Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Prof Al-Mestiri: NU Harus Terus Jadi Inspirasi Islam Moderat Dunia

Jakarta, HMI Tegal Kab. Sikap teguh terhadap tradisi, pengkajian kitab-kitab klasik, peneguhan moderatisme Islam, dan garda depan nasionalisme harus terus dilakukan NU untuk menginspirasi dunia. Karakter-karakter tersebut dibutuhkan dunia Islam saat ini yang seolah tak ada hentinya dengan tragedi perang dan anasir-anasir kebencian.

Prof Al-Mestiri: NU Harus Terus Jadi Inspirasi Islam Moderat Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Al-Mestiri: NU Harus Terus Jadi Inspirasi Islam Moderat Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Al-Mestiri: NU Harus Terus Jadi Inspirasi Islam Moderat Dunia

Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Teologi dan Filsafat Universitas Zaitunah Tunisia, Prof Dr Muhammad al-Mestiri, Kamis (20/10) saat menjadi pembicara utama dalam Kuliah Umum (Studium Generale) yang diselenggarakan Pascasarjana STAINU Jakarta di Gedung PBNU Jakarta Pusat.

Dalam kuliah umum bertema Wasathiyyatul Islam: Stratijiyyah Limuwajahatit Thatharruf al-Fikriy wa al-Dini (Moderatisme Islam; Strategi Melawan Ekstremitas Pemikiran dan Keberagamaan) ini, Al-Mestiri menggarisbawahi bahwa peneguhan Islam moderat saat ini bisa dilakukan dengan jalan tetap menjaga geneologi sejarah.?

Hal ini dilakukan agar Islam tidak tercerabut dari akar tradisinya sehingga moderatisme bisa terus dikembangkan.?

HMI Tegal Kab

“Memahami kitab-kitab klasik (thurats) karya ulama perlu terus dilakukan. Selain itu, kita jug harus memahami paham Barat sehingga dapat menemukan persmasalahan yang ada,” ujar alumni Universitas Sorbonne Prancis ini didampingi Ahmad Ginanjar Sya’ban (Dosen STAINU Jakarta) sebagai penerjemah.

Al-Mestiri juga menjelaskan tentang universalisme (al-kauniyah) yang berbeda dalam persepsi Islam dan Barat. Dalam persepsi Islam, menurutnya, universalisme lahir dari karakter wasathiyah. “Sedangkan universalisme menurut Barat lebih cenderung dimaknai sebagai hegemoni,” jelas Profesor yang tinggal di Prancis lebih dari 18 tahun ini.

Wasathiyah, prinsip keadilan

HMI Tegal Kab

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, lebi jauh al-Mestiri menjelaskan bahwa membincang moderatisme Islam tidak bisa dilepaskan dari apa yang telah difirmankan oleh Allah SWT:

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Ali Imran: 110)

“Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, makna wasath dalam ayat tersebut adalah bermakna umat yang adil dan terbaik. Jadi, makna umat wasath adalah umat yang berpegang pada prinsip keadilan,” ujar al-Mestiri. ? ?

Selain para mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta, turut hadir dalam acara ini Waketum PBNU HM. Maksoem Makfoedz, Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi yang sekaligus Wakil Rektor UNU Indonesia, Asisten Direktur Pascasarjana STAINU Jakarta Dr Muh. Ulinnuha dan Hamdani, Ph.D serta sejumlah dosen Pascasarjana STAINU Jakarta lainnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Syariah, RMI NU, PonPes HMI Tegal Kab

Selasa, 06 Maret 2018

Peserta Perempuan Tak Mau Ketinggalan

Program pengenalan dan pemanfaatan perangkat lunak (software) kitab kuning yang dipelopori Nahdlatul Ulama (NU) Japan dan Situs Pesantren Virtual (http://www.pesantrenvirtual.com) bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah (PW) Rabithah Maahid al-Islamiyah Jawa Timur (RMI) Jawa Timur, tampaknya semakin diminati kalangan pondok pesantren (ponpes) di Jawa Timur.

Ahad (8/4) lalu, kegiatan bertajuk "Halaqah Pemanfaatan Software Kitab Kuning dan Pengembangan Perpustakaan Digital di Pondok Pesantren" tersebut digelar di Ponpes Nurul Ikhlas, Sepande, Candi, Sidoarjo. Halaqah di pondok pesantren asuhan KH Mukhlas Kurdi yang juga Ketua PC RMI Sidoarjo ini merupakan halaqah ketiga yang digelar oleh PW RMI Jatim. Sebelumnya, dua kali halaqah telah digelar di Probolinggo (16/12/06) dan Tulungagung (17/3/07).

Minggu, 04 Februari 2018

Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII

Bandung, HMI Tegal Kab - Sekretaris PWNU Jawa Barat H. Asep Saefudin Abdillah mengatakan, tugas dan tanggung jawab warga NU Jawa Barat sangat besar. Karena menjadi warga NU berarti berada di dalam organisasi yang tidak biasa.

Tidak biasa karena NU, kata dia, adalah organisasi keagamaan warisan para ulama dan peninggalan para aulia.

Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Sekretaris PWNU Jabar kepada PMII

Maka dari itu, ia beraharap PMII mampu dan tidak ragu-ragu untuk terlibat setiap acara yang menyangkut ke-NU-an di Jawa Barat.

"Saya beraharap PMII mampu dan tidak ragu-ragu untuk ambil bagian, mendukung dan membantu dalam setiap acara ke-NU-an," ujarnya di hadapan peserta napak tilas Mahbub Djunaidi dan pelatihan jurnalistik yang diadakan PKC PMII Jawa Barat di gedung dakwah PWNU pada Ahad (6/11).

HMI Tegal Kab

Mantan Ketua PKC PMII Jawa Barat periode 1992-1993 tersebut, juga mengapresisasi pelatihan jurnalistik ini karena menurutnya sebagai bagian dari warga NU harus seimbang dalam setiap aspek.

HMI Tegal Kab

"Saya sangat mengapresiasi, PMII itu harus seimbang baik segi Intelektual, keislaman dan keIndonesian atau kebangsaannya," pungkasnya.

Napak tilas Mahbub Djunaidi? dan pelatihan jurnalistik ditutup dengan ziarah ke makam Ketua Umum pertama PB PMII Ahad sore (6/11). Sekitar 30 peserta dan panitia serta pengurus PKC turut berziarah di pemakaman berlokasi di Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan.

"Selain menjaga tradisi dan mendoakan kedatangan ke sini untuk merefleksi kita semua, khususnya peserta pelatihan jutnalistik, agar benar-benar mampu menjadi Mahbub-Mahbub selanjutnya sesuai dengan tujuan agenda ini," ujar Dhamiry Al-Ghazaly, sekretaris panitia kegiatan.

Salah seorang peserta asal Bekasi, Eman Sulaeman, berpendapat bahwa ziarah tersebut untuk memotivasi dan memantik spirit dalam meneladani Mahbub di bidang tulis-menulis.

Tidak kurang dari 30 menit peserta dari Cabang PMII berbagai kabupaten itu berada di makam. Mereka berdoa dan diakhiri dengan pembagian sertifikat secara seremonial oleh panitia. (Naseh Kamal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Syariah, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Senin, 29 Januari 2018

Angon Wedus Dituduh Wedus

Oleh Aswab Mahasin

Akhir-akhir ini, Indonesia seringkali dihebohkan oleh fenomena “kiro-kiro” (kira-kira). Sayangnya, fenomena “kiro-kiro” tersebut tidak diukur melalui proses benar/salah, sesuai/tidak, dan nyambung/tidak. Melainkan langsung jatuh vonis: Anda salah, Anda menyimpang, dan Anda keliru. Seringkali masyarakat kita terjebak dengan ‘nampak luar’ dan ‘nampak isu’. Pengandaiannya begini, orang angon wedus (gembala kambing) sering dituduh kalau dia wedus dan orang masuk kandang ayam sering dituduh kalau dia bagian dari ayam.

Angon Wedus Dituduh Wedus (Sumber Gambar : Nu Online)
Angon Wedus Dituduh Wedus (Sumber Gambar : Nu Online)

Angon Wedus Dituduh Wedus

Masih kental diingatan kita, Gus Dur pernah membuka wacana kerja sama dagang dengan Israel. Namun, tidak sedikit masyarakat yang menuduh Gus Dur adalah antek Yahudi, antek zionis, dan antek-antek lainnya. Padahal yang Gus Dur lakukan adalah “angon wedus” dengan kata lain “angon Israel”.

Gus Dur dalam wacananya tidak begitu saja membuka kerja sama dengan Israel, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Israel itu sendiri, seperti: mempertimbangkan nasib rakyat Palestina dan dilibatkannya Indonesia dalam proses perdamaian di Timur Tengah (notabene Indonesia sebagai negara mayoritas muslim terbesar).

Gus Dur sebelumnya melakukan pertemuan dengan 16 Duta Besar Negara-negara Arab, termasuk Dubes Palestina saat itu Ribhi Y Awad. Kata Awad, “Gus Dur dan Indonesia tidak akan melakukan hubungan diplomatik dengan Israel sebelum bangsa Palestina mendapatkan kemerdekaan, dan Indonesia juga tidak akan membuka hubungan kerjasama dengan Israel, sebelum Israel melepas tawanan Palestina, dan sebelum Israel mengembalikan wilayah-wilayah Arab yang diduduki Israel”.

Jika kita lihat konteksnya, Gus Dur sedang mencoba ngangon Israel, bukan menjadi Israel. Namun, kebiasaan masayarakat kita setiap “angon” dikira “menjadi apa yang di-angon”. Ini yang dinamakan “angon wedus dituduh wedus” sama dengan “angon Israel dituduh Israel”. Padahal Gus Dur ngangonitu supaya wedus (baca: Israel) tidak liar, dan bisa dikendalikan secara sikap politiknya. Untuk mengendalikan sesuatu yang liar maka harus dibimbing, diarahkan, dan diikat emosionalnya, dengan cara ‘angon’.

HMI Tegal Kab

Belum lama juga, kita ingat geger tentang Cak Nun perihal kedekatannya dengan orang-orang HTI. Bagi pemahaman saya sekarang, itu adalah pancingan yang dilakukan oleh Cak Nun, dengan lebih awal menembak NU dulu. Karena HTI paling tidak klop dengan NU. Ini adalah cara Cak Nun untuk berdialog hangat dengan HTI, dan memberikan pemahaman utuh tentang keindonesiaan kepada HTI. 

Tepatlah sasaran Cak Nun, orang-orang HTI itu akhirnya soan ke kediaman Cak Nun (tanpa disangka dan tanpa diduga), dan meminta petuah kepada Cak Nun, dan di sinilah Cak Nun mencoba menggiring mereka kepada pemahaman utuh tentang khilafah dan keindonesiaan. Cak Nun mengatakan, pemahaman khilafah saya dengan khilafah Anda sebagai HTI berbeda. Namun, apa yang terjadi? 

Cak Nun, mencoba masuk kandang ayam, dan beliau-pun dikira ayam oleh kebanyakan orang. Padahal niat Cak Nun, ingin membersihkan kandang ayam, memandikan ayam, dan menyemprot ayam agar terhidar dari bakteri-bakteri yang menyimpang. Tapi Cak Nun, dibredel habis-habisan, dengan mengatakan, “Cak Nun, ayam, Cak Nun, ayam, Cak Nun, ayam”.

Baru kemaren, medsos ‘geger berat’ masalah Banser yang dituding membubarkan pengajian Felix Siauw di Bangil, Pasuruan.Memang,Banser akhir-akhir ini getol menindaklanjuti orasi-orasi terselubung yang dilakukan orang-orang HTI. Namun, di Bangil ini gegernya gementus. Saya lihat banyak anggapan miring yang diarahkan kepada Banser. Dalam hal ini, kita harus mendudukkan pada pikiran yang jernih dan jiwa yang lapang. Jangan hanya gara-gara Felix sebagai objek, lantas Banser yang salah, tidak begitu.

HMI Tegal Kab

Faktanya, Ansor/Banser ingin mencoba meminimalisir kemungkinan pencuri ikan di meja makan Indonesia ini. Banser tidak mau, pancasila sedikit demi sedikit digerogoti keutuhannya, NKRI dirongrong kesatuannya, dan Indonesia digantikan sistem pemerintahannya. Namun, tuduhan demi tuduhan itu datang kepada Banser, disangkanya banser melakukan perbuatan semena-mena terhadap suatu kelompok atau orang tertentu. Jelas, ini anggapan keliru. Banser melakukan itu, tanpa kekerasan, tanpa pentungan, dan tanpa ancaman. Karena itu, ini bukan pembubaran.

Banser mengajukan penawaran, agar seseorang itu menandatangani poin-poin tertentu yang diajukan, seperti: mengakui pancasila, tidak menyebarkan faham-faham negara Islam, dan menyatakan tidak ada sangkutpautnya dengan HTI. Namun, seseorang tersebut menolak dan memilih untuk pergi. Logikanya jelas tidak utuh kalau itu dinyatakan sebagai pembubaran, Banser ingin berdialog, berdamai, dan tidak mau ada keributan.

Banser ini sedang “angon” toleransi, sedang “angon” kesatuan, sedang “angon” pancasila, dan sedang “angon” Indonesia. Banser malah dituduh sebagai kepanjangan tangan penguasa, hanya berpihak kepada penguasa dan memuluskan kepentingan penguasa. Padahal aktifitas tersebut untuk kepentingan bersama—keuntuahan rumah kita, Indonesia Raya. Memang aneh, setiap berbicara pancasila maka dituduh bagian dari penguasa, dengan dalih—hanya penguasa yang boleh menafsirkan pancasila.

Namun, penjelasan seperti itu belum mampu meredam hiruk-pikuk di medsos yang kadung terperdaya oleh sumber-sumber berita menyudutkan. Dalam hal ini, saya hanya berharap Banser tetap istiqomah dan Banser bersabar atas tudingan ini-itu, meminjam istilah Gus Dur, “Nanti sejarah yang akan membuktikannya.”

Kita semua mengenal peribahasa, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, Di mana ranting dipatah, di situ air disauk, Masuk kandang kambing mengembek, masuk kandang kerbau menguak”. Peribahasa tersebut menyarankan agar kita selalu menyesuaikan dan mengikuti kebiasaan (cara hidup, cara pandang), dan adat istiadat di tempat kita berada.

Indonesia dengan berbagai intriknya bersepakat mengusung identitasnya Pancasila. Negara berdasar Pancasila bukan negara agama, tapi juga bukan negara sekuler, kata Prof. Dr. N. Drijakara tahun 1959. Bagaimana memahaminya? Bukan sekuler, karena negara mengakui dan memberi tempat buat religi. Bukan negara agama, karena tidak mendasarkan diri atas suatu agama tertentu.(Mahbub Djunaedi, Bukan Ini Bukan Itu, [Tempo, 15 Maret 1975])

Yang paling ruwet saat ini adalah dua kekuatan besar dibenturkan, di mana agama berbenturan dengan negara dan negara berbenturan dengan agama. Dan keduanya terkesan saling berlawanan. Ambil contoh pembubaran HTI, bagi sebagian orang menafsirkannya negara tidak berpihak kepada Islam. Namun, yang harus dipertanyakan ialah, kenapa hanya HTI yang dibubarkan?

Benturan itu terjadi tidak hanya dengan negara, namun dengan organisasi lainnya juga. Seharusnya HTI datang kepada pemerintah atau NU meminta bimbingan agar sesuai dengan misi dan visi pembangunan. Kalau HTI hanya ngambek di belakang, sampai kapanpun tidak akan ketemu titik pijaknya. Kita semua harus duduk bersama, dan HTI bertanya, saya salahnya dimana? Saya seharusnya bagaimana? Kalau HTI memang benar-benar ingin ikut andil dalam mencerdaskan dan membangun bangsa ini, HTI harus melakukan langkah-langkah yang cantik dan bijaksana.

Kita sebagai penonton, harus menghilangkan kebiasaan menduga-duga/mengira-ngira tuduhan-tuduhan yang belum tentu kebenarannya, lebih dulu harus dicek dan ditimang-timbang kesesuaiannya. Apalagi tuduhan-tuduhan yang mengarah pada perpecahan. Setiap ada yang “angon wedus” kita curigai, kalau semua kita curigai, lantas kita mau percaya kepada siapa dalam urusan dunia ini? Memang, kebenaran seringkali sepihak. Anehnya, ketika kita belajar tentang benar, itu untuk menyalahkan. Lantas, kalau semua disalahkan, siapa yang benar?

Sungguh, benar dan salah sudah tak terlihat di zaman medsos ini, apalagi zaman now, pemegang kuasa kebenaran tergantung bagaimana opini medsos yang berkembang, entah itu dituduh wedus atau dituduh ayam. Siapapun yang menentang kebenaran berita/informasi medsos maka ia akan dianggap salah dan siap-siap dihantam habis-habisan. Ketika kebenaran yang lebih valid datang, tidak akan diterima karena kebenaran yang sudah dianggap benar mendahului. Benar adagium yang menyatakan, “siapa yang menguasai media, ia menguasai dunia”. 

Efeknya adalah kita lebih menikmati “kentut” kita sendiri, dan tidak mau menerima “kentut” orang lain. Artinya, manusia selalu mengira apa yang dilakukannya itu putih (suci), padahal apa yang kita lakukan punya dua kemungkinan aroma, harum dan busuk. Karena itu, baiknya kita sama-sama bercermin dan introspeksi diri kita masing-masing.Bukan hal yang buruk berjalan memperbaiki diri, dalam posisi apapun dan dipihak manapun.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Wa’ tashimu bi habli allaihi jami’an wa la tafarraqu” (Dan bepeganglah kalian kepada tali Allah (secara) keseluruhan dan janganlah bercerai-berai/terpisah belah) (QS. Ali Imran [3]: 103). Menurut Gus Dur, ayat ini menunjukan kepada kita, yang dilarang bukannya perbedaan pandangan melainkan bersikap terpecah-belah satu dari yang lainnya. Hal ini diperkuat sebuah ayat lain (QS. Al-Maidah [5]: 3), “ta’wanu ‘ala al-birri wa al-taqwa”.

Kata Gus Dur, di sinilah kita perlu membangun kembali “kesatuan umat”(ummatan wahidatan). Mudah diucapkan, tapi sulit diwujudkan bukan?

Penulis adalah Pembaca Setia HMI Tegal Kab.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen, Doa, Syariah HMI Tegal Kab

Minggu, 28 Januari 2018

Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik

Bolaang Mongondow, HMI Tegal Kab? . Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, menggelar pelatihan jurnalistik di Sekretariat PMII Jl. Amal Kelurahan Mogolaing Kecamatan, Kotamobagu Barat Sabtu-Ahad (19-20/12).

Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik

Menurut Ketua PMII Cabang Bolmong Inca Ing Bangki kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan potensi kader di bidang jurnalistik untuk transformasi pengetahuan.

"Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik, diharapkan tidak hanya sampai berakhir di sini, tetapi setelah ini dapat belajar lebih giat lagi sebagai bekal kita untuk ke depannya," ungkapnya pada pembukaan pelatihan tersebut.

HMI Tegal Kab

Sekitar 15 peserta kegiatan tersebut sangat antusias mengikuti Pelatihan jurnalistik yang baru pertama kali diselenggarakan oleh PMII Cabang Bolmong. Para pemateri adalah para alumnus organisasi tersebut yang berprofesi sebagai jurnalis di media lokal maupun regional Sulut.

Para pemateri itu adalah Yokman Muhaling (PC GP Ansor Kotamobagu), Supardi Bado (PC GP Ansor Kotamobagu), Andhika Dawangi (Alumni PMII Cabang Tondano) ? dan ? Amir Halatan.

HMI Tegal Kab

Supardi Bado berharap kegiatan tersebut tidak hanya sekali saja agar potensi-potensi kader PMII di bidang jurnalistik bisa berkembang maksimal. (Udi Masloman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Syariah, Kiai HMI Tegal Kab

Minggu, 07 Januari 2018

Dukung Mendukung dalam Pilgub Dibolehkan hanya Atas Nama Pribadi

Kendal, HMI Tegal Kab. Dukung mendukung calon gubenur dan wakil gubenur menjelang Pilgub Jateng 2008 yang akan dilaksanakan 22 Juni mendatang tidak akan merusak Khittah NU sepanjang dilakukan secara perorangan atau pribadi, bukan secara organisatoris. Warga NU yang mendukung M Adnan tentu tidak bisa dipersoalkan. Justru kalau M Adnan tidak didukung warga NU itu menjadi pertanyaan.

Demikian disampaikan KH Zuhri Ikhsan saat acara konsolidasi Tim Kemenangan Muhammad Adnan (TKMA) tingkat kabupaten Kendal di rumah makan Salsabil Brangsong, Senin (19/5) lalu.

Dukung Mendukung  dalam Pilgub Dibolehkan hanya Atas Nama Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dukung Mendukung dalam Pilgub Dibolehkan hanya Atas Nama Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dukung Mendukung dalam Pilgub Dibolehkan hanya Atas Nama Pribadi

“Orang NU yang tidak mendukung calon dari NU itu orang bodoh,” tegas kyai asal  Kaliwungu itu seperti dilaporkan oleh kontributor NU online, Fahroji.

HMI Tegal Kab

Sementara itu ketua TKMA kabupaten Kendal MH Mustamsikin, M.PdI yang juga wakil ketua PCNU Kendal mengatakan bahwa secara organisasi NU tetap netral. Kalau toh dalam  forum tersebut banyak hadir para ketua MWCNU se-kab. Kendal itu kapasitasnya sebagai pribadi warga NU. “Yang mengundang  bukan NU tetapi TKMA, undangannya juga bukan kepada ketua MWCNU, tetapi kepada perorangannya,” terangnya.

HMI Tegal Kab

Dalam acara konsolidasi TKMA yang dihadiri oleh pengurus TKMA tingkat kecamatan se-Kab. Kendal itu Mustamsikin banyak menjelaskan kronologi seputar pencalonan Adnan sebagai cawagub Jateng mendampingi Bambang Sadono yang diusung oleh partai Golkar.

Menurutnya pencalonan Adnan sudah melalui beberapa tahapan pertemuan. Mulai pertemuan Tanfidziyah PCNU se Jateng dalam Mukerwil PWNU di PP Al Itqon Tlogosari Semarang tanggal 14-15 Juli 2006 sampai dengan pertemuan PWNU dan PCNU se-Jateng di 6 eks Karesidenan Juli –Agustus 2007

Dari pertemuan-pertemuan yang jumlahnya tidak kurang dari enam kali pertemuan itu sepakat merekomendasikan H Muhammad Adnan untuk maju sebagai calon wakil Gubenur mendampingi H Bambang Sadono.  Dikatakan pula bahwa  hasil itu merupakan proses panjang yang melibatkan PWNU dan PCNU se-Jateng.

Lebih lanjut Mustamsikin juga menjeleaskan bahwa majunya Adnan berdasarkan surat PWNU Jateng No. PW. II/0589/A/XII/2007 yang isinya memberikan ijin dan rekomendasi persetujuan kepada Drs H Muhammad Adnan, MA selaku ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama jawa Tengah untuk: Pertama, maju dan mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubenur Jawa Tengah 2008 sebagai calon wakil Gubenur. Kedua, memenuhi permintaan/menerima lamaran untuk menjadi wakil gubenur dari calon Gubenur H. Bambang Sadono melalui partai Golkar.

Dalam konsolidasi yang juga  dihadiri  Mbah Dim ( KH. Dimyati Rois )  ketua PCNU Kendal Drs HM Ali Hasan, Msi, anggota  DPR RI dari fraksi Golkar Drs H Mujib Rohmat itu farum memutuskan untuk segera melakukan konsolidari sampai ketingkat akar rumput. (fhj)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, Syariah HMI Tegal Kab

Jumat, 29 Desember 2017

Al-Barokah, Mushola Swadaya Habiskan 220 Juta

Brebes, HMI Tegal Kab. Warga RW 08 Kelurahan Limbangan Wetan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, membangun mushola mengandalkan kocek mereka sendiri. Sampai kini, pembangunan telah menelan dana Rp 220 juta.

“Seluruh dana berasal dari swadaya masyarakat dan sumbangan lain yang sah dan tidak mengikat. “Insya Allah dalam waktu dekat, bisa selesai 100 persen karena tinggal finishing,” ujar bendahara pembangunan mushola, Asif Faozan.

Al-Barokah, Mushola Swadaya Habiskan 220 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Barokah, Mushola Swadaya Habiskan 220 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Barokah, Mushola Swadaya Habiskan 220 Juta

Mushola tersebut dibangun di atas tanah wakaf PT Eka Muda seluas 144 meter persegi. Atas usulan warga RW 08, sejak Juli 2013, pembangunan telah dilaksanakan, dan kini telah mencapai 90 persen.

HMI Tegal Kab

Meskipun belum selesai, kata Asif, mushola sudah digunakan untuk shalat Tarawih, shalat Ied.

HMI Tegal Kab

Lebih jauh Asif berharap, momentum hijriyah ini, mudah-mudahan bisa menambah gairah (semangat) beruat kebaikan dengan penambahan amal ibadah.

Dalam pantauan NU Onlinr pada Selasa (4/11) warga bahu membahu melakukan pengecoran. Sementara ibu-ibunya menyiapkan jajanan dan makanan penghilang lelah. “Tahun baru, juga harus guyub membangun kebaikan,” imbuh sekretaris panitia Mas Toto.

Ketua Panitia pembangunan mushola, Djuhaeri menjelaskan, ini bukti masyarakat bisa diajak gotong royong, swadaya, untuk memenuhi kebutuhan rumah ibadah mereka sendiri. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Syariah, Nahdlatul Ulama HMI Tegal Kab

Kamis, 28 Desember 2017

Kiai Muzani Bunyamin dan Kafarat Ucapan ‘Bodoh’

Sore itu seorang guru dipanggil Kiai Muzani. Suasana pesantren berubah sedikit tegang. Ada kecemasan di wajah guru yang dipanggil itu. Ketika guru itu telah sampai di ndalem kiai, Ia duduk sembari menundukkan kepalanya. Kakinya tidak bersila, tapi menyamping seperti posisi duduk perempuan.

Tak lama kemudian, Kiai Muzani keluar dari ruang tengah membawa nampan yang berisi dua piring nasi dan dua gelas teh hangat. Beliau duduk di hadapan santri yang telah menjadi guru itu dan menyodorkan nampan itu.

Monggo didahar, kang—silahkan dimakan, kang,” ujarnya dengan lembut.

Kiai Muzani Bunyamin dan Kafarat Ucapan ‘Bodoh’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muzani Bunyamin dan Kafarat Ucapan ‘Bodoh’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muzani Bunyamin dan Kafarat Ucapan ‘Bodoh’

Kulo sampun.—saya sudah,”jawabnya terbata-bata.

Mboten kerso tho dahar sareng kulo?—tidak berkenan makan bersama saya?”tanya Kiai Muzani dengan tersenyum.

HMI Tegal Kab

Monggo didahar—silahkan dimakan,”lanjutnya sembari menggeser satu piring nasi itu di depan santrinya.

Nggih Kiai—baik kiai,”santri yang telah menjadi guru dan pengurus pondok itu makan dengan penuh ketidak-nyamanan.

Setelah selesai makan, Kiai Muzani bertanya: “Benar tadi pagi njenengan mengumbar kata ‘bodoh’ pada salah seorang santri yang tidak lancar menyetorkan hafalannya?”

“Benar, Kiai,” jawabnya terbata-bata.

HMI Tegal Kab

“Jangan lakukan itu lagi,” kata Kiai Muzani. “Dalam proses belajar, kita tidak boleh mengumbar kata ‘bodoh’. Para santri itu orang yang sedang berporses, dari kurang tahu menjadi sedikit tahu, kemudian bertambah pengetahuannya. 

Ada yang cepat, ada pula yang lambat. Jika seorang guru, seperti njenengan, dengan mudah mengatakan muridnya bodoh, apa artinya pengajaran dan pendidikan?”

Santri itu diam, tertunduk tanpa berani memandang wajah kiainya. “Perlu diingat, tidak ada orang bodoh, yang ada hanya orang yang sedang berusaha menghilangkan kebodohannya.

Jadi, jangan dilakukan lagi, ya? Memberikan label bodoh kepada mereka, sama saja dengan mengendurkan keinginan belajar mereka,” ujarnya perlahan dan jelas. “Tapi ya, karena sudah terlanjur, njenengan harus pilih kafaratnya, sedekah atau puasa.”

Puasa mawon, Kiai—puasa saja, Kiai,” katanya dengan kepala masih tertunduk.

“Baik, tapi ada syaratnya, buka dan sahurnya harus bersama saya di sini,” ucap Kiai Muzani dengan senyum yang terus mengembang.

Santri itu hanya menunduk, tak mampu berkata apa-apa lagi. Di wajahnya menampakkan rasa malu dan segan yang luar biasa.

Jauh-jauh hari, ketika masih menjadi santri di Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Kebumen, saya sering mendengar Romo Kiai Muzani dawuh: “Pesantren itu bukan sekedar tempat pengajaran, tapi tempat pendidikan.

Karenanya pesantren menerima semua orang. Anak nakal ketika masuk pesantren diharapkan kenakalannya bisa berkurang. Anak baik-baik ketika masuk pesantren diharapkan kebaikannya bertambah.

Maka dari itu, untuk para ustadz, hati-hatilah dalam mendidik dan mengajar, jangan sampai kata-kata ‘bodoh’ dan ‘nakal’ keluar dari kemarahan kalian. Jika ada yang melakukannya, harus bayar kafarat. Bukan sebagai kewajiban hukum, tapi kewajiban moral kita sebagai pendidik, bahwa untuk sesaat kita telah lalai dan marah, sehingga mengeluarkan kata-kata tak bijak semacam itu.”

Di waktu lain, beliau dawuh: “Ucapan ‘bodoh’ itu bisa menjadi pemutus keinginan belajar santri. Dikhawatirkan Ia akan memandang belajar tidak lagi berguna, toh saya orang bodoh, tidak ada harapan untuk saya, guru agama saya sendiri memvonis saya sebagai orang bodoh.

Jika itu terjadi, kita telah mencegah kewajiban thalâb al-‘ilm (menuntut ilmu). Jangan sampai tindakan dan ucapan kalian sebagai guru, menjadi benih keputus-asaan murid dalam menuntut ilmu.”

Kiai Muzani menerapkan kebijakan kafarat tidak lain sebagai pendidikan spiritual untuk para guru di pesantrennya. Selama mereka tinggal di pesantren, mereka adalah santri yang memerlukan pendidikan. Karena itu, Kiai Muzani biasanya mendampingi pelaksanaan kafarat santri atau puteranya sendiri yang kadung melontarkan kata-kata itu.

Jika mereka memilih kafarat puasa, maka Kiai Muzani akan berpuasa bersama mereka. Ini adalah bentuk pendidikan yang diterapkan Kiai Muzani sebelum melepas para guru itu di lingkungannya masing-masing.

Dasar pandangan Kiai Muzani adalah, anak yang menerima hardikan ‘bodoh’ akan meninggalkan bekas di hatinya. Kepercayaan dirinya memudar. Bahkan tidak sedikit yang meyakini bahwa dirinya memang bodoh, tak perduli seberapa keras mereka belajar, Ia tetap bodoh sebagaimana perkataan gurunya.

Rasulullah saja menegur seorang ibu yang membentak anaknya ketika Ia mengencingi baju Rasulullah. Beliau berkata: “Mengapa kau memarahi dan merenggutnya dengan kasar?” Kemudian beliau melanjutkan: “Baju yang kotor ini bisa dicuci dan dihilangkan kotorannya, tapi siapa yang bisa menghilangkan kekeruhan jiwa seorang anak atas bentakan dan renggutan kasar kepadanya?”

Karena itu, bagi Kiai Muzani kultur yang sehat dan lingkungan yang baik dalam aktivitas didik-mendidik sangat penting. Salah satu pendekatan yang beliau ambil adalah dengan menerapkan kebijakan kafarat untuk guru yang mengatai muridnya ‘bodoh’.

Kebijakan kafarat itu bersifat tarbiyyah akhlaqiyyah (pendidikan keakhlakan), sebagai sebuah proses pembiasaan dalam menerapkan akhlak yang baik sehari-hari, khususnya bagi para guru dan pendidik.

Mereka adalah pemeran utama dalam pembangunan lingkungan yang sehat, jika gurunya baik, insya Allah muridnya pun baik, seperti kata pepatah: “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.”

Semoga amal ibadah beliau (al-Maghfûrlah, KH. Imam Muzani Bunyamin) diterima di sisi Allah dan seluruh dosanya diampuni olehNya. Lahu al-fâtihah...

Muhammad Afiq Zahara, Alumnus Pondok Pesantren al-Islah, Kaliketing, Doro, Pekalongan dan Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Syariah HMI Tegal Kab

Jumat, 22 Desember 2017

Gus Nuril Kritik Gereja yang “Tak Gaul” dengan Masyarakat

Jakarta, HMI Tegal Kab

Pengasuh Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal Jakarta KH Nuril Arifin Husein (Gus Nuril) bersikap terbuka terhadap sejumlah kelompok lintas iman. Bahkan, salah satu anggota Dewan Khos Pencak Silat NU Pagar Nusa ini kerap berceramah di beberapa gereja.

Meski begitu, Gus Nuril juga mengkritik pihak gereja yang ia sebut “kurang gaul” atau tak bersosialisasi secara baik dengan masyarakat sekitar. Ia mengungkapkan hal itu terkait laporan pelarangan pendirian gereja oleh kelompok tertentu.

Gus Nuril Kritik Gereja yang “Tak Gaul” dengan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Nuril Kritik Gereja yang “Tak Gaul” dengan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Nuril Kritik Gereja yang “Tak Gaul” dengan Masyarakat

"Janganlah ketika lagi bermasalah, datang ke saya dan saya hanya jadi pelengkapan penderitaan saja," katanya dalam acara Ngopi Bareng Gus Nuril yang mendiskusikan tema "Indonesia Darurat Radikalisme" di Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal II, Jakarta Timur, Kamis (17/3).

HMI Tegal Kab

Gus Nuril menekankan pentingnya silaturahim dan saling mengunjungi antarpemuka agama, bukan pada saat susah atau bermasalah saja, tapi juga pada saat-saat normal. Menurutnya, silaturahim adalah benteng pencegah radikalisme di masyarakat.

HMI Tegal Kab

"Radikalisme itu cuma cangkokan. Bukan hasil persemaian yang mengakar. Radikalisme muncul saat ada desakan, rasa frustasi, juga kealpaan pemerintah untuk memberi harapan pada masalah riil," paparnya.

Sementara itu Ketua PBNU KH Abdul Manan A Ghani yang menjadi narasumber dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kekerasan meski mengatasnamakan agama sesungguhnya berkisar pada urusan duniawi, bukan kepentingan agama seperti yang dilakukan ISIS.

Ia juga mengatakan, orang yang mau merusak negara adalah mereka yang merasa asing di negerinya sendiri. (Adi Sukma/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Syariah HMI Tegal Kab

Minggu, 17 Desember 2017

Kader PMII Sabet Juara MHQ Internasional di Arab Saudi

Makkah, HMI Tegal Kab. Kader Pengurus Cabang Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Selatan, Rahmat Batubara, meraih juara II pada ajang Musabaqah Hifdhil Quran (MHQ) Internasional King Abdul Aziz? ke-36 yang diselenggarakan di Masjidil Haram Kota Makkah, Arab Saudi.

Kader PMII Sabet Juara MHQ Internasional di Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Sabet Juara MHQ Internasional di Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Sabet Juara MHQ Internasional di Arab Saudi

Lomba menghafalkan al-Qur’an yang digelar Kerajaan Arab Saudi itu berlangsung? selama delapan hari, 12 November hingga 19 November 2014, dan diikuti 138 peserta dari 59 negara,seperti Tunisia, Indonesia, Senegal, Maroko, Tajikistan, Nigeria, Filipina, dan Kamerun.

Rahmat berhasil menyabet juara kedua di cabang lomba Tahfidz 15 Juz. Cabang lomba lain yang tersedia adalah cabang bidang tafsir, cabang tahfidh 30 Juz, cabang tahfidh 15 Juz dan cabang tahfidh 5 Juz khusus untuk negara-negara minoritas muslim.

HMI Tegal Kab

Rahmat tidak sendirian. Delegasi lain dari Indonesia, Muhammad Luthfi, memperoleh juara ketiga pada cabang tahfidh 30 Juz. Atas prestasi tersebut Luthfi mendapatkan hadiah 75 ribu riyal atau sekitar 243 juta rupiah, sementara Rahmat menerima 45 ribu riyal atau sekitar 146 juta rupiah.

“Alhamdulillah, seneng banget, enggak nyangka bisa juara, soalnya peserta dari negara lain hebat-hebat. Tapi alhamdulillah, kemenangan ini tentunya untuk Indonesia’’ tutur Rahmat yang juga mahasiswa Institut PTIQ (PerguruanTinggiIlmu Al-Quran) Jakarta.

HMI Tegal Kab

Sebelumnya, Rahmat berhasil menjuarai berbagai even nasional maupun internasional di antaranya: Juara I MTQ tingkat Nasional di Bangka Belitung, Juara I MHQ tingkat Internasional di Brunei Darussalam, Juara II MHQ tingkat Internasional di Mesir, dan Juara III MHQ tingkat Internasional di Libya.

Pengalaman yang mirip juga ada pada diri Luthfi. Pemuda 19 tahun asal Karawang, Jawa Barat, ini sebelumnya meraih Juara I MTQ Nasional cabang MHQ 30 Juz di Kepulauan Riau tahun 2014 dan mendapatkan juara harapan I MTQ Internasional di Iran tahun 2014. Luthfi menamatkan hafalan Al-Qurannya dalam waktu kurang lebih tiga tahun pada usia 15 tahun, tepatnya di Pondok Pesantren Darul Quran Mulia, Gunung Sindur, Bogor. (Ridho El-Qudsy/Irhamni Rofiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Syariah HMI Tegal Kab

Jumat, 15 Desember 2017

Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila

Lombok Utara, HMI Tegal Kab. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Asad Said Ali menyebutkan, orang NU tidak mungkin menjadi pemberontak. Meskipun pernah ditekan rezim, NU justru menjadi satu-satunya ormas yang tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

As’ad menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara kunci pada saat pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Lanjut (PKL) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (20/5).

Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila

Menurut penulis buku “Negara Pancasila” ini, NU menjunjung tinggi kebersamaan dan lestarinya kebhinekaan di Tanah Air sebagaimana nilai yang terkandung dalam Pancasila. "Pada dasarnya kita diciptakan majemuk tidak melihat warna kulit dan tidak membeda-bedakan,” tuturnya.

Seperti diketahui dalam sejarah, forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama tahun 1983 sepakat menerima Pancasila sebagai asas tunggal lantaran dinilai selaras dengan nilai-nilai Islam yang dijunjung tinggi NU. Padahal, saat itu NU sedang digembosi perannya secara politk oleh pemerintahan Orde Baru.

HMI Tegal Kab

Pada kesempatan itu, Asad banyak mengulas gerakan radikalisme dan pentingnya penguatan Ahlusunah wal Jamaah sebagai pilar membangun negeri.

HMI Tegal Kab

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu yang membuka acara PKL tersebut, mengatakan, radikalisme menjadi peringatan bagi kerukunan di Indonesia. Ia menilai, peran pesantren sebagai solusi.

"Pesantren pada umumnya sangat moderat, ponpes sangat strategis dalam rangka menangkal radikalisme keagamaan. Kami sangat mendukung apa yang dilaksanakan GP Ansor. Kami mengimbau kepada para tuan guru dan ustadz untuk mengintensifkan pembinaan kepada ummat terutama para tokoh-tokoh agama," harapnya.

Kegiatan pelatihan ini akan berlangsung hingga 23 Mei 2015.? Dalam acara pembukaan, hadir pula Ketua PWNU NTB TGH Ahmad Taqiudin Mansyur, Kepala Kanwil BPN NTB H Budi Suryanto, Bupati Kabupaten Lombok Utara H Djohan Sjamsu, Ketua PCNU Kabupaten Lombok Utara H Sa’i, H Muallif dari Kemenag Kabupaten Lombok Utara, dan sejumlah tokoh lain dari polres, DPRD KLU. (Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah, Khutbah, Syariah HMI Tegal Kab

Selasa, 12 Desember 2017

NU Ranting Bener Adakan Pengajian Akbar

Wonosobo, HMI Tegal Kab. Ribuan Jamaah, Ahad, 10/3/2013, menghadiri pengajian Akbar yang diadakan oleh NU beserta badan otonomnya, yaitu Muslimat, Fatayat, Ansor dan IPNU/IPPNU Ranting Bener. 

Kegiatan ini bertempat di halaman Masjid Bener Kidul Kepil Wonosobo.

NU Ranting Bener Adakan Pengajian Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Ranting Bener Adakan Pengajian Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Ranting Bener Adakan Pengajian Akbar

Pengajian yang diisi oleh Kiai Muzammil dari Sapuran Wonosobo ini dihadiri ribuan jamaah tersebut terdiri dari pengurus dan anggota Badan Otonom NU serta umat Islam se-desa Bener dan sekitarnya.

HMI Tegal Kab

Ketua Ranting NU Bener Kiai Saefur Arifin mengatakan ”Acara ini diselenggarakan secara bersama oleh seluruh Banom NU di Ranting Desa Bener. Sesuai dengan kesepakatan bersama kegiatan ini akan dilaksanakan rutin setiap tiga bulanan.”

Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama agar acara terlaksana jauh lebih baik dan lebih besar ketimbang dilakukan secara sendiri-sendiri.

HMI Tegal Kab

Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Desa Bener, yang dalam sambutannya mengapresiasi positif terhadap inisiatif panitia dalam menyelenggarakan kegiatan Maulid ini, bahkan ia menghimbau kegiatan-kegiatan seperti ini dilestarikan sebagai ukhuwah islamiyah.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Irwan Sahidin

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab AlaSantri, Syariah, Sejarah HMI Tegal Kab

Senin, 04 Desember 2017

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan

Bondowoso,HMI Tegal Kab. Pengurus PCNU Bondowoso H Matkur menerima penghargaan dari Pemerintah RI atas dedikasi dan prestasi dalam dunia pendidikan. Penghargaan diberikan pada puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor pada Ahad 27 November lalu.

Ia bersama pendidik lainnya yang terpilih menerima penghargaan Satya Lencana Pendidikan yang diberikan Presiden RI Joko Widodo.

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan

"Alhamdulillah saya mendapatkan penghargaan Satya lencana Pendidikan. Ini sebuah penghargaan yang diberikan Presiden RI pada orang-orang yang dianggap berprestasi luar biasa di bidang pendidikan," ungkapnya Ahad (27/11) malam.

HMI Tegal Kab

Menurut Wakil Rais Syuriah MWCNU Kota Bondowoso, ada 40 orang yang menerima penghargaan tersebut, tapi yang disematkan langsung Presiden RI ada 15 orang perwakilan di antaranya dari Gorontalo, Yogyakarta, Maluku.

Bapak beranak lima bersyukur kepada Allah, orang tua, keluarga, para guru dan sahabat-sahabat dengan penghargaan ini. “Semoga menjadi motivasi dan inspirasi bagi anak-anak, murid dan teman guru,” katanya.

HMI Tegal Kab

Salah satu prestasi yang pernah diraihnya juara satu lomba Kepala Madrasah berprestasi tingkat nasional dan Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2016 dari Menteri Agama. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen, Pertandingan, Syariah HMI Tegal Kab

Rabu, 29 November 2017

Meletakkan Pondasi Pengelolaan Tanah Wakaf di Indonesia

Oleh Ahmad Yahya

Wakaf merupakan perbuatan hukum yang suci dan mulia, artinya selama barang yang diwakafkan dapat dimanfaatkan, pahalanya akan tetap mengalir, meskipun si wakif  telah meninggal dunia. Wakaf secara signifikan menyumbangkan pertumbuhan budaya dan intelektual, dan berperan positif dalam menegakkan keadilan sosial, serta mendorong mereka yang kaya untuk mendirikan wakaf. 

Meletakkan Pondasi Pengelolaan Tanah Wakaf di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Meletakkan Pondasi Pengelolaan Tanah Wakaf di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Meletakkan Pondasi Pengelolaan Tanah Wakaf di Indonesia

Catatan sejarah, wakaf terbukti mampu menyejahterakan umat secara umum. Hanya saja perwakafan di Indonesia masih belum maksimal dalam mencapai spirit yang disyariatkan wakaf, padahal potensi wakaf di Indonesia luar biasa. Hal ini banyak faktor yang terdistorsi, diantaranya pemahaman masyarakat akan wakaf, manajeman wakaf, harta yang diwakafkan dan nadzir. 

Untuk itu perlu perubahan paradigma pengelolaaan wakaf secara profesional dan dapat dipertanggung jawabkan. Dalam UU No. 41 Tahun 2004 pasal 5 fungsi wakaf adalah mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis. Harta benda wakaf digunakan untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum. 

Secara umum, ada beberapa macam sifat permasalahan yang berkaitan sengeketa tanah wakaf, antara lain; pertama masalah yang menyangkut prioritas dapat ditetapkan sebagai pemegang hak yang sah atas tanah yang berstatus hak atau atas tanah yang belum ada haknya. 

HMI Tegal Kab

Kedua, bantahan terhadap sesuatu alasan hak atau bukti perolehan yang digunakan sebagai dasar pemberian hak. Ketiga, kekeliruan atau kesalahan pemberian hak yang disebabkan penerapan peraturan yang kurang atau tidak benar. Keempat, sengketa atau masalah lain yang mengandung aspek-aspek sosial.

 

Konflik pertanahan sesungguhnya merupakan bentuk ekstrim dan keras dari persaingan. Secara makro, sumber konflik bersifat struktural misalnya beragam kesenjangan. Secara mikro, sumber koflik dapat timbul karena adanya perbedaan atau benturan nilai, perbedaan tafsir mengenai informasi, data atau gambaran obyektif kondisi pertanahan setempat, atau benturan kepentingan ekonomi, yang terlihat pada kesenjangan struktur pemilikan dan penguasaan tanah.

HMI Tegal Kab

Dalam UU No. 41 Tahun 2004 tentang wakaf, pada pasal 1 dinyatakan bahwa wakaf adalah perbuatan hukum wakif, untuk memisahkan dan menyerahkan sebagian harta benda miliknya, untuk dimanfaatkan selamanya, atau untuk jangka waktu tertentu, sesuai dengan kepentingannya, guna keperluan ibadah atau kesejahteraan umum menurut syariah.

Adanya perkembangan lembaga perwakafan tanah milik, yang berkembang di Indonesia, mengilhami perancang UUPA di mana salah satu pasal dalam UUPA, yang mengatur khusus mengenai Perwakafan Tanah Milik ini, yaitu Pasal 49 yang berbunyi sebagai berikut: Pertama  Hak milik tanah benda-benda keagamaan dan sosial, sepanjang dipergunakan untuk usaha dalam bidang keagamaan, dan sosial diakui dan dilindungi. 

Kedua Badan-badan tersebut dijamin pula, akan memperoleh tanah yang cukup untuk bangunan dan usahanya, dalam bidang keagamaan dan sosial. Untuk keperluan peribadatan dan keperluan suci lainnya, sebagai dimaksud dalam Pasal 14 dapat diberikan tanah yang dikuasai langsung oleh negara dengan hak pakai. Ketiga Perwakafan tanah milik dilindungi, dan diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Mengacu pada ketentuan yang termaktub dalam Pasal 49 UUPA di atas. Maka, ini merupakan pengakuan secara yuridis formal keberadaan perwakafan tanah milik oleh negara sehingga telah disejajarkan dengan hak-hak yang terdapat dalam UUPA lainnya, misalnya Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai.

 

Kegunaan tanah wakaf adalah sebagaimana fungsi wakaf pada umumnya, yaitu untuk kemaslahatan umat, namun secara khusus UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf mengatur bahwa peruntukan tanah wakaf adalah tergantung pada ikrar wakaf yang dibuat. Ikrar wakaf merupakan pengucapan sah yang diucapkan secara ikhlas untuk menyerahkan hartanya yang akan dipergunakan di jalan Allah. 

Hal pokok yang sering menimbulkan permasalahan perwakafan dalam praktik adalah masih banyaknya wakaf tanah yang tidak ditindaklanjuti dengan pembuatan akta ikrar wakaf. Pelaksanaan wakaf yang terjadi masih banyak yang dilakukan secara agamis atau mendasarkan pada rasa saling percaya. 

Kondisi ini, pada akhirnya menjadikan tanah yang diwakafkan tidak memiliki dasar hukum, sehingga apabila dikemudian hari terjadi permasalahan mengenai kepemilikan tanah wakaf penyelesaiannya akan menemui kesulitan, khususnya dalam hal pembuktian. 

Hal lain yang sering menimbulkan permasalahan dalam praktik wakaf di Indonesia adalah dimintanya kembali tanah wakaf oleh ahli waris wakif dan tanah wakaf dikuasai secara turun temurun oleh Nadzir yang penggunaannya menyimpang dari akad wakaf.  Dalam praktik sering didengar dan dilihat adanya tanah wakaf yang diminta kembali oleh ahli waris wakif setelah wakif tersebut meninggal dunia. 

Dan lagi, salah satu penghambat pemberdayaan wakaf di Indonesia adalah pertama masalah pemahaman masyarakat tentang hukum wakaf, kedua pengelolaan dan manajemen wakaf setengah hati, ketiga benda yang diwakafkan dan nazhir. 

Kenyataan adanya berbagai problem terkait dengan sengketa dan pengelolaan tanah wakaf yang terjadi di tengah masyarakat harus di urus dan diselesaikan secara bijak dan benar. Agar supaya tujuan dari adanya wakaf itu sendiri dapat terjaga kesuciannya dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. 

Beberapa solusi untuk meletakkan pondasi pengelolaan tanah wakaf dari berbagai hal yang tidak diinginkan adalah; pertama melakukan pemberdayaan wakaf secara produktif. Kedua, Badan Wakaf Indonesia melaksanakan pembinaaan dan pemberdayaan kepada para pengelola wakaf secara intens. 

Ketiga, melakukan penegakan hukum dalam pengelolaan wakaf secara prioritas. Keempat melakukan pengawasan dan pendataan terhadap harta wakaf. Kelima adanya i’tikad baik untuk memberi atau mengurus tanah wakaf. Keenam memaksimalkan peran dan fungsi KUA sebagai wakil pemerintah di daerah dalam pembinaan dan penyuluhan di bidang perwakafan. 

Memahamkan akan pentingya pengelolaan tanah wakaf secara profesional adalah sebuah cita-cita mulia yang harus selalu didengungkan, karena tanah wakaf merupakan aset untuk pemberdayakan dan pengembangan ummat dalam berbagai bidang, dan untuk itu tanah wakaf harus dimanfaatkan secara optimal, agar terwujud  masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan. Wallahu A’lam.

Penulis adalah Pegiat Lingkar Study Kajian Ilmu Hukum, tinggal di Kota Semarang.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tokoh, Syariah HMI Tegal Kab

Selasa, 28 November 2017

IPNU-IPPNU Purworejo Galang Bantuan untuk Korban Longsor

Purworejo, HMI Tegal Kab

Hujan deras yang mengguyur Purworejo, Sabtu (18/6) menyebabkan banjir dan puluhan rumah tertimbun tanah longsor di beberapa titik. Sampai saat ini, korban mencapai 44 jiwa yang tersebar di beberapa lokasi, seperti di Desa Karangrejo/Caok, Kecamatan Loano dan Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing.

IPNU-IPPNU Purworejo Galang Bantuan untuk Korban Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Purworejo Galang Bantuan untuk Korban Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Purworejo Galang Bantuan untuk Korban Longsor

Korban terbanyak berada di Desa Donoranti, Kecamatan Purworejo dengan jumlah korban mencapai 14 orang, 3 di antaranya sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan 11 masih dalam pencarian.

Tim Relawan Corp Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Korps Pelajar Putri (KPP) Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Purworejo terjun langsung ke lokasi bencana di Desa Caok dan Donorati.

HMI Tegal Kab

Menurut Ketua PC IPNU Purworejo Muhammad Hidayatullah, para korban saat ini banyak membutuhkan bantuan. “Yang dibutuhkan saat ini adalah baju layak pakai, obat-obatan, makanan siap saji, minuman, mie instan,” katanya.

HMI Tegal Kab

Ahad siang kemarin, proses evakuasi sempat dihentikan dan dilanjutkan Senin hari ini. Pihak IPNU-IPPNU Purworejo mengaku terus koordinasi dengan BPBD (Badan Penangulangan Bencana Daerah) Kabupaten Purworejo.

Bagi yang ingin memberikan bantuan bisa disalurkan langsung ke Basecamp IPNU-IPPNU di Jalan Sibak No 18 Purworejo atau didonasikan ke nomor rekening: 685701013816534 BRI Unit Tambakrejo a.n. Muhammad Hidayatullah, dengan nomor kontak 085743043220 / 082136165234.

Selain itu, tim relawan IPNU-IPPNU juga melakukan penggalangan donasi melalui situs: kitabisa: https://kitabisa.com/pedulipurworejo. “Bagi yang ingin mendonasikan melalui kita bisa, minimal Rp. 20.000,” ungkap Dayat, sapaan akrabnya, usai mengirimkan bantuan logistik. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Syariah, Ulama HMI Tegal Kab

Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat

Sidoarjo,? HMI Tegal Kab?

Usai pelaksanaan Konfercab ke-13 di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Lebo Sidoarjo, beberapa waktu lalu, kini PC GP Ansor Sidoarjo membentuk pengurus baru periode 2016-2021. Ketua GP Ansor Sidoajro H Rizza Ali Faizin telah membentuk kepengurusan struktural di jajarannya.

Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat

Dalam menyusunan pengurus, PC GP Ansor telah melibatkan semua unsur banom NU dengan melakukan fit and proper test terhadap semua calon pengurus PC GP Ansor Sidoarjo.

Rizza mengaku sudah mengantongi nama yang telah masuk dalam fit and proper test dan memilih sebanyak 26 pengurus harian yang mempunyai integritas serta memenuhi persyaratan. Dari 26 itu di antaranya 9 wakil ketua, 9 wakil sekretaris dan 7 bendahara.

"Dari wakil-wakil pengurus harian PC GP Ansor Sidoarjo tersebut terdapat dari Pengurus Anak Cabang Ansor yang ada di kabupaten Sidoarjo. Selain itu, ada kader fungsional dan kader profesional dari kalangan pemuda Nahdlatul Ulama," kata Rizza, Selasa (10/1).?

HMI Tegal Kab

Selanjutnya, sambung Rizza, Ansor Sidoarjo akan menyerahkan rekomendasi struktural organisasi ke Pengurus Wilayah GP Ansor Jatim. Setelah mendapat rekom dari PW GP Ansor Jatim, tinggal menunggu surat keputusan dari Pimpinan Pusat GP Ansor, dan selanjutnya dilakukan pelantikan.

"Alhamdulillah tanggal 4 Januari kita sudah bentuk pengurus harian dan sesuai kriteria yang diinginkan. Permohonan rekomendasi juga sudah kita bawa kepada PW Jatim. Setelah itu baru rekomendasi dari Ansor pusat. Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Ketum Ansor dan sudah positif tinggal menunggu dari pimpinan wilayah," pungkasnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Syariah HMI Tegal Kab

Jumat, 17 November 2017

Komar: Merdeka itu Saling Senyum

Brebes, HMI Tegal Kab. Pelawak Nasional yang juga Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (Umus) Brebes H Nurul Komar mengajak kepada warga Brebes dalam mengartikan kemerdekaan harus saling menebar cinta, saling senyum. Dengan senyum akan tercipta kedamaian dan lancar dalam membangun. Bahkan seluruh ikhtiar, kerja bersama yang dilakukan bertekadlah agar Allah tersenyum.

“Buatlah Allah tersenyum, dengan apa yang kita lakukan,” pesan H Komar, saat mengisi uraian hikmah Dzikir Kebangsaan, Sarasehan dan Tasyakuran HUT ke-72 RI di Pendopo Bupati Brebes, Jawa Tengah, Rabu (16/8).

Komar: Merdeka itu Saling Senyum (Sumber Gambar : Nu Online)
Komar: Merdeka itu Saling Senyum (Sumber Gambar : Nu Online)

Komar: Merdeka itu Saling Senyum

Senyum itu, kata Komar, merupakan perwujudan dari Istiqomah dengan selalu tersenyum dalam hidupnya. Selalu senang menatap cakrawala yang luas tanpa batas, mengarungi samudara yang tak bertepi. Dengan senyum berarti sodakoh, dan bersedekah menjadikan hidup kita berkah, Indonenesia butuh orang orang yang tersenyum.?

Saatnya beristiqomah dengan Pancasila, tuturnya, ? orang yang senang, kaya hati, kokoh bagi tiang pancang yang tak goyang. Indonesia butuh orang orang istiqomah, dengan mencintai apa yang kamu kerjakan, kerjakan apa yang kamu cintai.?

“All out, Indonesia membutuhkan orang yang kaffah, jangan setengah setengah,” tegasnya.

Orang yang kerjanya setengah setengah tidak berhasil, demikian juga dengan orang yyang ngajinya setengah setengah, tidak mendalami Islam secara kaffah maka menjjadi teroris.

HMI Tegal Kab

Yakinlah dengan kemampuan diri, percaya diri. Sebab, orang yang tidak percaya diri mengindikasikan tidak percaya pada Allah, tidak yakin kalau Allah bersama kita.?

Hal yang perlu disikapi, kata Komar, Ngaji dengan rasa jangan mengedepankan logika belaka. Harus total menggunakan logika dan rasa, kalau Cuma logika jadi orientalis. Total kaffah, simultan antara logika dan rasa, Indonesia butuh orang orang yang ngaji rasa. Seperti halnya mengaji Al-Qur’an tidak hanya dibaca tapi juga harus dirasa. Jangan ngaji hanya ibarat ngupas bawang yang ketemu hanya kulit saja, kulit lagi.?

Istiqomah juga bisa diartikan konsisten, konsekwen, selalu bersyukur. Bagaimana bisa menikmati naik motor kalau iri dengan seandainya yang dinaiki mobil. Jangan sampai merasakan bagaimana naik mobil kalau yang dirasa pesawat terbang. Hidup itu tergantung pada perasaan kita.?

HMI Tegal Kab

“Nikmatilah naik motor, ketimbang disampingnya hanya naik sepeda onthel,” tandasnya.

Indonesia saat ini butuh orang orang kerja yang rahman rohim, penuh kasih sayang. Yang dilandasi spiritual. Pemberani bisa memaafkan, lupakan kebaikan kita kepada orang lain, lupakan ketidakbaikan orang lain para kita.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti dalam sambutannya mengajak kepada warga masyarakat Brebes untuk terus menggelorakan semangat juang 45 menuju kesejahteraan dan kemakmuran. Bekerja dan beribadah, menjadi satu kesatuan yang terus dilakukan.

Dzikir kebangsaan dipimpin pengasuh Pondok pesanteren Darussalam Jatibarang Brebes KH Syekh Sholeh Basalamah.

Tampak hadir jajaran Forkopimda, Wakil Bupati, Sekda, para Kepala OPD, Pelajar, Mahasiswa, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan undangan lainnya.?

Usai sarasehan dilanjutkan dengan malam renungan di Taman Makam Pahlawan Kusumatama Brebes. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sholawat, Syariah HMI Tegal Kab

Selasa, 31 Oktober 2017

Kiai Miftah-Mutawakkil Kembali Pimpin NU Jawa Timur

Sidoarjo, HMI Tegal Kab. Duet KH Miftahul Ahyar dan KH Mutawakkil Alallah dipercaya memimpin kembali NU Jawa Timur dalam pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah yang digelar Ahad (2/6) sore di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Kompleks SMP Progresif, Lebo Sudoarjo.

Kiai Miftah-Mutawakkil Kembali Pimpin NU Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Miftah-Mutawakkil Kembali Pimpin NU Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Miftah-Mutawakkil Kembali Pimpin NU Jawa Timur

Kiai Miftah terpilih secara aklamasi dengan memperoleh dukungan 41 suara dari 44 suara yang diperebutkan sesuai jumlah PCNU se Jatim, plus satu suara PWNU.

Dalam pemilihan rais syuriyah muncul tiga nama. Masing-masing mendapatkan 1 suara. Mereka adalah KH Marzuki Mustamar (ketua PCNU Kota Malang), KH M Hasan Mutawakkil Alallah (ketua tanfidziyah PWNU Jatim demisioner), Prof Dr KHM  Ridwan Nasir (wakil rais syuriah PWNU Jatim demisioner). 

HMI Tegal Kab

Berbeda dengan pemilihan rais syuriyah, pemilihan ketua tanfidiyah cukup menegangkan. Perolehan suara antara Kiai Mutawakkil, dengan  KH Dr Abdullah Syamsul Arifin terlihat cukup ketat. Satu demi satu suara untuk mereka berdua saling kejar. Namun, dengan 24 suara, Kiai Mutawakkil berhak untuk menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah untuk kali kedua.

Lewat persidangan yang dipimpin Wakil Sekjen PBNU H Masduki Baidlawi, KH Abdullah Syamsul Arifin hanya mendapatkan 17 suara dari 44 PCNU se Jawa Timur. Ada satu suara yang dinyatakan tidak sah.

HMI Tegal Kab

Sebelum pemungutan suara, kedua calon harus mendapatkan persetujuan dari rais syuriah terpilih yakni KH Miftachul Akhyar serta menandatangani kontrak jam’iyah.

Setelah mendapat persetujuan dari Kiai Miftachul Akhyar dan menyatakan bersedia menandatangani kontrak jam’iyah, pada tahap pemilihan silih berganti dukungan diberikan kepada keduanya.

“Dengan ini keduanya kami terima, dengan catatan tahu posisi dan tugas masing-masing,” kata Kiai Miftah.

Namun pada jam 17.03 WIB, ketika pimpinan sidang melakukan penghitungan, suara untuk Kiai Mutawakkil tidak dapat terkejar KH Dr Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab. Dengan demikian, Kiai Mutawakkil menjadi Ketua PWNU Jatim lima tahun mendatang.

Kendati suasana pemilihan cukup ketat, namun setelah pemilihan usai, suasana menjadi cair. Dua kandidat bersalaman dan berpelukan diiringi pembacaan shalawat yang menggema. Sebuah pertanda bahwa NU ke depan membutuhkan kekompakan dan kerukunan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Hadi JM-Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Syariah HMI Tegal Kab

Minggu, 29 Oktober 2017

Khofifah Berikan Bansos di Bondowoso

Bondowoso, HMI Tegal Kab?



Menteri Sosial Republik Indonesia Hj. Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bansos non-tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di pendopo Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (3/8). Bantuan itu diserahkan kepada ibu-ibu Keluaga Penerima Manfaat (KPM) untuk anak sekolah (pendidikan).

Khofifah Berikan Bansos di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Berikan Bansos di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Berikan Bansos di Bondowoso

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU itu mengatakan, bantuan itu juga agar digunakan untuk ibu hamil, balita untuk menambah gizi supaya ana sehat. Sementarta ibu yang memilik anak di SD, SMP dan SMA untuk biaya tambahan sekolah.

"Saya ingin ibu memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Bapak Presiden berpesan, kalau ada yang menggunakan di luar dari tambah gizi dan anak sekolah; awas lho kartunya bisa dicabut. Jadi, manfaatkan sebaik-baiknya," pintanya.

Ia mengutip perkataan Presiden Joko Widodo, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini terus membaik. Dengan demikian, jika pertumbuhan itu terjaga dan terus membaik, bantuan seperti itu akan ditambah.?

HMI Tegal Kab

“Alhamdulillah," kata Khofifah yang diikuti alhamdulillah ibu-ibu KPM.

“Doakan Bapak Presiden sehat. Doakan Pak Wapres sehat. Doakan ekonomi kita membaik. Doakan bangsa kita aman," pinta Khofifah lagi.

Pada kesempatan itu, Khofifah menyaksikan simulasi penarikan bantuan sosial PKH non-tunai oleh aagen BNI dan atm mobil BNI. Hadir pada kesempatan itu Bupati Bondowoso H Amin Said Husni beserta wakilnya, Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir, Sekda Bondowoso, Forpimda, Polres, dan Dandim 0822. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Syariah, Nasional, Sholawat HMI Tegal Kab

Sabtu, 28 Oktober 2017

Inilah Pesan Para Kiai Sepuh di Hadapan Presiden Joko Widodo

Jakarta, HMI Tegal Kab - Para ulama sepuh menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor di di Jalan Kramat Raya, No 65A, Jakarta, Ahad (11/12) sore. Acara yang dimotori PP GP Ansor ini dirangkai dengan Maulid Nabi dan mengusung tema “Indonesia dari Mata Bathin Kiai”.

Sebelumnya, GP Ansor telah melakukan silaturahim dan memohon sumbangsih pemikiran para kiai dalam menanggapi kondisi Indonesia belakangan ini. Hingga akhirnya para kiai berkumpul secara terbatas dan menghasilkan beberapa rekomendasi untuk Presiden.

Inilah Pesan Para Kiai Sepuh di Hadapan Presiden Joko Widodo (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pesan Para Kiai Sepuh di Hadapan Presiden Joko Widodo (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pesan Para Kiai Sepuh di Hadapan Presiden Joko Widodo

Pertemuan tersebut dihadiri antara lain Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf; para Mustasyar PBNU Abuya Muhtadi Dimyathi, KH Dimyati Rois, TGH Turmudzi Badruddin; Rais Syuriyah PBNU KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Katib Syuriyah PBNU KH Abdul Ghafur Maemun, pengasuh Pesantren Al-Aziziyah Jombang KH Abdul Aziz Masyhuri, dan kiai lainnya.

KH Yahya Cholil Staquf di hadapan Jokowi dan disaksikan ribuan kader GP Ansor dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, membacakan beberapa butir nasihat para kiai itu. Sebelumnya ia menjelaskan beberapa ulama sepuh yang dijadwalkan hadir seperti KH Maemun Zubair, KH Ahmad Mustofa Bisri, dan KH Maruf Amin terpaksa tak datang karena ada halangan tertentu.

HMI Tegal Kab

Berikut teks lengkap nasihat para kiai sepuh untuk Presiden Joko Widodo:

HMI Tegal Kab



Bismillahirrahmanirahim

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Para kiai berterima kasih atas perkenan Bapak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo? untuk bertemu dan bertukar pikiran dengan para kiai dan menyampaikan? penghargaan atas langkah-langkah Pemerintah yang senantiasa mengedepankan? hikmah dan kebijaksanaan dalam mengatasi masalah-masalah bangsa dewasa ini.? Lebih-lebih dengan masalah-masalh mendasar yang dirasakan oleh rakyat,? termasuk berkurangnya rasa saling percaya di antara sesama warga Bangsa.

Para kiai mengimbau kepada segenap warga bangsa untuk memperbaharui dan mengukuhkan? kembali semangat kebersamaan, saling menenggang, saling menjaga, saling? membantu dan gotong royong. Hal ini penting bukan hanya dalam kaitannya? dengan berbagai keragaman dasar seperti agama, suku, dan ras, tapi juga dalam? kaitannya dengan keseluruhan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara,? termasuk dalam bidang-bidang ekonomi, politik dan hukum. Dalam hal ini,? keadilan adalah kunci, tapi harus pula dilambari dengan semangat persaudaraan? sebangsa yang kokoh.

Para kiai berharap kepada Pemerintah, khususnya Bapak Presiden sebagai? pemimpin bangsa, agar memimpin upaya yang sungguh-sungguh untuk merajut? kembali hubungan silaturahmi di antara elemen-elemen bangsa, dan? mengembangkan strategi kenegaraan serta pembangunan berbagai bidang, sedemikian rupa sehingga dapat dirasakan langsung dan nyata oleh rakyat sebagai? peningkatan jaminan perlindungan bagi kepentingan-kepentingan dan kebutuhan- kebutuhan dasar mereka.? ? ? ? ?

Para kiai senantiasa siap dan telah terus-menerus mendampingi, ngemong, dan? membantu rakyat, dalam kegelisahan-kegelisahan mereka dan upaya-upaya? mereka untuk memperjuangkan berbagai kepentingan, agar senantiasa berjalan? dalam panduan cita-cita bangsa dan akhlaqul karimah.? ? ? ? ?

Para kiai mengimbau kepada Pemerintah, khususnya Bapak Presiden sebagai? pemimpin Bangsa untuk memperhatikan berbagai kegelisahan maupun tuntutan? rakyat itu dengan pandangan rahmat dan kasih sayang. Para kiai senantiasa? menyediakan diri lahir-batin, kapan pun Pemerintah membutuhkan saran-saran? dan sumbangan-sumbangan pemikiran. Para kiai akan sangat berbahagia apabila? Pemerintah, khususnya Bapak Presiden, berkenan menjalin hubungan silaturahmi? yang erat, berkesinambungan dan berkelanjutan yang dadasari oleh keikhlasan,? saling percaya dan saling menghormati untuk bersama-sama memikirkan dan? mengupayakan kemasalahatan bagi seluruh rakyat dan bangsa yang kita cintai ini.? Para kiai mengajak untuk meneguhkan kembali semangat keikhlasan serta iman? dan taqwa sebagai landasan niat kita dalam segala upaya mengatasai masalh- masalah Bangsa, agar kita dapat mengharapkan pertolongan dan berkah dari Allah? Subhaanahu Wa Ta’aalaa.

Semoga Allah SWT menjadikan pertemuan pada hari ini bermanfaat bagi seluruh? Bangsa tanpa kecuali, bersesuaian dengan firman-Nya: “rahmatan lil ‘aalamiin”.? Semoga Allah SWT mengaruniakan bagi bangsa ini ruh persatuan dan kesatuan? yang sejati, dan menghindarkan kita semua dari perpecahan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.



(Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Syariah, Nasional HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock