Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Komisi Waqi’iyah Godok Draf Soal Ekologi

Jakarta, HMI Tegal Kab. Penanggung jawab sidang komisi bahtsul masail diniyah waqi’iyah kini tengah menyiapkan bahan perihal lingkungan hidup untuk di bahas pada Muktamar Ke-33 NU mendatang. Mereka resah atas aktivitas pertambangan yang memiliki daya rusak luar biasa terhadap lingkungan.

Komisi Waqi’iyah Godok Draf Soal Ekologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisi Waqi’iyah Godok Draf Soal Ekologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisi Waqi’iyah Godok Draf Soal Ekologi

“Bayangkan di sebagian daerah sudah ada bupati yang mengharuskan warganya untuk mengenakan batu akik,” kata staf Syuriyah PBNU Mahbub Ma’afi Romadhon, Selasa (17/3).

Dampak kerusakan lingkungan termasuk kerusakan sarana umum seperti jalanan akibat penambangan batu, pasir, emas, atau jenis logam, perlu dibahas di muktamar. Pasalnya, dampak kerusakan alamnya akibat penambangan itu luar biasa. Penambangan emas di Jember sempat mengemuka pada rapat komisi kemarin, kata Mahbub.

HMI Tegal Kab

Menurut Mahbub, isu ekologi ini sengaja diangkat untuk menggenapi 5 bahan bahasan yang ditetapkan rapat komisi waqi’iyah di Jakarta pada Kamis (12/3) sore.

Untuk merumuskan soal lingkungan hidup, pihak komisi waqi’iyah kini menampung masukan dari daerah dan juga masukan dari para ahli.?

HMI Tegal Kab

“Setelah 5 masalah itu, komisi waqi’iyah masih akan menambahkan 3 hingga 4 masalah yang meliputi ekologi, bio medis, dan muamalah. Maksudnya, agar isu di muktamar nanti beragam,” tandas Mahbub. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Jadwal Kajian, Warta HMI Tegal Kab

Senin, 29 Januari 2018

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti

Solo, HMI Tegal Kab. Ratusan siswa dari Sekolah Dasar (SD) Ta’mirul Islam mengikuti kegiatan kemah Pramuka, selama dua hari (18-19/10). Acara yang diselenggarakan di Lapangan Kelurahan Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo ini dirangkaikan dengan acara bakti sosial.

Kepala Sekolah SD Ta’mirul Islam, Slamet, menerangkan kegiatan kemah bakti ini merupakan acara rutin yang dihelat setiap setahun sekali pasca-agenda UTS (Ulangan Tengah Semester) I. “Harapannya dengan mengikuti kegiatan ini, anak-anak dapat lebih fresh pikiran mereka. Sekaligus juga dapat menanamkan rasa sosial kepada para siswa,” terang Slamet.

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan Kepedulian Siswa dengan Kemah Bakti

Dalam kegiatan yang bertajuk “Membangun Semangat Patriotisme, Bertanggung Jawab dan Berjiwa Sosial” ini para siswa medapatkan banyak pengalaman, mulai dari berlatih mendirikan tenda hingga ketrampilan lainnya.

HMI Tegal Kab

Ghazi Ata, salah satu siswa menuturkan kesannya usai mengikuti acara kemah ini. “Senang sekali dengan kegiatan ini. Paling seru saat ikut widegame, regu kami mesti melewati beberapa pos untuk menjadi yang terbaik,” ungkap siswa Kelas VI tersebut.

Acara kemah ditutup pada Ahad siang, dengan penyerahan hadiah untuk sejumlah regu yang memenangkan beberapa kategori lomba. (Ajie Najmuddin/Anam)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Budaya, Warta, Olahraga HMI Tegal Kab

Sabtu, 06 Januari 2018

Baru Dua Bulan Menikah, Banser Banjarnegara Tewas

Banjarnegara, HMI Tegal Kab
Longsor di yang terjadi di dukuh Gunungraja desa Sijeruk Banjarmangu Banjarnegara masih meninggalkan duka mendalam bagi para korban. Dukuh yang terkenal dengan salaknnya itu pun terpendam tanah, sehingga sejumlah bangunan seperti masjid dan sekolah tidak kelihatan lagi. Ratusan nyawa menjadi korban dalam musibah itu, salah satunya adalah Husnen, anggota Banser yang hingga kini jasadnya belum ditemukan. Siapa sebenarnya Husnen?

Musibah bertubi-tubi kembali terjadi. Belum kering air mata masyarakat karena hantaman tsunmi, bangsa ini kembali dikejutkan dengan musibah longsor yang menimpa warga dukuh Gunungraja Banjar negara. Air matapun akhirnya tumpah kembali. Ratusan nyawa menjadi korban longsor yang mengubur perkampungan padat tersebut.

Husnen adalah salah satu anggota Banser yang diduka kuat meninggal karena hingga saat ini jasadnya belum berhasil ditemukan oleh tim evakuasi. Husnen pada saat longsor datang memang sedang berada di rumah bersama keluarganya.

Ayahnya Halimi dan dua saudaranya, yaitu Mariya dan Badar juga meninggal dalam musibah itu. Sementara istrinya Lilis dan saudaranya Misrun selamat. Lilik pada`malam sebelum kejadian longsor sedang pulang menjenguk orang tuanya di desa Kalilunjar, sementara Misrun sempat menyelematkan diri dari longsor.

Keluarga Husnen tinggal sebuah rumah sederhana di komplek masjid. Masjid megah yang berada di komplek itu pun kini tidak ada bekasya karena tertimbun  tanah longsoran. Ada dua kemungkinan, Husnen mungkin meninggal bersama warga lainya saat berada di masjid atau mungkin meninggal di rumah bersama keluarganya, karena pada saat itu ada sumber yang mengatakan, sebagian jamaah sholat shubuh pada saat longsor sudah kembali ke rumah.”ada yang bilang sebagian jamaah sudah pulang,” kata sumber Duta.

Kawan-kawan dekat Husnen tidak pernah menduga sahabatnya itu akan cepat menghadap sang pencipta. Mereka pun sangat kehilanagan karena Husnen dikenal ramah dan pandai bergaul.”Husnen itu orangnya ramah dan pandai bergaul. Dia orangnya sangat baik. Saya akrab sama dia. Bahkan saat masuk menjadi anggota Banser kita bareng,” Kata Rohadi, kawan dekat Husnen ketika ditemui Duta di Posko relawan NU, kemarin.

Kapan Husnen mulai masuk menjadi anggota Banser? Menurut Rohadi, Husnen adalah sosok kader NU yang militan. Dia selalu aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh NU atau Banser. Dia resmi masuk menjadi anggota Banser pada akhir tahun 2005 lalu dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh Banser di Banjarnegara. Sejak itulah, aktif di NU.

Dikatakan Rohadi, Husnen juga seorang santri yang perlu diteladani. Meski hanya berbekal ijazah Madrasah Ibtidaiyah (MI), dia berangkat mendalami ilmu agama di pondok pesantren Darussalam, sebuah pondok pesantren yang terletak di daerah Purbalingga Jateng. Dia menghabiskan sebagian masa mudanya di pesantren itu, yaitu selama 8 tahun. Tentu itu bukan masa yang pendek untuk perjalanan menuntut ilmu.”Lama juga dia di pesantren. Tidak kurang dari delapan tahun. Setelah pulang dari pesantren itulah di mulai aktif jadi Banser,” jelas Rohadi.

Senada dengan Rohadi, Sabit Albanani, sahabat dekat Husnen saat berada di pondok pesantren mangatakan, sebagai seorang santri, Husnen dikenal ramah dan pandai bergaul.

Di juga merasa kehilangan atas kepergian sahabatnya itu.”Saya sangat paham pribadi Husnen. Dia itu berangkat ke pesantren bersama saya. Waktu di pesantren juga tinggal sama saya kok mas. Di memang baik,” kata Sabit Albanani dalam sebuah perbincangan dengan Duta.

Husnen ternyata juga masih tergolong pengantin baru.

Kurang lebih dua bulan lalu dia menikah dengan istrinya, Lilik. Kini Lilik tinggal bersama orang tuanya di desa Kalilunjar Banjarmangu. Sayangnya, baik Misrun, maupun Lilik tidak dapat ditemui, karena kondisinya masih shok berat, akibat ditinggal suami tercintanya.”Akhir bulan Ramadlan lalu dia menikah,” jelas Sabit Albanani.(amh)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta HMI Tegal Kab

Baru Dua Bulan Menikah, Banser Banjarnegara Tewas (Sumber Gambar : Nu Online)
Baru Dua Bulan Menikah, Banser Banjarnegara Tewas (Sumber Gambar : Nu Online)

Baru Dua Bulan Menikah, Banser Banjarnegara Tewas

Rabu, 03 Januari 2018

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah

Padangpariaman, HMI Tegal Kab

Sorak, tepuk tangan, menjijik, rasa takut dan kesedihan bercampur-baur dikalangan pengurus IPNU Padangpariaman dan santri pondok pesantaren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat saat menyaksikan tayangan film Sang Kiai. Suasana spontan berubah dari keheningan menjadi tepuk tangan ketika menyaksikan tayangan santri berhasil menyerbu markas bangsa Sekutu.

Demikian suasana nonton bareng Sang Kiai yang diselenggarakan Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padang Pariaman dalam rangkaian Peringatan Hari Santri 2016, Sabtu (22/10) malam. Hampir seribuan penonton yang didominasi para santri dan santriwati pondok pesantaren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padangpariaman, ? terlihat puas menyaksikannya.

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Padangpariaman Nobar Sang Kiai dan Baca Shalawat Nariyah

Seperti diakui salah seorang santri kelas II Abdurrahman Wahid Arni Putra, film Sang Kiai memberikan inspirasi baru bagi kami di pesantren ini. Kami mengetahui bagaimana sosok perjuangan KH Hasyim Asy’ari sebagai seorang ulama kharismatik dan pimpinan pesantren. Selain itu, bagaimana pula sosok santri yang rela berjuang mempertahankan jiwa raganya agar bangsa penjajah angkat kaki dari bumi Indonesia.

Ketua PC IPNU Padangpariaman Fauzan Ahmad usai nonton bareng (nobar) pukul 23.15 WIB menyebutkan, kegiatan nobar ini memang yang pertama kita libatkan santri. Dengan momen Hari Santri ini kita ingin para santri mendapatkan hiburan, pendidikan, dan pengetahuan baru. Sebelum Nobar, didahului dengan pembacaan Shalawat Nariyah yang dipimpin oleh Ketua Rijalul Ansor PW GP Ansor Sumatera Barat M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah.

“Melalui film Sang Kiai ini terlihat semua santri puas dan mengikutinya dengan serius. Buktinya, tidak ada satupun pengurus IPNU dan santri yang meninggalkan aula tempat pemutaran film Sang Kiai,” kata ? Fauzan.

Harapan kita, kata Fauzan, penayangan film tersebut dapat memberikan inspirasi baru? bagi santri Nurul Yaqin Ringan-Ringan. “Yang tidak kalah pentingnya, sejak masih sebagai santri di Pesantren, kita sudah perkenalkan dengan peran Nahdlatul Ulama dalam melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mudah-mudahan para santri tersebut menjadi benteng NU dan NKRI kelak setelah menyelesaikan pendidikan di Nurul Yaqin,” tambah Fauzan.? (tanjung armaidi/abdullah alawi)

HMI Tegal Kab

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Kiai, Nusantara, Warta HMI Tegal Kab

Senin, 18 Desember 2017

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi

Jombang, HMI Tegal Kab. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang menggelar sosialisasi akreditasi, Sistem Informasi Anggota Gerakan Pemuda Ansor (SIGAP), dan pelatihan administasi organisasi di MI Al-Istiqomah, Yayasan Al-Istiqomah, Mojongapit, Jombang, Jawa Timur, Selasa (25/8).

Ketua PC GP Ansor Jombang, H. Zulfikar Damam Ikhwanto menyampaikan, kegiatan ini dihadiri Pimpinan Cabang, Ketua dan Sekretaris dari Seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Jombang. "Adanya sosialisasi akreditasi ini dapat memberikan motivasi sekaligus kejelasan arah dalam mengelola organisasi," ungkapnya.

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi

Setidaknya ada beberapa indikator yang bisa dijadikan acuan dalam menata Ansor, yaitu majelis dzikir dan shalawat Rijalul Ansor atau kegiatan peringatan hari besar agama Islam, kaderisasi, lembaga keuangan mikro syariah, lembaga kursus dan pelatihan, kebanseran, struktur organisasi dan pendataan anggota Ansor dalam SIGAP online.

HMI Tegal Kab

"Sehingga kinerja organisasi bisa diukur dan kelayakan dalam pengelolaan organisasi juga dapat dinilai," katanya. Akhirnya reward dan punishment pun akan diberlakukan berdasar hasil akreditasi itu, lanjutnya.

HMI Tegal Kab

Sementara materi tertib administrasi, pengisian laporan akreditasi dan pelatihan aplikasi SIGAP online dipandu sekretaris umum PC GP Ansor Jombang, Muizzun Hakam. "Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan pengurus PAC dapat menertibkan administrasi organisasi, melakukan pendataan anggota melalui SIGAP online, menjalankan kegiatan sebagaimana yang dijadikan indikator penilaian dalam akreditasi dan disampaikan ke ranting masing-masing," tandas Muiz, panggilan akrabnya.

Ditambahkan, di samping materi tersebut, peserta juga mendapatkan materi sekilas jurnalistik dari Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang, M. Afairur Ramadhan.

"Hal ini untuk memperkaya khazanah kepenulisan dalam rangka mempublikasikan kegiatan, baik di media sosial atau media online," terangnya.

Usai pelatihan, akan dilakukan tindak lanjut dari kegiatan untuk memantapkan materi yang didapat, utamanya melalui komunikasi intensif dan asistensi atau pendampingan. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta, Daerah, Kajian Islam HMI Tegal Kab

Kamis, 07 Desember 2017

Kamus Al-Munawwir Dibuat di Zaman Serbarepot

Yogyakarata, HMI Tegal Kab. Sejak diterbitkan secara massal pertama kali pada 1980-an, baru kali ini kamus fenomenal Al-Munawwir dibedah. Acara bedah kamus yang menjadi pembuka rangkaian Harlah XX Kopontren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta ini adalah salah satu upaya menjaga karya besar peninggalan sesepuh.

Demikian disampaikan Gus Kholid Rozaq selaku penasihat Kopontren Al-Munawwir Krapyak yang juga menantu penyusun kamus tersebut, KH Ahmad Warsun Munawwir.

Kamus Al-Munawwir Dibuat di Zaman Serbarepot (Sumber Gambar : Nu Online)
Kamus Al-Munawwir Dibuat di Zaman Serbarepot (Sumber Gambar : Nu Online)

Kamus Al-Munawwir Dibuat di Zaman Serbarepot

Dalam acara yang digelar, Ahad (26/10), di Yogyakarta ini hadir dua narasumber seagai pembedah Kamus Al-Munawwir, yakni penyusun Kamus Al-Bisri, KH Munawwir Abdul Fattah; serta KH Ali As’ad, pengasuh Pesantren Nailul Ula Plosokuning yang telah masyhur kehandalannya dalam dunia penerjemahan Bahasa Arab.

HMI Tegal Kab

“Kamus Al-Munawwir disusun oleh almarhum Mbah Warsun selama kurang lebih sepuluh tahun,” demikian ungkap KH Munawwir Abdul Fattah yang pernah menjadi sekretaris KH A. Warsun Munawwir.

HMI Tegal Kab

Kiai yang akrab disapa Pak Awing ini menambahkan, pada masa itu penyusunan kamus sangatlah repot. Bukan hanya proses pengetikan yang masih manual, tetapi juga penyetakkan dan pemasaran yang masih digarap sendiri dari pintu ke pintu. “Saat itu belum ada penerbit yang berani menggarap kamus setebal seribuan halaman lebih itu,” tuturnya.

Sebelum era Kamus Al-Munawwir, belum ada kamus yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan dunia penerjemahan di Nusantara. Baru ada Kamus Marbawi Arab-Melayu dan Kamus Abdullah bin Nuh yang masih sangat minim kosakata bahasa. Atas dasar kebutuhan zaman dan niat nasyrul ilmi, KH Ahmad Warsun Munawwir mulai menyusun kamus lengkap itu ketika ia berusia 26-an tahun di bawah pengawasan guru satu-satunya, KH Ali Maksum.

Setelah Pak Awing mengisahkan tentang seluk beluk kelahiran Kamus Al-Munawwir, KH Ali As’ad membedah kamus yang tiap tahun dicetak 20.000 eksemplar ini dari segi penyusunan, baik kelebihan dan kekurangannya.

Menurutnya, kamus terlengkap di Indonesia tersebut bukan kamus bagi orang awam karena secara alfabetis disusun dengan pola akar kata. Untuk mengetahui akar suatu kata, tentu seseorang setidaknya harus dibekali dasar-dasar ilmu nahwu dan sharaf.

Meskipun penyusunan Kamus Al-Munawwir harus tetap bertahan pada makna dasar suatu kata, namun pengembangan kamus ini harus terus diupayakan, kata beliau. Adanya fasilitas komputerisasi bisa menjadi batu loncatan Kamus Al-Munawwir agar penggunaannya bisa meluas, sehingga diharapkan bisa menggeser kemasyhuran Kamus Munjid karya Louis Ma’louf di dunia internasional.

Kedua narasumber memancing gairah menulis 150-an hadirin yang siang itu memenuhi Aula G Pondok Pesantren Al-Munawwir dengan berbagai motivasi. Keberadaan Kamus Al-Munawwir bisa menjadi pemantik bagi lahirnya kamus-kamus lain dalam tema dan warna yang berbeda-beda. Kabar terbaru, saat ini sedang berlangsung proyek penerbitan Kamus Al-Munawwir edisi luks dan Kamus Al-Munawwir Mini yang mudah dibawa kemana-mana. (Zia Ul Haq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta HMI Tegal Kab

Sabtu, 02 Desember 2017

Ini Alasan-alasan Mendasar Kenapa NU Menolak FDS

Jakarta, HMI Tegal Kab. Nahdlatul Ulama menanggapi serius persoalan Full Day School (FDS) yang diberlakukan melalui Permendikbud. Di tingkat pusat, PBNU telah mengintruksikan kepada PWNU dan PCNU untuk menolak kebijakan tersebut. ?

Ini Alasan-alasan Mendasar Kenapa NU Menolak FDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan-alasan Mendasar Kenapa NU Menolak FDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan-alasan Mendasar Kenapa NU Menolak FDS

Menurut Ketua PBNU Bidang Hukum H. Robikin Emhas, bagi NU, persoalan FDS ini serius sekali dan tak ada tawar-menawar. “Permendikbud itu kabarnya, mau dievaluasi melalui Perpres yang di dalamnya ada norma yang diatur, di antaranya FDS itu diterapkan secara optional (pilihan); artinya bagi yang sudah siap, silakan diterapkan. Bagi yang tidak, ya silakan,” jelasnya di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (9/8).

Namun, kata alumnus Pondok Pesantren Qiyamul Manar Gresik dan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang, itu berdasarakan pengalaman di lapangan, seluruh regulasi, meskipun sifatnya optional, pelaksanaannya sangat bergantung pada pemikiran orang yang melaksanakannya. Sehingga meski Perpres mengatur optional, bisa saja di lapangan dipaksakan untuk diterapkan. “Nah, NU tidak ada tawar-menawar sama sekali. Tidak. FDS no. Optional sekali pun tidak.” ?

HMI Tegal Kab

Seandainya Perpres itu ditetapkan dan isinya seperti Permendikbud yang ada sekarang, sikap NU jelas akan tetap menolak. Alasannya, berdasarkan hasil penelitiannya Setara Institute, Wahid Institute dan penelitian-penelitian lembaga indevenden lain, bahkan Kemenag, tumbuhnya radikalisme dan intoleransi di sekolah-sekolah umum sudah pada 6,8 persen. “Itu angka yang sangat mengkhawatirkan.”

HMI Tegal Kab

Pihak yang berandil besar menumbuhkan anak hingga 6,8 persen itu, adalah mereka yang selama ini mengusung gagasan-gagasan Islam formal. “Padahal kalau ngomong mengenai kenapa Indonesia selama ini sebagai negara besar dengan ragam, etnik, budaya, agama dan sebagainya, tapi tetap damai, jawabannya satu, karena di Indonesia ada pesantren, madrasah diniyah,” jelasnya. ?

Kalau FDS diterapkan, pertumbuhan intoleransi dan radikalisme yang 6, 8 persen itu, jika diperpanjang waktunya, maka potensi pertumbuhannya akan semakin inggi. “Di sisi lain, pada waktu yang bersamaan, gudangnya Islam moderat yang basis pendidikannya adalah madrasah diniyah, dengan sendirinya mati.”

Maka, ketika pertumbuhan Islam moderat berkurang, sementara Islam garis keras, intoleran semakin tinggi, diperkirakan 15 tahun yang akan datang, Indonesia bisa perang saudara. Sepertinya, pemerintah belum sepenuhnya menyadari hal itu.

Anehnya, berdasar informasi yang didapat, asal-muasal pemerintah menerbitkan kebijakan itu lahir dalam Rapat Terbatas (Ratas) kabinet, mengenai pariwisata. “Rapatnya pada bulan Februari kalau tidak salah, tahun ini. Rapat itu adalah tentang pariwisata, bukan tentang pendidikan, penguatan karakter, bukan. Agar pariwisata ini meningkat, seyogiayanya libur sekolah, libur murid, disamakan dengan libur orang tuanya. Itu artinya mengasumsikan orang tua anak didik ini, adalah pegawai negeri.”

Penjelasannya, selama pariwisata terhambat karena anak-anak masih masuk sekolah pada Sabtu. “Coba sesembrono itu. Pada akhirnya kemudian lahir kebijakan itu,” tegas Managing Director pada ART PARTNER Law Firm tersebut.

Padahal, berdasarkan data 6,8 persen tadi, risiko masa depan, Indonesia akan menjadi semacam negara-negara Timur Tengah yang berkecamuk dengan saudaranya itu. “Sehingga saya katakan, yang terancam bukan madrasah diniyah, tapi NKRI. Ini yang perlu nyampe pada pikiran itu.”

Tentang pertumbuhan Islam radikal, intoleran, Robikin yakin hal itu bukan niat kebijakan Mendikbud, tetapi ada pihak lain yang bekerja untuk menumbuhkannya. Dan terbukti sampai sekarang pemerintah dalam hal ini Mendikbud, tidak berhasil untuk mengatasi persoalan itu (mengurangi angka 6,8 persen itu).” (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Warta, AlaSantri HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock