Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan

Jombang, HMI Tegal Kab. Tidak seperti bulan yang lain, Ramadhan benar-benar memberikan tambahan spirit untuk beribadah. Baik ibadah pribadi maupun sosial. Lapar dan dahaga seakan sirna dengan semangat yang kian menyala.

Hal ini juga dirasakan kru Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT). Jelang Ramadhan, para pengurus saling bersinergi dalam mempersiapkan berbagai kegiatan. Tidak semata kegiatan ibadah yang berhubungan dengan Allah SWT, juga aktifitas sosial yang membutuhkan tambahan stamina juga tidak luput dari perhatian.

LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)
LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)

LSPT Meriahkan Ramadhan dengan Berbagai Kegiatan

Seperti disampaikan ketua panitia, Rahmat Hidayat bahwa ada sejumlah kegiatan yang dipersiapkan selama bulan suci ini. Dan beberapa waktu lalu rangkaian kegiatan diawali dengan musabaqah tartil qur’an, lomba adzan dan iqamah, serta pidato Bahasa Indonesia.

HMI Tegal Kab

“Kegiatan dipusatkan di lantai tiga gedung KH Yusuf Hasyim,” kata Mas Didit, sapaan akrabnya kepada HMI Tegal Kab, Sabtu (3/7). Para peserta adalah utusan dari sejumlah Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) se Kabupaten Jombang.

Secara lebih rinci, Mas Didit menandaskan bahwa ada 16 peserta untuk lomba TPQ, 18 peserta untuk musabaqah tartil al-Qur’an serta adzan dan iqamah sebanyak 15 utusan.

HMI Tegal Kab

Dan pada malamnya, yakni usai shalat Isya’ dilangsungkan pengajian umum yang menghadirkan da’i Alhabib Ubaidillah bin Idrus al-Habsyi dari Surabaya serta KH Drs Fahmi Amrullah dari Jombang. “Kegiatan dilangsungkan di halaman Masjid Ulul Albab Tebuireng dan dimeriahkan oleh jam’iyah shalawat Seribu Rebana,” terangnya.

Kegiatan ini menjadi syiar tersendiri bagi keberadaan LSPT dalam menyapa masyarakat. Demikian juga pengajian menjadi media untuk mempersiapkan diri dan hati dalam menyambut Ramadhan.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan dibukanya jalan sehat pada tanggal dan pasar murah. Karena untuk jalan sehat yang diawali dan berakhir di halaman Masjid Ulul Albab Tebuireng, para peserta tidak harus membeli kupon karena diberikan secara cuma-cuma. “Kendati demikian, mereka mendapatkan sejumlah produk elektronik dengan cara diundi yang hadiahnya telah disiapkan panitia,” ungkapnya.

Pun demikian halnya dengan pasar murah. Kegiatan selama dua hari ini tidak semata menjadi ajang? pasar dadakan, juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menikmati sejumlah kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. “Kami memberikan potongan harga dari seluruh bahan pokok yang dijual,” kata Muhammad Asad, Pimpinan Umum LSPT. Dengan demikian, para penduduk sekitar Pesantren Tebuireng dapat menikmati sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga dibawah harga pasar.

Sejumlah kegiatan masih akan berlangsung selama Ramadhan ini. Ada pembagian ta’jil di sejumlah lokasi strategis di kota santri. Sasarannya tentu saja para musafir yang karena perjalanan jauh, belum menyiapkan menu berbuka puasa. “Para pengurus dan panitia menyebar untuk mencari lokasi yang kerap dilalui mobil dan kendaraan bermotor,” kata Didit.

Safari Ramadhan menjadi sarana merekatkan LSPT dengan beberapa mushalla dan masjid kampung yang ada di sekitar Jombang. “Kita ingin keberadaan LSPT semakin dikenal baik dengan sejumlah kegiatan dan kiprah yang pastinya bermanfaat,” ungkapnya. Bila keberadaan lembaga sosial milik Pesantren Tebuireng ini telah diketahui lebih banyak khalayak, maka sejumlah program akan dapat didukung lebih banyak kalangan. “Agar khidmat lembaga ini semakin optimal,” lanjutnya.

Masih ada kegiatan Tebar Hikmah Ramadhan dan penutupan pengajian Ramadhan untuk para santri di Tebuireng. Dan acara pungkasnya (28/7) adalah pembagian zakat fitrah yang dilangsungkan di halaman parkir pesantren.

“Kami memohon dukungan dari banyak kalangan agar rangkaian acara selama Ramadhan nanti berjalan dengan lancar tanpa aral berarti,” pinta Mas Didin. Demikian juga kekompakan panitia dan pengurus menjadi kata kunci acar seluruh rangkaian berjalan sesuai harapan. (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita, RMI NU, News HMI Tegal Kab

Senin, 19 Februari 2018

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar

Tangerang, HMI Tegal Kab?



Mencegah radikalisme perlu dimulai dari kalangan pelajar. Sebab itu, Dewan Mahasiswa (Dema) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggandeng Kementerian Agama Kota Tangerang untuk mencegah radikalisme di kalangan pelajar. Ini sebagai bentuk kegiatan di bulan Ramadhan?

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar

Presiden Dema STISNU Imam Khoiri menjelaskan, Kemenag harus ikut andil bersama-sama Dema STISNU dalam melakukan pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme. "Kami (Dema) dan Kemenag sepakat terjun bersama menangkal radikalisme atas nama agama. Kita memulai dari sosialisasi di kalangan pelajar," ujarnya saat melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, Selasa (30/5).

Ia menambahkan, dema STISNU dan Kemenag sudah menyepakati beberapa poin sebagai manifesto kader mujahid untuk memberikan pemahaman pentingnya pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945.?

Kesepakatan juga berisi untuk menolak keras radikalisme atas nama agama, menolak organisasi yang ingin mengubah dasar negara, dan mendorong generasi muslim Indonesia berpikir moderat, toleran, dan penuh cinta serta kasih sayang.

HMI Tegal Kab

Kepala Kemenag Kota Tangerang H. Dedi Mahfudin a mengapresiasi langkah mahasiswa STISNU Nusantara. Menurutnya, radikalisme perlu ditangkal sejak dini karena pemikirian radikal dapat merusak integrasi kebangsaan.?

Sebab itu, Kemenag Kota Tangerang sangat mendukung program mencegah sejak dini bahaya pemikiran radikal di kalangan pelajar.

"Kita akan adakan kegiatan sosialisasi bersama-sama mencegah tindakan radikal di kalangan pelajar Kota Tangerang ", terangnya.

Jalinan kerjasama ini akan wujudkan pada kegiatan Gema (Gerakan Mahasiswa) Ramadhan 2017, yaitu berupa kegiatan roadshow dan sosialisasi bahaya radikalisme dan "ngaji pancasila" di 5 (lima) kelurahan Kota Tangerang selama bulan Ramadhan.?

HMI Tegal Kab

Hadir pada acara silaturrahmi tersebut, Idrus Maulana pendiri PMII STISNU, Aflah Mumtaz Ketua Komisariat PMII, Raudhoh Amalia Pengurus Dema STISNU, dan pengurus Dema lainnya. (Suhendra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Berita HMI Tegal Kab

Kamis, 08 Februari 2018

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail HMI Tegal Kab, saya mau bertanya. Pada sembahyang Id, ada saja masyarakat yang tertinggal jamaah. Ia menjadi makmum. Ia ketinggalan beberapa takbir sunah pada sembahyang Id pada rakaat pertama. Apakah ia harus melengkapi takbir sunah sebanyak tujuh kali atau mengikuti sedapatnya takbir si imam? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Nurfadhilah/Banjarmasin)

Jawaban

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Shalat Id merupakan shalat sunah yang paling dianjurkan untuk dihadiri setiap Muslim. Bahkan, perempuan yang berhalangan sekalipun dianjurkan untuk menghadiri upacara shalat Id dan khutbahnya hingga selesai. Bahkan sebagian ulama menyatakan bahwa hukum shalat Id adalah wajib.

HMI Tegal Kab

Shalat sunah Id ini memiliki keistimewaan. Setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Sedangkan pada rakaat kedua, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak lima kali. Takbir pada shalat Id ini sunah. Kalau ditinggalkan, tidak membatalkan shalat, tetapi membuat makruh.

HMI Tegal Kab

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sebelum membaca Surat Al-Fatihah, ia bertakbir sebanyak tujuh kali dengan hitungan yakin yang berbarengan dengan mengangkat kedua tangan; (7 takbir ini) tepatnya (dilakukan) di antara doa iftitah dan ta‘wudz Al-Fatihah. Di rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).

Shalat Id sunahnya dikerjakan secara berjamaah. Kalau ada anggota masyarakat yang ikut berjamaah shalat Id saat imam telah melangsungkan takbir yang disunahkan, maka ia cukup mengikuti seberapa banyak imam bertakbir. Ia tidak perlu menggenapi kekurangannya hingga tujuh takbir bila tertinggal pada rakaat pertama, atau lima takbir bila tertinggal pada rakaat kedua.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

Artinya, “Sedangkan masbuq (makmum yang tertinggal beberapa saat) hanya bertakbir sedapatnya mengikut sisa takbir imamnya. Di dalam Syarah dikatakan, kalau masbuq mengikuti imam di rakaat pertama misalkan, dan ia mendapati sisa sekali takbir imam, maka ia cukup sekali bertakbir. Atau kalau masbuq mengikuti imam pada rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali. Sedangkan di rakaat keduanya (setelah imam salam), ia cukup bertakbir sebanyak lima kali karena kalau mengqadha takbir yang luput, ia justru meninggalkan sunah lainnya,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).

Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa makmum shalat Id yang mendapati imamnya telah membaca surat Al-Fatihah atau surat yang disunahkan, tidak perlu lagi mengerjakan takbir sunah. Ia cukup mengerjakan takbiratul ihram, lalu mendengarkan bacaan imamnya.

Saran kami, kita sebaiknya menghadiri upacara shalat Id meskipun kita tertinggal beberapa takbir atau tertinggal satu rakaat. Karena shalat Id memiliki keutamaan luar biasa bahkan perempuan yang berhalangan sekalipun sangat dianjurkan untuk menghadiri shalat Id beserta khutbahnya hingga selesai. Bagi mereka yang tidak sempat ikut berjamaah, sebaiknya sebelum Zuhur ia mengerjakan shalat Id sendiri tanpa khutbah

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Jadwal Kajian, Berita HMI Tegal Kab

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga

Surabaya, HMI Tegal Kab. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menjawab pertanyaan sejumlah kalangan mengenai sikap NU terkait rencana kedatangan diva pop Lady Gaga ke Indonesia. Kiai Said menegaskan NU tidak menolak dan tidak mendukung rencana kegiatan tersebut. 

"Mereka yang mendatangkan (Lady Gaga) itu ada sponsornya, ada kekuatan politik di belakangnya. Dan mereka yang menolak juga memiliki sponsor dan dukungan politik. Saya mewakili NU menyatakan kami ada di tengah, tidak mendukung salah satunya," tegas Kiai Said di hadapan pengurus PCNU dalam kegiatan Kunjungan Kerja PBNU ke PWNU Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (26/5). 

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Konser Lady Gaga

Pertanyaan sejumlah kalangan atas sikap NU tersebut mengemuka setelah Kiai Said sebelumnya menyampaikan pandangan yang dinilai abu-abu di acara Indonesia Lawyer Club TV One beberapa saat lalu. Saat itu Kiai Said mengatakan sekalipun yang datang ke Indonesia seribu Lady Gaga, keimanan warga NU tidak akan goyah. 

HMI Tegal Kab

"Saya berkata demikian karena tidak ingin terperangkap jebakan politik. Saya ingin NU tetap ada di tengah, tidak terjebak perangkap mereka yang mendatangkan ataupun yang menolak. Mohon itu bisa dipahami dengan benar," tambah Kang Said, demikian Kiai Said disapa. 

Kang Said juga menyampaikan, dirinya secara pribadi maupun  sebagai Ketua Umum PBNU tidak memiliki kepentingan dengan rencana kedatangan dan penolakan Lady Gaga. "Percayalah, saya secara pribadi, dari dalam hati juga tidak suka, juga tidak berkepentingan dengan Lady Gaga. Kalaupun ada tawaran menonton, gratis dan dijemput sekalipun, saya akan menolaknya. Bagaimanapun saya juga lulusan Lirboyo, pernah nyantri di Krapyak yang masih mengerti norma-norma Islam yang benar," tandasnya. 

HMI Tegal Kab

Dalam keterangannya Kang Said juga mengatakan, makna seni sesungguhnya adalah yang mengangkat harkat dan martabat manusia. Kesenian seperti yang ditampilkan Lady Gaga adalah salah satu yang menjatuhkan martabat manusia dan harus ditolak. 

"Tapi tidak hanya Lady Gaga yang harus ditolak. Tari perut dari Mesir, atau penyanyi dari Arab sekalipun, kalau tampil telanjang kita harus menolaknya. Saya mengatakan ini tidak atas dasar agama, tidak karena mendukung kelompok tertentu, tapi atas dasar makna seni secara umum, yang apabila menjatuhkan martabat manusia itu harus ditolak," pungkas Kang Said. 

Penulis: Nabiel Harun

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Berita, Fragmen HMI Tegal Kab

Rabu, 07 Februari 2018

Umar dan Lelaki yang Mengutuknya

Suatu hari, Khalifah Umar bin Khattab RA melakukan perjalanan dinas rahasia, sendiri tanpa pengawalan dan tanpa membawa staf.

Ia pergi dengan biaya sendiri, tidak menggunakan uang negara walaupun negara menyediakan biaya perjalanan dinas. Ia khawatir kalau membawa rombongan biaya perjalanan dinas itu akan membengkak.

Dengan mengenakan pakaian rakyat biasa, ia ingin tahu keadaan rakyatnya secara langsung.

Umar dan Lelaki yang Mengutuknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Umar dan Lelaki yang Mengutuknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Umar dan Lelaki yang Mengutuknya

Pada suatu dusun, Umar bin Khattab melihat seorang lelaki? sedang duduk di muka kemahnya di bawah pohon. Dari dalam kemah itu, ia mendengar suara perempuan yang sedang merintih kesakitan. Setelah memberi salam Umar bertanya.

“Apa yang sedang kau lakukan, wahai saudaraku?”

“Aku sedang menunggui istriku yang akan melahirkan,” jawab lelaki itu.

HMI Tegal Kab

“Siapa yang menolongnya di dalam?”

“Tidak ada...”

HMI Tegal Kab

“Jadi istrimu sendirian?” tanya Khalifah tidak mengerti.

“Iya, aku tidak punya uang untuk membayar bidan,” jawab lelaki itu dengan muka sedih.

“Kalau begitu, suruh istrimu menahan sebentar, aku akan segera kembali,” ucap Khalifah.

Khalifah Umar ? segera memacu kudanya, meninggalkan lelaki itu. Dan tak jelang lama setelah itu ia kembali bersama seorang perempuan. Tanpa bicara perempuan itu langsung masuk ke dalam tenda sang lelaki ? yang baru mengerti apa yang sedang terjadi.

“Terima kasih dan maaf telah merepotkanmu,” kata lelaki itu.

“Tidak apa-apa.. tapi, ngomong-ngomong mengapa kamu tidak melaporkan keadaanmu kepada Khalifah Umar bin Khattab? Bukankah kau berhak mendapatkan jaminan dari negara?” tanya Umar .

Lelaki itu langsung berdiri, dia memandang orang di depannya dengan sorot mata yang tajam dan menusuk. Umar terkejut melihat reaksi lelaki itu.

“Jangan kau sebut nama orang terkutuk itu di hadapanku!”

“Loh.. memangnya kenapa, wahai saudaraku?” Umar penasaran.

“Orang itu hanya mementingkan dirinya sendiri. Dia tak punya perhatian kepada rakyat kecil. Dia hanya peduli dengan orang-orang kaya yang akan melanggengkan kekuasaanya,” jawab lelaki itu penuh amarah.

“hmm.. kau sudah pernah bertemu dengannya?”

“Belum, lagi pula untuk apa aku bertemu dengannya?”

“Kalau seandainya kau bertemu dengannya. Apa yang akan kau lakukan?” tanya Umar tersenyum.

“Aku akan membunuhnya!”

Tiba-tiba terdengar suara bayi menangis dari dalam kemah.

“Ya Amirul mukminin, alhamdulillah ibu melahirkan dengan selamat! Bayi pun sehat!” teriak perempuan yang datang dengan Khalifah tadi.

Khalifah Umar bin Khattab segera bersujud syukur dan berdoa kepada Allah. Sementara itu, si lelaki gembira bercampur heran. Gembira karena istri dan anaknya selamat, dan heran karena lelaki di sebelahnya dipanggil dengan sebutan “Amirul Mukminin”.

“Lekas kau temui istrimu!, dan ini sekedar membantu perawatan anakmu.”

Umar memberikan sekantung uang yang segera diterima lelaki itu dengan suka cita. Sebelum lelaki itu masuk, dia memandang Umar.

“Wahai tuan, siapa tuan sebenarnya?” tanya lelaki itu penasaran.

“Aku, Umar bin Khattab, Khalifah yang terkutuk itu,” jawab Umar sambil tersenyum. (Ahmad Syaefudin – Yogyakarta)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pahlawan, Berita HMI Tegal Kab

Jumat, 19 Januari 2018

Mbah Wahab Guru Politik Bung Karno

Jombang, HMI Tegal Kab. Kemampuan Presiden RI pertama, Ir Soekarno dalam memecahkan sejumlah persoalan pelik di awal kemerdekaan tidak lepas dari saran yang disampaikan KH Abdul Wahab Chasbullah.  Peran itu semakin dominan dalam perjalanan bangsa selanjutnya.

Hal ini disampaikan H. Abdul Mun’im DZ yang menjadi pembicara pada acara ‘Sarasehan Nasional: Almaghfurlah KH Abd Wahab Chasbullah, perintis, pendiri dan penggerak NU: Dari Pesantren untuk Indonesia’ yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur, Rabu (3/9).

Mbah Wahab Guru Politik Bung Karno (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Wahab Guru Politik Bung Karno (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Wahab Guru Politik Bung Karno

Dalam pandangan Mun’im DZ, ketika situasi nasional semakin genting terutama pada masa transisi dari pemerintahan penjajahan Belanda ke penjajahan Jepang dan masa kemerdekaan nasional yang penuh dengan konflik dan ketegangan, NU sudah bisa tampil tidak hanya terbatas bagi warganya. “NU juga bisa memberikan panduan dan solusi bagi bangsa dan negara,” kata Mun’im.

HMI Tegal Kab

Hal ini terlihat nyata ketika NU bergabung dengan Masyumi yang menjadi sebuah kekuatan politik Islam yang dominan. “Terlebih lagi ketika NU mulai menjadi partai politik tersendiri yang mampu meraih kekuasaan,” kata Wakil Sekretaris PBNU ini. Keterlibatan NU dalam dunia politik menjadi semakin mendalam. Dan semua prestasi ini terjadi berkat kepemimpinan Kiai Wahab yang piawai, tegas tapi luwes, lanjutnya.

HMI Tegal Kab

Ketika zaman PKI masyarakat dihadapkan pada dua pilihan ikut Muso-Amir Syarifuddin (PKI) atau ikut Soekarno Hatta (pemerintah yang sah), rakyat terpandu oleh NU untuk memilih Soekarno Hatta. Demikian juga ketika Kartosuwiryo melakukan pemberontakan Darul Islam (DI), dengan mengklaim sebagai amirul mukminin sebagai tandingan pemerintah RI pimpinan Soekarno, maka NU di bawah Kiai Wahab menugaskan Kiai Masykur selaku Menteri Agama kala itu untuk mengkoordinasikan para ulama Indonesia mengatasi dualisme ini.Akhirnya ulama NU menegaskan memilih Bung Karno sebagai pemerintah yang sah, sebagai waliyul amri tahun 1954.

Dengan sejumlah fakta ini, sangat beralasan kalau kemudian Mun’im mengatakan bahwa Mbah Wahab sebagai guru politik Bung Karno. Karena itu, sejumlah pemikiran dan gagasan Mbah Wahab akan digali secara serius bagi upaya mengungkap strategi yang dilakukan dalam perjalanan bangsa dan negara ini.

“Paling tidak akan ada empat buku yang kami terbitkan dalam rangka menyingkap ide dan gagasan Mbah Wahab ini,” tandas Mun’im. Bahkan bukan tidak mungkin akan muncul akademi politik Mbah Wahab yang merupakan intisari dari sejumlah pemikiran dan ide beliau, lanjutnya.

Lewat kepiawaian yang dilakukan Mbah Wahab, hingga kini NU tetap disegani sejumlah kalangan. Ketika banyak negara masih gamang membincang Islam dan nasionalisme, pembahasan ini telah tuntas pada Muktamar NU tahun 1936 di Banjarmasin.  

“Sekarang, negara Timur Tengah banyak belajar kepada Indonesia dalam membicarakan Islam dan nasionalime,” terang Mun’im. Karena ketika melihat negara-negara Islam tersebut, yang mengemuka adalah sejumlah gejolak dan konflik. Dan lewat kepiawaian Mbah Wahab, persoalan Islam dan nasionalime di Indonesia menjadi tuntas, lanjutnya.

Sarasehan ini juga menjadi ajang peluncuran buku karya Abdul Mun’im DZ: KH Abd Wahab Chasbullah, Kaidah Berpolitik dan Bernegara yang diterbitkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita HMI Tegal Kab

Selasa, 16 Januari 2018

Manfaatkan Limbah Ternak, GP Ansor Mijen Kembangkan Pupuk Organik

Demak, HMI Tegal Kab - Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Mijen Kabupaten Demak saat ini mengembangkan pembuatan pupuk kompos organik. Ide ini muncul dari keseharian pengurus GP Ansor setempat yang melihat limbah peternakan ayam pedaging di sekitar sekretariat Ansor Mijen.

Melihat kondisi semacam itu GP Ansor Mijen mengundang ahli pertanian dari lembaga Qoryah Toyibah Salatiga, sebuah lembaga swasta yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan pertanian agrobisnis untuk melatih mereka membuat kompos organik.

Manfaatkan Limbah Ternak, GP Ansor Mijen Kembangkan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Limbah Ternak, GP Ansor Mijen Kembangkan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Limbah Ternak, GP Ansor Mijen Kembangkan Pupuk Organik

Ketua Ansor Mijen Ihya’uddin mengatakan, pembuatan dan pengembangan pupuk organik jenis kompos bertujuan untuk pemanfaatan limbah sebagai terobosan kekaryaan pada anggota dan terlebih bisa mandiri baik secara pribadi sebagai anggota maupun mandiri dalam organisasi.

HMI Tegal Kab

“Dengan adanya pembuatan pupuk organik ini diharapkan ke depan Pac Ansor Mijen dapat mandiri secara pribadi maupun organisasi,” kata Ihya kepada HMI Tegal Kab.

Dengan keterbatasan SDM, modal, dan tempat usaha, produksi pupuk ini belum bisa maksimal karena pembuatannya masih mengandalkan lahan terbatas di samping kantor sekretariat Ansor atau Gedung MWC NU Mijen. Ihya merencanakan ke depan Ansor Mijen terus berinovasi mencari formula terbaik untuk meningkatkan produktivitas petani serta akan terus mengembangkan bidang usaha lain.

HMI Tegal Kab

“Pembuatan kompos saat ini masih skala kecil yaitu 2-3 ton per minggu dan hanya menunggu pesanan dari petani atau kelompok tani. Kita akan kembangkan terus termasuk menggandeng investor jika dimungkinkan,” tutur Ihya’uddin.

Kepala Satkoryon Banser Mijen Ahmad Syafiq yang juga selaku koordinator teknis lapangan di kantor sekretariat menegaskan, pembuatan pupuk organik dipimpin Miftahul Rozaq, kader Ansor yang telah mahir dan berpengalaman karena sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan di lembaga Qoryah Thoyyibah Salatiga.

“Pembuatan pupuk ini dipandu langsung oleh ahlinya, Miftahur Rozaq. Ia sudah berpengalaman mengembangkan pupuk organik selama 6 tahun,” tegas Syafiq, Jum’at (29/4) pagi.

Pupuk organik produksi Ansor Mijen diberi merk Pupuk Sakti Ansorindo. Produk ini selain menyuburkan tanah juga bisa menetralkan tanah dari zat-zat kimia yang ada di dalam tanah.

“Dari hasil uji coba di lahan pertanian bawang merah, hasilnya sangat memuaskan sehingga perlu kita kembangkan agar produksi pertanian bisa meningkat,” tambah Syafiq. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita, Pendidikan HMI Tegal Kab

Senin, 15 Januari 2018

Sambut Harlah NU, Pelajar Klaten Adakan Maulidan

Klaten, HMI Tegal Kab. Para pelajar yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan pengajian seiring perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (31/1).

Acara yang diadakan di Kantor PCNU Klaten ini dimaksudkan untuk memperingati hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-88. “Kegiatan ini diadakan sebagai wujud ikhtiar meneladani Nabi Muhammad saw,” terang Ketua PC IPNU Klaten, Ahmad Saifuddin.

Sambut Harlah NU, Pelajar Klaten Adakan Maulidan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah NU, Pelajar Klaten Adakan Maulidan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah NU, Pelajar Klaten Adakan Maulidan

Saifuddin menambahkan, sudah sepantasnya umat Islam bersyukur atas atas diutusnya Nabi Muhammad saw. Dirinya juga berharap, para generasi muda NU dapat ikut meneruskan perjuangan Rasulullah.

HMI Tegal Kab

“Kita tahu bahwa Nabi Muhammad saw. memerlukan perjuangan dalam menegakkan kebenaran meskipun beliau adalah seorang Nabi dan Rasul. Apalagi kita manusia, kita harus berjuang lebih gigih lagi untuk kebaikan di dunia dan di akhirat kelak,” ungkapnya.

Tidak lupa, dalam momentum Harlah NU tersebut dipanjatkan doa untuk Rais ‘Aam Syuriyah PBNU, KH. Sahal Mahfudh, yang baru wafat sepekan lalu. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita HMI Tegal Kab

Ramadhan dan Idul Fitri untuk Meningkatkan Sikap Optimis

Jakarta, HMI Tegal Kab. Ramadhan dan Idul fitri merupakan momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan sikap optimisme dan menunjukkan prestasi yang berkesinambungan yang semuanya menjadi bekal di masa mendatang.



Ramadhan dan Idul Fitri untuk Meningkatkan Sikap Optimis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan dan Idul Fitri untuk Meningkatkan Sikap Optimis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan dan Idul Fitri untuk Meningkatkan Sikap Optimis

“Apa yang sudah dicapai dipelihara sementara yang menjadi kelemahan dan kekurangan harus diperbaiki,” kata ustadz Halim dalam khutbah Idul Fitri di Gedung PBNU, Jum’at (10/9).

Meskipun demikian, sikap optimisme saja tidak cukup, tetapi harus disertai dengan alaman kongrit agar tidak seperti pungguk merindukan bulan atau hanya angan-angan belaka.

HMI Tegal Kab

“Allah sudah memberikan kita usia, tenaga dan kita tinggal memanfaatkan amanah dari Allah ini,” tambahnya.

Dalam firmannya, Allah memerintahkan manusia untuk bertebaran di muka bumi setelah beribadah kepada Allah karena banyak karunia yang disebarkan di muka bumi ini. Tetapi disisi lain, Allah juga mengingatkan agar kita banyak-banyak mengingat Allah. Ini semua untuk menuju hamba yang muttaqien.

HMI Tegal Kab

Indonesia sekarang ini sedang mengalami banyak krisis seperti krisis ekonomi, politik dan disintegrasi, meliputi perpecahan diantara umat dan kompnen bangsa. Ini membuat rakyat Indonesia dituntut belajar dan beramal giat lagi dan memiliki wawasan yang lebih maju yang dilandasi akidah Islam dan norma-norma yang tak kebablasan.?

Ramadhan dan Idul Fitri ini, menurutnya merupakan upaya untuk latihan membina kebersamaan, solidaritas, disiplin waktu dan mematuhi peraturan. Menurutnya terdapat lima sasaran dalam puasa selama sebulan penuh ini, yaitu, yaitu bersih jiwa, raga, harta, keturunan dan lingkungan. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita HMI Tegal Kab

Senin, 08 Januari 2018

Giliran MWCNU Kandangserang Gagas Pendirian BMT

Pekalongan, HMI Tegal Kab. Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kandangserang Kabupaten Pekalongan sedang menggagas pendirian lembaga keuangan mikro syariah Baitul Mal wat Tamwil (BMT) dalam waktu dekat ini. kehadiran BMT yang berbasis syariah telah lama diharapkan oleh warga Kandangserang yang mayoritas warga nahdliyin.

Jajaran pengurus MWC merasa iri dengan keberhasilan MWC NU kajen mengelola BMT yang hingga saat ini telah berhasil membantu masjid, musholla dan pesantren di lingkungannya dari hasil mengelola BMT.

Giliran MWCNU Kandangserang Gagas Pendirian BMT (Sumber Gambar : Nu Online)
Giliran MWCNU Kandangserang Gagas Pendirian BMT (Sumber Gambar : Nu Online)

Giliran MWCNU Kandangserang Gagas Pendirian BMT

Untuk mewujudkan impiannya, Pengurus MWC bekerjasama dengan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pekalongan menggelar workshop dengan tema "meningkatkan ekonomi umat melalui lembaga keuangan syariah" Ahad (14/4) di balai desa setempat.

HMI Tegal Kab

"Workshop ini sebagai upaya langkah awal MWC Kandangserang untuk pendirian BMT yang sudah lama dinantikan warga nahdliyyin," ujar Abdul Adhim Koordinator tim KKN Kecamatan Kandangserang.

HMI Tegal Kab

Dikatakan, hasil jajak pendapat yang dilakukan tim KKN di Kandangserang menunjukkan cukup besar minat warga nahdliyyin di Kecamatan Kandangserang. Pasalnya, dengan memiliki BMT diharapkan dapat memacu warga nahdliyyin gemar menyimpan dan membantu usaha warga khususnya di kalangan menengah ke bawah dengan pola bagi hasil.

Hadir dua nara sumber dalam workshop yakni Nasrullah Dosen Jurusan Syariah STAIN Pekalongan dan H. Ahmad Rofiq Ketua BMT SM NU Pekalongan.

Dalam paparannya, H. Ahmad Rofiq mengatakan, pengalaman dirinya mengelola BMT selama 8 tahun lebih antara enak dan tidak enaknya berimbang. Pasalnya, tidak semua masyarakat yang bertransaksi dengan BMT memiliki keuatan yang sama, sehingga kadang dijumpai ada yang telat mengangsur hingga berbulan bulan, akan tetapi enaknya BMT dapat keuntungan yang bisa dinikmati oleh anggota BMT, pengeloa, pengurus maupun Nahdlatul Ulama secara organisasi.

Meskipun demikian, selaku pengurus BMT, dirinya mendorong sepenuhnya keinginan MWC NU Kandangserang mengelola BMT berbasis syariah dan dirinya siap membimbing dan memfasilitasi belajar manajemen BMT dan pendirian BMT hingga bisa operasional.

"Pada prinsipnya apa yang menjadi keinginan MWC Kandangserang harus kita support dan dorong untuk dapat direalisasikan secepatnya," ujar Rofiq yang juga Ketua PCNU Kota Pekalongan.

Hadir dalam acara workshop Camat Kandangserang, Kepala Desa Kandangserang, jajaran pengurus NU, Badan Otonom NU Kandangserang, tim KKN dan tamu undangan lainnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tegal, Anti Hoax, Berita HMI Tegal Kab

Selasa, 02 Januari 2018

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian

Jakarta, HMI Tegal Kab. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa memberi dukungan dan arahan kepada pasangan suami istri dari Malang, Hakam Mabruri (34) dan Rofingatul Islamiah (34) warga Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang akan bersepeda keliling dunia dengan membawa pesan perdamaian.?

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian

Dalam arahannya Mensos menyampaikan pada Hakam dan Rofi bahwa kegiatan yang mereka lakukan sangat positif. Khofifah berpesan agar keduanya menyiapkan fisik, perlengkapan, perijinan, dan perencanaan perjalanan yang matang.

"Mereka akan membawa misi perdamaian dan kerukunan antaumat beragama ke sejumlah negara. Sampai hari ini mereka sedang berproses untuk mendapatkan surat keterangan dari Kementerian Luar Negeri. Aspek legalitas ini penting disamping juga persiapan fisik dan rencana perjalanan yang matang supaya tujuan mereka tercapai," terang Khofifah, Rabu (11/1).

Ketua Umum PP Muslimat NU itu mengatakan, di setiap negara yang dikunjungi, Hakam dan Rofi rencananya akan bertemu para tokoh-tokoh perdamaian. Mereka ingin mengetuk hati para tokoh dan warga dunia untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan kerukuran ? antar sesama manusia.?

HMI Tegal Kab

Perjalanan panjang Hakam bersama istri telah dimulai dari Indonesia menuju Malaysia, Thailand, Nepal, India, Oman, Uni Emirat, Arab, Jordan, Israel, dan berakhir di Mesir. Diperkirakan seluruh rangkaian perjalanan ini akan menempuh waktu 8 bulan.?

Mereka telah mengawali perjalanan pada 17 Desember 2016 dari kota Malang menuju Jakarta. Dalam perjalanan mereka singgah di makam Wali Songo, serta berjumpa dengan tokoh-tokoh lintas agama sepanjang perjalan dari Malang menuju Jakarta.

HMI Tegal Kab

"Misi Hakam dan Rofi sesungguhnya sejalan dengan salah satu tugas dan program Kementerian Sosial yaitu Program Keserasian Sosial yang bertujuan membangun harmonisasi di antara manusia agar menjauhi berbagai konflik sosial. Entah itu konflik yang diakibatkan oleh persoalan suku, agama, ras dan kepentingan lainnya," kata Mensos.?

?

Sementara itu Hakam mengatakan perjalanan ini merupakan cita-citanya sejak kecil. Ia ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki banyak perbedaan dan keberagaman namun tetap satu dalam kebhinnekaan.?

"Kami ingin dunia tahu bahwa orang Indonesia benar-benar toleran," demikian Hakam. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kajian Sunnah, Bahtsul Masail, Berita HMI Tegal Kab

Senin, 25 Desember 2017

Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani

Oleh: Muhammad Idris Masudi* Hingga tulisan ini dikerjakan, mungkin sudah puluhan tulisan terkait tema Islam Nusantara bertebaran di berbagai media baik cetak maupun elektronik, baik pro maupun kontra. Melejitnya isu ini ditengarai disebabkan oleh sejumlah faktor. 

Konon, tema yang awalnya “adem-ayem” ini, menjadi buah bibir perbincangan masyarakat luas, terutama di dunia sosial-media, mencapai momentumnya pasca acara di Istana Presiden, setelah munculnya pembacaan al-Quran dengan menggunakan “langgam Jawa”. 

Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani

Perlu ditegaskan di sini bahwa sebelum ramainya diskursus Islam Nusantara, pada tahun 2012, STAINU Jakarta telah mendapatkan izin dari kementerian Agama untuk membuka prodi Pascasarjana Sejarah Kebudayaan Islam dengan konsentrasi Islam Nusantara. Pembukaan prodi “baru” ini bahkan meminjam istilah Kiai Said, “jurusan Islam Nusantara ini merupakan jurusan satu-satunya di dunia dan akhirat”. 

HMI Tegal Kab

Sejumlah kalangan akademisi “mencibir” dengan mengatakan bahwa Islam Nusantara terlalu “jawa sentris”. Karena perbincangan tentang Nusantara yang ditulis oleh sejumlah kalangan yang pro terhadap istilah ini lebih banyak membicarakan soal Islam Jawa.

Tulisan pendek di bawah ini hendak mencoba menepis anggapan “miring” di atas dengan menyuguhkan sebuah ijtihad yang –sepanjang pembacaan penulis- hanya pernah dilakukan oleh ulama Nusantara. Yaitu ijtihad yang dilakukan oleh Syeikh Abdus Shamad al-Palimbani tentang keutamaan jihad di lautan dalam kitabnya berjudul “Nashihatul Muslimin wa Tadzkirat al-Mu’minin fi Fadhail Jihad wa Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah.”

HMI Tegal Kab

Sekilas tentang Syaikh Abdus Shamad al-Palimbani

Syeikh Abdusshamad al-Falimbani dilahirkan pada tahun 1116 H/ 1704 M,[1] di Palembang. Ayahnya, Syeikh Abdul Jalil bin Syeikh Abdul Wahab bin Syeikh Ahmad al-Mahdani adalah seorang ulama yang berasal dari Yaman dan dilantik menjadi Mufti di Kedah (sekarang daerah Malaysia) pada awal abad ke 18M. Sementara ibunya adalah wanita Palembang yang diperistri  oleh Syeikh Abdul Jalil setelah sebelumnya menikahi puteri Dato’ Sri Maharaja Dewa di Kedah.

Perjalanan Intelektual

Syaikh Abdushamad hidup dalam keluarga yang mencintai ilmu tasawuf.[2] Sebagai anak dari seorang mufti, Abdushamad kecil dididik langsung oleh ayahnya, Syeikh Abdul Jalil di Kedah. Kemudian Syeikh Abdushamad di bawah ayahnya untuk mendalami ilmu agama di negeri Patani; di antaranya adalah Pondok Bendang Gucil di Kerisik atau Pondok Kuala Berkah dan Pondok Semala yang kesemuanya berada di daerah Patani, Thailand. 

Pengembaraan intelektualnya tidak hanya berhenti di Patani, melainkan ke India[4], hingga sampai ke Madinah dan Makkah. Sebagaimana dijelaskan Azra dalam bukunya berjudul Jaringan Ulama Nusantara, Madinah dan Makkah (Haramayn) pada masa itu menjadi sebuah pusat intelektual dunia Islam. Sehingga wajar, bila Abdushamad memilih untuk singgah dan belajar di Haramayn.

Guru-Gurunya:

1. Muhammad bin Abdul Karim Al-Sammani

2. Muhammad bin Sulayman al-Kurdi

3. Abdul Mun’in al-Damanhuri

4. Ibrahim al-Rais, Muhammad Murad

5. Muhammad al-Mashri

6. Athaullah al-Mashri

Karya-Karyanya:

1. Zahratul Murid fi Bayani Kalimat al-Tauhid, 1178/1764 M.

2. Risalah Pada Menyatakan Sebab Yang Diharamkan Bagi Nikah, 1179 H/ 1765

3. Hidayat al-Salikin fi Suluk Maslak al-Muttaqin, 1192 H/1780

4. Siyar al-Salikin ila Ibadat Rabb al-Alamin, 1194 H/ 1780

5. al-Urwat al-Wutsqa wa Silsilat Waliyil Atqa

6. Ratib Syeikh Abdushamad al-Falimbani

7. Nashihat al-Muslimin wa Tadzkirat al-Mu’minin fi Fadhail Jihad wa Karamat al-Mujtahidin fi Sabilillah.

8. Al-Risalat fi Kayfiyat Ratib Laylat al-Jum’ah

9. Mulhiqun fi Bayan Fawaid al-Nafi’ah fi Jihad fi Sabilillah

10. Zadul Muttaqin fi Tawhid Rabbil ‘Alamin

11. Ilmu Tasawuf

12. Mulkhishut Tuhbat Mafdhah Min al-Rahmat al-Mahdhah ‘Alayhi al-Shalat wa al-Salam

13. Kitab Mi’raj

14. Anis Muttaqien

15. Puisi Kemenangan Kedah

Kontekstualisasi Keutamaan Hadis-Hadis Jihad Maritim

Bagi penulis, yang salah satu kontek menarik dalam karya Syeikh Abdus Shamad ini adalah bagaimana cara beliau mengkontekstualisasikan hadis-hadis nabi. Syaikh Abdus Shamad tentunya menyadari betul bahwa nusantara adalah Negara maritim yang memiliki luas lautan yang lebih besar ketimbang daratan (dua pertiga lautan dan sepertiga daratan). 

Hal ini menjadi salah satu poin penting untung menyerukan jihad di lautan. Melihat potensi ini, Syaikh Abdushamad mendasarkan seruan tersebut dengan mengutip sejumlah hadis tentang keutamaan jihad perang di laut yang di dalam teks hadisnya mencantumkan bahwa pahala perang di lautan lebih besar ketimbang jihad di daratan. Hemat penulis, apa yang dilakukan oleh Syaikh Abdushamad ini menjadi menarik karena dalam kitab-kitab fikih konvensional, jarang- untuk tidak menemukan tidak sama sekali- ditemukan pembahasan tentang jihad di lautan. Salah satu hadis yang dikutip oleh Syaikh Abdushamad dalam menjelaskan tentang keutamaan jihad di lautan adalah hadis riwayat  al-Thabrani:

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?[3] 

Artinya: Keutamaan jihad di jalur lautan disbanding jihad di daratan sebagaimana keutamaan jihad di daratan dibandingkan orang yang tidak ikut berperang dan tidak menginfakkan hartanya untuk perang. 

Hadis lain (riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Hilyat al-Awliya’) yang cukup “kontroversial” (ditilik dalam cara penukilan hadis yang tidak menggunakan kitab-kitab hadis kanonik) dalam ranah hadis namun dikutip oleh Syaikh Abdushamad untuk memicu semangat jihad di jalur lautan adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? [4] 

Artinya: Semua dosa orang yang mati syahid yang bertempur di daratan diampuni oleh Allah kecuali dalam masalah hutang (materi) dan amanah, sementara semua dosa orang mati syahid, bahkan hutang (hutang yang bersifat haqqullah, bukan haq adami, pent) dan amanah sekalipun.

Penutup

Dari pemaparan singkat ini, kita bisa mengambil banyak faidah dan teladan dari Syaikh Abdus Shamad dalam upayanya membumikan hadis-hadis Nabi dengan melihat pada konteks kekinian dan kedisinian. Sebagaimana para sarjana klasik sering kali mengatakan bahwa “al-Nash mutanahi wal waqa’i’ la tatanaha”, teks-teks al-Quran dan hadis Nabi terbatas sementara realitas terus menerus berjalan sesuai perkembangan zaman. 

Oleh karena itu, ijtihad-ijtihad kreatif harus tetap dilakukan untuk merespon tantangan zaman. Di sisi lain, tulisan ini juga menegaskan bahwa yang dimaksud Islam Nusantara di sini bukan “jawa sentris”, melainkan meliputi seluruh wilayah nusantara. Dan Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani ini salah satu contoh terbaik dari deretan ulama nusantara yang non-Jawa.  

*) Staff bidang Akademik Pascasarjana Islam Nusantara di STAINU Jakarta 

Sumber Bacaan:

[1] Sejumah sumber sejarah yang mengulas biografi Syaikh Abdushamad tidak menyebutkan tahun kelahirannya, konon, kata Azyumardi Azra, hanya dalam buku Tarikh Salasilah Negri Kedah yang memberikan angka tahun kelahiran dan wafatnya. Lihat, Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVII (Jakarta; Kencana, 2007)cet.3, h.306 

[2] Ahmad Luthfi, Muqaddimah Tahqiq Nashihat al-Muslimin wa Tadzkirat al-Mu’minin fi Fadhail Jihad wa Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah, (Jakarta; Wuzarat al-Syuun al-Diniyyah Lil Jumhuriyyah al-Indunisiyah, 2009) cet.1, h.8

[3] Sanad hadis ini oleh al-Munawi dalam Fayd al-Qadir dinilai hasan, lihat Ahmad Luthfi dalam catatan kaki kitab Nashihat al-Muslimin, h. 80. 

[4] Hadis ini menurut muhaqqiqnya, Ahmad Luthfi, terdapat dalam kitab silsilat al-ahadits al-dhaifah wa al-Mawdhu’atnya al-Albani

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita, AlaNu HMI Tegal Kab

Minggu, 17 Desember 2017

Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal

Probolinggo, HMI Tegal Kab - Sedikitnya 42 orang pengurus Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor se-Kecamatan Tongas dilantik secara massal (bersamaan) oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin di Pendopo Kecamatan Tongas, Sabtu (4/11) pagi.

Pelantikan yang dirangkai dengan Festival Majelis Dzikir Shalawat Rijalul Ansor ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah didampingi sejumlah pengurus, Ketua GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis, Forkopimka Tongas serta Forum Silaturahmi Ulama dan Umara Kecamatan Tongas yang dipimpin oleh Kiai Dikri Muis.

Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal

H Hasan Aminuddin mengatakan bahwa GP Ansor sebagai organisasi pemuda terbesar di Kabupaten Probolinggo hendaknya menguatkan institusi kelembagaan serta menjadi organisasi yang mandiri dan terus memberikan pengabdian kepada masyarakat.

“Kader GP Ansor di Kabupaten Probolinggo harus mampu meneruskan estafet perjuangan organisasi NU yang dapat menjawab tantangan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

HMI Tegal Kab

Menurut Hasan, masyarakat harus senantiasa bersyukur karena masih diberikan sehat wal afiat oleh Allah SWT. Selaku umat Nabi Muhammad SAW semasa masih ada kesempatan hidup di dunia ini perbanyaklah ibadah dan ungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT serta bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Bershalawatlah dengan hati yang ikhlas dan khusyuk agar mendapatkan syafaat Baginda Rasul Muhammad SAW. Dengan peradaban zaman yang modern ini dan tidak terpengaruh hal-hal negatif yang merusak masa depan generasi bangsa, haruslah memperbanyak bermunajat serta berdoa kepada Allah SWT,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Aswaja, Lomba, Berita HMI Tegal Kab

Sabtu, 16 Desember 2017

Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi HMI Tegal Kab yang saya hormati, kami ingin menanyakan sembahyang di masjid-masjid yang terdapat makam di balik tembok atau di dalamnya. Bahkan ada juga makam para wali di pelataran masjid. Bagaimana hukumnya? Soalnya ada yang bilang sembahyang itu harus di masjid yang benar-benar bebas dari makam di pekarangannya. Mohon keterangan lebih jelasnya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Karta/Bogor)

Jawaban

Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Sejauh pengamatan kami, tidak ada larangan perihal pemakaman jenazah di pekarangan masjid. Karenanya umat Islam ketika memperluas masjid nabawi tidak bersusah payah memindahkan makam Rasulullah SAW. Dan mereka juga kemudian memakamkan dua sahabatnya, Abu Bakar As-Shiddiq RA dan Umar RA di dekat makam Rasulullah SAW. Dengan demikian makam ketiganya berada bukan lagi di pekarangan masjid, tetapi di dalam masjid.

HMI Tegal Kab

Adapun kesahihan ibadah sembahyang di masjid yang terdapat makam di pekarangan atau di dalamnya tidak bergantung pada keberadaan makam itu sendiri. Kesahihan sembahyang di sana bisa dilihat dari seberapa jauh kelengkapan syarat dan rukun sembahyang itu sendiri.

HMI Tegal Kab

Ada baiknya kita melihat pandangan Syekh Muhammad Ibarahim Al-Hafnawi yang bermadzhab Hanafi sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sembahyang di masjid yang di dalamnya terdapat makam para wali yang saleh adalah ibadah shalat yang sah sejauh syarat dan rukun yang ditetapkan menurut syara‘ terpenuhi. Karena, sembahyang itu ditujukan kepada Allah, bukan ahli kubur. Sehingga sampai kapan pun tidak mungkin berpendapat batal atau haramnya sembahyang di masjid yang ada makamnya. Kalau ada pendapat yang membatalkan dan mengharamkan sembahyang itu, niscaya batal dan haram pula sembahyang umat Islam di Masjid Nabawi di mana di dalamnya terdapat makam Rasulullah SAW dan dua sahabatnya, Sayyidina Abu Bakar RA dan Sayyidina Umar RA,” (Lihat M Ibarahim Al-Hafnawi, Fatawa Syar‘iyyah Mu‘ashirah, Kairo, Darul Hadits, cetakan ketiga, 2012 M/ 1433 H, halaman 160-161).

Dari penjelasan di atas, kita memahami betapa niat menempati posisi sangat penting di sini. Niat yang memuat kebulatan hati dan pemusatan pikiran dalam ibadah ditujukan kepada Allah SWT semata, bukan pada ahli kubur (meskipun ia seorang nabi, wali, dan orang saleh lainnya) yang terletak di pekarangan masjid.

Dari keterangan di atas juga, kita dapat menyimpulkan bahwa sembahyang itu di mana pun tempatnya tetap sah dengan catatan syarat dan rukunnya dipenuhi sesuai aturan syara’ (agama Islam) seperti lazimnya disebutkan dengan rinci di dalam kitab-kitab fikih.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita, Nahdlatul, News HMI Tegal Kab

Senin, 11 Desember 2017

Sejumlah Argumen Fiqih Mengapa Hukuman Mati Diterapkan

Pringsewu, HMI Tegal Kab. Islam secara tegas mensyariatkan hukuman qishash, meliputi potong tangan, rajam, hingga hukuman mati. Hukuman mati sebagai sanksi hukum atas tindak kejahatan pembunuhan. Hukuman mati juga diterapkan untuk berbagai tindak kejahatan berat tertentu. Hukuman mati atas kejahatan berat yang sangat keji merupakan peringatan dan ancaman keras bagi siapa pun agar tidak melakukannya.

Pro dan kontra hukuman mati sampai sekarang menjadi perdebatan yang tidak berujung. Pihak yang setuju penerapan hukuman mati mempunyai argumen yang rasional dan faktual, tetapi pihak yang tidak setuju tentu tidak kurang alasan.

Sejumlah Argumen Fiqih Mengapa Hukuman Mati Diterapkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Argumen Fiqih Mengapa Hukuman Mati Diterapkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Argumen Fiqih Mengapa Hukuman Mati Diterapkan

Menurut Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Provinsi Lampung KH Munawir, hukuman mati bisa dilakukan dengan didasari memberikan tazir kepada pelaku.

"Hukuman mati sebagai Tazir adalah hukuman atas pelanggaran-pelanggaran berat namun tidak menyebabkan Had dan Qishas, seperti tindak kejahatan yang membahayakan orang banyak atau mengancam keamanan negara dan lain lain," katanya.

Hukuman mati yang diterapkan dalam syariat Islam menurutnya merupakan bukti upaya serius untuk melindungi manusia dalam hak mereka untuk mendapatkan keselamatan dan kemaslahatan di dunia dan akhirat dan memberantas kejahatan berat yang menjadi bencana kemanusiaan.?

HMI Tegal Kab

Misalnya, hukuman mati bagi pelaku pembunuhan dan bandar narkoba. Sanksi hukuman mati itu merupakan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, dan menjadi pelajaran paling efektif bagi orang lain supaya tidak berbuat hal yang sama.

Gus Nawir, begitu ia biasa dipanggil, menambahkan bahwa hakikat disyariatkannya hukuman mati ini adalah bahwa hukuman mati tidak dapat dinyatakan melanggar HAM terkait dengan hak hidup seseorang. Akan tetapi hukuman mati justru memberantas pelanggaran HAM yang menjadi bencana kemanusiaan terkait hak hidup banyak orang.?

"Ini dikarenakan hak asasi yang dimiliki seseorang tidaklah berlaku seluas-luasnya, akan tetapi dibatasi oleh hak asasi orang lain, artinya hak kebebasan yang dimiliki seseorang dibatasi dengana kewajiban untuk menjaga dan menghormati hal orang lain," tegas kiai muda ini Rabu, (3/8).

HMI Tegal Kab

Ia mengingatkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi akal, keturunan, harta, nyawa, dan agama, yang dimiliki seseorang, oleh karenanya hal ini sangat dilindungi dan tidak boleh dirusak oleh siapapun.

Sehingga menurut Kiai yang juga Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini perlu dipahami bahwa hukuman mati pada hakikatnya dimaksudkan untuk beberapa hal seperti memelihara dan melindungi kehidupan dari kejahatan yang mengancamnya.?

Selain itu hukuman mati juga dapat memberantas tuntas kejahatan yang tidak dapat diberantas dengan hukuman yang lebih ringan dan merupakan tindakan preventif agar orang lain tidak melakukan tindak kejahatan serupa,?

"Memberikan perlindungan manusia atas hak-hak mereka untuk mendapatkan, keselamatan, keamanan dan kemaslahatan mereka. Memberikan jaminan keadilan kepada para korban juga salah satu tujuan dari hukuman ini. Dan ini tidak dimaksudkan sebagai upaya balas dendam," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kiai, Berita HMI Tegal Kab

Selasa, 28 November 2017

Ingin Ikuti Pengkaderan PMII Se-Jatim, Hubungi Nomor Kontak Ini!

Jombang, HMI Tegal Kab

Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Universitas KH Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas Jombang menyiapkan Pelatihan Kader Dasar (PKD) se-Jawa Timur. Pelatihan ini merupakan proses kaderisasi tingkat lanjutan setelah Masa Penerimaan Angota Baru (Mapaba).

Ingin Ikuti Pengkaderan PMII Se-Jatim, Hubungi Nomor Kontak Ini! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Ikuti Pengkaderan PMII Se-Jatim, Hubungi Nomor Kontak Ini! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Ikuti Pengkaderan PMII Se-Jatim, Hubungi Nomor Kontak Ini!

Ketua Komisariat Wahab Hasbullah (WH) Elik Khoirun Nisa menjelaskan sebagai antisipasi tidak tersebarnya TOR (term of reference) sebagai acuan para calon PKD di Jawa Timur, panitia menyediakan nomor kontak yang bisa dihubungi kapan saja.

"Untuk anggota PMII yang ingin daftar, lebih lanjut bisa menghubungi 085731032008," kata Elik sapaan akrabnya kepada HMI Tegal Kab, Rabu (1/2).

HMI Tegal Kab

Dijelaskan Elik, dalam pelatihan yang bertema "Harakah Kami adalah Aqwamitthoriq" akan disuguhi 11 materi, setiap materi akan dipandu langsung oleh pemateri-pemateri mumpuni.

HMI Tegal Kab

"Nantinya akan ada 11 materi, diantaranya, Aswaja sebagai Manhajul Fikr Wal Harakah, Antropologi dan Pengorganisasian Kampus, Paradigma PMII, Strategi Pengembangan PMII, Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa, Analisis Sosial, Nahdlatun Nisa, Peta Gerakan Islam di Indonesia, Teknik Loby dan Membangun Jaringan, Studi Advokasi dan Pendampingan Masyarakat, dengan pemateri-pemateri handal," ujarnya.

PKD tersebut akan berlangsung Kamis hingga Ahad, (9-12/2) di Balai Desa Mojongapit Jombang. Dalam waktu yang masih tersisa ini, Elik mengajak seluruh anggota PMII, khususnya di Jombang untuk segera mendaftar ke panitia pelaksana. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita, Kajian HMI Tegal Kab

Minggu, 26 November 2017

Kudus Raih Juara Umum Kejurda Pagar Nusa Jateng

Kudus, HMI Tegal Kab. Kejuaraan Daerah (Kejurda) II  Pagar Nusa Jateng-DIY Yogyakarta di pesantren Azzuhri, Semarang (11-14/1), menobatkan kontingen Kudus sebagai juara umum. Mengungguli daerah lain, Pagar Nusa Kudus mengantongi  14 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

Kudus Raih Juara Umum Kejurda Pagar Nusa Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Kudus Raih Juara Umum Kejurda Pagar Nusa Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Kudus Raih Juara Umum Kejurda Pagar Nusa Jateng

Dari daftar hasil Kejurda yang dirilis panitia, kontingen Kudus sangat mendominasi pada kategori remaja dengan meraih 10 emas, 1 perak, 2 perunggu. Sedangkan sisanya diperoleh dari kategori dewasa 4 emas dan 2 perak. Satu perunggu diraih pada semua kelas.

Bahkan, salah satu pesilat Kudus Arum Maharani memperoleh predikat pesilat putri terbaik kategori remaja.

HMI Tegal Kab

Wakil Ketua Pagar Nusa Kudus Miftah Baidhowi mengatakan. hasil juara umum yang diraih merupakan hasil kerja keras kesungguhan, keseriusan, dan kebersamaan antara atlet dan pelatih dalam menghadapi ajang bergengsi itu.

HMI Tegal Kab

“Saya bangga anak-anak mampu menjaga diri baik kondisi maupun mental sehingga meraih prestasi luar biasa,” terang Miftah kepada HMI Tegal Kab di sela-sela porseni IPNU-IPPNU Kudus, Selasa (14/1).

Menghadapi kejurda ini, Pagar Nusa Kudus mempersiapkan sejak dini dengan menggembleng setiap hari latihan serius di kantor NU Kudus.

Ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi mengapresiasi hasil yang diraih Pagar Nusa. Prestasi ini, menurutnya, harus dijaga dan dilanjutkan melalui konsistensi latihan dan kedisiplinan.

“Yang lebih penting lagi, Pagar Nusa harus mampu menjadi benteng Aswaja, NU dan para kiai. Termasuk pula Pagar Nusa harus istiqomah mengembangkan diri untuk menjadi lebih besar memasyarakat di kalangan nahdliyyin,” harapnya kepada HMI Tegal Kab.

Setelah Kudus, peraih juara umum kedua dan ketiga pada kejurda yang diikuti 236 atlet wiralaba dan 23 kontingen seni jurus ini adalah kontingen Pagar Nusa Demak dengan 3 emas, 6 perak, 8 perunggu dan Pati 2 emas, 3 perak, dan 4 perunggu. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita, Nahdlatul Ulama, IMNU HMI Tegal Kab

Kamis, 23 November 2017

Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU

Wonosobo, HMI Tegal Kab. Ada yang istimewa pada acara Lailatul Ijtima dan Mujahadah rutin Warga NU Wonosobo, Jawa Tengah yang digelar pada Jumat (2/10) lalu. Acara rutin yang diselenggarakan oleh PCNU Wonosobo setiap Jumat Wage malam tersebut diawali dengan mujahadah yang diimami oleh Habib Ahmad Al-Athas dan dilanjutkan ramah tamah Pengurus Cabang dan warga NU Wonosobo.

Pada kesempatan muwada’ah (ramah tamah) tersebut, Bupati Wonosobo yang memasuki akhir masa jabatannya, Kholiq Arif, menyempatkan diri berpamitan dengan warga NU Wonosobo. Di hadapan warga NU, bupati menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari NU.?

Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Wonosobo Muwadaah dengan Warga NU

"Saya mohon maaf atas kinerja saya selama 10 tahun jika belum bisa bermanfaat penuh bagi NU. Dan saya sangat berterimakasih sekali atas dukungan NU selama ini, sehingga program pemerintah dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.

HMI Tegal Kab

Dalam sambutannya, wakil ketua sekaligus pelaksana harian ketua PCNU, H Musofa menyampaikan apresiasi atas kinerja Bupati Wonosobo. "Suasana kondusif dan toleransi masyarakat yang tercipta merupakan prestasi tersendiri, warga NU Wonosobo mengucapkan terima kasih, semoga menjadi amal ibadah tersendiri bagi Pak Kholiq," pungkasnya.

HMI Tegal Kab

Kholiq Arif, adalah bupati yang telah menjabat selama 2 (dua) periode. Latar belakang keluarganya adalah tokoh penggiat NU di Wonosobo. Saat ini dia juga menjabat Ketua PC ISNU Jawa Tengah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ulama, Berita HMI Tegal Kab

Selasa, 14 November 2017

Syukuri Kemerdekaan, GP Ansor Kota Bondowoso Gelar Pelatihan Ekonomi

Bondowoso, HMI Tegal Kab?

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kota Bondowoso menggelar tasyakuran kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 Tahun dengan mengadakan Pelatihan Ekonomi Kreatif.

Syukuri Kemerdekaan, GP Ansor Kota Bondowoso Gelar Pelatihan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukuri Kemerdekaan, GP Ansor Kota Bondowoso Gelar Pelatihan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Syukuri Kemerdekaan, GP Ansor Kota Bondowoso Gelar Pelatihan Ekonomi

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama dengan para mahasiswa Universitas Jember yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Balai Desa Pejaten, Kecamatan Kota Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (19/8). Pada kesempatan itu diselipkan pelantikan Pengurus Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk desa Pejaten.

Ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kota Bondowoso Mustakim mengatakan bahwa pelatihan ekonomi kreatif ini semata-mata ingin berupaya memberikan hal yang menjadi urusan keseharian anggota, yaitu bidang prekonomian.

Ia berjanji kepada para perserta pelatihan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut akan terus diadakan untuk meningkatkan ekonomi di desa itu.

HMI Tegal Kab

Senada dengan Mustakim, Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil mengatakan, kegiatan semacam itu juga akan ditingkatkan Pimpinan Cabang dengan memfasilitasinya. Untuk tujuan itu, PC CP Ansor akan bersinergi dengan pemerintah melalui dinas terkait, baik dari Dinas Ketenagakerjaan maupun Diskoperindag.

"Inssyaallah akhir bulan ini atau bulan depan Gerakan Pemuda Ansor akan melaksanakan palatihan ternak unggas yang akan dilaksanakan di balai latihan kerja kabupaten Bondowoso," terangnya.

Kegiatan semacam itu, menurut dia, adalah upaya Gerakan Pemuda Ansor berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.?

Edi Susanto yang mewakili Kepala Dinas Diskoperindag meminta GP Ansor untuk terus meningkatkan ekonomi anggota dan masyarakat secara umum.

HMI Tegal Kab

"Kami dari Diskoperindag selalu mendukung kegiatan-kegiatan Pemuda Ansor yang sesuai dengan tupoksi-tupoksi bagi kita," jelasnya pada kegiatan yang dihadiri Polsek Kota, Kades Pejaten, dan MWCNU Kota itu. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Berita, Kajian Sunnah HMI Tegal Kab

Minggu, 05 November 2017

Diklatsar Banser Perdana di Bali Luluskan 302 Peserta

Buleleng, HMI Tegal Kab - Sebanyak 302 peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser angkatan 1 Satkorcab Buleleng Bali resmi dibaiat di Pantai Desa Sumberkima Buleleng, Ahad (6/8). Diklatsar yang dilaksanakan sejak tanggal 4 ini merupakan Diklatsar pertama di Bali.

Ketua Panitia Diklatsar, Abdul Karim Abraham, mengatakan, pengemblengan fisik dan mental ini dilakukan selain sebagai amanat organisasi untuk melakukan kaderisasi formal, juga sebagai sarana doktrinasi kecintaan kepada agama dan negara.

Diklatsar Banser Perdana di Bali Luluskan 302 Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklatsar Banser Perdana di Bali Luluskan 302 Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklatsar Banser Perdana di Bali Luluskan 302 Peserta

"Hal ini semata-mata dilaksanakan untuk menjaga kader muda NU di Bali untuk tetap melaksanakan ritus keagamaan sebagaimana dicontohkan para ulama NU, dan membentengi dari paham-paham kegamaan yang justru mengancam disintegrasi bangsa," jelasnya.

HMI Tegal Kab

Menurutnya, kegiatan lapangan seperti ini harus terus dilakukan agar ada kesinambungan generasi yang memiliki disiplin dan militansi yang kuat pada organisasi.

HMI Tegal Kab

Diklatsar yang diikuti oleh utusan Banser se-Provinsi Bali ini dibantu oleh tim instruktur dari PC GP Ansor Jember, dan juga didampingi langsung oleh Kasat Provos Satkornas H Imam Kusnan selama kegiatan.

Kegiatan ini ditutup dengan pembaiatan peserta dalam suasana yang begitu khidmah. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Anti Hoax, Pertandingan, Berita HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock