Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur

Jakarta, HMI Tegal Kab. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memenuhi undangan PBNU dalam kapasitasnya sebagai salah seorang mustasyar atau penasehat PBNU dalam rapat tertutup yang berlangsung pada Rabu (16/4).

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur

Kepada para wartawan, ia menegaskan, sama sekali tidak ada pembicaraan politik dalam pertemuan tersebut. “Saya datang ke PBNU bukan hanya sekarang, saya selalu datang kalau diundang,” jelasnya.

Meskipun tidak menjelaskan detail pertemuan tersebut, rapat tersebut merupakan upaya untuk terus meningkatkan kinerja organisasi.?

HMI Tegal Kab

“Saya berdoa NU terus maju dan tambah makmur,” tandasnya.?

JK merupakan putra H Kalla, tokoh NU di Sulawesi Selatan. Dalam penyelenggaraan muktamar ke-32 di Makassar tahun 2010 lalu, ia membantu mensukseskan acara lima tahunan NU tersebut.

HMI Tegal Kab

Ia merupakan salah satu calon presiden yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang pendiriannya difasilitasi oleh PBNU.

KH Said Aqil Siroj yang mendampingi JK menjelaskan, rapat tersebut membahas berbagai persoalan internal organisasi, diantaranya rencana penyelenggaraan musyawarah nasional dan konferensi besar (munas dan konbes) yang akan berlangsung awal Mei mendatang di Jakarta. ?

Rapat tersebut dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj serta para pengurus NU lainnya. (mukafi niam)

Foto: antara

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pertandingan, Pesantren HMI Tegal Kab

Minggu, 04 Maret 2018

Generasi Muda NU Harus Meningkatkan Kapasitas Diri

Batam, NU? Online.

Wakil Ketua Umum PP GP Ansor, Dhohir Farizi, di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (25/11) menegaskan, generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) harus meningkatkan kapasitas diri, satu diantaranya di bidang informasi dan teknologi.

Menurut dia, kader muda NU harus mampu mendapatkan dan mengelola informasi dengan baik, jangan sampai informasi memporakporandakan hubungan seperti diakibatkan media sosial dengan baik.

Generasi Muda NU Harus Meningkatkan Kapasitas Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Muda NU Harus Meningkatkan Kapasitas Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Muda NU Harus Meningkatkan Kapasitas Diri

"Kita telah melewati berbagai fase, kalau tidak up grade pasti akan ketinggalan," ujar pria karib dipanggil Gus Dhohir itu pula.

Ia lalu mencontohkan pola komunikasi, tahun 1970 hingga 2000 yang mengalami perubahan-perubahan.

Menurut dia didampingi jajaran Assisten Informasi dan Komunikasi Satkornas Banser, hal tersebut bukan tren. Tapi kebutuhan eksistensi yang diperlukan seiring kebutuhan zaman.

HMI Tegal Kab

"Kita harus ada, kalau tidak maka akan ? tenggelam," kata dia lagi pada peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III, digelar di Asrama Haji Batam Centre, Engku Putri, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Pada kegiatan bertema Meningkatkan Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa, Gus Dhohir mengingatkan kader Ansor yang mengikuti Susbanpim untuk menjadi pimpinan yang berkarakter.

"Selain itu, jangan tinggalkan NU, alim ulama dan umat. Ansor adalah organisasi yang jelas, kedepan setiap pimpinan, anggota dari pusat hingga ranting bisa diketahui publik," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pesantren, IMNU, Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Jumat, 23 Februari 2018

Usai DKI, Politisasi Agama Potensial Muncul Lagi di Pilkada Jabar

Jakarta, HMI Tegal Kab - Melalui sebuah Halaqah Nasional Hak-hak Kewarganegaraan, Wahid Foundation mengimbau semua kalangan terutama warga Jawa barat untuk mengantisipasi derasnya ujaran kebencian dan politisasi agama pada Pilkada Jabar tahun 2018 mendatang. Sebab kampanye menggunakan isu keagamaan yang digunakan dalam pilkada DKI berpotensi besar digunakan kembali pada Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang.

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi yang hadir sebagai salah seorang pembicara menilai kampanye menggunakan agama sebagai cara kampanye sangat berbahaya terhadap keberagamaan dan kebersamaan.

Usai DKI, Politisasi Agama Potensial Muncul Lagi di Pilkada Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai DKI, Politisasi Agama Potensial Muncul Lagi di Pilkada Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai DKI, Politisasi Agama Potensial Muncul Lagi di Pilkada Jabar

“Jangan lah kampanye menggunakan agama di ruang politik. Itu destruktif, merusak sekali. Itu (kampanye menggunakan agama) tidak pantas,” ujar Kiai Masdar di Swiss-Bell Hotel, Jakarta, Rabu (3/5).

HMI Tegal Kab

Kendati kampanye menggunakan agama disebut cara yang paling “murah” oleh Kiai Masdar, namun kampanye itu menurutnya sangat merugikan. Dampak dari kampanye dengan membenturkan agama bisa menyebabkan terjadinya benturan sosial. Dan jika diulang-ulang dalam jangka waktu yang panjang, kampanye yang disebut sektarian ini dapat mengancam keamanan negara. “Bisa rontok negara ini, jika diterus-teruskan,” tegasnya.

Peneliti Senior Wahid Foundation yang juga merupakan anggota Ombudsman Indonesia Ahmad Suaedy mengungkapkan hal senada. Ia percaya bahwa kebersamaan dan toleransi warga Jawa Barat akan diuji dalam Pilkada Jawa Barat mendatang, terutama jika partai politik masih menggunakan motif keagamaan dalam prosesi kampanye sebagaimana yang terjadi pada pilkada DKI Jakarta.

Ia tak memungkiri bahwa efektivitas kampanye bermotif agama ini cukup tinggi, mengingat keberhasilannya pada pilkada DKI Jakarta. Namun ia mengingatkan adanya ancaman perpecahan yang berpotensi tejadi. “Perpecahan antara agama dan kelompok keagamaan yang terjadi di Jakarta juga bisa terjadi di Jawa Barat ketika Pilkada nanti,” ujar Suaedy.

HMI Tegal Kab

Mengaca dari Pilkada DKI Jakarta dari tiga periode terakhir, Suaedy menunjukkan adanya peningkatan kasus intoleransi di Indonesia. Hal yang paling terasa menjadi pembeda antara Pilkada kali ini dengan Pilkada sebelumnya adalah tingkat kerasnya konflik yang dihasilkan selama Pilkada berlangsung.

“Dalam Pilkada DKI 2017 kerusakan yang ditimbulkan oleh kampanye agama atau sektarianisme lebih dahsyat, sebab sampai merusak mekanisme sosial masyarakat,” jelasnya.

Ia menyontohkan masjid dan musalla yang dalam konteks sosial menjadi intrumen sosial untuk pemersatu masyarakat, dalam Pilkada DKI menjadi ajang kampanye negatif yang merusak komponen kemasyarakatan hingga level paling rendah. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ahlussunnah, Pesantren HMI Tegal Kab

Kamis, 15 Februari 2018

Lesbumi Kediri Gelar Pemeran Lukisan Cekakik Kopi Bertema Gus Dur

Kediri, HMI Tegal Kab

Untuk mengenang jasa-jasa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Kota Kediri yang didukung oleh Pemkot Kediri, PT Gudang Garam Tbk, Radio On, dan Kediri Jaya.com, menggelar kegiatan pameran lukisan Gus Dur dengan bahan dasar cekakik kopi.



Lesbumi Kediri Gelar Pemeran Lukisan Cekakik Kopi Bertema Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi Kediri Gelar Pemeran Lukisan Cekakik Kopi Bertema Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi Kediri Gelar Pemeran Lukisan Cekakik Kopi Bertema Gus Dur

Pameran resmi dibuka oleh Agus Sunyoto, Wakil Ketua Lesbumi NU, pada Ahad (25/7) kemarin, dan akan berlangsung hingga Rabu (28/7) di Musium Mastrip Perpustakaan Umum Kota Kediri JL Diponegoro.

Acara yang juga dihadiri Pendeta Kabul dari Gereja GBI Getsamani Kediri ini menarik perhatian publik khususnya warga Kota Kediri yang berduyun-duyun datang ke lokasi pameran.

HMI Tegal Kab

“Ini sungguh luar biasa – saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Gus Dur adalah bapak bangsa dan perekat antar umat beragama,” kata Pendeta Kabul seperti dikutip www.kedirijaya.com.

HMI Tegal Kab

Dalam acara ini juga dilaksanakan demo melukis dengan menggunakan bahan dasar cekakik kopi oleh pengunjung.

Bertempatan dengan bulan Jadi Hari Kota Kediri yang ke-1131, 70 lukisan akan dipamerkan, termasuk koleksi lukisan cekakik konjen Jepang di Surabaya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Olahraga, Pesantren HMI Tegal Kab

Rabu, 14 Februari 2018

Organisasi seperti Tumpeng, Begini Cara Mengurusnya

Jakarta, HMI Tegal Kab. Dewan Pembina Pimpinan Pusat Pagar Nusa KH Fuad Anwar meminta agar mengurus organisasi pencak silat di NU itu dengan pengibaratan nasi tumpeng. Ia menyampaikan hal itu pada istighasah rutin Selasa Kliwon di masjid An-Nahdlah, lantai dasar gedung PBNU, Jakarta, Selasa malam (21/1).

Menurut dia, nasi tumpeng itu pada bagian bawah terdapat beragam lauk-pauk, mulai daging ayam, kacang-kacangan, telor, lalapan, sambal, sampai urab. “Di tubuh Pagar Nusa itu pun seperti itu, di bagian bawah terdapat beragam anggota beraneka ragam,” katanya di hadapan puluhan pengurus.

Organisasi seperti Tumpeng, Begini Cara Mengurusnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi seperti Tumpeng, Begini Cara Mengurusnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi seperti Tumpeng, Begini Cara Mengurusnya

Tapi, semakin ke atas dari nasi tumpeng itu semakin mengerucut. “Pada pucuk tumpeng itulah posisi seorang pemimpin. Pemimpin harus memahami dan mengayomi keberagaman di bagian bawah organisasi,” jelasnya. ?

HMI Tegal Kab

Dengan pola semacam itu, kata mantan Ketua Umum PP Pagar Nusa periode sebelumnya tersebut, organisasi silat yang didirkan 28 tahun lalu itu bisa beragam dalam satu kesatuan. Fuad sangat menekankan sekali tentang kemenyatuan ini .

Kemenyetuan itu, tegas dia, harus diorganisir dengan baik. Ia kemudian memperkuat pernyataannya dengan mengutip sebuah peribahasa Arab. “Islam tidak akan sempurna kalau tidak diorganisir. Pengorganisiran tidak akan berjalan kalau pengurusnya tidak mengurus,” tegasnya.

HMI Tegal Kab

Kepengurusan pun, tambah dia, tidak akan bermanfaat kalau tidak bersatu dalam ketaaatan terhadap aturan organisasi.

Selain sebagai rutinan Selasa Kliwonan, potong tumpeng itu merupakan tasyakuran PP Pagar Nusa selepas sukses dua bedah buku di gedung PBNU, Selasa sore (21/1). Potong tumpeng dilakukan Sekretaris Jenderal PP Pagar Nusa M. Nabil Harun. Potongan tumpeng itu ia berikan kepada Ketua Umum PP Pagar Nusa Aizuddin Abdurrahman dan KH Fuad Anwar. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Doa, Pesantren HMI Tegal Kab

Selasa, 06 Februari 2018

Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an

Magetan, HMI Tegal Kab. Kiai Sholikhin menjelaskan, kenduri tahlilan yang biasa dilakukan masyarakat pada hakikatnya adalah dzikir kepada Allah SWT. Dalam Al-Quran dzikir diperintahkkan melalui ayat “fadzkurullaha dzikron kasira”(perbanyaklah dzikir kepada Allah).

Ia menambahkan, dalam tahlilan juga ada bacaan tasbih yang diperintahkan Al-Quran pada ayat “fasabihu bukrota waashila”. Juga shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta bacaan lain yang diperintahkan dalam Al Qur’an.

Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an

Meski demikian, Kiai Sholikhin menganjurkan agar warga masyarakat, khususnya orang NU juga harus menyadari imbauan secara langsung tentang tahlilan di dalam Al Qur’an tidak ada. ”Tidak ada ayat yang mengimbau secara langsung untuk tahlilan misal yaayuhaladzina amanu hallilu tahlillan, tidak ada,” tegasnya pada pengajian di halaman kator PCNU Magetan, Ahad (8/6).

HMI Tegal Kab

Kemudian ia menukil perkataan kiai Mukhtar Syafa’at Blok Agung Banyuwangi yang mengumpamakan tahlilan dan Al Qur’an itu seperti wedang jahe dan air sumur.

HMI Tegal Kab

“Kulo nante mireng dawuhe almaghfurlah kiai Mukhtar Syafa’at nyontoheke sing cocok antarane Al Qur’an karo tahlilan iku koyok banyu sumur karo wedang jahe. Wedang jahe itu tahlilan, Al Qur’an itu air sumur.”

Kiai asal Surabaya tersebut menjelaskan maksud perkataannya, “jika kamu hendak mencari wedang jahe di sumur maka tak akan ketemu sampai kapan pun, tapi sadarilah bahwa wedang jahe ini airnya berasal dari air sumur.”

Hal ini, tambah dia, sama ketika mencari perintah tahlilan di dalam Al Qur’an, maka tidak akan ketemu, namun harus diketahui bahwa isi bacaan tahlilan itu berasal dari perintah Al Qur’an. (?Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Internasional, Pesantren, Humor Islam HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Lima Pesan Gus Mus untuk Ketua Umum GP Ansor Terpilih

Pringsewu, HMI Tegal Kab. Terpilihnya Yaqut Cholil Qoumas sebagai ketua umum Gerakan Pemuda Ansor periode 2015-2010 membuat KH Mustofa Bisri (Gus Mus) bingung untuk mengucapkan "selamat" atau "belasungkawa" kepada keponakannya tersebut.

Lima Pesan Gus Mus untuk Ketua Umum GP Ansor Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Pesan Gus Mus untuk Ketua Umum GP Ansor Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Pesan Gus Mus untuk Ketua Umum GP Ansor Terpilih

Gus Mus menilai bahwa jabatan dan kedudukan lebih sebagai sebuah cobaan dari pada sebuah nikmat.? "Jabatan dan kedudukan merupakan amanah dan tanggung jawab. Bukan anugerah yang patut diharap-harap," demikian pernyataannya melalui akun media sosialnnya, Sabtu (28/11/15).

Oleh sebab itu, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang ini mengingatkan kepada Gus Tutut,? sapaan akrab Yaqut Cholil Qoumas, beberapa poin pesan sebagai modal dalam menahkodai GP Ansor selama lima tahun mendatang.

HMI Tegal Kab

Pertama, ia mengingatkan agar Gus Tutut memprioritaskan pengaderan di organisasi sekaligus sebagai pengaderan bagi diri Gus Tutut pribadi untuk menjadi Pemimpin. Kedua, Gus Mus mengingatkan Gus Tutut untuk menjadikan kepemimpinan Rasulullah SAW sebagai contoh.

"Rasulullah SAW adalah pemimpin yang menyintai dan dicintai umatnya. Pemimpin yang ikhlas melayani umat yang dipimpinnya dan mendahulukan kepentingan mereka dari pada kepentingan dirinya sendiri. Pemimpin yang mengarahkan, bukan menyesat-nyesatkan. Pemimpin yang ditaati karena dicintai, bukan karena ditakuti," terangnya.

HMI Tegal Kab

Ketiga, Gus Mus mengharapkan kepada Gus Tutut untuk senantiasa memikirkan dan mengupayakan agar GP Ansor dan warganya bisa benar-benar mandiri. Keempat. Gus Mus mengingatkan kepada Gus Tutut untuk mempertahankan keyakinan dan ajaran sesepuh dalam hal berislam ala Ahlissunnah wal Jamaah dan pemahaman Islam Rahmatan lil Ãlamïn serta berIndonesia dengan cerdas, santun, dan arif.

Pesan terakhirnya bagi Gus Tutut adalah agar Ia tidak pernah lupa memohon pertolongan Allah dalam setiap upaya dan langkah dalam memimpin GP Ansor ke depan. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ahlussunnah, Pesantren HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock