Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

PMII DKI Jakarta Luncurkan Kajian Kosmologi Strategis

Jakarta, HMI Tegal Kab. Pengurus Koordinator Cabang PMII DKI Jakarta membentuk forum kajian strategis menyangkut persoalan lokal Jakarta, nasional, maupun global. Forum dwi mingguan mewadahi kader PMII DKI untuk cepat merespon persoalan kekinian.

PMII DKI Jakarta Luncurkan Kajian Kosmologi Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII DKI Jakarta Luncurkan Kajian Kosmologi Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII DKI Jakarta Luncurkan Kajian Kosmologi Strategis

Ketua PMII DKI Jakarta Mulyadin Permana mengatakan, mahasiswa khususnya kader PMII harus memahami kosmos (alam semesta) yang di dalamnya terdapat relasi manusia dan alam.

"KKS adalah wadah bagi kader PMII untuk belajar dan menggali ilmu dari para tokoh NU dan tokoh-tokoh lainnya untuk menjadi landasan gerakan PMII DKI Jakarta ke depan" kata Mulyadin saat peluncuran forum KKS di Gedung PBNU, Jumat (5/12) siang.

HMI Tegal Kab

Mantan Sekjen PMII Usman Sadikin menekankan pentingnya pembangunan karakter manusia. Menurut Usman, orang kini lebih menyalahkan sistem politik. Mereka lalu beramai-ramai memperbaiki sistem. Padahal sebenarnya yang tidak baik adalah orang-orang yang ada dalam sistem itu.

HMI Tegal Kab

"Aturan dan sistem yang baik hanya dilahirkan oleh orang baik. Bukan sistem demokrasi, sistem kerajaan, dan seterusnya yang tidak baik, tetapi sistem itu menjadi tidak baik ketika orang lupa kepada Tuhan," kata Usman.

Sementara Amsar A Dulmanan dalam forum perdana ini mengingatkan misi manusia sebagai khalifah di muka bumi.

"Manusia di bumi bukan untuk penghambaan, tetapi sebagai kholifah yang mengatur kosmos (alam semesta) untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia," tandas Amsar. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab AlaSantri, Tokoh, Pondok Pesantren HMI Tegal Kab

Sabtu, 10 Februari 2018

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana

Kudus, HMI Tegal Kab. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gebog Kudus, Jawa Tengah mengadakan kegiatan pelatihan penanganan risiko bencana (PRB) di Aula Balaidesa Besito, Jumat (8/1). ? Kegiatan yang berlangsung sehari ini diikuti 80 kader dari kalangan IPNU-IPPNU, Fatayat, GP Ansor, dan Banser Kecamatan Gebog.

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana

Menurut Ketua GP Ansor Gebog, Dasa Susila, pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalitas kader dalam turut serta penanganan korban bencana. Setiap terjadi bencana, katanya, Ansor-Banser bersama komponen NU lainnya ? selalu ? turun membantu ? sehingga membutuhkan bekal keterampilan dalam menangani bencana.

"Belajar dari pengalaman terjadinya bencana dua tahun lalu, teman-teman masih kurang ilmu dan ketarampilan menangani korban bencana," ujarnya.

HMI Tegal Kab

Ia mengatakan, GP Ansor bersama badan otonom NU akan terus mengasah kemampuan dalam menangani dan mengatasi korban bencana. Bahkan, pihaknya akan mengagendakan kegiatan rutin semacam ini minimal tiap bulan sekali.

"Kita menyadari teknik ini butuh proses yang panjang, tidak hanya sebulan atau dua bulan. Makanya kita akan asah terus kapasitas kader sehingga betul-betul siap segalanya menghadapi bencana," imbuhnya.

HMI Tegal Kab

Dasa menegaskan, pelatihan ini sebagai awal menata manajemen penanganan bencana sehingga kader-kader NU tidak gagap manakala terjadi bencana. Apalagi, GP Ansor bersama badan otonom lainya telah komitmen bangun kepedulian antara sesama.

"Akhirnya ketika semua tertata mulai pra, saat, dan pasca bencana, kita tidak akan kebingungan. NU ? tinggal komando ini, kita sudah siap segalanya," tandasnya.

Kegiatan yang dibuka ketua MWCNU Gebog Suwanto ini, peserta mendapat materi tentang ke-bencana-an, ? manajemen penanganan darurat bencana dan praktik pertolongan pertama korban bencana. Semua materi disampaikan dari Tim Badan penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kudus dengan difasitasi dari tim Korp Peduli Bencana Alam Nahdlatul Ulama (KPBANU) Kudus. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tokoh, Makam HMI Tegal Kab

Al-Qur’an Terjemahan

Seseorang tamu berjenggot dan celana cingkrang bertamu ke rumah kiai di salah satu pesantren tahfid Al-Qur’an. Ada apa gerangan? Ia mengkritik kiai karena hanya mengajarkan menghafal Al-Quran kepada para santrinya tanpa memahami artinya.

Tamu: Maaf kiai, menurut saya, pesantren Anda tidak mencetak orang pintar cuman bisanya membunyikan Al-Quran!

Kiai: Ya maaf saya bisanya cuman itu.

Tamu: Tapi Kiai.. Kapan umat Islam bisa bebas buta makna Al-Quran kalau pondok ini cuma ngajar apalan doang?

Al-Qur’an Terjemahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Qur’an Terjemahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Qur’an Terjemahan

Kiai: Ya itulah kita harus berbagi tugas! Saya dan santri saya bagian hapalan Qurannya! Dan…. (Kiai terdiam sejenak. Tamu itu juga masih diam.)

Kiai: Dan.. Anda bagian terjemahannya. ? ----(Yahya)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Tokoh, Kajian Islam, Internasional HMI Tegal Kab

Selasa, 06 Februari 2018

Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015

Brebes, HMI Tegal Kab. Masjid Agung Brebes yang terletak di sebelah barat alun-alun Kota Brebes mewakili Provinsi Jawa Tengah sebagai Masjid Agung Percontohan Nasional 2015. Keunggulan masjid agung ini antara lain masih mempertahankan bangunan kuno dan pelayanan umat 24 jam non stop.

Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015

“Alhamdulillah, keberadaan Masjid Agung Brebes mendapat apresiasi dari Tim Penilaian Provinsi menjadi juara 1 dan berhak maju ke tingkat Nasional,” ujar Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Brebes H Imam Gozali di kantornya, Kamis (17/9).

Masjid Agung Brebes, kata Imam, mendapat nilai 295 sehingga menjadi juara 1 dari 35 Masjid Agung se-Jawa Tengah. Juara 2 diraih Masjid Agung Purbalingga dengan nilai 245, dan juara 3 Masjid Agung Semarang dengan angka 197.

HMI Tegal Kab

Menurut Imam, penilaian dilakukan tim provinsi Jateng yang bertujuan menilai model tipologi yang menjadi rujukan dalam pengelolaan masjid. “Penilaian dilakukan melalui beberapa tahap meliputi visitasi dokumen, visitasi dan wawancara lapangan,” ungkapnya.

Lomba ini digelar Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Saat ini, pengurus takmir masjid tengah mempersiapkan segala sesuatunya, dengan harapan bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional. “Dengan penilaian ini, pelayanan umat diharapkan makin meningkat pula,” tegasnya.

HMI Tegal Kab

Menurut Imam Besar Masjid Agung Brebes Drs KH Rosyidi, Masjid Agung Brebes dibangun tahun 1836 pada zaman Bupati Raden Adipati Ariya Singasari Panatayuda I (Kiai Sura). Masjid ini mengalami beberapa kali renovasi. Antara lain pada 1932, 1979 dan 2007.

“Bangunan asli masjid yang berarsitektur Jawa kuno, dengan kubah berbentuk limas, tetap dipertahankan hingga sekarang,” ujarnya.

Awalnya, masjid itu dibangun di atas tanah seluas 666 m2 dengan ditopang kayu jati pilihan dan fondasinya ditinggikan 1 meter. Tapi kini luasnya menjadi 2000 M2. Keaslian Masjid Agung terus dipertahankan terutama bangunan utama di bagian depan. Bangunan ini sudah menjadi cagar budaya dan tidak boleh diutak-utik,” terangnya.

Dia mengungkapkan, mempertahankan bangunan lama diharapkan karomah dan kharismatik masjid itu masih tetap utuh. Terbukti, sampai sekarang masih banyak dikunjungi peziarah.

Masjid yang letaknya tidak jauh dari pendopo Kabupaten Brebes tepatnya di jalan Ustad Abbas Brebes terbuka penuh 24 jam. Hal tersebut dengan pertimbangan untuk memberi ruang ibadah seluas-luasnya pada masyarakat yang habis melaksanakan ziarah di sejumlah daerah di Jateng atau Jatim. “Sepulangnya dari sana, dan sebelum melanjutkan perjalanan kembali lebih dulu singgah di Masjid Agung, begitu pun sebaliknya,” paparnya.

Masjid berlantai dua ini dilengkapi dengan menara setinggi 33 meter. Kamar mandi dan wudlu lengkap untuk putra dan putri. Juga di sediakan kantor sekretariat. Masjid sengaja tidak berpintu gerbang, untuk memberikan keleluasaan para jamaah dan area parkir. Tersedia juga ruang perpustakaan untuk menambah khasanah keislaman masyarakat pembaca. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tokoh HMI Tegal Kab

Sabtu, 03 Februari 2018

Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman

Bogor, HMI Tegal Kab. Menteri Agama (Menag), Suryadharma Ali, memimpin upacara kenegaraan dalam pemakaman KH Idham Chalid, mantan Ketua DPR/MPR dan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB.



Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman

Para pelayat termasuk ulama dan anak-anak yatim turut mengantarkan kepergian almarhum KH Idham Chalid ke tempat peristirahatan terakhir di kompleks Pondok Pesantren Darul Quran di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Senin.

Suryadharma Ali dalam sambutannya atas nama negara menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya KH Idham Chalid. Ia juga meminta seluruh warga untuk turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Allah.

HMI Tegal Kab

"Banyak hal-hal yang telah diperbuat almarhum semasa hidupnya yang bisa dijadikan suri tauladan bagi kita yang masih hidup," katanya.

HMI Tegal Kab

Upacara kenegaraan ini, lanjut dia, dilakukan untuk menghormati jasa-jasa almarhum.

Hadir pada upacara tersebut di antaranya Bupati Bogor Rahmat Yasin serta para ulama termasuk KH Didin Hafiduddin dan KH Syukron Makmun, salah seorang murid KH Idham Chalid.

Sementara itu, Bupati Bogor, Rahmat Yasin, yang memberikan sambutan atas nama keluarga almarhum mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak dalam proses pemakaman almarhum.

KH Idham Chalid wafat di usia 88 tahun pada Minggu (11/7) pukul 08.00 WIB di kediamannya di kawasan pendidikan Darrul Maarif, Cipete, Jakarta Selatan, karena sakit yang diderita selama 10 tahun terakhir.

Idham Chalid lahir di Setui, Kalimantan Selatan pada 27 Agustus 1922.

Ia adalah tokoh agama, tokoh bangsa, dan tokoh organisasi besar Islam Nahdlatul Ulama dan juga deklarator sekaligus pemimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sebelum meninggal, almarhum pernah bernazar ingin dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Darul Quran di Cisarua, Bogor.

Pesantren sederhana tersebut didirikan KH Idham Chalid pada tahun 1969.

Warga yang mengikuti jalannya upacara pemakaman terpaksa berdesak-desakan karena area pemakaman di kompleks tersebut relatif sempit hanya seluas 100 meter persegi.

Sebagian anak-anak yatim yang menghuni asrama di pondok pesantren tersebut menyaksikan jalannya pemakaman dari depan kamar mereka karena jarak antara asrama dengan area pemakaman sangat dekat dan hanya dibatasi oleh pagar.

Beberapa warga juga naik ke atas bangunan masjid yang tengah dibangun untuk bisa menyaksikan upacara pemakaman tersebut. (ant/mad)Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tokoh HMI Tegal Kab

Kamis, 25 Januari 2018

Semangat Lampung Timur Kelola Zakat di Setiap Kecamatan

Jakarta, HMI Tegal Kab. NU Care-LAZISNU Lampung mengagendakan terbentuknya seluruh struktur kepengurusan UPZISNU se-Lampung Timur. Untuk menyukseskan agenda tersebut dilakukan sosialisasi sejak September 2017.

Mengingat banyaknya kecamatan sebagai sasaran sosialisasi, tim NU Care-LAZISNU Lampung Timur mengunjungi kecamata-kecamatan tersebut setiap Ahad. Seperti pada 10 Desember lalu sosialisasi dilakukan di Pesantren Miftahul Ulum, Desa Raman Aji, Kecamatan Raman Utara.

“Ada 24 MWC (kecamatan) dan 264 desa di Lampung Timur. Insyaallah, sosialisasi dan pembentukan UPZISNU akan selesai awal bulan April 2018,” kata Ketua LAZISNU Lampung Timur, Makruf, Senin (11/12).

Semangat Lampung Timur Kelola Zakat di Setiap Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Lampung Timur Kelola Zakat di Setiap Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Lampung Timur Kelola Zakat di Setiap Kecamatan

Setelah sosialisasi dan pembentukan UPZISNU di semua desa, akan diadakan pelatihan Managemen Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah bulan Mei 2018.

“Pelatihan akan diikuti oleh seluruh pengurus UPZISNU se-Lampung Timur.

Sosialisasi sambil berbagi

HMI Tegal Kab

Di sela-sela kegiatan sosialisasi, NU Care-LAZISNU Lampung Timur juga mengadakan penyaluran, salah satunya lewat Jumat Berkah Berbagi. Pada program tersebut rata-rata dibagikan 40 paket sembako setiap minggunya.

“Kegiatan Jumat Berkah Berbagi sangat membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini kesusahan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya,” kata Imam Mutakkin, salah satu pengurus LAZISNU Lampung Timur.

Kegiatan berbagi sendiri bergeliat semenjak mulai terbentuknya kepengurusan UPZISNU di setiap kecamatan Lampung Timur.

HMI Tegal Kab

Hal ini bisa dilihat dari beberapa waktu, kepengurusan MWCNU Pasir Sakti bersama pengurus NU Care LAZISNU Kecamatan Pasir Sakti telah berhasil menghimpun bantuan dari masyarakat dengan pencapaian 180 juta untuk program peduli Rohingnya.

“Atas perolehan itu, oleh PBNU diberangkatkan dua orang pengurus UPZISNU Pasir Sakrti untuk presentasi pada Munas Konbes NU di NTB, tentang keberhasilan menggalang donasi tersebut,” Makruf menambahkan.

Mengikuti keberhasilan Pasir Sakti, desa-desa lain mulai bergerak untuk melaksanakan program gerakan Koin NU. Makruf optimis, upaya tersebut akan mampu membangun kemandirian NU di Lampung Timur. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Tokoh, AlaSantri HMI Tegal Kab

Rabu, 24 Januari 2018

Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat

Jombang, HMI Tegal Kab. Dalam hitungan hijriyah, Gerakan Pemuda Ansor telah berumur 84 tahun. Salah satu Badan Otonom (Banom) di jamiyah Nahdlatul Ulama (NU) ini dilahirkan 10 Muharram tepatnya tahun 1353 Hijriyah. Usia yang tidak lagi muda ini hendaknya dapat memacu semua elemen di dalamnya untuk terus berkhidmat bagi NU, bangsa dan masyarakat.

"Para aktivis Gerakan Pemuda Ansor hendaknya dapat menjadikan momentum hari lahir ini sebagai sarana untuk semakin memantapkan diri untuk menjadi bagian dari organisasi sosial kepemudaan dan keagamaan yang mandiri," kata Ketua PC GP Ansor Jombang Jawa Timur, H Zulfikar Damam Ikhwanto kepada HMI Tegal Kab, Sabtu (24/10).

Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat

Bentuk kemandirian itu dalam pandangan Gus Antok, sapaan akrabnya, adalah dengan berupaya menggali potensi ekonomi setiap warga dan peluang yang ada di wilayah masing-masing untuk bisa memiliki badan usaha yang menghasilkan. "Karena tanpa kemandirian secara ekonomi, sangat sulit Ansor bisa memiliki ketegasan dalam sikap," ungkapnya.

HMI Tegal Kab

Sejumlah kader yang telah berhasil dalam membangun ekonomi sebisa mungkin dapat dihimpun sehingga menjadi jaringan yang kuat. "Kalau selama ini para kader hanya berkutat dengan ekonomi secara parsial, sudah waktunya bisa dihimpun dalam jaringan sehingga menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh," terangnya.

HMI Tegal Kab

"Yang dibutuhkan adalah kekuatan dan kemampuan untuk menyapa dan meyakinkan simpul ekonomi tersebut sehingga menjadi jaringan ekonomi yang tertata dengan manajerial yang amanah," tandasnya.

Bila kemampuan ekonomi ini bisa digarap dengan baik, maka unsur manfaat akan bisa dirasakan oleh warga dan anggota di berbagai level masyarakat. "Kita yakin, para warga dan fungsionaris Ansor adalah mereka yang berkutat dengan ekonomi kelas menengah dan kecil," katanya. Bila mampu mengentas potensi ekonomi tersebut, maka dengan sendirinya bisa menyelesaikan kesenjangan ekonomi yang ada di akar rumput, lanjutnya.

Kendati demikian, persoalan umat serta merta tidaklah selesai. "Karena jaringan ekonomi yang akan dibangun juga harus menjunjung tinggi akhlakul karimah," pesannya. Karenanya, pendekatan simultan dengan mendorong kemandirian ekonomi yang di dalamnya juga diimbangi dengan perilaku terpuji, menjadi syarat yang tidak dapat ditinggalkan.

Gus Antok mengingatkan bahwa pada Muktamar Ke-9 NU di Banyuwangi, yakni 10 Muharram 1353 H yang bertepatan dengan 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua HM Thohir Bakri, Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Tanggal 24 April memang kemudian dikenal sebagai tanggal kelahiran GP Ansor. "Namun  mengingatkan bahwa tanggal 10 Muharram sebagai bagian tidak terpisahkan dari perjalanan Ansor juga sangatlah penting," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab RMI NU, Tokoh, Kajian HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock