Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar

Tangerang, HMI Tegal Kab?



Mencegah radikalisme perlu dimulai dari kalangan pelajar. Sebab itu, Dewan Mahasiswa (Dema) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggandeng Kementerian Agama Kota Tangerang untuk mencegah radikalisme di kalangan pelajar. Ini sebagai bentuk kegiatan di bulan Ramadhan?

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar

Presiden Dema STISNU Imam Khoiri menjelaskan, Kemenag harus ikut andil bersama-sama Dema STISNU dalam melakukan pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme. "Kami (Dema) dan Kemenag sepakat terjun bersama menangkal radikalisme atas nama agama. Kita memulai dari sosialisasi di kalangan pelajar," ujarnya saat melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, Selasa (30/5).

Ia menambahkan, dema STISNU dan Kemenag sudah menyepakati beberapa poin sebagai manifesto kader mujahid untuk memberikan pemahaman pentingnya pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945.?

Kesepakatan juga berisi untuk menolak keras radikalisme atas nama agama, menolak organisasi yang ingin mengubah dasar negara, dan mendorong generasi muslim Indonesia berpikir moderat, toleran, dan penuh cinta serta kasih sayang.

HMI Tegal Kab

Kepala Kemenag Kota Tangerang H. Dedi Mahfudin a mengapresiasi langkah mahasiswa STISNU Nusantara. Menurutnya, radikalisme perlu ditangkal sejak dini karena pemikirian radikal dapat merusak integrasi kebangsaan.?

Sebab itu, Kemenag Kota Tangerang sangat mendukung program mencegah sejak dini bahaya pemikiran radikal di kalangan pelajar.

"Kita akan adakan kegiatan sosialisasi bersama-sama mencegah tindakan radikal di kalangan pelajar Kota Tangerang ", terangnya.

Jalinan kerjasama ini akan wujudkan pada kegiatan Gema (Gerakan Mahasiswa) Ramadhan 2017, yaitu berupa kegiatan roadshow dan sosialisasi bahaya radikalisme dan "ngaji pancasila" di 5 (lima) kelurahan Kota Tangerang selama bulan Ramadhan.?

HMI Tegal Kab

Hadir pada acara silaturrahmi tersebut, Idrus Maulana pendiri PMII STISNU, Aflah Mumtaz Ketua Komisariat PMII, Raudhoh Amalia Pengurus Dema STISNU, dan pengurus Dema lainnya. (Suhendra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Berita HMI Tegal Kab

Kamis, 01 Februari 2018

SBY Belum Penuhi Harapan Rakyat Indonesia

Jakarta, HMI Tegal Kab

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi berharap, di tahun 2007 dan masa yang akan datang, pemerintah dapat memerbaiki kinerjanya. Karena, dalam penilaiannya, hingga saat ini pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) belum mampu memenuhi harapan rakyat Indonesia.

 

SBY Belum Penuhi Harapan Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
SBY Belum Penuhi Harapan Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

SBY Belum Penuhi Harapan Rakyat Indonesia

“Kata orang-orang (pemerintahan SBY-JK: Red) belum bisa memenuhi harapan banyak orang. Saya kira memang seperti itu,” kata Hasyim menjawab pertanyaan wartawan seputar evaluasi kinerja pemerintah selama tahun 2006 di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (1/1) lalu. Hal itu diungkapkannya usai menyerahkan daging kurban kepada masyarakat sekitar kantor PBNU.Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, harapan rakyat Indonesia akan adanya perubahan mendasar di negeri ini belum mampu diwujudkan oleh pemerintah. Padahal, katanya, saat pemilu 2004 silam, rakyat Indonesia seakan menaruh harapan begitu besar kepada SBY-JK.

“Harga beras mahal, minyak tanah susah, pengangguran di mana-mana. Belum lagi bencana alam yang datang terus menerus mulai dari tsunami, banjir, gempa bumi, longsor, lumpur (Lapindo: Red), kebakaran dan penggundulan hutan, gunung meletus dan lain sebagainya. Semuanya belum bisa diatasi oleh pemerintah,” urai Hasyim.

 

HMI Tegal Kab

Persoalan-persoalan bangsa dan negara itu, lanjut Hasyim, semua bermuara pada sebuah kesalahan yang dilakukan secara bersama-sama oleh bangsa ini. “Ada hal-hal yang dilakukan secara kolektif, dan itu salah,” tandasnya. Sehingga, imbuhnya, usaha penyelesaiannya terasa begitu rumit.

 

Mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu mencontohkan pada upaya pemerintah memberantas korupsi yang hingga saat ini masih terkesan ‘tebang pilih’. Menurutnya, hal itu “wajar” karena penyakit bangsa tersebut sudah sedemikian parah, sehingga pemberantasannya pun cukup sulit.

 

HMI Tegal Kab

“Karena saking (terlalu: Red) banyaknya yang korup, maka mesti tebang pilih. Tebang pilih itu biasanya dipilih yang kecil-kecil saja. Nah, itulah yang disebut kezaliman berbungkus keadilan,” terang Hasyim.

 

Tiga hal menurut Hasyim yang perlu dilakukan oleh para pemimpin bangsa ini, yakni perubahan sistem, perubahan kepemimpinan dan perlunya membuat sebuah konsensus nasional oleh para pemimpin bangsa ini. Tiga hal tersebut, menurutnya, modal utama bagi bangsa ini untuk menjadi lebih baik.

 

Persoalan sistem. Dicontohkan, di tengah keadaan ekonomi yang sangat lemah, maka sangat diperlukan sistem yang kuat. “Nah, sistem yang kita punya ini, mampu nggak mengangkat beban ekonomi yang begitu besar,” ujarnya.

 

Dalam hal kepemimpinan nasional. Hasyim mengimbau, hendaknya para pemimpin negeri ini tidak terlalu memikirkan dirinya sendiri apalagi hanya untuk kepentingan politik sesaat, yakni kepentingan pemilihan umum yang akan datang. Ia menilai, hal itulah yang sedang terjadi saat ini.

 

“Penderitaan yang dialami rakyat kecil ini yang harus diselesaikan dulu. Kalau itu sudah selesai, maka rakyat pasti akan simpati. Tidak perlu repot-repot kampanye lagi,” pungkas Hasyim.

 

Masih persoalan sistem yang menurut Hasyim, penyelenggaraan negara ini tidak dilakukan secara sistematis. Semua komponen, menurutnya, seakan berjalan sendiri-sendiri dan tanpa arah pula. “Eksekutif jalan sendiri, legislatif berdiri sendiri, yudikatif juga begitu. Lalu presiden itu mau kerja sama siapa,” gugatnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Ahlussunnah HMI Tegal Kab

Senin, 29 Januari 2018

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti

Solo, HMI Tegal Kab. Ratusan siswa dari Sekolah Dasar (SD) Ta’mirul Islam mengikuti kegiatan kemah Pramuka, selama dua hari (18-19/10). Acara yang diselenggarakan di Lapangan Kelurahan Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo ini dirangkaikan dengan acara bakti sosial.

Kepala Sekolah SD Ta’mirul Islam, Slamet, menerangkan kegiatan kemah bakti ini merupakan acara rutin yang dihelat setiap setahun sekali pasca-agenda UTS (Ulangan Tengah Semester) I. “Harapannya dengan mengikuti kegiatan ini, anak-anak dapat lebih fresh pikiran mereka. Sekaligus juga dapat menanamkan rasa sosial kepada para siswa,” terang Slamet.

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti

Dalam kegiatan yang bertajuk “Membangun Semangat Patriotisme, Bertanggung Jawab dan Berjiwa Sosial” ini para siswa medapatkan banyak pengalaman, mulai dari berlatih mendirikan tenda hingga ketrampilan lainnya.

HMI Tegal Kab

Ghazi Ata, salah satu siswa menuturkan kesannya usai mengikuti acara kemah ini. “Senang sekali dengan kegiatan ini. Paling seru saat ikut widegame, regu kami mesti melewati beberapa pos untuk menjadi yang terbaik,” ungkap siswa Kelas VI tersebut.

Acara kemah ditutup pada Ahad siang, dengan penyerahan hadiah untuk sejumlah regu yang memenangkan beberapa kategori lomba. (Ajie Najmuddin/Anam)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Warta, Olahraga HMI Tegal Kab

Minggu, 28 Januari 2018

Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik

Bolaang Mongondow, HMI Tegal Kab? . Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, menggelar pelatihan jurnalistik di Sekretariat PMII Jl. Amal Kelurahan Mogolaing Kecamatan, Kotamobagu Barat Sabtu-Ahad (19-20/12).

Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik

Menurut Ketua PMII Cabang Bolmong Inca Ing Bangki kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan potensi kader di bidang jurnalistik untuk transformasi pengetahuan.

"Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik, diharapkan tidak hanya sampai berakhir di sini, tetapi setelah ini dapat belajar lebih giat lagi sebagai bekal kita untuk ke depannya," ungkapnya pada pembukaan pelatihan tersebut.

HMI Tegal Kab

Sekitar 15 peserta kegiatan tersebut sangat antusias mengikuti Pelatihan jurnalistik yang baru pertama kali diselenggarakan oleh PMII Cabang Bolmong. Para pemateri adalah para alumnus organisasi tersebut yang berprofesi sebagai jurnalis di media lokal maupun regional Sulut.

Para pemateri itu adalah Yokman Muhaling (PC GP Ansor Kotamobagu), Supardi Bado (PC GP Ansor Kotamobagu), Andhika Dawangi (Alumni PMII Cabang Tondano) ? dan ? Amir Halatan.

HMI Tegal Kab

Supardi Bado berharap kegiatan tersebut tidak hanya sekali saja agar potensi-potensi kader PMII di bidang jurnalistik bisa berkembang maksimal. (Udi Masloman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Syariah, Kiai HMI Tegal Kab

Rabu, 24 Januari 2018

Amankan Natal dan Tahun Baru, Banser Sidoarjo Terjunkan 1000 Personil

Sidoarjo, HMI Tegal Kab. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Sidoarjo akan menerjunkan 1000 personil untuk melakukan pengamanan perayaan Natal 2015 disejumlah gereja yang ada di Sidoarjo. Selain itu, Banser juga akan melakukan pengamanan saat perayaan tahun baru 2016.

"Sekitar 1000 personil Banser gabungan dari Satkaryon akan dibagi disetiap kecematan untuk membantu Polres Sidoarjo dalam melakukan pengamanan Natal 2015 dan tahun baru 2016," kata Satkorcab Banser Sidoarjo M Hasanudin di Mapolres Sidoarjo usai gelar apel pasukan pengamanan natal dan tahun baru, Rabu (23/12).

Amankan Natal dan Tahun Baru, Banser Sidoarjo Terjunkan 1000 Personil (Sumber Gambar : Nu Online)
Amankan Natal dan Tahun Baru, Banser Sidoarjo Terjunkan 1000 Personil (Sumber Gambar : Nu Online)

Amankan Natal dan Tahun Baru, Banser Sidoarjo Terjunkan 1000 Personil

Sekitar 10 hingga 15 personil Banser akan ditempatkan di setiap gereja yang ada. "Bagaimana pun sebagai Banser, atau badan semi otonom Ansor punya kewajiban membantu Polres Sidoarjo untuk pengamanan Natal dan tahun baru," tegas Hasan.

HMI Tegal Kab

Kapolres Sidoarjo, AKBP M Anwar Nuris mengatakan, dalam apel gelar pasukan pengamanan Natal 2015 dan tahun baru 2016, pihaknya melibatkan 410 personil gabungan yang terdiri dari jajaran Polsek Sidoarjo, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo, Banser, Dinas Pemadam Kebakaran, Senkom dan penjinak bom (Jibom) Polda Jatim.

"Tahap pertama kami akan melakukan sterilisasi di sejumlah gereja yang ada di Sidoarjo. Sekitar 73 gereja itu akan kami sterilkan dengan bantuan pemuda gereja setempat dan Banser. Selanjutnya, pengamanan di luar gereja akan ada personil Jajaran Polres Sidoarjo dan Jibom," ucap mantan Kapolres Nganjuk Jawa Timur ini.

HMI Tegal Kab

Anwar mengungkapkan, pihaknya akan menyebar personilnya di sejumlah gereja yang ada di Sidoarjo. Baik itu gereja yang berkapasitas kecil maupun besar. "Hampir sama, di titik kerawanan jumlah yang cukup besar akan dijaga 6 personil polisi dan gereja yang kecil akan dijaga 2 personil polisi," ungkapnya.

Anwar menambahkan, pengamanan tersebut akan dilakukan sebelum dan sesudah kebaktian. Adapun operasi lilin semeru itu sendiri dimulai sejak tanggal 24 Desember 2015 hingga 2 Januari 2016. Pihaknya berharap kepada masyarakat pengguna jalan untuk mematuhi peraturan lalu lintas yang ada selama perayaan Natal dan tahun baru 2016 berlangsung.

Selain melakukan pengamanan disetiap gereja, Polres Sidoarjo juga mendirikan 11 pos terdiri dari 9 pos pam dan 2 pos pelayanan yang akan di tempatkan di Bungurasih Waru dan pintuk keluar (exit tol) Porong Sidoarjo. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen, Budaya, Quote HMI Tegal Kab

Minggu, 21 Januari 2018

Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI

Semarang, HMI Tegal Kab. Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Pengurus Besar Persatuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). MoU ini terkait pelatihan pencak silat Pagar Nusa sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI

MoU ditandatangani ketua Umum PP Pagar Nusa Aizuddin Abdurrahman, Ketua PP LP Ma’arif Arifin Junaidi dan Ketua Umum PB PGRI Sulistyo yang disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, di lokasi Rapimnas Pagar Nusa di Pesantren Az Zuhri Semarang, Jum’at (27/3).

Ketua PP LP Ma’arif Arifin Junaidi mengatakan, MoU ini merupakan formalisasi dari apa yang ditelah dijalankan selama ini. Sebelumnya, sudah ada kegiatan ekstrakurikuler pencak silat Pagar Nusa di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif.

HMI Tegal Kab

“Ada 13 ribu sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif. Berarti Pagar Nusa harus menyiapkan 13 ribu pelatih,” katanya yang disambut “siap...” oleh ratusan para pemimpin Pagar Nusa dan ratusan pendekar yang hadir.

HMI Tegal Kab

Menurut Arifin, selain mengajarkan pencak silat, diharapkan Pagar Nusa dapat menanamkan jiwa kesatria, daya juang dan semangat yang positif.

Ketua PB PGRI Sulistyo mengatakan, pihaknya menyambut baik tawaran Pagar Nusa untuk mengadakan kegiatan pelatihan Pagar Nusa di sekolah-sekolah. “Semoga penandatanganan MoU ini tidak sekedar formalitas, dan bisa kita tindaklanjuti secara serius,” katanya.

Sebelumya Ketua Umum Pagar Nusa Aizuddin Abdurrahman berpesan kepada pimpinan Pagar Nusa untuk mensosialisasikan kerjasama dengan LP Ma’arai dan PGRI ke daerah-daerah.

“Hasil Rapimnas ini saya harapkan dilaksanakan sampai ke bawah. MoU ini kita sosialisasikan di tingkat wilayah, cabang, sampai ke tingkat ranting,” katanya.

Rapimnas Pencak Silat NU Pagar Nusa dilaksanakan di Pondok Pesantren Azzuhri Ketileng Semarang, sejak Kamis (26/3). Rapimnas akan ditutup dengan Apel Kesetiaan pada Pancasila dan NKRI di lapangan Simpang Lima Semarang, Ahad (29/3) pagi, yang akan diikuti sekitar lima ribu pendekar Pagar Nusa. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Tegal, Jadwal Kajian HMI Tegal Kab

Kamis, 18 Januari 2018

Majalah Api Islam

Api Islam, majalah mingguan yang diterbitkan oleh Yayasan Sosial Keagamaan Lembaga Penggali dan penyebar Api Islam. Sebagaimana dijelaskan dalam terbitan perdananya, penggagas majalah ini adalah para tokoh Islam, ulama dan zu’ama yang secara khusus menganut faham ahlussunnah waljama’ah.

Nomor pertama majalah ini, No. 1 Th. I Djuli 1965, terbit pada 12 Juli 1965, dengan gambar kulit Dr. KH Idham Chalid, yang ketika itu menjabat sebagai Menko Wakil Ketua MPRS, Ketua Umum PBNU, dan juga sebagai Ketua Presidium Konferensi Islam Asia-Afrika (KIAA).?

Majalah Api Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Api Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Api Islam

Dalam susunan pengasuh dan pengelolanya tercantum nama-nama seperti Dr. KH Idham Chalid, Prof. KH Saifuddin Zuhri, H. Djamaludin Malik (Pinisepuh/Penasehat); Hadji Achmad Notosoetardjo (Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab); H. Mas’uddin Nur, Kiai Ridwan Fadhil, Sistaputra N.s., H. M. Arief Lubis, H. Hasbullah Chalid (Dewan Redaksi); KH Anwar Musaddad, Iskandar Sukarno M.A., Dr. Agustina, Dra. Zakijah Deradjat, Dra. Nurlela Dahlan, Nurhasni B.A. (Pembantu Ahli); dan Mohd. Ridwan Fadhali (Tata Usaha).?

Pada edisi-edisi selanjutnya, masuk nama-nama baru seperti Solichin Salam dan Ashar Daliwara di jajaran dewan redaksi dan Dra. Nurlela Dahlan di jajaran pembantu ahli. Majalah ini beralamat di Jalan Tanah Abang Barat 80 A, Jakarta. ?

HMI Tegal Kab

Menurut Kiai Idham Chalid dalam sambutannya sebagai pinisepuh dalam edisi perdana, majalah ini digagas di rumah kediamannya dan nama “Api Islam” sendiri diusulkan oleh Prof. KH Saifuddin Zuhri.?

HMI Tegal Kab

Namun istilah Api Islam sendiri diakui berasal dari Sukarno yang sejak tahun 1930an telah mendorong umat Islam untuk terus menggali api Islam, inti dari ajaran Islam. Sukarno sendiri mengambil istilah ini dari buku terkenal karya pemikir Muslim India, Syed Amir Ali, The Spirit of Islam, yang pada tahun 1966 ? itu telah diterjemahkan dan diterbitkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Idham Chalid menghendaki “Api Islam” untuk “...bekerja dan berpikir dengan landasan bahwa Api Islam adalah Nur-nya Islam. Api Islam adalah Roh dan Semangat Islam. Api Islam adalah dinamiknya cara berpikir umat Islam. Api Islam adalah pembawa ajaran agama untuk segala zaman, Api Islam pembawa kedinamikan untuk menghidupkan daya amal dam jihadnya Islam, Api menunjukkan suatu yang harus progresif-revolusioner, Api Islam adalah jihadnya Islam di segala bidang, Api Islam membuka pintu ijtihad, Api Islam mengobarkan apinya perjuangan, Api Islam melahirkan filsafah history-d’gress, Api Islam adalah Islam-Science yang berdasarkan Qur’an dan Hadits yang berpengetahuan luas , Api Islam menghendaki scientific-feeling, Api Islam adalah Qur’an dan Hadits yang mewajibkan tiap manusia menjadi cakwati di segala lapangan pengetahuan dan kemajuan, dan Api Islam berbicara yang masuk akal dan up to date.

”Sementara bagi Hadji Achmad Notosoetardjo, “Api Islam” mengandung makna sama dengan “Api Agama”, oleh karena walaupun ia memakai nama “Islam”, bukan berarti mengenyampingkan agama lainnya. “Api Islam” adalah sahabat karib semua aliran agama, karena itu agama-agama lainnya mendapat tempat yang akrab di dalam majalah ini. “Api Islam” menjadi alat revolusi dan berjuang untuk kejayaan revolusi Indonesia, serta bernaung dalam satu barisan ? yang berporoskan Nasakom.?

Dalam kerangka mendorong dan membangkitkan semangat revolusioner di atas, “Api Islam” menampilkan beragam tulisan dan topik. Sebagian tulisan diwadahi dalam beberapa rubrik tetap seperti “Bung Karno menjawab,” “Haluan Politik,” “Dari Wanita untuk Wanita”, “Mimbar Djum’at”, “Gelora Islam,” “Seni Budaya,” “Drama Sebabak,” “Menjawab Surat”, “Masalah Fakta Militer,” “Galian Sejarah,” “Kesehatan,” dan “Tjeramah dan Kuliah.” Di luar itu ada beberapa tulisan lepas yang tidak masuk dalam rubrik.?

Kebanyakan tulisan diisi oleh para pengelola sendiri seperti H. M. Arief Lubis, Hasbullah Chalid, Solichin Salam, Zakijah Daradjat, dan lainnya. Pada edisi kedua, redaksi mengundang sastrawan, penulis, ulama dan lainnya untuk mengirimkan tulisan-tulisan dan karya-karya mereka dengan dijanjikan honorarium jika dimuat. Beberapa penulis di luar redaksi yang biasa muncul adalah Nur Arafah, Darto Wahab, Marwan Sarijo, dan lain-lain.? ? ?

Ceramah-ceramah dan kuliah-kuliah tokoh NU seperti KH Idham Chalid, KH Saifuddin Zuhri, ? KH Achmad Sjaichu dan lain-lain sering memperoleh tempat. Gagasan-gagasan Sukarno dan seluk-beluk keluarganya juga selalu muncul di setiap edisi. Tulisan Soekarno yang terkenal “Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme” misalnya dimuat ulang secara bersambung sejak edisi awal. Hal yang menarik, “Api Islam” juga mempunyai rubrik seni budaya yang diisi dengan puisi, cerita pendek atau naskah drama.?

Dalam edisi perdana dikemukakan bahwa “Api Islam” dijual dengan harga Rp 200,- untuk Pulau Jawa dan Rp 220,- untuk luar Jawa. Selain dijual eceran, ‘Api Islam” juga memiliki pelanggan tetap. Sementara tarif iklan 1 halaman Rp 35.000, ½ halaman Rp 20.000, dan ¼ halaman Rp 17.000,-. Beberapa iklan yang pernah muncul dalam terbitan “Api Islam” adalah semir sepatu ‘Bastol’, Hotel Brantas, PT Perusahaan Pelayaran Arafat, PT Bank Siliwangi, J.H. Goldberg, sebuah perusahaan alat-alat optik, dan beberapa produk dari perusahaan negara.

Dari segi pengelolanya “Api Islam” jelas merupakan majalah dari kalangan NU dan mencerminkan ideologi-politik NU saat itu. Meski demikian, isinya tidak melulu hal ikhwal mengenai NU, bahkan bisa dikatakan isinya bersifat sangat umum dan luas serta ditulis dengan perpektif Islam yang revolusioner.?

Majalah ini terbit kurang lebih satu tahun setengah dan melewati suatu periode kritis dalam sejarah transisi politik Indonesia, 1965-1966. Nomor terakhirnya No. 41. Th. II Nopember 1966, dengan gambar kulit Masjid Besar Surakarta. (Hairus Salim HS) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Hadits, Jadwal Kajian HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock