Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Ketum Pagar Nusa Takzim Keilmuan Kiai Maruf Amin

Malang, HMI Tegal Kab



Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen merasa bangga dan takzim atas pencapaian keilmuan Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr (HC) KH. Maruf Amin.?

Kiai Maruf Amin dikukuhkan sebagai Profesor di bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah. Penganugerahan gelar profesor ini, ? berlangsung di Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang, Rabu (24/05).?

Ketum Pagar Nusa Takzim Keilmuan Kiai Maruf Amin (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum Pagar Nusa Takzim Keilmuan Kiai Maruf Amin (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum Pagar Nusa Takzim Keilmuan Kiai Maruf Amin

Hadir pada forum ini, Presiden RI Joko Widodo, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), M. Nabil Haroen (Ketua Umum Pagar Nusa), Prof Dr. Imam Suprayoga (Ketua Senat UIN Malang), Prof. Dr. Mudjia Rahardja (Rektor UIN Malang), Prof. Kamaruddin Amin (Dirjen Diktis), Prof. Moh. Nuh, dan beberapa guru besar serta ulama dari berbagai daerah.?

Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Haroen mengungkapkan betapa Kiai Maruf Amin layak menjadi referensi keilmuan santri.?

"Kiai Maruf Amin memiliki kapasitas keilmuan yang luar biasa. Beliau alim, faqih, sekaligus memiliki kapasitas kepemimpinan yang hebat," ungkap Gus Nabil.?

HMI Tegal Kab

Lebih lanjut, Nabil mengungkapkan bahwa Kiai Maruf dapat menjadi contoh pemimpin Muslim yang moderat dan mengayomi.?

HMI Tegal Kab

"Kiai Maruf Amin, dengan segenap kelebihan dan kedalaman ilmunya, ? mampu menjadi rujukan dari berbagai golongan Islam. Kiprahnya dalam pengembangan ekonomi umat dan pengembangan keilmuan ekonomi mualamat syariah, juga terbukti," tegas Gus Nabil.

Kiai Maruf Amin selama ini konsentrasi dalam aktualisasi nilai-nilai Islam moderat, serta pengembangan ekonomi umat. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah HMI Tegal Kab

Kamis, 25 Januari 2018

Pesantren Sirojuth Tholibin Kaji Tafsir Nusantara Tiap Ramadhan

Grobogan, HMI Tegal Kab. Jauh sebelum ramainya pembicaraan Islam Nusantara, Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo Grobogan, Jawa Tengah telah lama melanggengkan kajian tafsir karya ulama Nusantara rutin setiap bulan Ramadhan yaitu kajian Tafsir Jami’ul Bayan karya Syech Muhammad Bin Sulaiman, Solo.

Pesantren Sirojuth Tholibin Kaji Tafsir Nusantara Tiap Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sirojuth Tholibin Kaji Tafsir Nusantara Tiap Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sirojuth Tholibin Kaji Tafsir Nusantara Tiap Ramadhan

“Tafsir Jami’ul Bayan telah dikaji di pesantren ini sejak Allahu Yarham Bapak saya (Drs KH Ahmad Baedlowie Syamsuri, Lc – red) hingga sekarang,” ungkap KH Muhammad Shofi Al-Mubarok Pengasuh Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo Grobogan.

Kitab tersebut, lanjut alumnus pesantren Krapyak dan Lirboyo ini, sudah dicetak ribuan eksemplar serta diajarkan kepada para santri Sirojuth Tholibin. Namun hingga kini belum ada pihak yang mencetak serta menyebarluaskan di kalangan akademisi maupun masyarakat luas sehingga banyak masyarakat yang belum tahu, hanya masih di kalangan tertentu saja.

HMI Tegal Kab

Syech Muhammad bin Sulaiman merupakan menantu KH Ahmad Shofawi Mangkuyudan Solo. Ia mendapat sanad Al Qur’an bil ghoib dari gurunya Syaikh Dimyati Tremas, Syaikh Muhammad Abdul Bari Al-Madani, Syaikh Muhammad Munawir bin Abdullah Rosyad Krapyak Yogyakarta dan Syaikh Muhsin bin Abdullah Assegaf Solo. 

HMI Tegal Kab

Sanad ke tujuh dari Rasulullah 

Ada yang unik dalam sanad Syech Muhammad bin Sulaiman seperti yang diungkapkan oleh Hj Maemunah Baedlowie, salah satu murid yang mendapat sanad langsung dari Syech Muhammad. Selain ia mempunyai empat sanad dari empat guru tersebut, ia juga mempunyai sanad ke tujuh dari Rasulullah SAW. Jalur ini didapat dari gurunya Syaikh Muhsin bin Abdullah Assegaf. 

“Sanad ini didapat dari guru Beliau, Syaikh Muhsin. Di atasnya ada perawi berupa jin. Karena makhluk ini mempunyai umur sangat panjang, maka memungkinkan jalur sanadnya sangat pendek. Jika pada umumnya sanad sekarang mencapai tingkatan tiga puluh lebih, Syech Muhammad hanya ke tujuh dari Rasulullah,” tutur Hj Maemunah. (Ahmad Mundzir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah, Ahlussunnah, Sejarah HMI Tegal Kab

Selasa, 23 Januari 2018

Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia

Malang, HMI Tegal Kab

UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menggelar sidang senat terbuka dalam rangka penganugerahan doktor Honoris Causa (HC) kepada Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Ahmad Mohammad Ahmad al-Tayyeb, Rabu (24/2). Gelar kehormatan ini diberikan UIN sebagai apresiasi atas jasa Grand Syekh dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya di Al-Azhar.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap metode pendidikan dakwah di Universitas Al-Azhar yang moderat dan toleran bisa dikembangkan pada lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Harapan itu disuarakan Menag saat memberikan sambutan di hadapan 500 civitas akademika UIN Maliki Malang dan tamu undangan pada acara penganugerahan doktor kehormatan kepada Syekh Ahmad ath-Tayyeb di UIN Malang, Rabu (24/02) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia

Menag menilai, Grand Syekh Al-Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama al-Muslimin adalah sosok ulama par-excellence dan intelektual Muslim dunia penebar kedamaian. Sikap demikian itu ditunjukkan selama masa transisi politik di Mesir, di mana Syekh Ahmad ath-Tayyeb mengedepankan ishlah dan berusaha memediasi pihak-pihak yang berkonflik agar bersatu kembali demi kejayaan Mesir dan Islam. Hal ini dikatakan Menag, sesuai pernyataan Grand Syeikh pada saat terjadi konflik di Mesir. Ia mengatakan, “Perbedaan merupakan sebuah keniscayaan dan saya himbau agar anda semua membuka pintu untuk perdamaian demi persatuan bangsa Mesir!”

“Sosok Syekh Ahmad ath-Thayyib boleh jadi tidak membutuhkan penganugerahan Dr HC, karena reputasinya sudah diakui dunia internasional. Kita justru yang berkepentingan menganugerahkan gelar kehormatan,” tambahnya. 

HMI Tegal Kab

Selain itu, metode pendidikan dakwah Al-Azhar yang moderat dan toleran juga relevan dengan konteks Indonesia sebagai negara yang majemuk dan plural. Apalagi. Al-Azhar merupakan ikon institusi keislaman dunia dan namanya harum di kalangan Muslim Indonesia. 

“Studi di Al-Azhar asy-Syarif ibarat ‘menimba air’ dari sumber aslinya,” papar Menag.

“Al-Azhar secara konsisten mengembangkan faham sunni dan mengamalkannya dalam tindakan keberagamaan. Syekh Ahmad al-Tayyeb sebagai ulama moderat dan selalu menyerukan pentingnya ukhuwwah dan perdamaian,” tambahnya.

HMI Tegal Kab

Menag berharap, kehadiran Grand Syekh Al-Azhar ke Indonesia selain memperkuat hubungan bilateral antara dua negara, juga menjadi simbol kedekatan masyarakat Muslim Mesir dan Indonesia, serta bisa memperkuat kajian Islam di Indonesia. 

Dikatakan Menag,  awal kemunculan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia pada tahun 1960-an juga mengacu pada model kajian Islam Al-Azhar. Saat sejumlah IAIN bertransformasi menjadi UIN (Universitas Islam Negeri), gagasan integrasi ilmu yang dikembangkan sedikit banyak juga diinspirasi oleh modernisasi pendidikan tinggi di Universitas Al-Azhar. 

Selain itu, hubungan Mesir dan Indonesia juga memiliki sejarah yang panjang. Para ulama dari kedua negara pernah terjalin jaringan intelektual yang intensif dalam hubungan guru-murid sejak abad ke-19. Bahkan, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia pada tahun 1945, di saat negara-negara Eropa mengingkari kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. 

Surat Keputusan Rektor tentang Penganugerahan Doktor Honoris Causa Bidang Pendidikan Islam kepada Grand Syeikh Prof Dr Ahmad Mohammad Ahmad al-Tayyeb dibacakan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Maliki Malang Muhammad Zainuddin. Sementara itu, Rektor UIN  Malang Mudjia Raharja dalam sambutannya menyampaikan bahwa Grand Syeikh Al-Azhar merupakan sosok yang menginspirasi dalam tugas mengembangkan dan merawat cendekiawan muslim. Selain itu, Syekh Ath-Tahyeb juga merupakan ulama besar yang disegani, intelektual Muslim yang diakui dunia, serta tokoh yang selalu menyerukan kebenaran dan menebarkan kedamaian dunia. 

“Al-Azhar menjadi rujukan kami dalam mengembangkan UIN Malang, suatu saat nanti UIN Malang akan menjadi seperti Universitas Al-Azhar, yang mengembangkan ajaran Islam Rahmatan lil Alamin,” tutup Mudjia Raharja. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Kiai, PonPes, Sunnah HMI Tegal Kab

Sabtu, 13 Januari 2018

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya

Palopo, HMI Tegal Kab. PW GP Ansor Sulawesi Selatan melaksanakan Diklatsar Banser yang dilaksanakan pada 23 hingga 26 Juni 2015. Diklatsar Banser ini merupakan yang ke-3 Sulawesi Selatan. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Datok Sulaiman Kota Palopo yang diikuti oleh 150 orang peserta yang berasal dari zona II se-Luwu Raya yakni Kab/Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu, Luwu Timur, Enrekang, Sidrap, dan Soppeng.

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya

Dalam sambutannya Wakil Walikota Palopo Ahmad Syarifuddin, SE, MSi mengapresiasi kegiatan Diklatsar Banser yg mempunyai tugas dan fungsi mengawal ajaran Islam Ahlusunnah Wal-Jamaah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Harapan kami, selaku pemertintah melalui Diklatsar ini, selain sebagai proses kaderisasi, Diklatsar ini mampu meningkatkan kompetensi serta skill anggota banser dalam mewujudkan Banser yang tangguh dan menjadi solusi dalam menghadapi berbagai situasi serta kondisi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat,” ujar Ahmad Syarifuddin yang juga salah satu Pengurus Pusat GP Ansor ini.

HMI Tegal Kab

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulsel HM Tonang dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa eksistensi Banser sebagai semi otonom GP Ansor adalah pasukan inti Ansor.

HMI Tegal Kab

"Disisi lain Banser merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses kaderisasi di tubuh Ansor, demi mewujudkan kader-kader Banser yang mumpuni serta memiliki kepedulian kepada masyarakat dan bangsa," ucapnya.

Kegiatan Diklatsar Banser ini dihadiri Satkorwil Banser Sulsel A Abbas Rauf Rani, Dewan Penasehat GP Ansor Kota Palopo Dr Hamzah Kamma, Dr Muhaemin, Drs H Ibnu Hajar yang juga mantan ketua Ansor era 80-an. (Andy Muhammad Idris/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Habib, Sunnah, Nasional HMI Tegal Kab

Sabtu, 06 Januari 2018

Festival Rebana Ma’arif NU Brebes Meriah

Brebes, HMI Tegal Kab. Grup rebana Madrasah Ibtidaiyah (MI) Asy Syafiiyah Jatibarang Brebes berhasil menjadi juara 1 festival Rebana tingkat SD/MI se Kabupaten Brebes. 

Festival Rebana Ma’arif NU Brebes Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Rebana Ma’arif NU Brebes Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Rebana Ma’arif NU Brebes Meriah

Penampilan MI Asy Syafiiyah begitu memukau sehingga mampu menumbangkan 20 peserta lainnya perwakilan dari 17 Kecamatan di Kabupaten Brebes.

Juara 2 diraih MI Miftachul Athfal 02 Kedawon Kec Larangan dan juara 3 MI Syuriyah dari Pebatan Wanasari. Juara pertama hingga ketiga berhak mendapatkan piala Ketua PCNU Brebes, piagam dan sejumlah uang pembinaan. Sedangkan untuk juara Favorit diraih grup rebana  SD N Pasarbatang 01 Kec. Brebes. 

Lomba yang digelar  MTs Maarif NU Program Kelas Unggulan itu, dilaksanakan pada Sabtu (9/2) di halaman gedung NU Jalan Yos Sudarso 36 Brebes. 

HMI Tegal Kab

Meski lomba terkesan sederhana, mampu menyedot ratusan penonton. Sejak dimulai pukul 08.00 WIB hingga penguimuiman hasil perlombaan penonton tetap setia menikmati alunan tembang-tembang Islami yang diiringi musik rebana. 

HMI Tegal Kab

Ketua Panitia Muhammad Wahyudi menjelaskan, digelarnya Festival Rebana  untuk menjaga seni tradisi Islami, menyalurkan apresiasi, hobi, bakat dan minat peserta. Sehingga generasi muda mampu menjaga moral, akhlak dan nilai-nilai agama.

Lomba yang mengusung tema Membangun budaya sportif, kreatif dan santun dalam budi pekerti melalui pentas seni Islami ini merupakan kali pertama di gelar. Peserta membawakan lagu wajib Yaa Hanana dan lagu pilihan bebas. “Penampilan peserta maksimal 15 menit,” kata Wahyudi.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah HMI Tegal Kab

Selasa, 02 Januari 2018

Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now

Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now

Surabaya, HMI Tegal Kab. Generasi milenial adalah mereka yang lahir tahun 1980 hingga 2000, yang juga dikenal sebagai generasi Y. tentu saja di dalamnya ada elemen santri.

Demikian disampaikan Wakil Ketua LTN PWNU Jawa Timur Wasid Mansyur, Jumat (27/10) saat dihubungi via WhatsApp.

Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Resolusi Jihad Zaman Now

Dengan memaparkan hasil yang didapat salah satu lembaga riset, angka generasi milenial tersebut mencapai 81,27 juta jiwa dan disusul generasi berikutnya yakni 68,02 juta jiwa. "Ini artinya bahwa masa depan bangsa Indonesia ditentukan generasi muda yang mendominasi jumlah penduduk seluruhnya," kata Dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Sadar akan dominan dan menentukannya generasi ini bagi masa depan bangsa, diperlukan langkah serius agar mereka mampu membawa angin perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. "Membawa udara segar bagi bangsa Indonesia yang telah berumur tujuh puluh dua tahun," tegasnya.

HMI Tegal Kab

Dalam pandangan seorang doktor muda ini, Momentum Hari Santri Nasional hendaknya tidak semata perayaan seremonial tahunan. "Namun yang mendesak adalah mengingatkan generasi milenial ini makna Resolusi Jihad yang pernah digagas sejumlah ulama dan kiai, khususnya pendiri NU, Hadlratussyekh KH Hasyim Asyari," ungkapnya.

Karena dalam pandangannya, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap terbawa di sanubari santri yang notabene sebagai bagian tak terpisahkan dari generasi muda. Santri milenial juga harus cerdas menggunakan sejumlah sarana termasuk media sosial untuk menyebarkan konten berkualitas dan bernada damai. "Inilah Resolusi Jihad zaman now yang kita gelorakan," ungkapnya.

"Dalam suasana peringatan Hari Santri Nasional inilah, kami mengajak sejumlah kalangan untuk menyadari tantangan berat yang kini ada di depan mata," sergahnya. Karenanya, lewat forum diskusi Cangkir 9, beberapa pegiat media dan literasi dihadirkan untuk membincang persoalan ini.

Dalam acara nanti cangkir Sembilan akan Fauzi Priambodo pengusaha, RN Bayu Aji seorang akademisi dan sejarah muda, Chafid Wahyudi pegiat literasi, Syaifullah Ahmad Nawawi Redaktur Pelaksana Majalah Aula, M Zikky akademisi dan Santri Techno Community, Ahmad Karomi Pengasuh Santri Zaman Now, Dodik Nurcahyo, Najih Ramadhan, serta praktisi media TV, Said Hudaini.

HMI Tegal Kab

Wasid berharap dengan kehadiran para narasumber, menjadi nilai lebih dari diskusi yang akan berlangsung di Giant Maspion Square Surabaya, Sabtu (28/10) besok. "Mari bersama ikut merayakan momentum ini yakni dengan mulai dari diri sendiri yakni dengan berbagi konten berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan," harapnya. Semua pihak tidak perlu saling hujat karena ketenangan sebenarnya sangat dirindukan di masa-masa penuh hoax seperti saat ini, lanjutnya.

Diskusi yang terbuka untuk umum tersebut dimeriahkan penampilan stand up comedy khas santri, juga iringan musik Santri Urban Community. Yang tidak kalah menarik yakni lantunan dzikir sebelum kegiatan dimulai. "Silakan hadir dengan membawa serta keluarga dan sahabat, apalagi kegiatan diselenggarakan di akhir pekan," pungkasnya. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Sunnah, Meme Islam, Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Kamis, 21 Desember 2017

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Jakarta, HMI Tegal Kab. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf harus bertanggung jawab terkait kasus pembakaran bendera Merah Putih di wilayahnya.

"Irwandi harus diberhentikan sebagai Gubernur," kata Gus Dur saat menjadi pembicara kunci pada Refleksi 62 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis.

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Seorang orang tak dikenal baru-baru ini di beberapa kota di Aceh membakar bendera Merah Putih. Bahkan di satu kota, tidak kurang dari 150 bendera yang dibakar.

Tampil sebagai pembicara dalam acara refleksi itu Prof Frans Magniz Suseno, Muslim Abdurrahman, dan Menakertrans Erman Soeparno.

Lebih lanjut Gus Dur" menuding "Irwandi telah melakukan pembiaran sehingga peristiwa yang melecehkan simbol negara itu terjadi. Dikatakannya, pencabutan dan pembakaran bendera tersebut merupakan bagian dari intimidasi mengingat masih ada masyarakat yang tidak setuju pada referendum.

Gus Dur mengingatkan, terpilihnya Irwandi sebagai gubernur juga disebabkan masyarakat takut pada intimidasi GAM, sementara pemerintah sendiri tidak tegas. "Ini ancaman bagi kemerdekaan Indonesia. Terserah orang mau bilang apa, saya tidak peduli," kata Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu.

HMI Tegal Kab

Menurut Gus Dur, mantan Gubernur NAD Abdullah Puteh yang karena korupsi dalam jumlah tidak terlalu besar, namun karena kedekatannya dengan GAM, ternyata kemudian dijatuhi hukuman. Jadi. Karena itu, Irwandi yang disebutnya melakukan pembiaran terjadinya pelecehan simbol negara juga harus ditindak.

"TNI harus tegas, tunjukkan kalau bertanggung jawab. Cari dan tangkap yang membakar bendera. Untuk apa jadi TNI kalau tidak berani," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Nusantara, Sunnah HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock