Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan

Jombang, HMI Tegal Kab. Tidak seperti bulan yang lain, Ramadhan benar-benar memberikan tambahan spirit untuk beribadah. Baik ibadah pribadi maupun sosial. Lapar dan dahaga seakan sirna dengan semangat yang kian menyala.

Hal ini juga dirasakan kru Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT). Jelang Ramadhan, para pengurus saling bersinergi dalam mempersiapkan berbagai kegiatan. Tidak semata kegiatan ibadah yang berhubungan dengan Allah SWT, juga aktifitas sosial yang membutuhkan tambahan stamina juga tidak luput dari perhatian.

LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)
LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)

LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan

Seperti disampaikan ketua panitia, Rahmat Hidayat bahwa ada sejumlah kegiatan yang dipersiapkan selama bulan suci ini. Dan beberapa waktu lalu rangkaian kegiatan diawali dengan musabaqah tartil qur’an, lomba adzan dan iqamah, serta pidato Bahasa Indonesia.

HMI Tegal Kab

“Kegiatan dipusatkan di lantai tiga gedung KH Yusuf Hasyim,” kata Mas Didit, sapaan akrabnya kepada HMI Tegal Kab, Sabtu (3/7). Para peserta adalah utusan dari sejumlah Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) se Kabupaten Jombang.

Secara lebih rinci, Mas Didit menandaskan bahwa ada 16 peserta untuk lomba TPQ, 18 peserta untuk musabaqah tartil al-Qur’an serta adzan dan iqamah sebanyak 15 utusan.

HMI Tegal Kab

Dan pada malamnya, yakni usai shalat Isya’ dilangsungkan pengajian umum yang menghadirkan da’i Alhabib Ubaidillah bin Idrus al-Habsyi dari Surabaya serta KH Drs Fahmi Amrullah dari Jombang. “Kegiatan dilangsungkan di halaman Masjid Ulul Albab Tebuireng dan dimeriahkan oleh jam’iyah shalawat Seribu Rebana,” terangnya.

Kegiatan ini menjadi syiar tersendiri bagi keberadaan LSPT dalam menyapa masyarakat. Demikian juga pengajian menjadi media untuk mempersiapkan diri dan hati dalam menyambut Ramadhan.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan dibukanya jalan sehat pada tanggal dan pasar murah. Karena untuk jalan sehat yang diawali dan berakhir di halaman Masjid Ulul Albab Tebuireng, para peserta tidak harus membeli kupon karena diberikan secara cuma-cuma. “Kendati demikian, mereka mendapatkan sejumlah produk elektronik dengan cara diundi yang hadiahnya telah disiapkan panitia,” ungkapnya.

Pun demikian halnya dengan pasar murah. Kegiatan selama dua hari ini tidak semata menjadi ajang? pasar dadakan, juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menikmati sejumlah kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. “Kami memberikan potongan harga dari seluruh bahan pokok yang dijual,” kata Muhammad Asad, Pimpinan Umum LSPT. Dengan demikian, para penduduk sekitar Pesantren Tebuireng dapat menikmati sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga dibawah harga pasar.

Sejumlah kegiatan masih akan berlangsung selama Ramadhan ini. Ada pembagian ta’jil di sejumlah lokasi strategis di kota santri. Sasarannya tentu saja para musafir yang karena perjalanan jauh, belum menyiapkan menu berbuka puasa. “Para pengurus dan panitia menyebar untuk mencari lokasi yang kerap dilalui mobil dan kendaraan bermotor,” kata Didit.

Safari Ramadhan menjadi sarana merekatkan LSPT dengan beberapa mushalla dan masjid kampung yang ada di sekitar Jombang. “Kita ingin keberadaan LSPT semakin dikenal baik dengan sejumlah kegiatan dan kiprah yang pastinya bermanfaat,” ungkapnya. Bila keberadaan lembaga sosial milik Pesantren Tebuireng ini telah diketahui lebih banyak khalayak, maka sejumlah program akan dapat didukung lebih banyak kalangan. “Agar khidmat lembaga ini semakin optimal,” lanjutnya.

Masih ada kegiatan Tebar Hikmah Ramadhan dan penutupan pengajian Ramadhan untuk para santri di Tebuireng. Dan acara pungkasnya (28/7) adalah pembagian zakat fitrah yang dilangsungkan di halaman parkir pesantren.

“Kami memohon dukungan dari banyak kalangan agar rangkaian acara selama Ramadhan nanti berjalan dengan lancar tanpa aral berarti,” pinta Mas Didin. Demikian juga kekompakan panitia dan pengurus menjadi kata kunci acar seluruh rangkaian berjalan sesuai harapan. (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita, RMI NU, News HMI Tegal Kab

Senin, 19 Februari 2018

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar

Tangerang, HMI Tegal Kab?



Mencegah radikalisme perlu dimulai dari kalangan pelajar. Sebab itu, Dewan Mahasiswa (Dema) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggandeng Kementerian Agama Kota Tangerang untuk mencegah radikalisme di kalangan pelajar. Ini sebagai bentuk kegiatan di bulan Ramadhan?

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar

Presiden Dema STISNU Imam Khoiri menjelaskan, Kemenag harus ikut andil bersama-sama Dema STISNU dalam melakukan pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme. "Kami (Dema) dan Kemenag sepakat terjun bersama menangkal radikalisme atas nama agama. Kita memulai dari sosialisasi di kalangan pelajar," ujarnya saat melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, Selasa (30/5).

Ia menambahkan, dema STISNU dan Kemenag sudah menyepakati beberapa poin sebagai manifesto kader mujahid untuk memberikan pemahaman pentingnya pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945.?

Kesepakatan juga berisi untuk menolak keras radikalisme atas nama agama, menolak organisasi yang ingin mengubah dasar negara, dan mendorong generasi muslim Indonesia berpikir moderat, toleran, dan penuh cinta serta kasih sayang.

HMI Tegal Kab

Kepala Kemenag Kota Tangerang H. Dedi Mahfudin a mengapresiasi langkah mahasiswa STISNU Nusantara. Menurutnya, radikalisme perlu ditangkal sejak dini karena pemikirian radikal dapat merusak integrasi kebangsaan.?

Sebab itu, Kemenag Kota Tangerang sangat mendukung program mencegah sejak dini bahaya pemikiran radikal di kalangan pelajar.

"Kita akan adakan kegiatan sosialisasi bersama-sama mencegah tindakan radikal di kalangan pelajar Kota Tangerang ", terangnya.

Jalinan kerjasama ini akan wujudkan pada kegiatan Gema (Gerakan Mahasiswa) Ramadhan 2017, yaitu berupa kegiatan roadshow dan sosialisasi bahaya radikalisme dan "ngaji pancasila" di 5 (lima) kelurahan Kota Tangerang selama bulan Ramadhan.?

HMI Tegal Kab

Hadir pada acara silaturrahmi tersebut, Idrus Maulana pendiri PMII STISNU, Aflah Mumtaz Ketua Komisariat PMII, Raudhoh Amalia Pengurus Dema STISNU, dan pengurus Dema lainnya. (Suhendra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Berita HMI Tegal Kab

Kamis, 08 Februari 2018

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail HMI Tegal Kab, saya mau bertanya. Pada sembahyang Id, ada saja masyarakat yang tertinggal jamaah. Ia menjadi makmum. Ia ketinggalan beberapa takbir sunah pada sembahyang Id pada rakaat pertama. Apakah ia harus melengkapi takbir sunah sebanyak tujuh kali atau mengikuti sedapatnya takbir si imam? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Nurfadhilah/Banjarmasin)

Jawaban

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Shalat Id merupakan shalat sunah yang paling dianjurkan untuk dihadiri setiap Muslim. Bahkan, perempuan yang berhalangan sekalipun dianjurkan untuk menghadiri upacara shalat Id dan khutbahnya hingga selesai. Bahkan sebagian ulama menyatakan bahwa hukum shalat Id adalah wajib.

HMI Tegal Kab

Shalat sunah Id ini memiliki keistimewaan. Setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Sedangkan pada rakaat kedua, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak lima kali. Takbir pada shalat Id ini sunah. Kalau ditinggalkan, tidak membatalkan shalat, tetapi membuat makruh.

HMI Tegal Kab

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sebelum membaca Surat Al-Fatihah, ia bertakbir sebanyak tujuh kali dengan hitungan yakin yang berbarengan dengan mengangkat kedua tangan; (7 takbir ini) tepatnya (dilakukan) di antara doa iftitah dan ta‘wudz Al-Fatihah. Di rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).

Shalat Id sunahnya dikerjakan secara berjamaah. Kalau ada anggota masyarakat yang ikut berjamaah shalat Id saat imam telah melangsungkan takbir yang disunahkan, maka ia cukup mengikuti seberapa banyak imam bertakbir. Ia tidak perlu menggenapi kekurangannya hingga tujuh takbir bila tertinggal pada rakaat pertama, atau lima takbir bila tertinggal pada rakaat kedua.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

Artinya, “Sedangkan masbuq (makmum yang tertinggal beberapa saat) hanya bertakbir sedapatnya mengikut sisa takbir imamnya. Di dalam Syarah dikatakan, kalau masbuq mengikuti imam di rakaat pertama misalkan, dan ia mendapati sisa sekali takbir imam, maka ia cukup sekali bertakbir. Atau kalau masbuq mengikuti imam pada rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali. Sedangkan di rakaat keduanya (setelah imam salam), ia cukup bertakbir sebanyak lima kali karena kalau mengqadha takbir yang luput, ia justru meninggalkan sunah lainnya,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).

Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa makmum shalat Id yang mendapati imamnya telah membaca surat Al-Fatihah atau surat yang disunahkan, tidak perlu lagi mengerjakan takbir sunah. Ia cukup mengerjakan takbiratul ihram, lalu mendengarkan bacaan imamnya.

Saran kami, kita sebaiknya menghadiri upacara shalat Id meskipun kita tertinggal beberapa takbir atau tertinggal satu rakaat. Karena shalat Id memiliki keutamaan luar biasa bahkan perempuan yang berhalangan sekalipun sangat dianjurkan untuk menghadiri shalat Id beserta khutbahnya hingga selesai. Bagi mereka yang tidak sempat ikut berjamaah, sebaiknya sebelum Zuhur ia mengerjakan shalat Id sendiri tanpa khutbah

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Jadwal Kajian, Berita HMI Tegal Kab

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga

Surabaya, HMI Tegal Kab. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menjawab pertanyaan sejumlah kalangan mengenai sikap NU terkait rencana kedatangan diva pop Lady Gaga ke Indonesia. Kiai Said menegaskan NU tidak menolak dan tidak mendukung rencana kegiatan tersebut. 

"Mereka yang mendatangkan (Lady Gaga) itu ada sponsornya, ada kekuatan politik di belakangnya. Dan mereka yang menolak juga memiliki sponsor dan dukungan politik. Saya mewakili NU menyatakan kami ada di tengah, tidak mendukung salah satunya," tegas Kiai Said di hadapan pengurus PCNU dalam kegiatan Kunjungan Kerja PBNU ke PWNU Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (26/5). 

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga

Pertanyaan sejumlah kalangan atas sikap NU tersebut mengemuka setelah Kiai Said sebelumnya menyampaikan pandangan yang dinilai abu-abu di acara Indonesia Lawyer Club TV One beberapa saat lalu. Saat itu Kiai Said mengatakan sekalipun yang datang ke Indonesia seribu Lady Gaga, keimanan warga NU tidak akan goyah. 

HMI Tegal Kab

"Saya berkata demikian karena tidak ingin terperangkap jebakan politik. Saya ingin NU tetap ada di tengah, tidak terjebak perangkap mereka yang mendatangkan ataupun yang menolak. Mohon itu bisa dipahami dengan benar," tambah Kang Said, demikian Kiai Said disapa. 

Kang Said juga menyampaikan, dirinya secara pribadi maupun  sebagai Ketua Umum PBNU tidak memiliki kepentingan dengan rencana kedatangan dan penolakan Lady Gaga. "Percayalah, saya secara pribadi, dari dalam hati juga tidak suka, juga tidak berkepentingan dengan Lady Gaga. Kalaupun ada tawaran menonton, gratis dan dijemput sekalipun, saya akan menolaknya. Bagaimanapun saya juga lulusan Lirboyo, pernah nyantri di Krapyak yang masih mengerti norma-norma Islam yang benar," tandasnya. 

HMI Tegal Kab

Dalam keterangannya Kang Said juga mengatakan, makna seni sesungguhnya adalah yang mengangkat harkat dan martabat manusia. Kesenian seperti yang ditampilkan Lady Gaga adalah salah satu yang menjatuhkan martabat manusia dan harus ditolak. 

"Tapi tidak hanya Lady Gaga yang harus ditolak. Tari perut dari Mesir, atau penyanyi dari Arab sekalipun, kalau tampil telanjang kita harus menolaknya. Saya mengatakan ini tidak atas dasar agama, tidak karena mendukung kelompok tertentu, tapi atas dasar makna seni secara umum, yang apabila menjatuhkan martabat manusia itu harus ditolak," pungkas Kang Said. 

Penulis: Nabiel Harun

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Berita, Fragmen HMI Tegal Kab

Rabu, 07 Februari 2018

Umar dan Lelaki yang Mengutuknya

Suatu hari, Khalifah Umar bin Khattab RA melakukan perjalanan dinas rahasia, sendiri tanpa pengawalan dan tanpa membawa staf.

Ia pergi dengan biaya sendiri, tidak menggunakan uang negara walaupun negara menyediakan biaya perjalanan dinas. Ia khawatir kalau membawa rombongan biaya perjalanan dinas itu akan membengkak.

Dengan mengenakan pakaian rakyat biasa, ia ingin tahu keadaan rakyatnya secara langsung.

Umar dan Lelaki yang Mengutuknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Umar dan Lelaki yang Mengutuknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Umar dan Lelaki yang Mengutuknya

Pada suatu dusun, Umar bin Khattab melihat seorang lelaki? sedang duduk di muka kemahnya di bawah pohon. Dari dalam kemah itu, ia mendengar suara perempuan yang sedang merintih kesakitan. Setelah memberi salam Umar bertanya.

“Apa yang sedang kau lakukan, wahai saudaraku?”

“Aku sedang menunggui istriku yang akan melahirkan,” jawab lelaki itu.

HMI Tegal Kab

“Siapa yang menolongnya di dalam?”

“Tidak ada...”

HMI Tegal Kab

“Jadi istrimu sendirian?” tanya Khalifah tidak mengerti.

“Iya, aku tidak punya uang untuk membayar bidan,” jawab lelaki itu dengan muka sedih.

“Kalau begitu, suruh istrimu menahan sebentar, aku akan segera kembali,” ucap Khalifah.

Khalifah Umar ? segera memacu kudanya, meninggalkan lelaki itu. Dan tak jelang lama setelah itu ia kembali bersama seorang perempuan. Tanpa bicara perempuan itu langsung masuk ke dalam tenda sang lelaki ? yang baru mengerti apa yang sedang terjadi.

“Terima kasih dan maaf telah merepotkanmu,” kata lelaki itu.

“Tidak apa-apa.. tapi, ngomong-ngomong mengapa kamu tidak melaporkan keadaanmu kepada Khalifah Umar bin Khattab? Bukankah kau berhak mendapatkan jaminan dari negara?” tanya Umar .

Lelaki itu langsung berdiri, dia memandang orang di depannya dengan sorot mata yang tajam dan menusuk. Umar terkejut melihat reaksi lelaki itu.

“Jangan kau sebut nama orang terkutuk itu di hadapanku!”

“Loh.. memangnya kenapa, wahai saudaraku?” Umar penasaran.

“Orang itu hanya mementingkan dirinya sendiri. Dia tak punya perhatian kepada rakyat kecil. Dia hanya peduli dengan orang-orang kaya yang akan melanggengkan kekuasaanya,” jawab lelaki itu penuh amarah.

“hmm.. kau sudah pernah bertemu dengannya?”

“Belum, lagi pula untuk apa aku bertemu dengannya?”

“Kalau seandainya kau bertemu dengannya. Apa yang akan kau lakukan?” tanya Umar tersenyum.

“Aku akan membunuhnya!”

Tiba-tiba terdengar suara bayi menangis dari dalam kemah.

“Ya Amirul mukminin, alhamdulillah ibu melahirkan dengan selamat! Bayi pun sehat!” teriak perempuan yang datang dengan Khalifah tadi.

Khalifah Umar bin Khattab segera bersujud syukur dan berdoa kepada Allah. Sementara itu, si lelaki gembira bercampur heran. Gembira karena istri dan anaknya selamat, dan heran karena lelaki di sebelahnya dipanggil dengan sebutan “Amirul Mukminin”.

“Lekas kau temui istrimu!, dan ini sekedar membantu perawatan anakmu.”

Umar memberikan sekantung uang yang segera diterima lelaki itu dengan suka cita. Sebelum lelaki itu masuk, dia memandang Umar.

“Wahai tuan, siapa tuan sebenarnya?” tanya lelaki itu penasaran.

“Aku, Umar bin Khattab, Khalifah yang terkutuk itu,” jawab Umar sambil tersenyum. (Ahmad Syaefudin – Yogyakarta)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pahlawan, Berita HMI Tegal Kab

Jumat, 19 Januari 2018

Mbah Wahab Guru Politik Bung Karno

Jombang, HMI Tegal Kab. Kemampuan Presiden RI pertama, Ir Soekarno dalam memecahkan sejumlah persoalan pelik di awal kemerdekaan tidak lepas dari saran yang disampaikan KH Abdul Wahab Chasbullah.  Peran itu semakin dominan dalam perjalanan bangsa selanjutnya.

Hal ini disampaikan H. Abdul Mun’im DZ yang menjadi pembicara pada acara ‘Sarasehan Nasional: Almaghfurlah KH Abd Wahab Chasbullah, perintis, pendiri dan penggerak NU: Dari Pesantren untuk Indonesia’ yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur, Rabu (3/9).

Mbah Wahab Guru Politik Bung Karno (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Wahab Guru Politik Bung Karno (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Wahab Guru Politik Bung Karno

Dalam pandangan Mun’im DZ, ketika situasi nasional semakin genting terutama pada masa transisi dari pemerintahan penjajahan Belanda ke penjajahan Jepang dan masa kemerdekaan nasional yang penuh dengan konflik dan ketegangan, NU sudah bisa tampil tidak hanya terbatas bagi warganya. “NU juga bisa memberikan panduan dan solusi bagi bangsa dan negara,” kata Mun’im.

HMI Tegal Kab

Hal ini terlihat nyata ketika NU bergabung dengan Masyumi yang menjadi sebuah kekuatan politik Islam yang dominan. “Terlebih lagi ketika NU mulai menjadi partai politik tersendiri yang mampu meraih kekuasaan,” kata Wakil Sekretaris PBNU ini. Keterlibatan NU dalam dunia politik menjadi semakin mendalam. Dan semua prestasi ini terjadi berkat kepemimpinan Kiai Wahab yang piawai, tegas tapi luwes, lanjutnya.

HMI Tegal Kab

Ketika zaman PKI masyarakat dihadapkan pada dua pilihan ikut Muso-Amir Syarifuddin (PKI) atau ikut Soekarno Hatta (pemerintah yang sah), rakyat terpandu oleh NU untuk memilih Soekarno Hatta. Demikian juga ketika Kartosuwiryo melakukan pemberontakan Darul Islam (DI), dengan mengklaim sebagai amirul mukminin sebagai tandingan pemerintah RI pimpinan Soekarno, maka NU di bawah Kiai Wahab menugaskan Kiai Masykur selaku Menteri Agama kala itu untuk mengkoordinasikan para ulama Indonesia mengatasi dualisme ini.Akhirnya ulama NU menegaskan memilih Bung Karno sebagai pemerintah yang sah, sebagai waliyul amri tahun 1954.

Dengan sejumlah fakta ini, sangat beralasan kalau kemudian Mun’im mengatakan bahwa Mbah Wahab sebagai guru politik Bung Karno. Karena itu, sejumlah pemikiran dan gagasan Mbah Wahab akan digali secara serius bagi upaya mengungkap strategi yang dilakukan dalam perjalanan bangsa dan negara ini.

“Paling tidak akan ada empat buku yang kami terbitkan dalam rangka menyingkap ide dan gagasan Mbah Wahab ini,” tandas Mun’im. Bahkan bukan tidak mungkin akan muncul akademi politik Mbah Wahab yang merupakan intisari dari sejumlah pemikiran dan ide beliau, lanjutnya.

Lewat kepiawaian yang dilakukan Mbah Wahab, hingga kini NU tetap disegani sejumlah kalangan. Ketika banyak negara masih gamang membincang Islam dan nasionalisme, pembahasan ini telah tuntas pada Muktamar NU tahun 1936 di Banjarmasin.  

“Sekarang, negara Timur Tengah banyak belajar kepada Indonesia dalam membicarakan Islam dan nasionalime,” terang Mun’im. Karena ketika melihat negara-negara Islam tersebut, yang mengemuka adalah sejumlah gejolak dan konflik. Dan lewat kepiawaian Mbah Wahab, persoalan Islam dan nasionalime di Indonesia menjadi tuntas, lanjutnya.

Sarasehan ini juga menjadi ajang peluncuran buku karya Abdul Mun’im DZ: KH Abd Wahab Chasbullah, Kaidah Berpolitik dan Bernegara yang diterbitkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Manfaatkan Limbah Ternak, GP Ansor Mijen Kembangkan Pupuk Organik

Demak, HMI Tegal Kab - Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Mijen Kabupaten Demak saat ini mengembangkan pembuatan pupuk kompos organik. Ide ini muncul dari keseharian pengurus GP Ansor setempat yang melihat limbah peternakan ayam pedaging di sekitar sekretariat Ansor Mijen.

Melihat kondisi semacam itu GP Ansor Mijen mengundang ahli pertanian dari lembaga Qoryah Toyibah Salatiga, sebuah lembaga swasta yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan pertanian agrobisnis untuk melatih mereka membuat kompos organik.

Manfaatkan Limbah Ternak, GP Ansor Mijen Kembangkan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Limbah Ternak, GP Ansor Mijen Kembangkan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Limbah Ternak, GP Ansor Mijen Kembangkan Pupuk Organik

Ketua Ansor Mijen Ihya’uddin mengatakan, pembuatan dan pengembangan pupuk organik jenis kompos bertujuan untuk pemanfaatan limbah sebagai terobosan kekaryaan pada anggota dan terlebih bisa mandiri baik secara pribadi sebagai anggota maupun mandiri dalam organisasi.

HMI Tegal Kab

“Dengan adanya pembuatan pupuk organik ini diharapkan ke depan Pac Ansor Mijen dapat mandiri secara pribadi maupun organisasi,” kata Ihya kepada HMI Tegal Kab.

Dengan keterbatasan SDM, modal, dan tempat usaha, produksi pupuk ini belum bisa maksimal karena pembuatannya masih mengandalkan lahan terbatas di samping kantor sekretariat Ansor atau Gedung MWC NU Mijen. Ihya merencanakan ke depan Ansor Mijen terus berinovasi mencari formula terbaik untuk meningkatkan produktivitas petani serta akan terus mengembangkan bidang usaha lain.

HMI Tegal Kab

“Pembuatan kompos saat ini masih skala kecil yaitu 2-3 ton per minggu dan hanya menunggu pesanan dari petani atau kelompok tani. Kita akan kembangkan terus termasuk menggandeng investor jika dimungkinkan,” tutur Ihya’uddin.

Kepala Satkoryon Banser Mijen Ahmad Syafiq yang juga selaku koordinator teknis lapangan di kantor sekretariat menegaskan, pembuatan pupuk organik dipimpin Miftahul Rozaq, kader Ansor yang telah mahir dan berpengalaman karena sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan di lembaga Qoryah Thoyyibah Salatiga.

“Pembuatan pupuk ini dipandu langsung oleh ahlinya, Miftahur Rozaq. Ia sudah berpengalaman mengembangkan pupuk organik selama 6 tahun,” tegas Syafiq, Jum’at (29/4) pagi.

Pupuk organik produksi Ansor Mijen diberi merk Pupuk Sakti Ansorindo. Produk ini selain menyuburkan tanah juga bisa menetralkan tanah dari zat-zat kimia yang ada di dalam tanah.

“Dari hasil uji coba di lahan pertanian bawang merah, hasilnya sangat memuaskan sehingga perlu kita kembangkan agar produksi pertanian bisa meningkat,” tambah Syafiq. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita, Pendidikan HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock