Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

KH Cholil Nafis: Kiai NU Baca Teks, Yang Disampaikan di Luar Teks

Jakarta, HMI Tegal Kab - Orang-orang yang ada di luar Nahdlatul Ulama (NU) seringkali menganggap kalau orang-orang NU atau Nahdliyin itu adalah ahli bid’ah karena mengamalkan sesuatu yang tidak ada di zaman Nabi Muhammad. Nahdliyin itu mengamalkan agama Islam secara substansial, bukan secara tekstual.

Para kiai NU membaca teks-teks keagamaan, tetapi yang disampaikan ke khalayak umum adalah sesuatu yang di luar teks, yaitu halal bihalal, maulidan, dan lainnya.

KH Cholil Nafis: Kiai NU Baca Teks, Yang Disampaikan di Luar Teks (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Cholil Nafis: Kiai NU Baca Teks, Yang Disampaikan di Luar Teks (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Cholil Nafis: Kiai NU Baca Teks, Yang Disampaikan di Luar Teks

Demikian disampaikan KH Cholil Nafis saat memberikan ceramah dalam acara Halal Bihalal Bani Hasyim di Kediaman KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur Jakarta, Sabtu (12/8).

Kiai Cholil menjelaskan, di dalam Islam ada ajaran untuk menyambung tali silaturahmi. Lalu kemudian ajaran tersebut dikreasikan oleh Nahdliyin menjadi halal bihalal sehingga orang lebih mudah memaafkan dalam satu tempat.

HMI Tegal Kab

Demikian juga dengan maulid Nabi Muhammad. Menurut Kiai Cholil, Nabi Muhammad memperingati hari lahirnya dengan berpuasa. Ini juga yang menjadi dalil dari maulidan yang seringkali diadakan oleh Nahdliyin.

HMI Tegal Kab

“Nabi Muhammad puasa pada hari Senin karena hari itu ia lahir dan mendapatkan wahyu pada hari Senin,” jelasnya.

Kiai Cholil menyesalkan orang yang merayakan hari ulang tahunnya dengan berpesta pora, bukan dengan berpuasa sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam HMI Tegal Kab

Minggu, 04 Maret 2018

IPNU Band Tampil di HUT WR Supratman

Purworejo, HMI Tegal Kab. Departemen Seni dan Budaya Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Purworejo, Jawa Tengah, ikut ambil bagian dalam Festival Musik Akustik yang digelar dalam rangka memperingati HUT WR Supratman di Desa Somongari Kecamatan Kaligesing dan monumen WR Soepratman di Kota Purworejo, .

Selain menampilkan lagu wajib, IPNU Band yang digawangi oleh Fikri Amrillah juga menyanyikan lagu karyanya sendiri berjudul "Purworejoku.

IPNU Band Tampil di HUT WR Supratman (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Band Tampil di HUT WR Supratman (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Band Tampil di HUT WR Supratman

Ketika lagu Purworejoku dinyanyikan, sorak-sorai penonton memecah suasana menjadi ramai. Tak terkecuali, Mantan Bupati Purworejo, Kelik Sumrahadi, ikut standing uplaus atas lagu itu. Bahkan, di akhir acara menyempatkan menyambangi personil IPNU Band. "Saya minta liriknya ya, lagu tadi benar-benar bagus." katanya dilanjutkan kesiapan IPNU Band menyerakhannya.

HMI Tegal Kab

Menurut Sofyan Rizali Zain, keikutsertaan IPNU Band dalam event ini bertujuan mengenalkan lebih jauh dengan masyarakat. Selain itu, adalah memicu mental kader di berbagai pentas.

"Kita ingin kader memiliki mental bernyanyi yang mumpuni. Lagu yang dibuat rekan-rekan juga konstruktif, edukatif dan tidak cengeng seperti kebanyakan lagu band dewasa ini," ungkapnya. Meski tak dapat juara, imbuhnya, para personil tetap semangat untuk bermusik sebagai media ekspresi jiwa dan menyampaikan pesan positif kepada khalayak luas.

HMI Tegal Kab

Di tempat terpisah, Kasi Kerjasama dan Promosi Diskoperindagpar Purworejo Dyah Woro S mengatakan, event ini digelar untuk memeringati HUT WR Soepratman. Event pertama berupa lomba musik akustik akan diadakan pada 16 Maret di Somongari dan event kedua berupa resepsi peringatan HUT WR Soepratman di kawasan Monumen WR Soepratman pada 19 Maret.

"Untuk lomba musik akustik kami adakan di Somongari, di jalan masuk menuju rumah tempat lahir WR Soepratman. Hal ini kami lakukan sekalian untuk memromosikan obyek tersebut kepada masyarakat. Kami harapkan ini bisa menjadi semacam brand untuk memerkenalkan obyek bersejarah tersebut," jelas Woro.

Kepala Bidang Pariwisata Diskopperindagpar Purworejo, Lilos Anggorowati menambahkan, untuk event pada 19 Maret akan berfokus pada resepsi peringatan HUT Wr Soeprartman. Dalam kesempatan tersebut, selain penyerahan hadiah, para pimpinan daerah misalnya Bupati akan membacakan puisi mengenai WR Soepratman.

"Meski masih sederhana, namun kami harap event ini bisa kembali mengingatkan masyarakat akan jasa WR Soepratman yang juga putra daerah Purworejo," katanya. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam HMI Tegal Kab

Selasa, 20 Februari 2018

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca

Jakarta, HMI Tegal Kab?

Dalam peluncuran buku Fragmen Sejarah NU karya Abdul Mun’im DZ, Kamis (16/3) di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, salah seorang Mustasyar PBNU KH As’ad Said Ali memaparkan 3 hal penting mengapa buku tersebut layak dibaca.

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)
As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca

As’ad yang hadir dalam peluncuran tersebut mengatakan, buku tersebut menarik karena berisi banyak data dan informasi sejarah yang ditulis dengan baik.

“Saya baru khatam sekali, saya harus khatam tiga kali. Pertama untuk menikmati dan mengagumi pikiran para Kiai NU. Kedua, berusaha memahami konsep berpikir dan strategi politik NU. Ketiga, bagaimana cara menerapkan taktik dan strategi tersebut dalam realitas saat ini,” papar As’ad.

Rujukan Mapel SKI di madrasah

Pentingnya sejarah peran besar NU ini, menjadikan buku Fragmen Sejarah NU sebagai referensi utama dalam penyusunan bahan mata pelajaran (Mapel) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tingkat MI, MTs, dan MA.?

HMI Tegal Kab

"Insyaallah di tahun 2017 ini akan kami jadikan buku ini sebagai salah satu sumber utama. Karena ketika kita membaca sejarah Islam Indonesia itu pasti sejarah NU," ungkap Kasubdit Kurikulum Madrasah Kementerian Agama ini.

HMI Tegal Kab

Dalam peluncuran buku ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh sebagai pemberi testimoni. ? KH As’ad Said Ali, Purwo Santoso, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Ahmad Muqowwam, Zastrouw Al-Ngatawi, Zaini Rahman, Zainul Milal Bizawie, dan lainnya.

Para kader muda NU dari Ansor, PMII, dan IPNU juga hadir mengikuti peluncuran buku terbitan Pustaka Compass ini. (DamarPamungkas/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pahlawan, Makam HMI Tegal Kab

Jumat, 16 Februari 2018

IPNU-IPPNU Gelar Jember Hijab Fashion Show

Jember, HMI Tegal Kab. Dalam rangka memasyarakatkan jilbab, IPNU-IPPNU Jember menggelar Jember Hijab Fashion Show (JHFS). 

IPNU-IPPNU Gelar Jember Hijab Fashion Show (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gelar Jember Hijab Fashion Show (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gelar Jember Hijab Fashion Show

Ajang fashion muslimah yang digelar di aula PB. Sudirman itu diikuti oleh 39 peserta dari SMA, MA dan Anak Cabang IPNU-IPPNU. Syarat peserta berumur antara 17 sampai 25 tahun. 

“Syukurlah, target kita hanya 20 orang, tapi tenyata pesertanya lebih,” tukas salah seorang panitia, Ana Wijayanti.

HMI Tegal Kab

Menurut Ana, JHFS digelar untuk memberikan semangat dan kecintaan wanita muslim terhadap jilbab. Sebab, jilbab belakangan ini fungsinya nyaris bergeser dari penutup aurat kepada assesoris belaka. Sehingga cara pemakaiannya pun tidak sempurna. 

HMI Tegal Kab

“Nah, dalam JHFS ini ditampilkan bagaimana menggunakan jilbab yang benar,” tukasnya.

Dalam ajang yang digelar sebagai rangkaian menyongsong Harlah IPNU-IPPNU itu, penilaiannya meliputi performance, IQ dan keserasian busana. 

“Jadi yang kita nilai tidak hanya luarnya saja, tapi juga kecakapannya, IQ-nya juga,” lanjut Ning Faiq, salah seorang juri.

Setelah diadakan penjurian, juara pertama diraih Firda Radini asal SMAN 02 Jember, kedua Fifin dari IPPNU Ancab Kalisat dan ketiga Enno Prilia Hapsari dari SMAN 02 Jember. Mereka mendapatkan tropy, sertifikat dan uang pembinaan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Hikmah HMI Tegal Kab

Sabtu, 10 Februari 2018

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana

Kudus, HMI Tegal Kab. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gebog Kudus, Jawa Tengah mengadakan kegiatan pelatihan penanganan risiko bencana (PRB) di Aula Balaidesa Besito, Jumat (8/1). ? Kegiatan yang berlangsung sehari ini diikuti 80 kader dari kalangan IPNU-IPPNU, Fatayat, GP Ansor, dan Banser Kecamatan Gebog.

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana

Menurut Ketua GP Ansor Gebog, Dasa Susila, pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalitas kader dalam turut serta penanganan korban bencana. Setiap terjadi bencana, katanya, Ansor-Banser bersama komponen NU lainnya ? selalu ? turun membantu ? sehingga membutuhkan bekal keterampilan dalam menangani bencana.

"Belajar dari pengalaman terjadinya bencana dua tahun lalu, teman-teman masih kurang ilmu dan ketarampilan menangani korban bencana," ujarnya.

HMI Tegal Kab

Ia mengatakan, GP Ansor bersama badan otonom NU akan terus mengasah kemampuan dalam menangani dan mengatasi korban bencana. Bahkan, pihaknya akan mengagendakan kegiatan rutin semacam ini minimal tiap bulan sekali.

"Kita menyadari teknik ini butuh proses yang panjang, tidak hanya sebulan atau dua bulan. Makanya kita akan asah terus kapasitas kader sehingga betul-betul siap segalanya menghadapi bencana," imbuhnya.

HMI Tegal Kab

Dasa menegaskan, pelatihan ini sebagai awal menata manajemen penanganan bencana sehingga kader-kader NU tidak gagap manakala terjadi bencana. Apalagi, GP Ansor bersama badan otonom lainya telah komitmen bangun kepedulian antara sesama.

"Akhirnya ketika semua tertata mulai pra, saat, dan pasca bencana, kita tidak akan kebingungan. NU ? tinggal komando ini, kita sudah siap segalanya," tandasnya.

Kegiatan yang dibuka ketua MWCNU Gebog Suwanto ini, peserta mendapat materi tentang ke-bencana-an, ? manajemen penanganan darurat bencana dan praktik pertolongan pertama korban bencana. Semua materi disampaikan dari Tim Badan penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kudus dengan difasitasi dari tim Korp Peduli Bencana Alam Nahdlatul Ulama (KPBANU) Kudus. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tokoh, Makam HMI Tegal Kab

Kamis, 08 Februari 2018

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga

Surabaya, HMI Tegal Kab. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menjawab pertanyaan sejumlah kalangan mengenai sikap NU terkait rencana kedatangan diva pop Lady Gaga ke Indonesia. Kiai Said menegaskan NU tidak menolak dan tidak mendukung rencana kegiatan tersebut. 

"Mereka yang mendatangkan (Lady Gaga) itu ada sponsornya, ada kekuatan politik di belakangnya. Dan mereka yang menolak juga memiliki sponsor dan dukungan politik. Saya mewakili NU menyatakan kami ada di tengah, tidak mendukung salah satunya," tegas Kiai Said di hadapan pengurus PCNU dalam kegiatan Kunjungan Kerja PBNU ke PWNU Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (26/5). 

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga

Pertanyaan sejumlah kalangan atas sikap NU tersebut mengemuka setelah Kiai Said sebelumnya menyampaikan pandangan yang dinilai abu-abu di acara Indonesia Lawyer Club TV One beberapa saat lalu. Saat itu Kiai Said mengatakan sekalipun yang datang ke Indonesia seribu Lady Gaga, keimanan warga NU tidak akan goyah. 

HMI Tegal Kab

"Saya berkata demikian karena tidak ingin terperangkap jebakan politik. Saya ingin NU tetap ada di tengah, tidak terjebak perangkap mereka yang mendatangkan ataupun yang menolak. Mohon itu bisa dipahami dengan benar," tambah Kang Said, demikian Kiai Said disapa. 

Kang Said juga menyampaikan, dirinya secara pribadi maupun  sebagai Ketua Umum PBNU tidak memiliki kepentingan dengan rencana kedatangan dan penolakan Lady Gaga. "Percayalah, saya secara pribadi, dari dalam hati juga tidak suka, juga tidak berkepentingan dengan Lady Gaga. Kalaupun ada tawaran menonton, gratis dan dijemput sekalipun, saya akan menolaknya. Bagaimanapun saya juga lulusan Lirboyo, pernah nyantri di Krapyak yang masih mengerti norma-norma Islam yang benar," tandasnya. 

HMI Tegal Kab

Dalam keterangannya Kang Said juga mengatakan, makna seni sesungguhnya adalah yang mengangkat harkat dan martabat manusia. Kesenian seperti yang ditampilkan Lady Gaga adalah salah satu yang menjatuhkan martabat manusia dan harus ditolak. 

"Tapi tidak hanya Lady Gaga yang harus ditolak. Tari perut dari Mesir, atau penyanyi dari Arab sekalipun, kalau tampil telanjang kita harus menolaknya. Saya mengatakan ini tidak atas dasar agama, tidak karena mendukung kelompok tertentu, tapi atas dasar makna seni secara umum, yang apabila menjatuhkan martabat manusia itu harus ditolak," pungkas Kang Said. 

Penulis: Nabiel Harun

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Berita, Fragmen HMI Tegal Kab

Selasa, 30 Januari 2018

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis

Jakarta, HMI Tegal Kab. Budayawan asal Banyumas, Jawa Tengah, Ahmad Tohari menilai ada perubahan orientasi kebudayaan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU). Menurut dia, belakangan ini kecenderungan elitis lebih menonjol ketimbang orientasi populis.

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari: Orientasi Kebudayaan NU Jangan Elitis

Pandangan ini disampaikan Tohari usai menerima Hadiah Asrul Sani (HAS) bersama D Zawawi Imron, Slamet Rahardjo Djarot, Ahmad Tohari, Rofiqoh Darto Wahab, dan Isha Anshori Harmaj pada peringatan hari lahir HMI Tegal Kab ke-10 di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (28/3) malam.

Pengarang novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk ini melihat, keterlibatan sejumlah pengurus NU di daerah merupakan gejala memudarnya tanggung jawab dan keberpihakan NU pada aspek keumatan. ”Saya katakan dengan jelas dan sangat berani, itu berbahaya!” tegas Tohari.

HMI Tegal Kab

Menurut dia, NU dan orietasi kebudayaan populis adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. ”Mau kemana kalau NU tidak memegang jimat yang bernama orientasi keumatan? Kalau tidak berorientasi keumatan jangan sebut NU,” ujarnya.

Tohari mengaku sangat terharu ketika mendengar KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara terang menyatakan akan mengambil jarak jika NU tidak berorientasi keumatan. Sikap ini adalah petunjuk bahwa kebudayaan di NU memang semestinya tidak elitis.

Ia memuji Zawawi Imron yang dianggap berhasil menerapkan sastra secara tepat. Karya-karya penyair berjuluk ”Celurit Emas” ini dinilai banyak mengusung persoalan rakyat pinggiran, bukan kepentingan politisi dan penguasa kapital.

HMI Tegal Kab

Sastra, sambung Tohari, menjadi sarana efektif untuk mengasah kejiwaan manusia. Perjuangan NU juga penting dilaksanakan melalui karya sastra. ”Mari bersastra supaya kita menjadi NU yang lebih eling (sadar),” pinta sastrawan penerima HAS kategori penulis serba bisa ini.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Sejarah, Nahdlatul HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock