seluruh perwakilan mahasiswa IAI Nurul Jadid Paiton.

IAI Nurul Jadid Probolinggo Menggelar Gebyar Aroby (Sumber Gambar : Nu Online)
IAI Nurul Jadid Probolinggo Menggelar Gebyar Aroby (Sumber Gambar : Nu Online)

IAI Nurul Jadid Probolinggo Menggelar Gebyar Aroby

“Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Prodi PBA dalam bentuk kegiatan lomba kebahasaan untuk siswa tingkat SLTP dan SLTA se-Jawa Timur,” ungkap Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Nurul Jadid Paiton Hasan Baharun.

Sementara Rektor IAI Nurul Jadid Paiton Abdul Wahid Hamid menyampaikan bahwa kata yang paling penting dalam persaingan itu adalah saling bahu membahu atau beraliansi ? untuk bisa maju.?

HMI Tegal Kab

“Salah satunya adalah penguasaan di bidang kebahasaan sebagai media komunikasi dalam era global. Bagaimana kita bisa mampu berkomunikasi, khususnya bahasa Arab kalau tidak secara berjamaah dan bahu membahu dengan yang lainnya,” ungkapnya.

Menurut Abdul Wahid Hamid, di Bahasa Arab ada nilai penting jauh dari apa yang ada saat ini. “Dimana ada 2 (dua) sisi seperti mata pedang ketika kita belajar dan mengkaji ? bahasa Arab. Tajam dalam masa pendek dan tajam dalam jangka panjang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Warta, Nahdlatul Ulama, Syariah HMI Tegal Kab

Minggu, 10 September 2017

Warga Bintan Haulkan Sayid Alwi Al-Maliki dan Kiai Faqih

Bintan, HMI Tegal Kab. Mengawali peringatan haul ke-10 Sayid M Alwi Al-Maliki dan haul KH Abdullah Faqih Gresik, puluhan warga Bintan melangsungkan tahlil akbar, Khotmil Quran, Tarawih berjamaah. Pada kesempatan yang sama, mereka mengikuti pembacaan maulid Simtud Duror yang dipandu jamaah Rijalul Ansor Bintan di pesantren Mambaus Sholihin, Bintan, Jumat (18/7).

Warga Bintan Haulkan Sayid Alwi Al-Maliki dan Kiai Faqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Bintan Haulkan Sayid Alwi Al-Maliki dan Kiai Faqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Bintan Haulkan Sayid Alwi Al-Maliki dan Kiai Faqih

Tampak hadir dalam haul ini Katib Syuriyah PCNU Bintan, Ketua GP Ansor, Pagar Nusa Bintan, dan puluhan warga nahdliyin. Haul seperti ini sudah rutin tahunan diadakan di pesantren Mambaus Sholihin Pusat di Gresik.

“Sementara untuk di pesantren Mambaus Sholihin cabang Bintan, haul ini merupakan kali pertama digelar setelah pesantren diresmikan langsung oleh KH Masbuhin Faqih Gresik pada Mei 2014,” kata Kiai Ahmad Nukhan selaku pengasuh Mambaus Sholihin Bintan.

HMI Tegal Kab

Pada Ramadhan tahun ini, pesantren Mambaus Sholihin membuka pengajian kitab Arbain Nawawi dan kitab Attahdzib min Adillatit Taqrib. (Red. Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Meme Islam, Warta HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Rabu, 28 Juni 2017

PBNU Dukung Pemilukada Oleh DPRD

Jakarta, HMI Tegal Kab. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dukungannya terhadap rencana pemilihan daerah yang dilakukan oleh DPRD, bukan pilihan langsung oleh masyarakat karena mudharatnya atau kerugiannya? lebih besar.?

“Sesuai dengan hasil musyawarah nasional dan konferensi besar NU di Cirebon kami mendukung pelaksanaan pemilihan kepala daerah oleh DPRD,” katanya kepada HMI Tegal Kab, Rabu (10/9).

PBNU Dukung Pemilukada Oleh DPRD (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Pemilukada Oleh DPRD (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung Pemilukada Oleh DPRD

Ia menegaskan, pemilihan langsung rawan terjadinya konflik horisontal antar masyarakat sebagaimana yang sering terjadi selama ini.?

HMI Tegal Kab

Meskipun demikian, diakui bukan berarti pemilukada oleh DPRD bebas dari politik uang. “Kan ada KPK, PPATK atau institusi hukum lainnya yang bisa melakukan pengawasan,” katanya.

HMI Tegal Kab

Dijelaskannya, disamping figur-figur yang sukses memerintah dari pemilihan langsung seperti Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi Ridwan Kamil di Bandung dan lainnya, banyak sekali pemimpin daerah yang terpilih karena memiliki uang banyak.

“Ada calon baik-baik yang kalah sama penyanyi, karena kalah populer dan kalah uang,” tegasnya.

Untuk menjadi kepala daerah, kata Kiai Said, dibutuhkan dana yang sangat besar. Untuk bupati, bisa puluhan milyar sedangkan untuk tingkat gubernur, mencapai ratusan milyar. Dan tentu saja, mereka akan berusaha mengembalikan modal tersebut dengan segala cara setelah terpilih.?

Wakil sekjen PBNU Masduki Baidlawi menambahkan, proses pilkada saat ini merupakan bagian dari upaya pematangan politik, baik pemilihan langsung maupun oleh DPRD akan sama-sama menimbulkan politik uang.

“Kalau pemilihan oleh DPRD, maka kontrol masyarakat terhadap lembaga ini harus diperkuat,” tegasnya.

Berikut hasil bahtsul masail maudluiyyah pemilukada dalam perspektif Islam dalam Munas NU Cirebon, 15-17 September 2012

1. Pemilukada yang didasarkan pada UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memiliki tujuan yang sangat mulia, antara lain:

a. Melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat luas dalam memilih pemimpin di daerahnya. Dengan demikian, ini merupakan pendidikan politik bagi masyarakat dalam berdemokrasi.

b. Terpilihnya kepala daerah yang aspiratif yang memahami betul problematika masyarakat dan pemecahannya.

Tujuan mulia ini dapat disebut dengan kemaslahatan (mashlahah) yang hendak diraih dengan pemilukada.

2. Dalam praktek pelaksanaan pemilukada selama ini, dampak positif (mashlahah) yang diharapkan tidak selalu terbukti. Bahkan sebaliknya, dampak negatif (mafsadah), baik dalam proses maupun dalam produknya, telah terjadi dalam skala yang sangat mencemaskan.

3. Pendidikan politik yang diberikan kepada rakyat melalui pemilukada bukanlah pendidikan politik yang sehat, melainkan pendidikan politik yang buruk, antara lain berupa merebaknya money politics (risywah siyasiyyah). Biaya pemilukada menjadi sangat mahal, bukan hanya bagi negara, tetapi juga bagi para kandidat. Hal ini sangat potensial untuk menimbulkan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Banyaknya kepala daerah yang terlibat kasus korupsi, membuktikan kebenaran hal ini.

4. Harapan untuk memperoleh kepala daerah yang terbaik (ashlah) melalui pemilukada, lebih sering tidak terwujud dalam kenyataan. Sementara itu konflik horizontal akibat pemilukada telah menjadi kenyataan yang sangat memprihatinkan.

5. Mengingat mafsadah pemilukada merupakan mafsadah yang sudah nyata terjadi (muhaqqaqah), sedangkan mashlahahnya lebih sering maslahat semu (wahmiyyah), maka pemilukada wajib ditinjau kembali. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqhiyyah:

? ? ? ? ? ?

“Menghilangkan kerusakan lebih utama daripada meraih kemaslahatan.” (Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1403 H, h. 87).

6. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) gubernur, bupati dan walikota melalui lembaga perwakilan (DPRD tingkat I dan DPRD tingkat II) layak untuk diberlakukan kembali, karena terbukti mafsadahnya lebih kecil daripada mafsadah pemilukada. Hal ini sejalan dengan prinsip hukum Islam tentang ditempuhnya madharat yang lebih ringan di antara dua madharat (irtikab akhaff al-dlararain) yang didasarkan pada kaidah fiqhiyyah:

? ? ? ? ? ? ? ?

“Apabila ada dua mafsadah saling bertentangan maka harus diperhatikan mafsadah yang lebih besar bahayanya dengan memilih mafsadah yang lebih ringan madlaratnya” (Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-Dar al-Kutub al-„Ilmiyyah, 1403 H, h. 87). (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab AlaNu, AlaSantri, Warta HMI Tegal Kab

Senin, 17 April 2017

Ulama Wahabi Bid’ahkan Panggilan Haji, Ini Sanggahan Aswaja

Oleh Ma’ruf Khozin



Salah seorang ulama Wahabi, Syekh Albani, menghukumi bi’dah panggilan haji bagi orang yang sudah melakukan ibadah haji. Pernyataan ini jelas tidak menunjukkan sikap Salaf. Karena, di masa imam-imam dahulu panggilan haji ini sudah diperbolehkan bagi yang sudah melakukan haji:

Ulama Wahabi Bid’ahkan Panggilan Haji, Ini Sanggahan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Wahabi Bid’ahkan Panggilan Haji, Ini Sanggahan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Wahabi Bid’ahkan Panggilan Haji, Ini Sanggahan Aswaja





? ? ? ?: " ? ? ?: ? ? ? ? ? ? " ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

HMI Tegal Kab



Abdullah Ibnu Masud berkata: Janganlah di antara kalian mengatakan "Saya adalah haji. Sebab haji adalah orang yang ihram" riwayat mursal dan mauquf pada Abdullah Ibnu Masud (Sunan Al-Baihaqi)

Imam Nawawi berkata:

HMI Tegal Kab



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Boleh bagi orang yang sudah melakukan ibadah haji dipanggil "haji", meski setelah beberapa tahun dan sesudah wafatnya. Tidak ada kemakruhan dalam masalah ini (Al-Majmu 8/281).

Tahu kenapa imam Nawawi membolehkan? Sebab sebelum masa beliau gelar haji sudah dikenal, khususnya pada ayahanda beliau sendiri:

? (?) ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pada tahun 682 wafat Haji Syarofuddin, ayahnya Syekh Muhyiddin An-Nawawi rahimahullah (Ibnu Katsir, Al Hidayah wan Nihayah 13/363)

Dulu bukan bid’ah, kok sekarang disebut bid’ah?

Penulis adalah anggota Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Humor Islam, Hadits, Warta HMI Tegal Kab

Rabu, 22 Februari 2017

SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren

Berbagai kalangan sangat sadar bahwa pendidikan karakter yang sebenarnya ada di pesantren. Itu pula yang dilakukan SMK Unggulan NU Mojoagung, Jombang, Jawa Timur. Sekolah yang berdiri tahun 2009 ini menerapkan model pendidikan layaknya santri dan kelak akan mengganti nama sekolah dengan tambahan pesantren.

?

"Banyak yang berbicara soal pendidikan karakter namun tidak jujur mengakui bahwa menanamkan karakter anak didik terbaik justru ada di pesantren," kata kepala sekolah SMK Unggulan NU Mojoagung Jombang Jawa Timur, Bapak Zaenal Maarif, SE, SPd, MPdI.

SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren

Ditemui di kantor sekolah, Bapak Zaenal, sapaan akrabnya mengemukakan bahwa istilah full day school atau islamic boarding school yang kini mulai marak adalah meniru model pesantren. "Hanya istilah saja yang berbeda, namun esensinya adalah mencontoh pendidikan ala pesantren," tandas alumnus pascasarjana jurusan Magister Pendidikan Islam di UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Bahkan kalau mau diadu, semua model sekolah unggulan dan sejenisnya akan kalah jauh dengan tempaan yang dilakukan di pondok pesantren. "Karena di pesantren, para santri dididik sepanjang hari, sepanjang waktu sejak awal tidur hingga bangun," ungkapnya. Sedangkan kalau di sekolah, hanya sejak jam tujuh pagi hingga jam tiga sore, lanjutnya.

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Berangkat dari keberhasilan pesantren dalam mendidik dan menghasilkan santri yang memiliki karakter, maka sekolah ini kelak akan mengubah namanya menjadi sekolah pesantren. Alumnus Pondok Pesantren Darussalam Sumbersari Kediri ini mengemukakan, apa yang dilakukan di sekolahnya sebagai pembentukan karakter yang dilandasi dengan keagungan ajaran pesantren. "Sebenarnya definisi dan penjabaran pendidikan karakter adalah model yang telah dilakukan pesantren," katanya. Bagaimana mungkin akan lahir manusia yang memiliki karakter luhur tanpa ditempa secara baik seperti layaknya di pesantren. "Kelak, kami akan menamakan sekolah ini dengan SMK Unggulan NU Pesantren," tandas bapak kelahiran Jombang, 13 Oktober 1974 ini.

?

Pembiasaan dalam Keseharian

Bapak Zaenal tidak memungkiri bahwa citra SMK sebagai sekolah bagi siswa yang sedikit bebas dan "liar". "Sejak awal hal tersebut telah kami sadari," terangnya. Karena itu, yang dilakukan sekolah ini adalah dengan memberikan pembiasaan dalam segala kegiatan keagamaan, bukan sebagai paksaan.

"Kegiatan tahlilan dan pengenalan tradisi keagamaan kami lakukan secara berjamaah," kata alumnus jurusan Pendidikan Akutansi Universitas Negeri Malang ini. Sehingga dengan demikian, para siswa tidak merasa harus menghafal beberapa kebiasaan keagamaan yang menjadi tradisi di masyarakat.

"Aktivitas doa memulai dan menutup pelajaran, asmaul husna, wiridan bakda shalat, doa usai shalat rawatib, ratibul hadad, doa shalat dhuha, doa manaqib, istighatsah maupun tahlil serta menghafal surat pendek dilakukan hampir setiap saat secara bersama," katanya. Dengan demikian para siswa akhirnya secara tidak sengaja telah membiasakan diri bahkan hafal dengan sendirinya sejumlah bacaan tersebut.

Mendidik rasa hormat kepada guru juga dilakukan dengan pembiasaan. "Sebelum proses belajar mengajar dimulai, para pengajar di sekolah kami sudah hadir di sekolah," ungkapnya. Mereka berbaris menunggu para siswa datang, sehingga sebelum masuk kelas terlebih dahulu berjabat tangan dan mengucapkan salam. Dengan demikian, karakter dan pembiasaan seperti inilah yang membedakan siswa SMK ini dengan sekolah lain.

Meskipun berstatus sebagai sekolah SMK, namun soal perilaku keseharian telah terdidik seperti layaknya santri. "Sejak awal masuk yakni saat masa orientasi, para siswa telah dididik dengan disiplin yang sangat tinggi," katanya. Saat Masa Orientasi Peserta Didik yang berlangsung selama satu minggu misalnya, sekolah telah bekerja sama dengan pihak Kodim 0814 Jombang untuk mendidik disiplin tersebut.

Demikian pula kerja sama dengan pihak kepolisian setempat juga dilakukan. "Kami hanya memanfaatkan waktu tiga hari terakhir saat masa orientasi untuk menyampaikan visi dan misi sekolah," katanya.

Pengenalan disiplin dan visi serta misi sekolah merupakan prasyarat utama bagi calon peserta didik. "Dengan demikian para siswa memahami apa yang membedakan sekolah ini dengan SMK lain," kata suami dari Abirotun Najla, SEI, SPd ini.

Seperti kebiasaan shalat berjamaah maupun menyampaikan salam dan berjabatan tangan ketika bertemu guru. Hal tersebut seakan mematahkan anggapan bahwa siswa SMK adalah pelajar yang liar dan susah diatur.

?

Betah di Lingkungan Sekolah

Sejak awal, sekolah yang berdiri tahun 2009 ini memang berupaya agar para siswa bisa kerasan di sekolah. "Kalau ada hadits yang menyatakan bahwa rumahku adalah surgaku, maka kita berupaya agar para siswa juga merasakan kenyamanan layaknya surga selama berada di sekolah," katanya.

Untuk dapat menjawab kepuasan para siswa ini, sejumlah pembiasaan telah dilakukan. "Para guru sudah berada di lingkungan sekolah sebelum siswa datang," katanya. Demikian juga berbagai permasalahan siswa baik yang menyangkut kesulitan dalam memahami pelajaran dan keterampilan telah disiapkan. "Guru juga hadir untuk menjawab problem perkembangan diri dari para siswa," terangnya. alumnus jurusan Pendidikan Akutansi Universitas Negeri Malang ini.

Untuk dapat menjawab berbagai kebutuhan tersebut, sekolah yang berada di bawah MWC NU Mojoagung ini menerapkan kebijakan bahwa para guru kelas tidak dibebani jam mengajar. "Sehingga saat ada kejadian apapun di kelas, maka segera dapat dideteksi tanpa terkendala jam pelajaran," kata ayah tiga anak ini. Dengan demikian, para guru memang fokus untuk mengajar sesuai mata pelajaran yang menjadi kewajiban. "Sedangkan perkembangan siswa dikontrol dan diawasi oleh para guru kelas," tandasnya.

Hal ini ternyata berbuah manis. Seperti pantauan HMI Tegal Kab saat berkunjung ke sekolah ini, waktu telah menunjukkan pukul 14.30 WIB dan bersamaan dengan itu bel sekolah berdering. Ini pertanda prosesi belajar mengajar di sekolah ini telah usai. Namun sejumlah siswa enggan beranjak dari bangkunya. Sebagian malah menunggu adzan Shalat Ashar berkumandang untuk melaksanakan shalat berjamaah.

"Para siswa di sini malah betah berlama-lama di lingkungan sekolah, walau jam pelajaran telah berakhir," katanya. Dalam pandangannya, hal itu terjadi lantaran para siswa menemukan lingkungan yang menyenangkan berada di lingkungan sekolah yang berada di sebelah Makam Sayid Sulaiman ini.

Kerja Sama Sejumlah Pihak

Hingga kini, sekolah ini telah membuka sejumlah jurusan sesuai minat dan harapan dunia kerja. Ada akuntansi, teknik komputer dan jaringan, teknik sepeda motor, serta teknik permesinan. Agar lulusan yang ada memiliki standar yang diharapkan, sejumlah kerja sama telah dilakukan.

"Kami bekerja sama dengan Wearnes dan A Note untuk keahlian teknisi komputer, instalasi personal computer atau pc, teknisi perangkat jaringan lokal atau LAN serta desain grafis dan multimedia," ungkapnya.

Demikian pula kerja sama dengan PTPN X untuk keahlian sales accounting, finance administrator, sistem informasi akutansi dan sebagainya.

"Untuk teknik sepeda motor, sekolah bahkan telah bekerja sama dengan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) yang juga distributor tunggal dan terpercaya, penyedia pelayanan purna jual dan suku cadang sepeda motor Honda," katanya.

Sedangkan untuk lembaga pendidikan kampus, sekolah telah membina kerja sama dengan Universitas Terbuka, Universitas Darul Ulum, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dewantara yang semuanya berada di Jombang. "Kami juga bekerja sama dengan Institut Teknologi Surabaya," terangnya.

Kerja sama dengan sejumlah kampus ini dilakukan agar para siswa kelak dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, disamping juga bekerja di sejumlah perusahaan.

Tidak mengherankan kalau keberadaan sekolah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, khususnya calon siswa. "40 persen siswa kami dari kawasan sekitar," katanya. Sedangkan 40 persen lagi dari luar kota. Bahkan, sisanya adalah dari luar pulau.

Apa yang dilakukan selama ini tidak lain pengejawantahan dari semboyan sekolah sebagai kejuruan berbasis religi. Demikian juga demi menyelaraskan dengan visi sekolah yang anggun dalam budi pekerti, unggul dalam prestasi serta terampil dalam amali.

?

Mulai Selektif

Kalau sejak awal sekolah tidak memberikan batasan banyaknya jumlah siswa yang diterima saat tahun ajaran baru, hal ini tidak akan dilakukan untuk tahun mendatang. "Karena keterbatasan gedung dan fasilitas serta keinginan untuk memberikan pendampingan yang terbaik, maka kami akan melakukan seleksi yang cukup ketat," katanya. Komitmen ini juga telah mendapatkan persetujuan dari yayasan dan MWC NU setempat agar tidak menimbulkan persepsi beragam.

Dengan pembatasan peserta didik, maka upaya mendampingi mereka dirasa akan lebih optimal. "Dengan demikian, kami akan bisa melakukan seleksi yang lebih ideal, demikian pula rasio antara guru dan pendamping juga akan lebih baik," terangnya.

Dan bila memungkinkan, pihak sekolah juga menyediakan asrama yang memadai bagi peserta didik dari luar kota dan pulau. "Kepercayaan itu sangat besar, sehingga kami harus melakukan pembenahan," katanya.

Seleksi yang cukup ketat juga dilakukan kepada para guru dan tenaga pendamping di sekolah. "Untuk kapasitas dan kapabilitas memang haruis melalui seleksi dari sekolah," katanya. Namun untuk komitmen keNUan dan keislaman serta keindonesiaan dipasrahkan kepada MWC NU dan pimpinan yayasan. "Dari tahapan inilah, para guru dan karyawan serta pendamping kelas diseleksi," terangnya.

Keberadaan sekolah ini juga sebagai jawaban atas keinginan besar warga NU yang demikian bersemangat untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang SMK yang bermutu sekaligus bercirikan Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja.

Pada saat yang sama, sekolah telah menyambut pelaksanaan Kurikulum Satuan Tingkat Sekolah atau KTSP serta sarana dan prasarana yang memadai. Dari mulai laboratorium komputer, laboratorium IPA, internet, serta bengkel kerja. "Hal itu para siswa dapat mempelajari dan menguasai teknologi dengan sebaik-baiknya," terangnya.

Upaya memberikan layanan dan melakukan seleksi yang demikian panjang ini sebagai tahapan yang harus dilewati agar para alumni sekolah benar-benar tidak mengecewakan. "Inilah yang bisa kami lakukan sebagai jawaban atas kepercayaan masyarakat yang menitipkan anak-anaknya di sekolah kami," pungkasnya. (Ibnu Nawawi)



?

Kamis, 05 Januari 2017

Banser Demak Selenggarakan Diklatsar ke V

Demak, HMI Tegal Kab. Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Demak selama tiga hari (Jumat-Ahad 28-30 September 2012) menyelenggarakan pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) angkatan ke V bertempat di bumi perkemahan Wonosoco Undaan Kudus.

Kepala satkorcab banser Demak Nam Anwar menegaskan pelaksanaan Diklatsar angkatan V merupakan program lanjutan Ansor dan Satkorcab secara berkesinambungan dimana pelaksanaan diikuti oleh tiga Satkoryon yaitu kecamatan Guntur Karangtengah dan Bonang yang terdiri dari 260 peserta

Banser Demak Selenggarakan Diklatsar ke V (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Demak Selenggarakan Diklatsar ke V (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Demak Selenggarakan Diklatsar ke V

"Menjelang apel di Solo itu Diklatsar ke IV, dan sekarang merupakan Diklatsar ke V di periode ini, yang diikuti 220 peserta dari tiga kecamatan yaitu, Guntur, Karang Tengah dan Bonang " tegas Naim

HMI Tegal Kab

Sedangkan ketua Ansor Maskuri mengatakan Diklatsar merupakan kawah Candradimuka sebagai pelatihan wajib bagi anggota Banser yang baru, dibawah satkorcab pelatihan ditanggung sepenuhnya oleh Ansor, penggalangan anggota dan konsolidasi kader NU merupakan keharusan bagi Ansor sebagai penerus perjuangan ulama dan kiai.

HMI Tegal Kab

"Kami tidak main main, semua Banser baru harus ikut diklatsar, setidaknya ada pengetahuan dasar tentang ke-NU-an, ke-Ansor-an,  ke-Banser-an, PBB dan kepanduan," kata Maskuri.

Sedangkan sekretaris panitia yang juga ketua Ansor Guntur Sukadi Ahmad menjelaskan selain latihan seperti biasanya peserta diambil bai’at dimakam Sunan Prawoto Pati yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi latihan.

“Setelah proses latihan selesai semua peserta diajak ziarah kemakam Sunan Prawoto Pati yang jaraknya tidak jauh dari lokasi dengan jalan kaki, sekalian nanti dibai’at oleh Cabang,” jelas Sukadi.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta, Olahraga HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock