Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA

Subang, HMI Tegal Kab. GP Ansor Kabupaten Subang meminta kepada Kementerian Agama untuk segera mengubah materi mata pelajaran fiqh, khususnya di kelas 12 Madrasah Aliyah. Pasalnya dalam materi fiqh kelas 12 itu memuat ajaran khilafah yang ormas pengusungnya sudah resmi dibubarkan pemerintah.

Demikian disampaikan Ketua GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah HD, setelah mengetahui ada materi khilafah dalam soal ujian mata pelajaran fiqh kelas 12 Madrasah Aliyah yang sedang melaksanakan ujian semester ganjil, Selasa (5/12).

GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Minta Ubah Materi Khilafah di Fiqh Kelas 12 MA

Dikatakan Asep, materi khilafah ini sudah tersebar di seluruh Madrasah Aliyah yang ada di Jawa Barat karena soal ujian ini dibuat oleh Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Provinsi Jawa Barat.

"Munculnya khilafah dalam soal ujian fiqh ini karena memang ternyata dalam kurikulumnya ada materi khilafah. Untuk itu, kami meminta kepada pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Agama, untuk segera mengganti kurikulum fiqh di kelas 12 Aliyah," tegasnya.

HMI Tegal Kab

Asep menuding, ada penyusup yang terlibat dalam merumuskan materi fiqh dengan tujuan untuk menyebarkan ajarannya melalui tangan orang lain, dalam hal ini adalah guru fiqh di Madrasah Aliyah. 

Karena dengan adanya materi khilafah dalam kurikulum fiqh ini para guru fiqh di Madrasah Aliyah pasti akan menyampaikannya kepada para siswa.

"Jika Kemenag tidak segera mengganti kurikulum fiqh ini, secara tidak langsung Kemenag telah mendukung bahkan memfasilitasi ormas yang telah dilarang oleh pemerintahn" pungkasnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Daerah, Habib HMI Tegal Kab

Minggu, 04 Februari 2018

Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19

Solo, HMI Tegal Kab -

Ribuan jamaah membanjiri serambi Masjid Agung Surakarta, Jawa Tengah pada acara peringatan Hari Lahir (Harlah) Majelis Ahbabul Musthofa yang ke-19, Sabtu (24/12) malam. Pantauan HMI Tegal Kab, kehadiran mereka bahkan ikut meluber hingga ke halaman masjid.

Dalam sambutannya, Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, mengatakan sangat bergembira atas terselenggaranya peringatan ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. Ini merupakan Harlah yang ke-19, sedangkan untuk penyelenggaraan di Masjid Agung, ini yang ke-7,” kata dia.

Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Jateng, Pangdam Diponegoro, Kapolda Jateng, dan para tokoh ulama dan pemerintahan di lingkup Kota Surakarta. “Terima kasih kepada bapak Gubernur, dalam kesibukannya, masih sempat ikut keliling shalawat, semoga Jateng tambah berkah dengan shalawat,” ujar Habib Syech.

Dalam kesempatan itu, Habib Syech juga berpesan kepada segenap jamaah untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan. “Kalau ingin mulia, siapapun manusia di muka bumi ini, ikutilah Nabi Muhammad,” tutur dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Cerita, Habib, Fragmen HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Rabu, 24 Januari 2018

Peradaban yang Sebatas Mulut Saja

Pati,HMI Tegal Kab ?

Kondisi hidup didunia saat ini dinilai kian carut marut. Peradaban yang beradab mulai bergeser pada peradaban yang sebatas pada mulut saja. Sikap kehati-hatian dan tetap menghidupkan akal dan hati dinilai menjadi hal yang harus dipegang teguh dalam kondisi tersebut.

Peradaban yang Sebatas Mulut Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Peradaban yang Sebatas Mulut Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Peradaban yang Sebatas Mulut Saja

Hal itu seperti yang disampaikan dalam Suluk Maleman yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia Sabtu (21/11) kemarin. Pengurus Pusat Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas diskusi tersebut mengatakan, di era saat ini banyak hal yang dibolak-balik sehingga sulit ditemukan kebenarannya.

Tidak jarang sesuatu yang haram justru berubah menjadi halal dan begitu sebaliknya. Dualitas dunia yang ada saat ini terkadang tidak mampu dipahami dengan benar. Justru sebaliknya masyarakat terlalu disombongkan dengan tafsir yang mereka lakukan sendiri.

HMI Tegal Kab

Padahal menurut budayawan nyentrik, Sujiwo Tedjo, tidak ada benar dan salah di dunia ini kecuali hanyalah kebenaran dan kesalahan sementara. Sesuatu yang terlihat menyedihkan bisa saja menjadi sesuatu yang menyenangkan buat orang lain.

“Dengan hal tersebut tentu kita harus lebih berhati-hati dalam menentukan sesuatu. Sehingga nantinya tidak tercampur pikiran maupun nafsunya sendiri,” tegas Sujiwo Tedjo.

HMI Tegal Kab

Ditambahkannya, selama ini sebenarnya ayat dari Tuhan sudah ada tersebar di alam semesta. Hanya saja sebagian orang masih ada yang belum mengganggap hal itu jika belum ada ayat tertulisnya.

“Yang jelas beragama dengan benar akan mengarahkan manusia menjadi manusia. Syahadat bukan hanya sebatas ucapan bersaksi melainkan melakukan dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.

Presiden Jancukers itu juga mengamini bahwa tidak ada orang suci di dunia ini. Melainkan orang yang terus menerus mensucikan diri. Dalam tembang yang dinyanyikannya dia juga turut mengingatkan agar manusia selalu bertanya agar dapat memahami. Ketika sudah dipahami harus ditiru. Dan kebaikannya dibiasakan.

“Agar sesuatu dapat diselesaikan tentu juga harus dikerjakan. Bila ingin selesai tentu harus diusahakan,”tambahnya

Dr Ilyas, salah seorang dosen di Unnes turut menambahkan, agar bisa terhindar dalam peradaban mulut, setiap tindak tanduk manusia tentu juga penting dikunci dengan akal dan hati. Keyakinan akan kebaikan dan sikap istiqomah juga akan menentukan.

“Dan jangan pernah lupa orang alim bukan yang paling tahu segalanya tapi yang merasa tidak tahu; sehingga akan terus mencari tahu,” tuturnya.

Pada diskusi Suluk malam kemarin, Sujiwo Tedjo menyempatkan diri memainkan wayang. Dalam lakon Wahyu Makutoromo yang dimainkan malam itu, diceritakan seorang guru yang mewejang muridnya agar tetap berhati-hati dalam menjalani kehidupan seperti saat ini.

Meski singkat namun rupanya pertunjukan wayang itu mampu menghanyutkan sekitar 700 orang yang hadir malam itu. Terlebih dalam dialog tersebut turut diwarnai dengan pagelaran musik dari Sampak GusUran. (Red: Abdullah Alawi)

Keterangan Foto:

1.? ? ? Anis Sholeh Ba’asyin, Drs. Ilyas dan Sujiwo Tejo dalam Suluk Maleman “Peradaban Mulut” di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (21/11) kemarin.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib HMI Tegal Kab

Rabu, 17 Januari 2018

Mbah Moen: Saya Sering Dianggap Pro Ahok

Rembang, HMI Tegal Kab. Bukan orang NU jika tidak bisa melucu. Dan semakin tua atau semakin dituakan, selera humornya semakin tinggi. Tampaknya hal itu juga berlaku untuk tokoh paling sepuh di NU saat ini, yaitu Kiai Maimoen Zubair.?

Mbah Moen: Saya Sering Dianggap Pro Ahok (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen: Saya Sering Dianggap Pro Ahok (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen: Saya Sering Dianggap Pro Ahok

Mustasyar PBNU berusia 89 tahun ini mengundang decak tawa saat memberikan sambutan selaku tuan rumah dalam Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara yang diadakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di pondok pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah Kamis (16/3).?

Ketika menyampaikan tentang sejarah masuknya Islam di Indonesia dan perjuangan umat Islam, ia tiba tiba berseloroh tentang kondisi politik yang lagi hangat di tanah air. "Saya sering dianggap pro Ahok," ucapnya sambil terkekeh ringan.

"Hahahaa...." hadirin tertawa terbahak-bahak, geli sekaligus terkejut. Beberapa detik hadirin terdiam menunggu penjelasan ulama sepuh yang biasa dipanggil Mbah Moen ini.?

Diteruskannya, ia sering menceritakan bahwa Islamnya orang sarang itu berasal dari dakwahnya orang Belitung dan Bangka. Bukan para wali dari Demak.?

HMI Tegal Kab

Sejarahnya, kata dia, ketika Kubilai Khan menguasai Kerajaan China dan mengirim pasukan ekpedisi ke Jawa, prajuritnya dipotong telinganya oleh Raja Singosari Kertanegara.?

HMI Tegal Kab

Kemudian ketika Pasukan Tartar dikirim untuk menyerang Raja Jawa itu, Singosari telah tiada dan diganti Kerajaan Majapahit. Pasukan dari China itu dikalahkan oleh Majapahit sehingga banyak yang berlarian ke berbagai daerah dan ada yang kembali ke negeri asal.?

Namun, ungkap Mbah Moen, sebagian pasukan Kubilai ? Khan itu ada yang muslim. Dan Prajurit muslim itu setelah lari dari Majapahit lantas menetap di Bangka dan Belitung. Lalu mereka berubah menjadi petani atau guru. Di antaranya ada yang berdakwah hingga ke Sarang. Itu terjadi sebelum era Demak. (Ichwan/Abdullah Alawi)





Catatan: berita ini telah diedit karena kurangnnya akurasi kontributor. HMI Tegal Kab meminta maaf kepada seluruh pembaca dan pihak-pihak terkait atas kekeliruan ini.

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Sholawat HMI Tegal Kab

Sabtu, 13 Januari 2018

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya

Palopo, HMI Tegal Kab. PW GP Ansor Sulawesi Selatan melaksanakan Diklatsar Banser yang dilaksanakan pada 23 hingga 26 Juni 2015. Diklatsar Banser ini merupakan yang ke-3 Sulawesi Selatan. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Datok Sulaiman Kota Palopo yang diikuti oleh 150 orang peserta yang berasal dari zona II se-Luwu Raya yakni Kab/Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu, Luwu Timur, Enrekang, Sidrap, dan Soppeng.

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya

Dalam sambutannya Wakil Walikota Palopo Ahmad Syarifuddin, SE, MSi mengapresiasi kegiatan Diklatsar Banser yg mempunyai tugas dan fungsi mengawal ajaran Islam Ahlusunnah Wal-Jamaah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Harapan kami, selaku pemertintah melalui Diklatsar ini, selain sebagai proses kaderisasi, Diklatsar ini mampu meningkatkan kompetensi serta skill anggota banser dalam mewujudkan Banser yang tangguh dan menjadi solusi dalam menghadapi berbagai situasi serta kondisi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat,” ujar Ahmad Syarifuddin yang juga salah satu Pengurus Pusat GP Ansor ini.

HMI Tegal Kab

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulsel HM Tonang dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa eksistensi Banser sebagai semi otonom GP Ansor adalah pasukan inti Ansor.

HMI Tegal Kab

"Disisi lain Banser merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses kaderisasi di tubuh Ansor, demi mewujudkan kader-kader Banser yang mumpuni serta memiliki kepedulian kepada masyarakat dan bangsa," ucapnya.

Kegiatan Diklatsar Banser ini dihadiri Satkorwil Banser Sulsel A Abbas Rauf Rani, Dewan Penasehat GP Ansor Kota Palopo Dr Hamzah Kamma, Dr Muhaemin, Drs H Ibnu Hajar yang juga mantan ketua Ansor era 80-an. (Andy Muhammad Idris/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Sunnah, Nasional HMI Tegal Kab

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang

Subang, HMI Tegal Kab. Mahasiswa NU dari Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam (YAPI) Syamsul Ulum Kota Sukabumi yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Syamsul Ulum, BEM Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIP), BEM Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), dan OSIS SMK Syamsul Ulum Kota Sukabumi serahkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Subang, Selasa (29/1).

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang

Bantuan ini langsung diberikan oleh Presiden BEM STISIP Syamsul Ulum Nunu Nugraha, didampingi Ketua PMII Komisariat Syamsul Ulum Kota Sukabumi Ahmad Fauzi. Secara simbolis bantuan ini diberikan langsung kepada Ketua PMII Cabang Kabupaten Subang Ade Mahmudin di sekretariat PMII Cabang Subang, Jalan Rancasari, Pamanukan, Subang untuk kemudian disalurkan kepada korban banjir yang saat ini masih melanda di Kabupaten Subang.

Presiden BEM STISIP Nunu Nugraha menegaskan, berangkat dari rasa keprihatinan dan kepedulian kepada para korban banjir di Kabupaten Subang pihaknya merasa terpanggil untk bagaimana bisa mengurangi beban para korban banjir.

HMI Tegal Kab

“Kami merasa prihatin dan terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir yang ada di Kabupaten Subang. Terlepas dari besar kecilnya nilai yang kami berikan, tapi mudah-mudahan hal ini bisa meringankan beban mereka yang saat ini sedang membutuhkan,” tegas Nunu kepada HMI Tegal Kab.

HMI Tegal Kab

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PMII Komisariat STAI Syamsul Ulum Kota Sukabumi, Ahmad Fauzi bahwa hal ini merupakan upaya penyadaran kepada masyarakat terkait betapa pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai solidaritas.

“Bantuan ini hasil dari upaya sahabat-sahabat dari Keluarga Besar YAPI Syamsul Ulum Kota Sukabumi yang pada beberapa waktu lalu melakukan aksi penggalangan dana disejumlah titik di Kota Sukabumi. Mudah-mudahan saja ini bisa kita ambil hikmahnya terkait penyadaran kepada masyarakat betapa pentingnya rasa solidaritas terhadap sesama sebagai wujud dari jati diri Bangsa Indonesia,” papar Fauzi.

Sementara, Ketua PMII Cabang Kabupaten Subang, Ade Mahmudin menyambut baik dengan saluran bantuan ini yang nantinya akan langsung diberikan kepada para korban banjir di Kabupaten Subang.

"Kami sangat apresiatif dan berterimakasih kepada sahabat-sahabat dari Kota Sukabumi yang sudah jauh-jauh datang ke Subang hanya untuk memberikan bantuan ini kepada para korban banjir. Dan Insya Allah, nanti juga kita akan berikan bersamaan dengan hasil yang kami dapatkan, dimana pada saat yang lalu juga PMII Cabang Subang melakukan aksi penggalangan dana untuk korban banjir,” pungkas Ade.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Olahraga, AlaSantri HMI Tegal Kab

Selasa, 26 Desember 2017

LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil

Jombang, HMI Tegal Kab. Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) juga mengambil langkah berbeda untuk memperkenalkan ulama dan tokoh besar Tebuireng, yaitu melalui buku berjudul ‘Yasin dan Tahlil Tebuireng’.

LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

LSPT Perkenalkan Tokoh Tebuireng Lewat Buku Yasin Tahlil

Penerbitan buku tersebut merupakan terbitan Pustaka Tebuireng yang disokong penuh LSPT, usaha unit lembaga di Tebuireng yang mengelola zakat, infaq, shadaqoh dan wakaf untuk memudahkan masyarakat mengetahui biografi ulama dan tokoh di Tebuireng.

Menurut M. As’ad direktur LSPT, pihaknya ikut ambil bagian membantu pengikut Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Maksum Ali dan lainnya mengetahui lebih jauh biografinya.

HMI Tegal Kab

“Buku ini tidak sekedar menjadi tuntunan amaliah, tetapi juga menjadi sumber informasi dan pengetahuan tentang tokoh-tokoh pesantren khususnya Pesantren Tebuireng,” tutur As’ad dalam rilisnya kepada HMI Tegal Kab.

Lebih lanjut As’ad mengatakan bahwa penyusunan buku ini yang dilengkapi biografi singkat tokoh-tokoh Tebuireng juga sebagai salah satu bentuk persembahan LSPT kepada masyarakat luas khususnya para peziarah di pemakaman Tebuireng. “Semoga hadirnya buku ini dihadapan pembaca semua memberikan manfaat yang besar,” tambahnya.

HMI Tegal Kab

Bahkan, keberadaan buku ini juga sangat bermanfaat bagi jam’iyah Nahdliyin. Karena terdapat tuntunan amaliyahnya. “Terlebih santri, alumni dan keluarga besar tebuireng,” lanjutnya. Ia juga mengabarkan bahwa untuk mendapatkan buku ini, LSPT menyediakan di kantornya dan di Gerai Sehat area pemakaman pondok Tebuireng. (Romza/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Santri, Habib, Bahtsul Masail HMI Tegal Kab

Minggu, 24 Desember 2017

Dalam Sehari, Israel Bunuh 23 Warga Palestina

Kota Gaza, HMI Tegal Kab. Serangan-serangan Israel menewaskan 23 orang Palestina, yang mencakup 14 wanita dan anak-anak, pada Ahad, hari paling mematikan dalam operasi pemboman di Jalur Gaza.

Sembilan anak, lima diantaranya bayi dan balita, serta lima wanita termasuk diantara korban dalam kekerasan itu, yang membuat jumlah warga Gaza yang tewas menjadi 69 dalam serangan-serangan udara Israel yang tanpa henti selama sekitar 100 jam, lapor AFP.

Dalam Sehari, Israel Bunuh 23 Warga Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Sehari, Israel Bunuh 23 Warga Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Sehari, Israel Bunuh 23 Warga Palestina

Serangan-serangan itu berlangsung ketika upaya diplomatik ditingkatkan untuk berusaha mengakhiri pertumpahan darah tersebut, yang mulai terjadi pada Rabu dan juga menewaskan tiga warga Israel dan mencederai lebih dari 50 orang, kata sumber-sumber medis.

HMI Tegal Kab

Sejauh ini serangan paling mematikan berlangsung di Kota Gaza bagian utara, dimana sebuah rudal menghancurkan bangunan tiga lantai, menewaskan sembilan anggota keluarga Al-Dallu, lima diantaranya anak-anak, dan dua orang lain, kata petugas medis.

HMI Tegal Kab

Juru bicara kementerian kesehatan Ashraf al-Qudra mengidentifikasi korban-korban yang tewas sebagai Mohammed al-Dallu, seorang polisi berusia 35 tahun, Suheila al-Dallu (50), Samah al-Dallu (22), dan lima anak: Jamal dan Sara, yang usianya belum diketahui, Yussef (5), Ranin (2), serta Ibrahim yang baru berusia 11 bulan.

Mayat seorang wanita dari keluarga yang sama ditemukan di bawah puing-puing, namun identitasnya belum jelas.

Dua korban lain, yang tinggal di samping bangunan itu adalah Amina Mattar al-Muzzana (83) dan Abdullah Mohammed al-Muzzana (22), kata Qudra.

Militer Israel belum memberikan pernyataan segera mengenai serangan itu dan hanya mengatakan, angkatan udara menghantam "sejumlah sasaran di Kota Gaza bagian utara".

Tak lama setelah itu, enam orang Palestina lain tewas dalam empat serangan terpisah -- dua di Kota Gaza, satu di kamp pengungsi Jabaliya dan satu di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah.

Di Kota Gaza, Sami al-Ghafir tewas dalam serangan di daerah timur Shejaiya, dan Mohammed al-Awf tewas di daerah utara kota itu.

Serangan di Jabaliya menewaskan Suheil Hamada dan putranya, Moamin, ketika mereka sedang mengendarai truk pengiriman air melewati kamp itu.

Gempuran malam hari di Nuseirat menewaskan dua orang, Aatiya Mubarak dan Hossam Abu Shawish, kata petugas pelayanan darurat.

Serangan-serangan sebelumnya di Jalur Gaza menewaskan enam, orang lain Palestina, empat dari mereka anak-anak.

Dengan kematian-kematian terakhir itu, jumlah korban tewas Palestina menjadi 69 dan korban cedera lebih dari 600 sejak serangan udara yang menewaskan seorang pemimpin Hamas mengawali operasi militer Israel terhadap Gaza.

Tiga orang Israel tewas dan lebih dari 50 cedera akibat serangan roket Palestina, kata seorang juru bicara dinas pelayanan darurat Magen David Adom kepada AFP.

Militer Israel mengatakan, 10 dari mereka yang terluka adalah prajurit, satu dari mereka cedera parah.

Israel mengatakan, militer telah menghantam lebih dari 1.132 sasaran di Jalur Gaza.

Dalam kurun waktu yang sama, 544 roket yang ditembakkan oleh pejuang Gaza menghantam Israel selatan, dan 302 roket lain disergap oleh sistem pertahanan rudal Israel Iron Dome.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Budaya, Halaqoh HMI Tegal Kab

Selasa, 19 Desember 2017

Penghormatan Kiai Ishaq untuk Muridnya

Tahun 1972, mobil masih tergolong barang langka. Dalam satu kampung, pemilik mobil bisa dihitung dengan jari. Kampung jenis apa saja bisa, kampung di desa maupun di kota. Tentu saja, pasti ada kekecualiannya. Dengan kata lain, ada kampung yang warganya pada punya mobil. Tapi silakan cari sendiri, kampung mana yang banyak mobilnya.

Gandaria, sebuah kampung di Jakarta Selatan, ada seorang yang terkenal gara-gara punya mobil, lebih terkenal lagi, karena ia seorang ulama, Kyai Ishaq Yahya namanya. “Wah, hebat nih ulama kite, bukan hanya punya ilmu agama, tapi juga punya ilmu lari kenceng,” begitu orang berdecak pada Kyai Ishaq. Maksudnya punya ilmu lari kenceng adalah punya mobil.

Penghormatan Kiai Ishaq untuk Muridnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Penghormatan Kiai Ishaq untuk Muridnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Penghormatan Kiai Ishaq untuk Muridnya

Ishaq terbilang kiai kondang Jakarta di zamannya. Tentu saja, popularitasnya hadir jauh sebelum masyarakat mendengar nama KH Zainuddin MZ, yang juga asal Gandaria. Karena mobilnya itu, sebuah sedan yang sudah berumur, rutin menyambangi sejumlah titik di Jakarta. Sedan itu membuat kyai kita ini mudah ke mana-mana, bahkan tampak sigap dan cepat.

HMI Tegal Kab

Selain mendatangi majelis taklim, Kiai Ishaq juga guru agama di sejumlah yayasan pendidikan agama, dan tentu saja ceramah di acara yang diadakan masyarakat, entah itu kawinan, maulidan, dan lain-lain. Dan penguasaannya yang baik dalam “bahasa orang sekolah”, membuatnya sering diundang ke sekolah-sekolah.

Namun, itu semua tidak berlaku untuk kasus berikut. Satu malam, Hasbullah mengadakan kenduri pertemuan (upacara pelepasan naik haji). 

HMI Tegal Kab

Hasbullah seusia dengan kiai Ishaq. Meski begitu, Hasbullah tetap berguru dan menaruh takzim kepadanya. Hasbullah pernah mengaji dua kitab pada Kyai Ishaq, Riyadlus Shalihin dan Mawahibus Shamad.

Mendengar kabar murid mengadakan kenduri, ia langsung menjulurkan tangan. Kunci mobil diraihnya. Mobil pun melesat cepat dari Gandaria menuju Pondok Pinang Bletan (Timur), kediaman Hasbullah. Tidak jauh, kedua desa ini hanya dipisahkan oleh aliran sungai. Namun, perjalanan akan lama ditempuh dengan jalan kaki karena medan persawahan dan rawa-rawa. Karenanya, Kyai Ishaq memilih mobil, meski harus memutar sedikit jauh.

Sampai di tujuan, masyarakat menghentikan sejenak rangkaian wirid untuk menyongsong kiai. Hasbullah tidak menyana kiai Ishaq datang. Keguggupan Hasbullah sedikit reda setelah menemukan tempat bagi gurunya.

“Ah Ente, kenapa kagak bilang-bilang ada acara?” tanya Kiai kepada muridnya usai pembacaan wirid.“Bukan begitu Kiai, ane khawatir Kiai kerepotan, teganggu,” tanggap Hasbullah sambil menyuguhkan teh pahit.

“Jangan begitu dong. Ente kan ama ana bukan orang lain?” jawabnya enteng sambil merenggut pisang rebus.

Pertemuan ditutup dengan saling mendoakan antara kiai dan muridnya.

Kilasan Kyai Ishaq Yahya

Ishaq Yahya lahir pada 28 April 1928 di Jakarta. Ia mendirikan Pondok Pesantren Miftahul Ulum di halaman rumahnya. Waktunya dihabiskan untuk mengajar dan berorganisasi.

Sejak kecil, ia sangat gemar menuntut ilmu. Tamat di Jamiatul Khair 1949, ia melanjutkan pendidikannya di Mekkah. Di tanah suci, ia menahan diri selama 8 tahun untuk menimba ilmu. Dari kota ini, ia banyak mengambil ilmu dan pengalaman.

Lembaga pendidikan yang dimasukinya adalah Darul Ulum. Nama ini pula yang mengilhami nama pesantrennya di Jakarta. Di lembaga ini, ia belajar kepada banyak guru ahlusunnah wal jamaah. Mereka antara lain Syekh Yasin Alfadani, Guru Muhajirin asal Bekasi, Guru Abdurrazak Makmun asal Mampang, Kiai Ali Syibromalisi asal Mampang, Sayyid Alwy Almaliki, dan lain-lain.

Ia pun aktif dalam NU. Baginya, kiai mesti melek banyak hal, termasuk organisasi. Keorganisasian yang menunjang kekuatan umat, adalah perihal penting. Pendidikannya di Mekkah, menautkannya dengan NU. Karena, banyak kiai NU berjejaring ke Mekkah. Ia Wafat di Jakarta, 28 September 1980 (AlHafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab AlaSantri, Jadwal Kajian, Habib HMI Tegal Kab

Rabu, 06 Desember 2017

Rakernas IPNU Dorong Semua Tingkatan Intensifkan Kaderisasi

?Jakarta, HMI Tegal Kab - Rapat Kerja Nasional Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengamanahkan semua tingkatan kepengurusan pelajar NU untuk merekrut dan memperkuat kader. Pimpinan Pusat IPNU sendiri ke depan juga menggelar kaderisasi untuk memperkuat sistem kaderisasi.

Pembukaan Rakernas dihadiri seluruh PW IPNU se-Indonesia, pemenang lomba essai IPNU, dan ratusan kader IPNU lainnya di The Paragon Hotel, Menteng? Jakarta Pusat, Jumat (9/12).

Rakernas IPNU Dorong Semua Tingkatan Intensifkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas IPNU Dorong Semua Tingkatan Intensifkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas IPNU Dorong Semua Tingkatan Intensifkan Kaderisasi

"D?alam forum Rakernas IPNU di Jakarta ini, berbagai upaya ?dirumuskan untuk mendorong regulasi baru IPNU ke depan," ujar Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid.

Asep menuturkan, Rakernas ini juga akan menetapkan ?regulasi kaderisasi. Semua regulasi dalam rakernas ini dapat dilaksanakan di setiap tingkatan organisasi IPNU.

HMI Tegal Kab

?"Nantinya yang menjalankan kaderisasi bukan hanya pada tingkatan bawah, tapi PP IPNU juga akan melaksanakan kaderisasi," tuturnya.

?Pimpinan Pusat IPNU ke depan menyelenggarakan latihan fasilitator (Latfas). Fasilitator nasional dihadirkan untuk menunjang kaderisasi sehingga penguatan kader berjalan maksimal. ?Di samping itu, IPNU harus me?mosisikan diri sebagai bagian dari komponen generasi muda untuk menata sikap dan gerakan dalam membentengi kader dari ancaman keharmonisan kebhinekaan.

HMI Tegal Kab

?"Di tengah semakin banyak kompetitor berhaluan kanan, IPNU harus dengan menata lebih baik dengan memperkuat organisasi," tambahnya.

Peserta rakernas akan mematangkan penguatan organisasi IPNU pada masa tiga tahun ke depan. IPNU akan mengembangkan hal yang positif untuk kebaikan organisasi ke depan terutama dalam penguatan pengembangan kader di semua tingkatan.

"Kita ingin IPNU menjalankan kaderisasi dengan massif ditambah pemberdayaan kader secara berkelanjutan," pungkasnya.

?Katib Syuriyah PBNU Saadullah Affandi? mengatakan, dirinya mengikuti IPNU di Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon sekitar tahun 1989. Menurutnya, sudah saatnya IPNU membela kepentingan pelajar terutama dalam mengawal isu Full Day School (FDS).

"IPNU harus terus berjuang membela kepentingan pelajar, ditambah dengan ?memperjuangkan nilai Aswaja, ke-NUan, dan lainnya," katanya.

?"Kepimpinan tidak bisa jalan tanpa adanya loyalitas. I?PNU harus jadi garda terdepan kaderisasi tetap mempertahankan loyalitas nahdilyin?," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Pesantren, Hikmah HMI Tegal Kab

Senin, 04 Desember 2017

Menaker Minta Aktivis Buruh Jangan Demo Terus di Jalan

Sleman, HMI Tegal Kab. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta aktivis buruh tidak lagi menyampaikan aspirasi dengan berdemo turun ke jalan melainkan melalui dialog dengan pendekatan seni dan budaya. 

"Saat ini ruang politik sudah berubah menjadi semakin terbuka. Masyarakat bisa dengan mudah berkomunikasi dengan pemimpinnya. Rekan-rekan buruh bahkan bisa dengan mudah berkirim pesan menyampaikan ide-ide mereka ke saya setiap hari. Jadi melakukan demo sudah tidak relevan lagi," kata Hanif pada peluncuran album kedua aktivis reformasi, John Tobing di Sleman, Yogyakarta, Jumat (10/11).

 

Menaker Minta Aktivis Buruh Jangan Demo Terus di Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Minta Aktivis Buruh Jangan Demo Terus di Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Minta Aktivis Buruh Jangan Demo Terus di Jalan

Menurut Hanif, kesenian dan kebudayaan bisa menjadi instrumen baru yang efektif untuk menyampaikan apa yang buruh perjuangkan selama ini. 

"Saya percaya ketika kita bisa terus berdialog terutama di ruang-ruang kebudayaan dan kesenian seperti ini maka pikiran kita bisa menjadi lebih cair dan nihil kepentingan sehingga dialognya menjadi lebih terbuka," ujar Hanif. 

HMI Tegal Kab

Menurut Hanif, melalui forum dialog dengan pendekatan kesenian dan kebudayaan maka orang akan lebih objektif dan jernih dalam melihat persoalan yang ada. 

"Ruang-ruang kebudayaan dan ruang-ruang dialog menjadi sangat penting sebagai sarana berkomunikasi di tengah perbedaan yang ada dalam rangka menemukan terobosan baru demi meningkatkan kualitas dari harmoni sosial," tutur Hanif. 

"Untuk itu saya sangat bersyukur ada acara semacam ini. Sekali lagi selamat kepada John Tobing atas peluncuran album barunya," ungkap Hanif. 

HMI Tegal Kab

John Tobing meluncurkan album kedua berjudul Bergeraklah Mahasiswa"di Sanggar Maos Tradisi asuhan Sosiolog Universitas Gajah Mada (UGM) Arie Sujito. Album ini secara khusus dipersembahkan untuk kalangan mahasiswa Indonesia. 

Melalui album ini John Tobing berharap mahasiswa terinspirasi dan tergerak untuk menjadi agen perubahan agar bangsa menjadi lebih baik. 

"Mahasiswa Indonesia harus tahu banyak rakyat miskin di negara kita. Untuk itu mereka harus menjadi motor perubahan melawan keterpurukan. Mereka harus bisa mencerdaskan bangsa," kata John Tobing. 

John Tobing merupakan pencipta lagu Darah Juang yang melegenda di kalangan aktivis mahasiswa. 

 

Lirik lagu tersebut bercerita tentang kisah pemuda desa miskin di negeri yang kaya. Hingga saat ini lagu tersebut seolah menjadi lagu wajib aktivis mahasiswa di Indonesia. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Ubudiyah, Khutbah HMI Tegal Kab

Jumat, 24 November 2017

Dapat Bantuan Rp.1 M, NU Pamekasan Tetap Netral

Pamekasan, HMI Tegal Kab - Usai melantik pengurus DPC, DPAC, DPRT, Banom, dan Lembaga PKB se-Kabupaten Pamekasan, Muhaimin Iskandar secara resmi mengucurkan bantuan Rp. 1 miliar untuk warga nahdliyin. Itu diketengahkan di tengah-tengah pelantikan di Gedung Islamic Center, Senin (27/3).

Ketua Umum PKB itu menegaskan, bantuan tersebut ditujukan untuk pembangunan Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan.

Dapat Bantuan Rp.1 M, NU Pamekasan Tetap Netral (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Bantuan Rp.1 M, NU Pamekasan Tetap Netral (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Bantuan Rp.1 M, NU Pamekasan Tetap Netral

Bantuan tersebut mendapat respon dari Ketua PCNU Pamekasan KH Taufiq Hasyim. Menurutnya, bantuan tersebut tidak ada kaitannya dengan pemilu.

HMI Tegal Kab

"Itu akan digunakan untuk kantor PCNU, namun sifatnya tidak mengikat. Ini murni bantuan," tegas Pengasuh Pesantren Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan tersebut.

PCNU tidak terikat untuk dukung-mendukung dalam konstelasi politik. Itu sesuai dengan AD-ART bahwa NU kembali ke khittah; NU bukan partai politik dan bukan pendukung partai politik.

HMI Tegal Kab

"Tapi NU adalah organisasi kemasyarakatan (ormas). Dipersilakan bagi warga NU untuk berjuang dan berkiprah di partai politik manapun. Terpenting tidak mmbawa-bawa nama NU," tegas Kiai Taufiq.

Partai politik yang mesti dipilih warga NU, tambahnya, adalah partai yang garis perjuangnnya tidak bertentangan dengan NU dan NKRI. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, News, Pertandingan HMI Tegal Kab

Selasa, 21 November 2017

Habib Noval Pimpin "Pertobatan Massal" di Solo

Solo, HMI Tegal Kab. Ada nuansa haru dalam acara Nuzulul Qur’an yang digelar di markas Majelis Ar-Raudhah Dzikir dan Ilmu, Jl Duwetan No. 112, Semanggi, Pasar Kliwon, Kamis (25/7) malam lalu. Tak sedikit dari ratusan jamaah yang hadir, meneteskan air mata. Mereka hanyut saat perenungan dalam rangka pertobatan massal.

Habib Noval Pimpin Pertobatan Massal di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Noval Pimpin Pertobatan Massal di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Noval Pimpin "Pertobatan Massal" di Solo

Pengasuh Ar-Raudhah, Habib Noval bin Muhammad Al-Alaidrus memimpin langsung acara yang bertema Doa dan Munajat Di Malam Nuzulil Quran. Para jamaah meresapi setiap kata yang diucapkan oleh Habib Noval.

“Meresap sekali renungannya. Sampai saya menitikkan air mata,” kata salah satu jamaah, Andi, kepada HMI Tegal Kab.

HMI Tegal Kab

Jamaah dari Laweyan tersebut merasa betapa nikmatnya mengamini setiap untaian doa yang dituntunkan Habib Noval.

Dalam pengajian itu Habib Noval mengajak kepada seluruh jamaah, untuk semakin giat beribadah selama Ramadhan. Ustaz yang produktif dalam menulis ini juga mengingatkan kondisi umat Islam saat ini yang telah banyak mengalami pergeseran akhlak.

HMI Tegal Kab

Selain itu, dia ingin agar masyarakat muslim Solo pada khususnya, harus bisa shalat. Bahkan cita-citanya itu kelak akan diwujudkan dengan mendirikan kursus Fasolatan di Solo. “Saya mencanangkan di Kota Solo ini tidak ada lagi orang Islam yang tidak bisa Shalat. Semua muslim harus bisa shalat,” tegasnya.

Tidak hanya bisa shalat, tetapi juga mengerti syarat dan rukunnya. “Karena apa, banyak orang yang shalat tapi belum memenuhi syarat dan rukunnya. Nanti, akan dimulai dengan cara berwudhu yang benar,” imbuhnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Hikmah, Makam, Habib HMI Tegal Kab

Senin, 20 November 2017

SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin

Waykanan, HMI Tegal Kab . Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung dan SMAN 1 Blambangan Umpu menandatangani nota kesepahaman "Motivasi Dan Pengembangan Sumber Daya Siswa" bertepatan dengan HUT ke 31 tahun sekolah tersebut sekaligus peringatan Hari Santri Nasional.

SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin

"Menjadikan anak-anak di sekolah ini agar bisa memahami Islam Rahmatan lil Alamin merupakan salah satu dasar kenapa ada penandatanganan antara pihak kami dengan Gerakan Pemuda Ansor Waykanan," ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Blambangan Umpu Seven Sari, S.Pd, di Blambangan Umpu, Kamis (22/10).

Seven percaya, Gerakan Pemuda Ansor mampu mendorong anak-anak mengerti Islam yang ramah di era teknologi berkembang pesat namun acapkali memberi pengetahuan menyesatkan.

HMI Tegal Kab

"Anak-anak memang harus belajar Islam sebenarnya, bukan Islam radikal mengingat teknologi informasi mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi dengan cepat, baik negatif atau positif," tuturnya.

Kepala SMAN 1 Blambangan Umpu itu menilai, Gerakan Pemuda Ansor sebagai salah satu organisasi kepemudaan di Waykanan terbukti maslahat dengan berkiprah di berbagai bidang, termasuk pendidikan dengan menggelar sejumlah even terkait edukasi, seperti lomba baca puisi, menulis opini.

HMI Tegal Kab

"Kemudian membuat pelatihan analisa sidik jari bagi para guru. Dan terakhir yang saya tahu dan sejumlah anak didik kita juga ikut adalah kegiatan Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional atau BPUN," kata Seven lagi.

Dengan adanya penandatangan nota kesepahaman tersebut, Seven berharap pemuda Nahdlatul Ulama (NU) setempat terlibat aktif untuk turut menempa anak didik di sekolah itu dengan pembinaan, atau penyuluhan positif. 

"Pendidikan Agama Islam diajarkan di sekolah selama ini perlu ditingkatkan dosisnya mengingat fakta gerakan-gerakan radikal mengatasnamakan agama seolah tumbuh subur di Indonesia melalui dunia maya. Saya juga berharap, dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman ini akan mendorong masa depan anak-anak didik semakin lebih baik," ujar dia.

Sasaran dari penandatangan nota kesepahaman itu terbagi dua, yakni motivasi ditujukan bagi seluruh siswa dan terbagi dalam bentuk diskusi, stadium general, focus group discussion dan pengajian yang berorientasi pada keberagaman dan kemandirian.

Kemudian Pengembangan Sumber Daya Siswa ditujukan atau berlaku bagi siswa kurang mampu namun berprestasi dalam bidang akademik untuk ikut serta dalam BPUN 2016. (Disisi SF/Mukafi Niam)  

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Pesantren, Hikmah HMI Tegal Kab

Minggu, 19 November 2017

Gus Dur Nilai IPDN Memelihara Kekerasan

Jakarta, HMI Tegal Kab. Tewasnya Cliff Muntu, Praja Madya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), menurut mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) disebabkan kampus tersebut masih memelihara praktik-praktik kekerasan. Ia meminta agar para pelaku penganiayaan tersebut dihukum seberat-beratnya.

"Kalau kekerasan dibiarkan, jadinya seperti ini. Mereka yang saling membunuh adalah sesama praja dan harus dikenakan hukuman yang berat," ujar Gus Dur usai membuka Halaqah Kebangsaan dan Temu Wicara Hukum Acara Mahkamah Konstitusi RI, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (6/4).

Gus Dur Nilai IPDN Memelihara Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Nilai IPDN Memelihara Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Nilai IPDN Memelihara Kekerasan

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu menegaskan, pihak kampus yang dulu bernama Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) itu juga mempunyai tugas yang harus diselesaikan dalam mencari siapa pelakunya. "Pimpinan IPDN harus segera mencari siapa otak penganiayaan," imbuhnya.

Namun demikian, Gus Dur yang juga Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa itu menolak usulan banyak pihak yang meminta agar IPDN dibubarkan. "Bukan dibubarkan, tetapi diperbaiki," tukasnya.

Cliff Muntu, praja madya, ditemukan tewas di kampus IPDN tepatnya di Barak DKI atas, Senin (2/4) malam. Awalnya pihak IPDN membantah Cliff meninggal akibat tindak kekerasan. Namun belakangan ada informasi yang menyatakan Cliff tewas akibat dianiaya para seniornya.

Tewasnya Cliff bukan kejadian satu-satunya. Sejak 1990-an hingga 2005 tercatat 35 praja tewas. Namun dari total praja yang tewas, hanya 10 kasus saja yang terungkap di media massa. (rif)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Habib, News HMI Tegal Kab

Rabu, 01 November 2017

Perintah, Hukum, Macam dan Bacaan Takbir

Pada dasarnya membaca takbir adalah sebagain dari dzikir. Karena dengan bertakbir itu seseorang akan ingat kepada keagungan Allah swt Sang Pencipta. Oleh karena itu tidak ada larangan dalam bertakbir selama masih dalam batas kewajaran.

Sesuai petunjuk aturan pembacaan takbir, terbagi dua macam takbir mursal dan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah pembacaan takbir yang tidak terikat waktu, karena dianjurkan sepanjang malam. Seperti takbir di malam idu fitri dan idul adha. Adapun takbir muqayyad adalah takbiran yang terbatas pada waktu, seperti pembacaan takbir setiap selesai sahalat lima waktu selama hari raya idu adha dan hari tasyrik, 11.12 dan 13 dzul hijjah.

Anjuran pembacaan takbir ini berlandaskan pada surat al-Baqarah ayat 185:

? ? ? ? ? ? ? ?

Perintah, Hukum, Macam dan Bacaan Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)
Perintah, Hukum, Macam dan Bacaan Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)

Perintah, Hukum, Macam dan Bacaan Takbir

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.?

Begitu juga anjuran Rasulullah saw dalam haditsnya yang berbunyi:

HMI Tegal Kab

? ? ?

Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir

Anjuran memperbanyak takbir ini sepadan dengan imbalan yang dijanjikan karena sabda rasulullah saw:

HMI Tegal Kab

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa.

Dari berbagai dalil di atas para faqih menghukumi pembacaan takbir sebagai sebuah kesunnatan. Sebagaimana yang ditrangkan dalam kitab Fathul Qarib

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ?

Disunnahkan membaca takbir bagi lagi-laki dan perempuan, di rumah maupun di perjalanan, di mana saja, di jalanan, di masjid juga di pasar-pasar mulai dari terbenarmnya matahari malam idul fitri hingga Imam melakukan shalat id.

Adapun bacaan takbir secara lengkap adalah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ?, ? ?, ? ? ? ?, ? ?, ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ?

Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan(yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafiq, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke Esa anNya, Dia dzat yang menepati janji, dzat yang menolong hambaNya dan memuliakan bala tentaraNya dan menyiksa musuh dengan ke Esa anNya. tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya untuk Allah.

Namun sering juga pembacaan takbir secara singkat dan lebih umum

? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Berita, Nasional HMI Tegal Kab

Senin, 23 Oktober 2017

IPNU-IPPNU Kadur Evaluasi Pembentukan PK-PR

Pamekasan, HMI Tegal Kab. Pengurus IPNU-IPPNU Kadur Pamekasan menggelar rapat evaluasi pembentukan Pimpinan Komisariat (PK) & Pimpinan Ranting (PR) di kantor MWCNU Kadur, Jumat (6/4). Dari pertemuan tersebut dapat diketahui bahwa ada 13 PK dan 1 PR yang sudah terbentuk. Sedangkan yang belum terbentuk masih 30-an.

“Sisanya ini harus kita tangani segera. Dalam pertemuan ini, ada beberapa hal yang mesti kita pikirkan demi kebaikan IPNU-IPPNU ke depan,” tegas ketua panitia pembentukan PK-PR Abdul Kifli sebagai pemimpin rapat. “Selain pemastian batas akhir berakhirnya proses pembentukan, PK-PR yang sudah terbentuk harus lah kita perhatikan.”

IPNU-IPPNU Kadur Evaluasi Pembentukan PK-PR (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kadur Evaluasi Pembentukan PK-PR (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kadur Evaluasi Pembentukan PK-PR

Dikatakan, ada beberapa ketua pengurus pesantren yang merasa keberatan dengan rencana pembentukan PK-PR tersebut. Alasannya ialah khawatir mengganggu aktivitas pesantren yang sudah diagendakan.

HMI Tegal Kab

“Solusinya ialah kita menghadap langsung kepada pengasuh. Pengurus pesantren hanyalah tangan panjang pengasuh sehingga keputusan dirinya bukanlah sesuatu yang final,” kata sekretaris IPPNU Kadur Baitiyah penuh keseriusan. “Saya yakin para pengasuh pesantren di Kadur ini peduli terhadap IPNU-IPPNU selaku sayap organisasi pelajar NU.”

HMI Tegal Kab

Selain itu, disetujui pula bahwa dalam minggu ini pengurus IPNU-IPPNU Kadur hendak menggelar diklat keorganisasian, kepemimpinan, dan keadministrasian.

“Biar PK-PR yang sudah terbentuk tidak merasa ditelantarkan dan paham tentang keorganisasian, kepemimpinan, serta keadministrasian,” ujar ketua umum IPNU Kadur Faisol Ansori. “Keempat belas PK-PR tersebut kita beri bekal dulu sebelum nantinya dilantik setelah PK-PR rampung semua.”

Batas akhir pembentukan, oleh pengurus IPNU-IPPNU Kadur, disepakati hingga akhir bulan April.

“Kalau dalam batas waktu tersebut masih ada lembaga atau PR NU/Muslimat NU yang belum terbentuk dan sudah kita konfirmasi, kita tetap langsung menggelar pelantikan,” tegas Abdul Kifli yang diamini oleh semua peserta rapat.

Rapat tersebut berjalan cukup santai tetapi penuh keseriusan. Seusai rapat, mereka membeli buah-buahan di pasar Kadur untuk dimakan bersama. Kuatnya jalinan persahabatan sungguh sangat terasa.?

Benahi Kedisiplinan Berorganisasi

Pentingnya mengelola waktu secara baik cukup disadari oleh pengurus IPNU-IPPNU Kadur Pamekasan. Pasalnya, kini organisasi yang sedang dinakhodai Faisol Ansori itu melakukan pembenahan berkenaan dengan kedisiplinan dalam berorganisasi.?

Hal tersebut ditegaskan oleh salah satu pengurus IPNU Kadur Abdul Kifli saat ditemui di kantor MWCNU Kadur, Jalan Pesantren Sumber Gayam, Kadur, Pamekasan, Jumat (6/4) pagi.

? “Sebelum kita mengarah pada pendisiplinan dalam melaksanakan program kerja seperti perampungan pembentukan PK-PR IPNU-IPPNU Kadur, kedisiplinan berorganisasi penting diperhatikan bersama,” tegas Abdul Kifli.

Dikatakan, gagasan menggalakkan pembenahan kedisiplinan tersebut disepakati oleh para pengurus IPNU-IPPNU Kadur.

“Kita sudah sepakat menentukan waktu pelaksanaan rapat secara pasti. Pagi hari, kita memastikan tiap pukul 09.00 WIB,” tambahnya. “Kalau sampai kehadiran melebihi batas waktu yang sudah disepakati, rapat gagal.”

Kalau siang hari, masih menurut Abdul Kifli, waktu rapat ditetapkan pukul 14.30 WIB. Malam hari tidak mengadakan rapat. Soalnya, para pengurus IPNU maupun IPPNU Kadur selalu bekerja sama dalam merealisasikan program kerja yang telah dirumuskan bersama. Para pengurus IPNU-IPPNU Kadur menghormati budaya di masyarakat agar perempuan tidak keluaran di malam hari.

“Kita benahi dari hal yang terkecil sebelum melakukan sesuatu yang besar,” tandasnya.

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib HMI Tegal Kab

Minggu, 15 Oktober 2017

Hukum Haji dengan Uang Haram

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail HMI Tegal Kab yang kami hormati. Ibadah haji memerlukan kekuatan fisik dan perbekalan yang memadai. Banyak ongkos diperlukan bagi mereka yang mengikuti rangkaian ibadah haji. Terlebih lagi mereka yang berasal jauh dari masjidil haram, tentu biaya yang diperlukan semakin tinggi karena ongkos perjalanannya sudah mahal.

Yang saya tanyakan, bagaimana hukumnya kalau seseorang membiayai perbekalan dan ongkos hajinya dari pendapatan yang tidak halal? Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Mawardi/Gorontalo)

Hukum Haji dengan Uang Haram (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Haji dengan Uang Haram (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Haji dengan Uang Haram

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb.

HMI Tegal Kab

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Haji merupakan ibadah maliyah dan badaniyah. Dalam jamaah haji harus berjalan saat thawaf, sai, melontar, dan berpindah-pindah lokasi manasik. Karenanya kesegaran tubuh kondisi yang fit, kekuatan fisik sangat diperlukan.

Selain itu kekuatan finansial juga sangat diperlukan. Karena dalam ibadah haji, jamaah memerlukan biaya transportasi, konsumsi, penginapan, dan biaya lain sebagainya. Lalu bagaimana dengan jamaah yang membiayai ongkos dan perbekalan hajinya dengan harta yang diperolehnya dari jalan yang haram? Sampai di sini ulama berbeda pendapat. Bagi madzhab Hanafi, Maliki, dan Syafi’i, haji yang dibiayai dengan harta yang haram tetap sah meskipun ia berdosa atas kesalahannya memperoleh harta haram itu sebagaimana kutipan berikut ini.

HMI Tegal Kab

? ? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Gugurlah kewajiban orang yang berhaji dengan harta haram) seperti harta rampasan sekalipun ia bermaksiat. Sama halnya dengan shalat di tempat hasil rampasan atau mengenakan pakaian terbuat dari sutra,” (Lihat Abu Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalib, juz 6, halaman 51).

Syekh Abu Zakariya Al-Anshari secara tegas mengatakan bahwa jamaah yang membiayai hajinya dengan harta haram itu sama seperti orang yang bersembahyang dengan mengenakan pakaian hasil merampas atau sutra, pakaian yang diharamkan bagi pria. Artinya ibadah haji dan shalat orang yang bersangkutan tetap sah. Dengan demikian gugurlah tuntutan wajib ibadah dari orang tersebut.

Sementara madzhab Hanbali menyatakan bahwa ibadah haji yang dibiayai dengan harta yang haram tidak sah. Karenanya jamaah yang menunaikan ibadah haji dengan harta yang haram masih tetap berkewajiban untuk menunaikan ibadah haji di tahun-tahun? selanjutnya mengingat hajinya dengan harta haram itu tidak sah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ( ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ) . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Seseorang dianjurkan untuk betul-betul mencari harta halal, agar ia dapat menggunakannya di masa perjalanannya. Karena sungguh Allah itu suci, tidak menerima kecuali yang suci. Di dalam hadits dikatakan, ‘Siapa berhaji dengan harta haram, kalau ia berkata ‘labbaik’, maka dijawab malaikat, ‘La labbaik, wala sa’daik, hajimu tertolak’.’ Karenanya siapa yang berhaji dengan harta haram, maka hajinya memadai sekalipun ia bermaksiat karena merampas. Sementara Imam Ahmad berkata, hajinya tidak cukup,” (Lihat Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Bujairimi alal Khatib, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, 1996 M/1417 H, juz 3, halaman 181).

Kalangan Hanafi, maliki, dan syafi’i mengeluarkan argumentasi bahwa haji itu sendiri adalah kunjungan ke tempat-tempat istimewa dalam agama. Dan itu tidak dilarang. Yang dilarang agama itu adalah menggunakan harta yang haram itu seperti untuk keperluan haji.. jadi keduanya tidak berkaitan sama sekali. Sama halnya dengan orang sembahyang di tanah rampasan (hasil kezaliman). Sembahyangnya sendiri itu tetap sah. Tetapi menempati tanah yang diharamkan itu yang dilarang oleh agama. Karenanya ibadah haji atau shalat tidak bisa disifatkan haram. Meskipun gugur kewajiban ibadah itu, namun manasik haji tidak diterima dan tidak mendapatkan pahala dari Allah. Nasib manasik hajinya sama seperti orang sembahyang tetapi riya, atau berpuasa tetapi mengghibah. Semuanya tidak diganjar pahala. Demikian argumentasi yang diajukan Ibnu Abidin dalam Haysiyah Raddul Mukhtar, Beirut, Darul Fikr, 2000 M/1421 H, Juz 2 halaman 456).

Sementara madzhab Hanbali sepakat dengan jumhur ulama perihal penerimaan dan pahala. Mereka yang menunaikan ibadah haji dengan harta haram tidak menerima pahala. Sedangkan terkait keabsahan, madzhab Hanbali menyatakan bahwa haji yang dibiayai dengan harta haram tidak sah. Karenanya mereka harus mengulang hajinya pada tahun depan karena hajinya tahun ini tidak sah. Karena tidak bisa mencampurkan antara ibadah dengan hal-hal batil.

Berangkat dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa haji maupun ibadah lainnya adalah perintah Allah yang harus dihormati. Artinya, pelaksanaannya pun harus dipersiapkan dan dijalankan dengan penuh takzim. Jangan sampai tercampur harta haram dalam pembiayaan haji. Karena Allah itu suci, tidak akan menerima apapun selain yang suci.

Menurut kami, pendapat madzhab Hanbali perlu dipelajari lebih lanjut dari sisi moralitas ibadah. Semangat Madzhab Hanbali bisa jadi mengantisipasi kemungkinan orang melakukan pencucian uang dengan menunaikan ibadah haji. Dengan demikian haji bukan hanya dipandang secara rangkaian upacara formal. Tetapi kebersihan harta sebagai penggerak manasik haji itu sendiri mesti dipastikan. Bukan asal berangkat haji.

Pandangan madzhab Hanbali bisa secara moral menghentikan kezaliman, suap, kecurangan, korupsi atau kejahatan umat Islam dalam menjalankan praktik bisnis, mengemban jabatan publik, atau menjalani kesehariannya sebagai pegawai negeri sipil, dan profesi lainnya.

Saran kami, berusahalah mencari rezeki sesuai pandangan fikih dan legal menurut hukum positif yang berlaku. Kumpulkanlah keuntungan Anda untuk keperluan biaya haji. Telitilah dalam menerima uang. Apakah uang itu “suci” atau tidak. Dan jaga kesehatan tubuh Anda karena ibadah haji juga membutuhkan kekuatan fisik.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Habib, Santri HMI Tegal Kab

Minggu, 01 Oktober 2017

Potong Tumpeng, Warga Nahdliyin Solo Peringati Harlah dengan Sederhana

Solo, HMI Tegal Kab. Hari Lahir (Harlah) NU ke-91, diperingati secara sederhana oleh warga Nahdliyin di Surakarta, Jawa Tengah. Mereka menggelar acara potong tumpeng serta sarasehan, yang dilaksanakan di Kantor PCNU Kota Surakarta, Ahad (5/2).

Kegiatan yang bertema “NU 91th Berkhidmah Menjaga Keutuhan dan Kedaulatan NKRI” ini dihadiri pengurus dan anggota NU serta Forbanusa (Forum Banom NU Surakarta). Turut hadir pula perwakilan Muspika Kecamatan Serengan, TNI, dan POLRI.

Potong Tumpeng, Warga Nahdliyin Solo Peringati Harlah dengan Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
Potong Tumpeng, Warga Nahdliyin Solo Peringati Harlah dengan Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

Potong Tumpeng, Warga Nahdliyin Solo Peringati Harlah dengan Sederhana

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Surakarta A Helmy Sakdillah, menyampaikan bahwa dalam menyikapi isu-isu sosial yang ada, baik di media sosial maupun masyarakat, perlu adanya koordinasi yang baik antar pengurus dan anggota.

HMI Tegal Kab

“Solo sebagai kota shalawat, juga mesti kita ramaikan dengan pengembangan budaya Aswaja. Alat rebana juga sudah dibagikan ke setiap kelurahan di kota Surakarta,” papar Helmy.

Senada dengan Helmy, Ketua Plt PC GP Ansor Solo H Arif Syarifuddin juga berharap generasi NU saat ini dapat menjadi penerus perjuangan para pendiri NU, yang dengan penuh keikhlasan memimpin NU dalam berkhidmah untuk bangsa indonesia dan menjaga keutuhan NKRI.

HMI Tegal Kab

“Semoga acara yang sederhana ini mampu memupuk semangat kader-kader NU untuk terus berjuang dan mengembangkan Aswaja,” ungkapnya.

Usai potong tumpeng, acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan Wakil Rais Syuriah PWNU Jatengm KH M Dian Nafi. Acara pada malam hari tersebut, ditutup dengan pembagian doorprize dan hadiah. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ubudiyah, Habib, Santri HMI Tegal Kab

Rabu, 27 September 2017

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi

Cirebon, HMI Tegal Kab. Shadaqah merupakan salah satu ajaran Islam yang sangat dianjurkan, karena selain memberikan manfaat dalam kehidupan bermasyarakat, para pengamal sodaqoh pun akan mendapat pahala dari Allah SWT.

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi

Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren Daarussalam, Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat KH Tb Ahmad saat mengisi pengajian pasaran di Buntet, Ahad (13/6).

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab

Seraya mengutip pendapatnya Imam As-Suyuthi yang ungkapkan dalam Kitab Khumasi dan dikutip oleh Sayyid Abdurrohman bin Muhammad dalam kitab Bughyatul Musytarsyidin halaman 107, Kang Entus, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa faidah shadaqah terbagi menjadi lima macam.

"Pertama shadaqah yang pahalanya 10 kali lipat, yaitu shadaqah kepada orang yang sehat wal afiyat," ujarnya di hadapan ratusan peserta pengajian. Kedua, kata dia, shadaqah yang pahalanya 90 kali lipat, yaitu shadaqah kepada orang buta dan yang terkena musibah.

Ditambahkannya, pahala yang ketiga adalah shadaqah yang pahalanya 900 kali lipat, yaitu shadaqah kepada kerabat yang membutuhkan.

"Keempat adalah shadaqah yang pahalanya 100 ribu kali lipat,yaitu shadaqah kepada kedua orang tua," imbuhnya

Dan yang terakhir, lanjut Kang Entus, shadaqah yang pahalanya 900 ribu kali lipat, yaitu shadaqah kepada ulama atau fuqaha. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Khutbah HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock